January 2017
Toleransi itu... Seni Menjaga Lidah
Oleh : Nuraeni
Pengawas SMP Kabupaten Cianjur
Hari kemarin, bagaimanapun baik atau buruknya telah berlalu...
Hari ini adalah waktu untuk melihat langit biru yang cerah...
Cahaya matahari berkilauan di sela rerumputan...
Burung berkicau dengan bangga...
Mengajak kita bergabung dalam kegembiraannya...
Seolah menyiratkan bahwa akan selalu ada harapan baik...

Toleransi bukan berada pada konteks verbal (mengucapkan) tetapi justru substansinya adalah menghormati hal-hal esensial (aqidah) pemeluk agama lain. Tidak merecoki urusan aqidah orang lain, itu yang tak akan menimbulkan konflik.
Respek bukan karena kesamaan ras, suku, dan agama, tetapi karena adanya perilaku yang dapat diterima oleh nilai-nilai: kebersamaan, kepedulian, dan saling menghargai.
Sejak dulu di antara kita telah terdapat pengertian yang mendalam tentang artinya toleransi. Aqidah yang berbeda. Saya pun demikian berada dalam aqidah muslim yang tak ditawar oleh kekariban antar kita. Begitupun keyakinan seseorang tidak dapat ditawar dengan persahabatan ini. Pertemanan kita memang tak tergerus oleh fanatisme, dan rasa fundamentalis atas keyakinan kita masing-masing, bahkan tidak tergoyahkan oleh maraknya isu nasional mengenai kekhawatiran lunturnya kebhinekaan.
Profesi guru tampak sederhana dan ringan apabila hanya dilihat dalam tataran “sebatas pengajar” yang mengalihkan pengetahuan (transfer of knowledge). Tetapi tugas guru sebenarnya sangat berat, karena kewajiban utama seorang guru adalah "transfer of values" menjaga, mewariskan nilai-nilai (norma, etika, moralitas), dan memberikan keteladanan untuk terciptanya peradaban. Guru merupakan garda terdepan dalam "character building good citizenship" yaitu membentuk (transformasi) warga negara yang baik, bertanggung jawab bagi dirinya, lingkungan, dan bangsanya.
Guru adalah sebagai pengalih pengetahuan, pemelihara nilai-nilai, dan pelaku transformasi perilaku/karakter. Di sekolah lah anak cucu kita akan mengetahui seperti apa dan bagaimana toleransi itu ada. Saya selalu mengatakan kepada cucu: orang akan disukai, dihargai bukan karena persamaan ras, agama, dan budaya, tetapi berdasarkan karakternya (positif) yang ada dalam dirinya. Dan sebaliknya; orang tidak disukai bukan karena ras, suku, agama, dan budaya, tetapi lebih dikarenakan perilakunya yang tidak peduli lingkungan, dan mengingkari nilai-nilai humanisme. Akan tetapi, memang, kadang-kadang, sering hal-hal seperti itu oleh pihak-pihak tertentu mengenai perbedaan ras, suku, agama, dan budaya dipelintir untuk mendapatkan persepsi yang bias sehingga muncul kebencian, dan menuai konflik.
Di tempat kerja baru, saya berteman karib dengan seorang Nasrani, dan berlainan suku. Guru binaan saya ini adalah seorang Nasrani taat. Sebagai seorang guru beliau dapat merepresentasikan dirinya sebagai seseorang yang mampu untuk diteladani, meskipun di lingkungan sekolah tersebut merupakan kantong religius (Islam), yang bertolak belakang dengan imannya. Teman saya ini mampu untuk beradaptasi dengan lingkungannya, baik dengan komite sekolah, kepala sekolah, peserta didik, maupun dengan teman-teman guru lainnya. Ini disebabkan nilai-nilai yang ditampilkan sebagai nasrani, tidak bersinggungan dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.
Berpuluh tahun mengabdi menjadi guru, orang tua murid tidak pernah komplain karena perbedaan suku, dan kenasraniannya. Prestasi sekolah selama beliau menjadi pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler Matematika sangat luar biasa hebatnya, hal ini diakui juga oleh sekolah tentang dedikasinya.
Nilai-nilai humanisme secara universal adalah sama dalam setiap ras, suku, agama, maupun budaya yaitu yang memegang teguh nilai-nilai, norma bagaimana kita bersikap untuk dapat bekerja sama, tidak saling menyakiti, tidak merendahkan orang lain, dan saling peduli antar sesama.
Bangsa kita dibangun atas perbedaan, pemuda-pemudi se-Nusantara dari kalangan santri, rohaniawan, abangan, aliran kepercayaan, bahkan mungkin ada yang belum menentukan apa kepercayaannya, tapi percaya tuhan begitu saja (semacam agnostik), dan tahun 1928 mereka, para pemuda, sudah mempunyai kesamaan tekad yang bulat.  Para pemuda mempunyai persepsi yang sama: Indonesia adalah keberagaman. Berbeda adalah keniscayaan, sunatullah, dan harus diterima dengan tanpa persyaratan apa pun. Toleransi kita kesamaan pandangan antara manusia yang saling menghargai dan menghormati.
Seperti halnya temanku yang di NTT, Papua, Maluku, Manado, Makassar, dan Ambon. Kenapa pada bulan Desember 2016 lalu saat perayaan Natal saya tidak mengucapkan apa-apa pada Kalian, sebab kalian sudah sangat paham bahwa ini adalah bagian daripada toleransi itu. Kita paham bahwa toleransi kita sudah dalam makna yang sama, yaitu perbedaan.
Text Box: Nuraeni, Lahir di Bandung, 08 Oktober 1961. Pendidikan S2. Pengalaman Kerja: Guru 1985-2008, Kepala SMP 2008-2011, Pengawas SMP 2012-sekarang di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. 2017 menulis buku antologi bersama guru: Bukan Guru Biasa. WA 0857-1965-3333, https://nuraenipastibisa.wordpress.com; http://nuraeni.guru/wp-admin/post, facebook: nuraeni pasti bisa, email:  nuraenipastibisa@gmail.com










Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Agustus 2010 aku menerima cinta dari seorang pria bernama Hari, aku tidak tau dia bekerja sebagai apa dan yang aku tahu dia adalah seorang mahasiswa salah satu universitas di Jakarta dan aku tidak mau tau tentang dia. Mungkin aku tidak terlalu mencintai dia dan hari demi hari dia selalu membuat aku menjadi lebih dewasa dan dia selalu menasehati walaupun hanya lewat sms. Akupun jatuh cinta kepadanya, aku ingin hari menjadi suamiku kelak. Dengan tekad aku mencari informasi aku memang tipikal orang yang sangat penasaran, rasa cinta yang besar kepada hari sampai ke dunia maya aku menyakan hari itu siapa? tinggal dimana? bekerja dimana?
Suatu saat hari berpamitan kepadaku, dia pindah kerja di surabaya aku mendengar kabar darinya langsung tidak sadarkan diri. Dan dia berjanji kepadaku 1 bulan sekali dia akan menemuiku. 1 bulan sudah berlalu dalam hatiku perasaan yang tidak karuan dia tidak jauh dari aku dia ada selalu ada. Aku pun mencari pekerjaan di Jakarta dan akupun bersyukur ada perusahaan yang menerimaku orang pertama yang kukabari adalah HARI dan sepertinya dia tidak senang dengan pekerjaanku sekarang dia sering mencemooh, “aku
... baca selengkapnya di Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kepiting Marah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Beberapa tahun yang lalu, teman saya mengajak saya memancing Kepiting. Bagaimana cara memancing Kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.
Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.
Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan-nya dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.
Kepiting itu menjad
... baca selengkapnya di Kepiting Marah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Dany Ramdan (Kiri) lakukan teknik melepaskan dan mengunci gaya Maenpo Cikalong
CIANJUR, [KC],- Lebih dari 80 pendekar maenpo dari berbagai padepokan dan perguruan hadir dalam kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru di Lapangan Prawitasari Joglo Cianjur, Minggu (8/1). Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh Maenpo Cikalong, Tokoh Muda Cianjur, dan Anggota DPRD Jawa Barat Sadar Muslihat.

Ketua Penggagas Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru Cianjur Dany Ramdani menyampaikan, kegiatan ini adalah upaya mempersatukan seluruh komponen keluarga besar maenpo Cikalong pasar baru untuk bersatu dan menyusun kembali strategi melestarikan maenpo di Cianjur.

" hari ini kita berkumpul dari berbagai padepokan dan perwakilan pelestari maenpo dari Sukabumi dan Bandung, kita ingin menyatukan visi dan misi dalam melestarikan maenpo di Cianjur" Ujar Dany.

Menurutnya, sangat aneh dan ironis banyak orang dari luar cianjur bahkan luar negeri ingin banyak belajar tentang Maenpo ke Cianjur tapi miris hari ini masyarakat cianjur sendiri sangat minim pengetahuannya tentang maenpo, indikatornya adalah minimnya perhatian Pemda terhadap olahraga asli cianjur ini. ujar Dany.

Sementara itu sesepuh Maenpo Cianjur Azis Asy'ari dalam sambutannya  menyampaikan kebanggaannya atas kegesitan para generasi muda maenpo yang memiliki keinginan untuk mengembangkan Maenpo asli Cianjur lebih dikenal oleh sleuruh lapisan masyarakat di Cianjur khususnya umumnya di seluruh dunia melalui sebuah Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru.

" Selaku orangtua saya sangat senang sekali generasi muda maenpo cianjur memiliki greget keinginan untuk mengangkat dan melastarikan maenpo  lebih bvaik lagi melalui komunitas" ungkap Azis.

Azis menambahkan masih banyak masyarakat cianjur yang belum mengetahui apa itu maenpo, termasuk pupuhunya belum banyak tahu tentang maenpo.

Menurutnya, maenpo tidak berarti hanya satu aliran silat, melainkan terdiri dari tiga, yakni aliran Sahbandar, Cimande, dan Cikalong. Ketiganya memiliki karakter atau jurus yang berbeda satu sama lain.

“Kalau untuk Sahbandar dikenal dengan kegesitan dan kelincahannya, Cimande dengan kekuatannya yang mematikan, sementara Cikalong dikenal dengan kelembuta‎n gerakan tapi mampu melumpuhkan lawan tanpa melukainya,” terangnya.

Maenpo Cikalong, lanjut Aziz, disebarkan pertama kalinya oleh Raden Ibrahim setelah belajar ilmu silat ke berbagai perguruan di Indonesia. Awalnya, gerakan maenpo Cikalong sama kerasnya, namun seiring waktu Raden Ibrahim mulai menuangkan konsep keislaman dalam aliran beladiri.

Dulu sebelum maenpo bisa dipelajari setiap orang, maenpo hanya ditujukan bagi kaum elit atau orang pemerintahan Cianjur. Hal itu pun dikarenakan para sesepuh tidak ingin maenpo ini dijadikan alat untuk mencelakakan orang.

Menurut Aziz, setiap gerakan maenpo Cikalong, kaidah yang diajarkan adalah madi, sahbandar, dan kari. “Jika sudah paham ketiganya maka sudah bisa menguasai berbagai jurus.”

Dia pun menjelaskan, para jawara maenpo Cikalong sebisa mungkin tidak melakukan tempelan atau menyentuh lawannya. Namun sekali kena, lawan sudah tak bisa melawan atau bergerak sedikitpun. Yang luar biasa, lawan takkan mengalami sedikit pun luka, bahkan terlihat tertawa. “Ini karena kaidahnya menyelamatkan dan menjalin silaturahmi. sesuai dengan karakter Cianjur yang lemah lembut,” kata dia.

Sementara itu  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sadar Muslihat berharap Cianjur sudah waktunya menempatkan Maenpo sebagai Dasar Karakteristik Masyarakat Cianjur melalui sebuah Peraturan Daerah  dan masuk menjadi program pemerintah daerah dengan melibatkan  Pelestari Maenpo asli Cianjur dalam pembuatan regulasinya.

Kegiatan silaturahmi dan Deklarasi Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru ditutup dengan aksi teknik melepaskan dan mengunci gaya Maenpo Cikalong. [KC.03]**
CIANJUR,- [KC],- Awal tahun ini pergerakan harga sayuran terutama komoditi cabai berbagai jenis terus merangkak naik. Tren kenaikan sebenarnya sudah terjadi sejak Natal tahun lalu. Puncaknya, dalam dua hari terakhir harga cabai meroket tajam. saat ini harga cabai rawit mencapai Rp 140 ribu per kilogram (kg).

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Cianjur, Jumat (6/1/2017) pagi, rata-rata kenaikan untuk berbagai jenis cabai sekitar Rp 20 ribu-60 ribu per kg. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai jenis rawit. Dari harga Rp 80 ribu per kg, saat ini cabai rawit sudah menembus Rp 140 ribu per kg.
Burhan (28), pedagang sayuran di Pasar Muka, Cianjur menuturkan, kenaikan komoditas sayuran terutama cabai rawit terus merangkak naik sejak akhir 2016.

"Dalam dua hari terakhir ini tembus Rp 140 ribu per kg," kata Burhan saat ditemui di lapaknya, tadi pagi.

Saat Natal dan Tahun Baru, harga jual cabai di pasar tradisional Cianjur bervariasi. Untuk cabai hijau Rp 30 ribu, cabai merah Rp 55 ribu per kg, cabai tanjung Rp 60 ribu per kg, cabai keriting merah Rp 60 ribu per kg, cabai keriting hijau Rp 32 ribu per kg, dan cabai rawit sekitar Rp 80 ribu per kg.

Tingginya harga cabai membuat penjualan terus merosot karena konsumen mengurangi jumlah pembelian.

"Biasa beli 2-3 kg, sekarang cuma 1 ons paling banyak 1/4 kg. Kalau nyetok banyak takut buruk. Yang ada kita rugi," kata Dayat (40) pedagang sayuran lainnya.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang Pasar Warungkondang, Cianjur, Enday Hendrayana, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai khususnya jenis rawit salah satunya dipicu belum adanya pasokan baru dari distributor.

"Kalau di Pasar Warungkondang sih harga cabai rawit paling mahal Rp 110 ribu per kg," katanya.

Melonjaknya harga jual cabai, ucap Enday, menyebabkan merosotnya penjualan. Biasanya, dalam sehari pedagang sanggup menjual 10 kg, tapi sekarang paling tinggi hanya 3 kg.

"Sapa yang mau beli dengan jumlah banyak," ujarnya.

Siti Aisyah (29), warga yang ditemui tengah berbelanja sayuran di Pasar Induk Muka Cianjur mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga cabai yang meroket. Padahal sehari-hari ia harus belanja cabai untuk kebutuhan usaha kulinernya.

"Naiknya enggak tanggung-tanggung. Sama saja bikin usaha kita rugi. Ga mungkin juga kita naikkin harga makanan," ujar dia kesal.[KC.05/net]**
Dia.. Bintangku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Diantara banyak bintang bertaburan dilangit malam yang sunyi, gue nemuin satu bintang yang paling terang dari yang bersinar. Dia indah, gue seneng mandanginnya, gue seneng liat sinarnya, indahnya bikin gue lupa tentang masalah gue. Mungkin inilah keindahan Allah SWT yang memberikan gue mata yang sempurna agar melihat suatu hal yang indah pula. Walaupun bintang itu milik Allah tapi gue bisa nikmatinnya, bikin gue tenang. Kalian tau ga? Bintang itu indah saat ia bersinar, andai setiap malam gue bisa liat bintang itu bersinar dan menerangi kelamnya malam. Ga semua bintang bisa seindah itu, kadang kalo malem dateng dan gue menengadah buat cari bintang yang bersinar rasanya sulit, dia ga selalu hadir disetiap malam, ga selalu ada buat nerangin malem, dan ini yang ga gue pengen. Gue pengen bintang bisa hadir setiap saat, dan disaat gue butuh dia
Errrr— banyak banget masalah yang gue hadepin belakangan ini, kenapasih gue gabisa dapet ranking terbaik disekolaah? Kenapa sih gue pemales, kalo orang beres-beres gue pasti diem, gue pemales? Kapan gue bias bikin karya indah yang bisa bikin gue bangga dengan hasil itu? Kapan gue bisa banggain orangtua gue dengan pencapaian gue selama ini? Kapaaaaaan? Gue ngerasa hidup gue itu—ga guna, ga rugi orang lain ga liat gue, soalnya gue gabisa apa apaaaa errrrrrr&#8212
... baca selengkapnya di Dia.. Bintangku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1