May 2014

CIANJUR,[KC],- Bagi penggemar musik dangdut tentunya sudah tidak asing dengan ajang pencarian bakat yang dikhususkan untuk penyanyi dangdut, apalagi kalau bukan Dangdut Academy yang ditayangkan di Indosiar. Di ajang itulah bakat-bakat penyanyi dangdut dari seluruh tanah air berkompetisi untuk kemudian menjadi pemenang. Yang menarik dari D’academy adalah adanya juri-juri yang merupakan penyanyi senior musik dangdut sehingga benar-benar mengerti dalam menentukan penyanyi dangdut yang berkualitas. Beberapa juri diantaranya adalah Inul Daratista, Iis Dahlia, Saiful Jamil, dll.

Lesti merupakan salah satu finalis dari audisi Bandung. Ia merupakan finalis yang banyak dijagokan untuk menjadi pemenang Dangdut Academy Indosiar 2014. Belum banyak informasi mengenai Lesti. Informasi yang berhasil kami himpun tentang biodata Lesti hanyalah bahwa ia berasal dari Cianjur Jawa Barat dan saat ini masih berusia 15 tahun.

Penampilan Lesti diatas panggung selalu menarik perhatian pemirsa, karena memang Lesti memiliki suara khas dan cocok sekali melantunkan musik dangdut sehingga terdengar syahdu dan merdu memikat hati pemirsa dan juga para juri dangdut academy Indosiar. Bahkan Saiful Jamil pernah mengatakan bahwa Lesti merupakan saingan terberat bagi kontestan lain dalam ajang ini.Kemampuan olah vokal lesti didukung dengan penampilannya yang menarik dan cantik.

Sebagai seorang gadis yang datang dari desa, Lesti membuktikan bahwa dengan kemauan tinggi, ia berhasil tampil di panggung yang disaksikan oleh jutaan pemirsa di seluruh penjuru tanah air. Saat ini memang belum banyak informasi pribadi mengenai biodata Lesti Dangdut Academy. Namun seiring waktu dan bertambahnya kepopuleran Lesti, tentunya akan banyak info yang bisa didapatkan.[KC.03]***
CIANJUR,[KC],- Aksi unjuk rasa menolak aktivitas penambangan pasir besi yang dilakukan oleh PT. Megatop Inti Selaras di Kampung Cikamurang Desa Sukapura, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur, Selasa (27/5/2014) kembali  berakhir ricuh. Sejumlah warga memberhentikan semua armada operasional milik PT. Megatop.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan warga dari berbagai wilayah kecamatan di Cianjur selatan itu menolak kegiatan penambangan pasir besi yang dilakukan oleh perusahaan besar PT. Megatop. Mereka kawatir adanya aktivitas penambangan tersebut akan merusak lingkungan.

"Saat ini saja dengan kondisi seperti ini, adanya aktivitas penambangan sejumlah infrastruktur jalan rusak akibat banyaknya kendaraan berat yang lalu lalang mengangkut pasir besi. Apalagi ditambah dengan adanya aktivitas penambangan besar, kondisinya akan semakin parah," kata seorang warga melalui sambungan telepon.

Aksi unjuk rasa tersebut semakin memanas, saat beberapa massa melakukan aksi pengembosan ban armada operasional milik PT. Megatop .

Menurutnya para pengunjuk rasa tersebut bukan hanya dilakukan oleh warga Cidaun tapi banyak yang berasal dari luar Cidaun. Bahkan ada LSM dari Amanat Masyarakat Pecinta Pantai Selatan (AMPPAS) dan Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPR) yang turut mendampingi aksi unjuk rasa itu". paparnya.

Sementara itu, Ketua PMPR, Rohimat yang dihubungi melalui selulernya menyampaikan bahwa " aksi ini tidak akan pernah berhenti hingga tuntutan kami dan masyarakat agar aktifitas penambangan pasir besi dihentikan , hingga berita ini diturunkan aktifitas unjukrasa yang dilakukan massa kepada PT. Megatop masih berlangsung. [KC.03]***

CIANJUR,[KC],- Rapat lanjutan pembentukan Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Cianjur, diikuti berbagai elemen instansi pemerintah, akademisi, praktisi, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Cianjur.
Forum ini dibentuk sebagai sinergitas antara para pemangku kepentingan birokrasi pemerintah  yang turut melibatkan anggota masyarakat pada umumnya ini disambut baik oleh berbagai pihak   yang turut hadir pada urun rembug lanjutan tersebut.  
Selain pemaparan yang disampaikan oleh tim yang dikoordinasikan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur itu juga turut menghadirkan pengurus forum DAS Cidanau Propinsi Banten untuk berbagi pengalaman terkait dengan program yang telah berhasil dilaksanakan di wilayahnya. 
Nurdiyati Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur selaku sekretaris tim teknis mengatakan, tujuan dibentuknya forum DAS sebagai upaya pelaksanaan pengelolaan daerah aliran sungai dengan baik dan benar untuk kepentingan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Cianjur.
Sementara itu, menurut Endah Lisarini Wakil Dekan I yang ditunjuk sebagai ketua tim teknis forum DAS Kabupaten Cianjur,  bagi Fakultas Pertanian forum ini ke depannya selain bertindak sebagai koordinator juga akan banyak terlibat dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. [KC]***


CIANJUR,[KC],- Yayasan Pondok Pesantren Al Fatmah Cianjur menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang diikuti seluruh keluarga besar pondok pesantren, alumni Haji KBIH AL Fatmah dan civitas akademika TK, SMP, SMK, STIT Nurul Hikmah dan STIE Widya Bangsa.
Acara yang digelar bertepatan hari libur nasional ini semakin semarak dan meriah dengan penampilan berbagai seni islami seperti hadrah dan marawis yang melibatkan para santri dan siswa siswi SMP AL Fatmah.
Hal yang berbeda ditunjukkan panitia penyelenggara, yakni pada tahun ini, peringatan isra mi’raj 1435 H menghadirkan muballigh habib Hasan Assegaf dari Megamendung Bogor. “Kami hadirkan habib Hasan agar para mustami’in dapat mengambil hikmah dan menyimak kisah perjalanan Nabi Muhammad” Ujar Agi Sya’rial Abdullah. 
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al fatmah KH. Usman Akiki berharap ummat islam tidak hanya menyelenggarakan rutinitas tahunan peringatan isra mi’raj saja, namun harus mampu mengimplementasikan nilai nilai dan ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti shalat 5 waktu. “Pendidikan di Al Fatmah ini, saya sangat menekankan para santri dan peserta didik membentuk karakter seorang muslim yang harus menjadi tauladan bagi yang lainnya sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Muhammad”. Ujar pemilik KBIH Al Fatmah ini. [KC.04]***




CIANJUR [KC],- Masjid An Nisa  atau dikenal sebagai masjid kampus SMP Islam Cendekia Cianjur, yang pembangunannya dimulai sejak 27 Juli 2013, akhirnya Minggu 18 Mei 2014 digelar seremonial upacara peresmian yang dipusatkan di lapang futsal SICC.

Pada upacara peresmian tersebut, tampak hadir keluarga besar Pembina Yayasan Pribadi Kamila sebagai lembaga yang menaungi SMP Islam Cendekia, jajaran manajemen sekolah, unsur pimpinan muspika, unsur MUI dan masyarakat umum serta diikuti seluruh siswa siswi boarding school tersebut.

Secara berturut-turut pada kesempatan yang sama, sambutan disampaikan kepala sekolah, Kapolsek Karangtengah mewakili unsur muspika,  sambutan komisi fatwa MUI Kabupaten Cianjur  dan diakhiri sambutan Pembina Yayasan Pribadi Kamila  diikuti pembacaan sejarah pembangunan masjid.

Sementara itu  di sela sela upacara seremonial peresmian ini dihibur grup paduan suara dan seni kasidah siswa siswi sekolah tersebut.

Dari lapangan futsal seluruh hadirin dan tamu undangan menuju lokasi masjid untuk mengikuti simbolis gunting pita yang dilakukan oleh pembina yayasan menandai diresmikannya penggunaan masjid An Nisa tersebut yang diikuti dengan rangkaian acara tausyiah.

Bambang Zaenal Arifin, Kepala SMP Islam Cendekia Cianjur merasa bersyukur dengan diresmikannya mesjid sekolah ini, ia pun bersama civitas akademika SICC  akan memberdayakan masjid tersebut semaksimal mungkin, selain dipergunakan sebagai sarana ibadah, pengembangan muamalah dan sarana diskusi untuk mengembangkan syiar islam.

Sebagai tanda syukur, seluruh jamaah yang hadir pun mengakhiri seluruh kegiatan dengan melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.

Di tempat yang sama, Pembina Yayasan Pribadi Kamila Roy Pribadi meminta agar masjid yang baru saja diresmikan untuk diberdayakan semaksimal mungkin dan dipelihara dengan sebaik baiknya. “Saya percaya kepada semua pengguna fasilitas masjid khususnya para siswa siswi akan bersama sama menjaga dan memakmurkan masjid ini” harapnya. [KC.04]*** 

CIANJUR, [KC].- Aksi pencurian dan kekerasan dengan sasaran sepeda motor di wilayah Cianjur kian merajalela. Pelaku kejahatan ini bahkan cenderung makin berani karena dilakukan di siang bolong dan dalam kondisi ramai.
Riswan (18) pelajar kelas 3 SMU PGRI Cianjur salah satu korbannya. Riswan yang tengah mengantar dua keponakannya berenang di BCNY Jl. Arif Rahman Hakim tiba-tiba dipepet empat sepeda motor yang ditumpangi bertubuh gempal yang langsung merampas motornya dalam hitungan menit.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/5) siang itu tak sempat mendapat perhatian pengunjung BCNY dan warga yang lalu lalang. Mengingat proses kejadiannya yang terbilang cepat.
"Saya tiba-tiba diberhentikan oleh salah satu pengendara motor sesaat akan memasuki kompleks BCNY, mereka memaksa saya menyerahkan kunci motor dan STNK , " kata Riswan saat dihubungi, Minggu (25/5).

Riswan yang ketakutan tak bisa berkutik. Ia menyerahkan begitu saja kunci motor Mio bernopol F 2336 YU warna merah marun berikut STNKnya.
"Saya memang takut, soalnya lagi membawa anak-anak. Sehingga saat itu saya lebih memilih memberikan kunci dan STNK, " kata Riswan warga Kampung Cibatu Desa Sukamekar Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur itu saat melaporkan kejadian yang menimpanya ke Mapolres Cianjur.

Saat kejadian kata Riswan, dirinya tidak berteriak sama sekali. Warga yang melihatpun nampaknya tidak memperhatikan kejadian yang dialaminya. "Salahnya saya tak berteriak minta tolong. Mungkin kalau saya berteriak kejadiannya tidak akan seperti ini," sesal Riswan.
Sebelumnya seorang mahasiswi Universitas Surya Kencana (Unsur) Diana Aprilia Putri (22) dirampok saat bermaksud pulang kerumahnya di tikungan dekat Burangkeng Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Minggu (4/5) sekitar pukul 18.30 WIB. Motor Honda Beet Nopol F 6081 ZA miliknya berhasil dirampas pelaku yang membawa senjata tajam.
Keterangan yang berhashil dihimpun menyebutkan, peristiwa yang menimpa mahasiswi Faperta (Fakultas Pertanian) Unsur Cianjur itu terjadi saat korban bermaksud mau pulang kerumahnya di Kampung Barukaso RT 03/04 Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang setelah mengikuti perkuliahan karena mengambil kelas karyawan.
Korban mengambil jalan pintas dengan melewati tanjakan Burangkeng di Desa Mangunkerta. Namun saat melintasi tikungan burangkeng dan berjarak sekitar 100 meter tiba-tiba korban merasakan ada senjata tajam menempel dilehernya. Korbanpun berupaya mengerem sepeda motornya, tidak berlangsung lama seorang pelaku langsung menendang sepeda motor korban.
Korban bersama sepeda motornya terjatuh, demikian juga pelaku juga turut terjengkang. Korban berupaya bangun, pemegang sabuk coklat Inkai itu bermaksut melawan, tapi saat melihat pelaku mengacung-acungkan golok, korban mengurungkan niatnya. Melihat korbannya tidak berdaya, pelaku langsung mengambil motor korban dan melarikan diri ke arah Perkebunan Gedeh.

"Cerita anak saya, pelaku mengenakan kemeja putih, celana jins lusuh serta menbgenakan jas hujan transparan sepotong. Usianya ditaksir sekitar 40 tahunan," kata Anon Mulidah (43) ibu korban [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










CIANJUR, [KC],- SMPN 4 Cianjur sebagai salah satu sekolah menengah lanjutan pertama  di Kabupaten Cianjur yang termasuk salah satu sekolah favorit, hampir setiap tahunnya dibanjiri piala penghargaan dari penyelenggara kegiatan. Hampir Setiap mengikuti lomba OSN, O2SN maupun FLS2N yang diselenggarakan setiap tahunnya, mulai tingkat sub rayon hingga tingkat kabupaten tak pernah merelakan piala yang diperebutkan untuk dimiliki oleh sekolah lain.

Ketika kita akan memasuki ruang kantor sekolah, kita dipastikan disuguhi ratusan piala telah tertata rapi yang terletak persis di depan kantor Kepala Sekolah. Ratusan piala itu bukanlah pemberian cuma-cuma namun itu menunjukkan hasil jerih payah dan perjuangan anak didik SMPN 4 Cianjur.

Gelar juara yang pernah disabet pada bidang lomba di tingkat kabupaten tahun 2014 diantaranya, OSN Matematika, OSN Fisika, OSN IPS, FLS2N musik tradisional, FLS2N Story Telling, O2SN Bulutangkis putra, O2SN catur putra, O2SN tenis meja putri, FLS2N story telling, dan lomba PMR. Bukan tanpa alasan, keberhasilan peserta didik dalam meraih dan mempertahankan gelar juara tersebut tidak terlepas dukungan penuh pihak sekolah, serta para guru pembimbing mereka.

Salah seorang peserta didik kelas VIII, Muhammad Hikmat Irham Maulana peraih juara OSN Matematika dan juara 1 Story telling tingkat kabupaten mengaku siap menghadapi lomba tingkat provinsi yang akan segera digelar pada tanggal 25 Mei 2014 mendatang.”Saya berharap do’a dan dukungan dari semua pihak, agar diberikan kekuatan mental menjelang keikutsertaan tingkat propinsi” ujar siswa berkaca mata ini.

Pada kesempatan terpisah, Siti Geni wakasek kesiswaan dan Erliana adalah dua srikandi yang selama ini menjadi pembimbing untuk mata lomba matematika dan lomba lomba lainnya berharap, siswa yang dibimbingnya ini selain mempersipakan penguasaan materi lomba, namun juga berupaya mengasah mental mereka. “harus diakui di tingkat provinsi nanti, anak anak akan menghadapi lawan-lawan yang lebih berat lagi dari tingkat kabupaten, oleh karenanya kami berupaya untuk membangkitkan kepercayaan diri mereka”.     

Berikut daftar prestasi siswa/i SMPN 4 Cianjur Tahun 2014 Tingkat Kabupaten :

1. M. HIKMAT IRHAM JUARA 1 OSN MATEMATIKA TINGKAT KABUPATEN
2. M. FIKRI FAKHRURROZY JUARA 1 OSN FISIKA TINGKAT KABUPATEN
3. ANGGIE PUTRI JUARA 8 OSN IPS TINGKAT KABUPATEN
4. SAFELA, PUJA, RAZARDIE, SALMAN, DEPI JUARA 1 FLS2N MUSIK TRADISIONAL
5. M. HIKMAT IRHAM JUARA 1 FLS2N STORY TELLING
6. M. NAZAR JUARA 1 O2SN BULUTANGKIS PUTRA
7. SIDDIQ JUARA 1 O2SN CATUR PUTRA
8. SENDI JUARA 1 O2SN TENIS MEJA PUTRI
9. DEVI CHERLY JUARA 3 FLS2N STORY TELLING 
10. TEAM PMR JUARA 3 LOMBA  PP 

[KC.04]****

Dr. Ir. H. Dede Sunaryat, M.Pd
Pengawas SMK Kab. Cianjur

Tahun pelajaran 2013/2014 sebentar lagi akan berakhir dan tahun pelajaran baru sudah di depan mata. Jika pada tahun pelajaran yang lalu terdapat beberapa sekolah dari seluruh jenjang (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK) yang dijadikan sekolah sasaran untuk melaksanakan kurikulum 2013, maka pada tahun pelajaran baru ini semua sekolah sudah harus melaksanakan kurikulum baru tersebut. Artinya, mau tidak mau dan siap tidak siap semua sekolah, semua kepala sekolah, dan semua guru pada semua jenjang  harus mau dan harus siap melaksanakannya.
Dari obrolan dengan beberapa kepala sekolah dan beberapa guru, penulis menangkap masih adanya kebimbangan pada sebagian dari kepala sekolah dan guru-guru terkait adanya keharusan tersebut. Kebimbangan ini muncul akibat sosialisasi  yang baru dilakukan kepada sebagian dari guru dan kepala sekolah, artinya sebagian dari mereka masih belum memiliki pemahaman yang memadai tentang apa itu kurikulum 2013 dan bagaimana cara mengimplementasikannya. Untuk itu, dalam tulisan ini penulis mencoba berbagi dengan pembaca tentang hakikat dari kurikulum 2013.
Kenapa harus kurikulum 2013?
Apabila kita tela’ah dari masa ke masa, kurikulum selalu berubah dan perubahan tersebut pada dasarnya merupakan upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap kondisi kekinian, dalam arti bahwa kurikulum yang merupakan jantung dari layanan pendidikan pada semua jenjang pendidikan, harus dapat dijadikan acuan untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, sesuai dengan kebutuhan saat itu, sehingga mutu lulusan yang dihasilkan dapat memenuhi harapan-harapan dari para pemangku kepentingan pendidikan tersebut. 
Khusus untuk kurikulum 2013,  kurikulum ini bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Tujuan tersebut sangatlah logis, karena untuk dapat hidup dengan layak di era global memang dibutuhkan pribadi-pribadi yang  produktif, kreatif dan inovatif serta dilandasi oleh akhlak yang baik yang dicirikan oleh keimanan yang tinggi terhadap Tuhan YME dan perilaku yang baik kepada sesama serta lingkungan. Dengan kata lain, manusia Indonesia yang dihasilkan dari hasil-hasil pendidikan kedepan, diharapakan akan memiliki kompetensi yang tinggi serta akhlak yang baik, sehingga, melalui tangan-tangan para pemuda yang kompeten di bidangnya masing-masing serta memiliki akhlak yang mulia, kekayaan alam yang melimpah yang ada di negeri ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bangsa sendiri, bukan sebaliknya, negeri kita yang kaya dengan sumber daya alam, tetapi yang sejahtera malah bangsa lain. 
Alasan logis dari disempurnakannya kurikulum lama menjadi kurikulum 2103 tertuang dalam filosofi  kurikulum 2013, yaitu:
  • Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang. 
  • Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. 
  • Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu
  • Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).

Apa yang berubah?
Terdapat empat elemen perubahan dari kurikulum yang lalu  kepada kurikulum 2013. Empat elemen tersebut meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian. 
Apa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan?
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan tersebut digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Ruang lingkup Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Bagaimana isi dari kurikulum 2013?
Isi kurikulum 2013 tergambar pada Permendikbud Nomor 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum untuk SD/MI, Permendikbud Nomor 68 tahun 2013 tantang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum untuk SMK/MTs, Permendikbud Nomor 69 tahun 2013 tantang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum untukSMA/MA, dan Permendikbud Nomor 70 tahun 2013 tantang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum untuk SMK/MAK. Pada dasarnya kurikulum untuk semua jenjang terdiri atas standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar dan kelompok mata pelajaran. Terdapat empat kompetensi inti yang harus dicapai oleh semua peserta didik pada semua jenjang pendidikan, yaitu KI-1 yang berkaitan dengan sikap ketuhanan, KI-2 yang berkaitan dengan sikap terhadap sesama dan lingkungan alam sekitar, KI-3 yaitu kompetensi yang terkait dengan pengetahuan, serta KI-4 yaitu kompetensi yang terkait dengan keterampilan. Keempat KI tersebut harus tersampaikan oleh setiap guru dalam setiap pembelajaran yang dipimpinnya. KI-1 dan KI-2 harus dapat dicapai oleh setiap peserta didik melalui pembiasaan yang diperolehnya pada setiap kegiatan pembelajaran - melalui metode-metode pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan – untuk menghantarkan KI-3 dan KI-4.
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, mata pelajaran dikelompokan menjadi kelompok A dan B. Kelompok A terdiri atas: Pendidikan agama dan budi pekerti, Pendidikan Panacasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS. Kelompok B terdiri atas: Seni Budaya dan Prakarya dan Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.
Untuk jenjang SMA, mata pelajaran dikelompokkan menjadi kelompok  wajib A, kelompok wajib B dan kelompok  C (peminatan). Sementara untuk SMK, mata pelajarannya dikelompokkan menjadi kelompok A, Kelompok B, dan kelmpok C (peminatan). Kelompok C ini dibagi lagi menjadi Kelompok C1, yaitu dasar bidang keahlian, kelompok C2 yaitu dasar program keahlian dan kelompok C3 yaitu paket keahlian.
Bagaimana proses pembelajaran pada kurikulum 2013?
 Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan berdasarkan kurikulum 2013 harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. 
Pendekatan pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik, yaitu pendekatan pembelajaran yang mengikuti tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan. Selain itu, segala sesuatu yang mereka pelajari harus bermakna. Melalui tahapan belajar seperti itu diharapkan peserta didik akan terbiasa untuk kritis, berani mencoba, memiliki kemampuan nalar yang tinggi, mampu membuat konsep, dapat mengimplementasikan ilmu, pengetahuan serta keterampilannya ke dalam kehidupan nyata dan sebagainya. Sementara itu, pada jenjang SD/MI dan SMP/MTs, pendekatan pembelajaran lebih menekankan pada pendekatan tematik terpadu.
Yang paling penting bagi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 adalah adanya kemauan untuk berubah, baik mindset maupun perilaku mengajar, agar pembelajaran yang dilaksanakan dapat memenuhi prinsip-prinsip:  (1)  dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;  (2) dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;  (3) dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;  (4) dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;  (5) dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; (6) dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; (7) dari pembelajaran verbalisme  menuju  keterampilan  aplikatif;    (8) meningkatan  keseimbangan antara keterampilan fisikal  (hard skills) dan keterampilan  mental (softskills); (9)  pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;  (10)  pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); (11) pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; (12) pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. (13) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan (14)  pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik.
Bagaimana pembelajaran pada kurikulum 2013 dinilai?
Penilaian hasil belajar pada kurikulum 2013 dilakukan dengan penilaian otentik, yaitu penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses,dan keluaran (output) pembelajaran. Teknik penilaiannya dapat berupa observasi, tes tulis, tes lisan, tes unjuk kerja, portofolio dan atau karya nyata.
Ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi dalam kegiatan penilaian hasil belajar menurut kurikulum 2013, yaitu:
  • Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
  • Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
  • Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
  • Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak. 
  • Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggung-jawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
  • Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Sementara itu, pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dalam setiap melakukan penilaian hasil belajar, khususnya pada penilaian sikap yang dilakukan melalui observasi - guru harus selalu membuat rubrik, yang menyatakan tingkatan capaian siswa dalam sikap tertentu sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.
Demikian paparan singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat. Yang paling penting bagi penulis adalah, penulis  mengajak  teman-teman kepala sekolah dan guru untuk menerima perubahan ini, karena - sebagaimana telah penulis paparkan pada awal tulisan ini - bahwa salah satu filosofi  kurikulum 2013 adalah social reconstructivism, yaitu sebagai bagian dari upaya untuk melakukan rekonstruksi sosial, dengan harapan agar generasi muda  hasil-hasil pendidikan kedepan memiliki karakter yang lebih baik dari generasi saat ini. Perubahan yang paling penting bagi guru adalah dalam hal bagaimana merencanakan pembelajaran, bagaimana memimpin pembelajaran dan bagaimana menilai hasil belajar, agar efektif dan produktif sehingga dapat membangun sikap, pengetahuan serta keterampilan siswa secara komprehensif dan utuh, sesuai dengan amanat Undang-undang Sisdiknas[KC.04]**** 


CIANJUR, [KC].- Sebanyak lima orang Pekerja Seks Komersial (PSK) secara sukarela mengikuti kegiatan pelatihan bimbingan sosial yang dilaksanakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/5). Para PSK tersebut biasa mangkal diseputaran Jangari Karangtengah.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, H. Sumitra melalui Kepala Bidang (Kabid) Sosial, Dindin Nurodin mengatakan, untuk merekrut PSK yang diikutkan dalam berbagai kegiatan bimbingan sosial sangatlah sulit. Tidak jarang ketika saat didaftarkan menyetujui, pada saat pelaksanaan mengundurkan diri.
"Tidak gampang untuk mengikutsertakan PSK dalam bimbingan sosial. Kita berhasil menyertakan lima orang ini berkat kerjasama dengan konseling di Komisi PPenangulangan Aids (KPA) Cianjur," kata Dindin saat dihubungi, Kamis (22/5).
Para PSK yang mengikuti bimbingan sosial tersebut rata-rata berusia antara 30-40 tahun. Dari lima orang yang semula bersedia mengikuti bimbingan sosial, satu diantaranya mengundurkan diri. "Ada yang sempat mengundurkan diri, tapi ada gantinya yang mau ikut pelatihan bimbingan sosial," katanya.
Dikatakan Dindin, bimbingan sosial yang diikuti oleh PSK tersebut bertujuan agar para PSK bisa kembali kepada garis kehidupan yang normal. Melalui bimbingan sosial diharapkan para PSK tidak lagi turun kejalan dan bisa menjalani kehidupannya seperti keluarga lainnya.
"Kita harapkan dengan adanya PSK yang mau ikut bimbingan sosial ini bisa menjadi trend positif bagi PSK lainya, sehingga bisa mengikuti. Dampak baiknya jumlah PSK akan semakin berkurang," katanya.
Pihaknya mengakui, sampai saat ini jumlah PSK di Kabupaten Cianjur masih sulit untuk didata. Meski seringkali dilakukan penertiban oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pelakunya masih saja bermunculan.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan Satpol PP, razia seringkali dilakukan. Setelah mereka dapat, kita berikan pembinaan. Ada yang berhasil, ada juga yang masih saja ke jalanan. Tapi paling tidak ada upaya kita untuk memberikan bekal agar tidak lagi ke jalan," tegasnya [KC-02]***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Sebanyak 210 pekerja anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Cianjur ditarik untuk diberikan motivasi selama satu bulan di shelter terhitung sejak Rabu (21/5). Mereka nantinya akan dikembalikan ke bangku pendidikan sesuai dengan kelompok usianya.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur H. Sumitra didampingi Kepala Bidang Bina Perlindungan Ketenagakerjaan Tantan Nurhasan mengatakan, penarikan pekerja anak untuk dikembalikan ke bangku pendidikan tersebut dilakukan setelah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) memberikan quota untuk menarik pekerja anak.

"Pada tahun 2014 ini kami mendapatkan quota sebanyak 210 anak yang terbagi dalam tujuh shelter. Masing-masing shelter berjumlah 30 anak." kata Sumitra saat dihubungi, Rabu (21/5).

Menurut Sumitra, para pekerja anak yang ditarik tersebut berusia antara 9-17 tahun. Mereka merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami putus sekolah. Para pekerja anak tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.

"Selama satu bulan di shelter mereka akan diberi motivasi agar terangsang kembali untuk kembali ke dunia pendidikan. Selama dishelter, kebutuhannya seperti makan, dijamin oleh pemerintah. Mereka hanya untuk belajar," katannya.

Adapun lokasi shelter yang digunakan untuk para pekerja anak tersebut terbagi dalam tiga tempat. Diantaranya tiga shelter berada di Ponpes Darurohman Ciroyom, Karangtengah. Dua shelter berad di Ponpes Al Istiqomah Langensari, Karangtengah dan dua shelter berada di Ponpes Al Huda Cibeber.

21 Pendamping
Untuk mendampingi para pekerja anak selama di shelter maupun pasca shelter, telah direkrut sebanyak 21 pendamping. Mereka bertugas mendampingi anak termasuk membantu menyiapkan kebutuhan anak baik selama pra shelter maupun pasca shelter.

"Para pendamping ini bisa dibilang sebagai pengganti orang tua mereka (pekerja anak-red), karena melayani semua kebutuhan anak, sampai masalah jajannya juga minta kepada pendamping. Tugas mereka sangat berat, karena harus selalu dekat dengan anak," kata Sumitra.

Selaian pendamping, dalam memberikan motivasi kepada para pekerja anak, juga direkrut para tutor. Mereka tugasnya memberikan bahan ajar kepada pekerja anak agar mengingat kembali suasana waktu dibangku belajar.

"Hanya bedanya kalau tutor tidak selalu stanby di shelter, mereka memberikan materi kepada pekerja anak sesuai dengan tingkat kebutuhannya," paparnya [KC-02]***.

CIANJUR, [KC].-  Polres Cianjur menggelar operasi simpatik 2014 yang dilaksanakan di Jalan KH. Abdullah bin Nuh kemarin. Dalam operasi simpatik yang di pimpin langsung Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti itu, sejumlah aparat dari Satuan Lalu Lintas membagikan sejumlah helm kepada para pengendara sepeda motor secara cuma-cuma.

Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti mengatakan, salah satu tujuan digelarnya operasi simpatik tersebut sebagai upaya memberi contoh kepada pengendara sepeda motor lainya dan  pentingnya helm saat menggunakan sepeda motor.

"Semoga masyarakat  membiasakan, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan," kata Kapolres didampingi Kasubag Humas Polres Cianjur AKP Achmad Suprijatna kemarin.

Kapolres menegaskan, operasi simpatik tersebut di fokuskan berupa kegiatan preventif melalui pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas, didukung dengan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalulintas serta teguran simpatik, guna mewujudkan kamseltibcar lantas.

"Kami harapkan  selama operasi ini dapat meningkatnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Terciptanya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar dengan indikator menurunnya jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas baik secara kualitas maupun kuantitas, khususnya menjelang Pemilu Presiden/Wakil Presiden tahun 2014, dan dapat  menurunnya kemacetan dan  ketidaktertiban dalam berlalu lintas," katanya.

Selain itu diharapkan juga dapat meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui tampilan sikap dan perilaku yang
simpatik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta meniadakan terjadinya penyimpangan dan pelanggaran dengan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh anggota di lapangan dalam pelaksanaan Operasi Simpatik [KC-02]***.

CIANJUR, [KC],- Pedagang kecil dan ibu rumah tangga di Cianjur, jabar, keluhkan harga gas 3 kilogram di Cianjur, mencapai Rp20.000 per tabung, biasanya harga hanya Rp16.000.

Udep (34) seorang pedagang gorengan di Kecamatan Cianjur, mengatakan, kenaikan harga tabung gas 3 kilogram itu, berdampak terhadap pengeluaran mereka yang tidak seimbang dengan pendapatan.

"Kenaikan gas tidak diikuti dengan kenaikan harga dagangan kami karena kalau dilakukan, kami khawatir omzet akan terus menurun karena kurang pembeli. Jadinya serba bingung kalau sudah begini keadaannya," keluh ayah dua orang anak itu.

Sedangkan pengecer gas di sejumlah wilayah, mengaku menjual tabung gas 3 kilogram dengan harga bervariatif antara Rp16.000 hingga Rp20.000. Kenaikan harga jual tabung elpiji itu, diakui sejumlah pengecer karena gas susah didapat, bahkan di beberapa tempat terjadi kelangkaan.

"Kami terpaksa menjual agak mahal karena sulit mendapatkan stok gas di tinggkat panggkalan dan agen. Sehingga kami terpaksa mencari sendiri yang biasanya diantar panggkalan ke warung kami," kata Imas (34) pemilik warung di Kelurahan Sayang, Cianjur.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, membantah telah terjadinya kelangkaan gas 3 kilogram di Cianjur.

"Memang beberapa waktu terakhir ini ada pendistribusian yang terlambat sehingga pengecer telat mendapatkan pasokan. Tidak benar kalau terjadi kelangkaan, namun ada sejumlah pengecer yang menaikkan harga,? kata Kabag Bina Perdagangan Disperindag Cianjur, Judi Adhi Nugroho.

Saat ini pihaknya mencatat harga jual di tingkat pengecer berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 19 ribu pertabung. Namun pihaknya menilai belum perlu melakukan operasi pasar karena harga jual ditingkat agen ke pangkalan masih sesuai Harga Eceran Terendah.[KC.03/Antara]***
CIANJUR, [KC].-  Pemkab Cianjur tanda tangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan PLTA Upper Cisokan pumped storage 1040 mw dengan PT. PLN ( Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Hidro  Jawa Bali, Selasa (20/5) bertempat di Gedung Bale Praja Pemkab Cianjur.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengungkapkan, atas nama pemerintah dan warga masyarakat Kabupaten Cianjur mengucapkan terima kasih kepada PT. PLN (persero) Unit Induk Pembangunan pembangkit hidro Jawa Bali, atas bantuan pembangunan/peningkatan fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah Kabupaten Cianjur sebagai dampak dari pelaksanaan pembangunan PLTA Upper Cisokan pumped storage.

Dikatakan Tjetjep, kebutuhan akan energi listrik kini telah menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat perdesaan. Baik untuk keperluan rumah tangga maupun kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi. Terpenuhinya kebutuhan energi listrik masyarakat, dapat berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya baik bagi para petani, peternak, pengrajin dan industri rumah tangga.

"Mereka tentu akan mampu meningkatkan jumlah dan mutu usaha jika didukung oleh teknologi yang sesuai dengan kebutuhan, termasuk tentunya kebutuhan energi listrik. Dalam hubungan itu, pembangunan PLTA Upper Cisokan pumped storage (UCPS) tentu saja akan menimbulkan dampak langsung terhadap masyarakat, baik dalam pembebasan tanah, bangunan dan tanaman," katanya.

Untuk itulah kata Tjetjep, diperlukan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana, infrastruktur, fasilitas umum dan fasilitas sosial sebagai dampak dari pelaksanaan pembangunan PLTA Upper Cisokan pumped storage tersebut. Pihaknya berharap pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana, infrastruktur, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terkena dampak dari proyek pembangunan plta upper cisokan pumped storage (UCPS) di Kabupaten Cianjur, dapat  terlaksana dengan baik serta dalam pelaksanaannya tidak melahirkan sengketa, konflik dan perkara di kemudian hari (social welfare).

Plt General Manager PT. PLN (Persero) Neto Mulyanto menyampaikan bahwa, pembangunan PLTA ini dimaksudkan untuk meningkatkan pasokan tenaga listrik di pulau jawa. Pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero), membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cisokan Hulu (Upper Cisokan Pumped Storage HEPP) yang terletak di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur.

"Di Kabupaten Bandung Barat yang terkena pembangunan masuk wilayah Kecamatan Rongga, dan Kecamatan Cipongkor, sedangkan wilayah Kabupaten Cianjur meliputi Kecamatan Bojong Picung, Cibeber, Campaka dan Kecamatan Haurwangi. "Pembangunan dengan sistem Pumped Storage pertama di Indonesia. Rencana pembangunan PLTA Cisokan (Pumped Storage) ditujukan untuk mengatasi kekurangan daya akibat peningkatan kebutuhan energi listrik saat beban puncak pada sistem jaringan kelistrikan Jawa-Bali, sehingga keandalan (reliability) system kelistrikan Jawa-Bali dapat ditingkatkan," katanya.

PLTA Cisokan juga diharapkan dapat menambah pasokan energi pada saat beban puncak, sebagai fasilitas pembangkitan cadangan (stand by) jika terjadi penurunan kapasitas pada jaringan dan membantu mengatur frekuensi sistem keseluruhan antara 49 dan 51 Hz  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Himbauan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengenai moratorium Minimarket ternyata tidak digubris oleh para pelaku usaha waralaba. Terbukti masih saja muncul sejumlah minimarket baru yang diduga tidak memenuhi perijinan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur Himam Haris mengaku kaget ketika mengetahui hingga kini pendirian sejumlah minimarket di beberapa titik di Cianjur masih berlangsung.

"Ada surat edaran semacam moratorium minimarket dari pak bupati dan itu masih berlaku. Hingga kini surat edaran itu belum dicabut, tapi ternyata masih diabaikan," ujar Himam saat dihubungi, Selasa (20/5).

Dikatakan Himam, surat edaran bupati terkait moratorium minimarket dikeluarkan pada akhir tahun 2012 silam. Bahkan surat edaran tersebut sudah disebar ke tiap camat agar tidak memberikan dulu izin awal pendirian minimarket di wilayahnya.

"Sebenarnya soal penataan toko-toko modern itu sudah ada peraturan menterinya. Artinya, sebelum mendirikan minimarket itu harus terlebih dulu ada kajian ekonomi dan sosialnya. Tapi yang terjadi di lapangan saat ini, para pelaku usaha sering tak mengindahkan aturan-aturan yang berlaku. Mereka selalu melanggarnya. Apalagi dengan sistem waralaba, mereka biasanya mendahulukan dulu pembangunan, tapi mengakhirnya proses perizinan," tegas Himam.

Atas pertimbangan itulah, akhirnya bupati mengeluarkan surat edaran moratorium minimarket. "Pak bupati jelas tidak menginginkan ada penambahan bangunan minimarket, terkecuali di daerah-daerah perlintasan jalur nasional yang memang banyak dibutuhkan warga," katanya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP maupun Perizinan (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal) untuk mengumpulkan data jumlah minimarket di Kabupaten Cianjur yang berdiri pasca adanya edaran moratorium. "Sampai saat ini kita belum tahu jumlah pastinya, masih menunggu laporan laporan akurat dari tiap kecamatan. Namun secara persentase dari validasi data yang terakhir, minimarket yang berizin di Kabupaten Cianjur sekitar 65 persen," tegas Himam.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Cianjur Subianto menyebutkan, sepanjang 2013 hingga pertengahan 2014, jumlah perizinan yang dikeluarkan untuk minimarket tercatat sebanyak 10 unit. Jumlah itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur.

"Lokasinya menyebar tidak hanya diwilayah seputaran kota. Dari jumlah tersebut jika digabungkan dengan data terakhir yang tercatat hingga 2009 lalu sebanyak 30 unit, jumlahnya berarti sebanyak 40 unit," kata Subianto saat dihubungi terpisah.

Pihaknya juga mengaku, tidak tahu persis soal adanya surat edaran pembatasan atau moratorium minimarket yang dikeluarkan bupati. Menurutnya, yang nanti berwenang melakukan fungsi pengawasan dan pengendalian di lapangan ada OPD teknis, dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim).

"Fungsi kita sebatas pelayanan, bukan eksekutor. Nanti Dinas Tarkim yang berhak melakukan wasdal di lapangan, dari mulai aturan sampai izin. Yang saya tahu, surat edaran pembatasan itu bukan menyangkut jumlah minimarket, tapi lebih ke pembatasan jam operasional minimarket," kilahnya  [KC-02/b]***.
CIANJUR, [KC].-  Untuk mencegah peredaran narkoba masuk ke kalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur terus gencar melakukan sosialisasi baaya narkoba kepada kalangan pelajar. Kali ini yang akan menjadi sasaran adalah 13 sekolah di sekitar Kabupaten Cianjur.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik mengatakan, sosialisasi bahaya narkoba dikalangan pelajar tingkat SMP, SMA itu bukan yang pertama kalinya. Kegiatan tersebut merupakan program lanjutan yang sebelumnya telah dilaksanakan. Targetnya 72 sekolah pada tahun 2014 ini bisa tersambangi sebagai upaya menyebarluaskan informasi yang detail dan menyeluruh mengenai pencegahan dan penanggulangan narkoba.

"Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini sudah menjadi bagian dari rencana aksi daerah yang bekerjasama dengan sejumlah dinas atau OPD, seperti BKPPD, Dinkes, Disdik dan Dinsos," tutur Hendrik saat disambangi di kantornya.

Pelajar lanjut Hendrik merupakan sasaran empuk dan potensial secara rentan bagi peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itulah pelajar menjadi sasaran sasaran utama sosialisasi mengenai narkoba. Pihaknya sendiri mencatat, beberapa kasus penyalahgunaan narkoba melibatkan pelajar sebagai pelakunya.

"Ya, memang ada masalah penyalahgunaan narkoba ini yang melibatkan pelajar, hanya kita belum bisa memprosentasekan. Hanya yang pasti pelajar ini akan kita beri pemahaman mengenai narkoba agar bisa terhindar dari pengaruh barang berbahaya ini," ujarnya.

Selain sosialisasi yang semakin digencarkan, pihaknya juga terus berkesinambungan melakukan tes urine ke lingkungan institusi di lingkungan Pemkab Cianjur. "Dinas Bina Marga akan jadi destinasi selanjutnya. Kapan waktunya itu tidak akan kami beritahukan. Langkah ini (tes urine, red) sebagai bagian dari upaya untuk membebaskan aparatur pemerintahan dari penggunaan narkoba," tegas Hendrik [KC-02/f]***
CIANJUR, [KC].-  Belum semua warga yang kurang mampu di Kabupaten Cianjur masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Mereka masih banyak yang menggunakan surat keterangan miskin (SKM) dari desa jika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan geratis di Puskesmas mauapun rumah sakit.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur Dindin Budhi Rahayu melalui Kepala Seksi  Pembinaan Kesehatan Ibu, Anak dan Remaja Hj. Teni Hernawati saat ditemui disela kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program PPA-PKH Kabupaten Cianjur tahun 2014 di aula Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Cianjur jalan Raya Bandung, Senin (19/5).

Menurutnya, pemerintah telah meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang didalamnya terdiri dari PNS, Jamostek atau sekarang BPJS dan peserta miskin melalui Jamkesmas dan Jamkesda. Namun belum semua masyarakat miskin mendapatkan Jamkesmas dan Jamkesda.

"Saat ini di Kabupaten Cianjur jumlah masyarakat miskin yang menjadi peserta Jamkesmas mencapai 1.025.775 peserta. Merka merupakan peserta JKN. Diluar itu masih ada program Jamkesda dengan jumlah peserta dari masyarakat miskin sebanyak 51.928 peserta," katanya.

Para penerima Jamkesmas dan Jamkesda itu mendapatkan pelayanan pengobatan geratis di Puskesmas dan rumah sakit kelas 3. "Tapi ternyata masih ada masyarakat yang tidak masuk dalam peserta Jamkesda dan Jamkesmas," tegasnya.

Bagi masyarakat miskin yang tidak mendapatkan Jamkesmas dan Kamkesda kata Teni, masih bisa mendapatkan pelayanan pengobatan geratis dengan syarat menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeliarkan oleh pemerintah desa setempat.

"Mereka tidak erlu cemas meski tidak memiliki Jamkesmas atau Jamkesda, pemerintah masih bisa memberikan pelayanan pengobatan geratis jika menggunakan SKTM. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada warga yang kurang mampu alasan ekonomi," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Sebanyak 22 kelompok kebon bibit rakyat (KBR) di Kabupaten Cianjur mendapatkan bantuan Kementerian Kehutanan pada tahun 2014. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta.

"Bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan terjadinya lahan kritis. Bibit tanaman hasil dari masing-masing kelompok ini kita akan pergunakan untuk merehabilitasi lahan kritis yang ada di Cianjur," kata kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Cianjur Moch Ginanjar saat ditemui, Senin (19/5).

Dikatakan Ginanjar, kelompok KBR yang mendapatkan bantuan tersebar dibeberapa wilayah kecamatan diantaranya Kecamatan Agrabinta, Bojong Picung, Cibeber, Cibinong, Cijati, Cikadu, Kadupandak, Mande, Naringgul, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Sukaresmi, Cidaun dan dari Dinas Perhutanan dan Perkebunan.

"Program ini merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kehutanan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010 guna menyiapkan bibit berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk mendukung program penanaman di areal lahan di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, mengungkapkan, pembangunan di sektor kehutanan dan perkebunan termasuk dalam program prioritas. Oleh karena itu sub-sektor perkebunan memberikan sumbangan yang cukup besar bagi perekonomian Kabupaten Cianjur.

Dikatakan Tjetjep, keunggulan komparatif dari sub-sektor perkebunan dibandingkan dengan sektor lainnya disebabkan antara lain oleh adanya lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berada di kawasan dengan iklim yang menunjang. Selain itu juga adanya tenaga kerja yang cukup tersedia dan melimpah sehingga bisa secara kompetitif dimanfaatkan.

"Salah satu kegiatan untuk mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan dengan pemberdayaan masyarakat adalah pembangunan KBR. Karena KBR merupakan kegiatan untuk menyediakan bibit tanaman kayu-kayuan atau tanaman serbaguna yang pembiayaannya bersumber dari dana pemerintah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mendukung pemulihan fungsi dan daya dukung DAS," kata Tjetjep disela kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi kegiatan KBR tahun 2014 di aula Dishutbun Kabupaten Cianjur JAlan Pangeran Hidayatullooh, Senin (19/5).

Untuk itulah pihaknya berharap dapat lebih meningkatkan sinergitas antara sektor kehutanan dan sektor perkebunan dalam mewujudkan hutan dan lahan yang lestari serta perkebunan yang produktif. "Kita harapkan bisa menjadi wahana pendekatan pembangunan  yang berbasis pada kekuatan–kekuatan sumberdaya alam, sumberdaya ekonomi dan sumberdaya manusia sehingga menjadi suatu local capacity yakni kapasitas pemerintah daerah, kapasitas kelembagaan swasta dan kapasitas masyarakat desa terutama dalam bentuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam menghadapi tantangan pengembangan potensi alam dan ekonomi setempat," tegasnya  [KC-02]***.
CIANJUR,[KC],- Siapa yang tidak mengenal sekolah favorit SDN Ibu Jenab 1, sekolah tingkat dasar yang berada tepat di pusat pemerintahan dan pusat bisnis pasar induk ini ternyata menyimpan banyak potensi anak didiknya. 
Tak ayal dalam berbagai kesempatan perlombaan yang digelar mulai tingkat kecamatan hingga tingkatan yang lebih tinggi selalu mendominasi menjadi sang juara.
Ketika kita memasuki area halaman SDN Ibu Jenab 1, maka mata kita akan langsung disuguhi deretan ratusan piala yang terpajang rapi di etalase halaman sekolah tersebut, bahkan deretan piala itu dapat pula disaksikan di ruang Kepala Sekolah maupun ruang guru.
Diantara piala yang terpajang tersebut diantaranya diperoleh peserta didik dari berbagai macam lomba diantaranya pekan Olimpiade Sain Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) dan Festival Seni Budaya dan Keterampilan (FASBK). Salah seorang siswi, sebut saja Raysa Ramada (11) yang kini duduk di bangku kelas 5B bahkan pada tahun 2014 ini tercatat sebagai satu satunya mewakili Kabupaten Cianjur yang memenangkan lomba membatik di tingkat Provinsi. 
Sementara itu, menyaksikan kemenangan demi kemenangan dan prestasi yang diperoleh anak didiknya, bagi Imas yang diamini Lilis Indriyati selaku guru pembimbing lomba dan Tavip Rusgito sang guru senior memberikan kepuasan tersendiri, “Alhamdulillah perjuangan yang kami lakukan selama menjelang lomba tak ada yang sia sia, karena berbuah manis dengan raihan sebagai juara umum berturut turut di tingkat kecamatan pada ajang O2SN dan FASBK beberapa waktu lalu” ujar Imas.
    
DAFTAR PRESTASI SDN IBU JENAB 1TAHUN 2014:
  1. RAYSA RAMADHA JUARA LOMBA MEMBATIK TINGKAT PROPNSI JAWA BARAT 2014
  2. PUTRI MAHARANI JUARA 1 LOMBA NGADONGENG PUTRI 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  3. PUTRI SALSABILA JUARA 1 LOMBA MENYANYI SOLO 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  4. ADITYA PUTRA SATRIA JUARA 1 LOMBA MENGANYAM 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  5. JARDAN JUARA 1 LOMBA CALISTUNG 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  6. NENG KHOMISATUL L JUARA 1 LOMBA CALISTUNG KELAS 1 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  7. JARDAN JUARA 1 LOMBA CALISTUNG KELAS 2 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  8. INEZ NIS MARA F JUARA 1 LOMBA CALISTUNG KELAS 3 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  9. DEVIN DEWANTO RAJAHRJA JUARA 1 OLIMPIADE MATEMATIKA 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  10. MUNAWAR KHOLIL WAHYUDI JUARA 1 LOMBA NGADONGENG PUTRA 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  11. RINDU TIARA DEWI NASUTION JUARA 2 BULUTANGKIS TUNGGAL PUTRI  02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  12. BINTANG RIZKI PERDANA S JUARA 3 BULUTANGKIS TUNGGAL PUTRA 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014
  13. ANISA FEBRIYANTI JUARA 2 LOMBA PIDATO BAHASA INDONESIA 02SN DAN FASBK KEC. CIANJUR 2014 [KC.04]***


CIANJUR, [KC]._  Untuk mempermudah pelayanan terhadap pemohon AK 1 atau lebih dikenal dengan Kartu Kuning, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur memberlakukan sistem input data secara online. Para pemohon bisa menginput sendiri data secara online di rumah atau di internet terdekat melalui website "infokerja.depnakertrans.go.id".

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur h. Sumitra didampingi pelaksana Dadan Asdiansyah mengatakan, pelayanan secara online tersebut diharapkan bisa mempermudah para pencari Kartu Kuning sebelum datang ke kantor Dinsosnakertrans. 

"Paling tidak jika setelah data di input dan ingin mendapatkan AK 1 para pencari kerja langsung datang ke Dinsosnakertrans dengan membawa bukti input data atau mencatat hari dan tanggal input data, foto copy KTP, foto copy Ijazah terakhir atau surat keterangan lulus dari sekolah dengan membawa jg aslinya dan pas photo ukuran 3x4 sebanyak 1 lembar," kata Sumitra saat dihubungi Jum'at (16/5).

Trendnya meningkat
Sementara itu berdasarkan data yang ada, trend pencari kerja atau pemohon kartu kuning terus meningkat. Hal itu sebagai dampak semakin banyaknya investasi yang masuk ke Cianjur.

"Jumlah pemohon kartu kuning dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini terus meningkat. Apalagi kalau setelah terjadi kelulusan sekolah seperti bulan depan ini. Kami prediksikan akan mengalami peningkatan," kata Sumitra.

Berdasarkan data, pada bulan April 2014 saja jumlah pemohon kartu kuning sudah mencapai  2.119 pencari kerja.  "Selama bulan Mei sampai hari ini (kemarin) jumlah pemohonnya sudah mencapai 1.108 pencari kerja. Ini akan terus mengalami lonjakan seiring dengan kelulusan sekolah," katanya.

Kalau biasanya kata Sumitra, petugas hanya melayanu 100 pencari kerja,
setelah kelulusan bisa mencapai 250 pencari kerja per hari. "Hingga lima bulan ini saja kita sudah melayani pencari kerja untuk mendapatkan kartu kuning mencapai sekitar 8.000 orang. Makanya kita terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan, salah satunya melalui layanan online," tegasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cianjur hingga saat ternyata belum menjangkau seluruh Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Masih banyak RTSM yang belum tersentuh PKH. Terbukti Kabupaten Cianjur masih saja menambah jumlah pendamping PKH untuk di 13 kecamatan, yakni Kecamatan Agrabinta, Bojongpicung, Campaka, Cibinong, Cikadu, Kadupandak, Leles, Mande, Naringgul, Pasirkuda, Sindangbarang, Tanggeung, dan Warungkondang.

Demikian ditegaskan Direktur Istitute Social and Economic Development (Inside), Yusef Sumantri, Jum'at (16/5). Dikatakan Yusep ada dua kemungkinan ditambahnya jumlah pendamping PKH di Kabupaten Cianjur, salah satunya tidak tepat sasaran dan jumlah RTSM bertambah.

Berdasarkan hasil analisanya, besar kemungkinan di lapangan masih banyak RTSM yang belum terkover khususnya di kecamatan yang indeks pembangunannya rendah. Dengan menggunakan ukuran standar kelayakan hidup, total RTSM di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar 100 ribu atau 5 persen dari total penduduk Kabupaten Cianjur.

Ia mencontohkan seperti halnya di Desa haurwangi, Kecamatan Haurwangi, dan Desa Ciputri, Kecamatan Pacet. Di kedua desa tersebut masih banyak RTSM yang belum kebagian PKH.

"Saya rasa penambahan pendamping di 13 kecamatan ini merupakan pukulan bagi Pemkab Cianjur. Ini merupakan bukti bahwa di Kabupaten Cianjur masih banyak warga sangat miskin yang harus dibantu. Jangan juga bangga lantaran mendapatkan PKH karena itu ditujukan untuk kabupaten miskin. Semakin banyak kuota menjadi sasaran produk PKH itu menjadi indikator bahwa RTSM-nya banyak," ujar Yusef.

Pihaknya juga memandang bahwa Pemkab Cianjur tidak memiliki program mandiri untuk menekan angka kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Cianjur hanya mengandalkan bantuan dari pusat saja dan tidak ada inisiatif dalam mengkolaborasi program pusat.
"Sudah seharusnya program pusat itu dikolaborasi dengan daerah, sehingga masalah kemiskinan ini bisa tertanganu. Kalau ada penambahan kuota PKH itu sebetulnya memalukan karena Kabupaten Cianjur bisa disebut sebagai kabupaten PKH," ujar Yusef.

Secara terpisah Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur H. Sumitra melalui Kabid Sosial, Dindin Amaludin, mengatakan, Kabupaten Cianjur akan mendapatkan tambahan kuota penerima bantuan PKH yang digulirkan Kementerian Sosial pada tahun 2014 ini. Saat ini jumlah pendamping PKH yang ada mencapai 140 orang akan ditambah 45 orang untuk menjangkau semua kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur.

"Biasanya seorang pendamping PKH itu menjangkau 250-500 RTSM. Hingga saat ini jumlah RTSM yang sudah digarap mencapai sekitar 29 ribu," ujar Dindin.

Ia mengakui, jumlah pendamping yang ada saat ini baru menjangkau di 19 kecamatan. Dengan penambahan pendamping PKH 45 orang, seluruh kecamatan di Cianjur akan terjangkau.

"Kalau pendataan RTSM penerima PKH kita mengacu dari data Kementerian Sosial, pendamping PKHnya yang akan melakukan validasi yang masuk kriteria, apakah berhak mendapatkan PKH atau tidak. Tidak menutup kemungkinan juga masih warga yang masuk kriteria RTMS di sejumlah wilayah belum menerima PKH," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Untuk merangsang meningkatnya pengunjung ke Kawasan Wisata Cibodas (KWC) Pemkab Cianjur dalam waktu dekat akan melengkapi sarana rekreasi wisata itu dengan objek wisata air atau yang kerap disebut water boom.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, mengatakan, sejumlah investor mulai melirik KWC untuk dikembangkan potensi wisatanya. Pihaknya juga mengakui, perkembangan kemajuan KWC terbilang lamban selama hanya didanai dari APBD saja.

"Salah satu pengembangan KWC diantaranya kita menggait investor. Saat ini rencana investasi ini sedang dibahas oleh antarpihak. Kita harapkan nanti setelah realisasi, bisa mendongkrak sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata," kata Tedi saat dihubungi, Kamis (15/5).

Diungkapkan Tedi, perkiraan investasi yang akan ditanamkan di KWC nilainya mencapai 50 miliar. Dana itu, selain untuk mengoptimalkan kawasan objek wisata air, sebagian kecilnya juga untuk penataan kios dan toko yang ada dalam KWC agar kondisinya lebih teratur dan tertib.

"Sebagai tempat wisata sudah barang tentu diharapkan pengunjung bisa nyaman. Kita inginkan itu, makanya kita perlu melakukan penataan salah satunya harus ada fasilitas umum dan fasilitas sosial. Guest house, toilet, tempat berteduh, dan sarana ibadah misalnya, yang sangat diperlukan keberadaannya. Karena wisatawan yang datang ke sana tidak sejam atau dua jam," ujar Tedi.

Tedi menuturkan, konsep wisata air yang akan dibangun di KWC nanti kemungkinan tidak menyerupai objek wisata air modern pada umumnya. Pemerintah Kabupaten Cianjur menyarankan untuk dibangun objek wisata air dengan suasana tradisional. Artinya wisatawan yang datang dari perkotaan juga disuguhi suasana pedesaan.

"Trenndnya akan mengedepankan tradisional seperti yang ada di Kabupaten Garut terkenal dengan Kampung Sampiren. Suasanannya perkampungan sehingga wisatawan yang jenuh dengan kondisi kota disuguhi dengan suasana desa dan tradisional," ujar Tedi.

Sementara itu, Kordinator dan Penanggungjawab KWC, Teddy Setiadi, mengatakan, jumlah pengunjung yang datang ke KWC saat ini jumlahnya tidak menentu. Banyak wisatawan memilih berwisata di Bogor lantaran terlalu lelah terjebak macet di wilayah Ciawi.

Masalah kondisi infrastruktur menuju KWC sepanjang lima kilometer itu juga menjadi kendala. Saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak lubang yang menganga di jalan yang menanjak dan sempit itu sehingga menjadi keluhan pengunjung yang datang ke KWC.

Sementara lonjakan pengunjung baru terlihat ketika hari libur atau akhir pekan. Jumlah pengunjung yang kebanyakan dari wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi itu bisa mencapai 3000 orang ketika hari libur.

"Kenaikan Jumlah pengunjung hanya terjadi pada hari libur atau akhir pekan meningkat sekitar 70-80 persen dari jumlah pengunjung di hari biasa. Kemungkinan pada libur sekolah juga akan meningkat atau sebelum puasa," paparnya  [KC-02/g]***.
CIANJUR, [KC].-  Sebanyak 22 orang siswa siswi Kelompok Bermain (Kober), Hauna Sabandar Hilir Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur melakukan kunjungan belajar ke Danpos Pemadam Kebakaran Wilayah Cianjur di Jalan Perintis Kemerdekaan Jebrod Cianjur  Kamis (15/5).

Kegiatan edukatif ini bertujuan untuk mengenalkan profesi pemadam kebakaran dan memberikan pengetahuan proses pemadaman api kepada anak-anak usia dini. Sehingga diharapkan anak mampu memahami resikonya.

Komandan Pos Pemadam Kebakaran Wilayah Cianjur, Ahmad Rosidi mengatakan, setiap minggu Pos Pemadam Kebakaran selalu dikunjungi siswa-siswi Kober, atau TK, PAUD. Mereka belajar banyak tentang proses pemadaman api, dan bahaya kebakaran.

“Selalu ada saja yang datang ingin tahu. Kami memberikan penjelasan kepada siswa-siswi tentang cara pengenalan sejak dini bidang pencegahan dan cara penanggulangan, serta bahaya kebakaran,” kata Ahmad, Kamis (15/5).

Menurut Oyok panggilan akrabnya, pihaknya menerangkan kepada siswa-siswi tentang bahaya api, cara kerja tugas pokok pekerja pemadam, dan lainnya. “Diharapkan setelah mengunjungi pemadam kebakaran, ilmunya dapat di implementasikan di lingkungan masing-masing,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kober Hauna, Neni Suryani memaparkan, siswa-siswi yang melaksanakan kunjungan sebanyak 22 orang. Selain itu, juga didampingi 5 orang guru tutor dan 1 kepala sekolah.

Neni memaparkan, dalam kurikulum Kober ada tema semester dua yakni tema profesi salah satunya pemadam kebakaran. “Karena ada tema pemadam kebakaran, sehingga kami implementasikan melalui kunjungan ke Damkar. Tentu ini merupakan praktek lapangannya,” tegasnya.

Dia menambahkan, pemaparan yang disampaikan petugas Damkar, sangat bermanfaat untuk pengetahuan anak. Tak hanya anak saja, para totor termasuk dirinya lebih mengetahui pasti tugas dan fungsi petugas Damkar dan bahaya api. “Kini kami mengetahui tentang penanganan dini kebakaran dan cara teknis menghubungi pemadam kebakaran jika ada kejadian kebakaran di Cianjur,” imbuhnya  [KC-02]***.
PEMILIHAN umum Anggota DPRD, DPD dan DPRD tahun 2014 sudah selesai. Meski masih menyisakan sejumlah persoalan, namun secara umum Pileg tersebut sudah menghasilkan para wakil-wakil rakyat untuk duduk di kursi terhormat lima tahun kedepan. Walaupun tidak dipungkiri diantara kursi mereka masih ada yang terancam lantaran adanya gugatan.

Di Kabupaten Cianjur sendiri 50 kursi anggota DPRD sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Cianjur. Meski dalam perjalanannya ada perubahan sejumlah nama yang semula sudah ditetapkan. Pun demikian di tingkat Provinsi, KPUD Jawa Barat juga sudah menetapkan 100 anggota DPRD hasil dari Pileg 9 April 2014.

Dari pentepan jumlah kursi untuk DPRD Jawa Barat, terdapat 10 anggota DPRD yang pada Pileg 9 April lalu itu mndulang suara terbanyak. Salah satunya berasal dari Kabupaten Cianjur.

Ke 10 orang tersebut masing-masing pertama mantan Bupati Indramayu dan juga mantan calon Gubernur Jawa Barat, Irianto Mahfud Sidik Syafiudin (Yance) dari Partai Golkar Daerah Pemilihan Jawa Barat (Dapil Jabar) Jabar X dengan raihan 162.103 suara, disusul Irvan Rivano Muchtar (IRM) yang juga Ketua Forum Pengurus Karangtaruna (FPKT), Kabupaten Cianjur, dari Partai Demokrat Dapil Jabar Jabar III dengan raihan 130.399 suara.

Disusul ketiga oleh Soleh, dari Paartai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jabar XII dengan raihan 97.617 suara. Keempat Ineu Purwadewi, PDIP Dapil Jabar IX dengan 94.020 suara. Kelima Nia Purnakania, PDIP Dapil Jabar II dengan 92.866 suara. Keenam Gina Fadlia Swara, Partai Gerindra Dapil Jabar VIII dengan 91.118 suara.

Urutan ketujuh diraih Ijah Hartini, PDIP Dapil Jabar XI dengan 72.947 suara. Kedelapan Nur Supriyanto, PKS Dapil Jabar VI dengan 72.795 suara. Kesembilan Almaida Rosa Putra, Partai Golkar Dapil Jabar VII dengan 70.909 suara dan kesepuluh Ricky Kurniawan, Partai Gerindra Dapil Jabar V dengan 61.368 suara

Untuk Irvan Rivano Muchtar (IRM), menempati posisi ke dua tentunya menjadi prestasi bagi Kabupaten Cianjur. Karena Irvan merupakan pendatang baru yang berkiprah di Jawa Barat. Kiprah Irvan di Cianjur, yang memangku jabatan di berbagai posisi organisasi kepemudaan tentu menjadi modal tersendiri. Apalgi yang bersaangkutan acap kalai blusukan ke daerah untuk menemui konstituennya.

Mengenai hal tersebut dibenarkan Ketua Tim Media Centre Irvan Rivano Muhctar (IRM), Deni Abdul Kholik. Menurutnya, meski raihan suara Irvan menempati posisi kedua, tetapi hal ini merupakan hal yang luar biasa. Sebab, Irvan merupakan pendatang baru di tingkat Jawa Barat. “Irvan menempati posisi ke dua menandakan bahwa figur Irvan di Cianjur sudah mengakar di masyarakat Cianjur. Sebagai tokoh pemuda Cianjur sudah membuktikan, beliau mampu bersaing di tingkat provinsi,” tegasnya.

Dia menerangkan, ketokohan Irvan di Cianjur sudah ada sejak 5 tahun lalu. Ini dibuktikan dengan posisi Irvan yang menempati ketua di berbagai organisasi kepemudaan dan masyarakat. Satu di antaranya, pernah menjabat Ketua DPD KNPI Cianjur, saat ini Ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT), Kab Cianjur, Ketua PSSI Kab Cianjur, dan di partai menempati Wakil Bendahara Lima DPD Demokrat Jawa Barat. “Selain itu, memiliki jiwa pemuda yang familier dan selalu terjun ke masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Irvan Rivano Muchtar caleg DPRD Jawa Barat terpilih, mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Cianjur yang telah memberikan amanah kepadanya. “Amanah yang diberikan akan saya laksanakan, dan akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Cianjur,” tegasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Badan Narkotika Nasional  Kabupaten (BNNK) Cianjur dan BNN Provinsi (BNNP) Jabar berhasil mengungkap jaringan peredaran ganja dan sabu yang selama ini meresahkan masyarakat di Kabupaten Cianjur. Turut berhasil diamankan tiga terduga pelaku pengedar narkoba serta 12 paket sabu dan 930 gram ganja yang berhasil diamankan BNNK cianjur.

Kepala BNNK Cianjur, Hendrik, mengatakan, terungkapnya jaringan  peredaran ganja dan sabu itu tidak terlepas dari keberhasilan sebelumnya menangkap M, warga Perum Sadang Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Rabu (7/5) lalu.

"Kami terus mengembangkan kasusnya, saat  dilakukan penggeledahan di rumah pelaku M, kami berhasil  menemukan sebanyak 12 paket sabu," ujar Hendrik saat dihubungi, Selasa (13/5).

Pihaknya terus melakukan pengmebangan, pada Kamis (8/5). BNN kembali berhasil menangkap pengedar berinisal DH, warga Kampung Babakan Bandung Desa Hegarmanah Kecamatan Karantengah. Dari tangan DH berhasil diamankan kantong keresek hitam berisi ganja seberat 30 gram.

"Barang bukti ganja itu kami temukan tersimpan di loker plastik dan 900 gram di lemari di rumah di Kampung Cibungur, Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber," ujar Hendrik.

Kasus tersebut kembali dikembangkan, tidak perlu waktu lama BNN berhasil menangkap AG di Kampung Kubangsari RT 11/RW 06 Desa Sukasari Kecamatan Cilaku. Pihaknya menduga pengendali dari tiga tersangka itu merupakan merupakan narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Dari pengembangan hasilnya seorang bernama AKG dan DN yang merupakan narapidana di dalam lapas diduga merupakan pengendali peredaran," kata Hendrik.

Sementara Kasi Berantas BNN Kabupaten Cianjur, Kompol Andry Adrian, menambahkan, untuk memutus jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Cianjur pihaknya terus melakukan pengembangan atas kasus yang saat ini tengah ditangani. Selain itu juga tengah dilakukan pemetaan tentang terhadap penyalahgunaan narkoba di Cianjur.

"Upaya kami akan mengungkap temuan dalam satu tahun terakhir ini. Apalagi masih ada waktu target pengungkapan hingga akhir tahun. Gerakan kami ini jelas menyehatkan warga Cianjur, karena selama ini yang terpantau jaringan bukan satu saja ada lima sampai lebih," ujarnya singkat  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur terus memantau 80 pasangan laki suka laki (LSR) yang terdata di Kabupaten Cianjur. Pasangan tersebut ditengarai sangat rentan terjangkit virus HIV/AIDS.

Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur, H. Hilman didampingi Pengelola Program Brian M Yusuf, mengungkapkan, saat ini di Cianjur sudah terdapat komunitas man sex man. Keberadaanya tidak terpusat, tapi dibeberapa wilayah.

"Kita terus pantau aktivitasnya, karena mereka termasuk salah satu yang dikategorikan riskan terhadap penyebaran HIV/AIDS," kata H. Hilman saat dihubungi, Selasa (313/5).

Dikatakan H. Hilman, jumlah LSR di Kabupaten Cianjur yang terdata hingga saat ini sebanyak 80 pasang. Mereka masuk kedalam sebuah komunitas yang terbilang cukup rapih dalam bermasyarakat.

"Keberadaanya tidak fulgar, hanya komunitas saja yang mengetahuinya. Kalau fulgar ada kekawatiran dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Mereka hidup bermasyarakat seperti biasa tidak ada perbedaan yang mencolok," katanya.

Dalam kehidupan seksnya, kata Hilman, para LSR ini bisa berperan ganda kadang jadi perempuan dan kadang jadi laki. "Untuk itulah kami terus melakukan pendampingan terhadap komunitas LSR ini, minimalnya jangan sampai merambah ke anak kecil. Kita selalu sosialisasikan kepada mereka segala resikonya," tegasnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, para LSR tersebut masuk komunitasnya dirasakan lebih nyaman. Kelainan ini tidak mudah teridentifikasi. Bahkan ada diantara LSR yang hidup memiliki keluarga dan memiliki anak.

"Kalau dirumah tentu mereka berperam sebagai suami, tapi kalau di komunitasnya kadang sebagai istri dan kadang sebagai suami. Kita tidak bisa melarang mereka. Hanya kita arahkan mereka agar tidak sampai mengarah kepada anak kecil. Cukup komunitasnya saja dan tidak melebar," katanya.

Sementara itu, Siti Asrofah (35) seorang warga Cipanas mengaku resah mana kala banyaknya warga negara asing terutama dari timur tengah yang memilih pasangan sejenis. "Saya baru dapat cerita dari teman saya yang menjadi broker. Saat ini para warga negara asing itu tidak lagi mencari perawan wanita, tapi yang di cari perawan laki-laki," kata Siti saat dihubungi terpisah.

Pihaknya mengaku, masyarakat sudah mulai resah dengan fenomena tersebut. "Jelas kita sudah mulai resah, memang tidak terang-terangan dan sulit untuk dilacak, karena tidak secara terbuka atau terang-terangan. Mereka prakteknya menggunakan sitem koneksi," jelasnya [KC-02]***.
KASUS pencabulan sepertinya saat ini sudah menjadi sesuatu yang ngetren. Tidak pandang bulu korbannya, laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun dewasa. Setiap hari kabar korban-korban pencabulan semakin berjatuhan.

Salah satunya yang terjadi di Cianjur. Kali ini pelakunya adalah MS (37) alias abang cilok. Pria yang berprofesi sebagai pedagang cilok keliling di Komplek BTN Gunteng, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur itu tega mencabuli Mawar (8), sebut saja begitu hanya dengan iming-iming uang Rp 2 ribu.

Biadapnya perbuatan bejat itu dilakukan abang cilok di kamar mandi di masjid yang ada di Komplek BTN Gunteng.

Menurut penuturan H (57), kakek Mawar,  pencabulan itu terjadi pada Sabtu 10 Mei 2014 sekitar pukul 16.30 WIB. Kala itu Mawar tiba-tiba pulang ke rumah dalam keadaan menangis dan menggigil. Mawar yang dikenal periang pun mendadak terdiam ketika berada di rumahnya.

"Saat pulang kerumah Mawar menangis sambil menunjukkan uang Rp 2 ribu yang didapatnya dari tukang cilok. Ketika ditanya uang itu buat apa, anaknya mengaku kalau habis dicabuli (kemaluannya dijilat tukang cilok). Tapi tidak sempat digituin karena ada yang mau sholat," ujar H ketika ditemui, Senin (12/5).

Ibarat disambar geledek mendengar cerita MAwar, tanpa membuang waktu ia segera melaporkan ke aparat kepolisian di Polsek Karangtengah pada, Minggu 11 Mei 2014 sekitar pukul 08.00. Polisi yang mendapatkan laporan langsung bertindak cepat dan mengamankan Abang Cilok.

"Kami ingin pelaku itu dihukum seberat-beratnya sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Ini perlu dilakukan untuk membuat efek jera dan tidak membuat warga resah kawatir terjadi hal serupa," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, penjaja cilok itu baru beroperasi di Komplek BTN Gunteng selama sebulan ini. Pelanggannya memang kebanyakan anak-anak sekitar komplek. Seperti yang diutarakan K (30) seorang warga di komplek BTN Gunteng.

"Pelaku memang baru menjajakan cilok di sini (BTN Gunteng).  Biasanya memang dia ngider siang dan sore dan suka mangkal di lapangan yang ada di komplek ini," ujar K seraya tak menduga kalau ternyata Abang Cilok itu melakukan aksi bejat.

Sepengetahuannya, Abang Cilok tinggal bersama anaknya di sebuah rumah kontrakan yang masih berada di wilayah Karangtengah. Istrinya bekerja sebagai tenaga kerja di luar negeri. "Informasi dari bosnya, pelaku ini memang baru dua bulan jadi tukang cilok," ujar K.

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, mengatakan, Abang Cilok sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencabulan. Tersangka akan dijerat dengan pasal 82 UU 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak.

"Ada dugaan mungkin korbannya lebih dari satu, tapi sejauh ini tersangka baru mengaku satu orang korbannya. Kami dalami apakah akan berkembang mengarah ke korban lainnya atau tidak," Dedy didampingi Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito, di Markas Polres Cianjur, Senin (12/5).

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang merasa anaknya menjadi korban pelecehan seksual untuk segera melaporkannya. Karena kasus perlindungan anak merupakan prioritas baik itu pelakunya maupun korbannya. "Sejauh ini, kasus seperti ini yang sudah kami tangani ada 12 perkara sejak Januari 2014. Kalau tahun lalu kita menangani 62 perkara," tegasnya [KC-02/g]***.
CIANJUR, [KC].- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) didesak untuk mendiskualifikasi sejumlah calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Cianjur terpilih pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 menyusul proses terpilihnnya caleg untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Cianjur untuk periode 2014-2019 itu diduga kuat telah melakukan kecurangan dalam pemenangannya.

Desakan terseput seperti diungkapkan Ketua Umum Aliansi Masyarakat Peduli Untuk Penegakan Hukum (AMPUH) Cianjur, Yana Nurzaman. Dikatakan Yana, kecurangan tersebut berasal dari dugaan masih adanya penggelembungan suara di daerah pemilihan (dapil) 1 dan di dapil 5 setelah dilakukannya validasi data.

Ditegaskan Yana, hasil dari validasi data formulir D1, DA1, dan DB1 (KPU) yang sudah dilaksanakan berdasarkan rekomendasi Bawaslu Provinsi Jawa Barat (Jabar) belum menyelesaikan karut marutnya pemilu di Kabupaten Cianjur.

"Memang dilakukan validasi, tapi tidak tidak dilakukan secara utuh, menyeluruh, dan terintegrasi sehingga masih menyisakan masalah. Justru kami menilai jika proses validasi yang dilakukan semata untuk menutupi kesalahan yang dilakukan penyelenggara pemilu saja," ujar Yana kepada sejumlah wartawan ketika menggelar jumpa pers di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Minggu (11/5).

Berdasarkan temuan Divisi Investigasi dan Olah Data AMPUH Cianjur, dugaan penggelembungan suara sah di dapil 1 sebanyak 351 suara dan dapil 5 sebanyak 678 suara. Angka tersebut diperoleh dari selisih suara semua partai politik (parpol) antara formulir DB ketika rapat pleno KPU Kabupaten Cianjur pada 20 April dan rekapitulasi suara sah seluruh partai parpol hasil validasi.

"Dari hasil data itu tertera di dapil 1 total suara sah seluruh parpol setelah validasi sebanyak 179.795. Sesuai model DB sebanyak 179.444 suara sah. Sedangkan di dapil 5 total suara sah setelah validasi sebanyak 224.255, pada model DB sebanyak 223.557," ujar Yana.

Atas dasar temuan tersebut pihaknya menilai, temuan itu merupakan kecurangan yang telah dilakukan sejumlah oknum caleg bekerjasama dengan penyelenggara pemilu. Semakin jelas dan terang jika sedikitnya empat caleg dari parpol yang berbeda melakukan kecurangan pemilu setelah dilakukan validasi suara.

"Kami meminta agar majelis hakim sidang etik DKPP menjatuhkan vonis seberat-beratnya kepada seluruh komisioner KPU dan PPK yang jelas-jelas diduga terlibat kongkalikong dalam rekapitulasi perolehan suara serta merekomendasikan agar caleg-caleg terpilih yang melibatkan diri dalam rekayasa hitam Pileg 2014 didiskualifikasi," katanya.

Secara terpisah Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, Azhar Sukmawan menuduh bahwa KPU Cianjur yang notabene sebagai penyelenggara pemilu diduga telah mencoreng pesta demokrasi dengan melakukan sejumlah pelanggaran. Hal ini menjadi pukulan telak bagi kepada unsur terkait dalam penyelenggaraan pemilu di Cianjur.

Salah satu yang telah dilanggar KPU menurut Azhar diantaranya pasal 2, pasal 194 ayat 1,2 dan 3, pasal 225 huruf f, serta pasal 229 ayat 1 dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD. "KPU tidak melaksanakan pemilu secara efektif dan efesien yang berdasarkan asas langsung umum bebas rahasia jujur dan adil," katanya [KC-02/g]***.


PELAKSANAAN Demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) sepertinya masih menjadi hal yang menarik bagi sebagian besar masyarakat. Bahkan saking menariknya Pemilu tersebut merambah ke tingkat Rukun Warga (RT)an.

Seperti yang terjadi di Kampung Kedung Hilir RT 01/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Untuk memilih ketua RT, dilaksanakan pemilihan secara langsung seperti halnya pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 yang baru saja berlangsung.

Ketua Panitia Pemilihan RT 01/RW 03 Desa Sukamanah, Bisri Mustofa mengatakan, pelaksanaan pemilihan RT secara langsung tersebut merupakan salah satu upaya untuk memilih pemimpin yang demokratis atas keterwakilan masyarakat.

"Selama ini tidak kita pungkiri masih banyak dalam penentuan atau pemilihan dan pengangkatan ketua RT itu dilaksanakan dengan penunjukan atau penetapan saja. Ada juga yang melalui perwakilan yang mengatasnamakan tokoh. Melihat kondisi itulah saya mencoba dengan hal lain yakni dengan Pemilu RT yang demokratis, karena melibatkan masyarakat langsung yang memenuhi persyaratan untuk memilih," kata Bisri Mustofa didampingi angotanya Mochammad Endang supyandi, Minggu (11/5/2014).

Dikatan Bisri, pelaksanaan Pemilu RT yang dilaksanakan tersebut tidan beda jauh dengan Pemilu Legislatif, maupun Pemilukada. Diawali dengan pendataan daftar pemilih sampai puncaknya pemilihan yang dilaksanakan secara langsung umum bebas dan rahasia.

"Kita juga melakukan penjaringan bakal calon, hingga sampai penetapan calon. Proses itu kami lakukan, meski waktunya terbatas. Kita harapkan partisipasi masyarakat bisa lebih baik dari pemilu sebelumnya," paparnya.

Berdasarkan pantaun pelaksanaan Pemilu RT 01/RW 03 Desa Sukamanah itu berlangsung sangat antusias. Hingga pukul 12.30 WIB masyarakat masih ada yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di komplek SDN Hegarmanah dengan menghadirkan tiga calon ketua RT masing-masing nomor urut 1 Tedi Setiadi, nomor urut 2 Didin Nurodin dan nomor urut 3 Ajat Sudrajat. Pukul 13.00 WIB pelaksanaan Pemilu RT itu akan ditutup dan dilanjutkan dengan penghitungan surat suara hasil pencoblosan [KC-02]***.