Wakil Bupati Cianjur (kiri) tinjau irigasi Dauwan di Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur
CIANJUR, (KC).- Hanya sekitar 550 irigasi yang ada di pedesaan kondisinya bisa ditanggulangi. Selebihnya menjadi pekerjaan semua pihak untuk sama-sama terjun kelapangan melakukan perbaikan dan pengelolaan yang lebih merata untuk semua irigasi tersebut.

Demikian ditegaskan Ketua Forum Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (Forgab P3A) Mitra Cai Dede Suryadi disela peringatan ulang tahun Forgab P3A Mitra Cai ke-3 yang dilaksanakan di Kampung Warungbatu, Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur Sabtu (29/12/2012). "Berdasarkan data dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Cianjur tercatat 800 irigasi desa, hanya saja hanya sekitar 550 saja yang bisa ditanggulangi," katanya.

Atas dasar keadaan dan situasi irigasi yang memprihatinkan terutama untuk irigasi pertanian yang ada di kabupaten Cianjur.  Dengan kesamaan rasa dan persepsi mengenai bagaimana memperbaiki irigasi dan bagaimana mengatur sumber daya air agar bisa digunakan se-efektif mungkin untuk kemakmuran para petani dan masyarakat umumnya.

"Atas dasar itulah Forgab P3A hadir, kami tergugah ingin turut andil bersama pemerintah bagaimana untuk mencari dan menyelesaikan permasalahan irigasi di kabupaten Cianjur yang kelak benar-benar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, terutama masyarakat petani," katanya.

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto yang hadir dalam kegiatan peringatan ulang tahun Forgab P3A Mitra Cai mengharapkan, semoga kedepan langkah-langkah strategis yang telah berhasil mencapai tujuan untuk memelihara, memanfaatkan dan memberikan penghidupan layak untuk masyarakat petani khususnya dapat lebih meningkat dan sumber daya air bersih untuk kemakmuran masyarakat Cianjur dapat terus tersedia dan mencukupi untuk menunjang ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Cianjur.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kab. Cianjur, Yanto Hartono, mengungkapkan, sumber daya air sangat menunjang kelangsungan hidup manusia terutama untuk menjaga ketahanan pangan yang merupakan kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa digantikan. Air sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk masak, mencuci dan bercocok tanam. Pemanfaatan air juga harus sebijak mungkin agar air tidak terbuang percuma.

"Untuk memanfaatkan sumber daya air perlu tiga pendekatan, yaitu pendekatan kekeluargaan, pendekatan kelompok dan pendekatan kemitraan sehingga masyarakat dengan sendirinya akan menyadari untuk turut menjaga dan memelihara lingkungan agar air tetap melimpah diantaranya dengan tidak membuang sampah ke sungai, berhemat air atau melakukan penanaman pohon di tempat strategis untuk penyerapan air," kata Yanto.

Puncak peringatan HUT Forgab P3A Mitra Cai tersebut juga ditandai dengan bakti sosial (Baksos) penyerahan 2.000 bibit pohon kepada 7 perwakilan daerah Forgab se-Kab. Cianjur serta peninjauan irigasi dan penanaman pohon Daerah Aliran Sungai (Das) Dauwan sekitar wilayah Desa Mekarsari, Kec/Kab. Cianjur (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.