CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 15 unit rumah di Kampung Ciguntur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (18/12/2012) terendam banjir setinggi 4 meter akibat meluapnya aliran sungai Cipendawa. Akibatnya beberapa rumah yang diterjang banjir tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Sementara pada saat yang hampir bersamaan seorang warga yang belakangan diketahui bernama Eti warga Kampung Gunung Putri RT 05/RW 08, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, dikabarkan meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka cukup parah, akibat tertimpa longsoran tanah perkebunan ketika sedang melintas di sekitar sungai Cipendawa, sepulang dari kebun.

Tidak hanya di Ciguntur, banjir juga merendam rumah di Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani dan Kampung Selaawi Desa Cibodas, Kecamatan Pacet. Beberapa perabot rumah warga mengalami kerusakan akibat tidak sempat diselamatkan.

Menurut penuturan W. Sopandi (50) salah seorang warga, meluapnya air sungai Cipendawa yang merendam belasan rumah warga itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu wilayah Ciguntur belum diguyur hujan, banjir tersebut merupakan kiriman dari Kampung sekitar Gunung Putri melalui sungai Cipendawa.

"Setelah air sungai meluap, tidak lama berselang turun hujan lebat. Sehingga air bertambah besar dan menjebol dinding villa dan meluber ke rumah warga yang letaknya tidak jauh dari sungai. Belasan rumah terendam banjir bandang, banyak yang rusak terhempas derasnya air," kata W. Sopandi.

Belum diketahui persis apakah ada korban jiwa atu tidak, yang pasti barang-barang milik warga yang rumahnya diterjang banjir bandang hancur termasuk tiga unit sepeda motor milik warga. "Banjir ini juga telah menutup akses jalan ke rumah warga lainnya sehingga terisolasi," katanya.

Koordinator Simpul Bogor Depok Bekasi Puncak dan Cianjur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Eko Wiwid menuturkan, banjir bandang yang menghantam Kampung Ciguntur dan kampung lainnya di sekitar sungai Cipendawa, diakibatkan oleh meluapnya air sungai Cipendawa yang kondisinya semakin menyempit.

"Krisi lahan atau alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Banyak bangunan villa yang mengakibatkan serapan air di kaki gunung Gede Pangrango menjadi menyempit. Akibatnya bila terjadi hujan lebat tidak bisa dihindari banjir bandang akan terjadi," kata Eko saat dihubungi terpisah.

Dikatakan Eko, seharusnya hal itu tidak perlu terjadi jika daerah resapan air bisa terjaga, sehingga lingkungan tidak mengalami kerusakan. "Ini kejadian baru pertama dikawasan Bopuncur. Pemerintah harus tegas terhadap siapa saja yang melakukan perusakan lingkungan dan stop memberikan izin pembangunan di sekitar kawasan resapan air Bopuncur," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logsitik Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Yad Ahyad Supardi mengaku membanrkan terjadinya banjir bandang di wilayah Kecamatan Pacet. Bahkan pihaknya juga mengaku sudah mendapatkan informasi adanya korban jiwa dalam kejadian banjir bandang. Namun dia belum bisa memastikan informasi tersebut.

"Saat ini petugas kami masih terjun kelokasi, memang kami mendapatkan informasi dari desa adanya korban, tapi kami belum bisa memastikan, kami akan lakukan pengecekan terlebih dahulu," katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan jumlah bangunan rumah warga yang terendam banjir. Demikian juga dengan taksiran kerugianya. "Untuk sementara kami belum bisa memastikan berapa jumlah rumah yang terendam demikian juga kerugianya. Semua itu masih dalam taraf pendataan," tegasnya (KC-02)**.


Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.