CIANJUR, [KC].-  Menurut sejumlah warga, korban yang keseharian tinggal dengan anaknya (pelaku) merupakan seorang janda. Sebelum ditemukan meninggal, pada Selasa (17/12) sore korban masih ikut pengajian dimadrasah dekat rumahnya. Karena korban selama ini dikenal warga rajin kemadrasah.

"Almarhumah selama ini tidak pernah absen ke pengajian. Kita semua tentu kaget begitu tahu sudah meninggal, apalagi kondisinya sangat mengenaskan. Setengah tidak yakin karena pada pengajian Selasa Sore almarhumah masih ikutan," kata Imas (43) seorang warga.

Menurutnya, selama ini korban dikenal  cukup baik dengan masyarakat. Hanya saja anaknya (pelaku) semenjak pulang merantau dari Kalimantan seperti mengalami stres. "Kalau ibunya sangat baik, rajin ikut pengajian. Tapi kalau anaknya (pelaku) sejak pulang dari merantau seperti orang stres, suka ngelantur bicaranya," katanya.

Wargapun menduga bahwa peristiwa pembunuhan sadis yang dilakun anak terhadap ibunya itu terjadi sekitar hari Rabu subuh. Alasan warga didasarkan pada Rabu pagi, korban sudah tidak terlihat dirumahnya. "Mungkin subuh membunuhnya, kami selaku warga merasa kehilangan atas meninggalnya mak Anih, karena dikenal warga sebagai seorang yang baik-baik," tegasnya. [KC-02]***.
Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.