March 2016
Sajadah Buat Emak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
“Endraaa, mandi!” Emak memanggilku. Kutinggalkan lapangan. Itulah tempat bermainku dan kawan-kawan. Tidak luas sih, tapi cukuplah bagi kami bermain kejar-kejaran sampai badan dan baju basah kena keringat.
Tak ingin Emak memanggilku untuk kedua kalinya, aku berlari menuju halaman belakang rumah. Tidak langsung pergi mandi sih, badanku masih basah dengan keringat. Nih, malah ada keringat menetes dari sela-sela rambutku, mengalir turun sampai leherku. Lagi pula kata Emak kalau badan masih berkeringat sebaiknya tidak buru-buru mandi. “Nanti malah sakit. Tunggulah sebentar sampai suhu badanmu normal. Tidak kaget jadinya waktu kena air,” begitulah nasihat Emak.
Wah, seru sekali permainan kami hari ini. Begitu serunya hingga waktunya shalat Maghrib tiba masih saja aku ingat betapa hebat cara kami saling menjatuhkan menara. Bukan menara betulan lho, melainkan pecahan-pecahan genting tanah liat yang kami tumpuk hingga setinggi lutut anak kecil. Kami bermain dalam dua kelompok berlawanan. Masing-masing kelompok punya satu menara yang harus di jaga dari kelompok lain. Jika menara berhasil dijatuhkan hingga tak ada lagi sisa pecahan genting yang
... baca selengkapnya di Sajadah Buat Emak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Apakah Anda mengalami masalah dengan berat badan yang mudah naik walaupun hanya makan sedikit, atau Anda mudah terserang batuk atau masuk angin dan sering bersin di pagi hari, atau Anda mudah mengantuk dan merasa capai…….? Bila jawabannya ‘YA’, maka dalam ‘Ayurveda’, Anda masuk dalam kelompok karakter tubuh ‘kapha’. Bila Anda mengenal karakter tubuh Anda atau dalam istilah Ayurveda disebut ‘dosha’, dan Anda menjalankan prinsip Ayurveda, terutama menghindari makanan yang mengganggu dosha Anda, maka kualitas kesehatan dan kehidupan Anda akan meningkat.
Ayurveda merupakan pengetahuan medis tertua di dunia, yang telah dipraktikkan lebih dari 5,000 tahun dan berasal dari India. Ayurveda mempunyai tujuan menjaga kesehatan serta mengobati apabila kesehatan terganggu. Sehat yang dimaksud dalam pengetahuan medis kuno ini adalah gabungan dari sehat jasmani, sehat pikiran & perasaan, serta sehat secara spiritual.
Kesehatan tidak bisa dipisahkan dari kondisi raga dan kondisi pikiran seseorang. Kombinasi raga dan pikiran merupakan kesatuan yang disebut dalam bahasa Sansekerta ‘prakrti’ yang artinya alami.
Secara alami, energi dasar kehidupan atau disebut juga karakter tubuh secara alami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu vata, pitta, dan kapha. Dr. Part
... baca selengkapnya di Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
The Last Song For Mom Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Di pesisir pantai Taman Ria, terlihat seorang gadis yang berambut panjang sepinggang. Rambutnya teracak-acak karena hembusan angin malam di pantai tersebut.
“Deva, kamu ngapain di sini? Hari sudah malam, angin pun bertiup kencang. Pasti Bundamu khawatir kalau kamu telat pulang” Ucap Stefy sahabat Deva yang baru saja mendatanginya
“Hhmm, aku malas di rumah. Aku ingin di sini. Disinilah aku dan ayahku memancing ikan” Jawab Deva
“Seandainya Ayahku masih hidup? Aku tidak akan sesedih ini, Stef” Sambung Deva lagi dengan wajah cemberut
“Yah, sebaiknya kamu pulang, nanti kamu sakit, kalau kamu sakit. Siapa yang rawat? Kan, kasihan Bunda kamu, sudah capek mengurusmu” Ucapnya lagi
“Iyah, yah. Makasih, stef. Kamu udah ingetin aku. Kalau Bundaku pasti capek dan khawatir” Ucap Deva
“Iyah, sama-sama” Ucap Stefy
“Yah, sudah. Aku pulang yahh! Dahh bye” Ucap Deva dan berlalu pergi
“Bye!” Sahut Stefy
Deva pun pulang ke rumah. Tampaknya, wajah Deva sudah kelihatan pucat.
@Hom
... baca selengkapnya di The Last Song For Mom Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

CIPANAS, [KC].- Untuk menekan terjadinya persoalan yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI), anggota DPR RI, H.Djoni Rolindrawan menggelar Sosialisasi dan Pencegahan Kepada TKI Non Prosedural di Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan di aula Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kab. Cianjur, Sabtu (26/3/2016).

Kegiatan tersebut menurut anggota dewan dari Fraksi Partai Hanura Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,Undang undang Nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di Luar Negeri, PP Nomor 38 tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah antar pemerintah (pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten/Kota dan Perpres Nomor 81 tahun 2006 tentang BNP2TKI.‬

"Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada calon atau TKI sebelum keluar negeri,sesudah di luar negeri dan sepulangnya dari luar negeri," kata Djoni disela kegiatan.‬

Berbagai hal yang selayaknya harus diketahui bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) diantarant harus mentaati peraturan perundang-undangan, baik di dalam negeri maupun di negara tujuan. Mentaati dan melaksanakan pekerjaannya sesuai perjanjian kerja, membayar biaya penempatan TKI di luar negeri sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dan memberitahukan atau melaporkan kedatangan, keberadaan dan kepulangan TKI kepada perwakilan RI di negara tujuan.

"Pemerintah juga memiliki kewajiban menjamin terpenuhinya hak hak CTKI/TKI. Baik yang berangkat melalui PPTKIS maupun berangkat secara mandiri. Pemerintah berkewajiban mengawasi penempatan CTKI/TKI, membentuk dan mengembangkan sistem informasi penempatan TKI di luar negeri, dan memberikan perlindungan pada TKI selama masa pra penempatan dan purna serta melakukan upaya diplomatik untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan TKI secara optimal di negara tujuan," tegas Djoni.

Dipilihnya daerah Cipanas sebagai tempat sosialisasi tidak terlepas karena Cipanas adalah termasuk wilayah Kabupaten Cianjur yang terbilang cukup tinggi mengirimkan TKI keluar negeri. Sedangkan diwilayah Kota Bogor sangat minim warganya yang menjadi TKI.

‪"Kita akui meski pemerintah telah menyatakan moratorium TKI ketimur tengah, akan masih saja banyak TKI yang berangkat ke negara tersebut. Dengan sosialisasi ini kita harapkan bisa menjadi upaya pencegahan TKI non prosuderal," paparnya [KC-02/tis]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Semangat Pagi Guruku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jam 7.45 WIB ku lihat seorang lelaki tua yang belum terlihat tua berjalan gagah penuh semangat di jalanan desa. Dengan baju rapih dan rambut klimisnya, tidak lupa dengan parfumnya yang menyengat bahkan ketika dia sudah berlalu bau parfum itu masih tercium jelas.
Pak Sari nama lelaki itu, seorang guru SD yang sudah berpuluhan tahun mengajar di SDN Darussalam Kota Tangerang dekat rumahku.

Perjalanan yang lumayan jauh ditempuhnya berjalan kaki dengan semangat menyapa setiap orang yang dilaluinya dengan senyum ramahnya. Padahal umur sudah tidak memungkinkan untuk itu. Tapi semangat mengalahkan usia tuanya untuk tetap mengajar para siswanya.

Aku Kiki siswi yang pernah sekolah disana lebih tepatnya alumni SDN Darussalam Kota Tangerang. Kira-kira sudah 6 tahun aku lulus sekolah SD dan sekarang aku sudah tamat sekolah SMK di 2013 ini.

Bertahun-tahun lamanya pak Sari belum terlihat perubahan darinya. Tetap tegas, gagah, semangat dan bau parfumnya yang menyengat itu :D juga terkadang dengan guyonan khasnya.
Dan sudah selama itu juga aku tidak pernah masuk ke sekolah itu lagi yang sudah berubah 100% dari 6 tahun lalu. Dan tanggal 15 Juli 2013 ini aku masuk kesana mengantarkan adikku Sevi yang duduk di kelas 2.

Kuperhatikan guru-guru disana
... baca selengkapnya di Semangat Pagi Guruku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

CIANJUR,[KC],- Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali melakukan rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedikitnya, 65 pejabat eselon II, dan III dilantik Bupati Cianjur  Tjetjep Muchtar Soleh  di Gedung Pramuka Cianjur, Kamis (24/03/16).

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa mutasi pejabat merupakan salah satu upaya dalam menciptakan iklim organisasi yang kondusif, serta sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia aparatur pemerintah.

Selanjutnya Bupati mengharapkan para pejabat yang telah dilantik agar mampu melaksanakan tugas dengan memanfaatkan potensinya secara maksimal. Serta melayani masyarakat secara optimal dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Terakhir Bupati mengingatkan kepada pejabat yang dilantik laksanakan tugas dengan sungguh – sungguh dan penuh rasa tanggung jawab, serta tumbuhkan kreativitas dan prakarsa untuk bergerak maju dalam mengembangkan unit kerja masing – masing,Tingkatkan kinerja organisasi dengan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindakan yang positif agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan, serta lakukan koordinasi yang efektif dan sinergis dalam melaksanakan program kerja dan anggaran, agar tercapai sesuai sasaran, serta tingkatkan pengendalian dan pengawasan melekat, yaitu dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku, guna menghindari penyimpangan terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Sidiq Elfatah, Melaporkan  pejabat yang dilantik berdasarkan Keputusan Bupati Cianjur No 820/Kep.51/BKPPD/2016 tertanggal 23 Maret 2016 diantaranya :

1.  Drs. Dadan WS staf ahli bupati bidang kemasyarakatan SDM
2.  Yono Ernawan SH staf ahli bupati bidang Pembangunan
3.  drh. Chaerul Anwar Staf ahli bupati bidang ekonomi dan keuangan
4.  Budi Rahayu T, S.Sos, MM, Kepala Bappeda
5.  Dedi S, S.ip. M.Si Dinas Pajak Daerah
6.  Arief Purnawan Badan Satpol PP
7. Pratama Nugraha E, SH, M.si Kabag Humas dan Keprotokolan setda  kab.Cianjur,
8.  A.  Mutawali S.Ag.  Kabag Kesra Setda kab. Cianjur
9.  Drs. Ucup D. Camat Cianjur,
10. Ade Suherman, SE. Camat Pacet,
11. Supardan, SH., Camat Cibeber,
12. Sutardi Camat Naringgul,
13. Ruskandar Fasa, SH,MH. Sekretaris Badan Kesbangpol [KC.10]**
CIANJUR,[KC],-  Guna memberikan dan meningkatkan pelayanan keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Kepolisian Resort (Polres) Cianjur menggalakan patroli bersepeda. Bahkan, rencananya Polres Cianjur akan segera membentuk unit khusus patroli bersepeda.

Waka Polres Cianjur, Kompol Himawan Sargaih, mengatakan, selain mendapatkan manfaat bagi kesehatan. Patroli bersepeda, dinilai efektif dalam penyampaian pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur.

"Kegiatan yang kami lakukan merupakan rangkaian cipta kondisi patroli bersepeda malam hari, yang dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cianjur Kota," kata Himawan, disela-sela giat Patroli bersepeda, Sabtu (19/3) malam.

Munculnya beragam masalah sosial kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur, ujar Himawan, dapat ditekan atau diantisipasi dengan giat patroli bersepeda itu. Sebab, tutur dia, dengan patroli tersebut personil kepolisian dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat atau komunitas masyarakat.

"Dari hasil pemantauan sepanjang jalur yang dilintasi patroli bersepada malam ini (Sabtu (19/3) ada beberapa titik atau spot yang menjadi perhatian kami, seperti kawasan eks Terminal Muka (Ramayana, red) dan jalur seputaran Jalan Amalia Rubini (Sayang)," tuturnya.

Kebutuhan akan stabilitas Kamtibmas yang kondusif, jelas Himawan, tentunya tidak hanya menjadi keinginan dari aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri, tetapi juga bagi masyarakat. Himawan menyebutkan, saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana antara masyarakat dan Polri terjalin suatu hubungan yang sinergis dalam mengupayakan terwujudnya kondisi Kamtibmas yang stabil.

"Jadi kami imbau masyarakat untuk dapat berperan aktif dalam mendukung dan menjaga kondisi kamtibmas, sehingga kondisi di wilayah hukum Polres Cianjur dapat terus tercipta,' jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Cianjur Kota Kompol Iskandar mengungkapkan, ada beberapa titik wilayah yang dinilai rawan gangguan kamtibmas, diantaranya kawasan eks Terminal [KC.04/Iman]***
CIANJUR.[KC],- Benning Rizahra yang merupakan Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa (GK YPnDD) yang ditempatkan di MI Al-Ikhlas selama setahun dari program Sekolah Guru Indonesia telah hampir dua bulan berada di tempat penugasan.
Banyak hal yang harus dilaksanakan dalam tugasnya sebagai Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia. Salah satunya yang dilaksanakan hari ini (18/03) yaitu Pelatihan Guru yang dilaksanakan di MI Al-ikhlas.

Selain peserta pelatihan yang merupakan guru-guru  MI Al-Ikhlas dan MTS Al-Ikhlas, acara pembukaan dihadiri juga oleh Komite Sekolah dan Ketua Yayasan Al-Ikhlas Bina Insan Mandiri.
“berdasarkan hasil supervisi melalui MPC4SP, bahwa guru harus lebih ditingkatkn kompetensinya, sehingga saya sebagai Guru Konsultan harus memfasilitasinya yaitu dengan diadakannya pelatihan guru dan saya sebagai pematerinya.”Benning menjelaskan.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut didasarkan pada rekomendasi materi hasil MPC4SP, yaitu RPP dan Model Pembelajaran, Pebelajaran Tematik, Kontekstual, dan Integratif berbasis Literasi, dan Media Pembelajaran.

“Karena materinya banyak, jadi dibuat dua hari pelaksanaan. Besok akan dilanjutkan dengan materi Pebelajaran Tematik, Kontekstual, dan Integratif berbasis Literasi, dan Media Pembelajaran.” Benning menambahkan.

Pelatihan ini diselenggarakan dua hari yaitu hari ini dan besok. Materi yang disampaikan dihari pertama mengenai RPP dan Model pembelajaran. Dalam pelatihannya tersebut, Benning mengajak langsung peserta pelatihan untuk membuat RPP. Selain membacakan hasil RPP masing-masing, beberapa peserta juga dipilih untuk menampilkan model pembelajaran berdasarkan materi yang didapat.

“Alhamdulillah dapat materi baru yang akan berguna untuk saya kedepannya sebagai guru. Karena selain dapat materi, kami juga langsung praktek.” Ayi, salah satu peserta pelatihan.

“Bersyukur dengan adanya pelatihan ini, jadi guru-guru kami mempunyai kompetensi yang lebih baik dalam menjalankan tugasnya nnati sebagai seorang guru.” Hasanudin, Kepala Madrasah Al-Ikhlas.[KC.04/Iman]***
CIANJUR[KC],- Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indonesia mendapat dukungan dari berbagai lembaga masyarakat yang peduli terhadap upaya negara memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Ini ditunjukkan melalui pengukuhan sekaligus deklarasi  Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Cianjur oleh Ketua Umum Bibit Samad Rianto yang pernah menjadi Wakil Ketua KPK yang digelar di Aula Pertemuan  Pondok Pesantren Al-Ittihad Karangtengah Cianjur (24/3).

Ketua DPD GMPK Kabupaten Cianjur, Asep Toha mengatakan dibentuknya GMPK Kabupaten Cianjur bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat dan  aparatur negara agar tidak terjerumus kepada kasus-kasus korupsi, dirinya juga akan membentuk relawan-relawan dari kalangan santri, pelajar, dan masyarakat lainnya agar dalam memerangi korupsi harus bersama-sama tidak bisa sendiri-sendiri.

"Tujuan awalnya adalah pencegahan dan pendidikan kepada para pelaku pemerintahan dan orang-orang yang dekat dengan pemerintah. Termasuk laporan dari masyarakat yang akan diproses jika ada indikasi dan alat bukti," Ungkapnya.

Sementara Ketua Umum GMPK Bibit Samad Rianto mengatakan kehadiran lembaga pendukung seperti ini lebih dikedepankan untuk tindakan pencegahan daripada penindakan. Karena melihat pengalaman yang lalu, meskipun sudah banyak tertangkap, tetapi nampaknya masih belum menimbulkan efek jera bagi pelaku lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan satu program yang bisa menutup kran tindakan korupsi sampai mengurangi kebiasaan korupsi (korupsi bukan budaya, tetapi kebiasaan).

"Tentunya kita meminta semua pihak juga agar bisa membantu sekaligus mengawasi. Pencegahannya sendiri, bagaimana agar lahan korupsi itu bisa kita tutup, supaya tidak ada lagi. Makanya kita lebih mengutamakan tindakan pencegahan daripada penindakan," tegasnya.

"KPK itu kekurangan tenaga, makanya saya bentuk GMPK untuk membantu mencegah dan menangkal tindakan korupsi. Kalau kita hanya menggantungkan ke KPK saja, tidak akan selesai korupsi itu," tandasnya.

Struktur kepengurusan GMPK Kabupaten Cianjur antara lain Ketua Asep Toha, R Yulian Faluzia, Wandi Ruswannur, RD.S.A Al Azis Revino, Marios Devys, Destiana Husnul Chotimah, Ridwan Mubarok, Heri Firmansyah, Dodi FT. [KC.10]***
CIANJUR[KC],- Jika tidak aral melintang,  Besok, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Cianjur akan dilantik dan dikukuhkan oleh DPP GMPK . Pengukuhan ini direncanakan akan digelar di Aula Pertemuan  Pondok Pesantren Al-Ittihad, Bojong Karangtengah Cianjur.

Ketua DPD GMPK  Kabupaten Cianjur, Asep Toha, didampingi Ketua panitia pengukuhan Faluzia dan Sekretaris Panitia Wandi kepada wartawan, Rabu (23/3) mengatakan, jumlah undangan acara pelantikan ini mencapai  300 undangan yang terdiri dari ormas/lsm, media, penggiat anti korupsi, pemerintah, pelajar dan santri , anggota DPRD Cianjur, dinas dan instansi terkait, dan undangan lainnya.

“Hari ini kami sudah bisa memastikan, Pengukuhan GMPK Kabupaten Cianjur akan dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum DPP GMPK Bibit Samad Rianto mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Sekretaris Umum Erif Hilmi yang juga Mantan Direktur Pencegahan KPK, dan dilanjutkan dengan Diskusi yang mengambil tema tatar santri tanpa korupsi ” ujar Asep Toha yang akrab dipanggil Asto.

Menurutnya, untuk kegiatan pengukuhan dan diskusi ini pengurus beserta panitia secara teknis  telah menyiapkan prosesi pengukuhan ini secara matang. “Kalau tidak ada halangan usai pengukuhan dan diskusi ini, pengurus DPD GMPK  Kabupaten Cianjur akan melaksanakan Rapat kerja yang akan membahas program kerja baik jangka pendek maupun jangka Panjang di Kabupaten Cianjur” ujarnya.

Menurut Asto, salah satu program yang akan dibahas ini adalah upaya pencegahan dan pendidikan kepada masyarakat dan para pelaku pemerintahan dan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan serta tekhnis pelaporan masyarakat hingga tindaklanjutnya. [KC.10]***
CIANJUR, [KC],- " Hari Air Sedunia atau World Water Day adalah sebuah kampanye global akan pentingnya air bagi kehidupan serta perlindungan dan pengelolaan sumber daya air yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut sejarahnya, Hari Air Sedunia, ditetapkan melalui Resolusi PBB Nomor 147/1993. Resolusi ini menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993" demikian disampaikan M. Abrar Putra Siregar salah satu panitia kegiatan Kampanye Peringatan Hari Air Sedunia saat berkampanye pada kegiatan car freeday minggu lalu.
(20/3).

Menurutnya Air sangat dibutuhkan setiap makhluk hidup. Saat ini telah terjadi kekurangan air di daerah-daerah yang ada di Indonesia. Ada masyarakat yang berjalan sejauh 5 kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih. Padahal fungsi air sangat banyak. Manusia juga sering tidak mengabaikan keharusan menjaga kebersihan di manapun berada. Tidak terkecuali kebersihan saluran air dan sungai di sekitar mereka.

Abrar menambahkan bahwa Kegiatan kampanye yang mengambil tema “Pohon Bebas Paku dalam Rangka Meyambut Hari Air Se-Dunia” dilaksanakan atas kerjasama  Fakultas Pertanian Universitas Nasional, Fakultas Pertanian Universitas Surya Kancana,  Malibu Adventure Cianjur dan Himpunan Mahasiswa Asahan, dengan sasaran Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum dengan rangkaian kegiatan Konservasi lingkungan berupa pencabutan paku dipohon sepanjang jalan cianjur dan bersih sampah di area Car Free Day cianjur, kampanye Hari Air Sedunia atau World Water Day  dengan memberikan informasi tentang lingkungan dan pembuatan Plang-plang dengan kata-kata cintai lingkungan.

"Harapannya masyarakat dapat menumbuhkan kepudulian terhadap lingkungan serta mengetahui ke esotikan dari pohon tersebut apabila tidak di tempelin dengan plang-plang promosi' Ungkap abrar. [KC.06]***

CIANJUR,[KC],- Bupati Cianjur Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM. menghadiri acara bhakti Sosial di RSUD Cianjur, kegiatan yang dilaksanakan kerjasama antara Mabes TNI, Yayasan Budha Tsu Chi, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur (RSUD) Cianjur berupa pengobatan gratis seperti katarak, tumor, hernia dan bibir sumbing.

Acara tersebut dihadiri Asisten Teritorial TNI Wiyarno, S.Sos, Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. Ben Rimba, Kodim 0608, Letkol ARM Imam Haryadi, Kasrem dan jajarannya, DPRD Cianjur komisi IV, H. Sapturo, Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur H. Oting Zainal Mutaqin, para Asda Kab. Cianjur, OPD terkait, Ketua TP. PKK Kab. Cianjur Hj. Yana Rosdiana, Mui Kab. Cianjur, Jajaran Budha Chi serta para tamu undangan lainnya, bertempat di RSUD Cianjur minggu 19 maret 2016 sedangkan pelaksanaan operasinya dilaksanakan di RSUD Cianjur mulai tanggal 18 sampai dengan 20 maret 2016 dan untuk Tim dokter terdiri dari TIM dokter dari yayasan Budha Tzu Chi dan RSUD Cianjur, Peserta lebih dari 1000 yang datang dari kecamatan - Kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Bupati Cianjur dalam sambutannya mengharapkan kegiatan itu bermaslahat serta mendapat limpahan berkah dan rahmat dari Allah SWT, sebagai momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh komponen bangsa dalam rangka melaksanakan aktivitas di bidang sosial kemanusiaan.

Ucapan selamat datang dan terima kasih disampaikan kepada pihak TNI dan pimpinan serta seluruh jajaran yayasan buddha tzu chi. Bahwa dalam situasi dan kondisi seperti sekarang, TNI bersama yayasan Buddha Tzu Chi dapat membuktikan kepeduliannya dalam menolong sesama. hal ini mengindikasikan bahwa bangsa indonesia masih memiliki jiwa kegotongroyongan dan kepedulian yang tinggi pada aktivitas sosial.

Selanjutnya Bupati mengatakan Kegiatan seperti itu merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. kami menyambut baik dan mendukung sepenuhnya upaya dari TNI yang bekerjasama dengan yayasan Buddha Tzu Chi, dalam membangkitkan segenap potensinya untuk berbagi hati, berbagi pikiran, dan berbagi pengalaman, melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat. juga dapat lebih meningkatkan solidaritas kita, serta membiasakan diri berbagi kebahagiaan diantara sesama, guna membangun semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta merupakan wahana untuk mengasah kepekaan jiwa kita terhadap kekurang – beruntungan, yang dapat membukakan kesadaran serta membawa kita kepada rasa syukur atas nikmat yang kita terima dari Allah SWT.

Terakhir Bupati mengajak , kebersamaan itu hendaknya terus di pelihara agar dapat semakin menumbuhkan sikap saling pengertian dan semangat kerja sama antara TNI, Pemerintah Kabupaten dan segenap elemen masyarakat, sehingga tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat benar – benar dapat tercapai.[KC.10]***
Oleh: Ahmad M. Nur

Dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat, yang tertera dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang di dalamnya terdapat  Pendidikan Berbasis Masyarakat, yang orientasinya lebih ditujukan kepada kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat, pendidikan berbasis masyarakat dapat diselenggarakan secara formal maupun secara nonformal.

Dalam konteks kali ini bahwasanya point atas budaya itulah yang menjadi topic pembahasan. Sejalan dengan era globalisasi yang semakin pesat, terutama dalam bidang kultur dan budaya, keberadaan teknologi yang semakin berkembang maka pada prosesnya, budaya-budaya luar yang teradopsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang dianggapnya sebagai perwujudan moderenisasi yang begitu saja ditelan secara mentah-mentah tanpa adanya filterisasi terlebih dahulu, tidak ada salahnya dan sulit untuk dipungkiri untuk  mencari tahu akan hal-hal tersebut.

Maka karakter berbudaya disini ialah ciri khas yang mencerminkan kultur ke Indonesiaan yang implikasinya dalam kehidupan sosial, agar budaya-budaya tersebut tidak hilang tergilas perubahan zaman. Semakin maraknya budaya pergaulan bebas yang tak lagi dianggap sebagai hal yang tabu dikalangan muda-mudi masa kini dan berujung pada, penggunaan narkoba, sex bebas, serta lunturnya moral dan etika.

Pendidikan pun perlu menindak dalam meminimalisir fenomena-fenomena seperti ini, tidak hanya sekedar transfer of knowledge, namun transfer of value harus lebih ditekankan. Nilai-nilai keIndonesiaan yang lebih dimaksudkan dalam menghadapi hal-hal tersebut, namun dalam urgensinya tidak hanya kepada permasalahan yang timbul saja, adapun pepatah yang mengatakan “mencegah lebih baik dari pada mengobati”.

Maka nilai-nilai dengan unsur keIndonesiaan ataupun kedaerahan perlu peningkatan lebih dan tidak hanya dalam pendidikan formal saja, berkaitan dengan pendidikan nonformal itu sendiri yang telah diatur dalam UU No.20 Tahun 2003 Pasal 26 Tentang Sistem pendidikan Nasional, yang diatur dalam Pasal 26 dan Pasal 55, pendidikan berbasis masyarakat. Pendekatan dalam hal ini lebih kepada nilai-nilai budaya dan keIndonesiaan, dengan melihat perkembangan zaman yang terus berubah tanpa harus meninggalkan budaya-budaya akan nilai-nilai moral dan etika bangsa ini, pembentukan kelompok-kelompok belajar dalam masyarakat dan masyarakat itu sendiri yang menjadi subjek dengan muatan tentang budaya dan keIndonesiaan.

Jadi peran masyarakat dari tiap kalangan terutama lebih kepada para pendidik, tidak hanya harus selalu esklusif, karna peran dari mereka-merekalah yang mahir dalam bidang-bidangnya seperti para dosen, guru danlain-lain. Terlihat pendidikan nonformal seperti inipun sudah banyak diterapkan di Indonesia, terutama oleh masyarakat-masyarakat daerah, yang membekali para generasinya agar berbudaya luhur, dalam segi kerohanian, moral, dan etika, maka dalam penerapan pendidikan nonformal yang berbasis masyarakat ini perlu kedalam kota-kota besar terutama di ibu kota yang  penyerapan budaya luar semakin hari semakin pesat pada prosesnya.

Dalam penerapannya  nilai-nilai keIndonesiaan dan kebudayaan bukan hanya pada pencitraannya saja, namun alangkah baiknya lebih kepada nilai-nilai yang tertuang di dalamnya. Maka dengan ini, apabila penekanan terhadap hal-hal tersebut dapat terealisasikan secara fleksibel, kitalah yang akan membawa arus globalisasi, bukan terbawa oleh arus globalisasi. Dengan beragam budaya asli Indonesia yang terbentang dari sabang sampai marauke, namun tetap menjadikan kita satu kesatuan dalam semboyan bangsa ini Bhineka Tunggal Ika yang di akui oleh bangsa Indonesia.

Adapun perspektif  history yang menurut Surakhmad (2000:20) yang menyatakan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah perkembangan lebih lanjut dari pendidikan  berbasis sekolah. Dalam pandangannya, “konsep pengelolaan pen-didikan berbasis sekolah (PBS) adalah konsep yang sangat mungkin  perlu kita dahulukan sebagai titik tumbuh konsep pendidikan berbasis masyarakat”. Maka dengan perspektif itu Surakhmad menegaskan bahwa pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan yang dengan sadar menjadikan masyrakat sebagai persemaian dasar perkembangan.

Konsep pendidikan berbasis masyarakat merupakan usaha peningkatan rasa kesadaran, kepedulian, kepemilikan,keterlibatan dan tanggung jawab masyarakat. Menurut surakhmad ada enam kondisi yang dapat menentukan terlaksananya konsep pendidikan berbasis masyarakat, yaitu:

1. Masyarakat sendiri mempunyai kepedulian dan kepekaan mengenai pendidikan.
2. Masyarakat sendiri telah menyadari pentingnya pendidikan bagi kemajuan masyarakat.
3. Masyarakat sendiri telah merasa memiliki pendidikan sebagai potensi kemajuan mereka.
4. Masyarakat sendiri telah mampu menentukan tujuan-tujuan pendidikan yang relevan bagi mereka.
5. Masyarakat sendiri telah aktif berpartisipasi di dalam penyelenggaraan pendidikan.
6. Masyarakat sendiri yang menjadi pendukung pembiayaan dan pengadaan sarana pendidikan.

Maka kesadaran, kepedulian dan komitmen yang perlu ditekankan dalam pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Karna dengan kepedulian melihat kondisi sekitar dalam masyarakat, serta kesadaran dan niat untuk saling berkomitmen agar terbentuknya bangsa yang senantiasa menanamkan nilai-nilai  keIndonesiaan yang diselenggarakan dalam bentuk pendidikan nonformal, agar menjadi bangsa yang mempertahankan nilai-nilai keIndonesiaan dan kebudayaan sebagai karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Maka dari itu dengan memnafaatkan kebebasan berotonom hari ini, masyarakat daerah harus mampu menjadi contoh atas moral dan budaya, melalui jalur-jalur pendidikan, baik secara formal dengan mendalami muatan lokal, lalu dilanjutkan dengan jalur nonformal yang berbasis masyarakat.

Penulis : Benning Rizahra (Kuningan, Jawa Barat)
Guru Konsultan Sekolah Literasi Indoensia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa


Pada zaman sekarang sangat banyak pengaruh dari luar negri baik itu dari segi budaya, fashion, juga life style. Dampak dari hal tersebut memberikan pengaruh positif dan negatif bagi warga Indonesia.  Perubahan zaman ini sudah pasti mengubah juga gaya hidup seseorang, termasuk anak-anak.

Dunia anak-anak yang sangat akan mempengaruhi masa depannya, hendaknya diciptakan lingkungan yang baik, yang dapat menumbuhkan karakter yang baik pula sebagai generasi bangsa. Namun, pada zaman sekarang, pengaruh dari luar seperti gadget, mempunyai pengaruh besar terhadap anak, mulai dari hal negatif juga positif, tergantung menyikapinya.

Pengaruh negatif dari adanya gadget seperti, rabun sejak dini dikarenakan sinar radiasi yang selalu memncar ke mata karena anak zaman sekarang banyak menghabiskan waktu dengan gadgetnya. Selain itu, karena keasyikan dengan gadget yang dimiliki membuat anak-anak merasa betah dirumah dengan hanya ditemani gadget, sedangkan seharusnya pembelajaran sosialisasi terhadap anak harus diajarkan sejak dini, seperti  bermain bersama temannya dan belajar bersama.

Sedangkan pengaruh positifnya, anak-anak akan banyak lebih mengetahui dunia di luar sana dan ilmu lainnya yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah. Itu semua, pada dasarnyakembali ke pribadi anak-anak tersebut dalam menyikapinya, terutama peran penting orangtua dalam mendampingi tumbuh kembangnya anak.

Agar anak-anak tidak terdampak pengaruh negatif, perlu mereka mengetahui bahwa ada permainan yang lebih menyenangkan. Selain bermain juga menanamkan sikap kerjasama dan mengajarkan sosialisasi, yaitu permainan tradisional yang pada zaman sekarang hanya sebagian kecil anak-anak yang mengetahui permainan tradisional. Padahal itu merupakan sebuah seni yang dimiliki Indonesia.

Termasuk kesadaran guru dalam melestarikan permainan tradisional. Guru yang mendidik anak-anak harus menjaga kelestarian budaya dengan menanamkan nilai-nilai budaya dan mngeajarkannya terhadap anak. Salah satunya dengan permainan tradisional.

Permainan tradisional tidak memerlukan biaya besar seperti untuk membeli gadget. Bahkan nilai positifnya anak-anak dapat menjalankan kesehariannya sebagai anak-anak karena bermain bersama teman-temannya, tidak bermain sendiri hanya dengan gadget.

Banyak jenis permainan tradisional seperti oray-oranyan, kucing-anjing, anak belakang, engklek,  karet, dan lain-lain. Inilah salah satu cara agar anak-anak mengetahui bahwa ada permainan yang lebih menyenangkan.

Menyadari hal itu, saya sebagai guru konsultan Sekolah Literasi Indonesia yang ditempatkan di MI Al-Ikhlas di kampung Gunung Putri desa Sukatani kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur sudah seharunya menerapkan terhadap anak untuk melestarikan permainan tradisional. Supaya anak-anak tertarik harus dikemas dengan menarik.
Oleh. Ahmad M. Nur

Sosok yang digugu dan ditiru. Slogan yang memiliki makna yang dalam bagi penyandang gelar guru. Makna di balik slogan ini adalah bahwa sosok seorang guru dapat dipercaya dan ditiru. Oleh sebab itu, tindakan guru akan selalu menjadi panutan bagi peserta didiknya.

 Belakangan ini, banyak sekali isu-isu seorang guru mengajarkan paham radikalisme kepada peserta didiknya. Ini adalah sebuah ancaman besar. Bagaimana tidak? Sosok yang menjadi tauladan, mengajarkan sesuatu yang mengancam ketentraman publik. Dimana di negara yang kita tinggali ini yaitu Indonesia, memiliki banyak sekali perbedaan baik bahasa, agama, ras, suku, aliran dan lain sebagainya. Jika yang diajarkan adalah paham radikalisme (terorisme) yang mana tidak menerima pemahaman apapun yang berbeda, maka peserta didiknya pun akan menjadi seorang yang radikal. Inilah yang menjadi sebuah tantangan berat berupa makin maraknya penyebaran pemahaman intoleran dan radikal bagi kita.

Seorang guru terutama guru agama semestinya mendidik peserta didiknya agar berkarakter toleran yang mana sesuai dengan semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu, guru harus memegang konsep pendidikan multicultural agar menjadi bekal untuk mengajar. Yang dimaksud pendidikan multicultural yaitu model pendidikan yang mengusung ideologi yang memahami, menghormati dan menghargai harkat dan martabat manusia dimanapun ia berada dan darimanapun asalnya.

Seorang guru harus memahami bahwa perbedaan itu rahmat. Perbedaan juga suatu keniscayaan. Sehingga, memiliki sikap toleran menjadi keharusan. Salah satu caranya agar peserta didik menjadi toleran yaitu seorang guru harus memiliki sikap toleran dan memahami pendidikan multikutural.

Pendidikan multikultural bukan hal yang asing, pendidikan multikultural yang menghargai perbedaan ini sudah dicontohkan oleh pendiri bangsa kita. Yaitu saat merumuskan Pancasila. Yang diusung di dalamnya setelah melalui  perundingan adalah isu-isu yang universal. Sehingga dapat diterapkan pada lapisan masyarakat manapun. Seperti halnya sila pertama, “ketuhanan Yang Maha Esa”. Jika yang beragama adalah Islam maka yang dimaksud ketuhanan disitu adalah Allah, dan ketika diterapkan pada agama kristen, yang dimaksud adalah yesus dan lain sebagainya.

Indonesia sebagai negara terbanyak penduduknya keempat di dunia, dengan posisi strategis geopolitik dan geoekonominya, lalu ada juga MEA, semua itu akan mempengaruhi bangsanya. Di situlah tantangan menjaga toleransi di Indonesia, agar Indonesia dapat menjawab tantangan dunia. Dan Tantangan-tantangan ini pun harus dihadapi bersama, dengan tetap menjaga semangat toleransi di tengah keragaman, demi persatuan bangsa..
CIANJUR,-[KC],- Reforma agraria  sangat berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat di Republik Indonesia. Apalagi, mengingat masyarakat miskin di Indonesia ini ada sekitar 38 juta orang dan mereka yang menganggur sekitar 8 juta orang. Namun tidak sedikit diantara mereka yang belum memiliki tanah, sehingga sudah seharusnya reforma agraria ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahtraannya. Demikian diungkapkan Dirjen Penataan Agraria ATR/BPN RI, Doddy Imron Cholid saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan para petani di Desa Cipendawa, Pacet (13/3) bersama Prof Ali Zum Mashar penemu mikroba google.

" Saya lihat untuk wilayah Cianjur Utara seperti daerah Cipanas dan Pacet sangat subur, sehingga melalui reforma agraria di kedua wilayah itu seharusnya bisa menjadi ladang masyarakat untuk bisa hidup sejahtera," tutur Doddy.

Menurutnya saat ini beberapa sertifikat tanah siap diberikan kepada para petani di daerah Ciguntur. Sehingga mereka yang akan memberdayakan tanah yang dulunya bekas galian pasir itu, bisa ikut menghijaukannya kembali. Tentunya ini butuh cara - cara yang tepat dan akurat.

"Makanya, saya mengajak ilmuwan pertanian Prof Ali Zum Mashar sebagai penemu mikroba google untuk bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan lebih kepada petani," terangnya.

Apalagi Prof Ali ini memiliki cara khusus agar sayuran bisa berkembang biak dengan baik meskipun berada di cadas sekalipun. Makanya ilmu dan produk pupuk yang ditemukannya sangat penting untuk masyarakat dalam menyuburkan tanahnya di Ciguntur.

"Tak hanya bisa menyuburkan tanah, penemuan Prof Ali ini hebatnya bisa meningkatkan hasil pertanian," tuturnya.

Makanya, sudah seharusnya reforma agraria ini menolong masyarakat terutama berekonomi lemah. Sehingga setelah mereka memiliki sertifikat tanah, masyarakat bisa bertani dan menghijaukan kembali lahan yang sudah kering di Ciguntur.

"Kami berharap pihak pemerintah daerah bisa mendukung mengenai kesejahtraan para petani, karena ini masalah bangsa demi mensejahtrakan rakyat," tegasnya.

Sementara itu Prof Ali Zum Mashar mengaku, sangat antusias dengan program reforma agraria yang kini terus diterapkan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BPN RI. Tentunya, dia mendukung untuk bisa memberikan penyuluhan langsung kepada para petani.

"Dengan adanya penerapan hasil pemuan ini, bisa meningkatkan hasil pertanian. Seperti contoh dari komoditas kentang biasanya menghasilkan 10 ton per hektar kini bisa mencapai 44 ton per hektar. Perbedaanya hingga 4 kali lipat," ungkap penemu mikroba google ini.

Pria yang juga menjadi Ketua Serikat Tani Islam Indonesia (STII) mengaku, hasil penemuannya akan ditransfer kepada para petani secara langsung, salah satunya melalui program reforma agraria ini.

"Semua jenis sayuran bisa diterapkan dengan metoda ini, kuncinya kadar asam dalam tanah yang tidur bisa diaktifkan sehingga meningkatkan kesuburan tanah oleh mikroba. Kami harapkan, langkah ini bisa mendorong peningkatan kesejahtraan para petani," tukasnya.[KC.07/Fik]**
CIANJUR,[KC],- Cobalah lihat bak sampah atau  truk sampah yang ada di sekitar lokasi rumah anda (Amrol). Hitung, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi bak dan truk  itu dengan sampah, ternyata, hanya dibutuhkan beberapa jam agar truk itu penuh,  ada banyak bak  sampah dan tempat  penampungan  sampah jenis lain nya, yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur dan jika semua truk sampah itu membutuhkan waktu yang  sama agar penuh, berapa jumlah banyak sampah yang dihasilkan di Cianjur?

Dari pantauan kabarcianjur.com, semua  hasil sampah dari masyarakat Cianjur ini semuanya dibuang di TPA Pasir Sembung.  setiap harinya, TPA Pasir Sembung menerima sampah hingga 250 ton lebih.

“Seharinya disini bisa mendapat 250 ton sampah” ujar Wawan, salah satu pegawai di TPA Pasir Sembung.

Wawan menambahkan, ada 23 truk sampah yang mengangkut di wilayah cianjur dalam satu hari, ada dua shift yang diberlakukan untuk mengangkuti sampah di Cianjur. Selain truk, ada juga 10 unit cator, selain itu ada juga mobil pick up dari tiap – tiap Desa atau kecamatan, bahkan selain yang dikelola oleh pemerintah ada juga truk sampah milik swasta  yang mengirim sampah ke TPA Pasir Sembung ini. Kami lakukan hal ini agar kota Cianjur bisa terlihat bersih dan sehat” tambah Wawan.

Jika TPA Pasir sembung harus menerima sampah dengan jumlah yang begitu besar pada lahan yang luas nya hanya 61122 m2, maka berapa lama lagi TPA Pasir Sembung ini bisa menerima dan menampung sampah yang di sumbang oleh masyarakat Cianjur.

Jika sampah tidak di Reproduksi  maka akan terjadi penumpukan sampah di TPA  Pasir Sembung, selain itu lingkungan pun akan tercemar terutama  sawah dan sumur warga sekitar, pencemaran udara,  dan sumber  penyakit akan datang, banjir, bahkan longsor  jika TPA Pasir Sembung sudah tidak kuat menampung sampah yang di kirim oleh masyarakat Cianjur,  jangan sampai bencana yang terjadi di TPA  kota lain ter jadi juga di TPA Pasir Sembung.

Kepala Bidang Kebersihan DKP Cianjur, Pratama mengungkapkan bahwa Pengolahan sampah di Pasir Sembung sendiri menggunakan sistem Controll Landfill atau sistem pengurugan yang di lakukan setiap hari secara periodik sampah yang telah tertimbun ditutup dengan lapisan tanah untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan, padahal seharus  nya kita pakai sistem Sanitary Landfill, namun itu biaya nya mahal, pengolahan tersebut memakan biaya Rp. 400.000/ton, kalau dikalikan sehari 250 ton maka biaya yang harus di keluarkan adalah Rp.100.000.000/hari, biaya yang di keluarkan untuk operasional DKP saja itu hanya  6 - 8 milyar setiap tahun nya,  maka dari itu sangat di butuhkan kesadaran masyarakat untuk meminimalisir sampah, terutama sampah pelastik dan sampah rumah tangga lain nya”.terang Pratama di kantornya. (12/03/2015).

“Diharapkan di tingkat pemerintahan Desa bahkan sampai tingkat RT dan RW, bisa mengoptimalkan pengolahan sampah di daerah nya masing – masing, dengan cara membentuk pengolahan sampah, misalnya untuk sampah NON ORGANIK seperti plastik bisa dikumpulkan lalu dijual, dan untuk sampah ORGANIK  bisa di manfaatkan untuk pupuk atau dijadikan pakan”. Tambah Pratama.

Setiap individu adalah penghasil sampah dan masyarakat memiliki peran untuk bisa menanggulanginya. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana cara mengurangi sampah, padahal setiap individu bisa berteman dengan sampah dan membuat sampah menjadi lebih berguna.

3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle hingga saat ini masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

3R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Lewat beberapa langkah mudah di atas, mari memulai kebiasaan hidup yang lebih baik demi masa depan Cianjur yang lebih baik. [KC06/AVES]**

CIANJUR, [KC].- Evakuasi terhadap tiga korban yang masih tertimbun di hotel Club Bali areal komplek Kota Bunga Cipanas dengan menggunakan alat berat sekitar pukul 17.00 WIB dihentikan. Selain mempertimbangkan kemungkinan korban bertahan hidup relatif kecil, cuaca juga kurang mendukung.

Tidak lama setelah dihentikan kawasan Kota Bunga Cipanas dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Kondisi tersebut sangat membahayakan bagi jalannya proses evakuasi. Evakuasi baru akan dilaksanakan kembal esok harnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur, Asep Suparman menegaskan, kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi salah satu alasan untuk menghentikan proses evakuasi. "Ini sangat membahayakan, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi longsor susulan. Apalagi ini hujan cukup deras," kata Asep.

Proses evakuasi akan dilanjutkan keesokan harinya dengan menggunakan alat berat. "Kita lanjutkan besok pagi, mudah-mudahan cuacanya mendukung tidak hujan seperti saat ini," tegas Asep.

Dengan demikian diperkirakan masih terdapat tiga korban yang masih tertimbun. Ketiga korban tersebut adalah pasangan suami istri Budi Tanuardi dan dr. Mey serta Bun Susanto. Diprediksikan ketiganya sudah meninggal dunia [KC-02]**
CIANJUR,[KC],- Berikut data korban longsor yang menerpa Hotel Club Bali di areal komplek real estate Kota Bunga Cipanas Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur
Korban Selamat: 1. Mistar (30) 2. Elviana (36) 3. Lany (34) 4. Angelina (4) 5. Ester (2,5) 6. Bun Shin Kim (69) 7. Natasya (7) 8. Dewi (17)

Korban yang masih terjebak diantara puing bangunan hotel;
1. Bun Susanto (36) 2. Budi Tanuardi 3. Dr. Mey (sumber BPBD Cianjur) [KC-02**]

CIANJUR, [KC].- Tebing longsor hancurkan bangunan Hotel Club Bali di areal komplek real estate Kota Bunga Cipanas Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kab. Cianjur, Rabu (9/3/2016) dini hari. Sejumlah tamu hotel menjadi korban. Mereka terjebak diantara reruntuhan bangunan. Delapan orang berhasil diselamatkan, sementara tiga orang masih terkubur reruntuhan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsor tebing persis depan Hotel Club Bali itu terjadi setelah sehari sebelumnya terjadi hujan lebat. Tidak diketahui persis bagaimana awalnya, tiba-tiba tanah tebing setinggi sekitar 40 meter itu longsor dan menimpa bangunan depan hotel.

Akibatnya, bangunan hotel tertimbun longsoran tanah dan sebagian besar roboh serta rusak berat. Sejumlah tamu hotel yang sempat mengetahui adanya longsor berhasil menyelamatkan diri.

"Saya kira suara orang yang lagi ngedorong roda, tapi kok lama-lama semakin keras suaranya dan tiba-tiba mati lampu serta bangunan pada roboh," kata Lany (34) salah seorang korban selamat.

Saat kejadian Lany sedang bersama anak dan suaminya serta pembantunya. Ia mengaku hanya sempat membawa dua anaknya keluar dari balik reruntuhan bangunan. "Anak saya yang satu terjebak sama ayahnya. Situasinya gelap saya hanya lihat ada lubang dan berupaya keluar sampai akhirnya ditolong," paparnya [KC-02]**.
CIANJUR,[KC],- Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api Kampung Balembeng RT 01 RW 07 Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Cianjur. Sebuah Elf angkutan  terseret Kereta Api Siliwangi diduga si sopir tak melihat kedatangan kereta api.

Akibatnya tiga orang kritis, dan kondisi elf penyok di sebelah kanan. Bagian depan rusak parah akibat benturan. Masih terlihat ada tetesan darah di bagian jok sopir.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Gito, sopir angkot, Taufik Hidayatullah, baru saja ngetem. Dia melajukan kendaraan dan mengejar penumpang ke arah jalan raya utama Cibeber. Saat melintasi rel sekitar pukul 07.20 WIB, Taufik tak menyadari ada KA Siliwangi jurusan Sukabumi-Cianjur lewat.

"Sopir tak melihat kedatangan Kereta Api karena penglihatannya terhalang oleh bangunan di sebelah timur," kata Gito (8/3).

Selain Taufik, korban kecelakaan lainnya adalah Muhtar (kondektur) dan Jajang (penumpang). " Kini korban kondisinya kritis karena sempat tergencet bodi kendaraan. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur," imbuhnya.[KC.07/Yedi]***
CIANJUR,[KC],-  Secara historis, keberadaan pesantren hampir bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia. Alasannya sangat sederhana. Islam, sebagai agama dakwah, disebarkan secara efektif melalui proses transformasi ilmu dari ulama ke masyarakat (tarbiyah wa ta’lim, atau ta’dib), proses ini di Indonesia berlangsung melalui pesantren. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Salim Segaf Al-Jufri dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al-Musyarofah Warungkondang Cianjur, tadi pagi (6/3).

Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia di era SBY ini memuji keikhlasan para kyai pesantren yang terus menerus tanpa kenal lelah mendidik dan membina generasi Indonesia menjadi generasi yang ahli dzikir dan mengenal Alloh sehingga melahirkan para pemimpin yang baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

" Saya sangat mengapresiasi pondok pesantren yang terus menerus membina generasi muda Indonesia yang berkarakter sehingga melahirkan pemimpin yang membawa masyarakatnya menjadi Ahli dzikir dan dengan demikian akan bermunculan majlis-majlis dzikir, majlis-majlis ilmu, dan majlis-majlis tahfidz dimana-mana " ucapnya.

Ditengah-tengah jamaah pondok pesantren Al-Musyarofah, Ketua Majlis Syuro PKS ini mengajak masyarakat khususnya orang tua untuk berhati-hati dalam memilih lembaga pendidikan untuk putera-puterinya karena tidak sedikit diantara mereka yang pengajarannya menjauhkan siswanya kepada Allah SWT.

" Hati-hati memasukan putera-puterinya ke lembaga pendidikan karena masih ada lembaga yang sistem pengajaranya justru menjauhkan dirinya dengan mengenal Allah"


Salim segaf mencontohkan guru yang  selalu mangajak siswanya untuk mempercayai yang  bisa kita lihat saja, dan selanjutnya kita yakini.

" Maka lembaga pendidikan pesantren harus memiliki kurikulum yang lengkap dan modern sehingga dalam mengajarkan anak, tidak hanya ilmu tauhiid, dan fiqih, namun juga pengetahuan umum dan teknologi seperti di Pondok pesantren Al-Musyarofah ini" tambah salim.

Sementara itu pimpinan pesantren Al-Musyarofah Warungkondang Cianjur, Abdul Wahid merasa bahagia dan bersyukur dapat dikunjungi Habib Prof.Dr. Salim Segaf Al-Jufri, dirinya berharap ada keberkahan dalam silaturahmi walaupun beberapa saat.

" Saya  merasa terhormat dapat dikunjungi oleh habib Salim Segaf Al-Jufri semoga diberikan keberkahan bagi pesantren yang saya kelola bersama para keluarga" ucap Wahid.

Dalam silaturahmi kunjungan tersebut hadir pula Anggota DPR RI PKS, Abu Bakar Al-Habsy, Habib Idrus, dan Anggota DPRD PKS Cianjur, Drh. Baruna, Teguh Agung NM, dan Wilman Singawinata serta tokoh masyarakat lainnya. [KC.06]**
Penulis :Benning Rizahra 
Guru Konsultan Sekolah Literasi Indonesia Yayasan Pendidikan Dompet Dhuafa

Kelas merupakan tempat belajar yang harus dibuat nyaman agar siswa betah berada di kelas. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh kebijakan kepala sekolah maupun kompetensi guru dalam mengelola kelas.

Guru harus mengetahui masa anak-anak pada usia sekolah dasar, dimana mereka senang dengan keceriaan dan penuh warna. Sehingga apabila guru sudah mengetahui hal tersebut, seharusnya guru dapat mengelola kelas dengan baik sehingga anak akan semangat untuk ke sekolah dan semangat untuk belajar.

Menurut Chatib (2014) menyatakan bahwa paradigma guru di Finlandia, apabila muridnya tidak memahami materi ajar, maka yang harus disalhkan adalah gurunya. Dari pernyataan Chatib tersebut jelas bahwa guru memiliki tanggungjawab untuk membuat muridnya memahami materi ajar.

Mulai dari methode yang menarik, sikap guru yang selalu dirindukan siswanya, juga suasana kelas yang indah. Suasana kelas yang indah dapat didukung dengan adanya display kelas. Display kelas yaitu merupakan suatu media yang digunakan untuk memberikan informasi penting sebagai penunjang pembelajaran yang merupakan hasil karya siswa (Sampurno, 2013). Jadi, display kelas merupakan pajangan yang ada dikelas yang bertujuan untuk memberikan informasi penting mengenai pembelajaran dan merupakan hasil karya siswa. 

Guru dapat membuat display kelas dengan memajang hasil karya siswa mengenai materi pembelajaran. Misalkan menempel bersama bentuk-bentuk bangun datar pada kertas karton, lau ditempel di dinding kelas. Selain itu, guru dapat memasang hasil menggambar siswa, sehingga siswa akan bangga karena dapat meilhat hasil karyanya.

Display kelas harus dibuat semenarik mungkin dengan penuh warna dan memiliki bentuk yang menarik. Bahan untuk membuat display kelas tidak harus dari barang baru, bisa dari barang bekas dan bahan-bahan lainnnya seperti daun, ranting, plastik, dan lain-lain.

Ketika kelas sudah indah dengan pajangan-pajangan hasil karya siswa yang penuh warna, hal itu akan membuat siswa tertarik untuk selalu hadir ke sekolah untuk melihat hasil karyanya. Selain itu display kelas akan membuat kelas yang menarik siswa yang pada usia sekolah dasar senang dengan keceriaan dan penuh warna.
CIANJUR, [KC].- Pemkab Cianjur untuk sementara menganggarkan sekitar Rp 200 juta untuk perbaikan jembatan Bayabang di Kampung Lemah Duhur Desa Cirumput yang amblas akibat diterjang banjir, Kamis (3/3). Anggaran tersebut tidak hanya untuk jembatan Bayabang, tapi juga jembatan lainnya diwilayah Desa Cirumput.
Kepala Dinas Binamarga Kab. Cianjur, Atte Adha Kusdinan, mengatakan, meski akan menganggarkan Rp 200 juta, namun besaran dana itu masih sebatas taksiran. Artinya anggaran bisa saja naik atau bahkan bisa berkurang tergantung kebutuhan.
"Bisa saja angka lebih besar atau bahkan lebih kecil. Tergantung nanti pengkajian dari tim kami yang sudah kami terjunkan ke lokasi untuk menghitung besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya," kata Atte, Jum'at (4/3/2016).
Atte menyebut, pihaknya pernah meninjau sejumlah jembatan yang ada diwilayah Kecamatan Cugenang. Hasil peninjauan kala itu kondisinya masih baik dan layak. Termasuk adanya ancaman longsor juga dinilai sangat minim. "Termasuk yang amblas, saat itu masih baik, dan hanya dialiri air yang debitnya kecil. Tapi ternyata diluar dugaan air bisa besar setelah hujan dan mengakibatkan jembatan amblas," kata Atte.
Untuk itulah, pihaknya akan kembali memantau jembatan-jembatan yang ada di Cianjur untuk memastikan masih layak atau tidak. Jika ternyata ada yang memerlukan perbaikan, akan segera dianggarkan.
"Sejumlah jembatan kami anggap rawan seperti yang ada di wilayah Cugenang, Pagelaran, dan di beberapa titik lainnya. Kami akan lakukan perbaikan untuk antisipasi roboh lagi," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, menekankan kepada dinas teknis untuk cepat tanggap apabila terjad jembatan roboh, pasalnya hal itu merupakan akses vital yang menunjang aktivitas warga.
"Kalau ada sarana vital yang berkaitan dengan hajat orang banyak harus segera ditangani. Seperti halnya jembatan, ini kan menjadi akses utama warga. Jika ambruk, warga akan sulit beraktivitas. Makanya harus dengan cepat dan tepat penangananya," tegas Oting.
Sebelumnya Kepala Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur Beni Irawan meminta Pemkab Cianjur cepat tanggap akan kebutuhan masyarakat menyusul robohnya jembatan penghubung antara Desa Cirumput dan Desa Talaga Kecamatan Cugenang yang amblas akibat diterjang luapan sungai Bayabang, Kamis (3/3) sore. Untuk sementara agar aktivitas warga tidak terganggu diatas jembatan yang amblas tersebut dipasangin bambu.
"Memang masih ada jalan lain, tapi harus memutar. Kasihan warga yang biasa melintasi jembatan itu dalam melaksanakan aktivitasnya. Sekarang harus memutar dengan jarak yang lebih jauh lagi," kata Beni saat dihubungi, Jum'at (4/3/2016).
Agar bisa dilalui meski harus jalan kaki, diatas jembatan tersebut dipasang jembatan bambu. "Kami warga gotong royong membuat jembatan sementara dari bambu, agar bisa dilintasi. Mestinya bukan pakai bambu tapi besi, ini jamannya Tjetjep Muchtar Soleh," tegasnya.
Pihaknya mengharapkan, Pemkab Cianjur lebih peka terhadap kebutuhan warganya. Jangan hanya janji-janji, tapi tidak ditepati. "Kalau berharap ya pingin segera dibangun, karena ini menyangkut hidup orang banyak. Kalau Pemkab Cianjur tidak mau membangun ya tidak apa-apa, kita lewat jalan lain saja," tegasnya. [KC-02/is]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Kasus peredaran ganja yang masuk ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur mengalami peningkatan. Hal itu terbukti dengan jumlah perkara yang masuk tahun 2016 ini sudah mencapai 62 kasus dengan pelaku berjumlah 62 orang. Padahal tahun sebelumnya hanya mencapai 50 kasus.

Demikian ditegaskan Kepala Kejari Cianjur Wahyudi disela pemusnahan barang bukti narkoba jenis ganja dan shabu, Jum'at (4/3). "Kalau lihat kasus yang ada jelas telah terjadi pergeseran, kalau sebelumnya Cianjur menjadi daerah transit, kini sudah menjadi salah satu pasar narkoba," kata Wahyudi.

Barang bukti narkoba yang dimusnkan Kejari Cianjur itu berupa 15 kilogram ganja dan 64 gram sabu dengan cara dibakar. "Di Cianjur memang mulai marak peredaran ganja, apalagi belum lama ini ditemukan truk yang membawa 2 ton ganja kering," kata Wahyudi.

Dalam perkara peredaran ganja, pelaku sudah mendapatkan ganjaran. Masing-masing dijerat hukuman penjara dari 7 tahun hingga 10 tahun. "Perkara peredaran ganja yang terakhir sudah divonis yakni penangkapan yang barang buktinya satu kilogram ganja, pelaku dijerat 10 tahun penjara," katanya.

Dengan jumlah kasus peredaran ganja yang tinggi menjadi salah satu bukti bahwa pergeseran itu telah terjadi. "Cianjur itu awalnya hanya menjadi transit, tapi dengan terus bertambahkan pengedar yang tertangkap dan penyalahguna, memungkinkan Cianjur menjadi target pasar ganja yang menjanjikan," tegasnya.

Dikatakan Wahyudi, dibandingkan dengan peredaran shabu, ganja terbilang masih mendominasi di Cianjur. "Ya tidak tahu persis kenapa, yang pasti hasil dari pengamatan yang ada, ganja paling banyak beredar di Cianjur," paparnya.

Untuk itulah pihaknya bersama dengan kepolisian dan BNNK Cianjur terus mengungkap kasus peredaran ganja agar bisa ditekan semaksimal mungkin. "Sama saja ganja ini berbahayanya dengan shabu kalau disalahgunakan. Efek kecanduannya sangat tinggi, belum efek lainnya," ungkap Wahyudi.

Sebelumnya BNNK Cianjur menyatakan Kabupaten Cianjur masuk zona darurat narkoba. Banyaknya warga yang tersangkut narkoba merupakan satu bukti bahwa peredaran harus diwapadai. "Bayangkan saja, 2015 lalu ada sebanyak 523 orang yang kami rehabilitasi. Kalau semua itu diperoses hukum, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cianjur bisa penuh. Ini menandakan bahwa Cianjur benar-benar darurat narkoba," kata Ketua BNNK Cianjur, Hendrik.

Bukti Cianjur menjadi pasar narkoba yakni dengan terungkap dan berhasil diamankannya 2,17 ton ganja kering siap edar, Jumat (19/2) lalu. "Ini pengungkapan beberapa tahun terakhir terbesar setelah BNNK Cianjur, ini bukan yang terakhir, kami masih akan mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukum Cianjur," katanya.

Hendrik menegaskan, dengan Cianjur menjadi darurat narkoba membuat pihaknya harus bekerja keras untuk memeranginya. "Saat ini semua pihak kerja cepat dan tepat. Ini sudah tidak bisa dibiarkan," tandasnya [KC-02/is]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Kepala Desa Cirumput Kecamatan Cugenang Kab. Cianjur Beni Irawan meminta Pemkab Cianjur cepat tanggap akan kebutuhan masyarakat menyusul robohnya jembatan penghubung antara Desa Cirumput dan Desa Talaga Kecamatan Cugenang yang amblas akibat diterjang luapan sungai Bayabang, Kamis (3/3/2016) sore. Untuk sementara agar aktivitas warga tidak terganggu diatas jembatan yang amblas tersebut dipasangin bambu.

"Memang masih ada jalan lain, tapi harus memutar. Kasihan warga yang biasa melintasi jembatan itu dalam melaksanakan aktivitasnya. Sekarang harus memutar dengan jarak yang lebih jauh lagi," kata Beni saat dihubungi galamedianews.com, Jum'at (4/3/2016).

Agar bisa dilalui meski harus jalan kaki, diatas jembatan tersebut dipasang jembatan bambu. "Kami warga gotong royong membuat jembatan sementara dari bambu, agar bisa dilintasi. Mestinya bukan pakai bambu tapi besi, ini jamannya Tjetjep Muchtar Soleh," tegasnya.

Pihaknya mengharapkan, Pemkab Cianjur lebih peka terhadap kebutuhan warganya. Jangan hanya janji-janji, tapi tidak ditepati. "Kalau berharap ya pingin segera dibangun, karena ini menyangkut hidup orang banyak. Kalau Pemkab Cianjur tidak mau membangun ya tidak apa-apa, kita lewat jalan lain saja," tegasnya.

Dituturkan Beni, peristiwa amblasnya jembatan Bayabang di Kampung Lemah Duhur Desa Cirumput tersebut terjadi setelah adanya hujan lebat mengguyur kawasan Cugenang. Sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB tiba-tiba jembatan amblas bersamaan dengan terjadinya banjir di sungai Bayabang.

"Tiba-tiba jembatan ambruk setelah hujan agak reda. Beruntung tidak sampai ada korban, karena aktivitas warga sedang sepi," kata Beni.

Jembatan yang terbilang sudah berumur itu memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lebar 7 meter merupakan salah satu akses fital bagi masyarakat. Karena menghubungkan sejumlah desa yakni ke Cibulakan dan ke Talaga.

"Kasihan anak sekolah yang biasanya lewat jalan itu. Sekarang harus memutar. Ada sejumlah pilihan bisa melalui Desa Nagrak dan Cibulakan, sehingga akses tidak sepenuhnya terputus," paparnya [KC-02]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Komando Resort Militer (Korem) 061 Surya Kencana menggelar silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, ormas, MUI se-Cianjur serta para santri di Aula Badak Putih Makodim 0608 Cianjur, Kamis (3/3/2016). Silaturahmi tersebut juga sebagai upaya mengantisipasi tumbuhnya potensi radikalisme dan paham sesat-menyesatkan serta menanggapi isu kekinian.

‪Kegiatan yang langsung diprakarsai oleh Danrem 061/SK, Kolonel (Inf) Fulad itu juga turut dihadiri langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Halim, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Wahyudi, Wakapolres Cianjur Kompol Himawan Sutanto serta Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqin.‬

‪Dalam pemaparannya, Danrem menyebut, cukup banyak dan beragam ancaman yang masuk ke dalam Indonesia. Mulai dari paham atau organisasi sesat-menyesatkan, pemakaian simbol-simbol aliran atau partai terlarang hingga penumbuhan aliran radikal-terorisme. Karena itu, ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menangkal itu semua.‬

‪"Banyak sekali. Makanya kita semua ini harus waspada. Jangan sampai ini terjadi di wilayah kita," ajak Danrem di depan ratusan peserta yang hadir.

‪Danrem mencontohkan, lebih ironis lagi, banyak remaja atau generasi muda yang menjadi korban. Malah, generasi muda tidak menyadari tindakkannya bahwa telah salah jalan. Seperti misalnya, mencantumkan berbagai macam tulisan Alquran pada celana, kaos, atau aksesoris lainnya.‬

‪"Yang dipahami hanyalah sebagai gaya saja. Padahal masalah ini lebih jauh dari pada itu," tegas Danrem.‬

‪Fulad menjelaskan, di era modern ini, jenis perang pun sudah beragam dan bukan sekedar dengan senjata atau alat perang. Akan tetapi, perang modern sudah termodifikasi dan banyak tidak disadari.‬ "Indonesia ini sudah masuk fase perang modern," tegasnya.‬

‪Perang dimaksud adalah perang modern seperti upaya pelemahan ekonomi negara melalui berbagai upaya, konflik atau sengketa perbatasan, penyusupan ideologi menyimpang dan sesat, propaganda mental, politisasi isu, separatisme hingga terorisme.‬

‪"Termasuk yang terbaru ini seperti isu LGBT dan sebelumnya Gafatar. Belum lagi konflik yang terjadi di Timur Tengah yang bersumber dari urusan kepentingan minyak dan sumber energi lainnya," jelasnya.‬

‪Karena itu, Danrem pun mengajak segenap elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing. Pasalnya, ketika sebuah permasalahan sudah bisa ditekan sejak dini, maka hal itu akan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Selain itu, potensi permasalahn yang lebih besar pun bisa ditangkal dan dihindari.‬

‪"Jadi, mari kita semua bergerak bersama untuk menanggulangi itu semua. Karena kuncinya hanya pada kesatuan dan persatuan kita sebagai sebuah negara. Jika kita kuat, semua bisa kita atasi bersama," tutup dia [KC-02/gp]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Prioritas pembangunan tahun 2017 di Kab. Cianjur lebih difokuskan pada penuntaskan kinerja pembangunan yang belum terselesaikan. Kerja keras dan kerja cerdas harus dilakukan untuk menuntaskan kinerja pembangunan yang masih belum terealisasikan.

Hal itu ditegaskan Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh disela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) Kab. Cianjur di Green Hill Resort Pacet, Selasa (3/3/2016). Menurut bupati, prioritas pembangunan yang harus diselesaikan diantaranya peningkatan infrastruktur wilayah, peningkatan kualitas layanan pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, pengembangan ekonomi, pengembangan pariwisata dan kebudayaan dan lainya.

Dalam mewujudkan pembangunan kata bupati diperlukan partisipasi aktif seluruh komponen pembangunan, dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Diharapkan adanya peningkatan kinerja pembangunan daerah dalam rangka terwujudnya Cianjur yang lebih maju dan agamis.

"Perencanaan pembangunan adalah suatu peroses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan pembangunan, untuk pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial untuk jangka waktu tertentu," kata Tjetjep.

Sebagaimana amanat undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan nasional dan peraturan daerah Kabupaten Cianjur nomor 8 tahun 2011 tentang sistem perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Cianjur, bahwa dalam upaya sinergitas perencanaan perlu dilakukan koordinasi antar instansi pemerintah serta partisipasi aktif seluruh pelaku pembangunan melalui forum komunikasi perencanaan pembangunan atau Musrenbang.

Panitia Musrenbang tingkat Kab. Cianjur, Dadan Harmilan, mengungkapkan, diadakannya Musrenbang penyusunan RKPD Kabupaten Cianjur tahun 2017 yakni sebagai wahana antar pihak-pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari program dan kegiatan pembangunan daerah sebagai perwujudan dan pendekatan partisipatif perencanaan pembangunan daerah.

"Ini salah satunya untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah, provinsi maupun pusat. Mengklarifikasi usulan program yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah pada Musrenbang kecamatan dan forum OPD, mempertajam indicator kinerja program dan kegiatan pemerintah daerah dan mendapatkan rincian rancangan awal kerangka regulasi menurut OPD yang berhubungan dengan rencana pembangunan serta menyelaraskan capaian terget pembangunan," tegas Dadan. [KC-02/hm]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Musyawarah Cabang Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab DPC PKB) yang dilaksanakan di wisma Kompas Gramedia Pacet sejak tanggal 3-4 Maret 2016 secara aklamasi akhirnya memilih Lefi Ali Firmansyah untuk menduduki jabatan Ketua DPC PKB Cianjur periode 2016-2021.

Ketua Panitia Muscab DPC PKB Kab Cianjur ke 1V, Dedi Suherli mengatakan, peserta muscab terdiri dari 32 PAC menyatakan aklamasi memilih kembali Lefi untuk memimpin PKB lima tahun mendatang. "Pengurus PAC memandang selama memimpin PKB lima tahun lalu, Lefi telah berprestasi dalam memajukan partai," paparnya.

Dedi yang juga anggota DPRD Cianjur ini menjelaskan prestasi Lefi, di antaranya kursi PKB di DPRD awalnya tiga kursi kini bertambah menjadi satu atau empat kursi. Sedangkan prestasi yang lebih cemerlang, PKB bisa memenangkan Pilkada bersama partai koalisi. Yaitu pasangan Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman menjadi bupati dan wakil bupati periode 2016-2021. "Dua prestasi ini menjadi pertimbangan para PAC untuk melanjutkan kembali kepemimpinan Lefi lima tahun mendatang," paparnya.

Wakil Sekretaris DPP PKB Hasanudin Wahid mengapresiasi Lefi terpilih kembali menjadi ketua DPC PKB Cianjur. "Kami percaya dibawah kepemimpinan Lefi , PKB Cianjur akan semakin berprestasi, utamanya bisa menambah jumlah kursi di DPRD tahun 2019 mendatang," tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua DPW PKB Jawa Barat, KH Dedi Wahidi . Menurut Dedi, Lefi merupakan sosok muda yang sangat potensi . Baik dalam segi akademisi, politisi maupun jaringan dengan birokrat dan masyarakat. "Atas dasar itu, Lefi terpilih kembali menjadi ketua dpc. Kami yakin PKB Cianjur akan semakin maju lagi," tegas mantan wakil bupati Indramayu yang kini menjadi anggota DPR RI dari PKB ini.

Sementara itu, Ketua DPC PKB terpilih, Lefi Ali Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus dan kader PKB di tingkat PAC dan DPC yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin PKB lima tahun mendatang. "Amanah ini akan saya laksanakan sebaik mungkin," tegasnya.

Lefi yang juga anggota DPRD Cianjur ini berharap, semua pengurus dan kader harus bersama-sama membangun cianjur lebih maju dan agamis. "Kita bersama-sama mengsejahterakan rakyat Cianjur," imbuhya [KC-02/dak]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR,[KC],- Rapat Dengar Pendapat (RDP) Anggota MPR RI Fraksi Demokrat  Sjarifuddin Hassan dengan masyarakat Kabupaten Cianjur,  yang dipusatkan di Kecamatan Haurwangi beberapa waktu lalu, salah satu agendanya bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat yang dihadiri tidak kurang dari 150 peserta terdiri dari  kader Partai Demokrat, unsur Muspika, tokoh agama dan masyarakat.

Pada pemaparan mengawali rapat tersebut, Syarif Hassan mengungkapkan, bahwa perekonomian Indonesia saat ini tidak menentu, bahkan cenderung mengalami penurunan, tanpa bermaksud membandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, Syarif menyebutkan tingkat pengangguran pada tahun 2004 awal pemerintahan SBY penganggguran mencapai 10% dan di akhir pemerintahannya 2014 mengalami penurunan menjadi 5,9%, namun di era pemerintahan Jokowi setahun perjalanan pemerintahannya, angka pengangguran naik kembali ke angka 6,1%. Demikian halnya dengan angka pendapatan per kapita pada tahun 2004 mencapai 11 juta per kapita dan menjadi 36 juta pendapatan per kapita pada akhir kepemimpinan SBY.      

Sementara itu masih menurut Syjarif, angka kemiskinan pada tahun 2004 hanya 10%, saat ini  angka kemiskinan telah bergeser ke angka 11,9% artinya mengalami peningkatan angka kemiskinan 1,9%.
Menelisik angka pengangguran dan kemiskinan yang kini mengalami peningkatan, Sjarif menegaskan sekaligus mengajak kepada warga masyarakat Cianjur agar masyarakatnya berpendidikan yang cukup, sehingga terhindar dari kebodohan yang akan berujung pada kemiskinan dan kebodohan. Salah satu upaya yang dilakukan harus menggerakkan para pelaku wirausaha UMKM sebagai penghasil produk lokal kita, yang memiliki potensi tidak kalah dengan daerah lainnya.“Kita harus menjadi raja di negeri sendiri, bela dan beli produk UMKM kita, manfaatkan fasilitas akses pembiayaan atau KUR dari bank yang telah ditunjuk pemerintah, dan yang terpenting kita harus optimis disertai usaha yang maksimal menuju ekonomi yang lebih baik” tegas Menteri Koperasi era SBY ini.  

Di ujung RDP ini, Sjarif kembali menegaskan komitmen partainya akan mendukung kebijakan pemerintahan Jokowi-JK selama program-programnya pro rakyat. [KC.04/Iman]**   

Oleh: 
Herlan Firmansyah
(Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) PD Cianjur, 
Sekum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Cianjur)


Menurut data yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa hingga saat ini di Indonesia sudah terdapat 12 Bank Umum Syariah (BUS), 22 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 161 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS). Namun demikian, dari semua perbankan syariah tersebut, khususnya BUS, belum ada BUS yang modal intinya di atas 5 triliun, 2 BUS terbesar modal intinya hanya mencapai 2 triliun. 

Masih rendahnya permodalan perbankan syariah tersebut tentu melahirkan multiflier effect terhadap akselerasi perkembangannya. Tidak heran jika market share perbankan syariah terhadap perbankan nasional baru mencapai kisaran 4,8 %. Selain itu, rendahnya permodalan melahirkan beberapa kendala internal bagi perbankan syariah dalam mengembangkan infrastruktur, kantor cabang, mengembangkan segmen layanan, meningkatkan efisiensi operasionalnya, posisi tawar terkait dengan competitive advantage harga dan plihan produknya, serta daya saing perbankan syariah terhadap industri perbankan konvensional.

Untuk mengikis permasalahan permodalan tersebut, maka diperlukan upaya kolektif dari stakeholder perbankan syariah. Secara internal, para pimpinan perbankan syariah perlu melakukan upaya diferensiasi produk yang lebih produktif, kreatif, dan responsif sehingga semakin banyak pilihan produk yang dapat diakses masyarakat untuk menyimpan dan melakukan pembiayaan di perbankan syariah. Selain itu, perbaikan terus menerus dari sisi Standar Operasional Manajemen (SOM) dan Standar Operasional  Prosedur (SOP) menjadi keniscayaan, karena tidak bisa dipungkiri, perbankan konvensional yang sudah terlebih dahulu eksis dan berjaya sudah memiliki SOM dan SOP yang mapan dan bereputasi baik di mata masyarakat. Perbaikan performance layanan yang dilakukan para karyawan perbankan syariah juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri, jangan sampai masyarakat tidak merasakan aura yang berbeda ketika datang ke perbankan syariah dan ke perbankan konvensional. Para karyawan perbankan syariah mesti memiliki komitmen bahwa kerja di bank syariah bukan sekedar kerja, tapi sekaligus juga dakwah tentang kontekstualisasi ajaran Islam dalam membangun tatanan ekonomi masyarakat.

Dari sisi masyarakat, perlu adanya upaya peningkatan komitmen bahwa perbankan syariah adalah pilihan bukan alternatif. Masyarakat perlu melihat perbankan syariah sebagai salah satu pranata ekonomi syariah secara inklusif, bukan secara eklusif. Ekonomi syariah adalah bagian integral dari muamalah dan muamalah merupakan bagian integral dari syariah Islam, sehingga barang siapa yang memilih Islam sebagai agamanya, maka ia mesti menjadikan syariah Islam sebagai jalan hidupnya yang didalamnya terdapat ekonomi syariah (kaidah iqtishad). Dengan demikian, menjadi keniscayaan bagi ummat Islam untuk menjadikan perbankan Syariah sebagai pilihan pasti. Jika hal ini terjadi, maka kontribusi ummat untuk mendorong peningkatan permodalan perbankan syariah bisa meningkat dan industri perbankan syariah bisa berkembang lebih cepat sehingga ummat semakin jauh dari produk-produk yang mengandung unsur maisir, gharar, dan riba (MAGHRIB).

Agar masyarakat memiliki komitmen terhadap pertumbuhan perbankan syariah dan melihat perbankan syariah secara inklusif, maka peran ulama, tokoh masyarakat, ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Matlahul Anwar, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sangat diperlukan untuk secara aktif melakukan sosialisasi dan edukasi. Ceramah-ceramah keagamaan di podium dakwah mesti diperluas bukan saja mengkaji  fiqih ibadah, tetapi juga fiqih muamalah dan fiqh iqtishad, bahkan fiqih perbankan syariah.

Selain masalah permodalan, masalah ketersediaan Sumber Daya Insani (SDI) yang memiliki kompetensi bidang perbankan syariah dan memiliki performance serta karakteristik  sesuai dengan prinsip-prinsip syariah masih minim. Tidak bisa dipungkiri bahwa SDI perbankan syariah dewasa ini mayoritas merupakan “imigran” dari perbankan konvensional yang memiliki disparitas dari sisi karakteristik dan tuntutan kompetensi. Tidak heran jika masyarakat mempersepsikan bahwa performance  SDI perbankan syariah dewasa ini perbedaanya sangat tipis dengan performance SDI  perbankan konvensional. Hal itulah yang menjadi salah satu apologi masyarakat untuk membuat hipotesa negatif bahwa perbankan syariah sama saja dengan perbankan konvensional. 

Peran lembaga pendidikan tinggi dalam hal ini sangat strategis untuk dapat melahirkan SDI yang memiliki kompetensi bidang perbankan syariah dengan segala karakteristiknya yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Bahkan lembaga pendidikan dasar dan menengah dapat ikut berkontribusi secara aktif dengan memasukan ekonomi syariah ke dalam racikan kurikulumnya, baik sebagai bagian dari program intrakurikuler, cokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Anak  jalanan adalah anak yang sebagian besar waktunya berada di jalanan atau di tempat-tempat umum. Anak jalanan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : berusia antara 5 sampai dengan 18 tahun, melakukan kegiatan atau berkeliaran di jalanan, penampilannya kebanyakan kusam dan pakaian tidak terurus, mobilitasnya tinggi.

Kegiatan yang dilakukan anak jalanan di jalan menggunakan jalan sebagai tempat tinggal dan hidup, untuk bermain, untuk berjualan. Tempat tinggal anak jalanan tinggal di Taman Kota, tinggal di emper toko. Sumber mendapatkan uang dengan cara meminta-minta, dengan cara berjualan, dan dengan cara mengamen.

Seperti hal nya dua anak jalanan ini Jaka (16),dan shabat nya Apay (15), mereka mulai menginjak jalanan sejak tiga tahun yang lalu, mereka sudah banyak  mencicipi ketidak berpihakan seluruh rangkaian kota ini. Kemiskinan (salah satu alasan klasik seluruh anak jalanan yang turun kejalan) yang menerpa keluarganya, ayah nya (Jaka) meninggal sejak dia masih duduk di kelas 4 SD,ibu nya seorang pembantu rumah tangga.

“yah sayah sih sudah lebih nyaman di jalan “bang” terang nya pada saya,  pulang ke rumah sebulan sekali,yah kalo pakaian saya sudah dekil banget aja, Habis nya mau ngapain pulang ke rumah juga kan ga ada siapa-siapa, setidak  nya kalo ngaemen kaya gini kan kita bisa dapet uang buat makan, yah lumayan bang minimal sehari dapat 50 ribu di bagi sama apay, yang paling membuat sayah betah di jalan sih karna banyak teman dan mereka peduli sama saya, terus kalo tidur paling kita di taman atau di emperan toko, dimana aja sih pas kita ngantuk yah kita tidur di situ” terang jaka (16) saat kami berbincang di trotoar jalan, beberapa meter dari  Mesjid Agung Cianjur, kamis (03/03).

Fenomena merebaknya anak jalanan di Cianjur, merupakan persoalan sosial yang kompleks, karena mereka berada dalam kondisi yang tidak bermasa depan jelas, dan keberadaan mereka tidak jarang menjadi “masalah” bagi banyak pihak, keluarga, masyarakat dan negara. Namun, perhatian terhadap nasib anak jalanan tampaknya belum begitu besar dan solutif. Mereka adalah amanah Tuhan yang harus dilindungi, dijamin hak-haknya, sehingga tumbuh-kembang menjadi manusia dewasa yang bermanfaat, beradab dan bermasa depan cerah.

Penanganan anak jalanan di seluruh wilayah kota besar di Indonesia termasuk Cianjur belum mempunyai model dan pendekatan yang tepat dan efektif,  yang memungkinkan anak-anak itu tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat dan cerdas. Pemberdayaan keluarga dari anak jalanan, terutama dari segi ekonomi, pendidikan dan agamanya, diasumsikan merupakan basis utama dan model yang efektif untuk penanganan dan pemberdayaan anak jalanan.[KC.06/Aves]**

CIANJUR,[KC],- Telkom Cianjur merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang telekomunikasi yang bertanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana telekomunikasi dan satu-satunya provider  yang hasil usahanya dipergunakan untuk kemakmuran negara.

Bertempat di kantor Telkom Cianjur, kandatel cianjur  melaksanakan apel kesiapan kerja, yang rutin dilakukan setiap awal  bulan  minggu pertama, pada apel kesiapan kerja tersebut selain di isi dengan evaluasi kinerja, juga dilakukan kesiapan program yang akan di laksanakan kedepan nya, selain itu pada kesempatan yang sama Manager Telkom Cianjur, Vira Smara Yudha memberikan reward kepada 6 orang karyawan yang berprestasi  dalam kinerja dan telah melebihi target.

“Kami berkomitmen memindahkan akses tembaga ke akses fiber, ini adadalah salah satu bentuk layanan kami kepada pelanggan kandatel cianjur, dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan masyarakat cianjur yang telah menggunakan produk  layanan Telkom”. Ucap Uus sebagai Asisten manager Kandatel Cianjur dan sales & customer care Telkom Cianjur.

Uus menambahkan dengan misi memberikan yang  terbaik  kepada pelanggan, Telkom akan terus melakukan upaya pelayanan yang maksimal baik dalam produk maupun layanan lainnya, dan berkomitmen  menyediakan jaringan dan layanan informasi dan komunikasi terbaik  untuk masyarakat. [KC.06/Aves]**

CIANJUR, [KC].- Jumlah pasangan laki suka laki (LSL) atau perilaku seks menyimpang di Kab. Cianjur cenderung menungkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, hingga saat ini sudah mencapai 230 orang.

Sekretasris KPA Kab. Cianjur H. Hilman melalui pengelola program KPA Cianjur, Brian Moch Yusuf, mengatakan, berdasarkan data KPA di Cianjur orang dengan perilaku seks menyimpang berjumlah 230 orang. Dari jumlah tersebut 186 diantaranya merupakan usia sekolah mulai dari 13 sampai 18 tahun. 

"Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 150 orang. Peningkatan ini tidak terlepas karena seorang pelaku seks menyimpang setidaknya bisa membawa tiga orang baru atau lebih setiap tahunnya. Jumlah 230 itu juga hanya yang terdata sementara, jumlahnya bisa dua kali-lipatnnya sebab setiap orang memiliki pasangannya sendiri," kata Brian.

Menurutnya prilaku seks menyimpang itu penyebarannya sudah ke 15 kecamatan mulai dari wilayah perkotaan hingga ke Cianjur selatan. "Cianjur kota paling banyak, selebihnya di Cianjur selatan seperti di Cidaun ini masih penyebaran skala kecil," katanya.

Prilaku seks menyimpang yang dikawatirkan merupakan oknum yang menyembunyikan dirinya dengan menikah bersama perempuan. Meski tidak memiliki ketertarikan, hal itu dilakukan untuk bisa mendapatkan pekerjaan. "Kalau sudah jadi waria mereka dipastikan terasing, terutama dari pekerjaan. Tapi kalau oknum ini kebanyakan bekerja, bahkan ada yang di instansi pemerintahan. Ini yang berbahaya, dibalik jiwa lelaki, mereka punya kelainan seksual dan itu bisa menular," katanya.

Yang juga tak kalah berbahayanya pasangan seks menyimpang ini adalah penularan HIV/AIDS. Dari total itu 30 persennya positif HIV/AIDS. "Ini harus jadi perhatian serius, terlebih agar generasi muda Cianjur tidak mengalami kerusakan mental," tegasnya [KC-02/is]**