dok/aksi demo
CIANJUR, (KC).- Masyarakat Cidaun yang tergabung dalam kelompok kepemudaan dan Paguyuban Warga Cidaun (PWC), mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran ke Pemkab Cianjur terkait maraknya galian pasir besi diwilayah mereka. Warga kecewa atas pernyataan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait kewajiban para Kepala Daerah menjaga dan melestarikan lingkungan.

Faktanya dilapangan bertolak belakang. Bupati Cianjur terkesan membiarkan kerusakan lingkungan yang diakibatkan banyaknya aktivitas penggalian pasir besi di semenanjung pesisir selatan. Mereka medesak, agar Bupati segera menutup galian pasir besi karena dianggap telah merusak lingkungan.

Tokoh pemuda Cidaun, Nurjaman (34) mengatakan, atas nama warga Kampung Bobojong, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, mendesak agar Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mematuhi apa yang telah diintruksikan oleh Presiden SBY agar menjaga lingkungan. Hal itu bisa dibuktikan jika kegiatan penambangan pasir besi di Cidaun dan Sindangbarang ditutup.

"Bupati harus berani menjalankan intruksi presiden dengan menutup penambangan pasir besi. Kalau tidak ada keberanian berarti sama saja dengan menentang Presiden," kata Nurjaman, Rabu (9/1/2013).

Menurut Nurjaman, selama ini aktivitas penambangan pasir besi tidak membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Sebaliknya akibat adanya aktifitas penambangan pasir besi dikawatirkan akan berakibat abrasi semakin meluas dan mengancam lingkungan hidup disekitarnya.

Tidak hanya itu, akibat aktifitas pengangkutan pasir besi yang menggunakan kendaraan berat, juga mempercepat terjadinya kerusakan jalan. "Kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar dibandingkan dengan pemasukan yang didapat Pemkab Cianjur," katanya.

Tidak jauh berbeda juga diungkapkan Endang Kartiwa (40) warga lainya. Pihaknya bersama warga lainya sudah berulangkali berteriak meminta agar pemerintah menghentikan aktivitas penambangan pasir besi. Hanya saja teriakan warga sampai saat ini tidak diindahkan.

"Sudah berulangkali kami mendesak pemerintah agar serius melakukan penutupan terhadap aktivitas penambangan pasir besi. Sayangnya aspirasi yang kami perjuangkan sampai saat ini tidak direspon positif oleh pemangku kebijakan," paparnya.

Karena sudah kesal aspirasi tidak ditanggapi, dalam waktu dekat warga sepakat akan melakukan aksi besar-besaran dengan mendatangi Pemkab Cianjur untuk mendesak Pemkab Cianjur segera menutup aktivitas penambangan pasir besi.  Rencananya, aksi akan diikuti ribuan orang warga dengan agenda menduduki pemkab hingga pemerintah mengabulkan keinginan warga menutup galian di sepanjang pesisir selatan.

Sebelumnya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) juga sempat mengirimkan surat ke Kementerian Lingkungan Hidup terkait kerusakan lingkungan yang terjadi dibeberapa tempat di Cianjur salah satunya akibat adanya aktivitas penambangan pasir besi. Surat YLBHC tersebut sampai saat ini juga belum ada tindak lanjutnya (KC-02)**.
=====================
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.