Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Disperindag Kesulitan Cari Anggaran Buat Bangun Pasar Ciranjang

CIANJUR, [KC].- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan untuk mencari anggaran buat pembangunan Pasar Ciranjang yang beberapa waktu kalu terbakar. Untuk pembangunan pasar bekas kebakaran itu setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 20 miliar.

"Kita kesulitan anggaran, saat ini kita tengah berupaya mengajukan anggaran ke kementerian. Tapi belum tahu ada realisasinya atau tidak. Sebab biasanya dalam satu tahun itu hanya ada 2-3 kabupaten di Jawa Barat yang dikabulkan," kata Kepala Disperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris, Rabu (29/10/2014).

Tidak hanya mencari anggaran ke kementerian, pihaknya juga mengaku tengah mengajukan anggaran pembangunan pasar Ciranjang ke Provinsi Jawa Barat. "Pokoknya kita terus berupaya, mana yang hasil, mau provinsi atau dari kementerian. Bagi kita tidak ada masalah yang penting pembangunan bisa dilaksanakan," katanya.

Sementara itu pasca kebakaran, Disperindag Kabupaten Cianjur saat ini tengah membuat pembangunan kios bagi para pedagang. Rencananya 420 kios akan dibangun diareal sekitar lokasi kebakaran. Saat ini baru sekitar 300 kios yang sudah selesai dibangun.

"Kita targetkan bulan Nopember 2014 semuanya sudah selesai dan bisa ditempati oleh para pedagang. Bekas kebakarannya kita akan ratakan buat lahan parkir," kata Himam.

Himam menegaskan, anggaran pembangunan kios sementara tersebut bersumber dari APBD 2014. "Pelaksanaan pembangunannya dibayar dibelakang, dari APBD perubahan. Yang terpenting bisa segera terbangun dan bisa dimanfaatkan," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Waiting List Calon Jamaah Haji Hingga 2023

CIANJUR, [KC].- Jumlah pendaftar calon jamaah haji di Kabupaten Cianjur terus membludak. Hingga akhir bulan Oktober 2014, jumlah calon jamaah haji yang masuk dalam daftar tunggu (waiting list) jumlahnya sudah mencapai 10.600 jamaah. Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat.
"Trendnya dalam dua tahun terakhir jumlah pendaftar calon jamaah haji di Cianjur mengalami peningkatan. Mereka tersebar merata dari 32 wilayah kecamatan. Tapi masih didominasi dari wilayah kecamatan di utara," kata Kepala Seksi (Kasi) Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, H. Hipni didampingi pelaksana tugas Mamat, Rabu (29/10/2014).
Meningkatnya pendaftar calon jamaah haji tersebut tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran umat islam untuk menunaikan rukun islam yang ke lima. Selain itu peningkatan pendapatan meteri juga menjadi salah satu penyebabnya. "Dari segi materi meningkat, tapi kalau kesadarannya masih rendah juga tida bisa berangkat, keduanya tidak bisa terlepas," katanya.
Untuk jumlah pendaftar calon jemaah haji sebanyak 10.600 orang, baru bisa diberangkatkan hingga habis sampai tahun 2023. "Baru sembilan tahun kedepan bisa tuntas diberangkatkan dengan asumsi pemberangkatan setiap tahunya kuota minimal 1.146 orang," paparnya.
Dalam sehari kata Hipni, jumlah pendaftar calon jamaah haji di Kabupaten Cianjur bisa mencapai 20-30 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. "Dari kalangan PNS terutama dari kalangan guru mengalami peningkatan dalamm dua tahun terakhir. Semua itu tidak terlepas dari penghasilan guru yang juga meningkat setelah adanya program serifikasi," katanya.
Hipni menegaskan, calon jamaah haji yang telah mendaftar ternyata meninggal dunia sebelum berangkat tidak bisa digantikan sesuai dengan nomor urut daftar. Kalaupun bisa oleh mahromnya harus kembali mendaftarkan diri. "Ada beberapa yang meninggal, tapi tidak bisa digantikan langsung, mereka harus kembali daftar dari awal, ketentuannya memang begitu," katanya.
Diakui Hipni, memang ada sejumlah permohonan agar bisa digantikan oleh mahrom sesui dengan nomor urut daftar. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Sehingga masih berlaku ketentuan gugur dengan sendirinya dan harus daftar dari awal jika digantikan oleh mahromnya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






Cianjur Belum Tentukan Besaran KHL

CIANJUR, [KC].- Tim survey yang terjun kesejumlah tempat untuk menentukan kebutuhan hidup layak (KHL) dalam seminggu terakhir ternyata belum merumuskan hasil berapa besaran KHL di Kabupaten Cianjur untuk penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2015.

"Memang belum selesai, sehingga belum tahu berapa besaran KHL. Tim terjun di tiga titik, yakni Pasar Ciranjang, Pasar Cianjur, dan Pasar Cipanas. Tim saat ini masih melakukan penggodokan," ujar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Sumitra, di kantornya, Rabu (29/10).

Meski belum ada hasil, Sumitra yang juga selaku ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Cianjur ini, memastikan KHL itu akan ditetapkaan pada 5 Oktober 2014. Dalam waktu dekat ini, dewan pengupahan pun akan melakukan rapat untuk melakukan kordinasi dengan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

"Kita dideadline paling lambat mungkin 5 November kedepan, karena terakhir pada tanggal 7 november harus sudah sampai ke provinsi. Tentu ada masukan-masukan yang harus diolah terkait nilai KHL," kata Sumitra.

Pihaknya tidak menampik, terkaity penentuan KHL ini ada sejumlah masukan salah satunya dari serikat pekerja terhadap kenaikan UMK 2015. Hal itu tidak ada larangan, siapapun boleh memberikan masukan terkait kenaikan UMK. Hanya saja penetapan UMK didasarkan hasil survey.

"Berbagai unsur terkait seperti unsur pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja itu terlibat dalam hasil survey. Himbauan kami tentu semuanya harus berjalan secara normatif dalam menentukan KHL," katanya.

Pihaknya juga mengakui ada kekawatiran dampak dari kenaikan UMK yang tidak mengacu pada hasil survey berpengaruh terhadap iklim investasi di Cianjur. Makanya UMK 2015 harus mengakomodir kepentungan pekerja dan pengusaha.

"Kalau melihat hasil evaluasi selama 2014, dalam pelaksanaan UMK tidak banyak keluhan dari pengusaha sampai jelang pergantian tahun ini. Memang ada penangguhan yang masuk. Dari empat, dua perusahaan yang dikabulkan penangguhannya," tegasnya [KC-02/g]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Komisi Tiga Pesimis Pembangunan Pasar Pasir Hayam Tepat Waktu

CIANJUR, [KC].- Untuk menjalankan fungsi pengawasan, Komisi 3 DPRD Kabupaten Cianjur mendatangi sejumlah proyek pembangunan yang didanai oleh APBD Kabupaten Cianjur. Tiga proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah disambangi oleh anggota Komisi 3 yang berjumlah 13 orang itu.
Pembangunan proyek yang pertama didatangi Komisi 3 adalah pembangunan dan penataan Lapang Prawatasari Joglo di Jalan Pangeran Hidayatulloh Kelurahan Sawah Gede Kecamatan Cianjur, kemudian dilanjutkan ke pembangunan kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura di Jalan Raya Bandung Kecamatan Karangtengah dan terakhir menyambangi pembangunan pasar Pasir Hayam di samping terminal Pasir Hayam Kecamatan Cilaku.
Ketua Komisi 3 DPRD Cianjur, ‎​Dheni Lutfi Rahman didamping anggotanya H. Denny Aditya mengatakan, dari tiga proyek yang dikunjungi, semuanya sesuai dengan progres yang telah ditetapkan. Seperti pembangunan Lapang Prawatasari Joglo, progresnya sudah mencapai 74 persen dengan masa kerja selama 90 hari. Hal tersebut melebih timeskejul pihak rekanan.
"Dilapang joglo setidaknya karyawan yang bekerja itu dibagi empat grup. Kita juga melihat mutu kualitas bahan. Kami juga menyarankan taman Prawatasari itu mempunyai tema seperti yang di Bandung dan Surabaya. Kita sarankan taman ini mempunyai konsep jelas untuk masyarakat Cianjur. Selain sebagai tempat hiburan rekreasi, dan olahraga, yaman juga harus miliki ciri khas ngaos, mamaos dan maenpo. Gerbang masuknya ada seperti kacapi dan suling," katanya.
Sedangkan untuk pembangunan gedung kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, progresnya juga telah sesuai dengan tahapan waktu. Hanya saja pembangunan yang dilaksanakan ada kelanjutannya tidak selesai ada tahap kedua tahun 2015. "Rencana anggarannya Rp 4 miliar, tahap pertama dilaksanakan dengan alokasi anggaran Rp 2,7 miliar, sisanya Rp 1,3 miliar tahun 2015. Kondisinya saat ini sudah lebih 70 persen terbangun," jelasnya.
Kondisi sedikit berbeda terjadi dipembangunan pasar Pasir Hayam. Meski pihak pengusaha dan Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur menyatakan bahwa progres pembangunannya telah mencapai 56 persen dengan deviasinya 5 persen, pihaknya merasa ragu pembangunan pasar yang terdiri dari sekitar 4000 kios itu akan selesai tepat waktu.
"Memang saya bukan orang tekhnis, tapi jika melihat kondisi dilapangan saat ini saya pesimis pekerjaan itu akan selesai tepat waktu pada 47 hari kedepan. Tapi Tarkim yakin selesai, kita tetap akan melakukan pemantauan dalam perkembangannya," katanya.
Apalagi jika melihat adanya deviasi dalam progres pembangunannya. "Seharusnya per 14 Oktober 2014 harus mencapai 56 persen ternyata hanya 51 persen, dengan adaya kekurangan tersebut pihak telah mengambil langkah-langkah salah satunya karyawan jumlahnya hingga mencapai 600 orang denga dua sif kerja selama 24 jam," jelasnya.
Dikatakan Deny, pelaksanaan pembangunan pasar Pasir Hayam tersebut merupakan tahap yang ke 4. Pembangunannya sendiri telah dilaksanakan sejak 2010 silam. "Dalam perjalananya memang ada beberapa kendala, mulai dari capainya tidak sesuai, investornya di blacklist, anggarannya dialihkan. Tahap sekarang pengusaha khususnya dan Distarkim agar jangan sampai terhambat lagi. Karena direncanakan relokasi pedagang dari Pasar Induk, Jalan Raya dan lainya itu tahap terakhir September 2015," paparnya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








Bupati Jamin Anak Yang Ikut Program Gerakan Pembinaan Penghafal Alquran Sekolahnya Tidak Terganggu

CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh meminta kepada orang tua yang anaknya ikut program Gerakan Pembinaan Penghafal Alquran (GP2Q) tidak perlu cemas, karena sekolah mereka dijamin tidak akan terganggu. Pemkab akan menghadirkan tutor ke pesantren untuk mengajar para santri yang sekolah.
"Kami harapkan para santri atau orang tua tidak kuatir, karena program ini sudah di tandatangani antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Penididikan (Disdik), penghafal alquran dijamin sekolahnya sampai selsai. Jadinya tutorya didtangkan ke pondok pesantren, artinya alquran hafidz sekolah umumnya tuntas," kata Tjetjep saat ditemui usai menghadiri kegiatan Launching Gerakan Pembinaan Penghafal Alquran (GP2Q) Kabupaten Cianjur tahun 2014 yang dipusatkan di Gedung Assakinah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Selasa (28/10/2014).
Dikatakan Tjetjep, yang dikawatirkan malah adanya keraguan saat seleksi. Hasilnya quran tidak hafidz dan sekolah umunya tidak selesai. "Saya titip bagi penghafal quran, kalau sudah masuk harus selesai dan hafal tagetnya 20 bulan. Kalau saya menghafal quran bukan hafal tapi meninggal dunia," kelar Tjetjep.
Pihaknya mengaku menangis, saat mengetaui ada anak usia 9 tahun hafidz quran. "Saya menangis kenapa saya tidak bisa. Padahal quran kalau dipelajari lebih mudah dibanding yang lain. Tidak ada istilah terlambat, kalau mau menjadi hafidz quran," katanya
Dikatakan Tjetjep, sebagai kota santri, Cianjur banyak sekali pondok pesantren, namun ternyata yang hafidz quran itu hanya sedikit dibandingkan dengan kabupaten lain. "Kita berharap ada gerakan semacam ini masyarakat Cianjur itu bisa hafidz quran, mempelajari isinya dan terutama mengamalkannya. Itu salah satu cara untuk implementasi gerakan pembangunan masyarakat berakhlakul karimah (Gerbang Marhamah)," kata Tjetjep.
Hanya saja program yang akan menghabiskan anggaran Rp 11 miliar dalam dua tahun anggaran APBD itu sementara belum ada program lanjutan. "Saya berharap bisa berlanjut tidak sekarang saja, meski saya tidak lagi menjadi bupati. Yang terpenting sekarang jalan saja dan kita tunggu hasilnya," katanya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






Ribuan Umat Islam Hadiri Launching Gerakan Pembinaan Penghafal Alquran

CIANJUR, [KC].- Ribuan umat islam di Kabupaten Cianjur menghadiri kegiatan Launching Gerakan Pembinaan Penghafal Alquran (GP2Q) Kabupaten Cianjur tahun 2014 yang dipusatkan di Gedung Assakinah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Selasa (28/10/2014).

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pejabat itu mengambil tema, "Dengan program tahfidz quran kita aktualisasikan pembangunan masyarakat Cianjur yang berakhlakul karimah" itu akan mencetak 360 tahfidz quran yang tersebar masing-masing di 360 desa/kelurahan di Kabupaten Cianjur.

"Ini merupakan salah satu program gagasan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan mendapatkan sambutan dari Pemkab Cianjur. Salah satu tujuannya untuk mencetak kader Hafid dan Hafidah serta untuk mencerdaskan masyarakat khususnya generasi muda agar lebih mencintai Al-Qur'an," kata Ketua GP3Q H. Yosep Umar.

Para santri khusus tahfidz quran tersebut ditargetkan akan selesai mengikuti belajar menghafal alquran selama 20 bulan. Mereka akan disebar di 17 pesantren di Kabupaten Cianjur dengan dibiayai oleh pemerintah melalui anggaran APBD.

"Nantinya mereka akan dibina oleh 45 orang Hafid dan Hafidah yang tersebar di 17 pondok pesantren. Sebelum masuk ke pesantren para santri harus lulus seleksi dulu. Masing-masing desa satu orang santri yang bisa ikut program ini," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Apdesi Minta Pembuatan KTP Dikembalikan ke Kecamatan

CIANJUR, [KC].- Sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Cianjur, mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Bandung Kecamatan Karangtengah, Selasa (28/10/2014).
Kedatangan para Kades tersebut tidak lain menindak lanjuti laporan masyarakat ke tingkat desa yang mengeluhkan mahalnya biaya pembuatan e-KTP. Padahal seharusnya e-KTP itu geratis atau tidak dipungut biaya.
Ketua Apdesi Kabupaten Cianjur, Agus Ishak, mengatakan, sejumlah oknum diduga turut andil dalam pembuatan e-KTP sehingga yang tadinya geratis malah dipungut biaya. "Jelas kami yang mendapat tekanan dari masyarakat yang mengadu ke kepala desanya jika pembuatan KTP itu ada nilainya. Ada yang Rp 100 ribu, ada yang lebih dari Rp 100 ribu," ujar Agus Ishak ketika ditemui awak media di kantor Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Selasa (28/10/2014).
Ia menduga ada oknum di Disdukcapil yang bermain dengan sengaja memperlakukan secara istimewa bagi warga yang mau keluar uang untuk pembuatan KTP. Namun ia tak mengetahui nominal yang diminta, hanya saja pelayanan akan lebih cepat jika warga mau merogoh kocek lebih.
"Ada dugaan kuat, ada oknum yang memanfaatkan kesempatan ini setelah pembuatan e-KTP harus di Disdukcapil. Yang tadinya pembuatan lama bisa lebih cepat asal membayar. Ini harus ditelusuri oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini, karena jelas sudah melanggar ketentuan," ujar Agus yang didampingi Sekretaris Apdesi Kabupaten Cianjur, Beni Irawan.
Atas dasar itulah, pihaknya meminta agar Disdukcapil Kabupaten Cianjur mengembalikan pelayanan pembuatan e-KTP di kecamatan. Caranya bisa saja Disdukcapil menempatkan petugasnya di setiap kecamatan agar tidak melanggar UU. 
"Keluhan sudah kami sampaikan kepihak terkait. Ini apa apan seharusnya geratis malah harus bayar. Mending kalau punya duit kalau tidak? Apalagi kalau dari daerah, terpaksa harus nginap," katanya.
Hanya saja keluhan tersebut kata Agus belum mendapatkan jawaban. Jika hal itu terus berlanjut, pihaknya mengancam akan membawa warga dan perangkat desa ke Disdukcapil jika tidak segera memberikan solusi mengenai kemudahan dan pelayanan e-KTP.
"Saya rasa ini sudah masuk kategori meresahkan masyarakat. Makanya suatu saat akan datang lagi ke Disdukcapil sambil membawa masyarakat. Jangan sampai tidak bisa ini kan demi masyarakat dan jangan sampai bikin e-KTP justru jadi masalah yang geratis malah bayar," kata Agus.
Plt Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Cianjur, Aca Kurniawan, mengaku akan menampung semua keluhan yang disampaikan Apdesi Kabupaten Cianjur. Pihaknya tak mengiyakan dan tak membantah tudingan yang disampaikan Apdesi Kabupaten Cianjur itu.
"Apa yang disampaikan teman-teman Apdesi tentang dugaan itu pasti saja ada, tapi kami tidak pernah mengintruksikan untuk mengambil pungutan. Kalau benar seperti itu mungkin kami sudah pada kaya," ujar Aca usai menerima kunjungan dari Apdesi Kabupaten Cianjur.
Pihaknya tidak menampik adanya kemungkinan penarikan sejumlah uang yang dilakukan oleh oknum. Bisa saja oknum tersebut dari luar pihak Disdukcapil. Sebab tak hanya pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di kantor Disdukcapil yang sarat dengan pelayanan masyarakat itu.
"Apa yang disampakan Apdesi ini jelas merupakan masukan buat kami. Kami akan cek dan lihat siapa saja yang melakukan itu agar kedepan bisa dievaluasi. Itupun kalau benar adanya," ujar Aca.
Mengenai keinginan pembuatan e-KTP dikembalikan ke kecamatan Aca menolaknya. Sebab hal itu bertentangan dengan UU No 24 tahun 2013 tentang administrasi kependudukan yang menyubutkan jika hal itu tidak bisa dilakukan. Dipindahkannya proses administrasi kependudukan dari kecamatan ke intansi terkait bukan keinginan kepala dinas maupun bupati.
"Dalam UU itu mengamanatkan jika yang menandatangi dan memproses e-KTP itu adalah pejabat yang memiliki kewenangan, nah apakah kecamatan harus memaksakan diri, itu berarti bertentangan dengan UU. Saya akan menggugat ketika yang menandatangani itu bukan yang memiliki kewenangan," ujar Aca.
Ditegas Aca, persoalan warga yang merasa kejauhan dan keberatan itu merupakan hal lain yang harus diatur dengan kebijakan pelayanan. ISalah satunya pihaknya telah melakukan pengkajian untuk mengantisipasi keluhan warga, baik membuat unit pelaksana teknis daerah (UPTD) maupun dikembalikan di kecamatan.

"Bagi kami tidak masalah, mau di kecamatan atau di dinas. Yang penting dengan syarat bahwa regulasi dan aturan harus ditempuh, yaitu yang menandatanganinya adalah pejabat yang memiliki kewenangan. Kalau melanggar saya yang akan menolak paling di depan," kata Aca [KC-02/g]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!















Kemiskinan di Cianjur Turun Sedikit

CIANJUR, [KC].- Meski angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur trendnya mengalami penurunan, namun jumlahnya tidak signifikan. Hal ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat Cianjur perlu ditingkatkan untuk terus menekan angka kemiskinan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur Suharno melalui Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial, Dedi Sugandi mengatakan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur tahun 2013 mencapai 267.887 jiwa. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan angka kemiskinan pada tahun 2012 sebesar 292.219 jiwa.
"Kalau melihat data memang mengalami penurunan. Tahun 2012 silam prosentase penduduk miskin di Kabupaten Cianjur mencapai 13,18 persen, pada tahun 2013 menurun menjadi 12,02 persen. Berarti ini ada sejumlah peningkatan daya beli masyarakat meski tidak signifikan," kata Dedi saat dihubungi, Senin (27/10/14).
Dikatakan Dedi, salah satu faktor yang menyebabkan turunnya angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur tidak terlepas semakin menggeliatnya industri sehingga semakin banyak menyerap tenaga kerja. Selain itu semakin berkembangnya sektor perdagangan juga menjadi salah satu indikasinya.
"Cianjur ini juga terkenal sebagai menyumbang TKI cukup banyak. Mereka banyak yang cukup berhasil ditandai dengan samakin tingginya kiriman uang ke keluarganya. Hal ini juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan turunya angka kemiskinan," paparnya.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur Sudrajat Laksana mengatakan, salah satu upaya untuk menekan terjadinya kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Cianjur, saat ini telah ada Dewam Ketahanan Pangan (DKP). Organisasi tersebut diharapkan mampu berbuat banyak dalam rangka pembangunan ketahanan pangan.
"Salah satu tujuan dibentuknya DKP tidak lain untuk menjamin ketersediaan pangan yang cukup, baik dari segi jumlah, mutu, keamanan dan keragaman sehingga setiap rumah tangga mampu mengkonsumsi pangan setiap saaat. Tidak hanya itu rumah tangga juga mampu mengkonsumsi pangan yang cukup, aman, bergizi dan sesuai pilihannya untuk menjalani hidup sehat dan produktif," katanya.

Untuk mewujudkan itu semua, perlu dukungan semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya dukungan rakyat. "Kita harapkan dengan berbagai program yang ada, angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Meningkatnya daya beli masyarakat otomatis akan menurunkan angka kemiskinan," paparnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






Puluhan Orang Tua Minta BNNK Rehab Anaknya Yang Kecanduan Narkoba

CIANJUR, [KC].- Puluhan orangtua di Kabupaten Cianjur telah melaporkan anaknya ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur. Laporan para orang tua tersebut untuk meminta BNN agar merehabilitasi anak mereka dari ketergantungan narkoba.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur, Hendrik mengatakan, diduga merasa ketakutan kawatir akan ditahan, anak-anak yang kecanduan narkoba itu msih juga belum mendatangi BNN untuk ikut program rehabilitasi. "Kita coba lakukan pendekatan kepada mereka agar mau datang. Mudah-mudahan bisa secepatnya mereka datang dan segera ditanganu," kata Hendrik saat dihubungi, Senin (27/10).

Dikatakan Hendrik, berdasarkan pengakauan para orang tuanya, anak-anak itu memang korban dari penyalahgunaan narkoba. Sehingga upaya yang harus dilakukan adalah merehabilitasinya agar tidak lagi mengkonsumsi narkoba.

Selain melakukan pendekatan agar anak-anak itu mau datang ke BNN, ia juga berupaya memberikan pemahaman agar bisa segera datang untuk selanjutnya mengikuti program rehabilitasi di Lido, Bogor hingga tidak kecanduan lagi. "Sebelum kita ikutkan, mereka kita lakukan dulu assasment dengan pemeriksaan dokter dan akan kami berikan rekomendasi agar bisa mendapatkan perawatan khusus," katanya

Pihaknya juga menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap anak-anak korban penyalahan narkoba itu bukan mengarahkan pada hukuman, melainkan sebatas upaya pemetaan. "Kami minta anak-anak tidak usah takut, karena korban penyalahgunaan narkoba itu jadi prioritas untuk diselamatkan dan tidak akan dikenai hukuman," jelas Hendrik.

Agar proses penyembuhan bisa berhasil kata Hendrik, salah satu kuncinya adalah keikhlasan dan kesiapan yang bersangkutan selama mengikuti rehabilitasi. Jika tidak, maka hasilnya pun tidak akan maksimal.

"Untuk itulah selama ini kita konsen dan gencar dalam melakukan sosialisai dan penyuluhan di sekolah, lembaga dan istansi. Harapannya, bisa semakin banyak korban narkoba yang bisa kita selamatkan agar tidak menjadi ketergantungan akibat penyalahgunaan narkoba," tegasnya [KC-02/g]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kios Tempat Penyimpanan Alat Musik Ludes Terbakar

CIANJUR, [KC].- Sebuah kios yang berisikan peralatan musik di Kampung Baros Kulon, Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, ludes terbakar api sekitar pukul 01.00, Senin (27/10/14). Belum diketahui persis penyebab terjadinya kebakaran, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kios yang terbakar tersebut milik Jajang Junaedi (50), warga Kampung Lembur Tengah RT 01/08, Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur. Kios tersebut disewanya sejak lima tahun silam.
"Saya sudah lima tahun menyewa kios itu. Sekarang ludes terbakar, padahal itu menjadi salah satu tumpuan mencari rejeki saya," kata Jajang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Jajang mengaku selama ini berusaha menyewakan alat-alat musik untuk pernikahan, pesta, dan acara musik lainnya. Ia mempekerjakan lima karyawan yang membantunya selama ini. Setiap bulannya ia mengantongi pemasukan sebesar Rp 5 juta dari setiap alat musik yang disewakan.
"Kios yang terbakar itu didalamnya ada alat musik lengkap, mulai dari drum dua set, gitar lima set, mikser, speaker 30 boks, dan uang tabungan sebanyak Rp 70 juta. Semuanya tidak ada yang tersisa, ludes. Terbakar," katanya.
Rencananya kata Jajang, uang tabungan senilai Rp 70 juta yang tersimpan didalan kios itu akan dibelikan sejumlah alat musik baru di Kabupaten Sukabumi. Uang tersebut dikumpulkan selama tiga tahun terakhir.
"Sekarang saya menganggur, karena sudah habis semua terbakar. Saya tidak tahu mau kerja apalagi. Karyawan saya juga menganggur. Tidak hanya alat musik yang terbakar, dagangan saya juga habis semuanya," kata pemilik grup musik Nurista itu.
Sementara itu, peristiwa kebakaran tersebut, selain meluluhlantakkan dua kios, juga mengakibatkan satu rumah sewaan yang bersebelahan juga ikut terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah sewaaan yang berdempetan dengan kios Jajang, yakni Yeyet (50), langsung terbangun ketika mendengar teriakan kebakaran.
"Kejadian begitu cepat, api berasal dari ruko milik Jajang. Saat itu beberapa warga melihat api belum begitu membara. Wargaberupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Pas kebetulan tidak jauh dari lokasi kejadian ada air sungai irigasi," kata Ahyar (52) warga Kampung Baros Kulon ketika ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).
Bukannya api padam saat beberapa warga berupaya memadamkan api, tapai malah membesar. Akibatnya satu unit rumah milik Apan (75) terpaksa dikorbankan lantaran posisi rumahnya tepat berada di belakang kios dan satu rumah sewaan yang terbakar.
"Terpaksa dikorbankan, gentengnya diturunkan oleh warga, kalau tidak kebakaran bisa meluas, karena lokasi rumahnya berdempetan," katanya.
Akhirnya kobaran api berhasil dikuasai setelah dibantu dengan tiga mobil pemadam kebakaran (damkar) yang datang ke TKP. "Setelah berjuang keras warga dan pemadam, api berhasil dipadamkan," jelasnya. Adapun pemilik kios yang ikut terbakar lainnya, yakni Deden (28), seorang pedagang sembako dan Aep (25) pedagang baso.
Kapolsek Karangtengah, Kompol Darmaji, membenarkan adanya kebakaran yang meluluhlantakkan sejumlah kios. Namun ia belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Alasanya belum ada laporan resmi dari korban mengenai kejadian tersebut.

"Kita belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Semuanya masih dalam penyelidikan dan kami sangat menunggu laporan dari para korban yang tempatnya terbakar," ujar Darmaji [KC-02//]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!












 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI