December 2016
Wiro Sableng #98 : Rahasia Cinta Tua Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : TUA GILA DARI ANDALAS

SATU

Sepasang mata Sabai Nan Rancak memandang tak berkesip pada orang bercadar yang tegak di hadapannya. Dia seolah berusaha menembus cadar untuk melihat wajah orang berpakaian serba kuning itu, untuk mengetahui siapa orang ini adanya.
"Siang telah bergerak menuju petang. Terima kasih kau telah sudi datang memenuhi undangan." Si cadar kuning berkata.
Sabai Nan Rancak memasang telinganya baik-baik. Sebelumnya dia telah beberapa kali bertemu dengan orang ini dan telah beberapa kali pula mendengar suaranya. Dalam hati Sabai Nan Rancak berkata. "Aku masih belum bisa memastikan apakah orang ini lelaki atau perempuan. Kalau bicara kata-katanya seperti berpantun. Setiap bicara agaknya dia mengerahkan tenaga dalam untuk menutupi suara aslinya. Namun berat dugaanku dia seorang perempuan."

"Waktuku tidak banyak. Ada beberapa urusan penting menungguku. Jadi kuharap kau segera menjelaskan maksud tujuan pertemuan ini." Kata Sabai Nan Rancak setelah tadi berusaha menyimak suara orang.

"Sebetulnya ada tiga orang yang kuharapkan datang kemari. Namun orang ke tiga belum menunjukkan diri...."
<
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #98 : Rahasia Cinta Tua Gila Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Elevator Rusak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Anda ingin lebih kreatif dan tampil impresif? Salah satu caranya, tunjukkan ucapan orang besar sebagai omong kosong. Kalau tak bisa melakukannya sendiri, gunakan pendapat orang besar yang lain untuk menihilkan pendapat orang besar pertama tadi. Dengan cara itu, Anda mendapatkan keduanya.
Gara-gara menunggangi gajah, singa pun tak akan mengusik Anda. Itulah dahsyatnya mbonceng orang besar. Tiba-tiba saja, Anda jadi ikut diperhitungkan sebagai besar. Lebih dahsyat lagi bila Anda bisa menunjukkan orang besar itu tidak terlalu besar-besar amat, dengan menyanggah ucapan atau pandangannya, misalnya. Mungkin karena itu, ada kenikmatan tertentu ketika kita melakukan pembangkangan terhadap orang besar. Apalagi kalau pembangkangan itu “rasional”, “nothing personal”, dan punya dasar kebenaran yang amat kuat.
Mari kita lihat contoh penerapan prinsip ini, dengan menunggangi Gajah Joe untuk menganulir pendapat Gajah Alexander.
Alkisah, setelah menaklukkan Persia, Alexander Agung, Jenderal Macedonia, menangis tersedu-sedu karena tak lagi melihat adanya dunia yang bisa dia taklukkan. Joe Girard, penjual mobil legendaris yang prestasinya belum tertandingi sampai kini, kontan menyanggah kisah itu, “Omong kosong! Tentu saja selalu ada lebih banyak dunia baru yang bisa ditaklukkan!”
Liburan di rumah Ibu, saya menemukan kembali buku yang
... baca selengkapnya di Elevator Rusak Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Opening Pembukaan Festival Anak Soleh Indonesia Ke X BKPRMI Kab. Cianjur di Komplek kemenag Cianjur

CIANJUR, [KC],- Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Cianjur menggelar Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-10 Tahun 2016, di Komplek Kementrian Agama Kabupaten Cianjur mulai 17 hingga 18 Desember 2016 dan dibuka langsung secara resmi oleh Wakil Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman (17/12).

Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur, Muhammad Soleh mengatakan, diadakannya kegiatan FASI ini diharapkan dapat menjadi media menanamkan pemahaman Al-Quran dan ajaran Islam yang lebih mendalam bagi anak-anak untuk mewujudkan generasi Qurani dam memperkuat tali silaturahmi. Serta dalam upaya  menopang Ukhuwah Islamiyah terutama di kalangan pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) BKPRMI, pengelola, guru dan santri.

“Tujuannya lebih mempererat tali silaturahmi. Selain itu menumbuhkan bibit-bibit berprestasi yang berakhlak dan berbudi luhur,” katanya kepada Kabarcianjur.com.

Festival yang digelar setiap tiga tahun sekali ini merupakan agenda rutin BKPRMI. Sebanyak 19 cabang perlombaan yang diikuti oleh 1368 peserta dari tingkat Taman Kanak-kanak Alquran (TKA), Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Ta’limul Quran lil Aulad (TQA).

Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Kab. Cianjur Adi Karyadi Surya menuturkan dari 32 kecamatan di Cianjur yang mengirimkan kontingennya sebanyak 19 kecamatan terdiri dari Cianjur, Cilaku, Karangtengah, Cugenang, Mande, Cikalongkulon, Cugenang, Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Haurwangi, Sukaluyu,Pagelaran, Warungkondang, Gekbrong, Cidaun, Naringgul, Sukanegara.

Menurut Adi,  Juara dari perlombaan ini nantinya akan dikirim ke tingkat provinsi, bersaing dengan daerah tingkat dua lainnya di Jawa Barat.

“Juara di Cianjur akan kami kirim ke provinsi, tahun depan. Insya Allah apabila menang lagi tingkat provinsi, dikirim lagi ke Jakarta untuk bersaing di tingkat Nasional,” jelasnya.

Perlombaan yang diadakan antara lain, Tilawah Alquran, Azan dan Iqomah, Nasyid, cerdas cermat, mewarnai, tahfidz, terjemah lafdziyah, kaligrafi, kisah Islam dan ceramah agama.[KC.01]**


Pengurus DPD Gema Keadilan Kabupaten Cianjur Periode 2016-2021 Berfoto bersama dengan
Pengurus DPW Gema Keadilan Propinsi Jawa Barat.


CIANJUR, [KC],- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Persaudaraan Pemuda (Gema) Keadilan Jawa Barat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gema Keadilan Kabupaten Cianjur untuk masa bakti 2016-2021 di Gedung KNPI Kabupaten Cianjur, Sabtu (17/12).

Pelantikan pengurus Gema Keadilan Kabupaten Cianjur dilakukan oleh Wakil Ketua DPW Gema Keadilan Jawa Barat Iwan Gunawan dihadiri Dewan Pembina Gema Keadilan Kab. Cianjur  H. Wilman Singawinata dan Ketua Dewan Penasehat Gema Keadilan Kab. Cianjur yang juga Anggota DPR RI H. Ecky Awal Mucharam, Ketua Umum DPD KNPI Kabupaten Cianjur, Supriadi, SE, serta Ormas Kepemudaan lainnya dan Perwakilan Santri dari Pondok Pesantren.

Ketua DPD Gema Keadilan Kabupaten Cianjur Teguh Agung NM,S.Si dalam orasinya menyatakan Gema Keadilan akan senantiasa berada pada garda terdepan dalam melakukan pemberdayaan pemuda. Ia mengatakan, pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupan masyarakat. "Pemuda harus aktif, progresif,, dan kreatif untuk berkarya," kata Teguh yang juga Anggota DPRD Fraksi PKS ini.

Teguh optimis Gema Keadilan Cianjur akan hadir sebagai organisasi yang menyatukan dan memberdayakan pemuda. Menurut dia, tidak hanya mereka para kaum intelektual yang berada di kampus-kampus, tapi Gema Keadilan akan sampai kepada ranah memberdayakan berbagai remaja dan pemuda dan santri.

"Organisasi ini akan menjadi rumah bagi siapapun. Gema Keadilan akan hadir sebagai rumah kaderisasi kepemimpinan yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda. Bukan untuk masa depan, pemimpin muda harus memimpin saat ini juga," kata Teguh. Ia menyatakan, kiprah Gema Keadilan saat ini telah menunjukkan secara aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat. "Ke depan Gema Keadilan harus lebih progresif lagi," ujarnya.

Acara pelantikan pengurus DPD Gema Keadilan Kab. Cianjur berlangsung khidmat. Berikut susunan Pengurus DPD Gema Keadilan kabupaten Cianjur periode 2016-2021,  Ketua H. Teguh Agung NM, S.Si, Sekretaris Aulia Sukendar, Wakil Sekretaris Yudis Permana, Bendahara H. Dani Hamdani, SE, Wakil Bendahara Muhammad Yusuf,S.Hum. [KC.01]**
Wiro Sableng #152 : Petaka Patung Kamasutra Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETAKA PATUNG KAMASUTRA

GURUN Pasir Thar di barat laut India. Matahari bersinar terik membakar bumt. Tiupan angin bukan mendatangkan kesejukan malah menebar hawa panas. Lautan pasir seolah berubah menjadi bubuk bara api. Namun aneh dan sangat luar biasa dalam keadaan seperti itu seorang tua berselempang kain putih berlari di gurun pasir tanpa alas kaki sama sekali Rambut dan janggut putih panjang melambai-lambai ke belakang. Di tangan kanan dia memegang sebuah tongkat besar berbalut emas yang ujung sebelah atas berbentuk bulat dihias batu permata berbagai warna. Saking cepatnya dia berlari tubuhnya hanya kellhatan berupa bayangan putih dan tongkat di tangan kanan membentuk cahaya kuning. Di satu tempat cahaya putih dan kuning sirna, sosok si orang tua laksana lenyap ditelan bumi. Tak selang berapa lama dia sudah berada di dalam satu lorong panjang di perut gurun.

Orang tua itu baru berhenti berlari setelah dia sampal di hadapan satu tembok batu berwarna hit
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #152 : Petaka Patung Kamasutra Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
CIANJUR,[KC],- Menko Perekonomian, Darmin Nasution didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan pengecekan harga pangan di Cianjur, Jawa Barat. Selain itu, mereka akan melaunching integrasi Sistem Resi Gudang (SRG) dan pasar lelang komoditas dalam rangka meningkatkan akses pasar.

Dalam acara ini hadir Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, Direktur Utama PT Pertani, Wahyu, Direktur Logistik dan Distribusi Perum Bulog dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan, Deputi pada BI, Dirut PT Pos dan Dirut Bank BJB.

Saat sidak, ketiga menteri menyempatkan diri untuk berbincang dengan para pedagang. Seperti biasa, harga pangan yang jadi fokus pembicaraan. Seperti beras, daging sapi, daging ayam, bawang merah dan cabai.

Dari hasil sidak, diketahui harga beras termurah sebesar Rp 7.600 per kilogram (kg), beras kelas medium Rp 8.000/kg, beras premium (IR 64) Rp 10.000/kg. Sementara harga daging sapi beku Rp 80.000/kg, daging segar sapi lokal Rp 105.000/kg hingga Rp 110.000/kg, daging ayam Rp 30.000/kg, Bawang Merah Rp 27.000/kg, cabai kriting Rp 50.000/kg, dan cabai merah Rp 40.000/kg.

Menko Darmin mengatakan, persoalan harga pangan bukan semata-mata dipengaruhi faktor produksi, tetapi sangat dipengaruhi juga oleh faktor distribusi. Komoditas pangan tidak semua dapat tahan lama untuk disimpan, sehingga ketika bukan musim produksi akan terjadi kelangkaan stok dan akhirnya menyebabkan harga naik.

"Contohnya cabai tidak sama dengan bawang merah. Cabai tidak tahan lama atau cepat busuk, akibatnya cepat terjadi kekurangan stok di pasar sehingga harga naik. Sementara bawang merah bisa tahan lama disimpan di gudang pendingin, sehingga stok dan harganya bisa normal lama," kata Darmin.

Oleh karena itu, lanjutnya, langkah yang dilakukan untuk menjaga stok terus tersedia disaat bukan musim panen dan harga stabil yakni dengan melakukan perbaikan sistem logistik pangan. Langkah yang dilakukan dengan membangun gudang pendingin dengan jumlah yang memadai, penyediaan mesin pengeringan (dryer) agar nilai jual komoditas pangan yang dihasilkan petani tinggi dan memperbanyak pembangunan pasar pengepul.

"Jadi, pemerintah tidak akan mengimpor komoditas pangan khususnya cabai dan bawang merah. Bagaimana mau impor, produksi di luar negeri pun tidak ada. Untuk itu, yang dilakukan pemerintah saat ini memperbaiki sistem logistik pangan," tegasnya.

Terkait penerapan integrasi sistem regi gudang dan pasar lelang komoditas, ia menekankan perlunya memantau dan mendorong supaya tidak hanya integritas dan ketekunan tetapi kontinuitas dalam mengurusnya. Sehingga hasilnya benar-benar dapat memberdayakan petani dan efisiensi perdagangan.

"Jadi soal sistem resi gudang ini sudah ada sejak 30 tahun lalu, sehingga kelemahan resi gudang sudah diperhitungkan. Untuk itu, resi gudang yang luncurkan sekarang harus mampu berhasil dengan belajar dari masa lalu," ujarnya.

Sementara itu, Mentan Amran mengatakan berkat melaksanakan arahan Presiden Jokowi untuk melakukan Program Upaya Khusus (Upsus) percepatan peningkatan produksi pangan, Indonesia mampu melewati ancaman dampak El Nino 2015 dan La Nina 2016. Program Upsus yang dilakukan yakni pertama, meningkatkan indeks pertanaman melalui rehabilitasi irigasi dan membangun embung, , "Hasilnya dari biasanya tanam 1 kali menjadi 2-3 kali tanam.

Kedua, meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui bantuan alat mesin pertanian dalam jumlah besar seperti traktor, alat tanam dan traktor sehingga lahan cepat ditanami kembali, dengan combine harvester proses panen dilakukan lebih cepat dan murah, lossis pun menurun. Dengan pompa air, masalah kekeringan cepat teratasi," katanya. Ketiga, meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 7 hingga 10 ton melalui bantuan benih unggul.

"Empat, pemerintah pun telah menetapkan harga dasar dan harga atap. Misalnya bawang merah telah ditetapkan harga dasarnya Rp 15.000/kg, sehingga dengan harga ini petani tidak akan merugi akibat harga jual yang murah," ungkapnya.

"Oleh karena itu, apabila tidak ada upaya khusus, dengan penduduk 258 juta jiwa tahun 2016, maka dengan esktrapolasi semestinya di tahun 2015 hingga 2016 Indonesia impor beras 16,8 juta ton, namun alhamdulillah dengan upaya khusus tahun 2016 tidak ada impor beras medium" tandasnya.
Sementara itu Mendag, Enggartiasto menyampaikan harga pangan bukan sepenuhnya dipengaruhi oleh biaya produksi yang tinggi, tapi disebabkan juga terlalu banyaknya pemain perantara sehingga rantai pasok menjadi panjang dan akhirnya menyebabkan harga tinggi.

Untuk itu menurutnya, persoalan besar petani yakni terkait akses pasar dan permodalan. Di mana saat ingin mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR), sistem perbankan menuntut jaminan yang lebih sulit sehingga petani tidak bisa mendapatkan KUR.

"untuk itu lah pemerintah meluncurkan resi gudang, menjadi istrumen jaminan mendapatkan pinjaman bank. Saat ini Bank yang siap membiayai resi gudang yaitu BRI dan Bank BJB. Namun dua bank ini tidak cukup, kami terus berupaya agar bank-bank lain dapat tertarik juga," tuturnya.
Ia menambahkan masalah lain yakni terkait akses pasar. Hal ini dapat diatasi dengan membentuk pasar lelang komoditas bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mempermudah akses pangan, memperpendek rantai pasok dan meminimalisir asimetri informasi pasar.

"Namun, selama ini kedua hal ini berjalan sendiri, resi gudang dan pasar lelang tidak jalan berbarengan. Untuk itu perlu pengintegrasian agar dapat membangun akses pangan yang mampu memberikan kesejahteran kepada petani, menguntungkan pedagang dan kosumen," tandasnya. [KC.05/Net]***

CIANJUR, [KC],- Baru –baru ini Bupati Cianjur H. Irvan Rivano Muchtar buka acara Jambore Kader Posyandu dan Guru se-Kabupaten Cianjur di Taman Kebun Raya Cibodas Cipanas Cianjur. Dan dihadiri para kepala OPD terkait, Ka.Disdik, Ka.Dinkes, Ka.BPMD, Ibu ASDA Bidang Pemkesra, Ibu TP. PKK Kabupaten Cianjur, Ibu Ketua Forum PAUD, ketua P2TP2A Kab Cianjur, para Ka,PUSBIN KBPP selaku sekretaris Pokjanal Posyandu se- Kabupaten Cianjur, kader Posyandu dan Guru PAUD se Kab. Cianjur.

Dalam sambutannya Bupati Cianjur menyampaikan penyelenggaraan Jambore kader posyandu merupakan ajang silaturahim, ajang tukar informasi dan berbagi pengalaman lapangan para kader. Kegiatan itu juga merupakan implementasi dari visi dan misi Kabupaten Cianjur yaitu mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih maju dan Agamis. Melalui jambore para kader dapat lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi dalam mengelola posyandu, yang pada akhirnya akan lebih meningkatkan kepercayaan diri dan semangat dalam mengabdikan diri sebagai kader posyandu.

Keberadaan posyandu menurut bupati, sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian tujuan pembangunan, selain sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya preventif dan promotif, keberadaan posyandu juga memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian cakupan imunisasi. Bupati sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para kader posyandu, atas perjuangannya selama ini dalam mendukung dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Cianjur.

Sementara itu Hj. Esih Sukaesih Karo Karo, S.IP kepala BKBPP Kab Cianjur selaku panitia pelaksana kegiatan menjelaskan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan silaturahmi antar kader dan meningkatkan kapasitas kader Posyandu serta Guru Paud Kabupaten Cianjur. Sedikitnya ada 1550 orang peserta yang tergabung pada acara tersebut yang terdiri dari Kader Posyandu 1.000 orang, guru Paud 550 orang.

. Dalam acara pembukaan tersebut Bupati Cianjur secara simbolis memberikan insentif kader Posyandu, pemberian Dacin kepada Posyandu Mawar Merah Kelurahan Muka, pemberian timbangan ibu hamil kepada Posyandu Campaka Desa Sukamekar Kec. Cibinong, pemberian hadiah berupa uang pembinaan kepada Posyandu Garuda 1 Desa Cimacan sebagai juara 1 terbaik tingkat Kabupaten Cianjur, pemberian hadiah untuk Rini Kurniasih Posyandu Kenangga Desa Sukasarana Karang Tengah sebagai juara 1 kader Posyandu Kab. Cianjur dan juara III Tingkat Provinsi Jawa Barat, pemberian seragam Forum PAUD yang diberikan kepada HIMPAUDI, Ketua IGTKI dan IGRA dan pemberian MOLIN ( Mobil Perlindungan) Perempuan dan Anak kepada ketua P2TP2A yang telah berkomitmen dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cianjur.

Mobil Perlindungan ( MOLIN ) ini sebagai pendukung operasional P2TP2A bantuan Kementerian RI Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang dilengkapi dengan Lampu darurat, Blankar/tempat infusan dan kotak P3K, pengeras suara untuk mendukung KIE, Layar, Infocus dan Laptop serta Genset untuk sarana penyuluhan dalam rangka pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.[KC.05/MMC]***