Headlines News :
KABARCIANJUR.COM BEKERJASAMA DENGAN TV CIANJUR MEMPERSEMBAHKAN BERBAGAI INFORMASI PROGRAM KEGIATAN KOMUNITAS DAN MASYARAKAT YANG DIKEMAS SECARA APIK DALAM SEBUAH ACARA "BINGKAI"  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Pondok Pesantren Al Ittihad Peringati Milad ke 15 Dengan Berbagai Kegiatan

CIANJUR,  [KC].- Ribuan santri Pondok Pesantren (Pontren) Al Ittihad meriahkan acara Milad ke 15 yang di laksanakan di komplek Pontren Al Ittihad Jalan Raya Bandung KM 3 Bojong Karangtengah Cianjur, Sabtu (28/2/2015). Serangkaian kegiatan dilakukan sebagai bentuk kreatifitas santri.

Ketua Panitia Milad ke 15 Pontren Al Ittihad, Ali Nasrudin mengatakan, pada kegiatan milad pontren kali ini dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan para santri. Diantaranya kegiatan donor darah sukarela, bazar hasil karya santri, kegamaan dan seni dan lingkungan hidup.

"Kita sudah melaksanakan kegiatan sejak awal Februari. Semua itu kita lakukan untuk mengukur sejauh mana kreatifitas santri ini bisa ditunjukkan. Sakaligus untuk mengukur kemampuan yang dimiliki para santri sebagai evaluasi proses belajar," kata Ali saat ditemui di komplek Pontren Al Ittihad, Sabtu (28/2/2015).

Kegitam milad selain bertujuan untuk memperingati hari jadi pontren yang ke 15 juga sebagai upaya merefleksi perjalan selama 15 tahun dan mengasah kreatifitas santri. "Makanya dalam milad kali ini ditampilkan seluruh hasil kreatiftas para santri. Ini menjadi salah satu ajang pembuktian kemampuan para santri diberbagai bidang," katanya.

Dikatakan Ali, tema peringatan milad Pontren Al Ittihad kali adalah 15 tahun isiqomah turut mencerdaskan bangsa. Tema tersebut merupakan satu bukti bahwa Pontren Al Ittihad yang didalamnya terdapat SMA Plus, SMK Plus dan SMP Terpadu mampu memberikan kontribusi dalam kemajuan pendidikan.

"Sejak Al Ittihad ada, sejumlah prestasi telah diraih diantaranya LKS tingkat provinsi TI juara harapan 2 tahun 2011, PMR, pramuka penggalang dan masih banyak lagi prestasi lainya. Ini bukti. bahwa kami tidak hanya mampu memberikan pendidikan agama bagi para santri, tapi juga pendidikan umum," paparnya.

Pimpinan Pontren Al Itiihad KH. Kamali Abdul Ghani (57), mengungkapkan, pendidikan bukan hanya fisik tapi output dari proses belajar mengajar. Pontren Al Ittihad dalam menjalankan proses belajar mengajar menggabungkan sistim modern dan salafi sehingga mampu menjawab tantangan jaman.

"Ini yang menjadi unggulan pontren perpaduan antara pendidikan nasional, salfiyah dan sistem gontor. Kita padukan kita ramu sistemnya. Semuanya seimbang dan semuanya urgen," kata  Kamali saat ditemui terpisah.

Membangun pontren hingga mampu berkembang dalam kurun waktu 15 tahun perjalanan tidaklah mudah. Tudingan lulusan pontren tidak siap pakai dalam dunia luar secara tidak langsung telah terbantahkan.

"Dulu cukup susah mengembangkan pontren, ini sebuah perjuangan panjang, semuanya berangkat dari nol. Pada awal berdiri 15 tahun silam kami hanya ada ada 14 santri. 5 Santri dari Bekasi, 2 santri dari Jakarta dan sisanya dari Cianjur. Sekarang kami telah memiliki sekitar 3.000 santri," jelas Kamali.

Para santri yang belajar di Pontren Al Ittihad 50 persen diantaranya berasal dari luar Cianjur. Bahkan ada juga yang datang dari luar pulau jawa. "Ini patut kita syukur hasil dari sebuah perjuangan bersama. Mudah-mudahan kami bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara untuk lebih baik lagi,". tegasnya  [KC-02]**.

Guru SMA/SMK dan TU Sambut Baik Kepindahan Status Kepegawaian ke Provinsi

CIANJUR,  [KC].- Penarikan status kepegawaian guru-guru SMA/SMK dan Tata Usaha (TU) dari Kabupaten/Kota ke Provinsi disambut baik oleh para guru dan TU di Kabupaten Cianjur. Mereka statusnya berubah menjadi pegawai pusat dibawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

"Ini merupakan angin segar bagi semua Guru dan TU SMA/SMK. Dengan ditariknya status kepegawaian menjadi kewenangan provinsi, mereka bisa lebih leluasa menunjukkan prestasi dan dedikasinya," kata Ketua
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Cianjur, Jarwoto saat dtemui, Jum'at (27/2/2015).

Dengan ditariknya status kepegawaian ke provinsi, Kabupaten/Kota tidak memiliki lagi kewenangan untuk melakukan mutasi dan rotasi. Di Kabupaten Cianjur yang selama ini dikenal kabupaten di Jawa Barat yang terbilang sering melakukan mutasi, menjadi "hantu" menakutkan bagi para PNS

"Bagi yang selama ini merasa terganggu dengan seringnya mutasi di Cianjur, setelah ditarik ke provinsi status kepegawaianya mereka pasti merasa lega. Sebaliknya yang merasa diuntungkan dengan mutasi, tentu harus kecewa. Kita harapkan dengan pengalihan status kepegawaian ini bisa meningkatkan prestasi," kata Jarwoto.

Dengan pengalihan kewenangan ke provinsi, sudah barang tentu diikuti dengan kesejateraan yang juga ikut meningkat. "Informasinya seperti itu, tunjangannya juga meningkat, dan harus dibarengi dengan peningkatan kinerja," tegasnya.

Dikatakan Jarwoto, saat ini pengalihan status kepegawaian bagi para guru dan TU SMA/SMK masih dalam tahap pemberkasan. Diharpkan pada akhir tahun semuanya sudah selesai. "Per Januari 2016 semuanya sudah beralih menjadi kewenangan provinsi. Termasuk anggarannya, Pemda tidak lagi mengalokasi anggaran untuk SMA/SMK," katanya.

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengaku, pengalihan status kepegawaian bagi para guru SMA/SMK dan TU tersebut harus dilaksanakan. Dengan pengalihan tersebut Pemda bisa lebih konsentrasi membangun pendidikan dasar yakni SD/SMP.

"Selama ini untuk SMA/SMK masih menjadi tanggungjawab daerah. Dengan aturan baru itu daerah bisa lebih leluasa untuk meningkatkan pengelolaan pendidikan dasar. Karena didalamnya juga pengalihan itu bersamaan dengan anggaranya," papar Suranto.

Dengan pengalihan status kepegawaian, lanjut Suranto, daerah tidak lagi menganggarkan untuk SMA/SMK. "Dari sisi anggaran jelas beban APBD berkurang dengan beralihnya kewenangan ke provinsi. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan anggaran yang ada," paparnya.

Hanya saja kata Suranto, para guru dan TU SMA/SMK tersebut harus siap ditempatkan diwilayah Jawa Barat. Dengan beralihnya status mereka menjadi tanggungjawab provinsi, penempatan pegawai juga melekat di provinsi.

"Harus siap, itu konsekwensi, mutasi itu bisa dilakukan antar kabupaten/kota. Karena statusnya pegawai pusat yang dilimpahkan ke provinsi. Jadi bagaimana kebijakan provinsi," tegas Suranto  [KC-02]**.

Jupel Gunung Padang Antisipasi Serbuan Pemburu Batu Akik

CIANJUR, [KC].- Antisipasi warga pemburu batu akik ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Juru Pelihara (Jupel) selalu menyampaikan larangan mengambil batu yang ada di lokasi situs Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Tindakan tersebut harus dilakukan mengingat banyaknya masyarakat yang saat ini tengah mencari batu akik.

"Kita harus antisipasi, tidak menutup kemungkinan para pemburu batu akik itu sampai ke Gunung Padang. Kita selalu menghimbau setiap orang yang masuk kawasan situs dilarang mengambil batu situs," kata Jupel Situs Gunung Padang, Nanang, Jum'at (27/2/2015).

Diakui Nanang, sejauh ini belum ditemukan warga yang berani mengambil batu situs untuk dijadikan batu akik. Kalaupun sampai ditemukan pihaknya akan menyita dan mengembalikan benda cagar budaya itu.

"Mudah-mudahan jangan sampai ada yang nekad, kami selalu informasikan kepada pengunjung mengenai larang itu. Karena batu situs itu merupakan benda cagar budaya yang harus dijaga dan dilestarikan," katanya.

Kendati belum ada pemburu batu akik yang sampai ke situs Gunung Padang, namun banyak juga warga yang memburu batu akik di sungai dibawah situs Gunung Padang. Kalau itu dilakukan, pihaknya tidak akan melarangnya, karena lokasinya diluar areal situs.

"Kalau diluar areal situs terutama di sungai banyak juga yang memburu batu akik. Saya juga sendiri makai batu dari sungai dibawah situs," kata Nanang.

Warga yang memburu batu akik disungai kebanyakan warga sekitar situs. Tapi ada juga yang datang dari luar daerah. "Yang pasti kita akan melarang kalau sampai ada warga yang sampai mencari batu akik ke areal situs. Diluar itu kami tidak akan melarangnya," katanya  [KC-02]**.

Atlit Balap Motor Asal Cianjur Ikuti Asia Talent 2015 di Sejumlah Negara

CIANJUR, [KC].- Bangga Dewantara Sunarya (16) atlet balap motor asal Kabupaten Cianjur menjadi satu-satunya atlit di Jawa Barat yang lolos untuk mengikuti kejuaraan Asia Talent Cup 2015, yang akan digelar di Malaysia, Thailand, Qatar, China dan Jepang. Asia Talent Cup 2015 itu akan dimulai pada awal Maret 2015 di sepang Malaysia.

Sebelumnya atlet binaan Cianjur Auto Sport (CAS) Cianjur itu sempat gagal saat ikut seleksi pada tahun 2013 silam. Berkat keseriusannya dan meniti prestasi, pada tahun 2014 silam kembali ikut seleksi dan berhasil lolos.

"Waktu itu saat ikut seleksi bersama 270 pembalap dari Asia dan Australia, hasilnya 15 pembalab lolos. Tiga pembalap asal Indonesia yakni Surabaya, Makasar dan satu diantaranya Bangga dari Cianjur," kata Manajer Bangga, Indra Winata (33) saat ditemui di gedung KONI Cianjur, Jum'at (27/2/2015).

Bangga akan berangkat ke Malaysia pada, Jum'at (27/2/2015) malam untuk bergabung dengan 21 pembalap lainya dari Asia dan Australia. Mereka akan menjalni tes drive di sepang Malaysia pada 1 Maret hingga 5 Maret 2015. Selanjutnya akan melanjutkan ke Thailand pada 17 Maret dan mengikuti race di Buriram Sirkuit pada tanggal 21-22 Maret 2015.

Pada tanggal 23-24 Maret, Bangga melanjutkan ke Qatar untuk mengikuti race pada tanggal 28-29 Maret dan setelah itu kembali ke Indonesia. "Untuk race di Thailand bersamaan dengan Super Bike dan di Qatar barsamaan dengan Moto GP," katanya.

Sementara Bangga mengaku optimis bisa menunjukkan prestasi terbaiknya. Bangga yang mendapat nomor delapan itu yakin akan memberikan perlawanan. "Ya harus optimis, targetannya, juara internsional. Kemampuan rata-rata, peluang masih sangat tebuka. Ingin memberikan yang terbaik," kata Bangga.

Untuk menghadapi Asia Talent Cup 2015, sejumlah persiapan telah ia lakukan sejak Nopember 2014 lalu. Dua kali dalam seminggu ia melakukan race untuk menjaga kestabilan. "Biasanya setiap race kita melakukan hingga tiga jam. Selain itu kita hanya menjaga kesehatan saja dengan latihan fisik dan makanan sehat," katanya [KC-02]**.

Sindir Pemkab Cianjur, Yusup Beli Brangkal Untuk Mengurug Jalan Bonjopi Yang Rusak

CIANJUR,  [KC].- Kesal dengan kondisi jalan yang rusak parah, seorang warga Bojongpicung melakukan sindirin kepada Pemkab Cianjur.. Yusup (43) warga Kampung Sukamanah RT 03/RW 07 Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur itu nekad pinjam uang Rp 170 ribu, dan dibelikan brangkal untuk di Jalan Kebun Jeruk Bojong Picung yang rusak.

Sebagaimana diketahui bahwa kondisi jalan dari Ciranjang ke arah Bojong Picung sudah bertahun-tahun kondisinya rusak parah. Belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemkab Cianjur hingga kini.

"Saya berbuat seperti ini ingin membantu masyarakat pengguna jalan. Banyaknya jalan yang rusak, sangat membahayakan pengendara, makanya saya berinisiatif sendiri," kata Yusup, Kamis (26/2/2015).

Yusup mengaku, bermodal Rp 170 ribu tersebut ia sudah berhasil membeli tujuh truk engkel brangkal untuk menguruk jalan yang berlubang. Setidaknya sudah sekitar 500 meter jalan yang berlubang berhasil di urug dengan brangkal.

"Saya melakukan sendiri, saya beli brangkalnya, kemudian saya urugan ke jalan yang berlubang. Alhamdulillah sudah 500 meter lubang jalan yang rusak itu tertutup dan jalan menjadi rata meski tidak beraspal," katanya.

Berkat kerja kerasnya tersebut, tidak sedikit pengguna jalan yang memberikan bantuan alakadarnya. Hasilnya bisa kembali dimanfaatkan untuk membeli brangkal. "Kalau bantuan hanya dari pengguna jalan saja, itupun nilainya bervariatif, dan kalau dikumpulkan bisa beli berangkal kembali," jelasnya.

Tintin Nurhadistian (40) seorang warga Bojongpicung mengaku memberikan apresiasi terhadap Yusup yang mau berkorban dan meluangkan waktunya untuk mengurug jalan yang berlubang agar tidak membahayakan pengguna jalan. Langkah Yusup tersebut dinilai sangat jarang yang mau melakukan.

"Itu jarang ada warga yang rela berkoban mengeluarkan biaya dan tenaga sendiri untuk kepentingan orang banyak. Seharusnya pemerintah malu melihat tindakan warganya sendiri yang nekat mengorbankan waktu, tenaga dan biaya untuk jalan yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah," kata Tintin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur Atte Adha Kusdinan mengaku, terbatasnya anggaran sulit untuk memperbaiki seluruh jalan yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur. Kerusakan jalan di Bojongpicung secara bertahap akan dilakukan penanganan.

"Tentu kita tidak bisa sekaligus memperbaiki jalan yang mengalami keruskan termasuk yang ada di Bojongpicung. Secara bertahap tentu akan dilakukan penanganan," kata Atte  [KC-02]**.

Rutusan Anak PAUD Cidaun Ikuti Olimpiade

CIANJUR  [KC].- Ratusan anak dari 25 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kecamatan Cidaun Cianjur selatan mengikuti kegiatan Olimpiade PAUD yang dilaksanakan di PKBM Winaya Bhakti, lapang Jayanti Desa Cidamar Kecamatan Cidaun, Kamis (26/2/2015).

Sambil diantar oleh orang tuanya, ratusan anak PAUD tersebut sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka juga diantar iring-iringan pawai puluhan sepeda motor dan roda empat menuju lokasi perlombaan.

Ketua Panitia Olimpiade PAUD, Hasan, mengatakan, pada olimpiade yang dilaksanakan tersebut sejumlah perlombaan akan dilaksanakan. Diantaranya senam ceria, lempar bola, estafet, hafalan alquran surat-surat pendek dan mewarnai gambar.

‎​"Kegiatan olimpiade ini bertujuan untuk memotivasi belajar anak agar bisa lebih rajin lagi dan bisa menghasilkan yang maksimal. Olimpiade ini juga merupakan ajang pemanasan sebelum nantinya tampil di tingkat Kabupaten Cianjur pada 10 Maret 2015 mendatang," kata Hasan.

‎​
Pihaknya berharap, pemerintah bisa lebih peduli terhadap keberadaan PAUD, terutama dalam hal anggaran. Selama ini kegiatan yang dilaksanakan PAUD kebanyakan hasil dari swadaya. "Saya sangat berharap, pemerintah baik pusat maupun daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk PAUD. Selama ini, penyelenggaraan PAUD pembiayaannya masih bersifat swadaya," paparnya.

Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan (Pusbindik) PLSPO Wilayah V, Aep Saepudin, mengatakan, olimpiade PAUD merupakan kegiatan positif dalam rangka memotivasi anak untuk berani tampil di muka publik. Sehingga kelak saat memasuki usia sekolah sudah memiliki dasar-dasar mentalitas yang stabil.

"Dulu, kegiatan seperti ini di tingkat kabupaten selalu dimotori oleh HIMPAUDI, tetapi mulai tahun ini diselenggarakan oleh Disdik melalui Sie Binmudora. Ini pertanda pemerintah Kabupaten Cianjur sangat memperhatikan PAUD," tegas Aep.

Camat Cidaun, Hely Kuswandi, mengaku siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh PAUD. Bahkan ia siap merekomendasikan aset pemerintah yang tidak digunakan yang ada di wilayahnya bila masyarakat membutuhkan untuk kegiatan PAUD.

"Selaku camat saya siap membantu keberlangsungan PAUD. Termasuk merekomendasikan aset pemerintah yang tidak dimanfaatkan, agar digunakan untuk PAUD. Ini komitmen kami dalam memajukan pendidikan," katanya

Untuk Menjaga Kelestarian Situs, Perlu Pengaturan Jumlah Pengunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang

CIANJUR, [KC].- Akibat semakin meningkatnya jumlah kunjungan ke situs Megalitikum Gunung Padang di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan situs.

Kekawatiran rusaknya situs sepertinya tidak berlebihan jika melihat daya tampung lokasi situs sangat terbatas untuk menampung pengunjung. Sementara jumlah pengunjung setiap hari trendnya terus meningkat.

Juru Pelihara (Jupel) Situs Megalitikum Gunung Padang, Nanang, mengakui, jumlah pengunjung setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal itu dampak dari pemberitaan media yang terus menerus serta adanya penelitian di situs Gunung Padang.

"Grafiknya dari tahun 2011 hingga saat ini jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan. Ini harus dipikirkan, jangan sampai justru banyaknya pengunjung akan berdampak kurang baik untuk keberlangsungan situs," kata Nanang saat dihubungi, Kamis (26/2/2015).

Untuk menghindari terjadinya kerusakan situs akibat membludaknya pengunjung, komunitas dan pengelola Situs Megalitikum Gunung Padang untuk sementara waktu memberlakukan bergiliran bagi pengunjung yang ingin naik. Ketika dirasa pengunjung sudah memadati di puncak situs, pengunjung yang baru datang harus rela menunggu pengunjung yang sudah naik turun.

"Ini hanya antisipasi sementara, perlu adanya kebijakan yang mengatur para pengunjung. Bukan membatasi jumlahnya, tapi mengatur waktunya dengan menghitung jumlah maksimal pengunjung diatas. Bisa dilakukan secara bergiliran, jangan sampai dipaksakan semua pengunjung dimasukkan. Ini akan merusak cagar budaya, bukan merawatnya," kata Nanang.

Dalam satu bulan saja, pengunjung yang masuk ke Situs Megalitukum Gunung Padang bisa mencapai sekitar 8.000 orang. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah seiring dengan pemberitaan media mengenai Gunung Padang yang masih terus berlangsung.

"Tidak hanya pengunjung dari masyarakat Cianjur, tapi banyak diantaranya yang datang dari luar Cianjur. Bahkan sejumlah warga negara asing juga mengalami peningkatatan jumlahnya. Mereka rata-rata penasaran mendengar atau melihat cerita tentang gunung padang di media-media," paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur H. Dedi Supriadi melalui
Kasi Usaha dan Pariwisata Neneng Sumaryanti menuturkan, pihaknya telah merencanakan untuk membuat manajemen pengunjung khusus di situs Megalitikum Gunung Padang. Melalui manajemen pengunjung diharapkan wisatawan akan bisa lebih tertib.

"Melalui manajemen pengunjung yang akan kita terapkan itu akan mengatur berapa jumlah pengunjung atau kapasitas pengunjung yang bisa masuk kawasan situs, bisa juga dengan melengkapi sarana dan prasarananya sebagai daya tarik yang lain selain keberadaan situs," kata Neneng saat dihubungi terpisah.

Tujuan adanya manajemen pengunjung juga merupakan upaya untuk menjaga situs agar terhindar dari kerusakan. "Namanya juga pengunjung tidak semuanya bisa menjaga situs, ada saja yang sebaliknya. Dengan adanya kuota pengunjung akan mempermudah dalam pengawasan dan lebih mudah dalam menjaga kelestarian situs," tegas Neneng  [KC-02]**.

Pelaku UMKM Cianjur Siap Hadapi MEA

CIANJUR, [KC].- Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk saat ini tengah dilakukan agar bisa bersaing.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur Ridwan Ilyasin mengungkapkan, MEA tidak perlu dikawatirkan. Kehadiran MEA adalah peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, memperkuat keunggulan dan keistimewaan dari perusahaan agar tetap menang bersaing.

"Dari segi kualitas produk UMKM kita tidak kalah bersaing, bauhkan berkualitas. Hanya ada beberapa yang perlu dibenahi mengenai kemasan. Karena sebaik apa kualitas sebuah produk, tidak bisa terlepas dikemasan, itu merupakan pasar tersendiri," kata Ridwan saat ditemui di kantornya, Rabu (25/2/2015).

Dikatakan Ridwan, kehadiran MEA itu sejatinya hanya memperlancar kerjasama ekonomi. Tinggal bagaimana mempersiapkan diri dalam menjaga kualitas produk, pemasaran, kreatif dan sumber daya manusia ditingkatkan. "Kualitas sudah ada, tinggal komposisi produk. Tinggal kita kemas, kita tingkatkan pemahaman mengemas produk dan info produk itu. Kita binanya seperti itu dan memperbanyak pemasaran produk, biar orang luar belanja," katanya.

Hanya saja para pelaku UMKM kecil itu seringkali menemui kesulitan dalam belanja bahan baku karena beli bahan bakunya pasti mahal. Kondisi seperti itu, koperasi menjadi salah satu alternatif. "Kita harapkan UMKM terhimpun dalam koperasi dan harga itu bisa bersaing. Kita bangun UMKM bersamaan dalam pemasaran, pemikiran, kesamaan dalam untuk maju. Ini adalah sebuah kekuatan potensi UMKM Cianjur. Harus siap menghadapi pesaing pada MEA," kata Ridwan.

Pihaknya optimis, MEA membawa angin segar bagi pelaku UMKM di Cianjur. "Kita optimis pasar, mudah-mudahan orang luar negeri ke Cianjur banyak belanja ke Cianjur. Gak usah takut. yang penting eksen. Kemampuan kita sampai dimana bagaimana persepsinya orang luar ke kita,"tegasnya.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Cianjur, Adang Pratidi mengubgkapkan, MEA tidak akan bisa dibendung, karena sudah merupakan kesepakatan diantara anggota Asean dan juga akibat faktor globalisasi. "Tinggal kita memperkuat diri saja, terutama SDM, market, inovatif dan kreatif," kata Adang saat dihubungi terpisah.

Seorang pelaku UMKM Cianjur, Ratna Dewi Anggriani mengaku juga tidak cemas adanya MEA. Justru MEA merupakan sebuah peluang untuk menunjukkan bahwa produk UMKM itu memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing di pasar.

"Kita harus hadapi, justru ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM, untuk bisa lebih menjaga kualitas produknya. Kalau tidak, tentu akan ditinggalkan. Pasti ini bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM, khususnya di Cianjur," kata Ratna  [KC-02]**.

Empat Bulan Terbentuk, BPSK Cianjur Sepi Pengaduan

CIANJUR, [KC].- Meski sudah terbentuk sejak empat bulan silam, keberadaan Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Cianjur sepertinya masih sepi dari pengaduan. Diduga hal itu akibat minimnya sosialisasi keberadaan BPSK di Cianjur.

Sepinya pengaduan mengenai persoalan sengketa konsumen, tidak terlepas masih minimnya masyarakat yang mengetahui adanya BPSK di Cianjur. Sebagai lembaga baru, sudah seharusnya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Memang kita masih perlu terus menerus melakukan sosialisasi keberadaan BPSK dan apa saja kewenangannya kepada masyarakat. Tahun ini kita akan lakukan sosialisasi itu. Kita ingin keberadaan BPSK ini bermanfaat bagi masyarakat," kata Ketua BPSK Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho saat ditemui, Rabu (25/2/2015).

Sebagai badan baru yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres), BPSK memiliki kewenangan dalam menyelesaikan persoalan sengketa konsumen. "Kita memiliki kewenangan dalam mediasi, abitrase dan konsiliasi. Itu yang menjadi pokok penanganan sengketa konsumen," paparnya.

Kurun waktu empat bulan berdiri, BPSK Cianjur baru menerima satu pengaduan dan dua konsultasi. Pengaduanpun hingga saat ini belum ditindaklanjuti, pengingat sang pengadu tidak datang kembali untuk melengkapi berkas.

"Ada pengaduan masalah lising, tapi yang bersangkutan tidak datang lagi saat kami meminta kronologis kejadiannya. Sementara yang sifatnya hanya konsultasi ada dua kasus, itupun juga masalah lising," jelas Judi.

Minimnya pengaduan, diakui Judi lantaran masih banyaknya masyarakat yang belum tahu BPSK. Sehingga menjadi sebuah tantangan bagi personel BPSK untuk mensosialisasikan lembaganya kepada masyarakat.

"Secara bertahap kita berbenah. Saat ini personel BPSKnya sudah terbentuk, tinggal pegawai sekretariatnya. Kita sedang usulkan itu. Jangan sampai ketika kita banyak menerima pengaduan, kita keteteran dalam melayani. Beruntung sekarang masih bisa tertangani. Kita akan siapkan semua perangkatnya," tegasnya [KC-02]**.

Jambu Biji Potensi Dikembangkan di Batulawang Cipanas

CIANJUR, [KC].- Buah Jambu Batu atau Jambu Biji ternyata memiliki nilai bisnis yang menjanjikan. Atas dasar itulah saat ini masyarakat Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur berlomba membudidayakannya. Suhu yang dingin ternyata tidak mempengaruhi tanaman tersebut untuk setiap saat berbuah, justru sebaliknya.

"Awalnya memang kami kawatir kalau tanaman buah tidak bisa berbuah saat ditanam di areal yang udaranya dingin. Tapi ternyata sebaliknya, malah buahnya tidak mengenal musim, terus menerus berbuah," kata Cecep Abdul Halim (50) petani buah jambu batu di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Rabu (25/2/2015).

Buah jambu batu memiliki nilai bisnis yang menjanjikan. Permintaan buah jambu batu masih sangat tinggi. "Kita masih kwalahan memenuhi pesanan. Permintaanya sangat tinggi, prospek bisnisnya masih sangat terbuka," katanya.

Melihat peluang tersebut, saat ini sejumlah petani tengah mengembangkan tanaman buah jambu batu. Usia tanam yang relatif singkat sudah berbuah, membuat banyak petani yang mulai beralih untuk mengembangkan jambu batu.

Dikatakan Cecep, 100 pohon jambu batu, saat ini bisa menghasilkan sekitar 2 hingga 3 kwintal dalam satu minggu. Bahkan dalam satu bulan bisa menghasilkan panen raya hingga dua kali dengan jumlah rata-rata 5 kwintal.

"Harga ditempat saat ini berkisar Rp 2.500,- per kilogram. Harga yang menjanjikan, karena perawatan tanaman pohon jambu tidak begitu sulit, pupuknya juga cukup dengan pupuk kandang, hanya harus rajin membungkus buahnya saja," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pihaknya bertekad ingin mengembangkan tanaman jambu batu diwilayah Desa Batulawang. Sejumlah warga yang tergabung dalam koperasi sudah bertekad ingin mengembangkan jambu batu.

"Kalau kita tergabung dalam koperasi, kita harapkan masalah harga bisa terkontrol. Demikian juga masalah pemasaran, kita tidak akan mengalami kesulitan. Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud dan bisa berkembang," harapnya  [KC-02]**.

Hujan Es Guyur Wilayah Cugenang Dan Sekitarnya

CIANJUR, [KC].- Hujan es mengguyur sebagian wilayah Cianjur utara. Fenomena langka tersebut terjadi sekitar pukul pukul 16.30 WIB Rabu (25/2/2015). Hujan yang mengguyur di wilayah Cugenang ternyata dibarengi dengan hujan es. Butiran es sebesar batu kerikil bertebaran sebelum akhirnya mencair.

Fenomena hujan es tersebut sangat jarang dijumpai. Sehingga banyak masyarakat yang merasa heran. "Lumayan juga kalau kena kepala terasa sakit. Seperti dilempar batu kerikil. Ini kejadian yang langka, sepertinya saya baru mengalami kali ini kurun waktu sepuluh tahun terakhir," kata Siti Hasilah (37) seorang ibu warga Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang.

Karena penasaran, ibu tiga anak itu berupaya memunguti es yang terjatuh ke tanah. Ia ingin meyakinkan apakah benar hujan es itu benar-benar terjadi. "Kayak aneh saja, biasanya hujan itu air biasa, ini ada butiran es sebesar batu kerikil yang jatuh bertebaran. Hanya sekedar memastikan saja, makanya kita kumpulin," katanya.

Hujan es yang terjadi tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 10 menit, hujan yang mengguyur wilayah Cugenang itu kembali seperti biasa. "Memang singkat kejadiannya, tapi sangat mengesankan, fenomena hujan es benar-benar terjadi, tidak hanya didaerah kutub saja, di Cugenangpun terjadi dan ini fakta," paparnya.

Namun ia sangat menyesal, karena terlambat mendokumentasikan. "Ia nyesel, tidak sempat mengabadikan, terlalu asyik sih memunguti es, jadi lupa mengabadikan momen yang jarang terjadi ini," sesalnya [KC-02]**.

Menyedihkan ......288.100 KK di Cianjur Belum Teraliri Listrik

CIANJUR, [KC].- Disaat Gubernur Jawa Barat selalu menggelorakan program Jabar Caang, ternyata masih banyak masyarakat Jawa Barat yang belum merasakan listrik. Setidaknya hal itu dirasakan oleh masyarakat Cianjur. Sebanyak 288.100 Keplala Keluarga (KK) di wilayah Kabupaten Cianjur belum mendapatkan aliran listrik. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat minimnya pemasangan sambungan baru.

"Rasionya sekitar 56,55 persen KK yang sudah teraliri listrik di wilayah Kabupaten Cianjur atau sekitar 374.899 KK," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi diampingi Kepala Bidang Pertambangan dan Energi, Iman Budiman, Selasa (24/2/2015).

Dikatakan Dodi, masih tingginya KK yang belum teraliri listrik tersebut membutuhkan penanganan serius. Keterbatasan anggaran yang dimiliki menjadi persoalan tersendiri. "Perkembangan pemasamgan listrik tidak sebanding dengan perkembangan KK. Kadang didalam satu rumah terdapat lebih dari satu KK," kata Dodi.

Untuk menuntaskan seluruh KK teraliri listrik butuh waktu dan anggaran yang memadai. Berdasarkan perhitungannya, jika terdapat anggaran minimal Rp 1 miliar setiap tahun, untuk menuntaskannya dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun.

"Saat ini kita mendapatkan alokasi anggaran hanya Rp 600 juta. Itu kita manfaatkan buat jaringan di Pagelaran dan untuk aliran baru 100 KK di Sukaluyu. Bisa dikalkulasikan, berapa lama untuk menuntaskannya," katanya.

Diakuinya, selama ini anggaran yang diperoleh PSDAP Cianjur untuk penanganan aliran listrik nilainya fluktuatif. Bahkan sampai diangka Rp 200 juta per tahun. "Kita manfaatkan yang ada, untuk memaksimalkan kebutuhan yang diperlukan," tandasnya.

Pihaknya mengaku bisa sedikit berlega hati, lahirnya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Desa. Dalam undang-undang itu menyebutkan masalah penanganan listrik didaerah menjadi kewenangan provinsi. "Dalam lampiran kewenangan penyediaan dana kelompok masyarakat tidak mampu, pembagunan sarana penyediaan tenaga listrik belum berkembang, daerah terpencil dan perdesaan menjadi kewenangan provinsi," tegas Dodi.

Melihat aturan tersebut kata Dodi, seharusnya provinsi yang bergerak. Karena kalau daerah menyediakan anggaran salah. "Aturannya sudah jelas, saat ini yang terjadi kita seperti buah simalakama, gak dimasukin anggaran salah, dimasukin juga salah. Tapi tahun depan kita sudah tidak akan anggarkan lagi," paparnya  [KC-02]**.
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI