Headlines News :
KABARCIANJUR.COM BEKERJASAMA DENGAN TV CIANJUR MEMPERSEMBAHKAN BERBAGAI INFORMASI PROGRAM KEGIATAN KOMUNITAS DAN MASYARAKAT YANG DIKEMAS SECARA APIK DALAM SEBUAH ACARA "BINGKAI"  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

HIPOCI Jadi Narasumber di Kementan

CIANJUR, [KC].- Kementerian Pertanian RI rupanya tertarik dengan keberadaan Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI), yang dibentuk PT Tirta Investama Gekbrong Cianjur. Keberadaan HIPOCI saat ini dianggap telah memberikan kontribusi kepada kemajuan sektor pertanian.
Salah satu bukti Kementerian Pertanian RI membutuhkan HIPOCI, baru-baru ini HIPOCI didapuk menjadi salah satu pembicara Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petanian yang dilaksanakan pada Selasa - Jumat, 24 – 27 Maret 2015 lalu di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Usahatani Kementrian Pertanian RI, Dr. Ir. Ranny Mutiara Chaidirsyah, dalam realasenya mengungkapkan, kehadiran HIPOCI dalam kegiatan bimbingan teknis bagai para penyuluh pertanian tidak lain untuk memberikan materi kegiatan dalam rangka memberikan ungkapan pengalaman penumbuhan dan pengembangan kelompok usaha tani.
"Kita harapkan apa yang selama ini diraih HIPOCI bisa ditularkan, sehingga bisa dijadikan contoh pengembangan kelompok masyarakat yang mendapatkan dukungan CSR," kata Ranny, Minggu (29/3/2015).
Pihaknya juga mengharapkan, para pembina penyuluh yang hadir dapat mengakses dan memfasilitasi petani untuk mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. "Kementriaan Pertanian mendukung sekali upaya dari perusahaan Aqua melalui kegiatan CSR dalam program pengembangan kelembagaan pertanian. Jangan sampai petani menjadi tamu di rumahnya sendiri," tegasnya.
Sekretaris HIPOCI Cianjur , Sugandi memaparkan, HIPOCI yang dibentuk oleh petani berdiri sejak tanggal 5 Oktober 2011 sampai dengan saat ini telah beranggotakan 956 petani sehat dan organik. "Produk HIPOCI bernilai ekonomi tinggi berupa produk yang unik dengan segmentasi non konvensional yaitu produk organik atau premium. Produk HIPOCI kini bisa didapat di ritel mitra Aqua," katanya.
Stakeholder Relation PT. Tirta Investama, Nurul Iman memaparkan, PT Tirta Investama Cianjur sejak berdirinya tahun 2011 telah bersinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Cianjur. Hal itu tidak untuk mengembangkan kelembagaan ekonomi petani disekitar area operasi perusahaan. "Kami dengan kegiatan CSR mendukung dan mendampingi petani organik agar bisa lebih maju dan memiliki daya saing," kata Nurul.
Pendampingan tersebut, papar Nurul, dimulai dari penggalian potensi lokal berupa pertanian sawah dan sayuran serta peternakan. Integrated farming system atau lebih dikenal dengan istilah pertanian sehat organik terpadu telah dikembangkan oleh CSR Aqua Cianjur sejak tahun 2011 bersama petani dampingan yang tergabung dalam HIPOCI.
"CSR Aqua memberikan bimbingan teknis kepada petani untuk penerapan teknologi murah dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi lokal, pembiayaan, penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, akses pasar dan akses terhadap teknologi informasi (IT) untuk para petani dan pelaku UMKM," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Bupert Tak Beri Izin Penggunaan Kolam Solemat

CIANJUR, [KC].- Kegiatan pramuka para siswa SMK Al Fatma di kolam Solemat Bumi Perkemahan (Buper) Mandala Kitri Cibodas yang menewaskan Rahmi Apriliani (16) siswi Kelas X PB3 itu ternyata tidak memiliki ijin dari pihak pengelola Buper. Mereka hanya mendapatkan ijin untuk kegiatan kempingnya saja selama dua malam.
"Kalau penggunaan kolam Solemat, kami tidak memberikan ijin. Mereka tanpa sepengetahuan kami melakukan aktivitas kegiatan di kolam tersebut," kata Kepala Buper Mandala Kitri Cibodas, Juli Selamat saat dihubungi, Minggu (29/3/2015).
Dikatakan Juli, jika kegitan di kolam Solemat yang dilakukan oleh para pelajar itu mendapatkan ijin, pasti ada petugasnya yang mendampingi. Karena kolam tersebut memiliki kedalaman satu hingga empat meter. Sehingga sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak mengetahui kondisi kolam.
"Penggunaan kolam Solemat itu harus sepengetahuan kami, karena harus ada petugas yang mendampingi, itu standarnya. Tapi apa yang dilakukan para pelajar ini tidak dilakukan, mereka melakukan kegiatan di kolam tanpa sepengetahuan kami. Kalau ada petugas pasti dijelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan," kata Juli.
Kondisi air yang dingin dan tanpa adanya pemenasan sebelum terjun ke kolam Solemat diduga menjadi salah satu penyebab tenggelamnya seorang pelajar tersebut. "Ini bukan air biasa di seperti dikolam renang umum. Airnya sangat dingin, anggota SAR saja yang terbiasa belum tentu sanggup berenang lebih lama, apalagi ini pelajar yang tidak banyak mengetahui kondisi kolam," paparnya.
Mengambil hikmat terjadinya kecelakaan tenggelamnya seorang pelajar itu, pihak pengelola Buper Mandala Kitri berencana akan menutup kolam Solemat yang merupakan peninggalan jaman Belanda itu. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa yang bisa saja terjadi.
"Kami putuskan akan segera mengosongkan kolam, airnya akan kami keringkan dan kolam akan kami tutup. Jangan sampai peristiwa serupa terjadi, cukuplah ini menjadi pelajaran kami semua. Memang kolam itu sering dipakai untuk latihan SAR, namun demi keamanan semua kami putuskan akan ditutup," tegas Juli.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.
Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.
"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet. [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










Kolam Solemat Telan Korban, Seorang Pelajar SMK Tewas Tenggelam

CIANJUR, [KC].- Akibat tidak bisa berenang, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) siswi kelas X PB3 itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.

Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.

"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet.

Sekitar 10 menit dicari, akhirnya korban ditemukan didasar kolam dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cimacan untuk dilakukan visum et repertum. "Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal," kata Dadang yang terlihat sedih.

Dokter IGD RSUD Cimacan Rizky Utama mengungkapkan, saat datang ke IGD korban sudah tidak sadarkan diri, tidak ada nafas, tidak ada denyut nadi. "Korban tiba di IGD sudah dalam kondisi meninggal, saat kita lakukan pemeriksaan reflek pupil mata sudah tidak ada. Kemungkinan korban meninggal dengan hitungan jam sebelumnya," kata Rizky.

Rizky enggan mengungkap hasil visum yang telah dilakukan karena bukan kwenanangannya melainkan kewenangan penyidik kepolisian. "Tapi hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau kekerasan. Korban tenggelam kehabisan oksigen, karena diatas tiga menit tenggelam kondisi otak sudah rusak," katanya.

Kapolsek Pacet Kompol Wadi Sa'bani mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus meninggalnya pelajar yang tenggelam didalam kolam saat kegiatan pramuka. "Kita belum bisa memastikan, apakah dalam meninggalnya pelajar ini ada unsur kelalaian atau tidak. Semuanya masih kita dalami," kata Wadi saat ditemui terpisah.

Pihaknya juga tidak menampik jika ditemukan ada unsur kelalaian bisa mengarah pada tersangka. "Untuk sementara waktu saya belum bisa memberi keterangan banyak, penyidik kami sedang mendalami kasusnya. Tapu kalau nanti ditemukan unsur kelalain bisa saja mengarah ke tersangka," katanya  [KC-02]**.

Satpol PP Lamban Tertibkan Galian C Liar

CIANJUR, [KC].- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur baru akan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur menyikapi semakin maraknya galian pasir ilegal diwilayah Kecamatan Sukaluyu. Sikap Satpol PP tersebut dinilai lamban dalam mengambil tindakan selaku petugas penegak Peraturan Daerah (Perda).

"Kami sudah menerima informasi banyaknya galian pasir liar di wilayah Kecamatan Sukaluyu. Kami akan koordinasi dengan PSDAP, menangani galian liar di Sukaluyu ini harus hati-hati karena didalamnya melibatkan banyak orang yang berkepentingan," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Dadan Wildan saat ditemui di kantornya, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Dadan, pihaknya menampik jika langkahnya tersebut dibilang lamban dalam melakukan penertiban. Selaku aparat penegak Perda, pihaknya harus berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan. "Kita sudah sosialisasikan kepada pemilik galian, langkah apa saja yang harus ditempuh dalam proses prijinan. Kami juga pernah sampaikan jangan melakukan aktivitas sebelum adanya perijinan," tegasnya.

Sementara itu masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Sukaluyu menegaskan bahwa aktivitas galian pasir ilegal itu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Selain itu juga telah terjadi pelanggaran hukum yang jelas dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha dan pihak yang terkait dalam usaha galin C ilegal itu.

"Tetapi aparat melakukan pembiaran. Stop semua aktivitas penambangan pasir galian C yang ada di wilayah       Kecamatan Sukaluyu. Segera aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing," kata juru bicara AMPL Sukaluyu, Aep Saepudin ditemui terpisah.

Atas nama masyarakat juga menuntut stop truck angkutan pasir yang melewati ruas jalan yang melintasi     Desa Tanjungsari, Selajambe dan Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu karena kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah semakin rusak parah. "Selain itu, kami juga menuntut kepada Pemkab Cianjur untuk segera memperbaiki ruas jalan yang kondisinya rusak parah," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Seorang Buruh Tewas Didepan Kamar Mandi Kosnya

CIANJUR, [KC].- Seorang buruh pabrik boneka Aurora ditemukan tewas didepan kamar mandi kosnya di Kampung Lembur Sawah RT 01/RW 02 Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/3/2015) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditemukan korban dalam kondisi tertelungkup dengan mulut mengeluarkan darah. Diduga korban terjatuh setelah keluar dari kamar mandi hingga tewas.

Keterangan yang berhasil di himpun menyebutkan, korban teridentifikasi bernama Iis Susilawati (23) warga Kampung Serena Jonggol RT 03/RW 02 Desa Sinarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor. Sebelum ditemukan tewas, buruh perusahaan boneka Aurora itu tengah menderita sakit.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kapolsek Sukaluyu AKP Achmad Suprijatna mengatakan, membenarkan korban tewas akibat sakit yang dideritanya. Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi yang merupkan rekan korban.

"Korban sebelumnya memang menderita sakit seperti batuk-batuk. Itu juga dibenarkan oleh sejumlah saksi yang kami mintai keterangan. Dugaan kuat korban tewas akibat sakit, tidak ada unsur kekerasan lain," kata Achmad saat dihubungi, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Achmad, sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengaji. Namun saat temannya tidur, korban keluar kamar kos bermaksud ke kamar mandi. "Sebelum ditemukan tewas korban sempat bilang ke rekannya kalau setelah mengaji jika meninggal kemungkinan enak. Ternyata kalimat itu menjadi kenyataan dan korban meninggal dunia," katanya.

Untuk memastikan penyebab korban meninggal, jasad korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk dilakukan visum et repertum. Dari hasil visum tidak ditemukan unsur-unsur tindak kekerasan didalam tubuh korban.

"Hasil ‎​dari visum luar jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, serta sesuai dengan keterangan saksi, memang korban dalam kondisi yang kurang sehat. Dengan demikian dugaan kuat korban itu meninggal karena sakit yang dideritanya," paparnya.

HRD Aurora RA. Zulkarnaen melalui staf personalianya Sain Iskandar membenarkan kalau korban merupakan karyawan dibagian sewing. Korban diakuinya sempat mendapatkan pengobatan dari klinik Indo Sehat akibat sakit yang dideritanya.

"Informasinya memang korban itu menderita sakit. Pernah mendapatkan penanganan dari klinik yang kami siapkan. Korban juga sempat beristirahat tidak masuk kerja," kata Sain saat ditemui di areal pabrik Aurora.

Pihak perusahaan kata Sain, telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain itu perusahaan juga tengah mengurus klem kematian BPJS Ketenagakerjaan. "Kita sedang urusi, karena semua karyawan kami masuk BPJS Ketenagakerjaan, termasuk korban. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Olga Syahputera Meninggal Dunia

Dunia maya langsung dibanjiri ungkapan duka cita untuk Olga Syahputra. Penggemar, selebriti, serta media televisi, radio, dan internet memberondong Twitter dengan cuitan selamat jalan untuk sang komedian. Kabar meninggalnya bahkan langsung menjadi tending tropic di Twitter.

Ucapan pertama yang terdeteksi beberapa menit setelah kabar meninggalnya Olga merebak, adalah dari Rian Ekky Pradipta, vokalis d'Masiv. "RIP Olga Syahputra," tulisnya.

Dihubungi CNN Indonesia pada Jumat (27/3), Rian mengaku mengetahui kabar meninggalnya Olga dari stasiun televisi swasta. Melalui sambungan telepon, manajer Olga, Vera mengonfirmasi bahwa pembawa acara musik dan komedi situasi itu telah menutup usia.
Olga meninggal di Singapura setelah hampir setahun dirawat di sana. Sosok yang dikenal karena candaan ceplas-ceplos itu mengembuskan napas terakhir pukul 17.00 waktu Singapura.

Selain Rian, sahabat Olga, Raffi Ahmad juga telah mengungkapkan pernyataan duka. Melalui akun Twitter ia menulis, "Inalillahiwainalillahirojiun sahabatkuuuu OLGA SYAHPUTRA Surga tempatmu sahabatku."

Sejumlah Oknum Petugas Diduga Terima "Setoran" Dari Galiam C Sukaluyu

CIANJUR, [KC].- Sejumlah oknum petugas ditengarai menerima setoran dari sejumlah galian pasir ilegal yang berada diwilayah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Hal itu dimungkinkan jika melihat penambangan ilegal itu masih terus berlangsung dan jumlahnya semakin bertambah.

Berdasarkan penuturan salah seorang pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya, setidaknya mereka mengakui menyetorkan sejumlah uang setiap awal bulan kepada beberapa oknum petugas dilingkungan kecamatan Sukaluyu. Dari setiap galian mengeluarkan uang kepada masing-masing oknum petugas sebesar Rp 500 ribu.

"Ada enam galian yang memberikan uang setiap bulannya. Kami sudah siapkan uang itu dan dimasukkan kedalam amplop untuk masing-masing petugas. Besarnya kita ukur rata-rata Rp 500 ribu," kata seorang koordinator pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya.

Pemberian sejumlah uang kepada oknum petugas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Awalnya nilainya mencapai Rp 700 ribu per bulan per petugas. Namun karena kondisi galian semakin sepi seiring semakin menjamurnya galian liar, iuran ilegal itu turun menjadi Rp 500 ribu.

"Sekarang kondisinya sepi, banyak yang membuka galian baru. Otomatis pendapatan mengalami penurunan," kata pengelola galian yang menyebut dalam sehari hanya mampu menjual pasir sekitar 40-50 truk engkel itu.

Menanggapi adanya sejumlah oknum petugas yang menerima iuran ilegal setiap bulan dari galian pasir Ilegal itu, pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur akan terjun langsung untuk mengecek kebenarannya. Kalau sampai ditemukan ada oknum petugas yang menerima iuran ilegal akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ini kabar yang tidak enak buat kami, kalau sampai benar, ini tidak bisa didiamkan. Tapi kami yakin tidak ada petugas kami yang mencoba bermain-main dengan galian pasir di Sukaluyu. Kami akan melakukan investigasi, untuk mengungkap oknum petugas yang menerima setoran itu, bisa saja oknum petugas dari instansi lain," kata Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Doddi Permadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Iman Budiman, Kamis (26/3/2015).

Pihaknya akan segera menurunkan petugasnya mengecek kebenaran kabar penerimaan iuran ilegal. "Tentu kami harus hati-hati, karena ini melibatkan kepentingan orang banyak. Tidak jarang bisa saja terjadi gesekan yang tidak kita inginkan," paparnya.

Jika ditemukan ada anggotanya yang terlibat menerima iuran ilegal itu, tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jelas ada sanksinya tergantung kesalahannya. Tapi semua itu harus dibuktikan dulu kebenarannya sebelum menjatuhkan sanksi. Kita segera terjun melakukan investigasi," tegasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Agar Melek Hukum, Anggota Korpri Ikuti Penyuluhan Hukum

CIANJUR, [KC].- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti penyuluhan hukum bagi anggota Korpri tahun 2015 yang dilaksanakan di gedung Korpri Jalan Raya Bandung, Sadewata Sabandar Kecamatan Karangtengah, Selasa (24/3/2015).

Seorang peserta Asep Rochman mengaku sangat antusias mengikuti penyuluhan hukum yang dilaksanakan Korpri Kabupaten Cianjur. "Penyuluhan hukum seperti ini sangat penting bagi seluruh anggota Korpri. Karena anggota Korpri itu banyak yang berlatar belakang disiplin ilmu bukan dari hukum. Sehingga dengan penyuluhan ini akan lebih melek hukum," kata Asep.

Sementara Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir pada penyuluhan hukum bagi anggota Korpri mengungkapkan, penyuluhan hukum ini, sebagai upaya memberikan wawasan dan pemahaman tentang hukum kepada para aparatur di lingkungan Pemkab Cianjur khususnya bagi para pengurus dan anggota korpri unit kabupaten, kecamatan dan desa.

"Mudah-mudahan para peserta khususnya para anggota korpri dapat lebih memahami tentang hukum, yang pada akhirnya dapat tumbuh kesadaran terhadap hukum sebagai landasan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Tjetjep secara terpisah.

Dikatakan Tjetjep, peranan anggota korpri dalam berbagai bidang, sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat harus senantiasa meningkatkan dan memelihara disiplin, spirit dan kinerja korpri dengan melaksanakan tugas secara profesional dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindak yang positif dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku.

"Penyuluhan hukum diharapkan akan bermuara pada meningkatnya kesadaran kita terhadap hukum, yang bukan saja akan terbentuk sifat untuk taat kepada norma hukum, namun juga terhadap norma-norma lainnya seperti norma etika, norma susila terutama norma agama," katanya.
 
Dengan ikutnya sejumlah PNS yang merupakan anggota korpri dalam penyuluhan hukum diharapkan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dengan membangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel. "Kita harapkan mereka dalam menjalankan tugas dengan semangat untuk berbuat yang terbaik. Jadikan pelaksanaan tugas pengabdian sebagai bagian dari ibadah dengan senantiasa mentaati semua norma hukum, norma etika, norma susila terutama norma agama," paparnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Anggota Dewan Itu Mangkir Lagi Dari Panggilan Kejaksaan

CIANJUR, [KC].- Untuk kedua kalinya, H.M anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Demokrat mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur. Anggota dewan yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi bantuan keuangan Desa Peradaban itu tidak memberikan kabar kepihak Kejari mengenai ketidak hadirannya.

Sebelumnya H.M juga tidak memenuhi panggilan Kejari Cianjur, namun yang bersangkutan menyampaikan surat ijin ketidak hadirannya. Demikian juga dari lembaga DPRD juga menyampaikan surat mengenai ketidak hadirannya. Namun kali ini baik H.M maupun lembaga DPRD tidak ada pemberitahuan.

Ketidak hadiran H.M pada panggilan kedua statusnya sebagai tersangka pada kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Desa Peradaban Tahun Anggaran 2012, itu dikabarkan yang bersangkutan tengah umroh. Namun kepastian alasan tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan, karena tidak ada surat resmi pemberitahuan dari yang bersangkutan ke Kejari Cianjur.

Kepala Kejari Cianjur, Wahyudi, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Sulisyadi, menyatakan, sejatinya, rencana pemeriksaan terhadap HM itu dilakukan Jumat (20/3/2015) pekan lalu. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kedua itu tanpa ada pemberitahuan dan alasan yang jelas.

“Pemanggilan pemeriksaan seharusnya dilakukan Jumat pekan kemarin. Tapi yang bersangkutan kembali tidak hadir. Kali ini tidak ada alasan dan pemberitahuan yang jelas kepada kami,” ujar Sulisyadi.

Menurut pria yang akrab disapa Sulis itu, pihaknya sama sekali tidak mendapatkan penjelasan, baik dari yang bersangkutan maupun dari pihak DPRD Kabupaten Cianjur. Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

“Padahal, surat pemanggilan itu sudah kami sampaikan kepada yang bersangkutan sejak Senin pekan lalu. Itu sudah sesuai dengan peraturan dan perundangan,” jelas Sulis.

Sulis menambahkan, ketidakhadiran HM pada pemanggilan kali kedua ini berbeda dengan yang pertama. Saat itu, kata Sulis, pihaknya menerima surat pemberitahuan baik dari yang bersangkutan mupun dari pihak DPRD Kabupaten Cianjur, bahwa HM tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan dikarenakan adanya kegiatan dewan di luar kota.

Meski tidak memenuhi panggilan, Sulis menyatakan, pihaknya menganggap HM cukup kooperatif. Walaupun, lanjut Sulis, tentu ada kekhawatiran dari pihaknya. Untuk itu, berkenaan dengan tindakan pencegahan ataupun tindakan lainnya, hal itu akan dievaluasi dan dirapatkan dulu.

“Nanti kami akan evaluasi dulu apa yang sekiranya perlu untuk kami lakukan. Kami masih belum bisa memberikan banyak keterangan,” tukas Sulis.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi, mengakui, telah menerima surat izin dari HM yang mengatakan akan melaksanakan umroh. Karena itu, pihaknya pun hanya menyampaikan surat izin yang bersangkutan tersebut ke Gubernur.

“Yang berwenang memberikan izin itu gubernur. Kalau di kami (dewan, red) sifatnya hanya pemeberitahuan saja. Masalah diizinkan atau tidak, itu kewenangan gubernur. Aturannya memang seperti itu,” jelas Yadi.

Ditanya apakah ada tindakan dari dewan berkenaan dengan perkara yang menjerat HM itu, Yadi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum itu kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kejari Cianjur.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada Kejari Cianjur yang menangani perkara ini. Karena ini kan urusan pribadi yang bersangkutan,” punkas Yadi [KC-02/gp]**.

Sejumlah Wilayah di Cianjur Diterjang Bencana

CIANJUR, [KC].- Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, Minggu (22/3/2015) petang mengakibatkan sejumlah bencana alam terjadi di Cianjur. Banjir yang merendam sejumlah rumah warga terjadi dibeberapa titik. Demikian juga tanah longsor dan retakan tanah terjadi disejumlah wilayah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sejumlah warga terpaksa harus di ungsikan ketempat yang aman.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, banjir akibat hujan deras terjadi diantaranya di Kampung Kaum dan Kaum Kidul Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah. Puluhan rumah didua kampung tersebut terendam hingga mencapai setengah meter akibat meluapnya selokan di dua kampung itu. Sejumlah barang rumah tangga milik warga banyak yang terendam seperti meja kursi, kasur dan barang elektronik.

Banjir serupa juga terjadi di Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah. Setidaknya 12 rumah terendam akibat meluapnya aliran sungai didaerah tersebut. Warga yang rumahnya terendam sempat diungsikan. Bahkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Senin (23/3/2015) menyiapkan sebuah perahu karet sebagai upaya untuk menyeberangkan warga jika kondisi air kembali meluap.

Sementara bencana alam longsor terjadi di Kampung Jati RT 02/RW 02, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong. Tiga rumah di kampung tersebut rusak berat akibat diterjang longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, warga yang rumahnya rusak diungsikan ketempat yang lebih aman.

Longsor juga terjadi Kampung Cibeureum Desa Babakan Karet Kecamatan Cianjur. Jalan desa di kampung tersebut sempat tertutup longsor sehingga mengakibatkan akses jalan desa yang mengarah atau sebaliknya ke Babakan Karet-Mekarjaya tidak bisa dilalui. Warga Mekarjaya yang tinggal diperbatasan Desa Babakan Karte berupaya menyingkirkan longsoran. Hingga pukul 20.00 WIB, jalan sudah bisa dilalui.

Bencana alam lainya terjadi di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Setidaknya 13 rumah warga di Kampung Sindanglangu RT 05/RW 11 rusak akibat terjadi pergerakan tanah. Tiga rumah diantaranya rusak berat, dan penghuni rumah harus diungsikan ke tempat yang lebih aman. Sementara 20 rumah lainya di kampung tersebut juga terancam pergerakan tanah.

"Petugas kami sudah kami kerahkan di sejumlah lokasi untuk melakukan penanganan bencana alam ini. Untuk yang di Batulawang kita akan siapkan tenda untuk antisipasi warga yang mengungsi. Yang lainnya kita sudah melakukan penanganan dengan segera," kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman saat dihubungi Senin (23/3/2015). 

Pihaknya akan terus memantau lokasi bencanan terutama yang ada diwilayah Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Pergerakan tanah diwilayah tersebut kemungkinan masih akan terjadi jika melihat curah hujan yang masih tinggi. "Kita terus pantau sebagai langkah antisipasi terjadinya pergerakan tanah susulan. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa," katanya [KC-02]**.

Kelembagaan Koperasi Harus Kuat Jika Ingin Maju

CIANJUR, [KC].- Untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan, harus diawali dengan penguatan kelembagaan. Sebesar apapun bantuan yang diterima koperasi jika kelembagaanya tidak kuat maka tidak akan bisa berjalan maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Cianjur, Ridwan Ilyasin melalui peleksananya Bambang Eko saat menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Unit Desa (KUD) Tanjung Harapan di Kampung Cinyaut Girang Desa Sukasarana Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Senin (23/3/2015).

"Sebelum melangkah lebih jauh, koperasi harus bisa menguatkan kelembagaanya. Dengan kuatnya lembaga koperasi itu maka dengan sendirinya bantuan juga akan bisa mengalir. Karena sebesar berapapun bantuan, kalau kelembagaanya tidak kuat, tidak akan banyak bermanfaat," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, pengurus dan anggota harus aktif dan memiliki komitmen berkoperasi. Dengan kebersamaan, koperasi akan bisa maju dan lebih berkembang. "Penguatan lembaga koperasi kata kunci gerakan ekonomi rakyat menjadi soko guru. Dengan demikian tidak ada istilah lagi mekanisme koperasi bagaimana ketua," katanya.

Dengan kuatnya kelembagaan koperasi, minimalnya koperasi memiliki aktivitas kegiatan. Koperasi harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif dan inovatif. "Kalau ini semuanya sudah ada, koperasi bisa benar-benar menjadi soko guru perekonomian rakyat," tegasnya.

Ketua KUD Tanjung Harapan, Sjamsudin mengungkapkan, koperasi yang dipimpinnya saat ini tengah berupaya mengembangkan sejumlah usaha. "Kedepan kita ingin ada UKM Mart,dan pengajuan bantuan dana penambahan modal LPDB dan menjadi distributor pupuk dan gas LPG. Kita tengah mengupayakan itu," kata Sjamsudin saat ditemui terpisah.

Pihaknya optimis hal itu bisa terwujud asal mendapatkan dukungan dari semua anggota koperasi. "Atas dasar program yang telah disetujui para anggota, tidak ada kata pesimis, kami yakin dengan kebersamaan koperasi ini bisa lebih maju lagi," katanya  [KC-02]**.

Perindo Akan 'Ramaikan' Pilkada

CIANJUR, [KC].- Aroma Pemilihan Kepala Daerah (Pikada) di Cianjur sepertinya sudah mulai memanas. Sejumlah bakal calon mulai bermunculan. Mereka menawarkan diri dengan berbagai slogan untuk menarik simpati masyarakat. Meskipun diantara mereka belum tentu akan melenggang mengingat persyaratan yang harus dipenuhi.

Ramenya iklim Pilkada tersebut sepertinya juga menarik partai pendatang baru Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Meski baru terbentuk kepengurusannya di Cianjur, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perindo Kabupaten Cianjur, memastikan bakal ikut memberikan warna dalam gelaran Pilkada Kabupaten Cianjur yang akan dihelat pada Desember 2015 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Perindo Kabupaten Cianjur, Iman Budiana, usai melaksanakan silaturahmi dengan seluruh pengurus DPD Perindo se-Jawa Barat yang digelar di Teras Kita, baru baru ini.

Kekikutsertaan Perindo dalam pilkada nanti, diakui Iman memang tidak dengan ikut secara langsung. Pasalnya, partai pimpinan Harry Tanoesudibyo itu masih belum mendapatkan verifikasi dari Kemenkumham.

"Selama ini kami juga sudah berkomunikasi, baik dengan partai-partai politik maupun dengan nama-nama yang sudah muncul di permukaan yang kemungkinan bakal maju dalam pilkada Cianjur nanti," aku Iman.Oleh karena itu, dalam ajang silaturahmi tersebut, sebut Iman, salah satu agendanya adalah membahas secara khusus keikutsertaan Perindo dalam pilkada Cianjur 2015.

"Dengan segala daya dan upaya kami akan mendukung secara penuh terselenggaranya Pilkada Kabupaen Cianjur. Dari komunikasi informasi informal yang sudah dilakukan, kami sedikit banyak mendapatkan gambaran dan peta kekuatan politik yang ada. Tapi masih akan terus berkembang karena masih belum dimulainya tahapan pilkada," katanya.

Perindo akan memberikan dukungan kepada sosok yang jelas-jelas memiliki kepedulian terhadap masyarakat kecil. Karena selama ini memang masih cukup jauh dari harapan. Selain keberpihakan yang jelas kepada rakyat kecil, sosok tersebut juga haruslah bisa memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat yang dinilainya berada pada titik yang sangat mengenaskan.

Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah berkenaan dengan perekonomian masyarakat yang menurutnya masih berjalan di tempat dan cukup rendah. Hal itu bakal terlihat jelas ketika berada di tengah-tengah masyarakat yang tinggal di desa pelosok.

"Calon yang akan kami dukung tentunya yang memiliki kepedulian terhadap warga tidak mampu. Harus ada kerja riilnya. Ada empat nama yang dinilainya memiliki peluang cukup besar untuk menjadi pemimpin Cianjur pada periode mendatang. Hal itu didasarkan pada rekam jejak dan kinerjanya selama ini," kata dia tanpa mau menyebut nama yang dimaksud [KC-02/gp]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI