June 2012
Rapat Anggota Tahunan Koperasi Unit Desa Batulawang Cipanas
CIANJUR, (KC).-Meski sudah diambang deadline, akhirnya Koperasi Unit Desa (KUD) Keluarga Bahagia Batulawang di Kampung Cikujang, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (30/6) bisa melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Hadir dalam kegiatan RAT KUD Batulawang diantaranya Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Cianjur, Ricky Zulkifli, Kepala Seksi Penyuluhan Bambang Eko Sri Purwanto, beberapa sarjana pendamping koperasi dan tamu undangan lainya.
Kabid Koperasi Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Ricky Zulkifli mengatakan, RAT merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap koperasi sebagai tolok ukur perkembangan usaha yang dilakukan selama satu tahun buku. Dengan melakukan RAT akan diketahu sejauh mana perkembangan suatu koperasi dalam menjalankan usahanya.
"Intinya bahwa yang harus dipahami bahwa koperasi itu dari dan oleh anggota untuk mensejahterakan para anggotanya bukan untuk memperkaya diri sendiri pengurusnya saja. Makanya dengan RAT akan diketahui, tidak hanya perkembangan koperasi tapi juga untuk membahas program satu tahun buku kedepan," kata Ricky saat ditemui di Batulawang Cipanas, Sabtu (30/6).
Menurutnya, RAT KUD Keluarga Bahagia Batulawang merupakan RAT yang paling terakhir. Setelah bulan Juni akan masuk pada tahun buku berikutnya. "Meski ini menjelang deadline, tapi patut disyukuri masih bisa menggelar RAT. Mudah-mudahan saja pasca RAT ini kegiatan usahanya semakin lebih maju lagi dan anggotanya bisa sejahtera," tegasnya.
Dalam RAT yang berlangsung sederhana itu, pihak KUD Keluarga Bahagia Batulawang secara aklamasi juga mengangkat Bambang Eko Sri Purwanto sebagai Manajer Koperasi. Bambang yang juga pegawai Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Cianjur itu sosok yang layak untuk bisa memajukan koperasi. Selain merupakan anggota lama, kemampuanya dalam mengembangkan perkoperasian di Cianjur tidak diragukan lagi.

"Sebagai pengurus saya yakin dengan adanya Manajer perkembangan koperasi akan lebih maju dan selama ini tidak kita pungkiri kalau kami masih jalan ditempat. Dengan adanya manajer yang berlatarbelakang koperasi ini kita harapkan koperasi akan kembali pada masa jayanya," kata Robby Sekretaris KUD Keluarga Batulawang secara terpisah (KC-02)***.

ADIPURA | Tumpukan sampah di Jl. Siti Bodedar Kaum 
CIANJUR, (KC).-Tumpukan sampah di beberapa titik Jalan Siti Boededar Kaum, Cianjur hingga pukul 10.00 WIB masih dibiarkan menumpuk membuat kesal beberapa warga yang melihatnya. Bahkan saking kesalnya warga sempat menuliskan kata sindiran berupa "Adipura" didinding persis diatas tumpukan sampah.

"Ini sangat kontras dengan penghargaan Adipura yang baru saja diterima oleh Kabupaten Cianjur. Sebagai kota Adipura sangat tidak pantas kalau membiarkan tumpukan sampah di pusat kota hingga siang hari. Apakah memang ada sesuatu dibalik piala Adipura," kata Ruslan Efendi (39) seorang warga.

Persoalan sampah memang seringkali menjadi persoalan klasik bagi setiap daerah. Sehingga perlu penanganan yang serius, tidak hanya oleh pemerintah tapi juga masyarakat. "Pada saat sebelum menerima Adipura, semua pejabat terlihat sibuk mempersiapkannya termasuk urusan sampah. Tapi kenapa setelah diterima adipura bukan malah lebih baik," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Yuda (30), diterimanya penghargaan Adipura semestinya menjadi satu motivasi untuk bisa lebih maju, bukan sebaliknya. "Ini memang kota aneh, sampah dipusat kota berserakan, kok dapat penghargaan Adipura. Bukannya Adipura itu sebagai penghargaan kebersihan salah satunya," katanya.

Pihaknya mempertanyakan kreteria Adipura sehingga Cianjur mendapatkan penghargaan tertinggi dibidang lingkungan itu. "Kami tidak sependapat kalau Cianjur mendapatkan Adipura jika kondisinya masih seperti ini. Semestinya kondisinya jauh lebih baik. Betul memang banyak kreteria yang dinilai, tapi dengan membiarkan tumpukan sampah di pusat kota merupakan hal yang tidak pantas. Wajar kalau masyarakat menyindir dengan membuat tulisan Adipura tepat diatas tumpukan sampah," katanya (KC-02)***

Ilustrasi
CIANJUR, (KC).-Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, empat pejabat dilingkungan Pemkab Cianjur dijebloskan kedalam sel. Mereka tersangkut dugaan korupsi atau penyimpangan anggaran ditempatnya bekerja. Keempat pejabat tersebut adalah Edi Iryana Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distrakim) yang juga mantan Kabag Keuangan Setda Cianjur, Heri Kaeruman Plh Kabag Umum, Syarief Hidayat Sekretaris DPRD Cianjur dan Sukarya Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Melihat kondisi tersebut Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengaku miris. Tindakan hukum harus diterima setiap pejabat atas tindakan yang telah dilakukan. "Bagi pejabat atau PNS sudah menjaddi konsekwensi jabatan. Memang fenomena ini sangat disayangkan. Saya melihatnya ini tidak terkait dengan indikasi apapun, ini murni konsekwensi dari suatu tindakan yang dilakukan. Tapi mari kita ambil hikmahnya agar dalam mengemban amanat bisa sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan," kata Suranto saat ditemui diruang kerjanya, Jum'at (29/6).
Menurut Suranto, keempat pejabat yang kini ditahan pihak penyidik tersebut belum tentu divonis bersalah. Sebab sampai saat ini persoalanya belum masuk ke ranah pengadilan. "Ini belum inkrah (adanya putusan hukum tetap). Semuanya masih ditangani penyidik, sehingga mereka belum bisa dikatakan bersalah atas tindakanya," katanya.
Sebagaimana diketahui, keempat pejabat tersebut tersangkut perkara yang berbeda. Edi Iryana dan Heri Kaeruman tersangkut dugaan kasus korupsi dana nonurusan APBD Cianjur 2007-2010, Syarif Hidayat (Sekretaris DPRD/Mantan Kepala Dinas Perpajakan Daerah) terjerat dugaan korupsi dana perjalanan dinas. Ketiganya saat ini menghuni Rutan Kebonwaru, Bandung. Sedangkan H. Sukarya diduga telah melakukan penipuan terhadap pengusaha di Sukabumi dan dia ditahan di Mapolresta Sukabumi.
Suranto juga menampik kalau penahanan terhadap empat pejabat tersebut mengganggu pelayanan, terutama untuk jabatan Sekretaris DPRD Cianjur. Jabatan yang ditinggal para pejabat secara organisasi bisa ditangani. "Termasuk jabatan Sekretaris DPRD, tentunya kita akan melihat dulu apakah ketidakadaan Sekretaris DPRD mengganggu kinerja atau tidak. Itu nantinya akan dilakukan kajian oleh Sekretaris Daerah Bahrudin Ali selaku ketua Baperjakat (Badan Pertimbagan Jabatan dan Kepangkatan). Jika memang hasil Baperjakat akan mengganggu, nanti pemerintah akan mengajukan tiga nama calon dan yang berhak milik adalah DPRD," katanya.
Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suhara mengakui jika salah seorang stafnya berinisial Suk, ditahan di Mapolresta Sukabumi sejak Jumat pekan lalu. Asep mengaku sudah menerima surat pemberitahuan penahanan salah seorang anak buahnya dari Mapolresta Sukabumi. "Betul memang ada pegawai kami yang saat ini ditahan di Mapolresta Sukabumi," kata Asep saat dihubungi terpisah.
Dijelaskan mantan Kabag Hukum Setda Cianjur itu, penahan Suk oleh petugas di Mapolresta Sukabumi terkait kasus dugaan penipuan di Sukabumi. "Yang bersangkutan (Suk) terlibat kasus 378, dan TKP (tempat kejadian perkara)-nya di Sukabumi. Jadi penahanannya pun dilakukan di Sukabumi karena pelapor mengadukannya ke Polresta Sukabumi," katanya (KC-02)***.
Ilustrasi
CILAKU, (KC).-Diduga akibat masalah ekonomi keluarga, RAS (36) warga Kampung Geger Bitung, Desa Sukasirna, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, tega menganiaya istrinya yang sedang hamil muda hingga tewas, Jum'at (29/6). Korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Beberapa bagian tubuhnya seperti bagian kepala, punggung dan perut penuh dengan luka.

Untuk penyidikan lebih lanjut, jasad korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk dilakukan outopsi. Sementara pelaku, digelandang ke Mapolres Cianjur untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan, peristiwa yang sempat membuat geger warga tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pelaku datang ke Adep (45) tokoh agama setempat meminta tolong untuk memandikan jenzah istrinya Er (24). Awalnya tokoh agama tersebut tidak menaruh curiga, namun saat akan memandikan jenazah korban timbul kecurigaan saat melihat kondisi jenazah yang penuh luka. Karena kecurigaan itulah, bersama warga lainya melaporkan apa yang dilihatnya ke Mapolsek Cilaku.

Petugas yang mendapatkan laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Setelah tiba langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tanpa kesulitan petugas langsung mengamnkan suami korban dan membawanya ke Mapolres Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD Cianjur untuk di outopsi.

"Awalnya kami tidak curiga, kirain meninggal biasa. Tapi saat akan kami mandikan kondisi jenazah penuh luka. Ada luka sobek dibagian kepala, selain itu juga terdapat luka di punggung dan perut. Makanya kita laporkan ke polisi," kata  Adep.

Sementara itu, RAS (36) mengaku, melakukan perbuatan bejat iti akibat merasa kesal kepada istrinya yang sering mengeluhkan terhadap kondisi ekonomi keluarganya. "Istri saya sering marah-marah, karena saya tidak bekerja dan tidak punya uang,” kilah pelaku.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Gito membenarkan adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya. Atas perbuatanya tersebut pelaku, akan dijerat dengan  pasal 44 ayat (3) jo Pasal 5 Undang-undang Nomor 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"Kita tidak hanya mengamankan pelaku, tapi juga berikut barang buktinya berupa tongkat yang diduga digunakan untuk menganiaya istrinya hingga tewas," kata Gito (KC-02)***.
Puluhan aktivis mahasiswa Cianjur gelar aksi
solidaritas untuk KPK
CIANJUR, (KC).-Puluhan aktivis gabungan mahasiswa Cianjur dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur dan Rumah Diskusi Cianjur menggelar aksi solidaritas atas rencana pembangunan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum'at (29/6). Dengan mengenakan seragam kebesarannya para aktivis tersebut tidak segan-segan menenteng kardus untuk mendapatkan sumbangan.

Aksi diawali di bundaran tugu Gerbang Marhamah, arah jalan ke K.H. Abudullah bin Nuh. Di tempat tersebut para aktivis menyuarakan aspirasinya terkait kinerja DPR RI yang terkesan mengabaikan kepentingan besar terhadap rencana pembangunan gedung KPK. Saat beberapa mahasiswa sedang berorasai, mahasiswa lainya meminta sumbangan kepada para pengguna jalan yang melintas.

Selesai melakukan kasi di bundaran tugu gerbang Marhamah, para aktivis mahasiswa itu melanjutkan aksi di gedung DPRD Cianjur di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh yang berjarak sekitar satu kilometer. Digedung wakil rakyat tersebut para aktivis kembali melakukan orasi dan meminta sumbangan yang nantinya akan disampaikan ke KPK.

Koordinator Aksi, Mustofa Kamal mengatakan, pihaknya merasa prihatin terhadap kinerja DPR RI yang mendiskriminasikan perbaikan salah satu lembaga negara yaitu KPK. "Yang kita merasa prihatin juga kenapa pemerintah tidak bisa memperhatikan lembaga tersebut," kata Mustofa di gedung DPRD Cianjur, Jum'at (29/6).

Menurutnya, melihat kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya mengajak kepada seluruh warga Cianjur agar menyumbangkan sebagian hartanya untuk perbaikan gedung KPK. "Karena kita menilai kinerja KPK sekarang ini cukup baik, banyak koruptor-koruptor yang telah ditangkap. Sudah selayaknya kinerja mereka kita hargai," tegasnya (KC-02)***.
Foto Ilustrasi : Lahan Kritis
CIANJUR,(KC).-Jumlah lahan kritis di Kabupaten Cianjur saat ini masih terbilang tinggi. Setidaknya berdasarkan data yang ada pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Cianjur jumlahnya mencapai sekitar 48 ribu hektar. Untuk mengatasi lahan kritis tersebut Pemkab Cianjur mencanangkan penanaman satu milyar pohon.

"Kita punya program pencanangan satu milyar pohon untuk mengatasi lahan kritis di Cianjur. Kita ingin menghijaukanya, mudah-mudahan program ini bisa mengatasi lahan kritis yang terbilang masih cukup tinggi," kata Kepala Dinas Hutbun Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar, Jum'at (29/6).

Menurutnya, Kabupaten Cianjur yang terdiri dari 32 kecamatan dengan jumlah penduduk saat ini mencapai 2,3 juta merupakan potensi besar untuk mewujudkab target satu milyar pohon. Satu orang masyarakat Cianjur dicanangkan untuk menanam tiga pohon. "Penanaman pohon ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab semua elemen masyarakat Cianjur," ujarnya.

Dikatakan Ginanjar, penanaman pohon atau penghijauan lahan sebagai upaya mengembalikan ekosistem atau cuaca yang tidak menentu akibat dari pemanasan global. "Kita harapkan penghijauan ini ada dampak besar bagi kelangsungan hidup manusia, terutama dalam menjaga kelestarian alam," tegas Ginanjar (KC-02)***.
CIANJUR (KC),- Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Cianjur, enam sungai yang merupakan aliran sungai Cikundul kondisinya tercemar. Bahkan kandungan bakteri E-Coli melebihi ambang batas. Meski demikian, masih banyak warga dekat aliran sungai tersebut masih memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka air mereka meski sudah tidak layak digunakan.

"Dari kondisi sungai yang kami lakukan pemeriksaan tiap tahun di sepanjang aliran Sungai Cikundul yang juga melintasi enam aliran sungai di sekitarnya, diketahui kebutuhan COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biochemical Oxygen Demand) juga telah melebihi baku mutu. Kondisi tersebut membuat air di sepanjang aliran Sungai Cikundul tidak layak," ucap Kepala Sub Bidang Pengawasan Pencemaran Air dan Udara Kantor Lingkungan Hidup Cianjur, Evi Hidayah, Kamis (28/6/12).

Pencemaran sungai yang mengandung bakteri E-Coli yang sudah melebih ambang batas tersebut, kata Evi, tidak hanya akibat pencemaran pabrik pada wilayah sungai tertentu namun yang banyak berpengaruh adalah limbah rumah tangga (domestik).

"Kami juga sudah sering mengimbau untuk tidak mengkonsumsi air sungai itu untuk keperluan sehari-hari, khusunya untuk memasak atau mencuci beras. Jika sungai sudah mengandung E-Coli melebihi batasnya maka sudah tidak layak untuk keperluan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) apalagi untuk memasak," tuturnya. (PR/KC06)**
Acil Bimbo, Budayawan Jawa Barat
CIANJUR, (KC).- Hari ini tatanan nilai budaya berantakan akibat rusaknya karakter dan mental, sehingga berbagai masalah di Indonesia terus mencuat ke permukaan. Demikian diungkapkan Budayawan Jawa Barat, Acil Bimbo disela-sela penanaman pohon dalam rangka HUT Kodam III Siliwangi ke 66 dan Mapag ke 100 tahun Paguyuban Pasundan di komplek Yayasan Nurul Hidayah Pasundan Kampung Panaruban, Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Kamis (28/6).
Menurut Acil, problem masalah di Indonesia, atau di Jawa Barat, diawali rusaknya tatanan budaya. Salah satu contoh rusaknya nilai tatanan budaya adalah korupsi begitu mewabah, bangsa indonesia sebagian besar lupa silaturahmi, kekerasan dimana-mana, dan tidak menjaga lingkungan sekitar.
"Kondisinya sudah sangat mencemaskan dan perlu adanya gerakan perubahan untuk bangsa Indonesia yang tentram dan damai. Kalau kita melihat kepada bangsa di Asia, seperti Cina, Korea, dimana mereka ada yang disebut repormasi. Artinya bagaimana bersikap jujur, mencintai tanah air dan lainnya. Inilah yang perlu kita contoh untuk membangun gerakan kembali menjaga lembur," ujarnya.
Dikatakan Acil, salah satu bentuk menjaga lembur adalah dengan cara menanam pohon untuk penghijaun. "Saya sangat apresiasi sekali kepada Kodim 0608 dan Paguyuban Pasundan Cianjur yang telah melaksanakan amanah bangsa yaitu menjaga lembur melalui penghijauan," paparnya.
Secara terpisah Komandan Distrik Militer (Dandim) 0608 Cianjur, Letkol Inf. Jala Agrananto mengatakan, penanaman pohon ini bertujuan untuk menghijaukan Cianjur oleh tumbuhan dan buah-buahahan. "Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan manusia mudah terkena penyakit. Karena itu, melalui penghijauan ini bisa menyeimbangkan kembali cuaca yang tidak menentu," tegasnya.
Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Cianjur, Abah Ruskawan mengakui, penanaman pohon akan terus dilakukan untuk menghijaukan Cianjur. Abah mengaku, telah menanam pohon ribuan yang tersebar di wilayah Cianjur. "Mudah-mudahan bakti sosial lingkungan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Cianjur," tegasnya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
H. Atte Adha, Ketua Panitia HJC 335
CIANJUR, (KC).-Dalam rangka memperingati Hari Jadi Cianjur yang ke 335 pada 12 Juli 2012, Panitia Hari Jadi Cianjur menggelar berbagai kegiatan. Diantaranya bakti sosial, kitanan masal bagi kaum duafa, kegiatan olahraga, pameran pembangunan dan lainya.
Ketua Panitia Hari Jadi Cianjur ke 335, H. Atte Adha Kusdinan mengatakan, serangkaian kegiatan dalam rangka Hari Jadi Cianjur dilakukan untuk kepentingan masyarakat Cianjur. "Tujuan kegiatan ini selain kita ngamumule sejarah Cianjur, juga ditujukan kepada masyarakat Cianjur agar bisa lebih mengetahui tentang Cianjur," kata Atte, Kamis (28/6).
Menurut Atte, berbagai kegiatan dalam rangka Hari Jadi Cianjur sampai saat ini sudah mulai dilaksanakan. Meski terkesan sederhana, tapi tidak mengurangi makna dari Hari Jadi Cianjur yang ke 335. "Memang kalau dibilang sederhana yang sederhana, kita tidak mendapatkan bantuan dari APBD karena ada ketentuan yang melarang, tapi kita masih tetap bisa selenggarakan," paparnya.
 Pada puncak peringatan Hari Jadi Cianjur, nantinya akan digelar Rapat Paripurna Istimewa DPRD Cianjur. "Sebelum rapat Muspida dan OPD melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Cikaret dan Makam Dalem Cikundul di Cikalongkulon. Setelah itu dilanjut dengan upacara," katanya.
Sementara untuk pawai pembangunan akan dilakukan sehari sebelum hari Jadi Cianjur dengan menampilkan berbagai atraksi kesenian. "Seperti biasanya pawai akan diikuti oleh pemerintah, organisasi pemuda, LSM, Pendidikan, OPD dan lainya. Tak terkecuali kuda kosong dimungkinkan juga akan ditampilkan," kata Atte (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR (KC),- Salah seorang pejabat di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur berinisial Suk, dikabarkan ditahan jajaran Polres Sukabumi Kota. Kabarnya, Suk ditahan setelah diadukan melakukan dugaan tindak pidana penipuan.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suhara mengakui jika salah seorang stafnya berinisial Suk ditahan di Mapolresta Sukabumi sejak Jumat pekan lalu. Asep mengaku sudah menerima surat pemberitahuan penahanan salah seorang anak buahnya dari Polres Sukabumi Kota.
"Iya memang benar ada pegawai kami yang ditahan di Mapolresta Sukabumi," kata Asep saat dihubungi  melalui , Kamis (28/6/2012).
Asep membantah jika penahanan Suk terkait kasus surat perintah kerja (SPK) fiktif proyek fisik bencana alam yang saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Cianjur. Menurut Asep, penahanan Suk terkait kasus dugaan penipuan di Sukabumi.
"Beliau (Suk) terlibat kasus 378 dan TKP (tempat kejadian perkara)-nya di Sukabumi. Jadi penahanannya pun dilakukan di Sukabumi karena pelapor mengadukannya ke Polresta Sukabumi," sebut Asep.
Sebelumnya diberitakan, HS atau Suk, seorang PNS dan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur dijebloskan ke rutan Polres Sukabumi Kota. Dia diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Akibat tindakan pidana yang dilakukan tersangka HS, korban yang juga seorang pengusaha asal Kabupaten Sukabumi, Syamsudin menderita kerugian berupa uang senilai Rp876 juta.
''Penangkapan dan penahanan ini berdasarkan laporan korbannya dengan tempat kejadian perkara di wilayah hukum kami,'' kata Kepala Satreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Engkus Kuswaha kepada wartawan, Kamis (28/6/2012) (KC06/Inilahjabar)
CIANJUR, (KC).- Penamaan Pondok Pesantren Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cianjur disoal. Meski kegiatanya positif untuk membangun akhlaq para nara pidana, nama Pondok Pesantren dinilai kurang tepat untuk di Lapas.
"Selama ini Pondok Pesantren sangat identik dengan kegiatan positif dan selalu dekat dengan masyarakat. Hemat kami untuk membina akhlak narapidana di Lapas tidak harus menggunakan istilah Pondok Pesantren yang saat ini diagungkan oleh umat islam, bisa menggunakan istilah lainya," kata Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) Kabupaten Cianjur, Azis Muslim, Kamis (28/6).
Menurut Azis, pihaknya sangat mendukung terhadap kegiatan pesantren terpadu yang dilakukan Majlis Ulama Indonesia (MUI), Kejaksaan, Pemerintah Daerah yang berpusat di Lapas Cianjur. Pihaknya memiliki pemandangan bahwa pelaksanaan kegiatan pesantren terpadu di Lapas sangatlah positif dan harus didukung oleh masyarakat Cianjur khususnya umat islam.
"Pesantren sangatlah identik dengan para santri atau tempatnya para santri mencari ilmu. Lapas sebagaimana kita ketahui bahwa didalamnya tempat berkumpulnya bermacam ragam latar belakang sosial dan kriminal dan tempatnya orang-orang terhukum," katanya.
Atas pandangan tersebut AUI menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan akhlaq dan moral khususnya melalui pesantren terpadu sangatlah penting. Bukan hanya untuk narapidana tapi untuk seluruh lapisan umat islam.
"Pandangan kami pemakaian nama Pondok Pesantren di Gerbang Lapas Cianjur perlu ditinjau kembali oleh MUI, Kejaksaan, Pemkab Cianjur mengingat harapan kami bahwa pondok pesantren kembali pada asal mula fungsi dan nama serta hakekatnya," harapnya.
Secara terpisah salah satu Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Tjepi Djauharudin mengatakan, penggunaan nama Pondok Pesantren Terpadu di Lapas Cianjur dinilai tidak menjadi masalah. Nama tersebut sudah mendapat persetujuan daru umat islam. Yang terpenting hasil dari  pesantren di Lapas itu telah banyak memberikan kontribusi bagi narapidana.
"Saya rasa tidak ada masalah, sejak adanya pesantren banyak narapidana yang tadinya belum bisa baca dan tulis alqur'an saat ini mereka sudah banyak yang bisa dan lancar. Berarti ini ada manfaatnya bagi mereka. Kenapa harus dipersoalkan," kata Tjepi (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Kepanikan sempat terjadi saat gempa 5.0 SR mengguncang pesisir pantai Cidaun, Kabupaten Cianjur, Rabu (27/6). Masyarakat yang tinggal disekitar pesisir pantai dan sekitarnya sempat keluar rumah, kawatir akan terjadi gempa susulan yang lebih besar.
"Memang getaranya cukup kuat dirasakan. Tapi masyarakat sudah biasa menghadapi gempa seperti ini. Mereka hanya sempat kawatir saja dan buru buru keluar rumah saat gempa. Setelah ada informasi bahwa gempa tidak sampai menyebabkan tsunami, warga kembali kedalam rumah," kata Rahmat (43) warga Cidaun.
Menurut Rahmat, memang sempat terjadi sedikit kepanikan saat gempa terjadi, mereka kawatir terjadi tsunami. "Tapi masyarakat sudah siap bila kemungkinan buruk terjadi, alhamdulillah gempa tidak menyebabkan tsunami," paparnya.
Berdasarkan informasi dari
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi di 55 kilometer Barat Daya Cianjur, Jawa Barat. Gempa terjadi pada pukul 11.55,30 WIB dengan kedalaman 28 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunamia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suhara mengatakan, gempa yang getaranya sempat dirasakan hingga Sukabumi dan Bogor tersebut sejauh ini tidak sampai menyebabkan kerusakan. Hanya sedikit kepanikan dialami oleh masyarakat terutama yang tinggal di pesisir pantai.
"Hingga pukul 16.00 WIB informasi dari petugas kami dilapangan tidak ada laporan terjadinya kerusakan bangunan atau lainya. Getaranya memang cukup kuat, tapi sepertinya tidak sampai merusak. Masyarakat hanya sedikit panik dan saat ini sudah kembali normal menjalankan aktivitasnya. Tidak ada warga yang sampai mengungsi," kata Asep saat dihubungi terpisah.
Siapkan Lima Hansip di Desa
Untuk antisipasi terjadinya bencana, BPBD Kabupaten Cianjur telah menyiapkan lima orang Pertahanan Sipil (Hansip) masing-masing desa yang berada dipesisir pantai yakni diwilayah Kecamatan Agrabinta, Sindangbarang dan Cidaun.Para petugas Hansip tersebut sebelumnya sudah dibekali dengan pelatihan kesiapsiagaan bila terjadi bencana.
"Mereka berperan besar bila sampai terjadi bencana, utamanya tsunami bagiamana menenangkan warga dan lainya. Hanya saja kita belum sampai melatih untuk pemetaan evakuasi, rencananya pelatihanya baru akan dilakukan oleh pemerintah propinsi Jawa Barat," katanya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Kebutuhan pupuk di Kabupaten Cianjur memasuki musim tanam saat ini mengalami penurunan. Hal itu diakibatkan terjadinya musim kemarau, sehingga musim tanam mengalami pemunduran akibatnya daya serap pupuk juga berkurang.
Kepala Bagian Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Ade Cahya tidak memungkiri terjadinya penurunan penyerapan pupuk akibat terjadinya musim kemarau. Kondisi tersebut didasarkan pada jumlah kebutuhan pupuk pada bulan Juni 2012 untuk Kabupaten Cianjur sebanyak 3.575 ton, namun hingga menjelang akhir bulan ini, baru terserap lebih kurang sebanyak 1.575 ton.
"Sisa stok kebutuhan masih mencapai 2.000 ton. Kemungkinan daya serap ini tidak terlepas dengan bersamaan musim kemarau yang terjadi bersamaan musim tanam. Sehingga mempengaruhi daya serap pemakain pupuk," kata Ade di Gudang Pupuk Pasir Hayam, Rabu (27/6).
Dengan demikian dipastikan kebutuhan stok pupuk untuk satu bulan kedepan dipastikan akan mencukupi. "Kalau melihat kebutuhan dan stok yang ada saat ini, kebutuhan pupuk untuk satu bulan kedepan masih aman," paparnya.
Berdasarkan ajuan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, kebutuhan pupuk secara keseluruhan selama tahun 2012 mencapai 45.000 ton. Hingga bulan Juni 2012, sudah terserap sebanyak 19.000 ton dengan sisa enam bulan ke depan di pabrik sebanyak lebih kurang 26.000 ton.
"Kalau melihat kebutuhan setiap tahunya, kebutuhan pupuk di Cianjur relatif stabil. Kalaupun ada penibgkatan, itu terjadi pada jenis pupuk NPKnya, tapi secara umum kebutuhanya relatif stabil," katanya.
Pihaknya mencontohkan, pada tahun 2011 lalu alokasi kebutuhan sekitar 46.000 ton. Tapi di tahun 2012
menurun menjadi 45.000 ton. Tapi kebutuhan pupuk NPK meningkat. Jika pada tahun 2011 sebanyak 2.000 ton, tahun 2012 ini naik menjadi 2.500 ton.
"Kalau berbicara kebutuhan, sebenarnya yang paling tahu iti adalah Pemkab Cianjur dalam hal ini Dinas Pertanian. Posisi kami hanya sebagai pemasok sebagaiman ajuan dari Dinas Pertanian. Mereka yang lebih tahu secara riil kebutuhan pupuk ditangan para petani," ungkapnya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Ketua Kwarda Jabar, Dede Yusuf
CIPANAS, (KC).-Pramuka adalah mitra pemerintah, oleh karenanya wajib hukumnya bagi pemerintah kabupaten/kota setempat untuk memperhatikan sekaligus mencintai gerakan pramuka sehingga bisa menjadi mitra dalam mengembangkan pembangunan dan membangun karakter masyarakat.
Demikian diungkapkan Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua Kwartir Daerah (Kakwarda) Provinsi Jabar Dede Yusuf saat membuka acara Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat 2012 yang bertempat di aula Hotel Cianjur Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (27/6).
Wagub Jabar sangat mengapresiasi segala kegiatan jajaran kwarda jabar dan kwarcab kabupaten/kota dalam memajukan pramuka. Selain mempunyai tugas untuk membangun secara fisik. Pada dasarnya pemerintah memiliki tugas, pokok dan fungsi untuk membina masyarakat, diantaranya yakni membangun karakter masyarakat yang merupakan salah satu tugas utama dan tidak mudah.
"Ini tidak mudah, tugas membangun karakter ini perlu dengan perjuangan. Untuk itulah melalui gerakan pramuka yang merupakan gerakan komunitas diharapkan bisa mempermudah dan mempererat serta memperkuat silaturahmi diantara komunitas itu sendiri," harapnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh, mengharapkan, melalui rakerda gerakan pramuka tingkat provinsi Jabar ini, bisa menghasilkan program kerja yang benar-benar ril, logis, dan keberhasilannya dapat terukur serta sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.
"Untuk menjadikan generasi muda yang tangguh dan disiplin dalam menjalankan tongkat estapet kepemimpinan untuk bangsa kedepannya, gerakan pramuka merupakan salah satu langkah yang tepat, "tuturnya
Selama ini lanjut bupati, gerakan pramuka telah diakui dan memiliki karakter yang kuat dan selalu berupaya melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama dalam kaitannya mengantisipasi berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat
"Peran serta gerakan Pramuka baik dalam pembangunan atau lainya sudah tidak diragukan lagi. Tinggal bagaimana mempertahankan dan meningkatkanya agar Pramuka bisa lebih berperan dalam membangun bangsa ini khususnya Cianjur," katanya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR (KC),- Gempa bumi dengan kekuatan 5,0 SR terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Getaran gempa ini terasa hingga kawasan Bogor dan Sukabumi."
Gempa terasa pukul 11.55 WIB," kata Khaidir, warga Cianjur melalui jejaring sosialnya, Rabu (27/6/2012) pukul 12.15 WIB.
Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa terjadi di 55 km baratdaya Cianjur, Jawa Barat. Gempa ini terjadi pada pukul 11.55 WIB dengan kedalaman 28 km. Gempa tidak berpotensi tsunami, hingga saat ini belum diketahui terjadinya kerusakan akibat Gempa. (KC.01)**
CIANJUR, (KC).- Eskavasi dilereng timur Situs Megalitikum Gunung Padang dihentikam oleh Tim Arkeolog dibawah kendali arkeolog Ali Akbar. Penghentian eskavasi tersebut akibat kondisi tanah yang dinilai labil dan berbahaya bagi tim yang melakukan eskavasi.
"Sore ini eskavasi kita hentikan. Kita terkendala konstruksi tanah yang labil dan lapukan batuan. Struktur yang tertimbun sudah cukup rusak sehingga saat penggalian mencapai kedalaman satu meter tim kesulitan karena banyaknya bongkahan bebatuan dan itu membahayakan," kata Ali Akbar, kemarin.
Eskavasi yang dilakukan Tim Arkeolog dilereng timur Situs Megalitikum Gunung Padang dengan membuat lubang diameter 2,5 x 2,5 meter ini hanya berhasil menggali sampai kedalaman 3 meter. Adanya bebatuan dan kondisi tanah yang terbilang labil membuat pekerjaan berjalan lambat. Kondisi tersebut membuat upaya pencarian rongga masuk yang diperkirakan terpendam di kedalaman 4-5 meter menurut surfei geologi jadi tertunda.
"Setelah kita hentikan eskavasi ini, kita belum tahu pasti kapan akan melakukan eskavasi kembali. Kami kawatir kalau saat ini dipaksakan penggalian terlalu riskan. Ada beberapa resiko yang harus dihadapi bila dipaksakan dilanjutkan saat ini. Kita akan mencari formula untuk melakukan eskavasi kedepan," ungkapnya.
Untuk merekonstruksi Situs Megalitikum Gunung Padang dibutuhkan waktu sekitar 20 tahunan. Waktu tersebut didasarkan pada pengalaman standar waktu saat Borobudur di rekonstruksi. Proses terlama adalah membuat koding bantuan dan membuat catatan.
Sementara itu anggota Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang  Erick Rizky, mengatakan tim arkeolog selanjutnya akan membuat laporan berbagi hasil eskavsai dan temuannya yang akan di konfermasi dengan data hasil pemindayan dari tim geologi. Hasil dari laporan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
"Tahap selanjutnya menteri akan mempersentasikan hasil temuan dari tim riset mandiri ini pada presiden dan masyarakat Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk membuka ruang bagi seluruh unsur masyarakat agar memperhatikan dan menyikapi hasil temuan selama dilakukan riset. Direncanakan hasil riset ini akan di pablis pada awal bulan depan," tegasnya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi, salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memperbaiki proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan yaitu dengan lebih mengembangkan manajemen pemerintahan, sehingga diharapkan penyelenggaraan administrasi pemerintahan dapat berjalan dengan pasti.
Demikian diungkapkan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh disela Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembanggunan (BPKP) Perwakilan Jawa Barat, di Bale Prayoga kemarin. Menurut Bupati, penyimpangan dapat dihindari dan bahkan dapat ditemukan penyebab apabila terjadi penyimpangan, yang pada akhirnya pelayanan publik akan menjadi lebih baik lagi.
Dihadapan Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, para Asisten Bidang Setda Kabupaten Cianjur, para Staf Ahli Bupati, para Kepala SOPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur serta tamu undangan lainnya bupati menyampaikan untuk mencapai kinerja individu dan kinerja organisasi yang optimal bahkan dalam jangka panjang, maka kerjasama ini dapat dijadikan sebagai salah satu langkah perbaikan kinerja pelayanan dan kinerja organisasi berdasarkan konsep manajemen kinerja.
"Program kerjasama ini membutuhkan komitmen dan tekad semua pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, kerjasama ini akan berhasil jika keterlibatan kedua belah pihak terjadi secara total dan saling menghormati serta mentaati hal-hal yang telah menjadi kesepakatan," katanya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati meminta dalam merumuskan aspek yang berhubungan dengan pelaksanaan penugasan tetap berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku.
Sementara itu Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat, Abi Rusman Tjokronolo menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen pemerintahan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnyta dalam bidang tata kelola keuangan, pada Pemerintah Kabupaten Cianjur (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Bupati Cianjur Menerima Tim Penilai P3A Di Pendopo
CIANJUR, (KC).-Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, kemarin menerima tim penilai lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Tingkat Nasional di Pendopo Kabupaten Cianjur. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Bachrudin Ali, Kepala Dina Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Sudrajat Laksana, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP), Oting Zaenal Mutaqin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Hj. Ratu Triyulia, para Asisten Bidang Setda Kabupaten Cianjur dan para Staf Ahli Bupati.
Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim penilai lomba P3A Mitra Cai Nasional. Atas nama pemerintah dan warga masyarakat Cianjur, bupati sampaikan ucapan terimakasih atas perkenan melakukan penilaian di Kabupaten Cianjur. "Mudah-mudahan mendapat hasil sebagaimana yang diharapkan," kata bupati.
Menurut Bupati, kelompok para petani pengelola air di pedesaan, terutama pengairan persawahan keberadaannya memiliki nilai yang sangat strategis karena tidak saja memberikan pelayanan akan kebutuhan air bagi persawahan melainkan ada yang lebih penting lagi yakni turut mewujudkan peningkatan hasil produksi pertanian sebagai wujud percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Orang nomor satu di Cianjur tersebut juga menyampaikan bahwa GP3A Kayungyun Kecamatan Cikalongkulon dipilih sebagai lokasi penilaian, karena selama ini kinerjanya telah mencapai hasil yang membanggakan dengan berbagai kegiatannya yang bersifat menunjang peningkatan hasil produksi pertanian sebagai wujud percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Atas dasar itu pula kiranya tim penilai sependapat dengan kami bahwa GP3A kayungyun kecamatan cikalongkulon layak mendapatkan kualifikasi sebagai yang terbaik," paparnya.
Sementara itu Ketua Tim Penilai P3A Mitra Cai Nasional, Baginda Siagian mengatakan Kedatangan tim penilai ini terdiri dari 7 orang yaitu 5 orang dari juri dan 2 orang dari pemerintah pusat. "Tujuan kami datang ke Cianjur tidak lain untuk mengadakan penilaian terhadap GP3A Kayungyun di Kecamatan Cikalongkulon yang merupakan salah satu peserta Lomba GP3A Mitra Cai Tingkat Nasional," katanya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).-Sudah hampir dua minggu, saluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) ke warga di Jalan Moch Ali, Cianjur terhenti. Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit dan tidak mencukupi untuk kebutuhan sehar-hari.
"Sudah hampir dua minggu ini air tidak ngocor. Paling kalau ngocor hanya sebentar. Itupun terjadi hanya pada malam hari sekitar pukul 01.00 WIB dan hanya beberapa jam. Kondisi ini sangat tidak mencukupi, apalagi kalupun ngocor, airnya sangat kecil," kata Yuda (30) warga Jalan Moch. Ali saat ditemui dirumahnya, Selasa (26/6).
Menurut Yuda, akibat tidak adanya air kerumah, terpaksa beberapa warga mengungsi mencari sumber air ketempat warga lainya. "Yang punya sumur sepertinya beralih menggunakan air sumur, tapi yang tidak punya terpaksa harus mencari ketempat lain. Saya dan keluarga sendiri untuk mandi harus pergi ke rumah saudara di Pasir Gede," kata Yuda.
Pihaknya mengaku tidak tahu sampai kapan kondisi tersebut akan berlangsung. Warga meminta agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera memperbaikinya. "Kita hanya berharap, PDAM segera memperbaikinya, karena air merupakan kebutuhan pokok bagi warga. Jangan sampai dibiarkan seperti ini," harapnya.
Secara terpisah Direktur PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, H. Herman Suherman memohon maaf kepada pelanggan PDAM khususnya yang berada di jalur Jalan Moch. Ali. "Bukan kita tidak mau memperbaiki, kondisi jalur di Jalan Moch. Ali Bojong Meron memang sudah udzur. Saat ini belum ada anggaran untuk perbaikan secara menyeluruh, kami mohon maaf," kata H. Herman saat ditemui di kantornya.
Pihaknya mengaku, pada dua tahun silam saat PDAM memiliki anggaran PDAM jalur di Jalan Moch. Ali pernah akan dilakukan perbaikan. Tapi lantaran ada penolakan dari warga otoritas pasar, perbaikan tersebut terpaksa ditangguhkan. Sehingga kondisi jalur utama tersebut tetap dibiarkan terjadi kebocoran. Akibatnya debit air ke warga tidak maksimal.
"Jalur jalan Moch. Ali Bojongmeron itu merupakan jalur yang dibangun pada sekitar tahun 1975, dan itu merupakan salah satu jalur tua yang kita rencanakan masuk revitalisasi bersama dengan jalur di komplek SMPN 2 Cianjur, Pasar Induk Cianjur dan jalur Ramayana," tegasnya.
Pihaknya juga masih merasa kebingungan untuk mencari dana revitalisasi. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp 150 milyar. Sementara keadaan keuangan PDAM Tirta Mukti Cianjur saat ini tidak memungkinkan. "Sebenarnya bisa mengajukan ke perbankan, namun untuk PDAM Cianjur tidak bisa akibat harga standar full cost recovery (FCR) Cianjur masih dibawah dari standar minimal nasional sebesar Rp 2.300,-/kubik. Saat ini PDAM Cianjur baru mampu Rp 1.400/kubik," jelas H. Herman (KC-02)***.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Kepala DISDUKCAPIL Cianjur, Hilman Kurnia
CIANJUR, (KC).-Tidak lengkapnya peralatan perekaman electronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) yang dikirim oleh pemerintah pusat, dipastikan menjadi penyebab keterlambatan pengiriman data. Pada hal pemerintah mentargetkan perekaman data e-KTP harus sudah selesai pada minggu kedua bulan Oktober 2012.
"Sebenarnya kalau semua peralatan perekaman data untuk e-KTP ini lengkap, saya yakin target yang ditentukan oleh pemerintah pusat ini akan tercapai. Masalahnya sampai sekarang, perlengkapan itu belum semuanya didistribusikan ke daerah," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, H. Hilman Kurnia saat ditemui di kantornya, Selasa (26/6).
Menurut H. Hilman, semestinya Kabupaten Cianjur mendapatkan100 alat perekaman e-KTP. Namun kenyataanya baru 64 alat perekaman yang diberikan oleh pemerintah. Demikian juga terhadap alat scanner yang sampai saat ini juga belum ada di masing-masing tempat perekaman e-KTP.
"Sempat ditanyakan ke pemerintah pusat, tapi hanya mendapatkan jawaban peralatanya belum ada. Pada hal kalau peralatanya lengkap sesuai dengan kebutuhan, perekaman data e-KTP akan semakin cepat dilakukan. Dengan tidak lengkapnya peralatan, kita tetap memaksimalkan peralatan yang ada," katanya.
Hasil kerja keras memaksimalkan peralatan yang ada membuahkan hasil. Dari hasil perekaman data terakhir, Kabupaten Cianjur berhasil naik ke urutan kedelapan dari 15 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. "Sebelumnya kita di urutan kedua dari bawah, sekarang sudah ada kenaikan. Hingga saat ini sudah sekitar 400 ribu lebih data rekam yang kita kirim ke pusat dari jumlah target kita mencapai 1,6 juta," tegasnya.
Kendala lainya dalam menyelesaikan rekam data e-KTP selain mengenai tidak lengkapnya peralatan juga disebabkan letak geografis khususnya diwilayah Cianjur selatan. "Jarak ibu kota kecamatan cukup jauh dengan masyarakat dengan kondisi infrastruktur yang kurang menunjang, ini menjadi kendala tersendiri untuk perekaman data selain adanya peralatan yang minim," katanya.
Kedepan akan diupayakan adanya pelayanan mobile sehingga bisa mengkaver masyarakat yang sakit dan jompo. Selain itu terbatasnya petugas operator juga menjadi kendala perekaman data e-KTP. "Untuk tenaga operator idealnya satu kecamatan enam orang, tapi terbatasnya anggaran hanya bisa empat orang," katanya.

Meski banyak kendala, pihaknya masih optimis perekaman data e-KTP di Kabupaten Cianjur akan mencapai 90 persen pada minggu kedua bulan Oktober 2012 sebagaimana yang ditargetkan pemerintah. "Optimis harus, kita akan dorong agar perekaman data e-KTP bisa sesuai dengan target, meskipun peralatan minim," harapnya (KC-02)**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, (KC).-Sebanyak 156 bakal calon anggota legislatif berhasil di inventarisir oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur. Setelah dilakukan verifikasi hanya 63 bakal calon yang dinyatakan lolos dan disampaikan ke tingkat DPD PDI Perjuangan Propinsi Jawa Barat.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, Abang Kuswandi Sukandar mengatakan, setelah di inventarisir hasilnya bakal calon legislatif tersebut adalah lima orang untuk DPR RI, enam orang untuk DPRD Propinsi dan 52 orang untuk DPRD Kabupaten Cianjur. 
"Untuk bakal calon anggota legislatif, yang kita lakukan verifikasi hanya bakal calon yang ada di tingkat kabupaten saja. Sedangkan untuk pusat dan propinsi itu bukan kewenangan kami," kata Abang saat ditemui dikantornya, Selasa (26/6).

Menurut Abang, setelah disampaikan, nantinya bakal calon anggota legislatif itu akan mengikuti berbagai tahapan seperti adanya psikotes dan fit and propertest. "Intinya data yang kita kirimkan bukan data mentah, tapi setengah matang, nanti DPD yang akan menindak lanjutinya baik untuk Kabupaten maupun propinsi," katanya.
Langkah DPC PDIP untuk menginventarisir bakal calon anggota legislatif lebih awal tersebut merupakan salah satu amanat partai. Selain itu dengan adanya waktu yang panjang membuat bakal calon legislatif lebih memiliki waktu yang luas untuk terjun kemasyarakat atau ke konstituenya. Sehingga kedepanya akan diketahui dengan sendirinya mana bakal calon yang berkwalitas maupun yang kurang berkwalitas.
Pihaknya ingin, dengan adanya inventarisir para bakal calon anggota legislatif tidak lain agar para kader partai itu bisa bekerja secara maksimal. "Bisa saja kita mengadakan pola survey dari sekian bakal calon yg sudah terjun, siapa siapa yang memungkinkan untuk menjadi calon nantinya," tegasnya.
Pihaknya mengakui, salah satu tujuan inventarisir nama bakal calon tidak lain untuk mempersiapkan kader yang berkualitas, karena jauh jauh hari sudah disiapakan dengan berbagai tahapan. "Kalau dulu sistem dadakan, sekarang tidak, minimal ketehuan idologinya. Minimal dengan penjaringan ini bakal calon legislatif itu memiliki idiologi yang jelas tidak abu-abu," tegasnya.
Untuk sosialisasi penjaringan, pihaknya telah melakukan sekitar enam bulan silam kepada para kader partai dari semua tingkatan. "Kita ingin mencetak kader yang berkwalitas. Kita berikan kesempatan seluas luasnya.Mudah-mudahan semuanya berkwalitas dan lolos," harapnya.

Secara terpisah, salah seorang bakal calon legislatif untuk DPRD Propinsi Jawa Barat, Saef Lukman mengaku, saat mengikuti penjaringan pihaknya ditanya mengenai soal kesiapan dan komitmen ditanya bagaimana membangun partai kedepan. "Saya kira lebih bagus, setiap calon lebih memiliki waktu untuk sosialisai ke masyarakat. Calon mempunyai waktu dan mempunyai kesempatan yang sama mendapatan dukungan dari masyarakat. Kalau selama dua tahun bisa berbuat baik berati bisa mendapatkan dukungan demikian sebaliknya," kata Saef (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR(KC),- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, akan membuka layanan pembayaran langganan air bersih secara online. Layanan ini, terutama bagi para pemilik vila di kawasan Puncak, Cianjur, yang bertempat tinggal di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Dibukanya pelayanan pembayaran secara online, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan. Dengan begitu, para pelanggan tidak usah repot-repot datang ke Kantor Cabang PDAM untuk membayar langganan air, tetapi cukup dilakukan dengan cara online.
Hal itu, dikemukakan Direktur Utama PDAM Tirta Mukti, H. Herman Suherman  di ruang kerjanya belum lama ini. Menurut dia, jika selama ini, para pemilik vila atau tempat peristirahatan di kawasan Puncak, terlambat membayar langganan air, mungkin bukan karena tidak mau membayar, tetapi hanya masalah waktu saja, karena berbagai kesibukan.
"Nanti, jika pembayaran air bersih sudah sistim online, mereka tidak usah repot-repot datang sendiri atau menyuruh orang lain untuk membayar langganan air bersih, tetapi bisa melakukannya secara online," kata Herman.
Dia pun mengemukakan, akumulasi piutang pelanggan air bersih se-Kabupaten Cianjur kepada PDAM Tirta Mukti hingga saat ini, mencapai Rp 6,9 miliar. Sedangkan jumlah pelanggan sebanyak 33.000 pelanggan, yang lancar membayar sekitar 79 persen.
Disebutkan, debit air bersih di sejumlah sumber air bersih yang dikelola PDAM Tirta Mukti, akhir-akhir ini, mengalami penurunan, karena kerusakan lingkungan di sekitarnya. Untuk itu, perlu dicari sumber atau mata air yang baru.(Suarakarya/KC)
CIANJUR, (KC).-Keputusan Presiden (Kepres) merupakan harga mati untuk menuntuskan persoalan Jamaat Ahmadiah Indonesia (JAI). Demikian benang merah yang bisa diambil dalam dialog interaktif membahas permasalahan Jemaat Ahmadiah Indonesia (JAI) dengan mengambil tema, "Mencari Solusi Permasalahan Ahmadiah Secara Damai Demi Terwujudnya Keutuhan NKRI" yang digelar di Gedung Juang 45. Jl. Otto Iskandar Dinata II Cianjur, Senin (25/6).

Beberapa narasumber hadir dalam dialog tersebut diantaranya ustad Ahmad Hariadi (Mantan JAI), Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Tjepi Djauharudin dan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H. Chep Hernawan, MBA. 
Ketua MUI Kabupaten Cianjur, Tjepi Djauharudin mengatakan, keteguhan umat islam untuk menegakkan syariat islam saat ini sedang diuji dalam menghadapi ahmadiah. Adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri merupakan salah satu sarana untuk membina JAI di Indonesia. Namun keberadaan SKB tersebut tidak cukup kuat untuk bisa menyelesaikan JAI.

"SKB tidak cukup bisa menyelesaiakan JAI, harus ada Kepres. Untuk itulah sebagai umat islam harus bisa mengkondisikan agar Kepres itu bisa keluar. Kalau kondisinya adem ayem seperti ini sampai kapan bisa keluar. Karena sudah terbukti adanya SKB tidak membuat persoalan JAI tuntas, mereka masih 'ngeyel', kuncinya harus ada Kepres," kata Tjepi.
Sebenarnya ke tidak taatan JAI terhadap SKB bisa jadi alasan untuk dikeluarkannya Kepres. "Masalahnya didaerahharus aktif, jangan diam saja. Harus dipantau aktivitas JAI, kalau mereka tidak mentaati SKB harus diusulkan agar ada sanksi tegasnya," katanya.
Pihaknya mengaku sudah menyampaikan desakan perlunya Kepres. "Sampai saat ini kita baru tingkat daerah, tingkat propinsi sudah kita sampaikan. Sebagai anggota tim pembina kita turut bertanggung jawab terhadap masalah JAI," tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum Garis, H. Chep Hernawan, menurutnya tidak ada solusi lain untuk menuntaskan masalah JAI kecuali adanya Kepres. Hanya saja sampai saat ini menurut H. Chep, presiden belum mau meneken Kepres tersebut lantaran takut dengan Amerika.
"SKB itu banci, tidak ada sanksinya. Dengan adanya Kepres diharapkan bisa menuntaskan JAI. Hanya saja sudah berapa ratus organisasi islam yang mendesak agar diterbitkanya Kepres, tapi sampai saat ini belum juga keluar. Pada hal sudah jelas organisasi OKI di Dubai saja sudah menyatakan ahmadiah sesat, mereka sudah mengeluarkan fatwa dan melarangnya," tegasnya.
Penanggungjawab kegiatan Dialog Interaktif, Abdul Halim Patriatman, mengatakan, salah satu tujuan dialog interaktif ini antara lain untuk memetakan respon serta sikap tokoh Islam terhadap problem sosial keagamaan yang muncul di Cianjur. Selain itu juga untuk merumuskan formulasi gerakan serta komitmen bersama menghadapi maraknya tindakan main hakim sendiri," kata Halim secara terpisah.
Tujuan lainya digelar dialog interaktif adalah untuk memperkaya basis data bagi pemangku kepentingan sebagai dasar pijak dalam merumuskan solusi melalui program-program kerja yang sistematik, terencana, terukur, dan teramati.
Sementara itu target dari dialog interaktif tersebut demi tercapainya tujuan dakwah dalam upaya menghadapi segala bentuk penyimpangan yang diindikasi menodai agama islam. Selain itu juga tergalinya berbagai informasi tentang kegelisahan umat Islam Indonesia terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan yang terjadi secara optimal.

"Kita harapkan juga bisa terpetakannya respon serta sikap keagamaan tokoh Islam terhadap problem sosial keagamaan yang muncul. Serta terumuskannya formulasi gerakan serta komitmen bersama menghadapi maraknya kekerasan bernuansa agama dan tersedianya berbagai dokumen (draf) rumusan permasalahan dan solusi dari para narasumber dan peserta," katanya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).-Baru satu minimarket Indomart yang ditutup paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur akibat tidak dilengkapi perijinan dalam operasionalnya. Padahal diduga masih ada lima lagi Indomart diseputar kota Cianjur yang tidak dilengkapi perijinan namun tetap beroprasi.

Pihak Satpol PP Kabupaten Cianjur berkilah bahwa baru satu Indomart yang keberadaanya dikeluhkan warga. "Kita akan bertindak jika ada pengaduan keberatan dari warga. Sampai saat ini baru ada satu Indomart yang keberadaanya dikeluhkan warga yakni yang ada di Cikaret. Indomart tersebut sudah kami tutup dan disegel pada awal bulan lalu," kata Sulaeman Madna Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Cianjur saat ditemui diruang kerjanya Senin (25/6).

Menurut Sulaemen, sampai saat ini belum ada surat keberatan dari warga yang masuk keruang kerjanya mengenai keberadaan Indomart. "Kalau ada yang keberatan pasti akan kami tindak lanjuti, karena kuncinya warga. Kalau mereka tidak mempermasalahkan kita juga tidak akan bertindak," paparnya.

Ketika disinggung adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 tahun 2011 yang mengatur tentang jarak minimarket dengan minimarket lainya, pihaknya berkilah sedang mempelajarinya. "Memang pada pasal 8 disebutkan bahwa jarak antara pasar tradisonal dengan minimarket dan antar minimarket 500 meter minimal, kita sedang mempelajarinya," katanya.
Tidak adanya dokumen perijinan tentang usaha minimarket Indomart itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Administrasi dan Penelitian Tekhnis Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Cianjur, Subianto. Menurut Subianto, pihak dari minimarket Indomart pernah datang untuk mengurus perijinan. Hanya saja permohonan yang diajukan terpaksa ditolak, karena lokasi yang dijadikan tempat usaha tidak memenuhi persyaratan.
"Untuk usaha minimarket saat ini tidak bisa serta merta begitu saja, ada ketentuan jarak antara lokasi minimarket satu dengan yang lainya. Kalau dulu bisa dengan mudah, ini sepertinya yang kurang dipahami oleh pengusaha," kata Subianto saat ditemui di kantornya, secara terpisah.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2011 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern disebutkan bahwa dalam pasal 8 butir a bahwa jarak dari pasar tradisional ke minimarket minimal 500 meter dan dari minimarket ke minimarket. Untuk supermarket departemen store jaraknya 1.500 meter, dan hypermarket 2.500 meter.

"Atas dasar Perda inilah, makanya kami menolak permohonan yang diajukan minimarket Indomart, karena jaraknya dengan minimarket lainya kurang dari 500 meter. Ada sekitar lima lokasi Indomart. Kalau ternyata setelah kami tolak tetap membuka usahanya itu bukan kewenangan kami lagi, tapi Satpol PP," katanya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR (KC),- Bupati Cianjur Cecep Muhtar Soleh menolak melakukan pembebasan lahan di areal sekitar kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Bupati menginginkan bagaimana situs ini bisa memberikan kesejahteraan kepada warga setempat.
"Tidak ada pembebasan lahan dikawasan situs megalit Gunung Padang," kata Cecep saat mengunjungi situs ini bersama rombongan pemerintah daerah di lokasi Gunung Padang, Minggu (24/6).
Pernyataan ini berupa penolakan terhadap permintaan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, di pendopo Kabupaten Cianjur, pada Selasa 6 Maret 2012.
Saat itu Andi Arief meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur menyiapkan lahan 150 hektare guna melakukan tahap lanjutan penelitian kawasan megalitikum ini.
"Kami tidak berpikir ke arah pembebasan lahan. Kami lebih berpikir bagaimana ini mengembangkan masyarakat sekitar. Ini lebih penting untuk diutamakan. Kearifan lokal akan mempunyai porsi lebih utama," kata dia.
Menurut Cecep, pembebasan lahan merupakan sebuah proses yang rumit. Apalagi lahan yang sangat luas. Pemindahan masyarakat bukan hanya penggantian semata , tapi menyangkut kesejahteraan dan sistem sosial yang sudah ada.
Lahan sekitar kawasan Gunung Padang merupakan lahan produktif dan sebagian besar masyarakat sekitar berprofesi sebagai petani. Bila mereka direlokasi, kata Cecep, mereka harus mendapatkan yang sesuai agar profesi mereka tidak berubah.
Selain itu, untuk mencari lahan baru bukan sesuatu yang mudah. Apalagi, kata dia, lahan produktif di Cianjur, terutama persawahan, sudah mulai berkurang setiap tahunnya. Yang terberat, berupa adaptasi lingkungan ini membutuhkan waktu yang lama dan sering terjadi gesekan sosial.
"Kami lebih mengupayakan adanya kerja sama dengan masyarakat untuk menjaga situs megalit Gunung Padang. Pemberdayaan lebih memungkinkan dibandingkan dengan pembebasan lahan yang luas, meski ke depannya kawasan ini akan menjadi objek wisata yang sangat terkenal," ujar dia.
Abidin (35), warga sekitar, mengaku enggan menjual tanahnya yang jaraknya berkisar hanya 200 meter dari kawasan ini. "Saya dan keluarga saya turun-temurun tinggal di kawasan ini. Saya tidak akan menjual tanah saya," kata dia (Tribunews.com/KC06)

CIANJUR (KC): Guru agama di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, "dipaksa" berbuat keteladanan, yakni setiap menerima gaji sertifikasi dipotong zakat mal sebesar 2,5 persen.
Setiap guru yang akan mencairkan gaji sertifikasi pada triwulan kedua harus memperlihatkan bukti kuitansi pembayaran zakat mal pada triwulan pertama. Jika tidak bisa memperlihatkan bukti itu, maka gaji sertifikasi triwulan kedua atau triwulan berikutnya tidak bisa dicairkan.
Bendahara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur, H Yosef Umar, SAg, ketika dikonfirmasi Suara Karya, Jumat (22/6), membenarkan tentang adanya pemotongan gaji sertifikasi guru agama untuk zakat mal sebesar 2, 5 persen bagi setiap guru agama yang menerima gaji sertifikasi.
"Kebijakan itu merupakan kesepakatan antara Baznas dan Kakemenag dalam upaya menumbuhkan keteladanan dalam membayar zakat sebagai pelaksanaan rukun Islam yang kedua. Dengan cara ini, diharapkan menjadi keteladanan di kalangan masyarakat dalam membayar zakat," ujarnya.
Yosef Umar menyayangkan jika masih ada guru agama di lingkungan Kemenag Kabupaten Cianjur yang mempermasalahkan itu. Sebaiknya, mereka bersyukur atas keberkahan gaji yang diterimanya, karena telah melaksanakan kewajibannya dalam membayar zakat.
Menurutnya, untuk tahun 2012/1433 H, dana yang dikelola dan disalurkan oleh Bazanas Kabupaten Cianjur mencapai Rp 2.847. 007.250. Antara lain dana bantuan beasantri/ beasiswa Rp 397.500.000, dana bantuan produktif fakir miskin Rp 600.000. 000, dana dakwah islamiah melalui lembaga/organisasi dakwah Rp 779.675.000. (Suara Karya/KC06)
CIANJUR, (KC).- Kerja keras tim terpadu penelitian situs Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur berhasil menemukan beberapa batu tegak atau menhir. Dugaan kuat batu tegak itu merupakan petunjuk pintu masuk ke susunan bangunan situs Megalitikum Gunung Padang.
Menurut Koordinator Tim Arkeologi Gunung Padang Ali Akbar, temuan adanya batu tegak tersebut bisa jadi menjadi indikasi adanya adanya pintu masuk ke Gunung Padang. Temuab batu tegak pertama terdapat ditebing dengan kedalam sekitar 40 meter sejajar dengan teras ke tiga. Batu yang di sekelilingnya masih ditutupi semak belukar itu, diduga kuat merupakan pintu masuk menuju rongga di bagian perut situs.
"Ada dua batu tegak yang berada dibawah berjarak sekitar 50 meter dan sejajar dengan teras kelima. Ini menjadi indikasi kuat. Dua batu dengan tinggi lebih kurang satu meter lebih dan diameter sekitar 40 centimeter ini berdiri sejajar dengan jarak sekitar dua meter. Ada garis yang sama di kedua batuan ini seperti batu bergaris di atasnya," kata Ali Minggu (24/6/2012).
Menurut Ali, pihaknya memprediksikan batu berdiri tersebut diperkirakan sebagai pintu masuk dengan susunan tangga yang berada di bawahnya. Selain itu penemuan anak tangga pada punden berundak yang lebih kecil sisi timur gunung padang diperkuat pula dengan temuan sumber mata air yang tidak jauh dari temuan tersebut.
"Sekitar 200 meter kebawah kita menemukan sumber mata air. Posisinya sejajar dengan tangga. Kenyataan ini memperkuat bagian menjadi kesatuan dari struktur dan konstruksi Gunung Padang. Mata air mempertegas alur religi masyarakat purbakala terdahulu yang mengarah pada pemujaan di Gunung Padang," tuturnya.
Dia mengungkapkan, tim arkeolog sebetulnya mempunyai target covering area. Artinya, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan terlebih dahulu penelitian lahan. "Saat ini kita bekerja menyurvei permukaan, setelah covering area selesai, kita berbicara masalah kedalaman. Kita memang sangat sistematis. Semuanya dilakukan bertahap. Kita sudah diskusi dengan bupati karena ada indikasi situs Gunung Padang lebih besar 10 kali dari Candi Borobudur. Kita belum bisa memastikan apakah penelitian ini akan memakan waktu sekitar 20 tahun seperti Candi Borobudur," tegasnya.
Seacara terpisah, Koordinator Tim Geologi Danny Hilman mengatakan, ada beberapa bagian yang memang dianggap mencurigakan di Gunung Padang. Hal itu berdasarkan hasil penelitian dan penggalian. "Penemuan itu menyimpan misteri yang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut seperti test sampling. Kedalaman baru mencapai 50-70 centimeter, hanya saja mentok karena ada bebatuan. Hal sama juga dilakukan tim arkeolog dengan melakukan test fit untuk mengetahui struktur di bawah. Namun baru melakukan penggalian beberapa centimeter, terbentur pada batu besar," kata Danny.
Pihaknya menyimpulkan, di bawah situs Gunung Padang terdapat struktur bangunan yang memiliki peradaban tinggi. Kemungkinan besar peradabannya lebih tinggi dari desain piramida di Mesir. Dugaan Danny tersebut didasarkan pada umur lapisan di bawah situs atau sekitar 8 meter dari atas, diperkirakan berumur 11.000 sebelum masehi. Sedangkan pada struktur di kedalaman 4 meter dari atas, diperkirakan memiliki umur 4.700 sebelum masehi.
"Semua itu didasarkan pada hasil lab di Batan terhadap karbon radiomatic yang ditemukan. Memang ada ruang hampa berdasarkan anomaly geolistrik di sana (Gunung Padang)," tegasnya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Untuk menggali informasi tentang kegelisahan umat (tokoh) Islam Indonesia terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan terkait aktivitas jemaat ahmadiyah, perlu dilakukan penanganan secara menyeluruh. Demikian salah satu tujuan dialog interaktif yang akan membahas permasalahan Jemaat Ahmadiah Indonesia (JAI) dengan mengambil tema, "Mencari Solusi Permasalahan Ahmadiyah Secara Damai
Demi Terwujudnya Keutuhan NKRI".
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Dialog Interaktif, Iman Sulaeman, kegiatan tersebut dilaksanakan hari ini, Senin (25/6/2012) bertempat di Gedung Juang 45. Jl. Otto Iskandar Dinata II Cianjur.
Beberapa narasumber yang hadir untuk mengisi dialog interaktif diantaranya Ust. Ahmad Hariadi (Mantan JAI), dari MUI Kabupaten Cianjur dan Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis), H. Chep Hernawan, MBA.

"Salah satu tujuan dialog interaktif ini antara lain untuk memetakan respon serta sikap tokoh Islam terhadap problem sosial keagamaan yang muncul di Cianjur. Selain itu juga untuk merumuskan formulasi gerakan serta komitmen bersama menghadapi maraknya tindakan main hakim sendiri," kata Iman, Minggu (24/6/2012).
Tujuan lainya digelar dialog interaktif adalah untuk memperkaya basis data bagi pemangku kepentingan sebagai dasar pijak dalam merumuskan solusi melalui program-program kerja yang sistematik, terencana, terukur, dan teramati.
Sementara itu target dari dialog interaktif tersebut demi tercapainya tujuan dakwah dalam upaya menghadapi segala bentuk penyimpangan yang diindikasi menodai agama islam. Selain itu juga tergalinya berbagai informasi tentang kegelisahan umat Islam Indonesia terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan yang terjadi secara optimal.
"Kita harapkan juga bisa terpetakannya respon serta sikap keagamaan tokoh Islam terhadap problem sosial keagamaan yang muncul. Serta terumuskannya formulasi gerakan serta komitmen bersama menghadapi maraknya kekerasan bernuansa agama dan tersedianya berbagai dokumen (draf) rumusan permasalahan dan solusi dari para narasumber dan peserta," katanya.
Sementara untuk peserta dialog interaktif diprediksikan akan dihadiri sekitar 150 orang terdiri para tokoh agama Islam, baik dari kalangan ormas keagamaan, akademisi dan kalangan pondok pesantren di Cianjur (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).-Tingginya korban tindak kekerasan (KTK), dan pekerja migran bermasalah (PMB), yang terjadi di Kabupaten Cianjur, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berencana akan membuat Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) sebagai salah satu upaya penanganan masalah.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur ,H. Sumitra
didampingi Kepala Bidang Sosial, Muchamad Rochman mengatakan, korban tindak kekerasan (KTK), dan pekerja migran bermasalah (PMB) di Cianjur terbilang tinggi. Hanya saja sampai saat ini belum ada tempat Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) dibawah Dinas Sosial.

"Untuk memulihkan para korban perlu adannya RPTC. Kita akan mengupayakan, mudah-mudahan bisa segera terealisasi," kata Sumitra, Minggu (24/5/2012).

Menurutnya, permasalahan yang dialami oleh korban KTK pada umumnya kasus kekerasan fisik, psikis, manipulasi, gaji tidak dibayarkan. Sementara permasalahan pekerja migran bermasalah, sebagian besar dari pekerja migran ilegal.

"Oleh karena itu masyarakat Cianjur yang ingin menjadi buruh migran jangan sampai menempuh jalur ilegal. Tapi harrus menggunakan jalur resmi dan mendaftarkan melalui Disnakertrans. Ini untuk memudahkan jika terjadi suatu masalah," katanya.

Sementara itu, Satuan Petugas KTK-PMB Kementrian Sosial Republik Indonesia, Betty memaparkan, untuk mendapatkan RPTC, suatu daerah harus menghibahkan lahan minimal 2500 meter yang sudah sertifikat kepada Kemensos RI. Setelah itu Kemensos RI akan membangun kantor RPTC berikut sumber daya manusia (SDM), akan disiapkan.

"Kalau Pemkab Cianjur menginginkan adanya RPTC, juga harus menyiapkan  dana sering dulu, menyediakan lahan tanah, baru kemensos akan membangunnya dan mempersiapkan SDMnya juga," katanya (KC-02)***.
CIANJUR (KC),- Potensi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Cianjur dari sektor pajak iklan reklame rokok, kedepan kemungkinan akan hilang. Pasalnya, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengancam akan mencabut semua papan reklame rokok di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Cianjur. Padahal, PAD dari sektor reklame rokok pada setiap tahunnya mampu menyumbang hampir Rp1,5 miliar.

"Saya memang kesal sering melihat ada segelintir masyarakat yang memaksakan merokok padahal penghasilannya pas-pasan. Makanya saya akan mencabut iklan-iklan rokok yang ada di Cianjur. Termasuk juga jika ada ketua RT (rukun tetangga) yang kedapatan merokok, saya akan cabut bantuan hibah Rp10juta kepada mereka," tegas Tjetjep di hadapan ribuan ketua RT, belum lama ini.

Tjetjep menuturkan, berdasarkan data dan fakta di lapangan, cukai yang dihasilkan dari konsumsi rokok masyarakat Cianjur, setiap harinya bisa mencapai Rp1,5 miliar. Jika saja nilai cukai sebesar itu dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Cianjur, tentunya tak akan ditemukan lagi ruas jalan rusak.

"Seandainya nilai cukai sebesar itu dialokasikan untuk membantu pembangunan, saya yakin ruas-ruas jalan di Cianjur akan leucir (bagus)," katanya.

Kepala Dinas Perpajakan Daerah (Disperda) Kabupaten Cianjur Dadan Harmilan mengaku, jika memang nanti papan reklame rokok dicabut sesuai instruksi bupati, tentunya PAD sektor pajak reklame akan berkurang. Imbasnya, target PAD pun kemungkinan akan turun.

"Berdasarkan realisasi pajak daerah setiap tahunnya, sumbangan reklame termasuk di dalamnya spanduk maupun umbul-umbul produk rokok mencapai Rp1,5 miliar. Kalau memang nanti kebijakan mencabut reklame produk rokok ini jadi dilaksanakan, imbasnya pasti pada hilangnya potensi pajak sektor reklame," kata Dadan saat dihubungi INILAH melalui telepon selulernya, Minggu (24/6/2012).

Dadan belum memikirkan upaya mengganti hilangnya potensi pajak reklame itu jika nanti pencabutannya dilaksanakan. Namun Dadan yakin, pada pelaksanaannya akan dilakukan secara parsial.

"Maksudnya, nanti akan dilihat dulu masa kontrak atau izin reklame itu. Kita tidak berani mencabut reklame rokok yang memang belum habis izin maupun masa kontraknya. Baru setelah nanti habis masa kontrak, jika regulasi pencabutan ini direalisasikan, kita tidak akan memberikan izin perpanjangan," terangnya.

Dadan tak memungkiri, hingga saat ini penataan reklame di Cianjur terkesan semrawut karena belum memiliki aturan mengenai zonasi. Dadan pun sudah mengusulkan agar ke depan zonasi reklame bisa disandingkan dengan penataan kota.

"Penataan reklame memang harus satu paket dengan penataan kota. Selama ini memang belum ada regulasi mengatur penempatan zona-zona pemasangan reklame. Akibatnya, pemasangan reklame tidak tertata baik bahkan cenderung semerawut. Upaya mengatasi kondisi ini tentu saja harus disandingka dengan penataan kota. Makanya perlu segera ada regulasi mengatur hal tersebut," pungkasnya.(Inilahjabar/KC06)
CIANJUR (KC),- Eskavasi atau penggalian di Gunung Padang di Cianjur akan kembali digelar. Tim arkeolog akan membuka sisi timur Gunung Padang yang selama ini belum pernah dijamah. Diharapkan, penggalian itu bisa membuka sisi timur yang diduga ada jejak punden berundak.

"Sabtu-Minggu. Tujuannya mencari kelanjutan struktur yang telah terungkap di sisi Tenggara. Berdasarkan penelitian bulan Mei lalu, ditemukan banyak struktur dengan pola terasering. Penelitian kali ini ingin melihat kelanjutan struktur tersebut di sisi timur," terang Ketua Tim Arkeolog, Ali Akbar, Sabtu (23/6/2012).

Gunung Padang Cianjur memang menyisakan jejak sejarah. Sisi timur diteliti guna mengungkap peninggalan masyarakat yang dahulu berada di Gunung Padang. Sisi timur sama sekali belum pernah dijamah.

Namun, cerita lain soal Gunung Padang ada yang cukup menarik. Tanah kawasan itu sejak dahulu dikenal memiliki kandungan emas. Bahkan, sekitar 4 kilometer dari situs itu masih ada pertambangan emas.

"Berdasarkan wawancara yang saya lakukan ke salah satu penambang emas yang telah berusia lanjut, pertambangan telah berlangsung sejak zaman penjajahan Belanda. Tidak tertutup kemungkinan, masyarakat yang hidup sebelum zaman Belanda telah mengenal emas dan menambangnya. Tapi bukan berarti di situs gunung padang akan dijumpai emas atau benda berharga," terang arkeolog UI ini.

Apakah mungkin akan ditemukan artefak berupa emas di lokasi Gunung Padang? Mengingat di kebudayaan lain biasanya ada peninggalan berupa emas pada peninggalan sejarah seperti itu.

Buru-buru, Ali memberi penegasan. Tim arkeolog sama sekali tidak mencari emas, jadi soal benda berharga tersebut bukan hal yang utama. Penelitian dilakukan guna membuka sejarah di kawasan itu.

"Sejauh penelitian ini berlangsung, fungsi bangunan untuk pemujaan nenek moyang. Sehingga yang ditemukan adalah pecahan tembikar dan tanah liat bakar yang mungkin berfungsi sebagai wadah untuk pemujaan," tutur Ali. (Detik/KC06)
CIANJUR, (KC).-Sepanjang tahun 2012 hinga bulan Juni terdapat sedikitnya 30 kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terjadi dan menimpa TKI asal Cianjur. Para TKI bermasalah tersebut mayoritas bekerja di Arab Saudi. Sisanya tersebar diwilayah Asia lainya.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, H. Sumitra melalui Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja
Ubaidillah mengatakan, kasus yang menimpa para TKI itu mayoritas mengenai gaji yang tidak terbayarkan dan tindak kekerasan yang dilakukan oleh para majikan.
"Di Cianjur ini mayoritas menjadi TKI ke Arab Saudi, kasusnya masalah gaji tidak dibayar, kekerasan majikan, over stay hingga meninggal dunia. Untuk masalah gaji seringkali para TKI dibodohi agar menanda tangani berkas oleh majikanya saat akan dipulangkan dan dijanjikan akan dikirim gajinya setelah sampai ke Indonesia, tapi semua itu hanya tipu muslihat. Ini terjadi akibat kelemahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh para TKI," kata Ubaidillah, Jum'at (22/6).
Untuk membantu penyelesaian yang menimpa para TKI, pihaknya selalu menegaskan kepada para Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swsta (PPTKIS) agar selalu menindak lanjuti saat mendapatkan informasi adanya TKI yang bermasalah.
"PPTKIS harus selalu bertanggung jawab saat TKI yang diberangkatkan menghadapi masalah. Namun kenyataanya banyak diantara pihak PPTKIS yang culas seakan lepas tanggungjawab. Ada juga PPTKIS yang sudah tutup saat dilakukan pengecekan," katanya.
Untuk mendukung membantu penyelesaian masalah TKI Pemkab Cianjur baru bisa sebatas membantu biaya perjalanan dinas bagi para pegawainya."Memang ada bantuan untuk membantu penanaganan TKI bermasalah, tapi hanya sebatas transportasi saja," katanya.
Pihaknya berharap, persoalan TKI di Kabupaten Cianjur bisa terus menurun seiring dengan semakin tertibnya administrasi pemberangkatannya. "Harapan kita tentu masalah semakin berkurang. Kalau pada tahun 2011 silam terdapat 76 kasus, pada tahun 2012 ini harapan kita bisa menurun," papar Ubaidillah (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!