October 2015
CIANJUR, [KC].-  Tim Unit Kejahatan dan Tindak Kekerasan Kepolisian Daerah Metro Jaya, didampingi Kepolisian Resor Cianjur menggerek dua buah bangunan vila dikawasan wisata Cipanas Kab. Cianjur, Jum'at (30/10). Penggerebekan tersebut dilakukan terkait adanya pelaku penipuan dengan modus pesan singkat online berhadiah.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, penggerebekan yang dilakukan di dua bangunan villa yang berbeda itu dilakukan setelah sejuah petugas yang mengenakan pakaian sipil melakukan pengintaian untuk memastikan keberadaan para pelaku. Setelah dipastikan kebenarannya, selepas shalat Jum'at petugas yang mengenakan penutup kepala dan bersenjata lengkap langsung bergerak cepat.

Sasaran pertama yang dituju sebuah villa di Komplek d'Orchid Park Blok G1 No 3 Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas. Sejumlah petugas langsung merangsek mendobrak pintu villa. Didalam villa tepatnya disebuah kamar lantai dua, ditemukan lima orang pelaku tengah duduk menghadap komputer lipat.

Mereka tengah menjalankan aksinya dengan mengirim pesan singkat ke ribuan nomor telepon selular. Diketahui, ruangan berukuran 6x4 meter itu menjadi pusat kejahatan itu dilakukan. Bermodal tiga komputer lipat, sejumlah telepon genggam dan puluhan modem, para pelaku mengirimkan ribuan pesan berhadiah pada para calon korban. Di lokasi tersebut, ditemukan juga dua alat hisap sabu.

Berhasil mengamankan para pelaku di lokasi pertama, sejumlah petugas kepolisian itu bergerak ke sebuah villa lainya di Komplek Palm Garden Blok BB No 19A Desa Palasari. Seperti pada villa pertama, petugas langsung merangsek kedalam villa dan berhasil mengamankan tiga orang yang tengah berada di depan komputer. Delapan komputer lipat dan puluhan modem turut disita dalam penggerebekan ini. Tidak hanya itu, belasan buku rekening dari berbagai bank turut diamankan.

Mereka yang tertangkap merupakan pelaku yang kerap mengirim pesan singkat yang berisi bahwa penerima pesan terpilih mendapatkan hadiah jutaan rupiah dan kendaraan bermotor dengan mengatasnamakan provider telepon selular. Pesan ini dikirimkan melalui server yang didukung kemampuan internet dari puluhan modem yang digunakan secara bersamaan.

Dalam sehari, mereka bisa mengirim pesan singkat ke 33.000 nomor telepon dari satu komputer. Selain pesan berhadiah, mereka pun mengirim pesan yang mengatasnamakan keluarga calon korban yang sedang berada di kantor polisi ataupun tengah tertimpa musibah.

Wakil Kepala Polres Cianjur Kompol Temangnganro Machmud mengatakan penggerebekan tersebut digelar atas hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya. Dari hasil laporan sejumlah korban, polisi kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pelaku.

"Ini hasil penyidikan Polda Metro Jaya, setelah dua hari dilakukan pengintaian di lokasi hingga akhirnya berhasil ditangkap para pelakunya," kata Wakapolres.

Dikatakan, Machmud, para pelaku yang berhasil ditangkap itu diduga pemain lama yang telah meraup miliaran rupiah dari para korbannya. Modusnya, pelaku mengirim pesan, korban yang mulai tertipu diminta mengirimkan sejumlah uang kepada rekening pelaku.

"Modusnya mengirimkan pesan berhadian, bisa  uang tunai puluhan juta dan kendaraan. Korban diminta mengirimkan sejumlah uang dengan dalih untuk pembayaran pajak. Termasuk yang suka sms minta pulsa," ujarnya

Machmud tidak menyebut identitas delapan pelaku yang berhasil ditangkap. Hanya saja beberapa di antara mereka merupakan warga luar Pulau Jawa. "Mereka sudah beberapa tahun tinggal di Cianjur tapi tempatnya terus berpindah. Di antara mereka pun ada yang warga sini (Cianjur)," katanya.

Para pelaku yang berhasil ditangkap akan dijerat dengan pasal 372 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. "Kalau penanganan lebih lanjut kasus ini dilakukan oleh Polda Metro Jaya," tandasnya [KC-02/ta]**
CIANJUR, [KC].- Tidak bisa dipungkiri Cianjur selatan tertinggal dibanding Cianjur belahan utara. Ragam sektor  di wilayah terbesar di Cianjurini serba kekurangan, seperti infrastruktur jalan, irigasi, sarana pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Bahkan dulu sempat ada sindiran, Cianjur selatan tertinggal beberapa Pelita (pembangunan lima tahun) dibanding Cianjur utara.

Oleh karena itulah, menurut Wakil Bupati Cianjur Suranto, satu-satunya agar Cianjur selatan mampu mensejajarkan diri dengan utara yakni adanya akselerasi (percepatan) pembangunan. “Kue” pembangunan terus diperbesar kearah selatan. Memang memerlukan     biaya amat besar, mulai daerah, provinsi dan pusat harus mengguyurkan  anggaran memadai ke Cianjur selatan.

Dana desa yang digulirkan ke setiap desa, lanjutnya, merupakan salah satu  peluang untuk mempercepat pembangunan. Terlebih pada realisasi program dana desa yang berbasiskan kepentingan masyarakat, pada pelaksanannya  dituntut partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat tidak diposisikan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan. “Termasuk mengawasi realisasi program yang dibiayai dana desa,” sebut Suranto, di rumah dinasnya, Jum’at (30/10).

Diyakininya jika Cianjur telah sejajar dengan wilayah utara, orientasi ke kota (urban oriented) pun akan berangsur meluntur. Guna memenuhi ragam kebutuhan mereka tidak selalu harus datang ke kota Cianjur, atau kota besar lainnya. Termasuk lapangan pekerjaan tersedia di sana.

Ketahuilah, tutur Suranto, membanjirnya tenaga kerja dari Cianjur selatan ke perkotaan bahkan ke luar negeri, akibat sempitnya lapangan kerja di sana yang sesuai dengan kemampuan mereka. Dari pada mereka melepaskan waktu luangnya dengan percuma, sementara di sisi lain kebutuhan hidup kian melilit, jadilah mereka kaum urban.

Mereka menjadi pembantu rumah tangga atau sopir bagi yang mememiliki keterampilan menyetir.  Nasib tragis yang dialami sejumlah TKW Cianjur selatan di luar negeri tidak menjadikan mereka jera untuk mendulang upah di luar negeri “Kalau saja Cianjur selatan  maju, saya yakin perkotaan maupun luar negeri tidak lagi menjadi idaman mereka dalam mencari kerja,” pungkasnya [KC-02/SMeC]**  
CIANJUR, [KC].- Upaya untuk melestarikan budaya masakan tradisional semakin diperdayakan, dari lomba kuliner sampai pelestarian masakan tradisional Cianjur.Calon wakil bupati Cianjur nomor urut 2, Herman Suherman memaparkan, ragam kuliner yang banyak dimiliki oleh masyarakaat Cianjur, salah satuny Pecel Lele.

“Saya bersama Kang Irvan Rivano Muchtar siap untuk melestarikan dan meningkatakan budaya kuliner  tradisional. Salah satunya Pecel Lele,” kata Herman seusai menyantap  Pecel Lele di lesehan Bojongmeron Cianjur Jumat malam (30/10/2015).

Kang Herman menerangkan, dari sekian banyak jenis kuliner  Pecel Lele mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hampir warga Cianjur selalu ingin mencicipi Pecel Lele. “Ke depan jika ditakdirkan menjadi wakil bupati Cianjur mendampingi Irvan Rivano Muchtar yang menjadi bupati. Semua pedagang Pecel Lele akan di kumpulkan untuk dibuat organisasi dan diberikan pelatihan oleh pemerintah daerah,” tegas Herman.

Setelah diberikan pelatihan, kata Herman. Nanti akan diberikan modal usaha. “Kita juga akan mempromosikan  kuliner Pecel Lele, mudah-mudahan kunjungan pariwisata ke Cianjur semakin meningkat,” imbuhnya [KC-02/dak]**
 


CIANJUR, [KC].- Calon  Bupati Cianjur nomor urut 2  Irvan Rivano Muchtar (IRM) mengajak kepada para orang tua untuk tidak putus asa mendorong anak-anak untuk sekolah. Sekolah menurut Irvan sangat penting bagi anak-anak, tidak hanya untuk masa depan mereka tapi juga pola pikir. Terlebih pada masa kini, pendidikan menjadi syarat penting bagi generasi muda dalam mendapatkan pekerjaan. “Jangan putus asa menyekolahkan anak-anak kita, kata Irvan,  karena itu penting bagi masa depan mereka. Kita sebagai orang tua yang harus bekerja keras dan mendoakan anak-anak kita agar sukses nantinya,” kata Irvan.

Penegasan ini disampaikan Irvan ketika menjawab pertanyaan seorang ibu bernama Faridah di Kecamatan Campaka, yang mengaku anaknya kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus dari sekolah SMK. Sehingga menurutnya, ada sedikit penyesalan ketika telah menyekolahkan anaknya hingga lulus SMK. Menurut Faridah, lebih baik bertani saja dan tidak perlu sekolah.

“Tidak boleh menyesal dan putus asa menyekolahkan anak kita, itu menjadi ladang pahala bagi kita. Rasulullah juga mengatakan, tuntutlah ilmu dari lahir hingga liang kubur dan belajarlah hingga ke negeri China. Apa dibalik pesan Rasulullah itu, yaitu belajar dan sekolah itu sebuah keharusan dan penting bagi hidup kita ke depan. Saya bangga dengan ibu Faridah dan suaminya yang telah berhasil menyekolahkan anakknya hingga lulus SMK,” jelasnya.

Irvan yang berpasangan dengan calon Wakil Bupati Herman Suherman menambahkan, bila terpilih nanti program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu menjadi fokus utama. Dengan tujuan  agar anak-anak Cianjur bisa menamatkan wajib pendidikan dasar 9 tahun. Sehingga nanti anak-anak Cianjur menjadi manusia unggul, cerdas dan bisa memajukan Cianjur. Selain itu, program peningkatan kualitas belajar mengajar, gerakan sayang guru yang menjadi ujung tombak meningkatnya pendidikan di Cianjur, hingga mendirikan perguruan tinggi negeri di Cianjur.

Terkait dengan lapangan pekerjaan dituturkan Irvan, sudah menjadi program Beriman juga untuk membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda dan pemudi Cianjur. Baik itu lapangan pekerjaan di industri, pertanian, perdagangan hingga usaha ekonomi kreatif.

Jangan salah, kata Irvan, banyak orang pintar dan berhasil lahir dari desa. Karena kegigihan orang tua menyekolahkan anaknya dan keuletan anaknya untuk terus belajar. Ingat jodoh,rejeki dan maut itu adalah rahasia Allah, siapa tahu ke depan anak ibu diangkat derajatnya oleh Allah. “Terpenting patut diingat, sekolah itu bukan hanya belajar mata pelajaran, tapi juga membentuk pola pikir yang lebih maju ke depan, dan untuk itulah Allah membedakan kita manusia dengan mahluk lainnya,” tutur Ketua Karang Taruna Kabupaten  Cianjur.

Sementara itu, terkait dengan keluhan Faridah, Irvan membantu dengan meminta lamaran pekerjaan anaknya untuk dibantu mendapatkan pekerjaan. “Terima kasih pak Irvan, atas bantuannya. Semoga Allah menjadikan Pak Irvan pemimpin yang bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat Cianjut,” kata Faridah, sambil meneteskan air mata [KC-02/dak]**

​ 

Cianjur [KC].- Ada yang memplesetkan RW (Rukun Warga) kepanjangan dari "Riweuh Wae" (sibuk saja, red), sedangkan RT (Rukun Tetangga) kepanjangan "Riweuh Teukapake" (sibuk tidak dihargai,red). Tentu plesetan ini dimaksudkan untuk menggambarkan betapa repotnya orang yang ditunjuk sebagai ketua RW/RT. 

Nyaris semua masalah yang muncul di masyarakat dirujuk ke RW/RT. Bahkan tidak sedikit urusan pribadi,  seperti  rumah tangga dibawa ke meja RW/RT. "Urusan suami selingkuh juga masih ada yang dibawa ke RW/RT, ini menunjukan betapa repotnya jadi ketua RW/RT,"  kata Wakil Bupati Cianjur Suranto, di rumah dinasnya, Jum'at (30/10).

Oleh karena itu pemkab Cianjur mengucurkan  dana RW/RT sebesar Rp 10 juta/RT  yang diantaranya untuk insentif RW/RT. Melalui dana ini diharapkan kinerja RW/RT meningkat, pun program kemasyarakatan lainnya terealisasi. Pengucuran dana RW/RT ini, menurut Suranto, di dasarkan pertimbangan betapa strategisnya peran RW/RT dalam membangun sektor kemasyarakatan.

Bahkan boleh dibilang RW/RT ini garda paling depan dalam membangun di sektor apapun. Sebab pembangunan akan lebih cepat menuai hasil maksimal  jika berbasiskan partisipasi masyarakat. "Dan ujung tombak menggerakan masyarakat ini ketua RW/RT,"  tuturnya.

Bagi RW/RT ini tidak ada yang disebut jam kerja. Kapan saja dan dimana saja ketua RW/RT harus melayani masyarakat. Kedua figur ini harus bekerja ibaratnya 24 jam saja. Tengah malam di waktu istirahat, jika warga membutuhkannya, RW/RT tetap saja harus melayaninya. Namun tragisnya masih ada warga yang kurang menghargai posisi ketua RW/RT ini.

Malah ketua RW/RT dipandang sebelah mata. Padahal tugas yang diemban mereka sangat berat. Mereka adalah pionir-pionir pembangunan. Diyakini Suranto, jika tidak diniatkan ibadah tidak bakal ada warga yang mau  jadi ketua RW/RT. "Jadi kepedulian kepada ketua RW/RT perlu dilanjutkan pemkab, bila perlu ditambah," teganys. [KC.10/SMeC]

 

Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang Sebenarnya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hai guys! Perkenalkan, namaku Rafifah Zalika Ulya Zahirah. Aku biasa di panggil Afifah atau juga Fifah. Terserah kalian deh, yang penting jangan panggil om aja ya! aku lahir di Bandung, 2 September 2000. Sekarang aku duduk di bangku kelas 9 SMP. harusnya, aku masih kelas 6 seperti Ifa, saudara kembarku. Ifa lahir setelah beberapa jam kemudian. Ketika TK, aku ingin masuk sd dan Ifa ingin libur dulu sekolahnya. Ifa ingin home schooling tetapi Ummi tidak memperbolehkannya. Jadi, saat aku kelas 6, Ifa sudah kelas 3 sekolah dasar.

aku, Ifa, Ummi, dan Abi adalah Facebook-ers. Sampai-sampai, aku membuat novel ke salah satu penerbit. Alhasil, novel ku terbit dan best seller. Di bukuku, terdapat facebook saudara adik kembarku, yaitu Ifa. Dari pagi hingga malam, Ifa asyik facebook-an. Karena sekarang Ifa sudah menerima hasil Un nemnya. Oh, iya! Ngomong-ngomong nama facebook Ifa itu Afifah Rafifah. Nama lengkap sebenarnya adalah Afifah Nur Aifah.

Malam ini, Ifa sedang di rawat di rumah sakit karena terserang penyakit demam berdarah.
... baca selengkapnya di Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang Sebenarnya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar berkomitmen tidak akan menghilangkan ciri khas Cianjur sebagai lumbung padi nasional. Irvan menegaskan komitmen meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan, akan dilakukan dengan memberikan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) dan hak paten beras pandan wangi sebagai beras asli Cianjur.

“Cianjur menjadi pemasok padi di Jawa Barat ke lima. Tentu ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Khusus beras pandan wangi akan diproteksi dan dibuatkan Perda. Kita akan bersama-sama membangun sektor pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan" kata Irvan saat pertemuan dengan para petani di rumah H Asep (Politisi Gerindra),   di Kampung Tangkil Desa Babakan Karet Cianjur Kota.

Begitu juga dengan lahan pertanian, Irvan yang berpasangan dengan calon Wakil Bupati Herman Suherman, akan dijaga dan diproteksi dengan Perda, sehingga tidak terjadi penyusutan lahan. Khususnya lahan pertanian yang menghasilkan beras pandan wangi

Sementara itu, pegiat pertanian, Ibrahim Naswari memaparkan, pihaknya sudah berkecimpung di pertanian ketika menjadi ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia),  Kabupaten Cianjur dua periode. Artinya sudah mengetahui permasalahan petani Cianjur. "Para petani jangan khawatir, melalui Kang Irvan calon bupati kita, akan dibantu . Kang Irvan sudah komitmen akan meningkatkan pertanian," tegas Wanhat DPC Gerindra Kab Cianjur ini.

Ibrahim yang juga mantan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Cianjur ini menerangkan, ke depan pemerintah daerah harus mengatur  bagi hasil antara penggarap dan pemilik sawah. Lalu harus memperhatikan  perlindungan dan pemberdayaan petani harus di  perda kan."Kalau  pertanian maju, Cianjur akan lebih maju lagi," imbuh Ibrahami yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Cianjur [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Sebagian besar aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur, mendukung program pro rakyat calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman).

“Kami sepakat mendukung pencalonan dan program pasangan Beriman yang memperjuangkan kaum masyarakat kecil, yang sejalan dengan garis perjuangan GMNI yaitu marhaenisme, dimana program seperti insentif rakyat miskin dan rumah sakit tanpa kelas akan sangat membantu kaum kecil,” kata Koordinator Kader GMNI Kab Cianjur, Riza Kridayana.

Riza yang juga aktifis Cianjur ini, menambahkan, selain program insentif rakyat miskin. Program yang didukung lainnya yaitu akan membukanya banyak lowongan pekerjaan untuk menuntaskan pengangguran. Program tersebut dilakukan agar masyarakat Cianjur tidak banyak lagi yang menjadi buruh kasar di negeri orang. Kemudian, perhatian khusus bagi para kaum petani untuk mempertahan ciri khas cianjur sebagai lumbung padi. Juga adanya beasiswa pendidikan untuk rakyat miskin, serta jaminan kesehan untuk masyarakat yang tidak mampu.

“Selain itu kader-kader GMNI sangat mengapresiasi program Infrastructure Rood Map yang mudah-mudahan bisa menjadi solusi jitu, untuk menjawab  masalah infrastruktur jalan di kabupaten Cianjur,” tegasnya.

Memang harus disadari kata Riza, luas jalan di kabupaten merupakan salah satu luas jalan terpanjang di jawa barat . Jalan tersebut  melingkupi luas jalan di 32 kecamatan dan 360 desa serta kelurahan. “Memang harus ada sebuah kebijakan yang khusus dan program yang nyata untuk menjawab tantangan tersebut,” paparnya.

Selain itu, Riza menambahkan, sosok  Irvan juga sebagai sosok pemuda yang kreatif, inovatif, dan berpendidikan. “Tentu Irvan mempunyai jiwa progresif revolusioner, dimana dia mempunyai semangat perjuangan untuk menuntaskan berbagai tantangan-tantangan di kabupaten cianjur, agar  Cianjur lebih maju dan agamis,” pungkasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Aktifis dan masyarakat Desa Limbangan Sari, Cianjur, mendeklarasikan diri mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman), di bawah bendera Inspirasi Relawan Mandiri-Herman.

Ketua Inspirasi Relawan Mandiri-Herman Muhammad Ridwan mengatakan, pada deklarasi yang dihadiri oleh Cabup Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan politisi PKB Ahmad Zani Khoeruzaini ini, dukungan diberikan karena melihat visi misi dan program yang disiapkan pasangan nomor dua , sangat berpihak kepada masyarakat Cianjur.

“Program infrastruktur, ekonomi rakyat, dan keagamaan, adalah program yang berbasis pro-rakyat. Karena itu, kami sangat menghendaki program tersebut berjalan nantinya ketika keduanya terpilih,” kata Ridwan.

Pria yang akrab disapa Marsel ini menambahkan, hal yang paling jelas di bidang  infrastruktur, pasangan Beriman akan melaksanakan program perbaikan jalan beton dan hotmik. Kemudian, di bidang ekonomi kerakyatan, sudah jelas insentif ralyat miskin adaya program Rp100 ribu per kepala keluarga untuk usaha, peningkatan dana RT yang awalnya sebesar Rp10 juta per tahun, akan ditingkatkan menjadi Rp12,5 juta per tahun.

Kemudian, di bidang keagamaan, adanya program 10 ribu penghafal Al-Quran, bantuan dan pemberdayaan pondok pesantren, madrasah diniyah. Serta bantuan untuk masjid jami desa sebesar Rp10 juta dan lainnya.

“Kami akan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kenapa harus mendukung dan memilih IRM-Herman.  Karena program-programnya yang sengat merakyat,” tegas aktifis pergerakan di Cianjur ini.

Sementara itu, calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengucapkan terima kasih kepada Inspirasi Relawan Mandiri-Herman yang telah memberikan dukungan. “Kita bersama-sama untuk memenangkan Pilkada Cianjur. Tentu ini demi Cianjur lebih maju dan agamis,” kata Irvan [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) sangat terkesan dengan keberadaan rumah seni Adam Jabbar & Cafe d’Volks, di kawasan komplek perumahan BTN Gombong Cianjur.

Kesan itu dirasakan Irvan ketika berkunjung ke rumah seni yang dirawat oleh budayawan Cianjur, Adam Jabbar. Arsitektur bangunan yang natural, nuansa yang teduh, membuat setiap orang bahkan Irvan pun betah berlama-lama ditempat yang nyaman tersebut.

“Kang Adam Jabbar memang begitu ramah dan enak diajak bicara. Sambil ngobrol santai dengan nuansa rumah kebun yang asri, sepertinya rumah milik Adam Jabbar memang didedikasikan untuk kesenian dan berkesenian,” kata Irvan.

Rumah seni ini dirasakan Irvan adalah rumah yang bisa mengembalikan kesejatian ruh kemanusiaan seseorang.  Mereka yang setiap hari disibukkan oleh pekerjaan, hingga semua aura dan ruhnya terfokus pada kata ‘kerja’, ketika masuk ke rumah seni ini, ruh kembali kepada jati dirinya sebagai manusia. “Bisa terasa tenang di suasana yang teduh dan alami, ketika duduk di bangku-bangku kayu dan berbagai ornamen unik dan berbau seni,” paparnya.

Saya sendiri, kata Irvan, nyaman ketika berada di sini, bisa ngobrol dibawah pohon rindang, udara yang sejuk dan teduh. Melihat buku-buku kebudayaan dan ornamen seni yang menghisasi, tambah Irvan,  seakan ingin menyadarkan kita bahwa sebagai manusia, hidup itu tidak melulu bekerja tapi menjadi manusia yang melindungi alam, memanusiakan manusia, dan terpenting menyadari apa yang kita lakukan saat ini semata untuk anak cucu kita nanti.

“Saya juga di sini  menikmati beberapa hidangan seperti  kopi hideung sahideung-hideungna, jus asoy geboy cianjuran dan pisang ajib surajib, akan sangat mengasyikkan lagi ketika berbicara dengan pemiliki rumah seni ini, tentang berbagai cerita termasuk soal Cianjur,” paparnya.

Kang Adam Jabbar, jelas Irvan,  memang begitu ramah dan enak diajak bicara. Pituah-pituahna, sangat bisa diresapi, Sambil ngobrol santai dengan nuansa rumah kebun yang asri.  Sepertinya rumah milik Adam Jabbar memang didedikasikan untuk kesenian dan berkesenian.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Adam Jabbar mempersembahkan lukisan hasil karyanya kepada Irvan., yang dibuatnya sejak sebelum Irvan dicalonkan menjadi Bupati Cianjur. “Saya melukis beliau (IRM), sebelum menjadi calon bupati. Alhamdulillah kita bisa bertemu melalui silaturahmi. Saya langsung memberikan lukisan kepada beliau,” kata Adam Jabbar [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Puncak peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatu pada 28 Oktober 2015 di Cianjur ditandai dengan upacara bendera. Kalau biasanya selalu dilaksanakan dilapang terbuka, peringatan hari Sumpah Pemuda kali ini dilaksanakan di halaman Pendopo Pemkab Cianjur Jalan Siti Jenab.

Kegiatan yang juga dihadiri unsur Muspida Kab. Cianjur, Para Kepala SOPD di Lingkungan Pemkab Cianjur, perwakilan dari Ormas yang berada di wilayah Kabupaten Cianjur, Para Pegawai di Lingkungan Setda Kab. Cianjur itu berjalan dengan khidmat.

Menpora Republik Indonesia, Imam Nahrawi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menyampaikan, sudah selayaknya kita memberikan penghargaan setinggi – tingginya dan ucapan terima kasih tentunya, patut kita sampaikan kepada para tokoh pemuda pada tahun 1928, yang telah mendeklarasikan sumpah pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda nusantara untuk mewujudkan kemerdekaan indonesia sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini.

Peringatan sumpah pemuda yang ke-87 kali ini mengambil tema Revolusi mental untuk kebangkitan pemuda menuju aksi “satu untuk bumi”. Tema ini didasari atas keprihatinan yang mendalam terhadap dua hal. Pertama, kita masih disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola realisasi kemasyarakatan kita akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi lain membawa dampak negatif. informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik.

Disinilah gerakan revolusi mental yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. "Melalui gerakan revolusi mental kita berharap para pemuda indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan – keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka. Inilah saatnya kita memberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki," katanya.

Keprihatinan kedua menurut Iman yakni terkait dengan fenomena pengelolaan sumber daya alam kita, yang belum selesai dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau suistanability development. Sebagai negara tropis, Indonesia menjadi tumpuan dunia untuk menjaga keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya.

"amun, hari ini justru kita menjadi negara yang menyumbang polusi terbesar di kawasan asia tenggara melalui kabut asap. Oleh sebab itu, saya menggugah semangat kepeloporan pemuda untuk ambil bagian dalam penanggulangan musibah kabut asap khususnya dan juga gerakan menjaga keseimbangan  iklim melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab dan berkelanjutan," tegas Imam.

Salah satu ikrar penting dalam sumpah pemuda 1928 adalah “Satu Tanah Air, Tanah Air Indonesia”. Poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi yang kita pijak ini, demi keberlangsungan masa depan generasi penerus kita.

Semua agama mengajarkan hal yang sama tentang betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bumi dengan menjaga keseimbangan ekosistem di dalamnya. Hukum alam itu nyata, karena ia adalah sunnatullah (kehendak tuhan). Bumi tidak akan pernah merusak dan menghancurkan dirinya sendiri. Bencana alam yang terjadi sebagian besar karena ulah tangan manusia.

"Dalam agama islam disebutkan dalam al-qur’an surat ar ruum ayat 41: telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)," tegasnya.

Menpora mengajak pemuda indonesia menjadi khalifah fil ard (pemimpin bumi) yang baik, adil dan bertanggungjawab. Hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita.

Terakhir Menpora mengucapkan selamat hari sumpah pemuda ke – 87. Melalui revolusi mental pemuda, kita berharap lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan negaranya. Rela berkorban menanggalkan ego sukunya, agama, kedaerahan, kelompok dan ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia. "Inilah tanah air kita, inilah bumi kita, inilah masa depan kita," paparnya [KC-02/hms]**
CIANJUR, [KC].- Ratusan pemuda, mahasiswa dan santri yang tergabung pada tim Trisakti  mendeklarasikan dukungannya pada pasangan calon (paslon) Suranto-Aldwin Rahadian (Oki) pada Pilkada Cianjur 2016-2021. Pasangan bernomor urut 3 ini dinilai Trisakti mampu membawa perubahan Cianjur lima tahun ke depan.

“Kami memercayai pasangan nomor urut 3, sehingga kami  mendukungnya guna memimpin Cianjur lima tahun ke depan,” demikian deklarasi Trisakti, di pesantren Gelar, Desa Peuteuycondong, Kec. Cianjur, Rabu (28/10/2015), yang sekaligus memperingati  Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.  

Isu perubahan yang menjadi mimpi Suranto-Oki, menurut ketua tim Trisakti, Junjun Guntara, sesuai dengan kehendak kawan-kawan pemuda, mahasiswa dan santri yang tergabung pada Trisakti. Sebab mereka mengetahui persis di banyak sektor Cianjur ketinggalan dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Oleh karena itulah jika Cianjur ingin maju, tutur Guntara, diperlukan sosok pemimpin yang memiliki visi perubahan, dan pasangan Suranto-Oki adalah  figur yang bisa membawa perubahan itu.”Lagi pula bagi kami bukan sekadar mimpi-mimpinya, visinya, dan programnnya,  melainkan amanah. Kami percaya Suranto-Oki  mampu memikul amanah,” ujarnya.

Atas dasar keberpihakannya itulah pihaknya akan turut memperjuangkan pemenangan Suranto-Oki. Malah bagi mereka, memerjuangkan pemenangan Suranto-Oki merupakan jihad, yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bagi Trisakti jika Cianjur ingin berubah kearah perbaikan hanya Suranto-Oki lah pilihan satu-satunya.

“Suranto-Oki harus menang. Kami akan turut berjuang demi kemashlahatan masyarakat Cianjur,” tegas Guntara, pada deklarasi sekaligus peringatan Sumpah Pemuda bertemakan “Rekonsiliasi Pemuda-Mahasiswa-Santri  Gerakan Perubahan yang Berakhlakul- karimah Menuju Pemerintah yang Baik 2016-2021," katanya [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Waspadai hasil survey abal-abal. Survey ini sengaja dimanipulasi seakan memenangkan salah satu pasangan calon (paslon) Pilkada Cianjur 2016-2021 dan direbakan melalui media sosial. Tentu saja dengan mempublis hasil survey bodong itu diharapkan  mempengaruhi sikap politik masyarakat.

“Belakangan ini kerap beredar hasil survey yang diduga abal-abal. Hasil survey yang memenangkan salah satu paslon ini sengaja direbakan dengan tujuan mempengaruhi publik,” kata Rizki Hergia, pemerhati politik asal Cianjur yang juga dosen  Universitas Muhammadiyah,  Sukabumi.

Hasil survey memang memiliki magnet untuk mempengaruhi masyarakat. Terlebih bagi kalangan birokrat/PNS hasil survey seakan menjadi panduan dalam menjatuhkan pilihan. Maklum saja, menurut Rizki, politik aman masih dianut kebanyakan birokrat/PNS. Kecenderungannya mereka menjatuhkan pilihan pada paslon yang diunggulkan survey.

Realitas masyarakat seperti itulah yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu di musim pilkada. Oknum ini sengaja merebakan hasil survey tanpa kejelasan lembaga, apalagi kredibilitasnya. Bahkan, tutur Rizki, ada hasil survey yang hanya menyebutkan kemenangan pilkada  untuk salah satu paslon, tanpa menyebutkan angka. “Ini survey aneh,” ujarnya.

Oleh karena itulah ia berharap, masyarakat mewaspadainya. Jangan mudah percaya terhadap hasil survey. Teliti dulu dan konfirmasikan secara akademis kepada lembaga survey bersangkutan. Jangan sampai masyarakat terprovokasi hasil survey yang menyesatkan.  
Sejatinya, tutur Rizki, ada panduan sederhana yang boleh jadi bisa dijadikan rujukan awal untuk mengukur validitas hasil survey. Caranya dengan mendeteksi langsung ke masyarakat.

“Sebab pada umumnya hasil survey valid, factual, dan akurat, tidak bertentangan dengan logika publik. Kalau pada survey memenangkan paslon tertentu, tetapi di masyarakat justru memenangkan paslon lain, maka hasil survey itu patut dicurigai,” pungkasnya [KC-02/SMeC]**
Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menjelang Maghrib, penduduk di Desa Mekar jati berduyun-duyun menuju masjid untuk menunaikan shalat berjamaah.
Arwan masih di rumah ketika teman-teman yang lainnya telah ke masjid. Ia memang selalu menunggu sahabat karibnya, Mujib. Setelah Mujib datang, mereka pun berangkat bersama-sama. Seperti biasanya, setiap habis shalat Magrib, Arwan dan Mujib ikut mengaji bersama Kakek Hanif.
“Arwan, bacaanmu kemarin sampai di mana?” tanya Kakek Hanif.
“Sampai Surat AI-Alaq, Kek!”

Kemudian, Kakek Hanif menyuruh Arwan untuk meneruskan bacaannya. Arwan yang sudah mengikuti pengajian itu selama tiga bulan, tentu saja tidak mengalami kesulitan, Bahkan, ia bisa membacakannya dengan lagu yang indah dan tajwid yang benar. Mereka membaca bergiliran. Ada yang sudah lancar seperti Arwan. Ada yang masih kaku. Bahkan, ada juga yang masih mengeja. Selain diajarkan cara membaca Alquran, mereka juga di suruh untuk menghapalkan doa-doa.

Anak-anak pengajian di masjid itu memang senang belajar dengan Kakek Hanif. Karena selain baik hati, ia juga tak suka marah-marah. Kakek Hanif pintar bercerita. Dan itulah yang menyebabkan mereka jadi lebih akrab dengan Kakek Hanif. Demikian juga dengan Kakek Hanif, ia pun tidak pernah merasa bosan.

Kakek Hanif mulai mengajar di masjid itu sejak setahun yang lalu. Ketika masjid itu baru selesai di bangun. Dan sejak itu pula banyak an
... baca selengkapnya di Cerita Kakek Hanif Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CIANJUR, [KC].- Tidak dibayar pajak kendaraannya, sejumlah kendaraan bermotor yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Cianjur disita oleh Bidang Aset Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur dari pemakainya.

Kepala Bidang Aset DPKAD Kabupaten Cianjur, Endan Hendrayana mengatakan, kendaraan yang belum terbayarkan tersebut berasal dari sejumlah dinas dan kantor kecamatan.

"Ya ini karena mereka kurang memperhatikan (Pajak, red), padahal sudah diberi inventaris untuk mempermudah pekerjaan. Jika sadar maka bayarkan pajaknya, tidak akan menghabiskan banyak uang untuk membayar pajak. Pajak juga kan nantinya disalurkan lagi ke rakyat," ujarnya kemarin.

Berdasarkan data DPKAD, terdapat 422 mobil dinas yang tersebar di sleuruh instansi di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 37 kendaraan digunakan di tingkat kecamatan dan kelurahan, sedangkan instansi yang memiliki kendaraan terbanyak yakni Dinas Kesehatan 71 mobil, DPKAD 69 mobil, dan Setda 45 mobil. Selain itu, jumlah sepeda motor yang dimiliki Pemkab Cianjur sebanyak 3.133 unit.

Dari jumlah tersebut, kata dia, masih ada sebagian pengguna aset yang belum melakukan cek fisik yang dilakukan bidang aset sejak 20 September lalu. Kebanyakan di antara mereka ialah PNS di kecamatan dan desa di wilayah Cianjur selatan.
"Jarak selalu menjadi alasan. Jika memang niat pasti datang. Jika sampai batas akhir Oktober ini tidak datang, maka kami akan jemput bola. Datangi tempat di mana kendaraan itu ada," kata dia.

Menurutnya, cek fisik ini dilakukan untuk menginventarisir aset pemkab, terlebih dengan adanya kendaraan hibah dari provinsi Jawa Barat. Di samping itu juga untuk meningkatkan kesadaran aparatur pemerintahan untuk membayar pajak.

"Memang dengan adanya hibah, aset pemkab jadi bertambah, makanya kami inventarisir, selain itu untuk menyadarkan mereka bayar pajak tepat waktu. Terbukti dari hasil cek fisik ini kan masih ada yang belum bayar pajak. Kami akan terus melakukan cek fisik ini secara rutin setiap tahunnya," tandasnya [KC-02/is]**.
CIANJUR, [KC].- Rekomendasi Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur mengenai Pemilihan bupati dan wakil bupati Kab. Cianjur tahun 2015 sudah dikeluarkan. Tentunya rekomendasi MUI tersebut seyogyanya menjadi panduan  saat masyarakat menjatuhkan pilihan  9 Desember mendatang.

Sebab diyakini cabup Suranto, rekomendasi MUI lahir didasarkan atas kemashlahatan umat ke depan. Ummat atau masyarakat Cianjur jangan sampai tersesat saat menjatuhkan pilihan. Sebab sekali saja salah mencoblos di bilik suara nanti, dampaknya paling tidak lima tahun ke depan.

“Nah, pasangan calon (paslon) mana yang sekiranya sesuai atau paling tidak mendekati rekomendasi MUI, itu yang dipilih. Sedangkan yang berpotensi menimbulkan kerusakan, jangan dipilih,” kata Suranto, yang juga wakil bupati Cianjur, di hadapan ratusan massa, saat kampanye di lapangan Bojongterong, Kec. Agrabinta, Selasa (27/10/2015).

Tentu saja Suranto yang berpasangan dengan Aldwin Rahadian (Oki), bernomor urut 3, tidak merasa dirinya mendekati apalagi sesuai dengan kreteria MUI. Bagaimana tentang dirinya, ia serahkan kepada masyarakat untuk menilainya. Sebab masyarakat lebih tahu siapa yang pantas memimpin   dan memberikan kemashlahatan bagi masyarakat ke depan.

Yang pasti, tanpa bermaksud menggurui, lanjut Suranto, memilih pemimpin   harus didasarkan theologies (keimanan). Sebab bagi umat beragama tak ada pemisahan antara kehidupan dunia dengan akhirat. “Bagi umat beragama urusan politik praktis juga urusan dunia-akhirat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT,” yakin mantan direktur RSUD Cianjur ini.  
   
Oleh karena itulah sebagaimana pula rekomendasi MUI, bukan hanya masyarakat yang harus merujuk nilai-nilai theologies, paslon maupun penyelenggara pilkada pun harus merujuknya. Praktek kotor, seperti politik uang, intimidasi, memanipulasi perolehan  suara, dan sebagainya, tidak boleh dilakukan. Tujuan yang baik harus digapai dengan cara-cara yang baik pula. Jika memakai cara-cara kotor maka akan menghasilkan kemadlaratan.

Ratusan massa yang  mengikuti kampanye paslon nomor 3 datang dari berbagai pelosok di Agrabinta. Mereka menyepakati apa yang disampaikan Suranto. Mereka pun menekadkan diri akan memilihnya. “Tentu sebagai manusia Suranto-Oki memiliki kekurangan, tapi bagi kami pasangan ini terbaik untuk dicoblos pada waktunya nanti,” ungkap mereka, di sela-sela acara kampanye  [KC-02/SMeC]**      
CIANJUR, [KC].- Dewan Pimpinan Cabang Artis Melayu Dangdut Indonesia (DPC PAMMI) Kabupaten Cianjur, mendeklarasikan diri mendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman.

“Kami percaya pasangan Beriman akan memberikan ruang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas dunia musik di Cianjur, termasuk musik melayu dangdut. Pilihan ini kami deklarasikan setelah mencermati dinamika Pilkada Cianjur dan ditetapkan dalam rapat kepengurusan PAMMI Kabupaten Cianjur,” kata Ketua DPC PAMMI Kabupaten Cianjur, Ujang Anen.

Ujang yang langsung memakaikan seragam PAMMI ke Irvan menambahkan, keputusan dukungan ini didasarkan pada hasil musyawarah PAMMI Cianjur yang dilaksanakan pada 12 Oktober lalu. Alasannya menurut Ujang, pasangan nomor urut 2 berkomitkem untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di bidang seni. Salah satunya melayu dangdut.

“Kita mengakui, seni melayu dangdut di Cianjur masih kurang mendapat perhatian. Melalui Kang Irvan, seni melayu dangdut mendapat perhatian dari Irvan,” tambah Ujang yang didampingi Sekretaris PAMMI Cianjur Nana Suryana.

Sementara itu, calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengapresiasi dukungan dari pengurus PAMMI Cianjur. Irvan menyatakan, berkomitmen akan memberikan tempat untuk para seniman cianjur meningkatkan kreatifitasnya di bidang kesenian. “Kita ingin melahirkan banyak musisi seni di Cianjur yang bekiprah di tingkat nasional,” kata Irvan.

Untuk mencapai itu, kata Ketua Karangtaruna Kabupaten Cianjur ini, diperlukan pembinaan yang serius dari pemerintah kabupaten cianjur. “Jika nanti ditakdirkan menjadi bupati Cianjur, musisi seni Cianjur akan dibina dan disalurkan bakatnya sampai menjadi artis ternama,” pungkasnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kabupaten Cianjur secara resmi mengalihkan dukungan ke pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman (Beriman). Hal tersebut berdasarkan hasil rapat pleno DPK PKPI pada 25 Oktober.

Ketua DPK PKPI Cianjur Guruh Yoga Kumara mengatakan,  sebelumnya  PKPI Cianjur mendukung pasangan  nomor urut 3  Suranto – Aldwin Rahadian. Tetapi kini menarik diri dan mendukung kepada nomor urut 2  Irvan Rivano Muchtar –Herman Suherman. “Irvan adalah sosok pemuda yang berani, penuh gagasan dan pandangan ke depan sebagai pemuda untuk membangun Cianjur lebih maju. Karena itu, kami mendukung beliau,” kata Guruh seusai deklarasi di rumah seni Adam Jabar, Selasa kemarin (27/10/2015).

Guruh menjelaskan, deklarasi yang dilakukan menjelang hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, untuk menunjukkan bahwa PKPI yang banyak diisi oleh para pemuda, meyakini bahwa ketika Cianjur dipimpin oleh seorang pemuda nantinya, maka akan banyak harapan kemajuan yang akan dicapai Cianjur.

Kita ketahui bersama, kata Guru,  bahwa calon bupati kita, Kang Irvan merupakan tokoh pemuda di Cianjur. Kang Irvan orangnya sangat baik dan selalu memegang komitmen, terutama komitmen yang berhubungan dengan masyarakat banyak. “Karena itu, DPK  PKPI deklarasi mendukung IRM di momen sumpah pemuda,” tegasnya.

Guruh mengakui, saat ini otomatis dukungan PKPI sudah beralih ke Irvan-Herman dan sudah menginstruksikan kepada pengurus dan kader PKPI di 32 PAC se-Cianjur untuk bergerak memenangkan pasangan nomor dua ini. PKPI juga yakin, dengan dukungan ini akan menambah daya dorong pergerakan partai pendukung yang dipimpin oleh Partai Golkar, PKB dan PBB, ditambah para kader partai Gerindra, PDIP, PPP, PAN yang sudah menyatakan diri bergabung ke BERIMAN.

“Dengan banyaknya dukungan ke BERIMAN peluang kemenangan sangat besar. Kita optimis BERIMAN akan memimpin Cianjur lima tahun mendatang,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Calon wakil bupati Cianjur nomor urut 2 Herman Suherman  mengajak semua pihak menggalakan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Melalui  merubah perilaku dan gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan Herman Suherman ketika penanaman pohon bersama warga Campaka Cianjur belum lama ini.  Kata Herman, menjaga lingkungan tidak  hanya untuk menjadikan bumi  ini nyaman ditempati, namun lebih dari itu demi meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan  hingga generasi mendatang.

 “Berbagai studi menunjukan tanda-tanda bumi ini semakin menderita. Tak hanya pemanasan global dan seringnya bencana alam, saat ini juga terjadi penurunan kualitas udara, air serta kualitas dan kuantitas bahan pangan,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Cianjur ini.

Jika bumi  ini tidak dijaga, kata Herman,  kerugiannya tidak hanya akan dialami generasi dewasa ini, malainkan juga akan menimpa generasi berikutnya. “Kita berharap kepedulian lingkungan ini  dapat menyadarkan semua pihak untuk ikut bertanggungjawab merawat bumi sekaligus menjadi penyelamat bumi dan lingkungan hidup,” papar Herman.

Sementara itu, Komunitas Peduli Lingkungan Campaka, Dera Firmansyah memaparkan, penanaman pohon dilaksanakan  secara swadaya dengan sokongan berbagai pihak . “Acara  ini untuk menjaga bumi agar tetap sehat dan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Cianjur,” imbuhnya [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Ketua Tim Pemenangan Beriman, Ade Barkah Surahman, mengajak seluruh relawan Beriman untuk lebih banyak bertamu ke rumah-rumah warga mengenalkan program calon Bupati dan Wakil Bupati Irvan Rivano Muchtar - Herman Suherman.

"Kita adalah wakil kandidat kita, Irvan-Herman, untuk menyebarkan informasi program yang akan dijalankan oleh keduanya nanti ketika terpilih. Karena itu, sering-sering bertamu, berbagi cerita tentang sosok dan program kandidat kita sehingga masyarakat lebih mengenal dan dekat dengan pasangan nomor urut dua," kata Ade Barkah.

Ade Barkah yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Cianjur ini menambahkan, kekuatan pasangan yang didukung Partai Golkar, PKB dan PBB ini tidak hanya ditubuh kandidat, tapi juga disetiap jiwa para relawan Beriman. Karena itu, penting bagi para relawan untuk bersikap santun, ramah dan terbuka dalam memberikan informasi dan menerima masukkan dari masyarakat yang ditemui.

"Tidak semua rumah di Cianjur ini bisa ditemui oleh kandidat, bahkan kandidat manapun. Karena itu, relawan menjadi ujung tombak sosialisasi kandidat ke tengah-tengah masyarakat," tukasnya.

Hal tersebut diamini oleh calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. Menuruntya, relawan adalah wakil dirinya dan pak Herman. Ketika dia dan Herman terus berjalan menemui masyarakat, harus dibarengi dengan bergeraknya para relawan menyebarkan informasi yang sudah didapat mengenai program-program Beriman.

"Saya memberikan amanat kepada para relawan untuk terus silaturahmi ke rumah-rumah warga, sampaikan salam kepada semuanya kalau sudah bertemu dengan saya, dan meneruskan informasi program yang Insya Allah akan kami jalankan ketika terpilih nanti," kata Irvan.

Kalau sudah bertemu dengan masyarakat menurut Ketua Karang Taruna Kabupaten Cianjur ini, tentunya masyarakat akan lebih mengetahui program-program yang akan berjalan dan bersentuhan langsung dengan kepentingan mereka. "Mari bersama-sama bergerak, bertemu dengan masyarakat untuk berjalan beriringan untuk Cianjur lebih maju dan agamis," pungkas Irvan [KC-02/dak]**
 

CIANJUR, [KC].- Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Cianjur cenderung meningkat. Hingga saat ini saja sudah tercatat mencapai 110 kasus. Jumlah tersebut naik sekitar 90 persen dari tahun 2014 yang hanya mencapai 61 kasus.

Kabid Advokasi dan Penanganan Kasus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lidya Indayani Umar mengungkapkan, peningkatan kasus kekerasan seksual terhadap anak tersebut terjadi akibat berbagai faktor. Kurangnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebabnya.

"Jumlah kasusnya cenderung meningkat pada tahun ini. Setiap harinya selalu saja ada yang melaporkan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Minimalnya tiga hari dalam seminggu," ujar Lidya Indayani Umar, Minggu (25)/10)

Tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak pada tahun ini mengalahkan kasus perdagangan orang (Trafficking) dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). "Kalau kasus trafficking dan KDRT malah cenderung menurun. Dalam sebulan paling hanya satu dua kasus. Kekerasan seksual terhadap anak jauh lebih tinggi," katanya.

Para korban kekerasan seksual ini kebanyakan perempuan berusia 4 hingga 17 tahun. Adapun pelakunya kebanyakan merupakan orang dekat korban. "Paling tinggi umur 12 sampai 17, pelakunya ialah paman, tetangga, teman, ayah tiri. Bahkan ada juga ayah kandung," tuturnya.

Para korban kekerasan seksual anak dibawah umur dianggap lebih mudah diperdaya. Mereka juga mudah diancam, sehingga tidak berani untuk melaporkan aksi bejad yang dilakukan oleh pelakunya.

Pihaknya saat ini tengah fokus menanganai masalah kekerasan seksual terhadap anak. Tidak hanya menjadi perhatain daerah, tapi pemerintah pusat juga tengah serius dalam menangani kasus ini. "Memang secara nasional kasus ini meningkat, termasuk di Cianjur, penanganannya juga masuk siaga satu," tegasnya.

Untuk menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak, pemerintah sudah memberlakukan hukuman yang berat. Bahkan bagi pelaku yang merupakan orang dekat, hukuman bisa mencapai 20 tahun penjara. "Saat ini pun pemerintah pusat sedang mewacanakan hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual. Ini tentu bagus, sebab hukuman penjara malah tidak memberikan efek jera bagi pelakunya," tuturnya.

Pihaknya menghimbau kepada orangtua agar lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya. Ia juga akan terus mensosialisasikan agar setiap anak dibawah umur yang mendapatkan perlakuan tidak senonoh itu berani melaporkan kepada orangtuanya. "Kami ajarkan untuk berani berkata tidak dan berteriak apabila daerah terlarangnya disentuh oleh laki-laki. Selain itu, akan membimbing mereka untuk berani melaporkannya kepada orangtua jika ada hal yang seperti itu," pungkasnya [KC-02/is]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Partai Demokrat (PD) Cianjur akan ngotot memenangi pilkada Cianjur 2016-2021. Sejarah dua kali menang pada pilkada lalu akan diulanginya pada pilkada ketiga kalinya. Oleh karena itulah segenap potensi partai akan bergerak demi kemenangan cabup/cawabup Suranto-Aldwin Rahadian (Oki).

"Sekarangpun semua potensi partai bergerak dan akan terus bergerak lebih massif hingga pasangan Suranto-Aldwin Rahadian menang pada pilkada 9 Desember mendatang," yakin H. Wawan Setiawan, S.H pada acara syukuran atas dilantiknya sebagai fraksi PD DPRD Jabar, yang dihadiri Suranto, di salah satu rumah makan di Kampung/Desa Nagrak, Kecamatan/Kab. Cianjur baru-baru ini.

Menurut Wawan yang juga Ketua Rajawali (Satgas PD) Jabar, pihaknya akan bekerja sama dengan semua pengurus DPC PD hingga ranting untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 3. Sebab urusan menang-kalah pada pilkada taruhannya martabat partai. "Jadi satu-satunya jalan keluar agar PD makin jaya di Cianjur yakni memenangkan paslon Suranto-Aldwin Rahadian," sebutnya, pada acara yang dihadiri Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi, serta sejumlah fungsionaris PD.

Sokongan yang diberikan PD, pemilik 10 kursi DPRD Cianjur ini, tentu saja menambah pundi-pundi suara Suranto-Oki, sehingga peluang kemenangan pasangan nomor urut 3 kian terbuka. Oleh karena itu Suranto merasa bersyukur. "Yang menang nanti itu bukan saya atau wakil saya, tapi PD sendiri, partai pendukung lain, serta masyarakat Cianjur, menuju perubahan kearah perbaikan," kata Suranto, pada kesempatan itu.

Sementara itu di kesempatan terpisah, Plt Ketua DPC PD Cianjur, Hedi Permadi, meyakini, sejarah dua kali kemenangan PD pada pilkada lalu di Cianjur akan diulang untuk ketigakalinya. Sebab dari sejarah ini PD memiliki pengalaman berharga guna meraup kemenangan. Terlebih sekarang jumlah partai pendukung paslon-nya delapan partai.

Bakal terjadinya sejarah kemenangan PD ketigakalinya ini telah terdeteksi di masyarakat. Elektabilitas paslon nomor urut 3 kian melangit, jauh melebihi paslon lainnya. "Tapi kami segenap potensi partai masih terus berjuang menambah pundi-pundi dukungan bersama partai lainnya," tegas Hedi, yang dihubungi melalui pesawat telefon [KC-02/SMeC]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Pengurus DPD PAN Kabupatem Cianjur memohon maaf kepada DPD PAN Provinsi Jawa Barat, karena mengalihkan dukungan ke pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar -Herman Suherman (Beriman) di Pilkada Cianjur. 

Pengurus DPD PAN Kab. Cianjur, Asep Rahmat Brey mengungkapkan, permohonan maaf juga diberikan kepada DPP PAN, karena sejumlah pengurus DPD PAN Cianjur, 13 DPC, BM PAN, serta sejumlah pengurus mengalihkan dukungan kepada pasangan nomor urut 2, dan meninggalkan pasangan Suranto-Aldwin Rahadian. "Kami berlabuh ke BERIMAN, karena pilihan politik," kata Asep Rahmat saat deklarasi di dapur uyut Cianjur Minggu (25/10/2015).
 
Asep Rahmat menerangkan, kalau Pilpres dan Pileg  semua kader dan pengurus PAN berjuang untuk memenangkan Pilpres dan Pileg. Tetapi kalau Pilkada beda, karena menyangkut kehidupan partai di tingkat kabupaten lima tahun mendatang. "Kami memilih Irvan dan Herman peluangnya sangat kuat di Cianjur ditambah lagi kami ini sangat dekat dengan Irvan secara emosional," paparnya.   

Selanjutnya,  pasca deklarasi, pihaknya  akan bersama-sama  dengan tim BERIMAN di lapangan untuk memenangkan  pasangan nomor urut 2.  "Kami optimis Irvan dan Herman akan menjadi bupati dan wakil bupati Cianjur, karena di lapangan sangat kompak untuk memenangkan BERIMAN," imbuhnya. 

Jajaran pengurus PAN yang mengatasnamakan  poros arus bawah dikatakan koordinatornya  Andi Syarif Hidayatullah, sejak awal poros arus bawah DPC PAN sudah melabuhkan dukungan kepada pasangan nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman, karena memiliki kesamaan visi misi yaitu mengsejahterakan rakyat. "Sejak awal memang kami sudah berlabuh ke nomor urut 2, bukan kami tidak patuh terhadap partai. Tapi di Pilkada, pasangan Irvan dan Herman merupakan pilihan yang tepat," kata Andi Tar panggilan akrabnya.
 
Andi yang juga Ketua DPC PAN Cianjur Kota menerangkan, ke 13 DPC PAN yang bergabung ke BERIMAN. Dari mulai DPC  Cianjur,  Bojongpicung,  Mande, Cipanas, Pacet, Cugenang, Karangtengah,  Gekbrong, Campaka, Campaka Mulya,  Sukaresmi, Cilaku, Cikalongkulon. Untuk DPRT, di antaranya, Babakan Karet Cianjur Kota, Mekarjaya , Sukataris  Karangtengah, Kelurahan Sayang Cianjur , Kelurahan Solokpandan Cianjur Kota, Sirnagalih dan Sukasari Kecamatan Cilaku dan  Ketua BM PAN, Asep Tolhah dan lainnya.

"Kami pun siap dipecat oleh partai, karena pindah haluan ke nomor 2. Ini dilakukan, karena pilihan terbaik dan pilihan politik," tegas Andi [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

no image
CIANJUR, [KC].- Sejumlah lembaga survei akhirnya menyimpulkan pasangan Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman menempati tingkat kepercayaan dan keterpilihan publik lebih tinggi dibanding pasangan calon lainnya.

"Berdasarkan data dan informasi yang kami terima , setidaknya empat lembaga survey nasional menyebut pasangan ini akan memenangkan suara pemilih jika pemilu diadakan pekan ini, " kata Sekjen Poros Marhaenis Cianjur , Nissa Amalia, Minggu (25/10/2015).

Menurut Nissa Amalia keempat lembaga survey itu antara lain Cyrus Network , Inside , Poros Marhaen Institute dan terakhir kesimpulan survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Hanya memang semua lembaga survey tersebut tidak akan mengumumkan hasil penelitiannya secara terbuka disebabkan faktor ketentuan KPU selama ini.

"Hanya saja kami sebagai warga tentu harus mampu memilah dan memilih kemana arus dukungan rakyat itu sebenarnya. Ternyata pasangan Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman memperoleh dukungan pemilih yang luar biasa," kata Nissa yang juga alumni aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu.

Pernyataan senada dikemukakan Peneliti Equivalent Institute , Ridwan M Afriadi. Ia menyebut berdasarkan lembaran kesimpulan survey SMRC misalnya, pasangan Irvan – Herman terpaut jauh dari calon lainnya. Sehingga tidak terlalu aneh jika dikemudian hari pasangan yang diusung Partai Golkar, PKB dan PBB itu akan memperoleh kemenangan secara signifikan.

"Kita semua percaya pada methodologi yang benar, pada ilmu pengetahuan. Saya percaya hasil survey itu bisa dipertanggungjawabkan, " sambung Ridwan [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Cianjur [KC],- Partai Demokrat (PD) Cianjur  akan ngotot memenangi pilkada Cianjur 2016-2021. Sejarah dua kali menang pada pilkada lalu akan diulanginya pada pilkada ketiga kalinya. Oleh karena itulah segenap potensi partai akan bergerak demi kemenangan cabup/cawabup Suranto-Aldwin Rahadian (Oki).

"Sekarangpun semua potensi partai  bergerak dan akan terus bergerak lebih massif hingga Bapak menang pada pilkada 9 Desember mendatang," yakin H.Wawan Setiawan, S.H pada acara syukuran atas dilantiknya sebagai  fraksi PD DPRD Jabar, yang dihadiri Suranto, di salah satu rumah makan di Kp/Desa Nagrak, Cianjur, Sabtu (24/10).
Menurut  Wawan yang juga Ketua Rajawali (Satgas PD) Jabar, pihaknya akan bekerja sama dengan semua pengurus DPC PD hingga ranting untuk memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 3. 
Sebab urusan menang-kalah pada pilkada taruhannya martabat partai.

 "Jadi satu-satunya jalan keluar agar PD makin jaya di Cianjur yakni memenangkan paslon Suranto-Oki," sebutnya, pada acara yang dihadiri Yadi Mulyadi,S.H ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi,  serta sejumlah fungsionaris PD.

Sokongan yang diberikan PD, pemilik 10 kursi DPRD Cianjur ini,  tentu saja menambah pundi-pundi suara Suranto-Oki, sehingga peluang kemenangan pasangan nomor urut 3  kian terbuka. Oleh karena itu Suranto merasa bersyukur. "Yang menang nanti itu bukan saya atau wakil saya, tapi PD sendiri, partai pendukung lain, serta masyarakat Cianjur,  menuju perubahan kearah perbaikan," kata Suranto, pada kesempatan itu.

Sementara itu di kesempatan terpisah, Plt Ketua DPC PD Cianjur, Hedi Permadi, meyakini, sejarah dua kali kemenangan PD pada pilkada lalu di Cianjur akan diulang  untuk ketigakalinya. Sebab dari sejarah ini PD memiliki pengalaman berharga guna meraup kemenangan. Terlebih sekarang jumlah partai pendukung paslon-nya  delapan partai.

Bakal terjadinya sejarah kemenangan PD ketigakalinya ini telah terdeteksi di masyarakat. Elektabilitas paslon  nomor urut 3 kian melangit, jauh melebihi paslon lainnya. "Tapi kami segenap potensi partai masih terus  berjuang menambah pundi-pundi dukungan  bersama partai lainnya," tegas Hedi, yang dihubungi melalui pesawat telefon.[KC.10/SMeC]


CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, bertekad akan melakukan penataan kawasan objek wisata Cipanas dan Sukaresmi. Herman yang berpasangan dengan calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar menjelaskan,bila terpilih nanti, berbagai program pembangunan di kawasan menuju wisata akan digulirkan. Mulai penataan fasilitas,  perbaikan infrastruktur, pelayanan kebersihan dan lainnya.

"Insya Allah kalau jadi wakil bupati nanti, semua kawasan wisata ini akan ditata agarpengunjung semakin banyak ke Cianjur," kata Herman, saat pertemuan warga Sukaresmi Cianjur.

Herman menambahkan,  kawasan di daerah Cipanas dan Sukaresmi, ada beberapa objek wisata seperti taman bunga nusantara, kebun raya cibodas, dan lainnya. Untuk menuju kawasan tersebut, dinilainya belum didukung oleh infrastruktur jalanyang baik, serta masalah kebersihan yang banyak dikeluhkan warga dan pengunjung.

"Tempat wisata di Cipanas dan Sukaresmi memang sangat bagus, karena udaranya sejuk. Namun, sayang beberapa tempat sampahnya menumpuk. Tentu ini harus diperhatikan," ujar Herman [KC-02/dak]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
no image
CIANJUR, [KC].- Lagi, tunjangan untuk guru honorer selama enam bulan terakhir dilingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur terancam tertunda pembayarannya. Pasalnya anggaran yang ada diduga tidak memadai.

Kepala Seksi (Kasi) Madrasah Kemenag Cianjur, Tavip Supriadi mengatakan, anggaran untuk tunjangan guru honorer dilingkungan Kemenag Cianjur tahun ini hanya cukup untuk 6 bulan, yakni Januari hingga Juni. "Memang untuk tahun ini anggaran tidak cukup untuk sertifikasi sampai satu tahun. Hingga saat ini saja dana sertifikasi belum terbayarkan selama empat bulan," ujar Tavip.

Selain dana sertifikasi tahun ini, kata dia, hutang dana sertifikasi tahun lalu pun baru terbayarkan satu bulan. Padahal hutang terhadap 1200 guru honorer yakni empat bulan. "Jika tahun ini memang tidak ada kucuran dana lagi hutang ke guru honorer mencapai 9 bulan, 3 bulan tahun lalu, dan enam bulan tahun ini," jelasnya.

Dirinya mengakui apabila dana sertifikasi sebesar Rp1,5 juta tersebut dibutuhkan untuk memenuhi biaya setiap bulannya. Namun hal itu merupakan kebijakan Kemenag pusat, sehingga pihaknya tidak dapat memastikan akan dikucurkan atau tidak, dana tersebut.

"Tidak hanya di Cianjur, di seluruh kota di Jawabarat pun mengalami hal seperti ini. Kami mengerti memang dibutuhkan, tapi anggaran dikucurkan pusat. Kami hanya sebagai pelaksana di lapangan. Jika cair pun, langsung ke rekening guru tidak melalui kami," tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya terus mengusahakan agar dana sertifikasi tersebut bisa dipenuhi. Kemenag Cianjur, kata dia, telah melayangkan surat ke Kemenag pusat terkait hutang kepada guru honorer. "Kami sudah layangkan surat, hanya itu yang kami bisa lakukan saat ini. Kami harap guru mengerti, kami akan berusaha semaksimal mungkin," tandasnya [KC-02/is]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur nomor urut 2 Irvan Rivano Muchtar (IRM) bersama istri Hj. Ratu Eliesye dan kedua anaknya, larut dalam lautan santri pesantren se-Cianjur, menggemakan shalawat sambil membawa obor ditangan memperingati Hari Santri Nasional (HSN).

Irvan dan istri nampak semangat mengikuti pawai obor bersama ribuan santri sejak halaman Masjid Agung Cianjur hingga berakhir di lapangan hypermat. Didampingi pembina PC GP Ansor Cianjur Lepi Ali Firmansyah, Ketua PC GP Ansor , Dedi Suherli , Ketua Banser Dede Badri dan Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKMDT) Mohammad Toha.  
Irvan dengan khidmat membacakan shalawat bersama ribuan santri, hingga menggetarkan hati masyarakat yang turut menyaksikan. "Pawai obor dengan melantukan shalawat sepanjang jalan ini, menjadi napak tilas sejarah perjuangan yang dilakukan KH. Hasyim Asyari dan para santri  dalam memperjuangkan kemerdekaan negeri kita. Karenanya, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang baru ditetapkan ini, menjadi momentum bagi para santri untuk turut serta berperan dalam membangun daerah yang kita cinta bersama ini," kata Irvan.

Berada di lapangan bersama para santri, Irvan dan istri pun larut dalam semangat para santri menyaksikan film sejarah perjuangan "Sang Kyai" yang menceritakan sejarah perjuangan KH. Hasyim Asyari dan para santriya waktu itu. Tak bergeser sedikitpun, duduk bersila dengan tenang menyaksikan film tersebut.

Sementara itu, Pembina PC GP Ansor Cianjur Lepi Ali Firmansyah menegaskan, pawai obor ini diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, madrasah diniyah dan Banser se-Kabupaten Cianjur. "Kehadiran Irvan menunjukkan, dirinya adalah bagian dari keluarga besar santri dan keluarga besar nadhiyin. Ini juga sebagai komitmen Irvan dengan jiwa mudanya, agar para santri dan pondok pesantren bisa bersama-sama bergerak mewujudkan Cianjur yang lebih maju dan agamis," kata Lepi.

Lepi yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur menambahkan, keputusan Presiden RI Joko Widodo menetapkan HSN pada 22 Oktober adalah keputusan yang tepat. Karena pada 22 Oktober, adalah sejarah lahirnya resolusi jihad yang dikobarkan KH. Hasyim Asyari untuk melawan agresi militer Belanda ke bumi nusantara.

Kalau  pada tahun ini, kata dia, pawai obor peringatan Hari Santri Nasional di Cianjur  baru diikuti oleh 15 ribu santri, maka pada tahun berikutnya 100 ribu santri akan hadir menggemakan shalawat memperingati HSN. Pada pawai obor ini juga, berhasil mengumpulkan dana untuk kita sumbangkan perjuangan bagi saudara-saudara kita di Palestina. "Mari bersama-sama kita menjadikan HSN ini sebagai kebangkitan para santri, untuk kemajuan Cianjur yang kita cintai," pungkas Lepi [KC-02/dak]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Anak yatim atau yatim piatu terutama dari kalangan miskin menjadi tanggungjawab semua pihak. Oleh karena itulah bocah yatim/piatu harus dipedulikan. Malah kehadiran bocah yatim/piatu menjadi lahan mendulang amal shaleh yang pahalanya berlimpah.

Sebagaimana keterangan, bersedekah uang kepada anak yatim/piatu pada 10 Muharam, maka pahalanya 700-1.000 kali lipat dari Allah SWT. Begitupun memberi pakaian kepada fakir miskin pada kesempatan yang sama pahalanya sebesar memberi pakaian kepada seluruh umat nabi Muhammad SAW.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto pada pemberian santunan anak yatim di masjid Al-Hidayah, Kampung Balakang, Cipanas, Jum'at (23/10/2015). Mnurut Suranto, berbuat baik pada Muharam seperti sekarang pahalanya berlipat. "Jadi alangkah ruginya jika anak yatim/piatu atau warga miskin diabaikan pada Muharam ini," sebut Suranto.

Suranto pun mengungkapkan terima kasihnya kepada masyarakat yang peduli terhadap anak yatim/piatu. Diyakininya perayaaan 10 Muharaman berupa pemberian sedekah kepada anak yatim/piatu marak di Cianjur. Hal ini menandakan warga Cianjur memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib anak-anak.

Lagi pula sejatinya, terang Suranto, memberi atau berbagi itu merupakan salah satu kebutuhan manusia. "Kalau kita memberi sesuatu, sebenarnya bukan karena kita hebat, melainkan kita membutuhkan," katanya.

Tentu Suranto berharap anak-anak yatim/piatu kelak menjadi anak shaleh. Keperihatinan yang selama ini dirasakan, baik keperihatinan lantaran hidup ditinggal ayah/ibu, maupun keperihatinan ekonomi, menjadi obat mujarab guna menggapai kesuksesan di masa depan. Lagi pula diyakininya, Allah SWT maha adil, asalkan tawaqal, kepedihan yang dirasakan sekarang akan digantikan dengan kemanisan. [KC-02/SMeC]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Ketua DPC PKB Cianjur Lepi Ali Firmansyah menegaskan, sosok pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman, adalah pasangan ideal yang akan membawa Cianjur lebih maju dan agamis.

"Kombinasi muda dan berpengalaman. Pak Irvan masih muda dan bersih, punya harapan jauh ke depan. Pak Herman berpengalaman sebagai birokrat dan jujur. Keduanya juga putra daerah," kata Lepi Kamis (22/10/2015).

Sebagai orang muda, Irvan memiliki pandangan ke depan dalam membangun Cianjur lebih maju. Program yang dipersiapkan menurutnya, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cianjur. Mulai dari pembangunan jalan, jembatan dan irigasi, juga insentif rakyat miskin.

"Ada dua bagian yang harus dipahami dari program-program tersebut yaitu pembangunan dan pemberdayaan. Pembangunan seperti jalan dan insentif rakyat miskin adalah program jangka pendek, pemberdayaan adalah program jangka panjang," kata tokoh muda NU ini.
 
Dalam hal pemberdayaan masyarakat ditambahkannya, program-program yang alam berjalan setelah terpilih nanti misalnya dalam bidang pertanian, ekonomi kreatif, insan rabbani mandiri, olahraga dan kreatifitas pemuda.

"Jadi program pasangan Beriman adalah program yang ideal antara pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Juga membentuk pemerintahan yang bersih dan akuntabel, untuk terwujudnya good governance dan clean government," tuturnya.

Hal senada dikatakan pengurus DPD II Partai Golkar Cianjur, Deden Nasihin. Menurutnya, sosok pasangan nomor urut dua ini memiliki komitmen untuk memajukan pembangunan Cianjur hingga ke pelosok-pelosok desa.
"Pak Irvan memiliki komitmen untuk memperbaiki dan membangun jalan wilayah Cianjur bagian selatan, dan itu sudah diprogramkan. Kami juga alam terus mengawal program-programnya setelah pasangan Beriman terpilih nanti," kata Deden, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur ini [KC-02/dak]**
CIANJUR, [KC].- Perayaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dilaksanakann kemarin dengan menggelar pawai diduga kuat dimanfaatkan kampanye salah satu pasangan calon (paslon) bupati/wakil bupati Cianjur 2016-2021.

"Perayaan berupa pawai itu diduga dimanfaatkan salah satu paslon. Mereka yang pawai memakai seragam batik berlogo IRM (Irvan Rivano Muchtar), nama cabup nomor urut 2," kata Rizki Hergia, pemerhati politik lokal Cianjur.

Sepengetahuannya, pada Kamis (22/10/2015) itu agenda kampanye paslon nomor urut 1. Pun perayaan HSN merupakan hari besar yang tidak boleh dimanfaatkan kampanye pilkada. Namun publik pun mengetahui persis, peserta pawai diantaranya dari kalangan guru diniyah berseragam batik berlogokan IRM.

Atas kejadian ini seharusnya Panwas menindaknya. Sebab meskipun pelanggarannya dianggap tidak signifikan, tapi jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk. Nanti, sebut Rizki, setiap paslon atau tim pemenangan paslon akan seenaknya menerabas rambu-rambu pilkada. Bahkan sangat mungkin pola-pola busuk yang berkategori pelanggaran berat dilakukan.

Paslon maupun tim pemenangan seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat. Sebab pilkada 9 Desember mendatang merupakan pendidikan politik bagi masyarakat. "Masyarakat seharusnya diajari beretika dalam politik," pungkas dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi ini.

Sementera itu peringatan HSN yang dilaksanakan di parkir Harimart yang menyebut diikuti sekitar 10 ribu santri ternyata kebanyakan dihadiri oleh siswa dan siswi Diniyah Takmiliyah. Kalaupun ada sejumlah santri jumlahnya tidak signifikan [KC-02/SMeC]**
CIANJUR, [KC].- Relawan tim advokasi calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman (Beriman), Dedi Mulyadi, mempertanyakan ketegasan inspektorat terkait penggunaan fasilitas negara yang diduga digunakan Wakil Bupati Cianjur Suranto dalam kampanye.

Penegasan itu dilakukan Dedi dengan menyambangi kantor inspektorat daerah pada  Kamis (22/10/2015), terhadap dugaaan penggunaan fasilitas negara dan para ajudan yang berstatus PNS dalam kegiatan kampanye Suranto.

"Ketika kunjungan kerja sebagai wakil bupati, Suranto kerap menggunakan kegiatan tersebut sebagai bagian mengkampanyekan dirinya. Begitu juga saat menjadi cabup, ajudan bersatus PNS tetap ikut dalam kegiatan non dinas. Harusnya ketika sedang kampanye, ajudan PNS jangan ikut kegiatan itu. Karena itu menurut kami sudah masuk pelanggaran pidana. Karenanya kami mendesak, inspektorat untuk bertindak tegas," kata pria yang akrab disapa Dedi Toser itu.

Dedi Toser menambahkan, Suranto adalah petahana yang kini mencalonkan diri sebagai kandidat di Pilkada. Karena itu, penting bagi inspektorat untuk melakukan pengawasan terhadap PNS yang kerap melekat pada Suranto.  Sebab PNS menurutnya sudah diatur untuk netral dalam Pilkada Cianjur.

"Harus diingat Suranto ini sebagai petahana yang harus diawali gerak-geriknya.  Jika terbukti PNS ikut kampanye, maka harus  ada tindakan jangan diam saja. Sementara untuk penggunaan fasilitas negara, kami akan menyambangi Panwaskab dan mendesak untuk segera turun tangan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Agus Indra mengatakan, pihaknya segera akan memanggil ajudan Suranto untuk diminta klarifikasi terkait laporan dari tim advokasi hukum Beriman (Bersama Irvan dan Herman).

Indra mengakui, tugas inspektorat daerah, salah satunya menangani aparatur daerah atau PNS. Sedangkan mengenai penggunaan fasilitas negara, ranahnya Panwaskab. "Dalam aturan ASN dan PP Nomor 53 diatur tentang disiplin PNS. Jika ada PNS yang ikut kampanye , sangsinya sangat berat. Dari mulai dicopot jabatannya, hingga bisa dipidanakan," kata Agus Indra.

Sebelumnya, tim Advokasi pasangan Suranto-Aldwin Rahadian sangat menghargai sikap tim advokasi Beriman. "Sehingga ke depan  kami bisa menghindarkan terhadap prilaku yang berpotensi melanggar aturan pilkada," kata A Priatna Alinafiah SH, tim advokasi hukum pemenangan Suranto-Oki.
Sepengetahuannya, Suranto menaati aturan pilkada. Dalam kapasitasnya selaku wakil bupati di lingkungan birokrasi ia tidak pernah berbicara urusan pencalonan. Pun saat sebagai cabup ia tidak pernah memakai kendaraan dinas.

Tetapi kalau memang ada yang melanggar,  Pri menghargai sikap siapa pun yang melaporkannya ke Panwas maupun KPU. Pihaknya akan selalu mengikuti alur hukum. "Insyaallah, spirit tim advokasi hukum dari pasangan mana pun sama yakni menegakan aturan. Kita semua memiliki tujuan yang sama yakni menciptakan pilkada bersih, jujur dan adil," tegasnya [KC-02/dak]**







Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan Berpikir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Ardian Wahyudi

Dalam proses kehidupan memang kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kita rasa membingungkan dan cukup sulit untuk diputuskan.

Tidak jarang bahkan ada orang-orang yang merasa gamang, bimbang, tidak pasti lebih parah putus asa dalam memilih keputusan-keputusan yang akan dijalani.

Dalam suatu sesi sharing dengan beberapa sahabat terlontar pernyataan bahwa kegamangan, kebimbangan, dan ketidakpastian justru lebih banyak ditimbulkan oleh banyaknya pemikiran dan logika bermunculan, entah dalam bentuk ide, gagasan atau usulan. Yang pada akhirnya membuat intuisi kita menjadi kurang peka.

Ya … INTUISI. Sebuah kata atau kalimat yang cukup mentereng terdenger tetapi saat ini sudah jarang Bahkan hanya sebagian kecil sekali yang kita gunakan. Alasan mengapa si “Intuisi” ini jarang digunakan ada bermacam-macam, ada yang bilang karena tidak bisa membedakan, ada yang lain bilang kelamaan kalo nunggu intuisi muncul, bahkan lebih parah ada yang bilang disekolahkan tinggi-tinggi kok cuma mau belajar “kebatinan”
... baca selengkapnya di Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan Berpikir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

CIANJUR, [KC].- Jumlah Pemandu tentang perkoperasian di Jawa Barat saat ini sangat terbatas. Bahkan jumlahnya cenderung menurun. Hal itu akibat banyaknya pemandu yang telah beralih profesi dan memasuki usia udzur.

Kepala Lembaga Pendidikan Koperasi (Lapenkop) Wilayah Jawa Barat Asep Saep Nurdin mengatakan, pihaknya tidak memungkiri jika jumlah Pemandu saat ini sangat terbatas. Dari sekitar 800 pemandu, saat ini tinggal sekitar 400 pemandu yang ada.

"Banyak faktor, sejalan dengan kenaikan jabatan usia, banyak juga yang sudah meninggal. Itu jelas mempengaruhi aktivitasnya. Kalu dulu ada suntikan pemerintah, tapi saat ini APBN berkurang dan sudah tidak ada dan sudah tidka aktif. Ada beberapa lainya yang mempengaruhi pekerjaan karena hanya dari kalangan saja tapi berbagai kalangan," kata Asep saat ditemui disela kegiatan Pelatihan Pemandu 1 di gedung PLUT-KUMKM Cianjur, Rabu (21/10/2015).

Faktor lainya yang mempengaruhi minimnya Pemandu lantaran masih adanya anggapan peran pendidikan koperasi belum begitu dibutuhkan. Padahal itu kewajiban. "Inilah salah satunya, padahal jelas pengurus koperasi itu wajib menyisihkan pendanaan dari sisa hasil usaha (SHU) untuk pendidikan," katanya.

Pihaknya berharap, untuk mendongkrak jumlah Pemandu di Jawa Barat, peran APBD baik tingkat provinsi maupun kabupaten bisa memberikan support buat pelatihan pemandu. Hal itu bisa dilakukan melalui Dekopinda dimasing-masing wilayah.

"Patut kita akui bahwa Dekopinda jarang yang mengajukan anggaran ke Pemda untuk program, tapi kebanyakan untuk operasional.
Sebaiknya Dekopinda membuat program ke Pemda dan salah satunya PPD peningkatan SDM. Itu harus didorong dari lembaga," tegasnya.

Saat ini wilayah Jawa Barat menargetkan ada tiga angkatan angkatan pelatihan pemandu. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pemandu yang jumlahnya sangat terbatas. Apalagi jika melihat sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat masih ada yang sangat minim aktivitas pemandu seperti halnya di Tasikmalaya.

"Padahal Tasikmalaya baik kota maupun kabupaten itu kota bersejarah tentang gerakan koperasi, tapi tidak ada aktivitas pemandu. Wilayh lainya juga seperti Cirebon banyak yang tidak aktif dan wilayah Bogor hanya beberapa tidak aktif seperti Kota Bogor. Sedangkan Purwakarta, yang tidak aktif Bekasi. Sekarang kita genjot ditambah kota pemekaran yang kita bidik," paparnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Nasib korban kebakaran di Kampung Cisalak, Desa Cisalak, Kecamatan Cibeber, Minggu (18/10/2015) butuh uluran tangan. Cabup Suranto pun menengok korban kebakaran tujuh rumah yang dihuni sembilan kepala keluarga (KK), Selasa (21/10/2015) itu.

Para korban berserta ketua RW setempat, berkumpul menyambut kedatangan Suranto, cabup yang berpasangan dengan Aldwin Rahadian (Oki), bernomor urut 3. Mereka pun mengungkapkan kepedihannya atas musibah kebakaran itu. "Sangat menyakitkan, Pak, tapi kami berupaya terus untuk bersabar," tutur mereka.

Memang pada kesempatan itu Suranto menasihati agar korban bersabar. Sebab setiap musibah datang dipastikannya akan membawa hikmah. Musibah pun menimpa kita, karena kita sendiri kuat mengalami musibah itu. "Bapak dan ibu sekarang kehilangan rumah, tapi insyallah akan mendapatkan rumah yang lebih bagus dari semula, amin," sebut Suranto.

Pada kesempatan itu pun Suranto memberikan kadeudeuh berupa uang. Walaupun tidak seberapa, diharapkan Suranto, pembertian itu menjadi bukti kepeduliannya kepada warga yang tertimpa musibah. "Kendati kecil, semoga saja bermanfaat," pungkasnya [KC-02/SMeC]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Ambil uangnya, jangan pilih orangnya, boleh jadi inilah salah satu advis jitu guna menciptakan pilkada bersih dari politik uang. Sebab publik paham benar, pemimpin hasil politik uang hanya akan menghasilkan pemimpin korup. Pemimpin yang lahir dari praktek kotor akan mengundang kemadlaratan bagi masyarakat.

"Barangkali, kalau tidak diterima, sayang juga, jadi, ya, kalau memang terpaksa, terima sajalah uangnya, tapi jangan dipilih orangnya pada 9 Desember mendatang," kata Calon Bupati (Cabup) H. Suranto, pada kampanyenya di Kampung Danasuta, Desa Rahong, Kec. Cilaku, Rabu (21/10/2015).

Pola seperti ini diyakininya sebagai salah satu upaya dalam menciptakan pilkada atau pesta demokrasi yang bersih. Dikatakan Suranto yang berpasangan dengan Aldwin Rahadian (Oki) bernomor urut 3 pada Pilkada Cianjur 2016-2021, politik uang merupakan racun demokrasi. Sebab dengan maraknya politik uang wahana demokrasi hanya melahirkan pemimpin sarat modal, bukan karena kapabilitas, integritas, maupun kredibilitas.

Boleh dipastikan pemimpin hasil politik uang, menurut Suranto, yang paling awal ketika berkuasa adalah mengembalikan modal atau uang yang telah dikeluarkan. "Hukum ekonominya seperti itu, pada dasarnya tidak ada orang yang mau rugi," ujar Suranto di hadapan ratusan tokoh masyarakat.

Oleh karena itulah Suranto berpesan kepada masyarakat, hendaknya melek atau cerdas dalam menjatuhkan pilihan. Ketika ada pihak yang meminta dukungan dengan iming-imingi akan memberikan imbalan sejumlah uang, masyarakat harus mencurigainya. Sangat mungkin pasangan calon (paslon) yang "dijualnya" memiliki itikad buruk jika kelak berkuasa.

Bahkan yang paling ideal, masyarakat melaporkan praktek politik uang kepada pihak berwenang. Jangan membiarkannya, apalagi larut. Sebab urusan pilkada bukan sebatas puluhan atau ratusan ribu rupiah, melainkan menyangkut nasib masyarakat Cianjur lima tahun ke depan.

Pesan yang disampaikan Suranto direspon positif. Ratusan tokoh masyarakat pada acara dialog itu menyatakan, bertekad takkan mengggubris jika ada pihak yang mengiming-imingi uang dengan imbalan mencablos salah satu paslon. 'Kami akan memilih yang terbaik membawa Cianjur ke depan, bukan memilih yang member uang," yakin mereka [KC-02/SMeC]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Dalam kegiatan kampanye di Kampung Simpang Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi . Calon wakil bupati Cianjur nomor urut 2, Herman Suherman  mendengarkan aspirasi warga. Banyak pertanyaan yang diajukan warga mendapat jawaban langsung dari Herman Suherman, ada yang meminta  membuatan bronjong sungai, bantuan untuk bidang keagamaan, ada juga yang meminta agar  memperluas saluran di areal persawahan, maupun saluran yang berada di pemukiman warga.

"Insa Allah kalau nanti ditakdirkan menjadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muchtar yang menjadi bupati, semua harapan tersebut akan direalisasikan meskipun secara bertahap," paparnya.

Sementara untuk bantuan keagamaan. Herman menjawab merupakan visi misnya yaitu lebih agamis, "Bantuan keagamaan merupakan prioritas kami," kata mantan Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur ini.

Setelah melakukan dialog dengan masyarakat, Herman Suherman langsung mencatat semua usulan dari masyarakat. "Insa Allah Cianjur ke depan akan lebih maju dan agamis," imbuhnya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober setelah ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), harus menjadi momentum kebangkitan pondok pesantren (Ponpes) dalam pemberdayaan umat Islam di Cianjur.

Calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM) mengatakan, sejak jaman kemerdekaan dulu, peran pesantren sangat besar bagi republic ini. Pesantren menjadi tempat belajar untuk menguasai dan mendalami ilmu agama melalui kitab kuning yang diajarkan para kyai atau istilahnya tafaqquh fiddin. Bahkan pesantren juga, menjadi sentral perjuangan merebut kemerdekaan, dan kekinian dalam pemberdayaanmasyarakat.

"Saya mengucapkan selamat Hari Santri Nasional (HSN) kepada parasantri di Cianjur. Mari kita peringat resolusi jihad yang dikobarkanKH. Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945  untuk meneruskan kemerdekaandan pembangunan khususnya di Cianjur. Saya banyak belajar dari parakyai dan santri di Cianjur, karena itu kami ingin Cianjur lebihagamis. Kini saatnya para santri bangkit dan berperan dalampembangunan daerah dan keagamaan di Cianjur," kata Irvan.

Irvan menambahkan, pemberdayaan pondok pesantren menjadi salah satu programnya ketika terpilih menjadi bupati. Program tersebut tidak hanya pada kelembagaan, tapi juga kepada para santri tidak mampu, agar bisa mengaji dan sekolah hingga lulus dari pesantren melalui bantuan pendidikan.
Peran pesantren dalam pembangunan Cianjur menurutnya, bisa dilakukan dengan membahas dan mencari penyelesaian terhadap peristiwa, masalah ataupun aturan yang berdampak pada ummat melalui bahtsul masail. Begitu juga dengan peran pesantren dan para santri dalam pemberdayaan masyarakat. Misalnya, pesantren saat ini banyak yang menjadi sahabat para petani mengelola pertanian. Menjadi kawan bicara ibu-ibu dalam bidang kesehatan reproduksi wanita, bahkan hingga pengembangan ekonomi umat.

"Melalui bahsul masail, pesantren dan para santri bisa memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan Cianjur. Juga mencarikan solusi terhadap masalah atau peristiwa yang dihadapi umat. Pesantren juga harus terus dan meningkatkan sinergi dengan masyarakat sekitar
untuk pembangunan desa setempat," tuturnya.

Hal senada dikatakan calon Wakil Bupati Herman Suherman. menurutnya, pesantren selain benteng pertahanan umat dalam bidang akhlak. Jugasebagai pusat perkembangan masyarakat di berbagai sektor kehidupan. "Pesantren dan para santri sebagai penggerak ummat, akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkankan Cianjur yang lebih agamis. Pemerintahan kami nantinya, akan bergandengan tangan bersama para santri dalam menegakkan nilai-nilai keislaman seperti pesan dan cita para kyai-kyai kita terdahulu," paparnya [KC-02/dak]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!