March 2015
CIANJUR,   [KC].- Meski belum banyak dirasakan dampaknya akibat melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS, namun kondisi tersebut mencemaskan sejumlah pengrajin tahu tempe di Cianjur. Pasalnya sewaktu-waktu harga bahan baku kedelai impor tersebut bisa melambung naik.

"Ini bom waktu saja sebenarnya, saat ini importir itu dikuasai oleh importir besar. Memang banyak importir kecil,  tapi tidak rasional. Ini bisa berubah kondisinya sewaktu-waktu yang membuat harga bisa melambung," kata Ketua Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya saat dihubungi, Senin (30/3/2015). 

Menurut Hugo, jika stok yang ada di tangan importir kecil sudah menipis, tidak menutup kemungkinan harga kedelai impor itu akan melambung. "Sekarang masih aman, karena stoknya masih ada, tapi kalau sudah menipis, tentu akan berdampak. Kita ini dimainkan oleh importir besar, mereka bisa saja menaikkan harganya," papar Hugo.

Salah satu upaya untuk mengamankan kestabilan harga kedelai impor, pemerintah harus turun tangan. Perpres Nomor 32 tahun 2013 harus direalisasikan bahwa Bulog untuk menstabilkan harga dan distribusi. "Terus terang dengan naiknya dolas AS pengrajin tahu tempe masih untung, tapi merasa was-was. Saat ini harga masih stabil lantaran stok masih ada. Tapi kita tidak tahu kondisi ini sampai kapan," katanya. 

Hingga saat ini harga kedelai impor di jual dengan harga Rp 7.350 per kilogramnya. Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah jika stok yang ada diimportir kecil menipis. "Ini tidak permanen, tinggal tunggu bom waktu saja, sudah pasti kita tidak akan berdaya," tegasnya.

Sementara itu seorang pemasok kacang kedelai di Pasar Cipanas Iwan Hermawan mengaku, dirinya sudah memasok kacang kedelao dari tahun 2002, namun hingga kini masih mengandalkan barang impor.

"Akibat impor, harga juga kerap tidak stabil. Saat rupiah melemah saja, harga satu kuintal mencapai Rp 740 ribu hingga Rp 820 ribu. Padahal normalnya Rp 720 ribu per kuintal, jelas ini menyulitkannya padahal permintaah cukup tinggi," katanya.

Dirinya mengaku kacang kedelai itu impor dari Amerika, sehingga harganya juga memang tidak murah. Pasalnya, kedelai lokal itu barangnya sedikit dan kualitasnya tidak sebagus impor. "Permintaan kacang kedelai sendiri dari para pedagang lumayan tinggi, sehingga pengiriman satu bulan sekali seberat satu ton. Jika harganya mahal jelas akan memberatkan kami," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa menyediakan kacang kedelai lokal namun kualitas impor. Ini tentunya sangat diharapkan bisa menekan harganya yang kerap melonjak. "Barang lokal itu dari daerah Jawa dan Jampang itu kurang. Sehingga dalam seminggu barang sudah habis," paparnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Kapolres Cianjur AKBP Deddy Kusuma Bakti mengakui, selain modus penipuan dengan kupon hadiah, saat ini ada modus lain penipuan yang tengah didalami pihaknya yang memungkinkan terjadi dimana saja dan kapan saja. Modus penipuan tersebut yakni meninggalkan barang-barang yang seolah olah berharga, seperti surat surat tanah, surat kendaraan, yang tentunya palsu. Selanjutnya dalam tas atau berkas tersebut dicantumkan identitas pemilik seperti kartu nama atau alamat ataupun nomer telpon untuk dihubungi.

"Korban atau masyarakat yang menemukan, lazimnya, akan menelpon nomer dimaksud, nah disitulah proses pidana akan dimulai. Dengan rangkaian kata-kata bohong, pelaku akan mengarahkan korban untuk ke ATM. Alih-alih akan diberikan reward berupa uang dari pelaku, malahan nanti pelaku akan dengan upayanya mengarahkan korban untuk justeru mentrasfer sejumlah uang ke rekening tertentu," katanya.

Namun modus tersebut sejauh ini kata Deddy, belum ada korban yang melaporkan kepihaknya. Hanya saja modus baru penipuan ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. "Himbuan kami, hendaknya bila masyarakat menemukan benda berharga di jalan maupun di ruang-ruang publik, segera laporkan dan serahkan kepada Kantor kepolisian terdekat," tegasnya  [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Kasus penipuan yang akhir-akhir ini marak dengan modus mendapatkan kupon berhadiah mobil didalam bungkus mie instan berhadil diungkap tim gabungan dari Polres Cianjur dan Polsek Ciranjang. Setidaknya tiga orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berhasil diamankan berikut sejumlah barang buktinya.

Ketiga tersangka tersebut adalah Darwis B Lenggang (34) warga Lingkungan 1 Palae Rt 01/RW 01 Desa Arangteng Kecaamatan Telu Kab. Sindereng Rapang Sulawesi Selatan, Arpa bin Lanapi (43) warga Jalan Andi Nurdin Nomor 2 RT 01/RW 01 Desa Pangkajene Kecamatan Marutengae Kab. Sindereng Rapag Sulawesi Selatan, Yuriadi (17) warga Desa Sanipah RT 02 Kecamatan Samboja Kab. Kutai Kalimantan Timur. Sementara seorang tersangka lain Abe masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Petugas saat ini masih memburunya.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti didamping Kapolsek Ciranjang Kompol Asep Setiawan dan Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Gito mengungkapkan, terungkapnya kasus penipuan yang berkedok mendapatkan hadiah itu bermula dari adanya laporan masyarakat. Seorang masyarakat bernama Teti Rantini (27) warga Jalan Pangeran Hidyatulloh RT 03/RW 04 Kelurahan Sawah Gede Kecamatan/Kab. Cianjur melaporkan telah menjadi korban penipuan.

"Saat itu korban melaporkan telah mendapatkan kupon hadiah sebuah yang mobil yang didapatnya dari dalam bungkus mie isntan. Didalam kupon tersebut tertuliskan nomor telpon dan korban diminta menghubungi. Saat dihubungi pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai pengurusan administrasi. Korban terbujuk dan menyetor sejumlah uang senilai Rp 2 juta ke rekening yang diminta pelaku," kata Dedy saat ditemui di Mapolres Cianjur, Senin (30/3/2015).

Dasar laporan itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa pelaku tengah berada diwilayah Cianjur. Saat didalami informasi tersebut mengarah pada sebuah kendaraan mini bus. "Setelah memastikan sekitar pukul 03.00 WIB hari Kamis (19/3/2015), petugas kami langsung bergerak, kendaraan tersebut berhasil dihentikan di daerah Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang. Tanpa perlawanan, ketiga tersangka berhasil kami tangkap tanpa perlawanan" katanya.

Turut diamankan barang bukti (BB) kejahatan berupa bukti tranfer, 5 laptop, 1 mesin printer, 58 modem, 4.000 kupon undian, 3 mesin sealer, 9 HP, ratusan sim card. Dalam menjalankan operandinya kata Deddy, tersangka membuat/mencetak kupon berhadiah mobil, motor maupun uang tunai dari salah satu merk mie instan ternama. Untuk meyakinkan calon korbannya di kupon tersebut dibubuhkan pengesahan/otorisasi oleh pejabat Kepolisian, notaris Depkes dan Kemenkeu yang seolah olah benar, padahal palsu.

"Selanjutnya cetakan kupon undian palsu tersebut dimasukkan dalam kemasan mie instan baik yang kemasan plastik maupun cup, kemudian disegel kembali dengan sealer. Korban yang membeli mie dalam cup, ketika membuka bungkusan mie, mendapatkan kupon tersebut, yang menyatakan sebagai pemenang undian berupa mobil merk Honda Brio. Karena korban merasa senang dan gembira mendapatkan kupon tersebut, selanjutnya menelpon ke nomer yang tertera dalam kupon seolah olah merupakan call center," jelas Deddy.

Setelah korban terbujuk, pelaku selanjutnya meminta transfer uang Rp. 2 juta dengan alasan sebagai uang administrasi pengurusan surat surat kendaraan. "Atas perbuatan pelaku kami sangkakan pasal penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun penjara," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Akhirnya Polres Cianjur menetapkan tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dalam tenggelamnya seorang pelajar di kolam Solemat Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, Sabtu (28/3/2015). Tersangka tersebut adalah S, pelatih Pramuka yang  memerintahkan para pelajar terjun ke kolam.



"Ya kita sudah tetapkan S yang merupakan sebagai pelatih atau pembina Pramuka. Saat ini yang bersangkutan telah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Deddy saat ditemui disela kegiatan jumpa Pers sejumlah kasus kejahatan di Mapolres Cianjur, Senin (30/3/2015).

Deddy mengungkapkan, dalam kegiatan yang menyeret S sebagai tersangka, terjadi saat sekitar 69 siswa SMK Al Fatma tengah mengikuti kegiatan Pramuka di Buper Mandala Kitri Cibodas. Saat itu S memerintahkan kepada seluruh pelajar untuk terjun kedalam kolam Solemat yang ada di dekat tempat mereka berkemah.

"Saat S memerintahkan pelajar terjun ke kolam, sudah ada sejumlah pelajar yang mengingatkan bahwa diantara mereka ada yang tidak bisa berenang. Namun S tetap menyuruh agar para pelajar itu terjun ke kolam. Padahal kolam itu memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter, hingga mengakibatkan seorang pelajar tewas tenggelam," kata Deddy.

Atas kelalainnya tersebut, maka S patut kita tetapkan sebagai tersangka, karena ada unsur kesengajaan yang menyebabkan nyawa melayang. "Saat ini S telah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Ia kami jerat dengan pasal 359 KUH Pidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, eorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.

Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.

"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Kementerian Pertanian RI rupanya tertarik dengan keberadaan Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI), yang dibentuk PT Tirta Investama Gekbrong Cianjur. Keberadaan HIPOCI saat ini dianggap telah memberikan kontribusi kepada kemajuan sektor pertanian.
Salah satu bukti Kementerian Pertanian RI membutuhkan HIPOCI, baru-baru ini HIPOCI didapuk menjadi salah satu pembicara Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petanian yang dilaksanakan pada Selasa - Jumat, 24 – 27 Maret 2015 lalu di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Usahatani Kementrian Pertanian RI, Dr. Ir. Ranny Mutiara Chaidirsyah, dalam realasenya mengungkapkan, kehadiran HIPOCI dalam kegiatan bimbingan teknis bagai para penyuluh pertanian tidak lain untuk memberikan materi kegiatan dalam rangka memberikan ungkapan pengalaman penumbuhan dan pengembangan kelompok usaha tani.
"Kita harapkan apa yang selama ini diraih HIPOCI bisa ditularkan, sehingga bisa dijadikan contoh pengembangan kelompok masyarakat yang mendapatkan dukungan CSR," kata Ranny, Minggu (29/3/2015).
Pihaknya juga mengharapkan, para pembina penyuluh yang hadir dapat mengakses dan memfasilitasi petani untuk mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. "Kementriaan Pertanian mendukung sekali upaya dari perusahaan Aqua melalui kegiatan CSR dalam program pengembangan kelembagaan pertanian. Jangan sampai petani menjadi tamu di rumahnya sendiri," tegasnya.
Sekretaris HIPOCI Cianjur , Sugandi memaparkan, HIPOCI yang dibentuk oleh petani berdiri sejak tanggal 5 Oktober 2011 sampai dengan saat ini telah beranggotakan 956 petani sehat dan organik. "Produk HIPOCI bernilai ekonomi tinggi berupa produk yang unik dengan segmentasi non konvensional yaitu produk organik atau premium. Produk HIPOCI kini bisa didapat di ritel mitra Aqua," katanya.
Stakeholder Relation PT. Tirta Investama, Nurul Iman memaparkan, PT Tirta Investama Cianjur sejak berdirinya tahun 2011 telah bersinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Cianjur. Hal itu tidak untuk mengembangkan kelembagaan ekonomi petani disekitar area operasi perusahaan. "Kami dengan kegiatan CSR mendukung dan mendampingi petani organik agar bisa lebih maju dan memiliki daya saing," kata Nurul.
Pendampingan tersebut, papar Nurul, dimulai dari penggalian potensi lokal berupa pertanian sawah dan sayuran serta peternakan. Integrated farming system atau lebih dikenal dengan istilah pertanian sehat organik terpadu telah dikembangkan oleh CSR Aqua Cianjur sejak tahun 2011 bersama petani dampingan yang tergabung dalam HIPOCI.
"CSR Aqua memberikan bimbingan teknis kepada petani untuk penerapan teknologi murah dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi lokal, pembiayaan, penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, akses pasar dan akses terhadap teknologi informasi (IT) untuk para petani dan pelaku UMKM," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







CIANJUR, [KC].- Kegiatan pramuka para siswa SMK Al Fatma di kolam Solemat Bumi Perkemahan (Buper) Mandala Kitri Cibodas yang menewaskan Rahmi Apriliani (16) siswi Kelas X PB3 itu ternyata tidak memiliki ijin dari pihak pengelola Buper. Mereka hanya mendapatkan ijin untuk kegiatan kempingnya saja selama dua malam.
"Kalau penggunaan kolam Solemat, kami tidak memberikan ijin. Mereka tanpa sepengetahuan kami melakukan aktivitas kegiatan di kolam tersebut," kata Kepala Buper Mandala Kitri Cibodas, Juli Selamat saat dihubungi, Minggu (29/3/2015).
Dikatakan Juli, jika kegitan di kolam Solemat yang dilakukan oleh para pelajar itu mendapatkan ijin, pasti ada petugasnya yang mendampingi. Karena kolam tersebut memiliki kedalaman satu hingga empat meter. Sehingga sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak mengetahui kondisi kolam.
"Penggunaan kolam Solemat itu harus sepengetahuan kami, karena harus ada petugas yang mendampingi, itu standarnya. Tapi apa yang dilakukan para pelajar ini tidak dilakukan, mereka melakukan kegiatan di kolam tanpa sepengetahuan kami. Kalau ada petugas pasti dijelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan," kata Juli.
Kondisi air yang dingin dan tanpa adanya pemenasan sebelum terjun ke kolam Solemat diduga menjadi salah satu penyebab tenggelamnya seorang pelajar tersebut. "Ini bukan air biasa di seperti dikolam renang umum. Airnya sangat dingin, anggota SAR saja yang terbiasa belum tentu sanggup berenang lebih lama, apalagi ini pelajar yang tidak banyak mengetahui kondisi kolam," paparnya.
Mengambil hikmat terjadinya kecelakaan tenggelamnya seorang pelajar itu, pihak pengelola Buper Mandala Kitri berencana akan menutup kolam Solemat yang merupakan peninggalan jaman Belanda itu. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa yang bisa saja terjadi.
"Kami putuskan akan segera mengosongkan kolam, airnya akan kami keringkan dan kolam akan kami tutup. Jangan sampai peristiwa serupa terjadi, cukuplah ini menjadi pelajaran kami semua. Memang kolam itu sering dipakai untuk latihan SAR, namun demi keamanan semua kami putuskan akan ditutup," tegas Juli.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.
Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.
"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet. [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










CIANJUR, [KC].- Akibat tidak bisa berenang, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) siswi kelas X PB3 itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.

Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.

"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet.

Sekitar 10 menit dicari, akhirnya korban ditemukan didasar kolam dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cimacan untuk dilakukan visum et repertum. "Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal," kata Dadang yang terlihat sedih.

Dokter IGD RSUD Cimacan Rizky Utama mengungkapkan, saat datang ke IGD korban sudah tidak sadarkan diri, tidak ada nafas, tidak ada denyut nadi. "Korban tiba di IGD sudah dalam kondisi meninggal, saat kita lakukan pemeriksaan reflek pupil mata sudah tidak ada. Kemungkinan korban meninggal dengan hitungan jam sebelumnya," kata Rizky.

Rizky enggan mengungkap hasil visum yang telah dilakukan karena bukan kwenanangannya melainkan kewenangan penyidik kepolisian. "Tapi hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau kekerasan. Korban tenggelam kehabisan oksigen, karena diatas tiga menit tenggelam kondisi otak sudah rusak," katanya.

Kapolsek Pacet Kompol Wadi Sa'bani mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus meninggalnya pelajar yang tenggelam didalam kolam saat kegiatan pramuka. "Kita belum bisa memastikan, apakah dalam meninggalnya pelajar ini ada unsur kelalaian atau tidak. Semuanya masih kita dalami," kata Wadi saat ditemui terpisah.

Pihaknya juga tidak menampik jika ditemukan ada unsur kelalaian bisa mengarah pada tersangka. "Untuk sementara waktu saya belum bisa memberi keterangan banyak, penyidik kami sedang mendalami kasusnya. Tapu kalau nanti ditemukan unsur kelalain bisa saja mengarah ke tersangka," katanya  [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur baru akan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur menyikapi semakin maraknya galian pasir ilegal diwilayah Kecamatan Sukaluyu. Sikap Satpol PP tersebut dinilai lamban dalam mengambil tindakan selaku petugas penegak Peraturan Daerah (Perda).

"Kami sudah menerima informasi banyaknya galian pasir liar di wilayah Kecamatan Sukaluyu. Kami akan koordinasi dengan PSDAP, menangani galian liar di Sukaluyu ini harus hati-hati karena didalamnya melibatkan banyak orang yang berkepentingan," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Dadan Wildan saat ditemui di kantornya, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Dadan, pihaknya menampik jika langkahnya tersebut dibilang lamban dalam melakukan penertiban. Selaku aparat penegak Perda, pihaknya harus berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan. "Kita sudah sosialisasikan kepada pemilik galian, langkah apa saja yang harus ditempuh dalam proses prijinan. Kami juga pernah sampaikan jangan melakukan aktivitas sebelum adanya perijinan," tegasnya.

Sementara itu masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Sukaluyu menegaskan bahwa aktivitas galian pasir ilegal itu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Selain itu juga telah terjadi pelanggaran hukum yang jelas dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha dan pihak yang terkait dalam usaha galin C ilegal itu.

"Tetapi aparat melakukan pembiaran. Stop semua aktivitas penambangan pasir galian C yang ada di wilayah       Kecamatan Sukaluyu. Segera aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing," kata juru bicara AMPL Sukaluyu, Aep Saepudin ditemui terpisah.

Atas nama masyarakat juga menuntut stop truck angkutan pasir yang melewati ruas jalan yang melintasi     Desa Tanjungsari, Selajambe dan Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu karena kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah semakin rusak parah. "Selain itu, kami juga menuntut kepada Pemkab Cianjur untuk segera memperbaiki ruas jalan yang kondisinya rusak parah," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

no image
CIANJUR, [KC].- Seorang buruh pabrik boneka Aurora ditemukan tewas didepan kamar mandi kosnya di Kampung Lembur Sawah RT 01/RW 02 Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/3/2015) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditemukan korban dalam kondisi tertelungkup dengan mulut mengeluarkan darah. Diduga korban terjatuh setelah keluar dari kamar mandi hingga tewas.

Keterangan yang berhasil di himpun menyebutkan, korban teridentifikasi bernama Iis Susilawati (23) warga Kampung Serena Jonggol RT 03/RW 02 Desa Sinarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor. Sebelum ditemukan tewas, buruh perusahaan boneka Aurora itu tengah menderita sakit.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kapolsek Sukaluyu AKP Achmad Suprijatna mengatakan, membenarkan korban tewas akibat sakit yang dideritanya. Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi yang merupkan rekan korban.

"Korban sebelumnya memang menderita sakit seperti batuk-batuk. Itu juga dibenarkan oleh sejumlah saksi yang kami mintai keterangan. Dugaan kuat korban tewas akibat sakit, tidak ada unsur kekerasan lain," kata Achmad saat dihubungi, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Achmad, sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengaji. Namun saat temannya tidur, korban keluar kamar kos bermaksud ke kamar mandi. "Sebelum ditemukan tewas korban sempat bilang ke rekannya kalau setelah mengaji jika meninggal kemungkinan enak. Ternyata kalimat itu menjadi kenyataan dan korban meninggal dunia," katanya.

Untuk memastikan penyebab korban meninggal, jasad korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk dilakukan visum et repertum. Dari hasil visum tidak ditemukan unsur-unsur tindak kekerasan didalam tubuh korban.

"Hasil ‎​dari visum luar jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, serta sesuai dengan keterangan saksi, memang korban dalam kondisi yang kurang sehat. Dengan demikian dugaan kuat korban itu meninggal karena sakit yang dideritanya," paparnya.

HRD Aurora RA. Zulkarnaen melalui staf personalianya Sain Iskandar membenarkan kalau korban merupakan karyawan dibagian sewing. Korban diakuinya sempat mendapatkan pengobatan dari klinik Indo Sehat akibat sakit yang dideritanya.

"Informasinya memang korban itu menderita sakit. Pernah mendapatkan penanganan dari klinik yang kami siapkan. Korban juga sempat beristirahat tidak masuk kerja," kata Sain saat ditemui di areal pabrik Aurora.

Pihak perusahaan kata Sain, telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain itu perusahaan juga tengah mengurus klem kematian BPJS Ketenagakerjaan. "Kita sedang urusi, karena semua karyawan kami masuk BPJS Ketenagakerjaan, termasuk korban. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Dunia maya langsung dibanjiri ungkapan duka cita untuk Olga Syahputra. Penggemar, selebriti, serta media televisi, radio, dan internet memberondong Twitter dengan cuitan selamat jalan untuk sang komedian. Kabar meninggalnya bahkan langsung menjadi tending tropic di Twitter.

Ucapan pertama yang terdeteksi beberapa menit setelah kabar meninggalnya Olga merebak, adalah dari Rian Ekky Pradipta, vokalis d'Masiv. "RIP Olga Syahputra," tulisnya.

Dihubungi CNN Indonesia pada Jumat (27/3), Rian mengaku mengetahui kabar meninggalnya Olga dari stasiun televisi swasta. Melalui sambungan telepon, manajer Olga, Vera mengonfirmasi bahwa pembawa acara musik dan komedi situasi itu telah menutup usia.
Olga meninggal di Singapura setelah hampir setahun dirawat di sana. Sosok yang dikenal karena candaan ceplas-ceplos itu mengembuskan napas terakhir pukul 17.00 waktu Singapura.

Selain Rian, sahabat Olga, Raffi Ahmad juga telah mengungkapkan pernyataan duka. Melalui akun Twitter ia menulis, "Inalillahiwainalillahirojiun sahabatkuuuu OLGA SYAHPUTRA Surga tempatmu sahabatku."
no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah oknum petugas ditengarai menerima setoran dari sejumlah galian pasir ilegal yang berada diwilayah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Hal itu dimungkinkan jika melihat penambangan ilegal itu masih terus berlangsung dan jumlahnya semakin bertambah.

Berdasarkan penuturan salah seorang pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya, setidaknya mereka mengakui menyetorkan sejumlah uang setiap awal bulan kepada beberapa oknum petugas dilingkungan kecamatan Sukaluyu. Dari setiap galian mengeluarkan uang kepada masing-masing oknum petugas sebesar Rp 500 ribu.

"Ada enam galian yang memberikan uang setiap bulannya. Kami sudah siapkan uang itu dan dimasukkan kedalam amplop untuk masing-masing petugas. Besarnya kita ukur rata-rata Rp 500 ribu," kata seorang koordinator pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya.

Pemberian sejumlah uang kepada oknum petugas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Awalnya nilainya mencapai Rp 700 ribu per bulan per petugas. Namun karena kondisi galian semakin sepi seiring semakin menjamurnya galian liar, iuran ilegal itu turun menjadi Rp 500 ribu.

"Sekarang kondisinya sepi, banyak yang membuka galian baru. Otomatis pendapatan mengalami penurunan," kata pengelola galian yang menyebut dalam sehari hanya mampu menjual pasir sekitar 40-50 truk engkel itu.

Menanggapi adanya sejumlah oknum petugas yang menerima iuran ilegal setiap bulan dari galian pasir Ilegal itu, pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur akan terjun langsung untuk mengecek kebenarannya. Kalau sampai ditemukan ada oknum petugas yang menerima iuran ilegal akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ini kabar yang tidak enak buat kami, kalau sampai benar, ini tidak bisa didiamkan. Tapi kami yakin tidak ada petugas kami yang mencoba bermain-main dengan galian pasir di Sukaluyu. Kami akan melakukan investigasi, untuk mengungkap oknum petugas yang menerima setoran itu, bisa saja oknum petugas dari instansi lain," kata Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Doddi Permadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Iman Budiman, Kamis (26/3/2015).

Pihaknya akan segera menurunkan petugasnya mengecek kebenaran kabar penerimaan iuran ilegal. "Tentu kami harus hati-hati, karena ini melibatkan kepentingan orang banyak. Tidak jarang bisa saja terjadi gesekan yang tidak kita inginkan," paparnya.

Jika ditemukan ada anggotanya yang terlibat menerima iuran ilegal itu, tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jelas ada sanksinya tergantung kesalahannya. Tapi semua itu harus dibuktikan dulu kebenarannya sebelum menjatuhkan sanksi. Kita segera terjun melakukan investigasi," tegasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti penyuluhan hukum bagi anggota Korpri tahun 2015 yang dilaksanakan di gedung Korpri Jalan Raya Bandung, Sadewata Sabandar Kecamatan Karangtengah, Selasa (24/3/2015).

Seorang peserta Asep Rochman mengaku sangat antusias mengikuti penyuluhan hukum yang dilaksanakan Korpri Kabupaten Cianjur. "Penyuluhan hukum seperti ini sangat penting bagi seluruh anggota Korpri. Karena anggota Korpri itu banyak yang berlatar belakang disiplin ilmu bukan dari hukum. Sehingga dengan penyuluhan ini akan lebih melek hukum," kata Asep.

Sementara Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir pada penyuluhan hukum bagi anggota Korpri mengungkapkan, penyuluhan hukum ini, sebagai upaya memberikan wawasan dan pemahaman tentang hukum kepada para aparatur di lingkungan Pemkab Cianjur khususnya bagi para pengurus dan anggota korpri unit kabupaten, kecamatan dan desa.

"Mudah-mudahan para peserta khususnya para anggota korpri dapat lebih memahami tentang hukum, yang pada akhirnya dapat tumbuh kesadaran terhadap hukum sebagai landasan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Tjetjep secara terpisah.

Dikatakan Tjetjep, peranan anggota korpri dalam berbagai bidang, sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat harus senantiasa meningkatkan dan memelihara disiplin, spirit dan kinerja korpri dengan melaksanakan tugas secara profesional dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindak yang positif dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku.

"Penyuluhan hukum diharapkan akan bermuara pada meningkatnya kesadaran kita terhadap hukum, yang bukan saja akan terbentuk sifat untuk taat kepada norma hukum, namun juga terhadap norma-norma lainnya seperti norma etika, norma susila terutama norma agama," katanya.
 
Dengan ikutnya sejumlah PNS yang merupakan anggota korpri dalam penyuluhan hukum diharapkan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dengan membangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel. "Kita harapkan mereka dalam menjalankan tugas dengan semangat untuk berbuat yang terbaik. Jadikan pelaksanaan tugas pengabdian sebagai bagian dari ibadah dengan senantiasa mentaati semua norma hukum, norma etika, norma susila terutama norma agama," paparnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Untuk kedua kalinya, H.M anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Demokrat mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Anggota dewan yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan keuangan Desa Peradaban itu tidak memberikan kabar kepihak Kejari mengenai ketidak hadirannya.

Sebelumnya H.M juga tidak memenuhi panggilan Kejari Cianjur, namun yang bersangkutan menyampaikan surat ijin ketidak hadirannya. Demikian juga dari lembaga DPRD juga menyampaikan surat mengenai ketidak hadirannya. Namun kali ini baik H.M maupun lembaga DPRD tidak ada pemberitahuan.

Ketidak hadiran H.M pada panggilan kedua statusnya sebagai tersangka pada kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Desa Peradaban Tahun Anggaran 2012, itu dikabarkan yang bersangkutan tengah umroh. Namun kepastian alasan tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan, karena tidak ada surat resmi pemberitahuan dari yang bersangkutan ke Kejari Cianjur.

Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Sulisyadi, menyatakan, sejatinya, rencana pemeriksaan terhadap HM itu dilakukan Jumat (20/3/2015) pekan lalu. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kedua itu tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas.

“Pemanggilan pemeriksaan seharusnya dilakukan Jumat pekan kemarin. Tapi yang bersangkutan kembali tidak hadir. Kali ini tidak ada alasan dan pemberitahuan yang jelas kepada kami,” ujar Sulisyadi.

Menurut pria yang akrab disapa Sulis itu, pihaknya sama sekali tidak mendapatkan penjelasan, baik dari yang bersangkutan maupun dari pihak DPRD Kabupaten Cianjur. Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

“Padahal, surat pemanggilan itu sudah kami sampaikan kepada yang bersangkutan sejak Senin pekan lalu. Itu sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan,” jelas Sulis.

Sulis menambahkan, ketidakhadiran HM pada pemanggilan kali kedua ini berbeda dengan yang pertama. Saat itu, kata Sulis, pihaknya menerima surat pemberitahuan baik dari yang bersangkutan mupun dari pihak DPRD Kabupaten Cianjur, bahwa HM tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dikarenakan adanya kegiatan dewan di luar kota.

Meski tidak memenuhi panggilan, Sulis menyatakan, pihaknya menganggap HM cukup kooperatif. Walaupun, lanjut Sulis, tentu ada kekhawatiran dari pihaknya. Untuk itu, berkenaan dengan tindakan pencegahan ataupun tindakan lainnya, hal itu akan dievaluasi dan dirapatkan dulu.

“Nanti kami akan evaluasi dulu apa yang sekiranya perlu untuk kami lakukan. Kami masih belum bisa memberikan banyak keterangan,” tukas Sulis.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, mengakui, telah menerima surat izin dari HM yang mengatakan akan melaksanakan umroh. Karena itu, pihaknya pun hanya menyampaikan surat izin yang bersangkutan tersebut ke Gubernur.

“Yang berwenang memberikan izin itu gubernur. Kalau di kami (dewan, red) sifatnya hanya pemeberitahuan saja. Masalah diizinkan atau tidak, itu kewenangan gubernur. Aturannya memang seperti itu,” jelas Yadi.

Ditanya apakah ada tindakan dari dewan berkenaan dengan perkara yang menjerat HM itu, Yadi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum itu kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kejari Cianjur.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada Kejari Cianjur yang menangani perkara ini. Karena ini kan urusan pribadi yang bersangkutan,” punkas Yadi [KC-02/gp]**.
CIANJUR, [KC].- Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, Minggu (22/3/2015) petang mengakibatkan sejumlah bencana alam terjadi di Cianjur. Banjir yang merendam sejumlah rumah warga terjadi dibeberapa titik. Demikian juga tanah longsor dan retakan tanah terjadi disejumlah wilayah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sejumlah warga terpaksa harus di ungsikan ketempat yang aman.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, banjir akibat hujan deras terjadi diantaranya di Kampung Kaum dan Kaum Kidul Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah. Puluhan rumah didua kampung tersebut terendam hingga mencapai setengah meter akibat meluapnya selokan di dua kampung itu. Sejumlah barang rumah tangga milik warga banyak yang terendam seperti meja kursi, kasur dan barang elektronik.

Banjir serupa juga terjadi di Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah. Setidaknya 12 rumah terendam akibat meluapnya aliran sungai didaerah tersebut. Warga yang rumahnya terendam sempat diungsikan. Bahkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Senin (23/3/2015) menyiapkan sebuah perahu karet sebagai upaya untuk menyeberangkan warga jika kondisi air kembali meluap.

Sementara bencana alam longsor terjadi di Kampung Jati RT 02/RW 02, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong. Tiga rumah di kampung tersebut rusak berat akibat diterjang longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, warga yang rumahnya rusak diungsikan ketempat yang lebih aman.

Longsor juga terjadi Kampung Cibeureum Desa Babakan Karet Kecamatan Cianjur. Jalan desa di kampung tersebut sempat tertutup longsor sehingga mengakibatkan akses jalan desa yang mengarah atau sebaliknya ke Babakan Karet-Mekarjaya tidak bisa dilalui. Warga Mekarjaya yang tinggal diperbatasan Desa Babakan Karte berupaya menyingkirkan longsoran. Hingga pukul 20.00 WIB, jalan sudah bisa dilalui.

Bencana alam lainya terjadi di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Setidaknya 13 rumah warga di Kampung Sindanglangu RT 05/RW 11 rusak akibat terjadi pergerakan tanah. Tiga rumah diantaranya rusak berat, dan penghuni rumah harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sementara 20 rumah lainya di kampung tersebut juga terancam pergerakan tanah.

"Petugas kami sudah kami kerahkan di sejumlah lokasi untuk melakukan penanganan bencana alam ini. Untuk yang di Batulawang kita akan siapkan tenda untuk antisipasi warga yang mengungsi. Yang lainnya kita sudah melakukan penanganan dengan segera," kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman saat dihubungi Senin (23/3/2015). 

Pihaknya akan terus memantau lokasi bencanan terutama yang ada diwilayah Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Pergerakan tanah diwilayah tersebut kemungkinan masih akan terjadi jika melihat curah hujan yang masih tinggi. "Kita terus pantau sebagai langkah antisipasi terjadinya pergerakan tanah susulan. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa," katanya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan, harus diawali dengan penguatan kelembagaan. Sebesar apapun bantuan yang diterima koperasi jika kelembagaanya tidak kuat maka tidak akan bisa berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Cianjur, Ridwan Ilyasin melalui peleksananya Bambang Eko saat menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Tanjung Harapan di Kampung Cinyaut Girang Desa Sukasarana Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Senin (23/3/2015).

"Sebelum melangkah lebih jauh, koperasi harus bisa menguatkan kelembagaanya. Dengan kuatnya lembaga koperasi itu maka dengan sendirinya bantuan juga akan bisa mengalir. Karena sebesar berapapun bantuan, kalau kelembagaanya tidak kuat, tidak akan banyak bermanfaat," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, pengurus dan anggota harus aktif dan memiliki komitmen berkoperasi. Dengan kebersamaan, koperasi akan bisa maju dan lebih berkembang. "Penguatan lembaga koperasi kata kunci gerakan ekonomi rakyat menjadi soko guru. Dengan demikian tidak ada istilah lagi mekanisme koperasi bagaimana ketua," katanya.

Dengan kuatnya kelembagaan koperasi, minimalnya koperasi memiliki aktivitas kegiatan. Koperasi harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif. "Kalau ini semuanya sudah ada, koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru perekonomian rakyat," tegasnya.

Ketua KUD Tanjung Harapan, Sjamsudin mengungkapkan, koperasi yang dipimpinnya saat ini tengah berupaya mengembangkan sejumlah usaha. "Kedepan kita ingin ada UKM Mart,dan pengajuan bantuan dana penambahan modal LPDB dan menjadi distributor pupuk dan gas LPG. Kita tengah mengupayakan itu," kata Sjamsudin saat ditemui terpisah.

Pihaknya optimis hal itu bisa terwujud asal mendapatkan dukungan dari semua anggota koperasi. "Atas dasar program yang telah disetujui para anggota, tidak ada kata pesimis, kami yakin dengan kebersamaan koperasi ini bisa lebih maju lagi," katanya  [KC-02]**.
no image
CIANJUR, [KC].- Aroma Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) di Cianjur sepertinya sudah mulai memanas. Sejumlah bakal calon mulai bermunculan. Mereka menawarkan diri dengan berbagai slogan untuk menarik simpati masyarakat. Meskipun diantara mereka belum tentu akan melenggang mengingat persyaratan yang harus dipenuhi.

Ramenya iklim Pilkada tersebut sepertinya juga menarik partai pendatang baru Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Meski baru terbentuk kepengurusannya di Cianjur, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perindo Kabupaten Cianjur, memastikan bakal ikut memberikan warna dalam gelaran Pilkada Kabupaten Cianjur yang akan dihelat pada Desember 2015 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Perindo Kabupaten Cianjur, Iman Budiana, usai melaksanakan silaturahmi dengan seluruh pengurus DPD Perindo se-Jawa Barat yang digelar di Teras Kita, baru baru ini.

Kekikutsertaan Perindo dalam pilkada nanti, diakui Iman memang tidak dengan ikut secara langsung. Pasalnya, partai pimpinan Harry Tanoesudibyo itu masih belum mendapatkan verifikasi dari Kemenkumham.

"Selama ini kami juga sudah berkomunikasi, baik dengan partai-partai politik maupun dengan nama-nama yang sudah muncul di permukaan yang kemungkinan bakal maju dalam pilkada Cianjur nanti," aku Iman.Oleh karena itu, dalam ajang silaturahmi tersebut, sebut Iman, salah satu agendanya adalah membahas secara khusus keikutsertaan Perindo dalam pilkada Cianjur 2015.

"Dengan segala daya dan upaya kami akan mendukung secara penuh terselenggaranya Pilkada Kabupaen Cianjur. Dari komunikasi informasi informal yang sudah dilakukan, kami sedikit banyak mendapatkan gambaran dan peta kekuatan politik yang ada. Tapi masih akan terus berkembang karena masih belum dimulainya tahapan pilkada," katanya.

Perindo akan memberikan dukungan kepada sosok yang jelas-jelas memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil. Karena selama ini memang masih cukup jauh dari harapan. Selain keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil, sosok tersebut juga haruslah bisa memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat yang dinilainya berada pada titik yang sangat mengenaskan.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah berkenaan dengan perekonomian masyarakat yang menurutnya masih berjalan di tempat dan cukup rendah. Hal itu bakal terlihat jelas ketika berada di tengah-tengah masyarakat yang tinggal di desa pelosok.

"Calon yang akan kami dukung tentunya yang memiliki kepedulian terhadap warga tidak mampu. Harus ada kerja riilnya. Ada empat nama yang dinilainya memiliki peluang cukup besar untuk menjadi pemimpin Cianjur pada periode mendatang. Hal itu didasarkan pada rekam jejak dan kinerjanya selama ini," kata dia tanpa mau menyebut nama yang dimaksud [KC-02/gp]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

no image
CIANJUR, [KC].- Mantan Presiden Islamic State of Iraq and Syria (Isis) regional Indonesia H. Cep Hernawan ditangkap Polres Cianjur terkait dengan dugaan penipuan yang dilakukannya pada Januari 2011 silam. Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) itu ditangkap dikediamannya di Jalan Ariawiratanudatar Cianjur, Sabtu (21/3/2015).

Ia langsung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh seorang warga berinisial T asal Lampung. Tersangka langsung dikebloskan dalam sel tahanan Mapolres Cianjur.

Kapolres Cianjur AKB Dedy Kusuma Bakti membenarkan penangkapan terhadap H. Cep Hernawan. Penangkapan tersebut terkait dengan adanya laporan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Ketua Umum Garis itu.

Dikatakan Kapolres, kasus penipuan itu dilaporkan oleh korban T asal Lampung pada 20 Februari 2013 lalu. Kejadiannya bermula saat korban dikenalkan dengan tersangka pada Desember 2010. Korban selanjutnya bertemu dengan tersangka dikediamanya Jalan Aria Wiratanudatar pada 4 Januari 2011. Disitulan tersangka menyampaikan kepada korban kalau dirinya mengelola beberapa proyek pemerintah bantuan propinsi yang didapatkan dengan cara penunjukan langsung (PL).

Tersangka juga menjelaskan kepada korban, PL tersebut akan didapatkan paling lama bulan Maret - Juni 2011. Lantaran percaya mengingat tersangka merupakan tokoh masyarakat, korban selanjutnya memberikan sejumlah uang Rp 150 juta secara bertahap. Setidaknya ada lima kwitansi tanda terima bukti pemberian uang.

"Sebenarnya korban sudah berupaya melakukan penyelesaian dengan cara kekeluargaan. Bahkan sudah menunggu hingga dua tahun, namun rupanya tidak di indahkan dan akhirnya korban melaporkan perkaranya," kata Dedy saat ditemui di Mapolres Cianjur, Minggu (22/3/2015)

Dedy juga membantah, penangkapan Ketua Umum Garis itu terkait dengan masalah pendanaan ISIS. "Ini murni kasus dugaan penipuan, tidak ada kaitannya dengan ISIS. Hanya memang beberapa bulan lalu tersangka sempat mengklem sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia dan akhirnya mengundurkan diri.

"Waktu itu sudah kami konfirmasi, ternyata yang bersangkutan tidak ada kaitannya dengan ISIS. Saya tegaskan lagi bahwa upaya hukum yang kami lakukan hanya terkait dengan dugaan penipuan yang dilakukannya," kata Dedy.

Atas perbuatannya tersangka akan di ancam dengan pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. "Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya lima lembar kwitansi dan sejumlah dukumen lainnya," paparnya.

H. Luki Permana, anak dari tersangka H. Cep Hernawan mengungkapkan, penangkapan terhadap orang tuanya dianggap hal yang janggal. Ia menganggap kasus yang disangkakan kepada orang tuanya sudah pernah diangkat dan pelaku utama sudah meninggal dunia yakni mantan Kadis PU Binamarga, DP danketua sebuah LSM berinisial L.

"Ini memang sangat janggal, tapi kita akan ikuti apa yang dituduhkan pihak kepolisian bagaimana jalurnya. Memang kasus ini setahu saya proyek fiktif atau apa," kata Luki saat ditemui terpisah.

Begitu orang tuanya ditahan, pihak keluarga langsung meminta bantuan hukum melalui salah satu pengacara di Cianjur dan akan meminta bantuan pengacara Tim Pembela Muslim (TPM). "Kami juga sudah mengajukan penangguhan penahanan, kita ingin dari tahanan polres menjadi tahanan kota, berkasnya sudah disampaikan, tingga menunggu hasilnya," katanya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Sebanyak 17 pasangan suami istri dari pesisir pantai Cidaun Cianjur selatan mengikuti isbat nikah yang dilaksanakan Pengadilan Agama Cianjur di aula Desa Cisalak Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. Kegiatan tersebut berlangsung atas inisiasi Lembaga Bantuan Hukum Kusumah Bangsa Cianjur (LBH-KBC)

Ketua LBH KBC Gin Gin Yonagi mengatakan, sedianya isbat nikah secara gratis itu akan diikuti oleh 18 pasangan. Namun satu pasangan harus ditunda lantaran tidak bisa hadir karena sedang bekerja di luar kota .

"Tadinya kita berharap bisa semua ikut isbat nikah. Karena kita sudah melakukan persiapan secara matang termasuk penyiapan berkas administrasinya. Namun ternyata ada salah satu pasangan yang tidak bisa hadir lantaran suaminya bekerja di Jakarta dan tidak bisa pulang," kata Gin Gin saat ditemui Jum'at (20/3/2015).

Dikatakan Gin Gin, isbat nikah gratis yang dilaksanakan didaerah pesisir Cidaun itu tidak lain bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu yang selama ini sudah hidup serumah dan mempunyai anak namun tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka menikah dibawah tangan tanpa mendapatkan buku nikah.

"Secara hukum agama memang pernikahannya itu syah, namun pernikahan itu secara administrasi negara tidak tercatat. Padahal itu sangat penting. Namun dengan berbagai kendala, mereka tidak bisa mencatatkan pernikahannya itu," katanya.

Melihat kondisi itulah, setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintahan Desa Cisalak, ternyata didapati masih banyak pasangan serumah yang pernikahannya belum tercatat. "Ternyata masih banyak, makanya kita ambil diwilayah pesisir yang lokasinya cukup jauh dari kota Cianjur. Kita yang mendatangi, untuk dilakukan sidang ditempat," tegasnya.

Isbat nikah gratis yang dilaksanakan bagi pasangan yang tidak mampu itu, merupakan salah satu program dari LBH-KBC untuk membantu masyarakat. LBH-KBC merupakan satu-satunya organisasi bantuan hukum di Cianjur yang dipercaya mendapatkan bantuan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

"Tahun ini kita sudah memasuki tahun ketiga mendapatkan bantuan dari Kemenkum HAM, untuk kegiatan litigasi dan non litigasi. Salah satunya yang telah kita laksanakan adalah isbat nikah bagi pasangan yang tidak mampu ini," tegasnya.

Pihaknya mengaku juga siap melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu. "Pendampingan hukum gratis bagi masyarakat tidak mampu kami laksanakan. Ini juga merupakan program kami yang diamanatkan Kemenkum HAM. Masyarakat yang membutuhkan kami siap melakukan pendampingan hukum," paparnya.

Sementara seorang pasangan suami istri Huson (42) dan Sopiah (40) warga Kampung Ciseupat RT 03/04 Desa Cisalak Kecamatan Cidaun mengaku sangat senang dan tidak menyangka bisa ikut isbat nikah secara gratis. Keinginannya itu sudah dipendam belasan tahun dan baru terialisasi setelah adanya program isbat nikah gratis.

"Pinginnya sudah dari dulu, tapi harus datang ke Cianjur. Kami tidak memiliki biaya, makanya selalu gagal. Tapi setelah ada kabar ada isbat nikah gratis, kami memaksakan diri mendaftar dan berangkat, apalagi dilaksanakan di kantor desa sendiri," kata Huson yang sudah memiliki tiga anak dari hasil pernikahannya dibawah tangan.

Bersama pasangan lainnya, pasangan tersebut menyampaikan apresiasi kepada LBH-KBC yang telah memberikan kesempatan untuk ikut isbat nikah. "Hatur nuhun pisan (terimkasih sekali) kalau tidak ada program dari LBH-KBC mungkin sampai saat ini saya belum bisa isbat nikah, karena tidak punya uang," paparnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sungguh tidak sebanding dengan beban dan tanggungjawab pekerjaan yang harus dipikul relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Kabupaten Cianjur. Betapa tidak, meski harus siaga 24 jam sebagai antisipasi terjadi bencana, namun hanya mendapatkan insentif Rp 100 ribu setiap bulannya. Jumlah tersebut jelas sangat tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup selama satu bulan.

Untuk menutup kekurangan kebutuhan sehari-hari, para anggota Tagana itu harus bekerja sambilan. Ada diantaranya yang menjadi tukang ojeg. Perlu perhatian pemerintah, mengingat keberadaan Tagana sangat dibutuhkan, apalagi ketika terjadi bencana alam.

"Kalau melihat tugas dan tanggungjawab yang harus kita pikul memang jauh sangat tidak idial jika melihat besarnya insentif yang kita terima setiap bulannya. Ini sebuah konsekwensi yang harus kita hadapi meski itu terasa sangat berat. Apalagi kalau sudah melihat dengan kebutuhan hidup," kata Ketua Tagana Kabupaten Cianjur, Ceceng Suryatna (37) saat dihubungi Kamis (19/3/2015).

Dijelaskan Ceceng, jumlah anggota Tagana di Kabupaten Cianjur mencapai 40 orang. Mereka selalu siap siaga diterjunkan ke lokasi bencana setiap saat tanpa melihat kondisi waktu. Para anggota Tagana tersebut merupakan tenaga yang terlatih dalam penanganan bencana alam.

"Tidak jarang kita berhari-hari dilokasi bencana dengan perlengkapan dan ketersediaan logistik seadanya. Ini memang terjadi, tapi kita dituntut untuk profesional dan ini sudah terjadi beberapa tahun, kondisinya tidak banyak berubah," paparnya.

Insentif yang diterima para relawan Tagana itu awalnya hanya Rp 50 ribu perbulan. Namun sejak tahun 2010 naik menjadi Rp 100 ribu perbulannya. "Memang kita ini disebut relawan, tapi kami juga memiliki harapan seperti yang lainnya. Kami butuh kesejahteraan, jangan hanya tenaga kami dibutuhkan sementara kebutuhan kami tidak diperhatikan," katanya.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan keberadaan Tagana. Tidak hanya masalah insentifnya, tapi juga perlengkapan sarana dan prasarananya juga harus diperhatikan. "Selama ini kita bertugas dibawah perlengkapan dan sarana yang kurang memadai. Kami harapkan pemerintah bisa lebih melengkapi kebutuhan saran dan prasarana kami," harapnya.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Dindin Awaludin tidak menampik minimnya insentif bagia para relawan Tagana. Hal itu tidak sebanding dengan beban dan tanggungjawab pekerjaan yang harus dihadapi.

"Kondisinya memang seperti itu, mereka mendapatkan insentif melalui APBN sebesar Rp 100 ribu perbulan. Ini jauh dari kata layak dan memadai jika melihat beban pekerjaan yang harus dijalani," kata Dindin saat dihubungi terpisah.

Pihaknya mengaku akan berupaya memperjuangkan para anggota Tagana. "Kita juga melibatkan para anggota Tagana di setiap kegiatan agar bisa mendapatkan tambahan. Mudah-mudahan melalui APBD ada bantuan untuk mereka. Kita sedang upayakan," katanya  [KC-02]**.
CIANJUR,  [KC].- Penanganan lahan kritis di Kabupaten Cianjur tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kalau tidak dilakukan, niscaya lahan kritis tidak akan tuntas dan justru akan bertambah.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Cianjur, Mamat Nano ketika disinggung luasnya lahan kritis yang masih ada diwilayah Kabupaten Cianjur. Nano menyebut hingga pertengahan bulan Maret 2015 lahan kritis di Kabupaten Cianjur masih mencapai 63 ribu hektar lebih.

"Kita akui memang masih tinggi jumlah lahan kritis yang ada saat ini. Lahan kritis tersebut tersebar di 11 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ada di Cianjur. Ini perlu penanganan serius dan tidak bisa dilakukan sendiri," kata Mamat Nano.

Berbagai upaya penanganan lahan kritis tengah dilakukan baik dengan swadaya bantuan, maupun bantuan dari pemerintah. "Posisi dinas lebih banyak memfasilitasi, ingin mengerakkan pelaku usaha, petani. Kalau tidak, tidak akan tertangani. Kita pacunya kesadaran masyarakat. Tanpa itu kita sulit. Kalau tidak ada bantuan pemerintah, tidak ada aktivitas," paparnya.

Pembentukan dan pemberdayaan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) tiap desa, sangat membantu dalam penuntasan lahan kritis. Mereka memiliki peran melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk menumbuh kembangkan kesadaran merehabilitasi lahan kritis.

"Masing-masing desa kita tetapkan tujuh orang PKSM. Mereka diberikan bintek diklat. Kalau ada fasilitas yang tidak terpakai kita pinjamkan. Mereka ini menggerakkan masyarakat yang berdomisili. Karena kalau mengandakan penyuluh sudah sangat berkurang," katanya.

Diakui Nano, adanya PKSM di 360 desa/kelurahan sangat efektif membantu dalam penanganan lahan kritis. Para PKSM ini selalu standby di wilayah desanya masing-masing. "Minimalnya mereka itu mampu memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai lahan.
Kita harapkan lahan kritis bisa berkurang dengan pola seperti ini," katanya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Seorang buruh tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor di Jalan Raya Sukabumi Kampung Pancuran Luhur Desa Songgom Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur, Kamis (19/3/2015). Sementara dua orang lainnya mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum (RSUD) Cianjur.

Korban tewas adalah Dede Mulyana (25) warga Kampung Jambudipa Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong. Sedangkan dua korban luka adalah Eni Nuraeni (23) warga Kampung Jambudipa Desa Sukaratu Kecamatan Gekbrong dan Riko Nababan (29) warga Kampung Kebun Manggu RT 04/RW 02 Kelurahan Bojongherang Kecamatan Cianjur.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan merenggut korban jiwa tersebut bermula ketika sepeda motor Yamaha Vega Nopol F 4920 ZA yang dikendarai Dede Mulyana (25) membonceng Eni Nuraeni (23) melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur dengan kecepatan tinggi.

Ketika memasuki jalan lurus dan menurun, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha Vixion Nopol F 4739 ZR yang dikendarai Riko Nababan (29). Diduga gugup, kendaraan yang melaju sama-sama kencang itu akhirnya terlibat tabrakan. Benturan yang sangat keras membuat kedua kendaraan ringsek dan pengendaraan terlempar ke jalan.

Kerasnya benturan membuat pengendara sepeda motor Yamaha Vega mengalami luka yang sangat parah dan akhirnya meninggal dunia. Sementara kedua korban lainnya menderita luka berat. Warga yang mengetahui adanya kecelakaan berupaya menolong dan melarikan korban ke RSUD Cianjur.

"Benturannya sangat keras, kedua sepeda motor melaju cukup kencang. Kemungkinan gugup, mereka jadi terlibat tabrakan, tidak bisa menghindar," kata Jajang seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi kecelakaan.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kanit Laka Polres Cianjur Iptu Tenda membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa. Saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan.

"Masih dalam penyelidikan, kita belum bisa memastikan penyebabnya apa, hanya saja dari keterangan saksi tabrakan tersebut terjadi antara sepeda motor yang berlawanan arah," kata Tenda saat dihubungi terpisah.

Tenda menghimbau, para pengendara agar selalu berhati-hati ketika memasuki jalan diwilayh Gekbrong mengingat kondisi jalan yang menikung dan menurun. Kondisi jalan tersebut sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kami selalu menghimbau kepada pengendara untuk selalu waspada dan hati-hati jika melintas di jalan Gekbrong. Jalur tersebut masuk dalam peta rawan laka lantas. Utamakan keselamatan dibandingkan dengan kecepatan," paparnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Kematian ibu dan bayi saat melahirkan dan pasca melahirkan di Kabupaten Cianjur terbilang masih tinggi. Hal ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur bekerja ekstra untuk menekan tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB). Berbagai programpun dilaksanakan agar AKI/AKB bisa menurun.

Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, pada tahun 2014 setidaknya terdapat 49 ibu meninggal dunia akibat melahirkan. Sedangkan untuk kematian bayi meninggal setelah dilahirkan mencapai 173. Kondisi ini masih menempatkan Cianjur menjadi urutan kelima dari bawah dari jumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.

"Memang masih terbilang tinggi AKI maupun AKB di Cianjur. Kita terus berupaya menekan AKI dan AKB dengan berbagai program. Kita juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesejahteraan Keluarga Teni Hernawati, Rabu (18/3/2015).

Hingga pertengahan Maret 2015, setidaknya telah ditemukan 13 kasus AKI di Cianjur. "Lagi kita soroti kematian ibu, ditingkat provinsi kita mulai menurun meski masih tinggi. Kalau kematian bayi masih masuk ranking 10 di tingkat provinsi," jelasnya.

Dikatakan Teni, sejumlah faktor penyebab tingginya AKI/AKB ada yang secara langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung pada kasus freeklamsi ditandai dengan darah tinggi, protein urin prositif, uedema atau bengkak di kaki kanan dan muka.
Untuk bayi, berat badan lahir rendah, tidak sesuai dengan kehamilannya. Aspiksia atau sesak nafas saat baru lahir. "Aspiksia ini yang paling banyak menjadi penyebab langsung meninggalnya bayi saat dilahirkan," tegasnya.

Sementara penyebab tidak langsung terjadinya AKI/AKB menurut Teni, akibat 3 terlambat dan 4 terlalu. "Terlambat memutuskan artinya keluarga tidak segera memutuskan mendapatkan penanganan. Ini faktor budaya. Terlambat merujuk trasportasi, biasanya yang menjadi penyebab dan terlambat mendapat pertolongan, artinya sudah parah saat ke rumah sakit," kata Teni.

Sedangkan 4 terlalu lanjut Teni adalah terlalu muda melahirkan dibawah 20 tahun, terlalu tua diatas 35 tahun, terlalu banyak lebih dari 4 anak, terlalu dekat jaraknya. "Ini yang menyebabkan secara tidak langsung kematian pada ibu," paparnya.

Upaya untuk menekan terjadinya AKI/AKB yang tengah dilakukan saat ini kata Teni dengan cara meningkatkan kualitas tenaga kesehatan dilapangan melalui pelatihan ketrampilan agar bisa menangani kagawat daruratan. Pemenuhan sarana dan prasarana di puskesmas ke gawat darutan. Peningkatan pemberdayaan masyarakat.

"Kita harapkan dengan pemenuhan ini AKI dan AKB di Cianjur bisa ditekan dan terus menurun. Namun kami juga tidak bisa sendiri perlu partisipasi dari semua pihak untuk menurunkan AKI dan AKB di Cianjur terutama peran serta masyarakat," tegasnya [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Aksi begal terjadi di Cianjur, kali ini menimpa Kosasih (52) warga Kampung Kedung Hilir RT 04/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Korban tidak sadarkan diri setelah dikeroyok oleh empat orang begal dua diantaranya mengenakan penutup kepala di jalan menuju rumahnya di Kampung Kedung Hilir RT 01/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang, Selasa (17/3/2015) sekitar pukul 23.30 WIB.

Akibatnya korban mengalami sejumlah luka memar disekujur tubuhnya. Korban juga kehilangan dompet yang berisikan uang tunai senilai Rp 400 ribuan serta hand phone dan cincin batu akik. 

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa begal tersebut terjadi saat korban bermaksud pulang kerumahnya setelah berkunjung dari rumah temannya di Cianjur. Korban yang turun dari angkutan kota (angkot) jalan sendirian menuju arah rumahnya.

Sesampainya di pertigaan jalan setelah melewati jembatan di Kampung Kedung Hilir RT 01/RW 03, tiba-tiba tiga orang yang berada dipertigaan menghampirinya. Tanpa basa-basi ketiga orang yang menggunakan sepeda motor itu langsung memukulnya. Korban sempat melakukan perlawanan, namun karena kalah jumlah korban akhirnya tidak sadarkan diri.

"Begitu saya lewat jembatan, saya melihat ada tiga orang didekat sepeda motor, dua diantaranya mengenakan tutup kepala. Mereka menghampiri saya dan tanpa bicara langsung menjambak rambut dan mencekik saya. Ada diantara mereka yang memukul bagian tengkuk, saya berusaha melawan, tapi datang lagi yang langsung menendang pinggang dan ulu hati hingga saya tidak sadarkan diri," kata korban saat ditemui dirumahnya, Rabu (18/3/2015).

Korban tersadar setelah berada dirumahnya setelah ditolong oleh warga dan diantar oleh petugas kepolisian yang mendapatkan laporan dari warga. "Bagian ulu hati saya masih sangat sakit, demikian juga pinggang saya," kata korban yang hanya bisa berbaring dirumahnya.

Korban mengaku kehilangan dompet yang berisikan sejumlah uang, hand phone dan cincin batu akik. Sedangkan jam tangan yang dikenakan tidak sempat diambil. "Saya tidak mengerti, selama ini saya tidak punya musuh, mungkin ini peringatan buat saya agar lebih-hati-hati," kata korban terbata-bata.

Sementara, seorang warga Indra (20) menuturkan, ia mengaku melihat korban merangkak di jalan saat pulang dari rumah sakit menuju rumahnya. Kawatir jebakan dari pelaku kejahatan, ia memacu sepeda motornya dan memberitahukan kepada warga lainnya. Bersama warga ia mendatangi korban yang sudah tertelungkup tidak sadarkan diri dipinggir jalan.

"Saya takut hanya jebakan pelaku kejahatan, makanya saya bilang ke warga lainnya. Ternyata saat didatangi sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Sempat menjadi tontonan warga, beruntung ada yang mengenali korban dan ada yang melapor ke polisi, sehingga korban bisa di tolong," katanya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Serangkaian lawatan yang dilakukan Direktur PDAM Cianjur Herman Suherman untuk mengkampanyekan dirinya yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhirnya menuai sorotan. Hal itu lantaran melibatkan elemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan steakholder yang sepantasnya tidak dilakukan.

Seperti yang diungkapkan Koordinator Kabupaten Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR)  Cianjur, Rifa Rosyandi, pihaknya mengaku menemukan kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan oleh istri Bupati Cianjur Hj. Yana Rosdiana. Pada kegiatan tersebut ia mengkampanyekan Direktur PDAM Herman Suherman.

"Awalnya acara berjalan layaknya sosialisasi namun di akhir acara Ibu Yana Rosdiana secara lantang mengkampanyekan Herman Suherman Kepala PDAM Tirta Mukti Cianjur sebagai calon bupati yang layak melanjutkan bupati sekarang dengan slogan “Nyunda, Nyantri, Nyakola dan Nyawer. Kami mempunyai rekaman video melaui handphone yang berhasil kita simpan, bagaimana kejadian sesungguhnya dalam acara itu," kata Rifa, Rabu (18/3/2015).

Dikatakan Rifa, pada dasarnya sipapun berhak mencalonkan dan di calonkan dalam perhelatan Pilkada pada bulan Desember 2015 mendatang. Namun tentunya semuanya harus dilakukan dengan cara santun dan mendidik.

"Kami merespon keras dengan adanya Nyawer itu apa?  ini menegaskan tidak adanya pendidikan politik yang baik bagi para pendidik atau guru baik honorer apalagi PNS yang berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur. Ini merupakan contoh yang tidak baik dan sejatinya KPUD Cianjur harus merespon cepat atas dinamika politik yang telah praktekkan oleh mereka itu," katanya.

Dikatakannya, sebelumnya Ketua Korpri Cianjur Cecep S Alamsyah dengan jelas menginstruksikan kepada seluruh anggota Korpri yang anggotanya adalah PNS untuk mendukung Saudara Herman Suherman. “Pilkada ini belum di mulai sejatinya siapapun tidak harus begitu berapi-api sampai melupakan norma dan etika politik yang seharusnya di contohkan kepada masyarakat," paparnya.

Padahal sudah jelas dalam Surat Edaran Menpan No. SE/08.A/M.PAN/5/2005 yang mengatur tentang Netralitas PNS dalam Pemilihan Kepala Daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2004  tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS,   PP No. 30 Tahun 1980 Tentang Peraturan Disiplin PNS.

Atas dasar itulah pihaknya mengingatkan bahwa Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat, maka Pegawai Negeri perlu dibina dengan sebaik-baiknya atas dasar sistim karier dan sistim prestasi kerja. Salah satu hal yang dituntut bagi PNS yaitu sikap netralitas dalam pemilu maupun pilkada.

"PNS itu harus netral, dia punya hak politik sebagai pemilih bukan masuk menjadi tim sukses atau relawan salah satu calon, kalo mau jadi timses yang pinter sebaiknya korpri di belakang layar saja tak usah di permukaan, memangnya rakyat Cianjur ini bodoh dan akan diam saja?," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 400 petugas lini lapangan terdiri Kapusbin KB, Kasubag TU, PLKB, TPD, dan Pos KB mengikuti pembinaan petugas lini lapangan yang dilaksanakan di Bale Rancage Jalan Siliwangi Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Rabu (18/3/2015).

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Cianjur, Esih Sukaesih Karo mengungkapkan, pembinaan tersebut dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kerja, petugas lini lapangan. Hal itu dalam menghadapi pendataan keluarga secara nasional yang akan dilaksanakan mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2015.

"Kita ingin menyamakan persepsi dalam pendataan nanti. Jangan sampai antara petugas diwilayah satu dengan wilayah lainya beda persepsi. Ini jangan sampai terjadi, makanya kita laksanakan pembinaan secara serentak," kata Esih saat ditemui disela kegiatan.

Secara terpisah Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir dalam pembinaan petugas lini lapangan mengungkapkan, pihaknya berjanji akan menambah insentif para petugas PLKB masing–masing sebesar Rp. 200.000,- "Kami tahu dan menyadari bahwa tugas PLKB tidaklah ringan oleh karena itu Insya Allah insentif petugas akan kami naikkan sebesar  Rp.200.000,- / orang," Tjetjep yang langsung disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.

Tjetjep mengajak kepada petugas lini lapangan untuk terus melakukan upaya–upaya revitalisasi program keluaraga berencana dengan memperhatikan promosi program KB secara gegap gempita dan terus menerus kepada masyarakat, sehingga masyarakat semakin sadar akan perlunya program KB.

Pembenahan dalam sistim pencatatan dan pelaporan kesertaan ber KB terutama untuk peserta KB baru harus dilakukan. Menggunakan data keluarga terbaru dan benar (update dan valid) hasil pendataan keluaraga dan mapping peta pus terbaru, sehingga dapat diketahui dengan pasti jumlah keluarga, jumlah pus, dan tingkat kesejahteraan keluarga.

"Kita harapkan juga adanya peningkatan kuantitas dan kulitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan pengelola program kependudukan dan KB serta mantapkan mekanisme operasional program kependudukan dan keluarga berencana di tingkat kecamatan dan desa," harapnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Setelah mendeklarasikan dirinya akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015, Direktur PDAM Tirta Mukti, H. Herman Suherman belakangan rajin mendatangi berbagai kegiatan. Seperti yang dilakukan pada Rabu (18/3/2015). Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) itu menghadiri kegiatan pembinaan petugas lini lapangan di Bale Rancage.

Tidak hanya itu usai safari politiknya dengan para penyuluh KB, Herman melanjutkan dengan mengunjungi penderita gizi buruk Adim Sopian (9 tahun) yang tengah terbaring  lemas di Puskesmas DTP Ciranjang Cianjur.

Adim  merupakan warga Kampung Cihaur Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Ia  mendapatkan perawatan petugas medis Ciranjang, setelah ditemukan bidan desa berdasarkan informasi dari masyarakat. "Kami prihatin melihat kondisinya seperti ini. Makanya, saya langsung turun sendiri untuk melihat kondisi kesehatan Adim sebenarnya," kata Herman yang tak kuat membendung air matanya.

Menurut Herman, dalam kondisi normal seharusnya Adim memiliki berat badan 19 kilogram, tetapi pada kenyataannya hanya 9 kilogram. "Ternyata bukan hanya masalah gizi buruk saja yang dideritanya, Idim juga menderita penyakit gangguan otak dari bawaah sejak lahir," paparnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya langsung memberikan bantuan berupa materi dan pendampingan kesehatan baik ke Puskesmas dan RSUD. "Kita bantu semaksimal mungkin, mudah-mudahan penyakit yang diderita warga Ciranjang segera sembuh," harapnya.

Sementara itu, orang tua Adim, Omah , mengakui, anaknya  lahir saat memasuki usia kandungan 8 bulan. Ketika lahir kondisi Idim normal seperti anak kebanyakan. Namun, memasuki usia 15 bulan dari kelahiran, Idim terkena panas. Sehingga mengakibatkan kejang-kejang.

Semenjak kejadian tersebut, penyakit kejang-kejang acap kali terjadi. "Saya hanya bisa mengobatinya menggunakan obat tradisional. Jika membawa anak saya ke medis terbentur masalah biaya, karena suami saya sudah tidak ada," katanya.

Omah mengakui, kedatangan Herman untuk menjenguk anaknya tentu sangat senang. Apalagi Direktur PDAM itu memberikan sejumlah bantuan untuk pengobatan anaknya. "Saya tidak bisa banyak kata, hanya ucapan terimakasih atas semua yang telah diberikan," paparnya.

Secara terpisah, dr.Lena petugas medis Puskesmas Ciranjang, memaparkan, Adim sudah tangani sesuai dengan standar pelayanan. "Kita sudah tangani sesuai standar pelayanan, selanjutnya akan dirujuk ke RSUD untuk penangan lebih khusus," kata Lena [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Investor asal Jepang tertarik investasi terhadap kokon ulat sutra asal Kabupaten Cianjur. Investor tersebut sanggup menerima kokon Cianjur dengan harga tinggi diatas harga pasaran. Kalau biasanya hanya Rp 20-30 ribu per kilogram, investor asal negeri Sakura itu sanggup membeli dengan harga Rp 100 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Cianjur, Mamat Nano membenarkan adanya permintaan kokon dari investor asal Jepang. Hal itu menjadi angin segar bagi para petani ulat sutra di Cianjur yang sebelumnya kurang beruntung akibat harga kokonnya yang relatif rendah.

"Ini merupakan angin segar bagi para petani ulat sutra, apalagi investor itu mau membeli harga jauh lebih tinggi dari harga biasanya. Tinggal bagaimana kita menyiapkan untuk memenuhi permintaan investor," kata Mamat saat ditemui disela kegiatan di Pemda Cianjur, Selasa (17/3/2015).

Dikatakan Mamat, pihak investor mengisyaratkan bahwa keberanian membeli kokon dengan harga tinggi tentu harus dibarengi dengan kualitas yang lebih baik. Investor meminta agar kualitas kokon yang dihasilkan benar-benar bisa terjaga.

"Ini perlu pengawasan sejak dini, mulai dari awal proses sampai bisa menghasilkan kokon. Karena kualitas harus bisa benar-benar terjaga, jangan sampai mengecewakan investor. Saat ini kita tengah dorong agar para petani mengutamakan kualitas tidak hanya kuantitas, pasar sudah jelas tinggal memproduksinya," katanya.

Sejumlah daerah yang saat ini terus dikembangkan untuk budidaya ulat sutra seperti wilayah Kecamatan Sukanagara dan Kecamatan Pacet. Kedua wilayah tersebut dikembangkan untuk menghasilkan ulat sutra sesuai dengan permintaan investor asal Jepang.

"Saat ini kita baru mampu memproduksi sekitar 300 kilogram per bulannya. Dengan adanya permintaan pasar ini kita harapkan akan lebih lagi, sebab petani juga sudah terangsang untuk lebih giat membudidayakan ulat sutra," paparnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].-  Pemerintah harus segera menyusun kembali regulasi tentang pengelolaan sumber daya air menyusul dibatalkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air oleh  Mahkamah Konstitusi (MK) pada Rabu (18/02/2015).

"Itu harus dilakukan mengingat banyak daerah yang bekerjasama dengan swasta dalam mengelola air khususnya mengenai air kemasan. Kami berharap pemerintah jeli melihat fakta dan kondisi yang ada saat ini," kata Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi saat dihubungi, Selasa (17/3/2015).

Yadi mengakui, sangat menyetujui putusan MK untuk kembali ke Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Undang-undang itu, karena ada yang mengatur tentang perusahaan air yaitu negara. "Meski begitu, tetap harus diatur melalui peraturan pemerintah. Karena perusahaan air saat ini memiliki kontrak, tetapi tidak memiliki payung hukum yang jelas akibat dari adanya putusan MK,” tegas Yadi.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menginginkan adanya regulasi dari pemerintah pusat yang harus dikeluarkan segera baik itu berupa Peraturan Pemerintah ( PP ) atau Peraturan Menteri (Permen), untuk mengatur pengelolaan air. "Tentu nantinya, akan ada Badan Pelaksana (BP) yang mengatur perusahaan air kerjasama antara pemerintah dengan swasta (KPS),” tegasnya.

Sementara itu, Stakeholder Relation CSR Aqua Gekbrong, Nurul Iman memaparkan, perusahaanya selama ini selalu taat aturan. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pada dasarnya sudah dan selalu dilaksanakan.“Kami selalu melakukan upaya pengusahaan air melalui mekanisme izin yang dikeluarkan oleh negara dan dimonitor secara rutin, termasuk pelaksanaan kewajiban yang melekat pada izin yang diberlakukan,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap, pemerintah pusat segera menerbitkan payung hukum dalam bentuk apapun supaya industri tetap berjalan, sehingga dampak negatif untuk masyarakat dan daerah tidak terjadi. "Kami juga berharap pemerintah bisa lebih cepat menerbitkan regulasi itu, agar tidak berdampak kepada daerah," paparnya [KC-02/dak]**.
CIANJUR,  [KC].- Kesejahteraan para guru honorer di sekolah swasta menjadi salah satu prioritas perjuangan yang di usung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Barat. Hal itu mengingat kesejahteraan para guru honorer disekolah swasta khususnya dilingkungan sekolah PGRI masih sangat mendesak untuk ditingkatkan.

"Kita akan terus memperjuangkan temen-teman guru honorer khususnya disekolah swasta agar kesejahteraannya meningkat. Memang tidak mudah, tapi kita harus optimis bisa membawa misi ini," kata Ketua PGRI Jawa Barat Edi Parmadi saat ditemui disela kegiatan pelantikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK 3 PGRI Cianjur, Selasa (17/3/2015).

Dikatakan Edi, selama ini belum ada payung hukum yang menyamaratakan tenaga honorer. Untuk tenaga honorer yang diharapkan menjadi PNS terikat dengan K2 (Kategori dua). Sementara tenaga honorer lainnya yang berada disekolah negeri dan swasta belum bisa mendapatkan kesejahteraan melalui sertifikasi.

"Selama ini yang bisa melakukan sertifikasi hanya guru honorer yang SKnya dikeluarkan yayasan, sedangkan yang disekolah negeri diluar kategori dua kan tidak bisa. Makanya perlu adanya payung hukum. Inilah yang terus kita perjuangkan agar guru honorer itu bisa sejahtera," katanya.

Kepala PGRI Kabupaten Cianjur, H. Jum'ati mengungkapkan, selama ini PGRI Cianjur selalu konsen memperjuangkan kesejahteraan para guru terutama tenaga guru honorer. Tidak ada pembedaan antara guru yang mengajar disekolah swasta atau negeri dalam perlakuannya.

"Hanya sistemnya saja yang sedikit berbeda, tapi tujuannya sama agar mereka lebih sejahtera. Karena banyak diantara guru honorer itu yang jauh lebih berkualitas. Makanya kita juga berupaya terus memperhatikannya," kata Jum'ati saat ditemui terpisah.

Pihaknya berharap para tenaga guru honorer terutama yang tidak lulus menjadi PNS bisa diangkat dengan gaji dari pemerintah. "Mudah-mudahan 2016 yang tidak diangkat, mendapatkan honor dari pemerintah pusat. Ini terus kita perjuangkan, mudah-mudahan bisa teralisasi," tegasnya.

Sementara itu acara pelantikan Kepala SMK 3 PGRI Cianjur itu berlangsung lancar. Dedi Supriyadi memangku jabatan baru menggantikan rekannya Dadang Sunardi yang diangkat menjadi pengawas dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Dedi merupakan orang lama di lingkungan PGRI, sudah sepantasnya meski baru berusia 49 tahun didapuk memimpin SMK 3 PGRI Cianjur.

"Daya ingin sekolah yang saya pimpin ini mernjadi trend setter atau menjadi pusatnya otomotif sekolah di Cianjur. Perlu kerja keras bersama, insya allah apa yang ingin saya bangun itu kedepan bisa terwujud. Apalagi kalau melihat kualitas lulusan otomotif yang banyak menjadi daftar tunggu diperusahaan besar," harap Dedi [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Sejumlah organisasi maupun partai politik (Parpol) di Cianjur sudah mulai menetapkan kriteria bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan didukung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember 2015 mendatang. Salah satunya seperti yang dirilis Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Cianjur.

"Kita akan mewarnai Pilkada Cianjur melalui kriteria calon. Calon yang sesuai dengan kriteria yang kami tetapkan ya akan kami dukung," kata Ketua FPKT Kab Cianjur, H Irvan Rivano Muchtar.

Irvan menjelaskan, sebelum menentukan kriteria, pihaknya terlebih dahulu telah melaksanakan  rapat kerja bersama FPKT kecamatan, desa dan  RT. "Salah satu agenda rapat kerja tersebut, menentukan atau merekomendasikan calon bupati dan wakil bupati lima tahun mendatang," kata Irvan yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Politisi Partai Demokrat ini memaparkan, berdasarkan hasil rapat kerja, muncul kriteria yang dikehendaki. Adapun  calon yang dikehendaki itu, di antaranya,  nyunda, nyantri, nyakola (bersikap orang sunda, sebagai santri atau mengerti agama dan berpendidikan). "Ini merupakan harapan kami," tegasnya.

Irvan mengakui, meski belum masuk tahapan Pilkada, tetapi ada sejumlah calon bupati dan wakil bupati yang sudah bermunculan. Baik di kalangan birokrat, politisi, dan masyarakat umum. Mengenai sejumlah nama cabub dan cawabub, Irvan sangat merespon hal itu. "Kalau banyak calon, berarti iklim demokrasi di Cianjur sangat bagus," paparnya.

Irvan menambahkan, selain kriteria, nyunda, nyantri, nyakola, juga ada kriteria lain yaitu calon bupati jangan berpoligami atau nyandung. "Kriteria yang satu ini muncul atau dari masukan kader perempuan Karangtaruna," kata Irvan sambil tersenyum.

Irvan berharap, semua calon yang nanti akan bertarung di Pilkada, maka bertarunglah dengan cerdas, santun dan sportif. Sebab, pada dasarnya Pilkada ini merupakan hajat warga Cianjur untuk menentukan pemimpin Cianjur yang lebih baik lagi. "Ini merupakan harapan kami," tegasnya [KC-02/dak]**.
CIANJUR,  [KC].- Hingga pertengahan Maret 2015, 23 kasus gizi buruk ditemukan disejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur. Para penderita gizi buruk tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu. Saat ini mereka tengah di tangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur Hary Nurman melalui Kepala Seksi Gizi Masyarakat Bidang Pembinaan Kesehatan dan Gizi Masyarakat Dinkes Hj. Lina Herlinayati, mengatakan, para penderita gizi buruk tersebut saat tengah ditangani dalam upaya untuk menstabilkan asupan gizi dan berat badan. Mereka tengah melakukan rawat jalan dan mendapatkan pantau secara berkesinambungan.

"Hanya 23 kasus yang berhasil kita temukan saat ini masih dalam perawatan. Kita akan lihat berat badanya bulan depan, termasuk status gizinya berubah atau masih tetap," kata Hj. Lina saat ditenui diruang kerjanya, Senin (16/3/2015).

Dijelaskannya, menangani kasus gizi buruk tidak bisa selesai dalam jangka waktu satu bulan. Perlu waktu untuk mengukur status gizinya. "Gizi buruk itu tidak bisa kita ukur satu bulan bisa menaikkan status gizinya. Gizi buruk yang kurang makan kalau tidak ada penyakit lain 3 bulan sudah bisa dilihat. Kalau ternyata ada penyakit penyerta harus diobati penyakitnya terlebih dahulu," kata Lina.

Dikatakan Lina, ada dua kategori penderita gizi buruk yakni gizi buruk murni tanpa adanya penyakit penyerta dan gizi buruk tidak murni atau adanya penyakit penyerta. "Kalau yang murni diakibatkan kurangnya konsumsi makanan bergizi. Kalau diberikan makanan tambahan akan kelhatan pertumbuhannya. Kalau ada penyakit penyerta tidak akan kelihatan karena makanannya di makan penyakit penyerta," jelasnya.

Salah satu upaya penanganan yang saat ini tengah dilakukan pihaknya adalah melakukan dekteksi dini gizi buruk. Dicontohkannya, kalau ada balita datang ke posyandi di KSMnya ada Bawah Garis Merah (BGM) dan dua T (dua kali ditimbang tidak naik berat badanya) itu sudah dideteksi petugas dikawatirkan berubah gizi buruk.

"Kalau sudah ditemukan seperti itu di periksa dulu kondisi fisiknya, kosulkan juga dengan dokter ada penyakit atau tidak. Kalau bisa hanya dg cukup periksa rutin di konseling tiap bulan, kalau perlu dirujuk kita rujuk, itu hasilnya dari doker perlu dirawat atau rawat jalan," tandasnya.

Upaya penangan terhadap penderita gizi buruk yang saat ini tengah dilakukan diantaranya pemberian makanan tambahan selama 3 bulan berturut-turut, atau terus menerus. Koseling gizi harus terus dilakukan oleh para penderita.

"Gizi buruk ini sebagai fenomena gunung es, kita melibatkan semua pihak terkait termasuk pemberdayaan posyandu, karena balita  yang datang ke posyandu akan ketahuan. Pokoknya kita bergerak dalam deteksi dini melibatkan pukesmas, bidan, posyandu. Mereka menemukan selalu melporkan," katanya.

Pihaknya juga mengakui, kasus gizi buruk yang terjadi di Cianjur masih cukup tinggi. Pada tahun 2014 saja setidaknya 205 kasus penderita gizi buruk berhasil ditemukan. Semuanya sudah berhasil ditangani dengan baik. "Kalau sekarang baru 23 kasus, mudah-mudahan bisa berkurang dibandingkan tahun sebelumnya," harapnya [KC-02]**.
CIANJUR,  [KC].- Ada sedikit berbeda acara upacara bendera setiap hari Senin yang dilaksanakan di SMKN 1 Cikalongkulon Kabupaten Cianjur. Betapa tidak upacara yang biasanya hanya diikuti oleh jajaran guru, TU, Kepala Sekolah dan siswa itu tiba-tiba menjelang acara hadir Wakil Bupati Cianjur H. Suranto. Sekalian orang nomor dua di Cianjur itu didapuk menjadi pembina upacara.

Setidaknya 1.300 siswa di SMKN 1 Cikalongkulon itu secara antusias mengikuti jalannya upacara. Mereka  mendapatkan kesempatan untuk secara langsung menyampaikan keinginannya dihadapan wakil bupati setelah wakil bupati menguji keberanian para siswa untuk maju ketengah lapang.

"Para siswa guru sangat antusias mengikutu jalannya upacara. Mereka mendapatkan pencerahan juga motivasi di sekolah yang selama ini jarang didapatnya. Momen langka itu benar-benar dimanfaatkan oleh para siswa untuk menumpahkan harapannya," kata Kepala Sekolah SMKN 1 Cikalongkulon, Muhammad AW, Senin (16/3/2015).

Sementara itu Wakil Bupati Cianjur H. Suranto dihadapan ribuan siswa mengungkapkan, belajar, belajar dan belajar adalah tugas utama sebagai pelajar yang akan mengisi kemerdekaan bangsa yang telah di cita-citakan sejak dahulu. Belajar dengan penuh keseriusan akan menciptakan sumber daya manusia yang siap bekerja apalagi dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

Suranto berharap kepada seluruh siswa-siswi SMKN 1 Cikalongkulon,
agar menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang. Karena dengan
mengkonsumsi narkoba, semua rencana masa depan akan hancur dan juga akan menyengsarakan.

Para pelajar juga dihimbau terus mengikuti pelajaran yang
diberikan oleh guru dikelas dengan sungguh-sungguh dengan penuh
kejujuran karena dengan ilmulah derajat seseorang akan terus meningkat ditambah dengan berbagai prestasi baik itu yang dilaksanakan setiap siswa maupun kelompok. Karena  dengan memberikan yang terbaik untuk sekolah berarti terbaik untuk dunia pendidikan khususnya bagi sekolah itu sendiri dengan mengedepankan budaya kearifan lokal.

"Tantangan dan kesulitan dalam pembangunan dimasa datang hanya akan
dapat dihadapi oleh manusia yang berkualitas artinya memiliki
kecerdasan yang tinggi, terampil, berbudi luhur, berakhlak mulia serta memikul tanggung jawab di dalam menghadapi pembangunan di masa datang. Disinilah letak peran serta para siswa untuk dapat memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan belajar  dengan bersungguh-sungguh sebagai calon penerus perjuangan bangsa khususnya bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Cianjur," pungkas Suranto [KC-02]**.