TRENDING NOW


Kabarcianjur.com-UNTUK meningkatkan partisipasi pemilih pemula atau pemilih muda pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar) bersinergi dengan Center For Election and Political Party Universitas Indonesia (CEPP UI) serta Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur untuk menggelar Electainment on Campus berjudul Rock The Vote Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hutan Kota Universitas Suryakancana, Jalan Pasir Gede Raya Cianjur, Selasa (17/4/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi SDM dan Parmas Nina Yuningsih, Komisioner KPU Kabupaten Cianjur Divisi SDM dan Parmas Hilman Wahyudi, Komisioner KPU Kabupaten Cianjur Divisi Hukum Selly Nurdinah, Ketua DPRD Cianjur Yadi Mulyadi, Wakil Rektor I Universitas Suryakancana Iis Ristiani, Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur Dedi Mulyadi, Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur Kuswandi, Dosen Universitas Indonesia Mulyadi, beberapa Civitas Akademika dari Universitas Suryakancana dan para peserta dari mahasiswa serta pemilih muda dari berbagai pihak lainnya.

“Saya sangat antusias mengikuti kegiatan Rock The Vote Indonesia di Universitas Suryakancana ini, dengan semangat pemilih pemula dan pemilih muda, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi menjelang Pilgub tahun 2018,” ujar Nina.

Harapan serupa juga diungkapkan Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Suryakancana Cianjur Dedi Mulyadi. “Saya berharap kegiatan hari ini dapat menjadikan komitmen bahwa satu suara saja itu sangat bermakna”, tambah Dedi Mulyadi.

Dalam kegiatan Rock The Vote Indonesia ini selain adanya hiburan yang berupa penampilan Angklung dari SLB, juga adanya forum diskusi pakar yang diikuti oleh beberapa Dosen dari Unsur, Peneliti Senior CEPP UI, Komisioner KPU Kabupaten Cianjur Divisi Hukum, Komisioner KPU Kabupaten Cianjur Divisi SDM dan Parmas, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Perwakilan Guru, dan Perwakilan dari Media.

Para ahli saling beragumentasi menyampaikan pendapat sehingga terdapat beberapa kesimpulan dari permasalahan yang dihadapi seputar problem sistematika dan dinamika yang terjadi seputar Pemilu dari regulasinya sampai yang berkembang dimasyarakat. [KC-02/**]




kabarcianjur.com - SEBANYAK 32 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Divisi SDM dan Parmas mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pelayanan disabilitas pada pemungutan suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2018 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur di Palace Hotel Cipanas pada 13 sampai 14 April 2018.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Cianjur Anggy Shofia Wardany, Komisioner Divisi SDM dan Parmas Hilman Wahyudi, Komisioner Divisi Hukum Selly Nurdinah, Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur Endan Hamdani, serta para Kasubag KPU Kabupaten Cianjur.

Menurut Sekretaris KPU Cianjur Endang Hamdani, hingga kini tingkat partisipasi penyandang disabilitas terhadap pemilu dianggap belum maksimal.  Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pelayanan untuk memudahkan kelompok pemilih disabilitas pada hari pelaksanaan pemungutan suara. “Tujuan diselenggarakannya Bimtek ini yaitu salah satunya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya kelompok pemilih disabilitas dalam Pilgub Jabar 2018,” kata Endang.

Kegiatan Bimtek tersebut menghadirkan nara sumber Komisioner SDM dan Parmas KPU Provinsi Jawa Barat  Nina Yuningsih, Ketua PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kabupaten Cianjur Asep Hermawan beserta rekan-rekan dari penyandang disabilitas.

Nina menjelaskan mengenai hak politik bagi penyandang disabilitas dalam pemilihan Pilgub Jabar 2018. Selain itu, Nina mengungkapkan bahwa petugas harus lebih proaktif terhadap pemilih, terutama dalam memprioritaskan penyandang disabilitas, ibu hamil, dan orang sakit. “KPU Provinsi Jawa Barat telah menyediakan berbagai fasilitas pelayanan seperti template, aplikasi, dan lain sebagainya untuk para penyandang disabilitas, jadi petugas harus lebih proaktif terhadap pemilih”, ujarnya.

“Ingat! Disabilitas bukan orang yang serba kekurangan, tetapi mereka adalah orang yang luar biasa, akan tetapi hanya ada sedikit perbedaan kemampuan saja,” lanjut Nina.

Sementara Asep meminta bahwa dalam penyelenggaraan pemilu hak penyandang disabilitas disamakan. “Saya ingin hak disabilitas itu disamaratakan dengan non disabilitas,” tegasnya.

Dalam Bimtek ini dilakukan simulasi tata cara pelayanan terhadap kelompok pemilih disabilitas pada saat pemungutan suara. Perwakilan dari beberapa kalangan disabilitas menjadi pemeran dalam simulasi tersebut. Peserta nampak terlihat antusias dalam kegiatan ini. [KC-02/**]


kabarcianjur.com – SEBAGAI wujud apresiasi terhadap para siswa akan seni dan budaya, Sekolah Dasar (SD) Aisyiyah Islamic Centre Cianjur hari ini Kamis (12/4/2018) menggelar Apresiasi Kreasi Seni yang dilaksanakan di gedung Assakinah jalan KH. Abdullah bin Nuh.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa. Mereka akan menampilkan kreasi seni yang selama ini sudah dipersiapkan. Tidak hanya itu, para siswa juga akan menunjukkan sesuai dengan keahliannya kepada para orang tua yang akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data list kegiatan, sejumlah penampilan kreasi seni akan disuguhkan pada perhelatan kali ini. Seperti sejumlah tari-tarian, pencak silat, pidato bahasa arab, dai cilik (Dacil), tahfidz dan penampilan lainnya.

Wali Kelas 2C SD Aisyiyah Islamic Centre Cianjur Asti Yuliawati mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk menampilkan anak didiknya dan pentas kreasi seni tersebut. Untuk kelas 2C kata Asti, akan menampilkan dua jenis tarian untuk kategori laki-laki dan perempuan.

“Untuk kelas 2C, anak didik kami akan menampilkan tari arab untuk laki-laki dan tari jaipong untuk anak perempuan,” kata Asti. Anda penasaran, yuk saksikan pentas kreasi seni SD Aisyiyah Islamic Centre Cianjur di gedung Assakinah hari ini. [KC-02]


kabarcianjur.com - UNTUK meningkatkan partisipasi pemilih dalam perhelatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menggelar kembali sosialisasi Pilgub Jabar. Kali ini KPU menggandeng kelompok keagamaan diantaranya dari FKUB Cianjur, Umat Kristen, Umat Khatolik, Umat Budha, Umat Hindu, Umat Kong Hu Cu, MUI Cianjur, Nahdatul Ulama (NU) Cianjur, Muhammadiyah Cianjur, Persatuan Umat Islam (PUI) Cianjur, Sarikat Islam Cianjur, Persis Cianjur dan DDII Cianjur.

Sosialisasi yang dilaksanakan di aula FKUB, Rabu (11/4/2018) itu diikuti oleh puluhan peserta dari perwakilan tiap-tiap organisasi keagamaan. Mereka nampak antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai.

Komisioner KPU Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Hilman Wahyudi mengungkapkan, data pemilih sangat diperlukan bagi pemilih dalam Pilgub Jabar nanti. Untuk itu ia meminta kepada para peserta sosialisasi untuk segera memeriksa serta menginformasikan kepada masyarakat terkait apakah sudah terdaftar di Daftar Pemilih atau belum.

“Barangsiapa yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih, bisa langsung bertanya kepada RT/RW atau Desa/PPS setempat. Selain itu untuk sekarang bisa dicek melalui aplikasi gratis yakni aplikasi yang dibuat oleh KPU Provinsi Jawa Barat untuk mengecek apakah kita sudah masuk kedalam daftar pemilih atau belum tinggal kita masukan NIK saja, atau kita bisa cek melalui info pemilu yang dibuat oleh KPU RI itu sendiri,”ujar Hilman.

Sekretaris KPU Cianjur Endan Hamdani yang hadir dalam sosialisasi mengimbau kepada peserta sosialisasi untuk menginformasikan kembali kepada masyarakat terkait pentingnya ikut serta dalam Pilgub Jabar tahun 2018. “Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan nanti, khususnya warga Cianjur minimal 70 persen partisipasi pemilihnya,”ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, dibahas mengenai syarat hak pilih, daftar pemilih serta alat kelengkapan pada saat pemilihan, yaitu harus membawa KTP Elektronik dan C6 (Surat Pemberitahuan). “Ayo ciptakan pemilu damai, jangan terpengaruh dengan hoax”, tambah Hilman. [KC-02]

CIANJUR-Kabupaten Cianjur menjadi tempat uji coba Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) di gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi USaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Cianjur Jalan Gadog II, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Kamis (29/3/2018).

Dalam kegiatan tersebut sedikitnya 30 pelaku usaha koperasi dan UMKM terlibat langsung menjadi peserta penggunaan sistem peringatan dini. Mereka nampak antusias mengikuti pelatihan sekaligus praktek yang didlaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kepala Bidang (Kabid) Sistem Peringatan Dini Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI Riwayat mengungkapkan, Early Warning System (EWS) tersebut sebagai alat Kemenkop untuk mendiagnosa kinerja Koperasi dan UMKM. Dengan pemberlakuan sitem EWS ini bisa kelihatan hasilnya apakah sehat, cukup sehat dan kurang sehat.

"Sistem peringatan dini atau EWS ini kita harapkan bisa menjadi salah satu jembatan bagi para pelaku usaha koperasi dan UMKM. Jika kondisinya sehat kedepannya bisa dimitrakan dengan usaha lainnya," kata Riwayat saat ditemui disela kegiatan uji coba sistem peringatan dini di PLUT KUMKM Cianjur.

Setelah diketahui hasilnya melalui EWS, maka akan mudih dilakukan tindak lanjut untuk dilakukan pembinaan berkelanjutan. "Kalau misalnya ternyata pelaku usaha itu kurang sehat, bisa dilakukan pembinaan. Kita ada tenaga konsultan dan pendamping yang siap melakukan pendampingan. Harapannya bisa berkembang dan meningkat," tegasnya.

Diakuinya, EWS ini masih sederhana dari sisi penilainnya. Kedepannya tengah dirancang untuk sistem tahap selanjutnya. "Ini baru tahap pertama, ada tahap kedua yang tengah dirancang," jelasnya.

Pihaknya menargetkan EWS ini bisa diakses oleh para pelaku usaha Koperasi dan UMKM. "Target kita ditahun ini EWS produk Kementerian Koperasi ini bisa diakses oleh para pelaku usaha. Karena pada prinsipnya restrukturisasi itu lebih tepat dilakukan oleh pelaku usaha, perintah sebatas memfasilitasi, regulasi dan katalisasi," ungkapnya.

Ketua Koperasi Bumi Pratama Imas Robiah mengapresiasi EWS yang diberlakukan Kemenkop. "Ini jelas sangat membantu kami selaku pelaku usaha. Kami bisa mengevaluasi sejauh mana usaha yang sudah kita lakukan. Karena dengan sistem ini akan diketahui kekurangannya. Ini sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja," tegasnya. (KC-02)