CIANJUR, (KC).- Sebanyak 210 pekerja anak yang putus sekolah di Kab. Cianjur akan dikembalikan kebangku sekolah melalui Program Pengurangan Pekerja Anak untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) 2013. Pekerja anak tersebut nantinya selama satu bulan akan dibina di shelter untuk diberikan motivasi sebelum dikembalikan ke bangku sekolah.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur Sumitra melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Perlindungan Ketenagakerjaan Heri Nugraha mengatakan, para pekerja anak yang akan dibina dan diberikan motivasi untuk kembali ke bangku sekolah itu merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu.

"Mereka nantinya akan kita tempatkan di tujuh shelter dan masing-masing shelter sebanyak 30 orang dengan pendamping setiap 10 anak satu pendamping. Sementara kita juga ada tutor khusus sebanyak 21 orang yang akan memberikan pelajaran kepada anak-anak yang ada di shelter," kata Heri Nugraha, Kamis (2/5/2013).

Sementara untuk data pekerja anak yang direkrut berdasarkan surat dari Binwasnaker Nomor B 129/PPK/IV/2013 tanggal 9 April tentang data penerima manfaat PPA-PKH 2013 dalam poin lima disebutkan administrasinya TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan), Program Keluarga Harapan (PKH), Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

"Kalau data anak, awalnya kita mengacu pada data yang diberikan oleh TNP2K, tapi setelah di lakukan kunjungan (home visit) oleh para pendamping ternyata yang ada dan bersedia hanya 21 pekerja anak dari jumlah data sebanyak 492 pekerja anak. Makanya kita ambil alternatif kedua dan ketiga yakni data PKH dan RTSM dan hasilnya untuk PKH sebanyak 104 anak, RTSM 85 anak dengan total keseluruhan 210 anak terdiri dari laki-laki 138 anak dan perempuan 72 anak," katanya.

Para pekerja anak itu akan masuk ke shelter terhitung sejak 6 Mei hingga 4 Juni 2013 mendatang. "Program ini sudah kita terima selama lima kali sejal 2008 silam hingga sekarang. Hanya pada tahun 2009 saja yang tidak ada. Salah satu tujuanya adalah untuk menarik pekerja anak yang putus sekolah untuk kembali kepada bangku sekolah sesuai dengan wajar dikdas (wajib pendidikan dasar 9 tahun)," tegasnya.

Diakui Heri, saat ini jumlah pekerja anak di Kab. Cianjur terbilang tinggi. Adanya program PPA-PKH merupakan salah satu langkah konkrit untuk mengurangi pekerja anak. "Jumlah pekerja anak cukup tinggi, data dari TNP2K jumlahnya mencapai sekitar 1.300 pekerja anak. Dengan PPA-PKH ini kita berupaya mengurangi pekerja anak itu dan kita kembalikan ke bangku sekolah," kata Heri.

Dari hasil yang sudah dilaksanakan, mayoritas anak yang masuk shelter dan mengikuti PPA-PKH melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, baik formal maupun informal. "Kita harapkan program ini bisa berkelanjutan terus, karena hasil evaluasi para pekerja anak yang kita bina dalam PPA-PKH kebanyakan selesai sekolahnya dan ada juga yang memiliki keterampilan khusus," tegasnya (KC-02)**.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.