July 2015
CIANJUR,  [KC].- Setelah calon yang diusungnya di tolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur pada saat pendaftaran hari terakhir, Partai Demokrat (PD) akhirnya merapat ke pasangan calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan koalisi sejumlah parpol, H. Suranto-Aldwin Rahadian (Oki) pada pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2015.

Dukungan terhadap pasangan yang memiliki tagline 'SuAra' itu dilakukan setelah melakukan konsolidasi partai dari tingkat DPP hingga PAC. Bahkan dukungan terhadap pasangan calon H. Suranto-Aldwin Rahadian itu dilakukan langsung oleh Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan didampingi politisi senior Eddy Wibowo dan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana.

Dikatakan Hinca, alasan pemilihan Suranto-Oki karena pada sebelumnya sempat bekerja sama dengan Suranto. Lima tahun lalu, Suranto merupakan kandidat yang diusung Partai Demokrat maju sebagai wakil bupati. Selain itu, keputusan ini didasari perhitungan pasangan yang berpotensi memenangkan Pilbup.

"Kedua pasangan terbaik yang besar di Cianjur, kami yakini itu. Darimana pun partainya, partai demokrat terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa. Dua orang ini mampu menjadi Cianjur lebih baik ke depan. Itulah pilihannya," katanya usai pendeklarasian.

Keputusan ini, ujar dia, telah disepakati semua kader termasuk sudah mendapat restu dari Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono. Sejak gagal mencalonkan pasangan, Partai Demokrat praktis tidak memiliki pasangan yang dijagokan. Padahal, partai berlambang bintang mercy ini merupakan pemegang kursi terbanyak di legislatif di Cianjur. "Kami sudah kumpulkan seluruhnya termasuk semua, 32 PAC untuk menjelaskan kondisi partai seperti ini. Partai Demokrat memang benar tengah tersesat tapi tersesat di jalan yang benar," ujar Hinca.

Sementara itu, Suranto mengaku kaget dengan keputusan Partai Demokrat mendukungnya. Awalnya tidak ada perbincangan apapun mengenai dukungan ini. Karena sebelumnya Partai Demokrat berada berseberangan dengan dia. Suranto pun baru dihubungi sesaat sebelum Partai Demokrat menggelar konsolidasi. "Saya baru ini dihubungi harus datang ke sini tadi, saya tidak menyangka partai sebesar ini mendukung saya. Saya tadi lagi tes kesehatan, sekitar jam 8 harus datang ke sini," ujar dia.

Diungkapkan Suranto, dukungan ini menambah kuat koalisi partai terhadapnya. Tercatat ada delapan partai yang kini merapat ke pasangan Suranto. Yakni PDI Perjuangan, PAN, Partai Hanura, Partai Gerindra, PPP, Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat. Di legislatif, delapan partai ini total memiliki 36 kursi.

"Demokrat konstituennya banyak. Ini menambah semangat perubahan di Cianjur. Koalisi ini lebih besar jadi 8 partai. Tanggapan masuknya Demokrat pun baik dari partai koalisi. Ke depan yang kami lakukan yakni menyesuaikan teknis pemenangannya seperti apa," kata dia.

Dengan menyatakan dukungan terhadap salah satu pasangan, Partai Demokrat memastikan mencabut gugatan sengketa kepada KPU. Sebelumnya, gugatan itu telah didaftarkan pada Bawaslu Pusat dan Panwaslu Cianjur. "Gugatan sebelumnya sudah dikirim, tapi kami melihat peluangnya kecil untuk itu kami putuskan mendukung salah satu paslon," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulanjana [KC-02/ta]**
CIANJUR,  [KC].- Akibat bak truk pengangkut sampah mengalami kerusakan, sampah-sampah di bak pembuangan sampah di sepanjang Jalan Raya Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur belum bisa terangkut. Akibatnya tumpukan sampah tersebut mengakibatkan bau yang tidak sedap dan mengganggu masyarakat.

Seperti yang dirasakan Siti Fatimah (48) warga Babakan Situ Desa Cipanas Kecamatan Cipanas. Ia mengaku menyaksikan tumpukan sampah di bak pembuangan sampah dipinggir jalan itu sudah beberapa hari terjadi. Keberadaanya dirasakan sangat mengganggu, apalagi bagi masyarakat terdekat atau pejalan kaki yang kebetulan melintas.

"Ya jelaslah mengganggu, baunya sangat menyengat. Padahal biasanya kalau siang itu sudah tidak ada, tapi sudah beberapa hari ini terlihat menumpuk dan cenderung bertambah. Harus tutup hidung atau menahan napas jika melintas disamping bak pembuangan sampah itu," kata Siti Fatimah, Kamis (30/7/2015).

Belum terangkutnya sampah disepanjang Jalan Raya Cipanas Kecamatan Cipanas tidak ditampik oleh Kepala Seksi Pembersihan Jalan dan Tempat Umum Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Cianjur, Lia Amalia. Lia berkilah belum terangkutnya sampah disepanjang Jalan Raya Cipnas itu akibat truk yang biasanya dipergunakan untuk mengangkut mengalami kerusakan dibagian baknya.

"Bak truknya mengalami kerusakan jadi gak bisa di pergunakan. Saat ini lagi dilakukan perbaikan agar bisa dipergunakan dan  sampah bisa diangkut kembali seperti biasa," kata Lia saat dihubungi terpisah.

Pihaknya juga mengakui, selama ini seringkali mobil pengangkut sampah yang dipergunakan mengalami mogok. Hal itu tidak terlepas akibat banyaknya volume sampah yang dipaksakan harus diangkut dengan kondisi jalan yang naik turun. Kendaraanpun seringkali mengalami kerusakan," jelasnya.

Saat ini sejumlah kendaraan pengangkut sampah yang mengalami kerusakan tengah dilakukan perbaikan secara marathon. Hal itu agar kendaraan bisa segera difungsikan untuk mengangkut tumpukan sampah yang ada. Apalagi pihaknya mengaku tengah diburu-buru untuk membersihkan kawasan Cianjur, menghadapi verifikasi adipura.

"Rencananya juga besok kami akan sekalian bersish-bersih bersama di Cipanas. Kita harapkan warga bisa bekerjasama dengan membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah ditempat sembarangan apalagi kalau sampah itu mengganggu orang lain," katanya  [KC-02/im]**
DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

17 Maret 2008 – 04:31 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 7.00 / 1 votes)

Tulisan dengan judul yang sama, yang muncul pertama pada November 2007, mendapatkan sambutan beragam dari pembaca. Ada yang berterimakasih, dan ada pula yang tidak setuju. Pada kesempatan ini saya ingin berkomentar mengenai dua hal. Yang pertama adalah munculnya sejumlah e-mail yang kurang lebih mengatakan, “Kalau Anda tidak setuju pada investasi dinar Irak, tidak usah ribut. Biarkan orang lain mencari rezekinya sendiri.” Yang kedua sejumlah e-mail yang menyoal salah satu alasan untuk tidak membeli dinar Irak, yakni bahwa kemungkinan sulitnya menjual mata uang itu kelak. Atas alasan ini ada e-mail yang mengatakan, “Kok pusing amat. Kalau investasi kita bagus, kita bisa bawa dinar kita ke Timur Tengah atau langsung ke Irak dan menjualnya di sana.”

Tentang yang pertama, saya mohon maaf. Saya menulis jauh dari niat untuk menghalangi rezeki orang. Tetapi lepas dari itu mari
... baca selengkapnya di DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1


CIANJUR, [KC].-  Dukung mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 yang akan bertarung pada 9 Desember 2015 mendatang sepertinya sudah jama' terjadi. Seperti halnya yang dilakukan oleh organisasi yang mengatasnamakan diri Forum Pondok Pesantren (FPP) Cianjur. Organisasi tersebut secara gamblang mendukung pasangan Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Irvan Rivano Muchtar-H. Herman Suherman.
 
Ketua FPP, KH Ade Ismail menuturkan, program Irvan mengenai Cianjur lebih agamis memiliki kesamaan dengan FPP. Karena FPP juga dalam programnya ingin mengembalikan Cianjur menjadi kota santri. Salah satu program FPP, tambah Ade, yaitu melaksanakan tabliq akbar ke setiap sekolah-sekolah, meningkatkan pusat pendidikan islam di pondok pesantren salafiyah dan lainnya. 
 
"Pengurus FPP yang memiliki  406 Ponpes, telah berkomitmen ingin meningkatkan ukhuwah islamiyah dan menjadikan Cianjur menjadi kota santri," kata Ade seusai menerima calon bupati Cianjur, Irvan ke kantornya di jalan Raya Bandung No 99 Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur Kamis (29/7/2015) untuk bersilaturahmi.

Ade menerangkan, Irvan telah berkomitmen untuk memajukan pesantren. Berlandaskan hal tersebut, Ade sebagai ketua FPP siap untuk mendukung dan mengsukseskan Irvan untuk menjadi bupati Cianjur. “Kami akan berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengsukseskan Irvan menuju Cianjur satu,” imbuhnya.
 
Sementara itu, calon bupati Cianjur, Irvan Rivano  Muchtar kaitan Cianjur lebih agamis, pihaknya ingin  Cianjur kembali ke semula yaitu menjadi kota santri. Irvan juga sudah menyiapkan program untuk keagamaan, di antaranya program magrib mengaji. "Saya ingin warga Cianjur, setelah shalat magrib, mengaji ke madrasah atau masjid," paparnya.

Tak hanya itu, program Bupati H Tjetjep Muchtar Soleh , yaitu program menghafal Al Quran satu desa satu orang dan perda  madrasah diniyah akan ditingkatkan dan masih banyak program keagamaan lainnya.

Irvan berharap, dengan adanya program keagamaan, masyarakat Cianjur menjadi agamis, kalau sudah agamis pasti Cianjur akan lebih maju dari segi pembangunan. "Mudah-mudahan harapan tersebut tercapai," imbuhnya.

Irvan juga siap berkomitmen dengan FPP untuk meningkatkan bidang keagamaan. “Saya dibesarkan di lingkungan santri dan pesantren. Sudah sepantasnya saya memperhatikan pondok pesantren,” tegasnya [KC-02/dak]**


Petinggi  DPP Partai Demokrat (PD), Pramono Edi, mengarahkan anggota dewan dari PD dan fungsionaris PD Cianjur agar menyokong pasangan  Suranto-Aldwin Rahadian (Oki) pada pilkada 2016-2021.
CIANJUR,[KC],- Partai pemenang pemilu legiaslatif (pileg)  2014 di Cianjur, Partai Demokrat (PD),  akhirnya mendukung pasangan “Suara”  (Suranto-Aldwin Rahadian), hal ini semakin membuka peluang  pasangan  bakal calon bupati  (bacabup)  Suranto dan bakal calon wakil bupati (bacawabup)  Aldwin  Rahadian (Oki)  kian membesar memenangi pilkada  Cianjur  2016-2021.

"Kami nyatakan , Demokrat menyampaikan dukungan kepada Suranto-Aldwin. Mereka berdua kami anggap sebagai yang terbaik bagi kemajuan Cianjur ke depan, Siapapun kader yang membelot  tidak mendukung pasangan ini, kami keluarkan dari partai" ucap Hinca Pandjaitan, Sekjen DPP Partai Demokrat dengan nada lantang seusai melakukan konsolidasi, Kamis (30/7)

Sebelumnya pasangan “Suara”  dicalonkan  PDI-Perjuangan, PKS, PPP, Hanura, Gerindra, Nasdem, dan PAN dengan total kursi legislatif 26 kursi. Sekarang dengan bertambahnya partai Demokrat, pemilik 10 kursi, dukungan legislatif kepada pasangan “Suara”   menjadi 36 kursi, atau 72% dari total kursi di DPRD Cianjur 50 kursi.  
         
Sokongan yang diberikan PD  terhadap “Suara”   sangat mengejutkan publik.  Sebab PD Cianjur yang semula dipimpin Tjetjep  Muchtar Soleh  (TMS) ini disebut-sebut akan menyalonkan pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman Suhermen. Namun belakangan terjadi kemelut antara PD Cianjur dan DPP PD  yang ujung-ujungnya DPP PD  mengalihkan dukungannya kepada pasangan “Suara”[KC.10]
CIANJUR, [KC].- Untuk menekan terjadinya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur menggelar acara penyuluhan Narkoba di kalangan pelajar SMK Muhammadiyah Cianjur di jalan Dr. Muwardi (by Pass) kemarin. Kegiatan penyuluhan narkoba tersebut diikuti sebanyak 88 orang siswa/i kelas X SMK Muhammadiyah Cianjur, yang baru saja diterima di sekolah tersebut.

Kegiatan penyuluhan Narkoba yang dilakukan BNNK itu merupakan bagian dari kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang diselenggarakan oleh OSIS SMK Muhammadiyah Cianjur.

Bertindak sebagai narasumber, dari BNNK Cianjur adalah Ipda Mardi Sumardi, yang merupakan Petugas Pemetaan Jaringan pada Seksi Pemberantasan Kabupaten Cianjur dan Famella Anggie P, selaku Analis Intelijen Taktis pada BNNK Cianjur.

Dalam penyuluhan Narkoba dikalangan siswa baru itu dijelaskan tentang definisi narkoba, bahaya dan dampaknya, serta ketentuan pidana tentang narkoba yang tertuang dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, dihimbau juga kepada para siswa, agar berperan aktif dalam kegiatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

Para siswa peserta MOS juga diberikan arahan tentang prosedur Wajib Lapor dan Rehabilitasi. Sehingga, apabila mendapati kerabat, keluarga, atau teman yang menjadi penyalahguna narkoba dapat dilaporkan ke kantor BNNK Cianjur [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur yang telah mendaftarakan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur, Rabu (29/7/2015) menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan di RSUD Cianjur. Ketiga pasangan calon bupati dan wakil bupati periode 2016-2021 itu adalah pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman  yang diusung dari Partai Golkar, PKB dan PBB, Suranto-Okky ( Aldwin Rahadian), dari Partai PDIP,Gerindra,PKS,PPP,Nasdem, PAN, dan Hanura serta pasangan calon perseorangan Deni Sunarya dan Zaini Hamzah.

Direktur RSUD Cianjur, dr. Hj. Ratu Tri Yulia Herawati, M.KM memaparkan, hari ini ada tiga  pasangan calon yang  menjalani tes kesehatan. Ratu  menegaskan pemeriksaan kesehatan kepada masing-masing pasangan calon itu membutuhkan waktu 2 hari. Hasilnya akan diserahkan kepada KPU sebelum 1 Agustus 2015."Tes kesehatan atau pemeriksaan kesehatan ini sifatnya menyeluruh, baik tes fisik, psikolog, maupun kejiwaan," lanjut dia.

Ratu  memastikan pihaknya telah menurunkan berbagai disiplin keilmuan untuk memeriksa pasangan bakal calon, mulai dari spesialis penyakit dalam, syaraf, mata, jiwa, neurologi, penyakit infeksi tropis, obgin, hingga spesialis lainnya. "Jadi, semua disiplin ilmu kita kerahkan untuk memeriksa pasangan calon itu," jelas dia.

Ratu  menambahkan, pihaknya hanya memeriksa kesehatan pasangan  calon, dan tidak terlibat dalam memutuskan lolos atau tidaknya pasangan. "Kami hanya memberikan hasilnya, dan seluruh keputusan ada di KPU," tegasnya.

Sementara itu, calon bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar memaparkan, pihaknya bersama Herman Suherman menjalani tes kesehatan. Tes kesehatan , kata Irvan,  bagian dari persyaratan mendaftar ke KPUD Cianjur. "Kami melaksanakan tahapan ini sesuai aturan KPUD," imbuhnya.

Irvan-Herman sendiri sudah siap untuk dites kesehatan. "Kami sudah menjalani serangkaian tes kesehatan. Pada Kamis (30/7/2015) kami akan mengikuti tes kesehatan yang terakhir," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPUD Cianjur, Anggi Shofia Wardani memaparkan, tes kesehatan pasangan calon merupakan tahapan yang harus dilalui oleh tiga pasangan calon  setelah mendaftar ke KPUD. Adapun tes kesehatan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli -1 Agustus (Rabu,Kamis,Jumat).  "Untuk penetapan calon bupati dan wakil bupati akan 29 Agustus dilaksanakan mendatang," jelasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR-[KC],- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021, H  Irvan Rivano Muchtar, H Herman Suherman hari ini resmi mendaftar ke KPU Cianjur, Selasa (28/7/2015).

Pasangan Irvan-Herman di usung Koalisi rakyat yang terdiri dari  tiga partai politik. Partai  Golkar,  PKB, PBB.

Tim pemenangan Irvan-Herman, Muhammad Toha  menympaikan, bahwa pasangan Irvan-Herman sebelum berangkat ke Kantor KPUD, terlebih dahulu shalat dhuhur berjamaah di Masjid Agung. Setelah shalat, lalu doa bersama untuk kelancaran dan kemenangan pasangan Irvan-Herman.

Selanjutnya rombongan bergerak  ke KPUD dengan berjalan kaki dengan jumlah sekitar 1.500 orang, terdiri dari koalisi tiga  partai, Golkar, PKB, dan PBB serta sayap partai masing-masing. Kemudian, berbagai elemen dari rakyat, dari mulai komunitas Papajar (paguyuban pedagang kaki lima jalan raya), paguyuban parkir, paguyuban becak, pencak silat, forum pemuda cianjur, para santri pondok pesantren, komunitas motor besar dan masih banyak lainnya.“Karena kami mengambil tema koalisi rakyat. Jadi pasangan Irvan-Herman ini mendaftar ke KPUD, diantarkan oleh rakyat Cianjur,” papar Toha.

Toha mengaku,  awalnya pasangan Irvan-Herman saat mendaftar hanya didampingi para pimpinan partai saja. Namun, animo masyarakat yang berkeinginan ikut mendaftar ke KPUD sangat tinggi, sehingga pimpinan partai memperbolehkannya. “Saat ini berdasarkan data, yang ikut sekitar 1500 orang. Jumlah itu, kami batasi, kalau tidak dibatasi pasti lebih dari jumlah itu.  Mereka relawan-relawan yang simpatik kepada Irvan-Herman,” tegasnya.

Ketua DPC PKB Cianjur, Lefi Ali Firmansyah menerangkan, bagi PKB  dengan mendaftarkan Irvan – Herman ke KPUD, ini bukti komitment PKB untuk menegakan demokrasi dan menyukseskan Pilkada langsung Desember 2015.

Selanjutnya, PKB  memilih Irvan - Herman dan berkoalisi, Golkar, PBB , karena pasangan ini dinilai memiliki visi dan misi yang sama dengan PKB. Yaitu membawa cianjur ke depan "lebih maju dan  agamis". Lefi yang juga anggota DPRD Cianjur menerangkan, dalam  pandangan PKB, Irvan-Herman adalah pemimpin yang dicintai rakyat, dan memiliki kemampuan untuk mewujudkan harapan rakyat cianjur secara keseluruhan.

“Kami juga setelah pendaftaran ini, PKB  beserta seluruh jaringan dan sayap partai akan bahu membahu bekerja keras memenangkan pasangan Irvan-Herman  dalam Pilkada , secara santun dan demokratis,” imbuhnya.

Ketua DPC PBB, Nandang Saipullah menegaskan, PBB sudah turun ke bawah untuk memenangkan pasangan Irvan-Herman. Nandang berkeyakinan pasangan ini akan memenangkan Pilkada, karena kaolisi partai sangat solid ditambah lagi Irvan-Herman dicintai rakyat Cianjur. “Kami tentu sudah jauh-jauh hari siap untuk memenangkan pasangan ini,” tegasnya.

Ketua DPD Golkar Cianjur, H Ade Barkah Surahman menerangkan, Golkar menilai pasangan Irvan-Herman adalah yang ideal untuk menjadi pemimpin Cianjur.Ade juga berkeyakinan cianjur di pimpin Irvan-Herman akan ada perubahan kepemimpinan yang lebih baik lagi.

“Kami juga siap untuk memenangkan pasangan Irvan-Herman ini untuk menuju cianjur satu,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah rombongan tiba di kantor KPUD. Rombongan langsung disambut lima komisioner KPUD. Masing-masing Ketua Anggi Sofia Wardani, anggota Kusnadi, Selly Nurdinah, Hilman Wahyudin and Baban Mahendra.

Ketua KPUD Cianjur, Anggi Sofia Wardani memaparkan, pasangan Irvan-Herman di usung tiga partai,  Golkar, PKB, PBB. “Pasangan ini sudah memenuhi persyaratan menjadi calon bupati dan wakil bupati cianjur,” tegasnya. Anggi menerangkan, meski sudah memenuhi persyaratan, KPUD masih ada tahapanan selanjutnya. Dari mulai tahapan pemeriksaan berkas pendaftaran, verifikasi faktual, tes kesehatan tanggal 29 Juli sampai 1 Agustus.

“Jika semua tahapan itu lolos, maka para pendaftar, akan dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai calon bupati-wakil bupati periode 2016-2021,” imbuhnya[KC.02]***
CIANJUR,[KC],-  Usai melakukan deklarasi pasangan calon di gedung Bale Rancage Cianjur, pasangan Calon Bupati H. Suranto dan Calon Wakil Bupati Aldwin Rahadian (Oki) menuju ke kantor KPU Cianjur sekitar pukul 13.25 WIB. Pasangan Suranto-Oki  datang dengan berjalan kaki dari lokasi deklarasi hingga ke KPUD Cianjur diiringi oleh rombongan simpatisan dan kader partai pendukung.

Sesampainya di kantor KPU Cianjur, pasangan Suranto-Oki langsung menyerahkan berkas ke KPU Cianjur yang diterima langsung oleh Ketua KPUD Cianjur, Anggi Shofiya Wardhani. Suranto menjelaskan bahwa benar Dia diusung oleh PDI Perjuangan dengan koalisi gemuk, 7 partai. "Ya, kami daftarkan diri ke KPU. Persyaratan pencalonan sudah lengkap, namun masih ada beberapa yang kurang," ujarnya.

Menurutnya pasanganya akan fokus dengan strategi-strategi tertentu. Dan, jika terpilih nanti, pasanganya akan fokus pada program-program kerakyatan, pengurangan angka kemiskinan yang bisa diusahakan dengan dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

"Termasuk alihfungsi lahan, kami akan ikuti aturan. Yang jelas, alih fungsi lahan produktif harus direncanakan secara matang. Lahan pengganti sawah produktif harus sudah berair (berbentuk sawah). Jangan sampai lahan lama tidak berproduksi, lahan barunya tidak ada," ujar Suranto.

Pria yang menjabat Wakil Bupati Cianjur itu berencana membuat Agro Industri, entah itu buah-buahan atau potensi lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Soal dukungan Partai, Suranto menyebut bahwa DPC, DPW dan DPP sudah merestuinya untuk Maju di Pilkada 2015, berpasangan dengan Oki, menantu politisi Partai Golkar, Fahmi Idris.

Oki sendiri bertekad mengarahkan APBD Kabupaten Cianjur jika terpilih nanti untuk kesejahteraan masyarakat, mulai dari insentif nelayan dan sektor lainnya. "Kami harus sadar karakter bahwa Cianjur ini berbasis pertanian," ujarnya.

Ketua KPU Cianjur, Anggi Shofiya Wardani di KPU menjelaskan bahwa hingga kemarin, baru ada dua pasangan calon yang mendaftar, yakni pasangan dari Independen, Deni Sunarya dan Zainy Hamzah, serta pasangan dari partai, yakni Suranto dan Oki.

"Kami tegaskan, ini pendaftaran, bukan berarti mereka yang datang sudah resmi sebagai calon, tetapi mereka resmi mendaftar. Masih ada tahapan pemeriksaan yang harus dilalui oleh pendaftar, termasuk verifikasi faktual yang kami lakukan. Juga tes kesehatan tanggal 29- Juli - 1 Agustus," ujar Anggi.
Jika lolos, maka para pendaftar akan ditetapkan sebagai calon bupati dan wakil bupati pada 24 Agustus mendatang.[KC.07]**
CIANJUR, [KC].-  Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Orientasi Siswa (MOS) bagi siswa baru baik di tingkat SMA/SMK/Sederajat maupun untuk SMP/Sederajat harus mendapatkan pengawasan dari berbagai kalangan terutama Dinas Pendidikan. Karena tidak menutup kemungkinan pelaksanaan MPLS atau MOS itu masih dijadikan ajang perpeloncoan atau balas dendam.

Demikian ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, H. Sapturo. PihaknyaMPLS alias MOS itu, pasalnya tidak menutup kemungkinan kegiatan tersebut dijadikan ajang balas dendam."Seperti sudah menjadi tradisi, meski tradisi itu salah dan namanya juga berubah-ubah, tapi tetap saja kegiatannya tidak jauh beda dan cenderung sama. Seperti setiap siswa baru diharuskan mengenakan atribut aneh agar terlihat lucu di hadapan seniornya. Apakah ini dirasakan banyak manfaatnya?," kata Ketua Komis IV DPRD Cianjur, H. Sapyuro, Minggu, (26/7/2015).

Dikatakan politisi dari Partai Golkar itu, kegiatanseperti halnya mengenakan pakaian yang aneh-aneh dihadapan seniprnya harus mulai dorubah dengan kegiatan yang lebih mendidik. Kalau seperti itu tetap dibiarkan dikawatirkan akan menjadi ajang balas dendam dikemudian hari.

"Rasa dendam itu pasti ada saat diberlakukan seperti itu. Jika sudah menjadi senior hal serupa yang menimpanya akan dilakukan kepada adik kelasnya. Padahal di negara maju kegiatan masa orientasi siswa seperti itu tidak pernah terjadi," tegas Sapturo.

Sapturo berpendapat bahwa pada masa orientasi siswa bagi siswa baru itu sebaiknya diisi dengan memberikan pengentahuan tentang sekolah, mulai dari sejarah, prestasi, pengenalan guru, dan ekskul yang ada. "Atau bisa dilakukan dengan pemberian materi permainan yang bisa lebih mengasah kemampuan dan kebersamaan. Atau mereka dipersilahkan menunjukan kreatifitas yang bisa disuguhkan dan menghibur. Sebab dengan adanya perpeloncoan dari senior malah membuat rasa dendam terbangun, bukannya rasa hormat," katanya.

Tidak hanya di jenjang SMP, SMA/SMK/Sederjat yang harus dipantau, tapi pada jenjang perguruan tinggi harus juga dilakukan pengawasan. Sebab kegiatan ospek di perguruan tinggi kerap kali lebih ekstrim. Kontak fisik pun terkadang malah terjadi. "Sudah barang tentu cara-cara seperti itu harus dihilangkan, dampaknya tidak baik," tegasnya.

Untuk itulah kata Sapturo, tidak hanya Dinas Pendidikan yang harus mengawasi, pihak sekolah dan perguruan tinggi juga harus teibat dan bersikap bijak dalam mengawasi siswa dan mahasiswa yang menjadi panitia dalam kegiatan itu. Karena pihak sekolah maupun perguruan tinggi sudah barang tentu harus mengetahui kegiatan yang dilakukan.

"Tentu harus dipilah mana yang diperbolehkan dan yang tidak. Kedisiplinan dan rasa hormat bisa ditanamkan dengan cara lain. Bukannya dengan perkataan yang kasar atau aktivitas yang malah mempermalukan orang lain. Sekarang itu sudah saat hal yang berbau kekerasan ditinggalkan dan mengedepankan hal-hal yang mendidik," ungkapnya.

Kepala SMK Al Ittihad Anton Musa, sependapat dengan Komisi IV DPRD Cianjur. Disekolah yang dipimpinnya dalam MPLS atau MOS sangat menjauhkan dari tindakan yang bisa mengarah menjadi ajang balas dendam. MPLS lebih ditekankan kepada para siswa untuk mengenal lingkungan sekolahnya.

"Kita tidak ada praktek perploncoan itu, MPLS kita lakukan lebih memperkenlkan siswa kepada lingkungan sekolah dan pesantren. Bagaimana siswa bisa lebih mengerti kebiasaan dilingkungan sekolah maupun pesantren sehingga siswa itu nantinya benar-benar siap saat akan mengikuti kegiatan belajar mengajar yang sesungguhnya," kata Anton Musa saat ditemui terpisah.

Bahkan kata Anton, disekolahnya memberikan kesempatan khusus kepada para siswa barunya untuk unjuk kabisa pada akhir masa MPLS. "Kita siapkan panggung khusus, anak bebas menunjukkan kreatifitasnya atau kemampuanya. Ini satu bukti bahwa kita menghargai kemampuan anak. Kalaupun anak dalam MPLS mengenakan tas yang tidak biasa, itupun isinya seputar buku dan data-data mereka saja," tegasnya [KC-02]**   

CIANJUR, [KC].- Sebanyak sembilan kendaraan terlibat dalam sebuah kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Ciloto Puncak tepatnya di Kampung Ciguntang RT 03/RW 02 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Minggu (26/7/2015). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya saja 10 orang mengalami luka-luka.

Seluruh korban yang mengalami luka, dilarikan ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis. Diantara para korban luka terdapat lima orang Warga Negara Asing (WNA) Arab Saudi. Seorang korban diantaranya mengalami luka yang cukup serius akibat tergencet bodi kendaraan yang ditumpanginya.

Informasi  yang berhasil dihimpun menyebutkan, kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus pariwisata Agli High Nomor Polisi B 7331 BAA yang dikemudikan Masimin (61) warga Kampung Gembor RT 03/RW 01 Kelurahan/Kecamatan Gembor Kabupaten Tangerang dengan delapan kendaaraan lainya itu terjadi dijalan yang menurun.Bus yang melaju dari arah Bogor menuju Cianjur itu tiba-tiba oleng.

Ketika memasuki tikungan tajam di daerah Jalan Raya Puncak Ciloto diduga rem bus tidak berfungsi dengan baik alias blong. Pengemudi berupaya menguasi kendaraan. Namun saat memasuki tikungan tajam di daerah Ciloto, laju bus sulit dikendalikan dan menabrak mobil kijang Inova Nopol F 1330 BY hingga ringsek. Bus masih terus melaju dan kembali menghantam kendaraan Xenia Nopol B 1082 KKT.

Hingga sekitar satu kilometer dari lokasi tabrakan pertama bus secara berturut turut menghantam kendaraan Angkot Nopol F 1962 YE, Avanza Nopol B 1130 SIE, bus Benteng Jaya Nopol B 7759 IG, Mazda B 1398 WI, Xenia B 1589 WKZ dan bus Benteng Jaya Nopol B 7760 IG persis diatas jembatan Cikondol. Bus nyaris terjun kesungai Cikundul jika tidak menghantam mobil Xenia Nopol B 1589 WKZ.

Kondisi kendaraan semuanya ringsek, paling parah menimpa mobil Xenia B 1589 WKZ yang ditumpangi 5 warga negara asing (WNA) Arab. Kondisi penumpangnya mengalami luka-luka. Bahkan dua penumpang yakni sopir Xenia tersebut dan seorang WNA terjebit bodi kendaraan yang ringsek. Butuh waktu hampir satu jam untuk mengeluarkan korban.

Para korban sebanyak 10 dari kecelakaan beruntun tersebut dilarikan ke RSUD Cimacan untuk menjalani perswatan medis. Dua orang mengalami luka serius, mereka adalah sopir mobil Xenia Hamdani (35) warga Curug RT 1/RW 3 Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor mengalami patah walikat kiri dan luka dibagian kaki kirinya dan Basima Aromah (54) WNA Arab yang mengalami patah kaki paha kiri. Sisanya hanya mengalami luka ringan dan bisa rawat jalan.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Didin Jarudin belum bisa memastikan penyebab utama terjadinya tabrakan beruntun. Hanya saja berdasarkan keterangan sementara dari sejumlah saksi, kecelakaan tersebut terjadi akibat rem bus Agli High tidak berfungsi alias blong hingga menabrak kendaraan lain didepanya.

"Kita belum bisa memastikan penyebabnya, hanya dugaan sementara akibat rem blong. Kita sudah amankan sopir bus Agli High untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Saat ini masih dalam penanganan petugas kami, fokus kami saat ini menyelamatkan para korban," kata Dididin saat ditemui di RSUD Cimacan [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Tim sukses internal Aldwin Rahadian (Oki) membantah jika telah terjadi keretakan hubungan antara Suranto dengan Oki dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015. Bahkan Suranto dan Oki secara resmi sudah menjadi pasangan calon (Paslon) yang ditetapkan oleh partai pendukungnya.

"Kalau ada yang menyampaikan bahwa ada kertetakan antara pak Suranto dan OKI, apalagi yang menyebut pasangan pak Suranto belum belum pasti itu saya nyatakan tidak benar. Berarti yang mengungkapkan seperti itu mereka yang tidak mengikuti perkembangan politik dilingkungan pak Suranto dan Oki," kata Tim Sukses Internal Aldwin Rahadian, Faisal Ginting.

Pihaknya terpaksa mengungkapkan informasi terkait siapa pasangan Suranto mengingat berkembangnya kabar siampang siur yang dirasakan merugikan pasangan Suranto-Oki dalam Pilkada Cianjur mendatang. "Sebenarnya nanti akan disampaikan langsung olehh masing-masing parpol pendukung siapa kandidat calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung untuk di daftarkan di KPU," tegasnya.

Pernyataanya tersebut didasarkan pada hasil pertemuan sejumlah parpol pada 11 Juli 2015 yang dilaksanakan disebuah hotel di Cianjur bahwa telah terjadi nota kesepakatan koalisi parpol pengusung Suranto dan parpol pengusung Oki. Hal itu terjadi setelah terjadi kesamaan visi dan misi untuk mengusung perubahan di Kabupaten Cianjur yang sangat dinantikan oleh rakyat.

"Dengan demikian sudah jelas bahwa pak Suranto akan berpasangan dengan Aldwin Rahadian atau kang Oki dalam Pilbub Cianjur. Mereka sudah benar-benar siap maju dan mendapatkan restu sementara dari enam parpol koalisi diantaranya PDIP, Nasdem, Gerindra, PAN, Hanura, PKS dan menunggu parpol lainnya," tegas Ginting.

Pihaknya juga membantah kalau adanya baligo atau spanduk yang memasangkan Suranto-Oki ilegal. Spanduk tersebut resmi dipasang oleh tim sukses resmi pasangan Suranto-Oki. "Itu spanduk dan baligo pasangan SUranto-Oki resmi dibuat, dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Faisal Ginting [KC-02]** 
CIANJUR, [KC].- Perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak mendomiasi selama kurun waktu Januari-Juli 2015 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Setidaknya 60 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah sampai pada penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur.

Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi mengungkapkan, dari 60 kasus tindak kekerasaan terhadap perempuan dan anak itu, 80 persen diantaranya telah divonis dan memiliki kekuatan hukum tetap. Sedangkan sisanya masih dalam proses persidangan.

"Kalau melihat dari data kasus yang masuk, kasus kekerasan perempuan dan anak, baik itu dilakukan pemerkosaan, pencabulan atau kekerasan fisik lainya mendominasi perkara yang masuk. Trendnya hingga Juli ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Wahyudi disela peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 di Kejari Cianjur, Rabu (22/7/2015).

Dikatakan Wahyudi,  beberapa faktor menjadi penyebab naiknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya semakin sadarnya masyarakat melapor terhadap apa yang menimpanya. "Kalau masyarakat atau korban semakin sadar dan berani melaporkan apa yang dialaminya, secara tidak langsung kesadaran akan hukum juga meningkat," paparnya.

Untuk memberikan penyadaran hukum, pihak Kejari akan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi terhadap perlindungan perempuan dan anak. Diharapkan dengan sosialisasi itu masyarakat semakin sadar dan peka terhadap kasus yang ada dilingkungannya terutama terkait dengan perempuan dan anak.

"Sosialisasi akan terus kita lakukan, kita ingin masyarakat semakin melek hukum. Terutama bagaimana memberlakukan perempuan dan anak. Kita akan lakukan bersama dengan instansi terkait," papar Wahyudi.

Dari sejumlah kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak yang berhasila dituntut ke persidangan, rata-rata korban berusia 14 tahun. Para korban kebanyakan menjadi korban dari dampak kemajuan tekhnologi. "Kebanyakan para pelakunya merupakan korban IT, mereka menonton tayangan yang tidak mendidik dan mempraktekkannya lantaran tidak tahan. Tapi ada juga yang akibat penyebab lain seperti halnya kesepian," katanya.

Tingginya kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak itu bisa saja terjadi penurunan, jika kurun waktu lima bulan terakhir hingga akhir tahun jumlah perkaranya mengalami penurunan. "Saat ini baru data pertengahan tahun, tapi kalau dilihat dari waktu yang sama pada tahun sebelumnya memang mengalami peningkatan. Tapi kalau secara akumulatif hingga akhir tahun kita belum bisa memastikan," tegasnya.

Kasus lainya yang menduduki peringkat kedua teratas lanjut Wahyudi adalah kasus penyalahgunaan narkoba. Sehingga perlu penanganan yang serius. "Ini juga menjadi perhatian kita semua, jangan sampai penyalahguna narkoba itu merambah ke lingkungan kita. Kita memerlukan kerja bareng untuk mencegahnya," ungkap Wahyudi  [KC-02]**


CIANJUR, [KC].- Masyarakat Kampung Pasirnangka RT 01/RW 13 Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur digemparkan dengan penemuan sosok mayat yang telah membusuk di sebuah semak-semak, Rabu (22/7/2015). Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan tertelungkup do samping jalur jalan lingkar timur.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mayat yang juga belum diketahui jenis kelaminnya itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang kebetulan melintas untuk melihat saluran air. Sekitar 8 meter dari lokasi penemuan mayat, warga tersebut mencium bau busuk yang menyengat.

Setelah dicari tahu asal bau busuk yang menyengat tersebut ternyata berasal dari mayat yang telah setengah tengkorak tersembunyi dibalik dedaunan.

"Mayat itu diketemukan sekitar pukul 14.00 WIB, tiba-tiba seseorang teriak ada mayat dari dekat sawah. Begitu saya datangi benar saja di saluran air ada mayat tergeletak tertutup daun," ujar AleX Sukandi (57) salah seorang warga.

Alex, mengatakan, saat ditemukan kondisi mayat dalam posisi miring ke kanan dengan kedua kaki yang tertekuk. Jaket berwarna hijau dan celana pendek pun masih menempel pada tubuhnya.

"Masih mengenakan pakaian, tapi tidak tahu laki-laki atau pakaian, sebab sudah sedikit membusuk, memang rambutnya agak panjang, namun bisa saja sengaja tidak dipotong," tutur dia.

Sementara menurut anggota polisi dari Polsek Cilaku, AKP Faisal, pihaknya mendapatkan laporan penemuan mayat tersebut dari salah seorang anggota kepolisian yang melintas.

"Ada anggota yang melintas dan diberhentikan oleh warga yang menemukan mayat tersebut. Kemuduian melaporkan kepada kami," tuturnya.

Pihaknya belum bisa menentukan penyebab menginggalnya mayat tersebut. "Kami akan lalukan penulusuran terlebih dahulu," katany.

Penemuan mayat tanpa identitas tersebut sempat menjadi perhatian warga yang melintas. Sehingga banyaknya warga sempat mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat [KC-02/gp]**
CIANJUR,- [KC],- Ada pernyataan kontradiktif dari ketua tim pemenangan bakal calon bupati (bacabup)  Suranto pada pilkada Cianjur 2016-2021, Choirul Anam. Ia sama sekali memungkiri adanya pemasangan baliho dan baner pasangan  Suranto dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Aldwin Rahadian (Oki) yang belakangan ini menyemarakan kota Cianjur serta sejumlah kecamatan terdekat.

Malah, menurut ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kab. Cianjur ini, jangankan urusan penempelan alat kontak, siapa yang akan mendampingi Suranto pada pilkada yang akan digelar 9 Desember saja hingga sekarang belum ada kepastian. “Kami sama sekali tidak tahu dengan baliho atau baner pasangan Suranto,” kata Choirul, di poskonya, Selakopi, Jl. Ir. H. Djuanda, kemarin.

Pemasangan baligo/baner ber-tagline “Suara” ini , menurutnya, sama dengan kejadian yang sudah-sudah yakni Suranto dipasangkan dengan figur  yang berbeda dalam waktu berbeda pula. Entah apa tujuannya,  bisa multi tafsir, yang pasti pemasangan penempelan alat kontak pasangan Suranto, baik yang sudah-sudah maupun sekarang, pihaknya tidak mengetahuinya.

Tentu bukan bermaksud   menihilkan apalagi menyudutkan pihak terkait, namun Choirul mengaku, Suranto yang kini wakil bupati Cianjur belum memiliki bacawabup, kendatipun waktu pendaftaran tinggal menghitung hari,  26-28 Juli. “Tunggu saja  dalam 1-2 hari ini, siapa pendamping Suranto akan diketahui publik,” sebutnya.

Mencari figur pendamping ini, terangnya, bukan perkara gampang. Setiap figur, termasuk Suranto sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun dari fitrah manusia ini ditargetkannya figur pendamping memiliki nilai  tambah pada peluang Suranto, terutama menyangkut elektabilitas (keterpilihan).

Pihaknya tidak ingin Suranto sekadar nyalon kemudian kalah gara-gara pendampingnya tidak memiliki daya ungkit elektabilitas. Oleh karena itulah pihaknya akan terus berikhtiar  mencari pendamping Suranto yang memiliki nilai tambah agar peluang pemenangannya tinggi. “Kami ingin berangkat  ke arena pilkada dengan optimis menang, bukan asal nyalon,” pungkasnya.[KC.10]
CIANJUR,  [KC].- Kepadatan arus balik lalu lintas yang melintas jalur mudik di Kabupaten Cianjur terjadi pada  pada H+3 dan H+4 lebaran Idul Fitri 1436 H, Minggu-Senin (20-21/7/2015). Kemacetan menyergap disejumlah jalur yang dilewati pemudik. Pihak kepolisian berupaya mengurai kepadatan dengan melakukan pengalihan arus.

Berdasarkan pantauan, sejumlah kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi sejak pagi hari mulai melintasi di jalur utama mudik mulai dari Haurwangi-Ciranjang-Sukaluyu, Karangtengah-Cianjur hingga mengarah ke arah Cipanas Puncak. Kepadatan terjadi disepanjang jalur Cipanas Puncak menuju Bogor.

Untuk mengurangi kepadatan dijalur Cipanas Puncak, pihak Polres Cianjur memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di perempatan Pos Polisi (Pospol) Cepu 8 Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Kendaraan yang akan melintas ke arah Bogor maupun Jakarta diarahkan melewati jalan Sukabumi maupun melewati Cikalingkulon Jonggol.

Demikian juga kendaraan dari arah Bandung yang tiba di perempatan tunturunan Sukaluyu diarahkan juga melewati jalur Jonggol maupun ke Sukabumi jika ingin ke Jakarta dan sekitarnya.

"Kita ingin tidak terjadi penumpukan kendaraan dikawasan wisata Cipanas Puncak. Karena jalur dari Bogor dilakukan penutupan, makanya kita urai kendaraan yang mengarah ke Jakarta untuk melewati jalur Sukabumi ataupun Jonggol," kata Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu, Selasa (20/7/2015).

Langkah tersebut dirasakan cukup efektif, karena banyak masyarakat pemudik yang melintas ke jalur Cianjur lantaran jalur utama baik melalui tol Cipali maupun panturan dan Cipularang mengalami kepadatan. Jika tidak dilakukan pengalihan arus dikawatirkan jalur Cianjur akan mengalami kepadatan dan menyebabkan kemacetan panjang.

"Banyak masyarakat yang memanfaatkan libur lebaran untuk bersilaturahmi dan mendatangi tempat wisata. Sejumlah pemudik yang melintas jalur Cipanas Puncak juga sengaja mendatangi sejumlah destinasi wisata yang ada. Ini yang menyebabkan terjadinya kemacetan," tegasnya.

Pihaknya menghimbau kepada para pemudik yang tengah balik untuk memanfaatkan tempat-tempat rest area yang ada jika terjebak kemacetan. Jika terasa lelah, para pemudik bisa beristirahat ditempat yang ada disepanjang pinggir jalan.

"Sebaiknya jika mengendarai dan lelah beristirahan dengan memanfaatkan tempat parkir didepan masjid, pertokoan. Karena kondisi arus lalu lintas benar-benar padat dan membutuhkan stamina yang prima agar perjalanan pulang selepas mudik bisa sampai tujuan dengan selamat," himbaunya [KC-02]**
CIANJUR,  [KC].-  Banyaknya kendaraan baik roda dua maupun roda empat serta angkutan umum yang melintas di sepanjang jalur mudik Cianjur Bogor pada H+2 lebaran Idul Fitri, Minggu (19/7/2015) membuat arus lalu lintas macet. Kemacetan terjadi tidak hanya lalu lintas yang mengarah ke Bogor saja, tapi hal yang sama juga dari arah Puncak-Bogor ke Cianjur. Hingga pukul 18.30 WIB ribuan kendaraan itu terjebak kemacetan. Bahkan ekornya sampai ke daerah Cibeureum Kecamatan Cugenang.

Kemacetan panjang tersebut tidak beda jauh terjadi pada H+1 lebaran. Banyaknya masyarakat yang keluar untuk jalan-jalan atau ke tempat rekreasi menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu sejumlah warga juga ada yang sudah balik dari mudik. Kebanyakan terpantau pengendara sepeda motor dengan plat nomor polisi Jakarta sudah mulai meramaikan jalur mudik.

Meski pihak kepolisian melakukan buka tutup jalur, ternyata tidak banyak membantu lantaran banyaknya pengendara baik sepeda motor maupun kendaraan pribadi serta umum yang berada dijalan. Para pengendara dihimbau untuk mencari rest area terdekat, jika mengalami kelelahan selama berada dalam perjalanan.

Seorang kondektur bus Marita mengaku sudah 10 jam dijalan dari Bogor ke Cianjur. Sekitar pukul 18.30 WIB masih berada di daerah Pacet. "Tidak tahu jam berapa sampai di Cianjur, saat ini saja masih di Pacet. Sudah sekitar 10 jam berada dijalan," kata kondektur yang tidak menyebut namanya itu.

Hal yang tidak jauh beda juga dirasakan Dadan A (35). Ia mengaku lebih dari 11 jam berada diatas kendaraan dari arah Jakarta menuju Cianjur. "Kondisinya parah, semua jalan macet, apalagi dijalur Cisarua Bogor, kendaraan sampai tiga arah. Kita paksakan saja berada dijalan, jalan alternatif juga padat," kata Dadang yang baru pulang dari silaturahmi ke keluarganya di Jakarta.

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Didin Jarudin, mengungkapkan kepadatan arus lalu lintas yang terjadi akibat banyaknya kendaraan yang melintas disepanjang jalan utama dengan berbagai kepentingan. Mereka memanfaatkan untuk sekedar liburanan.

Untuk mengatasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas, petugas memberlakukan buka tutup jalur. Biasanya pihak kepolisian memberlakukan penutupan arus dari Cianjur ke Bogor sekitar pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

"Kalau dari Bogor ke Cianjur biasanya dilakukan penutupan arus lalu lintas itu pukul 16.00 WIB. Kalau proses buka tutup jalur itu penjurunya dari Bogor. Cianjur hanya terkena dampaknya saja," kata Didin saat dihubungi terpisah [KC-02]**
CIANJUR,  [KC].-   Malam takbiran Idul Fitri 1436 H, ribuan pengendara sepeda motor memadati jalan protokol Cianjur. Mereka sengaja hanya sekedar keluar rumah untuk menikmati malam datangnya Idul Fitri tersebut.

Akibat banyaknya pengendara sepeda motor, sejumlah jalan protokol terjadi kemacetan. Ditambah kurang disiplinya para pengendara membuat kemacetan semakin parah. Sejumlah petugas kepolisian seperti kualahan mengurai tertumpuknya kendaraan sepeda motor bercampur dengan angkutan umum dan kendaraan pribadi.

Berdasarkan pantauan, hampir sejumlah jalan protokol di Cianjur dikepung kemacetan. Kemacetan parah terjadi di jalan terusan bya pass Jalan Dr. Muwardi yang mengarah dari Bandung menuju pusat kota.
Antrian kendaraan sepeda motor memadati sepanjang jalan. 

"Sengaja kita ingin takbiran dijalan saja, sekalian main. Ini sudah sering kita lakukan, jadi kalau terjebak macet seperti ini sudah tidak aneh lagi," kata Dimas (25) warga Jangari Mande.

Dimas yang membonceng rekannya dengan sepeda motor datang jauh-jauh dari jangari sekedar untuk jalan-jalan. "Biasanya tidak macet seperti ini. Mungkin saking banyaknya yang keluar, jadi terjadi kemacetan," katanya.

Sementara itu untuk arus mudik yang melintas Cianjur pada malam hari, masih terlihat sejumlah pengendara motor dengan plat nomor polisi di luar Cianjur mengarah ke Bandung. Hanya saja volumenya tidak serame pada esok harinya [KC-01]**


CIANJUR, [KC].-  Kemacetan mulai menyergap disejumlah titik di sepanjang jalur mudik di kawasan wisata Puncak Cipanas pada H-2 Idul Fitri 1438 H, Rabu (15/7/2015).  Prediksi terjadinya puncak arus mudik yang melewati jalur Cianjur sepertinya benar terjadi. Sejumlah kendaraan baik roda dua maupun empat memadati sepanjang jalur jalan pada malam hari.

Berdasarkan pantauan dari sejumlah ruas jalan, akibat banyaknya pengendara motor yang melintas memanfaatkan waktu selepas buka puasa serta sejumlah kendaraan roda empat tak pelak membuat kepadatan arus lalu lintas susah dihindari. Beberapa petugas dari kepolisian terlihat sibuk mengurai kemacetan.

Kepadatan arus lalu lintas pada malam hari ini terpantau di depan pasar Cipanas. Dua ruas jalur yang biasanya dimanfaatkan untuk tiga jalur kendaraan, kali ini difungsikan untuk dua jalur yakni dari arah Cianjur ke Cipanas dan sebaliknya dari Cipanas ke Cianjur.

Meski demikian, kepadatan arus lalu lintas sulit terhindarkan. Bahkan beberapa waktu sempat terjadi kemacetan yang cukup panjang. Hal itu juga tidak terlepas akibat banyaknya kendaraan masyarakat yang berlibur di kawasan yang berhawa sejuk itu berlalu lalang.

"Sudah sejak dari Puncak kondisi lalu lintasnya padat dan sesekali terjadi kemacetan. Kami hanya bisa memacu kendaraan motor dengan pelan, itupun harus pintar-pintar mencari jalan," kata Endang Supyandi (34) pemudik asal Kecamatan Cikalongkulon yang tengah berisitirahat di Cipanas.

Pemudik yang membencong istri dan seorang anak balitanya itu sengaja memanfaatkan waktu malam untuk mudik ke kampung halamannya. Ia berangkat dari Bekasi pada sore hari setelah bekerja setengah hari. "Sengaja kita perkirakan sampai rumah pada malam hari, perjalanannya juga santai yang penting selamat, tapi arus lalu lintas padat," katanya.

Kasatlantas Polres Cianjur, Didin Jarudin menegaskan, puncak arus mudik yang terjadi melintasi jalur Cianjur diprediksikan terjadi pada H-1 dan H-2. Kondisi tersebut jika melihat para pemudik yang memiih jalur alternatif Cianjur. Itupun jumlahnya juga mengalami penurunan.

"Kalau jumlahnya sepertinya mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Kebanyakan para pengguna sepeda motor yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut, Bandung dan sekitarnya serta Cianjur," paparnya.

Dikatakan Didin, kepadatan arus lalu lintas yang terjadi sejumlah titik, tidak hanya akibat adanya arus pemudik, tapi juga disebabkan banyaknya masyarakat sekitar yang berlalu lalang dengan kendaraanya. Sehingga disejumlah titik sempat beberapa saat arus lalu lintasnya tersendat.

"Banyak masyaakat yang berlalu lalang dengan kendaraan, ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kepadatan. Hal lainya adanya masyarakat yang keluar masuk rumah makan dengan berkendara juga mempengaruhi arus lalu lintas. Tapi kami petugas selalu siap mengamankan," tegasnya.

Titik-titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai bagi pemudik kata Didin diantaranya depan pasar Cipanas pos 55, depan pegadaian, dan depan pasar Ciranjang. "Perlu waspada didaerah itu, tapi bagi pemudik kami suah menyiapkan pos pam jika ingin beristirahat untuk melepas lelah. Jangan paksakan jika mengantuk, akan berakibat fatal dan utamakan keselamatan," katanya [KC-02]**




CIANJUR,  [KC].- Meski sempat menginginkan jadi calon wakil bupati dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015 pada 9 Desember 2015 mendatang, namun ketika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai pengusung menginginkan harus maju menjadi calon bupati tentu saja harus dilaksanakan.

Itulah yang dirasakn Irvan Rivano Muchtar, kader Partai Demokrat itu harus maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) didapuk oleh partainya menjadi calon bupati. "Saya hanya pingin menjadi wakil bupati saja, tapi kalau amanat partai saya harus maju menjadi calon bupati, apa saya bisa menolak. Tentu ada konsekwensi yang harus di ambil," kata Irvan saat dihubungi, Rabu (15/7/2015).

Irvan akan maju dalam gelaran Pilkada serentak setelah adanya aturan patahana dalam Undang-Unang Nomor 8 tahun 2015 dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Kondisi tersebut merubah konstalasi politik di Cianjur. Sejumlah kandidat yang digadang-gadang akan meramaikan hajat demokrasi itu saat ini memilih wait and see setelah majunya putra bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh itu.

Ketua Bapilu DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Cianjur Arry Syahridar mengaku, rekomendasi atas pencalonan IRM menjadi calon bupati sudah turun dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Dalam rekomendasi itu IRM sebagai calon bupati dan bersanding dengan H. Herman Suherman yang sebelumnya menjadi calon bupati kini harus rela menjadi wakil bupati.

"Hari ini, Rabu (15/7/2015) rekomendasinya dari DPP Partai Demokrat sudah turun. Dengan demikian kita tinggal menyiapkan pemberkasan untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Arry saat dihubungi terpisah.

Arry menegaskan, penetapan IRM sebagai calon bupati menggantikan H. Herman Suherman itu tentu sudah melalui pertimbangan yang matang. DPP PD menghendaki calon bupatinya dari kader PD dengan survei elektabilitas tinggi.

"Karena pemilihan bupati dan wakil bupati dipilih oleh rakyat, maka pasangan calon dari PD harus pilihan rakyat dan memiliki hasil survei tinggi. Selain itu juga harus memiliki kemampuan lain yang dipersyaratkan PD," tegas Arry.

Salah satu yang harus dimiliki bagi kadernya kata Arry, yang bersangkutan harus memiliki integritas yang tinggi. "Calon dari kader juga harus memiliki kredibilitas dan memiliki jaraingan yang luas dan sistematis nantinya untuk mendongkrak suara saat pemilihan," paparnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC],- Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan jompo, Yayasan Tri Loka mengadakan kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim piatu dan jompo binaannya (13/7), kegiatan tersebut merupakan kegiatan penutup dari semua rangkaian kegiatan Yayasan Tri Loka selama bulan ramadhan tahun ini.

Ketua Yayasan Tri Loka, Neng Nisatul Khoiriah, S.Farm mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai penutup kegiatan yayasan tri loka selama bulan ramadhan 1436 H, selain itu dalam kegiatan buka bersama juga dilaksanakan penyerahan santunan untuk 60 anak yatim binaan yayasan tri loka, selain itu pihaknya juga kini sedang mempersiapkan rencana pembukaan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

" Program lain dari yayasan tri loka yaitu menyantuni anak yatim dan jompo hal ini berlandaskan pada Al-Quran surat Al-Baqaroh ayat 177 bahwa menyantuni anak-anak yatim adalah salah satu kebaikan yang di cintai Allah SWT, selain itu anak-anak yatim piatu dan jompo sudah tidak ada yg menafkahi, tidak ada orangtua atau saudara maka kami berharap yayasan tri loka bisa mnjdi tmpat berbagi untuk anak anak yatim dan jompo, hal ini menunjukan pada mereka bahwa kami yayasan tri loka adalah keluarga bagi mereka anak-anak yatim dan jompo." ungkap Neng disela kegiatan penyerahan santunan.

Neng menambahkan bahwa yayasan tri loka tidak hanya fokus pada program pembinaan anak yatim piatu dan jompo saja, yayasan yang dipimpinnya juga melakukan pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk diberikan pendidikan sebagaimana mestinya.

" Tujuan kami ingin membina ABK yang pertama adalah untuk ikut merealisasikan Undang Undang Dadar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang kedua karena kami melihat banyak sekali anak berkebutuhan khusus usia sekolah yang tidak mendaptakan pendidikan sebagaimana mestinya dikarenakan beberapa faktor salah satunya mahalnya biaya pndidikan ABK maka dari itu kami yayasan tri loka sedang dalam proses mendirikan pendidikan gratis untuk ABK." kata Neng.

Menurutnya sesuai yang disebutkan dalam undang-undang bahwa setiap anak berhak menadapatkan pendidikan yang layak termasuk ABK, kami berharap kedepannya yayasan tri loka bisa menjadi wadah untuk ABK mengembangkan bakat mereka dan mnjadi tangga untuk meraih mimpi, karena tidak hanya pendidikan yang akan kami berikan tetapi sekaligus pembinaan yang berkelanjutan [KC.10]
CIANJUR,[KC],- Kehadiran bulan Ramadhan setiap tahunnya  sangat dinantikan oleh seluruh muslim di penjuru dunia, ummat islam memanfaatkan bulan penuh berkah tersebut dengan berloma lomba dalam kebaikan, dan mengisinya dengan berbagai aktivitas positif dengan harapan dapat meraih ridho Alloh SWT.

Tak ingin Ramadhan berlalu begitu saja, Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur dalam menjalankan tugas dan fungsinya melayani masyarakat dalam bidang pertanahan, ditunjukkan oleh seluruh jajaran pegawainya dengan professional dan penuh tanggungjawab, hal tersebut ditunjukkan dengan terselesaikan proses legalisasi asset, dimana Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur untuk tahun ini memperoleh kuota 4000 prona, dan penyelesaian konflik- konflik perkebunan di Kabupaten Cianjur.

Trisemadiono Slamet, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur mengatakan, untuk menyelesaikan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya, diperlukan adanya nilai-nilai kebersamaan dan kekompakan di antara para pegawai.

“Kehadiran Bulan Ramadhan ini, menjadi sarana untuk meningkatkan kesolidan dalam menjalankan kinerja, bukan sebaliknya Ramadhan dijadikan alasan untuk bermalas malasan bahkan cenderung tidak produktif” ujar Memet sapaan akrab Kepala Kantor Pertanahan ini saat ditemui pada acara buka bersama beberapa waktu lalu.  
   
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur di bulan Ramadhan kali ini juga menunjukkan kepekaan sosialnya dengan menyantuni kaum dhuafa dan anak yatim Qurrota ‘aini yang berada di Desa Cirumput Kecamatan Cugenang  yang merupakan lembaga social, binaan Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian sosial dari teman-teman bagi mereka yang membutuhkan, di tempat ini kami didik anak yatim dan dhuafa sejumlah 146 orang dengan harapan semakin mempererat tali silaturahmi dengan warga masyarakat dan di sini pula kami bercita cita mencetak hafidz Quran” pungkasnya. [KC.04]
CIANJUR,  [KC].- Ini sangat disayangkan terjadi, Rapat Paripurna Istimewa DPRD Cianjur Dina Raraga Milangkala Cianjur Nu Ka 338 Taun 2015 tidak dihadiri semua anggota DPRD Cianjur, Minggu (12/7/2015). Dari 50 jumlah anggota dewan yang seharusnya hadir, hanya 26 anggota yang mengikuti rapat paripurna istimewa. Itupun empat diantaranya merupakan unsur pimpinan dewan.

Terlihat jelas sejumlah kursi yang seharusnya diperuntuukan untuk para wakil rakyat itu terlihat kosong melompong. Padahal sebelumnya pihak panitia Hari Jadi Cianjur sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk menyampaikan dua buku tentang panduan sejarah Cianjur dan buku terkait kepemimpinan 10 tahun pemerintahan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh.

Meski tidak dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Cianjur, namun rapat paripurna istimewa itu tetap berlangsung. Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Cianjur terlihat hadir. Meski diantaranya terlihat seperti menahan kantuk yang teramat sangat. Dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat diwakili oleh Kepala Bakorwil Supriyatno.

"Ini sangat disayangkan, sebagi wakil rakyat tidak semestinya memberikan contoh yang tidak baik. Ini momen yang terbilang langka, karena hanya satu tahun sekali terjadi. Tapi ternyata kita disuguhi oleh hal yang tidak mencerminkan sikap sebagai wakil rakyat," kata Salman (35) seorang warga yang hadir menyaksikan sidang paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi Cianjur (HJC) yang ke 338 itu.

Dikatakan Salman yang juga aktivis kepemudaan itu, sikap dewan yang tidak hadir dalam rapat paripurna istimewa itu perlu dipertanyakan. "Harus jelas dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat Cianjur kenapa pada momen spesial itu tidak bisa hadir. Jangan sampai ada kesen buruk terhadap anggota dewan," tegasnya.

USep Setiawan (38) seorang anggota DPRD Cianjur dari Fraksi Partai Demokrat mengaku tidak tahu persis ketidak hadiran rekan-rekannya dalam rapat paripurna istimewa HJC itu. Sebagai wakil rakyat pihaknya berupaya untuk memberikan hal yang terbaik dalam mengemban amanatnya.

"Saya tidak tahu alasan rekan-rekan saya yang tidak hadir pada rapat paripurna istimewa ini. Saya selaku salah sanggota DPRD selalu berupaya melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawab saya. Mungkin saja rekan-rekan yang tidak bisa hadir ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan," paparnya.

Ketua DPRD Cianjur Yadi Mulyadi sangat menyayangkan ketidak hadiran hampir setengah dari jumlah anggota DPRD yang ada pada saat rapat paripurna istimewa. Hal itu semestinya tidak perlu dilakukan jika anggota dewan tersebut merasa memiliki tanggungjawabya masing-masing.

"Ini momen yang langka yang hanya satu tahun terjadi, jelas ini sangat disayangkan tidak semestinya ini terjadi. Apalagi sidang istimewa ini jarang terjadi hanya pada momen peringatan Hari Jadi Cianjur dilakukan. Sayangnya teman-teman masih banyak yang tidak hadir," kata Yadi saat ditemui terpisah.

Yadi mengaku kejadian tersebut akan segera dirapatkan dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Cianjur. "Nanti kita akan rapatkan dengan BK, langkah apa yang harus diambil menyikapi ketidak hadiran para anggota DPRD Cianjur pada rapat paripurna istmewa Hari Jadi Cianjur ini. Kalau melihat bulan puasa mungkin saja bisa dimaklum, tapi bukan itu harus ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan," papar Yadi [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur bertekad menjadikan koperasi sebagai wadah untuk mensejahterakan masyarakat. Koperasi diharapkan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat secara luas.

Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya, mengatakan, momentum Hari Jadi Koperasi (HJK) yang ke 68 menjadi titik awal untuk menjadikan koperasi pilar ekonomi negara. "Kita ingin koperasi menjadi pilar negara. Pada saat itu Bung Karno pada 1 juli 45 saat meenentukan falsafah negara, berdasarkan pancasila. Salah satu sila intinya menjadi gotongroyong. Gotong royong inilah yang menjadi pilar koperasi," kata Hugo saat ditemui di kantor Dekopinda, Minggu (12/7/2015) malam.

Jika sudah menjadi pilar negara, sudah tidak ada lagi masyarakat yang tidak sejahtera. "Ini sebagi bentuk refleksi kita bagaimana mengembangkan kope.asi. Berkoperasi pilihan idiologi, kalau ini sudah menjadi idiologi apabila program bisa tercapai tidak luput dari bersyukur, kalau belum sabar, tekun dan menjalani," katanya.

Momentum HJK inilah pihaknya mengajak untuk berkoperasi. "Kita tingkatkan gotong royong, kebersamaan dan wujudkan koperasi pilar negara 2045," harapnya.

Dukungan senada juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Ridwan Ilyasin. Untuk mewujudkan koperasi pilar negara 2045 harus secara bersama-sama bergerak. "Pergerakan itu dari sekarang. Letakkan dasar dan prinsip koperasi yang benar. Tentu saja ada cara yang benar. Kalau masih ada koperasi yang salah tinggakan lepaskan dan pakai kopersi yang sesuai prisnisp dalam jati diri koperasi. Prinsip dalam budaya kita adalah jiwa gotong royong, ini harus melekat dalam berkoperasi. Kalau sekarang tidak seperti itu mari kita tinggalkan," kata Ridwan ditemui terpisah.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk hidup berkoperasi yang benar. Dengan berkoperasi yang benar, ekonomi akan meningkat. "Mari kita deklarasikan, tidak hanya pertumbuhannya, tapi masyarakat Ciannur bisa masuk menjadi anggota koperasi," tegasnya [KC-02]***

CIANJUR,  [KC].- Persib Bandung harus kecurian gol saat babak kedua baru berjalan sekitar lima menit. Begitu pertandingan dimulai Dras 07 Sukabumi langsung bermain agresif.  Memasuki menit ke 50 pemain Dras 07 Bima mendapatkan bola liar didalam kotak pinalti. Tendangannya gagal diantisipasi penjaga gawang Persib Bayu Ali dan merubah kedudukan 1-0 untuk keunggulan Dras 07.
 
Ketinggalan atas lawanya, Persib berupaya bangkit dengan memainkan bola-bola cepat ciri kas permainannya. Sejumlah peluangpun tercipta. Namun selalu gagal dipenyelesaian akhir. Persib terus berupaya menekan pertahanan Dras 07. Hasilnya pada menit 64, pemain Dras 07 Anggara melakukan pelanggaran disudut kiri kotak pinalti. Wasit yang melihatnya langsung menunjuk titik pelanggaran.

Tendangan bebas tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Gian Zola. Tendangan kerasnya berhasil melesak disudut kanan penjaga gawang Dras 07 Ronald hingga merubah papan skor menjadi 1-1. Persib sebenarnya bisa menambah keunggulanmelalui eksekusi pinalti Gian Zola. Namun tendangannya berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang Dras 07 Ronald.

Hingga babak kedua berakhir kedudukan tetap sama kuat 1-1. Meski ditahan imbang Persib masih kokoh urutan teratas kalasemen sementara CSL dengan nilai 18. Sementara Dras 07 harus tetap puas di runnerup dengan nilai 16. Persib jauh lebih unggul dari selisih gol dengan memasukkan 38 gol dan kemasukan 7 gol. Sedangkan Dras 07 memasukan 25 dan kemasukan 3 gol.

Pelatih Dras 07 H. Ginanjar mengaku cukup puas atas permainan anak asuhnya. Meski hanya berlatih seminggu sekali, namun mampu mengimbangi permainan Persib yang memiliki nama besar.

"Dari kelas kita tertinggal jauh. Ini pertandingan menarik. Anak-anak bisa menahan imbang saja, ini sebuah prestasi. Babak pertama kita baru membaca, setelah babak kedua baru kita berani menggebrak dan berhasil terlebih dahulu memasukkan gol," katanya.

Pengalaman bertanding dengan Persib akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. "Ini pengalaman berharga buat kami. Kita akan mengambil pelajaran dari pertandingab melawan Persib ini," pungkasnya. 

Pelatih Persib Budiman mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit yang dianggap menguntungkan lawan. Selain itu ia juga mengkritik lampu penerangan yang dianggapnya gelap sehingga menyulitkan pemainnya dilapangan.

"Kalau dari segi permainan anak-anak bisa main baik. Banyak peluang yang didapat, tapi masih kurang baik dalam penyelesaian akhir. Seharusnya bisa menambah gol lebih banyak, tapi itulah pertandingan sepak bola," kata Budiman [KC-02]**
CIANJUR,  [KC].-  Sepanjang babak pertama,  Persib Bandung hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Dras 07 Sukabumi pada lanjutan Cianjur Super League (CSL) di lapang Badak Putih Cianjur jalan Slamet Riyadi, Minggu (12/7/2015) malam. Sejumlah peluang yang didapat Persib tidak ada satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol.

Sejak kick off dimulai, Persib yang mengenakan seragam putih-putih berupaya melakukan serangan cepat. Namun selalu kandas dibarisan pertahanan Dras 07. Jual beli seranganpun terjadi, Dras 07 berupaya menekan pertahanan Persib. Namun upaya untuk mencetak gol selalu kandas dibarisan pertahanan Persib.

Persib sebenarnya mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Bermula dari umpat silang yang didapat Febri disebelah kanan gawang Dras 07. Namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol oleh Persib.

Sebaliknya Dras 07 yang tampil tanpa beban berulang kali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol memanfaatkan kelengahan pemain Persib yang asyik menyerang. Hanya saja tumpulnya barisan depan Dras 07, peluang yang seharusnya bisa tercipta gol selalu kandas.

Permainan keras terbuka dan saling serang diperagakan oleh kedua kesebelasan. Persib yang lebih diunggulkan lagi-lagi tidak bisa memanfaatkan peluang yang didapat. Demikian juga denga Dras 07 yang banyak mendapatkan peluang, tidak ada satupun tendangannya yang berhasil menjebol gawang Persib yang dikawal Bayu Ali.

Kerasnya pertandingan hingga mengakubatkan sejumlah pelanggaran terjadi. Setidaknya dua kartu kuning dikeluarkan wasit Yandi yang memimpin pertandingan sepanjang babak pertama kepada Kevin dari Dras 07 dan Hanis dari Persib.

Hingga 45 menit babak pertama berjalan, kedua kesebelasan hanya mampu bermain 0-0 tanpa gol. Meski pergantian pemain dilakukan kedua kesebelasan, sepanjang babak pertama tidak banyak mengalami perubahan dan berakhir sama kuat sampai wasit meniupkan pluit tanda berakhirnya pertandingan [KC-02]**
CIANJUR, [KC],- Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Cianjur gelar sahur on the road sebagai bagian dari program giat ramadhan 1436 H HMI Cabang Cianjur (12/7).

Wasekbid PAO HMI Cabang Cianjur, Firly Sopirmas mengatakan kegiatan Sahur On The Road merupakan kegiatan rutinan yang merupakan rangkaian acara di bulan ramadhan tahun ini, adapun Sahur On the Road Kali ini dipusatkan dijalan Bypas, Start depan Restoran Ikan Bakar Cianjur kemudian masuk jalan Raya mangunsarkoro, dilanjutkan mengarah Masjid Agung Cianjur  kemudian Taman Kota Joglo, masuk ke arah jalan Abdullah Bin'nuh atau tepatnya BLK finis Bypas. Setelah membagikan makanan untuk sahur dilanjutkan sahur bareng kader HMI Cabang Cianjur.

" Sahur On The Road sudah menjadi salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh HMI Cabang Cianjur setiap tahun, namun ditahun ini ada yang berbeda dari kegitan rutinan ini. Sahur On The Road ini diikuti oleh puluhan orang bersama  kader HMI dilingkungan Kota Cianjur pada pukul 03.00 WIB dinihari" ungkap Firly.

Menurutnya kegiatan ini bertujuan sebagai wahana berbagi antar sesama, sumber dana yang kami dapatkan murni dari seluruh kader HMI, upaya ini terus dilakukan dalam upaya menjaga kearifan sosial di  Cianjur,

HMI Cabang Cianjur membagikan 100 Paket Sahur kepada Abang-abang Tukang Becak, Anak-Anak jalanan, gelandangan dan pengemis, juga beberapa orang Masyarakat yang ingin melaksanakan Sahur.

" Kita sebagai mahasiswa harus bisa berbagi kepada kaum dhuafa meskipun Makanan yang kita hidangkan dan bagikan itu adalah hasil dari racikan kader-kader HMI Cabang Cianjur yang sudi memberikan sumbangan berupa  makanan untuk kaum  dhuafa yang sahur di Jalanan." kata Firly.

Firly menambahkan kondisi Ramadhan ini kita tetap berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam upaya mencapai Ridho Allah serta mencapai ketaqwaan kita kepada Allah SWT. [KC.04]
CIANJUR, [KC],- MPR RI sebagai lembaga legislatif negara terus berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan , Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.
Untuk itulah, Bangsa Indonesia pasca reformasi perlu terus menerus diberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan, sehingga untuk menghadapi masa depan bangsa ini akan lebih tegak dan kokoh dalam berbangsa dan bernegara menuju cita-cita proklamasi.
Kebebasan berpendapat memang menandai lahirnya era reformasi, tapi seringkali kebebasan tersebut dimaknai bebas tanpa batas. Kesalahan pemahaman tersebut menyebabkan kendurnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai keakraban sosial. Tentu saja, hal tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sosialisasi Empat Pilar kebangsaan kali ini dilakukan anggota MPR RI Dapil III Jawa Barat, Dr. H. Syarifudin Hasan, MBA dilaksanakan di hadapan warga masyarakat kampung Pasir Luhur Desa Benjot Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur  yang dihadiri oleh segenap komponen masyarakat dari berbagai latar belakang, dari unsur ulama tampak hadir KH. Pipin S. Aripin pimpinan Ponpes Al Riyadl Cipanas dan unsur Muspika Kecamatan Cugenang. Dalam acara tersebut Dr. H. Syarifudin Hasan, MM., MBA yang telah berkiprah dan makan asam garam di Parlemen ini  menjadi narasumber tunggal dalam acara sosialisasi menguraikan makna Empat Pilar berbangsa dan bernegara.
"Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk menggali nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan ini nantinya diharapkan bisa menjadi dasar dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia ke depan lebih maju dan bermartabat," ungkap Syarif Hasan yang juga mantan Menteri Koperasi dan UKM RI KIB ini. 
Sosialisasi ini dilandaskan pada cita-cita negara Indonesia dalam alinea IV UUD RI 1945. Salah satunya adalah untuk 'Mencerdaskan kehidupan bangsa', atas dasar itulah sosialisasi menjadi begitu penting. Karena melalui kegiatan ini dapat membentuk manusia Indonesia yang berkualitas, maju, unggul , berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi sebagai modal utama dalam pembangunan bangsa.
“Pemahaman dan implementasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar negara harus selalu ditumbuh kembangkan dalam mewujudkan cita-cita masa depan indonesia yang lebih baik menuju masyarakat yang sejahtera, adil, makmur serta menjadi negara yang berdaulat dan bermartabat”. Lanjut Syarif

Sementara itu di sela sela buka bersama, Mulya Zulfikor selaku fasilitator penyelenggara acara mengatakan bahwa selain acara inti sosialisasi empat pilar kebangsaan, pihaknya juga berharap terbangunnya silaturrahmi antara rakyat dengan wakilnya di senayan. [KC.04]***
CIANJUR, [KC].- Konstalasi politik Cianjur berubah pasca putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan larangan Patahana ikut dalam Pemilukada. Hal itu terjadi pada pasangan Bakal Calon Bupati, H. Herman Suherman dan Hj. Ratu Tri Yulia Herawati yang baru saja mendapatkan restu dari Dewan PimpinN Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur pada 9 Desember 2015, terpaksa harus dirubah.

Posisi bakal calon bupati Tri Ratu Yulia Herawati didaulat untuk mengundurkan diri digantikan Irvan Rivano Muchtar (IRM) yang merupakan anak dari Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh. IRM dianggap memiliki kans besar untuk mendulang suara dan merupakan kader dari partai berlambang bintang mercy itu.

"Ini sebenarnya tidak kebetulan, kita sudah siapkan beberapa strategi saat Patahana dilarang manggung dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur. Namun setelah adanya putusan MK yang menganulir pasal Patahana dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 2015 itu konstalasi politiknya berubah," kata Yadi Mulyadi, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat saat menggelar jumpa pers di posko pemenangan Herman Suherman-IRM, Kamis (9/7/2015).

Yadi mengakui, elektabilitas IRM dinilai cukup tinggi meski yang bersangkutan tidak melakukan sosialisasi lantaran terbentur aturan Patahana. "Ada sejumlah nama yang kita lakukan survei salah satunya IRM bersama H. Herman Suherman. Keduanya menduduki urutan tertinggi dibandingkan dari kandidat dari partai lainnya. Prosentasenya diantas 30 persen," kata Yadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cianjur.

Yadi juga membantah kalau dalam pergantian bakal calon wakil bupati yang akan diusungnya dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 ini menuai polemik. Pemunduran diri Ratu Tri Yulia Herawati dilakukan dengan kesadaran sendiri tidak ada penekanan.

"Kami tidak ingin ada polemik dalam masalah penentuan posisi wakil ini. Dua-duanya disusung baik ibu Ratu maupun IRM. Ibu Ratu juga sudah menjelaskan kemunduran dirinya, karena ibu Ratu sudah tahu sepak terjang IRM. Ibu Ratu sangat mendukung pencalonan IRM lantaran mengabdi bukan hanya menjadi wakil bupati tapi juga bisa menjadi Direktur RSUD," tegasnya.

Direktur Institute Social and Economy Development (Inside) Cianjur, Yusep Somantri mengatakan, keputusan MK yang merestui keluarga petahana maju dalam pilkada telah membajak demokrasi. Karena selama ini politik dinasti lebih banyak madhorotnya daripada maslahatnya. Politik oligarki akan mematenkan penyalahagunaan wewenang dan korupsi.

"MK seharusnya tidak hanya melihat dari aspek normatif saja tapi dari aspek sosiologis juga.  Politik dinasti menutup ruang regenerasi kepemimpinan di tingkat lokal," kata Yusep saat ditemui terpisah.

Menurut Yusep, demokrasi yang sejatinya proses seleksi manusia terpilih untuk menjadi pemimpin di tutup rapat rapat oleh putusan MK yang merestui politik dinasti. "Kepala daerah kini sudah syah menjadi "Raja Kecil" dan berhak mewariskan tahtanya kepada anak atau saudaranya," tegas Yusep [KC-02]**

















CIANJUR, [KC].- Amankan arus mudik, Polres Cianjur menyiagakan 2/3 kekuatan atau sekitar 1.814 personel. Para personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Lodaya 2015 itu akan disebar disejumlah jalur untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang hendak melakukan mudik. Bahkan bagi rumah yang ditinggal mudik petugas kepolisian itu siap menjaga keamanannya.

"Operasi Ketupat Lodaya 2015 ini merupakan operasi kemanusian yang dilakukan serentak sebagai bentuk melayani masyarakat selama musim mudik. Kami melakukan pengamanan disepanjang jalur mudik termasuk ditempat-tempat wisata yang seringkali dimanfaatkan oleh warga selepas merayakan Idul Fitri," kata Asep selepas melakukan gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Mapolres Cianjur, Kamis (9/7/2015).

Tidak hanya jalur utama yang dilintasi pemudik yang menjadi fokus pengamanan, jalur alternatif seperti Jonggol-Cianjur juga menjadi perhatian. Bahkan disejumlah jalur yang dinilai rawan akan tindak kejahatan juga ditempatkan sniper (penmbak jitu). "Jalur yang dipetakan rawan kita siapkan sniper. Terutama di setiap tikungan yang jauh dari kompleks warga dan penerangan jalan umumnya tidak ada," katanya.

Diakui Asep Guntur, penempatan sniper juga tidak terlepas dengan Cianjur yang acapkali dikenal daerah rawan dengan aksi terorisme. Isu-isu terorisme menjadi hal perlu diwaspadai ketika musim mudik berlangsung. "Daerah-daerah perbatasan yang rawan seperti perbatasan Bogor-Cianjur dan daerah terpencil perbatasan Cianjur-Bandung perlu diwaspadai. Aksi tindak kejahatan seringkali terjadi akibat adanya kelengahan kita bersama," paparnya.

Terpisah, Komandan Batalyon Armed 5 Tarik, Mayor (Arm) I Made Martha Yasa menuturkan pihaknya juga siap membantu kepolisian demi lancarnya operasi Ketupat Lodaya 2015. "Kami akan siap turun pada situasi-situasi yang begitu darurat, seperti kecelakaan, atau ada kejahatan yang ditemukan. Kami siagakan satu pleton pasukan," kata I Made.

Dinkes Siapkan Puskesma 24 Jam

Sementara itu untuk mendukung jalannya Operasi Ketupat Lodaya 2015, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyiagakan Puskesmas selama 24 jam pada musim mudik. Puskesmas-puskesmas tersebut disiagakan yang berada disepanjang jalur lintas mudik. Selain itu Dinkes Cianjur juga menyiapkan 15 Pos Kesehatan di sepanjang jalur mudik.

"Pos Kesehatan itu akan disiapkan berdampingan dengan Pos Pengamanan (Pospam) dari kepolisian mulai dari Puncak, Gekbrong, Haurwangi dan Cibinong. Ini sebagai salah satu bentuk upaya kita untukmemberikan layanan kesehatan bagi para pemudik," kata Humas Dinkes Kabupaten Cianjur Ade Rohman.

Setiap pos kesehatan, lanjut Ade, akan ditempatkan seorang dokter dan dua orang perawat yang diambil dari puskesmas yang ada di sekitar pos terdekat. Selain menempatkan orang di pos, akan ada petugas lainnya yang berpatroli keliling, meninjau adanya korban kecelakaan diluar dari lokasi pos jika terjadi.

"Seringkali ada kecelakaan itu jauh dari pos, sehingga kami perintahkan untuk patroli. Ketika ada yang kecelakaan langsung dibawa ke pos untuk diberi penanganan pertama" tegasnya [KC-02]***
CIANJUR, [KC].-  Konstalasi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang di Cianjur sepertinya akan berubah pasca putusan Mahkamah Konstitusi terkait Patahana. Salah satunya yang terjadi akan kembali mencuatnya nama Irvan Rivano Muchtar (IRM). IRM yang tadinya terganjal aturan untuk maju kini bisa melenggang bebas setelah adanya putusan MK.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat itu disebut-sebut sebagai sosok yang pantas untuk mendamping Herman Suherman sebagai wakil bupati. Selain masih muda, IRM dinilai dikat dengan masyarakat dan sudag dikenal luas di Kabupaten Cianjur.

"Keduanya dianggap pas untuk menjadi pasangan cabub dan cawabub," kata Ketua Lembaga Kebijakan Publik untuk Pemilukada Cianjur, Tonny Setiawan, Rabu (8/7/2015). 

Menurut Tonny, kekuatan atau suara Irvan di Cianjur sangat banyak. Ini dibuktikan ketika menjadi calon legislatif 2014 lalu, suara Irvan mencapai 130.399 suara. "Raihan suara tersebut menjadikan Irvan menduduki rengking ke dua suara terbanyak se anggota DPRD  Jawa Barat. Ini merupakan bukti jika Irvan mendapat tempat di hati masyarakat," imbuhnya. 

Tonny memaparkan,  ketokohan pemuda  Irvan di Cianjur sudah tidak diragukan kembali.  Buktinya lima tahun lalu, Irvan yang menempati ketua di berbagai organisasi kepemudaan dan masyarakat.

Satu di antaranya pernah menjabat Ketua DPD KNPI Cianjur. Saat ini Kang Irvan menjabat sebagai Ketua Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Cianjur, Ketua PSSI Kabupaten Cianjur, Ketua Perbakin Cianjur, dan di partai menempati Wakil Bendahara V DPD Demokrat Jawa Barat." Selain itu, Kang Irvan memiliki jiwa pemuda yang familiar dan selalu terjun ke masyarakat," tegasnya. 

Hal yang sama dikatakan Divisi Politik pada Jaringan Peduli Pemilukada Cianjur, Iwan Setiawan. Menurut Iwan, meski Partai Demokrat telah merekomendasikan Herman-Ratu sebagai pasangan cabub dan cawabub, kemungkinan besar akan dilaksanakan revisi atau meninjau ulang. Karena mengingat pasca dikeluarkannya keputusan MK tentang dibolehkannya politik dinasti maju di Pemilukada. "Demokrat tentu sudah bisa memetakan arah politik untuk Pemilukada, termasuk penentuan calon bupati dan wakil bupati. Pasca putusan MK. Irvan pasti akan menjadi calon wakil bupati," imbuhnya.

Iwan menerangkan, politik memang selalu berubah-rubah, karena dalam berpolitik itu untuk menentukan lima tahun mendatang. "Kita lihat nanti perkembangannya," tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Fraksi DPRD Partai Demokrat Cianjur, H Denny Aditya memaparkan, pasca keputusan MK terkait dibolehkannya politik dinasti membuat DPC Demokrat akan merubah konstalasi. "Rencananya kami akan melaksanakan jumpa pers, untuk menyikapi keputusan MK," imbuhnya. 

Kaitan Irvan akan maju sebagai calon wakil bupati mendampingi H Herman, Denny membenarkannya. "H Irvan pasti akan mendampingi H Herman untuk maju di Pemilukada. Karena Irvan merupakan tokoh muda yang sudah dekat dengan masyarakat," imbuhnya  [KC-02/dak]**
Back To Top