June 2014

CIANJUR,[KC],- Di akhir tahun pelajaran 2013/2014, SMP Negeri 1 Cilaku menggelar perayaan perpisahan kelas sembilan  dan kenaikan kelas bagi siswa siswi kelas tujuh dan delapan beberapa waktu lalu.
Tampak hadir  pada acara seremonial pembukaan, aparatur pemerintahan Desa Munjul dan Camat cilaku, Kapusbindik Kecamatan Cilaku dan Kabid Bina SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.
Sebagaimana layaknya yang sedang merayakan kemenangan setelah menempuh studi  tiga tahun di SMP Negeri 1 Cilaku, siswa laki laki tampak berpakaian rapi mengenakan jas, sementara perempuan mengenakan baju khas sunda kebaya. 
Usai sambutan yang berturut turut disampaikan ketua panitia wakil siswa kelas Sembilan, Kepala Sekolah, Kabid SMP dan Kapusbindik TK/SD Kecamatan Cilaku, sejumlah 190 siswa ini pun melakukan sungkeman sebagai bentuk bakti dan penghormatan serta tanda terimakasih kepada pihak sekolah dan komite serta dewan guru, yang diikuti dengan penyerahan secara simbolis  baju seragam siswa kepada ketua komite Mustopa Kamal.
Menurut Tuti Susilawati Kepala SMPN 1 Cilaku, anak didiknya yang dinyatakan lulus Ujian Nasional sejumlah 190 peserta, atau lulus seratus persen. “sebuah kegembiraan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi kami, bahwa pada tahun ini memperoleh peringkat ke 40 dari 208 sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Cianjur untuk capaian nilai dan kelulusan dengan nilai rata rata di atas delapan”ujar Tuti yang pernah meraih predikat guru berprestasi itu.
Sementara itu,  Keberhasilan sekolah dalam berbagai hal, menyangkut peningkatan pesat pembangunan dan pengembangan sarana prasarana maupun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) guru dan tenaga kependidikan di SMPN 1 Cilaku, diakui Mustopa kamal, SH ketua komite sekolah yang mewakili masyarakat dan orang tua siswa.
”Kami seluruh masyarakat dan atas nama orang tua wali siswa, menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih yang setinggi tingginya kepada Ibu Tuti Susilawati pimpinan SMP Negeri 1 Cilaku atas jasa jasanya yang tak terhingga meski kepemimpinannya belum genap 2 tahun, namun prestasi demi prestasi terus ditorehkan SMPN 1 Cilaku ini” kata Mustopa Kamal seraya mengisyaratkan tidak rela jika ditinggalkan mitranya ini. [KC.04]***
CIANJUR,[KC],- Pementasan seni sunda khas cianjuran, di era modern saat ini meski sudah jarang ditemui, dalam berbagai kesempatan pementasan hiburan atau hajatan, namun saat ini masih ada para seniman cianjur  yang memiliki kepedulian untuk mempertahankan jati diri seni tradisional warisan leluhur tersebut. Sebut saja keberadaan seni tradisional calung yang menyuguhkan hiburan atau berupa banyolan yang sangat komunikatif dengan para penontonnya, atau dapat kita temui juga pementasan kacapi suling khas cianjuran yang dilengkapi dengan tabuhan gendang, gong, hingga diiringi suara suling dan merdunya suara juru kawih.
Untuk melestarikan seni tradisional khas cianjuran khususnya, siapa lagi kalau bukan kita sebagai orang Cianjur. Hal tersebut diungkapkan Asep Juanda salah satu pelaku seni yang  saat ini menjadi komandan sanggar seni Kusumasari yang berdomisili di kampung Baru Cianjur.
Asep yang kini mengabdikan diri sebagai guru honorer di sebuah Sekolah Dasar, di sela berbagi ilmunya dengan peserta didik di sekolah, Asep juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan sanggarnya. Ia menguraikan sanggar yang dipimpinnya kini menyediakan fasilitas kursus penguasaan memainkan kacapi suling dan tari tradisional. Di sam ping itu sanggar Kusumasari yang dipimpin Asep juga melayani jasa pementasan upacara adat penyambutan, yang biasanya diawali dengan kehadiran lengser dan penampilan rombongan para penari hingga upacara sungkeman dan tradisi nyawer. 
     Asep menambahkan, sanggarnya yang kini telah berusia empat tahun kerap tampil memenuhi undangan pada upacara samenan, pernikahan, pameran, dan acara seremonial kenegaraan lainnya. “Alhamdulillah sanggar kami ini meski belum lama berdiri, namun telah menorehkan prestasi-prestasi diantaranya menjuarai seni silat, pupuh dan kawih. Saya berharap masyarakat luas untuk bersama sama melestarikan dan mengembangkan kesenian sunda yang ada di Cianjur” paparnya. [KC.04]***
Dalam teori pendidikan dikenal sebuah teori yang disebut dengan teori konstruktivisme.  Konstruktivisme itu sendiri tiada lain merupakan sebuah teori  tentang bagaimana seseorang belajar. Berdasarkan teori tersebut, seseorang mengkonstruksi sendiri pemahaman dan pengetahuan, melalui pengalaman yang diperolehnya, serta merefleksikan pemahaman dan pengetahuan itu  terhadap pengalaman-pengalaman tersebut. Sebagai contoh, ketika seseorang  menghadapi sesuatu yang baru, maka orang tersebut harus menyesuaikan hal-hal baru tersebut dengan ide-ide dan pengalaman lamanya. Kemungkinannya adalah, bahwa orang tersebut akan mengubah keyakinan lamanya karena ia yakin akan hal baru tersebut atau bahkan membuang  informasi baru tersebut karena dianggapnya tidak sesuai.  Dengan demikian, sesorang yang bertindak sebagai pembelajar merupakan kreator aktif dari pengetahuannya sendiri. Untuk dapat dikategorikan sebagai kegiatan pembelajaran berbasis konstruktivisme, maka pembelajar  - ketika ia  belajar - harus aktif bertanya, aktif melakukan eksplorasi serta aktif merefleksikan apa-apa yang diperolehnya dengan apa-apa yang diketahuinya.
Apabila teori tersebut di atas dikaitkan dengan kehadiran kurikulum 2013, maka, adalah sebuah keniscayaan bagi semua guru untuk menjadi guru konstruktifis. Kita ketahui bersama bahwa pendekatan pembelajaran pada kurikulum 2013 adalah scientific learning, yaitu pembelajaran yang lebih mengutamakan peserta didik untuk secara aktif mengamati sesuatu, aktif mencari tahu tentang sesuatu, aktif menalar, aktif melakukan sesuatu dan berani mencoba serta berani mengkomunikasikan hasil-hasil kegiatan belajarnya. Selain itu, segala sesuatu yang dipelajari oleh peserta didik haruslah sesuatu yang bernar-benar terkait erat dengan kehidupan mereka sehari-hari, dengan kata lain, harus bermakna. Oleh karena itu, guru pada era kurikulum baru ini harus menjadi guru yang mampu memfasilitasi para siswa untuk menjadi peserta didik yang konstruktifis, yaitu peserta didik yang dengan kegiatan belajarnya mereka mampu menghasilkan sesuatu – berupa ilmu pengetahuan, sikap serta keterampilan -  yang dapat dijadikannya sebagai senjata untuk memecahkan berbagai  permasalahan hidup yang kelak akan dihadapinya.


Terkait dengan paparan di atas, bagaimana seharusnya guru mengajar?
Untuk menjadi guru konstruktifis, maka hal yang pertama harus diubah adalah pola fikir guru itu sendiri. Guru pada era kurikulum 2013 dituntut untuk memiliki kesadaran yang tinggi bahwa ia bukan satu-satunya sumber belajar bagi para siswanya, bahwa tugas guru adalah sebagai fasilitator bagi para siswa untuk belajar – dengan demikian, kegiatan pembelajaran lebih terpusat pada aktifitas siswa, bahwa belajar dapat berlangsung di mana saja, bahwa semua orang dapat menjadi sumber informasi untuk belajar, bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai keberhasilan belajar, bahwa kegiatan pembelajaran itu harus kreatif, inovatif serta menyenangkan .
Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk mengantarkan peserta didik agar menjadi pembelajar konstruktif, diantaranya dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning),  pembelajaran berbasis projek (project based learning), dan pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning).
Barrows (Barrett, 2005) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah: “The learning that results from the process of working towards the understanding of a resolution of a problem”, yang artinya kurang lebih, PBL merupakan sebuah model pembelajaran yang mengedepankan upaya untuk memahami sebuah pemecahan terhadap sebuah permasalahan. Dengan demikian, menurut model pembelajaran tersebut seorang guru – dalam memfasilitasi para siswanya untuk belajar – terlebih dahulu menentukan topik untuk dipelajari dan topik tersebut dikemas dalam bentuk permasalahan, untuk kemudian permasalahan tersebut dicarikan pemecahannya melalui aktifitas kelompok. Barrett (2005) menyatakan bahwa: “Problems are not always how to do something immediately practical in professional practice. Problems can also be about how to understand something. Problems can be presented to students in a variety of formats including: scenarios, puzzles, diagrams, dialogues, quotations, cartoons, e-mails, posters, poems, physical objects, and video-clips”. Artinya, yang dimaksud masalah dalam PBL bukanlah harus selalu yang terkait dengan upaya untuk melakukan sesuatu secara langsung dan praktis mengenai hal-hal yang berhubungan dengan praktik yang bersifat profesi. Permasalahan yang disajikan kepada para siswa dapat beragam seperti skenario, teka-teki, diagram, dialog, kutipan, kartun, e-mail, poster, puisi, objek-objek fisik atau bahkan video klip.
Selanjutnya, Barrett menyebutkan bahwa pada dasarnya langkah-langkah kegiatan pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut:
  1. Langkah pertama, para siswa dihadapkan dengan sebuah permasalahan,Langkah kedua, para siswa mendiskusikan masalah tersebut dalam kelompok kecil tutorial PBL. Mereka mengklarifikasi fakta-fakta dari kasus tersebut. Mereka mendefinisikan apa sebenarnya masalah tersebut. Mereka melakukan penggalian ide-ide berdasarkan pengetahuan terdahulu yang dimilikinya. Mereka mengidentifikasi apa-apa yang mereka butuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut dan apa-apa yang mereka tidak ketahui (isu-isu belajar). Mereka berargumentasi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Mereka merinci sebuah rencana tindakan untuk memecahkan permasalahan tersebut.
  2. Langkah ketiga, para siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran mandiri untuk mencari jawaban atas permasalahan sebagaimana disajikan, di luar tutorial. Adapun sumber-sumber informasi yang disediakan untuk mereka dapat berupa perpustakaan, data base, internet atau sumber daya manusia.
  3. Langkah keempat, mereka kembali ke dalam kelas PBL (tutorial) untuk berbagi informasi, melakukan peer teaching dan berdiskusi tentang bagaimana upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut.
  4. Langkah kelima, mereka mempresentasikan dan mendiskusikan upaya-upaya yang mereka dapatkan sebagai langkah dalam memecahkan permasalahan sebagaimana telah diajukan pada langkah pertama.
  5. Langkah keenam, mereka meriviu apa-apa yang telah mereka pelajari dari upaya yang telah dilakukannya untuk memecahkan permasalahan yang telah diajukan.
Semua siswa berpartisipasi dalam proses pembelajaran ini, terlibat secara aktif dalam upaya pemecahan masalah, serta ikut serta dalam melakukan riviu. Dengan kata lain, semua orang berkontribusi dalam proses pembelajaran, sejak awal sampai akhir.
Melalui pembelajaran tersebut, sangat banyak karakter yang dapat terbangun seperti kerja-sama, tanggung-jawab, ketelitian, sifat selalu ingin tahu, jujur, percaya diri, rajin/tekun, dan lain-lain.
 Model pembelajaran berikutnya adalah model pembelajaran berbasis projek. Adderley dalam Helle, Tynjala dan Olkinuora (2006) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis projek adalah:
  1. Pembelajaran yang meliputi pemecahan terhadap permasalahan, yang seringkali – walaupun tidak selalu – permasalahan tersebut ditentukan oleh para siswa.
  2. Kegiatan pembelajaran yang melibatkan inisiatif pemecahan masalah yang dilakukan oleh para siswa atau kelompok siswa melalui berbagai aktifitas pembelajaran.
  3. Kegiatan pembelajaran yang menghasilkan produk, misalnya tesis, laporan, desain perencanaan, program komputer, model, dan lain-lain.
  4. Kegiatan biasanya berlangsung dalam tempo yang cukup panjang.
  5. Guru biasanya lebih berperan sebagai advisor daripada sebagai pengajar, yang terlibat pada tehap-tahap kegiatan tertentu atau keseluruhan tahap kegiatan – seperti menginisiasi, mengatur  kelancaran kegiatan dan pembuatan kesimpulan.
Dengan demikian, kegiatan pembelajaran berbasis projek pada dasarnya merupakan kegiatan  yang ditujukan untuk menghasilkan produk tertentu, bisa dalam bentuk tulisan, atau karya tertentu seperti program komputer, karya seni dan lain-lain. Topik dari projek yang akan dilaksanakan pada dasarnya dapat diusulkan oleh peserta didik, oleh guru atau merupakan ide bersama antara peserta didik dan guru.
Kegiatan projek ini akan sangat bermanfaat bagi peserta didik dalam melatih dirinya untuk memiliki sikap kreatif, inovatif, tekun, bertanggung-jawab, jujur, demokratis mandiri serta bertanggung-jawab, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan era global.
Model pembelajaran selanjutnya adalah discovery learning atau pembelajaran berbasis penemuan. Menilik katanya saja kita dapat menyimpulkan bahwa discovery learning merupakan model pembelajaran yang diorientasikan pada upaya untuk mendorong peserta didik agar dengan aktifitas pembelajarannya mereka mampu menemukan sesuatu berupa konsep, teori atau prosedur. Menurut Bruner, discovery learning merupakan sebuah teori pembelajaran yang dikemukakan oleh para konstruktivis dan berbasis pada penyelidikan (inquiry), serta dilakukan pada situasi pemecahan permasalahan, dimana pembelajar menggunakan pengalaman lamanya serta pengetahuan yang dimilikinya untuk menemukan fakta dan keterkaitannya serta kebenaran baru untuk dipelajarinya. Para siswa berinteraksi dengan dunia dengan cara mengeksplorasi dan memanipulasi objek-objek, menyelidikinya dengan pertanyaan-pertanyaan serta hal-hal yang bersifat kontroversi, atau bahkan dengan melakukan sebuah percobaan. Hasilnya, para siswa akan lebih mengingat konsep yang ditemukannya sendiri. Beberapa model yang tergolong discovery learning diantaranya adalah penemuan dengan bimbingan (guided discovery), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis simulasi (simulation based learning), pembelajaran berbasis kasus (case based learning),  dan pembelajaran insidental (incidental learning).
Menurut para pendukungnya, model pembelajaran berbasis penemuan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya: Dapat mendorong para siswa untuk terlibat secara aktif, meningkatkan motivasi peserta didik, meningkatkan kemandirian dan tanggung-jawab peserta didik, meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah, merupakan pengalaman belajar yang dapat mengkonstruksi pengetahuan, sikap dan keterampilan (tailored learning).
Selamat mencoba!!!
CIANJUR, [KC].- Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Cianjur tengah berupaya mengejar target 30 persen lahan terbuka hijau di areal perkotaan. Pasalnya lahan terbuka hijau yang ada saat ini terbilang masih sangat minim. Padahal keberadaanya sangat dibutuhkan bagi masyarakat.
"Kita tengah berupaya mengejar target menjadikan sejumlah tempat menjadi hutan kota. Kita akui saat ini keberadaan lahan terbuka hijau masih sangat minim. Kita baru ada sekitar 12 persen, target kita 30 persen kita memiliki lahan teua hijau," kata Kepala Dishutbun Kab. Cianjur Moch Ginanjar saat ditemui dilahan terbuka hijau disamping Pasar Muka Cianjur, Minggu (29/6).
Dikatakan Ginanjar, upaya untuk menambah lahan terbuka hijau tersebut juga bersambut oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainya seperti Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim). Ada program dari kementerian perumahan mengenai program kota hijau.
"Daerah saat ini tinggal menyiapkan lahan, nanti biayanya dari pusat. Kita harus menyiapkan lahan sekitar 109 hektar, ini masuk diwilayah perkotaan," kata Ginanjar.
Selain itu, sejumlah lahan disejumlah titik diseputaran Cianjur direncanakan akan dijadikan lahan terbuka hijau, semisal bekas eks Pasar Induk Cianjur yang terbakar. "Mudah-mudahan Pasar Induk kedepan bisa dibuatkan DED (desagn enginering detail), sehingga rencana itu bisa terwujud," paparnya.
Selain Pasar Induk Cianjur, lahan yang kini tengah diupayakan untuk dijadikan lahan terbuka hijau adalah lahan seluas 1,9 hektar di Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Lahan yang semula akan dipergunakan untuk pembangunan kantor Badan Kepegawaian dan Pelatihan Daerah (BKPD) Kab. Cianjur.
"Lahan itu sekarang sedang kita tanami untuk dijadikan hutan kota atau lahan terbuka hijau. Kita juga akan berupaya memohon sejumlahan yang ditengarai masih bersengketa untuk dijadikan lahan terbuka hijau diseputaran kota Cianjur," tegas Ginanjar.
Dengan adanya sejumlah lahan yang dijadikan lahan terbuka hijau, Ginanjar optimis target 30 persen keberadaan lahan terbuka hijau di kota Cianjur bisa terwujud hingga tahun 2030. "Kita optimis tercapai, meski saat ini kita baru memiliki lahan terbuka hijau berupa hutan kota babakan karet 11 hektar, Muka 1 hektar, Abdullah bin Nuh 1,9 hektar dan didekat Unsur. Semuanya secara bertahap bisa dilaksanakan," katanya optimis [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur siap melaksanakan penghitungan ulang formulir C-1 plano di 11 desa/kelurahan di Kec. Cianjur sebagaimana putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK)Nomor 10-7-12/PHPU-DPR-DPRD/XII/2014 yang diputuskan dalam sidang pleno terbuka MK pada Kamis (26/6) sekitar pukul 23.16 WIB.
"Intinya kami siap melaksanakan putusan MK itu bahwa ada jeda waktu 10 hari setelah terbitnya putusan untuk dilaksanakan. Saat ini kami tengah menyusun jadwal tahapan untuk penghitungan ulang itu," kata Divisi Hukum KPU Cianjur Selly Nurdinah saat dihubungi, Minggu (29/6).
Menurut Selly, pelaksanaan penghitungan ulang tersebut difokuskan hanya untuk perolehan suara tiga calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk nomor urut 2, 3 dan 7 dari Partai Demokrat. Meski demikian sudah barang tentu akan menghitung perolehan suara lainnya dari caleg partai yang sama.
"Amanat MK itu untuk penghitungan ulang ketiga caleg DPRD Provinsi dari Partai Demokrat. Hasilnya tergantung penghitungan ulang nanti, kita tidak bisa berandai-andai, hasil akhirlah yang akan menentukan apakah ada perubahan suara dan perubahan caleg atau tidak," kata Selly.
Ia juga menegaskan bahwa penghitungan ulang C-1 plano untuk 11 desa/kelurahan di Kec. Cianjur itu akan dilaksanakan ditingkat provinsi. "Kita terus melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi, tempat penghotungan ulangnya akan dilaksanakan di provinis. Yang pasti penghitungan tersebut tidak akan mengganggu tahapan Pilpres yang tengah berlangsung," katanya.
Sebagaimana surat putusan MK yang memerintahkan kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melaporkan pelaksanaan putusan dalam jangka waktu paling lambat 10 hari. Adapun putusan itu dibacakan sembilan hakim konstitusi, yakni Hamdan Zoelva selaku ketua merangkap anggota, Arief Hidayat, Ahmad Fadlil Sumadi, Maria Farida Indrati, Aswanto, Muhammad Alim, Anwar Usman, Patrialis Akbar, Dan Wahududdin Adams.
Selain itu, KPU Kabupaten Cianjur juga diperintahkan untuk melakukan koreksi sampai pada tingkat penghitungan DA-1 di 11 desa/kelurahan. Adapun 11 desa/kelurahan itu, yakni Bojongherang, Sukamaju, Babakan Karet, Sayang, Mekar Sari, Sawah Gede, Muka, Nagrak, Limbangan Sari, Pamoyanan dan Solokpandan [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
PAPAJAR, kalimat itu tentu sudah tidak asing bagi warga masyarakat Kab. Cianjur. Papajar merupakan satu tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Cianjur menjelang datangnya bulan ramdhan. Masyarakat biasa memanfaatkan untuk berkumpul bersama dengan mendatangi lokasi objek wisata.
Belum diketahui persis sejak kapan masyarakat Cianjur mulai mengenai Papajar. Hanya saja tradisi tersebut ibarat kulit dan daging yang telah melakat. Bahkan ada sebagian anggapan yang menyebut bahwa puasa tidak afdhol kalau sebelumnya tidak melakukan Papajar.
Namun yang jelas, beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, papajar berasal dari kata fajar yang berarti sinar. Jika dikaitkan dengan makna bulan Ramadan, papajar berarti menyambut sinar yang akan segera terbit. Sama maknanya dengan Puasa,yang pada pelaksanaannya diawali sebelum terbitnya fajar, dan diakhiri dengan terbenamnya matahari.
Ketua Lembaga Kesenian Cianjur (LKC) Denny Rusyandi, memiliki catatan mengenai awal mula asal muasal Papajar yang kini telah menjadi tradisi tahunan bagi warga masyarakat Cianjur itu. Hanya saja Papajar saat ini sudah sangat jauh bergeser dari asalnya.
"Kalau dulu tradisi Papajar itu dilakukan warga masyarakat Cianjur menjelang datangnya bulan puasa dengan berduyun duyun datang ke alun-alun Cianjur didepan masjid Agung. Mereka datang berkumpul bersama alim ulama' termasuk dalem Cianjur (bupati) juga ikut," kata Denny saat dihubungi, Jum'at (27/6).
Masyarakat yang berkumpul di alun alun masjid Agung Cianjur itu membawa berbagai bekeul (perlengkapan) termasuk makanan. Mereka sambil melantunkan puji-pujian dan dzikir sambil menununggu pengumuman dari imam masjid agung mengenai datangnya bun ramadhan.
"Yang datang dari penjuru masyarakat Cianjur, mereka juga bersilaturahmi. Setelah mendapatkan pengumuman datangnya bulan puasa, masyarakat kembali kewilayahnya masing-masing," katanya.
Makna Papajar sendiri kata Denny tidak jauh berbeda dengan puasa. "Puasa kan diawali dengan terbitnya fajar dan diakhiri terbenamnya matahari. Tidak jauh berbeda dengan tradisi papajar dimana makna ini mengandung arti menjemput fajar," sebutnya.
Lebih jauh Denny mengatakan, arti penting makna papajar itu sendiri ialah silaturahmi, baik antara sesama keluarga, maupun dengan rekan satu profesi. Ajang papajar dapat juga dijadikan alat untuk lebih mendekatkan diri antar sesama.

"Kita akui memang Papajar yang sekarang sudah jauh bergeser, kalau dulu berkumpulnya di aluin-alun masjid Agung, sekarang berkumpulnya lebih kepada kelompok atau keluarga dengan tujuan ke tempat wisata. Namun roh silaturahminya masih tetap terjaga," tegasnya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








CIANJUR, [KC].- Puncak peringatan hari anti narkoba se dunia di Kab. Cianjur dilakukan dengan apel siaga bersama memerangi bahaya penyalahgunaan narkoba. Apel yang dilaksanakan didepan pendopo Pemkab Cianjur, Kamis (26/6) itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kab. Cianjur Oting Zaenal Mutaqin.
Menurut Oting, hari anti narkoba internasional diperingati oleh PBB untuk melawan penyalahgunaan obat-obatan dan penjualan obat secara ilegal. Peringatan ini dimulai pada 26 Juni 1988. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati pengungkapan kasus Lin Zexu berupa perdagangan opium di Humen, Guangdong, sebelum Perang Opium. Pencanangan tersebut berupa dikeluarkannya resolusi PBB 42/112 pada 7 Desember 1987.
"Saat ini meski upaya luas masyarakat internasional untuk memerangi ancaman dan bahaya dari narkoba, namun berbagai bukti menunjukkan bahwa barang haram ini masih tetap menjadi ancaman utama bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya pemuda," tegas Oting disela kegiatan apel bersama.
Dikatakan Oting, poin penting dari penentuan 26 Juni sebagai hari anti narkoba internasional adalah memperjelas perang terhadap penyebaran barang haram ini di dunia khususnya fenomena kecanduan dan dampak berbahaya lain dari narkoba. 
Kecanduan kata Oting merupakan sebuah penyakit sosial yang disertai dengan kerusakan fisik dan mental. Akibat dari kecanduan ini, berbagai negara harus mengeluarkan anggaran besar untuk menanganinya. Oleh karena itu, pantas jika kecanduan narkoba dapat disebut sebagai salah satu kendala utama sosial dan ekonomi masyarakat.

"Dampak dari kecanduan narkoba juga menjadi ancaman serius bagi umat manusia. Hal ini dikarenakan kecanduan narkoba akan menyebabkan kemunduran sebuah masyarakat di berbagai bidang dan daya rusaknya membuka peluang hancurnya berbagai nilai, budaya serta moral termasuk meluasnya kejahatan sosial," katanya. 
Sementara itu, instabilitas politik, rendahnya penghormatan terhadap undang-undang, rendahnya standar hidup telah mendorong laju pertumbuhan opium dan kokain di negara-negara produsen. Hal ini juga berpengaruh pada kian meningkatnya penyelundupan narkoba di tingkat internasional.
"Padahal sepertinya konsumsi narkoba seperti heroin dan kokain di sejumlah negara dunia mengalami penurunan, namun di sisi lain konsumsi obat-obatan dan obat psikoaktif justru semakin meningkat," jelasnya.
Obat psikoaktif baru yang bahkan dijual bebas seperti melalui internet. Dari sisi keamanan dan standarisasi, obat-obat seperti ini belum teruji. Oleh karena itu, obat tersebut dapat lebih berbahaya dari narkoba tradisional seperti kokain dan heroin.
"Meski konsumsi narkoba di setiap usia dapat berujung pada kencanduan, namun hasil riset menunjukkan bahwa semakin dini usia konsumen narkoba maka potensi untuk menjadi pencandu semakin besar pula. Oleh karena itu, jaringan narkoba internasional membidik pasar usia muda dan remaja di berbagai negara dunia," tandasnya.
Menurut mantan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kab. Cianjur itu menyebutkan ada sejumlah faktor yang mendorong seseorang untuk mengkonsumsi narkoba, mulai dari faktor biologi, penyakit mental, hubungan tak harmonis di keluarga, korban pelecehan seksual dan lain-lain. 
Konsumsi narkoba selain menurunkan tingkat sensitifitas dan perasaan seseorang juga dapat merusak kehormatan serta sifat-sifat terpuji manusia. Kecanduan barang haram ini juga dapat merusak badan seseorang. Berbagai penyakit berbahaya seperti AIDS, Hepatitis dan tetanus sangat rentan bagi para pecandu narkoba.
Menurut Oting, narkoba juga menyebabkan penyakit kronis seperti sesak nafas, bronkitis, dan kerusakan pencernaan. Kecanduan juga menyebabkan tidur seseorang terganggu, kerusakan otak, daya ingat dan amnesia. Tak hanya itu, tingkat stress seseorang pun meningkat  dan ratusan ancaman kejiwaan lainnya. 
"Upaya untuk memerangi penyebaran narkoba dan meluasnya kecanduan barang haram ini, masyarakat internasional sepakat bahwa mengingat kecanduan termasuk penyakit, solusi terbaik adalah memberi penerangan kepada masyarakat akan bahaya obat-obatan terlarang ini serta melibatkan mereka dalam memeranginya. Wajar jika sensitifitas tinggi lembaga kemasyarakatan khususnya institusi keluarga terhadap narkoba dan kecanduan barang haram tersebut akan sangat berpengaruh pada rehabilitasi para pecandu," tegasnya. [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Setelah selama setahun dalam pelarian, akhirnya DA (32), tersangka dugaan korupsi bantuan Kebun Bibit Rakyat (KBR) tahun 2012 akhirnya berhasil dtangkap oleh tim gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Tersangka ditangkap petugas saat keluar dari sebuah gang di Jalan HOS Cokroaminoto, Selasa (24/6).
Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Cianjur, Sulisyadi, mengatakan, DA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan bantuan KBR tahun 2012 sejak Januari 2013 setelah pihak Kejaksaan melakukan serangkain pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Namun tersangka DA tidak pernah hadir dalam pemeriksaan selama empat kali yang di lakukan Kejari Cianjur.
Dikatakan Wahyudi, bantuan KBR yang diduga diselewengkan itu merupakan bantuan yang berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum dan Ciliwung. BPDAS Citarum dan Ciliwung memberikan bantuan untuk 33 kelompok tani (poktan) pada 2012 yang nilainya Rp 1.650.000.000. Dari 33 kelompok, 10 di antaranya mengajukan proposal dengan bantuan DA.
Para kelompok tersebut kemudian di verifikasi oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Cianjur. Termasuk 10 kelompok yang difasilitasi oleh DA. Ke 33 kelompok tersebut akhirnya mendapatkan bantuan masing-masing kelompok mendapatkan Rp 50 juta.
"Merasa berhasil memfasilitasi, DA lantas meminta bagian sebanyak 20 persen dari bantuan yang telah diberikan kepada sepuluh poktan tersebut. Sehingga kerugian negara akibat ulah DA mencapai Rp 100 juta. DA dijerat pasal 2 UU No 31 1999 junc to UU No 20 tahun 2001 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujar Sulisyadi.
Untuk sementara, kata Sulisyadi, belum ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Namun pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengetahui ada yang lain atau tidaknya pihak lain yang terlibat. "Berdasarkan berita acara pemeriksaan memang belum ada (Tersangka lain. Red)," ujar Sulisyadi didampingi Kasi Intel Melly S Ginting.
Sementara itu, DA terkesan menghindar ketika akan dikonfirmasi sejumlah wartawan. DA terlihat secara buru-buru memilih masuk ke dalam mobil anvanza Kejari Cianjur yang terparkir di halaman kantor. DA pun selanjutnya dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Cianjur.
"Persidangannya tetap akan dilakukan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor). Apalagi kasus ini sudah masuk tahap kedua, yakni penyerahan barang bukti penyidik ke penuntut umum," ujar Kasi Intel Melly S. Ginting [KC-02/mg]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Dalam upaya mendukung pelaksanaan pelestarian nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, perlu menggiatkan kembali kegiatan gotong royong masyarakat yang mengikutsertakan seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan yang ada.

Demikian ditegaskan Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh disela kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke XI dan Pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-42 Tingkat Kab. Cianjur Tahun 2014 dan Peringatan Hari Keluarga Nasional XXI, di Bale Rancage Cianjue, Rabu, (25/6).

"Untuk itulah, sesuai dengan perubahan paradigma saat ini, proses perencanaan partisipatif yang mengakomodir seluruh kepentingan pelaku pembangunan khususnya masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan," kata Tjetjep.

Tjetjep mengharapkan, kegiata tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan tingkat swadaya dan kegotongroyongan yang selama ini sudah menjadi tradisi masyarakat khususnya di Kabupaten Cianjur.

Sementara terkait dengan Hari Kesatuan Gerak PKK, Tjetjep mengatakan, bahwa kegiatan itu juga tidak kah pentingnya sebagai model atau arena pembelajaran dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga yaitu bagaimana mengaplikasikan program PKK sebagai bentuk partisipasinya dalam pembangunan.

"Tentunya semua itu hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakt, yakni dalam upaya mewujudkan keluarga sejahtera," tegas Tjetjep [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Menggeliatnya iklim investasi di Kabupaten Cianjur dalam lima tahun terakhir selain mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat, ternyata juga berdampak kurang baik bagi keberlangsungan lahan produktif. Tidak sedikit keberadaan sejumlah pabrik tersebut berada dilahan produktif.
"Kita ingin investasi itu tidak berada dilahan produktif atau irigasi tekhnis. Tapi faktanya sampai saat ini sejumlah pabrik berdiri diatas lahan produktif. Tentu saja ini akan berdampak pada hasil produksi padi jika lahan pengganti tidak maksimal," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kab. Cianjur, Yanto Hartono, Rabu (25/6).
Untuk itulah, pihaknya mendorong agar pengantian untuk pencetakan sawah baru itu bisa maksimal. Sehingga dalam jangka waktu panjang tidak akan mengurangi produksi padi. "Tidak hanya jumlah lahannya yang kita butuhkan, tapi juga kwalitasnya, karena kita butuh hasil pertanian yang maksimal," tegasnya.
Untuk mengamankan keberlagsungan lahan pengganti dari pihak investor yang melakukan investasi perlu adanya aturan bahwa harus masuk menjadi aset daerah. Itu untuk memudahkan mengontrol jika ternyata lahan pengganti itu kebali berubah fungsi.
"Harusnya masuk kedalam aset daerah, agar lebih aman dan mudah mengontrolnya," kata Yanto seraya mengaku bahwa banyaknya investasi dilahan irigasi tekhnis tersebut belum berdampak pada produksi padi di Cianjur.
Secara terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kab. Cianjur, Yony Raleda meminta agar pemerintahan ditingkat desa dan kecamatan lebih pro aktif ketika ada investor yang datang untuk berinvestasi. Pihaknya meminta agar investor tersebut diarahkan ke Distarkim.
"Jangan sampai ada investor datang mau berinvestasi tidak ada yang mengarahkan, main pembebasan lahan saja. Tapi ternyata saat akan dibangun, ternyata lahan tersebut masuk dalam zona terlarang. Siapa yang rugi, tidak hanya pengusaha, pemerintah dan masyarakat juga dirugikan," kata Yoni terpisah.
Dengan diarahkan ke Distarkim, pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan daerah mana saja yang boleh dibangun sesuai dengan tata ruang yang ada. "Kan enak, kalau investar mengetahui zona mana yang dilarang dan diperbolehkan, jika mau investasi tidak akan sia-sia. Karena pernah terjadi ada investor yang main pembebasan lahan, tapi saat mengajukan perijinan ternyata lokasi lahan itu zona terlarang, ini jangan sampai terjadi," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Kejaksaan Negeri (Kejari) akan menindaklanjuti adanya dugaan penggelembungan harga alat mesin pertanian (alsintan) yang diterima para kelompok tani di Kabupaten Cianjur. Hal itu mengingat adanya selisih harga yang mencolok dalam pembelian traktor dengan harga pasaran.

"Kita akan pelajari dulu persoalannya seperti apa, yang jelas semuanya akan melalui proses," ujar Kasi Intel Kejari Cianjur, Melly Suranta Ginting ketika dihubungi, Selasa (24/6).

Divisi Hukum dan Investigasi Institute Social Economic and Development, Ahmad Anwar, mengatakan, penegakan hukum wajib dilakukan terhadap dugaan pengelembungan harga traktor itu. Jika ditemukan indikasi korupsi maka Kejari Cianjur harus secepatnya melakukan pengusutan secara utuh.

"Kejaksaan mesti proaktif. Karena ini berbicara tentang persoalan petani. Traktor adalah alat produksi petani yang sangat dibutuhkan," ujar Ahmad ketika ditemui terpisah.

Ahmad menambahkan, jika memang terindikasi tindak pidana korupsi, maka Kabupaten Cianjur terjadi darurat korupsi. Pasalnya hampir setiap sektor di Kabupaten Cianjur terjadi tindak pidana korupsi terendus. Apalagi instansi terkait tidak mau terbuka terkait dengan dugaan penggelembungan harga itu.

"Hak petani harus dibela, jangan sampai Kejari Cianjur menganiaya para petani. Seharusnya para petani memiliki hak lebih akhirnya terpotong karena kepentingan oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini tidak bisa didiamkan," ujar Ahmad [KC-02/mg]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Kepala Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPBTPH) Kecamatan Naringgul, Encip yang disebut-sebut sebagai pihak yang mendapatkan uang cash back atas pembelian mesin traktor bantuan sosial (Bansos) SRI (system of rice intensification) dari Kementerian Pertanian di Kabupaten Cianjur juga membantahnya.
"Itu kabar yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu kabar darimana asalnya, saya ini hanya Kepala Balai ditingkat kecamatan, pekerjaanya saya sebatas wilayah kecamatan saja. Sekali lagi saya tegaskan bahwa kabar saya menerima uang cas back itu tidaklah benar," kata Encip saat dihubungi melalui pesawat telponnya.
Meski tidak mengakui menerima uang cash back pembelian traktor, tapi ia mengaku mendapat kepercayaan untuk mendistribusikan bantuan alsintan (alat mesin pertanian) tersebut ke para kelompok tani. Itupun diakuinya berdasarkan hasil musyawarah dari berbagai pihak.
"Berdasarkan kesepakatan disetujui biaya transport pengiriman traktor itu sampai ditempat sebesar Rp 350 ribu per unit. Tapi karena ada kendala, kami hanya dapat mengirimkan hingga ke Balai dan uang transport kami kembalikan sebesar Rp 100 ribu," kata Encip.
Diberitakan sebelumnya, harga alat mesin pertanian (Alsintan) traktor yang diterima para kelompok tani bantuan sosial (Bansos) SRI (system of rice intensification) dari Kementerian Pertanian di Kabupaten Cianjur diduga di mark up oleh oknum di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH). Setiap kelompok tani diwajibkan membayar Rp 18.850.000,- per unit untuk jenis G-600. Padahal harga ditoko dengan merk dan spech yang sama harganya hanya mencapai Rp 17.000.000,- per unit.
"Kita sebelumnya sudah mengecek kebeberapa toko, ternyata harganya jauh lebih murah dengan kondisi merk dan jenis traktor yang sama. Toko tersebut memberikan harga Rp 17.000.000,-, itupun masih ada cash back sebesar Rp 100.000," kata H. Yedi Mulyadi (36) sekretaris Kelompok Tani di Kampung Babakan Cadot Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang saat dihubungi, Senin (23/6).
Pihaknya sangat menyangkan adanya mark up harga yang terbilang sangat mencolok. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa setelah bantaun diterima akan langsung dibelanjakan ke toko.
"Kenyataanya berbeda, kami sudah di drop traktor terlebih dahulu meski bantuanya belum cair. Itupun harus kami ambil dengan ongkos sendiri. Saat bantuan sudah cair, kami bermaksud mau bayar, ternyata harganya berbeda jauh dengan harga pasaran, ini jelas merugikan bagi para petani," katanya.
Dikatakan Yedi, dengan kelebihan Rp 1.850.000,-, jika uang tersebut diberikan kepada para petani bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainya. "Itu jelas sangat berharga bagi kami para petani. Sempat juga kami tanyakan cash back itu kepada pihak toko, tapi tidak diberikan dengan alasan sudah diambil oleh orang dinas," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Jadwal pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) di Kabupaten Cianjur terlambat. Biasanya sudah bisa dilaksanakan sejak 22 Mei, tahun ini pelunasan ONH tersebut baru bisa dilaksanakan mulai 11 Juni hingga 9 Juli 2014.
Keterlambatan jadwal pelunasan ONH pada tahun 2014 ini berdampak pada pembuatan paspor bagi para jamaah. "Kami tidak tahu persis kenapa jadwal pelunasan ini jadi terlambat, pembuatan pasporpun jadi terlambat," kata Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur Hipni saat ditemui, Selasa (24/6).
Diakui Hipni, hingga saat ini pihaknya baru mengirim berkas jamaah haji untuk pembuatan paspor. Itupun belum bisa dilakukan semuanya, karena terkait dengan kesiapan administrasi para jamaah.
"Baru sekitar 300 berkas jamaah yang sudah kami kirimkan ke kantor Imigrasi Sukabumi untuk dibuatkan paspor pada Kamis (19/6). Saat ini kami tengah menunggu jadwal dari kantor imigrasi untuk proses pembuatannya," kata Hipni.
Pada tahun 2014 ini, jumlah jamaah haji yang akan berangkat ke tanah suci Mekah mencapai 1.146 jamaah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 orang merupakan jamaah tunda yang tidak bisa berangkat pada tahun lalu. Mereka telah memiliki paspor, sisanya masih dalam proses pemberkasan persyaratan untuk pembuatan paspor.
"Kita harapkan pada bulan ramadhan ini bisa semuanya selesai. Para jamaah telah memiliki paspor semuanya. Semua itu tergantung kelengkapan berkas para jamaah. Makanya kami terus menghimbau kepada KBIH agar menghimbau jamaahnya agar segera menywerahkan berkas ke kami yang akan kami sampaikan ke imigrasi," harapnya.
Dikatakan Hipni, pada tahun ini jumlah jamaah haji yang berasal dari PNS mengalami kenaikan. Jumlahnya mencapai sekitar 250 jamaah. Kebanyakan berasal dari lingkungan pendidikan. "Tidak bisa dipungkiri ini dampak dari adanya sertifikasi, banyak para guru PNS yang mendaftarkan ibadah haji dari uang sertifikasi," katanya.
Hingga bulan Juni 2014, jumlah calon jamaah haji di Kabupaten Cianjur yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) mencapai 10 ribu lebih. Mereka akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah hingga 2020.
"Kalau melihat jumlah yang masuk dalam waiting list, memang sangat banyak. Itu baru tuntas pemberangkatanya pada 2020 mendatang. Hingga saat ini kami belum bisa memastikan, itu hanya perkiraan jika melihat pemberangkatan dari tahun ke tahun," katanya.
Meski jumlah calon jamaah haji yang masuk waiting list cukup banyak, masyarakat yang mendaftar untuk beribadah haji masih saja terus mengalir. Hanya saja saat ini jumlahnya relatif sedikit. Hal itu akibat pihak perbankan mencabut subsidi pinjaman bagi para calaon jamaah haji.
"Kalau biasanya sampai ngantri-ngantri yang mendaftar, sejak perbankan mencabut subsidi, paling dalam sehari hanya ada satu orang, bahkan pernah dalam sehar kosong tidak adayang mendaftar. Tapi petugas kami tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang ingin mendaftar haji," katanya [KC-02]**.
- Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Menjelang ramadhan dan Pemilihan Presiden (Pilpres)tahun 2014, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai peredaran uang palsu (upal). Diindikasikan peredaran upal akan meningkat.

Demikian ditegaskan Kapolres Cianjur AKBP, Dedy Kusuma Bakti, Senin, (23/6/2014). "Transaksi menggunakan uang dipastikan terjadi peningkatan seiring dengan meningkatnya kebutuhan warga dan terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan pilpres nanti" kata Dedi.

Pihaknya berharap, para pedagang agar waspada ketika menerima uang kertas nominal terutama pada malam hari. Karena dikhawatirkan uang tersebut terindikasi palsu.

Namun demikian,, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait dengan peredaran uang palsu di Kabupaten Cianjur. Maka dari itu, warga diminta untuk melaporkannya jika menemukan uang yang terindikasi palsu.

"Sejauh ini belum ada laporan resmi, langkah-langkah antisipasi sudah kami lakukan dengan menguatkan fungsi reskrim dan intel untuk mendeteksinya," ujar Dedy.

Meski belum ada laporan dan temuan, pihaknya memprediksikan Kabupaten Cianjur besar kemungkinan menjadi sasaran oknum pengedar upal. Mengingat Kabupaten Cianjur merupakan daerah perlintasan dari berbagai daerah.

"Bisa saja terjadi, kuncinya adalah, dilihat, diraba, diterawang dan tidak ada salahnya juga jika pedagang memiliki senter khusus untuk melihat watermark yang biasanya ada di uang pecahan kertas, agar uang palsu bisa terdeteksi," kata Dedy.

Dedy menambahkan, biasanya upal yang beredar itu pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Namun tak menutup kemungkinan peredaran upal pecahan dengan nominal di bawah Rp 50 ribu pun bisa terjadi.

"Kalau melihat kasus yang pernah terjadi biasanya (upal. Red) pecahan di atas Rp 5 ribu. Karena itu diharapkan masyarakat bisa waspada terutama ketika melakukan transaksi dengan uang nominal yang besar, kehati-hatiin itu sangat diperlukan," kata Dedy [KC-02/m]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) memiliki tanggungjawab strategis dalam meningkatkan semangat umat islam untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan isi Alquran. Untuk itulah diperlukan pemberdayaan dan pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
Demikian ditegaskan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh disela kegiatan Rapat Kerja Pengurus LPTQ Kabupaten Cianjur tahun 2014 yang berlangusng di gedung Bale Praja Kabupaten Cianjur, Senin (24/6/2014). "Perlu pengelolaan kelembagaan secara modern, profesional dan mandiri dengan prinsip keikhlasan dan kebersamaan," kata Tjetjep.
LPTQ berdiri sejak tahun 1977 berdasarkan Surat Keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 19 tahun 1977/Nomor : 151 Tahun1977 tentang pembentukan LPTQ yang kemudian direvisi dan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam negeri No. 182-A Tahun 1988/No. 48 Thun 1988 Tentang Pengembangan Organisasi LPTQ. Hingga saat ini tumbuh dan berkembang, dengan visi tewujudnya nilai Islam dan kehidupan Umat Islam Indonesia.
Upaya LPTQ dalam mencapai visi tersebut dan dalam menjalankan misinya dari tahun ke tahun semakin menunjukan hasil yang menggembirakan, diantara hasil yang sangat nampak adalah membudayanya kegiatan MTQ pada semua lapisan dan stratifikasi masayarakat. Selain itu tumbuh suburnya lembaga-lembaga baca Tulis Alquran, dikalangan masyarakat juga tumbuh subur Lembaga-lembaga Al-Quran, Pesantren Tahfiz Al-Quran, TKA, TPA, TQA.
"Dengan demikian keberadaan LPTQ kedepan semakin strategis sejalan dengan perkembangan dan dinamika saat ini," tegas Tjetjep.
Rapat Kerja Pengurus LPTQ Kabupaten Cianjur bertema "Optimalisasi LPTQ Kabupaten Cianjur Untuk Mewujudkan Cianjur Melek Al-Quran". Kegiatan tersebut bertujuan menyusun program kerja LPTQ Kabupaten Cianjur tahun 2014, mengevaluasi pelaksanaan pembinaan MTQ sebagai persiapan MTQ ke- tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2014 dan mengevaluasi pelaksanaan MTQ ke – 33 tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2014 di kabupaten Kuningan.
Dikatakan Tjetjep, untuk mencetak generasi Qurani di Kabupaten Cianjur dibutuhkan kerjasama antara ulama dan umaro yang didasari keikhlasan dalam melaksanakan apa yang telah diprogramkan. "Saya berharap program LPTQ kedepan mampu mewujudkan satu orang tahfiz per desa dan diutamakan anak yang cerdas dari kalangan masyarakat kurang mampu," katanya.
Ditegas Tjetjep, Kabupaten Cianjur memiliki 364 Desa kalau satu anak saja per Desa yang mampu dibina oleh LPTQ untuk hafiz Al-Quran maka, akan ada 364 hafiz Alquran di Kabupaten Cianjur. "Anggaran yang dialokasikan berasal APBD Kabupaten Cianjur berapapun akan di kucurkan untuk terwujudnya para hafidz tersebut," tegasnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Harga alat mesin pertanian (Alsintan) mesin traktor yang diterima para kelompok tani bantuan sosial (Bansos) SRI (system of rice intensification) dari Kementerian Pertanian di Kabupaten Cianjur diduga di mark up oleh oknum di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH). Setiap kelompok tani diwajibkan membayar Rp 18.850.000,- per unit untuk jenis G-600. Padahal harga ditoko dengan merk dan spech yang sama harganya hanya mencapai Rp 17.000.000,- per unit.
"Kita sebelumnya sudah mengecek kebeberapa toko, ternyata harganya jauh lebih murah dengan kondisi merk dan jenis traktor yang sama. Toko tersebut memberikan harga Rp 17.000.000,-, itupun masih ada cash back sebesar Rp 100.000," kata H. Yedi Mulyadi (36) sekretaris Kelompok Tani di Kampung Babakan Cadot Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang saat dihubungi, Senin (23/6).
Pihaknya sangat menyangkan adanya mark up harga yang terbilang sangat mencolok. Apalagi sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa setelah bantaun diterima akan langsung dibelanjakan ke toko.
"Kenyataanya berbeda, kami sudah di drop traktor terlebih dahulu meski bantuanya belum cair. Itupun harus kami ambil dengan ongkos sendiri. Saat bantuan sudah cair, kami bermaksud mau bayar, ternyata harganya berbeda jauh dengan harga pasaran, ini jelas merugikan bagi para petani," katanya.
Dikatakan Yedi, dengan kelebihan Rp 1.850.000,-, jika uang tersebut diberikan kepada para petani bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainya. "Itu jelas sangat berharga bagi kami para petani. Sempat juga kami tanyakan cash back itu kepada pihak toko, tapi tidak diberikan dengan alasan sudah diambil oleh orang dinas," katanya.
Secara terpisah Kepala DPTPH Yanto Hartono membantah jika telah terjadi mark up harga traktor. Pihaknya mengakui penentuan harga tersebut berdasarkan hasil survei dari sejumlah toko yang dilakukan oleh petugas. "Yang jelas kami tidak pernah merekomendasikan satu toko apalagi sampai memerintahkan. Kebetulan Hanya toko itu yg memijamkan paket pinjam, asal sesuai dengan harganya," kata Yanto berkilah.
Pihaknya juga membantah adanya cash back pembelian traktor tersebut mengalir ke pejabat di DPTPH. "Kami belum pernah menerima apapun terkait bantuan ini baik dari petani, maupun dari yang lainya. Adanya informasi ini akan segera kami chek, ini harus diluruskan," tegasnya. [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR,[KC].- Untuk memantau harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bersama Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanagara bersama Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh lakukan blusukan ke Pasar Muka Cianjur, Kamis (19/6/2014).

Hasilnya, Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, menjamin persediaan dan harga kepokmas menjelang puasa aman.

"Harga-harga dijamin aman, sayuran, cabai, dan lainnya tidak ada masalah. Relatif stabil kalau harga-harga kebutuhan pokok. Ada kenaikan sedikit pada komoditas daging ayam, tidak terlalu besar," kata Aher usai melakukan sidak di Pasar Muka Cianjur, Kamis

Namun, kata Heryawan, dari beberapa pantauan harga sembako dinilai masih aman. Harga sayuran masih stabil, kenaikan hanya terjadi pada tomat. Sedangkan, harga daging ayam masih alami kenaikan. Dari kenaikan 28 ribu per kilogram, menjadi 30 ribu perkilogram kini sudah capai 32 ribu per kilogram.

"Harga beras masih stabil. Harga daging sabiu terbilang stabil, masih Rp 90 ribu per kilogram. Daging ayam yang alami peningkatan. Khusus daging ayam saya akan perintahkan dinas perdagangan provinsi untuk menelusuri apa yang menjadi penyebabnya," ucapnya  [KC.03]***

CIANJUR, [KC],- Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik (Purn), siap mendukung penuh ambisi DPC Gerindra Kabupaten Cianjur yang optimistis akan menggaet 80 persen pemilik suara. 

Hal itu dikatakan pria yang juga menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Gerindra ketika mengunjungi Pondok Pesantren Tanwiriyyah di Kampung Sindanglaka, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karang Tengah Cianjur.

"Kami belum menghitung (target pemenangan,  Red) tapi sudah bisa 60 persen itu sudah bagus. Tapi kalau teman-teman di Cianjur punya target silahkan, kami mendukung sekali dan bersyukur sekali. Itu artinya mereka bekerja keras," ujar wakil dari Mahfud MD itu ketika ditemui awak media Senin (16/6) malam.

Dikatakan Moekhlas, dukungan itu berupa strategi khusus dengan membentuk kordinator pemenangan (kormen). Di seluruh Indonesia setidaknya ada lima kormen yang memiliki tugas penting selama masa tahapan kampanye ini. 

"Di Indonesia ada 500 kabupaten/kota. Setiap 100 kabupaten/kota dipimpin satu kormen yang setiap hari melapor ke kami siapa saja yang digarap atau siapa yang diarahkan untuk mencari suara dan mengamankan suara pada 9 Juli nanti," kata Moekhlas.

Moekhlas menambahkan, kormen itu menggerakkan beberapa komponen yang dimiliki Partai Gerindra. Pertama, menggalang caleg terpilih mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat, untuk bekerja. Kedua, menggalang struktur partai mulai dari PAC, DPC, dan DPD untuk menggerakkan mesin partai. 

"Dan yang ketiga, memanfaatkan dan menggunakan sayap partai untuk memenangkan pilpres nanti," ujar Moekhlas.

Moekhlas yang datang bersama istrinya itu menampik jika kedatangannya ke Cianjur untuk menggalang dukungan. Kedatangannya untuk bersilaturahhmi dengan sejumlah pengurus ponpes dan Ketua Yayasan Tanwiriyyah. Moekhlas pun menyempatkan diri untuk berziarah ke makam sesepuh pendiri pesantren.

"Kiai itu punya kemampuan dalam sifat rohani. kita pantas berguru dan kalian orang muda harus banyak berguru. Karena islam itu mengajarkan umatnya untuk dekat dengan ulama. Tanpa ulama bisa melenceng. Kalau galang dukungan itu kan bahasa kalian. Boleh donk sebagai orang muslim bertemu dengan orang muslim," ujar Moekhlas.

Selain berilaturahmi, Moekhlas dalam sambutannya meminta doa restu untuk kemenangan Prabowo-Hatta untuk menjadi presiden dan wakil presiden selama lima tahun mendatang. Ia berharap masyarakat Kabupaten Cianjur tidak salah memilih pada 9 Juli. Menurutnya, masyarakat akan rugi selama lima tahun jika salah memilih. 

"Prabowo adalah salah satu calon Presiden yang tepat lantaran beliau berjanji akan memberikan kesejahtraan masyarakat dan menjaga keamanan negara," kata Moekhlas.[KC.03/tribun/cis]***
CIANJUR,[KC],- Pasca ditetapkannya pemecatan kepada  komisioner KPUD Cianjur oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), beberapa waktu lalu, karena melanggar kode etik dan terbukti menggelembungkan suara, hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jabar, telah melantik 3 komisioner pengganti KPU Kabupaten Cianjur, Rabu (11/6), di Jalan Garut, Bandung. 
Tiga komisioner yang dilantik itu adalah Selly Nurdinah, Hilman Wahyudin, dan Baban, yang masing-masing menggantikan Ujang Awaludin, Iwan Kurniawan, dan Hilman Isnaeni. Setelah pelantikan, dilakukan pleno posisi divisi masing-masing dan Ketua KPU Kabupaten Cianjur.
Hasil Pleno KPU Provinsi Jabar, Anggy Shofia Wardany sebagai Ketua KPU, Kusnadi menjadi Divisi Teknis, Selly Nurdinah Divisi Hukum, Hilman Wahyudin Divisi Sosialisasi, dan Baban sebagai Divisi Logistik.
“Pelantikan dimulai pada pukul 13.30 Wib sampai 14.30 Wib, di Kantor KPU Provinsi Jl Garut, Bandung. Tiga pengganti komisioner itu langsung dilantik oleh ketua KPU Jabar, dan  dan disaksikan oleh komisioner di 26 kota/kabupaten di Jabar,” papar Ketua KPU Kabupaten Cianjur, Anggy Shofia Wardany, kepada sku-aspirasirakyat.com saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (11/6/2014)
Dijelaskannya, pengganti antar waktu (PAW) ketiga komisioner tersebut dipilih berdasarkan rangking hasil seleksi peneriman komisioner lalu. Penggantinya diambil dari peringkat 6, 7 dan 8 untuk KPU Cianjur.
“Mereka yang terpilih juga sudah memenuhi persyaratan yang ada, dan telah ditempatkan pada divisi masing-masing,” jelasnya.
Telah dilakukan PAW ini, tambah dia, dipastikan tahapan pilpres tidak akan ada kendala, dan diharapkan semua divisi bisa menjalankan amanatnya. Untuk tahapan pilpres, lanjut dia, masih menunggu pengiriman logistik.
“Untuk DPT kami sudah melaksanakan beberapa waktu lalu. Kini tahapan pilpres hanya menunggu pengiriman logistik,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya,  Tiga anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, dan beberapa anggota PPK di tiga kecamatan dipecat, berdasarkan putusan sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Senin (9/6).
Ketiga anggota KPU itu, U Awaludin Ketua KPU Cianjur, Divisi Teknis Iwan Kurniawan, dan Divisi Logistik Hilman Isnaeni. Sedangkan dua orang lainnya Divisi Hukum Anggi Sofia direhabilitasi atau bebas dari segala tuntutan dan Kusnadi diberikan peringatan keras.[KC.03/AR-Die]***
CIANJUR,[KC],- Kondisi Jalan di Perbatasan Kabupaten Cianjur – Bandung ini tergolong rusak parah. Jalan ini menghubungkan Cikadu, Cianjur – Ciwidey, Bandung yang hanya berjarak kurang lebih 40 Km. Status jalan ini dimiliki pemerintah kabupaten Cianjur yang belum sama sekali diperbaiki.

“Jalan perbatasan Cikadu, Cianjur – Ciwidey, Bandung sangat memprihatinkan sehingga harus ada penangan khusus dari Bapak Gubernur Jawa Barat untuk menyelamatkan ekonomi masyarakat Cikadu dari dampak hancurnya jalan tersebut,” ucap Jaelani (46), Kepala Desa Cikadu, Selasa ( 11/06/2014 ).

Kepala Desa Cikadu yang baru terpilih periode 2013 – 2018 ini, mengakui kondisi jalan utama di Desa Cikadu masih kurang mendapat bantuan pendaan pembangunan. Keadaan jalan tersebut, sama halnya  dengan dengan desa – desa di Kecamatan Cikadu lainnya.

Selatan Cianjur adalah salah satu daerah yang terpinggirkan. Ia termasuk wilayah yang luput dari perhatian pemegang kebijakan di negeri ini. Pemerintah, lebih banyak berfokus pembangunannya di daerah perkotaan, tanpa menyentuh wilayah-wilayah perdesaan. Dan, ini hampir terjadi, bukan saja di Jabar, tetapi di wilayah lain di Indonesia.

Belum lagi ongkos angkutan umum yang hingga sekarang tercatat Rp. 75.000,- dengan lama perjalan hingga 7 jam dengan jarak kurang dari 80 Km, namun jarak sebenarnya Desa Cikadu - Ciwidey, Bandung berkisar 40 Km.  Hal ini disebabkan jalan Cikadu – Ciwidey tidak dapat dilalui dikarenakan jembatan penghubung rusak ( Jembatan Cigugur ). Tidak sebanding dengan kondisi sekarang diperkotaan dan sangat jauh berbeda, apabila melihat jarak yang begitu dekat dengan pusat pemerintahan baik Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Republik Indonesia.Kondisi ini menjadi semakin menyiksa bagi kelangsungan perekonomian masyarakat di wilayah Desa Cikadu dan Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tentunya keadaan ini berakibat sangat menghimpit ekonomi masyarakat, contohnya : harga kebutuhan dari perkotaan semakin melonjak dan sebaliknya dari desa makin murah. [KC.03/REGKOMP/NURON]***
CIANJUR,[KC],- Dinas Kebudayaan dan Parisiwisata Kabupaten Cianjur, Rabu (11/6)  bertempat di Hotel Mandala Kencana Pacet Cianjur, menggelar  pelatihan pramuwisata se-Kabupaten Cianjur. Acara yang dibuka Asisten Daerah Bidang pembangunan dan ekonomi  ini turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, serta  Kabid Pariwisata Disbudpar  Kabupaten Cianjur .

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan memaparkan materi mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam upaya mengembangkan potensi pariwisata, dalam paparannya Tedi menyampaikan bahwa  perlunya  pelatihan sumber daya manusia, standarisasi, sertifikasi dan tenaga kerja bagi Pramuwisata di Kabupaten Cianjur, karena akan berdampak pada peningkatan Visit Cianjur.

Selain itu  Di balik cita cita mewujudkan Visit Cianjur Tedi mengakui masih terkendala dengan infrastruktur yang belum terpenuhi secara baik. “Kami memiliki visi Cianjur menjadi tujuan wisata Jawa Barat, namun masih terkendala infrstruktur pendukung menuju akses potensi wisata di Cianjur, namun kami optimis di tahun 2016-2017 cita cita kami visit Cianjur akan segera terwujud ” harapnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur yang diwakili Asda II itu,  berharap kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh sungguh, karena menurutnya tugas sebagai guide professional merupakan perpanjangan pemerintah dalam upaya mempromosikan wisata Kabupaten Cianjur.

Adang Sumaryadi Kabid Pariwisata Disbudpar Kabupaten Cianjur selaku Ketua Panitia menguraikan, kegiatan yang bertujuan untuk menunjang peningkatan pengetahuan sumber daya manusia yang professional di bidang pariwisata ini diikuti seratus peserta yang terdiri dari 50 peserta pemula (pelajar sekolah pariwisata, mahasiswa dan lembaga kepariwisataan sedangkan sisanya sejumlah 50 peserta dari komunitas ekoswisata TNGP dan LIPI.   [KC.04]***

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan demikian, kurikulum merupakan acuan bagi terselenggaranya layanan pendidikan yang baik. Kurikulum yang baik akan menjadi jalan bagi dihasilkannya hasil-hasil pendidikan yang bermutu dan mampu memenuhi tuntutan para pemangku kepentingan. Sebagaimana disebutkan dalam tujuan kurikulum 2013 bahwa kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.
Kurikulum yang baik harus memiliki filosofi yang baik pula. Sementara itu, filosofi kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
  • Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa mendatang.
  • Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif.
  • Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu.
  • Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).
Telah penulis sebutkan bahwa kurikulum merupakan acuan bagi terselenggaranya layanan pendidikan. Namun demikian, sebaik apapun kurikulum, tidak akan menghasilkan mutu hasil pendidikan yang baik jika guru - sebagai pendidik - tidak menggunakan kurikulum tersebut sebagai acuan. Oleh karena itu, lahirnya kurikulum baru harus menjadi motivasi bagi semua guru untuk berupaya mengubah pola fikir dan pola perilaku dalam mengajar, di mana dengan lahirnya kurikulum baru, semua guru harus menyadari betul bahwa mereka bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik, bahwa belajar bagi siswa bisa terjadi di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja,  bahwa yang belajar adalah siswa, bahwa situasi belajar itu harus menyenagkan, bahwa penilaian hasil belajar itu harus otentik dan sebagainya.
Untuk dapat memahami hakikat belajar dan mengajar sesuai dengan tuntutan kurikulum baru, maka alangkah lebih baiknya apabila semua guru memahami hakikat manusia dilihat dari sisi ilmu pendidikan. Menurut para ahli pendidikan, dilihat dari ilmu pendidikan pada dasarnya manusia merupakan:
•    Animal educandum, yaitu makhluk pembelajar.
•    Animal educabili, yaitu makhluk yang dapat diajari.
•    Animal educator, yaitu makhluk yang dapat berbagi  pengetahuan.
Berdasarkan pada hakikat manusia sebagaimana disebutkan di atas, maka seorang guru harus memiliki kreatifitas  dan inovasi yang tinggi dalam memanfaatkan potensi-potensi peserta didik sebagai manusia pembelajar, sebagai manusia yang dapat dididik dan sebagai manusia yang dapat berbagi pengetahuan - ke dalam pemilihan metode-metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, produktif serta menyenangkan, sehingga mampu memfasilitasi peserta didik untuk selalu haus ilmu pengetahuan, keterampilan serta teknologi dengan senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip penanaman akhlak mulia.
Selain itu, para guru juga harus memiliki pemahaman yang baik tentang fungsi pendidikan menurut ilmu pendidikan. Berdasarkan pendapat para akhli ilmu pendidikan, pada prinsipnya pendidikan memiliki fungsi:
  • Sebagai wahana transmisi kebudayaan, yaitu pewarisan budaya dari satu generasi ke genarasi. Dengan demikian seorang guru yang baik harus memahami betul budaya-budaya yang ada di lingkungannya, yang patut dijaga dan dilestarikan serta diperkenalkan dan dibiasakan kepada peserta didik yang menjadi tanggung-jawabnya.
  • Sebagai wahana untuk mengembangkan kepribadian. Dengan demikian, sudah sepatutnya guru harus dapat menjadi teladan bagi para siswanya.
  • Sebagai wahana untuk mengembangkan akhlak mulia dan sikap serta perilaku religius. Oleh karena itu implementasi sikap serta perilaku berakhlak mulia serta religius harus menjadi pembiasaan dalam setiap pempbelajaran yang dipimpin oleh guru.
  • Sebagai wahana untuk mengembangkan sikap dan perilaku bertanggung-jawab. Hal ini juga harus menjadi pembiasaan dalam setiap aktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh semua siswa melalui pemantauan yang dilakukan oleh setiap guru.
  • Wahana untuk mempersiapkan pekerja terampil dan produktif, dalam hal adalah upaya untuk melatih para siswa agar memiliki pengetahuan serta keterampilan kecakapan hidup (life skills) yang diperlukannya dalam kehidupannya pada dunia yang sesungguhnya (masyarakat).
Selanjutnya, para guru juga harus memahami betul tentang fungsi pendidikan dilihat dari Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Menurut Undang-undang Sisdiknas, pendidikan berfungsi untuk berkembangnya potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung-jawab. Dengan demikian, merujuk pada bunyi Pasal dari Undang-undang Sisdiknas di atas, bagi seorang guru, kreatifitas mengajar merupakan hal yang sangat penting di dalam mendorong agar para peserta didik mampu menjadi pembelajar yang baik dalam rangka mengembangkan potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin agar kelak ia memiliki pengetahuan, sikap serta keterampilan yang mumpuni sebagai senjata didalam menghadapi kehidupannya di dunia yang sesungguhnya. Dalam hal ini maka tugas guru – sebagai pendidik – adalah menjadi nara sumber/fasilitator/pengarah/ pembimbing bagi berkembangnya potensi-potensi yang dimiliki peserta didik, agar melalui pendidikan yang diikutinya peserta didik dapat mencapai manusia dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas.
    Apabila digambarkan dengan  skema, alur kegiatan pendidikan itu sendiri dapat digambarkan sebagaimana bagan berikut ini:


Gambaran Alur Proses Pendidikan

Sesuai bagan di atas, prasyarat agar kegiatan pendidikan dapat menghasilkan hasil-hasil pendidikan sebagaimana diharapkan adalah bahwa:
  • Pengelolaan input – dalam hal ini proses layanan pendidikan harus dilaksanakan dengan baik
  • Dukungan sumber-sumber  (sebagaimana tertuang dalam SNP) harus  memadai, dan
  • Harus didukung oleh dukungan dari semua stakeholders dengan dukungan yang juga baik.
Adapun peran guru dalam mewujudkan hasil pendidikan yang sesuai dengan harapan para pemangku kepentingan  adalah menyelenggarakan proses pembelajaran yang efektif dan produktif. Sementara itu ciri-ciri pengajaran yang produktif (productive pedagogy) itu sendiri meliptui:
  • Bahwa guru harus dapat menggunakan serangkaian strategi mengajar yang mendukung lingkungan kelas dalam setiap tugas mengajar yang dilakukannya.
  • Bahwa guru harus dapat menghargai perbedaan yang dimiliki oleh setiap muridnya.
  • Bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukannya diimplementasikan melintasi seluruh materi pokok pembelajaran dan lintas mata pelajaran.
Ada beberapa hal penting yang dapat mendukung terwujudnya kegiatan pengajaran yang efektif dan produktif, yang harus dilakukan oleh seorang guru, yaitu:
  • Kegiatan pembelajaran harus fokus pada topik dan tujuan pembelajaran
  • Kegiatan pembelajaran harus direncanakan yang matang
  • Kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang inovatif, kreatif dan menyenangkan
  • Kegiatan pembelajaran harus bermakna (terkait dengan kebutuhan peserta didik serta kehidupan keseharian)
  • Adanya keterkaitan antar topik, antar mata pelajaran, dan antara kegiatan pembelajaran dengan kehidupan nyata
  • Hasil kegiatan belajar siswa dinilai dengan menggunakan sistem penilaian yang bermakna, misalnya problem solving.
Kegiatan pengajaran yang produktif sebagaimana disebutkan di atas hanya akan dapat dilakukan oleh guru yang profesional, yaitu guru yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki pemahaman yang tinggi bahwa mereka tidak dapat memaksa para siswa untuk belajar, artinya peran guru adalah sebagai motivator yaitu menumbuhkan semangat perserta didik agar mereka dengan penuh kesadaran mau belajar, juga sebagai kreator kegiatan pembelajaran yang membuat para siswa senang belajar.
  • Memahami dirinya sendiri sebagai orang yang bertanggung-jawab dalam hal memberikan kesempatan bagi para siswa untuk belajar, dengan kata lain, seorang guru harus memahami betul karakter dari peserta didik yang sedang dibimbingnya.
  • Memandang seluruh peserta didik sebagai individu-individu yang memiliki kemampuan untuk belajar, walaupun mungkin kecepatan masing-masing individu siswa dalam belajar dapat berbeda-beda.
  • Menyatakan dirinya sebagai fasilitator bagi siswa untuk belajar dan bukan satu-satunya sumber belajar.
  • Memandang kegiatan mengajar sebagai sebuah tugas baginya untuk menciptakan lingkungan dimana para siswa dapat bereksplorasi dan sebagai sebuah tempat yang terbuka yang dapat memberikan para siswa sebuah kesempatan untuk menghasilkan sesuatu.
  • Fokus terhadap perkembangan keterampilan dan konsep yang dimiliki para peserta didik dan bukan semata mata mentransmisikan materi pelajaran.
  • Lebih mempersiapkan diri untuk terus mengembangkan kurikulum guna menciptakan ruang yang lebih luas bagi para siswa untuk beraktifitas dalam hal kegiatan yang mereka anggap berharga/penting.
  • Lebih sering melakukan penilaian hasil belajar berupa tes yang bersifat pemecahan masalah.
  • Cenderung memiliki keterlibatan yang tinggi dalam kegiatan ekstrakurikuler, yaitu kegiatan pembelajaran yang memungkinkan para peserta didik untuk mempelajari sesuatu pada dunia yang sesungguhnya (autentik).
  • Terikat dengan rekan seprofesi untuk selalu melakukan interaksi dalam melakukan upaya peningkatan profesionalitas dirinya sebagai guru, misalnya dengan selalu aktif dalam kegiatan MGMP.
  • Bersedia untuk berdiskusi tentang kelemahan-kelemahannya serta perubahan-perubahan yang telah dilakukannya dalam hal metode pengajaran yang dilakukannya.
Maukan bapak/ibu guru menjadi guru yang profesional?     Jawabannya sangat tergantung kepada motivasi masing-masing. Jika bapak/ibu guru mempunyai kemauan, pasti bisa. Sebaliknya jika tidak memiliki kemauan untuk berubah, maka... silakan puas dengan sekedar menikmati predikat sebagai guru, tanpa harus berfikir tentang seberapa besar manfaat kita bagi anak-anak didik kita, padahal sebaik-baik manusia adalah manusia yang dapat memberikan manfaat bagi yang lain.
Terima kasih..., selamat mencoba!!!
CIANJUR, [KC],- Ratusan warga dari sejumlah organisasi masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur, mendeklarasikan diri mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014.

"Kami siap memenangkan pasangan Prabowo-Hatta sebagai presiden, kami targetkan suara 65 persen di Kabupaten Cianjur," ujar Koordinator Relawan Gerakan Indonesia Bangkit (Gerbang) , Encep Yusuf, usai mendeklarasikan diri di Gedung Bale Seni Cianjur.. 

Menurut Encep, deklarasi hari ini diikuti oleh dari 27 organisasi masyarakat dan LSM yang ada di Kabupaten Cianjur antara lain HKTI Kab. Cianjur, KB PII Kabupaten Cianjur, Mahasiswa UNSUR Cianjur, Cianjur Slanker Program, PUI Kab. Cianjur, FPI, Relawan Pesilat Indonesia, Forum POSYANDU Cianjur, ARWT Cianjur, KB KAPPI Angkatan 1966, Garuda Sakti, Relawan Fokus, LMPP Kab. Cianjur, BKPRMI Kab. Cianjur, Pesantren Al-Hidayah Cianjur, FORGAB, Dai Centre Cianjur, JT Cianjur, Forum Guru Sukwan Cianjur, FPHI, Relawan Santri Cianjur, Forum Pemilih Pemula Untuk Indonesia, Club Motor Cianjur, dan organisasi lainnya.

Organisasi masyarakat pendukung Prabowo-Hatta tergabung dalam Relawan Gerbang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti kelompok pengusaha, ormas Pemuda , organisasi kepemudaan, , pekerja pabrik, tokoh agama, organisasi Islam dan masih banyak lainnya. 

Menurut Encep, alasan mereka mendukung Prabowo-Hatta sebagai Presiden karena membutuhkan pemimpin yang tegas dan memiliki visi serta misi yang jelas. 

"Kita membutuhkan kepemimpinan yang tegas, sudah terlalu lama kita dipimpin oleh pemimpin yang kurang tegas, sehingga kita jadi terkatung-katung nasibnya," ujar Encep.

Kankan optimistis Prabowo-Hatta dapat membawa perubahan bagi Indonesia kedepan, sehingga dirinya membentuk relawan pemenang pasangan nomor urut 1 tersebut.

Untuk strategi kemenangan, lanjut Encep pihaknya sudah membentuk koordinator wilayah di 32 kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur. 

"Seluruh koorwil harus menyentuh hingga level desa, kelurahan hingga kecamatan," ujarnya.

Deklarasi dukungan untuk pasangan Prabowo-Hatta dari Relawan Gerbang ditandai dengan pengukuhan relawan dan deklarasi pernyataan dukungan seluruh warga masyarakat yang tergabung dalam beberapa ormas, dan organisasi gerakan pemenangan..

Selain itu, relawan juga membuka posko dukungan berupa penggalangan dana untuk gerakan pendukung Prabowo-Hatta.

Pemilu Presiden 9 Juli 2014 diikuti oleh dua pasang kandidat Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Prabowo-Hatta didukung oleh enam partai yaitu Gerindra, PAN, PPP, Golkar, PKS dan PBB.  \Sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla yang didukung oleh lima partai yakni PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI sedangkan .[KC.03]***


no image
CIANJUR, [KC].- Tiga orang anggota Komisionir Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, yakni U. Awaludin (Ketua), Hilman Isnaeni (Divisi Logistik) dan Iwan Kurniawan (Divisi Teknik) dikabarkan telah diberhentikan secara tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Senin (9/6).
 
Sementara dua komisioner lainya yakni Anggy Shofia W selaku divisi hukum direhabilitasi dan Kusnadi selaku divisi sosialisasi mendapatkan teguran keras.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, dalam hasil putusan sidang DKPP yang digelar di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, pihak DKPP juga menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada sejumlah anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Kabupaten Cianjur.
 
Pihak DKPP RI dalam keputusannya itu meyakini, ketiga anggota KPU Kab. Cianjur dan sejumlah anggota PPK tersebut terbukti telah melakukan pelanggaran etika berat dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang digelar 9 April 2014 lalu.
 
Salahseorang anggota KPU Cianjur, Hilman Isnaeni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku belum menerima surat resmi kaitan pemberhentian dirinya. Namun ia mengaku sudah mendengar adanya informasi tersebut.
 
"Saya sudah dengar kalau nama saya tercantum dalam pemberhentian itu. Namun sampai saat ini saya belum menerima secara tertulis," tutur Hilman, Senin (9/6) sore.
 
Terlepas dari benar tidaknya informasi pemecatan dirinya, Hilman mengaku tidak habis pikir dengan keputusan tersebut. Ia bahkan tidak mengerti dengan materi atau substansi yang dituduhkan terhadap dirinya yang menyebabkan ia harus dicopot dari keanggotaan KPU Cianjur tersebut.
 
"Kalau keputusannya memang seperti itu, yah mau bagaimana lagi, saya harus menerimanya. Namun kalau kaitan dengan isi materi yang ditudingkan ke saya, jelas tidak menerima, yang dituduhkannya apa?" ujar Hilman.

Ia bahkan merasa telah menjadi "korban" pembunuhan karakter secara politis, pasalnya  putusan dari pihak DKPP RI tersebut tidak menyangkut kolektif kolegial. "Padahal kerja kita secara kolektif kolegial, namun putusan tidak secara kolektif kolegial. Ini politis," tandasnya.

Sementara Ketua KPU U. Awaludin saat akan dikonfirmasi sejumlah wartawan terkesan menghindar. Awaludin, kabur menggunakan mobil Avanza berplat nomor D 1460 ABZ. Ia pun tak menggubris wartawan yang mencoba menghentikannya untuk meminta konfirmasi terkait dengan pemberhentiannya.

Sementara sanksi yang diberikan kelima anggota KPU Kabupaten Cianjur itu dikeluarkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta pada hari ini (kemarin) sekitar pukul 13.20 WIB. Dalam sidang itu dihadiri pengadu, yakni Susane Febrianti calon legislatif (caleg) dari PDIP.

"Iya betul sudah hari ini sudah diputus. Tiga diberhentikan tetap, satu direhabilitasi, dan satu diberi teguran keras. Ada juga pemberhentian terhadap sejumlah PPK di Cianjur," ujar Susane dihubungi terpisah [KC-02/ft]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC],- Setelah melewati perjalanan panjang hampir tiga bulan lamanya, akhirnya ajang pencarian bakat dangdut masa depan menemukan juara bintang dangdut baru. 
Lesti yang merupakan finalis asal Cianjur selatan berhasil menjadi juara pertama Dangdut Academy (D'Academy) Indonesia. Sabtu (7/6/2014) dini hari tentu saja menjadi malam yang bersejarah bagi musik dangdut Indonesia. D'Academy Indonesia berhasil menemukan bakat penyanyi dangdut masa depan yang ada dalam diri Lesti. 
 Biduanita yang masih berusia 14 tahun tersebut meraih dukungan sms sebesar 52,7% berbeda tipis dengan jumlah perolehan dukungan sms untuk Aty yakni sebanyak 47,3%. Sebagai juara Lesti mendapatkan hadiah satu unit mobil dan uang senilai Rp 100 juta. 
Selain itu, Lesti juga akan rekaman bersama Trinity Optima. Sesaat setelah pemenang diumunkan, sontak membuat Lesti bersujud syukur serta mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak. Penyerahan hadiah kepada juara langsung diberikan oleh Sutanto Hartono selaku CEO Elang Mahkota Teknologi, Indra Yudhistira selaku Deputy Director of Production Indosiar dan Harsiwi Achmad selaku Managing Director Indosiar. 
Aty menjadi juara kedua D'Academy Indonesia membawa pulang hadiah uang senilai Rp 75 juta. Perayaan kemenangan pun ditutup dengan penampilan Lesti dengan membawakan single terbarunya yang berjudul Kejora ciptaan Nur Bayan dan diaransemen langsung oleh tim pemusik Dangdut Academy Marcel Aulia Band. [KC.03]***