Agustus 2013
no image
CIANJUR, [KC],- Sejumlah pungutan terhadap calon jamaah haji masih mewarnai di Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh para calon jamaah.

Seperti yang diungkapkan seorang jamaah asal Cipanas Kab. Cianjur. Dia sangat menyayangkan ada sejumlah pungutan diluar biaya ongkos naik haji (ONH). "Kami sangat menyayangkan adanya pungutan lain. Padahal semestinya kalau ada biaya tambahan apakah tidak bisa sekaligus digabungkan dengan satu pembayaran saja," kata seorang calon jamaah haji yang minta tidak disebut namanya.

Pihaknya mencontohkan adanya biaya vaksinasi yang dibebankan kepada para calon jamaah haji. Banyak calon jamaah yang tidak mengetahuinya besaran biayanya. "Coba tiba-tiba ada undangan untuk vaksinasi dan harus bayar. Kalu persiapan mungkin tidak masalah, tapi kalau tidak mungkin tidak akan jadi divaksinasi karena tidak bawa uang untuk membayarnya," kata jamaah yang merupakan pensiunan Kementerian Agama Cianjur itu.

Pungutan lainya juga terjadi untuk pengurusan pembuatan paspor. Para jamaah dibebankan biaya sebesar Rp 150 ribu. "Katanya untuk biaya pengurusaan paspor. Padahal kami para jamaah kalau ada biaya-biaya seperti itu diglobal saja, dengan pembauaran sekali, tidak dituntut seperti ini," katanya.

Ketua Forum Komunikasi KBIH Ustad Umar mengatakan, biaya tambahan dari para calon jamaah haji itu diperuntukkan buat pengurusan paspor. "Kalau paspor untuk biaya pemberangkatan dikolektifkan disepekati asal tidak lebih dari Rp 2,5 juta. Nilai Rp 150 ribu itu kami gunakan untuk sewa bus, makan para jamaah, bukan untuk biaya paspor karena paspor telah dibiayai oleh pemerintah sebesar Rp 255 ribu," kata Ustad Umar.

Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kab. Cianjur Hipni tidak menampik adanya biaya lain diluar biaya ONH. Untuk biaya vaksinasi pihaknya mengaku melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur. Sedangkan biaya untuk pengurusan paspor melalui BPIH.

"Memang benar ada biaya tambahan, tapi bukan domain kami. Untuk vaksinasi di Dinas Kesehatan dan biaya pengurusan paspor melalui BPIH. Semua itu ada aturanya. Tidak serta merta begitu saja," kata Hipni

Dikatakan Hipni, jumlah calon jamaah haji yang sudah diurus paspornya mencapai 1.156 jamaah. Sementara jamaah yang sebelumnya telah memiliki paspor mencapai sekitar 200 jamaah. "Kalau vaksinasi itu suatu keharusan juga selain paspor. Kita lakukan pemberian vaksinasi secara bergiliran diatur per wilayah kecamatan," tegasnya.

Pada musim haji tahun 2013 ini, Kabupaten Cianjur mendapatkan kuota pemberangkatan sebanyak 1.433 orang. Hanya saja setelah ada kebijakan dari pemerintah arab saudi yang mengurangi kuota untuk Indonesia seluruh kouta dari masing-masing Kabupaten/Kota dipangkas 20 persen.

"Jadinya yang dijadwalkan berangkat mencapai 1.146 orang. Sisanya masuk dalam daftar tunggu. Mudah-mudahan saja kuotanya tahun depan bisa ditambah, karena kalau dihitung calon jamaah haji yang masuk daftar tunggu di Cianjur baru akan tuntas pada 2019 mendatang," tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 32 desa dari 13 kecamatan di Kab. Cianjur akan serentak menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 5 September 2013 mendatang. Saat ini para calon kepala desa di 32 desa sedang memasuki masa kampanye hinggi 31 Agustus 2013.

Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Kabag Pemdes) Setda Cianjur Endang Ruyatna memalui pelaksana binaperangkat Nunung Resmawaty, mengatakan, sebelum dilaksanakan Pilkades, para calon Kades telah dilakukan pembekalan agar dalam pelaksanaan pemilihan nantinya bisa benar-benar siap.

"Beberapa tahapan sudah dilalui para calon Kades termasuk diantaranya pembekalan dilanjutkan dengan undian bendera dan nomor serta masa kampanye. Setelah itu pada tanggal 5 September secara serentak akan dilakukan pemilihan secara langsung oleh masyarakat yang memiliki hak pilih dan terdaftar dalam pemilih," kata Nunung saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/8).

Pilkades yang akan digelar pada 5 September 2013 mendatang merupakan Pilkades tahap ke dua. Sebelumnya telah dilaksanakan Pilkades di 68 desa di 20 kecamatan. Dalam pilkades terdapat dua desa yang pelaksanaanya bermasalah yakni Desa Cibodas Kec. Cijati dan Desa Cieundeur Kec. Warungkondang.

"Persoalannya terkait dugaan money politik. Yang di Desa Cieundeur saat ini masih diselesiakan ditingkat kecamatan, sedangkan di Desa Cibodas sudah sampai di pengadilan dan sidang perdananya akan di gelar pada 3 September mendatang," katanya.

Untuk penyelenggaraan Pilkades biayanya ditanggung melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD). Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2006, sebesar Rp 5 ribu per DPT. "Biayanya sudah ditanggung APBD, tapi kalau ada biaya tambahan dikembalikan kepada musyawarah masing-masing calon Kades," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Polres Cianjur belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran yang meluluhlantakkan ribuan kios di Pasar Induk Cianjur (PIC) di jalan Suroso, Selasa (27/8/2013). Petugas kepolisian tersebut masih melakukan penyidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti saat ditemui dilokasi kebakaran menyebutkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Saat ini yang dilakukan adalah membantu petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api.

"Kita tidak bisa menduga-duga penyebab terjadinya kebakaran. Langkah kita masih membantu pihak petugas pemadam kebakaran. Setelah semuanya klier, apai sudah padam dan tidak membahayakan, baru kita akan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Dedy.

Olah TKP perlu dilakukan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran. Itupun baru akan dilakukan jika kondisi lokasi kebakaran benar-benar sudah tidak membahayakan. Untuk mengamankan lokasi kebakaran, pihaknya telah memasang garis polisi agar masyarakat tidak masuk ke areal kebakaran.

Dikatakan Dedy, dalam kebakaran tersebut petugas pemadam kebakaran cukup sigap dalam menjalankan tugasnya. "Saya rasa petugas pemadam kebakaran sangat sigap, begitu kita telepon langsung mereka datang dan menjalankan tugasnya. Memang lokasi kebakaran ini luas, tidak mudah untuk menjinakkan kobakaran api. Seluruh mobil pemadam kebakaran yang ada juga sudah dikerahkan," katanya.

Menurut Kapolres, tidak seluruh kios PIC tersebut terbakar. Ada beberapa kios dibagian sayap sebelah kiri luput dari kebakaran setelah petugas pemadam kebakaran berhasil melokalisir kobaran api. "Dari 2.465 kios yang ada ditaksir sekitar 30 persennya saja yang terbakar. Ada dibagian sayap kiri yang tidak terbakar," katanya.

Panggil 13 saksi
Untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran yang meluluhlantakkan ribuan kios di PIC itu, Polres Cianjur sudah memintai keterangan terhadap 13 orang saksi. Mereka berasal dari petugas scurity pasar dan para pedagang pasar.

"Kita sudah mintai keterangan terhadap 13 orang saksi. Jumlah tersebut kemungkinan bisa saka bertambah tergantung perkembangan penyidikan. Saat ini mereka sudah ada di Polres sedang menjalani pemeriksaan," kata Dedy.

Selain memeriksa sejumlah saksi, pihaknya juga berencana mendatangkan tim labfor Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya kebakaran. "Kita akan datangkan juga tim labfor untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran ini," tegas Dedy  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Dua orang petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur menderita luka bakar dibagian bahu dan tangannya saat berupaya memadamkan kobaran api yang meluluhlantakkan ribuan kios di Pasar Induk Cianjur (PIC) di Jalan Suroso, Selasa (27/8/2013).

Kedua petugas yang menderita luka bakar tersebut adalah A. Sumpena (35) dan Nanang Hasanudin (35). Keduanya menderita luka bagian bahu dan tangan sebelah kiri. Mereka langsung mendapatkan penanganan medis dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur.

"Keduanya sudah mendapatkan penanganan dari petugas medis kami. Mereka menderita luka bakar saat berupaya memadamkan kobaran api. Setelah mendapatkan penanganan keduanya sudah mulai membaik kondisinya," kata Ketua Satgana PMI Cianjur Rudi Syahdiar Hidajath.

Dikatakan Rudi, kedua korban menderita luka bakar saat tengah berupaya menjinakkan kobaran api sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu kobaran api yang membakar hampir seluruh kios di PIC sedang besar-besarnya.

"Kemungkinan kedua korban terlalu dekat dengan jarak kobaran api dan terkena hembusan api hingga mengenai bagian tubuhnya. Kebetulan korban saat itu sedang berdua berupaya menyemprotkan air sambil memegang selang. Tapi saat ini kondisinya sudah membaik," katanya.

Sementara petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih empat jam untuk melokalisir kobaran api yang meluluhlantakkan ribuan kios tersebut. Petugas mengaku megalami kesulitan saat menjangkau titik-titik api, lantaran luasnya areal kebakaran.

"Api sudah berhasil dilokalisir, kami terus melakukan pendinginan agar api tidak kembali menyala. Ini prosedur yang harus ditempuh, karena kalau tidak, tidak menutup kemungkinan api masih bisa kembali menyala lantaran banyaknya barang yang mudah terbakar," kata seorang petugas pemadam kebakaran [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Ribuan kios di pasar Induk Cianjur (PIC) di jalan Suroso, Selasa (27/8/2013) sekitar pukul 01.40 WIB terbakar.Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran, api diduga berasal dari salah satu kios dibagian tengah lantai II PIC dan menjalar kebagian lainya.

Sedikitnya enam unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Belum lagi ditambah satu unit mobil dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai penyulai air. Namun hembusan angin yang cukup kencang membuat api kian membesar dan sulit untuk dijinakkan.

Hingga pukul 07.30 WIB, sejumlah titik api masih terlihat menyala. Petugas terlihat masih berjibaku untuk memadamkan kobaran api. Ribuan warga yang memadati sekitar areal kebakaran untuk melihat kebakaran membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan untuk masuk areal lokasi kebakaran.

Petugas dari Polres Cianjur melalui megaphone berulang kali menghimbau kepada warga agar tidak mendekat, karena mengganggu keluar masukknya mobil pemadam kebakaran. Himbaun tersebut sedikit membantu upaya petugas untuk memadamkan api.

"Saya tadi jam satu sudah ada di pasar untuk menurunkan barang dagangan. Tadi belum terlihat ada kobaran api. Sekitar pukul setengah dua, tiba-tiba ada apai dari dalam pasar dan menyambar keluar. Saya langsung saja lari menjauh," kata Wawan (33) seorang pedagang PIC saat ditemui dilokasi kebakaran.

Dia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangan yang ada di lapaknya. Pedagang asala Desa Sukamanahm Kec. Cugenang itu lebih memilih menyelamatkan diri. "Hembusan apinya sangat besar, hawanya sangat panas sekali. Saya tidak sempat menyelamatkan barang dagangan yang ada dilapak," kata penjual berbagai jenis sayur mayur itu.

Pihaknya mengaku sempat melihat kepulan asap membumbung dari bagian tengah pasar. Tidak lama berselang kemudian menyebar kebagian lainya. "Kalau melihat kepulan asapnya, kebakaran itu berasal dari kios dibagian tengah. Apinya sangat besar dan cepat menjalar kebagian lainnya," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala. Sekitar lokasi kebakaran juga sudah dipasang garis polisi untuk mencegah warga tidak masuk kedalam areal kebakaran [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Para pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Cianjur terancam gulung tikar menyusul terus merangkaknya harga kedelai yang menjadi bahan baku seiring dengan melemahnya rupiah atas dolar amerika serikat. Untuk menyiasatinya, banyak pengusaha tahu tempe di Cianjur yang terpaksa mengurangi jumlah produksinya.

Warjani seorang pengusaha tahu tempe menyebutkan, melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat berdampak pada harga kedelai impor yang menjadi bahan baku pembuatan tahu dan tempe. "Harga kedelai terus merangkak naik, hingga Senin (26/8) sudah tembus diangka Rp 9.500,-/kilogram," kata Warjani saat dihubungi, Senin (26/8).

Pihaknya memprediksikan, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah kebijakan untuk mengendalikan harga kedelai, dipastikan para pengusaha akan gilung tikar. Harga yang saat ini saja, sudah berdampak luas, terutama berpengaruh dalam produksi.

"Saya yakin harga akan terus merangkak, hari ini Rp 9.500,-/kilogram, ini untuk DO hari ini, besuk sudah berubah lagi. Kondisi seperti ini sangat merugikan bagi para pengusaha tahu tempe. Kalau tidak ada pengendalian harga, dipastikan pengusaha akan gulung tikar," katanya.

Kenaikan harga kedelai itu terjadi pasca lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah. Harganya terus merangkak naik. "Kalau sebelum Idul Fitri harga kedelai masih dikisaran Rp 7.500,-/kilogram. Harga itu masih stabil, pengusaha masih bisa bernafas artinya masih ada keuntungan. Kalau saat ini banyak pengusaha yang bingung, mau jual berapa?," kata Bendahara Kopti Cianjur itu.

Salah satu cara untuk menyiasati melambungnya harga kedelai, para pengusaha banyak yang mengurangi produksi. Bahkan jumlahnya tidak tanggung-tanggung mencapai 50 persen dari produksi normal. "Sekarang susah ngejualnya, mau dijual normal sesuai dengan harga kedelai pasti tidak akan laku, solusinya hanya mengurangi ukuran saja. Makanya banyak pengusaha yang juga mengurangi produksi," tegasnya.

Para pengusaha tempe tahu di Cianjur mendesak agar pemerintah mengendalikan harga kedelai. Mereka mengancam akan melakukan aksi turun ke jalan bila pemerintah tidak cepat mengendalikan harga. "Sebelumnya pemerintah mematok harga Rp 7.450,-/kilogram, itu idialnya. Sekarang sudah melambung, kalau tidak segera ditekan, pengusaha akan gulung tikar dan akan terjadi krisis gizi karena konsumsi tahu tempe itu sangat tinggi dan tidak mengenal kelas," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].– Pendampingan usaha yang lebih intensif terus dilakukan oleh PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) terhadap para nasabah ULaMM melalui Kelompok Usaha dan Pengusaha Komunitas.

Pola pelatihan dan pendampingan kepada nasabah yang berjalan selama ini, semakin ditingkatkan melalui pola kelompok sehingga para nasabah bisa saling mendorong usaha satu sama lainnya.

"Pilot project program ini kami lakukan di Klaster Cianjur, dimana nasabah yang telah mengikuti pelatihan reguler akan dibentuk menjadi kelompok-kelompok bisnis berdasarkan kedekatan lokasi geografis,” kata Arief Mulyadi, Executive Vice President (EVP) 1 PT PNM.

Kelompok usaha dan pengusaha komunitas bersifat sukarela dan dikelompokkan masih berdasarkan aspek geografis untuk memudahkan koordinasi dan pengembangan jaringan di wilayah tersebut. Satu kelompok kemungkinan akan terdiri dari beberapa jenis usaha yang berbeda (heterogen).

“Mereka akan memperoleh pendampingan berupa pelatihan intensif dari PNM setiap dua pekan sekali selama tiga bulan. Beberapa materi yang akan disampaikan seperti penjualan, keuangan mikro, hingga manajemen utang piutang,” ujarnya.

PNM optimistis pembentukan kelompok usaha dan pengusaha komunitas akan menghasilkan para pengusaha yang handal dan mandiri. Setiap kelompok juga memiliki aturan main yang disepakati bersama, serta saling mendukung kemajuan bisnis antar anggotanya.

PNM merupakan lembaga keuangan non-bank milik negara (BUMN) dengan fokus bisnis pada pemberian kredit dan bantuan teknis untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Klaster Cianjur berada di bawah PNM Cabang Bandung. Hingga Juni 2013, PNM Cabang Bandung telah menyalurkan pembiayaan sebesar 238,911 miliar, naik 9,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp218,64 miliar.

Jumlah nasabah PNM Cabang Bandung mengalami kenaikan 26,1% menjadi 5.647 nasabah hingga Juni 2013, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 4.478 nasabah.

Persentase kenaikan jumlah nasabah PNM lebih besar dibandingkan dengan persentase kenaikan jumlah penyaluran pembiayaan, karena tahun ini PNM lebih menyasar para pelaku usaha mikro [KC-02]**.

no image
CIANJUR, [KC].- Kepolisian Resort Cianjur (Polres) akhirnya berhasil menangkap tersangka yang diduga aktor penyelundupan imigran gelap yang berakhir teragis diperairan Jayanti Kecamatan Cidaun Kab. Cianjur beberapa waktu silam. Tersang merupakan warga negara Srilanka berinisial S. Dengan demikian, jumlah tersangka penyelundup imigran gelap yang tenggelam dan mengakibatkan 21 orang tewas itu menjadi delapan orang terdiri dari tiga warga negara asing dan lima warga Indonesia.

Sejumlah barang bukti juga berhasil diamankan dari para tersangka antara lain laptop, handphone, sejumlah dokumen, serta pelampung.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti menuturkan, penangkapan terhadap para tersangka tersebut merupakan pengembangan atas kasus tenggelamnya kapal yang mengangkut imigran gelap di perairan pesisir pantai selatan di Kecamatan Cidaun beberapa waktu lalu. Kapal tersebut tenggelam hingga mengakibatkan 21 orang imigran tewas dan 189 lainnya selamat saat akan menyeberang ke Pulau Chrismast, Australia.

"Para tersangka berhasil kita tangkap dari beberapa tempat berbeda. Jumlahnya mencapai 8 orang. Mereka terdiri lima warga lokal, dan tiga warga asing berkebangsaan Iran, Irak, dan Srilanka," kata Dedy kepada sejumlah wartawan di Mapolres Cianjur, Selasa (20/8/2013).

Dedy menjelaskan, para tersangka penyelundup imigran gelap tersebut dilakukan tidak sekaligus melainkan secara terpisah. Pada 24 Juli 2013 atau sehari setelah kejadian, Polres Cianjur berhasil menangkap tiga orang tersangka warga lokal berinisial A, A, dan U. Kemudian 25 Juli 2013, Polres Cianjur kembali menangkap tersangka lain berinisial C di Soreang, Kabupaten Bandung. Selang beberapa jam kemudian, ditangkap lagi seorang neinisial J.

"Selang dua minggu atau tepatnya pada tanggal 8 Agustus, kita berhasil menangkat dua tersangka yang merupakan salah satu otak di balik penyelundupan imigran yakni Q warga negara Irak dan N warga negara Irak di daerah Bogor. Pada saat 17 Agustus kembali kita berhasil menangkap aktor utamanya berinisial S seorang warga negara Srilanka. Dengan demikian total tersangka penyelundup imigran gelap itu mencapai 8 orang," katanya.

Hasil pengembangan dan keterangan para tersangka warga asing, mereka ditengarai sudah mengetahui pola rekrut yang akan difasilitasi untuk diseberangkan. Warga sing itu diitilahkan Dedy, sebagai top manager karena mereka yang mengatur upaya perekrutan hingga sampai ditempat yang dituju di Pulau Christmas, Australia.

"Para tersangka ini sudah memiliki peran masing-masing, kalau tersangka warga negara Indonesia ada diantaranya yang berperan sebagai koordinator, supporting logistic, serta transportasi. Untuk tersangka warga asing mereka merupakan pemain jaringan internasional," terangnya.

Hasil dari pengakuan tersangka, para imigran yang akan diseberangkan ditarif Rp1 juta. Dari aksi itu, posisi top manager mendapatkan keuntungan mencapai US $50.000. "Para meyakinkan korbannya dengan jaminan bahwa mereka akan diseberangkan sampai tujuan. Para tersangka tidak hanya bermain diwilayah Cianjur saja tapi juga diseluruh wilayah pesisir pantai selatan," ujarnya.

Atas perbuatanya tersebut para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2012. "Kita akan jerat para tersangka, pada pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2012 menyebutkan ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," paparnya [KC-02]***.
SEORANG petugas pelayana KTP tengah memeriksa berkas
CIANJUR, [KC].- Masyarakat mengeluhkan habisnya blanko pembuatan Kartu Tandan Penduduk (KTP) disejumlah Kecamatan di Kabupaten Cianjur. Sudah satu minggu terakhir masyarakat yang ingin memperpanjang KTP tidak bisa terlayani akibat banko KTP disetiap kecamatan habis.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Cugenang, Kab. Cianjur. Sudah satu minggu terakhir berkas pemohon KTP tidak bisa diproses. Para petugas pelayanan KTP di Kecamatan Cugenang hanya bisa menerima berkas pemohon KTP dan direkap.

"Ini sudah satu minggu berkas pemohon KTP numpuk di meja. Paling kita hanya bisa rekap saja, menunggu sampai ada blanko KTP, baru bisa dicetak," ujar seorang petugas pelayanan KTP di Kecamatan Cugenang yang tidak mau namanya, Selasa (20/8/2013).

Menurut petugas tersebut, dalam setiap hari pemohon KTP di wilayah Kecamatan Cugenang mencapai 30-40 orang pemohon. Hingga Selasa (20/8/2013) jumlah berkas pemohon KTP yang masuk sudah mencapai sekitar 300 orang lebih.

"Kita hanya bisa menerima berkas saja, paling kita rekap dan entri agar nanti saat dicetak bisa cepat. Kita tidak tahu sampai kapan blanko KTP itu kosong, kita pernah konfirmasi kepada petugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk) Capil Cianjur, tapi mendapatkan informasi yang tidak jelas," katanya.

Pihaknya juga mengaku pernah berupaya mencari blanko KTP ke kecamatan lain di Kabupaten Cianjur. Ternyata kosongnya blanko KTP juga menimpa di kecamatan lain. "Saya pernah kontek Kecamatan Pasir Kuda, tadinya kalau ada mau disusul. Tapi ternyata mereka juga kosongan," tegasnya.

Kosongnya blanko KTP tersebut juga disesalkan oleh seorang warga Akin (49) warga Kampung Cihikeu, RT 01/RW 07, Desa Sarampad, Kec. Cugenang. Warga tersebut kesal lantaran permohonan KTPnya tidak bisa diproses gara-gara banko KTP habis. "Ini tadinya kita buru-buru membuat KTP, karena untuk persyaratan kerja. Tapi kalau blanko tidak ada, mau bagaimana lagi," kata Akin.

Pihaknya berharap, kekosonga banko KTP itu bisa segera diatasi. Karena kalau tidak akan berdampak kurang baik. "Ini pelayanan umum, harus diprioritaskan. Berapa banyak masyarakat yang terganggu jika dibiarkan terus. Mereka sangat membutuhkan KTP untuk berbagai keperluan," katanya.

Secara terpisah Kepala Disdukcapil Kab. Cianjur, H. Hilman Kurnia membantah kalau saat ini terjadi kekosongan banko KTP. Kebutuhan banko KTP di Kabupaten Cianjur kata Hilman, masih mencukupi.

"Blanko ada, kita menunggu pengajuan permohonan dari masing-masing kecamatan. Karena kita tidak bisa serta merta mengasihkan balnko begitu saja tanpa ada permohonan kebutuhan," kata H. Hilman saat dihubungi terpisah.

Dikatakan H. Hilman, meski ada surat pengajuan permohonan dari kecamatan yang ditanda tangani camat, tidak bisa serta merta juga untuk direalisasikan. Permohonan tersebut harus dianalisa kebutuhannya.

"Kita harus hitung dulu berapa kebutuhan pastinya, karena banyak masyarakat yang sudah memiliki e-KTP. Baru setelah kita analisa kebutuhannya, kita baru bisa berikan kepada setiap kecamatan yang mengajukan permohonan," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Praktek prostitusi dikawasan Cianjur sepertinya sudah mulai bergeser. Kalau sebelumnya menunggu pelanggan ditempat, saat ini bergeser menunggu panggilan. Para pekerja seks komersial tersebut memanfaatkan sarana komunikasi handphone untuk menunggu pelanggannya. Selain dirasa lebih efektif juga tidak banyak resiko terkena razia petugas.

Seperti yang terjadi diwilayah Desa Gadog, Kec. Pacet, Kab. Cianjur. Sebelumnya Gadog sangat dikenal bagi para pencari kenikmatan surga sesaat itu. Mereka yang datang ke Gadog tinggal memilah dan memilih para PSK yang disuka. Namun lantaran gencarnya penertiban yang dilakukan aparat Satpol PP, kondisi tersebut sudah bergeser. Para PSK memanfaatkan jasa handphone untuk mencari pelanggan.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Gadog Isa Saefudin. Menurutnya, saat ini praktek prostitusi sulit untuk di deteksi lantaran, sudah berbaur dengan masyarakat. Mereka itu ada yang sudah terorganisir dan juga individual, dengan memanfaatkan sistem panggilan melalui short massage service (SMS).

"Para PSK itu keberadaanya menyebar di beberapa titik di beberapa desa kawasan Pacet dan Cipanas. Salah satunya diwilayah desa kami. Saat ini mereka ada yang tinggal di Dusun Dua RW 07," kata Isa, Minggu (18/8).

Para kupu-kupu malam itu lanjut Isa, biasanya tinggal mengontrak rumah di pemukiman masyarakat. Namun saat malam hari, mereka terkonsentrasi di satu titik diwilayah Desa Gadog dan Cipendawa. Setelah itu diantar ke beberapa villa yang ada diseputaran kawasan wisata Cipanas.

"Untuk menekan terjadinya prostitusi sebagai langkah antisipasi kami lakukan koordinasi dengan RT dan menerapkan aturan lapor 1x24 jam. Kami berharap jika dilakukan penertiban dan pengusiran kepada mereka para penegak hukum bisa tegas," katanya.

Pihaknya mengaku, ingin lingkungan di Desa Gadog bisa seluruhnya bernuansa agamis dan juga terjauh dari praktik prostitusi. Namun, kenyataanya, di beberapa RT masih saja ada PSK yang bertengger. Praktek tersebut sulit untuk diberantas.

"Kami terus lakukan kegiatan keagamaan ditingkat RT seperti pengajian. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan keimanan dan diharapkan moral bisa lebih baik. Tapi memang masih ada saja orang yang berasal dari luar daerah Gadog dengan mengontrak dan profesi sebagai PSK yang siap panggil," tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit lantaran adanya PSK, pihaknya kini berkoordinasi dengan Komisi Penanggulan AIDS (KPA) Provinsi dan Kabupaten dengan membentuk KPA di desa. Mereka pun aktif melakukan pemeriksaan dengan pengambilan sempel darah setiap bulannya terhadap mereka yang dianggap beresiko.

"Kekawatiran kami sebenarnya bertambahnya penderita HIV/AIDS. Pasalnya penyebaran penyakit tersebut kini sudah masuk ke ibu rumah tangga. Makanya kami terus lakukan sosialisasi, terutama didaerah yang kami anggap rentan," tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Maraknya alat peraga kampanye bagi para calon anggota DPR, DPD dan DPRD Pemilu 2014 disejumlah titik di Kabupaten Cianjur mendapatkan tanggapan serius dari Panwaslu Kabupaten Cianjur. Panwaslu langsung bertindak cepat dengan melayangkan surat ke setiap Partai Politik peserta Pemilu 2014 yang ada di Kab. Cianjur.

"Sebelumnya kami telah menggelar rapat koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Satpol PP, unsur kepolisian, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk menyampaikan fenomena banyaknya alat peraga kampanye yang bertebaran disejumlah tempat. Kami sampaikan mengenai aturan dan larangannya," kata Ketua Panwaslu Kab. Cianjur, Saepul Anwar saat dihubungi Minggu (18/8).

Menurut Saepul, saat ini pihaknya juga telah menyampaikan surat ke setiap Partai Politik peserta Pemilu 2014 yang isinya agar Parpol menurunkan seluruh alat peraga kampanye bakal calon legislatif (Bacaleg), karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan ketentuan mengenai pemasangan alat peraga kampanye bagi calon DPR, DPD dan DPRD.

"Kalau melihat aturan seperti yang tertera dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 dalam pasal 83 ayat 1 dijelaskan bahwa kampanye pemilu dilaksanakan sejak tiga hari setelah calon peserta pemilu ditetapkan sebagai peserta pemilu sampai dimulainya masa tenang. Nah yang dimaksud dengan peserta pemilu itu sebagaimana dalam pasal 7 adalah partai politik bukan bakal calon legislatif," katanya.

Berkaitan dengan aturan tersebut lanjut Saepul, yang diperkenankan melakukan kampanye itu adalah partai politil bukan bakal calon Anggota DPR, DPD dan DPRD sehingga yang boleh terpasang di kantor partai hanya atribut Partai Politik peserta pemilu.

"Ketentuan pasal 102 ayat 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 dijelaskan ketentuan lebih lanjut mengenai pemasangan dan pembersihan alat peraga kampanye pemilu diatur dalam peraturan KPU. Hingga saat ini KPU belum menetapkan ketentuan tekhnis pemasangan alat peraga kampanye," tegasnya.

Umtuk itulah pihaknya meminta kepada seluruh partai politik peserta pemilu agar mengintruksikan kepada bakal calon anggota DPR, dan DPRD, serta kepada calon DPD untuk segera menurunkan atribut kampanye yang telah dipasang paling lambat Selasa (20/8).

"Apabila pada tanggal 20 Agustus 2013 masih terdapat alat peraga kampanye bakal calon anggota DPR, DPD dan DPRD yang masih terpasang makan Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Cianjur beserta Panwaslu akan menurunkan alat peraga kampanye tersebut dan dijadikan sebagai alat bukti pelanggaran," kata Saepul.

Pihaknya juga mengaku telah menginstruksikan ke seluruh Panwaslu Kecamatan untuk menindaklanjuti dan melakukan pengawasan aktif. "Kita juga sudah sampaikan ke Panwaslu Kecamatan bahwa pada tanggal 20 Agustus 2013 sekitar pukul 19.00 WIB untuk bergerak bersama-sama menurunkan alat peraga kampanye yang masih terpasang," jelasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Jalan Raya Ciloto kembali menelan korban jiwa. Kali ini sedikitnya tiga orang tewas dalam sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus Pariwisata milik PT Mandira Erajasa Wahana nomor polisi B 7278 IG dengan sejumlah kendaraan
di Jalan Raya Ciloto, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Sabtu (17/8) sekitar pukul 11.30 WIB.

Dari tiga korban tewas, satu diantaranya merupakan bocah berusia delapan tahun. Sementara belasan lainya mengalami luka berat dan ringan. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan dan RSUD Cianjur.

Kaporles Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, mengatakan, kecelakaan maut dijalur turunan tajam tersebut terjadi sekitar pukul 11.20 WIB. Dalam kecelakaan yang diduga disebabkan bus pariwisata yang hilang kendali akibat rem blong itu melibatkan sembilan kendaraan yang sedang melintas dijalur rawan laka lantas tersebut.

"Kecelakaan beruntun itu melibatkan dua bis, satu mobil pribadi, satu truk dan lima sepeda motor," kata Dedy didampingi Kasatlantas Polres Cianjur AKP Irwandi lokasi kejadian, Sabtu (17/8).

Menurut Dedy, musibah kecelakaan yang terjadi pada H+9 lebaran Idul Fitri 1434 Hijriyah itu terjadi saat bus pariwisata milik PT Mandira Erajasa Wahana dengan nomor polisi B 7278 IG melaju dari arah Bogor menuju Cianjur. Awalnya busa melaju dalam kecepatan sedang. Sesampainya didepan Masjid Ciloto atau tepatnya saat memasuki jalan menurun dan menikung tajam, tiba-tiba bus hilang kendali.

"Saat itulah rem diduga tidak berfungsi dan bus hilang kendali. Sopir berupaya mengendalikan bus, tapu sepertinya sulit dan bus melaju terus hingga menyerempet lima kendaraan roda dua yang melaju searah dari arah Bogor menuju Cianjur," kata Dedy.

Tidak hanya menyerempet kendaraan roda dua, bus tetap melaju dengan kecepatan tinggi dan kembali menabrak mobil pribadi Chevrolet Captiva bernomor polisi B 1248 FFJ. Mobil yang melaju dari berlawanan arah atau dari Cianjur menuju Bogor itu tidak bisa menghindar. Selanjutnya bus kembali menghantam truk engkel pasir bernomor polisi F 8660 WI yang sedang berhenti di pinggir jalan.

"Bus belum berhenti masih melaju dan kembali menabrak bus elf B 7896 WB dan baru berhenti setelah out ke kiri menabrak tiang listrik dan rumah milik Erwin dan Hj Adah yang berada persis dipinggir jalan di Kampung Bondol RT 2/RW 2 Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas," katanya.

Akiat peristiwa kecelakaan tersebut, mengakibatkan tiga orang tewas. Seorang korban tewas saat dalam dalam perjalanan ketika dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) menuju RSUD Cimacan. Sedangkan dua lainnya tewas setelah mendapat perawatan beberapa saat di RSUD Cimacan.

"Korban yang tewas sesaat dievakuasi menuju rumah sakit adalah Rosmiati. Korban dibonceng di belakang menggunakan Honda Fario. Sedangkan korban tewas dalam perawatan adalah Nurul amalia, penumpang sepeda motor Suzuki Satria dan Fahmi seorang penumpang bis elf," kata Dedy.
Menurut Kapolres, korban tewas maupun luka semuanya sudah mendapatkan penanganan medis. Jumlah korban mencapai 13 orang korban luka ringan dan 7 luka berat. Untuk korban luka berat sudah dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur.

"Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kami juga telah meminta keterangan sejumlah saksi. Kami masih mencari sopir bus untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan, saat ini masih kami cari keberadaanya, tegasnya [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Minimnya tempat penyimpanan arsip di Kab. Cianjur membuat setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mengamankan barang berharaganya masing-masing. Tempat penyimpanan arsip daerah (Depo) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur yang ada saat ini sangat minim dan belum menampung arsip-arsip yang ada.

Kepala Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Supanji membenarkan hal tersebut. Pihaknya, mengakui jika pengelolaan arsip atau dokumen daerah belum menjadi perhatian serius pemerintah. Hal tersebut terlihat tidak adanya ruang khusus untuk penyimpanan.
           
“Sekarang, penyimpanan dan pengelolaan masih menjadi tanggungjawab masing-masing OPD. Seharusnya, kita punya ruang khusus atau depo arsip, yang sifatnya terpusat,” ujarnya.
           
Wakil Bupati Cianjur Suranto mengatakan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah belum menjadikan pengelolaan arsip daerah sebagai prioritas. “Dengan anggaran yang ada, pemerintah harus bisa memilah sesuai skala prioritas. Memang untuk saat ini, pengelolaan arsip belum masuk didalamnya,” kata Suranto, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Arpusda Cianjur, Selasa (13/8/2013).
           
Meski demikian, pihaknya membantah jika pengelolaan arsip daerah tidak menjadi perhatian. “Makanya, untuk menyelematkan arsip atau dokumen yang ada, difokuskan di masing-masing OPD. Kaitan dengan keamanan dan keselamatan, saya yakin, masing-masing OPD punya standar tersendiri untuk itu,” tuturnya.[KC-02/rs]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Tingkat kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran Idul Fitri 1434 Hijriyah, di wilayah Kabupaten Cianjur, cenderung menurun. Bahkan, sejak arus mudik dan balik, tidak ada kecelakaan yang menonjol terjadi diwilayah hukum Polres Cianjur.           

Hal tersebut dikatakan Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, berdasarkan evaluasi sementara yang dilakukan jajarannya selama Operasi Ketupat Lodaya 2013. "Alhamdulillah secara umum semuanya terkendali aman dan lancar, baik untuk kriminalitas dan lalulintasnya. Itu juga berkat kerja keras anggota kami dan doa dari masyarakat,” kata Dedy.

Meski begitu, kata Dedy, ada beberapa kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran, terutama di wilayah Kecamatan Cipanas. Namun, jumlah korban tidak sebanyak kecelakaan yang terjadi pada peristiwa Ciloto yang menewaskan belasan korban  jiwa. "Kalau pun ada korban meninggal dunia, jumlahnya tidak memakan korban jiwa masif. Itu juga bukan pemudik dan kecelakaan tunggal,” ungkapnya.
           
Berdasarkan data yang diperoleh dari unit Laka Lantas Polres Cianjur, jumlah kecelakaan selama arus mudik sebanyak lima kejadian. Jumlah tersebut, merupakan data yang tercatat dari tanggal 2 Agustus sampai 12 Agustus 2013. Sedikitnya empat orang korban meninggal dunia, sedangkan korban luka berat sebanyak dua orang dan luka ringan sebanyak tiga orang. Sementara, kerugian materi ditaksir mencapai Rp26.300.000.
           
Kepala Instalasi Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Udin Wahyudin mencatat, selama arus mudik dari H-7 hingga H+5 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada arus mudik lebaran yang masuk Kamar Jenazah, sebanyak lima orang, empat diantaranya laki-laki dan satu orang perempuan.
"Sedangkan untuk korban lain, akibat tabrak lari yang tidak diketahui namanya sebanyak tiga orang. Dan jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cianjur, Maesaroh mengaku, adanya peningkatan jumlah pasien yang masuk IGD RSUD Cianjur selama puasa dan setelah lebaran. Jumlah tersebut meningkat sekitar 80% dari biasanya.
           
"Memang adapeningkatan, yang biasanya setiap hari 30-40 persen pasien yang masuk, namun menghadapi lebaran dan sesudah lebaran, pasien meningkat hingga 80 persen,” katanya.
           
Pasien yang masuk ke IGD tersebit didominasi akibat pencernaan, seperti diare, gas teritis. Namun, pasien akibat kecelakaan lalu llintas masih mendominasi. “Kecelakaan paling banyak dan masih mendominasi,” katanya [KC-02/rs]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Memasuki H+3, Minggu (11/8) kawasan wisata Puncak Cipanas dipadati ribuan pengunjung. Mereka datang kebanyakan berasal dari luar Cianjur seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Akibatnya ruas jalan disepanjang kawasan wisata Cipanas sangat padat. Bahkan kemacetan acap kali terjadi.

Untuk mengurai kepadatan, Kepolisian Resort Cianjur bekerja sama dengan Bogor memberlakukan jalan satu arah pada jam-jam tertentu. Meski demikian volume kendaraan yang tidak sebanding dengan ruas jalan yang ada, tetap saja dibeberapa titik rawan terjadi antrian kendaraan.

Berdasarkan pantauan, para pengunjung yang datang kekawasan wisata Puncak Cipanas yang dikenal berhawa sejuk memanfaatkan liburan lebaran Idul Fitri dengan mengunjungi beberapa objek wisata yang ada dikawasan wisata Cipanas seperti Kawasan Wisata Cibodas (KWC) yang menawarkan beberapa objek wisata seperti Kebun Raya Cibodas-LIPI, dan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP).

Selain itu objek wisata yang juga tidak kalah menarik dan menyedot perhatian pengunjung adalah Taman Bunga Nusantara (TBN), Kota Bunga dan Green Aple. Objek wisata tersebut sejak hari H Lebaran Idul Fitri sudah mengalami peningkatan kunjungan.

Kawasan Wisata Cibodas termasuk objek wisata yang paling diminati oleh pungunjung dalam menghabiskan libur lebaran bersama keluarga. Sejag H+1 lebaran, peningkatan jumlah pengunjung sudah terlihat, terutama yang masuk ke Kebun Raya Cibodas-LIPI.

Menurut petugas Kebun Raya Cibodas-LIPI, Bunyamin, jumlah pengunjung mengalami peningkatan setelah H+1 lebaran. Berdasarkan data resevasi tiket, pada paska lebaran, tanggal 8 Agustus 2013 tercatat sebanyak 2.143 orang masuk ke Kebun Raya Cibodas. Sementara jumlah kendaraan baik bus maupun minibus terdata 370 kendaraan.

Pada hari Jum'at (9/8) atau H+1 lebaran, jumlah pengunjung yang masuk ke Kebun Raya Cibodas mencapai 5.200 orang dengan jumlah kendaraan mencapai 647 kendaraan. Sedangkan pada H+2 lebaran, Sabtu (10/8) jumlah pengunjung yang masuk ke Kebun Raya Cibodas mencapai 13.674 orang dengan jumlah kendaraan mencapai 672 kendaraan.

"Kami perkirakan puncak kunjungan pada libur lebaran ini terjadi pada Sabtu dan Minggu. Itu bisa terlihat dari penjualan tiket masuk yang ada. Kondisi seperti ini biasa terjadi pada lebaran-lebaran seperti pada tahun sebelumnya," kata Bunyamin, Minggu (11/8).

Untuk menghadapi libur lebaran, tidak ada persiapan khusus, hanya menyiagakan semua petugas, terutama dilayanan tiket dan keamanan serta kebersihan. "Sudah terbiasa seperti ini, tidak ada persiapan khusus, semuan berjalan sesuai yang telah ditentukan," katanya.

Hal tidak jauh berbeda juga terjadi pada objek wisata yang ada di kawasan villa estate. Seperti Kota Bunga Cipanas. Jumlah pengunjung mengalami pengingkatan baik penghuni villa maupun wisatawan.

"Jumlah kunjungan meningkat seperti pada liburan-liburan lebaran sebelumnya. Mereka kebanyakan pemilik villa yang menghabiskan liburan lebaran bersama keluarganya. Tapi ada juga pengunjung dari luar yang sengaja datang untuk melihat-lihat dan berwisata," kata Estate Manager Kota Bunga Franky Komonang secara terpisah.

Sementara arus lalu lintas yang menuju beberapa objek wisata dikawasan wisata Cipanas terpantau sangat padat. Petugas kepolisan yang berjaga terlihat kwalahan mengatur arus lalu lintas. Diprediksi hari Minggu (11/8) merupakan puncak kunjungan di kawasan wisata Puncak Cipanas Cianjur [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 10 narapidana (napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Cianjur dinyatakan langsung bebas dari hukuman setelah mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) bersamaan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriayah, Kamis (8/8). Sepuluh napi tersebut merupakan bagian dari 628 napi Lapas Cianjur yang mendapatkan remisi lebaran Idul Fitri.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Tri Saptono Sambudji mengatakan, berdasarkan undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, narapidana yang merayakan lebaran Idul Fitri, mendapatkan remisi. Demikian juga jika mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

"Para napi yang mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan bervariasi antara 15 hari sampai satu bulan lima belas hari,” kata Tri Saptono Sambudji.

Menurutnya, remisi tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia yang diteruskan kepada Kanwil Jawa Barat. Selain itu, pihaknya juga mengajukan semua narapidana yang memang telah memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi.
           
"Para napi yang mendapatkan remisi ini mereka yang disiplin, dan patuh dengan aturan lapas. Pemberian remisi Lebaran kepada narapidana ini diberikan usai shalat Idul Fitri, pelaksanaannya serentak di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya berharap, remisi juga bisa diberikan kepada para napi lainya pada saat hari besar keagamaan lainya. "Hak untuk mendapatkan remisi itu merupakan hak mereka (napi), dan kita akan ajukan jika memang mereka bersikap baik,” pungkasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [GM].- Memasuki H+1 lebaran Idul Fitri 1434 Hijriyah, beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada, harga julanya melambung berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah agen elpiji diseputaran Cianjur masih banyak yang tutup untuk merayakan lebaran. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab kelangkaan ditingkat pengecer atau pedagang warungan. Pedagang warungan yang nakal sengaja menaikkan harga jual gas elpiji.

"Tadi saya sudah keliling ke seputaran Cianjur, semuanya kosong, saya tidak dapat gas elpiji 3 kilogram. Ke agen juga masih banyak yang tutup. Kalupun ada gas elpiji hanya yang ukuran 12 kilogram, itupun hanya ada di satu tempat," kata A. Sugilar warga Sukamanah, Kec. Cugenang, Jum'at (9/8/2013).

Menurut A. Sugilar, banyak warga yang beli langsung ke agen lantaran ditingkat warungan sudah kosong. Kalaupun ada diwarung harganya dinaikin cukup tinggi. "Kita coba beli ke agen langsung, tapi keburu habis diserbu oleh masyarakat," katanya.

Langkanya gas elpiji juga dibenarkan oleh Siti Fatimah (45) warga Cipanas, Kec. Cipanas. Tidak hanya langka, tapi harganya juga selangit. "Sepertinya pedagang warungan seenaknya sendiri menaikkan harga, mentang-mentang lebaran. Padahal kalau naiknya tidak terlalu jauh, tidak begitu memberatkan, ini naiknya sampai mencapai Rp 22 ribu/tabung 3 kilogram," katanya.

Pihaknya berharap, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini bisa segera diatasi. Karena masyarakat sangat membutuhkan. "Saya sampai nyari ke Cianjur, tapi tetap saja susah. Kata pedagang penyebabnya agen atau distributor masih banyak yang belum buka," paparnya.

Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Dudu Badujaman saat dikonfirmasi mengaku mendapatkan laporan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Bahkan Dudu juga membenarkan adanya pedagang yang menjual gas elpiji 3 kilogram tersebut mencapai. 22 ribu/tabung.

"Kita sudah mendapatkan laporan, kami sedang melakukan investigasi baik terjadinya kelangkaan atau adanya harga jual yang melambung. Kalau kelangkaan kita akan cari penyebabnya, karena stok untuk Cianjur aman. Sedangkan masalah harga kita sedag cari tahu apakah ditingkat distributor atau agen ataukan ditingkat pedagang warungan," kata Dudu.

Jika yang menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) di agen atau distributor bisa dikenakan sanksi tegas. "Kalau di agen atau penyalur jelas kita akan kenakan sanksi berupa pencabutan ijin, makanya kita saat ini sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [GM].- Memasuki H+1 lebaran Idul Fitri 1434 Hijriyah, beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Kalaupun ada, harga julanya melambung berkisar antara Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah agen elpiji diseputaran Cianjur masih banyak yang tutup untuk merayakan lebaran. Hal itulah yang diduga menjadi penyebab kelangkaan ditingkat pengecer atau pedagang warungan. Pedagang warungan yang nakal sengaja menaikkan harga jual gas elpiji.

"Tadi saya sudah keliling ke seputaran Cianjur, semuanya kosong, saya tidak dapat gas elpiji 3 kilogram. Ke agen juga masih banyak yang tutup. Kalupun ada gas elpiji hanya yang ukuran 12 kilogram, itupun hanya ada di satu tempat," kata A. Sugilar warga Sukamanah, Kec. Cugenang, Jum'at (9/8/2013).

Menurut A. Sugilar, banyak warga yang beli langsung ke agen lantaran ditingkat warungan sudah kosong. Kalaupun ada diwarung harganya dinaikin cukup tinggi. "Kita coba beli ke agen langsung, tapi keburu habis diserbu oleh masyarakat," katanya.

Langkanya gas elpiji juga dibenarkan oleh Siti Fatimah (45) warga Cipanas, Kec. Cipanas. Tidak hanya langka, tapi harganya juga selangit. "Sepertinya pedagang warungan seenaknya sendiri menaikkan harga, mentang-mentang lebaran. Padahal kalau naiknya tidak terlalu jauh, tidak begitu memberatkan, ini naiknya sampai mencapai Rp 22 ribu/tabung 3 kilogram," katanya.

Pihaknya berharap, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini bisa segera diatasi. Karena masyarakat sangat membutuhkan. "Saya sampai nyari ke Cianjur, tapi tetap saja susah. Kata pedagang penyebabnya agen atau distributor masih banyak yang belum buka," paparnya.

Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas Kabupaten Cianjur, Dudu Badujaman saat dikonfirmasi mengaku mendapatkan laporan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Bahkan Dudu juga membenarkan adanya pedagang yang menjual gas elpiji 3 kilogram tersebut mencapai. 22 ribu/tabung.

"Kita sudah mendapatkan laporan, kami sedang melakukan investigasi baik terjadinya kelangkaan atau adanya harga jual yang melambung. Kalau kelangkaan kita akan cari penyebabnya, karena stok untuk Cianjur aman. Sedangkan masalah harga kita sedag cari tahu apakah ditingkat distributor atau agen ataukan ditingkat pedagang warungan," kata Dudu.

Jika yang menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) di agen atau distributor bisa dikenakan sanksi tegas. "Kalau di agen atau penyalur jelas kita akan kenakan sanksi berupa pencabutan ijin, makanya kita saat ini sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebabnya," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Ribuan umat muslim di Kabupaten Cianjur secara serentak melaksanakan shalat Idul Fitri 1434 Hijriah, Kamis (8/8/2013). Mereka memanfaatkan masjid-masjid jami' dan lapangan terbuka untuk merayakan pintu kemenangan setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh itu.

Salah satunya seperti yang dilaksanakan di Masjid Agung Cianjur di jalan Siti Jenab. Ribuan umat islam dari berbagai tempat memilih masjid Agung Cianjur untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Bertindak sebagai khotib KH. Abdul Hakim Halim dan Imam KH. M. Basuni

Dalam khutbahnya khotib KH. Abdul Hakim Halim menyampaikan, bulan ranadhan dijadikan agar orang yang beriman kepada Allah SWT menjadi orang yang lebih bertaqwa. Ketaqwaan sangat penting, karena ketaqwaan seseorang akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

"Janji Allah bagi orang yang bertaqwa akan diberikan kemudahan dan jalan keluar dalam setiap perkara baik dunia dan akhirat. Memberikan rizki dan memberkan ampuan serta pahala yang berlipat ganda dan memberikan surga yang luas," kata Abdul Hakim Alim.

Dikatakan Abdul Hakim Halim, Allah SWT memerintahkan agar umat islam benar-benar bertaqwa yakni bertaqwalah sampai batas kesanggupan yakni apa saja yang dilarang jauhilan dan yang diperintahkan jalanilah.

"Seringkali batas kemampuan itu merupakan salah satu kesanggupan jalan keluar. Kita harus beramal sampai batas kemampuan, bukan hanya sekedar alakadarnya. Karena kalau tidak sampai batas maksimum beramal belum bisa disebut sebagai orang yang bertaqwa," tegasnya.

Sementara Bupati Cianjur dalam sambutanya menyampaikan bahwa makna Idul Fitri adalah kembali kepada naluri kemanusiaan yang murni, kembali kepada keberagaman yang lurus dan kembali dari segala kepentingan duniawi yang tidak islami. Idul Fitri adalah saat kita melakukan evaluasi diri pada ibadah puasa yang telah dikerjakan serta mempertahankan nilai kesucian dan kefitrahan serta nilai ketaqwaan.

"Idul Fitri juga sebagi moment untuk tasyakur, ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama ramadhan, serta refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Allah SWT," katanya.

Oleh karena itu, momentum Idul Fitri hendaknya dijadikan cermin dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan yang dipresentasikan kedalam perayaan idulfitri ini dengan syukur dan tafakur tentang perbuatan kita selama ini.

Lanjut bupati, perayaan Idul Fitri hendaknya dijadikan titik balik kebangkitan warga masyarakat dan Pemkab Cianjur, untuk bersama sama membangun Cianjur yang kita cintai ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Jadikan momentum Idul Fitri untuk melakukan interospeksi atas peran dan tanggungjawab dalam membangun Cianjur yang kita cintai.

Selain itu Idul Fitri jadikan pula sebagai momentum untuk mengevaluasi diri agar gerak langkah dimasa depan lebih baik dari hari ini. Sekaranglah saatnya kita bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing, melakukan langkah-langkah nyata ditengah masyarakat sekecil apapun dan dalam bentuk apapun yang mudah-mudahan akan membawa perubahan kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Dengan tempaan ibadah puasa dan hikmah Idul Fitri sebagai saat kembali kepada kesucian, kita mampu memelihara mengamalkan dan melestarikan nilai-nilai kebaikan yang terkandung didalamnya serta mampu meningkatkan berbagai kegiatan pembangunan agar Cianjur lebih maju dan berkembang sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih Sejahtera dan Berakhlakul karimah bisa tercapai," paparnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Gerakan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Resor Cianjur menyantuni 80 anak yatim dan duafa, Senin (5/8/2013). Kegiatan tersebut merupakan yang ke enam kalinya telah dilaksanakan oleh Gibas Resor Cianjur.

"Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami sebagai organisasi masyarakat terhadap keberadaan anak yatim dan duafa. Kita harapkan dengan pemberian santunan ini bisa membantu meringankan beban mereka, apalagi menjelang perayaan lebaran Idul Fitri 1434 H," kata Ketua Gibas Resor Cianjur di kantornya Jalan Ir. H. Djuanda Panembong Cianjur.

Dikatakan Dedi, pemberian santunan kepada anak yatim dan duafa yang berasal dari lingkungan sekitar kantor Gibas merupakan komitmen organisasi yang terus berjuang untuk membantu kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Para yatim dan duafa merupakan bagian masyarakat yang harus diperhatikan.

"Kita tidak menampik masih ada image kurang baik kepada Gibas. Dengan kegiatan ini kita berupaya menepis image kurang baik itu. Ternyata Gibas masih sangat peduli kepada masyarakat," kata Dedih yang juga dikenal sebagai pengusaha Rumah Makan Bumi Aki itu.

Pihaknya mengaku telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Gibas diwilayah Cianjur, untuk menjadikan momentum puasa ramadhan menjadi bulan untuk beribadah dan selalu berbuat kebaikan. Sekecil apapun kebaikan itu bisa dirasakan masyarakat, tentu akan bermanfaat bagi Gibas.

"Kita pinginnya memberikan santunan kepada yatim dan duafa ini setiap saat. Tapi karena keterbatasan yang kami miliki, kami baru bisa melaksanakan satu tahun sekali. Itu lebih baik daripada kita tidak berupaya sama sekali," tegasnya.

Kedepan pihaknya akan terus berupaya membangun Gibas menjadi satu organisasi masyarakat yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. "Kami ingin Gibas bisa berbuat banyak untuk kemaslahatan masyarakat. Kami ada bukan hanya sekedar dibutuhkan, tapi kami ada karena dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah pemudik yang mengendarai sepeda motor mulai memadati jalur utam Puncak Cipanas Cianjur pada H-4 lebaran Idul Fitri 1434 H, Minggu (4/8/2013). Mereka terlihat melintas memasuki wilayah Cianjur sekitar pukul 07.00 WIB. Para pemudik tersebut kebanyakan dari Jakarta, Bogor dan sekitarnya.

Menurut penuturan Irwan (39) pemudik asal Jakarta ini, dia bersama istri dan anaknya sengaja mengambil hari Minggu pagi untuk mudik ke kampung halamanya didaerah Sumedang tersebut lantaran dianggap lebih nyaman dan belum terjadi kemacetan.

"Kalau pulang H-3 atau mendekati lebaran, biasanya macet. Makanya kita memilih pulang mudik lebih awal dan berangkat selepas sahur," kata Irwan saat ditemui tengah beristirahat di areal SPBU Penembong Cianjur.

Motor dipilihnya sebagai saran transportasi karena dianggap lebih praktis dan hemat. Dengan menggunakan sepeda motor perjalanan juga dianggap bisa lebih cepat meski kondisi jalan terdapat kemacetan.

"Apalagi sekarang BBM mahal, biaya transportasi mahal. Kalau pakai motor bisa lebih hemat, dan bisa lebih cepat. Makanya saya dan istri memutuskan untuk menggunakan sepeda motor, bisa lebih santai, capek bisa istirahat kapan saja," katanya.

Dia menyadari dengan kondisi barang bawaan yang melebihi kapasitas sangat membahayakan berkendara. "Memang sih kalau melihat itu, tapi kita bisa berhati-hati. Apalagi perjalanan kami tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri harus datang cepat," katanya.

Hal senada juga disampaikan Salman (27), dia memilih mudik dengan sepeda motor selain lebih cepat sampai pada tempat tujuan, bisa juga dijadikan ajang silaturahmi. "Lebih rame, karena kita berangkat rombongan, capek tidak terasa. Dengan sepeda motor kita juga lebih cepat sampai," kata Salman [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- CIANJUR, (GM).- Kenaikan harga daging sapi yang sempat menyentuh dikisaran harga Rp 120.000,-/kilogram ternyata berdampak luas terhadap para peternak sapi perah di Cianjur. Beberapa peternak ada diantaranya yang terpaksa menjual sapi perahnya untuk ditukar menjadi sapi potong.

Hal ini sangat berdampak pada produksi susu di Cianjur. Kalau tidak segera diantisipasi dikawatirkan akan terjadi krisis susu. "Ini berbahaya, kalau sampai terjadi krisis susu, dampaknya sangat luas. Berapa banyak balita yang bergantung pada susu. Pemerintah harus cepat tanggap terhadap persoalan ini, jangan sampai hanya yang perhatikan itu daging sapi saja, tapi peternak sapi perahnya harus mendapat prioritas," kata Iis (51) Bendahara Koperasi Unit Desa (KUD)Mandiri Cipanas.

Iis mengaku, sejak terjadinya kenaikan harga daging sapi, banyak peternak sapi perah yang dalam binaan KUD Mandiri Cipanas beralih ke peternak sapi potong. Kondisi ini sangat berdampak luas terhadap produksi susu yang masuk melalui KUD.

"Kalau sebelum terjadi kenaikan harga daging yang luar biasa, produksi susu kami dalam sehari mencapi 4.500 liter/hari. Saat ini tinggal 3.000 liter/hari. Peternak kami banyak yang menjual ternaknya beralih ke pedaging. Kami tidak bisa berbuat banyak, mereka menganggap lebih untung, dicegah juga sangat sulit meski harga susu yang kita terima sangat bersaing," katanya.

Pihaknya kawatir jika situasi seperti ini tidak segera mendapatkan penanganan, akan berdampak luas. Akan terjadi krisis susu yang berkepanjangan. "Ini berbahaya, karena untuk membangun kembali tidaklah mudah. Butuh waktu yang tidak sebentar. Mengembalikan kepercayaan peternak susu ini perlu dukungan dari semua pihak," katanya.

Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cianjur Djoni Rozali mengatakan, pihaknya juga merasa prihatin. Semua yang terjadi akibat hukum pasar. Namun demikian pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para peternak, khususnya peternak sapi perah agar tetap bisa bertahan.

"Kita terus melakukan pembinaan kepada para peternak sapi perah agar mereka bisa tetap bertahan. Karena kalau tidak kami juga kawatir akan berdampak luas. Tentunya ini perlu waktu dan kerja kerasa, apalagi kondisi saat ini terutama harga daging sangat menggiurkan," tegasnya.

Operasi pasar kata Djoni, tidak banyak membantu mengatasi masalah. Yang perlu dilakukan adalah membangun kepercayaan para peternak sapi perah agar mereka mampu bertahan. "Membangun kerpercayaan inilah yang tidak mudah, selain perlu pasar juga kerja keras semua. Mudah-mudahan para peternak sapi perah yang sudah menjual sapi-sapinya kembali lagi ke usaha semula," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Menindak lanjuti adanya informasi adanya parcel yang dijual sudah habis masa kadaluarsanya, Wakil Bupati Cianjur H. Suranto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar di Cianjur, Jum'at (2/8/2013). Selain sidak parcel wabub juga melakukan sidak sejumlah harga pokok dipasar tradisional.

Wabub pertama mendatangi Pasar Induk Cianjur di Jalan Suroso. Dia sempat mengecek sejumlah harga kebutuhan pokok kepada para pedagang. Bahkan harga daging juga tak luput dari perhatianya. Di Pasar Induk harga daging sapi relatif stabil berkisar antara Rp 85 ribu-90 ribu per kilogram.

Setelah ke Pasar Induk, wabub yang didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan itu menuju Pasar Muka Cianjur di Jalan terusan Dr. Muwardi By Pass. Tidak hanya mengecek kebutuhan pokok, dia kemudian menuju supermarket besar diareal pertokoan Ramayana.

Wabub meminta kepada petugas untuk membuka sample parcel yang terpajang untuk melihat apakah barang-barang yang dipajang tidak kadaluarsa. "Kita ingin membuktikan laporan yang masuk ke kita bahwa ada penjual parcel murah ternyata barang-barangnya sudah kadaluarsa," kata Suranto saat ditemui seusai sidak, Jum'at (2/8/2013).

Dikatakan Suranto, dari hasil pemeriksaan, semua barang yang dipajang dalam parcel tidak kadaluarsa. Hanya ada satu barang yang kondisinya kemasannya rusak dan tanggal kadaluarsanya tidak lengkap di cetak. "Saya langsung minta untuk diganti dan dicek tanggal kadaluarsanya, ternyata masih lama dari sample yang lain," katanya.

Dikatakan Suranto, barang-barang kebutuhan pokok utamanya daging menjelang H-6 lebaran Idul Fitri 1434 H masih relatif normal. Demikian juga dengan stok kebutuhan sampai H lebaran dijamin masih relatif aman.

"Harga stabil, daging sapi masih dikisaran Rp 90 ribu per kilogram. Demikian juga daging ayam diharga Rp 32 ribu per kilogram. Demikian juga dengan harga lainya seperti telor, minyak goreng, beras dan lainnya masih stabil seperti saat harga awal puasa," kata Suranto.

Melihat kondisi tersebut pihaknya optimis, harga-harga kebutuhan pokok sampai lebaran relatif stabil. Demikian juga dengan stok kebutuhan. "Pasti menjelang lebaran permintaan meningkat. Ini kondisi tahunan, tapi kita tetap waspada akan kebutuhan. Ada petugas dari Disperindag yang stanby mantau kebutuhan pokok. Ini dilakukan untuk antisipasi jika sewaktu-waktu perlu penanganan," tegasnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Polres Cianjur musnahkan 5.226 botol minuman keras berbagai merk hasil dari operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan selama bulan ramadhan, Kamis (1/7/2013).

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, untuk menciptakan situasi aman dan nyaman selama pelaksanaan bulan Ramadhan, pihaknya menggelar razia pekat. Salah satunya dengan konsentrasi pencegahan peredaran miras ilegal yang ada diwilayah hukum Cianjur.

"Kami berhasil merazia ribuan botol miras dari berbagai tempat. Ini merupakan upaya kami untuk membebaskan Cianjur dari pekat," kata kapolres usai memimpin Apel Gelar Pasukan Ketupat Lodaya 2013.

Dikatakannya, selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga mengamankan pelaku. Namun, penanganannya dilakukan di masing-masing polsek.

"Pelaku yang mengedarkan miras kita kenakan tipiring (tindak pidana ringan). Penanganannya ada yang di polsek ada juga di polres,” paparnya.

Ditegaskannya, giat razia tersebut akan terus dilakukan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian untuk mencegah peredaran miras ilegal diwilayah Cianjur.

"Meski bulan puasa berlalu, kita akan terus melakukan razia pekat. Kita ingin menciptakan situasi Cianjur yang kondusif, aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Polres Cianjur terjunkan 1.194 personil gabungan untuk amankan lebaran Idul Fitri 1434 H diwilayah Kabupaten Cianjur. Dari ribuan personel gabungan tersebut 670 personel diantaranya berasal dari kepolisian. Sisanya dari TNI, Dishub, PMI, Damkar dan Satpol PP.

Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti mengatakan, para personel gabungan tersebut disebar disejumlah titik disepanjang jalur yang dilewati oleh para pemudik. Mereka akan melakukan pengamanan terhadap ancaman gangguan terhadap tindak keamanan.

Sejumlah titik rawan kemacetan kata Dedi menjadi prioritas penanganan seperti di perempatan hanjawar Pacet, perempatan Cibodas Cipanas, depan pasar Cipanas, pasar muka Cianjur dan pasar Ciranjang. Tempat-tempat tersebut merupakan salah satu daerah yang terbilang rawan terjadi kemacetan.

Sementara jalur jonggol yang selama ini dikenal rawan akan aksi kejahatan juga tak luput dari perhatian. "Pola pengamanan kita ada yang terbuka dan tertutup. Sejumlah objek fital menjadi salah satu prioritas kita. Kita lebih menekankan untuk pencegahan kejahatan. Kita tempatkan petugas ditiap titik kerawanan untuk mewaspadai dan antisipasi terhadap gangguan keamanan," kata Kapolres saat ditemui seusai menggelar apel bersama gelar pasukan gabungan dengan instansi terkait dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2013 di halaman Mapolres Cianjur Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kamis (1/7/2013).

Dikatakan Kapolres, operasi tersebut bertujuan agar masyarakat dapat merasakan momen lebaran dengan aman dan nyaman tanpa gangguan suatu apapun. Tradisi mudik lebaran sebagai agenda tahunan menjelang hari raya Idul Fitri yang akan laksanakan, dengan berbagai kegiatan dan mobilitas manusia dan barang dalam jumlah besar dan waktu yang bersamaan berdampak pada dinamika potensi gangguan kamtibmas dan keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas yang harus di kelola dengan baik.

"Operasi ini akan berlangsung selama 16 hari kedepan dengan mengedepankan kegiatan pre-emtif, preventif dan penegakan hukum. Pengamanan ini mengutamakan tindakan pencegahan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan guna memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan prima kepada masyarakat," katanya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2013 tersebut, sebanyak 1.194 personil diturunkan terdiri dari Polri 670 personil, Instansi lain 524 personil. Mereka akan ditempatkan di 16 pospam dan pos pelayan di wilayah Polres Cianjur. "Kita harapkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri 1434 H serta pelayanan arus mudik yang tertib dan lancar, memanfaatkan momentum tersebut dengan Trust Building dan Patnership dimana dalam melaksanakan operasi tersebut yang akan dikdepankan adalah persuasif, edukatif memberdayakan fungsi dikmas lantas secara optimal," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan disejumlah jalur yang akan dilalui pemudik, masih ada beberapa pekerjaan fisik yang hingga H-7 lebaran ini belum selesai. Seperti yang terlihat di Jalan Dr. Muwardi By Pass Cianjur atau persisnya didekat perempatan tugu Ngaos Mamaos dan Maenpo. Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pekerjaan pembangunan tembok pinggir jalan.

Para pemudik yang melintas harus ekstra hati-hati lantaran masih banyaknya tumpukan material atau bekas galian yang sedikit menjorong ketengah jalan. Sementara itu beberapa jalur yang selama ini dikenal rawan terjadi kecelakaan seperti di Ciloto juga sangat minim rambu-rambu. Bahkan dibeberapa lokasi juga sangat minim lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Selain medannya yang menurun, jalur tersebut juga berliku dan kondisi jalan kurang rata. Kondisi ini harus diwaspadai oleh para pemudik jika melintas (KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Pemkab Cianjur dunilai kurang cepat tanggap menangkap potensi yang ada di Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Selain potensi sejarah peninggalan situs Gunung Padang yang sedang diriset, banyak potensi yang bisa menjadi aset Pemkab Cianjur untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan untuk peningkatan kesejahtraan rakyat.

Demikian ditegaskan Direktur Lokatmala Institute Eko Wiwid, Rabu (31/7/2013). Eko mencontohkan kurang tanggapnya Pemkab Cianjur terhadap potensi Situs Megalitikum Gunung Padang diantaranya tidak adanya upaya riset dari pihak Pemkab untuk meriset potensi selain situsnya dan tidak terlihar serius untuk mengelola potensi lain. Padahal Gunung Padang punya potensi luar biasa seperti pertanian, perkebunan, ekonomi kereatif, kerajinan dan lainya.

"Sudah seharusnya Pemprov dan Pemkab cepat tabggap terhadap potensi yang ada disekitar Gunung Padang. Kami melihat sampai saat ini belum banyak yang dilakukan untuk menggali potensi itu," kata Eko Wiwid.

Dikatakan Eko saat ini Situs Megalitikum Gunung Padang yang berada di wilayah kekuasaan admintratif Pemkab Cianjur sudah menjadi pembahasan berbagai kalangan bahkan mungkin banyak pihak yang mulai melirik, termasuk negara di luar negeri.

Terlebih setelah adanya keseriusan para peneliti yang terus melakukan riset keberadaan situs Gunung Padang dan pemberitan diberbagai media salah satu faktor pendukung yang cukup besar berkontribusi terhadap situs tersebut.

"Suka tidak suka, diakui atau pun tidak, siapapunya yang mengakses informasi Gunung Padang, tentu nama tempat kampung, desa.kecamatan, kabupaten, provinsi dan Negara akan tebawa dan itu tanpa disadari sudah menjadi bagian publikasi/kampanye sebuah wilayah dengan gratis dan ini bagain dari potensi yang harus cepat disikapi oleh pihak Pemprov dan Pemkab," tegasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur Teddy Artiawan membantah kalau kurang tanggap terhadap potensi yang ada di sekitar situs Megalitikum Gunung Padang. Pemkab Cianjur tahun 2013 ini telah mengalokasikan anggaran untuk penunjang keberadaan Gunung Padang.

"Tahun ini Pemkab akan membebaskan lahan disekitar Gunung Padang sekitar lima hektar. Tanah tersebut berada di zona inti dan zona penunjang. Ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemkab Cianjur untuk menangani Situs Gunung Padang," kata Teddy [KC-02]***.
Back To Top