Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


Keluhan/Opini Masyarakat

KELUHAN & OPINI MASYARAKAT

Saya menyimak sedikit peyampaian mengenai tatap muka bapak bupati cianjur di desa kademangan kecamatan mande,,,,, mengenai capaian program selamaini yang dijalani,,, sedikit mengutif,,, hal-hal yang disampaikan beliau,,, mengenai infrastruktur jalan yang mengalami penurunan/ tidak ada realisasi jalan,,, walaupun buakn sebagian dari jangji" padasaaan pemilihan namun kami berharap wajib untuk melaksanakan kerja yang lebi dari sebuah program kerja.../mengutamakan umum dibangsing realisasi janji...!!!(Dadan)

Situs nya mantap, beritanya ok, sukses buat kabar cianjur. (Adi)

Pemerintah daerah cianjur sepertinya tidak memperdulikan pemerataan kualitas jalan di cianjur, daerah pedalaman ciranjang, jalur gadung jangari, nagrak gasol, bertahun tahun kondisinya parah, padahal daerah tersebut bisa dibilang aktif dan trmsk daerah kota (Akhmadi Adillah)

keluhan masalah penetapan umk kab.cianjur kenapa tidak melibatkan serikat pekerja(purnama)

Aslmlikum. sya warga desa mulyasari kec.cilaku,mau menanyakan tentang harga beras raskin,apakah dibenarkan oleh perda cianjur tentang harga jual beras raskin itu Rp 2000 perliter? sya warga desa mulyasari dike RTan 05 membeli beras raskin dri ketua RT dengan harga Rp 2000 PERLITER. Terimakasih.(Najwa)

di musim era repormasi dan demokrasi di NKRI ini kita rasakan, tetapi tidak begitu yang kini di rasakan oleh warga Desa Sindangsari Kecamatan Kadupandak, semenjak keluar SK bupati tentang pemekaran tahun 2010 sampai saat ini belum diadakan pemilihan kepala desa, ada apa gerangan yang menyebabkan hal tersebut sampai sekarang masih di jabat oleh mantan kepala desa. mudah mudahan sistem dinasti ratu atut banten tidak terjadi di cianjur yang kita cintai ini , salam sukses KC. (Baraya ti Kidul)

Assalamu'alaikum...Wr.Wb. Interupsi point of information Pak/Bu Yth... 1. Sebenarnya saya sangat khawatir dengan keadaan di kecamatan Mande saat itu, ketika saya hendak membuat E-KTP dan katanya gak bisa bikin,katanya sih mesin pembuat E-KTP nya rusak. kepada pihak yang bersangkutan gimana nih sarannya? mohon untuk di perhatikan juga. 2. Satu lagi untuk penomoran atau NIK pada KTP lama punya saya kok bisa tidak sesuai dengan yang tercantum di data KPU? padahal saya hendak mendaftar CPNS. Nah, dengan keadaan seperti ini maka akan terjadi kekeliruan data dan ini tidak bisa dibiarkan juga. Pertanyaannya gimana juga dengan solusi tersebut? Terima Kasih... Hatur Nuhun... Wassalamu'alaikum...Wr.Wb. (sopiyudin)

peningkatan jalan kandang sapi - tanjung sari tidak sesuai kontrak. mohon tanggapan dari dinas terkait.(Usman)

Harga pupuk urea subsidi naik 50% di pasar cipanas sudah di ambang kekawatiran (Ari)

dear team, tolong donk di cek, kerjanya orang-orang pdam tirta mukti apa. sudah ditelp ke kantor tidak ada yg jwb, air tidak keluar sudah 1 mgg. trims, (Dewi)

tolong di liput jalan di wilayah kecamatan sukaluyu cianjur,terutama dari tungturunan sampai ke kantor kecamatan sukaluyu,dari dulu tahun 99 ga pernah ga berlubang (Herlan)

jalan desa talaga rusak berat coba jalan solusinya agar dapat diperbaiaki cepat udah cukup lama saudaraku yang ada cianjur (Solehudin)

tolong dong minta info kabar update cianjur setiap hari nya.trims (Hendi)

Mohon informasi tentang pemasangan iklan di kc. Tq (Agus)

SILAHKAN SAMPAIKAN KELUHAN DAN OPINI ANDA DI FORMULIR KELUHAN MASYARAKAT DI WEB INI

INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Massa Sambangi Kejaksaan, Desak Penetapan Tersangka Kasus PDAM

CIANJUR, (KC).- Puluhan massa yang mengatasnakaman diri SOlidaritas MAsyarakat Sunda CIanjur (Somasi) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Cianjur (Kejari) di Jalan Raya Dr. Muwardi (By Pass) Cianjur, Kamis (28/2/2013). Mereka mendesak agar Kejari Cianjur segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi PDAM yang terjadi sepanjang tahun 2007-2011.

Massa yang merupakan gabungan dari berbagai elemen itu datang ke Kejari Cianjur dengan melakukan long march dari halaman parkir Supermall Cianjur sejauh sekitar 1 kilometer. Setibanya di Kejari massa langsung merangsek masuk kehalaman parkir. Persis didepan pintu kantor Kejaksaan massa menggelar orasi.

Dalam orasinya massa mendesak agar Kejari Cianjur segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti tahun 2007-2011 senilai Rp 2,7 miliar. Massa menuduh uang tersebut oleh pihak pimpinan PDAM digunakan untuk beli tanah, bangunan kos-kosan dua tingkat, 20 kamar dan beli mobil rentalan.

Koordinator Aksi Andi Syarif Hidayatulloh mengatakan, lebih dari satu tahun proses hukum penyelidikan dan penyidikan yang sedang berjalan di Kejari Cianjur tentang dugaan kasus PDAM Tirta Mukti tahun 2007-2011.

"Untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat dan penegakan supremasi hukum, tentunya Kejari Cianjur harus sudah memiliki kekuatan hukum tetap untuk menetapkan tersangka dan menangkapnya. Kami yakin betul Kejari Cianjur sudah mengantongi bukti-buktinya," kata Andi disela aksi.

Untuk itulah kedatanganya ke Kejari Cianjur tidak lain untuk memberikan dukungan terhadap proses penyidikan yang tengah dilakukan pihak Kejari Cianjur. "Untuk keadilan dan penegakan supremasi hukum tetapkan mantan Dirut PDAM 2007-2011 sebagai tersangka yang diduga kuat telah merugikan uang konsumen air minum sebesar Rp 2,1 miliar," tegasnya.

Secara terpisah Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Cianjur, Haerdin menyambut baik aksi yang dilakukan oleh para aktivis tersebut. Menurutnya aksi tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bukan desakan terhadap pihaknya dalam menangani kasus PDAM Cianjur yang tengah bergulir.

"Saya akan segera selesaikan kasus PDAM ini, secepatnya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeru (PN) Cianjur. Saya bersama tim bekerja berdasarkan fakta hukum, semuanya melalui proses yang jelas. Do'anya saja semoga segera kelar. Kalau bulan ini bisa digelar, kita akan gelar. Pokoknya lebih cepat lebih baik," kata Haerdin

Ketika disinggung siapa yang ditetapkan sebagai tersangka Haerdin tidak mau menjelaskan secara gamblang. Pihaknya hanya menegaskan tersangka tersebut merupakan yang berperan dan berdasarkan fakta hukum. "Satu orang tersangkanya, itu sudah kita tetapkan. Pokoknya dia yang berperan dalam masalah ini," paparnya.

Pihaknya berjanji akan segera melimpahkan perkara PDAM Cianjur itu ke pengadilan."Secepatnya akan dilimpahkan perkaranya, tersangka lain akan kita kaji faktanya. Karena, kita bergerak dengan tim berdasarkan fakta. Proses penyidikan itu ada tahapanya, ada tekhnisnya, kan juga melibatkan orang luar itu perlu waktu," katanya (KC-02)**.

Sopir Bus Maut Dijaga Ketat Polisi

CIANJUR, (KC).- Pihak kepolisian menempatkan petugas khusus untuk menjaga sopir bus pariwisata Mustika Mega Utama, Pandi (45) warga Kp. Cibening, RT 04/RW 08, Desa Pamijahan, Kab. Bogor. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan. Pasalnya sopir bus mau tersebut merupakan salah satu kunci untuk mengungkap terjadinya kecelakaan yang menewaskan 17 orang penumpang, dan puluhan luka berat dan ringan.

"Kita tempatkan anggota untuk menjaga sopir bus itu. Ini sebagai langkah antisipasi kita akan terjadinya kemungkinan yang tidak kita inginkan. Sopir itu merupakan salah satu kunci untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan," kata Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo.

Sementara itu akibat lukanya cukup parah, sopir bus maut yang semula menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan itu akhirnya dirujuk ke RSUD Cianjur. Sopir tersebut  masih menjalani perawatan intensif di Ruang Isolasi Samolo 1 RSUD Cianjur dibawah penjagaan ketat aparat kepolisian.

Berdasarkan catatan medis, secara umum kondisi sopir mulai membaik. Namun belum bisa dimintai keterangan terkait kecelakaan maut yang terjadi di tikungan Mislar Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur.

Dalam kecelakaan tersebut swdikitnya 17 orang tewas dan puluhan lainya luka-luka. Seluruh korban merupakan warga satu desa di Desa Sukajaya, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor. Seluruh korban meninggal maupun luka kecuali sopir bus sudah dibawa ke Bogor. Sebagian besar menjalani perawatan di Rumah Sakit Ciawi Bogor (KC-02)**.

Rumah Sakit Cimacan Siagakan 18 Petugas Medis Tangani Korbann Kecelakaan

CIANJUR, (KC).- Untuk menangani para korban kecelakaan maut bus pariwisata yang membawa rombongan pejiarah di tikungan Mislar, Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur, Rabu (27/2/2013), pihak Rumah Sakit Cimacan menyiagakan 18 petugas medis. Mereka saling bahu membahu membantu menangani para korban baik yang meninggal maupun luka.

"Kita siagakan 18 dokter yang ada. Yang libur juga harus masuk untuk memberikan pelayanan penanganan terhadap para korban kecelakaan. Ini sifatnya darurat dan perlu penanganan segera, makanya kita siagakan seluruh petugas," kata Direktur Rumah Sakit Cimacan, dr. Darmawan S Dahlan.

Menurut Darmawan, selain tenaga medis, juga disiagakan 9 unit ambulance untuk mengangkut para korban yang butuh penanganan segera. Jumlah tersebut belum termasuk adanya bantuan dari Pemkab Bogor yang begitu tanggap atas kecelakaan yang menimpa warganya.

"Ambulance yang kita siagakan kebanyakan untuk merujuk pasien yang mengalami luka serius dan butuh penanganan segera. Semuanya bisa berjalan cepat sesuai dengan yang kita harapkan. Setelah mendapatkan penanganan medis di kita, dan petugas medis menyatakan harus dirujuk, kita segera rujuk," katanya.

Sementara itu berdasarkan data yang ada di Rumah Sakit Cimacan korban tewas tercatat 16 orang, 14 diantaranya berhasil diidentifikasi. Sementara korban yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur sebanyak 28 orang dan sisanya sebanyak 11 orang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Cimacan (KC-02)**.

Ajat Sudrajat: Sebelum Berangkat Mendadak Kunci Motornya Hilang

DUKA MENDALAM dirasakan oleh Ajat Sudrajat (26) warga Kampung Bojongsalak, Desa Sukamulih, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor. Betapa tidak istri yang dinikahinya dua bulan lalu meninggal dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Ciloto tepatnya ditikungan Mislar, Kampung Jemprak RT 06/RW 03, Desa Ciloto, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur, Rabu (27/2/2013).

Siti Badriyatun (20) merupakan satu dari 16 korban yang meninggal akibat bus pariwisata Mustika Mega Utama Nopol F 7263 K yang mengangkut rombongan pejiarah menabrak tebing berbatu. "Kejadiannya begitu cepat, saat bus melaju dengan kencang, tiba-tiba oleng dan menabrak tebing dengan sangat keras. Saya dan istri saya terpental dan tidak sadarkan diri. Saya tersadar setelah berada di rumah sakit, tapi istri saya meninggal," kata Ajat saat ditemui diruang jenazah Rumah Sakit Umum Cimacan, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur.

Sebelum berangkat ikut rombongan pejiarah yang sedianya akan mengunjungi makam dalem Cikundul di wilayah Kec. Cikalongkulon, Kab. Cianjur, dia mengaku sempat mendapatkan pertanda yang kurang baik. Saat mau berangkat tiba-tiba kunci sepeda motornya mendadak hilang. Anehnya lagi, istrinya itu tetap bersikeras ingin berangkat ikut berjiarah.

"Saya tadinya tidak mau ikut, apalagi mendadak kunci motor saya hilang. Tapi istri saya memaksa ingin ikut, akhirnya saya mengalah dan ikut kemauan istri," tegasnya.

Perasaan aneh lainya dialami Ajat, selama dalam perjalanan menuju arah Cianjur, istrinya tidak mau lepas dan jauh darinya. "Istri saya memegangi saya terus, tidak mau lepas. Sampai saya malu sama pejiarah lainya. Mungkin itu pertanda kalau ternyata dia mau meninggalkan saya untuk selama-lamanya," kata Ajat yang hanya menderita luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya.

Tidak jauh berbeda juga dialami oleh Moch Dede Sufian Sidik (34) salah satu korban luka dalam peristiwa kecelakaan maut tersebut. Bapak dua anak ini mengaku sebelum beangkat ikut berjiarah anak pertamanya sudah melarangnya. Tidak seperti biasanya anak pertamanya itu tidak mau diajak jiarah bahkan malah merangnya pergi.

"Tadinya saya kira dia itu ogok saja, akhirnya saya paksa berangkat. Saya akhirnya berangkat bersama anak istri dan nenek saya. Sepanjang perjalanan saya sudah tidak enak hati, sambil terus baca sholawat saja. Ternyata mungkin itu pertanda akan terjadi kecelakaan," kata Dede yang mengaku anak dan istrinya selamat hanya neneknya yang bernama Mak Ani (64) meninggal.

Dia bersyukur, anak dan istrinya selamat dan hanya menderita luka lecet dibeberapa bagian tubuh akibat terbentur. "Saya bersyukur karena masih dilindungi oleh Allah SWT. Mudah-mudahan musibah ini ada hikmahnya. Saya harus mengikhlaskan kepergian nenek saya, mungkin takdirnya harus begitu," paparnya (KC-02)**.

Korban Kecelakaan Bus Bertambah Jadi 17 Orang

CIANJUR,(KC),- Atih Ratinah Nengsi (14) korban kecelakaan yang dirujuk ke RSUD Cianjur, Jabar, meninggal dunia pukul 18.20 WIB setelah sebelumnya mendapat pertolongan intensif sehingga jumlah korban meninggal menjadi 17 orang.

"Korban sempat menjalani perawatan intensif dari tim medis di ruang IGD rumah sakit ini. Namun selang beberapa saat korban menghembuskan nafas terakhirnya," kata Kepala Ruang Jenazah RSUD Cianjur Udin Wahyudin.

Hingga saat ini pihak RSUD Cianjur, masih melakukan perawatan secara intensif terhadap puluhan korban luka yang dirujuk dari RSUD Cimacan.

Saat ini, lanjutnya, jasad korban masih tersimpan di ruang jenazah RSUD Cianjur, menunggu pihak keluarga korban untuk dibawa pulang guna dimakamkan. (KC.01/Ant)

Wakapolda Jabar Sambangi Korban Bus Maut Ciloto di Rumah Sakit Cimacan

CIANJUR, (KC).- Wakapolda Jawa Barat Brigjen Polisi Rycko Amelza menyambangi para korban bus maut yang dirawat di Rumah Sakit Umum Cimacan, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur, Rabu (27/2/2013). Wakapolda didampingi Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto dan Wakil Bupati Cianjur Suranto.

Dalam kesempatan tersebut Wakapolda menyampaikan belasungkawa yang sedalam dalamnya bagi keluarga korban yang meninggal dalam kecelakaan maut. "Saya turut berduka cita atas musibah kecelakaan maut ini. Mudah-mudahan para keluarga korban yang ditinggalkan bisa sabar menerima kenyataan ini," katanya.

Wakapolda juga telah mengintruksikan kepada seluruh jajaranya untuk membantu pihak rumah sakit dalam menangani para korban. Baik membantu tenaga maupun ketersediaan obat-obatannya. "Saya langsung perintakan kepada anggota untuk membantu pihak rumah sakit dalam menangani para korban," katanya.

Sementara mengenai penyebab kecelakaan, pihaknya belum bisa memastikan. Dugaan sementara akibat kendaraan lose kontrol. "Kalau melihat lokasi bekas kecelakaan sepertinya sopir berupaya mengerim, sementara penyebab kecelakaan akibat bus lose kontrol," paparnya.

Untuk mengungkap penyebab pasti, pihaknya menerjunkan tim identifikasi. Tim tersebut langsung bertugas untuk melakukan penyelidikan. "Traffic accident analysis kita datangkan untuk mencari penyebab terjadinya kecelakaan. Mudah-mudahan bisa segera diketahui hasilnya," kata Wakapolda (KC-02)**.

Bus Pengakut Pejiarah Nabarak Tebing, 16 Orang Tewas

CIANJUR, (KC).- Bus Pariwisata Mustika Mega Utama Nopol F 7263 K yang mengangkut rombongan pejiarah menabrak tebing berbatu di Jalan Raya Ciloto, Desa Ciloto, Kec. Cipanas, Kab. Cianjur, Rabu (27/2/2013). Akibatnya 16 penumpang bus tewas, 20 luka berat dan puluhan lainya luka ringan.

Korban tewas maupun luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis. Korban luka berat kemudian dirujuk ke RSUD Cianjur.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB itu bermula saat bus pariwisata yang dikemudikan Pandi (45) warga Cibening RT 04/08, Pamijahan, Bogor itu melaju cukup kencang dari arah Bogor. Ketika memasuki daerah Ciloto, Kec. Cipanas dimana kondisi jalan yang menurun, tiba-tiba bus hilang kendali.

Pengemudi bus berupaya menguasai kendaraanya. Namun naas lantaran bus melaju dalam kecepatan tinggi, pengemudi bus tersebut tidak bisa menguasai kendaraanya. Ditambah kondisi jalan yang menurun dan menikung, akhirnya bus menabrak tebing bebatuan. Kerasnya benturan membuat para penumpang yang ada didalamnya berhamburan terlempar keluar. Bodi bus dalam kondisi ringsek.

Sejumlah penumpang langsung tewas ditempat dalam kondisi mengenaskan. Sementara puluhan lainya mengalami luka-luka. "Kejadianya begitu cepat, sekitar 300 meter sebelum kejadian sepertinya sopir kesulitan untuk mengerim. Terdengar suara rem yang cukup keras. Tidak lama berselang bus langsung menghantam tebing," kata saksi mata Moh. Dede Sufian Sidik (34) yang juga salah satu korban selamat.

Begitu bus menghantam tebing, ia sempat terlempar beberapa meter. Begitu sadar dia sudah berada diantara tumpukan penumpang lainya. "Saya langsung mencari anak dan istri saya. Alhamdulillah mereka selamat meski menderita luka. Hanya nenek saya belakangan saya ketahui meninggal dunia," tegasnya.

Sedianya rombongan yang mengangkut pejiarah dari Desa Sukajaya, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor itu mau jiarah ke makam dalem Cikundul di Kec. Cikalongkulon, Kab. Cianjur. Namun naas dalam perjalanan, bus yang sarat muatan itu mengalami kecelakaan dengan menabrak tebing bebatuan.

"Niatnya sih mau jiarah ke dalem Cikundul, makanya saya bawa keluarga anak istri dan nenek. Ternyata takdir berkehendak lain," katanya (KC-02)**.

Dari 16 Korban kecelakaan Bus di Ciloto, Baru 14 Yang Teridentifikasi

CIANJUR,(KC),- RSUD Cimacan, Cianjur berhasil melakukan identifikasi terhadap korban tewas. Dari 16 jenazah, 14 di antaranya sudah diketahui identitasnya. Mereka adalah warga Sukajaya, Bogor , Sementara dua lainnya masih diteliti.

Berikut nama-nama korban tewas sebagaimana dilansir RSUD Cimacan, Cianjur:

1. Maemunah (46)
2. Siti Badriatun (20)
3. Ani (65)
4. Dedeh binti Ukar
5. Dedeh (45)
6. Ny Dede
7. Herlan (50)
8. Sifa (7)
9. Ema
10. Eram
11. Hadi (51)
12. Nadi
13. Panca
14. Usup Subrata (39)

Mengetahui warganya jadi korban kecelakaan, Bupati Bogor Rachmat Yasin datang langsung ke RSUD Cimacan, Rabu (27/2/2013). Ia meminta korban luka berat dibawa ke RSUD Ciawi dan RSPG Cisarua. Korban luka ringan dibawa ke RSUD Leuwiliang. Sedangkan korban tewas akan langsung dibawa ke Sukajaya.

"Biaya angkut dan perawatan ditanggung Pemkab," katanya.

Bus Mustika Mega Utama menabrak tebing di Ciloto sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (27/2/2013). Bus rombongan ziarah itu berangkat dari Cibegu, Bogor menuju Cianjur. Bagian depan dan samping kiri bus, rusak parah. Hingga kini, sopir bus belum diketahui nasibnya (KC01)

Bus Tabrak Tebing Di Ciloto, 16 Orang Meninggal

CIANJUR,(KC),- Korban tewas kecelakaan maut di Ciloto, Cianjur, Jabar, bertambah. Total korban mencapai 16 orang.

Penambahan korban tewas ini diketahui setelah satu jenazah dimasukkan ke kamar mayat RSUD Cimacan, Cianjur, Rabu (27/2/2013). Sebelumnya, 15 jenazah sudah berada di tempat tersebut.

"Satu (jenazah) baru saja masuk atas nama Siti Fajriatun usia 20 tahun, warga Sukajaya, Bogor," kata penjaga kamar mayat RSUD Cimacan kepada detikcom.

Berdasarkan identifikasi RSUD, korban tewas terdiri dari 10 perempuan dan 6 pria. Proses identifikasi masih terus berlangsung, karena sebagian korban tak dikenali lagi. Beberapa di antaranya orang tua.

Sementara untuk korban luka, sebagian besar dirawat di RSUD Cimacan. Sebanyak 10 orang dirujuk ke RSUD Cianjur, karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan patah tulang.

Bus Mustika Mega Utama menabrak tebing di Ciloto sekitar pukul 11.30 WIB. Bus rombongan ziarah itu berangkat dari Cibegu, Bogor hendak menuju Cianjur. Bagian depan dan samping kiri bus, rusak parah.

Sopir bus belum diketahui nasibnya hingga kini. Polisi dan tim medis masih melakukan penyelidikan dan identifikasi para korban.(KC.01/Net)

Tim Seleksi Sarjana Pendamping Cecar Pertanyaan Pada Tahapan Pemaparan Makalah

CIANJUR, (KC).- Sejumlah anggota tim seleksi calon Sarjana Pendamping (SP) Koperasi Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur mencecar sejumlah pertanyaan kepada 26 calon Sarjana Pendamping yang mengikuti seleksi tahap lanjutan yaitu penyampaian dan pemaparan makalah tentang perkoperasian.

Sebelumnya pihak tim seleksi memberikan kesempatan kepada para peserta calon SP untuk memilih salah satu dari lima tema yang telah dipersiapkan. Ke lima tema tersebut diantaranya tentang Struktur Organisasi Koperasi Menurut UU 17 tahun 2012, Keanggotaan Koperasi Menurut UU 17 Tahun 2013, Modal Koperasi Menurut UU 17 Tahun 2013, Jenis Usaha Koperasi Menurut UU 17 Tahun 2012 dan Kedudukan Dekopin Menurut UU 17 Tahun 2012.

Tim penilai yang terdiri dari Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Ricky Zulkifli, Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Cianjur, Bambang Eko Sri Purwanto, dan Kabid Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Aan Nugraha. Mereka mencecar pertanyaan kepada setiap calon SP setelah memberikan pemaparan makalah.

Pihak panitia seleksi memberikan waktu setiap calon SP memberikan pemaparan makalahnya dengan durasi waktu selama 10 menit. Setelah itu tim seleksi menyodorkan pertanyaan terkait masalah perkoperasian dan UMKM.

"Sarjana Pendamping itu harus bisa berfungsi sebagai motivator, fasilitator, komikator, inisiator dan soluter terhadap masalah-masalah yang dihadapai koperasi UMKM di Kabupaten Cianjur," kata Bambang Eko Sri Purwanto salah satu tim seleksi.

Kabid Bidang Bina Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Aan Nugraha yang merupakan salah satu anggota tim seleksi menegaskan bahwa koperasi dan UMKM tidak bisa dipisahkan. Membina koperasi harus juga membina UMKM.

"Sarjana Pendamping harus bisa membina kedua-duanya. Tidak akan ada koperasi tanpa UMKM, keduanya tidak bisa dipisahkan. Makanya pembinaanya itu harus juga dilakukan secara bersama-sama," tegasnya.

Sementara itu seorang calon SP yang sedianya akan memaparkan makalah pada seleksi lanjutan setelah melewati tahapan tes tertulis menyatakan mengundurkan diri disaat sesi pemaparan makalah sedang berlangsung. "Satu orang tadi menyatakan mundur, dia tidak mau melanjutkan dalam seleksi lanjutan," kata Adi salah seorang panitia seleksi.

Seleksi lanjutan tahapan pembuatan dan pemaparan makalah serta wawancara merupakan tahapan akhir untuk menentukan 10 calon SP Koperasi. Mereka yang nantinya akan terpilih menjadi SP selanjutnya akan diterjunkan kelapangan untuk melakukan pendampingan Koperasi dan UMKM mendapatkan pembekalan (KC-02)**.


Seorang Pekerja Mebel Tewas Tertimpa Kaca

CIANJUR, (KC),- Seorang pekerja mebel CV Cahaya Timur di Jalan Raya Bandung, KM 2, Sadewata Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Selasa (26/2/2013) tewas tertimpa kaca. Sementara seorang pekerja lainya mengalami luka berat. Korban tewas adalah Ade Yahya (28), warga Kecamatan Mande, sedangkan Asep Irawan, mengalami luka serius pada bagian kakinya. Korban meninggal maupun luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa dua pekerj amebel itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu kedua korban tengah menurunkan lembaran kaca dari atas truk.

Disaat mereka tengah bekerja itulah, tiba-tiba kaca penyangga kaca lepas. Akibatnya puluhan lembar kaca diatas truk tersebut berhamburan dan menimpa kedua korban yang tengah pekerja dibawahnya. Korban Ade yang persis dibawahnya tidak bisa menghindar dan tertima lembaran kaca hingg mengakibatkan korban tewas.

Sementara rekanya Asep yang sempat melihat lembaran kaca berhamburan, berupaya menghindar, namun tak urung tertimpa juga hingga mengakibatkan luka cukup serius dibagian kakinya.

Seorang saksi mata yang juga sopir truk, Romli (30) mengatakan, dirinya tak tahu pasti kejadian tersebut. Namun, secara tiba-tiba lembaran kaca yang ada di dalam truk jatuh dan menimpa.

"Tidak tahu persis apa penyebabnya, tiba-tiba kaca itu jatuh. Kernet saya Asep juga tertimpa dan mengalami luka serius. Sedangkan Ade tewas seketika akibat tertimpa kaca yang jatuh," tegasnya.

Petugas kepolisian dari Sektor Karangtengah yang mendapatkan laporan adanya pekerja yang tewas tertimpa kaca, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian.

Usai melakukan olah TKP, kedua korban baik yang meninggal maupun luka dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saya rasa ini adalah murni kecelakaan kerja. Tapi kita masih minta keterangan dari sejumlah saksi yang merupakan rekan kerja untuk mengetahui kejadian sebenarnya," kata Kapolsek Karangtengah Kompol Darmadji (KC-02)**.

Kakkumdu Panwaslu Cianjur Gelar 10 Perkara Pelanggaran Pemilu

CIANJUR, (KC).- Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Cianjur, melaksanakan gelar perkara pelanggaran Pemilu, terkait dengan hasil temuan dan laporan indikasi pelanggaran dalam Pemilu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013, di Kabupaten Cianjur, Selasa (26/2/2023).

Dalam kesempatan tersebut hadir 15 personil Gakkumdu yang terdiri dari unsur Panwaslu Kabupaten Cianjur, penyidik dari Kepolisian Resort Cianjur dan penyidik dari Kejaksaan Negeri Cianjur.

Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saepul Anwar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin Gakkumdu yang dilaksanakan untuk membahas beberapa hasil laporan dan temuan dugaan pelanggaran Pemilu.

"Pada gelar perkara kali ini, ada 10 materi pelanggaran yang dibahas, dan 3 diantarannya materi pembahasan pidana pemilu. Sementara 7 indikasi pelanggaran lainnya masih dalam tahap proses penelusuran bukti-bukti dan saksi," jelas Saepul.

Dari 3 materi pembahasan pelanggaran yang digelar, adalah terkait ditemukannya selebaran kampanye hitam (black campaign), yang ditemukan pada saat tahapan masa kampanye dan masa tenang.

"Setelah digelarnya materi perkara pelanggaran, selanjutnya Panwaslu akan segera melakukan kajian akhir dan menetapkan status perkara melalui mekanisme sidang pleno, dan diserahkan kepada instansi berwenang. Hal itu dilakukan berdasar kewenangan Panwaslu, sebagaimana telah diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu," tegasnya (KC-02)**.

Dinas Koperasi Seleksi Calon Sarjana Pendamping

CIANJUR, (KC).- Sebanyak 26 peserta mengikuti seleksi tertulis calon Sarjana Pendamping Koperasi dilingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Selasa (26/2/2013). Seleksi tersebut merupakan tahapan awal bagi para calon pendamping sebelum mengikuti seleksi lanjutan yakni wawancara dan presentasi makalah.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kab. Cianjur Dudun Abdullah melalui Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Ricky Zulkifli mengatakan, rekruitmen calon Sarjana Pendamping Koperasi tahun 2013 ini merupakan yang kedua kalinya. Dari 26 peserta yang mendaftar dan mengikuti tes nantinya akan diambil sebanyak 10 orang untuk diangkat menjadi Sarjana Pendamping selama tahun 2013.

Menurut Ricky, pada tahun 2013 ini ditargetkan sebanyak 300 koperasi akan dilakukan pembinaan agar bisa lebih maju dan berkembang dalam menjalankan usahanya dibidang perkoperasian. "Untuk itulah kita ingin calon Sarjana Pendamping Koperasi ini benar-benar dituntut agar bisa menjadi praktisi koperasi yang bergerak bisa melakukan penyuluhan dan pengarahan ke koperasi," kata Ricky.

Dengan demikian diharapkan nantinya Sarjana Pendamping Koperasi bisa lebih aktif lagi dalam melakukan pembinaan dan mendorong koperasi agar bisa lebih maju dan berkembang. "Sarjana Pendamping harus siap mendapatkan tugas sesuai dengan pembimbing polanya seperti ke kecamatan. Jika mendapatkan penempatan tdk sesuia dg domisili harus dipikirkan. Saya berharap dengan segala kekurangan dan kelebihan bisa menjadi pertimbangan," tegasnya.

Pihaknya berharap, para Sarjana Pendamping Koperasi nantinya bisa menjadi praktisi penyuluh perkoperasian di Cianjur. "Kita harapkan Sarjana Pendamping itu nantinya benar-benar menjadi praktisi perkoperasian di Cianjur yang bisa mendorong perkembangan koperasi itu lebih maju dan berkembang," katanya.

Hal yang tidak jauh berbeda juga disampaikan, Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Cianjur, Bambang Eko Sri Purwanto, seleksi calon Sarjana Pendamping Koperasi yang kedua kali ini lebih greget lantaran mobilitasnya yang cukup tinggi. "Kita punya tantangan krusial untuk melakukan advokasi, bimbingan terhadap kinerja koperasi, undang-undang menuntut kita utk on time. Kita sangat berharap yang jadi Sarjana Pendamping adalah praktisi, konsultan dan temen bagi pelaku koperasi dan UMKM," tegasnya.

Sebagai Sarjana Pendamping Koperasi kata Bambang, tantangan tugas harus dilaksanakan sebagaimana mestinya. "Salah satu yang diharapkan, Sarjana Pendamping Koperasi ini harus mampu mendorong koperasi lebih maju. Seperti dalam Undang-Undang 17/2012 yang mengisyaratkan bahwa koperasi harus memiliki dasar modal yang jelas. Mutlak menuntut provesional semua," katanya.

Selain itu pihaknya nantinya juga akan merekrut para kader koperasi ditingkat kecamatan untuk menjadi pengurus koperasi dan untuk mengemangkan koperasi-koperasi yang sudah tidak aktif lagi. "Secara bertahp nantinya akan dilakukan, tahap pertama 25 orang. Mudah-mudahan nantinya bisa mendapatkan yang berkwalitas," tegasnya.

Aziz Muslim (32) seorang peserta calon Sarjana Pendamping mengaku ikut seleksi lantaran ingin memajukan koperasi di CIanjur. "Ini merupakan sebuah tantangan, mungkin kalau menjadi Sarjana Pendamping, kesempatan untuk dekat dengan para pelaku koperasi bisa lebih terbuka. Harapanya dengan pendekatan itu bisa turut serta memberikan kontribusi untuk mendorong koperasi agar bisa lebih berkembang dan lebih maju," paparnya (KC-02)**.

Sejumlah Massa Rusak Inventaris Disdik Cianjur

CIANJUR, (KC).- Sekelompok massa yang diduga berasal dari salah satu elemen melakukan perusakan dilingkungan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur di Jalan Perintis Kemerdekaan Cianjur. Belum diketahui persis pemicu aksi perusakan tersebut, hanya saja beberapa pot bunga dan sejumlah inventaris kantor rusak.

Keterangan yang berhasil dihimpun  menyebutkan, sekelompok massa tiba-tiba merangsek masuk kedalam areal kantor Disdik. Tanpa basa-basi massa tersebut langsung melakukan perusakan terhadap beberapa barang yang ada diareal Disdik.

Petugas Keamanan Disdik Cianjur, Suhendi (49), membenarkan hal tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, massa yang diduga daari salah satu elemen masyarakat itu datang ke Disdik Cianjur. Mereka datang tanpa sepengetahuannya, dan langsung melakukan pengrusakan. “Biasanya kalau akan ada unjuk rasa ke Pemkab, termasuk ke Disdik ada pemberitahuan terlebih dahulu. Tetapi ini tidak ada, dan entah kenapa mereka langsung melakukan pengrusakan,” katanya.

Menurut Sehendi, massa datang ke Disdik hanya sebentar sekitar 15 menit. Mereka datang ke Disdik dan langsung menendang pot bunga hingga rusak, dan papan informasi Disdik dicopot. “Entah apa maksud mereka tiba-tiba melakukan pengrusakan,” tegasnya.

Tidak berhenti disitu, massa terus ingin masuk ke ruangan dalam Disdik. Namun, terhalang pintu sistem sidik jari. Ketika pintu sistem sidik jari ditendang massa, tiba-tiba pintu tersebut berbunyi suara alarm.  “Karena ada suara alarm, mereka langsung membubarkan diri dan bergegas pergi. Mungkin mereka beranggapan, suara alarm tersebut suara alarm mobil kepolisian.  Jadi mereka lebih memilih pergi," tegasanya.

Saat terjadi aksi pengrusakan, dia tidak bisa berbuat banyak. Lantaran jumlah massa sangat banyak, sementara  pengamanan di Disdik sedikit. “Kami hanya bisa mengawasi dan menjaga agar massa tidak masuk ke ruangan dalam kantor Disdik hanya dari diluar saja,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, petugas keamanan itu langsung melaporkan kepada pimpinan Disdik untuk ditindaklanjuti. “Kami sudah laporkan ke pimpinan mengenai pengrusakan, untuk ditindak lanjuti," katanya.

Sementara itu, Ketua AMPUH, Yana Nuzaman membantah kalau massanya melakukan pengrusakan. Menurutnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya tidak ke kantor Disdik, melainkan ke kantor Dinas Bina Marga dan kantor Pemkab Cianjur di Jalan Siti Jenab. “Kami tidak melakukan pengrusakan apa pun,” kilahnya singkat (KC-02)**.

Demo Desak Bupati Jadi Tersangka Mamin Gate di Depan Gerbang Pemkab Memanas

CIANJUR, (KC).- Kericuhan sempat mewarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan gabungan dari aktivis dan para pengemudi angkutan umum didepan gerbang Pemkab Cianjur jalan Siti Jenab, Senin (25/2/2013).  Massa yang memaksa ingin masuk kedalam komplek Pemkab dihadang oleh puluhan anggota Satpol PP yang tengah berjaga dan langsung menggembok pintu gerbang.

Merasa niatnya terhalang, sebagian massa bahkan nekat memanjat gerbang Pemkab Cianjur. Mereka juga bermaksud mendobrak pintu gerbang masuk. Terjadi akso dorong mendorong pintu gerbang dengan Satpol PP. Masa yang diperkirakan mencapai 100 orang itu juga sempat melempari Satpol PP dengan gelas air mineral.

Tidak cukup sampai disitu, massa juga membakar ban bekas didepam pintu gerbang masuk Pemkab Cianjur. Melihat situasi yang kurang kondusif, aparat kepolisian bertindak cepat dengan melakukan negosiasi dengan massa. Akhirnya disepakati aksi mereka diterima perwakilan pemerintah di Bale Prayoga Kompleks Pemkab Cianjur.

Sayangnya pertemuan yang digelar dengan perwakilan massa tidak berlangsung lama lantaran perwakilan pemerintah yang menemui massa tidak seperti yang diharapkan. Sehingga mereka lebih memilih keluar dari ruang pertemuan.

Koordinator aksi, Yana Nurzaman mengatakan, kedatangannya tidak lain untuk mendesak agar penegak hukum khususnya Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi segera menetapkan bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh sebagai tersangka dalam kasus mamin gate karena telah mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 6 miliar. Tidak hanya itu massa yang terdiri dari para pengemudi sopir juga menuntut adanya perbaikan infrastruktur jalan.

"Mamin gate telah merugikan keuangan negara sekitar Rp 6 miliar, kasus ini murni kejahatan. Kami meminta agar bupati segera ditetapkan sebagai tersangka sebagai salah satu bentuk pertanggungjawabannya kepada hukum," tegasnya.

Pihaknya juga sengaja menyertakan puluhan sopir angkutan lantaran jalur jalan yang kerap mereka lalui kondisinya rusak parah. "Kondisi tersebut mengindikasikan tidak adanya keberpihakan pemerintah memerhatikan kondisi infrastruktur jalan yang kondisinya rusak parah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Pemkab Cianjur, Jejen Jaenudin mengatakan, berkaitan dengankasus mamin gate sudah ada amar putusan dari Pengadilan Tinggi Tipikor Bandung yang memvonis Heri Kheruman dan Edi Iryana . Artinya kata Jejen, kalau sudah ada amar putusan dari Pengadilan Tinggi Tipikor Bandung tentunya kasus mamin gate sudah selesai.

“Saya rasa kalau masih ada yang kecewa dengan amar putusan pengadilan, itu merupakan hal biasa. Yang jelas kami taat aturan hukum sesuai dengan amar putusan itu," tegasnya.

Dikatakan Jejen, isu mamin gate yang terus dimunculkan tentunya harus berdasarkan fakta dan data, bukan dimunculkan berdasarkan opini yang pada akhirnya merupakan fitnah semata. “Kita tentunya harus menunjunjung azas praduga tidak bersalah, bukan opini semata. Kalau ada yang kecewa tentang vonis mamin gate, merupakan hak individu, yang jelas Pemkab Cianjur taat hukum,” paparnya (KC-02)**.

Jasa Raharja Berikan Santunan Kepada Ahli Waris Korban Truk Maut Gekbrong

CIANJUR, (KC).- Sejumlah ahli waris korban kecelakaan truk tronton maut yang terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013) lalu kini bisa sedikit lega. Pasalnya PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cianjur menyerahkan santunan bagi korban tewas maupun luka-luka akibat kecelakaan truk tronton maut tersebut di kantornya Jalan IR H Juanda., Senin (25/2/2013).

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Barat Wahyu Purwanto, Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto, Kabag Ops Polres Cianjur Kompol Gatot Satrio Utomo, Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Sudewo dan semua ahli waris korban.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Barat Wahyu Purwanto mengatakan, atas nama pribadi dan perusahaan pihaknya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya 16 orang dan 11 lainya luka-luka dalam kecelakaan maut yang terjadi di Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur beberapa hari lalu.

"Begitu kami mendapatkan adanya korban meninggal dan luka, kami bekeja cepat untuk mengurus semua asuransi bagi para korban dengan terlebih dahulu melakukan kelengkapan administrasinya. Atas pribadi maupun perusahaan kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalam atas musibah kecelakaan itu," katanya.

Menurutnya, santunan yang diberikan kepada korban yang meninggal diberikan sebesar Rp 25 juta. Sedangkan bagi yang mengalami luka-luka, maksimal akan diberikan santunan sebesar Rp 10 juta.

"Setelah dokumen administrasinya lengkap, santunan kita berikan kepada para ahli waris korban. Itu sudah menjadi komitmen kami," tegasnya.

Sementara itu, Komarudin (45) ahli waris dari Suherman yang tewas saat kecelakaan tersebut mengungkapkan, pihaknya merasa bersyukur atas diberikan santunan, meski pemberian santunan itu tidak akan bisa mengembalikan keluarganya.

"Santunan ini akan dipakai untuk mempulasarai almarhum, dan sisanya akan di jadikan modal usaha sebagai kenang-kenangan untuk almarhum (Suherman, red)," paparnya.

Seperti diberitakan, kecelakaan maut yang terjadi pada Sabtu (23/2/2013) pagi menimpa sejumlah pengendara sepeda motor dan angkutan umum serta rumah warga di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur yang melibatkan truk tronton sarat muatan olie itu mengakibatkan 16 orang tewas dan beberapa diantaranya luka-luka. Korban tewas satu diantaranya adalah sopir truk tronton tersebut (KC-02)**.

15.394 Alat Peraga Kampanye Diduga Melanggar

CIANJUR, (KC).- Panitia pengawas Pemilihan Umum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Panwas Pilgub Jabar) Kabupaten Cianjur, Senin (25/2/2013), melansir seluruh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat diduga melakukan pelanggaran di Kabupaten Cianjur. Dugaan pelanggaran tersebut dilakukan terkait dengan pemasangan alat atau atribut kampanye.

Menurut Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saepul Anwar, berdasar hasil laporan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Cianjur, tentang rekapitulasi jumlah atribut kampanye yang diduga telah melanggar ketentuan jadwal kampanye yang diterima pihaknya, ternyata jumlahnya cukup banyak.

"Hasil identifikasi alat peraga kampanye yang seharusnya pada masa tenang telah diturunkan oleh masing-masing tim kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jawa Barat, ternyata dilapangan masih banyak terpasang. Dan dari hasil pengumpulan data sebanyak 15.394 atribut kampanye yang berhasil diamankan sebagai barang bukti pelanggaran," kata Saepul, Senin (25/2/2013).

Dikatakan Saepul dari ribuan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye tersebut, pelanggaran atribut terbanyak adalah dari pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 (Irianto MS Safiuddin-Tatang) sebanyak 6.132 buah, kemudian disusul oleh paslon nomor urut 4 (Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar) sebanyak 4.701 buah, terbanyak ke 3 dari paslon nomor urut 5 sebanyak 2.397 buah, selanjutnya paslon nomor urut 3 sebanyak 1.916 buah, dan terakhir adalah paslon nomor urut 1 sebanyak 248 buah.

"Setelah dilakukan penyusunan laporan dari Panwaslu Kecamatan, kemudian akan dilakukan kajian hukum dan pleno. Sementara indikasi awal, tentang pelanggaran atribut adalah merupakan dugaan pelanggaran administratif, maka  Panwaslu akan menyerahkan berkas perkara kepada KPU untuk ditindaklanjuti," katanya (KC-02/sc)**

Kadis Binamarga Atte Adha Kusdinan Penuhi Undangan Panwaslu Terkait Dengan Netralitas PNS

CIANJUR, (KC).- Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur Atte Adha Kusdinan penuhi undangan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Panwas Pilgub Jabar) Kabupaten Cianjur, Senin (25/2/2013) terkait dugaan pelanggaran kampanye Pilgub mengenai netralitas PNS.

Atte diundang Panwaslu berkaitan dengan temuan temuan dugaan  pelangaran netralitas PNS yang terjadi di Lapangan Prawatasari Cianjur saat terjadi kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf-Lex Laksamana.

Klarifikasi yang dilaksanakan hampir dua jam tersebut, Atte di cecar sejumlah pertanyaan terkait kehadiranya saat kampanye Dede Yusuf-Lex Laksamana beberapa waktu lalu.

Menurut Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur Saepul Anwar, klarifikasi ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti temuan Panwaslu Kab. Cianjur, terhadap beberapa pihak yang diduga melakukan pelanggaran Pemilu. "Sesuai kewenangan dan kewajiban kami untuk melaksanakan klarifikasi dan mencari bukti-bukti terhadap indikasi pelanggaran yang telah kami temukan, maka kami mengundang yang bersangkuta (Atte Adha) untuk didengar keteranganya," kata Saepul.

Menurut anggota Panwaslu dari Cipanas itu, setelah dilakukan klarifikasi kepada beberapa pihak yang diundang termasuk para saksi, Panwaslu akan melaksanakan kajian, gelar perkara, dan pleno. Setelah pleno menetapkan status perkara, barulah Panwaslu akan menyerahkan berkas perkara kepada instansi berwenang.

"Selain kepada Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur, kami pun dalam waktu dekat akan memanggil pihak-pihak lain termasuk para saksi guna memberikan keterangan tambahan terkait dengan indikasi pelanggaran Pemilu," tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur Atte Adha Kusdinan, mengatakan bahwa dirinya hadir kekantor Panwaslu Cianjur, dalam rangka memenuhi undangan Panwaslu, "Saya telah hadir memenuhi undangan Panwaslu dan telah memberikan keterangan serta jawaban klarifikasi kepada Panwaslu sesuai dengan pertanyaan yang diberikan," kata Atte yang enggan menyebut materi pertanyaan Panwaslu (KC-02)**.

Hasil Quick Count Pilkada Jabar 2013



Hasil Perhitungan Cepat 100 %

Ai Nuraedah: Semalam Saya Gelisah Tidak Bisa Tidur, Ternyata Itu Firasat Kalau Anak Saya Akan Meninggalkan Saya Selamanya

AWALNYA masih berharap kalau firasat tidak bisa tidur semalaman bukan pertanda kurang baik. Kabar banyaknya korban meninggal akibat diseruduk truk tronton, salah satunya tidak termasuk anak dan menantunya. Penantian didepan ruang kamar jenazah RSUD Cianjur untuk memastikan keberadaan anaknya ternyata berbuah tidak sesuai yang diharapkan.

Itulah yang dialami oleh Ai Nuraedah (42) ibu dari korban meninggal Agnes Devi Lestari (19) dan suaminya Ahmad Noval Fauzi (24).  Awalnya dia masih berharap kalau anak dan menantunya itu selamat dari musibah kecalakaan truk tronton maut tersebut. Namun harapanya pupus saat melihat dua jasad yang terbujur kaku dikenali sebagai anak dan menantunya.

"Saya sudah tidak sanggup lagi berdiri saat melihat kondisi jasad anak dan menantu saya. Keduanya ternyata menjadi korban kecelakaan itu. Kondisinya saja sangat mengenaskan, saya tidak sanggup lagi," kata Ai Nuraedah yang tak henti-hentinya menangisi kepergian anak dan menantunya.

Menurut Ai, sebelum terjadi kecelakaann maut yang merenggut anak dan menantunya, dia mengalami perasaan aneh. Pada malam sebelumnya, Ai mengaku tidak bisa tidur. Kondisi tersebut tidak seperti biasanya dialami. Malam itu dia baru bisa memejamkan mata sekitar pukul 03.00 WIB dan terbangun sekitar pukul 04.00 WIB.

"Tidak seperti biasanya saya mengalami perasaan seperti itu. Saya sempat bertanya-tanya dalam hati, ada apa ini.  Mungkin ini sebuah pertanda bahwa saya akan ditinggal anak dan menantu saya untuk selama-lamanya," katanya sambil menangis.

Tidak hanya sulit tidur, pertanda lainya kebiasaan sebelum berangkat bekerja di sebuah perusahaan sepatu di Sukabumi, anaknya tersebut selalu berpamitan. "Biasanya selalu pamit sebelum bekerja, hari ini dia tidak berpamitan. Hanya suaminya saja yang mondar-mandir kerumah untuk mengantar adiknya," kata Ai yang terakhir bertemu anaknya pada Jum'at (22/2/2013) sekitar pukul 16.30 WIB.

Meski kehilangan anak dan menantunya, ia berupaya untuk tetap tegar dan mengikhlaskan kepergian keduanya. "Saya harus ikhlas, mungkin ini adalah takdir anak saya, mudah-mudahan dia mendapat tempat yang layak. Saya mohon maaf bila anak dan menantu saya bila memiliki kesalahan semasa hidupnya," harapnya (KC-02)**.

Polda Jabar Terjunkan Tim Khusus Terkait Kecelakaan Maut di Bangbayang

CIANJUR, (KC).- Polda Jawa Barat menurunkan dua tim dalam kecelakaan maut truk tronton bermuatan olie di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/2/2013). Tim tersebut salah satunya untuk membantu proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya mengatakan, berdasarkan hasil laporan yang diterimanya kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton bermuatan olie dengan nomor polisi L 9763 UA tersebut telah mengakibatkan 16 orang meninggal, 4 luka berat dan 7 luka ringan.

"Kejadian kecelakaan ini terbilang paling besar sampai saat ini selama dua bulan terakhir. Untuk proses identifikasi dan analisis penyebab kecelakaan kita terjunkan dua tim. Tim saat ini sudah bekerja, terutama untuk membantu identifikasi para korban," kata Kapolda Jabar saat ditemui sesaat setelah melihat para korban di kamar mayat RSUD Cianjur.

Meski terbilang besar, tapi kejadian tersebut tidak masuk dalam kategori luar biasa hanya menonjol. Penyebab terjadinya kecelakaan sendiri diduga kuat akibat rem truk tronton blong. "Sebagai langkah antisipasi kita sudah memasang spanduk disekitar lokasi kejadian dan memerintah aparat tingkat polsek untuk selalu melakukan pengamanan. Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan perhubungan terkait masalah rambu lalu lintasnya," tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu hati-hati ketika melintasi jalan menurun di sekitar lokasi kecelakaan. "Sspanduk peringatan sudah kita pasang, sebagai salah satu peringatan agar masyarakat yang melintas bisa lebih hati-hati dalam berkendara," tegasnya.

Panggil Pengusaha
Kapolda juga mengintruksikan kepada Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heryanto untuk memanggil pengusaha pemilik angkutan yang diduga remnya blong saat terjadi kecelakaan. Pemanggilan tersebut guna mengungkap apakah kendaraan itu masih layak atau tidak, atau penyebab lainya.

"Kita akan minta keterangan dari pihak perusahaan perihal kondisi kendaraan yang dipakai untuk keperluan usaha mereka. Selain itu, kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Apakah nantinya pihak perusahaan harus bertanggungjawab atau tidak, melihat perkembangannya," tegasnya.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Jabar mengungkapkan, kecalakaan maut tersebut bermula saat truk tronton sarat muatan olie melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Ketika memasuki jalan yang mnurun diwilayah Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, tiba-tiba mobil oleng diduga remnya blong hingga menabrak dua angkutan kota (angkot) dan 6 unit sepeda motor serta empat rumah warga mengalami kerusakan.

"Kebanyakan kendaraan yang tertabrak dari satu arah. Hanya saja sepertinya sopir berupaya membanting stir kekanan hingga menabrak beberapa rumah sebelum akhirnya kendaraan terhenti," katanya.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan susulan apalagi didaerah sepanjang Bangbayang Gekbrong merupakan jalur rawan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar jalan tersebut dipasang penghambat laju kendaraan. "Kita usulkan agar dipasanga penghambat laju kendaraan seperti yang ada didepan gerbang pintu tol," katanya.

Selain itu pihaknya juga telah mengusulkan  agar dibuat tempat pembuangan untuk menghindari terjadinya korban jiwa bila terjadi kendaraan yang mengalami rem blong. Pembuangan tersebut bisa dibuat dengan menaruh pasir dan ban bekas.

"Kita telah koordinasi dengan perhubungan agar membuat tempat pembuangans eperti itu, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendaraan remnya blong bisa dibuang ke tempat pembuangan. Ini sebagi langkah untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa," paparnya (KC-02)**.

Sepasang Pengantin Baru Menjadi Korban Truk Tronton Maut

CIANJUR, (KC).- Dua dari 16 korban meninggal akibat kecelakaan truk maut di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur satu diantaranya merupakan pasangan pengantin baru. Kedua korban tersebut adalah Ahmad Noval Fauzi (24) dan Agnes Dewi Lestari (20) pasangan suami istri warga Kampung Cipadang RT 1/RW 5 Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kab. Cianjur.

Menurut penuturan Ai Nuraedah (42) ibu dari korban Agnes Devi Lestari, anaknya tersebut baru saja melangsungkan pernikahan denga suaminya pada 6 Februari 2013 silam. Suaminya merupakan anggotaSatpol PP Kabupaten Cianjur.

"Anak saya itu baru saja menikah, biasanya sebelum bekerja suka berpamitan dulu pada saya. Tapi hari ini dia tidak sempat berpamitan. Hanya suaminya saja yang bolak-balik kerumah untuk mengantarkan adiknya. Kebetulan hari libur, suaminya yang mengantarkan untuk bekerja di Sukabumi, tapi belum sampai pekerjaan, ternyata takdir sudah berkehendak lain," kata Ai yang terisak menahan tangisannya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra membenarkan kalau salah satu korban adalah anggota Satpol PP Kabupaten Cianjur. "Salah satu korban merupakan anggota kami, dia adalah personel bantuan polisi (banpol) yang baru saja menikah," katanya.

Pihaknya turut berbela sungkawan atas meninggalnya anggota banpol Satpol PP dan korban lainya dalam kecelakaan maut di Bangbayang Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur. "Tentu kita berduka dengan kejadian ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi cobaan ini," paparnya (KC-02**.

Jasa Raharja Akan Berikan Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Meninggal

CIANJUR, (KC).- Pihak Jasa Raharja akan segera memberikan santunan terhadap korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung  Lembor Kebon, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013). Masing-masing korban meninggal akan diberikan santunan sebesar Rp 25 juta, sementara korban luka akan diberikan santunan maksimal Rp 10 juta.

Petugas Jasa Raharja wilayah Cianjur Gian Pratama mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap para korban kecelakaan yang telah berada di RSUD Cianjur. "Saat ini masih dalam pendataan, setelah datanya fik nantinya akan kamis ampaikan kepada petugas yang menangani bantuan asuransinya," kata Gian saat ditemui di Kamar Mayat RSUD Cianjur.

Dikatakan Gian, proses pencairan untuk pemberian bantuan asuransi bagi para korba kecelakaan prosesnya tidak akan berlangsung lama.  Setelah semua administrasinya lengkap, bantuan tersebut akan segera diberikan. "Tidak memakan waktu lama, hanya butuh kelengkapan administrasinya saja," tegasnya.

Sementara itu proses identifikasi terhadap korban yang meninggal di kamar mayat RSUD Cianjur masih terus berlangsung. Sejumlah warga masih terlihat berdatangan untuk mengecek anggota keluarganya apakah ada yang menjadi korban atau tidak.

Berdasarkan data sementara dari kamar mayat RSUD Cianjur, korban meninggal yang berhasil diidentifikasi  diantaranya Ahmad Noval Fauzi (24) dan Agnes Dewi Lestari (20) pasangan suami istri warga Kampung Cipadang RT 1/RW 5 Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Kab. Cianjur,  Zaenal Samsudin (29) warga Cipaku RT 3/RW 1 Desa Cisarandi Kec. Warungkondang, Asep Nurmansyah (27) warga panagan RT 1/RW 6 Desa Sukamju, Kec Cibeber, Kab. Cianjur, Nadia warga Pasir Kalapa, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Asep Sunandar (22) warga Kampung Pasir Munding,  Desa Sukaraharja, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Ayu Febrianti (20) warga Sukasari, Kec. Cilaku, Kab. Cianjur, Ai Nurjanah warga Kampung Irigasi RT 1/RW 4 Ds. Sukamaju, Kec. Cibeber, Kab. Cianjur, Manan (39) warga Sepejul gudo RT 2/RW 1 Jombang, Jawa Timur, dan Mimin (50) warga Kampung Pasirtulang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur.

Sementara itu korban yang mengalami luka-luka dan kini masih dirawat di IGD RSUD Cianjur adalah Unang Samsuroni (48) warga Gekbrong, Encep Abdul Falah (50) warga Gekbrong, Nedi (60) warga Jambudipa, Kec. Warungkondang, Ahmad Nasution (40) warga Cipetir Cibeber, Dina Fazriati (15) warga Gekbrong, Lina Silvi (15) warga Gekbrong, Gina Rahayu warga Sukaratu, Marsa Marsita (16) dan dua warga lainya belum teridentifikasi. (KC-02)**.

Kecelakaan Maut Gekbrong, Korban Meninggal Jadi 16 Orang, Baru 8 Korban Teridentifikasi

TKP Tabrakan Beruntun di Desa Bangbayang Cianjur
CIANJUR, (KC).- Korban meninggal akibat kecelakaan maut di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Kp. Lembor Kebon, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013) bertambah. Sehingga jumlah korban yang meninggal menjadi 16 orang.

Korban yang baru saja mennggal teridentifikasi bernama Maman warga Jombang Jawa Timur. Korban sempat mendapatkan perawatan di ruang IGD RSUD Cianjur. Hanya saja akibat lukanya yang cukup parah, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari 16 korban yang meninggal, baru 8 korban yang sudah teridentifikasi. Mereka adalah Ahmad Noval warga Copadang Kec. Gekbrong, Zaenal Samsudin warga Cipaku Kec. Warungkondang, Agnes Dewi L warga Cipadang, Kec. Gekbrong, Asep Nurmansyah warga Sukamaju, Kec. Cibeber, Asep Sunandar karyawan PT. Pratama Abadi Industri, Nadia warga Pasirkalapa, Kec. Cibeber, Ayu Febrianti warga Cilaku dan Maman sopir truk warga Jombang (KC-02).

Kamar Mayat RSUD Cianjur Diserbu Warga, Ingin Memastikan Kondisi Keluarganya

CIANJUR, (KC).- Ratusan warga mendatangi kamar mayat RSUD Cianjur untuk memastikan apakah ada kerabat atau keluarga mereka yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Raya Cianjur Sukabumi, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013). Tidak hanya warga sejumlah perwakilan perusahaa yang berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan juga mendatangi kamar mayat RSUD Cianjur.

"Kami datang ke kesini (kamar mayat RSUD Cianjur) untuk mémastikan apakah ada karyawan kami yang menjadi korban atau tidak. Barusan juga ada laporan dari keluarg karyawan yang hilang kontak sama anaknya yang kerja diperusahaaan kami. Saat ini masih kami kroscek, apakah yang bersangkutan bekerja atau masuk dalam daftar korban," kata Humas PT. Pratama Abadi Industri, H. Makmur.

Menurutnya, jika ternyata ada karyawan yang menjadi korban, pihaknya akan langsung memberikan perhatian sebagaimana semestinya. "Kita persilahkan pihak keluarga mengurus sebagaimana mestinya. Kami dari perusahaan akan membantu," tegasnya.

Sedikitnya 15 orang tewas dan 10 lainya menderita luka berat dan ringan akibat diseruduk truk tronton bermuatan olie yang diduga mengalami rem blong di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Kp. Lembor Kebon, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013). Korban meninggal maupun luka dilarikan ke RSUD Cianjur.

Sementara dari 15 korban yang meninggal baru teridentifikasi tiga orang. Ketiganya adalah Jaenal Samsudin (29) warga Kp. Cipaku RT 3/01, Desa Cisaradi, Kec. Warungkondang, Kab. Cianjur dan pasangan suami istri Ahmad Noval Fauzi (29) dan Agnes Devi Lestari (19) warga Kp. Cipadang RT 01/05 Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur (KC-02)**.

Truk Seruduk Warga di Bangbayang, 15 Orang Tewas Mengenaskan

CIANJUR, (KC).- Sedikitnya 15 orang tewas dan 10 lainya menderita luka berat dan ringan akibat diseruduk truk tronton yang diduga mengalami rem blong di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Kp. Lembor Kebon, Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur, Sabtu (23/2/2013). Korban meninggal maupun luka dilarikan ke RSUD Cianjur.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, dari 15 korban yang meninggal kondisinya sangat memprihatinkan. Hampir seluruh jasad korban rusak dan sulit untuk dikenali. Bahkan beberapa bagian tubuh diantaranya banyak yang terlepas.

"Kondisinya sangat mengenaskan, banyak anggota tubuh korban yang terlepas dan tidak utuh lagi. Saya sampai tidak kuat melihatnya," ujar seorang warga yang melihat langsung kondisi korban yang meninggal.

Seluruh korban yang meninggal maupun luka langsung dilarkan ke RSUD Cianjur. 10 korban diantaranya berada didalam angkot. Kondisinya menderita luka berat dan ringan. Sedangkan korban yang meninggal langsung di bawa ke kamar mayat Cianjur.

Dari 15 korban meninggal, sementara baru tiga korban yang berhasil di identifikasi. Kedua korban tersebut adalah Jaenal Samsudin (29) warga Kp. Cipaku RT 3/01, Desa Cisaradi, Kec. Warungkondang, Kab. Cianjur dan pasangan suami istri Ahmad Noval Fauzi (29) dan Agnes Devi Lestari (19) warga Kp. Cipadang RT 01/05 Desa Bangbayang, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur.

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah warga mendatangi kamar mayat RSUD Cianjur untuk mengecek apakah keluarganya masuk kedalam data korban kecelakaan. Diduga korban yang meninggal kebanyakan merupakan karyawan sebuah perusahaan yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian kecelakaan. (KC-02)**.

Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur Saepul Anwar: Ribuan Alat Peraga Kampanye Sudah ditertibkan Pada Masa Tenang

CIANJUR, (KC).- Ribuan atribut kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013, ditertibkan oleh tim gabungan. Penertiban tersebut dilakukan menyusul adanya tindakan pembiaran dari para tim sukses masing-masing calon  yang tidak juga menertibkan alat peraganya. Padahal dalam ketentuan sudah jelas bahwa tim sukses calon cagub /cawagub wajib menertibkan atributnya.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, tim gabungan dari Panwaslu, Satpol PP dan Kepolisian bergerak serentak hingga tingkat kecamatan untuk menyisir sejumlah tempat yang terdapat alat peraga kampanye. Dari hasil penyisiran tersebut ribuan atribut atau alat peraga kampanye berhasil ditertibkan seperti spanduk, poster, baligo, famplet dan stiker.

Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur Saeful Anwar menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan tersebut dilakukan dalam rangka masa tenang kampanye. Sebelumnya, kata dia, pihak Panwas Kabupaten Cianjur, mengirimkan surat ke masing-masing tim sukses pasangan Cagub-Cawagub Jabar yang ada di Cianjur, untuk menurunkan atributnya masing-masing.

“Setelah koordinasi dengan aparat terkait, kita tertibkan sisanya setelah sebagian antribut diturunkan oleh tim sukses masing-masing pasangan. Seperti baliho ukuran besar yang sulit dijangkau,” tutur Saeful.

Atribut atau alat peraga kampanye yang berhasil ditertibkan tersebut, diamankan dan disimpan di Satpol PP Cianjur. "Bila ada dari tim sukses yang ingin mengambil alat peraga kampanye tersebut, dipersilahkan menghubungi Satpol PP Cianjur," tegasnya (KC-02)**.

Ampuh Cianjur Gerudug Kejagung, Desak Bupati Ditetapkan Jadi Tersangka

CIANJUR, (KC).- Puluhan massa yang berasal dari Aliansi Masyarakat Untuk Penegakan Hukum (AMPUH) Cianjur, melakukan aksi unjukrasa di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jalan Sultan Hassanudin No.1, Kamis (21/2/2013).

Mereka menuntut agar Kejaksaan Agung segera menetapkan Bupati Cianjur Tjetjep Muhtar Soleh, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan bupati tahun 2007-2010 atau yang dikenal dengan “mamin gate” yang merugikan negara  Rp 6 miliar.

Menurut Ketua LSM AMPUH Cianjur, Yana Nurzaman dalam siaran perssnya, kedatangannya ke Kejaksaan Agung tersebut  untuk menanyakan tindak lanjut  pihak kejaksaan dalam pengusutan kasus korupsi “mamin gate”. Pasalnya menurut Yana,  keterlibatan Bupati Cianjur Tjetjep MS dalam kasus mamingate bukan opini tapi fakta persidangan berupa   dokumen yuridis yang valid, resmi dan menajdi sumber hukum pertama dan utama.

“Penetapan tersangka terhadap Bupati Cianjur menjadi harapan publik Cianjur dan segera diproses di meja hijau demi terwujudnya prinsip equality before the law. Kasus maminGate yang merugikan keuangan negara sekitar Rp.6 milyar , bukan kesalahan administrasi seperti klaim pembela 'mamingate '.Kasus ini murni kejahatan (Crimes againt humanity).Solusinya harus diproses di pengadilan.Tuntas ke atas.Pembayaran ganti rugi tidak menghentikan penyidikan atau menghilangkan tindak pidana korupsi (pasal 4 UU No 31 thn 1999 sebagaimana telah diubah UU No 20 thn 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi),” ujar Yana yang dihubungi, Kamis (21/2/2013).

Menurut  Yana saat di Kejaksaan agung ia dan para pengunjuk rasa akhirnya diterima oleh pihak kejaksaan yangetrdiri dari perwakilan dari Puspenkum, perwakilan Jamwas dan Perwakilan Jampidsus. Kepada petugas pengunjuk rasa mendesak agar surat penetapan bupati sebagai tersangka segera diterbitkan, dan mereka memberi waktu selama satu minggu.

“Kepada kami pihak kejaksaan agung berjanji akan menindaklanjuti tuntutan kami dan mereka dalam waktu dekat akan memanggil Kajati Jabar dan Asisten Pidana Khusus Kejati Jabar untuk diminta penjelasan soal kasus bupati Cianjur. Dan kami akan dating kembali untuk menanyakan hasilnya pecan depan,” kata Yana.

Setelah melakukan aksi di Kejaksaan Agung, puluhan massa yang membawa spanduk bertuliskan “Seret Bupati Cianjur ke Meja Hijau” tersebut melanjutkan aksi mereka di Gedung KPK di jalan HR. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta.

Menurut informasi yang diperoleh Pelita, setelah melakukan orasi didepan kantor KPK, perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh petugas KPK dan selam satu jam setengah mereka membeberkan sejumlah kasus korupsi di pemkab Cianjur terutama terkait masalah “mamin gate” dan mendesak agar KPK segera melakukan supervisi terhadap jalannya proses hukum Bupati Cianjur di kejaksaan tinggi Jabar yang dinilai lambat (KC-02/AR)**.

Empat Pasangan Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur Jabar Melanggar

CIANJUR, (KC).- Dari lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, hampir seluruhnya melakukan pelanggaran selama masa kampanye diwilayah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Pelanggarann yang dilakukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut terkait dengan pemasangan alat peraga kampanye.

Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kecamatan Cugenang, B. Mustofa didampingi stafnya Irvan Budiman mengatakan, dari hasil pengawasan selama masa kampanye Pilgub Jabar diwilayah Kecamatan Cugenang, hampir semua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur melanggar dalam pemasangan alat peraga kampanye. Mereka memasang alat peraga kampanye ditempat yang tidak diperbolehkan.

"Dari lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, hanya satu pasangan yang tidak ditemukan melakukan pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye. Sisanya yang empat pasangan semuanya melakukan pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanyenya," kata B. Mustofa saat ditemui Sekretariat Panwaslu Cugenang Jalan Raya Cugenang, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (21/2/2013).

Pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye tersebut kata B. Mustofa, dilakukan oleh pasangan calon melalui tim suksesnya yang telah memasang alat peraga kampanye di pohon dan tiang listrik. Padahal pohon dan tiang listrik merupakan salah satu media yang dilarang untuk dipasang alat peraga kampanye.

"Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 14 tahun 2010 tentang perubahan atas peraturan KPU Nomor 69 tahun 2009 tentang pedoman tekhnis kampanye pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, sudah jelas dilarang atau tidak diperkenankan," tegasnya.

Didalam pasal 22 PKPU Nomor 14 tahun 2010 tersebut dijelaskan bahwa kampanye Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang dilaksanakan dalam bentuk pemasangan alat peraga ditempat kampanye dan ditempat lain yang ditentukan oleh KPU tidak dibenarkan ditempatkan pada tempat ibadah seperti masjid gereja, vihara, pura, rumah sakit dan tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolahan).

"Di huruf b pasal 22 PKPU Nomor 14 tahun 2010 itu sudah jelas bahwa jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, dan tempat-tempat fasilitas umum misalnya tiang telepon, tiang listrik dan pohon perindang jalan tidak diperkenankan menjadi media untuk pemasangan alat peraga kampanye. Kenyataanya malah dijadikan media, berarti ini salah satu bentuk pelanggaran," katanya.

Dari lima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang melakukan pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye paling banyak dilakukan oleh pasangan nomor urut 2 (Irianto MS Safiuddin-Tatang Farhanul Hakim) dengan jumlah 147 buah. Disusul pasangan nomor urut 4 (Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar) dengan jumlah 47 buah, pasangan nomor urut 5 (Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki) sebanyak 27 buah dan pasangan nomor urut 3 (Dede Yusuf-Lex Laksamana) sebanyak 25 buah.

"Hanya pasangan nomor urut 1 (Dikdik Mulyana Arief M-Cecep Nana Suryana Toyib) yang tidak ditemukan pelanggaran dalam pemasangan alat peraga kampanye. Pasangan cagub dan cawagub dari jalur independen tersebut juga alat peraganya yang paling minim," jelasnya.

Sementara itu Divis Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur Saepul Anwar menegaskan dalam masa tenang pasca masa kampanye, seluruh tim sukses masing-masing pasangan calon dihimbau untuk menertibkan alat peraga kampanye. Kenyataanya, masih ada saja yang tidak menertibkan alat peraga kampanyenya.

"Kita berikan ruang satu  hari agar tim sukses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur menertibkan alat peraganya. Setelah itu kita tetap akan bergerak berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kepolisian dan mengerahkan seluruh Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) secara serentak untuk terjun menyisir wilayahnya masing-masing. Kita akan bergerak serentak malam ini," tegasnya (KC-02)**.

65 Tenaga Honorer Terima SK CPNS Dari Bupati

CIANJUR, (KC).- Sebanyak 65 orang tenaga honorer di Kabupaten Cianjur, kini bisa bernafas lega. Setelah sekian lama menunggu kepastian, akhirnya surat keputusan pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemkab Cianjur diterimanya.

Pemberian SK CPNS bagi 65 tenaga honorer yang masuk dalam kategori I itu disampaikan langsung oleh Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, Rabu (20/2/2013) di Gedung Serba Guna Vedca Kecamatan Karangtengah . Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Cianjur Sudradjat Laksana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep S Alamsyah, Camat Mande, dan beberapa pejabat di lingkungan BKPPD.

Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh dalam sambutannya mengatakan penyerahan SK CPNS sangat penting dilaksanakan dalam kegiatan rekruitmen pegawai negeri sipil (PNS), sebagai salah satu mata rantai dalam pembinaan PNS selanjutnya. Oleh karena itu, kiranya hal ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi para CPNS untuk mengawali tugas sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat.

"Kesempatan menjadi CPNS ini, hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik–baiknya untuk membangun karakter sebagai seorang PNS yang profesional dan berkualitas," kata bupati.

Menurut bupati, profesionalisme PNS seringkali dikumandangkan oleh berbagai kalangan, yang menghendaki bahwa setiap PNS harus memiliki kemampuan dalam mewujudkan pelayanan masyarakat dengan cepat, berkualitas, dan tidak diskriminatif. PNS juga diharapkan senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja dan sekaligus meningkatkan pemberdayaan potensi masyarakat, guna mendorong pertumbuhan perekonomian, meningkatkan keunggulan kompetitif serta berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.

Bupati mengharapkan, para CPNS dapat berperan sebagai aparatur pemerintah yang tangguh, mempunyai sikap mental yang terpuji dan mempunyai visi ke depan dalam mengantisipasi perubahan zaman, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi organisasi.

"Saya harapkan para CPNS dapat mewarnai dan memberikan nuansa dan paradigma baru, terutama dalam hal disiplin dan kinerja, sehingga kekurangan-kekurangan kinerja PNS dalam paradigma lama dapat diperbaiki dan ditingkatkan sesuai tuntutan zaman. Seorang CPNS harus siap ditugaskan di mana saja dan kapan saja, trampil, cekatan, dan harus senantiasa menjaga citra sebagai aparatur pemerintah. Selain itu, juga harus selalu mempertahankan prestasi, dedikasi dan loyalitas kepada pemerintah serta berperilaku terpuji sebagai pegawai negeri sipil yang berakhlakul karimah," harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah ( BKPPD ) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengungkapkan, jumlah tenaga honorer kategori I yang menerima SK CPNS ini sebanyak 65 orang. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan 40 orang, tenaga pendidikan 18 orang, penyuluh pertanian 1 orang serta tenaga teknis dan administrasi lainnya 6 orang (KC-02)**

Berkat Bantuan FPKT, Atikah Kini Bisa Tersenyum Lega

WAJAHNYA terlihat berseri-seri, seperti tengah merasakan kebahagaian. Itulah saat ini yang dialami Atikah (45), warga Kampung Sarampo, Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Betapa tidak wanita paruh baya penderita tumor ganas seberat 2,5 kilo gram dibagian bawah dagunya itu kini sudah tidak ada lagi setelah diangkat melalui  operasi oleh dokter  Rumah Sakit Untuk Daerah (RSUD) Cianjur.

"Saya sangat bersyukur setelah 20 tahun menderita penyakit tumor ini, sekarang bisa sembuh setelah di operasi. Ini bagi saya adalah sebuah anugrah yang tidak terhingga, karena sebelumnya saya tidak pernah memiliki rencana untuk operasi," kata Atikah sambil tersenyum gembira  saat ditemui di Ruangan Samolo 1 RSUD Cianjur, Rabu (20/2/2013).

Menurut Atikah, dirinya sampai bisa menjalani operasi pengangkatan tumor dibawah dagunya tidak terlepas jasa dari Ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Cianjur Irvan Rivano Muchtar. "Saya hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih sudah dibantu, sehingga penyakit saya ini bisa mendapatkan penanganan medis," katanya.

Atikah mengaku sebelum menjalani operasi pengangkatan tumor ganas di bawah dagunya, dia sempat merasakan badannya panas dan dibagian dagunya terasa sangat  berat. Sedangkan setelah di operasi, hal itu tidak tidak lagi dirasakan. "Kini kondisi kesehatan saya membaik. Badan tidak lagi panas, dibawah dagu juga tidak lagi berat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha  RSUD Cianjur, Cicih Permasih, mengungkapkan, Atikah datang ke RSUD Cianjur didampingi Ketua FPKT Kabupaten Cianjur Irvan Rivano Muchtar. Setelah tiba di rumah sakit yang bersangkutan langsung menjalani pemeriksaan medis. Akhirnya dokter yang menanganinya memutuskan untuk dilakukan operasi.

"Operasinya dilakukan oleh tim dokter di ruangan instalasi bedah sentral selama tiga jam, dari mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Operasinya alhamdulillah berjalan lancar sesuai yang diharapkan. Tumor seberat 2,5 kilo gram kini telah diangkat. Saat ini pasca operasi Atikah masih menjalani rawat inap, karena menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Meski begitu, Atikah tidak akan lama lagi di RSUD, dan  segera pulang, karena kondisinya terus membaik," jelasnya.

Ketua FPKT Kabupaten Cianjur,  Irvan Rivano Muchtar didampingi Ketua Timkes IRM, Firman Alamsyah, memaparkan, awal melaksanakan pendampingan kepada Atikah, saat FPKT melaksanakan pengobatan gratis di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur satu bulan lalu. "Saat pengobatan itu, kami menemukan ada seorang warga bernama Atikah, mengalami sakit tumor ganas. Kami pun langsung menindaklanjutinya untuk di rujuk ke RSUD," paparnya.

Selama berada di rumah sakit tim kesehatan dari pihknya terus mendampingi. Untuk pengobatan Atikah sendiri gratis tidak dipungut biaya apa pun.  "Kami akan
terus konsisten dalam pendampingan kesehatan masyarakat miskin,  karena semuanya sudah menjadi tanggung jawab moral  sebagai manusia," kata Irvan.

Pihaknya juga mengaku membuka layananan pendampingan kesehatan untuk masyarakat Cianjur, terutama dari keluarga yang kurang mampu. "Tim kesehatan kami sudah dibentuk dan berjalan lama, kalau ada yang sakit yang perlu didampingi kami sangat terbuka dan pasti kami bantu," pungkasnya (KC-02)**.

Panwaslu Kabupaten Cianjur Himbau Tim Sukses Cagub dan Cawagub Bersihkan Alat Peraga Kampanye

Saepul Anwar
CIANJUR, (KC).- Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) Kabupaten Cianjur menghimbau kepada seluruh tim sukses pasangan calon agar menertibkan seluruh atribut alat peraga kampanye yang terpasang disejumlah tempat di wilayah Kabupaten Cianjur pada masa tenang setelah berakhirnya masa kampanye. Himbauan tersebut dilakukan mengingat pada masa tenang, seluruh atribut dan alat peraga kampanye harus stiril.

"Kami sudah melayangkan surat himbauan kepada para tim sukses dan partai pengusungnya agar mereka membersihkan alat peraga kampanye yang sebelumnya telah dipasang semasa kampanye. Karena berdasarkan aturan, mereka wajib membersihkan alat peraga kampanye yang sebelumnya telah dipasang," kata Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saepul Anwar, Rabu (20/2/2013).

Menurut Saepul, pembersihan alat peraga kampanye tersebut oleh tim sukses pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Cianjur bisa dilakukan pada saat masa tenang. "Kami memberikan waktu sehari pada Kamis (21/2/2013) agar para tim sukses para calon gubernur itu membersihkan atribut atau alat peraga kampanyenya," katanya.

Kalau ternyata para tim sukses tidak juga melakukan penertiban, Panwaslu akan mengambil sikap tegas melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan pihak kepolisian untuk menertibkan alat peraga kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. "Idialnya mereka tim sukses calon gubernur yang harus menertibkan, tapi kalau tidak nanti Satpol PP, kepolisian bersama Panwas yang akan menertibkan," katanya.

Untuk penertiban alat peraga kampanye, pihaknya juga telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Panwaslu Kecamatan untuk melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Polsek terkait penertiban alat peraga kampanye. Panwaslu Kecamatan juga dihimbau agar meminta seluruh tim kampanye ditingkat kecamatan menertibkan alat peraga kampanye.

Pengawasan Logistik
Tidak hanya melakukan penertiban alat peraga kampanye, Panwaslu Kabupaten Cianjur saat ini juga tengah berkonsentrasi melakukan pengawasan terhadap distribusi logistik Pilgub Jabar. Seluruh anggota Panwas hingga Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) saat ini sedang siaga satu melakukan pengawasan terhadap distribusi logistik.

"Kita tidak ingin dalam distribusi logsitik ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga mengancam pelaksanaan pencoblosan Pilgub Jabar pada 24 Februari 2013 mendatang. Karena suksesnya pengawasan itu tidak diukur dari seberapa banyak persoalan pelanggaran yang bisa ditangani tapi seberapa jauh pelanggaran itu bisa dilakukan pencegahan. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan pengawasan," katanya.

Pihaknya juga berharap, para penyelenggara pemilu khususnya dijajaran KPU hingga kebawah bisa melaksanakan kegiatan tekhnisnya berdasar pada aturan yang telah ada. "Untuk urusan logistik, panwas hanya ingin memastikan semuanya bisa sesuai dengan ketentuan yang ada. Kasus kekurangan surat suara dan formulir C6 mudah-mudahan saja bisa segera tertangani. Jangan sampai mengganggu pelaksanaan Pilgub nanti," harapnya.

Sementara itu berdasarkan data dari KPU Cianjur, sampai pukul 17.00 WIB, Rabu (20/2/2013) sudah 16 Kecamatan di wilayah Cianjur selatan yang menerima logistik Pilgub. Sementara untuk pengiriman diwilayah utara di jadwalkan selama dua hari yakni Kamis-Jum'at (21-22/2/2013). "Pada H-1 seluruh logsitik Pilgub harus sudah terdistribusikan seluruhnya," kata Humas KPUD Cianjur Hendi saat dihubungi terpisah.

Menurut Hendi, berdasarkan data terakhir surat suara pengganti yang rusak sebanyak 4.545 lembar, hingga saat ini belum ada kepastian. Demikian juga sebanyak 52 lembar formulir C6 (Surat undangan pencoblosan) juga belum ada kepastian kapan dikirimnya.

"Masalah surat suara dan formulir C6 ini langsung dari Provinsi, kami hanya bisa meminta dan menunggu. Tapi mudah-mudahan secepatnya bisa kami terima dan segera kami distribusikan," paparnya (KC-02)**.

Kesadaran Warga Cianjur Membuang Sampah Pada Tempatnya Masih Minim

CIANJUR, (KC).- Kesadaaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya terbilang masih minim. Bahkan, sejumlah tong sampah yang ada dan disediakan di sejumlah titik di ruang-ruang publik di wilayah perkotaan Kabupaten Cianjur malah banyak yang hilang akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab.

Kondisi tersebut, tentunya sangat ironi di tengah tekad Kabupaten Cianjur untuk kembali merebut Piala Adipura, sebuah penghargaan dari presiden kepada kepala daerah yang mampu menjaga kebersihan wilayah kota/kabupatennya secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur, Rika Ida Mustikawati membenarkan hal tersebut. Menurut dia, tingkat kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya dipandang masih rendah.

“Kalau dalam skala 100 persen, paling hanya 30 persen yang membuang sampah pada tempatnya, sisanya sembarangan. Ada yang membuang ke jalan maupun ke selokan atau sungai. Ironisnya lagi, banyak tempat sampah kami yang hilang,” tutur Rika.

Sementara menurut Rika, raibnya tong-tong sampah tersebut dinilai ada unsur kesengajaan, baik sebagai bentuk penolakan warga terhadap keberadaan tong sampah di wilayah tempat tinggalnya, maupun alasan komersil alias sengaja diambil oleh orang-orang yang bermaksud memanfaatkannya sebagai barang rongsokan.

“Kalau dihitung-hitung jumlahnya ada ratusan yang sudah hilang. Siang dipasang, besoknya sudah hilang, dipasang lagi, hilang lagi. Dan begitu seturusnya,” ujarnya.

Akibatnya, banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan. Namun begitu, pihaknya lebih "menghargai" warga yang membuang sampah ke pinggir jalan daripada ke selokan atau sungai.
“Asalkan membuangnya sebelum jam 7 pagi agar bisa terangkut oleh petugas kami. Tapi sayangnya saat ini masih saja ada yang membuang sampah ke pinggir jalan di atas jam 7 akibatnya tidak terangkut saat itu,” ungkapnya.

Sementara itu,  sebelumnya Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh sempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan melakukan edaran ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tentang berprilaku bersih. Menurut Bupati, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk melihat sejauhmana keberadaan kerbersihan dalam rangka terciptanya suasana yang kondusif juga yang paling utama ingin menumbuhkan kesadaran, tanggungjawab dan kebutuhan serta budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat Cianjur.

“Sebelumnya kita telah melakukan edaran ke setiap OPD tentang berprilaku bersih, kita harapkan juga warga masyarakat pun untuk selalu mentaati segala ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Cianjur, seperti membuang sampah pada tempatnya, membuang sampah pada waktu-waktu yang telah ditetapkan serta membuang sampah dalam kondisi yang rapi tidak berserakan sehingga memudahkan petugas kebersihan pada saat mengangkut sampah-sampah tersebut,” katanya.

Menurut Tjetjep, kondisi kebersihan di wilayah Cianjur kota secara umum cukup bagus meskipun di beberapa titik masih terlihat ada sampah. Oleh karena itu bupati mengajak warga masyarakat untuk turut serta berpartisipasi menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kota Cianjur khususnya di wilayahnya masing-masing.

“Sehingga keinginan kita untuk mewujudkan terciptanya kota Cianjur yang bersih, indah, dan rapih bisa terwujud. Tentunya untuk mewujudkan itu semua perlu dukungan dari masyarakat luas,” tegasnya (KC-02)**.

Kos-Kosan Marak, Warga Resah

CIANJUR, (KC).- Usaha bisnis kos-kosan ternyata belakangan di Cianjur seperti jamur dimusim hujan. Tumbuh dan berkembang begitu cepat. Hal ini menandakan bahwa bisnis tersebut dirasakan oleh sebagian kalangan sangat menjanjikan untuk alasan ekonomi.

Hanya saja ternyata dibalik itu semua, tidak selamanya membawa dampak yang positif. Belakangans ejumlah warga sudah mulai gerah akibat adanya kos-kosan diwilayahnya. Bukan akibat  bangunan kos-kosan, tapi keberadaan penghuninya yang cenderung bebas.

Untuk itulah sejumlah warga yang tinggal di lingkungan kos-kosan meminta pemerintah dan aparatur terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas atau pergaulan di lingkungan kos-kosan. Karena pergaulan bebas di kos-kosan sudah mulai meresahkan warga.

"Harus ada pengawasan yang berkelanjutan. Kalau perlu ada razia untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kos-kosan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ungkap Engkos (62) salah seorang warga Cianjur.

Keberadaan kos-kosan apalagi yang terpisah dari pemiliknya terindikasi membuka ruang kebebasan bagi para penghuninya, apalagi ini di dominasi oleh kaum muda, kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Kami selaku warga sebenarnya tidak alergi dengan kos-kosan, hanya saja perlu adanya pengawasan dan aturan agar pergaulannya tidak terlalu bebas, seperti pergaulan antara laki-laki dan perempuannya," katanya.

Menurut Engkus, sepertinya pemilik kos-kosan sudah tidak lagi melihat siapa orang yang mau ngekos. Mereka cenderung melihat seberapa besar calon penghuni kos itu bisa menghasilkan lembaran rupiah yang akan diterimanya.

"Inilah yang akhirnya siapapun orang bisa ngekos yang dampaknya akan terjadi pergaulan bebas. Masa tengah malam masih ada saja laki-laki dan perempuan berpasangan keluar masuk kos-kosan. Apakah ini bukan dinamakan pergaulan bebas," paparnya.

Kabid Penertiban Umum Satpol PP Pemkab Cianjur, Teguh Dalu mengakui, keberadaan kos-kosan memang tengah menjamur di Kabupaten Cianjur seiring keberadaan perusahaan-perusahaan atau pabrik serta lembaga pendidikan.

"Selentingan memang kita pernah dengar ada lokasi kos-kosan yang dijadikan tempat prostitusi terselubung, namun informasi itu tentu perlu pendalaman lebih jauh, agar saat kami bertindak tidak berdasarkan praduga namun semata karena fakta," ungkap Teguh.

Pihaknya pun berjanji akan melakukan pengawasan terhadap keberadaan kos-kosan tersebut, baik terkait indikasi pergaulan bebasnya termasuk mengenai kelengkapan perijinannya.

"Karena sepengetahuan kami, kalau ada rumah kos-kosan yang memiliki kamar di atas 10 unit, maka kena pajak daerah, namun terkait itu tentu perlu pendataan di lokasi," ungkapnya.

Pihaknya menenggarai masih ada pemilik kos-kosan yang kena pajak tersebut namun belum memenuhi kewajibannya. "Tentu perlu kordinasi antar dinas. Sedangkan kalau mengenai keberadaan kos-kosan memicu semakin meningkatnya pergaulan bebas seperti free seks masih perlu pembuktian di lapangan," tandasnya (KC-02)**.

Camat Cugenang Tak Hadiri Gelar Pasukan Pamsung Pilgub Jabar di Wilayahnya

CIANJUR, (KC).- Gelar Pasukan Pamsung Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) yang dilaksanakan diwilayah Kecamatan Cugenang, Selasa (19/2/2013) tanpa dihadiri oleh Camat Cugenang Dadan Ginanjar. Hal tersebut disesalkan beberapa pihak yang ikut dalam gelar pasukan.

"Seharusnya selaku camat bisa menghadiri kegiatan gelar pasukan itu, kalau tidak ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Ini sangat disayangkan camat malah lebih memilih tidak menghadiri dan memilih menghadiri kegiatan lain yang sepertinya bisa diwakilkan," kata seorang peserta gelar pasukan pamsung yang minta tidak disebut namanya saat dihubungi, Selasa (19/2/2013).

Berdasarkan informasi, ketidak hadiran camat dalam gelar pasukan pamsung Pilgub Jabar Kecamatan Cugenang, lantaran yang bersangkutan menghadiri pengukuhan Karang Taruna ke RT an di wilayah Desa Sukamanah. Pada kegiatan tersebut dihadiri Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang merupakan anak Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh.

"Kalau alasannya menghadiri pengukuhan Karang Taruna tingkat RT lantaran ada anak bupati sepertinya tidak pas dengan meninggalkan gelar pasukan Pilgub yang jelas-jelas hajat masyarakat Jabar. Wajar saja kalau menjadi bahan pembicaraan," katanya.

Sementara itu Camat Cugenang Dadan Ginanjar saat dikonfirmasi tidak menampik ketidak hadiranya dalam gelar pasukan pamsung Pilgub Jabar Kecamatan Cugenang karena menghadiri kegiatan lain. Pada saat yang bersamaan mengaku menghadiri pembukaan Porseni dan Pengukuhan Karangtaruna.

"Tadi saya menghadiri porseni di cariu, terus mendampingi Ketua Karang Taruna Kabupaten pada pengukuhan Karang Taruna sub unit RT Desa Sukamanah. Saya mohon maaf tidak bisa hadir dalam gelar pasukan," katanya (KC-02)**.
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI