CIANJUR, (KC).- Ribuan bibit ikan ditebar disungai diseputaran Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Cianjur Senin (3/12/2012). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian ikan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPNSN) tahun 2012.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, HCPSN yang ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 1993, merupakan upaya meningkatkan kepedulian dan gerakan bersama untuk mengelola puspa dan satwa nasional agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat dan negara dengan mengedepankan aspek kelestarian puspa dan satwa nasional.

"Dalam kurun waktu 19 tahun sejak penetapan HCPSN, ancaman terhadap puspa dan satwa atau keanekaragaman hayati masih terjadi dan cenderung meningkat, termasuk diwilayah Cianjur," kata H. Tjetjep disela menabur benih ikan di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Senin (3/12/2012).

Menurut Tjetjep, salah satu dampak negatif dari kegiatan pembangunan adalah hilang atau berkurangnya keanekaragaman hayati. Namun, pembangunan harus terus berjalan dan dilaksanakan dalam rangka upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Membangun harus tetap berjalan, tapi marilah kita bersama-sama melaksanakan program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan," katanya.

Pihaknya mengharapkan, melalui kegiatan HCPSN ini dapat mempublikasikan potensi puspa dan satwa serta keanekaragaman hayati. Mendorong berbagai pihak untuk melakukan upaya penyelamatan, perlindungan dan pemanfaatan puspa dan satwa nasional di Kabupaten Cianjur.

Sementara itu untuk menjaga kelestarian lingkungan, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkab Cianjur. Salah satunya dengan program menanam pohon di lahan-lahan kosong dan kritis. Tidak hanya itu untuk menjaga udara yang bersih Cianjur memberlakukan car free day setiap hari Minggu di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh.

"Program ini sudah satu tahun berjalanM Semoha ini bisa meningkatkan kesadaran warga Cianjur, tentang pentingnya udara bersih, segar, sehat dan bebas polusi serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk secara bersama-sama menanggulangi masalah pencemaran udara, yaitu dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor atau membiasakan diri berjalan kaki atau bersepeda untuk keperluan jarak dekat," tegasnya.

Siti Hasilah (35) warga Cugenang yang turut menyaksikan penaburan benih ikan di sungai mengharapkan, pemerintah bisa lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Terutama masalah penanganan sampah disungai yang sampai saat ini belum berjalan maksimal.

"Penebaran benih ikan disungai ini upaya yang positif tapi juga harus dibarengi dengan kebersihan sungai. Jangan sampai sugai itu dikotori dengan sampah. Masih banyak masyarakat Cianjur yang membuang sampah ke sungai. Jelas ini prilaku yang tidak sehat. Harus ada larangan tegas dari pemerintah kalau kita ingin melestarikan lingkungan secara sehat," harapnya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.