Headlines News :
ALAMAT REDAKSI KABARCIANJUR : JL. NYI RADEN SITI BODEDAR NO. 42 KAUM CIANJUR STKIP SILIWANGI BANDUNG, SABTU 30 JANUARI 2016 MENGGELAR SEMINAR PENDIDIKAN DI SMP ISLAM CENDIKIA CIANJUR SMP ISLAM CENDEKIA MENGGELAR LDKS UNTUK MENUMBUHKAN JIWA JIWA KEPEMIMPINAN MADRASAH IBTIDAIYYAH NEGERI (MIN) KARANGTENGAH WAKILI KABUPATEN CIANJUR IKUTI LOMBA MADRASAH SEHAT TINGKAT BAKORWIL 1 BOGOR KAK MAL INSPIRATOR DAN MOTIVATOR KITA BERIKAN MOTIVASI DAN INSPIRASI SUKSES DI HADAPAN RATUSAN SISWA SMP ISLAM CENDEKIA CIANJURMAJELIS TA’LIM, PKBM, KB DAN TK AL FAIDAH DAN TRAVEL HAJI DAN UMROH KURNIA SANTUNI ANAK YATIM 10 MUHARRAM 1437 HPAUD WILAYAH KEC. WARUNGKONDANG, CIBEBER DAN GEKBRONG GELAR LATIHAN MANASIK HAJI DIIKUTI 1.500 PESERTA.SIRKULASI DAN IKLAN : 087714522998 LKP GARUDA MEDIA INDONESIA KEMBANGKAN SAYAP DI CIANJUR IKUTI TERUS BERITA VIDEO TERKINI DI MEDIA ONLINE NO 1 WWW.KABARCIANJUR.COM  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal

Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada supir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si supir menjawab, "Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai" Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?"

Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan."

Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.

Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.

Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uan
... baca selengkapnya di Bersyukur Setiap Waktu Atas Segala Hal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tim Gabungan Tertibkan Parkir di Jalan Raya

CIANJUR, [KC].- Tim gabungan dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Cianjur bersama Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban areal parkir di beberapa kawasan di Cianjur, Rabu (10/2/2016). Penertiban tersebut dilakukan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan agar tidak parkir sembarangan.

Kepala Seksi (Kasi) Management Rakayasa Dishubkominfo Kabupaten Cianjur, Cecep, mengungkapkan, penertiban yang dilakukan aparat gabungan sebagai bentuk penyadaran warga karena di beberapa ruas di jalan raya banyak pengendara khususnya pengguna sepeda motor yang memarkir kendaraannya sembarangan tempat. Padahal sudah disiapkan tempat khusus parkir disebalah kanan bahu jalan.

"Kami berkoordinasi dengan Polres Cianjur serta Satpol PP untuk melakukan penertiban ini. Salah satunya penertiban parkir saja yang seharusnya sebelah kanan dari arah HOS. Cokroaminoto menuju jalan Mangunsarkoro tapi ternyata dilapangan masih banyak warga yang kurang sadar hukum tertib lalu lintas," kata Cecep.

Tidak hanya disepanjang jalan raya, tim gabungan juga menertibkan parkir diwilayah lainnya seperti jalan Siti Jenab, Mohamad Ali, dan Suroso. "Memang berlaku efektifnya mulai 12 Pebruari 2016. Ini sebagai bentuk penyadaran agar tidak ada lagi pengendara yang melakukan parkir di sembarang tempat apalagi jelas sudah dipasang rambu lalu lintas. Kita perlu koordinasi kerjasama dengan Polres Cianjur dan juga Pol PP untuk tertib berlalu lintas," tegasnya.

KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu. Wahyudi mengatakan, di Cianjur ini sudah lama melakukan penertiban. Hanya saja biasanya di lakukan di kawasan Jalan Dr. Muwardi (Bypass). Penertiban juga dilakukan di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) gabungan dengan Dishubkominfo dan Satpol PP.

"Dalam melaksanakan Patroli terpadu kita sudah buatkan posnya untuk pelaksanaan patroli dan siap di pos terpadu KTL. Kita menertibkan jalur HOS Cokroaminoto dan Mangunsarkoro dari segi lalu lintasnya dan akan dibuat kota bersih dan tertib," katanya.

Terkait dengan sanksi yang akan dikenakan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran pihaknya tidak akan segan melakukan penindakan. Untuk itu juga telah berkoordinasi dengan pengadilan untuk memberikan denda yang lebih besar terhadap pelanggar.

"Dendanya akan beda dengan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Sanksi untuk KTL masyarakat akan didenda lebih besar dan kita telah koordinasi dengan pihak pengadilan kalau ada pelanggaran-pelanggaran KTL. Ini harus dilakukan agar masyarakat bisa lebih sadar diri," paparnya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ratusan Pelayat Antarkan Pemakaman Ketiga Korban Kebakaran Bangunan Dinas Penjaga Sekolah

RATUSAN orang antarkan pemakaman ketiga korban kebakaran bangunan dinas penjaga sekolah SMPN 5 Cianjur. Para pengantar atau pelayat itu banyak diantaranya teman-teman sekolah almarhumah serta guru dari Siti Maesaroh (16). Korban merupakan salah satu siswi SMK Pariwisata PGRI Cianjur.

Sebelum dimakamkan ketiga jenazah korban kebakaran masiing-masing Siti Rukoyah (31) dan anaknya Riswandi Muhamammad Saepudin (10) dan adiknya Siti Maesaroh (16) disemayamkan dirumah duka di Kampung Talun RT 04/03 Desa Ciharasas Kecamatan Cilaku.

Nampak hadir dirumah duka Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kab. Cianjur Rosidin, didampingi sejumlah stafnya, serta Kepala Sekolah SMPN 5 Cianjur, H. Hendar. Sekitar pukul 12.00 WIB ketiga jenazah disholatkan di masjid sekitar 100 meter dari rumah duku secara bersamaan.

Setelah disholatkan, ketiganya kemudian ditandu dengan menggunakan kain sarung dan bambu ke tempat pemakaman umum Ciangsana. Medan yang cukup terjal membuat para pengantar harus hati-hati. Apalagi harus menyeberangi aliran sungai yang arusnya cukup kencang.

Ketiganya dimakamkan secara berurutan. Nampak Saefudin menghadiri pemakaman anak istri dan keponakannya dengan begitu tabah. Tak sepatah katapun ia katakan. Seorang warga mendampinginya dan berupaya memberikan motivasi agar bersabar atas cobaan yang menimpanya.

"Kami semua sangat terkejut dikabari kalau salah satu siswi kami menjadi korban kebakaran. Semunya pada lemas, bahkan kepala sekolah kami juga langsung pingsan," kata Aceng (35) wali kelas dari korban Siti Maesaroh.

Setelah dapat kabar meninggalnya korban, para guru dan sejumlah siswa teman korban meluangkan waktu datang untuk melayat. "Almarhumah sehari sebelumnya sempat bercanda dengan teman-temanya dan bekerja kelompok. Semua terkejut mendapatkan kabat almarhumah meninggal. Mudah-mudahan diterima disisiNya, dan keluarganya dikuatkan iman islamnya," paparnya [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Duka "Ucok", Anak Istri dan Adik Iparnya Tewas Terbakar

DUKA MENDALAM dirasakan oleh Saefudin (36) penjaga SMPN 5 Nagrak Kecamatan/Kab. Cianjur. Betapa tidak, hanya kurang dari satu jam meninggalkan anak dan istrinya untuk bekerja membersihkan ruangan kerja guru, saat pulang kerumah sudah mendapati istri dan anak serta adik iparnya terut terbakar didalam rumah dinas yang didiaminya lebih dari tujuh tahun itu.

Peristiwa kebakaran yang terjadi Rabu (10/2/2016) menjelang subuh itu tak akan terlupakan dalam sejarah hidupnya. Dengan mata kepala sendiri, ia tidak mampu berbuat banyak mana kala melihat kobaran api begitu besar meluluhlantakkan bangunan rumah dinas yang didalamnya terdapat anak dan istri serta keponakannya.

Pria yang bekerja menghonor di SMPN 5 Nagrak itu berupaya tegar, namun tidak bisa menutupi kesedihanya mana kala mengingat pristiwa kebakaran yang disaksikan sendiri. "Saya harus ikhlas, ini takdir yang harus diterima. Memang berat, ini jalan yang terbaik buat anak dan istri saya," kata Saefudin saat ditemui disela menghantar pemakaman anak dan istri serta keponakannya ditempat pemakaman umum Kampung Ciangsana Desa Ciharasas Kecamatan Cilaku Kab. Cianjur.

Pria yang akrab disapa Ucok itu menuturkan awal mula peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan bangunan rumah dinas yang dibangunnya itu. Saat itu sekira pukul 03.00 WIB ia membangunkan istrinya. Sudah menjadi kebiasan istrinya, ia selalu bangun pagi dan memasak sejumlah makanan untuk didagangkan di kantin sekolah.

"Setelah membangunkan istri, saya langsung tinggal keluar rumah untuk bekerja membersihkan ruangan kerja guru. Istri saya sudah terbangun dan langsung ke dapur. Saat pergi saya juga tidak mengunci pintu rumah," kata Saepudin.

Tanpa menaruh curiga sedikitpun, ia langsung melaksanakan tugasnya. Diawali dengan membuka pintu ruangan kerja guru, lalu membersihkan lantai. Sejumlah meja gurupun tak luput dari perhatiannya satu persatu dibersihkan. Disaat tengah bekerja itulah, tiba-tiba listrik mati.

"Tiba-tiba listrik mati, saya bergegas memberesken perlengkapan bersih-bersih dan bermaksud pulang kerumah karena anak saya tidak bisa tidur kalau listrik mati. Tapi belum juga sampai dirumah, saya melihat kobaran api yang sudah membesar menghanguskan rumah dinas yang saya tinggali bersama anak dan istri," jelas Saepudin.

Melihat rumahnya terbakar, ia bermaksud memberikan pertolongan. Namun apa daya, kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah sehingga tidak memungkinkan untuk membeberikan pertolongan. "Saya lemas dan tidak bisa berbuat banyak. Anak istri dan adik ipar saya semuanya turut terbakar," kata Saepudin yang terlihat bersedih.

Ia menduga, kebakaran tersebut berasal dari kompor gas yang dinyalakan istrinya. Biasanya kompor yang digunakan istrinya untuk memasak itu suka mengalami gangguan susah menyala. "Biasanya suka minta tolong ke saya, tapi ini tidak, mungkin istri saya berupaya memperbaiki sendiri. Tapi ternyata malah menjadi bencana, kemungkinan gasnya ada yang keluar dan menyambar," paparnya.

Ia mengaku tidak memiliki firasat apapun atas musibah kebakaran yang mengakibatkan anak istri dan adik iparnya meninggal. "Tidak ada firasat apa-apa. Semuanya seperti biasa. Ini takdir buat keluarga saya," ungkapnya. [KC-02]**

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Rumah Penjaga Sekolah Terbakar, Tiga Penghuninya Tewas

CIANJUR, [KC].- Sebuah rumah dinas penjaga sekolah di komplek SMPN 5 Nagrak Kecamatan Kab. Cianjur, Rabu (10/2/2016) sekira pukul 04.00 WIB ludes terbakar. Akibatnya tiga penghuni rumah yang tengah tertidur tewas terpanggang hidup-hidup. Kebakaran diduga dari gas LPG yang bocor saat digunakan untuk memasak.

Sebagaimana dilansir PRLM, korban tewas adalah Siti Rukoyah (31)
dan anaknya Riswand Muhamammad Saepudin (10) dan adiknya Siti Maesaroh (16). Ketiga korban kondisinya mengenaskan dengan luka bakar disekujur tubuhnya. Ketiga korban dilarikan ke RSUD Cianur sebelum dibawa keluarganya.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran yang terjadi menjelang subuh itu mengejutkan warga sekitar. Warga mengaku sempat mendengar suara ledakan saat api mulai membesar membakar bangunan rumah dinas buat penjaga rumah yang dihuni oleh Saefudin (36).

"Api tiba-tiba sudah membasar dan dalam waktu singkat meludeskan bangunan. Kami warga sekitar yang mengetahui adanya kebakaran berupaya memadamkan api, tapi sulit dan api dalam sekejab membakar seluruh bangunan," kata Arifin seorang warga.

Api berhasil dipadamkan, setelah pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diterjunkan ke lokasi. Dibantu masyarakat petugas berhasil memadamkan api. Namun saat api padam didalam bangunan rumah dinas yang luluh lantak itu tiga penghuninya kedapatan tewas.

Ketiga korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Cianjur. Setelah dilakukan visum et repertum ketiga korban dibawa keluarganya untuk dimakamkan di Kampung Kampung Talun RT 04/RW 03 Desa Ciharasas Kecamatan Cilaku Kab. Cianjur.

Kapolsek Cianjur, Kompol Iskandar, mengatakan, setelah berhasil menemukan jasad korban, pihaknya bersama tim pemadam, membawa jenazah korban ke RSUD Cianjur untuk dilakukan visum. Tidak lama berseleng pihaknya bersama anggota lainya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari penyebab terjadinya kebakaran.

‪"Kami belum bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran, hanya kuat dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik, sedangkan ledakan yang sempat terdengar diduga berasal dari tabung gas dan tangki sepeda motor yang terparkir di dalam rumah. Untuk memastikan penyebabnya, tim masih melakukan penyelidikan," kata Iskandar.

Pihak Sekolah Bertanggungjawab
Sementara itu musibah kebakaran yang menimpa keluarga Saepudin (36) penjaga SMPN 5 Cianjur itu mengundang simpati Kepala Sekolah SMPN 5 Cianjur H. Hendar. Pihak sekolah bertanggungjawab atas biaya rumah sakit hingga pemakaman ketiga korban.

"Ini musibah, kebetulan yang menjadi korban adalah keluarga kami di SMPN 5. Kami akan membantu biaya selama proses di rumah sakit hingga pemakaman korban. Ini menjadi tanggungjawab kami," kata H. Hendar saat ditemui disela pemakaman para korban [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Filosofi Modal Nol

Filosofi Modal Nol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saat ini, masih banyak sekali orang yang ingin menjadi pengusaha, selalu mengeluhkan tentang kesulitan memperoleh modal. Sebab, kebanyakan memang orang-orang masih beranggapan bahwa modal harus selalu dalam bentuk uang. Modal harus berupa hal yang bisa digunakan untuk membeli sesuatu yang kita perlukan untuk memulai usaha. Modal harus bisa diputar untuk mengembangkan usaha. Modal harus ini, modal harus itu.

Hasilnya? Karena merasa modal (baca: uang) belum cukup, kadang seseorang tak berani membuka usaha. Padahal, berbagai buku, tulisan, laporan, berita, hingga berbagai cerita dalam berbagai forum diskusi, seminar, dan workshop, telah menyebut bahwa modal tak harus dalam bentuk uang. Banyak kisah sukses pengusaha yang memulai dari nol.

Memang, hal ini seperti sesuatu yang aneh dan nyaris tak masuk akal bagi sebagian orang. Bagaimana bisa memulai usaha dengan tanpa uang sama sekali? Nol itu jelas-jelas bukan suatu angka yang bisa digunakan untuk membeli apapun. Nol itu adalah angka yang kosong melompong, bagaimana mungkin kita bisa memulai usaha tanpa memiliki sesuatu apapun?

Betul. Jika itu pola pikir yang dianut adalah pola pikir yang biasa-biasa saja. Tapi, bagi sebagian besar pengusaha sukses yang mengatakan dirinya memulai usaha dari nol itu, sebenarnya angka nol itu ada filosofi besar d
... baca selengkapnya di Filosofi Modal Nol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Bupati Ambil Sumpah 1.143 orang Pegawai Negeri Sipil

CIANJUR, [KC].- Sebanyak 1.143 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kab. Cianjur diambil sumpah oleh Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, Kamis (4/2/2016). Mereka merupakan PNS dari CPNS yang sudah mengikuti pra jabatan sebelum lolos jadi PNS.
 
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan daerah (BKPPD) Kab. Cianjur, H. Cecep Sobandi, mengungkapkan, setiap CPNS segera setelah diangkat menjadi PNS wajib mengangkat sumpah/janji PNS menurut ggama dan kepercayaanya msing-masing. Hal itu merupakan salah satu bentuk pembinaan PNS.

"Tentu kita semua menginginkan PNS  yang bersih, jujur, dan sadar akan tanggungjawab sebagai unsur aparatur negara, abdi negara, abdi masyarakat," kata Cecep disela kegiatan pengambilan sumpah PNS dilingkungan Pemkab Cianjur Tahun 2016 di Gedung Asakinah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kamis (4/2/2016).

Adapun PNS yang diangkat dan diambil sumpahnya sebanyak 1.143 orang terdiri dari golongan I dan II sebanyak 417 orang dan golongan III sebanyak 726 orang.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh dalam amanatnya mengungkapkan, penyelenggaraan suatu tata pemerintahan yang baik, sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan birokrasi. Birokrasi sebagai pemberi bentuk kebijakan publik dengan sumber daya aparatur atau PNS yang mendukungnya, harus mampu mengimplementasikan kebijakan publik serta tugas–tugas pemerintahan dan pembangunan secara profesional.

Seorang PNS kata bupati, haruslah memiliki kemampuan dalam mewujudkan pelayanan masyarakat dengan cepat, profesional, berkualitas, dan tidak diskriminatif. PNS juga diharapkan senantiasa berorientasi pada peningkatan kinerja dan sekaligus meningkatkan pemberdayaan potensi masyarakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian, meningkatkan keunggulan kompetitif serta berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi. 

Bupati mengharapkan, PNS yang baru saja diambil sumpah bisa berperan sebagai aparatur pemerintah yang tangguh, mempunyai sikap mental yang terpuji dan mempunyai visi ke depan dalam mengantisipasi perubahan zaman, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan visi dan misi organisasi.

"Kita harapkan CPNS yang baru saja diambil sumpah sebagai PNS dapat mewarnai dan memberikan nuansa serta paradigma baru, terutama dalam hal disiplin dan kinerja, laksanakan setiap tugas dan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku disertai dengan kecintaan penuh terhadap profesi," tegasnya.

Seorang PNS lanjut buupati, harus siap ditugaskan di mana saja dan kapan saja, trampil, cekatan, dan harus senantiasa menjaga citra sebagai aparatur pemerintah. "PNS juga harus selalu mempertahankan dan meningkatkan prestasi, dedikasi dan loyalitas kepada pemerintah serta berperilaku terpuji sebagai PNS yang berakhlakul karimah," harapnya [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Pro Kontra Pelarangan Penjualan Minyak Goreng Curah

CIANJUR, [KC].- Pemkab Cianjur merespon kebijakan pemerintah pusat mengenai larangan penjualan minyak goreng curah dipasaran. Salah satu yang kini tengah dilakukan adalah mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai larangan penjualan minyah goreng curah tersebut.

Meski menimbulkan pro dan kontra, minyak goreng curah dinilai lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat kurang mampu. Mengacu pada Permendag No 21/m-dag/per/3/2015 tentang perubahan atas permendag nomor 80/m-dag/per/10/2014 tentang minyak goreng wajib kemasan wajib dilaksanakan.

"Kita terus melakukan sosialisasi kepada distributor dan pedagang minyak goreng curah dengan melakukan penyisiran. Namun, kebijakan itu masih menuai pro dan kontra di kalangan pedagang dan konsumen," kata Kepala Staff TU Pasar Induk Cipanas, Suganda, Kamis (4/2/2016).

Pihaknya merasa kawatir adanya larangan penjual minyak goreng curah itu bisa mendorong adanya monopoli pengusaha besar atas pengaturan harga minyak kemasan. Makanya, pengawasan pemerintah pusat juga harus lebih ketat, sehingga minyak goreng kemasan ini bisa terjangkau untuk semua kalangan.

"Jangan sampai ada monopoli menyak goreng kemasan, intinya semuanya juga harus terjangkau setelah diberlakukan larangan penjualan minya goreng curah ini. Karena terhitung 27 Maret 2016 sudah tidak ada lagi penjualan minyak goreng curah," katanya.

Dengan adanya kebijakan tersebut otomatis para konsumen menengah kebawah yang selama ini mengkonsumsi minyak goreng curah, akan beralih ke kemasan. Sehingga beralihnya konsumen ini diharapkan bisa diimbangi dengan harga yang terjangkau.

"Harganya bisa dibandingkan minyak goreng curah Rp 9.500 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan yang paling murah Rp 13.500 per liter. Kalau dibanding harga jelas minyak goreng curah, sehingga setelah dilaksanakannya Permendag ini harga minyak goreng kemasan harus lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Diharapkan, masyarakat bisa lebih selektif lagi dalam membeli kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng. Karena kebijakan pemerintah yang melarang peredaran minyak curah tersebut demi kesehatan masyarakat banyak.

"Memang kalau kita bandingkan dengan yang kemasan lebih mahal, namun semua itu untuk kesehatan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan agar seluruh minyak goreng yang diperdagangkan dikemas dengan baik, bersih dan memiliki label atau nama yang sesuai dengan aturan pemerintah dan berstandar,," terangnya.

Siti Fatimah (48) salah seorang konsumen mengaku keberatan penghapusan minyak goreng curah karena minyak goreng kemasan dinilai lebih mahal. Kecuali kalau harganya sama atau paling tidak hampir menyamai.

"Kalau ditanya keberatan atau tidak, jelas keberatan. Tentu kami ingin yang lebih murah, sampai saat ini kami masih sehat saja meski menggunakan minyak curah. Kami masih berharap minyak curah tidak dilarang diperjual belikan," harapnya [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sempat Menghilang Beberapa Hari, Kades Sukakerta Akhirnya Ditangkap Polisi

CIANJUR, [KC].- Kepala Desa Sukaratu Kecamatan Cilaku Kab. Cianjur, AS akhirnya dijebloskan ke juruji besi Polres Cianjur, Kamis (4/2/2016). AS ditangkap petugas Satreskrim Polres Cianjur di perempatan Jalan Lingkar Timur dan Perintis Kemerdekaan (dekat Pasar Induk Pasir Hayam, red) saat mengendarai sepeda motor dengan menggunakan pakaian bebas pada pukul 15.00 WIB.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu melalui Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Gito membenarkan penangkapan kepala desa yang diduga menyelewengkan anggaran pemerintah desa itu. "Setelah mendapatkan laporan adanya dugaan korupsi, kami terus memonitoring dan mencari informasi keberadaannya. Menginjak sore hari, ada informasi jika tersangka akan berangkat ke Karangtengah melalui Jalan Lingkar Timur. Kami langsung menyiagakan petugas dan hasilnya tersangka bisa ditangkap oleh Tim Tipikor Polres Cianjur," kata Gito saat dihubungi kemarin.

Setelah ditangkap, lanjut dia, tersangka langsung dibawa ke Mpolres Cianjur untuk dimintai keterangan. "Dari hasil pemeriksaan sementara, diputuskan tersangka resmi ditahan," tegasnya.

Gito mengungkapkan, ditangkapnya Ayi yang telah menjabat sebagai kepala desa sejak 2014 lalu itu lantaran adanya laporan dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan keuangan desa dan penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (Rasta).

"Pelaku melakukan pengelolaan keuangan desa (APBDes, red) Sukakerta oleh sendirian dan diduga menggunakan sebagian anggaran tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Selain itu pelaku juga menyalahgunakan penyaluran beras rasta jatah untuk warga pada 2014, sebanyak 6 kali penyaluran," ungkapnya.

Menurutnya, kerugian negara yang diakibatkan oleh dugaan korupsi Ayi ditaksir mencapai Rp660.775.632. "Itu termasuk dugaan korupsi Dana Desa, dua sepeda motor yang diduga dijual oleh tersangka," katanya.

Gito menambahkan, atas tindakannya tersangka dikenakan  pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 dan pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi. "Hukumannya pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)," tandasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Bidang Pertambangan PSDAP Tak Miliki Kewenangan

CIANJUR, [KC].- Bidang Pertambangan di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur kini tak memiliki kewenangan sedikitpun terkait masalah pertambangan. Padahal jika ada suatu persoalan dengan masalah pertambangan, bagian pertambangan Kab. Cianjur yang selalu dipersoalkan.

"Saat ini kita tidak memiliki kewenangan apa-apa. Masalah perijinan juga sudah ditarik ke provinsi. Kita hanya sebagai pegawai bagian pertambangan, tapi hanya sebatas pegawai, tugas yang sebelumnya menjadi kewenangan kami semua sudah diambil alih," kata Kepala Bidang Pertambangan Dinas PSDAP Kab. Cianjur, Iman Budiman, Rabu (3/2/2016).

Dikatakan Iman, pengambil alihan kewenangan pertambangan Kabupaten itu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hanya saja sejak diambil alih pada tahun lalu itu, belum ada kejelasan terhadap pegawai dibidang pertambangan.

"Edaran Mendagri tentang penyerahan P3D (Personal Prasarana dan Dokumen ) mengacu pada undang-undang itu harus dilaksanakan. Hanya saja sampai saat ini kami belum ada kejelasan, artinya tugas dan kewenangan kami di daerah harus ngapain pasca ditariknya semua kewenangan pertambangan," kata Iman.

Pihaknya berharap, pemerintah melalui pemerintah provinsi segera membuat regulisi untuk kejelasan status kepegawaian bidang pertambangan. "Kita ingin suatu kejelasan, apakah kita menjadi pegawai provinsi atau sifatnya pembantuan. Kalau sekarang kita masih ngambang, mau ngerjain apa?," tegas Iman.

Kendati belum ada kejelasan, pihaknya tetap menjalankan pekerjaan. Meskipun pekerjaan itu hanya sifatnya melakukan pemantauan. "Kita hanya melakukan pemantauan saja terhadap aktivitas pertambangan, tidak lebih," katanya.

Diakuinya sejak kewenangan diambil alih, sejumlah keluhan masih saja datang ke PSDAP. Masyarakat masih menganggap bahwa masalah pertambangan ditangani PSDAP. "Masih ada yang belum tahu kalau kewenangan kami diambil alih. Karena masih baru, masih perlu sosialisasi," jelas Iman [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Memasuki Puncak Musim Hujan, Cianjur Siaga Bencana

CIANJUR, [KC].- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur mempridiksikan bulan Februari merupakan puncak musim penghujan. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk waspada terutama yang tinggal didaerah rawan bencana alam.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengungkapkan, bulan Februari diprediksi akan memasuki puncak musim hujan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan tanggap akan terjadinya bencana alam seperti longsor dan banjir.

"Bulan Februari puncaknya curah hujan tinggi, makanya kewaspadaan harus selalu ditingkatkan," kata Asep, Rabu (3/2/2016).

Dikatakan Asep, sejumlah wilayah di Cianjur terindikasi rawan bencana terutama pergerakan tanah dan longsor. Wilayah tersebut seperti di Desa Cikancana Kecamatan Sukaresmi, Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Kecamatan Naringgul, Cibeber, Pasir Kuda, dan Campaka.

"Kami terus siaga, kita awasi bersama titik potensi bencana. Apalagi berdasarkan data update dari BMKG hujan akan semakin tinggi di pertengahan bulan Februari hingga akhir Februari. Ini rawan terjadinya bencana alam," ungkapnya.

Tidak hanya bencana alam banjir dan longsor, bulan Februari juga mengindikasikan seringnya turun kabut tebal yang membahayakan bagi pengendara. Wilayah itu terjadi di Jalan Raya Cugenang hingga Puncak.

"Kami selalu menghimbau para pengguna jalan harus lebih berhati - hati. Jangan sampai saat kabut tebal terjadi kecelakaan. Karena pandangan sangat terbatas saat kabut tebal turun," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, BPBD bersama instansi terkait selalu siaga. "Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Karena sejumlah titik rawan bencana berada dijalur itu. Kita harapkan meski terjadi puncak curah hujan, bencana alam tidak terjadi. Tapi kita tetap siaga," tegasnya [KC-02]**


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Mama

Mama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh diseluruh kota. Ada sebuah kisah yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang.

Itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli di situ, melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya.

Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu di mana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong.

Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi di mana puing-puing sebuah toko seperti memberi
... baca selengkapnya di Mama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jalan Puncak II Diambil Alih Pemerintah Pusat

CIANJUR, [KC].- Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak menganggarkan pembangunan jalan Puncak II pada tahun anggaran 2016. Keberadaan jalan Puncak II tersebut diharapkan bisa mendongkrak iklim pariwisata di kawasan wisata Puncak Cipanas setelah sejumlah jalan utama seringkali terjadi kemacetan hingga membuat terpuruk pelaku usaha pariwisata.
Kepala Dinas Binamarga Kab. Cianjur, Atte Adha Kusdinan mengatakan, anggaran pembangunan jalan Puncak II yang berada diwilayah Desa Batulawang Kecamatan Cipanas sudah diserahkan ke pemerintah pusat. Dengan demikian kewajiban utama untuk pembangunannya berada di pemerintah pusat.
"Jalan puncak II tidak masuk dalam anggaran APBD, karena itu akan dikerjain oleh pemerintah pusat. Termasuk ruas jalan pengembangan antara sentul Cianjur. Masuk dalam rencana pusat dalam Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Atte, Selasa (2/2/2016).
Atte menyebut, meski pelaksanaan pembangunannya berada ditangan pemerintah pusat, namun untuk pembebasan lahan untuk perluasan jalan dimungkinkan diserahkan ke pemerintah daerah. "Saat ini sedang berlangsung, di mulai dari wilayah Bogor dulu," katanya.
Keberadaan jalan Puncak II tersebut kata Atte, diharapkan bisa mengatasi kemacetan jalur Puncak yang acap kalai terjadi saat hari-hari libur. Selain itu diharapkan pula, adanya jalan Puncak II juga bisa mendorong tumbuh kembangnya pariwisata khususnya diwilayah Cipanas dan sekitarnya.
"Tentu saja jalan Puncak II sangat diharapkan. Kita ingin ini menjadi salah satu solusi terjadinya kemacetan dikawasan wisata Puncak Cipanas. Jauh dari itu diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat," tegasnya.
Kondisi Jalan Desa Buruk
Sementara itu kondisi sejunlah ruas jalan desa di Kab. Cianjur saat ini masih banyak yang rusak. Dinas Binamarga belum mampu berbuat banyak untuk memperbaiki jalan desa yang kebanyakan berlobang itu.
Berdasarkan data, total panjang jalan desa se-Kabupaten Cianjur mencapai 6.000 kilometer. Berdasarkan Undang-Undang nomor 38 dan Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2014 tentang Jalan, perawatan dan perbaikannya merupakan tugas dari Dinas Binamarga.
"Pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan memang tugas Binamarga, tapi dengan adanya kebijakan Pemerintah Republik Indonesia terkait Dana Desa, kami harus mendata ulang dan membagi tugas dengan Pemerintahan Desa untuk perbaikan dan pembangunan jalan desa," kilah Atte.
Diakuinya, masih banyak jalan desa yang memerlukan perbaikan. Dengan adanya program Dana Desa, pemerintah desa mulai memperbaiki jalan di wilayahnya dengan anggaran yang ada. Hal itu membuat data yang ada terkait jalan rusak perlu diperbarui lagi.
"Memang saat ada perbaikan jalan, Pemdes kerap berkonsultasi dengan kami, tapi untuk jumlah sisa jalan yang rusak dan perlu perbaikan, kami belum data kembali," katanya.
Pada tahun 2016 ini Dinas Binamarga mendapatlan alokasi anggaran untuk perbaikan jalan sebanyak Rp175 Miliar. Sebagian kecil dari anggaran itu, digunakan untuk perbaikan jalan desa.
"Anggaran perbaikan desa itu lebih kecil, sebab lebar jalannya kecil. Jadi biayanya sekitar Rp1 miliar per kilometernya," katanya [KC-02]**
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









 
Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI