CIANJUR, [KC].- Kesulitan air bersih kembali mengancam warga tiga kampung di Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur. Padahal Desa Cirumput terdapat sumber air tua yang dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Cianjur.
Tiga kampung yang kini kesulitan air bersih itu adalah Kampung Garung, Lebak Saat dan Barulega. Untuk mendapatkan air bersih terpaksa warga harus jalan kaki dengan jalan terjal. Itupun sumbernya sangat terbatas dan harus mengantri.
Kepala Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Beni Irawan mengatakan, sebenarnya sudah ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi kesulitan air bersih di tiga kampung yang acap kali terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Salah satunya dengan membuat somor bor. Hanya saja sumur bor yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut tidak berfungsi.
"Tadinya kita berharap banyak dari bantuan pemerintah melalui pengadaan sumor bor. Tapi kenyataanya sumur bor tidak mengatasi masalah, tapi malah bermasalah. Diduga saat pengeboran kaadaan bawah tanah water lose," kata Beni saat dihubungi, Rabu (17/9).
Akibat tidak berfungsinya sumor bor, maka warga kembali dihantui oleh kecemasan kekurangan air bersih. "Airnya tdk bisa di tarik ke permukaan karena rongga di bawah tanah sangat besar sehingga air tidak bisa di sedot ke atas. Jadinya percuma ada sumur bor, karena tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.
Dikatakan Beni, satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, akan dilakukan penambahan pipa dari air permukaan. Namun pihaknya mengaku kesulitan untuk mencari sumber airnya. "Kami siap dengan pihak perusahaan untuk swadaya sebagian pipa paralon apabila ada bantuan pipa dari pemerintah," kata Beni.
Sementara itu seorang warga Cirumput, Yan Yan (30) mengaku sudah terbiasa mengalami kesulitan air bersih saat memasuki musim kemarau. Pihaknya hanya bisa berharap agar pemerintah bisa mengatasinya.
"Tadinya kami sangat gembira saat ada bantuan sumur bor ke kampung kami, tapi ternyata sampai saat ini tidak bisa difungsikan. Kami kecewa, ini pengadaannya katanya sampai menelan biaya ratusan juta, percuma kalau tidak bisa dimanfaatkan," katanya.

Ia meminta agar pemborong yang mengerjakan sumur bor itu bertanggungjawab. "Yang mengerjakannya harus tanggungjawab, masa membuat sumor bor airnya tidak nyala dibiarkan. Itu namanya mubazir dan sia-sia," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.