Headlines News :
ALAMAT REDAKSI KABARCIANJUR : JL. NYI RADEN SITI BODEDAR NO. 42 KAUM CIANJUR WAKIL BUPATI SURANTO HADIRI PERINGATAN ISRO MI'RAJ DI MAJELIS TA'LIM PERUM GRIYANUGRATAMA PASIRHAYAM WAKIL BUPATI CIANJUR HADIRI PERINGATAN ISRO MI'RAJ IWAPI KABUPATEN CIANJUR RENI HERMAYATI, S.Pd KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI TINGKAT KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2015 DARI SDN MAJALAYA 2 KEC. CIKALONGKULON SITI MASPUPAH, S.Pd GURU BERPRESTASI TAHUN 2015 DARI SMK PERTANIAN CILAKU CIANJUR KOMUNITAS YOBEK SIDEG RUJNEIC 70-80 AN GELAR TEMU KANGEN DI CIANJUR, SDN LIMBANGANSARI KEC. TANGGEUNG RAIH JUARA 3 LOMBA WAWASAN WIYATAMANDALA TINGKAT KABUPATEN CIANJUR SMK IT NURUL HUDA CIANJUR MEMBUKA PENDAFTARAN SISWA/I BARU TH. PELAJARAN 2015-2016, BAGI PEMILIK KPS BIAYA PENDIDIKAN GRATIS, DAN BONUS LAPTOP HUB. 0885724070444 MTS. ISLAMIYAH SAYANG CIANJUR MENERIMA SISWA/I BARU PENDAFTARAN TELAH DIBUKA IKUTI TERUS BERITA VIDEO TERKINI DI MEDIA ONLINE NO 1 WWW.KABARCIANJUR.COM  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Wisuda SMK IT Nurul Huda : Syarat Lulus Siswa Hafal Minimal 3 Juz

CIANJUR,-[KC],- SMK IT Nurul Huda Cianjur menggelar acara perpisahan,  sekaligus pengukuhan alumni, Sabtu (30/5). Acara yang berlangsung di halaman sekolah setempat dipenuhi suasana haru itu dihadiri Ketua Yayasan Nurul Huda, ketua komite sekolah, dunia usaha dan  industri serta para orang tua siswa. Selama acara berlangsung, siswa setempat menampilkan upacara adat pelepasan dan berbagai pertunjukan kreasi seni.

Kepala SMK IT Nurul Huda, Asep Moh. Muhsin, S.PdI mengapresiasi kinerja panitia  yang telah bekerja keras mempersiapkan acara perpisahan tersebut. ”Tahun ini kelas XII dikukuhkan. Mereka berasal dari jurusan Teknik Komputer Jaringan,” sebutnya. Diakui,  siswa tersebut lulus dengan nilai yang memuaskan. Selain berhasil lulus 100 persen, siswa SMK IT Nurul Huda  telah meraih sejumlah prestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Kegiatan wisuda siswa-siswi kelas XII SMK IT Nurul Huda  Cianjur tahun ini, merupakan wisuda yang pertamakali dilaksanakan, wisuda ini digelar dimaksudkan agar para siswa memiliki kebanggaan tersendiri dalam kegiatan ini sehingga akan menimbulkan kesan yang mendalam sampai kapan pun, dan sebagai motivasi agar mereka dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi sekalipun dirinya bisa sambil bekerja. Ungkap Asep.

Dalam kesempatan itu juga sekolah mengumumkan siswa-siswi yang meraih  nilai UN tertinggi antara lain Ahmad Endang Ramdani  disusul Fitri Kamalasari.

Asep menambahkan, yang paling menjadi kebanggaan adalah mereka keluar dari SMK IT Nurul Huda dengan membawa kebiasaan yang positif, yakni kebiasaan sholat berjamaah, kebiasaan sholat sunnat tajjud, kebiasaan sholat dluha, dan kebiasaan menghafal Al-Quran, serta kebiasaan positif lainnya.

" Alhamdulillah hingga saat ini sudah ada siswa kita yang sudah hafal 24 Juz, karena standar minimal kita mereka keluar dari SMK harus minimal hafal 3 Juz" Ungkap Asep.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil mengantarkan semua siswa hingga dinyatakan lulus seratus persen,  permohonan maaf mewakili seluruh guru dan staf kepada seluruh siswa-siswi kelas XII  selama tiga tahun pembelajaran di SMK belum sesuai dengan harapan orang tua." papar Asep.  [KC.12]**

Herman : Publik yang Berhak Menilai

CIANJUR, [KC],- Sejak beredarnya "atribut misterius" yang menyandingkan Herman dan Ade Barkah sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab dengan keberadaan atribut itu. Namun banyak pihak mensinyalir atribut itu muncul dari kalangan arus bawah yang menghendaki kedua bakal calon tersebut maju berpasangan sebagai Cabup dan Cawabup.

Terpisah Herman Suherman mengungkapkan, terkait pasangan calon yang akan mendampingi dirinya maju dalam Pilkada nanti, ia menyerahkan pada mekanisme partai. Kalaupun memang sekarang banyak isu kang Ade Barkah Surachman menjadi pasangan, tentu publik yang berhak menilai itu.

“Tapi jujur, saya sendiri merasa senang jika memang gagasan arus bawah ini bisa direalisasikan menjadi sebuah keputusan politik. Saya melihat sosok kang Ade memang memiliki segudang pengalaman yang bisa memberikan masukan terhadap diri saya dalam membangun Cianjur kedepan. Namun apakah itu bisa dilaksanakan atau tidak, keputusannya tentu ada di partai,” tandas Herman ditemui beberapa waktu lalu.

Selain isu yang santer tentang Herman Suherman dan Ade Barkah, figur lainnya yang ramai dipergunjingkan akan menjadi calon kuat dalam Pilkada mendatang, masih malu-malu untuk melaksanakan kegiatan berbau politik. Bahkan terkesan, calon lainnya seperti Suranto, menunggu kontalasai politik yang jelas ditingkat partai yang bakal maju dalam Pilkada.

Meski begitu, Suranto kini digadang-gadang telah memiliki rekomendasi dari Partai PDI Perjuangan untuk maju sebagai Cabup mewakili partai berlambang banteng moncong putih itu. Sayang saat dikonfirmasi, Suranto masih enggan untuk menjawab pertanyaan itu. Dia bahkan berkilah, bisa saja maju dari partai lain seperti partai koalisi Islam dan Gerindra.[KC.13]**

Direksi PT. Yong Kharisma Utama Jaya Bertikai

CIANJUR, [KC].- Untuk memastikan kebenarannya, Pengadilan Negeri (PN) Cianjur menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS) di PT Yong Kharisma Utama Jaya, di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Kamis (28/5/2015).

Persidangan yang dilakukan langsung di lahan yang menjadi salah satu obyek yang disengketakan itu digelar untuk membuktikan kebenaran lahan sebagaimana yang tertuang di dalam berita acara persidagan.

"Biasanya, kalau ada sengketa kepemilikan, majelis hakim akan menggelar persidangan pemeriksaan setempat untuk meninjau secara langsung objek yang disengketaklan. Manfaatnya, dikemudian hari, majelis hakim mendapatkan kejelasan," terang Anggota Majelis Hakim PN Cianjur, Sayyed Tarmidzi.

Menurut Sayyed, setelah diperiksa, kurang lebih luas perusahaan yang bergerak di bidang karoseri dan terbesar di Kabupaten Cianjur tersebut luasnya lebih kurang 5 hektar. Saat ini, perusahaan itu sedang disengketakan oleh dua belah pihak, yakni Direktur 1 Bidang Marketing dan Keuangan, Nyoman Yudi Saputra dan Direktur Utama Lie Cie Liong.

"Kami belum bisa mengatakan itu sengketa internal atau eksternal. Misalnya kalau hanya menyangkut saham, RUPS dan lain-lainnya itu internal. Tapi kalau sudah menyangkut penggelapan, itu eksternal. Jadi, ya nanti lihat saja proses hukumnya bagaimana," jelas Sayyed.

Menurut Sayyaed, saat ini, masing-masing pihak memiliki bukti dan klaim serta versi masing-masing. Meski begitu, lanjut dia, yang dapat membuktikan pihak mana yang benar hanyalah melalui proses persidangan. "Ya kita lihat saja nanti di persidangan. Semua pasti jelas di situ," sambung dia.

Kuasa Hukum Lie Cie Liong, Jawalmen Girsang menjelaskan, bahwa duduk persoalannya adalah Yudi selaku Dirut I PT Yong Kharisma Utama Jaya itu menggugat agar perusahaan mengembalikan saham kepemilikannya atas perusahaan tersebut sebesar 25 persen.

Namun di sisi lain, perusahaan juga menduga bahwa Yudi sebagai Direktur 1 kala itu, dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2008-2014, diduga telah menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 6-8 milyar.
"Yudi ini tidak bisa membuktikan pertanggungjawaban selama kurun waktu itu. Nyaris 80 persen penjualan perusahaan dipegang oleh dia," ujar Girsang.

Girsang juga menuturkan, sebetulnya, kehadiran Yudi di perusahaan tersebut diharap akan lebih menertibkan sisi administrasi, penjualan dan pembukuan. Pasalnya, dengan latar belakang pendidikan ekonomi yang dimilikinya bisa menjawab hal itu. Namun ternyata, kata Girsang, Yudi malah tidak membawa situasi baik dalam perusahaan.

"Direktur Utama yang lulus SMA berharap Yudi hadir untuk tertib administrasi kalau melakukan penjualan. Ini malah Yudi yang tidak tertib," ujar dia.

Sementara, ketika hendak dikonfirmasi berkenaan dengan sengketa perusahaan yang produknya sudah sampai ekspor ke berbagai negara tersebut, pihak Nyoman Yudi Saputra tidak dapat ditemui karena langsung meninggalkan lokasi perusahaan perakitan bodi mobil itu usai jalannya persidangan [KC-02/gp]**









Warga Sekitar Situs, Minta Pemkab Pembebasan Tanah Dilakukan Sekaligus

CIANJUR, [KC].- Rencana Pemkab Cianjur yang akan membebaskan tanah disekitar areal Situs Megalitikum Gunung Padang sepertinya tidak akan berjalan mulus. Pasalnta sejumlah warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka menolak Pemkab itu yang melakukan pembebasan tanah secara bertahap. Warga menganggap bahwa pembebasan tanah dengan cara bertahap akan menimbulkan gesekan di antara warga.

Menurut Zenal, salah seorang warga setempat, pada prinsipnya warga sekitar Gunung Padang menyambut baik rencana pembebasan tanah anga dilakukan Pemkab Cianjur. Namun hendaknya, rencana tersebut dilakukan secara sekaligus. Jangan sampai dilakukan pembebasan itu secara bertahap.

"Rencananya pembebasan tanah akan dilakukan dalam dua tahap, yang diawali seluas 15 hektar. Kondisi ini jelas akan menimbulkan gesekan sesama warga," kata Zenal, kepada wartawan, Kamis (28/5/2015).
Zenal menjelaskan, keinginan warga untuk mendapatkan pembebasan tanah secara bersamaan, disebabkan agar seluruh warga dapat direlokasi secara bersama-sama.

"Kalau pembebasan secara bertahap, warga tahap pertama akan merasa resah. Sedangkan bagi warga yang masuk dalam tahapan ke dua akan tenang karena masih bisa tinggal disitu," katanya.

Zenal menilai, dengan adanya pembebasan tanah yang direncanakan dalam dua tahap akan menimbulkan ketidak harmonisan di kalangan warga, karena kemungkinan akan ada pembedaan harga jual tanah.
"Dampak lainnya juga yaitu akan menimbulkan perselisihan harga karena pada pembebasan yang pertama dengan yang berikutnya kemungkinan akan berbeda," jelasnya.

Selain itu juga, lanjut Zenal, hingga saat ini pihaknya bersama warga belum mengetahui secara rinci rencana pembebasan tanah dikarenakan tidak ada akses informasi baik ke pemkab, provinsi maupun pusat, terkait hal tersebut.

"Sejauh ini memasuki tahapan perencanaan dan persiapan pembebasan tanah saya kira selaku masyarakat Gunung Padang, belum cukup jelas. Kamipun tidak punya kontak person untuk masalah sosialisasi dengan pihak terkait. Misalnya kami membutuhkan informasi baik pusat maupun pemkab, sejauh ini kami tidak punya kontaknya," ucapnya.

Menurut rencana pembebasan tanah di kawasan situs Gunung Padang akan mencapai luas 29 hektar. Ini merupakan lokasi sebaran benda cagar budaya [KC-02/gp]** 







Direktur Inside Yusep Somantri: BUMDes Dapat Menjadi Tonggak Perekonomian Desa

CIANJUR, [KC].- Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diyakini dapat menjadi tonggak pertumbuhan perekonomian desa. Namun, desa masih kesulitan memulai mendirikannya akibat kurangnya pendampingan dan terkendala permodalan. Pemerintah Kabupaten Cianjur diminta serius melakukan pendampingan bagi pemerintah desa untuk mendirikan BUMDes.

Demikian ditegaskan Direktur Institute Social and Economy Development, Yusep Somantri dalam seminar yang bertajuk "Penatakelolaan Badan Usaha Milik Desa" di Hotel Bydiel, Kamis (28/5). Dikatakan Yusep, berdasarkan data Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Cianjur, sejak 2007, BUMDes yang berdiri baru 32.

Jumlah tersebut jauh dari total desa yang ada di Kabupaten Cianjur, yakni 354 desa. BUMDes menjadi penting mengingat dari berbagai peruntukan alokasi dana desa, salah satunya digunakan untuk pengembangan BUMDes. "BUMDes itu perlu benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah. Dari jumlahnya, BUMDes yang ada kurang dari 10% jumlah desa, itupun masih perlu peningkatan," Yusep.

Puluhan perwakilan desa yang hadir pada kegiatan tersebut mengeluhkan sulitnya mendirikan BUMDes. Mereka mengaku bingung bagaimana memulai, memilih potensi yang bakal dikembangkan serta memperoleh modal yang diperlukan.

"Kondisi ini jelas berbeda dengan daerah lain yang telah maju bersama. Di Jawa Timur, misalnya, mereka kini tinggal menjalankan sistem yang mereka buat sebelumnya. Sedangkan di Cianjur, masih berkutat pada wilayah teknis, bagaimana mendirikan BUMDes," ujar Yusep.

Menurut dia, harusnya Pemkab memiliki roadmap yang fokus dalam pengembangan BUMDes. Roadmap itu nantinya berkembang menjadi sistem yang tinggal dijalankan oleh pemerintah desa. Di dalamnya tersusun kebijakan, pendampingan dan bantuan permodalan bagi BUMDes.

Diungkapkan Yusep, sejauh ini ada beberapa BUMDes yang sudah menunjukkan perkembangannya. Namun saat pergantian pemerintahan desa, perkembangan BUMDes pun terhenti.
"Itu karena tidak adanya sistem yang jelas. Sehingga setelah rezim kepala desanya berakhir, pemerintahan yang baru bingung bagaimana melanjutkannya," kata dia.

Kepala Sub Bidang Bina Sarana dan Prasarana Perekonomian Desa BPMPD Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi mengatakan, BUMDes di Cianjur sebenarnya telah berdiri sebelum kebijakan pusat diterbitkan. Sejak 2007, sejumlah desa telah mendirikan BUMDes. Hanya saja, diakuinya, kondisi BUMDes masih membutuhkan peningkatan di sejumlah sisi.

"Di Cianjur masih menjadi PR, banyak desa belum mendirikan BUMDes. Identifikasi potensi desa, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sendiri serta tentang pencarian permodalan masih menjadi pembicaraan," ujarnya.

Berdasarkan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, 51% permodalan BUMDes menjadi kewajiban pemerintah desa. Untuk mencukupi hal tersebut, desa masih kelimpungan. Menurut Dandi, modal tersebut tidak hanya berupa uang namun juga barang ataupun tempat. Desa yang memiliki aset berupa lahan atau gedung, misalnya, dapat mencantumkannya sebagai modal. Jika BUMDes dilihat memiliki perkembangan yang baik, Pemkab dapat memberikan bantuan permodalan.

"Di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, sejak 2007 telah merintis BUMDes dan berjalan hingga saat ini. Modalnya, dia mendapat bantuan air bersih dari pusat. Bantuan tersebut kini menjadi BUMDes yang berkembang menjadi tiga, yaitu usaha penyediaan sarana air bersih, usaha simpan pinjam dan pengelolaan pasar," kata dia.

Sebanyak 32 BUMDes yang kini terbentuk, kata Dandi, berasal dari 16 kecamatan. Jenis usahanya pun berbeda-beda, seperti usaha kredit motor, perusahaan simpan pinjam modal, pengelolaan hasil pertanian hingga penjualan sapu. Jenis usaha pun akan senantiasa berkembang dan bervariasi tergantung klasifikasi tiap desa.

"Jadi desa yang masih bingung mendirikan BUMDes bisa melihat potensi yang ada di desanya apa. Karena yang menjadi pasarnya kan masyarakat desa itu sendiri. Jadi yang dibutuhkan desa itu apa," kata dia.
Dandi mengatakan, pihaknya kini membidik minimal 50% jumlah desa telah terorientasi pendirian BUMDes. Hal tersebu ditargetkan tercapai hingga pertengahan 2016 mendatang.

"Tiap tahun kamu melakukan orientasi kepada 50 desa, sedangkan tahun ini ada 80 desa yang hendak diorientasi. Sehingga pada 2016 mendatang sedikitnya 180 desa telah siap mendirikan BUMDes," kata dia.
Sementara itu, menurut Lembaga Studi Desa (eLSD) Cianjur, pemerintah harus memastikan keberlanjutan BUMDes yang sudah terbentuk. Pasalnya dari berbagai program yang digelar jarang berlangsung kepanjangan. Mayoritas program akhirnya hanya dinikmati kepala desa.

"Ketua RT yang mendapat bantuan dari negara, malah mengklaim uang tersebut bukan milik negara tapi menjadi RT itu," ujar perwakilan eLSD Cianjur, Dudung Winara [KC-02/gp]**
















Polsek Ciranjang Temukan Puluhan Lembar Upal Didalam Mobil

CIANJUR, [KC].- Jajaran petugas dari Polsek Ciranjang Kabupaten Cianjur berhasil menemukan ratusan lembar uang palsu (upal) dari sejumlah negara, Rabu (27/5/2015) malam.

Upal tersebut ditemukan oleh petugas di dalam sebuah mobil mini bus Honda Mobilio warna putih nopol B 1273 PRX yang ditinggalkan oleh pemiliknya di sebuah kawasan permukiman warga.
Kapolsek Ciranjang, AKP Nelson Siregar mengatakan, penemuan upal tersebut tidak terlepas adanya laporan dari warga masyarakat yang mencurigai sebuah mobil di Kampung Pasir Kawung, Kecamatan Ciranjang (dekat Pasar Ciranjang, red).

Atas dasar laporan tersebut, pihaknya pun langsung menuju ke lokasi dimaksud dan mendapati mobil sudah ditinggalkan oleh pelaku begitu saja. Setelah diperiksa, di dalam mobil tersebut, ditemukan ratusan lembar uang yang diduga palsu.

"Menurut informasi dari masyarakat pelakunya ada empat orang. Tapi ketika kami sampai di sana, para pelaku itu sudah kabur dan meninggalkan mobilnya begitu saja," tutur Nelson.

Setelah diperiksa, didalam mobil ditemukan 80 lembar uang rupiah mainan pecahan Rp100.000, 80 lembar kertas yang menyerupai uang pecahan Rp100.000, 19 lembar uang pecahan 1.000 Dinar Irak, 73 lembar pecahan 500 Won Korea serta 50 lembar pecahan 1.000 Won Korea.

"Selain itu, kami juga menemukan dua buah handphone serta puluhan amplop kosong yang kami amankan sebagai barang bukti," kata Nelson.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan pihaknya dari kesaksian warga setempat menyebutkan, sebelumnya warga memergoki para pelaku yang berjumlah empat orang diduga akan melakukan aksi penipuan.

Karena kepergok, warga pun kemudian meneriaki para pelaku sebagai maling sehingga langung mengambil langkah seribu dan kabur meninggalkan mobilnya begitu saja.

"Pelaku sudah kabur saat kami tiba di lokasi. Saat ini, kami sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku," tukas Nelson.

Pihaknya berharap, dengan adanya penemuan upal tersebut, masyarakat diharap waspada terhadap orang asing yang tidak dikenal yang tiba-tiba masuk ke wilayahnya masing-masing. Apalagi, ucap dia, jika gerak-gerik orang tersebut cukup mencurigakan.

"Segera laporkan kepada kami. Tetap jaga keamanan lingkungan masing-masing," pesan Nelson [KC-02/gp]**









Wabup Sidak Kantor Kecamatan : "Jangan coba-coba mempersulit masyarakat"

CIANJUR-[KC],-  Birokrat ini  pelayan masyarakat (public service) bukan dilayani masyarakat. Oleh karena itulah dalam mengemban tugasnya seharusnya birokrat menempatkan masyarakat pada posisi terhormat. Sebab sejatinya masyarakat atau rakyat adalah pemilik saham negara ini, sehingga mereka harus mendapatkan pelayanan yang prima.        

“Jangan coba-coba mempersulit masyarakat, melainkan berilah mereka kemudahan, agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap birokrat meningkat,”  sebut Wakil Bupati Cianjur  Suranto, saat inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Kecamatan Gekbrong, Kamis (28/5).

Oleh karena itulah kinerja birokrat harus terus dipacu, bahkan yang lebih ideal memulainya  dari revolusi mental dari semula dilayani menjadi melayani. Dengan melayani, yakinnya, bukan saja kepuasan dan kepercayaan yang bisa didulang, melainkan pahala dari Allah SWT. Ini artinya menjadi birokrat pun bukan sekadar lahan hidup melainkan lahan ibadah juga.

Hanya memang tidak sekadar urusan mental. Sarana dan prasarana pelayanan pun amat penting guna memberikan kepuasan kepada publik. Terlebih saat ini di era teknologi informasi (TI) sarana dan prasarana yang dimiliki kantor pemerintah  mesti canggih pula. Dengan kecanggihan IT pelayanan akan cepat dan tepat. “Tentu saja harus didukung sumber daya manusia birokrat yang memadai,” ujarnya.

Saat Suranto sidak diterima Sekretaris Camat Erwin Supriansyah, sedangkan camatnya, Dadang Prawira tidak ada di tempat, sehubungan ia  dinas keluar kota. Dengan gayanya yang akrab, Suranto, melihat-lihat kelengkapan sarana kantor kecamatan. Ia pun menyapa semua aparat yang ada di sana. [KC.10]**

MAN Cianjur Wisuda 378 Siswa, Beberapa Sudah Menerima Beasiswa Luar Negeri

CIANJUR, [KC],- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cianjur menggelar acara Wisuda kelas XII tahun pelajaran 2014-2015 ,Kamis (28/5). Acara lepas pisah sekaligus wisuda kelas XII diikuti oleh semua siswa dan siswi kelas XII yang berjumlah 378 siswa. Selain itu, siswa kelas X dan XI, Jajaran dewan guru, dan wali murid juga hadir dalm acara yang digelar di Gedung Assakinah Cianjur itu.

Kegiatan wisuda siswa-siswi kelas XII MAN Cianjur tahun ini, merupakan wisuda yang keduakalinya. Tahun-tahun sebelumnya masih dikemas dalam bentuk perpisahan atau paturay tineung yang terkadang diselenggarakan sebelum pengumuman kelulusan. Namun sejak tahun 2013-3014 kemarin, panitia mengemas kegiatan pelepasan siswa-siswi kelas XII ini dalam bentuk wisuda seperti halnya para calon sarjana di perguruan tinggi” kata Ketua Panitia Wisuda, Drs. Lily Azies Saleh,M.Pd.

Lily mengatakan pelepasan dalam bentuk wisuda ini dimaksudkan agar para siswa memiliki kebanggaan tersendiri dalam kegiatan ini sehingga akan menimbulkan kesan yang mendalam sampai kapan pun, dan sebagai motivasi agar mereka dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi yang mereka idam-idamkan.

Dalam kesempatan itu juga sekolah mengumumkan siswa-siswi yang meraih  nilai UN tertinggi antara lain Ismie Hilaly Ardianti (Kelas XII Bahasa) meraih nilai UN Tertinggi 461,0, Rafni Darajat (Kelas XII IPA) dengan nilai UN 493,7, Irma Putri Pamungkas (Kelas XII IPS) dengan nilai UN 419,8.

Kepala MAN Cianjur, Drs.H. Ma'mun Hidayat,M.M.Pd dalam sambutannya mengatakan jika acara pelepasan dan wisuda  kelas XII ini  merupakan bukti nyata keberhasilan MAN Cianjur dalam menjalankan program pembelajaran. Oleh karena itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil mengantarkan ratusan siswa hingga dinyatakan lulus seratus persen.

Ma'mun juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru dan staf kepada seluruh siswa-siswi kelas XII  selama tiga tahun pembelajaran di MAN Cianjur , dan dirinya merasa bangga karena lulusan MAN Cianjur sudah ada yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit dalam negeri dan luar negeri.

"Saya sangat bangga karena tahun ini ada lulusan MAN Cianjur yang lulus mendapatkan beasiswa dari Universitas ternama di German, dan itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa" ungkap Ma'mun. [KC.01]**

Wabup Suranto Berikan Pembekalan Pada Peserta Bisnis Online NU

CIANJUR,[KC],- Ada kearifan lokal yang harus  dirujuk calon wirausahawan (entrepreneurship). Kata Wakil Bupati Cianjur, Suranto,   kearifan lokal dimaksud  “Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok  (batu yang ditetesi air dalam jangka waktu lama akan membekas-red). Kearifan lokal ini mengandung makna   keuletan,  kerja keras, bersabar, dan tidak mudah putus asa.

“Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok   yang merupakan kearifan lokal Sunda  ini benar-benar  resep ampuh agar menjadi pengusaha sukses. Sebab memang dunia usaha tantangannya sangat berat dan penuh resiko, sehingga  memerlukan  mental baja,”  sebut Suranto, saat memberikan pembekalan kepada  pengurus Majelis  Wakil Cabang  (MWC) Nahdlatul  Ulama (NU) yang akan memulai bisnis online, di sekretariat NU, Jl.Perintis Kemerdekaan, Cianjur.

Tetapi bangkrut atau gagal ini tidak boleh dijadikan  alasan untuk tidak memulai. Justru harus dijadikan tantangan. Sebab pada dasarnya resiko   kegagalan di area manapun pasti menghadang. Justru dari kegagalan inilah, kata Suranto, akan menuai pelajaran atau pengalaman berharga untuk bangkit kembali.

Kalaupun akan mengantisipasi kegagalan, bisa  melalui permodalan kecil-kecilan. Sebab  dengan memulainya dari kecil resikonya  bakal kecil pula, sekaligus  mempelajari dinamika usaha. Lagi pula pada umumnya jika usaha memulai dari kecil atau nol maka laju usahanya akan sehat. Berbeda dengan dengan usaha yang tiba-tiba besar, kerapkali rentan bangkrut. “Sebagaimana catatan  kebanyakan pengusaha sukses  diawali dari kecil atau nol itu,” yakin Suranto.

Dijelaskannya, tidak bisa  dipungkiri sekarang ini berwirausaha belum menjadi primadona. Kebanyakan orang masih mendambakan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Padahal  jika ingin serba berkecukupan  peluangnya ada di wirausaha (entrepreneurship). Sedangkan penghasilan PNS sangat terbatas, karena diatur perundang-undangan. Malah jika menjadi PNS hidupnya serba berkecukupan  boleh jadi membuat orang curiga. [KC.10]***

Kejari Cari Momen Yang Tepat Untuk Tangkap Miftah

CIANJUR, [KC],- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur telah membututi H. Miftah (56) tersangka dugaan tindak pidana korupsi bantuan Desa Peradaban setelah kabur saat akan dilakukan pemeriksaan tahap kedua. Setelah momennya dianggap tepat, penangkapan terhadap anggota DPRD Cianjur dari Partai Demokrat itu dilakukan.

"Kita mencari momen dan waktu yang pas saja, biar semua enak. Kita sudah buntuti dia, dan pada waktu yang tepat kita melakukan penangkapan," kata Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, Kamis (28/5/2015).

H. Miftah, lanjut Wahyudi, ditangkap dalam perjalanan dari arah Sukabumi menuju Cianjur. Saat dilakukan penangkapan tidak ada perlawanan dari sang bersangkutan.

"Ditangkap di jalan daerah perbatasan Cianjur Sukabumi. Langsung kita bawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Ketika disinggung apakah H. Miftah akan langsung ditahan, Wahyudi berkilah hal itu dikembalikan kepada penyidik urgensinya seperti apa. "Masih ada waktu 1X24 jam, kalau penyidik beranggapan perlu dilakukan penahanan yang kita akan tahan, sebaliknya kalau tidak perlu ditahan bisa saja pulang," paparnya.

Wahyudi juga menegaskan terjadinya sedikit gesekan saat H. Miftah sempat menolak turun dari kendaraan di depan pintu masuk kantor Kejari, merupakan hal yang biasa. "Itu wajar saja, karena posisinya sebagai tersangka akan berbuat seperti itu," tandasnya.

Setelah kabur dari pemeriksaan tahap kedua, H. Miftah tersangka dugaan tindak pidana korupsi bantuan desa peradaban berhasil ditangkap tim Kejari Cianjur saat akan berkunjung ke rumah temannya di daerah perbatasan Cianjur-Sukabumi. Saat ditangkap, H. Miftah juga bersama sopir pribadinya yang juga turut diamankan.

Setelah ditangkap, anggota DPRD Cianjur dari Partai Demokrat itu langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Kejari Cianjur menunggu proses hukum selanjutnya [KC.02]**

Kejari Tangkap Miftah, Dalam Pelariannya Miftah Kabur Ke Cirebon Selama 10 Hari

CIANJUR, [KC],- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur akhirnya menangkap Miftah, anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang beberapa waktu lalu sempat melarikan diri saat hendak menandatangani berita acara penahanan sesaat setelah pemeriksaan.

Dalam pelariannya H. Miftah mengaku shock setelah membaca surat penahanan dirinya. Ia mengaku pergi dari ruang penyidikan Kejari bermaksud ingin meminta waktu.

"Saya hanya ingin meminta waktu saja, makanya saya pergi. Saya terus terang shock saat membaca surat penahanan tentang diri saya," kata H. Miftah sesaat setelah dijebloskan ke dalam sel tahanan Kejari Cianjur, Kamis (28/5/2015).

Selama dalam pelariannya, H. Miftah mengaku sempat pergi berziarah ke daerah Cirebon selama 10 hari. Ia tinggal disekitar tempat ziarah itu. "Ya tujuannya untuk menenangkan diri di sana. Saya tidak kemana-mana hanya berdoa dan merenungi apa yang saya alami," katanya.

Setelah 10 hari di Cirebon ia kembali di Cianjur bahkan H. Miftah mengaku sempat pulang ke rumahnya di daerah Ciherang Kecamatan Karangtengah. Saat pulang itulah ia sempat berobat ke seorang dokter di daerah Ciranjang.

"Penyakit gula saya meningkat sampai 500. Saya sempat berobat dulu dan beristirahat di rumah," kata anggota DPRD Cianjur dari Partai Demokrat itu.

Ia pun mengaku sempat menagih uang ke sejumlah relasi bisnis berasnya di daerah Bandung. H. Miftah kembali ke Cianjur tiga hari lalu. Sebelum akhirnya ditangkap tim dari Kejari Cianjur ia bermaksud mengunjungi temannya saat menunaikan ibadah haji di daerah Warungkondang.

"Tadinya saya mau ke rumah teman saya H. Ridwan di daerah Warungkondang. Hanya untuk bertemu saja, tapi keburu ditangkap," katanya

Sumber Dana Kampanye di Pilkada Harus Jelas dan Transfaran

Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Cianjur semakin dekat. Meskipun belum ada keputusan tentang penetapan calon dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, namun para Bakal Calon (Balon) sudah mulai menampakan dirinya, baik lewat televisi lokal, radio maupun baliho-baliho di jalanan untuk sosialisasi dan menggalang dukungan dari masyarakat. Dari sini kita mengetahui bahwa mereka sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk berbagai media sosialiasi dari para Bakal Calon yang mengincar kursi empuk di Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur.

Memang tidak dapat dipungkiri, di zaman sekarang ini sebelum menduduki jabatan dalam sistem pemilukada langsung memang memakan anggaran yang luar biasa banyaknya, belum lagi jikalau ada calon yang kalah kemudian menuntut pemilu ulang, maka anggaran akan semakin membengkak, dana untuk persiapan percetakan kertas suara, tinta, dan sebagainya akan keluar dua kali lipat dan benar-benar banyak menguras uang rakyat, namun jikalau memang di haruskan melaksanakan pemilu secara langsung, seharusnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya;

Pertama, Negara harus membuat aturan pembatasan dana calon untuk berkampanye, jangan sampai nantinya calon tersebut mengeluarkan begitu banyak uang yang luar biasa untuk berkampanye, kemudian ketika kalah, malah akan menjadi penyesalan yang sempurna, jadi harus ada aturan yang jelas dan resmi untuk pembatasan dana kampanye ini, setidaknya batasan tersebut sebanding dengan gaji yang di dapatkan saat menjabat nanti, jadi pikiran untuk mengembalikan dana kampanye tidak ada, disini kita dapat menekan penyelewengan keuangan rakyat.

Kedua, Para Calon/Bakal Calon harus bisa menjelaskan asal muasal dana yang dia dapatkan untuk berkampanye, misalkan dana pribadi berapa? Dari partai berapa? Dana dari pengusaha berapa? Kemudian laporkan asal dana tersebut, bisa dengan media cetak, situs resmi, media sosial, radio, televisi, dan sebagainya, dari sini masyarakat yang akan memilih harus mengetahui sumber dana mereka.

Ketiga, yang paling penting harus ada perhitungan kekayaan calon sebelum menjabat dengan setelah menjabat, jikalau ada pertambahan kekayaan yang mencurigakan dan tidak masuk akal secara logika, maka pejabat terpilih tersebut harus menjelaskan darimana asal pertambahan kekayaan ini, kalau memang tidak bisa dibuktikan secara akal sehat, maka Negara harus merampas kekayaan tersebut dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cianjur, baik pada pemerintahan pusat tentunya harus ada kerjasama yang baik antara calon yang terpilih nanti dengan masyarakat, saat terjadi masalah dalam sistem pengelolaan daerah, tentunya sangat tidak logis jikalau kita hanya bisa menyalahkan pemerintah tanpa mengevaluasi diri kita masing-masing juga sebagai rakyat, marilah kita menjadi rakyat yang amanah, misalkan jikalau ada calon yang melakukan Politik Uang (money polotic) anggap saja Rp 50.000, dan dia membutuhkan 10.000 suara, kemudian kita sebagai rakyat menerima uang tersebut dengan lapang dada dan tidak merasa bersalah, berarti kita akan memilih calon yang menghabiskan dana Rp 50.000 x 10.000 suara =Rp 500.000.000, artinya kita akan memilih calon yang berpotensi mengembalikan modal kampanye Rp 500 juta rupiah, karena itu marilah kita jadi rakyat yang amanah, jika kita amanah, insyaallah kita akan mendapatkan pemimpin yang amanah pula yang mampu membawa Masyarakat Khabupaten Cianjur lebih baik..aminn.

Firly Sopirmas
WASEKBID PAO
HMI CABANG CIANJUR.

 
Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI