CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas PU Binamarga Kabupaten Cianjur di Jalan Adi Sucipta, Jum'at (15/5/2015). Warga meminta agar Dinas PU Binamarga segera memperbaiki jalan-jalan yang kondisinya rusak.

Warga gabungan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAM-C), Front Aksi Mahasiswa Cianjur (FAM-C) dan Barisan Tameng Rakyat (Batara) setibanya dihalaman Dins PU Binamarga langsung menggelar orasi. Dalam rga mendesak ke Dinas PU Binamarga untuk segera memperbaiki jalan yang kondisinya banyak yang rusak.

Warga menganggap Dinas PU Binamarga tidak becus mengatur terutama pembangunan infrastruktur jalan. Mereka akan terus melakukan aksi sampai jalan rusak diperbaiki. Disela aksipun masa sempat melantunkan yel-yel sindiran diantaranya,"Nu cianjur, nu Cianjur jalan aing meni hancur, singa reling, singa reling Binamarga jangan jadi maling".

Jenderal Lapangan Aksi, Nashir Ahmad Noor mengungkapkan, rusaknya jalan di Cianjur tidak terlepas adanya faktor dugaan korupsi yang terjadi di APBD Cianjur. Betapa tidak, APBD selama ini terus dikeluarkan, namun faktanya jalan dimana-mana mengalami kerusakan.

"Salah satu contohnya, Jalan Jambudipa ke Gentur masih rusak hingga sekarang. Yang menjadi pertanyaan kemana uang APBD untuk jalan. Jangan sampai dimakan oleh Kadisnya?," kata Nashir ditemui disela aksi unjuk rasa.

Nashir menduga, telah terjadi tindak pidana korupsi dilingkungan Dinas PU Binamarga. Dugaanya tersebut berdasarkan hasil temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kita aksi kesekian kali. Hari ini kami minta Atte Adha hadir untuk menandatangani kesepakatan untuk memperbaiki jalan mulai dari hari ini. Apabila tidak ada perbaikan signifikan, maka kita akan tetap aksi," katanya.

Pihaknya mendesak Dinas PU Binamarga Kabupaten Cianjur untuk mulai melakukan perbaikan jalan Warungkondang-Jambudipa-Tegal Lega secara total dan berkualitas secepatnya. "Kami juga minta agar menghentikan praktek bagi-bagi proyek demi kepentingan politik dàn indikasi fee dari kontraktor untuk para pejabat Binamarga," katanya.

Selain itu juga mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Memproses bentuk praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Kabupaten Cianjur. "Jalan dibiarkan rusak, karena duitnya diduga dikorupsi. Ini harus diusut tuntas, KPK harus terjun kedaerah," tegasnya.

Ditengah orasi, menuntut perbaikan jalan, warga sempat menggelar teatrikal. Dua orang warga bertelanjang dada berbaring kemudian di siram dengan cat warna merah yang menggambarkan darah. Aksi tersebut bentuk sindirian akibat rusaknya jalan banyak warga yang bersimbah darah karena kecelakaan.

Pihak Dinas PU Binamarga sempat menemui warga, namun warga menolaknya. Mereka hanya ingin bertemu dengan Kepala Dinas PU Binamarga Atte Adha Kusdinan untuk diminta menandatangani pernyataan yang isisnya siap melaksanakan perbaikan jalan. Karena tidak bisa bertemu, massa membubarkan diri dengan tertib [KC-02]**.







Axact

Kabar Cianjur

Pemimpin Redaksi : Asep Moh. Muhsin, Redaktur Pelaksana : Mustofa, Wartawan/Reporter : Asep M, Iman Sulaiman, Yedi Mulyadi, Ahmad Jaelani, Muhammad Fikri, Produksi TV : Aves Marley.Kantor Redaksi Kabar Cianjur : Jl. Siliwangi Kp. Kebonmanggu Sawahgede Cianjur 085724070444

Post A Comment:

0 comments:

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.