Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Pada HUT Korpri ke-41, 350 Petugas Kebersihan Dapat Paket Sembako Geratis

IBARAT kejatuhan bulan, begitulan yang dirasakan oleh 350 orang petugas kebersihan dilingkungan Pemkab Cianjur. Betapa tidak, tidak disangka-sangka ratusan pegawai berseragam orange itu mendapatkan bingkisan sembako geratis dari Panitia Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) ke-41 tingkat Kabupaten Cianjur. Sampai-sampai ada yang langsung sujud syukur begitu mendapatkan paket sembako geratis.

"Jelas ini merupakan anugerah dari Allah SWT, tidak disangka saya dan teman-teman mendapatkan bingkisan sembako geratis. Hanya ucapan terimakasih seperti yang paling layak kita sampaikan kepada jajaran Panitia HUT Korpri," kata Eti yang diamini rekan-rekanya.

Dalam puncak peringatan HUT Korpri ke-41 tingkat Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan upacara di halaman pendopo Pemkab Cianjur, Jum'at (30/11/2012) itu juga dilaksanakan penyerahan penghargaan dan bantuan secara simbolis diantaranya penghargaan Setya Lencana Karya Satya atas nama Presiden RI yang diberikan kepada 220 orang. Selain itu juga diserahkan kartu askes bagi PNS, pelepasan anggota KORPRI yang pensiun menjadi anggota PWRI Kabupaten Cianjur.

"Kita juga berikan bantuan tunjangan pendidikan bagi putra putri anggota Korpri sebanyak 72 orang, bantuan bea siswa bagi anak anggota Korpri yang berprestasi. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat khusuusnya keluarga anggota Korpri," kata Ketua Panitia HUT Korpri ke-41 tingkat Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana saat ditemui di halaman pendopo Pemkab Cianjur, Jum'at (30/11/2012).

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara tentang pelimpahan anggota Korpri yang pensiun menjadi anggota PWRI Kabupaten Cianjur yang juga disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto.

Secara terpisah Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto mengatakan, PNS Cianjur diwajibkan dapat memahami dan melaksanakan Kode Etik Panca Prasetya Korpri. Tidak hanya itu, anggota Korpri harus dapat menempatkan kedudukannya selaku  pemikir, perencana,  pelaksana,  pengendali,  dan pengawas  dalam  tugas-tugas  pemerintahan di  satu  pihak  serta  sebagai  pengayom, pembela keadilan dan pejuang untuk kepentingan anggota,  serta  panutan  bagi masyarakat.

"Salah satu tujuan peringatan HUT Korpri ini tidak lain adalah untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa guna memperkokoh NKRI, meningkatkan soliditas dan solidaritas serta rasa kesetiakawanan anggota Korpri di seluruh Indonesia. Selain itu juga untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani setiap anggota Korpri dan meningkatkan etos kerja setiap anggota sebagai abdi negara, pemerintah dan masyarakat," katanya (KC-02)**.

Dalam Kasus Mamin Gate, Teten Masduki: Fakta Hukum Sudah Mengarah Kepada Keterlibatan Bupati Cianjur

CIANJUR, (KC).- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Teten Masduki menghadiri diskusi "Mamin Gate" yang dilaksanakan di Sekretariat Inside (Institut Social And Economic Development) Jalan ‎Slamet No 19 BTN Rancabali, Kelurahan Muka, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Jum'at (30/11/2012). Sejumlah aktivis Cianjur hadir dalam diskusi yang berlangsung singkat itu. Bahkan sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga ikut dalam diskusi.

Dalam pandangan Teten Masduki, kasus dugaan korupsi dana non urusan yang sudah menyeret dua orang terdakwa yakni Edi Iryana (Mantan Kabag Keuangan Pemkab Cianjur) dan Heri Khaeruman (Plt Bagian Umum) itu secara fakta hukum jelas sudah mengarah kepada keterlibatan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh.

Hanya kenyataanya sampai saat inoi penegak hukum belum juga menyentuh sang bupati meski beberapa fakta hukum sudah jelas dugaan keterlibatanya dalam kasus 'Mamin Gate'. "Penerapan hukum sperti ini sangat berbahaya. Jaksa Agung harus koreksi ini, kalau ada indikasi melindug ini, apalagi faktanya sudah jelas mestina Jaksa Agung harus bersihkan aparatnya yang 'masuk angin'. Karena kalau tidak, tidak akan ada kemajuan," kata Teten.

Bahkan Teten meminta agar Jaksa Agung agar mengoreksi aparatnya yang menangani masalah dugaan korupsi di Cianjur ini. "Kejagung harus berani koreksi bawahanya bagaimana bagaimana mengawasi dan mengontrol, kalau perlu laksanakan mutasi besar-besaran terhadap bawahnya yang tidak bisa menjalankan fungsinya," tegasnya,.

Kalau ternyata tidak juga ada perkembangan dalam penuntasan kasus mamin gate ini oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa ambil alih. "KPK harus mendorong super kordinasi dan supervisi, kalau ditemukan menyimpang, upaya pembenaran terhadap bupati harus ditindak. Lihat saja ada nggak reaksi dari Jaksa Agung, kalau upaya yang dilakukan masyarakat sepertinya sudah maksimum," katanya.

Pihaknya juga menyarankan agar para pegiat anti korupsi Cianjur ini menemui Jaksa Agung secara langsung untuk menyampaikan persoalan yang terjadi. "Upaya kejagung harus ditingkatkan, harus ketemu Kajagung, kalau ini dicurigai ada permainan ditingkat bawah, Jaksa Agung harus turun kebawah mendengar masalah ini," tegasnya.

Menurut Teten, penegakan hukum tidak bisa dilakukan dengan kekuatan otoritaktif, tapi harus ada dukungan dari masyarakat secara luas."Saya akan bisikin Kajagung dan Pimpinan KPK supaya turun ke Cianjur. Mudah-mudahan segera, kalau dari fakta-fakta hukumnya sudah jelas," kata Teten.

Direktur Inside Cianjur Yusep Somantri mengatakan, meski saat ini Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh belum tersentuh hukum dalam kasus mamin gate, pihaknya tetap akan berupaya semaksimal mungkin agar para penegak hukum itu tidak masuk angin. Karena berdasarkan fakta hukum sudah jelas bahwa keterlibatan orang nomor satu di Cianjur itu dalam mamin gate sangat jelas.

"Inside tetap mendesak agar Kejagung, Kejati segera menetapkan Bupati Cianjur sebagai tersangka.Sesuai hasil ekspose,dan Surat Dakwaan dalam persidangan dua terdakwa Edi Iryana dan Heri Kaeruman, juga demi menjaga wibawa Kejaksaan sebagai institusi hukum. Kejaksaan harus menunjukkan dirinya sebagai lembaga independen dan steril dari intervensi modal dan politik," kata Yusep (KC-02)**.

Pemerintah Harus Segera Menetapkan Situs Megalitikum Gunung Padang Sebagai Cagar Budaya

CIANJUR, (KC).- Pemerintah agar segera melakukan penetapan cagar budaya terhadap keberadaan situs megalitikum Gunung Padang lantaran beberapa bagian dari zona-zona Gunung Padang sudah mengalami kerusakan karena tidak adanya pengawasan dan penataan yang baik.

Demikian ditegaskan Mundardjito, Kepala Peneliti Aarkeolog dari Tim Peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Arkeolog Nasional (Arkenas) dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional pada saat memaparkan hasil penelitian Situs Megalitikum Gunung Padang yang dilakukan selama lebih dari dua minggu sejak tanggal 12 November 2012 di Hotel Cianjur, Jalan Raya Cipanas, Desa gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/11/12).

"Bagi kami saat ini adalah bagaimana mengembangkan Situs Megalitikum Gunung Padang menjadi pusat study dan destinasi pariwisata. Kami tidak mempedulikan berapa usia Situs Megalitikum Gunung Padang itu, apakah ada rongga ataukan berbentuk piramida atau tidak. Kami hanya ingin mengembangkan situs menjadi pusat study," kata Mundardjito.

Menurut Mundardjito,  akibat adanya kontoversi mengenai penelitian keberadaan Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur yang rame diberitakan dibeberapa media justru mengundang banyak pihak untuk mengunjungi situs. Sementara persiapan pemerintah untuk menata belum cukup. Akibatnya banyaknya pengunjung dikawatirkan justru menjadi potensi merusak keberadaan situs.

"Saya yakin banyak batu bersejarah disana (situs) sudah pada hilang. Tidak hanya itu kondisinya yang ada juga sudah banyak di corat coret. Belum lagi kondisi lingkungan yang banyak sampah. Ini akan mengakibatkan situs yang memiliki peradaban itu menjadi rusak," tegasnya (KC-02/wl)**

Jika Pekerjaannya Tidak Selesai Pertengahan Desember, Rekanan Pasar Pasirhayam Terancam Diputus Kontrak

CIANJUR, (KC).- Rekanan yang melaksanakan pembangunan pasar Pasir Hayam tahap dua yang berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, terancam diputus kontrak. Pasalnya pembangunan pasar yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2012, sebesar Rp17.508.399.000,-  dikhawatirkan tidak akan selesai sesuai kontrak kerja.

Menurut Ketua Panitia Lelang Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur, Wahyu Budi R mengatakan, sudah sepantasnya jika pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan pasar Pasir Hayam itu tidak bisa tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja akan dikenakan sanksi. Salah satunya adalah pemutusan kontrak kerja.

"Jelas kalau pihak rekanan tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sersuai dengan kontrak kerja, akan kita putus kontraknya. Tidak hanya itu kita juga akan kenakan sanksi tegas berupa
black list selama 2 tahun lamanya dan tidak dapat mengikuti pelelangan atau tender," kata Budi, Kamis (29/11).

Sesuai surat perintah kerja (SPK) Nomor 600/059-SPPPK/PPK Bangperkim/Distarkim, disebutkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender. Pihak  PT Guna Karya Nusantara selaku pemenang tender, harus mampu melaksanakan kewajibannya itu untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan pasar Pasir Hayam.

"Kita akan hitung progres pekerjaanya, kita akan bayarkan sesuai dengan progres pekerjaan dilapangan saja. Jaminan pelaksanaannya disita oleh Negara, kalau ada bahan material yang belum terpasang di lokasi itu nantinya jadi asset milik setelah dilakukan pembayaran," katanya.

Dalam kontrak kerja tersebut, kata Budi, seharusnya pihak rekanan harus menyelesaikan pekerjaan paling lambat bulan Desember mendatang. Hanya saja jika melihat progres pekerjaan dilapangan saat ini masih banyak kekurangannya. Mungkin, karena sedang musim hujan. Menjadi salah satu penyebab lambanyak pekerjaan.

"Kontraknya itu kalau tidak salah sampai 15 Desember sudah habis. Semestinya kalau pihak rekanan ingin pekerjaanya leboh cepat harus menambah jam kerja seperti lembar dan pekerjanya. Kalau tidak dilakukan dengan kondisi seperti saat ini niscaya target pertengahan Desember itu tidak akan selesai," tegasnya.

Sementara pihak rekanan saat akan dikonfirmasi belum bisa dihubungi. Para pekerja juga tidak bersedia ketika ditanya mengenai keterlambatan pekerjaan (KC-02)**.

Maling Bobol SMPN I Cugenang, Kerugian Capai Rp 206 Juta

Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Kawanan maling yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang menyatroni ruang komputer Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Cugenang di Kampung Cariu, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kamis (29/11/2012). Para maling tersebut masuk keruangan setelah berhasil membongkar jendela boven light dibagian belakang. Para pelaku berhasil menggondol 13 CPU, 14 Monetor dan 2 Unit Infocus. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta lebih.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi pencurian yang terjadi ketiga kalinya selama kurun waktu 2012 itu pertama kali diketahui oleh seorang guru TIK bernama
Lili Jaenudin Ramli (30). Saat itu sekitar pukul 07.00 WIB tanpa disengaja melongok kedlam ruangan komputer melalui kaca jendela yang masih dalam kondisi tertutup.

Saat melihat kedalam ruangan itulah di melihat beberapa komputer yang terbilang baru itu sudah tidak berada ditempatnya. Melihat kondisi itu, guru TIK tersebut kemudian memberitahukan kepada guru lainya. Saat dilakukan pengecekan ternyata sejumlah 13 CPU, 14 layar monetor dan 2 unit Infocus raib dari tempatnya. Para pelaku masuk setelah membongkar jendela boven light .

"Ini kejadian yang ketiga kalinya, komputer-komputer itu baru dua bulan dibeli setelah komputer sebelumnya hilang dicuri. Kami berharap pihak kepolisian bisa menangkap para pelakunya," kata Budi Supendi staf standar kelulusan SMPN I Cugenang, Kamis (29/11/2012).

Sementara menurut Wakil Kepala Sekolah yang juga Ketua Standar Kelulusan SMPN I Cugenang, Asep Efendi mengungkapkan, kejadian kemalingan komputer tersebut merupakan yang ketiga kalinya selama tahun 2012. Sebelumnya seluruh perangkat komputer di laboratorium bahasa juga raib digondol maling. Total kerugiannya mencapai Rp 120 juta.

"Kita sebenarnya sudah berupaya memperbaiki bangunan yang sebelumnya digunakan lab. Tapi ternyata malingnya lebih pinter. Pada kejadian kemalingan kedua, tiga bulan yang lalu kita juga kehilangan komputer dengan kerugian mencapai 36 juta. Kalau ditotal sama kejadian sekarang kerugian mencapai Rp 206 juta," katanya.

Pihaknya berharap aparat kepolisian bisa segera mengugkap para pelakunya. Karena kalau tidak aksi serupa akan terus terjadi. "Saya sebagai guru sangat prihatin, karena keberadaan komputer disekolah itu sangat dibutuhkan oleh 1.252 siswa. Saya sampai perintahkan kepada guru agama untuk mengajak berdo'a seluruh siswa agar para pelaku bisa tertangkap," katanya.

Ptugas Kepolisian dari Polsek Cugenang yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Hanya saja belum bisa memberikan keterangan terkait aksi pencurian di SMPN I Cugenang (KC-02)**.

50 % Warga Cianjur Miskin

Program Keluarga Harapan salah satu upaya mengurangi rakyat miskin
CIANJUR, (KC).-  Lebih dari setengah jumlah penduduk di Kabupaten Cianjur dalam kondisi miskin. Hal itu terungkap dari banyaknya warga Cianjur penerima jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Niswan Purwenti didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Yusman Faisal mengatakan, berdasarkan data penerima Jamkesmas dan Jamkesda di Kabupaten Cianjur pada tahun 2012 jumlahnya lebih dari setengah jumlah penduduk Cianjur.

"Memang benar kondisinya seperti itu, kalau jumlah penduduk Cianjur 2,2 juta jiwa, lebih dari setengahnya merupkan warga miskin. Itu didasarkan pada jumlah penerima Jamkesmas dan Jamkesda," kata Niswan saat ditemui disela kegiatan khitanan massal HUT Korpri ke 41 di Bale Prayoga Komplek Pemkab Cianjur, Rabu (28/11/2012).

Menurut Niswan jumlah penduduk Cianjur penerima Jamkesmas pada tahun 2012 mencapai 950.000 lebih dan untuk penerima Jamkesda mencapai 125.182. "Kalau dijumlahkan sama dengan setengahnya penduduk di Kabupaten Cianjur. Memang ini faktanya, bahwa masyarakat di Coanjur masih banyak yang miskin," katanya.

Untuk menanggulangi warga penerima Jamkesmas dan Jamkesda diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Dalam satu tahun setidaknya harus mengeluarkan anggaran sekitar 23 miliar. Jumlah tersebut dibayarkan kesejumlah rumah sakit yang melayani warga penerima Jamkesmas dan Jamkesda baik yang ada di Cianjur maupun diluar Cianjur.

"Selama ini ada beberapa rujukan untuk rumah sakit yang melayani Jamkesmas dan Jamkesda seperti RSUD Cianjur, RSU Cimacan, RS Marjuki Mahdi Bogor, RS Cicendo Bandung, RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Samsudin Sukabumi dan BPK paru-paru Cianjur. Dari rumah sakit yang melayani Jamkesmas dan Jamkesda, RSUD Cianjur masih yang paling banyak melayani jumlahnya mencapai 12 miliar," katanya.

Pada tahun 2013 dipastikan junlah penerima Jamkesda akan mengalami kenaikan menjadi 225 ribu. Jumlah tersebut berdasarkan data yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS). "Kita juga akan upayakan bagi warga miskin yang tidak masuk jamkesda dan jamkesmas akan dilayani dengan pemberian layanan pengobatan 50 persen geratis, itu akan kita laksanakan tahun depan tanpa harus pakai wawancara," katanya (KC-02)**.

Jembatan Gantung Pasirsireum Ambruk, Akibat Tidak Kuat Menahan Luapan Air Sungai Cikondang

Ilustrasi
CIANJUR, (KC).- Lagi, jembatan gantung (rawayan) di Cianjur ambruk akibat diterjang banjir bandang. Kali ini menimpa jembatan gantung di Kampung Pasirsireum, Desa Cikondang Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Meluapnya air sungai pada Senin (26/11/2012) lalu mengakibatkan jembatan gantung yang menjadi akses fital tersebut ambruk lantaran tidak kuat menahan gerusan air.

Keterangan yang berhasil dihimpun Rabu (28/11/2012) menyebutkan, ambruknya jembatan gantung di Kampuang Pasirsireum tersebut sempat mengganggu aktivitas warga setempat. Warga yang biasanya melintas di jembatan tersebut untuk menjalankan aktivitas terpaksa haru memutar arah dengan menumpuh perjalan yang lebih jauh.

"Memang kondisi jembatanya juga sudah kurang layak. Pantes saja kalau terjadi banjir besar akan ambruk. Jembatan gantung itu hanya berjarak sekitar satu mater dari permukaan sungai," kata Solehudin (43) warga setempat.

Jembatan gantung diatas sungai Cikondang dengan panjanh sekitar 10 meter dan lebar 2 meter itu, dibangin 5 tahun silam. Sejak dibangun jembatan yang berbahan dasar bambu dengan disangga kawat seling itu belum pernah ada perbaikan. Kondisinya diperparah dengan dekatnya jembatan dengan permukaan air yang hanya berjarak sekitar 1 meter.

"Kalau banjirnya besar jembatan itu bisa tergenang. Kebetulan beberapa hari ini hujan terus menerus yang mengakibatkan air sungai meluap. Mungkin tidak kuat menahan derasnya arus dan jembatan dalam kondisi kurang layak, jembatan gantung itu akhirnya ambru terseret arus deras," kata Solehudin.

Untuk semntara waktu, warga secara swadaya membuat jembatan darurat agar bisa dilintasi. Hanya saja kondisinya sangat berbahaya bila sewaktu-waktu air sungai kembali meluap. "Hasil swadaya dibuat jembatan darurat, kami berharap pemerintah bisa segera membangun kembali jembatan, karena merupakan salah satu sarana fital," katanya.

Sementara itu, Camat Cibeber Saepul Anwar membenarkan ambruknya jembatan gantung di Kampung Pasirsireum, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber. Menurutnya atas inisiatif warga, mereka bergotongroyong memperbaiki jembatan dengan kondisi apa adanya.

"Kalau melihat kondisinya, saya sendiri kawatir juga, jembatan yang diperbaiki ala kadarnya itu bisa saja sewaktu-waktu ambruk bila terjadi air sungai meluap. Mudah-mudahan saja bisa segera diperbaiki secara permanen oleh pemerintah. Saya juga sudah laporkan ambruknya jembatan gantung itu," katanya.

Ketua DPRD Cianjur Gatot Subroto mengaku, telah mengusulkan prioritas anggaran perbaikan infrastruktur jembatan gantung dan jalan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2013. Usulan tersebut melihat banyaknya jembatan diwilayah Cianjur yang kondisinya memprihatinkan.

"Kalau melihat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan saat ini, memang sudah selayaknya mendapatkan perhatian serius. Karena sampai saat ini masih menjadi akses utama masyarakat desa dalam menjalankan roda perekonomian dan pendidikan. Kami mengharapkan, hal-hal krusial yang menyangkut kepentingan masyarakat bisa diprioritaskan, utamanya di lingkungan dinas teknis seperti Pekerjaan Umum," kata Gatot (KC-02)**.

61 Anak di Khitan Massal, Semuanya Pada Menangis

CIANJUR, (KC).- Puluhan anak menangis didalam ruangan Bale Prayoga Komplek Pemkab Cianjur, Rabu (28/11/2012). Usut punya usut ternyata tangisan puluhan anak tersebut bukan lantaran mendapatkan siksaan, tapi akibat di khitan masal oleh tim medis gabungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cianjur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, RSUD Cianjur, dan beberapa petugas puskesmas.

Khitanan massal yang dilaksanakan di Bale Prayoga tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) yang ke 41. Serangkaian kegiatan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT Korpri di Kabupaten Cianjur.

Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Cianjur Moch. Tantan Rustandi mengatakan, khitanan massal yang dikhusukan bagi keluarga yang kurang mampu tersebut diikuti oleh sebanyak 61 anak. Mereka berasal dari seputar Cianjur kota. "Tadinya kita targetkan hanya 50 anak, ternyata pendaftarnya membludak. Atas kesepakatan dengan panitia akhirnya kita laksanakan sebanyak 61 anak," kata Tatan saat ditemui seusai kegiatan khitanan massal di Bale Prayoga Pemkab Cianjur, Rabu (28/11/2012).

Menurut Tatan, dalam rangka bulan bhakti Korpri tahun 2012 ini mengambil tema "Pemantapan Jiwa Korpri Guna Mempercepat Reformasi Birokrasi" bertujuan meningkatkan semangat nasionalisme dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa guna memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Setidaknya ada 13 kegiatan yang telah kita laksanakan. Pada puncaknya besuk Kamis (29/11/2012) akan dilaksanakan upacara pokok dalam rangka HUT Korpri ke 41 yang dipusatkan di halaman pendopo Cianjur. Dalam kesempatan tersebut juga akan diserahkan bantuan bagi putra putri anggota Korpri, sembako kepada petugas kebersihan, kartu Askes, SK pensiun dan pemberian penghargaan satya lencana," tegas Tantan.

Menurut Tantan, pada puncak HUT Korpri ke 41, Kamis (29/11/2012) juga diberlakukan pelayanan kesehatan geratis bagi seluruh warga Cianjur. Pelayanan kesehatan geratis itu dilaksanakan disetiap Puskesmas, Pukesdes, Pustu dan Posyandu diseluruh wilayah Cianjur.

"Untuk sehari besuk pelayanan kesehatan digeratiskan untuk pengobatan dasar (bukan rujukan). Masyarakat bisa memanfaatkan tanpa harus membayar. Ini merupakan salah satu bagian bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat," katanya (KC-02)**.

Yance Lulusan UNPI Cianjur ...???

CIANJUR, (KC).- Calon Gubernur dari Partai Golkar Irianto MS Syaffiudin alias Yance ternyata alumni dari Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur. Kepastian tersebut diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat melakukan ferivikasi terhadap ijazah Strata Satu (S-1) Yance di Kampus UNPI Cianjur Jalan Dr. Muwardi by Pass, Selasa (27/11/2012).

Berdasarkan data yang ada Yance diketahui lulusan jurusan Fakultas Ekonomi UNPI Cianjur 2001 lalu.

Ketua Pokja Pencalonan KPU Jawa Barat Teten Setiawan mengatakan, kedatangannya ke kampus UNPI Cianjur merupakan salah satu rangkain ferivikasi terhadap persyaratan administrasi pasangan calon Pilgub Jabar. Kedatangannya ke UNPI tidak lain untuk memferivikasi ijazah Yance, karena yang bersangkutan saat mendaftarkan diri menjadi Calon Gubernur ke KPU Jabar menggunakan ijazah S-1 yang dikeluarkan oleh UNPI Cianjur.

"Dari berkas yang kami terima, pendidikan S-1 pak Yance merupakan merupakan lulusan Fakultas Ekonomi UNPI Cianjur. Berdasarkan data itulah kami sengaja turun langsung ke UNPI Cianjur untuk mengecek kebenarannya," kata Teten kepada wartawan di Kampus UNPI Cianjur di Jalan Dr Muwardi.

Hasil dari ferivikasi yang dilakukan pihaknya terhadap izajah Yance di UNPI nantinya akan dilakukan pengkajian dengan data yang disampaikan pada saat mendaftarkan diri menjadi Cagub. Sedangkan untuk lolos atau tidaknya akan disampaikan dalam rapat pleno KPU Jabar pada tanggal 17 Desember 2012.

"Tidak hanya pak Yance, kami juga akan melakukan ferivikasi data pak Lex (Laksamana), calon Wakil Gubernur dari Partai Demokrat sebagaimana yang telah kami lakukan terhadap data pakk Yance," katanya.

Terpisah Pembantu Rektor I UNPI Cianjur Deddy Ridwan menjelaskan Yance, berdasarkan data administrasi Yance tercatat sebagai mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi pada 2001. Dengan demikian Yance merupakan alumnus UNPI dan ijazah yang dikeluarkannya merukan asli.

"Pak Yance memang tercatat sebagai mahasiswa pada Fakultas Ekonomi angkatan 2001. Tidak ada masalah karena secara administrasi memang tercatat resmi sebagai alumni dari sini dan ijazah yang dikeluarkan memang benar-benar asli," tegasnya (KC-02)**.

Dalam Pembahasan RAPBD Cianjur 2013, Sikap Kritis Dewan Akhirnya Melunak

CIANJUR, (KC).- Setelah sempat menghangat pembahasannya, akhirnya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Cianjur 2013 yang dilakukan Senin (26/11/2012) malam di gedung DPRD Cianjur berakhir melunaknya Badan Anggaran (Banggar). Padahal sikap kritis Banggar yang selama ini ditunjukkan ternyata tidak membawa perubahan subtansial baik pendapatan maupun belanja.

Institute Social And Economic Development (Inside) Cianjur menganggap, melunaknya sikap kritis dewan disinyalir telah terpenuhinya kepentingan individu maupun kelompok. Artinya kekritisan dewan yang selama ini ditunjukkan bukan berangkat dari memperjuangkan kepentingan rakyat banyak. Oleh karena itu RAPBD 2013 semakin meneguhkan bahwa politik anggaran tidak lebih dan tidak bukan sebagai manifestasi politik dagang sapi atau hasil kongkalingkong antara legislatif dan eksekutif.

"Kalau kondisinya seperti hasil analisa kami bahwa RAPBD 2013 tidak mencerminkan APBD pro rakyat melainkan pro Pejabat. Program-program peningkatan pelayanan publik dan fasilitas infrastruktur anggaranya lebih kecil dari perjalananan dinas pejabat atu dana makan minum. Anggaran pertanian dimasukkan pada urusan pilihan bukan urusan wajib. Padahal  Kabupaten Cianjur notabene sebagai kota pertanian, " kata Direktur Inside Kabupaten Cianjur, Yusep Somantri saat ditemui Selasa (27/11).

Dikatakan Yusep, mengenai anggaran pendidikan, meskipun jumlah anggarannya besar, namun jika di lihat dari program belanja Dinas Pendidikan tidak terukur dan terarah. Kondisi itu tercermin salah satunya dari pengadaan walki talki untuk pencegahan tawuran. Padahal pada zaman sekarang setiap orang punya hand phone.

"Berdasarkan fakta yang kami lihat dan saksikan sendiri selama memantau pembahasan RPBD Kabupaten Cianjur 2013, kami  Inside Cianjur menolak RAPBD 2013, karena sangat tidak pro dengan kepentingan rakyat banyak. Indikasi kepentingan pejabat sangat kuat," tegasnya.

Ketua DPRD Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar, Gatot Subroto membantah adanya kepentingan individu maupun kelompok dalam pembahasan RAPBD Kabupaten Cianjur tahun 2012. Pembahasan tersebut berjalan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang telah berlaku.

"Tidak ada yang namanya transaksi apalagi untuk kepentingan individu atau kelompok. Tarnsaksi apa, gak ada apa-apa cuma pembahasanya kedesak oleh waktu lantaran adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 37 tahun 2013 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2013," kata Gatot saat dihubungi terpisah.

Menurut Gatot dalam pembahasan RAPBD Kabupaten Cianjur tahun 2013 jumlah APBD tahun 2013 jumlahnya mencapai 1,7 trilyun. "Saat ini kita masih menunggu alokasi dana bagi hasil pajak dan bantuan provinsi yang belum diketahui berapa nilainya," katanya (KC-02)**.

9.000 Pasukan Gabungan Dikerahkan Untuk Amankan Pilgub Jabar 2013

CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 9.000 personel gabungan dari TNI/ Polri, dan Pemkab Cianjur dipersiapkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2013 di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

Aparat gabungan tersebut akan diterjunkan untuk mengamankan di beberapa titik vital yang dianggap rawan seperti di Tempat Pemungutan Suara (TPS)  dan titik-titik vital lainnya di Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto melalui Wakapolres Kompol Rizal Martopo mengatakan pengamanan Pilgub Jabar 2013 merupakan bagian dari Operasi Lodaya Praja 2012 dalam rangka  menciptakan kondusivitas, khususnya dalam pelaksanaan PIlgub pada 24 Februari 2013.

"Untuk pengamanan Pilgub 2013, selain kita mengerahkan aparat gabungan yang ada di Cianjur, kita juga mendapatkan bantuan personel dari  Polda Jabar," kata Rizal seusai kegiatan simulasi pengamanan Pilgub Jabar 2013 di Mapolres Cianjur, Selasa (27/11/2012).

Salah satu titik rawan dalam pelaksanaan Pilguib Jabar di Cianjur menurut Rizal, terjadinya kericuhan di TPS, terutama saat pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan surat suara. Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan menempatkan 1 orang personel di setiap TPS jika memang dinilai rawan. Namun jika situasinya kondusif, 1 orang personel disiapkan untuk mengamankan 5-6 TPS.

"Hanya saja kita belum mematakan TPS mana saja yang dianggap rawan. Kita akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena mungin saja ada perubahan jumlah maupun pergeseran TPS. Tapi yang jelas dimanapun TPS itu yang kami anggap rawan dan perlu pengamanan, kami siap mengamankan," tegasnya.

Simulasi Dilakukan
Sebelum diterjunkan langsung, aparat gabungan dari TNI/Polri dan Pemkab Cianjur melakukan simulasi pengamanan Pilgub Jabar 2013 yang dilaksanakan di Mapolres Cianjur Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Selasa (27/11/2012). Dalam simulasi tersebut digambarkan sejumlah warga ada yang tidak terdaftar sebagai hak pilih sehingga memprotes haknya ke petugas di TPS yang akhirnya berujung anarkistis.

Melihat gelagat yang tidak kondusif, puluhan personel dikerahkan untuk mengamankan aksi anarkistis warga. Terjadi bentrok antara massa dengan aparat kepolisian. Sementara massa lainnya terprovokasi dengan pemasangan pamflet yang menyudutkan salah satu calon. Akhirnya, aksi anarkistis warga berhasil diredam dan dibubarkan berkat kesigapan aparat gabungan (KC-02)**.

Pasokan BBM di Cianjur Masih Lancar

CIANJUR, (KC).- Meski disejumlah daerah mengalami kelangkaan, namun pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Cianjur relatif berjalan normal. Hanya saja pada Senin (26/11/2012) sempat ada sejumlah  stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terpaksa tutup lebih awal lantaran kehabisan stok.

Diwilayah Cianjur selatan yang biasanya terkena imbas, malahan pasokan berjalan lancar tidak ada hambata. "Alhamdulillah sepertinya pasokan BBM diwilayah selatan Cianjur sejauh ini masih berjalan normalM Buktinya kita membeli BBM di SPBU masih ada. Berarti kalau daerah lain ada kelangkaan, Cianjur sepertinya sejauh ini relatif aman," kata Agus (30) warga Cidaun saat dihubungi, Selasa (27/11/2012).

Menurut Agus, selama ini bila terjadi kelangkaan pasokan BBM, yang terasa dampaknya adalah warga di wilayah Cianjur selatan. Saat ini pasokan BBM yang digunakan warga masih mengandalkan dari SPBU yang ada diwilayah Kecamatan Pagelaran. Hanya saja baru-baru ini sudah ada SPBU lagi diwilayah Kecamatan Kadupandak.

"Saat SPBU masih mengandalkan yang ada di Pagelaran, memang kalau terjadi kelangkaan itu sangat terasa sekali. Bahkan banyak warga yang terpaksa harus menginap demi mendapatkan BBM. Tapi saat ini sepertinya tidak terjadi lagi, karena sudah ada SPBU lainya. Sampai saat ini masih berjalan normal seperti biasanya," katanya.

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur Dudu Badrujaman mengatakan, sejauh ini pasokan BBM ke wilayah Kabupaten Cianjur tidak ada persoalan. Semuanya masih berjalan lancar seperti biasanya. Apalagi kalau melihat kebijakan pemerintah per hari ini Selasa (27/11/2012), yang mencabut kembali kebijakan mengurangi pasokan BBM.

"Saya rasa pemerintah mengurangi pasokan BBM bersubsidi itu tidak terlepas dengan kaitan alokasi hingga Desember diperkirakan sudah melebihi kuota. Hanya saja setelah timbul gejolak dimasyarakat, pemerintah memiliki pertimbangan lain hingga akhirnya mencabut kembali kebijakanya dan justru malah menambah junlah pasokan," paparnya.

SEjauh ini lanjut Dudu, pihaknya belum menerima pengaduan dari SPBU yang ada diwilayah Cianjur yang mengalami kekosongan pasokan. Dengan demikian dipastikan stok atau pasokan di setiap SPBU di wilayah Cianjur berjalan normal dan mencukupi.

"Sampai saat ini di Kabupaten Cianjur terdapat 30 SPBU yang sebagian besar tersebar diwilayah utara dan dua berada diwilayah selatan yakni di Pagelaran dan Kadupandak.Meski sempat ada kebijakan dari pemerintah mengenai pengurangan pasokan BBM bersubsidi, tapi tidak ada laporan adanya kekosongan pasokan di setiap SPBU. Semuanya masih berjalan lancar," tegasnya (KC-02)**.

Ketua Umum KONI Cianjur Dedih Satria Priatna: Atlit Cianjur Sumbang Medali Emas Pada PON Riau

CIANJUR, (KC).- Para atlit asal Kabupaten Cianjur yang membela Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Betapa tidak dari tiga medali emas yang ditargetkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur, ternyata para atlet kebanggaan Cianjur itu bisa membawa pulang medali lebih dari yang ditargetkan.

Ketua KONI Kabupaten Cianjur, Dedih Satria Priatna, mengatakan, dalam PON XVIII Riau silam atlti-atlit Cianjur berhasil memberikan yang terbaik. Mereka berhasil mendulang 6 emas, 1 perak dan 5 perunggu. Raihan medali tersebut berhasil melampaui target yang dibebankan sebanyak 3 medali emas.

"Kita patut bersyukur, ternyata atlit kita bisa berbuat banyak, tidak hanya di Jawa Barat, tapi secara nasional kita bisa menunjukkan bahwa atlit Cianjur masih bisa diandalkan. Setidaknya raihan medali pada PON yang lalu sebagai bukti, bahwa atlit Cianjur memiliki potensi dan patut diperhitungkan bagi daerah lain," tegasnya.

Adapun atlit peraih medali emas PON XVIII Riau yaitu M. Al-qurais (Atletik), Riska Anjani Yasin (Angkat Berat), Faisal Syarif Ramdani (Dayung Beregu), Zulqodri (Panahan) dan Oki Lukman (balap motor perorangan dan beregu). Sedangkan yang berhasil meraih medali perak yaitu Faisal Syarif Ramdani (Dayung perorangan). Sementara peraih medali perunggu yaitu Gina Rahayu (Panahan beregu), Fauzi Hokiaji (Panahan beregu), Nunung Burhanudin (Sepeda perorangan), Nadya Syarifah (Tenis Lapang Beregu) dan Lilis Herna Yulia (Catur cepat beregu).

Sementara itu untuk Pepernas IV Riau, Kabupaten Cianjur berhasil meraih 3 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu. Adapun peraih medali emas Peparnas IV Riau yaitu Dina Rulina (Kursi Roda 100 M dan 200 M putri) dan Ajang Zenal (Tenis Meja beregu). Sedangkan peraih medali perak yaitu Ajang Zenal (Tenis Meja Single dan Double), Muhammad Taufik (Angkat Berat Kelas 87 Kg) dan Nanan Sobandi (Atletik). Sementara peraih medali Perunggu yaitu Dina Rulina (Atletik 400 M putri) dan Muhammad Taufik (Volley Duduk) (KC-02)**.

Bupati Serahkan Uang Kadeudeuh Bagi Atlet PON Yang Pulang Bawa Medali

CIANJUR, (KC).- Janji Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh untuk memberikan kadeudeuh kepada para atlet asal Cianjur yang turut berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau yang berhasil menggondol medali, Senin (26/11/2012) dibuktikan. Sejumlah atlet andalan Cianjur tersebut akhirnya menerima uang kadeudeuh atas presatasinya dari orang nomor satu di Cianjur itu.

Selain memberikan uang kadeudeuh pada atlet PON, bupati juga memberikan hal yang sama terhadap para atlet Peparnas IV Riau hampir bersamaan. Pada perhelatan PON XVIII Riau, atlet asal Kabupaten Cianjur yang membela Jawa Barat berhasil meraih 6 emas, 1 perak dan 5 perunggu, jauh melampaui target yang ditetapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cianjur yang hanya menargetkan 3 medali emas.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh dalam amanatnya menyampaikan, selamat kepada para atlit asal Kabupaten Cianjur yang telah berhasil meraih medali pada penyelenggaraan PON (ke XVIII Tahun 2012 dan Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) ke IV Tahun 2012 di Riau. Menurut bupati, keberhasilan tersebut telah turut mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di tingkat nasional.

"Untuk itulah saya selaku pribadi maupun bupati mengucapkan terima kasih kepada para pengurus KONI Cianjur atas dedikasinya dan pembinaan kepada atlit yang selama ini telah dilakukan, sehinggga para atlit asal Kabupaten Cianjur dapat berprestasi dan mampu melampaui target yang telah ditetapkan oleh KONI Cianjur dalam meraih prestasi," kata bupati.

Pemerintah Kabupaten Cianjur lanjut bupati, bertekad agar semua aspek di Kabupaten Cianjur dapat menonjol dan berprestasi melebihi daerah-daerah lainya di Jawa Barat. Termasuk dalam bidang olahraga, terutama persiapan dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Daerah (Porda) tahun 2018 dimana Kabupaten Cianjur akan menjadi tuan rumah.

"Untuk mensukseskan Porda tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana membangun stadion yang representatif dan memenuhi standar nasional," katanya.

Bupati mengharapkan kepada seluruh atlet dan pengurus KONI agar jangan puas dengan hasil yang telah dicapai. Karena tantangan ke depan sudah semakin dekat, terutama persiapan untuk menghadapi Porda di Bekasi pada Tahun 2014 serta persiapan untuk menyambut porda tahun 2018 dimana Kabupaten Cianjur ditunjuk sebagai tuan rumah.

"Jadikan prestasi yang kita raih saat ini menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan pembinaan,  semoga kedepanya kita bisa lebih berprestasi lagi," tegasnya (KC-02)**.

Ketua PC PGRI Cugenang Sopandi: HUT PGRI Momentun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Dan Profesionalisme Guru

CIANJUR, (GM).- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-67 yang jatuh pada Minggu (25/11/2012) di Kabupaten Cianjur dipusatkan di setiap kecamatan masing-masing

Diwilayah Kecamatan Cugenang untuk memeriahkan HUT PGRI tersebut dilakukan berbagai lomba seperti gerak jalan, pertandingan catur, tenis meja, bulu tangkis dan volly ball. Untuk bidang seni juga dilakukan lomba bernyanyi solo, pop, dangdut, pupuh antar Gugus (Pangkalan) se wilayah Kecamatan Cugenang.

Ketua PGRI Kecamatan Cugenang Sopandi mengatakan, pada peringatan HUT PGRI tahun ini sengaja dikembalikan ke wilayah Pimpinan Cabang (PC) atau kecamatan masing-masing. Untuk di Cugenang, peringatan HUT PGRI kali ini dimaknai dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah lomba mengajar dan lomba RPP.

"Sebenarnya untuk kegiatan banyak tapi khusus untuk lomba mengajar dan membuat RPP kita harapkan bisa meningkatkan profesionalisme guru. Ini menjadi tolak ukur untuk memberikan contoh guru-guru disekolah masing-masing," kata Sopandi saat ditemui disela kegiatan HUT PGRI di Cugenang, Senin (26/11/2012).

Menurut Sopandi, momentum HUT PGRI ke-67 sudah selayaknya dijadikan memomentum oleh setiap guru untuk semakin meningkatkan profesional dan kesejahteraan. "Mudah-mudahan saja anggota PGRI kedepan bisa semakin lebih maju dan sejahtera. Kita jadikan momentum kali ini untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota PGRI," tegasnya.

Sampai saat ini anggota PGRI Cugenang tercatat sebanyak 640 orang. Hanya saja dari jumlah tersebut, baru 340 orang yang sudah mempunyai Kartu Tanda Anggot (KTA). "Kita akan upayakan kedepan selurh anggota PGRI memiliki KTA nasional.

Ketua Panitia HUT PGRI ke 67 Hj. Sri Sapariah, mengatakan, kegiatan kali ini mengambil tema "Peran strategis PGRI mewujudkan guru profesional, sejahtera, terlindungi, dan bermartabat untuk membangun karakter bangsa". Dengan tema tersebut pihaknya berharap mudah-mudahan guru Cugenang menjadi profesional, sehingga bisa mengajar mendidik pelajar menjadi manusia yang berkarakter.

"HUT PGRI kali ini diikuti oleh semua ranting sebanyak 13 terdiri 8 SD dan 4 SMP ditambah ranting Pusbindik. Sedangkan kegiatanya mencakup dua bidang kegiatan yakni bidang seni dan olahraga. Seni pupuh, solo pop dan dangdut. Sementara Olahraga terdiri 6 lima cabang tapi yang bisa dilaksanakan hanya lima," katanya.

Pelaksanaan kegiatan di mulai sejak 19-24 Nopember 2012. Kegiatan tahun ini PGRI Cugenang juga mengikuti lomba sekretariat PGRI antar cabang di Cianjur. "Dibalik itu kami minta maaf bila PC PGRI dalam pelaksanaan masih ada kesalahan terutama pelayanan anggota kurang maksimal. Mudah-mudahan menjad pengalaman berharga dan tahun depan bisa lebih baik lagi," tegasnya (B.101)**.

Seperti Didaerah Pelosok, di Kecamatan Cugenang Masih Ada SD Yang Guru PNSnya Dua Orang

CIANJUR, (KC).- Meski wilayah kecamatannya berbatasan dengan Kecamatan Cianjur, ternyata di wilayah Kecamatan Cugenang masih saja ada Sekolah Dasar (SD) yang gurunya hanya dua Pegawai Negeri Sipil (PNS). Itupun seorang diantaranyta menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek). Sementara jumlah murid yang belajar diatas 250 murid.

Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PC PGRI) Cugenang Sopandi mengatakan,
SD yang hanya terdapat dua guru PNS tersebut diantaranya SDN Sungareun di wilayah Desa Wangunjaya dan SDN Gedeh II di wilayah Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang.

"Untuk SDN Sungareun junlah muridnya mencapai sekitar 250 orang lebih. Tapi hanya ada dua guru PNS dan satu diantaranya menjabat sebagai Kepsek. Tapi sebenarnya ada guru sukarela empat orang, tapi kalau melihat junlah muridnya sangat tidak idial jika mengacu pada standar sekolah nasional. Hal yang tidak jauh beda juga terjadi di SDN Gedeh II," kata Sopandi, Senin (26/11/2012).

SDN Sungaren di wilayah Desa Wangunjaya dan berbatasan dengan Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur itu sebenarnya sudah berdiri sejak 1984. "Memang sudah lama berdirinya, dan junlah muridnya juga cukup banyak, perlu tambahan guru segera, agar kwalitas belajar anak bisa semakin meningkat," tegasnya.

Kepal Pusat Pembinaan Pendidikan TK/SD Kecamatan Cugenang, Agus Supiandi membenarkan adanya sekolah diwilayahnya yang masih minim guru PNS. Padahal sekolah-sekolah tersebut letaknya tidak terlalu jauh dengan pusat pemerintahan Kabupaten Cianjur.

"Sebenarnya sudah diusulkan untuk tambahan guru PNS, tapi sampai saat ini belum terealisasi, karena belum lolos di tingkat Kabupaten. Mudah-mudahan saja bisa segera terealisasi, karena kondisinya sangat mendesak sekali.Apalagi kalau melihat junlah muridnya dan mengacu pada SSN itu sangat tidak sesuai," kata Agus.

Menurut Agus, untuk SSN idialnya 28 murid itu dipegang oleh seorang guru. Sementara yang ada saat ini hanya dua orang guru dan empat guru sukarela. "Kalau berbicara idial gurunya haraus ada 8 dengan jumlah murid sekitar 250 orang, satu Kepsek dan satu penjaga," tegasnya.

Minimnya guru PNS di beberapa sekolah SD diwilayah Cugenang tidak terlepas dengan minimnya pengangkatan guru CPNS. "Jumlah guru yang pensiun sangat tidak sebanding dengan jumlah pengangkatan kebutuhan guru yang ada. Apalagi tahun 2012 ini tidak ada pengangkatan CPNS di Cianjur," tegasnya (KC-02)**.

Seorang Anggota Polisi Polres Cianjur Berpangkat Brigadir di Pecat Dengan Tidak Hormat

Kabag Ops Polres Cianjur Gatot SU menunjukkan foto polisi yang dipecat
CIANJUR, (KC).- Seorang anggota polisi Polres Cianjur berpangkat Brigadir, Maman Natapraja diberhentikan dengan tidak hormat dari keanggotaan Polri, Senin (26/11/2012). Pemberhentian tersebut disampaikan pada upacara pemberhentian tidak dengan hormat anggota Polri Polres Cianjur secara In-absentia, bertempat di halaman Mapolres Cianjur Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heriyanto bertindak selaku Inspektur upacara memimpin upacara hasil
Keputusan Sidang Komisi Kode Etik Polri tingkat Polres Cianjur No .Kep /01/IV/2012 tgl 11-04-2012. Sidang Komisi Secara In-Absentia.

Pemberhentian anggota polisi tersebut juga mengacu pada Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Nomor : Kep /843/X/2012 ,tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat tanggal 2 Oktober 2012. Adapun pelanggaran yang dilakukan berdasarkan Keputusan Sidang Komisi Kode Etik Polri tingkat Polres Cianjur No .Kep /01/IV/2012 tgl 11April 2012. Sidang Komisi Secara In-Absentia , menjatuhkan sanksi berupa, dirokemendasikan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri , karena Terperiksa dinyatakan Tidak layak lagi untuk menjalankan Profesi/Fungsi Kepolisian sebagai mana Diatur dlm pasal 4 huruf d ,f , m dan pasal 6 huruf b PP RI ayat (1) huruf a PP RI No 1 tahun 2003 ttg Pemberhentian anggota Polri jo pasal 21 ayat (1) huruf g dan ayat (3) huruf e Peraturan Kapolri No14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Yang bersangkutan terbukti meninggalkan tugasnya secara tidak syah dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Kpolres didampingi Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna.

Menurut Kapolres, mantan polisi yang telah dipecat itu masih berhak atas nilai tunai Asabri. "Kami juga menghimbau kepada masyarakat apabila mantan anggota Polri atas nama Maman Natapraja masih melakukan kegiatan diluar atau dimasyarakat dengan pakaian dinas Polri agar di laporkan kepada Polres Cianjur. Karena saat ini secara syah bukan lagi menjadi anggota Polri," tegasnya (KC-02)**.

Pungutan Liar Warnai Penerimaan Bantuan Mesin Traktor di Cianjur

CIANJUR, (KC).- Bantuan mesin pembajak sawah (Traktor) di Kabipaten Cianjur diduga diwarnai sejumlah pungutan liar. Bahkan pungutan tersebut jumlahnya mencapai sekitar Rp 3,5 juta per penerima bantuan. Ironisnya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtukultura Kabupaten Cianjur tidak bisa berbuat banyak, karena yang melakukan pungutan adalah oknum pengurus salah satu parpol.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, pungutan liar yang mewarnai bantuan mesin traktor bagi setiap penerimanya itu terjadi lantaran adanya upaya oknum anggota parpol yang merasa berjasa mengawal bantuan mulai dari proses pengajuan hingga bantuan tersebut terealisasi.

"Memang saya menyerahkan sejumlah uang kepada salah seorang yang mengaku anggota parpol. Oknum tersebut mengaku bisa memberikan bantuan asalkan menyetor sejumlah uang. Karena saya juga perlu, meski sebenarnya agak keberatan kalau ternyata bantuan itu geratis, saya kasih sejumlah dana dan ternyata saya mendapatkan bantuan traktor," kata seorang penerima bantuan yang keberatan disebutkan namanya, Minggu (25/11/2012).

Pihaknya hanya berharap, jika bantuan kepada para petani terutama bantuan peralatan kalau itu geratis harus benar-benar diwujudkan secara geratis. Jangan sampai peristiwa yang menimpanya terulang kembali. "Saya kira tadinya bantuan itu tidak geratis, tapi ternyata geratis. Karena ketidak tahuan saya saja, begitu ditawari bisa mendapatkan bantuan dengan hanya menyetor sejumlah dan jelas awalnya kami gembira. Tapi ternyata setelah kami tahu kalau bantuan itu geratis jelas merasa kecewa," tegasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Cianjur Sudrajat Laksana tidak menampik adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum anggota parpol terhadap para penerima bantuan mesin tracktor. Bahkan pihaknya mengaku telah melakukan klarifikasi terhadap penerima bantuan untuk mengecek kebenaranya.

"Memang kondisinya seperti itu. Saya telah meminta penjelasan beberapa penerima bantuan dan mereka mengakui telah menyetor sejumlah dana atas permintaan oknum anggota parpol. Padahal sebenarnya bantuan tersebut diberikan cuma-cuma tanpa harus memberikan sejumlah dana," kata Sudrajat saat ditemui disela kegiatan sepeda santai di halaman Pemkab Cianjur, Minggu (25/11/2012).

Menurut Ajat, persoalan tersebut tidak akan mencuat jika penerima bantuan memberikan dana atas keikhlasan dan kesadaran. Kondisi yang terjadi sebaliknya, para penerima bantuan mesin tracktor itu menyerahkan sejumlah dana sebelum bantuan diterima. Tapi ada juga yang sudah menerima baru menyerahkan sejumlah dana sesuai dengan permintaan.

"Kalau ngasihnya atas kerelaan dan bukan diminta saya rasa tidak rame seperti sekarang ini. Tapi saya tegaskan pungutan liar itu tidak melibatkan pegawai saya. Tapi kalau sampai ternyata ada yang terlibat, selaku pimpinan saya akan bertindak tegas sesuai dengan aturan kepegawaian," tegasnya.

Yang membuatnya lebih kecewa lagi, bantuan tersebut terkesan sampai muncul anggapan jual beli. Padahal bantuan murni dari pemerintah dan diberikan secara cuma-cuma kepada para petani. "Karena ada pungutan didepan, muncul anggapan ada jual beli. Padahal semuanya itu hanya ulah oknum saja," katanya.

Kedepan pihaknya akan berupaya bantuan dari pemerintah yang masuk ke Cianjur dan dibawah korrdinasi pihaknya akan diupayakan satu pintu. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa serupa terjadi dan menghindari adanya bantuan fiktif. "Saya tidak akan merekomendasi lagi ajuan bantuan jika itu dilakukan dari pihak luar. Cukuplah kejadian ini untuk terakhir kalinya sajan jangan sampai terulang kembali," tegasnya.

Menurut Sudrajat, hasil dari klarifikasi terdapat 11 penerima bantuan yang mengalami pungutan liar dari oknum anggota parpol. "Berdasarkan pengakuan penerima bantuan, mereka diminta sebesar Rp 3,5 juta. Ini saya rasa sudah tidak seharusnya terjadi. Kedepan akan saya upayakan pengajuan bantuan itu lebih diperketat," katanya (KC-02)**.

Pemberian Bubur Geratis Dan Berikan Santunan Pada Anak Yatim Warnai Peringatan Yaumul Asyuro

CIANJUR, (KC).- Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka menyambut datangnya yaumul asyuro di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Seperti yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (Pontren) Ashabulyamin Cianjur. Sekitar 1.200 paket bubur asyuro dibagikan kepada warga dalam rangka peringatan 10 Muharam 1434 Hijriah atau yang lebih dikenal dengan lebaran anak yatim. Tidak hanya bubur geratis, pontren Ashabulyamin juga membagikan pakaian pantas bagi kaum dhuafa.

Ketua penyelenggara Rian Apriana mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai acara rutin tahunan. Sebanyak 1.200 paket bubur kacang ijo dan bubur ayam di bagikan kepada warga sekitar. "Kita juga membagikan bantuan yang diberikan para donatur berupa alat-alat sekolah serta santunan kepada anak yatim piatu," papar Rian, Minggu (25/11/2012).

Sementara itu, Sekertaris Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ashabulyamin Luki L. Hakim menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan Ashabulyamin terhadap anak yatim piatu dan kaum dhuafa, utamanya yang ada di sekitar Pontren Ashabulyamin. "Harapan kami apa yang kita lakukan saat ini kedepan bisa kita laksanakan kembali dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," tegasnya.

Hal yang tidak jauh beda juga dilaksanakan DPC Syarikat Islam Kabupaten Cianjur dan Pengobatan Alternatif Al Hikmah yang dipimpin oleh Ki Idim Dimyati. Dalam rangka yaumul asyuro ditempat tersebut menggelar Istigosah, Tabligh Akbar dan santunan yatim piatu. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas partisipai para donatur yang telah menyumbangkan dana untuk memberikan santunan pada anak yatim piatu dan kaum dhu’afa sebanyak 600 orang.

Menurut Ki Idim Dimyati selaku pihak penyelenggara yang juga sebagai pimpinan pengobatan alternatif, mengemukakan, kegiatan bakti sosial diselenggarakan setiap tahun ini, mendapat respon yang sangat luar biasa dari keluarga kalangan tidak mampu. "Kita memberikan bantuan apa yang kami bisa kepada masyarakat. Terutama untuk yang dibutuhkan bagi kalangan keluarga tidak mampu untuk pergi berobat ke puskesmas ataupun ke rumah sakit," katanya.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto yang hadir dalam kegiatan yaumul asyuro di. DPC Syarikat Islam Cianjur mengungkapkan, untuk membangun Kabupaten Cianjur tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, karena pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam beberapa hal yang fundamental seperti ketersediaan dana maupun sumber daya manusia yang ada. Untuk membangun Cianjur harus terjalin kerja sama yang kuat antara pemerintah, ulama dan masyarakat sehingga dengan sinergitas yang terpadu maka pembangunan akan lebih mudah dilaksanakan.

"Salah satu kegiatan yang dilaksanakan DPC Syarikat Islam ini merupakan bagian dari kontribusi membangun Cianjur. Kita harapkan dengan bulan Muharram atau tahun baru Islam ini menjadi momentum untuk membangun ukhuwah dalam rangka membangun Cianjur kedepan," kata Suranto (KC-02)**.

Bupati Buka Kejuaraan Menembak Se Bumi Jawa

CIANJUR, (KC).- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh membuka Kejuaraan Menembak Se Bumi Jawa Ke IV merebutkan piala Bupati Cianjur di lapang parkir belakang Pemkab Cianjur, Jalan Siliwangi, Sabtu (24/11/2012). Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspida, Ketua Umum Koni Dedih Satria Priatna dan puluhan peserta.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menyampaikan bahwa kegiatan menembak itu dipandang penting sebagai upaya untuk menyalurkan bakat dan minat olahraga untuk mencapai prestasi. Imbasnya dapat ditemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat berprestasi baik ditingkat lokal, regional maupun nasional.

Pembinaan dan pengembangan  keolahragaan kata bupati, senantiasa menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Cianjur. hasil dari pembinaan itu mempunyai dampak positif terhadap sumber daya manusia sebagai modal dasar pembangunan. Program dan kegiatan olahraga akan mampu memupuk dan mengembangkan jiwa kompetisi serta semangat berprestasi dikalangan generasi muda pada khususnya.

"Pembinaan  dapat berupa pembinaan klub-klub ataupun penyelenggaraan event-event yang berjenjang dan kontinyu yang tentu saja diperlukan dukungan bukan hanya dari pemerintah saja, akan tetapi dari semua pihak terutama swasta harus selalu berperan aktif," tegas bupati.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksanaan Kegiatan,  H. Dedi KS, SH mengungkapkan,  ada dua kelas yang dipertandingkan yaitu kelas A umum meliputi kelas senapan 3 sikap 30 meter, kelas senapan Variasi 20 sampai dengan 30 meter, kelas bench Rest 25 meter. Sementara kelas lokal meliputi kelas senapan 3 sikap 30 meter dan kelas pistol tembak reaksi.

Kejuaraan menembak tersebut dilaksanakan selama dua haru mulai Sabtu hingga Minggu (24-25/11/2012). Sedangkan pesertanya terdiri dari umum, anggota club, anggota Perbakin, TNI dan Polri. Panitia selain menyediakan Trophy dan Piagam penghargaan serta uang pembinaan untuk para pemenang di masing-masing kelas, juga menyediakan trophy bergilir Bupati Cianjur disertai uang pembinaan.

"Maksud dan tujuan kegiatan kejuaraan menembak ini sebagai silaturahmi dan mnguji kemampuan atlit menembak khususnya, serta masyarakat pada umumnya, mencarai bakat-bakat potensial olah raga menembak di wilayah Kab. Cianjur," katanya (KC-02)**.

Pelayanan RSUD Cianjur Dikeluhkan Warga

CIANJUR, (KC).- Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur dikeluhkan sejumlah warga. Pasalnya warga harus terlebih dahulu menyelesaikan administrasi baru mendapatkan perwatan. Bahkan tidak jarang beberapa pasien terlantar di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantaran tidak segera mendapatkan penanganan.

Seperti halnya yang dialami Salah seorang Anggota DPRD Cianjur, dia terpaksa menunggu beberapa jam saat saudaranya masuk RSUD Cianjur sampai akhirnya mendapatkan pertolongan medis dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.
           
"Kabar burung mengenai pelayanan rumah sakit yang kurang baik ternyata benar adanya. Saya sendiri mengalaminya, saya memang sengaja tidak membuka diri kalau saya anggota DPRD Cianjur, saya berupaya menempuh prosedural sebagaimana masyarakat umum. Ternyata saya harus menunggu beberapa jam, berarti tentang buruk dan lambannya pelayanan di rumah sakit milik pemerintah ini benar adanya," kata seorang Anggota DPRD Cianjur yang minta tidak disebutkan namanya.

Menurut Anggota DPRD tersebut saat itu saudaranya harus segera mendapatkan penanganan medis, hanya saja karena kurang cepatnya penanganan, saudaranya yang sakit tersebut terpaksa harus berbaring di salah satu kursi kayu yang terdapat di salah satu poli yang ada di rumah sakit. Pihak petugas rumah sakit meminta agar terlebih dahulu melengkapi persyaratan administrasi yang diminta.

"Bukan kami tidak mampu membawa yang sakit ke rumah sakit lain di luar Cianjur, namun kami pikir selain dekat, kami pikir pelayanan yang diberikan sudah prima dan layak diberikan kenaikan kelas. Tapi kenyataanya jauh dari harapan," katanya.

Baru setelah menunggu sekitar tiga jam, saudaranya tersebut baru dibawa ke ruang tindakan dan hasil diagnosa dokter terpaksa harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Melihat kenyataan yang dialaminya, pihaknya berharap RSUD Cianjur bisa merubah pandangan miring terhadap pelayanan RSUD Cianjur dengan pelayanan yang profesional dan prima.

"Sebagai anggota dewan jelas saya kecewa melihat sendiri pelayanan masyarakat seperti itu. Kami tidak memakai layanan khusus, sudah seperti ini, apalagi rakyat yang pake kartu sehat atau keterangan tidak mampu. Ini tidak bisa didiamkan, dalam waktu dekat akan kita panggil pihak rumah sakit untuk menjelaskan kenapa sampai terjadi seperti itu," tegasnya.

Hal senada juga dialami keluarga pasien lainnya Erlan (35) warga Cianjur. Dia menilai, selain lamban dan buruknya pelayanan, diperparah dengan banyaknya aturan baku yang diterapkan rumah sakit, terhadap pasien atau keluarganya.
           
"Bagi saya sebagai warga masyarakat biasa yang penting pelayanan, kalau pelayanan prima, bayar mahal saja saya rasa tidak masalah. Tapi kalau melihat kondisi seperti ini masih jauh dari harapan baik. Apa tidak bisa pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," tegasnya (KC-02)**.

Bupati Lepas 20 Peserta Porsadin Untuk Berlaga di Jawa Barat

CIANJUR, (KC).- Sebanyak 20 peserta perwakilan Cianjur akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni antar Diniyah (Porsadin) tingkat Jawa Barat yang akan dilaksanakan selama dua hari Sabtu-Minggu (24-15/11/2012). Mereka akan turun di enam cabang kegiatan diantaranya Futsal, Cerdas Cermat, Sprint, Tahfidz Qur’an dan Kaligrafi.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmaliyah, Saepul Mubarok, mengatakan, para peserta yang mewakili Cianjur dalam ajang Porsadin tersebut merupakan hasil seleksi dari Porsadin tingkat Kabupaten yang dilaksanakan sebelumnya. Mereka merupakan peserta yang memiliki keahlian terbaik dibidangnya masing-masing.

"Kita harapkan para peserta dari Cianjur ini bisa berbuat banyak dalam Porsadin tingkat Jawa Barat. Tentunya kita ingin mereka bisa membawa nama harum Cianjur. Memang persaingannya cukup ketat, tapi kita optimis peserta dari Cianjur bisa mempersembahkan yang terbaik," kata Saepul Mubarok.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh yang melepas rombongan peserta Porsadin Kabupaten Cianjur mengungkapkan, Porsadin merupakan salah satu momentum yang tepat dalam upaya meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia, agar para siswa madrasah diniyah mampu mengembangkan jati dirinya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.  Ini sebagai langkah maju untuk mencetak insan muslim yang lebih berkualitas melalui keseimbangan kemampuan intelektual dengan berbagai aspek dalam seni dan olah raga.

Kegiatan Porsadin lanjut bupati, menjadi sangat penting peranannya dalam mendorong  penciptaan karya nyata di segala bidang, terutama bidang olah raga dan seni, yang pada gilirannya memberikan dukungan untuk mewujudkan anak didik yang lebih cerdas, sehat dan berakhlakul karimah.
   
Menurut bupati, Porsadin selain merupakan sarana  untuk mencari bibit-bibit  yang memiliki keunggulan di bidang olah raga dan seni, dapat dijadikan sebagai alat ukur untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kemampuan dan kekuatan masing-masing  sekolah dalam bidang olah raga dan seni yang dilombakan.

"Saya rasa dengan Porsadin dapat lebih meningkatkan solidaritas antar sekolah, membangun semangat persaudaraan, persatuan dan  kesatuan,  serta menanamkan nilai-nilai sportivitas yang tinggi, siap menerima kekalahan dan kemenangan dalam setiap pertandingan dan perlombaan," tegas bupati.

Bupati berpesan kepada para peserta yang akan berangkat untuk bersaing ditingkat Jawa Barat agar senantiasa menjaga kesiapan fisik dan mental. Dengan fisik dan mental yang baik akan senantiasa mendorong semangat yang lebih tinggi dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.

"Jaga dan pelihara kekompakan dan kebersamaan, yang ditunjukkan melalui sikap  saling mengenal, saling menghormati dan saling memberikan suport satu sama lain dan jaga selalu nama baik Kabupaten Cianjur, yaitu dengan berbuat baik, ramah, sopan, dan penuh kekeluargaan dalam setiap kegiatan yang diikuti maupun selama penyelenggaraan," tegasnya (KC-02)**.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh Kembali Dilantik Pimpin PMI Cianjur Priode 2012-2017

CIANJUR, (KC).- Untuk kedua kalinya, Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh dilantik menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur massa bhakti 2012-2017. Pelantikan yang dilaksanakan di Bale Rancage, Jalan Siliwangi, Kamis (23/11/2012) itu mengukuhkan bahwa bupati Cianjur itu masih dianggap paling layak untuk memimpin PMI Kabupaten Cianjur kedepan.

Seusai dilantik Ketua PMI Kabupaten Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, mengajak khususnya kepada para pengurus yang baru dilantik harus dapat mengimplementasikan  Visi dan Misi PMI jauh kedepan serta mampu membuat dan menjalankan program kerja yang baik. Hal ini sangat penting karena maju dan mundurnya suatu organisasi akan sangat ditentukan oleh figur-figur kepengurusannya.

Menurut Tjetjep, dalam rangka menghadapi perkembangan di masa depan, maka PMI Cianjur senantiasa harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebagai stakeholder untuk ikut mengambil peran aktif di dalamnya. Terutama menggalang semangat  berkarya dalam kegiatan pelayanan kemanusiaan, serta mendorong dan memberdayakan masyarakat rentan agar lebih mampu dalam penyelamatan hidup dan peningkatan kesejahteraannya.

"Sebagai satu-satunya perhimpunan nasional di indonesia yang didirikan berdasarkan konvensi-konvensi Jenewa, adalah organisasi yang besar dan sudah diakui secara internasional. Sehingga PMI Kabupaten Cianjur hendaknya senantiasa selalu membenahi diri mulai dari dalam," katanya.

Sementara Ketua PMI Jawa Barat Irjen Pol. ( Purn) H. Adang Rochjana, mengajak seluruh komponen yang ada di PMI mulai dari pengurus, relawan, staf dan unit donor darah, merupakan satu kesatuan dan berada dalam satu bendera yang sama yaitu PMI.  Menurut Adang, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan bersama masyarakat, tentunya harus semakin menguatkan motivasi dan dedikasi PMI, untuk mendorong agar semua dapat mengemban tugas-tugas kemanusiaan dengan lebih baik.

Pihaknya juga berharap seluruh anggota PMI Kabupaten Cianjur yang baru dilantik juga dapat melaksanakan prinsip kemandirian, yaitu tidak selalu bergantung pada pemerintah atau donatur. Akan tetapi PMI Kabupaten Cianjur kedepannya diharapkan dapat memiliki usaha atau unit mandiri yang dapat digunakan sebagai fund rising (sumber dana) PMI dengan catatan setiap unit usaha yang dilakukan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar organisasi.

"Kami harapkan pengurus yang telah dilantik mampu membawa PMI Kabupaten Cianjur sebagai organisasi kemanusiaan, yang senantiasa mampu menyediakan pelayanan kepalangmerahan yang efektif dan tepat waktu, terutama kepada mereka yang paling membutuhkan, dalam semangat kenetralan dan kemandirian," tegasnya.

Adapun susunan kepengurusan PMI Kab. Cianjur yang baru dilantik berjumlah 11 orang diantaranya Hj. Ratu Tri Yulia H, sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, H. Rudi Syachdiar H, sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana serta H. Himam Haris sebagai Wakil Ketua Bidang Penggalangan Dana (KC-02)**.

Saep Lukman : Banyak Jembatan Rawan Ambruk, Pemda diminta Prioritaskan Pembangunan Untuk Hal Yang Darurat


CIANJUR (KC),- Di Cianjur selatan ada sekitar 76 jembatan gantung yang kondisinya sangat memprihatinkan dan rawan ambruk jika terjadi hujan besar lalu longsor atau terjangan arus sungai yang deras saat musim hujan seperti ini. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Saep Lukman saat ditemui di Kantornya, Jalan Abdullah Bin Nuh.

"Hampir seluruhnya kondisi jembatan gantung yang ada di wilayah selatan, bangunannya banyak yang rusak serta membahayakan penggunanya. Bahkan beberapa diantara sudah pernah ambruk dan hanya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat," katanya.

Padahal, kata Saep, jembatan merupakan sarana penting bagi warga untuk keluar masuk daerahnya, terutama di daerah yang di kelilingi oleh sungai-sungai besar.

"Kondisi tersebut terjadi akibat pemerintah daerah yang tidak mempunyai prioritas dalam melakukan pembangunan infrastruktur. Seperti robohnya jembatan di Desa Girimukti, Sindangbarang. Tapi setelah kita desak, rencananya akan segera dibangun pada awal 2013 nanti," ujarnya.

Saep menuturkan ketidakjelasan prioritas dalam membagi anggaran pembangunan infrastruktur di Cianjur membuat beberapa infrastruktur yang sudah tidak layak belum tersentuh. "Alasan kekurangan anggaran pasti selalu dilontarkan, namun jika memang ada prioritas pembangunan pasti setidaknya hal-hal yang darurat bisa dikerjakan," ucapnya.

Misalnya saja, ambruknya jembatan gantung Cibenang yang sudah terjadi sejak dua pekan lalu, membuat puluhan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), warga Kampung Ciakar Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang

Bahkan, Kepala Desa Girimukti Aep Sudarja menuturkan kondisi jembatan yang memprihatinkan banyak ditemukan di wilayahnya.Keberadaan jembatan tersebut vital bagi warga karena menjadi akses ekonomi maupun pendidikan di kampung-kampung yang terpencil. (KC01/NT/PR)**

Islam Merupakan Agama Yang Membawa Kesejahteraan Lahir Dan Bathin

CIANJUR, (KC).- Diskusi umat islam se Kabupaten Cianjur Islam bukan agama teroris yang mengambil tema "Meneguhkan Makna Jihad Yang Sesungguhnya Ditinjau Dari Kajian Al Quran dan Assunah", berlangsung dengan interaktif. Sejumlah umat islam dari kalangan Pondok Pesantren (Pontren) dan pelajar terlihat antusian mengikuti jalannya diskusi.

Sedikitnya 200 peserta hadir dalam kegiatan diskusi yang berlangsung di Gedung Juang 45 Jl. Otista II Cianjur, Kamis (22/11/2012). Hasil diskusi tersebut menghasilkan beberapa kesepahaman diantaranya kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.

"Ada beberapa kesimpulan dalam diskusi yang berhasil kami rangkum diantaranya mengenai petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia termasuk tata cara berjihad  sebagaimana terdapat di dalam sumber ajarannya, Alqur’an dan Hadits sangat ideal dan agung. Selain itu juga dimaknai Jihad ( جهاد ) adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan agama Allah atau menjaga agama tetap tegak, dengan cara-cara yang sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran," kata Ketua Panitia Iman Sulaiman.

Menurut Iman, hasil kesimpulan diskusi lainya bahwa  jihad yang dilaksanakan rasululloh adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah SWT, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di muka bumi.

"Islam Agama Perdamaian, Islam selalu mengajak orang kepada perdamaian dan kerukunan. Islam tidak pernah mengizinkan seseorang untuk memerangi siapa pun yang tidak bersalah. Sejarah telah membuktikan kepada kita bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang mampu menghimpun semua pemeluk agama dalam sebuah masyarakat yang rukun, toleran dan hidup berdampingan dengan damai. Semua itu selama para pemeluk agama itu tidak melancarkan serangan dan permusuhan dengan umat Islam," tegasnya.

Diskusi juga menghasilkan kesepahaman bahwa penegakan syariat islam harus tetap dilaksanakan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Hasil dari diskusi ini menjadi sebuah kesepakatan bersama dan ditanda tangani oleh seluruh narasumber yang hadir dengan disaksikan oleh pihak terkait untuk kita sampaikan kepada yang berkepentingan," kata Iman.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi umat islam tersebut Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah UIN Bandung Tajul Arifin, Ketua DPP Gerakan Reformis Islam (Garis) Chep Hernawan, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur Ahmad Yani, serta Sardjono Kartosoewirjo (KC-02)**.

Stok Daging Sapi di Cianjur Aman, 70 % Kebutuhan Dipasok Dari Peternak Lokal

Daging sapi segar
CIANJUR, (KC).- Permintaan akan kebutuhan konsumsi daging sapi di Kabupaten Cianjur terbilang cukup tinggi. Pada tahun 2012 ini diperkirakan mencapai 515.542,51 kilogram. Dari jumlah tersebut, 70 % diantaranya terpenuhi dari stok daging lokal yang ada di Cianjur dan sisanya 130.584,90 kilogram atau 30% didatangkan dari luar daerah.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Keluatan Kabupaten Cianjur, Mahani menyikapi lonjakan akan harga daging sapi dibeberapa wilayah termasuk di Cianjur. Menurut Mahani, pasokan daging sapi dari luar daerah yang masuk ke Cianjur diantaranya berasal dari wilayah Jawa Timur dan Lampung.

"Kami bisa pastikan bahwa di Cianjur kebutuhan daging sapi tercukupi, sehingga terjadinya kenaikan harga bisa ditekan diangka Rp 80 ribu/kologram. Masalah ini juga telah kami sampaikan Pemrov Jabar saat rapat menjamin ketersedian daging di Jabar," kata Mahani.

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Cianjur, ada dua perusahaan cukup besar yang saat ini terus memasok kebutuhan daging. Selain itu DPPK di Agrabinta juga masih bisa diandalkan. "Kalau khusus pemotongan hewan saja cuma ada satu. Namun pasokan kan dari peternakan di Cianjur yang sudah skala besar karena populasinya hingga 600 ekor keatas," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Sistem Distribusi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur Yudi Adhi Nugroho mengatakan terjadinya kelangkaan daging sapi saat ini di pasaran, lebih karena mulai diterapkannya pembatasan impor sapi potong dan pasokan daging sapi oleh pemerintah pusat.

"Saya rasa ini dampak dari kebijakan pembatasan impor sapi kemungkinan dalam rangka upaya swasembada pemenuhan kebutuhan daging sapi tahun 2016 mendatang.Kebijakannya merupakan kewenangan pusat, didaerah tidak memiliki kewenangan apa-apa, kalau sampai akhirnya berdampak pada kenaikan harga daging itu merupakan konsekwensi," katanya (KC-02)**.

Terkait Dugaan raskin Tidak Layak Konsumsi di Sindangbarang, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III Cianjur Siap Ganti JIka Ada Bukti Fisik

CIANJUR, (KC).- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III Cianjur siap mengganti beras rakyat miskin (raskin) jika ditemukan beras yang didistribusikan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Hanya saja pihak Bulog mewanti-wanti agar pihak desa selalu memerhatikan tata cara penyimpanan beras rskin itu agar kualitasnya tetap terjaga. Apalagi saat ini mulai terjadi musim hujan.

"Kami juga meminta pihak desa yang menerima distribusi raskin agar sama-sama bisa menjaga kwalitas raskin, satu diantaranya dengan melakukan penyimpanan yang benar," kata Kepala Gudang Semi Permanen (GSP) Panembong Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre III Cianjur, Destia Usma Putra.

Pihaknya mengakui, sampai saat ini belum menerima adanya laporan adanya raskin yang tidak layak dikonsumsi terutama dari wilayah Kecamatan Sindangbarang. "Kalau ada yang seperti itu kami pada prinsipnya akan siap mengganti, tetapi harus ada bukti fisiknya dulu. Apa yang rame dimedia massa di Sindangbarang, sampai saat ini kami belum mendapatkan laporan dan bukti fisiknya," tegasnya.

Menurut Destia, seblum raskin didistribusikan, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan yakni diantaranya melakukan pengecekan terhadap kwalitas raskin tersebut. Jika ternyata ditemukan atau dianggap tidak layak, tidak akan didistribusikan. "Sebenarnya mekanisme penyaluran raskin ini cukup ketat, ada tahapan pengecekan dulu. Termasuk jika sudah didistribusikan ke titik distribusi juga dilakukan pengecekan kembali. Jika semuanya tidak ada masalah, pihak desa menandatangani berita acara serah terima (BAST). Dengan begitu, berarti semua pengelolaan dan tanggungjawab sudah diserahkan ke pihak desa. Tapi kita terus memantaunya," katanya.

Adanya dugaan kualitas raskin di wilayah Kecamatan Sindangbarang yang dinilai warga tidak layak konsumsi bisa disebebkan beberapa faktor.  Diantaranya akibat penyimpanannya yang sembarang atau bisa dimungkinkan beras yang didistribusikan kewarga merupakan stok lama yang tersimpan di desa lantaran telah datang stok yang baru.

"Inilah perlunya saling menjaga, cara menyimpanya jangan sampai langsung ditaruh di lantai tapi diberikan alas agar tidak lembab. Apalagi saat ini musim penghujan, jelas tingkat kelembabanya cukup tinggi. Tidak hanya itu cara menimbangnya juga harus benar," katanya.

Sejauh ini stok berasi di GSP Panembong mencukupi hingga 3 bulan ke depan. Saat ini saja tersedia hampir 1.500 ton. Dalam beberapa hari ke depan akan kembali dipasok sebesar 2.500 ton. Sementara di Cianjur terdapat dua GSP, yakni Panembong dan Karangtengah. Dari GSP Panembong, ke Kecamatan Sindangbarang sudah disalurkan sebanyak hampir 80 ton.
"Secara keseluruhan penyerapan sendiri sudah mencapai sekitar 85% atau kalau dirata-ratakan setiap bulannya tersalurkan sebanyak 1.000 ton," paparnya (KC-02)**.


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan: Antisipasi Longsor Tanam Pohon

CIANJUR, (KC).- Antisipasi longsor yang terjadi diwilayah Jawa Barat dalam jangka panjang yang harus dilakukan adalah menanam pohon. Tahun lalu sudah ditanam sebanyak 125 juta pohon dan tahun 2012 ini direncanakan akan ditanam 184 juta pohon. Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat ditanya wartawan mengenai antisipasi longsor disela kegiatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ( HMPI), Bulan Menanam Nasional (BMN), Kampanye Indonesia Menanam (KIM), Pencanangan Perempuan Tanam  dan Pelihara serta Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) Tingkat Provinsi Jawa Barat di komplek real estate Puncak Resort Cipanas, Kamis (22/11/2012).

"Untuk dalam jangka pendek tentunya saluran air harus diperbaiki, tidak boleh ada yang mampet. Karena saluran air yang mampetlah kemudian menyebabkan banjir, itu salah satunya," kata Ahmad Heryawan.

Dikatakan gubernur, di Jawa Barat telah dicanangkan target penanaman 1 milyiar pohon sebanyak 170 juta batang pohon atau 4 kali jumlah penduduk Jawa Barat. Dalam rangka mendukung penanaman pohon, pemerintah provinsi Jawa Barat telah mencatat rekor muri karena berhasil melakukan penanaman serentak di seluruh Jawa Barat pada tahun 2011.

"Dan pada tahun 2012 ini kita juga akan upayakan lebih lagi dengan melakukan penanaman sekitar 184 juta pohon dilahan-lahan kritis. Kita targetkan pada bulan Januar 2013 mendatang semuanya sudah terlaksana dengan baik. Tindakan ini merupakan salah satu antisipasi terjadinya longsor," kata Aher.

Secara terpisah Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh juga menyambut baik mengenai program penanaman pohon yang dicanangkan provinsi Jawa Barat. Pemkab Cianjur menurut bupati, juga telah mencangkan penanaman pohon untuk dilahan-lahan kritis yang ada pada tahun 2012 ini ditargetkan mencapai 8,4 juta pohon harus bisa ditanam. "Sampai saat ini sudah sekitar 5 juta pohon yang berhasil kita tanam. Sampai awal tahun saya rasa semuanya sudah bisa dilaksanakan," kata Bupati Tjetjep.

Tjetjep mengaku sangat konsen dalam menghijaukan lahan yang kritis diwilayah Cianjur. Saat ini beberapa lahan yang kritis di Cianjur jumlah sudah semakin berkurang berkat upaya dan kerja keras semua pihak untuk kembali menghijaukan lahan dengan gerakan menanam pohon. "Tidak hanya dilahan kritis, kita juga melakukan gerakan penanaman pohon di kiri kanan jalan juga telah kita tanami," tegasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Budi Susatjo mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan di Puncak Resort Cipanas merupakan sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian masyarakat akan pentingnya menanam dan memelihara pohon. "Pesannya adalah mengajak seluruh pihak untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan, menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsor dan banjir," tegasnya (KC-02)**.

PPL Se Wilayah III Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Cikalongkulon dan Cugenang Ikuti Bimtek di Cibodas

CIANJUR, (KC).- Untuk meningkatkan pemahaman dalam melakukan pengawasan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Panwaslu Pilgub Jabar) Kabupaten Cianjur menggelar Bimbingan Tekhnis (Bimtek) terhadap 360 Pengawas Pemilu Lapangan (PPL). Bintek tersebut dilakukan berdasarkan daerah pemilihan (Dapil) masing-masing wilayah.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Yuyun Yunardi melalui Divisi Pengawasan dan Humas, Saepul Anwar mengungkapkan, bimtek bagi PPL tersebut di bagi dalam lima daerah pemilihan (Dapil). Untuk dapil I yang meliputi Kecamatan Cianjur, Cilaku, Warungkondang, Gekbrong dan Cibeber
telah dilaksanakan pada Selasa (20/11/2012). Demikian juga untuk dapil II yang meliputi Kecamatan Mande, Ciranjang, Sukaluyu, Karangtengah, Haurwangi dan Bojongpicung telah dilaksanakan pintek pada Rabu (21/11/2012).

"Untuk wilayah III yang meliputi Kecamatan Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Cikalongkulon dan Cugenang) baru hari ini Kamis (22/11/2012) dilaksanakan. Setiap bimtek yang kita berikan kepada PPL juga hampir sama dengan apa yang pernah kita sampaikan kepada para anggota Panwaslu Kecamatan," kata Saepul Anwar saat ditemui disela memberikan materi bimtek bagi para PPL di aula Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (22/11/2012).

Dengan dilaksanakan bimtek bagi PPL tersebut diharapkan para PPL dalam melaksanakan tugas pengawasan di wilayahnya masing-masing atau disetiap desa bisa lebih memahami tugas dan fungsinya. "Kita harapkan setelah mengikuti bimtek, setidaknya mereka telah memiliki modal, sehingga dalam melaksanakan tugasnya sebagai panwas bisa dilaksanakan dengan baik sebagaimana yang diatur dalam undang-undang," tegasnya.

Untuk pemberian materi bimtek, selain masalah pengawasan juga diberikan materi tentang pengetahuan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu). Hal itu penting dilakukan agar PPL bisa lebih memahami, tidak hanya pengawasannya saja, tapi penyelenggaraanya juga dikuasai. "Kalau semua sudah dikuasai, kami tidak ragu lagi dalam memberikan amanat untuk melakukan seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu ditingkat desa," katanya.

Dalam bintek yang diberikan kepada para PPL itu juga dilakukan simulasi tentang pelanggaran apa saja yang dimungkinkan terjadi. Simulasi dibagi berbagai kelompok dan setiap kelompok diberikan soal yang berbeda-beda. "Hasil dari simulasi setelah diberikan materi, ternyata cukup menggembirakan, secara umum mereka sudah memahami apa yang harus dilakukasn sebagai panwas diwilayah tugasnya," paparnya.

Deni Komara PPL Kecamatan Cugenang, mengaku sangat terbantu dengan adanya bimtek yang dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten Cianjur. Namun demikian pihaknya mengakui, sebelum mengikuti bimtek, di Panwaslu Kecamatan Cugenang juga sudah melakukan bimtek dengan materi yang tidak jauh berbeda.

"Kalau diwilayah Kecamatan Cugenang kita semua para PPL sudah mendapatkan bimtek dari Panwaslu Kecamatan, tapi saya tidak tahu kecamatan lainya. Sehingga dengan kembali adanya bimtek lebih menguatkan saja pemahaman kita tentang kepemiluan terutama mengenai pengawasan yang menjadi tugas pokok PPL di wialayah desa," tegasnya (KC-02)**.

Yayasan Perguruan Islam Al-I'anah Gelar Diskusi Umat Islam

Iman Sulaiman
CIANJUR, (KC).- Untuk memahami pengertian jihad yang benar sesuai dengan petunjuk Alqur'an dan hadist, Yayasan Perguruan Islam Al-I'anah Cianjur akan menggelar diskusi bagi tokoh umat Islam se Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di Gedung Juang 45 Jalan Otista II Cianjur, Kamis (22/11/2012). Kegiatan yang dijadwalkan dihadiri sekitar 150 orang itu mengambil tema “Meneguhkan makna jihad yang sesunggunya ditinjau dari kajian Al Qur an dan As sunnah”.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Iman Sulaiman mengungkapkan, kegiatan diskusi bagi umat islam tersebut dijadwalkan akan menghadirkan nara sumber Prof. Dr. Tajul Arifin, MA (Guru Besar Fakultas Hukum dan Syariah UIN Bandung),    H. Chep Hernawan (Ketua Umum DPP GARIS) dan H. Ahmad Yani (Sekretaris Umum MUI Kab. Cianjur).

Menurut Iman kegiatan diskusi bagi umat islam tersebut salah satu bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kegelisahan umat (tokoh) Islam Indonesia terhadap berbagai persoalan tindak kekerasan di Indonesia. Selain itu untuk menyerap dan merespon ummat islam terhadap tindakan terorisme dan fitnah terhadap agama yang diyakininya.

"Kita ingin memberikan ruang kepada umat islam untuk memberikan saran, pendapat dan peran serta dalam mengikis tindakan –tindakan berbau kekerasan. Selain itu juga hasil diskusi ini nantinya akan menjadi bahan rujukan dan masukan bagi para pemangku kepentingan sebagai dasar pijak dalam merumuskan solusi melalui program-program kerja yang sistematik, terencana, terukur, dan teramati," kata Iman.

Sementara target dari kegiatan diskusi umat islam ini tidak lain ingin sampainya pesan-pesan moral kepada para tokoh ummat islam terkait dengan upaya jihad yang benar menurut Al Quran dan As Sunnah. Terciptanya kerukunan dan kedamaian di lingkungan masyarakat umum, mengikis habis upaya dan tindakan kekerasan oleh siapa pun terlebih mengatasnamakan agama apapun.

"Tentunya muara dari target kegiatan ingin hasilnya nanti menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam menentukan arah kebijakan sesuai fungsinya masing-masing," kata Iman seraya menambhakan para peserta yang akan dihadirkan terdiri para tokoh agama Islam, baik dari kalangan ormas keagamaan, akademisi dan kalangan pondok pesantren di Cianjur.

Menurut Iman, selama ini aksi kekerasan yang terjadi seperti ledakan bom dan terorisme seringkali dikaitkan dengan umat islam sehingga sampai muncul istilah Islam militan, Islam garis keras, Islam fundamentalis, atau bahkan yang lebih buruk ada istilah islam sebagai agama teroris.

"Sebagai umat Islam, kita sangat terganggu dan mengutuk serangan teroris yang telah terjadi di belahan dunia, yang menyebabkan kematian dan cedera bagi orang-orang tak bersalah, dan kami turut berduka kepada para korban. Tak kalah penting bagi kita sebagai orang-orang yang mencintai kedamaian adalah tugas untuk menerangkan kepada seluruh dunia bahwa Islam sangat mengutuk tindakan terorisme," katanya.

Oleh karena itu islam merupakan agama perdamaian dan toleransi yang memerintahkan individu kepada rasa kasih sayang dan keadilan. Agama memerintahkan kasih sayang, kemurahan hati dan kedamaian. Teror, di sisi lain, adalah berlawanan dari agama, kejam, tanpa belas kasihan dan menumpahkan darah dan penderitaan.

"Dengan demikian kata "Islam" dan "teror" tidak dapat berdiri berdampingan dan bahwa tidak ada agama yang mengizinkan kekerasan. Bahwa tidak ada ruang bagi terorisme dalam Islam. Ini disebutkan jelas dalam Al Qur'an, sumber utama Islam, dan dalam praktek yang memerintahkan semua kaum muslimin kepada kebenaran. Seperti terungkap dengan terang ayat-ayat Al Qur'an dan dengan contoh-contoh dari sejarah, bahwa Islam melarang terorisme dan bertujuan untuk membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh dunia," tegasnya (KC-02)**.
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
Template Didukung Published by Mas Template
Proudly powered by KC Support by Blog Asnur