August 2015
CIANJUR, [KC].- Puluhan petani pemetik pucuk teh Perkebunan Teh Pasir Sarongge di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur dalam beberapa pekan terakhir terpaksa harus beralih profesi menjadi tukang pemburu ulat. Hal itu dilakukan menyusul diserangnya lahan perkebunan teh tersebut oleh ulat yang merusak daun-daun pucuk teh.

Kaur Pembangunan Desa Ciputri Hasanudin menjelaskan, sejak kekeringan melanda kawasan Pacet dan sekitarnya, hama ulat terus merusak tanaman teh yang ada di perkebunan Pasir Sarongge. Akibatnya daun teh yang biasanya dipetik oleh para buruh, kini hilang dari pohonnya. Bahkan ranting-ranting pohon teh terlihat seperti mengering lantaran tidak ada daunnya.

"Serangan hama ulat ini masih terus meluas, sehingga para buruh beralih pekerjaan dengan memburu hama ulat. Kita tidak tahu sampai kapan hal itu akan terjadi," kata Hasanudin..

Menurutnya, penanganan hama itu sudah dilakukan beberapa cara dengan obat anti hama. Namun hasilnya belum maksimal. Untuk itu para buruh terpaksa memburu langsung hama ulat yang semakin menjamur.

"Kalau dari hitungan bisnis, jelas perusahaan jelas rugi karena tidak bisa dipanen. Akhirnya, masyarakat beralih pekerjaan mencari hama ulat dengan dibayar Rp 25 ribu per kilogramnya," katanya.

Menurutnya, meskipun lahan perkebunan gagal panen pengamanan tetap dilakukan security, bahkan lebih diperketat. Pasalnya, dikhawatirkan masyarakat yang tidak bertanggungjawab merambah lahan perkebunan teh.

"Malam hari dijaga 6 orang dan siang hari dijaga 6 orang. Pengamanan diketat, karena dikhawatirkan masyarakat memanfaatkan ranting kebun teh untuk kayu bakar," paparnya.

Dijelaskannya, serangan hama ulat itu sudah berjalan selama empat bulan berjalan namun kondisinya kini semakin parah. Bahkan, jika dilihat lebih parah tahun ini ketimbang tahun sebelumnya.

"Kami hanya bisa berharap kondisinya bisa normal kembali, karena sekitar 70 orang warga kami mengandalkan pekerjaan menjadi buruh perkebunan teh," pungkasnya.

Seorang buruh, Siti (41) warga Desa Ciputri mengaku sejak kekeringan panjang melanda kawasan Ciputri, dirinya terpaksa berburu ulat. Hal yang sama juga dilakukan oleh para buruh lainnya. Hanya saja pendapatan berburu ulat tidak sebanding dengan menjadi pemetik.

"Namun jelas uang yang di dapatkan jelas lebih kecil dari pada kondisi normal. Lantaran berburu ulat itu sulit, tidaklah mudah. Harus bisa lebih jeli dan telaten menangkap ulat," katanya.

Pihaknya sangat mengharapkan kondisinya bisa normal kembali. Pasalnya, jika tersebut seperti ini dirinya dan warga lainnya terus merugi. "Kami berharap bisa seperti biasa lagi, kami bisa bekerja lagi menjadi buruh pemetik teh, bukan pemetik ulat," harapnya  [KC-02/fr]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat, Herman Suherman mengharapkan kepada masyarakat di sekitar Gunung Padang, Desa  Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, harus mulai mengembangkan "homestay" rumah sewa murah. Ini menyambut semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke kawasan itu.

"Saat ini banyak wisatawan baik domestik maupun asing  berkunjung ke Gunung Padang ," kata Herman saat tatap muka dengan masyarakat Gunung Padang dalam rangka kampanye hari pertama pasangan Beriman (bersama Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman), Sabtu (8/29/2015).

Kang Herman menerangkan, sejak keberadaan situs mulai dikenal banyak orang, Gunung Padang semakin banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sebagian di antaranya berasal dari luar negeri atau mencapai rata-rata 500 orang per hari.

Selama ini, kata Herman,  banyak dari mereka memilih tinggal di Kota Cianjur sebelum menuju destinasi Gunung Padang dengan menempuh jarak 25-30 km dari pusat kota Cianjur.
Konsekuensinya, wisatawan harus mempersiapkan perjalanan selama 1,5 hingga dua jam untuk sampai Gunung Padang. “Nah kalau sudah ada homestay, pasti para pengunjung situs akan lebih betah lagi,” paparnya.

Tak hanya homestay saja, papar Herman, homestay harus dilengkapi dengan toilet umum yang bersih, warung kopi, dan kios suvenir. Untuk souvenir,  disarankan sebagai souvenir  iket sunda untuk dijual, gula aren, kerajinan batok kelapa, dan kesenian-kesenian. Selain itu, harus disediakan  tukang ojek sekaligus pemandu wisata. “Kalau ini dilaksanakan, pasti masyarakat Gunung Padang akan meningkat dari segi ekonomi,” paparnya.

Herman mengakui, kalau ditakdirkan menjadi wakil bupati cianjur mendampingi Irvan Rivano Muchtar sebagai bupati Cianjur. Pihaknya siap untuk membantu masyarakat Gunung Padang dengan cara mengembangkan pariwisata di sana. “Dalam pengembangan pariawisata, kita akan melibatkan warga sekitar” imbuhnya.

Semantara itu, Indra Gunawan (29), tokoh Gunung Padang menyambut gagasan dari Kang Herman. Indra mengaku, masyarakat sudah ada yang membuat  homestay di rumah sendiri-sendiri. “Memang keberadaan homestay sangat membantu  para pengunjung Gunung Padang. Sedangkan dengan adanya rumah sewa masyarakat sangat terbantu dari segi ekonomi,” paparnya.

Indra menyambut gagasan Kang Herman untuk mengembangkan pariwisata di Gunung Padang. “Kami sangat antusias dengan pengembangan pariwisata di Gunung Padang. Mudah-mudahan bisa terealisasi oleh Kang Herman,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Mengawali hari pertama penjadwalan  kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021, H Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman nomor urut 2 dari koalisi rakyat Partai Golkar, PKB dan PBB  melaksanakan kampanye di dapil empat dan lima atau di Cianjur Selatan hari Sabtu (29/8/2015).

Irvan Rivano Muchtar kampanye di Sindangbarang, Cidaun. Sedangkan Herman Suherman di Kecamatan Campaka dan Cibeber.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Beriman (Bersama Irvan Rivano Muhctar dan Herman Suherman), H Ade Barkah Surahman memaparkan, calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar melaksanakan kampanye di Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun. Untuk di Sindangbarang, kata AB, Irvan melaksanakan konsolidasi dengan pengurus Golkar tingkat kecamatan, desa dan RT.

Setelah itu dilanjutkan tatap muka dengan warga nahdiyin dan PKB di Ciogong. Selanjutnya, tatap muka bersama pemuda Sindangbarang. Kemudian di Cidaun konsolidasi dengan pengurus PBB dan tatap muka dengan pemuda se Cidaun.

Sedangkan calon wakil bupati, Herman Suherman melaksanakan kampanye di Campaka dan Cibeber. Untuk di Campaka , Herman melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakat, pemuda, agama, para kiai serta ulama. Begitu juga di Kecamatan Cibeber juga sama.
“Alhamdulillah rangkaian kampanye hari pertama telah selesai kami laksanakan, kami optimis akan memenangkan pertarungan Pilkada tahun ini,” kata AB yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini.

Ketua DPD Golkar Cianjur ini menerangkan, saat  kampanye di lapangan. Masyarakat sangat antusias dengan kehadiran Kang Irvan dan Herman. Masyarakat, kata AB sudah mengenal Irvan dan Herman jauh-jauh hari sebelum pencalonan Pilkada. “Masyarakat sudah mengenal Irvan, karena Irvan merupakan tokoh muda yang sudah aktif di berbagai organisasi di Cianjur. Di antaranya pernah menjadi Ketua DPD KNPI, sekarang Ketua Karangtaruna Kabupaten, Ketua Perbakin, PSSI dan lainnya,” tegas AB.

Sedangkan Herman Suherman merupakan mantan birokrat yang rekam jejaknya sudah tidak diragukan lagi. “Ketika di lapangan, Kang Herman dikenal sebagai birokrat yang bersih, dan dalam bekerja di birokrat sangat baik,” tegasnya.

Apalagi, kata AB, ketika Herman bekerja di Dinas Bina Marga sudah 20 tahun lebih banyak program yang telah dilaksanakan Herman. Satu di antaranya perbaikan jalan desa. “Saat di lapangan, masyarakat mengenal Herman sebagai arsitek perbaikan jalan (tukang ngomean jalan). Karena itu, masyarakat sangat berharap Irvan dan Herman menang di Pilkada. Kalau menang, pasti Irvan dan Herman akan fokus memperbaiki jalan,” tegasnya.

Sementara itu, calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muhctar memaparkan, pihaknya bersama ketua tim pemenangan dan tim sukses dari koalisi rakyat  langsung tatap muka dengan masyarakat. “Alhamdulillah hasilnya kami mendapat antusias dari masyarakat. Masyarakat mengingingkan cianjur ke depan lebih maju dan agamis,” papar Irvan.

Irvan menerangkan, visi misi cianjur lima tahun mendatang yang ditawarkan kepada masyarakat.  Pertama Infrastructure Road Map  (IRM), 100 Milyar/Per tahun, meliputi pendidikan dan kesehatan. Yaitu memberikan insentif para guru sukwan/honorer/operator, menyediakan bantuan biaya pendidikan bagi warga miskin, menambah rumah Sakit dan meningkatkan pelayanan puskesmas , meningkatkan insentif kader posyandu.

Kedua  Insenfi Rakyat Miskin (IRM), 100 ribu per kepala keluarga.  Meliputi sosial ekonomi . Yaitu memberikan bantuan insentif untuk masyarakat kurang mampu, meningkatkan program bantuan RT Menjadi Rp 12.5 juta per tahun, membuka 10 ribu lapangan pekerjaan, meningkatkan infrastruktur jalan dan jembatan.

Ketiga  Insan Rabbani Mandiri (IRM), 100 milyar/per tahun, meliputi bidang keagamaan. yaitu mencetak 1 ribu penghafal Al Quran, memberikan bantuan fisik kepada 1 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al Quran serta Pesantren dan Memberikan Bantuan Rp 10 juta untuk masjid  jami desa . “Kita optimis tiga program yang kami tawarkan bisa mewujudkan cianjur lima tahun mendatang lebih maju dan agamis,” imbuhnya.

Terpisah, calon wakil bupati Cianjur Herman Suherman menambahkan, semua program yang ditawarkan dibarengi ikhtiar  melalui pertemuan dengan masyarakat Cianjur, mudah-mudahan target pemenanngan Irvan dan Herman 65 persen sampai 90 persen dapat tercapai. “Kita semua gerak bersama rakyat untuk memenangkan pasangan Beriman, tentu untuk cianjur lebih maju dan agamis,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Dua orang gadis remaja asal Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi (Hawai) Kabupaten Cianjur nyaris menjadi korban perdagangan orang (traficking). Beruntung kedua remaja tersebut yakni ST (16) dan DS (18) berhasil selamat setelah kabur dan melapor ke aparat kepolisian atas apa yang menimpanya.

Keduanya tiba di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat petang (28/8/2015), setelah dijemput tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur setelah satu minggu berada di Palembang. Saat tiba di Cianjur terlihat keduanya masih sedikit shock atas apa yang menimpanya.

Menurut penuturan ST, salah seorang korban, saat itu Sabtu (22/8/2015) ia diajak Yuli (29) orang yang baru dikenalnya. "Kami diajak ke Bandung untuk main saja, kami mau dan waktu itu tidak bilang ke orangtua karena kami fikir cuma sebentar. Kami diberi bakso di daerah Caringin, Bandung," ujar ST di Pendopo Kabupaten Cianjur. 

Habis makan bakso, kata ST, tiba-tiba mereka merasa ngantuk, dan meminta izin kepada Yuli untuk pulang. Yuli menunjuk bus untuk ditumpangi. "Kami menolak kenapa naik bus itu, tapi Yuli memaksa dan kamipun naik setelah dibayarkan ongkosnya oleh Yuli. Kami tertidur, tiba-tiba terbangun sudah di tengah kapal. Kami tanya mau dibawa kemana, Yuli bilang jangan banyak omong," ujar ST. 

Setiba di Palembang, kedua gadis yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama itu langsung disekap di dalam kamar. Keduanya diberi pakaian seksi berupa tangtop dan celana pendek. "Minggu (23/8/2015) siang, kami disuruh keluar kamar untuk melayani om-om. Kami menolak karena tidak mau bekerja seperti itu, akhirnya sore hari kami pura-pura mau beli pulsa. Berhasil keluar kafe itu, kami lari ke Polsek Sukarami, Kota Palembang," ujar ST. 
DS pun menceritakan, dari tempatnya dipekerjakan ke Polsek, keduanya naik sepeda motor milik sang pemilik kafe. "Si pemiliknya bilang jangan lama-lama. Tapi kami kabur ke Polsek. Untung kami belum diapa-apain," ujarnya. 

Sebelumnya, kedua gadis ini bekerja di sebuah toko di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Yuli sendiri yang merupakan orang Cianjur itu tiba-tiba datang ke toko dan mengajaknya main.  "Hape waktu itu dirampas Yuli, dan baru dikembalikan pas Minggu siang. Saya langsung nelpon ke keluarga," tegasnya.

Ketua P2TP2A Kabupaten Cianjur, Hj. Yana Rosdiana Muchtar Soleh, mengatakan, pihaknya menerima laporan perdagangan manusia itu hari Senin (24/8/2015), dan langsung berkoordinasi dengan Polres Cianjur.  "Ternyata Polres juga sudah menerima laporan terkait hal itu dari Polres Palembang. Akhirnya tidak sulit, kami tinggal menjemput saja," ujar Yana di Pendopo Kabupaten Cianjur. 

Hari Rabu (26/8), tim dari Cianjur berangkat. Setelah mengurus segala proses, Jumat (28/8/2015) dengan pesawat keberangkatan pukul 11.00 WIB, tim bertolak ke Jakarta untuk selanjutnya pulang ke Cianjur. "Pelaku sudah ditangani oleh Polres Cianjur," tegas Yana.

Setelah diterima di pendopo, kedua korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga yang sebelumnya sudah dikasih tahu. Isak tangispun tidak bisa terbendung lagi saat kedua korban dijemput orang tuanya [KC-02/is]**
CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur yang diusung delapan partai koalisi PDIP, PKS, Hanura, Gerindra, Nasdem, PAN, Demokrat dan PPP, H. Suranto, Jum'at (28/8/2015) menyambangi warga di Kampung Gunung Lanjung Desa Cijedil Kecamatan Cugenang. Suranto yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati tersebut lebih memilih melaksanakan Jum'at keliling (Jumling) bersama warga.

"Kemakmuran sebuah masjid tergantung pada bagaimana cara mengelola dan mendayagunakan masjid dengan sebaik-baiknya dan diharapkan ulama juga umaro dapat bersama-sama memakmurkan masjid demi menggapai khasanah kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat seperti yang telah di perintah Nadi Besar Muhammad SAW yang memperjuangkan Islam," kata H. Suranto, dalam sambutannya pada kegiatan sholat Jumling di masjid  jami Al-Hidayah di Kampung Gununglanjung.

Dikatakan Suranto, seperti yang kita ketahui fungsi masjid sebagai tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat Islam, juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam.

"Diharapkan masjid sebagai pusat peradaban umat harus lebih diberdayakan melalui berbagai kegiatan keumatan yang dapat menciptakan dan membawa kemaslahatan umat juga diharapkan turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan akhlak yang karimah salah satunya adanya program mengaji untuk anak usia dini," ujarnya.

Sebagai kaum muslim yang baik kata Suranto, seyogyanya wajib memahami pelemahan moral dari perilaku kehidupan orang barat dengan kebebasannya, korelasi dengan pembentukan moral seiring dengan pertumbuhan masjid dan tantangan perubahan jaman yang semakin cepat, pengelolaan masjid menuntut manajemen yang baik juga berfungsi sosial.

Sebelum mengakhiri kegiatan, Suranto memberikan sumbangan pribadi berupa jam digital waktu sholat yang diterima oleh pengurus DKM masjid [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021, yang disusung Partai Golkar, PKB dan PBB, Herman Suherman  peduli terhadap perkembangan pendidikan agama Islam di Cianjur. Terlebih Perda Madrasah Diniyah (MD) yang sudah disyahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

"Dalam Perda itu disebutkan  ada  1 persen  anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk pemberdayaan diniyah di Kabupaten Cianjur," kata Herman Jumat (28/8/2015).

Menurut Kang Herman panggilan akrabnya, saat ini anak-anak kita tidak sedikit selepas shalat magrib tidak mengaji, melainkan nonton atau melihat televisi. Padahal Cianjur dari dulu merupakan gudangnya santri dan kiayi. "Saya prihatin melihat kondisi tersebut, saya ingin kembali ke semula. Yaitu semua anak-anak kita selepas shalat magrib belajar mengaji," tuturnya.

Herman menerangkan, dengan adanya Perda tersebut, pihaknya merasa bahagia, karena di dalam Perda itu  ada pembahasan mengenai aturan tentang peningkatan agama Islam. "Saya sangat mendukung dengan adanya Perda MD tersebut," imbuhnya.

Dia mengakui, jika terpilih menjadi wakil bupati mendatang, pihaknya siap untuk meningkatkan program keagamaan di Cianjur. Tak hanya itu saja, segi anggaran akan ditingkatkan. "Insa Allah kalau saya jadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muhctar sebagai bupati, tentu program pertama akan meningkatkan keagamaan di Cianjur," imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar  berpesan kepada perawat harus bisa melayani  masyarakat dengan sebaik – baiknya, tanpa memandang status sosial seorang pasien. 

"Setiap pasien yang dirawat merasakan kenyamanan selama perawatan, sehingga kesembuhan pasien cepat tersembuhkan," kata Irvan Jumat (8/28/2015).

Irvan menyampaikan  perawat harus mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk terlibat di kesehatan komunitasnya.

"Masyarakat harus diposisikan sebagai mitra dalam kegiatan pengawasan kebutuhan gizi, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan penanganan akibat bencana," tuturnya.

Oleh karenanya, papar Irvan, tenaga perawat hendaknya dilengkapi dengan pengetahuan kepemimpinan dan manajerial untuk menjalankan fungsi pemberdayaan melalui kemitraan tersebut.
 
Irvan mengakui, jika ditakdirkan menjadi Bupati Cianjur lima tahun mendatang, pihaknya komitmen akan   meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan terutama untuk keluarga miskin serta kesehatan ibu dan anak. "Memperbanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya  [KC-02/dak]**
PENDIDIKAN sudah menjadi kebutuhan primer  bagi pembangunan suatu bangsa, sudah dapat dipastikan maju mundurnya suatu bangsa erat kaitannya dengan sistem dan kualitas pendidikan bangsa itu sendiri. Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya.

Dalam Undang-undang dasar 1945 pasal 31 tentang pendidikan yang dijabarkan melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta pradaban suatu bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu,cakap,kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Bunyi Undang-undang diatas menggambarkan, begitu urgen pran dan pungsi pendidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. sadar akan pentingnya pendidikan, pasaangan calon Bupati Kabupaten  Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman dalam misinya yang berkaitan dengan pendidikan, pasangan calon Bupati Cianjur ini berjanji akan fokus membenahi  dan meningkatkan rata-rata lama sekolah (means of years schooling) dari 7.03 tahun, pada tahun 2016 menjadi 7.28 tahun, pada tahun 2021 dan akan meningkatkan indek pendidikan dari 81.06 pada tahun 2016 menjadi 82.91 pada tahun 2021.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang dihasilkan, dalam sistem pendidikan di Kabupaten Cianjur, tentunya diperlukan penujang berupa infrastruktur dan superstruktur pendidikan yang baik. Peningkatan sarana dan prasarana menjadi perhatian utama Pasangan Calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman, yang akan di wujudkan melalui pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 200 kelas per tahun, beserta sarana penunjang belajar mengajar, serta akan memperhatikan kesejahtraan tenaga pengajar dan melakukan perbaikan ruang kelas lama, hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada guru dan peserta didik.

Selain akan meningkatkan sarana dan prasarana, pasangan calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman juga akan memperbanyak tenaga pendidik yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar dikabupaten Cianjur, tidak bisa dipungkiri, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, dalam rangka mencapai tujuan Cianjur yang lebih maju dan agamis, tentunya dibutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas, seperti yang tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 42 aya (1) yang menyebutkan bahwa “Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar,sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam upaya mendapatkan pendidik yang unggul dan berkualitas, kedepannya pemerintah daerah melalui dinas terkait akan mengadakan pelatihan tenaga pendidik secara rutin.

Manajemen, tentunya suatu hal yang tidak boleh dilupakan dalam mengelola pendidikan. Oleh seba itu Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman ingin memperbaiki dan meningkatkan manajemen pendidikan dari hulu sampai hilir sesuai dengan PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 28 “Bupati/walikota bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional didaerahnya dan merumuskan serta menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya”.

Dalam mengelola pendidikan tidak cukup hanya dengan sarana dan prasarana yang baik, tapi harus ditunjang dengan  manajemen pendidikan yang baik pula, apalagi dalam sistem pengelolaan pendidikan modern pada saat ini. Fungsi manajemen adalah untuk melakukan perencanaan (plaining) pendidikan, program dan tata kelola serta pengorganisiran (Organizing) perangkat pendidikan. Sebab pendidikan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan, apabila semua perangkat pendidikan berjalan dengan baik.

Pemerintahan yang bijak tentunya harus memberi ruang kepada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa untuk mengembangkan potensinya. Pasangan Calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman, akan memberikan pembinaan yang serius, terhadap pemuda dan peserta didik, yang mempunyai potensi dan prestasi dibidangnya, sesuai dengan PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 36 yang berbunyi “Pemerintah kabupaten/kota melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik di daerahnya yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak dibidang ilmu pengetahuan,teknologi,seni, dan/atau olahraga pada tingkat suatu pendidikan,kecamatan,kabupaten/kota provinsi, nasional,dan internasional”.

Diantara bukti keseriusan pasangan Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman dalam membenahi dan meningkatkan sumber daya manusia di kabupaten Cianjur, pasangan calon Bupati Ini akan memberikan 100 beasiswa per tahun untuk program Sarjan (S1) dan 50 beasiswa per tahun untuk program Magister (S2) serta 10 beasiswa per tahun untuk program Doktor, semoga dengan adanya program beasiswa nanti akan membantu pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia di kabupaten Cianjur.

Selain program beasiswa disusun juga tujuh program unggulan untuk meningkatkan sarana  prasarana Infrastruktur dan Superstruktur  pendidikan di kabupaten cianjur, tujuh program tersebut adalah; (1) peningkatan pemenuhan kebutuhan tenaga, sarana dan prasarana pendidikan.(2) peningkatan manajemen pendidikan melalui standarisasi dan penjaminan mutu.(3) pemerataan distribusi tenaga pendidik dan kependidikan.(4) peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan serta akselerasi peningkatan kualifikasi guru.(5) penyediaan bantuan pendidikan, khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang melanjutkan ke perguruan tinggi lokal yang berada di Kabupaten Cianjur.(7) peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan.(8) pembinaan kepemudaan, olahraga dan kebudayaan. Ketujuh program tersebut tentunya disusun sesuai dengan kebutuhan sektor pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Pengelolaan pendidikan tentu membutuhkan peran semua pihak, termasuk masyarakat. Peran serta masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan formal maupun non formal akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya Manusia, sebab tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan, program percepatan pembangunan sumber daya manusia akan tersendat. Oleh sebab itu pasangan calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman akan mengakomodir seluas-luasnya partisipasi masyarakat dibidang pengelolaan pendidikan [Penulis adalah Ketua DPC PKB Kab Cianjur]**




CIANJUR, [KC].- Target capaian pajak dari wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cianjur mencapai Rp 571 miliar. Target tersebut bisa tercapai dengan salah satu solusinya menghapuskan sanksi pajak.

Kepala KPP Pratama Kabupaten Cianjur, Siscka Mirela mengungkapkan, penghapusan sanksi pajak, sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 91 Tahun 2015 tentang Pengurangan atau penghapusan Sanksi Administrasi atas Keterlemabatan Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, dan Keterlamabatan Pembayaran atau Penyetoran Pajak.

"Total ada 125 ribu wajib pajak di Cianjur, dengan target tahun ini sebesar Rp571 miliar. Namun yang baru diperoleh, hanya 42 persennya saja. Ini membuktikan tingkat kesadaran wajib pajak masih kurang dan perlu didorong lagi," kata Sisca usai melaksanakan sosialisasi penghapusan sanksi pajak kepada ratusan pengusaha di Gedung Bale Rancage kemarin.

Siscka, menuturkan, dalam aturan yang baru ini, penghapusan sanksi pajak berupa denda keterlambatan lapor SPT dan bunga keterlambatan bayar pajak berlaku untuk tahun pajak 5 tahun ke belakang. Pemberian fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak agar membayarkan pajaknya, sehingga ke depannya tertib perpajakan dapat segera tercapai, sebab saat ini tingkat kepatuhan pajak masih berada di angka 50 persen.

"Fasilitas penghapusan sanksi perpajakan hanya berlaku hingga 31 Desember 2015. Sementara di tahun selanjutnya, pemerintah akan memberlakukan penindakan bagi mereka yang tidak taat pajak," ungkapnya.

Menurutnya, tahun ini adalah program pembinaan wajib pajak. Sementara 2016 merupakan tahun penegakan aturan wajib pajak. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar wajib pajak menggunakan kesempatan tersebut dengan baik.

Dirinya menambahkan, wajib pajak yang masih belum mengerti tata cara penyetoran dan pelaporan pembayaran pajak, serta fasilitas pembebasan sanksi, dapat langsung datang ke KPP Pratama untuk berkonsultasi.

"Kami sediakan konsultan pajak di sini, tanpa dipungut biaya sedikit pun. Hal itu demi meningkatkan pelayanan bagi wajib pajak yang ada di Cianjur," tegasnya [KC-02/is]**
CIANJUR, [KC].- Sudah saatnya Kabupaten Cianjur menerapkan pola pendidikan gratis dari mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat SMA. Itu dimungkinkan jika semua pihak bisa duduk bersama dan bertekad untuk merealisasikan program pendidikan gratis.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, H. Sapturo melalui anggotanya Tika Latifah. Dikatakan Tika Cianjur bisa merealisasikan itu seperti halnya yang tengah dilakukan oleh Kota Tasikmalaya.

"Bisa saja, asalkan mau duduk bersama membahas hal tersebut.  Berunding membuat kesepakatan yang tepat untuk merealisasikan program pendidikan gratis dari SD, SMP, hingga SMA," ujar Tika.

Dikatakan Tika, untuk menjalankan program tersebut butuh anggaran yang sangat besar. Apalagi jumlah warga Cianjur tergolong banyak, sehingga akan memakan banyak APBD Cianjur.

"Bukan berarti tidak ada solusi, bisa juga dilakukan percontohan dahulu. Misalnya di beberapa sekolah yang dirasa perlu digratiskan agar siswa yang ada di sana tidak terbebani dengan biaya yang besar. Namun dengan catatan, tidak boleh lagi ada pungutan," katanya.

Dirinya menambahkan, dengan digratiskannya sekolah negeri, tidak akan mematikan sekolah swasta. Sebab dapat dibuat aturan untuk membatasi penerimaan siswa di sekolah yang digratiskan tersebut.

"Yang masuk pun tidak sembarangan, harus mereka yang berprestasi. Serta dibuatkan juga jalur khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, minimal 20 persen dari jumlah siswa yang ada," jelasnya.

Hal itu dirasa Tika dapat menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan pendidikan di Cianjur. "Dengan begitu Cianjur dapat masuk dalam 10 besar kota yang memiliki status pendidikan terbaik, tidak seperti sekarang yang sebagaimana kita ketahui bersama," tegasnya [KC-02/is]**
CIANJUR, [KC].- Beberapa cara dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015 untuk bisa lebih diingat bagi masyarakat. Baik itu melalui blusukan, maupun dengan cara menciptakan icon tersendiri. Semua itu dengan harapan bisa mempermudah konstituennya untuk mengingat pilihannya.

Seperti yang dilakukan pasangan bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021, Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman. Pasangan yang mendapat undian nomor urut 2 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur itu dalam setiap kegiatan tidak lepas dari iket sunda dan padi merah. Pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman), itu menjadikan iket sunda dan padi merah menjadi ciri khasnya.

"Iket sunda dan padi merah memiliki filosofi yang mendalam bagi kami dan tim pemenangan serta relawan," kata calon bupati Cianjur , Irvan Rivano Muchtar, Kamis (27/8/2015).

Menurut Kang Irvan panggilan akrabnya, memaparkan,  iket sunda merupakan warisan secara turun-temurun dari para leluhur, tentu hal tersebut harus dijaga dan dilestarikan. Sedangkan padi merah berfilosofi bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk.

Makna dari ungkapan ini, kata Irvan, adalah manusia tidak layak untuk bersikap angkuh atau sombong karena usia atau kemampuan yang dimilikinya. "Masyarakat akan memandang baik seseorang apabila semakin tinggi usia, atau semakin tinggi kemampuannya, ia semakin merendahkan hatinya," paparnya.

Berlandaskan filosofi tersebut, papar Irvan, tim Beriman sepakat dalam setiap momen dan kesempatan harus mamakaian iket kepala dan pin padi merah. Salah satunya ketika pelaksanaan rapat pleno nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati di Gren Hill Resor Pacet.

“Ketika itu, kami sepakat untuk memakai pakaian putih pakai iket sunda dan memakai pin padi merah. Karena seragam tersebut merupakan kebanggaan kami,” papar Irvan. Irvan berharap, melalui filosofi tersebut dapat membawa berkah bagi kabupaten Cianjur dan cianjur lebih maju dan agamis. “Semoga harapan tersebut dapat terwujud,” harapnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pengembangan pariwisata ke wilayah Cianjur Selatan memang selama ini masih terkendala masalah infrastruktur. Hal tersebut tentu menjadi sebab kawasan Selatan belum ramai didatangi wisatawan dibanding kawasan Cianjur Utara seperti Cipanas.

"Daerah utara sudah lebih dulu banyak magnetnya. Selain pemandangan alam yang indah kondisi wilayah tersebut cenderung memiliki udara dingin dan infrastruktur relatif bagus. Selain itu jarak juga memengaruhi, utara kan dekat," kata Calon Wakil Bupati Cianjur nomor urut 2, Herman Suherman, ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait infrastruktur di Cianjur Selatan yang masih harus diperbaiki, Kamis (27/8/2015).

Menurut Kang Herman, dalam perencanaan dengan calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, nanti jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.  Pihaknya segera menyusun rencana pengembangan Pantai Jayanti di Cianjur Selatan. Untuk itu, pihaknya nanti akan terus menggenjot pihak-pihak terkait untuk saling bersinergi merangsang perkembangan pariwisata di Cianjur Selatan. Pasalnya, lanjut Herman, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara lintas sektoral.

"Karena pengembangan pariwisata adalah membangun perekonomian dan masyarakat. Ini harus ditunjang infrastruktur misalnya. Kan infrastuktur kewenangan Bina Marga, sedangkan Dinas Pariwisata membawahi penataan tempat wisatanya. Hal-hal seperti ini yang harus sinkron. Harus seimbang," ucapnya.

Untuk diketahui, Cianjur Selatan terdiri dari 16 Kecamatan yang oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur dikategorikan menjadi wilayah pembangunan bagian tengah meliputi Kecamatan Takokak, Kecamatan Sukanagara, Kecamatan Campaka, Kecamatan Campaka Mulya, Kecamatan Tanggeung, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Leles, Kecamatan Cijati dan Kecamatan Kadupandak.

Sedangkan wilayah pembangunan selatan meliputi Kecamatan Cibinong, Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Cidaun, Kecamatan Naringgul, Kecamatan Cikadu dan Kecamatan Pasirkuda. “Mudah-mudahan rencana tersebut terwujud dan Cianjur lebih maju lagi di berbagai bidang, khususnya di sektor wisata Jayanti,” imbuhnya  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].-  Tim Penilai dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), Provinsi Jawa Barat kembali mengusulkan RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional. Ususlan kembali tersebut didasarkan adanya temuan bukti baru tentang kepahlawanan RKH Abdullah Bin Nuh.

"Tim TP2GD akan kembali mengusulkan RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah dalam hal ini melalui Kementrian Sosial RI," kata Ketua TP2GD Jawa Barat, Hj Nina H Lubis, ketika ditemui disela seminar nasional pengusulan  RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional di Gedung Bale Praja Pemkab Cianjur, Rabu (26/8/2015).

Menurut Prof Nina, RKH Abdullah Bin Nuh semasa hidupnya dikenal sebagai seorang kyai,  penyair, sastrawan, tokoh pendidikan, pelopor siaran berbahasa arab di RRI Yogyakarta, pejuang kemerdekaan dan lainnya. "Kalau dilihat dari data dan fakta yang ada Jasa-jasanya memang sangat luar biasa," tegasnya.

Nina mengakui, sebenarnya RKH Abdullah Bin Nuh pernah diusulkan menjadi pahlawan nasional sebanyak dua kali, tedengan tetapi belum bisa dikabulkan pemerintah pusat, akibat bukti kepahlawanan dirasa belum kuat. Namun, kini diusulkan kembali karena ada bukti baru yang cukup kuat tentang kepahlawanannya terhadap NKRI.

Salah satu bukti kuat tersebut bahwa RKH Abdullah Bin Nuh menyiarkan kemerdekaan  Indonesia  melalui  siaran  berbahasa arab di RRI Yogyakarta, dan langsung di dengarkan negara Mesir. "Karena telah didengar Mesir, sehingga raja mesir mendorong liga arab untuk pengakuan kemerdekaan RI," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan memaparkan, pengusulan kembali  RKH Abdullah Bin Nuh berkat kerjasama TP2GD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Cianjur dan Paguyuban Pasundan . "Kami usulkan kembali karena ada bukti baru yang kuat tentang RKH Abdullah Bin Nuh. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai yang kita harapkan," tegas Abah.

Setelah selesai seminar ini, kata Abah, tim TP2GD akan mengusulkan kembali kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemensos RI . "Kita optimis dengan bukti-bukti yang kuat RKH Abdullah Bin Nuh akan dinobatkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah," papar Abah optimis  [KC-02/gp]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat, Herman Suherman nomor urut 2, silaturahmi kepada masyarakat  di RW 21 Kampung Baru Kelurahan Sayang Kecamatan  Cianjur Kabupaten Cianjur Selasa malam (8/25/2015).

Pada kesempatan tersebut Kang Herman didampingi anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Golkar, Dedih Sugianto, Ketua Kompak Dedi Mulyadi atau Dedi Toser, dan disambut Ketua RW 21, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ibu-ibu serta lainnya.

Herman Suherman mengatakan,  ia silaturahmi kepada warga RW 21 Kelurahan Sayang Cianjur untuk meningkatktan tali persahabatan dan mengetahui berbagai aspirasi dari masyarakat , lebih khusus warga Kelurahan Sayang. “Banyak yang harus diperjuangkan demi Cianjur lebih maju dan agamis,” kata Herman.

Herman mengucapkan terima kasih kepada warga Sayang yang telah antusias menyambut kedatangannya. Herman berjanji jika terpilih nanti menjadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muchtar yang menjadi bupati Cianjur, tentu semua program akan diberikan kepada rakyat Cianjur. “Karena saya bersama Irvan maju di Pilkada dengan tujuan meningkatkan cianjur lebih maju dan agamis,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Kepala Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, H Abdullah membantah jika dirinya mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 dalam pelaksanaan Pilkada sebagaimana yang diberikatan sebuah media massa. "Kami tegaskan kembali, saya tidak pernah membuat pernyataan mendukung pasangan Suranto-Aldwin Rahadian," bantah Abdullah.

Abdullah memaparkan, penyataan di salah satu koran yang sebelumnya di terbitkan untuk segera diralat kembali, karena kalau tidak diralat bisa menimbulkan fitnah kepadanya. Apalagi ia merupakan kepala desa yang harus menjaga independensi di Pemilihan BUpati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2015 yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

"Kita ingin Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2015 ini berjalan lancar dan tidak ada klem dukung-mendukung seseorang yang dilakukan oleh Kepala Desa," paparnya.

Abdullah memaparkan, pihaknya saat ini memerlukan pemimpin yang peduli kepada daerah khususnya di wilayah Cianjur Selatan. Apalagi pembangunan Cianjur selatan masih terbatas. "Sebenarnya pembangunan di selatan sudah terbantu oleh pemerintah daerah , tapi belum merata. Kami menginginkan pembangunan yang telah berjalan dapat ditingkatkan lagi," harapnya.

Karena itu, tambah Abdullah kepada bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti dapat meningkatkan lagi pembangunan di Kabupaten Cianjur lebih khusus di wilayah Kecamatan Sidangbarang."Kita butuh pemimpin yang berani meningkatkan program cianjur lebih maju lagi," tegasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pasca penetapan rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015, nama para pasangan calonbupati dan wakil bupati tersebut langsung rame menjadi perbincangan di media sosial. Seperti halnya yang menimpa pasangan Beriman (Bersama Irvan Rivano Muhctar dan Herman Suherman), yang mendapatkan nomor urut 2 sebagai calon bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021. Pasangan tersebut langsung menjadi trending topik di media sosial.
 
Tim Kreatif Pemenangan  Beriman, Rudiansyah memaparkan, setelah pasangan Irvan Rivano Muhctar dan Herman Suherman memperoleh nomor urut 2 , pendukung Irvan dan Herman langsung demam  berfoto  selfie sambil menunjukan gambar coblos nomor 2 pasangan Irvan dan Herman di Pemilukada 9 Desember mendatang.

"Demam foto selfie terlihat dari para pemuda dan pemudi yang mempunyai gadget, baik yang berbasis blackBerry, adroid atau IOS. Kemudian juga banyak di semua kalangan baik kaula muda atau para orang tua yang berpoto selfie/groupi sambil menunjukan pilihan nomor 2,” tegas Rudi.

Rudi menerangkan, dalam beberapa menit saja  terlihat ada penambahan yang jumlahnya mencapai ribuan orang berfoto sambil menunjukan salam dua jari memilih nomor 2 pasangan Beriman. "Ini terlihat dari facebook Irvan dan Herman yang telah dibuat tim kreatif Beriman," katanya.

Rudi mengakui, banyaknya masyarakat yang berfoto menunjukan salam dua jari untuk Irvan dan Herman   ini menunjukan kepada masyarakat umum bahwa sosok Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman  disukai oleh semua kalangan. "Memang Irvan dan Herman merupakan figur yang sangat cocok untuk memimpin Cianjur lima tahun mendatang," tegasnya.

Kata Rudi, bagi yang masyarakat yang berminat untuk berpartisipasi, silakan kunjungi situs www.irm-herman.com, facebook: Irm Herman, twitter: @IRM_HERMAN. Kemudian  simpan gambarnya, lalu poto dan sebarkan di semua akun sosial media yang dimiliki (facebook, twitter, path, instagram, timblr, pinterest).

Sementara  itu, Ayu Widawati  (25), warga Cianjur Kota memaparkan, salam dua jari memilih pasangan Beriman  menjadi trending topik masyarakat Cianjur. "Sebagian besar masyarakat Cianjur dari semua kalangan menjadikan display picture di HP. Memang Irvan sudah dekat di hati masyarakat Cianjur. Apalagi Irvan dan Herman selalu terjun ke masyarakat," paparnya [KC-02/dak]**.
CIANJUR,-[KC],- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur, memberikan bantuan permodalan kepada Kelompok Tani Sauyunan yang berada di kampung Mareleng RT. 01/02 Desa Cipeuyeum Kec. Haurwangi Cianjur (25/8). penyerahan diserahkan langsung oleh H. Yosep Umar selaku pengelola Baznas Kabupaten Cianjur, dihadiri oleh tokoh masyarakat serta aparatur pemerintah setempat.

Humas Baznas Kabupaten Cianjur, H. Ahmad Fatoni Rozy menyampaikan bahwa bantuan permodalan ini merupakan rangkaian kegiatan  Program Indonesia Makmur Badan Amil Zakat Nasional yang rutin dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Cianjur.

" Kelompok Tani Ternak sauyunan selain berasal dari keluarga fakir miskin juga kelompok yang memiliki potensi tinggi dalam pengembangan ternak kambing etawa, atas permohonan dari UPZ Perhutani Kab. Cianjur maka kami melakukan pengecekan dan langsung merespon hal tersebut dengan memberikan bantuan sebesar Rp. 16.500.000,-" ungkap fatoni.

Ketua Kelompok Tani sauyunan, Dedi Supriadi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya  atas bantuan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten  Cianjur yang telah memberikan permodalan untuk kelompok tani kami.

Menurutnya kelompok tani yang dipimpinnya merupakan mustahiq zakat dan  bergerak dalam pembudidayaan kambing ternak etawa, saat ini kelompok ternak kambing etawa memiliki jumlah anggota sebanyak 5 anggota, yaitu : Ijer, Wawan, Asep, Apid, Ade Royani, Arom, Apit, dirinya yakin jika unit usaha ini akan berhasil sebagaimana harapannya, dan tentunya hasilnya harus menjadi manfaat untuk mustahiq lainnya" sebut dedi.

" Selain pemberian bantuan langsung kepada kelompok ternak kambing sauyunan, Baznas Kabupaten Cianjur pun melaksnakan program pemberdayaannya dengan program infak kambing, ialah ketika seorang mustahik mampu mengembangkan kambing bantuan selama tiga tahun, maka ia dihimbau untuk berinfak kambing kepada mustahik yang lain supaya kembali mengembangkan ternak yang diterimanya" Tambah Fatoni. [KC.03]**




INILAH makna nomor urut bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015. Mereka mengaku nomor urut yang didapatkan membawa makna tersendiri dalam bertarung di Pilkada 9 Desember mendatang.

Nomor Urut 1 Denny Sunarya-Zaini Hamzah
Calon Bupati Cianjur Deny Sunarya mengaku, angka nomor urut satu sesuai dengan prediksi tim.

“Ini sudaah sesuai dengan prediksi, kami dengan tim di posko pemenangan sudah sepakat mengadakan konser bertajuk satu jari menuju jalan selamat," kata Denny kepada sejumlah awak media.

Namun dirinya enggan menjelaskan lebih jauh makna nomor satu bagi dirinya. "Makna itu pasti ada, nanti kami akan beberkan semuanya di kampanye terakhir. Kami optimis bisa unggul dengan didukung tim yang solid," katanya.

Nomor Urut 2 Irvan Rivano Muchtar-H. Herman SuhermanCalon Bupati Irvan Rivano Muchtar mengaku proses penentuan nomor urut sudah sesuai dengan yang diharapkan. Sebelum pengundian nomor urut, Irvan meyakini akan memperoleh nomor urut 2 sesuai dengan nomor urut yang dimiliki partai pengusungnya.

"Ini sudah sesuai keinginan, dari awal kami ingin 2, kami berharap ‘Beriman’ bisa diridhoi Allah SWT," katanya.

Menurutnya angka nomor urut dua ini bisa menjadi pertanda baik. Pasalnya nomor urut dua berada di tengah–tengah. "Angka dua merupakan pertanda baik. Masyarakat akan langsung melihat angka dua karena berada di tengah-tengah," kata Irvan.

Nomor Urut 3 H. Suranto-Aldwin Rahadian
Bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur, H. Suranto-Aldwin Rahadian, sudah sepantasnya mengucapkan rasa syukur mendapatkan nomor urut tiga. Menurut Suranto, nomor urut tiga bukan berarti yang terakhir atau paling buncit. Melainkan tanda bahwa itu adalah kemenangan bagi pasangan Suranto-Adlwin Rahadian.

"Sangat bersyukur dapat nomor urut tiga. Bukan nomor urut yang menjadi tujuan kami mencalonkan diri, tapi tujuan utamanya adalah bekerja sepenuhnya untuk rakyat Cianjur yang seutuhnya. Ini adalah tanda kemenangan bagi kami," kata Suranto.

Pihaknya mengaku sudah dipersiapkan sebelumnya, mendapatkan nomor berapapun yang terpenting adalah hasil akhirnya. "Kami selalu bersyukur, mudah-mudahan dengan nomor urut tiga ini membawa keberkahan untuk kemajuan Cianjur," tegasnya [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 12 polisi pilihan dari Polres Cianjur diterjunkan untuk tiga pasangan  calon bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 selama 24 jam terhitung Selasa (25/8/2015). Masing-masing pasangan calon mendapatkan pengawalan pribadi sebanyak empat anggota polisi berpangkat brigadir.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, setiap calon baik bupati maupun wakil bupati mendapatkan pengawalan dua personel polisi. Mereka akan bertugas secara bergiliran selama 24 jam.

"Kita ingin memberikan pelayanan seperti halnya kami berikan kepada masyarakat lainnya. Untuk para calon bupati dan wakil bupati kita berikan pengawalan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Asep, Selasa (25/8/2015).

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menegaskan bahwa personel yang ditugaskan untuk mengawal calon bupati dan wakil bupati selama pelaksanaan tahapan pilkada itu merupakan personel pilihan. Mereka telah dibekali dengan keterampilan khusus.

"Kita tidak asal main tunjuk saja, mereka kita seleksi. Paling tidak mereka itu polisi yang memiliki keahlian. Tidak hanya keahlian dan menembak, tapi juga keahlian beladiri mereka memilikinya," katanya.

Hanya saja dalam tugas pengawalan, polisi-polisi tersebut tidak mengenakan seragam lengkap kepolisian. Mereka mengenakan pakain preman. "Mereka juga kita bekali dengan senjata api dan selalu siap melaksanakan tugas jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pasangan calon," paparnya.

Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2015 ini bisa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kita harapkan pelaksanaan Pilbub di Cianjur berjalan kondusif, aman dan menghasilkan pemimpin yang legitimate," harapnya.

Sementara itu dalam Rapat Pleno KPU Cianjur yang dilaksanakan di Green Hill Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur tentang penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur 2015, nomor urut 1 diraih pasangan Denny Sunarya-Zaini Hamzah, nomor urut 2 diraih pasangan Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman dan nomor urut 3 diraih pasangan Suranto-Aldwin Rahadian [KC-02]**
CIANJUR, [KC].-  Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021, nomor urut 2 Herman Suherman  memantau harga sembako (sembilan bahan  pokok), di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur.  Herman memantau harga sembako kepada para pedagang pasar sekaligus silaturahmi.

“Kebutuhan  sembilan bahan pokok menjadi kebutuhan sehari hari buat masyarakat Cianjur, akhir-akhir ini sembako merangkak naik akibat pengaruh nilai tukar dolar yang makin melejit,” kata Herman ketika memantau sembako di Pasar Cariu  Mangunkerta Cugenang Cianjur, Selasa (8/25/2015).

Kang Herman panggilan akrabnya memaparkan, untuk harga daging ayam  di Cianjur, satu kilogram mencapai Rp 40 ribu, sementara daging sapi satu kilo gram sampai menembus kisaran  kisaran Rp 120 sampai Rp 130 ribu per kilogram. Belum harga yang lainnya juga ikut naik. “Kita ikut prihatin dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Herman memaparkan, sebenarnya harga sembako bisa ditekan meski nilai tukar dolar di Indonesia sedang tinggi. Salah satunya memanfaatkan potensi lokal . Seperti petani sayuran, petani ladang dan lainnya. “Petani lokal di Cianjur sebelum menjual hasil panennya ke pasar di luar Cianjur, alangkah bagusnya menjualnya di pasar tradisional Cianjur,” paparnya.

Begitu juga dengan peternak sapi dan ayam , harus memprioritaskan pasokan jualnya di pasar tradisional cianjur. Kalau seperti itu, kata Herman, pihaknya optimis harga kebutuhan pokoh di Cianjur pasti akan stabil. “Untuk saat ini juga harga sembako masih diambah kewajaran. Meski ada satu atau dua harga sembako yang mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Jika ditakdirkan menjadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muchtar lima tahun mendatang. Herman akan membuat kebijakan yang sangat tepat untuk mengstabilkan harga sembako. “Memang kalau harga sembako naik, kebijakannya ada di nasional. Tapi paling tidak kita di daerah harus bisa menekan kenaikan tersebut dengan berbagai program yang direncanakan sebelumnnya,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pasca Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Kabupaten Cianjur menetapkan rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015.  Pasangan Beriman (Bersama Irvan Rivano Muhctar dan Herman Suherman), yang mendapatkan nomor urut 2, langsung melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat.
           
Relawan Beriman , Iwan Setiawan memaparkan, setelah dilaksanakan rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015. Tim dari Beriman langsung bergerak kepada masyarakat untuk sosalisasi nomor urut 2. “Setelah Irvan dan Herman pulang dari lokasi rapat pleno. Kami dari tim relawan Beriman berjalan di wilayah Cianjur dan memberikan sosialisasi kepada  masyarakat mengenai nomor urut 2. Hasilnya, alhamdulillah mendapat simpatik dari masyarakat,” kata Iwan.

Iwan menerangkan, sosialisasi nomor urut 2 sangat mudah, karena posisinya berada di tengah-tengah. Artinya, masyarakat akan terfokus kepada nomor tengah-tengah. “Dua jari untuk kemenangan Beriman,” tegasnya.

Sementara itu, calon bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar  menerangkan, dari mulai hari ini nomor urut 2 harus disosialisasikan. Dari mulai keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat Cianjur. "Pilkada tahun ini kita harus menang . Makanya kita harus bersama-sama rakyat untuk memenangkan pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman)," tegasnya.

Pihaknya optimis untuk bulan September akan mendapatkan  60 persen suara,  nanti tiga  bulan ke depan  akan meningkat menjadi 90 persen. “Kita  optimis akan meraih target tersebut dan menang di Pilkada, karena berbekal dari jaringan yang sudah lama terbentuk. Baik jaringan dari partai, dan relawan,” imbuhnya.

Ketua DPC PKB Kab Cianjur, Lefi Firmansyah, menerangkan, pasangan Beriman optimis akan memenangkan pertarungan di Pilkada. Karena, berdasarkan hasil survey dari lembaga yang independen telah menempatkan posisi Irvan dan Herman meraih tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi dari pada calon lain. “Mereka berdua popularitas dan elektabilitas tinggi , karena pigurnya menjual di masyarakat dan selalu dekat serta terjun ke masyarakat,” imbuhnya [KC-02/dak]**.
CIANJUR, [KC].- Setelah menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur Tahun 2015, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Selasa (25/8/2015) melakukan rapat pleno penetapan nomor urut pasangan calon. Rapat pleno terbuka tersebut dilaksanakan di aula perumahan Green Hill Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Dalam rapat pleno tersebut pihak KPU Cianjur memberikan aturan bahwa peserta rapat pleno yang berada didalam ruangan hanya terdiri oleh pimpinan koalisi partai pendukung masing-masing pasangan, tim sukses dengan jumlah terbatas serta pasangan calon. Merekapun harus mengenakan identitas yang telah dipersiapkan KPU sebelumnya.

Tidak hanya itu KPU Cianjur juga mengatur para jurnalis yang ingin mengabadikan atau meliput jalannya proses sidang pleno hanya diperkenankan mengambil memomen langka itu beberapa waktu saja. Hanya saja himbauan dari KPU tersebut sepertinya tidak terlalu digubris para pewarta dan tetap merangsek untuk mengambadikan proses jalannya sidang pleno. Akhirnya KPU pun mengalah dan membiarkan jurnalis menjalankan tugasnya.

Jalannya sidang pleno penetepan nomor urut pasangan calon bupati dan bupati diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian Ketua KPU Cianjur Anggi Sofia Wardhany membuka rapat pleno. Selanjutnya pimpinan pelaksanaan rapat diserahkan ke Komisioner KPU Selly Nurdinah.

Sebelum memulainya ke tahapan sselanjutnya Selly, membacakan tata tertib rapat pleno. Kemudian pengundian nomor urut dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama masing-masing pasangan yakni calon wakil bupatinya mengambil nomor urut yang telah dipersiapkan. Nomor urut tersebut digunakan untuk giliran mengambil nomor urut yang akan ditetapkan oleh KPU.

Hasil pengambilan nomor urut akhirnya menghasilkan nomor 1 milik pasangan calon Denny Sunarya-Zaini Hamzah, nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar dan nomor urut 3 Suranto-Aldwin Rahadian. Kemudian hasil pengambilan itu ditetapkan oleh KPU sebagai nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015 [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Strategi prioritas pembangunan bidang kesehatan Kabupaten Cianjur salah satunya dengan merealisasikan fasilitas baru yang memenuhi standar pelayanan rumah sakit seperti halnya penambahan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Cimacan yang berlokasi jalan raya Cipanas Kecamatan Cipanas.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Cianjur H. Suranto saat meninjau pelayanan kesehatan RSUD Cimacan pada agenda kunjungan kerjanya, Senin (24/8/2015). Menurut Suranto, fasilitas pelayanan diantaranya sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang meIiputi pelayanan promotif, preventif seyogyanya terealiasasi sesuai dari misi Kabupaten Cianjur salah satu diantaranya meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu yang dilaksanakan oleh sumber daya manusia yang profesional dan bertanggungjawab.

"Sumber daya tersebut sudah cukup bagi puskesmas untuk melayani semua pasiennya, hanya  perlu ditingkatkan lagi mutu terhadap pelayanannya tidak bertele-tele dan membuat pencatatan yang terlalu banyak. Karena hal ini menyebabkan petugas puskesmas yang terbebani dengan banyaknya laporan. Puskesmas harus dapat membuat kemudahan dan kesederhanaan prosedur pelayanan tanpa mengurangi kualitas pelayanan yang diberikan. Hal ini termasuk dalam peningkatan mutu pelayanan," kata Suranto.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Suranto yang juga menjadi Calon Bupati dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur 2015 ini sempat memeriksa sejumlah fasilitas yang ada di RSUD Cimacan bersama Direktur RSUD Cimacan H. Dharmawan Setiabudhi Dahlan. Beberapa ruang fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki RSUD Cimacan sudah lengkap untuk standarisasi kelas rumah sakit di kabupaten dan berharap dengan peningkatan kualitas, rumah sakit  Cimacan dapat terus memperbaiki manajemen pelayanan, karena reformasi birokrasi akan selalu dilaksanakan RSUD demi kesejahteraan warga masyarakat [KC-02/hms]**
CIANJUR, [KC],-  Sedikitnya 12 calon jamaah haji asal Kabupaten Cianjur yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 terancam tertunda keberangkatannya. Pasalnya beberapa jam sebelum diberangkatkan, visa ke 12 calon jamaah haji tersebut belum ditangan mereka. Padahal direncanakan pada Senin (24/8/2015) sekitar pukul 20.30 WIB ke 12 calon jamaah haji yang tergabung dalam 444 jamah lainnya akan diberangkatkan.

Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur Abdul Rouf. Pihaknya mengakui visa untuk ke 12 calon jamaah haji tesebut belum ada kepastianya. Padahal semua dokumen termasuk paspor sudah sampai di kedutaan.

"Masih ada 12 jamaah yang visinya belum keluar. Saat ini masih dalam proses, mudah-mudahan saja bisa kelar sebelum mereka berangkat.Kalaupun belum juga selesai, terpaksa harus tertunda keberangkatannya di kloter 10. Tapi yang bersangkutan masih bisa berangkat pada kloter berikutnya kalau visanya keluar setelah kloter mereka telah diberangkatkan," kata Abdul Rouf saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/8/2015).

Menurut Abdul Rouf, persoalan visi bukan hanya menjadi masalah Cianjur, tapi sudah menjadi masalah nasional. Proses untuk mendapatkan visa tahun ini diakuinya cukup panjang, hal itu tidak terlepas adanya sistem e-haji yang memberlakukan sistemnya berdasarkan data online.

"Sekarang itu sudah berlaku elektronik haji. Jadi untuk entry dan validasi datanya harus benar-benar valid, tidak boleh ada kesalahan. Itupun bisa dilakukan secara online. Ini cukup berimbas pada masalah penerbitan visa," paparnya.

Pihaknya meyakini, bagi calon jamaah haji yang hingga kini belum mengantongi visa haji akan semuanya mendapatkan. Hal itu jika merunut data awal bahwa untuk kloter 10 jumlah calon jamaah haji yang belum mengantongi visa sempat ,emcapai 150 jamaah. Dari jumlah tersebut terus menyusut, pada Rabu (19/8) pekan lalu, ada 40 visa yang turun. Kemudian, pada Sabtu (22/8) lalu, ada 62 visa turun lagi disusul kemudian pada Minggu dini hari kemarin, 36 visa sudah diterima para jamaah.

"Makanya sampai dengan Minggu itu tiggal 12 calhaj yang belum. Kabarnya hari ini ada lagi visa yang turun tapi saya belum cek informasinya," tutur Rouf tanpa mau merinci nama-nama calon jamaah haji yang belum mengantongi visa dari kloter 10.

Dikatakan Abdul Rouf, pada musim haji tahun ini  jumlah calon jamaah haji dari Kabupaten Cianjur yang akan berangkat mencapai 1.061 jamaah. Mereka semua terbagi dalam tiga kloter yakni kloter 10, kloter 51 dan kloter 64.

Untuk kloter 10 yang diberangkatkan pada Senin (24/8/2015) malam, terdiri dari 444 jamaah. Kloter 51 yang rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 9 September mendatang. Sedangkan khusus untuk kloter 64 yang diberangkatkan pada 14 September, bakal dibarengkan dengan calon jamaah haji dari Kabupaten Sumedang dan Banjar.

"Untuk calon jamaah haji asal Cianjur yang masuk dalam kloter 64 bersama calon jamaah haji dari Kabupaten Sumedang dan Banjar itu jumlahnya hanya 122 jamaah," tegasnya [KC-02]**

CIANJUR, [KC].- Bermaksud ingin mandi disungai, Seorang pemuda, Sandy (18) tewas tenggelam gara-gara tidak bisa berenang di Kampung Warung Seuseupan Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Senin (24/8/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa tenggelamnya warga Kampung Caringin Cianjur yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu bermula saat korban bersama dua rekannya bermaksud hendak membetulkan saluran air. Saat itu korban bersama rekannya Salman (18) dan Udin (18).

Di saat Salman dan Udin sedang memperbaiki saluran air, Sandy tidak ikut mereka, namun lebih memilih mandi disungai yang tidak jauh dari kedua rekannya itu. Tidak beberapa lama, tiba-tiba kedua Udin dan Salman melihat Sandy mau tenggelam. Keduanya bermaksud mau menolong, tapi urung melakukan lantaran keduanya tidak bisa berenang.

Ditengah kepanikan itu, Salman berinisiatif meminta bantuan ke warga sekitar dan memberitahukan bahwa rekannya tenggelam. Diantara warga yang mengetahui ada yang tenggelam berupaya memberikan pertolongan. Selang setengah jam kemudian, korban Sandy berhasil ditemukan.

Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cianjur. "Kami mendapatkan kabar dari rekan korban, begitu tahu kami dan warga lainya langsung memberikan pertolongan. Namun setelah berhasil diangkat, korban sudah meninggal," kata Ujang (35) warga setempat.

Sementara itu Kanit Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD Cianjur Multazam mengungkapkan, korban tiba di rumah sakit dalam kondisi meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, dalam tubuh korban tidak ditemukan sejumlah luka. Hanya saja dari bagian mulut dan hidung keluar busa.

"Kalau melihat kondisinya tidak ada luka di sekujur tubuhnya. Dugaan korban meninggal karena tidak bisa bernafas. Tapi untuk memastikan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut termasuk outopsim tapi harus menunggu ijin dari keluarganya," katanya [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat Golkar, PKB dan PBB, Herman Suherman resmi menutup Festival Sarongge di Kampung  Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Minggu malam (8/23/2015). Festival Sarongge merupakan agenda tahunan dengan tema “Merawat Kemerdekaan: Merawat Alam dan Budaya”.

Herman Suherman mengatakan,  festival Sarongge diharapkan mampu membantu ekonomi warga dan melestarikan budaya nenek moyang Desa Saronggeng. Untuk itu, ia sangat mengapresiasi Festival Sarongge ini dan berharap kegiatan ini rutin diadakan setiap tahunnya “Dengan adanya festival ini, harus menjadi daya tarik  wisatawan datang ke sini," paparnya.

Herman menerangkan, kunci sukses pengembangan sebuah desa wisata dilihat dari kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan potensi wisata sebagai mata pencaharian. “Festival ini sangat berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu saja untuk mencapai sasaran itu dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pantia  Festival Sarongge, Misbah Rosidi  memaparkan, festival tahun ini menyelenggarakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pengibaran bendera HUT RI ke 70 dan lomba-lomba Agustusan.  Ngaruat cai , karnaval dongdang ,  kesenian budaya dan bazaar, festival nangger  kolecer ,  pengajian dan masih banyak lainnya.

Dia menerangkan,   tema tahun ketiga ini  “Merawat Kemerdekaan: Merawat Alam dan Budaya”. Untuk tahun  2015 diadakan dengan perayaan kemerdekaan melalui usaha-usaha merawat alam dan budaya Sunda dengan melibatkan seluruh masyarakat. “ Rayakan kemerdekaan di Sarongge, bersama alam kaki Gunung Gede beserta budayanya,” terangnya.

Misbah berharap, Festival Sarongge bisa menjadi pemersatu  semua pihak dan  bisa menggaet budaya dan kearifan lokal. Sedangkan harapan kepada Kang Herman, jika menjadi wakil bupati Cianjur mendampingi Bupati Cianjur  H Irvan Rivano Muchtar periode 2016-2021. Kegiatan Festival Sarongge harus menjadi agenda pemerintah kabupaten (Pemkab), Cianjur. “Kalau menjadi agenda Pemkab Cianjur, pasti festival ini akan semakin semarak lagi,” imbuhnya  [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman datang ke kantor KPUD datang lebih awal sekitar pukul 9.30 WIB sebelum pasangan calon lainnya untuk memenuhi undangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur dalam rangka Rapat Pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015, Senin 924/8/2015).

Sebelum tiba di kantor KPU, pasangan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman, ketua partai pengusung Golkar, PKB dan PBB, pengurus partai, anggota fraksi dan kader, simpatisan serta ibu-ibu berkumpul di kantor DPD Golkar Jalan Siliwangi.

Setelah diberikan arahan oleh Ketua Tim Pemenangan Koalisi Rakyat H Ade Barkah Surahman, dan dilanjutkan doa bersama dipimpin KH Deni dari Pondok Pesantren Al Amin Cikaret, rombongan langsung menuju kantor KPUD dengan menggunakan kendaraan baik roda empat dan dua.

Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardhany didampingi anggota  Kusnadi, Selly Nurdinah, Hilman Wahyudin dan Baban Mahendra membacakan sidang pleno terbuka penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati tahun 2015.  Pada kesempatan tersebut, dihadiri Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, Komisioner Panwas Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar  dan Agus Djaelani.

Ketua KPU Cianjur, Anggy Shofia Wardhany mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi administrasi terhadap tiga bakal calon bupati dan wakil bupati.  Masing-masing Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman, Suranto- Aldwin Rahadian dan jalur perseorangan Deni Sunarya dan Zaini Hamzah dinyatakan memenuhi syarat dan syah menjadi calon bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021.

Selanjutnya, pada hari Selasa (8/25/2015), di Green Hill Resort Cipanas Jalan Raya Ciherang pukul sekitar 09.00 WIB s/d selesai dilaksanakan rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015. “Untuk tahapan selanjutnya massa kampanye tanggal 27 Agustus sampai 5 Desember,” paparnya.

Sementara itu, calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muhctar memaparkan, pasca dirinya dinyatakan menjadi calon bupati dan wakil bupati cianjur bersama Herman Suherman, pihaknya akan menyolidkan tim pemenangan , baik di partai politik, dan relawan, kader dan simpatisan untuk memenangkan pasangan Beriman (Bersama Irvan-Herman).

Ketika ditanya target pemenangan, Irvan menjelaskan, pihaknya menargetkan menang 65 persen sampai 90 persen. “Kita optimis meraih target kemenangan tersebut dengan tujuan cianjur lebih maju dan agamis,” tegasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Momentum halal bil halal harus kita jadikan sebagai bentuk syukur kita pada Allah SWT, dimana tali silaturahmi akan berjalan seiring dengan kerukunan dan keutuhan kita sebagai umat muslim yang senantiasa menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, damping Hj. Mien Suranto, saat menghadiri undangan acara Halal bil Halal keluarga besar DPD PKS Kabupaten Cianjur yang diselenggarakan di gedung As-Sakinnah jalan KH. Abdullah bin Nuh Cianjur kemarin.

Dikatakan Suranto, pembangunan di kabupaten Cianjur, akan terasa berjalan dan berkembang seiring juga dukungan keluarga besar PKS dalam memberikan kontribusi sebagai partai ke 3 terbesar.

"Ini membuktikan bahwa kekuatan rakyatlah yang senantiasa dapat mewujudkan perkembangan pembangunan di Kabupaten Cianjur," kata Suranto yang juga akan maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Caianjur tahun 2015 ini.

Pihaknya berharap, keutuhan juga kebersamaan warga dengan pemerintah selalu tercipta dengan baik demi kemajuan Cianjur untuk masyarakat yang lebih berakhlakul karimah.

Ketua DPD PKS Kabupaten Cianjur Teguh Agung mengungkapkan, halal bil halal ini terselenggara berkat seluruh lapisan keluarga besar PKS dari seluruh wilayah se-Kabupaten Cianjur serta berharap peran PKS untuk Cianjur dalam mewujudkan harapan dan cita-cita warga masyarakat untuk Cianjur lebih maju bisa terwujud.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya anggota DPR dan DPRD dari PKS, para ketua DPD Demokrat, PDIP, Gerindra, dan Hanura. Hadir juga Ketua LVRI Cianjur, tokoh agama serta tamu undangan lainnya [KC-02/hms]**
CIANJUR, [KC].- Konstalasi politik di Cianjur diprediksi bakal semakin meninggi. Hal ini ditandai dengan bakal ditetapkannya pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cianjur yang bakal bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015.
Demikian ditegaskan Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu kepada segenap awak media di Ciwalen, Warungkondang, Minggu (23/8). Dengan demikian kata Kapolres, menandakan bahwa masa kampanye bagi tiap-tiap pasangan pun tiba. Pada saat itu, diyakininya, sangat mungkin pula meningkatkan gesekan-gesekan di lapangan.‬
‪"Senin (24/8/2015) dilakukan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada. Jadi, ini sudah masuk tahapan pilkada yang krusial," ujar Kapolres.
‪Akang, demikian ia akrab disapa, menambahkan, ketika konstalsi politik meninggi maka intensitas dan kegiatan di antara masing-masing pasangan calon dan pendukungnya pun bakal bertambah. Apalagi, jika menilik pada ketokohan masing-masing pasangan calon yang dinilainya sama-sama kuat.‬
‪Jadi, jika ada sedikit saja atau suatu hal yang membuat salah satu pasangan atau pundukungnya tidak bisa menerima, maka konflik pun bukan sebuah hal yang tidak mungkin terjadi. Karena itu, ia pun secara khusus meminta kepada suluruh pihak untuk berfikir dengan kepala dingin dan tidak bertindak di luar batas kewajaran.‬
‪"Janganlah setiap hal itu ditanggapi dengan amarah, kalau memang itu ada sesuatu yang tidak bisa diterima atau tidak mengenakkan. Tapi semua itu harus dihadapi dengan kepala dingin dan hati," harap dia.‬
‪Selain mengimbau semua pihak terutama para pendukung dan simpatisan masing-masing pasangan calon untuk bersikap bijak dan menahan diri, pria yang semasa berdinas sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu disapa Asep Batik, meminta kepada media massa baik elektronik maupun cetak untuk ikut menjaga suasana dan kondusifitas.‬
‪Pasalnya, ketika media massa memberitakan sebuah pemberitaan yang menyinggung atau berpotensi memantik reaksi salah satu pasangan calon maupun pendukungnya, bisa saja menjadi pintu masuk ke dalam suasana yang kian memanas. Ujung-ujungnya, lanjut dia, konflik dan gesekan pun tidak akan terhindarkan.‬
‪"Karena itu, kami pun meminta dengan sangat untuk selektif dan tetap berimbang dalam pemberitaan, khususnya berkenaan dengan pasangan calon. Karena itu sangat rentan," jelas Asep.‬
‪Meski begitu, pihaknya sangat menjamin kebebasan pers sebagaimana yang diatur di dalam perundangan dan hukum yang berlaku. Bahkan, Asep memastikan, jika memang ada media massa atau awak medianya mendapatkan ancaman, maka pihaknya akan memberikan perlindungan penuh.‬
‪"Jangankan media massa, masyarakat saja kami jamin kemanannya dan kami lindungi. Jadi tidak usah takut kalau memang pemberitaan itu benar," tegas dia.‬
‪Lebih lanjut, Asep menuturkan, berkenaan dengan black campaign (kampanyr hitam, red) yang sengaja dihembuskan oleh orang-orang atau oknum yang tidak bertanggungjawab, pihaknya pun tidak akan tinggal diam. Selama hal itu bisa dibuktikan, maka tidak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk tidak membawanya ke ranah hukum.‬
‪"Kami berharap semoga tidak ada yang seperti itu (black campaign, red). Tapi kalau memang ada, laporkan saja kepada kami. Apalagi jika itu menyangkut keamanan dan ketertiban. Saya tegaskan, pilkada Cianjur harus aman, tertib dan berjalan tanpa ada kecurangan," pungkas Asep [KC-02/gp]**
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT










CIANJUR, [KC].- Lagi, krisis air bersih kembali menerpa sedikitnya 400 kepala keluarga (KK) yang ada di empat kampung diwilayah Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Adanya sumber air diwilayah Desa Cirumput yang puluhan tahun menjadi pasokan utama kebutuhan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cianjur ternyata tidak bisa dimanfaatkan.
Empat kampung yang kini kesulitan air bersih itu adalah Kampung Garung, Lebak Saat, Tugu dan Barulega. Untuk mendapatkan air bersih terpaksa warga harus jalan kaki dengan jalan terjal. Itupun sumbernya sangat terbatas dan harus mengantri. Wargapun kini mengandalkan bantuan dari perusahaan sekitar yang peduli kepada warga.
Kepala Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Beni Irawan mengatakan, pihaknya mengakui kesulitan warganya tersebut selalu terjadi saat memasuki musim kemarau. Sejumlah upaya untuk mengatasi telah dilakukan agar warga bisa mendapatkan air bersih.
"Sudah sekitar empat bulan wargaa megalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Kami berupaya agar kebutuhan warga itu bisa terpenuhi untuk mendapatkan air bersih. Salah satunya dilakukkan dopping air pada jam jam tertentu," kata Beni saat dihubungi Minggu (23/8/2015).
Beni menyebut, untuk mengatasi kesulitan warga pihaknya bekerjasama dengan perusahaan terdekat untuk melakukan dopping air ke warga. "Ada perusahaan yang membantu menyaalurkan air bersih di mobil tangki. Kami juga berupaya meminta bantuan ke Pemda untuk melakukan hal yang sama," katanya.
Dikatakan Beni, sebenarnya sudah ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi kesulitan air bersih di empat kampung yang acap kali terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Salah satunya dengan membuat sumur bor. Hanya saja belum bisa mengcover kebutuhan warga.
"Tadinya kita berharap banyak dari bantuan pemerintah melalui pengadaan sumur bor. Tapi kenyataanya sumur bor belum banyak mengatasi masalah. Kita ingin permasalahan tahunan ini tidak selalu terjadi," paparnya.
Dikatakan Beni, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, akan dilakukan penambahan pipa dari air permukaan. Namun pihaknya mengaku kesulitan untuk mencari sumber airnya. "Kami siap dengan pihak perusahaan untuk swadaya sebagian pipa paralon apabila ada bantuan pipa dari pemerintah," kata Beni.
Sementara itu seorang warga Cirumput, Yan Yan (30) mengaku sudah terbiasa mengalami kesulitan air bersih saat memasuki musim kemarau. Pihaknya hanya bisa berharap agar pemerintah bisa mengatasinya.
"Setiap musim kemarau selalu seperti ini, tapi saat ini sepertinya prah. Ada sumber air Cirumput yang dipakai PDAM tapi sangat jauh. Kami selaku warga hanya bisa berharap pemerintah mampu membantu ketersediaan air bersih buat kami rakyat kecil," harapnya [KC-02]**







CIANJUR, [KC].- Trend menjadi penyanyi tingkat nasional  kini sedang booming di kalangan pelajar atau kaula muda Cianjur. Tak sedikit warga Cianjur menjadi bintang  tarik suara, seperti Lesti D' Academi, Dera Idol, dan masih banyak lainnya.
Bagi calon wakil bupati Cianjur periode 2015-2021, Herman Suherman pelajar atau kaula muda yang memiliki bakat di bidang tarik suara harus disalurkan. Bahkan harus difasilitasi untuk bisa meraih cita-cita menjadi artis di tingkat nasional.
"Karena kalau sudah menjadi artis, pasti nama baik Cianjur akan terangkat," kata Herman Suherman Minggu (8/23/2015).

Kang Herman menerangkan, seperti halnya Lesti D'Academi. Warga Cibinong Cianjur Selatan ini tak hanya manjadi kebanggaan Cianjur melainkan kebanggaan seluruh warga Indonesia. Kini, kata Herman, Lesti tidak hanya berkecimpung di dunia tarik melainkan di dunia sinetron. "Ini membuktikan jika warga Cianjur mampu menjadi artis papan atas Indonesia," tutur Herman.

Herman menerangkan, jika ditakdirkan menjadi wakil bupati Cianjur mendampingi Irvan Rivano Muchtar yang menjadi bupati Cianjur. Pihaknya siap untuk mengembangkan dan menyalurkan penyanyi atau bakat warga Cianjur dengan tujuan mengenalkan potensi daerah
Cianjur .
"Nanti kita buat program dengan melihatkan kalangan seniman dengan tujuan mengangkat nama Cianjur melalui bintang-bintang Cianjur," tegasnya.

Sementara itu, seniman Cianjur, Lestari Wulandari (43), merasa bangga dengan gagasan dan pemikiran yang dimiliki Kang Herman untuk menciptakan artis-artis Cianjur ke tingkat nasional. "Saya dukung sekali, dan memang kalau ada pelajar atau kaula muda yang memiliki hobi di bidang tarik suara atau di bidang lainnya, maka harus disalurkan dan difasilitasi ," tegasnya.

Kalau Kang Herman menang di Pilkada dan memfasilitasi hobi pelajar atau kaula muda, pasti nama Cianjur akan semakin harum di tingkat nasional. "Apalagi nanti kalau para artis mengkampanyekan pariwisita Cianjur, pasti banyak wisatawan domestik atau luar negeri yang datang ke Cianjur. Pasti akan menambah pendapatan asli daerah (PAD), Cianjur," imbuhnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

CIANJUR, [KC].- Pasangan calon bupati dan wakil bupati cianjur periode 2016-2021, Irvan Rivano Muchtar-Herman Suherman melalui tim relawan Beriman (Bersama Irvan-Herman), menurunkan baliho  yang terpasang di wilayah Kab Cianjur.
Alasan penurunan baliho, karena akan dilaksanakan penetapan calon bupati dan  wakil bupati Cianjur hari Senin tanggal 24 Agustus oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Cianjur.
"Sebelum penetapan calon bupati dan wakil bupati alat peraga kampanye (APK) calon harus tidak ada," kata Ralawan Beriman, Arga Gumelar (32), saat penurunan baliho Beriman di jalur dekat  Ramayana, Minggu (23/8/2015).
Menurut Arga, tim Beriman dalam berkampanye akan memenuhi aturan yang telah ditetapkan KPUD atau Panwaskab. Salah satunya baliho harus ditertibkan sebelum penetapan cabub dan cawabub. "Kami ikuti aturan dan akan  santun dalam berkampanye," tegasnya.
Kata Arga , adapun baliho yang diturunkan diantaranya di dekat  Ramayana,  By Pas, Rancagoong, Warungkondang, Gekbrong, Pasar Beas, Arah Ciranjang, Bundaran Pasir Hayam, Cipanas, Cikalong, Cibeber, Cianjur Selatan . "Kita turunkan semuanya. Relawan Beriman terus bergerak dan menyisir tempat-tempat baliho yang terpasang," imbuhnya.
Sementara itu, Divisi Pengawasan Panwas Kabupaten Cianjur, Agus Djaelani memaparkan, pihaknya menerima surat tembusan dari KPUD, yang isinya semua alat peraga kampanye (APK), pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati harus sudah tidak ada sebelum tanggal 27 Agustus ketika tiba masa kampanye pasangan calon .
"Surat tersebut ditujukan kepada  Bupati melalui Satpol PP dan tembusannya ke Panwaskab , dan tim pemenangan masing-masing bakal calon bupati dan wakil bupati," tegas Jamrong panggilan akrabnya.
Jamrong menerangkan, APK akan diatur kembali oleh KPUD pada tanggal 25 Agustus nanti setelah pengundian dan penomorurutan pasangan calon bupati-wakil bupati. Nanti, kata dia, APK akan ditentukan untuk tingkat kabupaten  APK hanya baliho dan vidiatron, tingkat kecamatan umbul-umbul dan tingkat desa spanduk .
"Untuk zona atau tempat nanti diatur oleh KPU. Termasuk pemasangan APK juga sama," tegasnya.
Jamrong menambahkan, untuk penurunan kembali APK setelah habis masa kampanye , akan dilaksanakan oleh KPUD, Panwaskab dan Pemkab Cianjur dalam hal ini Satpol PP. "Kita harapkan tidak ada pelanggaran di Pilkada , dan menghasilkan Pilkada yang berkualitas dan lancar," imbuhnya. [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT







CIANJUR, [KC].- H. Herman Suherman menaruh perhatian kepada seni dan budaya Cianjur. Herman mengaku, seni dan budaya Cianjur merupakan warisan leluhur yang harus tetap hidup dan lestari seiring dengan kemajuan daerah.
"Peningkatan seni dan budaya Cianjur akan berdampak kepada kemajuan Cianjur," kata Herman yang merupakan calon wakil bupati berpasangan dengan Irvan Rivano Muchtar yang disusung koalisi partaai Golkar, PKB dan PBB seusai meninjau kegiatan festival budaya di Cianjur, Jumat (8/21/2015).
Menurut Kang Herman, panggilan akraabnya, berdasarkan catatannya, seni dan budaya cukup banyak. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan jika digabungkan dengan seni non pertunjukan. "Seni non pertunjukan seperti seni griya dan seni rupa. Seni yang hampir punah juga ada di Cianjur," katanya.
Adapun faktor penyebab hampir punahnya seni budaya paling tidak berdasarkan tiga indikator yakni, regerasi tidak berjalan dengan mulus, frekuensi pegelarannya semakin jarang, dan semakin ditinggalkan masyarakat . Padahal, sebagai penikmat dan pendukung hidupnya seni budaya, peran masyarakat sangat dominan. Faktor lain adalah peralatan yang digunakan untuk pagelaran seni budaya sangat minim.
"Kalau masyarakat tidak peduli, maka seni dan budaya akan mati sendirinya," katanya.
Oleh karena itu, menurutnya, upaya pencegahan mutlak harus dilakukan. Caranya dengan mewariskan kepada generasi muda. Tokoh budaya didorong agar melakukan kegiatan seni dengan melibatkan generasi muda untuk melanjutkan keterampilan dan wawasan seni budaya.
"Tokoh seni budaya yang sudah tua diberikan peluang untuk mendidik keluarga atau orang terdekat agar dapat diwariskan kepada anak muda," jelasnya.
Tak hanya itu, fasilitas dan anggaran merupakan hal penting untuk menghidupkan kembali seni budaya yang mati suri. Kemudian, keterlibatkan para ahli baik dari akademisi maupun seniman dan pakar untuk merevitalisasi seni yang terdapat seni dan budaya dianggap hampir punah. Semakin sering seni dan budaya digelar, maka peluang untuk hidup kembali akan semakin besar.
"Kami sudah merancang dengan Irvan Rivano Muchtar untuk menyiapkan anggaran peningkatan budaya Cianjur, jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati lima tahun mendatang," paparmya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT






CIANJUR [KC].- Harapan masyarakat wilayah kampung sodong desa mekargalih dengan wilayah desa Sukamulya Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur untuk memiki jembatan gantung sepertinya segera terwujud. Saat iii jembatan yag membelah dua kampung tersebut tengah dalam pengerjaan.
Wakil Bupati Cianjur dr. H. Suranto, di dampingi H. Yunyun tokoh masyarakat juga warga Kampung Sodong Desa Mekargalih Kecamatan Cikalongkulon, meninjau pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan dua desa tersebut. Hal itu dilakukan wabub untuk memastikan bahwa pembangunannya dilaksanakan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan.
Menurut wabub yang juga akan maju menjadi calon bupati yang diusung koalisi mayoritas parpol peroleh kursi di DPRD Cianjur pada Ilkada Cianjur 2015 itu, adanya jembatan gantung ini dharapkan semoga roda perekonomian masyarakat lebih maju serta peningkatan aspek penunjang lain yang dapat mendukung pembangunan desa.
Selain itu, para pelajar bisa pergi ke sekolah akan tepat tanpa harus jauh memakan waktu seperti sekarang. "Kalau sebelumnya akses jalan itu harus memutar jika akan pulang pergi atara dua kampung, dalam waktu dekat aksesnya akan lebih mudah," kata Suranto.
Wakil bupati berharap setelah berdirinya jembatan nanti, masyarakat turut memelihara fasilitas pendukung aktivitas kedua wilayah desa tersebut. "Kita semua faham bahwa infrasutruktur jalan, jembatan sangat vital bagi kita. Jembatan merupakan infrastruktur yang penting juga sangat bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Tokoh masyarakat, H. Yunyun mengungkapkan, jembatan gantung tersebut dibangun atas dana provinsi. Jembatan yang diberi nama jembatan Cidadap, nantinya akan berfungsi sebagai penghubung antara wilayah kampung Sodong Desa Mekargalih dengan wilayah Desa Sukamulya yang terpisah karena adanya sungai. Jembatan yang diperkiraan menelan dana sebesar Rp. 250 juta, dengan panjang jembatan kurang lebih 20 meter dan lebar 1 meter menjad harapan warga untuk bisa segera selesa.
"Kami selaku warga sangat berharap jembatan itu segera selesai pembangunannya. Karena sangat dibutuhkan. In merupakan akses jalan terdekat untuk sampai kekampung tetangga dan bepergian ketempat lain," kata Aris warga setempat [KC-02]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!