2014
CIANJUR, [KC].- Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur mencatat selama kurun waktu 2014, 98 orang teridentifikasi terjangkita HIV/AIDS. Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah, jika pihak terkait dan masyarakat tidak melakukan upaya pencegahan.

Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Cianjur H. Suranto mengkawatirkan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur terus bertambah. Pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat turut mendukung dengan cara memperhatikan lingkungan sekitar yang rawan akan perilaku yang tidak sehat seperti seks bebas, pemakaian jarum suntik para pengguna obat-obatan terlarang dan lainya.

"Kami berharap semua lapisan masyarakat turut bekerjasama dengan pemerintah. Kepedulian kita semua apabila keluarga dan lingkungan kita bebas dari perilaku menyimpang dan penggunaan obat-obatan terlarang karena akan merusak masa depan," kata Suranto yang jug amenjabat sebagai Wakil Bupati Cianjur itu disela kegiatan rapat evaluasi 2014 dan Rencana Kerja 2015 KPA Cianjur, Selasa (30/12/2014).

Dikatakan Suranto, evaluasi pelaksanaan penangulangan pencegahan penularan HIV/AIDS yang dilakukan KPA perlu dilakukan untuk mengukur capaian sudah sejauh mana. "Evaluasi ini sangat penting, dimana semua hasil yang telah dilaksanakan akan terlihat pencapaian yang meningkat atau menurun dari program yang dikerjakan," kata Suranto.

Pihaknya berharap bahwa program KPA kedepan harus lebih solid dengan adanya koordinasi yang baik dan transparan dengan berbagai pihak terkait. Suranto mengakui selama ini kerja KPA belum bisa berjalan secara maksimal dalam melaksanakan semua program.

"Memang belum maksimal, tapi kita terus berupaya, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS yang selama ini dengan gencar dilakukan agar meminimalisir jatuhnya korban jiwa juga secara terus-menerus mengadakan komunitas Warga Peduli Aids di setiap desa di kabupaten Cianjur," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Untuk menghindari terjadinya penyimpangan dan kesalahan dalam penggunaan bantuan hibah Rp 10 juta/pertahun bagi Rukun Tetangga (RT), Pemkab Cianjur menyiapkan petugas pendamping bagi masing-masing desa. Petugas pendamping RT tersebut akan mendampingi dalam penyaluran dana hibah dan pelaksanaannya dilapangan.

Ketua Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Kabupaten Cianjur Gunawan mengungkapkan, sedikitnya 400 pendamping dari perwakilan masing-masing desa/kelurahan siap diterjunkan untuk mendamping para Ketua RT/RW dalam penyaluran bantuan dana hibah. Mereka diterjunkan setelah diberikan pembekalan mengenai tugas dan tanggungjawabnya.

"Sebelum kita terjunkan, mereka kita bekali terlebih dahulu. Hari ini, Selasa (30/12/2014) mereka mengikuti kegiatan bimbingan tekhnis pendamping program dana hibah 10 juta/RT/pertahun di di Bale Rancage Cianjur. Setelah itu baru kita terjunkan kewilayah tugas masing-masing," kata Gunawan.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir dalam kegiatan bimbingan tekhnis pendamping program dana hibah 10 juta/RT/pertahun di di Bale Rancage Cianjur mengungkapkan, untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana bantuan keuangan yang diberikan, khususnya dana bantuan 10 juta per RT, harus diatur mekanisme perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, akuntansi serta pertanggung jawaban dan pelaporan.

"Pemberian dana bantuan keuangan juga harus disertai adanya tanggungjawab yang melekat pada yang menerima agar lebih transparan, akuntabel dan efektif. Itu harus dilakukan, apalagi ini merupakan uang rakyat," katan Tjetjep.

Dikatakan Tjetjep, bimbingan tekhnis bagi pendamping RT ini sangat perlu dilaksanakan. Selain untuk memberikan pemahaman tentang mekanisme perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, akuntansi serta pertanggungjawaban dan pelaporan, juga untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak khususnya kepada para tenaga pendamping.

"Pendamping harus mengetahui dan memahami tentang pengelolaan dana bantuan keuangan 10 juta/RT untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana bantuan keuangan tersebut. Jangan sampai saat diterjunkan, malah ketua RT yang lebih tahu, makanya perlu dilakukan bimbingan tekhnis," tegas Tjetjep [KC-02]**.
CIANJUR [KC],- Puluhan petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Mekarmukti -Padasuka Kecamatan Cibinong hadir memenuhi undangan DPRD Kabupaten Cianjur dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai Hak Guna Usaha PT. Cikencreng Perkebunan Cisadea Cigombong, di Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (29/12), hadir juga Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Cianjur, Kepala Kantor BPN Cianjur, Camat Cibinong, dan perwakilan PT. Menara Group yang mengklaim sebagai pemilik kuasa atas tanah di Desa Mekarmukti dan padasuka Kec. Cibinong.

Konflik masyarakat penggarap dengan PT. Menara Group berawal dari tanah hak guna usaha atas nama PT. Cikencreng  terletak di desa padasuka kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur yang digunakan untuk Tanaman Teh, tanah tersebut oleh PT. Cikencreng dialihkan kepada PT. Menara Group berdasarkan Akta Pelepasan Hak Nomor 45 tanpa diketahui Kepala Badan Pertanahan Nasional RI, sementara itu berdasarkan SK Kanwil BPN Jabar No. 48/KEP-32.16/II/2011 tentang Penetapan Lokasi Penertiban Tanah Terlantar , PT. Cikencreng Perkebunan Cisadea masuk pada daftar yang ditetapkan sebagai tanah terlantar.

Dalam paparannya Penasehat Paguyuban Petani Mekarmukti-Padasuka, H. Tonton Sukarsa, SH menyampaikan bahwa masyarakat sebagai petani penggarap di kawasan tersebut merasa risih atas sikap PT. Menara Group yang memaksakan kehendak agar masyarakat menandatangani surat perjanjian untuk keluar dari lahan tersebut yang sudah digarap selama kurang lebih 20 tahun, sementara itu status pemilik HGU belum memiliki ketetapan hukum, dampak dari itu beberapa akses jalan petani penggarap di tutup, selain itu beberapa masyarakat juga jadi korban kriminalisasi.

"Kita masyarakat sebagai petani penggarap hanya minta lahan yang digarap oleh masyarakat tidak diganggu oleh PT. Menara Group,dan meminta kepada pemangku kepentingan untuk memberikan hak-hak masyarakat  yang selama bertahun-tahun telah menggarap tanah tersebut.  " ungkap Parno, salah satu petani penggarap lahan dengan nada lantang.

Sementara itu Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, Isnaeni mengungkapkan " Jika melihat pada dasar hukum yang ada seharusnya PT. Menara Group tidak berhak atas pengelolaan tanah tersebut apalagi melarang masyarakat memasuki wilayah tersebut, dan PT. Menara Group telah menyimpang dari Ijin Bupati Cianjur No. 503/4178/BPPTPM tentang Lokasi Tanah seluas + 20.000.000 M2 di Kec. Cibinong Kab. Cianjur Untuk Keperluan Persiapan Penyediaan Tanah Pengganti Kawasan Hutan untuk  PT. Menara Group .

Perwakilan Petani Penggarap lahan, parno, menyampaikan harapannya  agar DPRD Kabupaten Cianjur bisa membantu secepatnya memberikan  rekomendasi agar kami bisa bertani dengan tenang tanpa ada intimidasi dan ancaman, seperti yang selama ini kami rasakan, dan kami memberikan apresiasi terhadap semua pemangku kebijakan masih mempriorotaskan kepentingan masyarakat [KC.01]***


CIANJUR, [KC].-  Meski telah membawa nama harum Cianjur di kancah Internasional, Ajang zaenal Abidin (37), atlit tenis meja NPC (National Paralympic Committee) asal Cipanas itu mengaku kurang diperhatikan. Sebagai penyandang difabelitas, prestasi yang diraihnya bisa dibilang luar biasa.

Kurangnya perhatian dari Pemkab Cianjur sedikit terobati manakala Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan dan Kadeudeuh yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Penghargaan itu diraihnya karena dirinya memperoleh Medali Prunggu di Asian Paralympic Commite.

Pada saat mengikuti Asian Paralympic Committee (APC) di Incheon Korea Selatan beberapa waktu yang lalu, dirinya beserta 9 atlit lainya mampu memberikan prestasi untuk Indonesia khususnya Jawa Barat.

Ajang berharap, selaku atlit Cianjur, adanya perhatian serius dari Pemkab Cianjur maupun Koni Cianjur. "Selaku atlit di Cianjur,kami sangat mengharapkan perhatian dari Pemerintah seperti halnya di  negara China, atlit itu sangat diperhatikan. Jangan saja atlit itu dituntut untuk berprestasi, sementara kesejahteraanya tidak diperhatikan," harapnya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].-  Sebanyak 670 atlit se Jawa Barat mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup V yang digelar mulai Sabtu, (27/12/2014) hingga Rabu (31/12/2014). Ratusan atlit bulu tangkis tersebut akan turun pada laga kelompok umur 10,12,14, dan 16 tahun.

Selain para atlit untuk kelompok umur yang berasal dari wilayah Jawa Barat, juga dipertandingkan khusus untuk ganda putra dan putri dewasa se Kabupaten Cianjur. Untuk Ganda Putri akan diikuti oleh 12 pasangan, dan Ganda Putra sebanyak 16 pasangan.
 
Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup V Dadang S Afandi didampingi Bendahara Asep Saepurochman mengatakan, para peserta yang ikut dalam Kejuaraan Bulutangkis Bupati Cup V ini berasal dari wilayah Jawa Barat dan Banten. Setidaknya 22 dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat turut serta meramaikan kejuaraan yang menjadi agenda rutin PBSI Cianjur ini.

"Ada sekitar 200 pertandingan, sejumlah club club besar bulutangkis di Jawa Barat dan Banten turut serta mengirimkan atlet-atletnya. Sehingga dipastikan persaingan akan ketat untuk menunjukkan prestasinya siapa yang akan menjadi yang terbaik dalam kejuaraan ini," kata Dadang. Sabtu (27/12/2014).

Dikatakan Dadang, kejuaraan Bupati Cup setiap tahunnya diikuti oleh peserta diatas 600 peserta . Hal itu menunjukkan bahwa pembinaan bulu tangkis selalu meningkat. "Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih PB di Jawa Barat dan Banten bisa mengirim atlitnya. Semoga atlitnya berprestasi dan pada akhirnya ada atlit berprestasi bisa mengharumkan Jawa Barat maupun di tingkat nasional," katanya.

Sementara menurut Asep Saepurohman, PBSI Kabupaten Cianjur sendiri akan menerjunkan 24 atlit. Tidak hanya itu club club Cianjur seperti Cobra, MC Cipanas, Pelita Cianjur, Kusumah Hi-Qua Cainjur juga menerjunkan atlit berprestasinya. "Kita berharap atlt-atlit Cianjur baik yang langsung membawa nama PBSI atau melalui club-clubnya bisa menunjukkan prestasinya," katanya.

Ketua PBSI Kabupaten Cianjur Mohammad Toha mengatakan, bagi atlit Cianjur yang berprestasi dan masuk juara pihak PBSI Cianjur akan memberikan bonus khusus.

"Kita harapkan atlit-atlit Cianjur yang turun di Bupati Cup baik yang membawa nama club atau PBSI kita harapkan bisa berbuat banyak. Terutama saat melawan atlit dari club-club yang selama ini selalu Jadwal menjadi langganan juara," katanya.

Menurut Toha, selama kepengurusannya, PBSI Cianjur bisa berhasil menyelenggarakan bupati Cup hingga V kali. Pihaknya berharap Bupati Cup ini mengawali lahirnya atlit Cianjur berprestasi. "Mudah-mudahan bulutangkis di Cianjur ini bisa meningkat. Baik jumlahnya maupun kwalitas dan prestasinya," harap toha.

Pada even Bupati Cup V kali ini diikuti oleh sebanyak 72 club se Jawa Barat dan Banten. Club tersebut mengirimkan atlitnya yang berprestasi. "Mudah-mudahan nantinya lahir atlit berprestasi asal Cianjur ini berasal dari hasil kejuaraan Bupati Cup," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sejumlah anggota DPRD Provonsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor dalam sepekan terakhir menyambangi konstituenya disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Seperti halnya yang dilakukan H. Irvan Rivano Muchtar. Wakil rakyat dari Partai Demokrat itu menggelar reses persidangan kedua disejumlah wilayah di Cianjur.
Reses yang dilaksanakan selama enam hari di lima titik di wilayah Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor itu dihadiri para guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekretaris Desa (Sekdes), sejumlah tokoh masyarakat, ketua RT/RW, para tokoh ulama, pemuda , petani dan lainnya. Reses pertama yang dilaksanakan Selasa lalu itu dilaksanakan di aula PGRI Kecamatan Cikalongkulon Cianjur, reses kedua hari berikutnya di aula PGRI Kecamatan Karangtengah Cianjur dan di SMKN I Pacet Cianjur. Hari berikutnya dilaksanakan di aula Kelurahan Tanah Baru Kota Bogor, disusul di posko IRM Cikidang Cianjur.
Menurut  Irvan Rivano Muhctar, reses dilaksanakan untuk menampung aspirasi dan usulan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh, termasuk aspirasi yang akan diperjuangkan untuk dapil Kab Cianjur dan Kota Bogor.
Sejauh ini, papar politisi Demokrat ini, sebagai anggota dewan yang baru, pihaknya hanya baru mengesahkan atas apa yang sudah ditetapkan oleh agenda dewan sebelumnya. Sedangkan untuk saat ini, ia mulai menyerap aspirasi rakyat.
"Kami persilahkan kepada masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau program apa yang harus diperjuangkan, karena kita ingin serapan anggaran dari provinsi Jabar bisa realisasikan," papar Ketua FPKT Kab Cianjur ini.
Pada kesempatan reses ini, Irvan juga mengucapkan terimakasih  atas dukungan kepada dirinya yang terpilih sebagai anggota DPRD Jabar, bahkan meraih suara ke dua terbanyak se Jawa Barat. "Tanpa dukungan semua pihak, saya tidak bisa menjadi anggota dewan," paparnya.
Sementara itu, aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah tokoh mengemuka, dari mulai insentif atau kesejahteraan bagi para guru PAUD, kesejahteraan perangkat desa, infrastruktur perdesaan, bantuan sosial untuk MDA/DTA, dan lainnya.
"Kami minta segera direalisasikan program atau aspirasi bagi masyarakat Cianjur ," papar Latifah salah satu guru Paud di wilayah Cianjur [KC-02/dak]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Untuk membentuk kader da'i dan da'iyah yang berkarakter sebagai generasi kepemimpinan islam, Yayasan Ulul Absor (Yasula) bekerjasama dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur menggelar Pendidikan Kilat (Diklat) Kader Da'i dan da"iyah yang dilaksanakan selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu (22-24/12/2014) di gedung da'wah Cianjur Jalan Raya Bandung Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.
Ketua Panitia Penyelenggara Heri Suseno, mengatakan, kegiatan diklat Kader Da'i dan da'iyah tersebut diikuti sebanyak 207 peserta dari perwakilan 107 desa di 27 kecamatan di Kabupaten Cianjur. "Kita mengundang perwakilan dari 32 kecamatan di 300 desa, tapi ternyata yang hadir baru dari perwakilan 170 desa," kata Heri ditemui disela kegiatan, Senin (22/12/2014).
Dikatakan Heri, peserta diklat Kader Da'i dan da'iyah tersebut diikuti oleh berbagai latar belakang. Ada diantaranya yang sudah menjadi pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) juga ikut diklat. "Minimal peserta diklat berusia 18 tahun. Mereka ada yang dari SLTA, mahasiswa, dosen bahkan pimpinan pontren," tegasnya.

Selama mengikuti diklat, peserta akan diberikan materi dari narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing. Materinya diantaranya mengenai tugas dan kewajiban dakwah, strategi dakwah. "Ada juga tentang pembangunan ekonomi syariahnya. Implementasi Gerbang Marhamah, visi dan misi Cianjur, tentang penanggulangan penyakit masyarakat, retorika dakwah, bagaimana cara dakwah yang baik dan komunikasi dakwah, diakhirii dengan peranan da'I dalam memperjuangkan syariat isalam," jelasnya.

Dikatakan, Heri, diklat yang telah dilaksanakan ke 16 kalinya itu merupakan program tahunan. Hanya saja ia mengaku kesulitan dalam mencari sponsor dibandingkan dengan kegiatan lainya. "Memang cari sponsor kegiatan seperti ini sulit, berbeda dengan kegiatan olahraga. Tapi kita dengan kebersamaan masih bisa melaksanakan, bahkan ada yang sampai dua kali dalam satu tahu," tegasnya.


Kegiatan diklat kata Heri, juga menjadi ajang silaturahmi bagi para da'I didaerah. "Kebanyakan peserta ini kan sudah punya dasar da'i, kita seringkali diklat ini menjadi ajang sharing atau tuakr pendapat dan hasilnya menjadi salah satu rujukan kegiatan," tandasnya [KC-02].
**.





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





CIANJUR, [KC].- Untuk mencukupi kebutuhan warga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mengusulkan penambahan pasokan LPG 3 kilogram tahun 2015 dari yang semula berkisar 1.282.836 per bulan menjadi 1.500.000 per bulan. Usulan tersebut diharapkan dikabulkan oleh pihak Pertamina mengingat konsumsi gas LPG di Cianjur terbilang tinggi.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Cianjur Judi Adinugroho mengatakan, usulan penambahan pasokan gas LPG 3 kilogram tersebut untuk menutupi adanya kekurangan kebutuhan serta tingginya harga jual ditingkat pengecer.
"Berdasarkan pantauan dilapangan, belakangan ini kami seringnya mendapati gos kosong, sering terjadi kekurangan. Tapi kalau dilihat evaluasi penyerapan realisasi masiih dibawah target kuota yang ditetapkan sebesar 1.282.836 per bulan," kata Judi saat ditemui disela kegiatan UMKM Cianjur Break tahun 2014 di lapang parkir Hupermat jalan KH. Abdullah bin Nuh, Minggu (21/12/2014).
Diakui Judi, meski secara umum kuota tidak terserap, ada beberapa bulan selama 2014 yang serapanya melebihi kuota. "Masih ada bulan-bulan tertentu yang serapanya melebhi kuota, tapi masih banyak yang tidak. Kalau diarata-rata memang tidak mencapai kuota," paparnya.
Pihaknya mengharapkan, dengan banjirnya pasokan selain mengatasi persoalan kebutuhan, juga bisa menekan tingginya harga di tingkat eceran. "Kita harapkan dengan banjirnya pasokan, dan distribusi lancar bisa mengatasi masalah harga. Pengecer tidak mengambil keuntungan terlalu basar. Mereka itu kadang memanfaatkan situasi kelangkaan dijual mahal," kata Judi.
Pihaknya mengakui, sampai saat ini masih ada pengecer gas LPG 3 kilogram yang menjual harga tinggi. Pengecer tersebut sulit untuk ditertibkan, mereka cenderung menjual gas LPG dengan memanfaatkan situasi.
"Idialnya radius 60 km ditingkat pengecer harusnya dibawah Rp 20 ribu. Kenyataanya sulit dikendalikan, mereka masih menjual diatas harga itu. Dengan banyaknya distribusi dengan lancar, kita harapkan tidak ada lagi pengecer nakal," tegasnya.

Disinggung adanya oknum agen yang menjual gas LPG 3 kilogram keluar Cianjur, pihaknya tidak secara tegas mengakui atau membantah. Namun warga luar Cianjur yang membeli gas ke wilayah Cianjur diakui Judi, memang ada. "Yang seperti itu berada diperbatasan, seperti Bandung Barat, ada warga yang beli gasnya ke Cianjur, kemungkinan memanfaatkan tempat yang lebih dekat," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Sedikitnya 30 rumah di Kampung Stasiun Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Minggu (21/12/2014) malam sekitar pukul 20.30 WIB terendam banjir akibat meluapnya sungai Cijeurah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga yang menjadi korban terpaksa harus mengungsi.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, banjir yang merendam puluhan rumah warga tersebut dengan ketinggian mencapai 30-50 cm. Banjir tersebut merendam rumah di dua ke RTan yaki RT 02, dan 03/RW 03 di Kampung Stasiun. Sebelum terjadi banjir, hujan deras mengguyur disekitar kawasan sejak pukul 15.00 WIB sore harinya.

"Diduga terjadi pendangkalan sungai Cijeurah Babakan caringin, sehingga tidak bisa menampung debit air dan meluap. Air sungai Cijeurah ini merupakan kiriman dari Hulu sungai Ciheulang Desa Langensari Kecamatan Karang Tengah," kata Kapolsek Sukaluyu AKP Achmad Suprijatnya .

Menurut Achmad, dari hasil pendataan sementara, jumlah korban yang rumahnya terendam banjir mencapai 21 Kepala Keluarga. Sejumlah aparat kepolisian dibantu warga lainya berupaya membantu korban yang rumahnya terendam untuk memindahkan barang-barang berharga milik para korban.

"Kalau kerugian materi akibat banjir ini belum bisa dipastikan, tapi perkiraan mencapai sekitar Rp 800 jutaan. Karena tidak hanya rumah yang terendam, ada juga sejumlah sawah dan ternak serta kolam warga. Semuanya masih dalam pendataan," katanya.

Pihaknya menghimbau kepada warga agar selalu waspada, jika sewaktu-waktu terjadi banjir susulan mengingat intensitas curah hujan yang tidak menentu. "Kami tetap menghimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan warga tetap Siaga bencana," tegasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Diduga menghirup gas beracun, Aep Supandi Bin Pani (41), tewas saat tengah melakukan penambangaan emas di Gunung Rosah Kampung Cibayondah RT 01/RW 05 Desa Sukadana Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur kemarin. Sementara rekanya, Eman (38) berhasil selamat meski kondisinya kritis dan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Cianjur.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban yang diduga merupakan penambang emas ilegal tersebut saat itu tengah melakukan penambangan dikedalaman sekitar 60 meter. Kedua korban yang tercatat sebagai warga Kampung Cibayondah RT 01/RW 02 dan warga Kampung Parabon RT 03/RW 04 Desa Sukadana itu tiba-tiba merasakan sesak nafas.
"Kemungkinan saat bekerja itu keduanya menghirup gas beracun. Aep tewas di tempat kejadian dan Eman kehilangan kesadaran atau koma dalam kondisi lemas," papar Kepala Desa Sukadana, Karmawan, saat dihubungi melalui telepon.
Mengetahui ada penambang yang menghirup gas beracun didalam goa, sejumlah penambang dibantu warga berupaya melakukan evakuasi untuk mengeluarkan korban. Perlu waktu beberapa saat akhirnya kedua korban berhasil dievakuasi.
"Awalnya korban yang meninggal akan divisum untuk memastikan penyebab meninggalnya, namun keluarganya menolak dan meminta untuk dimakamkan langsung. Tapi dugaan korban meninggal akibat menghirup gas beracun didalam gua," katanya.
Diakui Karmawan, semenjak ada aktivitas penambangan di gunung Rosah, sudah beberapa orang menjadi korban. Hanya saja pihaknya tidak tahu persis berapa jumlahnya. Para penambang tidak hanya warga sekitar, tapi ada yang datang dari luar.
"Jumlah korban tidak tahu persis, namun biasanya jika ada penambang yang beberapa hari tidak keluar dari goa, bisa diduga sudah meninggal didalam. Tidak ada data pastinya, meninggal atau selamat," katanya.
Hingga saat ini berdasarkan data sementara ada sekitar 500 penambang emas di Gunung Rosah dari empat desa, yang di antaranya Desa Sukadana, Wangunjaya, Karyamukti, dan Desa Cimenteng. Penambang emas yang paling banyak merupakam warga dari Desa Sukadana yang mencapai sekitar 150 orang.
"Tapi sayangnya, penambangan emas itu diduga ilegal. Warga sekitar yang menambang dan yang menampung hasil tambangnya adalah PT Paramindo. Sebenarnya pihak perusahaan sendiri baru melakukan eskplorasi dan penelitian, dan belum tahap pembuatan perizinan," keluhnya.

Sementara itu, Kapolsek Campaka, AKP H Toha Ma'ruf, mengaku, masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab meninggalnya seorang penambang emas dan seorang kritis itu. "Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebabnya, kita belum bisa memastikan," katanya [KC-02/rmd]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








CIANJUR, [KC].-  Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur Oting Zaenal Mutaqin yang hadir dalam kegiatan UMKM Cianjur Break tahun 2014, berjanji memfasilitasi para pelaku UMKM. Salah satu yang saat ini tengah diupayakan diantaranya mewajibkan pemilik pasar modern menyediakan tempat untuk produk-produk UMKM Cianjur.

"Kami intruksikan seluruh pasar modern, dan pertokoan modern untuk memberikan tempat kepada produk UMKM. Kami tidak akan segan-segan untuk tidak mengeluarkan perijinan jika mereka tidak memberikan tempat bagi produk UMKM Cianjur," kata Oting.

Oting juga mengaku, tidak menutup kemungkinan jika intruksi tersebut kedepan akan menjadi sebuah peraturan daerah (Perda). "Ini kami lakukan hanya semata-mata agar UMKM Cianjur bisa maju dan berkembang dan memiliki daya saing, utamanya bisa mensejahterakan masyarakat," katanya.

Da"am waktu dekat pihaknya juga akan menyiapkan kendaraan khusus sebagai wadah untuk mempromosikan produk UMKM Cianjur agar lebih dikenal. "Ini merupakan upaya pemeasaran, dikendaraan itu kita promosikan produknya. Kita akan lakukan ditempat-tempat yang memungkinkan terjadinya konsentrasi warga. Tidak hanya di Ciabjur tapi juga diluar Cianjur," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].-  Sedikitnya 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur mengikuti UMKM Cianjur Break tahun 2014 yang dilaksanakan dilapang Hypermart Jalan KH. Abdullah bin Nuh Cianjur, Minggu (21/12/2014). Serangkaian kegiatan digelar dalam kegiatan yang juga bertajuk memperingati hari ibu itu.

Ketua Panitia UMKM CIanjur Break tahun 2014, Syarif mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka mewadahi UMKM supaya menjadikan media untuk mempromosikan produk Cianjur. "Begitu banyak potensi di Cianjur ini. Mudah-mudahan dengan media promosi adanya UMKM bisa bermanfaat terutama mengenai masalah ekonomi," kata Syarif disela kegiatan, Minggu (21/12/2014).

Pihaknya berharap, selaku pelaku UMKM, Pemkab Cianjur bisa lebih serius lagi dalam membantu mempromosikan produk UMKM agar bisa lebih bersaing. "Tentu harapan kita sebagai pelaku, kepedulian pemerintah dalam mendorong kami agar lebih maju dan berkembang selalu kami nantikan," katanya.

Dalan UMKM Cianjur Break tahun 2014, kali ini sejumlah produk UMKM ditamilkan seperti kuliner, fasion, aksesoris, bahkan sejumlah produk kerjinan batik asli Cianjur juga dipamerkan. "Ini salah satu bentuk promosi langsung hasil karya UMKM asli Cianjur," tegasnya.[KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan meresmikan lima program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikembangkan AQUA Grup dengan menandatangani prasasti di Kantor Gubernur, Gedung Sate, Bandung belum lama ini.  Turut menandatangani prasasti dalam acara ini adalah Pimpinan AQUA Grup, Parmaningsih Hadinegoro. 
Peresmian ini merupakan kegiatan rutin pemerintah setempat yang diberi nama Gelar Karya CSR Pembangunan Jawa Barat.  Pada acara ini, berbagai perusahaan juga turut meresmikan program-program CSR nya.  
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memaparkan, sejak 2011, pemerintah Jawa Barat mendorong peran perusahaan baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta swasta untuk mempercepat pembangunan pedesaan melalui program CSR. 
"Program yang dikembangkan adalah  bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan hidup," paparnya. 
Sementara itu, pimpinan AQUA Grup, Parmaningsih Hadinegoro, lima program yang diresmikan mewakili bidang yang menjadi perhatian pemerintah Jawa Barat.  Kelima program yang diresmikan, papar dia, dari mulai  AQUA  di Kabupaten Bekasi, Bogor, Cianjur, Sukabumi dan Subang.  

"Programnya meliputi peningkatan akses air bersih, pengelolaan sampah rumah tangga di daerah pemukiman, pengembangan konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati," jelas Parmaningsih.
  
Dia mengakui, AQUA Grup secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan yang digagas Pemerintah Jawa Barat ini.  Upaya Pemerintah Jawa Barat dalam melibatkan berbagai pihak ini sesuai dengan pendekatan AQUA Grup dalam menjalankan program CSR.
  
"Keterlibatan berbagai pihak ini sangat penting untuk mendorong tercapainya tujuan program serta keberlanjutan manfaat, " tutur Parmaningsih.  

Lebih lanjut, Parmaningsih menjelaskan  dalam setiap program CSR, para pemangku kepentingan memiliki peran dan kontribusinya masing-masing.  Dari mulai pemerintah pusat dan daerah berperan memfasilitasi pelaksanaan program melalui kebijakan, Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) lokal memiliki peran sebagai pendamping dalam proses pemberdayaan dan sektor swasta memberikan kontribusi dalam bentuk sumber daya dan keahlian.  Sedangkan peran masyarakat sangatlah penting untuk menjaga keberlangsungan program.
"Dengan kolaborasi yang sinergis tersebut, maka akan terjadi percepatan pembangunan pedesaan," paparnya [KC-02/dak]**

Berikut Lima Program CSR yang Diresmikan : 
1.       Program Cicadas Berseri (Bersih, Sehat dan Rindang), yaitu integrasi antara program konservasi dengan program peningkatan akses air bersih dan penyehatan lingkungan di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

2.      Program Kebun Raya Mini, yaitu pelestarian penanaman pohon langka untuk mendorong terciptanya keanekaragaman hayati di lingkungan Pabrik AQUA Babakanpari, Kabupaten Sukabumi
3.      Program Komunitas Hijau RW 10, yaitu peningkatan akses air bersih dan penyehatan lingkungan di RW 10, Kecamatan Medan Satria, Kabupaten Bekasi
4.      Program Bank Sampah, yaitu pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur

5.      Program Konservasi Hutan Adat Bancuey, yaitu pelestarian hutan adat Banceuy serta peningkatan akses air bersih di Desa Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.   

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!











CIANJUR, [KC].- Puluhan warga di Kampung Pasir Sarongge Girang Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Kamis (18/12/2014) secara bergotong royong melaksanakan pengaspalan jalan yang menghubungkan kampung mereka ke Desa Ciputri. Pengaspalan jalan tersebut dilakukan atas swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah.

Dalam pelaksanaanya, pengaspalan jalan itu dilakukan dalam pengawasan tenaga ahli. "Alhamdulillah, kita bisa melaksanakan pengaspalan jalan oleh masyarakat dengan cara bergotong royong. Ini suatu bukti bahwa masyarakat masih memiliki tanggungjawab terhadap daerahnya," kata Dedi S, Sekretaris Organisasi Masyarakat (OMS) Desa Ciputri, Kamis (18/12/2014).

Dalam pelaksanaan pengaspalan di Ciputri, rencananya sepanjang 525 meter, namun dalam pelaksasanaan bisa melebihi. "Kita patut bersyukur, berkat swadaya dan gotong royong hasilnya bisa melebihi yang direncanakan," katanya.

Fasilitator Tekhnik Rio Arista Hidayat mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan di Desa Ciputri Kecamatan Pacet tersebut merupakan bantuan dari Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan. Dalam bantuan tersebut masyarakat didorong untuk melakukan swadaya.

"Kalau melihat pekerjaanya, rata-rata melebihi target dari gambar rencana. Baik dari segi ukuran maupun dari segi kualitas pekerjaan. Kami selalu memberikan dampingan agar pekerjaanya tidak hanya berkwantitas tapi harus berkualitas," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Retribusi parkir dari Unit Pengelola Terminal (UPT) Cipanas diduga menguap. Dugaan tersebut didasari tidak jelasnya besaraan tarif parkir yang dikeluarkan petugas parkir. Padahal pihak Pemerintah Desa Cipanas selaku pemilik lahan telah menetapkan besaran tarif parkir.
Kondisi tersebut diperparaah dengan dibiarkannya sejumlah pungli terhadap parkir terjadi. "Saya harus membayar parkir sepeda motor Rp 2.000 sekali pparkir. Itupun saya tidak dikasih ticket parkir. Padahal sudah jelas besaran parkir sepeda motor itu hanya Rp 1.000,- sekali parkir," kata Asep Jafar (28) seorang warga saat dihubungi, Kamis (18/12/2014).
Dikatakan Asep, pungli tersebut terjadi sudah cukup lama berlangsung di lokasi parkir UPT Cipanas. Selaku pengguna lahan parkir ia mengaku keberatan adanya pungli tersebut. "Saya pernah minta bukti ticket parkirnya tapi malah tidak dikasih. Kalau resmi saya tidak masalah ini kan tidak resmi, malah besaranya di mark up. Pertanyaannya kemana uang lebihnya," kata Asep.
Pihaknya sangat menyayangkan adanya pungli parkir itu dibiarkan tanpa ada tindakan. Oknum petugas parkir yang nakal terkesan cuek menjalankan aksinya. "Kalau nyari duit seharusnya tidak seperti itu, saya juga sebagai pedagang di pasar sangat kecewa tidak adanya tindakan tegas terhadap oknum juru parkir. Berapa uang rakyat yang menguat. Kalau dhitung memang hanya Rp 1.000 tapi kalau dijumlahkan akan besar," paparnya.
Secara terpisah Cecep Sudrajat, petugas parkir UPT Cipanas mengaku kalau besaran parkir sejatinya sudah ditentukan oleh pihak pemerintah Desa Cipanas. Untuk parkir kendaraan roda dua (sepeda motor) besaran tarif parkir mencapai Rp 1.000,- sekali parkir. Sedangkan untuk kendaraan roda empat atau lebih (mobil) besaranya parkir mencapai Rp 10.000,-sekali parkir.
"Kalau ternyata dilapangan berbeda, mungkin saja ada oknum. Tapi yang jelas petugas parkir kami selalu dibekali karcis atau ticket parkir dan itu wajib diberikan setiaoo ada kendaraan yang parkir," kata sataf pelaksana UPT Cipanas itu.
Pihaknya juga membantah, membiarkan terjadinya pungli terhadap retribusi parkir. Semuanya menganai tarif parkir sudah ada dasarnya. "Pokoknya tarif parkir itu sudah jelas, petugas selalau dibekali karcis parkir dan harus diberikan kepada setiap kendaraan yang parkir diareal UPT CIpanas," tegasnya.
Kepala Desa Cipanas Dadan BK membenarkan kalau tarif pengelolaan parkir UPT Cipanas ditentukan oleh pihak desa. Penentuan besaran tarif parkir tersebut berdasarkan peraturan desa (Perdes). "Lahan parkir terminal tersebut dikelola oleh UPT, dan besarnya tarif parkir sudah sesuai dengan Perdes. Untuk mobil Rp.10.000 dan kendaraan roda dua Rp.1000,- persekali parkir. Pengguna lahan parkir tersebut diberikan karcis untuk satu kali parkir," kilah Dadan.
Pihaknya mengaku tidak tahu banyak dilapangan kalau prakteknya terjadi pungli. "Kalau masalah pungli kami tidak tahu itu, karena pengelolaanya di UPT. Yang pasti tarif parkir sudah jelas dan siapa saja yang parkir harus diberi karcis parkir," jelasnya [KC-02/tis]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Penanggulangan Kemiskinan Daerah Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), dipandang masih sangat diperlukan. Adanya PNPM masih sangat dirasakan manfaatnyaa oleh masyarakat.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Lokakarya Review PNPM Perkotaan akhir tahun 2014, yang dilaksanakan di Aula Graha Permana Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Kamis (18/12/2014). Lokakarya tersebut diikuti oleh 25 Desa yang berada di 3 BKM/Kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Ae Haenudin perwakilan UPK Pacet mengungkapkan, PNPM merupakan kegiatan nasional, yang menangani kemiskinan diperdesaan dan perkotaan. PNPM sudah berlangsung meski terjadi pergantian pimpinan dinegeri ini. "Cuma dalam hal pengelolaan belum bisa memastikan dalam bentuk bagai mana, karena saat ini akan berakhir programnya," kata Ae disela kegiatan Lokakarya.

Pihaknya masih berharap, program PNPM masih bisa terus berlangsung meski namanya berubah. "Mudah-mudahan masih terus, ini program penanggulangan kemiskinan pasti berkelanjutan. Pelaku di daerah dan pelaku PNPM menunggu kebijakan yang baru dari pemerintahan yang baru, bentuknya seperti apa," ungkapnya.

Dikatakan Ae, dalam rangka mempertahankan kegiatan, pelaku PNPM masih berupaya dalam hal bentuk pendataan data base yang paling akurat. Karena di PNPM terdapat Pemetaan Swadaya (PS). "Jadi bisa tergambarkan,tentang data orang miskin ada berapa banyak dan orang kaya ada berapa banyak. Kalau diperdesaan ada  UPK  dan dikota  BKM," tegasnya [KC-02/tis]** .


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC],- SMKN 1 Cipanas melakukan kunjungan industri ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang Bandung . Kunjungan Industri ini diikuti oleh dua program keahian yaitu Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) dan Pemasaran dengan jumah 166 siswa-siswi, 8 guru pembimbing dan 16 guru produktif yang ada di dua program keahian tersebut.

Kunjungan Industri diawali dengan penerimaan dari pihak PT Indofood. dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat datang yang dilanjutkan dengan penjelasan singkat tentang company profile dari PT Indofood.

Adapun tujuan kunjungan industri ini adalah untuk menambah wawasan siswa-siswi sesuai program keahlian masing-masing.

"Kegiatan kunjungan industri ini selain sudah menjadi program kerja dari Jurusan, diharapkan juga dapat menambah wawasan siswa-siswi terutama di bidang pengolahan, karena di sini juga kita diajak melihat-lihat proses produksi secara langsung" ujar Dian Marzilupah,S.Si ketua program keahlian TPHP.

Setelah berkunjung ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, acara dilanjutkan dengan berkunjung ke Trans Media untuk mengikuti acara seminar tentang Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan.

"Serangkaian acara ini diharapkan benar-benar dapat menambah wawasan siswa siswi SMK Negeri 1 Cipanas, yang natinya dapat menjadi motivasi bagi mereka ke depan sesuai dengan program keahlian yang ditempuh sehingga dapat menghasilkan siswa-siswi yang sukses" ungkap Neneng Yanti,SE Ketua Program Keahlian Pemasaran yang sekaligus Ketua Panitia dari acara Kunjungan Industri ini [KC.06/Angga]*** 
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 1.200 botol minuman keras (miras) berbagai merk berhasil diamankan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Sukaluyu dari sebuah rumah milik Irpan (37) di Kampung Bancey RT 02/RW 06 Desa Tanjung sari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Rabu (17/12/2014).

Selain mengamankan barang bukti (BB) miras, petugas juga berhasil mengamankan pemiliknya berinisial E (66) warga Cipanas. Selanjutnya E akan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) atas perbuatannya yang memperjual belikan miras.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, penyitaan ribuan botol miras tersebut bermula saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Informasi tersebut ditindak lanjuti dan akhirnya mengarah pada sebuah rumah yang beraada di lokasi perkampungan yang cukup terpencil.

"Kita bergerak cepat, setelah memastikan adanya miras di dalam rumah tersebut, kami langsung melakukan penggerebekan. Ternyata benar, didalam rumah itu ada sekitar 100 dus (1.200 botol) miras siap edar," kata Kaplsek Sukaluyu AKP Achmad Suprijatna, Rabu (177/2014).

Dikatakan Achmad, rumah tempat penyimpanan miras tersebut ternyata milik anak dari E pemilik miras. Sedianya miras yang baru saja dibeli dari Sukabumi itu akan di edarkan didaerah Cipanas.

"Pengirimannya dari Sukabumi menggunakan mobil box. Rencanannya akan di edarkan di Cipanas, di Sukaluyu hanya untuk penyimpanan sementara saja," katanya.

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait adanya ribuan miras yang berhasil di sita. Pemiliknya diancam dengan Tipiring. "Secepatnya akan segera disidangkan," tegas Achmad.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti menegaskan pihaknya telah memerintahkan seluruh jajarannya diwilayah untuk gencar memerangi peredaran miras melalui operasi Cipta Kondisi. "Kita sudah perintahkan anggota diwilayah untuk gencar melakukan operasi peredaran miras. Hasilnya Plsek Sukaluyu berhasil menyita 1.200 botol miras dari pemiliknya," katanya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Untuk kali pertama, Forum Komunikasi Panti Sosial (FKPS) Kabupaten Cianjur menggelar acara pekan olahraga dan seni (Porseni) antar panti yang dilaksanakan di Panti Asuhan Al-Madina Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur. Kegiatan yang diikuti perwakilan 34 panti asuhan itu dilaksanakan merebutkan tropi Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur.
Ketua Panitia Pelaksana Porseni antar Panti Sosial Irwan Stefanus mengungkapkan, Porseni antar panti tersebut dilaksanakan untuk yang pertama kalinya. Salah satu tujuannya untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama panti yang terbilang langka sebelumnya untuk saling bertemu.
"Kegiatan Porseni ini merupakan rangkaian peringatan hari Kesitiakawanan Sosial Nasional (KSN) yang jatuh setiap tanggal 20 Desember. DI Cianjur yang pertama digelar, meski kita sudah merencanakan jauh-jauh hari," kata Irwan yang merupakan Ketua Yayasan Penuai Indonesia didampingi Sekretarisnya Beben saat ditemui di Kantor Dinsosnakertrans CIanjur, Rabu (18/12/2014).
Dikatakan Irwan, pelaksanaan Porseni antar Panti Sosial itu akan dilaksanakan pada Kamis (19/12/2014). Pesertanya diperkirakan sebanyak 500 oorang dariperwakilan 34 Panti Sosial. "Salah satu tujuannya dalam rangka membina persaudaraan dan kesetiakawanan sosial serta persaudaraan antar lembaga sosial di Cianjur," tegasnya.
Dalam pelaksanaanya, para peserta Porseni akan bertarung dalam berbagai cabang diantaranya untung cabang olahraga yang dipertandingkan futsal, bulutangkis, catur dan tenis meja. Sedangkan untuk cabang seni diantaranya kaligrafi, marawis, kosidah dan baca puisi. Sementara untuk Keagaamaan diantaranya Hifdzul quran, tilawtil quran dan pidato.
"Peserta Porseni ini diikuti mulai dari tingkat SD hingga SLTA yang semuanya merupakan penghuni panti. Mereka nantiinya yang berprestasi akan kita arahkan ke dinas pendidikan dan kementerian agama," katanya.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, H. Sumitra menyambut baik, adanya kegiatan Porseni antar panti sosial di Cianjur. Selain yang pertama kalinya, kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk mengukur kemampuan anak-anak panti.
"Kegiatan Porseni ini merupakan ajang publikasi bagi panti. Tidak banyak yang tahu kalau ternyata di Cianjur itu ada 34 Panti Sosial. Secara tidak langsung masyarakat akan mengetahui, ternyata banyak juga anak panti yang memiliki prestasi," kata Sumitra saat ditemui terpisah.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, H. Sumitra menyambut baik, adanya kegiatan Porseni antar panti sosial di Cianjur. Selain yang pertama kalinya, kegiatan tersebut juga sebagai upaya untuk mengukur kemampuan anak-anak panti.
"Kegiatan Porseni ini merupakan ajang publikasi bagi panti. Tidak banyak yang tahu kalau ternyata di Cianjur itu ada 34 Panti Sosial. Secara tidak langsung masyarakat akan mengetahui, ternyata banyak juga anak panti yang memiliki prestasi," kata Sumitra saat ditemui terpisah.

Sumitra mengharapkan, adanya sejumlah panti di Cianjur bisa memberikan kontribusi sebagai upaya mewujudkan Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakul karimah. "Adanya Porseni ini merupakan salah satu bagiannya. Kedepan kita harapkan akan bisa lebih baik lagi kegiatannya yang bisa dirasakan oleh masyarakat," paparnya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Minimnya masyarakat yang bisa memandikan dan mengkafani orang yang meninggal, mengilhami Pemerintahan Desa Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur untuk mendidik para pemuda dan pemudi agar trampil melakukan haal yang jarang dikuasai oleh orang lain itu.
Sebanyak 128 peserta dari perwakilan 64 ke RTan di Cipanas, Senin (15/12/2014) mengikuti pelatihan tatacara memandikan, mengkafani dan menguburkan Jenazah/mayat yang diselanggarakan di Desa/Kecamatan Cipanas Kabupate Cianjur. Para peserta tersebut terlihat serius, meski mengikuti kegiatan yang terbilang jarang dilaksanakan.
Kepala Desa Cipanas Kecamatan Cipanas, Dadan Busyrol Karim mengatakan, pada saat ini, banyak pemuda dan pemudi yang tidak mengetahui tata cara memandikan, mengkafani dan memandikan jenazah disinyalir akibat generasi muda saat ini lebih menyenangi kegiatan yang lainnya. Kondisi tersebut akibat kurangnya kegiatan positif bagi generasi muda yang dilaksanakan.
"Kita harapkan setelah peserta yang mayoritas pemuda-pemudi ini dapat menerapkan ilmu yang didapatnya dan dilaksanakan ditengah-tengah masyarakat. Sehingga tidak akan kesulitan lagi jika ada yang meninggal untuk mencari tukang memandikan jenazah dan mengkafaninya," kata Dadan.
Dijelaskan Dadan, pelatihan tata cara memandikan mayat tersebut menjadi salah satu programnya. Diharapkan perwakilan dari setiap RT mampu menyerap ilmu selama ikut pelatihan. "Ini bukan main-main, kami serius mencetak kader. Saat ini sudah susah nyari orang yang mahir mengurus mayat. DEngan peihan ini diharapkan tidak ada lagi bahasa kesulitan itu," paparnya.
Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan memandikan, mengkafani dan menguburkan jenazah, Ceceng Ma'mun Nawawi, mengatakan, selama pelatihan para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan. Terutama saat memasuki materi praktek, peserta terlihat sangat serius.
"Kita patut bersyukur ternyata para utusan dari masing-masing RT ini mereka terlihat bersungguh-sungguh untuk belajar. Tentu kita berharap besar, ditangan merekalah nantinya akan lahir para pengurus jenazah yang handal dan siap pakai bila sewaktu-waktu dibutuhkan bantuannya," katanya.
Pihaknya mengakui, selama ini jumlah pengurus jenazah sangatlah minim. Jika terjadi ditengah masyarakat ada yang meninggal, harus mencari-cari dulu tenaga ahlinya. "Harapan kami dengan adanya pelatihan ini, kesuitan-kesulitan itu bisa terurai, apalagi setiap ke RTan ada dua perwakilannya yang ikut pelatihan," katanya [KC-02/tis]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







CIANJUR, [KC].- Pengadaan sejumlah alat komunikasi Handy Talki (HT) di Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur disoal. Pasalnya pengadaan HT yang bertujuan untyuk memudahkan komunikasi itu anggarannya bersumber dari bantuan insentif unyuk RT/RW.
Ketua RT Cihurang Desa Sindangjaya, Adim mengaku keberatan dengan rencana kepala desa mengenai pembelian alat komunikasi pesawat HT. "Sebenarnya saya sangat keberatan dengan program pembelian alat komunikasi HT tersebut. Saya rasa di Cihurang masih ada hal yang lebih penting lagi dari alat komunikasi seperti itu, kan sekarang jaman sudah modern. Ada hand phone, mengapa tidak menggunakan hand phone saja," kata Adim, Ketua RT 04/RW 07 Desa Sindangjaya, Minggu (24/12/2014).
Secara terpisah Kepala Desa Sindangjaya, Deni Rosdaya, mengaku pengadaan alat komunikasi pesawat HT dipandang perlu untuk memudahkan komunikasi. Maraknya aksi pencurian ternak diwilayahnya menjadi salah satu alasan perlunya ada sarana komunikasi yang mudah untuk penanganan.
"Semuanya bertujuan untuk memudahkan komunikasi. Bila terjadi hal yang tidak diinghinkan bisa dengan cepat dilaporkan dan lebih cepat dalam penanganannya. Kalau ternyata ada warga yang keberatan dengan pengadaan sarana komunikasi ini itu hak mereka," kata Deni.
Deni menegaskan bahwa rencana pengadaan pesawat HT tersebut sebelumnya telah dimusyawarhkan dengan 48 ketua RT dan dihadiri beberapa aparatur didesa. "Rencana ini muncul kan setelah terjadinya sejumlah aksi pencurian hewan ternak seperti yang terjadi di sebuah yayasan panti asuhan dimana 17 ekor domba dan mobil hilang," katanya.
Aksi kejahatan itu kata Deni, masih berlanjut dengan adanya belasan ekor ternak milik warga yang dipotong dikandangnya tanpa dibawa ooleh pelakunya. "Atas dasar itulah saya berinisiatif melalui dana ARWT megusulkan dan merapatkan terlebih dahulu kepada Ketua RT dan RW untuk pembelian sarana komunikasi HT dengan tujuan mempermudah komunikasi," paparnya.
Pihaknya membantah kalau pembelian alat kominikasi HT tersebut merupakan upaya mencari keuntungan pribadi. "Kalau ada tuduhan kalau pengadaan HT itu untuk keuntungan pribadi, itu jelas tidak mendasar. Semuanya dilakukan terbuka, termasuk berapa harganya," tandasnya.
Ketika singgung mengenai harga dan tempat pembeliannya, Deni menjelaskan bahwa pesawat HT itu dipesan sebanyak 50 unit dari sebuah toko. Masing-masing pesawat harganya Rp 1.250.000,-. Pesawat HT tersebut dibagikan ke 45 ke RT-an sisanya dipegang oleh Kantor Desa untuk yang piket, dan Babinmas Sindangjaya. "Bayarnya di cicil, dengan uang muka Rp 600.000,- per unit," tegasnya.

Pemilik toko penjual alat komunikasi HT, Doni membenarkan adanya pemesanan pesawat HT dari Kades Sindangjaya. "Benar ada pembelian pesawat HT dari pak Kades, pesannya sebanyak 50 unit dengan harga Rp 1.250.000.- per unit," jelasnya [KC-02/tis]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







no image
CIANJUR, [KC].- Mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Cianjur, Jaenudin (52) meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat kecelakaan tunggal terjatuh dari motor di daerah Rajamandala Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (13/12/2014) malam. Korban dinyatakan meninggal oleh tim dokter RSHS Bandung sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (14/12/2014).

Meninggalnya pria yang akrab di sapa Jejen itu menjadi duka tersendiri bagi rekan-rekanya di Pemkab Cianjur.Jejen yang terakhir menjabat sebagai Kabag Organisasi Setda Cianjur itu dikenal dikalangan pejabat merupakan pria yang pendiam dan memiliki dedikasi tinggi.

"Kita semua tidak menyangka kalau kang Jejen akan secepat itu meninggalkan kita semua. Kami jelas sangat kehilangan beliau, seperti mimpi saja," kata Wahyu Ginanjar, Kasubag Humas Setda Cianjur yang mengaku almarhum sempat kirim black berry massanger (bbm) selama dua kali namun kosong pada Sabtu (13/12/2014) pagi saat dihubungi, Minggu (14/12/2014).

Dikatan Wahyu, peristiwa kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut terjadi saat korban hendak pulang setelah menjenguk ibunya yang sakit di Purwakarta. Korban yang mengendarai sepeda motor sendirian itu berangkat dari Purwakarta sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (13/12/2014).

"Sekitar pukul 20.00 WIB terjadi kecelakaan, informasinya korban menghindari lubang dijalan dan terjatuh. Sempat dibawa ke puskesmas terdekat oleh warga dan karena lukanya cukup parah dirujuk ke RSHS Bandung," kata Wahyu.

Korban langsung mendapatkan penanganan dari tim medis RSHS. Korban mengalami luka pendarahan dibagian kepala dan bagian paru-paru serta lengan kiri korban patah. "Dari puskesmas hingga di RSHS kang Jejen tidak sadarkan diri, sampai akhirnya di vonis meninggal dan dimakamkaan di TPU Pasarean Cianjur," tegasnya.

Seperti diketahui, selama ini pria yang meninggal seorang istri dan dua ini aktif diberbagai kegiatan. Beberapa jabatan pernah di embanya, mulai dari Pengurus Cabang Olahraga Pabsi, dan yang terakhir masih aktif menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Cianjur (DKC). Namun semua itu harus ditinggalkan setelah ajal menjemputnya, selamat jalan kang Jejen [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Untuk mengetahui lebih banyak perkembangan pembangunan di Kabupaten Cianjur, sejumlah pengurus dan anggota DPD KNPI Kota Cilegon Provinsi Banten selama dua hari Rabu dan Kamis (10-11/12/2014), melakukan studi banding ke DPD KNPI Kabupaten Cianjur . Mereka sengaja datang ingin tahu lebih banyak tentang Cianjur.
           
"Selama ini kami dengar bahwa Cianjur itu terkenal dengan kebudayaan, kesenian dan pariwisata. Karena itu, agenda KNPI Cilegon datang ke KNPI Cianjur untuk mengetahui hal itu," kata Ketua DPD KNPI Cilegon, Tatang Sukarna Kamis (11/12/2014).
Dikatakan Tatang, di bidang kebudayaan dan kesenian, Kabupaten Cianjur terkenal dengan ngaos, mamaos dan maenpo. "Tiga filosopi ini terkenal sampai ke nusantara, termasuk ke Kota Cilegon dan sudah barang tentu di Cilegon tidak ada," katanya.
Di bidang pariwisata, Tatang menyebut, Cianjur terkenal dengan Situs Magalitikum Gunung Padang di wilayah Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur yang hingga kini masih dalam p[enelitian para ahli. "Kalau diteliti, berarti situs ini menyimpan paradaban yang sangat luar biasa. Ini yang menjadi daya tarik kami untuk datang ke Cianjur," tegasnya.
Pihaknya berharap, apa yang didapatnya dari Cianjur akan diadopsi atau di sosialisasikan kembali kepada para pemuda yang tergabung di KNPI Cilegon. "Pengetahuan itu mahal, banyak pelajaran yang berharga dari Cianjur yang dapat diadopsi di Cilegon. Tentu menjadi pelajaran yang berharga bagi kami," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Cianjur, Yuce  Awan Safrial mengungkapkan, rombongan KNPI Cilegon yang berjumlah sekitar 40 orang melaksanakan berbagai kunjungan di wilayah Cianjur. Salah satunya mengunjungi kantor DPD KNPI Cianjur di Jalan Raya Panembong. Setelah itu rombongan mengikuti acara seminar tentang kebudayaan  yang dilaksanakan KNPI Cianjur.
"Rombongan juga mengunjungi Pemkab Cianjur dan disambut Wakil Bupati H. Suranto. Setelah selesai dialog dengan wabup lalu mengunjungi museum budaya. Dilanjutkan ke Situs Megalitikum Gunung Padang dan terowongan lampegan kereta api yang dibangun pada tahun 1882," katanya [KC-02/dak]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Jalur arawan kecelakaan di Jalan Raya Cipanas tepatnya di Kampung Ciherang Sasak Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur kembali menelan korban. Sorang pengendara sepeda motor Mulyadi (55) tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak sepeda motor lainya dari arah yang sama, Kamis (11/12/2014). Warga Kampung Warung Bawang RT 03/RW 04 Desa Cibeureum Kecamatan Cugenang tersebut sempat mendapatkan pertolongan dari rumah sakit, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang terjadi sekitar pukul 13.00 itu bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra Nopol F 6065 WE melaju cukup kwncang dari arah Cipanas menuju arah Cianjur. Ketika menempuh jalan lurus menurun dan belok kanan, tiba-tiba korban memotong arus.
Pada saat bersamaan beriringan sepeda motor Honda Mega Pro Nopol F 3732 ZK yang dikemudikan Altur Pane (20) warga Komplek Gadung Permai Blok A Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur melaju cukup kencang. Melihat sepeda motor didepannya yang tiba-tiba memotong arus, Altur sempat menginjak rem kendaraannya. Namun karena kencang dan mendadak, tabrakanpun tidak bisa dihindari.
"Benturannya sangat keras sekali, korban yang ditabrak maupun yang menabrak sama-sama terpental. Kendaraanya juga ringsek. Terlihat korban yang ditabrak luka parah, sedangkan yang menabrak juga mengalami hal yang sama," kata Ujang (45) seorang warga.
Warga yang mengetahui adanya kecelakaan segera berupaya menolong korban sebelum akhirnya pihak kepolisian tiba dilokasi kejadian. Korban selanjutnya dilarikan kerumah sakit umum daerah (RSUD) Cimacan dengan menggunakan mobil dinas kepolisian.
Banyaknya warga yang ingin tahu dari dekat tempat terjadinya kecelakaan sempat membuat arus kendaraan baik yang menuju maupun sebaliknya ke Cianjur sempat tersendat beberapa saat. Kesigapan pihak kepolisian dari satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Cianjur berhasil mengurai kepadatan arus lalu lintas.
"Kita masih dalami penyebab terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa itu. Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan mengenai terjadinya kecelakaan itu. Sementara kecelakaan terjadi akibat korban memotong arus tanpa memperhatikan kendaraan dibelakangnya," kata Kanit Laka Polres Cianjur Ipda Tenda [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang berada dikawasan wisata Cipanas mengikuti seminar sehari tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza yang dilaksanakan di aula  Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto Bagian Badan  Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Kamis (11/12/2014).
Tidak hanya para PSK, peserta seminar yang diikuti sekitar 300 peserta itu ada diantaranya dari para waria dan mucikari yang datang dari wilayah Bogor, Bandung dan Sukabumi. Mereka terlihat antusia mendengarkan pemaparan dari sejumlah nara sumber yang didatangkan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Komisi Penanggulangan Aids Nasional(KPAN).
"Tujuan seminar ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian dan komitmen seluruh pemangku kepentingan berkaitan dengan pelaksanaan penanggulangan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza," kata Agus Hendroyono ditemui disela kegiatan, Kamis (11/12/2014).
Kegiatan seminar yang dilaksanakan tersebut juga dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia. "Harapannya semoga dengan seringnya dilaksanakan kegiatan serupa, mudah-mudahan dapat mengingatkan kembali kepada peserta, tentang materi yang telah disampaikanbisa dilaksanakan ditengah-tengah masyarakat," kata Agus.
Kegiatan seminar tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza tersebut merupakan program kerja BPPK Ciloto setiap tahunnya. "Semoga warga yang telah mengikuti seminar ini jadi lebih paham dan mengingatkan dalam pencegahan HIV/AIDS itu sangat sulit. Makanya harus dilakukan secara bersama-sama," katanya.
Kegiatan seminar tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza tersebut juga ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara BBPK Ciloto dengan Desa Gadog Kecamatan Pacet dalam rangka pengembangan Model Desa Peduli Napza dan HIV/AIDS dan dapat dijadikan sebagai laboraturium lapangan untuk pelatihan-pelatihan pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza.
Seorang peserta seminar sebut saja Bunga, mengaku tertarik mengikuti seminar tentang pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan Napza lantaran dirinya merupakan rentan terjangkit penyakit yang belum ada obatnya itu. Profesinya sebagai PSK dikawasan wisata Cipanas membuatnya harus lebih tahu untuk jaga diri.
"Siapa sih yang mau bekerja seperti yang saya alami saat ini. Tiap sore berangkat gadang (istilah mangkal bagi PSK), pulang menjelang subuh. Penghasilan harus dibagi-bagi, tapi resikonya tidak ada yang mau dibagi," kata Bunga yang tidak mau menyebut nama aslinya.
Wanita berparas ayu tersebut ikut seminar ingin tahu banyak bagaimana caranya agar tidak tertular penyakit HIV/AIDS. "Biar lebih tahu dalam pencegahannya, sehingga bisa lebih aman. Ini resiko profesi, harus pandai-pandai menjaga diri," katanya [KC-02/tis]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR,[KC],- Angin kencang menyapu beberapa kampung  di Desa Sindangasih Kecamatan Karangtengah Cianjur, Rabu (10/12) petang. Pada kejadian tersebut akibat angin kencang yang disertai hujan merobohkan pohon-pohon besar dan  merusak enam rumah, mayoritas rusak rumah berada di Kampung Kandangsapi RT. 03/06 Desa Sindangasih..

Keterangan yang dihimpun Kabarcianjur.com, di lokasi kejadian, Rabu (10/12) menyebutkan angin kencang tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu kawasan Kampung kandangsapi sedang hujan deras, dan tiba-tiba angin kencang menyapu pohon-pohon besar, sekitar  setengah jam dan langsung merusak dua rumah di Kp. Kandangsapi RT. 03/06, dan empat rumah di Kp. Kandangsapi kulon.

Kepala Dusun Kandangsapi, Holil Rusadi, menyebutkan hujan lebat dan angin berlangsung hampir bersamaan. Menurutnya angin kencang tersebut berhembus dari sisi barat dan sisi timur, hingga akhirnya bertemu di kampung ini dan menyebabkan beberapa kerusakan. Menurutnya kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut mencapai puluhan juta rupiah.

Seorang warga kandangsapi, Desa Sindangasih, Ibu Iyo, yang ruhamnya tertimpa pohon tumbang mengatakan suara angin dan hujan tersebut cukup kencang sekali. Sehingga saat rumahnya tertimpa pohon besar dirinya dan keluarganya sangat kaget ketika masuk ke dapur rumahnya sudah rusak tertimpa pohon dan air hujan sudah masuk ke dalam dapur miliknya.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat TAGANA, Rahmat Pribadi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim dan siap membantu bersama-sama masyarakat untuk melakukan normalisasi terhadap rumah yang rusak akibat angin kencang tersebut. dia berharap warga yang lain juga secara gotong royong memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat angin kencang tersebut.[KC.01]***
CIANJUR, [KC].- Adanya sejumlah Kepala Desa yang tersandung kasus hukum di Kabupaten Cianjur membuat prihatin bagi banyak kalangan. Khususnya para kepala desa lain yang secara tidak langsung terkena dampak akibat perbuatan segelintir oknum. Diperlukan tim advokasi tersendiri untuk membantu paraa Kades yang tersangkut kasus hukum tersebut.

Sekjen DPP Apdesi Ipin Arifin mengungkapkan, perlu adanya lembaga advokasi yang dibentuk oleh masing-masing Apdesi di Kabupaten/Kota untuk mendampingi kades yang tersandung kasus hukum. "Perlu lembaga advokasi disetiap DPC Apdesi, apalagi kalau melihat jumlah anggota yang banyak," kata Ipin disela kegiatan peluncuran program Online Desa di Cianjur, Rabu (10/12/2014).

Ditegaskan Ipin, para anggota Apdesi harus membuat komitmen, hanya saja persoalannya hingga saat ini belum siap untuk menyiapkan lawyernya karena harus kerjaasama dengan pihak lain. Hal tersebur berbenturan dengan faktor kesiapan dan tekhnis anggaran. Maka dari itu perlu dimusyawarahkan dengan para anggota yaitu para Kepala Desa.                       

"Perlu kesadaran agar mereka mau menyisihkan sebagian anggaran untuk lembaga apabila terjerat hukum para kepala desa. Apdesi pun harus sudah membentuk lembaga advokasi. Jangan sampai sudah terjadi baru menyadari pentingnya advokasi," katanya.
                                     
Ketua Apdesi Kabupaten Cianjur, H.Agus Ishak sangat merespon himbauan Sekjen DPP Apdesi. Hal itu kata Agus pada dasarnya sudah dibicarakan sebelumnya. "Karena Kepala Desa rentan terjerat hukum, bahwa perlindungan kades wajib, kami akan nengusulkan untuk membentuk tim advokasi. Kami sudah sepakat memusyawarahkan menyisihkan anggaran dari ADD sebesar Rp. 100. 000,- per Kades per orang per bulan untuk perlindungan hukum," katanya.

Hanya saja pihaknya sangat menyayangkan adanya penolakan atas usulan tersebut dari beberapa pihak. Salah satu alasannya ADD adalah dana dari pemerintah tidak boleh dipergunakan untuk apapun dan alasan apapun.

"Sebetulnya pengelolaan anggaran tersebut akan kami kelola dengan transparan dan dikelola dengan baik. Kedepannya kami akan mengundang Kajari, Kabag Hukum mengenai konsultasi boleh tidaknya penggunaan anggaran itu," kaatanya  [KC-02/yan]**.
CIANJUR, [KC].- Pemberantasan korupsi di Cianjur masih dinilai masih jalan ditempat. Upaya ‘out of box’ oleh aparat penegak hukum hampir sama sekali tidak dilakukan. Kuat dugaan penanganan kasus korupsi di Kabupaten Cianjur masih tebang pilih dan penuh keraguan.

Demikian ditegaskan Direktur Institute Social And economic Development (Inside) Kabupaten Cianjur Yusep Somantri disela kegiatan diskusi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati hari anti korupsi sedunia yang digelar di Sekretariat Inside Jl. Limbangan Sari No 144 Cianjur, Selasa (9/12/2014).

Dikatakan Yusep, penanganan kasus korupsi baik yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur maupun kepolisian masih di level ‘petty coruption’ (korupsi kelas teri). Yang berhasil di meja hijaukan hanya staf, kepala desa, dan mantan kadis. Belum pernah kedua institusi penegak hukum ini menangani kasus se kelas Kepala Dinas yang masih menjabat.

"Hari anti korupsi se dunia merupakan momentum umat manusia untuk memberantas praktek korupsi.  Meskipun korupsi sebagai praktek haram dan dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa, namun sayangnya di Indonesia khususnya Cianjur korupsi masih dianggap prilaku biasa," kata Yusep.

Tidak adanya sanksi sosial bagi mantan terpidana korupsi membuat korupsi dianggap kejahatan biasa. Sejumlah mantan terpidana korupsi bahkan masih mendapatkan ‘hati’ di mata bupati (eks mantan terpidana Korupsi MaminGate).

Pihaknya menduga penanganan kasus korupsi di Cianjur tidak transparan. Pihak Kepolisian dan kejaksaan Cianjur dalam menangani kasus korupsi masih ‘senyap’. Bahkan menutup rapat rapat progres kasus. Hal ini memunculkan kecurigan publik bahwa saat kedua lembaga menangani kasus korupsi bermain mata atau tidak fair dan imparsial.

"Terjadi korupsi karena sistem pengawasan yang lemah di internal pemerintah daerah dan tidak diterapkannya prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance)," tegasnya.

Untuk itulah pihaknya mendesak penegak hukum, dalam menangani  kasus korupsi harus terbuka dan progres penangannya di ekpose agar publik bisa terlibat aktif dalam melakukan pengawasan dan tidak boleh tebang pilih. Terpidana korupsi khususnya PNS harus di berhentikan secara tidak hormat sebagai efek jera bagai PNS yang lainnya.

"Pemerintah daerah harus melakukan pembanahan dalam proses transparansi anggaran. Sebagai contohnya APBD di upload di web site jadi masyarakat bisa pemantaun dana publik tersebut. Tidak malah ditutup tutupi," kata Yusep [KC-02]**.
 
CIANJUR, [KC].-  Puluhan warga di Kampung Cadas Gantung Desa Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur bergotongroyong membangun jalan yang menghubungkan kampung mereka ke wilayah Desa Gadog Kecamatan Pacet, Selasa (9/12/2014).

Pembangunan jalan yang dikerjakan secara bersama-sama tersebut merupakan bantuan dari Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) dibawah Kementerian Pekerjaan Umum. Desa Cibodas mendapatkan banttuan PPIP Reguler 2 senilai Rp 100 juta.

"Berdasarkan rembug warga kita sepakat bantuan itu dilaksanakan untuk pembangunan jalan di Kampung Cadas Gantung dengan pekerjaan rabat beton. Kami gerakkan warga untuk melakukan swadaya, salah satunya dengan gotongroyong secara bersama-sama membangun jalan," kata Wawan Rahmat (45) Sekretaris Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) saat ditemui disela kegiatan membangun jalan, Selasa (9/12/2014).

Wawan mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan jalan rabat beton di Kampung Cadas Gantung tersebut ditargetkan akan selesai untuk sepuluh hari kedepan. Itupun jika kondisi cuaca tidak hujan. "Dalam sehari kita targetkan bisa melaksanakan pekerjaan sekitar 20 meter, dengan sistem gotong royong setiap harinya sekitar 50 orang," ujarnya.

Diharapkannya, pembangunan jalan rabat beton tersebut bisa maksimal terutama swadayanya dari masyarakat. "Kalau diperencanaan hanya sekitar 400 meteran, tapi kita ingin lebih. Mudah-mudahan swadaya masyarakatnya meningkat, sehingga bisa lebih maksimal lagi," tambahnya.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kabupaten Cianjur Yoni Raleda melalui Kepala Seksi (Kasi) Bina Lingkungan Perumahan dan Permukiman Yeddi Indragunawan mengungkapkan pada tahun 2014 ini Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan PPIP di 31 desa di wilayah 16 kecamatan. Bantuan tersebut terdiri dari dua tahap yakni reguler satu dan reguler dua. Untuk reguler satu dilaksanakan di 3 desa diwilayah Kecamatan Cibinong yakni Desa Wargaluyu, Desa Pananggapan dan Desa Sukamekar.
"Sisanya 28 desa berada di reguler 2 yang saat ini sudah dalam tahap pelaksanaan. Pelaksanakan pekerjaan berdasarkan rembug warga, dan musyawarah desa. Kita kembalikan pelaksanaanya kepada warga," ucapnya.

Ke-16 kecamatan yang wilayahnya mendapatkan bantuan PPI di Kabupaten Cianjur diantaranya Kecamatan Cibinong 4 desa, Kecamatan Cidaun 3 desa, Kecamatan Cikalongkulon 1 desa, Kecamatan Cilaku 3 desaa, Kecamatan Ciranjang 1 desa, Kecamatan Cugenang 1 desa, Kecamatan Gekbrong 1 desa, Kecamatan Haurwangi 1 desa, Kecamatan Kadupandak 3 desa, Kecamatan Karangtengah 2 desa, Kecamatan Leles 1 desa, Kecamatan Mande 1 desa, Kecamatan Pacet 3 desa, Kecamatan Pasir Kuda 2 desa, Kecamatan Sukaresmi 1 desa dan Kecamatan Warungkondang 3 desa.

"Kalau sebelumnya masing-masing desa mendapatkan bantuan Rp 250 juta, tahun ini baru Rp 100 juta. Tujuan utamanya untuk perbaikan infrastruktur pedesaan yang anggarannya merupakan bantuan langsung masyarakat dari APBN 2014," tuturnya.

Dalam penyaluran dana tersebut akan langsung masuk ke rekening organisasi masyarakat setempat (OMS) yang telah dibentuk terlebih dahulu oleh masyarakat desa. Untuk pencairan dananya akan dilakukan sebanyak 3 kali dimana tahap pertama 40 persen, tahap kedua 30 persen saat pengerjaan fisik sudah mencapai 30 persen dan tahap ketiga 30 persen saat pengerjaan sudah mencapai 60 persen pengerjaan.

Ditambahkannya bahwa dalam sistem pengerjaannya dalam program PPIP ini tidak melalui tender atau dikontrakkan kepihak lain, tetapi pengerjaannya dan material pembangunannya langsung disediakan oleh masyarakat setempat dan dalam pelaksanaan pembangunan infrakstuktur, setiap desanya akan didampingi oleh tenaga ahli atau konsultan [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Warga masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Cipanas mengeluhkan sering matinya aliran listrik kerumah mereka. Kondisi tersebut terjadi dalam sepekan terakhir. Tidak ada pemberitahuan resmi dari PLN menghenai matinya aliran listrik kerumah warga tersebut.

"Tidak kesal bagaimana, selagi listrik digunakan tiba-tiba mati lampu. Mending kalau sebentar, ini adang dari pagi sampai sore. Semestinya ada pemberitahuan dulu, jadi bisa siap-siap cari alternatif," kata Nanang (32) warga Cipanas, Senin (8/12/2014).

Hal tidak jauh beda juga diungkapkan , Neneng Yudi Marlina (28). Selaku  ibu rumah tangga yang mempunyai bayi warga Kampung Ciketug RT 01/RW 04 Desa Sindangjaya itu mengaku akibat seringnya mati listrik dikampungnya sangat mengganggu aktivitas. "Sering sekali listrik dikampung mati. Terkadang sore, baru siang hari kemudian baru menyala. Apa lagi saya punya anak bayi suka rewel apa bila sering-sering mati listrik," kata Neneng.

Keduanya mengharapkan PLN bisa lebih peduli kepada masyarakat. Karena jika listrik mati, sepertinya dianggap hal yang biasa, sementara jika tagihan listrik telat bayar, selalu dikenakan denda. "Sebenarnya tidak adil, masa kalau listrik telat bayar kita di denda, tapi kalau listrik padam apalagi tidak ada pemberitahuan, dianggap seperti biasa," katanya.

Menejer PLN Rayon Cipanas Muhtar, secara terpisah mengungkapkan, matinya aliran listrik dalam sepekan terakhir tidak ada unsur kesengajaan. Semuanya terjadi akibat adanya bencana alam yang berdampak pada jaringan.

"Adanya angin puting beliung didaerah jalur PLTA di Kampung Gedeh, Jamaras, Kecamatan Cugenang berdampak pada ke Kampung Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas  yang mengakibatkan listrik dibeberapa desa didaerah rayon cipanas menjadi mati. Semuanya bukan unsur kesengajaan, tapi karena adanya bencana alam," katanya

Oleh karena itu pihak PLN selalu berupaya untuk melakukan pemeliharaan jaringan. Muhtar menghimbau kepada warga yang rumahnya berada didekat dengan jaringan arus listrik yang melintasi rumahnya, agar waspada akan bahaya tegangan listrik. Kepada warga masyarakat yang memiliki pohon, agar mau merelakan pohonnya dipangkas agar tidak menggangu arus listrik ke rumah-rumah warga.

"Kita ingin memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada warga. Tapi kami juga minta warga membantu kami, agar jaringan listrik dirawat agar tidak terjadi gangguan. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan," katanya [KC-02/tis]**.
CIANJUR, [KC].- Pendekatan community base dianggap lebih efektif sebagai langkah penanganan dan kontrol atas pergerakan peredaran napza yang sangat masif dan sistematis. Untuk itu semua pihak diminta menyatakan perang dan stop terhadap napza.

Demikian ditegaskan Menteri Sosial RI, Khofifah Indarparawansa disela kunjungan kerjanya ke Panti Rehabilatasi Penyalahgunaan Napza Yayasan Penuai di Kampung Ciguntur RT 06/RW 03 Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, Minggu (7/12/2014).

"Penanganan melalui community base penting dilakukan, selain mencegah modus baru pengguna napza yang dicampur minuman keras oplosan," kata Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama itu.

Terus bertambahnya pengguna penyalahgunaan napza, kata Khofifah, salah satunya disebebkan depresi sosial yang menghinggapi sebagian warga dan berujung pada aspek psikotik.

Perubahan kehidupan menjadi sebuah keniscayaan yang berpengaruh pada pola hidup maupun efeknya. "Banyak kasus terjadi yang berhubungan dengan perubahan kehidupan yang berujung pada prilaku penggunaan dan penyalahgunaan napza," katanya.

Di Indonesia pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) tercatat sebanyak 4 juta orang menyasar semua umur, profesi, status sosial, mulai dari rakyat biasa, hingga pejabat negara.

"Saat ini pengguna napza sangat mengkawatirkan maka dibutuhkan lingkungan rehabilitasi, salah satunya di panti.Tuntutan perkembangan jaman, dan hasil pengelolaan panti, kedepan perlu dibuat panti yang nyaman dan mendorong produktifitas para penghuninya," tegasnya.

Lingkungan panti yang nyaman penting dibutuhkan agar penghuni merasa terlindungi terbantu termotifasi untuk cepat sembuh. Adanya Panti rehabilitasi napza yang di kelola Yayasan Penuai merupakan salah satu dari 41 institusi penerima wajib lapor (IPWL) juga diterapkan pola therapetic community yaitu pendekatan kelayan yang bisa menolong dirinya dan komunitas terutama perubahan prilaku (abstienence).

"Yayas Penuai mengatasi dua penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yaitu kelayakan bekas pengguna napza dan kelayakan psikotik. Hingga saat ini setidaknya sudah ada penghuni rehabiltasi sebanyak 67 orang, terdiri dari 64 laki-laki dan 3 wanita di Jawa Barat terdapat 10 panti yang menjadi tempat rehabilitasi bagi pengguna napza [KC-02/tis]**.