TRENDING NOW

cianjur, kabar cianjur, berita cianjur, cianjur cianjur cianjur, pristiwa cianjur, pramuka cianjur, polisi cianjur, politik cianjur, cianjur berita

Selain mengatasi peredaran narkotika dan prekursor narkortika (P4GN), tugas Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah mencegah peredarannya sejak dini. Tidak hanya di kalangan dewasa, peredaran narkoba juga sering kali terjadi di kalangan pelajar.

Setidaknya hal itu yang mendorong BNN Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan sosialisasi bahaya narkotika hingga ke sekolah-sekolah. Sosialisasi ini dibalut dengan tema Road Show BNN Goes To School yang sekaligus digelar untuk memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada tanggal 26 Juni 2022 lalu.

Peredaran narkoba adalah masalah pelik yang terus berkelindan. Korbannya menyasar semua lapisan masyarakat. Tak hanya kaum perempuan yang jadi sasaran, anak-anak dan generasi muda pun kena.

Akar Masalah

Kenapa peredaran narkoba saat ini kian marak saja bahkan menyasar pelajar? Tentu ini menunjukan terdapat kesalahan dalam tata kelola sistem kehidupan kita. Setidaknya ada beberapa hal kenapa narkoba ini bisa terus marak dan tumbuh subur. Pertama, adanya gaya hidup hedonisme (berfoya-foya) yang dilandasi dari akidah sekularisme-liberalisme yang dianut masyarakat. 

Sistem kapitalisme-liberalisme telah menghalalkan segala jenis barang untuk diperjualbelikan asalkan menguntungkan. Keuntungan material ini menjadi asasnya. Selama sistem ini diterapkan, meskipun di negeri dengan penduduk Muslim mayoritas, pastinya narkoba akan sulit diberantas. Apalagi dalam sistem ini, hukumnya sangat lemah karena tidak bisa membuat jera para pelakunya.

Liberalisme yang telah mengakar kuat di negeri ini pun adalah biang kerok remaja terjerat narkoba. Tatkala mereka tidak memiliki standar syariah, maka hiburan yang mereka pilih pun keliru. Klub-klub malam tumbuh subur. Telah jamak diketahui selain minuman keras di tempat-tempat tersebut biasanya mudah juga untuk melakukan transaksi narkoba. 

Kedua, kepentingan ekonomi sesat dan sesaat. Jika dilihat dari data angka pengguna dan korban narkoba, terdapat rupiah yang didapat pengedar. Pelajaran ini bisa dipetik dari almarhum Freddy Budiman (Drug Dealer). Tahun 2014 lalu, ia tertangkap mengimpor 1,4 juta butir ekstasi dari RRC. Dirinya meminta bantuan polisi, BNN, dan Bea Cukai untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.

Selisih harga yang sangat besar membuat ia mampu menyuap banyak pihak. Indonesia sendiri memang masih menjadi pasar peredaran narkotika jaringan internasional. Pasalnya, pengguna narkotika di Indonesia masih cukup tinggi. Sementara untuk wilayah Jawa Barat, berdasarkan data masih sebagai bagian dari transit peredaran. Data yang diperoleh dari BNN Provinsi Jabar, prevalensi pengguna narkotika di Jabar berada di urutan ke-9 di Indonesia.

Ketiga, adanya pengabaian negara terhadap urusan rakyatnya, yakni dalam menjaga jiwa, akal, dan kesejahteraan rakyatnya. Telah diketahui bersama bahwa narkoba sebagai segala materi (zat) yang menyebabkan hilangnya atau lemahnya kesadaran/penginderaan. Namun, seringnya kepentingan ekonomi atau ketidaksejahteraan jadi alasan bisnis narkoba. Peredaran narkoba yang berada di bawah tangan dan sembunyi-sembunyi.

Keempat, ketakwaan individu di semua lapisan rakyat yang rendah. Apalagi sanksi yang diterapkan pun terkadang tak sesuai. Alhasil pengedar dan pemroduksi narkoba pun kian menggila.

Solusi Islam

Masyarakat luas selayaknya mengambil Syariah Islam untuk memerangi narkoba sampai ke akarnya. Peredaran narkoba tak boleh dibiarkan terus-menerus. Sebab generasi mudalah yang terancam jiwanya. Masyarakat pun bisa menjadi rusak dan tak produktif. 

Lantas seperti apa solusi Islam untuk pemberantasan narkoba? 

Pertama, tentu dengan meningkatkan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah SWT. Masyarakat juga harus dipahamkan bahwa mengonsumsi, mengedarkan bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah, yang di akhirat nanti pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka.

Islam melarang dan mengharamkan narkoba. Ummu Salamah menuturkan: “Rasulullah saw melarang setiap zat yang memabukkan dan menenangkan” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Kedua, menegakkan sistem hukum pidana Islam. Sistem pidana Islam, selain bernuansa ruhiah karena bersumber dari Allah SWT, juga mengandung hukuman yang berat. Pengguna narkoba dapat dipenjara sampai 15 tahun atau dikenakan denda yang besarnya diserahkan kepada qâdhi (hakim) (al-Maliki, Nizhâm al-‘Uqûbât, hlm. 189). Dengan begitu, para pelakunya akan jera.

Ketiga, konsisten dalam penegakan hukum. Setiap orang yang menggunakan narkoba harus dijatuhi hukuman tegas. Orang yang sudah kecanduan harus dihukum berat. Demikian pula semua yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, termasuk para aparat yang menyeleweng. Mereka tidak layak mendapat keringanan hukuman, sebab selain melakukan kejahatan narkoba, mereka juga melakukan kejahatan membahayakan masyarakat. 

Keempat, aparat penegak hukum yang bertakwa. Dengan sistem hukum pidana Islam yang tegas, yang notabene bersumber dari Allah SWT, serta aparat penegak hukum yang bertakwa, hukum tidak akan dijualbelikan.

Kuncinya adalah penerapan sistem Islam secara kaffah. Ketika sistem Islam diterapkan hanya orang yang pengaruh imannya lemah atau terpedaya oleh setan yang akan melakukan dosa atau kriminal, termasuk kejahatan narkoba.

Jika pun demikian, maka peluang untuk itu dipersempit atau bahkan ditutup oleh syariah Islam melalui penerapan sistem pidana dan sanksi dimana sanksi hukum bisa membuat jera dan mencegah dilakukannya kejahatan.

Sudah saatnya kita mencabut akar masalah dari segala sumber masalah yang menjangkiti umat hari ini. Tinggalkan sekularisme! Terapkan Islam kaffah dalam mengatur kehidupan ini. Agar hidup berkah, selamat dunia dan akhirat. 

Wallahu a’lam bishshawab.

Penulis : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)

cianjur, kabar cianjur, berita cianjur, cianjur cianjur cianjur, pristiwa cianjur, pramuka cianjur, polisi cianjur, politik cianjur, cianjur berita


CIANJUR,[KC],-
KH Kamali Abdul Ghani terpilih sebagai Rois Syuriah dan Kiai Deden Utsman sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur masa Khidmah 2022-2027. Kiai Kamali dipilih dalam sidang AHWA lima ulama sepuh.

Sementara Kiai Deden Utsman terpilih dalam sistem pemilihan langsung. Dari 32 suara Majlis Wakil Cabang (MWC), sebanyak 16 orang memilih Kiai Deden Utsman dan KH Dadang Farid mendapatkan 15 suara serta 1 suara abstain.

Sesuai ketentuan tata tertib Konfercab, calon yang terpilih dengan suara terbanyak ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah, setelah sebelumnya disetujui oleh Rois Syuriah terpilih. 

KH Kamali Abdul Ghani, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittihad Karangtengah, sebelumnya juga adalah Rois Syuriah PCNU Cianjur. 

Sedangkan, KH Deden Utsman Pimpinan Pondok Pesantren Al-I'tishom, Warung Kondang, sebelumnya adalah Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur. 

Duet alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Jawa Timur ini akan memimpin PCNU Cianjur dalam lima tahun ke depan.[KC.04/Iman]**

cianjur, kabar cianjur, berita cianjur, cianjur cianjur cianjur, pristiwa cianjur, pramuka cianjur, polisi cianjur, politik cianjur, cianjur berita


CIANJUR,[KC],-
Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu Nurul Huda Cianjur sebagai sekolah dengan kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan menyesuaikan citra dirinya dengan menerapkan layanan untuk Peserta Didik, Orang Tua, dan tenaga Pendidik serta kependidikan  dengan berbasis teknologi Informasi terkini.

Wakil kepala Bidang Humas dan Industri SMK IT Nurul Huda, Arisman Suhendi, S.Pd menjelaskan bahwa  layanan Teknologi Informasi ini sudah dimulai sejak tahun 2019 yang dikhususkan untuk Peserta Didik, Orang Tua/Wali, serta Para Pendidik, juga Pemangku kepentingan yaitu Pimpinan Sekolah dan Yayasan, bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Membaca sebagai Pemilik Software JIBAS ( Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah).

“ Kita menggunakan Layanan ini karena kebutuhan akan informasi sekolah bagi Peserta Didik, Orang tua, dan juga Tenaga Pendidik, bahkan Yayasan sebagai penyelenggara Pendidikan, adapun pelayanan berbasis TIK yang kami laksanakan adalah Sistem Informasi akademik, keuangan, perpusatakaan, Kepegawaian, Info Guru dan Siswa, Computer Based Exam,  dan  School Pay serta School Tube. “ Ucap Arisman.

Arisman menambahkan jika layanan ini benar benar sangat memudahkan aktifitas warga sekolah, seperti pada Informasi akademik setiap siswa untuk absensi dengan menggunakan fingerprint dan notifikasi absennya masuk dan pulang akan terkirim kepada Orang tua  atau walinya baik melalui WhatsApp maupun Telegram, tak hanya itu pendidik juga dapat menyetorkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan menyetorkan nilai harian, nilai tengah semester dan nilai kenaikan kelas sehingga dapat di akses oleh siswa dan orang tua melalui aplikasi nya atau melalui Bot telegram SMK IT Nurul huda yang secara realtime akan disajikan secara cepat dalam bentuk text dan gambar.

“Tidak hanya itu kelebihan dari Layanan TIK ini bisa mempermudah akses informasi keuangan yang dapat dilihat serta dilaporkan kepada Orang Tua/Wali baik melalui aplikasi maupun Telegram, sementara untuk pihak bagian keuangan dan Tata usaha mempermudah dalam merekap laporan keuangan peserta didik secara lengkap.” Ucap Arisman.

Sementara itu Wakil Kepala SMK IT Nurul Huda Bidang Kurikulum, Imam Misbah, S.PdI merasa terbantu khususnya dalam hal penilaian guru terhadap peserta didik karena terfasilitasi dalam Menu Akademik yang tersedia, dan kita juga dipermudah dengan adanya aplikasi E-learning yang sudah satu paket dengan JIBAS yaitu Computer Based Exam yaitu Aplikasi terpadu untuk pengujian berbasis computer.

“ Dengan Computer Based Exam peserta didik dapat mengikuti ulangan harian atau ujian ujian lainnya secara cepat dan akurat, dan Ujian Berbasis Komputer dapat menghemat biaya penyelenggaraan ujian dengan meminimalkan penggunaan kertas, selain itu program in sudah Terintegrasi dengan JIBAS WA/Telegram Gateway untuk secara realtime mengirimkan notifikasi nilai ujian kepada orangtua siswa” Jelas Imam

Masih menurut imam, tahun ajaran barui yang akan dating rencananya akan kita resmikan juga layanan School Pay – Cashless Payment yaitu Aplikasi pembayaran non tunai bagi Siswa dan Pegawai untuk membayar berbagai transaksi di sekolah, seperti beli makan di Kantin, buku di Koperasi atau membayar Iuran Wajib bagi siswa, hal ini kita adakan agar kita bisa  menyesuaikan pesatnya teknologi keuangan  karena pembayaran non tunai memudahkan Siswa dan Pegawai untuk melakukan pembayaran, jadi peserta didik ataupun pegawai tidak perlu membawa uang tunai dan tidak ada lagi resiko kehilangan uang. Sekolah dan Vendor juga dimudahkan dalam menerima pembayaran.

“ Adapun Sumber dana pembayaran School Pay ini diambil dari Tabungan Siswa dan Pegawai yang dikelola oleh Koperasi Sekolah  dan Transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan melalui aplikasi yang telah diatur protokol komunikasi serta terenkripsi deng baik, jadi cukup dengan menggunakan smartphone warga sekoilah bisa bertransaksi dan tentunya limitasi uang jajannya dibatasi atas izin orang tua melalui notifikasi WA dan Telegram. Hal ini diterapkan di SMK IT Nurul huda tiada lain untuk mempermudah semua pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat  dari sekolah kita” Jelas Imam [KC.05]**

cianjur, kabar cianjur, berita cianjur, cianjur cianjur cianjur, pristiwa cianjur, pramuka cianjur, polisi cianjur, politik cianjur, cianjur berita

Nurdin,S.HI.,S.PdI - Ketua MKKS SMK Kab. Cianjur

CIANJUR,[KC],-
 
Kepala Cabang Dinas Pendidikan  Wilayah VI  Provinsi Jawa Barat, Endang Susilastuti, Selasa (19/4) resmi melantik pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Cianjur, Nurdin, S.PdI Kepala SMK Vancanity Pacet, dinobatkan menjadi Ketua MKKS SMK Kab. Cianjur Periode 2022-2025.

Dalam sambutannya Nurdin mengatakan MKKS SMK Cianjur merupakan suatu asosiasi kepala SMK di Kabupaten Cianjur yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja sekolah juga bertujuan untuk mengembangkan dinamika sekolah agar lebih kreatif dan inovatif dalam penyelenggaraan program-program SMK. Saat ini tercatat ada 187 SMK dikabupaten Cianjur. Sementara tantangan SMK di Indonesia saat ini adalah bagaimana mengurangi angka pengangguran SMK yang selama Covid 19 naik menjadi 13 %. angka tersebut bermakna dari 100 lulusan SMK ada 13 orang yang menganggur.

“Untuk itu dimasa kepengurusan MKKS SMK masa bakti 2022-2025 ini kami concern terhadap bagaimana memperluas silaturrahim, mengembangkan ide pembaruan, meningkatkan kolaborasi bersama Dinas Pendidikan, MGMP, Perguruan Tinggi, LPMP, DPRD, DUDI, SEAMOLEC, LSM dan instansi pemerintah lainnya” Ucap Nurdin.

Nurdin juga menjelaskan bahwa SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan produktif. Arah kebijakan pemerintah memperluas akses pendidikan SMK diharapkan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. 

“ Pemerintah harus terus mendorong untuk menciptakan generasi yang produktivitas dan daya saing, maka pendidikan vokasi memiliki posisi penting untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, harapan lulusan SMK kedepan bukan sekadar mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang diinginkan oleh dunia kerja. Kompetensi tersebut artinya : aku bisa apa? bukan aku sudah belajar apa? Plus yang paling penting adalah kejujuran, moralitas dan integritas.” ucap Nurdin.

Untuk mencapai hal tersebut kata Nurdin, diperlukan kepala SMK yang unggul, kepala sekolah yang menjadi pemimpin transformasional dan mampu memberikan perubahan dalam perbaikan mutu sekolah. Salah satu indikator kinerja sekolah yang baik adalah  dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila. Yaitu beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, Mandiri, bernalar kritis dan Kreatif.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir  Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kab Cianjur, Ketua Dewan Pendidikan Cianjur, Sekretaris Umum MUI Kab. Cianjur, Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur, Ormas dan OKP serta Mitra Industri MKKS SMK Kab. Cianjur.

Kegiatan ditutup oleh Tausiyah yang dipimpin oleh H. Saepulul Ulum dan dilanjutkan dengan Buka Bersama Ratusan Kepala SMK Se-Kabupaten Cianjur beserta tamu undangan [KC.05]**

cianjur, kabar cianjur, berita cianjur, cianjur cianjur cianjur, pristiwa cianjur, pramuka cianjur, polisi cianjur, politik cianjur, cianjur berita


CIANJUR,[KC],-
Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu (SMKIT) Nurul Huda telah menjalin kerjasama melalui Naskah Kesepakatan Bersama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informatika untuk pengembangan sistem sertifikasi di SMK IT Nurul Huda Cianjur yang ditandatangani oleh Asep Moh Muhsin,S.Kom selaku Kepala SMK IT Nurul Huda, dan Dr. Muh. Rusli Said, SE.,MM selaku Direktur LSP Teknologi Informatika (LSP P3 Sektor TIK).

LSP atau Lembaga Sertifikasi Profesi merupakan salah satu program uji kompetensi keahlian yang berbasis pada nilai kompetensi. Penyelenggaraan LSP sendiri berada di bawah pengawasan salah satu lembaga nasional yaitu Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Wakil kepala Bidang Kurikulum, Imam Misbah, S.PdI menjelaskan bahwa Peserta Didik Kelas XII SMK IT Nurul Huda Cianjur, sejak tanggal 28 Maret 2022  telah menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi  yang dilaksanakan oleh LSP Teknologi Informatika  dan akan berakhir 30 April 2022 nanti, dengan jadwal penyelenggaraan yang berbeda beda.

“ Pada akhir tahun ajaran Kelas XII ini ada tiga skema yang di uji kompetensikan pada Peserta Didik yaitu skema Network Administrator Muda, Teknisi Komputer Muda, dan Operator Komputer Muda, masing masing skema berjumlah 76 Peserta” Ungkap Imam.

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan Uji Kompetensi oleh  LSP dimulai, ada beberapa persiapan yang sudah dilakukan oleh masing – masing guru kompetensi keahlian yakni pemusatan kecakapan yang dilaksanakan dua minggu sebelum pelaksanaan, tujuannya agar peserta didik lebih percaya diri pada saat Uji Kompetensi, karena secara kompetensi peserta didik sebenarnya sudah cakap dan terampil di akhir Kelas sebelas pun.

Sementara itu Wiwin Ari Mulyani,S.Kom, Ketua Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan sekaligus Ketua TUK SMK IT Nurul Huda Cianjur menjelaskan bahwa tujuan Peserta Didik diikut sertakan dalam Uji Kompetensi ini adalah untuk memberikan pengakuan secara resmi oleh Negara melalui BNSP terkait dengan keterampilan peserta didik dalam Kompetensi keahlian yang dimilikinya.

“Tujuannya agar semua siswa dapat memiliki sertiikat kompetensi sebagai perwujudan pengakuan Negara akan keterampilan yang dimilikinya sehingga mereka dapat berkompetisi mendapatkan peluang kerja sesuai  kompetensinya masing – masing, ” papar Wiwin.

Wiwin menambahkan, dalam ujian LSP ini, guru dan asesor memberikan ruang gerak kepada siswa untuk dapat berinovasi, kreatif dan aktif dalam setiap skema kompetensi keahliannya. Kabar baiknya dari 2 skema yang sudah di uji kompetensikan 99% Peserta Didik di rekomendasikan KOMPETEN oleh Asesor LSP Teknologi Informatika, dan nantinya mereka akan mendapat sertifikat berlogo Garuda dari BNSP, adapun Untuk Sma Operator Komputer Muda Pelaksanaa UJK nya akan dlaksanakan Akhir April ini.

 “Dengan ujian kompetensi LSP ini diharapkan bisa melahirkan pelajar- pelajar Pancasila yang mempunyai skill (keahlian), knowledge (pengetahuan) dan attitude (perilaku) yang baik,” tukas Wiwin. [KC.05]**

Hosting Unlimited Indonesia