July 2012


Panwas Pilgub Jabar Saat audiensi dengan Bupati Cianjur
CIANJUR, (KC).- Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Panwas Pilgub) Jawa Barat Kabupaten Cianjur, harus bekerja ekstra. Setelah membuka kesempatanm untuk pendaftaran calon Panwaslu Kecamatan, jajaran Panwas Pilgub Kabupaten Cianjur, Senin (31/7) melakukan audiensi dengan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh di Pendopo Cianjur.

Hadir dalam kesempatan tersebit Ketua Yuyun Yunardi , Ketua Pokja perekrutan Panwaslu Kecamatan, Abar Tasri Amaruloh dan anggota Saeful Anwar, serta stafnya Asep Tandang. Ketua Panwas Pilgub Jabar Kabupaten Cianjur, Yuyun Yunardi mengatakan, kedatangan Panwas Pilgub Kabupaten Cianjur kepada Bupati Cianjur untuk silaturahmi dengan pimpinan daerah dan menyampaikan informasi tentang tahapan perekrutan Panwaslu Kecamatan.

"Setelah selesai perekrutan Panwaslu Kecamatan, selanjutnya akan direkrut pula Petugas Pengawas Lapangan (PPL), di masing-masing desa se Kabupaten Cianjur," kata Yuyun seraya menambahkan jumlah Panwaslu Kecamatan dengan ketentuan sebanyak 96 orang, terdiri dari tiga orang di masing-masing kecamatan. Sementara PPL masing-masing desa satu orang dengan jumlah desa sebanyak 360 desa.

"Kami berharap agenda yang telah dirancang dapat berjalan lancar dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pimpinan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh berharap, Pilgub Jawa Barat, terutama di Cianjur dapat berjalan lancar dan kondusif, serta berjalan sesuai agenda atau tahapan yang telah ditetapkan. "Kami sangat mendukung Panwas Pilgub Cianjur untuk melaksanakan tahapan dari mulai perekrutan Panwaslu Kecamatan, PPL dan pelaksanaan pengawasan Pilgub Jabar," jelasnya (KC-02)**.


Menkop UKM RI,  Syarif Hasan Kunjungi Cianjur
CIANJUR, (KC).- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Syarif Hasan menegaskan, ingin menjadikan Kabupaten Cianjur sebagai salah satu Kabupaten Koperasi di Indonesia. Keinginan menteri tersebut disampaikan dihadapan para santri Pondok Pesantren (Pontren) Gelar di Kampung Gelar, Desa Peutey Condong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Senin (30/7) malam.
Kunjungan Menkop ke Pontren Gentur tersebut merupakan salah satu bagian lawatan safari ramadhan ke Cianjur. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jabar, Dede Yusuf, Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto serta beberapa pejabat kementerian serta Muspida Cianjur.
Menkop berharap, angka kemiskinan di Cianjur agar bisa ditekan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini angka kemiskinan Cianjur masih cukup tinggi mencapai 30 persen jauh dari rata rata nasional. Meski demikian angka tersebut jauh menurun bila dibandingkan dengan sebelumnya. Perlu pemberdayaanKkoperasi dan UKM.
"Saya menganjurkan kepada generasi muda agar mendirikan koperasi, jadilah generasi muda wirausaha. Jadikan koperasi sebagai wadah untuk membangun usaha dan menjadi pengusaha kreatif, apalagi saat ini pemerintah banyak memberikan bantuan seperti halnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 30 trilyun dan baru terserap sekitar 17,7 trilyun," kata Menkop.
Pihaknya juga mempersilahkan masyarakat, jika ada persoalan dengan koperasi dipersilahkan datang ke kementerian untuk berkonsultasi. "Degan menjadi wirausaha, permasalahan kemiskinan dapat diatasi dengan baik. Melalui koperasi pengangguran dapat diatasi dapat diturunkan. Target pemerintah tahun 2014 tingkat pengangguran dibawah angka 6 persen dan sekarang 6.3 persen dan kemiskinan dibawah 8 persen sekaran masih diangka 11,11 persen," katanya.
Menkop mengungkapkan, kedepan Cianjur ingin dinobatkan sebagai kabupaten koperasi yang berhasil. "Untuk itu saya menghimbau dirikan koperasi, jadilah pengusaha pemula, jadilah pengusaha kreatif dan enovasi kesempatan ini sangat terbuka. Pemerintah telah mengupayakan bagaian pemberdyaan koperasi dan UKM," katanya.

Wakil Bupati Cianjur mengatakan, apa yang disampaikan Menkop perlu ditindak lanjuti dengan pemberdayaan dan pembinaan koperasi. "Mudah-mudahan apa yang diharapkan pak menteri untuk menobatkan Cianjur menjadi kabupaten koperasi bisa terwujud. Pemerintah Daerah akan terus mendorong agar koperasi-koperasi yang ada di Cianjur bisa hidup dan berkembang," tegasnya (KC-02)**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!


Wakil Gubernur Jawa Barat Sambangi Ponpes Gelar
CIANJUR, (KC).- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Dede Yusuf tidak menampik ketika kunjunganya ke Pondok Pesantren (Pontren) Gelar di Kampung Gelar, Desa Peutey Condong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Senin (30/7) malam erat kaitanya dengan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013.
"Kalaupun ada kaitanya dengan 2013 (Pilgub Jabar) memangnya kenapa? Tidak ada masalah kan? Kita istilahnya bersosialisasi dengan masyarakat, kecuali kalau saya lakukan hanya kali ini saja, karena ini sudah dilakukan selama lima tahun yang menjadi program rutin, yang ikut dari rumah tanggapun kadangkala bingung, kalau masak bagaimana? Saya sampaikan biar warga masyarakat yang masak. Kebetulan saja hari ini ke pesantren, biasanya ke tempat-tempat lainya," kata Wagub saat ditemui disela kedatanganya ke Pontren Gelar.
Ketika disinggung belum adanya kepastian mengenai siap Cagub yang akan diusung Partai Demokrat hingga saat ini Dede Yusuf berkilah kalau pihaknya akan manut terhadap keputusan partai. "Kalau saya patuh kepada putusan partai saja, Demokrat menginginkan posisi Gubernur Jawa Barat. Artinya saya sebagai kader tentu saya harus menjalankan perintah partai tersebut," kilahnya.
Demikian juga menanggapi hasil surve dan wacana menyandingkan pihaknya dengan Rieke Diah Pitaloka (Oneng)dari PDI Perjuangan, pihaknya hanya menanggapi dingin. "Kalau wacana silahkan saja, kalau bicara Gubernur Jawa Barat kita tidak hanya bicara yang memutuskan adalah daerah, karena ini konstalasi nasional, karena apa yang nanti terjadi di Jawa Barat merupakan cerminan untuk 2014. Yang jelas saya hanya mendapatkan tugas dan bertugas seperti biasa, karena lima tahun saya bertugas seperti ini dan tentunya bersama kader-kader demokrat. Saya optimis akan maju dalam Pilgub melalui Demokrat," katanya.
Sementara berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf datang ke Pontren Gentur selain untuk bersilaturahmi juga untuk dekat dengan masyarakat kurang mampu disekitar pesantren. Bahkan Dede Yusuf menyempatkan diri menginap di rumah salah seorang warga yang kondisi ekonominya kurang beruntung.

"Pak Wagub menginap dirumah bilik atau rumah panggung seorang warga bernama Ny. Robiah (65). Beliau tidak mau kita tawari tempat lainya, alasanya pingin merasakan bagaimana seperti masyarakat lain yang kurang beruntung rasakan," kata Mohammad Jopi salah seorang kerabat ajengan Gentur (KC.02)**. 


ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Pelayanan bidan di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur di soal oleh sejumlah warga. Pasalnya selain keberadaanya dinilai kurang merakyat, bidan berinisial ES tersebut juga jarang ditempat. Akibatnya tidak sedikit warga yang terpaksa mendatangkan bidan dari luar desa karena dianggap lebih baik pelayanannya.
Mustofa (38), tokoh masyarakat warga Kampung Kedung Desa Sukamanah, misalnya. Dia kerap menerima laporan masyarakat yang mengeluhkan minimnya pelayanan bidan desa. Bahkan ada masyarakat yang mengaku terpaksa memilih bidan lain lantaran bidan desa tersebut tidak bisa sewaktu-waktu diminta bantuan bila ada yang melahirkan.
"Kapanpun dan dimanapun, mestinya seorang bidan itu harus siap melayani masyarakat yang membutuhkan. Minimalnya, bidan bisa standby ketika diperlukan. Tidak beda jauh denga pengacara, tidak bisa menolak siapapun yang meminta pendampingan hukum. Bidan harusnya juga begitu, siapapun masyarakat yang meminta bantuan harus dilayani," kata Mustofa, Selasa (31/7).

Dia berharap agar pihak-pihak terkait bisa memantau kinerja pelayanan bidan desa di wilayahnya. "Jika terus dibiarkan kami yakin suatu saat akan menjadi permasalahan pelik. Karena perlu ada evaluasi dari pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Dinas Kesehatan," katanya.

Sementara saat akan dikonfirmasi mengenai permasalahan itu, bidan ES tidak ada ditempat kerjanya di kawasan Kantor Desa Sukamanah. Begitu juga ketika ditemui ke rumahnya, juga tidak ada satupun penghuni yang membukakan pintu gerbang. Rumahnya sepi dan pintu pagar di rumahnya masih tertutup rapat.
Pelaksana Tenaga Perawatan Puskesmas Cijedil Agus Supardiman membantah jika kinerja pelayanan bidan di Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang tidak maksimal. Apalagi sejak empat bulan silam tenaga bidan sudah ditambah menjadi dua orang bidan desa. "Berdasar hasil laporan yang masuk, sepertinya bagus, tidak ada masalah. Jadi kami rasa informasi keluhan masyarakat itu tidak benar," bantah Agus diamini Koordinator Bidan Heti Yustira dan Kasubag Tata Usaha Puskesmas Cijedil Meli Jamilah kepada wartawan, Selasa (31/7).
Agus menyebutkan, adanya penambahan satu bidan desa lagi di Desa Sukamanah bukan karena minimnya kinerja bidan terdahulu. Namun penambahan ini lebih karena kebijakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. "Kita di puskesmas tak punya kebijakan mengajukan tambahan bidan lantaran itu kebijakan dari kabupaten. Di Kecamatan Cugenang sendiri baru dua desa yang sudah memiliki dua bidan desa, yakni Desa Sukamanah dan Nyalindung," sebutnya.

Agus pun mengatakan, bidan desa yang disoal masyarakat juga tidak pernah absen mengikuti piket yang dijadwalkan sepekan sekali di tingkat puskesmas. Jadi, tidak ada istilah pelayanan kepada masyarakat tidak maksimal. "Malahan di bulan Juli 2012, bidan di Desa Sukamanah berdasarkan laporan sudah membantu proses persalinan empat orang di wilayah itu," belanya (KC-02)**. 


ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur panggil 7 pengusaha minimarket yang diduga illegal. Pemanggilan tersebut dilakukan setelah pihak Satpol PP melakukan penyisiran terhadap 24 minimarket disepanjang jalan mulai dari perbatasan Cianjur-Bandung Barat hingga seputaran kota Cianjur.
Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, membenarkan pihaknya telah memanggil sejumlah pengusaha minimarket yang ada di Cianjur. Pemanggilan para pengusaha itu setelah dalam penyisiran dan pendataan minimarket tidak bisa menunjukkan kelengkapan perijinan dalam menjalankan operasinya. "Dari tujuh yang dipanggil baru tiga yang datang dan dua diantaranya bisa menunjukkan dokumen perijinannya," kata Tohari didampingi Kabid Penegakan Perundang Undangan Daerah Satpol PP, Sulaeman Madna, Senin (31/7).
Selama ini pihaknya terus berupaya menertibkan minimarket yang diduga ilegal. Minimnya data yang diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) membuat pihaknya berinisiatif melakukan penyisiran tersendiri. Sehingga membuat penanganan masalah minimarket tidak bisa berjalan cepat.
"Sebelum pak Sekda (Bachrudin Ali) mengintruksikan kita untuk bertindak tegas, kita sudah jalan duluan. Hanya saja kami terkendala data, saat kami minta data ke Disperindag maupun ke BPPTPM datanya sangat minim. Padahal seharus data ada dikedua instansi itu. Mereka harus menyampaikan ke kami untuk mengambil langkah atau tindakan. Tapi kita akui saat ini koordinasinya belum maksimal, makanya kita jemput bola dengan melakukan pendataan sendiri," katanya.
Karena keterbatasan anggota pendataan yang dilakukan baru sampai di wilayah Cianjur kota belum sampai kepelosok. "Kita optimalkan yang sudah terdata dulu untuk mengambil tindakan. Tentunya semua harus berjalan sesuai dengan prosedur. Pengusahanya kita panggil, tidak datang kita panggil lagi sesuai dengan Kepmendagri 44/2010, tentang protap pemaggilan, yakni peringatan 1 (selama 10 hari) peringatan 2 ( selama 7 hari) dan peringatan 3 (selama 3 hari), baru pemberitahuan penyegelan," jelasnya.
Pihaknya menegaskan jika semua prosedur sudah ditempuh, langkah tegas akan diambil dengan menutup minimarket. "Saat ini baru ada satu yang kita segel, itupun setelah ada laporan masyarakat. Meski tidak ada laporan kalau melanggar aturan kota juga akan lakukan. Kita bertindak berdasarkan aturan. Kalapun saat ini belum ada lagi yang kita tutup, itu semua masih dalam proses. Kita bertindak tidak gegabah, tapi berdasarkan prosedural," tegasnya (KC-02)**.


HIBURAN, (KC),-Wahyu (16 tahun) memiliki kemampuan luar biasa dalam bermain sepakbola. Ia tinggal di Desa Langitan di lereng gunung Bromo bersama ayahnya, penjual minuman hangat di kawasan wisata gunung api itu, dan ibunya. Demi membahagiakan orangtuanya, Wahyu memanfaatkan keahliannya dalam bermain bola dengan menjadi pemain sewaan dan bermain bola dari satu tim desa ke tim desa lain dengan bantuan Hasan, pamannya. Pak Darto, ayah Wahyu sangat tidak menyukai apa yang dilakukan anaknya.

Keahlian istimewanya tak sengaja dilihat oleh pelatih Timo yang tengah hiking bersama Matias di lereng Bromo. Timo kemudian menawari Wahyu untuk datang ke Malang dan menjalani tes bersama Persema Malang. Berbagai ujian dalam meraih kesempatan emas bermain bersama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di Persema mendapat banyak halangan. Selain harus memilih antara cintanya kepada Indah dan impiannya untuk bermain bola di jenjang yang lebih tinggi, Wahyu juga harus mampu meyakinkan Pak Darto. Belum lagi ternyata Hasan memiliki kepentingannya sendiri terhadap Wahyu.

Selain berbagai rintangan yang harus ia hadapi, layaknya seorang pemain bola sebelum mencetak gol, Wahyu juga harus menghadapi tantangan terakhir dari dirinya sendiri. Sebuah penyakit yang biasa menyerang anak-anak usia enam belas tahun seperti Wahyu.





ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Para pengusaha di Cianjur diultimatum untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) paling telat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kabupaten Cianjur, H. Sumitra.

"Kami telah melayangkan surat kepada para pengusaha agar membayarkan THR kepada karyawannya tepat waktu. Karena diperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah yang jatuh pada minggu ke III bulan Agustus tahun 2012. Sesuai dengan Permenaker nomor 4/Men/1994 tentang tunjangan hari raya keagamaan bagi pekerja di perusahaan. Pengusaha wajib memberikan THR kepada para pekerja yang telah memenuhi masa kerja" kata Sumitra, Senin (30/7).

Menurut Sumitra, pegawai yang berhak mendapatkan THR memiliki masa kerja tersebut tiga bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari satu tahun, maka dibayar secara profesional dengan perhitungan masa kerja 12 bulan kali satu bulan gaji. "Pekerja yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan terus menerus atau lebih, maka berhak mendapat tunjangan THR satu bulan penuh," ujarnya.

Dia menjelaskan, pembayaran THR wajib dibayarkan oleh pengusaha selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan atau idul fitri. "Setelah perusahaan memberikan THR, perusahaan tersebut harus melaporkan kepada Dinsosnakertrans," imbuhnya.

Pihaknya berharap, perusahaan yang ada di Cianjur memenuhi ketentuan yang telah diatur mengenai THR. "Mudah-mudahan seluruh pengusaha di Cianjur membayarkan THR pegawainya tepat waktu. Kalau sampai tidak, kita akan mengambil langkah-langkah, agar perusahaan tetap memberikan THR kepa pegawainya," harapnya (KC-02)**.


Wakil Bupati Cianjur Sidak Tiga Pasar Tradisional
CIANJUR, (KC).- Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Wakil Bupati (Wabub) Cianjur Suranto ke tiga pasar ttradisional yakni pasar Cipanas, Muka dan Induk untuk mengecek dan memantau geliat harga serta persedian komoditas bahan kebutuhan pokok selama bulan puasa ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, Senin (30/7/). Dari hasil pemantauan, harga sembako masih berfluaktif, hanya saja untuk stok kebutuhan masih aman.
Berdasarkan pantauan, Wabub Suranto yang didampingi jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP, meninjau ke Pasar Cipanas. Dipasar tersebut wabub sempat berdialog dengan beberapa pedagang untuk menanyakan masalah harga dan persedian baik sembako maupun daging.
Selesai sidak di Cipanas, Wabub kembali ke Cianjur dan langsung menuju pasar Muka. Tidak berbeda dengan yang dilakukan di pasar Cipanas, wabub juga menyempatkan diri berkeliling pasar tradisional itu sambil sesekali berdialog dengan warga pasar. Selesai di pasar Muka wabub naik kelantai atas menuju minimarket diareal tempat perbelanjaan Ramayana.
Di minimarket orang nomor dua di Cianjur itu berkeliling dan mengecek sejumlah barang terutama mengenai batas kadaluarsanya. Dari hasil pengecekan ditemukan beberapa barang yang sudah tidak layak untuk diperdagangkan dan meminta pengelola untuk menariknya. Wabub juga sembat membongkar parcel yang telah terbungkus rapi untuk melihat tanggal kadaluarsanya.
"Kita ingin tahu sejauh mana kenaikan harga di pasar dan stok kebutuhanya, makanya kita laksanakan sidak. Menjelang puasa hingga saat ini memang sejumlah harga mengalami kenaikan secara fluktuatif, kecuali harga kedelai yang tinggi. Kita prediksikan beberapa hari menjelang Lebaran harga dipastikan naik. Itu sudah merupakan mekanisme pasar. Tapi kenaikan harga ini akan terus kami pantau, agar masyarakat tidak terlalu terbebani bila informasi terus kita sampaikan," kata sela-sela peninjauan di Pasar Muka, Senin (30/7).
Wabub mengaku, sidak yamg dilakukan dengan mengajak dari Disperindag dan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, serta Sat Pol PP erat kaotannya dengan pemantauan peredaran daging sapi gelonggongan atau ayam tiren. Dari hasil pemantauan tidak ditemukan peredaran daging sapi gelonggongan maupun ayam tiren di Cianjur.
"Alhamdulillah tidak ada daging gelonggongan maupun ayam tiren, karena stok kita aman dan tercukupi. Sebenarnya masyarakat sudah jeli bisa membedakan mana yangg daging gelonggongan atau bukan. Dengan diraba dan dipijat saja sudah jelas. Jika dipijit keluar banyak air, berarti patut dicurigai itu daging gelonggongan. Dari hasil sidak tadi, kami sudah mengecek tidak ditemukan daging gelonggongan atau ayam tiren. Memang kita saat menjadi produsen ayam potong maupun telurnya, sehingga stok kebutuhan masih cukup," katanya.
Terpisah Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur, Mahani, mengungkapkan, untuk stok daging ayam dan daging sapi selama puasa dan lebaran dipastikan aman. Kepastian tersebut setelah pihaknya melakukan pemantauan terhadap sejumlah produsen ayam maupun sapi yang ada diwilayah Cianjur.

"Kita bisa pastikan kebutuhan akan daging baik ayam maupun sapi hingga lebaran masih aman. Masyarakat tidak usah kawatir, kalaupun konsumsi daging mengalami kenaikan selama bulan puasa dan lebaran, kami perkirakan stok yang ada masih mencukupi," kata Mahani (KC-02)**.


Pendaftar Calon ANggota Panwaslu Kecamatan membludak
CIANJUR, (KC).- Baru buka tiga hari pendaftaran, Sekretariat penerimaan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur (Panwaslu Pilgub) Provinsi Jawa Barat Kabupaten Cianjur, di Jalan Dr. Muwardi No 395 Cianjur sudah diserbu pendaftar. Setidaknya sudah ada sekitar 60 orang yang sudah mengambil formulir untuk mengisi 96 formasi anggota Panwaslu Kecamatan.

Ketua Panwaslu Pilgub Provinsi Jawa Barat Kabupaten Cianjur, Yuyun Yunardi melalui Ketua Pokja, Abar Tasry Amaruloh mengatakan, dari sekitar 60 orang sudah mengambil formulir baru 17 orang yang menyampaikan lamaranya ke Sekreterait Pendaftaran dan dinyatakan lengkap berkasnya."Kemungkinan besuk Senen (30/7) pendaftar akan lebih banyak lagi, karena memasuki hari kerja," kata Abar saat ditemui disekretariat pendaftaran calon Anggota Panwaslu Kecamatan, Minggu (29/7).

Dikatakan Abar, pendaftaran menerimaan calon anggota Panwaslu Kecamatan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat itu dibuka sejak 27 Juli hingga 4 Agustus 2012. Perekrutanya akan dilakukan secara terbuka untuk umum. Sedangkan seleksinya akan dilakukan secara beberapa tahapan.

"Untuk pendaftar masing-masing kecamatan nantinya akan mengikuti seleksi tertulis yang akan dilaksanakan pada 9 Agustus 2012 mendatang. Hasil dari seleksi tertulis itu akan diumumkan pada 11 Agustus sekaligus penjaringan enam besar masing-masing kecamatan dan juga menerima tanggapan dari masyarakat," kata Abar.

Setelah tahapan tersebut dilalui, selanjutnya pada tanggal 13 hingga 16 Agustus 2012 akan dilakukan fit and propertest untuk menjaring tiga besar. Sementara pengumuman hasil dari fit and propertest akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2012. Sedangkan pelantikannya dan pembekalan dijadwalkan akan dilaksanakan pada 27 hingga 29 Agustus 2012.

"Setiap kecamatan nanti akan diisi oleh sebanyak tiga orang anggota Panwaslu Kecamatan. Mereka nantinya bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Pilgub diwilayahnya masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang pendaftar asal Kecamatan Cipanas, Hendri Johari memaparkan, dirinya sengaja mendaftar menjadi calon Panwaslu Kecamatan, untuk mengawasi tahapan Pilgub Jawa Barat. "Mudah-mudahan saya lolos tes dan menjadi anggota Panwaslu Kecamatan," harapnya (KC-02)**.


Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Kembali, gerombolan geng motor berulah di Kabupaten Cianjur. Kali ini aksi keganasan gerombolan bermotor tersebut menimpa lip Andra (21) warga Kampung Pasir Hayam, Cilaku ini terkapar bersimbah darah. Korban mengalami luka bacokan pada bagian punggung dan lututnya setelah terkena sabetan golok anggota gerombolan bermotor di sekitar kawasan Pasir Hayam, Minggu (29/7) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Parahnya lagi, gerombolan bermotor tersebut juga sempat merusak motor yang dikendarai korban. Korban oleh warga dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi kebrutalan gerombolan bermotor yang menimpa korban terjadi saat korban bermaksud mau pulang kerumahnya setelah dari suatu keperluan. Namun sebelum sampai dirumah, korban berpapasan dengangerombolan bermotor yang langsung mencegatnya.

Tanpa basa basi, para gerombolan bermotor tersebut langsung membabi buta menyabetkan golok ke arah korban. Korban berupaya menangkis, akibatnya punggung dan lututnya terkena sabetan senjata tajam hingga membuatnya terkapar. Belum puas menganiaya korban, berandalan bermotor tersebut juga merusak motor yang dikendarai korban.

"Saya tidak terima saudara saya diperlakukan seperti ini, saya akan cari gerombolan bermotor ini. Hutang darah harus dibayar dengan darah. Saudara saya ini tidak tahu apa-apa, dia bermaksud mau pulang kerumah, tapi dijalan malah dianiaya," kata Adi Supriadi kerabat korban, Minggu (29/7).

Adi mengharapkan, masyarakat sendiri harus melakukan perlawanan terhadap berandal bermotor. Sebab keberadaannya sudah meresahkan masyarakat Cianjur hingga menjurus kriminalitas dengan beberapa kejadian yang memakan korban. Banyak warga yang tak punya salah jadi korban, banyak tempat usaha kecil yang di rusak.

"Mulai sekarang jadikan berandal bermotor atau geng motor sebagai musuh bersama dan kita lawan secara bersama-sama dengan atau tanpa senjata apabila mereka melakukan tindakan-tindakan yang membuat keresahan di masyarakat. Aksi brutalnya kerap dilakukan setiap malam Minggu," tegasnya.

Polisi Razia Berandalan Motor
Akibat maraknya aksi brutal berandalan bermotor, jajaran Kepolisian Resort (Polres) Cianjur mengintensifkan razia berandalan motor sebagai bagian Operasi Pekat Lodaya 2012. Hasilnya operasi yang digelar Sabtu (28/7) hingga Minggu (29/7) dini hari, polisi berhasil mengamankan sejumlah pelaku diduga anggota berandal bermotor berikut barang bukti berbagai jenis senjata tajam. Mereka ditangkap petugas dari beberapa titik yang disinyalir menjadi tempat berkumpulnya kawanan ini.

Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto melalui Kepala Bagian Operasional Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo mengatakan, Operasi Pekat Lodaya 2012 bersamaan bulan suci Ramadan ini difokuskan pada premanisme dan berandalan motor. Pihaknya menyisir lokasi-lokasi di wilayah perkotaan disinyalir menjadi tempat berkumpulnya kawanan geng motor. "Kita membagi beberapa tim dalam operasi berandal bermotor dan mengintensifkan daerah perbatasan," kata Gatot, Minggu (29/7).

Para pelaku yang diduga kawanan geng motor ini, kata Gatot, sedang diperiksa intensif tim penyidik. Jika memang nanti terbukti melakukan penganiayaan, akan diproses secara hukum. “Kita sedang mendalami dengan melakukan pemeriksaan intensif kepada para pelaku yang berhasil kami tangkap. Jika memang ada indikasi perbuatan pidana seperti melakukan penganiayaan, tentunya mereka (pelaku) dijerat pasal 351. Jika memiliki senjata tajam maka akan dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951," katanya (KC-02)**.


KPUD Cianjur Gelar LCC Sebagai Media Pendidikan Pemilih
CIANJUR, (KC).- Dalam rangka sosialisasi tahapan pemilihan umum Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013 dan  memelihara pemilih pemula, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur, gelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kepemiluan dan Demokrasi, tingkat SLTA/Sederajat Kabupaten Cianjur, dengan tema "Kami Bangga Jadi Pemilih", di Aula KPUD Cianjur, Sabtu (28/7) petang. Kegiatan LCC yang disaksikan puluhan orang tersebut diikuti sebanyak 9 sekolah.

Ketua Panitia LCC KPUD Cianjur, Saeful Ulum mengatakan, perlu beberapa langkah untuk memelihara pemilih pemula yang tingkat antusias partisipasi pemilu cukup tinggi. "Diperkirakan sekitar 10-30 persen jumlah pemilih pemula di Kabupaten Cianjur. Ini cukup bagus," katanya.

Menurut Ulum, para peserta LCC kedepanya akan dijadikan sebagai duta pemilu. Dan itu sudah disosialisasikan kepada mereka. "Makanya cerdas cermatnya juga berbeda dengan yang biasa dilakukan. Kebanyakan soal yang diberikan cenderung tentang pelaksanaan proses demokrasi, selain pengetahuan umum lainya," katanya.

Sebelum dilaksanakan LCC, para guru sekolah mengikuti pendidikan pemilih atau metode bret. "Sebelum peserta LCC, para guru ikut terlebih dahulu pendidikan pemilih atau metode bret. Ini sudah di sosialisasikan ke sekolah-sekolah di Cianjur," terangnya.

Ke sembilan sekolah yang ikut LCC adalah SMA Al-Muawanah Cianjur, SMAN 1 Cianjur, SMA Al-Ianah Cianjur, SMK Bela Nusantara Cianjur, SMA Al-Hasyimiyah Pacet, SMA Plus Adda'wah Pacet, SMAN 1 Mande, SMK Tehnik Muhamadiyah Plus, dan SMAN 1 Sukaresmi.

SMAN 1 Cianjur Juara 1
Tim LCC SMAN 1 Cianjur ternyata jauh lebih kuat dibanding dua tim LCC dari SMK Bela Nusantara Cianjur dan SMAN 1 Sukaresmi. Tim SMAN 1 Sukaresmi sebenarnya mampu mengimbangi SMAN 1 Cianjur, bahkan skornyapun beda tipis. SMAN 1 Cianjur akhirnya mengkandaskan kedua tim setelah dalam soal adu cepat unggul jauh dari pesaingnya dan berhak menyabet gelar juara pertama.

Seorang peserta LCC, dari SMAN1 Cianjur, mengaku, senang dengan mengikuti LCC tingkat SLTA yang diselenggarakan di KPUD Cianjur. Hal tersebut, kata dia, menjadi pengetahuan tambahan mengenai pelaksanaan pemilukada.

"Sedikitnya saya jadi tahu soal pemilu. Mudah-mudahn tidak diselenggarakan pada saat mau pemilihan, tapi sering dilaksanakan, supaya memberikan pengetahuan bagi siswa ataupun pemilih pemula," Rahadia Nugi.

Remaja yang mengaku belum memiliki hak pilih pada Pilgub 2013 ini berharap kedepan, penyelenggaraanya diperluas, jangan hanya untuk 9 sekolah, tapi bisa lebih luas lagi. "Kami bangga sudah ada upaya untuk mensosialisaki pemilukada kepada para pelajar, ini langkah yang bagus, mudah-mudahan tahun depan lebih luas lagi," harapnya (KC-02)**.


1.325 Pasukan Siap Amankan Arus Mudik

CIANJUR, (KC).- Untuk pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1433 H/2012 M tahun ini, Polres Cianjur menerjunkan kekuatan penuh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekitar 1.325 pasukan gabungan akan diterjunkan dibeberapa pospam. Dari jumlah tersebut sekitar 870 merupakan pasukan dari Polri sisanya daro TNI dan unsur masyarakat.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto mengungkapkan, untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pemudik, jajaran Kepolisian Resort Cianjur siap memberikan pelayanan ekstra selama arus mudik dan balik. Beberapa Pospam yang disiapkan disepanjang jalur yang dilewati pemudik siap untuk menjadi tempat istirahat bagi mereka.

"Kita ingin pada pengamanan arus mudik maupun balik lebaran tahun ini bisa lebih baik lagi. Baik dari segi pelayanan kita kepada masyarakat, maupun dalam pengamanan terhadap gangguan keamanan yang dimungkinkan terjadi saat arus mudik maupun balik. Kita juga ingin angka kecelakaan tahun ini juga bisa ditekan seminimal mungkin," kata Kapolres saat ditemui disela kegiatan pengecekan kendaraan dinas yang dipersiapkan untuk pengamanan arus mudik dan balik di halaman parkir Hypermart, Sabtu (28/7).

Dikatakan Kapolres, pihaknya menghimbau kepada para pemudik agar selalu berhati-hati jika memasuki beberapa daerah yang selama ini dikenal rawan terjadi kecelakaan. Beberapa daerah yang selama ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas diantaranya sepanjang jalur Puncak Ciloto, Jalan Raya Sukabumi Gekbrong dan Jalan Raya Bandung.

"Jika merasa lelah sebaiknya para pemudik beristirahat. Beberapa rest area sudah disiapkan. Para pemudik juga bisa beristirahat di Pospam. Karena kalau tetap dipaksakan berkendara, sangat berbahaya untuk keselamatan," paparnya (KC-02)**.


Polres Cianjur Siapkan Penembak Jitu
CIANJUR, (KC).- Para penembak jitu siap mengekskusi aksi kejahatan yang mengancam para pemudik saat berlangsung arus mudik dan balik lebaran Idul Fitri 1433 H/2012 M di wilayah Kabupaten Cianjur. Polres Cianjur dalam pengamanan arus mudik dan balik kali ini sengaja menempatkan beberapa penembak jitu dibeberapa tempat yang dinilai rawan terjadi aksi kejahatan.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto mengatakan, beberapa daerah yang selama ini rawan terjadi aksi kejahatan seperti jalan alternatif Cikalong, Jonggol, Cibeet akan ditempatkan personel penembak jitu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengamanan terhadap para pemudik dan masyarakat yang melintas didaerah yang rawan akan aksi bajing loncat tersebut.

"Ada beberapa titik yang pada pengamanan arus mudik dan balik kali ini menjadi perhatian khusus kita.Daerah-daerah tersebut kami petakan sebagai daerah yang rawan akan aksi kejahatan. Kita akan tempat personel penembak jitu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Kapolres saat ditemui seusai mengecek kesiap siagaan kendaraan dinas yang akan dipergunakan dalam pengamanan arus mudik dan balik di halaman parkir Hypermart, Sabtu (28/7).

Kapolres meminta agar masyarakat tidak kawatir jika melewati jalur yang selama ini dikenal rawan terjadi aksi kejahatan pada arus mudik dan balik nanti. Karena tempat yang rawan terjadi tindak kejahatan itu telah menjadi perhatian khusus dan pengamanannya lebih diprioritaskan.

"Meski kita sudah melakukan pengamanan khusus hingga menempatkan penembak jitu dan patrolis setiap saat, kewaspadaan tetap harus dijaga dan ditingkatkan. Apalagi biasanya saat arus mudik seperti ini aksi kejahatan selalu mengancam setiap saat, sulit untuk diprediksinya. Makanya kewaspadaan dan kehati-hatian para pemudik tetap harus dijaga," tegasnya.

Sementara itu, beberapa titik jalur yang selama ini rawan terjadi kemacetan arus lalu lintas juga mendapatkan perhatian lebih. Seperti jalan diperempatan Hanjawar Pacet, pertigaan kearah Kebun Raya Cibodas, depan pasar Cipanas dan depan pasar Ciranjang. Tempat-tempat tersebut selama ini rawan terjadi kemacetan.

"Beberapa tempat itu menjadi prioritas dalam penanganan arus lalu lintas. Biasanya itu terjadi pada hari H lebaran dan setelah. Banyak masyarakat yang berlibur untuk mendatangi tempat wisata, seperti Cibodas, Kota Bungan dan Taman Bunga. Makanya untuk mengurai kepadatan kita berikan perhatian lebih," katanya (KC-02)**. 


Kapolres Cianjur saat mengecek Kesiapan Armada
CIANJUR, (KC).- Polres Cianjur menerjunkan seluruh kendaraannya dalam pengamanan arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri 1433 H/2012 M. Hal itu terungkap dalam apel kesiapan yang digelar di halaman parikir Hypermart, Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Cianjur, Sabtu (28/7).

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto didamping Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cianjur, AKP Sudewo, mengungkapkan, hasil dari pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan yang semuanya dalam kondisi baik dan layak untuk diterjunkan dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran.

"Dari hasil pengecekan kendaraan yang kita lakukan, pada prinsipnya kita sudah siap untuk melakukan pengamanan baik dari segi perlengkapan maupun dari segi personel. Hanya saja nantinya kita akan dibagi dalam ploting-ting," kata Kapolres saat ditemui seusai apek kesiapsiagaan kendaraan dalam pengamanan arus mudik dan balik di halaman parkir Hypermart.

Untuk menunjang kelancaran kegiatan, jumlah kendaraan yang diterjunkan seluruh kendaraan dinas yang dimiliki oleh Polres Cianjur. "Jumlah kendaraan seluruhnya kita keluarkn ada sekitar 25 unit roda dua 15 unit roda empat, serta dibantu kendaraan ranger dilapangan," jelasnya.

Menurut Kapolres, pasukan tersebut akan diterjunkan minimal pada H-7 dan H+7 lebaran. Namun demikian sebagian pasukan sudah berada dibeberapa tempat yang selama ini dinilai rawan terjadi kemacetan lalu lintas. "Untuk pelaksanaanya dimulai sekarang, kita sudah mengadakan pengamanan rute termasuk peninjauan terhadap pos pam yang akan kita tempatkan ada sekitar 13 pospam yang tersebar di wilayah Cianjur," katanya (KC-02)**.


Produksi Sari Kelapa  ( Foto:Antara)
CIANJUR,(KC),-Bulan ramadhan benar-benar berkah bagi para pengrajin sari kelapa di cianjur, permintaan sari kelapa di Wilayah Cianjur meningkat hampir dua kali lipat. Hal tersebut terungkap dari naiknya produksi sari kelapa di industri rumahan.

Tempat produksi sari kelapa yang ada di Kampung Babakan Hilir, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah, Kab. Cianjur,  semula hanya memproduski 60-70 ton sari kelapa per minggu, kini selama Ramadan sudah memproduksi sekitar 100-110 ton per minggu.

"Produksi emang kami naikan karena ada permintaan di pasaran yang meningkat. Ini dikarenakan ada pelanggan musiman. Inilah yang menyebabkan produksi kita setiap kali bulan puasa selalu meningkat,” kata pemilik usaha tersebut, Ade Sukmana saat ditemui di tempat usahanya, Jumat (27/7/12).

Meskipun demikian, Ade mengatakan sekitar 20 pekerja yang sebagian besar dipenuhi kaum perempuan itu mampu memenuhi pesanan yang ada.

"Sejauh ini kami belum menambah pekerja musiman juga, karena dari jumlah pekerja ayang ada sudah bisa memenuhi target produksi. Beberapa dari mereka pun diknekan karja lembur," tuturnya.

Meski banyak beredar di pasaran sari kelapa yang diolah menggunakan bahan kimia, Ade menuturkan pengolahan sari kelapa buatannya, jauh dari bahan kimia berbahaya. Prosesnya pun selalu mementingkan faktor kebersihan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas sari kelapa yang dihasilkan.

Bahkan, ia mengatakan proses pembuatan sari kelapa miliknya, dimulai sejak pembuatan bibit yang memakan waktu tiga hari. Kemudian dilanjut dengan fermentasi hingga panen selama tujuh hari. Setelah didapat hasil yang diinginkan, lanjutkan dengan proses penyisikan dan pemotongan.

“Proses penyisikan penting, untuk membuang lendir-lendir pada sari kelapa. Sehingga saat pemotongan terlihat rapi dan bersih,” katanya.

Lebih lanjut Ade menuturkan produksi sari kelapa dijual dalam bentuk mentah. Konsumen ataupun pelanggannya yang membuat olahan sari kelapa menjadi ragam bentuk. Mulai dari manisan hingga produk minuman segar.

“Kalau jual matang, tidak sanggup kita mengerjakannya, terlalu berat. Konsumen ataupun pelanggan kami ada dua, ada pelanggan tetap, yakni pabrik olahan makanan seperti di Bogor, Jakarta dan Bekasi," ujarnya.

Sementara yang pelanggan musiman, kata Ade, seperti pedagang manisan lokal di Cianjur juga harus dipenuhi pesanannya. Dari hasil penjualan tersebut, rata-rata omset Ade perbulan mencapai 600 juta.

Meningkatnya permintaan justru disambut baik pekerja pembuat Sari Kelapa, Ani (39). Ia rela lembur memenuhi pesanan untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran.

"Ini seperti berkah bagi kami. Setiap bulan puasa pesanan meningkat. Kami bisa lembur, gaji pun bisa naik untuk memenuhi kebutuhan jelang lebaran dan anak sekolah," katanya.(KC03/Net)***


Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Perlu adanya aturan khusus dan sanksi bagi masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah ke sungai. Karena kalau tidak, kebiasaan masyarakat yang mencari jalan mudah dalam membuang sampah kesungai akan terus berlangsung. Dengan adanya sanksi diharapkan bisa menjadi motivasi agar masyarakat bisa lebih sadar betapa pentingnya air sungai bagi kehidupan.

Demikian diungkapkan Pemerhati Lingkungan Asal Cianjur, Asep Moch Muhsin menyikapi sudah tercemarnya air sungai di Cianjur yang disebabkan sampah. "Bukan tidak ada aturan atau sanksi, Undang-Undang Lingkungan sudah jelas, hanya perlu ada ketegasan dari pemangku kebijkan, misalnya dengan Perda atau SK Bupati adanya larangan untuk membuang sampah kesungai berikut sanksinya," kata Asep, Jum'at (27/7).

Menurut Asep, hampir semua sungai di Cianjur mulai dari hulu sampai hilir berserakan sampah-sampah. Baik sampah organik maupun an organik. "Kalau ini dibiarkan, dalam jangka panjang sungai di Cianjur akan penuh dengan sampah.Otomatis kalau demikian akan mempengaruhi kwalitas air sungai. Padahal masih banyak masyarakat Cianjur yang mengkonsumsi air sungai untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Secara terpisah, Eko Wiwid Koordinator Simpul Bodebekpuncur Walhi Jawa Barat, mengatakan, kwalitas air sungai yang baik dan sehat serta tutupan hutan di sekitar sungai merupakan indikator kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan Laporan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) RI tahun 2010, indek kualitas lingkungan hidup Jawa Barat sekitar 53,44, berada pada peringkat 23 dari 33 propinsi di Indonesia.

"Secara kualitatif, air sungai di sekitar 40 daerah aliran sungai di Jawa Barat berada dalam keadaan tercemar. Laporan KLH Tahun 2010 menunjukkan bahwa Indek Pencemaran Sungai (IPA) di Jawa Barat mencapai 23,08 sementara Indek Tutupan Hutan (ITH) sekitar 38,74," kata Eko terpisah.

Tidak hanya itu, debit air sungai di Jawa Barat saat ini  semakin berkurang secara drastis di saat kemarau yang berdampak pada kekeringan dan berlimpah saat musim penghujan hingga membanjiri lahan pertanian, sarana pemukiman dan industri dan sarana fasilitas sosial dan umum lainnya.

"Artinya apa, kondisi ekologi sungai di Jawa Barat berada dalam kondisi tercemar, buruk, rusak dan kritis. Kondisi sungai pun tidak mengalami perbaikan walaupun sudah trilyunan rupiah anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah serta ratusan milyar setiap tahun anggaran yang dikeluarkan oleh dinas PU, PSDA, BPLHD dan Kehutanan Jawa Barat untuk penanganan sungai di Jawa Barat," tandasnya (KC-02)**


Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Sungai merupakan ruang hidup siklus hidrologis dan sumber kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya yang memiliki pengaruh pada peradaban manusia dan bangsa. Sebagai sumber kehidupan dan titipan alam, sungai telah memberikan manfaat yang besar pada manusia baik secara ekologi, ekonomi, edukasi dan kehidupan sosial masyarakat.

Demikian benang merah yang bisa diambil pada hari Sungai Nasional, 27 Juli 2012. Menurut Eko Wiwid  Koordinator Simpul Bodebekpuncur Walhi Jawa Barat, saat ini sungai-sungai berada dalam kondisi sangat kritis dan memprihatinkan akibat dari salah urus dan kelola oleh negara. "Hari ini sungai sudah rusak dan kritis akibat pencemaran limbah industri, rumah tangga dan sarana komersil lainnya, pendangkalan, penyempitan dan alih fungsi kawasan sekitar sungai," kata Eko Wiwid, saat dihubungi, Jum'at (27/7).

Menurut Eko, sekarang, sungai menjadi tempat buangan sampah dan limbah industri. Penurunan fungsi dan kualitas ekosistem sungai menjadi ancaman bencana dan malapetaka bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Kondisi sungai-sungai di Jawa Barat sangat memprihatinkan baik secara kualitatif dan kuantitatif mulai dari hulu, tengah, hilir hingga muara.

Enam wilayah sungai (WS) yang melintas di Jawa Barat yang meliputi WS Ciliwung-Cisadane, Cisadea-Cibareno, Citarum-Cisokan, Cimanuk-Cisanggarung, Citanduy, Ciwulan-Cilaki dengan sekitar 40 daerah aliran sungainya  berada dalam kondisi rusak dan kritis.

Untuk itu pihaknya mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk berpartisipasi memelihara, merawat dan mengelola sungai dengan arif dan bijak untuk keberlanjutan kehidupan dengan tidak membuang/menyimpan sampah dan limbah ke sungai, menyelamatkan mata-mata air di kawasan hulu sungai dan melakukan gerakan penanaman di lahan-lahan kritis secara swadaya.

"Kami mendesak  aparatur penegak hukum untuk menyeret para pelaku industri yang melakukan pidana lingkungan dengan mencemari sungai serta menindak tegas para pihak yang melakukan praktik pelanggaran pengambilan air permukaan sungai tidak sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Selain itu juga mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan upaya penyelamatan sungai dengan mengedepankan partisipasi masyarakat dan tanpa di danai dengan utang. Pemerintah Daerah harus  menjalankan Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup secara konsisten dan konsekwen.

"Kami juga mendesak audit kinerja dan lingkungan hidup terhadap pelaku industri, PT Jasa Tirta, Perum Perhutani, kementrian PU, PSDA, BPLHD dan Kehutanan di Jawa Barat. Agar semunya bisa jelas, siapa yang melakukan perusakan," tegasnya (KC-02)**.


Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Sebanyak 31.600 petasan berabagai jenis berhasil disita oleh aparat kepolisian dalam sebuah operasi penyakit masyarakat (Pekat)yang digelar dalam dua hari terakhir selama bulan suci ramadan. Selain merazia petasan, petugas juga melakukan razia hotel dan preman di sejumlah lokasi.

Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heriyanto melalui Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo mengatakan, operasi pekat tersebut dilakukan selama bulan ramadhan untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya yang menjalankan ibadah puasa. Tidak hanya untuk tingkat Polres, setiap Polsek diwilayahnya masing-masing juga melaksanakan operasi pekat.

"Dari hasil operasi ini kita sudah berhasil merazia sekitar 31.600 butir petasan dari enam lokasi, yakni Cianjur Kota, Ciranjang, Pagelaran, Tanggeung, Kadupandak dan Sindangbarang. Semua hasil dari razia selama dua hari pelaksanaan. Tidak hanya petasannya, kita juga mengamankan lima penjualnya untuk dimintai keterangan, namun tidak ditahan, hanya wajib lapor, karena masih dalam penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Gatot di Mapolres Cianjur.

Selain merazia petasan, pihaknya juga melakukan razia preman dan hotel yang diduga jadi tempat mesum. Dalam razia tersebut pula, pihaknya berhasil mengamankan 40 preman dan 7 pasangan bukan suami istri. Keseluruhannya hanya dilakukan pendataan dan dikembalikan kepada keluarganya.

"Kita baru sebatas melakukan pendataan kepada para preman, hasilnya tidak ditemukan yang membawa senjata tajam (sajam), kalau ada tentu kita akan proses sesuai dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951. Demikian juga dengan pasangan mesum, kalau ada yang terbukti PSK, kita akan koordinasi dengan dinas terkait untuk pembinaan,” tuturnya.

Selama pelaksanaan operasi pekat, petugas juga berhasil menangkap tiga orang pengedar serta pengguna narkoba jenis ganja dan sabu-sabu dengan barang bukti berbeda-beda. Pelaku AS ditangkap dengan barang bukti ganja seberat 20 gram, Jy ditangkap dengan barang bukti 60 gram serta Dd ditangkap dengan barang bukti sabu-sabu seberat 2,5 gram.

"Kita harapkan masyarakat ikut serta dalam menjaga ketertiban di lingkungannya. Hal tersebut dapat membantu tugas kepolisian menciptakan situasi kondusif, aman, nyaman dan tentram. Dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum tentunya. Selain itu masyarakat juga harus selalu waspada ketika meninggalkan rumahnya, jangan sampai memancing aksi kejahatan," katanya (KC-02)**.


Bachrudin Ali
CIANJUR, (KC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Bachrudin Ali meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menutup minimarket atau waralaba yang tidak memiliki ijin. Penegasan Sekda tersebut menyusul banyaknya kritikan bahwa Pemkab Cianjur tidak punya nyali dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda).

"Tentunya sebelum melakukan penutupan prosedurnya ditempuh dulu. Kalau itu tidak ada ijin, pemiliknya dipanggil dulu, kalau ternyata tidak diindahkan harus ditutup paksa dan di segel. Itu harus dilakukan kalau minimarket itu tetap beroperasi meski tidak ada ijin," kata Sekda, Jum'at (27/7).

Sekda juga mengaku tidak habis fikir, kalau Satpol PP tidak segera mengambil langkah penertiban, karena semuanya sudah ada payung hukumnya. "Kalau Peraturan Daerahnya (Perda) sudah ada, dan itu dilanggar, Satpol PP harus berani menegakkan aturan, jangan terkesan diam. Tapi saya sudah instruksikan agar cepat mengambil langkah-langkah," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra, bahwa dalam menegakkan aturan harus jelas dulu persoalannya. "Kita sedang menunggu surat dari perijinan dan Disperindag mengenai data ijin minimarket. Kalau ternyata ijinnya tidak sesuai atau tidak ada ijin kita akan tertibkan tentunya dengan berbagai tahapan," kata Tohari saat dihubungi terpisah.

Tohari juga menegaskan, keberadaan Perda Nomor 7 tahun 2011 berlaku surut. Namun bagi minimarket yang berdiri setelah perda itu terbit harus mentaatinya. "Kecuali ijin minimarket sebelum lahirnya Perda itu habis, perpanjangan ijinnya harus mentaati Perda. Jarak antar minimarket dengan minimarket dan pasar tradisonal minimal 500 meter," katanya.

Sebelumnya, Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) merilase, ada beberapa pengusaha minimarket yang mengajukan ijin tapi ditolak lantaran lokasi minimarketnya berada dalam zona terlarang kurang dari 500 meter dengan minimarket terdekat. Dalam aturan Perda Nomor 7 tahun 2011 jarak antar minimarket minimal 500 meter.

"Memang ada beberapa yang datang, tapi kita tolak setelah mengecek lokasinya. Tapi ternyata mereka tetap saja membuka usahanya. Ada sekitar lima minimarket yang tidak kami keluarkan ijinya dan itu ranahnya Satpol PP untuk menertibkan jika tetap membuka usahanya," kata Kepala Bidang (Kabid) Administrasi Perijinan BPPTPM, Subianto (KC-02)**.


Wali Band
CIANJUR,(KC),- Konser Musik Ngabuburit dengan menampilkan grup band Wali dan Andi Fadly Arifuddin alias Fadly, vokalis band Padi, yang digelar di Lapangan Prawatasari, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (26/7) petang, diwarnai kericuhan.

Awalnya, konser yang dibuka oleh penampilan penyanyi Fadly, berjalan dengan tertib. Ribuan penonton yang kebanyakan pelajar ini berjoget Mengiringi alunan musik. Konser tersebut memang sengaja diselenggarakan saat ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan kali ini.

Namun di pertengahan konser, kericuhan timbul. Hal ini dipicu saling senggol dan aksi dorong. Hingga baku hantam antarpenonton tak dapat dihindarkan.

Kericuhan pun kembali terjadi saat penampilan grup band Wali mulai menggebrak konser tersebut. Sejumlah penonton yang menjadi pemicu kerusuhan pun kembali menjadi sasaran emosi petugas.

Meski konser ini tuntas hingga akhir acara, akibat kericuhan tersebut, petugas mencokok dua puluh penonton. Mereka dianggap pemicu kericuhan (KC06/Liputan6)***
no image


Download :
1. Pengumuman Pendaftaran Calon Anggota Panwaslu
2. Format Daftar Riwayat Hidup
3. Format Surat Pernyataan

Cara Download :
1. Klik Link Diatas (Untuk 1,2, dan 3)
2. Klik File Klik Download (Untuk 1 dan 3)





CIANJUR, (KC).- Niat baik tidak selamanya menghasilkan kebaikan, pribahasa tersebut rupanya ada benarnya bagi Kepala Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Susilawati. Betapa tidaka, niatnya untuk membantu warga dalam perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bagi warga ternyata menuai polemik. Hal itu setelah adanya sumbangan bagi warga untuk pelaksanaan perekaman e-KTP yang dilakukan di kantor Desa.

"Kami itu niatnya hanya ingin membantu warga, tadinya perekaman data itu dilakukan di kantor kecamatan. Tapi adannya surat desakan dari warga yang minta untuk dilakukan di kantor desa dengan alasan biaya transportasi ke kecamatan cukup mahal, lalu kami perjuangkan. Prosesnya cukup panjang baik ditingkat kecamatan maupun di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan akhirnya bisa terlaksana," kata Susilawati, Kamis (26/7).

Untuk melaksanakan perekaman e-KTP lanjut Susi, jelas ada konsekwensi. Selain lokasinya mudah terjangkau dan tidak memakan biaya transaportasi yang mahal, disisi lain harus juga disiapkan untuk kebutuhan pembayaran listrik yang memakan biaya tidak sedikit dibandingkan dengan kegiatan biasanya. "Kami tidak memiliki anggaran untuk itu, makanya ada sumbangan swadaya dari masyarakat. Itupun tidak ditentukan berapa biayanya, sekemampuanya saja. Kalau tidak mampu juga tidak apa-apa," jelasnya.

Senada diungkapkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Padaluyu, Dadan. Pihaknya mengakui adanya perekaman data e-KTP yang dilaksanakan di desa itu merupakan keinginan warga. "Kalau memang harus semuanya rekam data e-KTP di kecamatan, warga harus mengeluarkan biaya transportasi minimal Rp 20 ribu, belum lagi ngantrinya yang cukup lama. Atas dasar itulah warga meminta ke desa untuk dilakukan di desa. Pihak desa tanggap dan berupaya membantu dengan memohon ke kecamatan dan Disdukcapil akhirnya di kabulkan," jelas Dadan.

Mengenai adanya sumbangan, lanjut Dadan, itu sifatnya sukarela dan diperuntukkan buat menunjang pelaksanaan perekaman e-KTP. "Ini tidak ada anggaranya, sedangkan listrik harus dibayar, darimana dananya. Sedangkan pelayanan harus tetap berjalan. Saya tidak kebayang, kalau perekaman yang sudah berjalan ini dihentikan ditengah jalan, warga bisa ngamuk, siapa yang akan bertanggungjawab," ungkapnya.

Sementara itu Oman dan isterinya warga Kampung Tanjakan RT 01/RW 01, Desa Padaluyu mengaku sasaat setelah mengikuti perekaman data e-KTP mengakui telah menyerahkan uang sebesar Rp 10 ribu kepada petugas yang ada di desa. Uang tersebut diberikan tidak ada unsur paksaan dari siapapun. "Ia saya memberikan uang, tapi dengan sukarela bukan dipaksa," katanya.

Pihaknya mengaku lebih beruntung melakukan prekaman data e-KTP di kantor desa dibandingkan dengan jika dilakukan di kecamatan. "Kalau disuruh milih, jelas saya milih di desa. Selain biaya ongkosnya murah, jaraknya juga tidak seberapa jauh dari rumah. Coba kalau dikecamatan, mana jauh ongkosnya mahal lagi," tegasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Cianjur, Hilman Kurnia, mengaku akan berupaya mencarikan solusi terhadap apa yang terjadi di Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang. "Memang kalau untuk pembayaran rekening listrik kita tidak ada anggaranya, yang ada tambah daya listrik. Kita akan coba usulkan pada APBD perubahan," katanya. (KC-02)**.



Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji Kementerian Agama Cianjur, Hipni (berdiri) tengan memeriksa berkas pelunasan
calon jemaah haji Cianjur, Kamis (26/7/2012)


CIANJUR, (KC),- Baru sekitar 52 calon jemaah haji Kabupaten Cianjur yang sudah melapor melunasi pembiayaan ke kantor Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur, Kamis (26/7). Padahal jumlah calon jemaah haji yang direncanakan akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah mencapai 1.323 orang.


Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Hipni didampingi pegawainya Mamat Slamet Kurniawan, mengatakan, para calon jemaah haji diberi kesempatan untuk melunasi seluruh biaya dengan dua tahap. Tahap pertama dibuka untuk pelunasan biaya haji mulai 26 Juli-16 Agustus 2012. Jika pada waktu yang diberikan masih belum bisa melunasi akan diperpanjang waktunya mulai 27-31 Agustus 2012.


" Apabila masih terdapat sisa kuota kedua diberi kesempatan untuk melunasi mulai tanggal 3-7 September 2012. Jika masih ada yang tidak melunasi pada tahap pertama akan menjadi atau masuk waitinglist," kata Hilmi saat ditemui di kantornya, Kamis (26/7). 


Pihaknya mengakui, akibat sistem tersebut ada anggapan disebagian masyarakat bahwa ada permainan dalam pemberangkatan calon jemaah haji. "Padahal sebenarnya sama sekalai didaerah tidak ada permainan. Masalah siapa yang berangkat semuanya sudah ditentukan dari pusat dan datanya online serta sistemnya juga sudah di protect sedemikian rupa," jelasnya.


Sementara itu, berdasarkan data yang ada di Kementerian Agama Cianjur, dari 6.900 calon jemaah haji yang sudah mendaftar, sebanyak 600 orang merupakan usia lanjut yakni usia diatas 60 tahun. Sedangkan calon jemaah haji yang diatas usia 80 tahun jumlahnya mencapai 43 orang."Prosentasenya sekitar 40 persen pendaftar calon jemaah aji usia lanjut dan paling banyak calon jemaah haji usia 40-60 tahun," tegasnya.


H. Yayen seorang calon jemaah haji asal Karangtengah mengaku bisa berangkat setelah mendaftar jauh-jauh hari. "Saya daftarnya sudah lama, makanya bisa berangkat. Banyak teman-teman yang baru-baru pada daftar harus nunggu hingga 2017. Saya bersyukur insya allah tahun ini berangkat," katanya (KC-02)**.




Yanto Hartono, Kepala BKD Kab. Cianjur
CIANJUR, (KC).- Akibat melakukan pelanggaran, empat orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terancam dipecat. Pemecatan terhadap empat pejabat tersebut tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Bachrudin Ali.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (KPPD) Kab. Cianjur, Yanto Hartono mengatakan, keempatnya terancam diberhentikan secara tidak hormat karena selama beberapa bulan terakhir tidak menjalankan tugasnya sebagai PNS tanpa alasan yang jelas.
"Mereka kemungkinan besar akan dipecat tahun ini, keputusannya tinggal menunggu SK pak Sekda. Langkah ini kita tempuh karena tindak indispliner mereka sudah tidak bisa ditolelir, malah ada yang tidak masuk kerja sampai empat bulan berturut-turut, ini namanya sudah keterlaluan," tutur Yanto.
Mereka yang terancam dipecat tersebut, disebabkan berbagai alasan, di antaranya karena menempuh studi ke luar negeri tanpa meminta ijin kepada bupati, serta mangkir dari tugas karena terlilit hutang. Sebelum pada keputusan pemecatan, pihaknya telah menyampaikan surat teguran, baik secara lisan dan tertulis, bahkan telah berulang kali melakukan upaya mediasi dengan pihak keluarga PNS yang bersangkutan.
"Lantaran berbagai upaya kami tidak mendapatkan respon positif dari mereka, kita terpaksa ajukan mereka untuk diberhentikan saja (dipecat, red). Kita tidak akan mentolelir para pegawai di lingkungan Pemkab Cianjur yang bekerja tidak bersungguh-sungguh, terlebih aturan tentang disiplin kerja PNS yang sekarang berlaku semakin ketat," katanya.
Untuk itulah pihaknya selalu mengimbau kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Cianjur untuk bersungguh-sungguh bekerja, karena untuk menjadi seorang PNS itu tidak mudah. Jika ada PNS yang  mbalelo namun tidak mendapatkan sanksi tegas akan menjadi preseden buruk bari Pemkab Cianjur sendiri.
"Sebagai bentuk komitmen, kami telah meberhentikan beberapa PNS yang terbukti melakukan pelanggaran. Ini sebagai wujud komitmen kami dalam menciptakan good governance, karena roda pemerintahan ini akan berjalan kalau dijalankan oleh SDM-SDM yang berkualitas dan memiliki loyalitas serta totalitas dalam menjalankan tugasnya selaku aparatur pemerintah," pungkas Yanto (KC-02)**. 


Ilustrasi
CIANJUR,(KC),- Warga Desa Nanggala Mekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur terpaksa menggunakan air Sungai Cisokan yang tercemar limbah kotoran ayam dari PT. QL Agro Food karena pasokan air pada musim kemarau semakin susah.

"Hingga kini kondisi pencemaran masih ada. Limbah kotoran yang kami minta untuk segera dibersihkan dari Sungai CIsokan masih belum juga dibersihkan. Hanya saja, bau yang ditimbulkan sudah berkurang," ucap salah seorang warga Desa Nanggala Mekar, Asep Toha (38), Rabu (25/7).

Asep menuturkan beberapa warga terpaksa masih menggunakan air Cisokan. Namun, mereka tidak berani untuk mengkonsumsi. Warga menggunakan air tersebut untuk mandi dan mengairi sawah.

"Kalau untuk mandi mereka membiarkan air yang diambil dari sungai semalaman agar kotoran dalam air mengendap," ucapnya.

Pencemaran air Sungai Cisokan yang dilakukan PT QL, kata Asep, telah memakan korban. Pasalnya, masyarakat sekitar sungai yang terpaksa menggunakan air Cisokan menderita gatal-gatal hingga kulit mlepuh dan berwarna merah.

"Bahkan beberapa kali kami ingin adakan audiensi dengan DPRD selalu batal. Kami menduga pihak perusahan sudah ada pembicaraan dengan dewan. Oleh karena itu, kami mengambil langkah sendiri untuk mengambil sampel dari air Sungai cisokan. Hingga kini kami masih menguji sampel tersebut di laboratorium," tuturnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan, sebagai aksi protes beberapa waktu lalu warga Nanggala Mekar melakukan pembakaran karbit sebagai bentuk protes bau limbah kotoran sapi yang ditimbulkan.

"Sekarang baunya sudah lumayan. Beberapa warga kemarin dibayar untuk mengangkut limbah tersebut, tapi sampai sekarang limbahnya masih ada dan masih mencemari sungai," ujarnya,

Bahkan, Asep berencana melaporkan beberapa pelanggaran lingkungan ini ke Kepolisian Resort Cianjur untuk diproses secara hukum.

"Karena hasil kajian hukum kami, indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan yang berdiri di lahan seluas 14 hektare dengan populasi ayam sebanyak 560 ribu ekor ayam itu, sudah terjadi," katanya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua RT 03 RW 3 Desa Nanggala Mekar, Pandi. Ia mengatakan pencemaran sungai yang kini masih terjadi menandakan ketidakpedulian Pemkab Cianjur untuk melindungi masyarakatnya dengan menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan tersebut.

"Warga saya bernama Doman usia 50 tahun pernah menjadi korban berupa gatal-gatal sampai kulitnya seperti cacar setelah mandi di Cisokan," tuturnya.

Pada musin kemarau, kata Pandi, Warga Desa Nanggala Mekar yang berjumlah 250 orang sudah terbiasa menggunakan Sungai Cisokan untuk keperluan mandi dan cuci.

Tokoh pemuda setempat, Agus Sudrajat menuturkan hasil penelusurannya di lapangan, menunjukkan pembuangan limbah kotoran ayam itu awalnya dibuang langsung ke Sungai Cisokan. Namun sekarang dialihkan ke sungai Panyusuhan yang muaranya tetap ke Sungai Cisokan juga.

"Kami menduga, maksud mereka dibuang ke Kali Panyusukan itu agar tidak terlihat masyarakat karena sungai itu dikerumuni pohon bambu dan ilalang. Padahal muaranya juga ke Sungai Cisokan," katanya.

Sementara itu, Humas PT QL, Dede saat dikonfirmasi mengakui jika produski dari ternak ayam PT QL sedang eningkat sehingga menghasilkan limbah kotoran ayam yang juga naik.

"Kami akui memang kemarin sempat jebol hingga ke sungai. Tapi tidak dengan sengaja kami buang ke sungai," tuturnya.

Dede mengatakan PT QL sudah menyiapkan lahan untuk melakukan pengolahan limbah kotoran ayam untuk dijadikan kompos.

"Tapi sampai sekarang alat untuk mengubah kotoran ayam jadi kompos belum juga datang. Masih dalam proses pemesanan," ucapnya.(PR/KC06)***