Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Gas LPG 3 Kg Langka di Beberapa Wilayah di Cianjur

CIANJUR, [KC].- Sejumlah warga mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam tiga hari terakhir. Warung yang biasanya menjual gas LPG 3 kilogram saat ini kosong. Kalaupun ada harganya melambung menjadi Rp 20 ribu per tabungnya.
Seperti yang dialami Tisna (48) warga Kampung Kedung Hilir RT 02/RW 03 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kab.Cianjur. Ia mengaku sudah tiga hari tidak mendapatkan gas LPG 3 kilogram tersebut meski sudah mencari kebeberapa daerah lain.
"Semuanya kosong, saya juga cari ke Cianjur, tapi juga sama. Saya baru dapat hari ini (kemarin) itupun saya sudah pesan selama tiga hari. Harganyapun tidak seperti biasanya, naik menjadi Rp 20 ribu per tabung," kata Tisna saat ditemui ketika membeli gas LPG, Selasa (19/8).
Selama tidak ada gas, ia terpaksa mempergunakan kayu bakar untuk memasak. "Selama tiga hari terpaksa kita pakai suluh (kayu bakar). Mudah-mudahan saja ini tidak berlangsung lama, bisa kembali normal seperti mula," katanya.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kilogram. "Saya gak tahu sebabnya, saat saya tanyakan ke tukang penjualnya, dia juga mengaku tidka tahu, yang jelas di agennya tidak ada atau kosong," katanya.
Seorang pedagang eceran gas LPG 3 kilogram Unang (60) mengaku, kesulitan untuk mendapatkan gas LPG dalam sepekan terakhir. Dropping dari agen yang biasanya didapatkan, kini tidak lagi didapatnya. Untuk melayani pelanggan terpaksa ia mencari dengan mendatangi sendiri agennya.
"Susah carinya, barangnya pada tidak ada. Katanya akibat telatnya pasokan, saya juga terpaksa cari kesana kemari. Hari ini saya dapat dari jatah untuk Sindangbarang, itupun hanya 10 tabung. Saya beli Rp 18 ribu per tabung dan saya jual Rp 20 ribu pertabung. Dalam sekejap juga sudah habis. Besuk nyari lagi kalau belum di kirim," kata Unang ditemui terpisah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdangan (Disperindag) Kab. Cianjur Judi Adinugroho tidak menampik terjadinya kelangkaan gas LPG 3 kilogram. Namun Judi menegaskan, kelangkaan tersebut terjadi tidak disemua wilayah di Kab. Cianjur.
"Emang ada kelangkaan, tapi tidak semua wilayah. Tadi (kemarin) kami memonitor, diwilayah tengah masih normal. Saya juga konfirmasi ke Hiswanamigas supaya para agen dan pangkalan untuk menyalurkan LGP secara merata ke wilayah Cianjur," tegas Judfi.
Pihaknya menduga kelangkaan LPG 3 kilogram dibeberapa wilayah tersebut sebagai dampak akibat adanya isu bulan Agustus LPG 12 kilogram mau naik sehingga masyarakat siap-siap membeli atau mengisi tagung LPG 3 kilogram karena takut terjadi migrasi
"Padahal sampai saat ini belum terjadi kenaikan LPG 12 kilogram. Ini merupakan sebuah kekawatiran yang berlebihan. Mudah-mudahan bisa segera normal, pasokan bisa merata," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Kasus Pembunuhan Mrs. Kim Sempat Buat Warga Korea di Indonesia Was Was

CIANJUR, [KC].- Ketua Asosiasi Korean Garmen Seluruh Indonesia, Jun Kan Cim, mengatakan, WNA asal Korea Selatan yang tinggal di Indonesia sangat berterima kasih dengan Polres Cianjur. Akibat kasus pembunuhan tersebut banyak warga Korea Selatan yang takut dan khawatir tinggal dan hidup di Indonesia. Apalagi kasus pembunuhan Mrs Kim meninggal dengan cara yang sadis, yakni pelaku memisahkan kepala korban dari tubuhnya.

"Saya akui akibat adanya kasus pembunuhan sadis itu, banyak warga Korea yang resah. Tapi setelah Polres berhasil mengungkapnya, kami semua lega. Kami berterima kasih," kata Jun yang sudah 22 tahun menetap di Indonesia dengan terbata-bata lantaran belum lancar berucap dengan Bahasa Indonesia.

Dikatakan Jun, penghargaan itu sebetulnya akan diberikan sebelum hari raya Idulfitri. Namun hal itu urung dilakukan lantaran Polres Cianjur tengah menjalankan Operasi Ketupat Lodaya 2014. "Ini sebagai bentuk apresiasi atas kerja Polres Cianjur. Kami berharap tak hanya di Cianjur melainkan di Indonesai, warga Korea bisa tinggal dengan aman dan nyaman," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Berhasil Ungkap Pembunuhan Warga Korea, Polres Cianjur Dapat Penghargaan Dari Kepolisian Korea

CIANJUR, [KC],- Commisioner General Of Korean National Police Agency atau Kepala Kepolisian Republik Korea Selatan memberikan penghargaan kepada Polres Cianjur atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus kematian Mrs Kim Jeong Sim (51), warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Penghargaan yang ditandatangi Kepala Kepolisian Republik Korea Selatan, Lee Sung-Han itu diberikan langsung oleh perwakilan konsul jenderal Korea Selatan dan atase kepolisian Korea Selatan di Markas Polres Cianjur, Selasa (19/8).

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, membenarkan pemberian penghargaan tersebut terkait dengan keberhasilan Polres Cianjur dalam mengungkap kasus kematian Mrs Kim Jeong Sim (51), warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan beberapa waktu lalu.

"Penghargaannya dilakukan secara simbolis karena pengungkapan kasus ini melibatkan 4 tim yang total personilnya sebanyak 22 orang. Yang diberikan itu berupa sertifikat dan medali," kata Dedy.

Sebelumnua Polres Cianjur yang dipimpin langsung Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti berhasil menangkap Albeno Sion Parulian Sarumpaet (31), tersangka pembunuhan Kim Jeong Sim (51). Tersangka merupakan pelaku tunggal kasus pembunuhan terhadap Kim. Tersangka diamankan di rumahnya di daerah Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor pada 22 Maret 2014.‬

"Kami memberikan apresiasi atas penghargaan yang kami terima. Inisebagai wujud kerjasama yang baik antara Kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Korea Selatan," kata Dedy.

Dikatakan Dedy, penghargaan tersebut untuk pertama kalinya diberikan bagi kepolisian ditingkat Kabupaten/kota. Untuk itulah penghargaan tersebut juga diketahui oleh Mabes Polri dan Polda Jawa Barat (Jabar).

"Sebenarnya kami mengarahkan penghargaan ini ke Mabes Polri, kami tidak ingin menerimanya, apalagi kejadianya juga di Bekasi. Kami hanya mengungkapnya hinga penankapn Tapi mereka ingin melihat langsung Polres Cianjur," kata Dedy [KC-02/g]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Akibat Sarana Minim, Siswa SMPN 2 Takokak Belajar Berdesakan

CIANJUR, [KC].- Ratusan siswa dan siswi SMPN 2 Takokak di Cianjur selatan belajar dengan perasaan was-was, akibat bangunan kelas yang mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar terancam ambruk. Hampir seluruh kondisi atap bangunannya rusak parah termakan usia.
Tidak hanya itu ketidak nyamanan belajar juga terjadi akibat terbatasnya sarana dan prasarana lainya yang minim. Para siswa banyak yang terpaksa belajar berdesakan akibat terbatasnya meja dan kursi yang tersedia. Rata-rata satu kursi terpaksa diduduki oleh dua orang siswa.
Menurut Kepala Sekolah SMPN 2 Takokak, Suryana, kerusakan bangunan paling parah terjadi pada tiga unit ruang kelas kondisi atapnya terancam ambruk. Selain itu ruang kelas pun sangat tidak layak oleh siswa untuk dijadikan kegiatan belajar mengajar.
"Kondisi belajar berdesakan ini sudah terjadi saat tahun ajaran baru sekarang. Karena SMPN 2 Takokak ini minim dengan sarana prasarana. Yang ada sekarang sudah saatnya diperbaiki," kaya Suryana saat dihubungi, Senin (18/8)
‎​Tidak hanya masalah saran dan prasaran sekolah yang sangat minim, jumlah tenaga guru juga sangat terbatas. Saat ini jumlah pendidik SMPN 2 Takokak hanya ada 4 orang guru PNS termasuk Kepala Sekolah, tenaga honorer 16 orang sementara jumlah siswa sebanyak 483 siswa.
"Sebagai kepala sekolah tentu kami ingin sarana sekolah kami layak seperti yang lainnya. Minimal bisa mensejajarkan dengan sekolah di Cianjur meski ibarat mimpi. Melihat kondisi bangunan ruangan kelas saja mau ambruk serta kekurangan sarana dan prasarana seperti kurangnya mebeler dan lainya," katanya.
Kendati dibawah keterbatasan sarana dan prasarana, pihaknya tetap bersyukur karena dengan ditanamkan kedisiplinan yang melekat, baik terhadap guru dan siswa, program terus berlanjut cerdas, mandiri, edukatif, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa (CERMAT).
"Kita berharap Pemkab Cianjur bisa memberikan bantuan untuk membangun ruang kelas yang baru agar proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan lebih maksimal. Saat ini kondisinya masih jauh dari idial. Bagaimana sekolah mau ditata dengan baik semnetara warga pun menggunakan jalan hilir mudik. Maka kenyamanan siswa untuk belajar sangat terganggu," tegasnya [KC-02/yr]**.
Gambar : Ilustrasi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ribuan Warga Cianjur Tumplek ke Jalan, Saksikan Pawai Tujuh Belasan

CIANJUR, [KC].- Ribuan masyarakat Cianjur dari berbagai pelosok memadati sepanjang jalan protokol diseputaran kota Cianjur, Senin (18/8/2014). Mereka datang ingin menyaksikan berbagai atraksi pawai berbagai kesenian budaya yang sengaja didatangkan dari berbagai kota/Kabupaten di Jawa Barat.
Masyarakatpun rela berdesak-desakan dan berpanas-panasan ingin menyaksikan dari dekat. Bahkan ada diantaranya yang sengaja datang sambil membawa kursi plastik untuk sebagai sarana untuk penopang berdiri.
"Saya sudah berpengalaman, pasti berebut ingin menyaksikan dari dekat. Makanya saya sengaja membawa kursi plastik untuk tempat berdiri melihat pawai. Kalau tidak begitu sulit saya bisa lihat," kata Tuti (36) warga Solok Pandan Cianjur.
Menurutnya, diantara pawai yang berlangsung, kuda kosong masih menjadi pperhatiannya. Meski tidak seperti penampilan terdahulu. Kudang kosong masih menjadi daya tarik sendiri.
"Dulu waktu kecil saya, tari kuda kosong itu berbeda, dulu kudanya seperti membawa beban berat, sekarang sudah tidak seperti itu, mungkin ada perubahan," katanya.
Meski demikian, penampilan kuda kosong sepertinya merupakan salah satu bentuk tradisi budaya yang menggambarkan mengenai babad Cianjur. "Yang saya dengar, sekarang lebih menonjolkan sejarah berdirinya Cianjur. Itu cukup bagus, saya rasa," katanya.
Hal yang tidak jauh berbeda juga dirasakan Hasilah (37). Ibu rumah tangga asal Cugenang ini rela berdesak-desakan sambil membawa kedua anaknya untuk menyaksikan pawai. "Ya setahun sekali, sepertinya jarang ada pawai seperti ini. Srekali-kali hiburan sama anak," kata Hasilah.
Pihaknya berharap, pawai seperti ini bisa lebih dikemas sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat bahkan masyarakat manca negara. "Kalau di Jawa Timur itu ada festival Banyuwangi, bisa saja Cianjur dibuat seperti iyu, yang bisa mendatangkan kunjungan wisata bagi turis mancanegara," harapnya.
Namun secara uum pawai saat ini sudah lebih bervariasi. Dengan hadirinya penampilan budaya dari kabupaten/kota di Jawa Barat, merupakan suatu kemajuan. "Tahun ini sepertinya lebih berwana, banyak kesenian dari Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat pada tampil," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

450 Warga Binaan Lapas Cianjur Dapat Remisi Pada Peringatan HUT RI

CIANJUR, [KC].- Sebanyak450 nara pidana (Napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman pada hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2014. Pemberian remisi tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: W. 11. 1781 PK. 01. 01. 02. Tahun 2014, tanggal 17 Agustus 2014.
Dari 450 napi yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan RI tersebut, 30 diantaranya langsung bebas. Mereka merupakan napi yang tersangkut berbagai tindak kriminal.
Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Tri Saptono Sambudji, mengatakan, napi yang mendapat Remisi Umum (RU), RU I dan RU II tersebut terdiri dari narapidana yang mendapat Remusi Umim (RU I) dan masih mempunyai sisa pidana berjumlah 420 orang, narapidana yang mendapat Remisi Umum RU II dan bebas langsung pada hari Minggu (17/8) berjumlah 30 orang.
"Dua tahun terakhir ini telah banyak perubahan dan peningkatan di Lapas Kelas II B Cianjur, terutama setelah adanya Program Pesantren Terpadu, awalnya para warga binaan 80 persen belum bisa membaca Al-Quran dan hanya 20 persen saja yang bisa membaca Al-Quran, sekarang terbalik, 80 persen warga binaan sudah bisa membaca Al-Quran dan hanya tinggal 20 persen saja yang belum bisa membaca Al-Quran," kata Tri Saptono usai mengikuti upacara HUT RI ke 69 di Lapas Cianjur.
Perubahan tersebut kata Tri, tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang bersama-sama bergerak untuk membuat sebuah perubahan di Kabupaten Cianjur menjadi lebih baik. "Kami juga berterima kasih atas kerja sama dengan Pemprov Jabar dan Pemkab Cianjur yang sudah membantu terlaksananya pembangunan masjid di lingkungan Lapas Klass II B Cianjur. Keberadaan masjid ini sangat bermanfaat untuk melaksanakan berbagai kegiatan positif yang dilakukan oleh warga binaan. Adapun tempat yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan warga binaan akan digangun kelas - kelas untuk belajar," katanya.
Secara terpisah Wakil Bupati Cianjur H. Suranto menegaskan, remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana. Karena, remisi hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi.
"Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas yang semakin tinggi. Remisi akan mempercepat seseorang narapidana untuk keluar dari Lapas, sehingga populasi Lapas pun akan semakin cepat berkurang," kata Suranto saat dihubungi terpisah.
Dikatakan Suranto, pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran.
"Tidaklah mudah, mereka yang mendapatkan remisi oada kesempatan baik ini tentu sudah melalui proses. Semoga remisi ini bisa menjadikan warga binaan untuk bisa berbuat lebih baik lagi," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

MTs Islamiyah Sayang Terapkan Sistem Informasi Sekolah Berbasis Web

Dunia internet semakin lama semakin berkembang pesat karena manusia selalu mencari  terobosan baru. Dalam perkembangan sebuah sistem informasi jarak jauh yang memberikan hak akses khusus bagi anggotanya sudah banyak yang menggunakannya. Dengan  perkembangan  teknologi  yang  semakin  pesat,  sarana  dan  prasarana pendidikan pun harus mengikutinya, salah satunya dengan media komputerisasi  yaitu  internet.  Dengan  internet  dimana  siswa maupun  guru  dapat mengakses  ilmu  pengetahuan  dan  informasi  kapan  saja  dan  dimana  saja.  Banyak  sekali  manfaat  dari  internet.  Salah  satunya  adalah  pembuatan  sistem  informasi berbasis web,  sistem  ini akan menampilkan  informasi mengenai hal-hal  sesuai  dengan apa yang dikehendaki oleh pembuat. Sebuah sistem informasi yang baik  tentunya  mampu  menjalankan  semua  hal  yang  berkaitan  dengan  penyelenggaraan hal-hal spesifik. Semua komponen dipermudah dengan adanya sistem ini.  Untuk membuat  sebuah  program  aplikasi  yang  baik,  pengolahan  data merupakan  kunci  utama  untuk  mencapai  kesempurnaan.  Dengan  pengolahan data  yang  baik  maka  kita  dapat  dengan  mudah  mengakses  data  yang dibutuhkan.

Mulai dua tahun kebelakang MTs Islamiyah Sayang sudah mulai menerapkan teknologi Sistem Informasi Sekolah ini yang berbasis web. Tujuan dibuatnya sistem ini adalah sebagai media informasi bagi warga sekolah (guru, siswa, orang tua) dan masyarakat luas. Tidak cukup bagi media informasi saja, saat ini dengan penerapan sistem informasi sekolah maka akan memudahkan pengelolaan sistem manajemen, mulai dari keuangan, database siswa dan guru, sistem perpustakaan, presense kehadiran, dan pengelolaan nilai. Juga dengan adanya sistem informasi ini, sekolah dapat mempromosikan lembaganya kepada masyarakat luas.

Adapun fitur-fitur yang terdapat dalam sistem informasi MTs Islamiyah Sayang itu meliputi :
  1. Website Sekolah, yang berfungsi untuk menampilkan informasi-informasi sekolah kepada masyarakat luas yang dapat diakses bebas, bahkan bisa juga ditelusuri melalui mesin pencari seperti Google. Bisa dilihat tautan websitenya www.mts-islamiyahsayang.sch.id
  2. Sistem Manajemen Akademik (SIMAK), pada penggunaan sistem ini yang memiliki fitur diantaranya, Pengelolaan database guru dan siswa, presensi kehadiran guru dan siswa, pengelolaan Penilian, SMS Gateway, Administrasi Perpustakaan, Anjungan Informasi, Kepegawaian, Info Siswa, Info Guru, e-Mading.
  3.  Aplikasi pencatatan surat menyurat (Surat masuk dan Keluar) cek disini.

Untuk Sistem Managemen Akademik yang digunakan MTs Islamiyah Sayang menggunakan Aplikasi Jibas yang berlisensi Gratis/Free. Ini dia tautan untuk Sistem Manajemen Akademiknya disini.
Dengan adanya Sistem Informasi Sekolah ini semoga bisa membantu para siswa dan orang tua untuk memperoleh segala informasi dari sekolah dengan cepat da akurat. Dan untuk kedepannya sedang dikembangkan juga E-Learning dan Jejaring Sosialnya khusus untuk siswa dan Guru.
 
Sumber : Blog Asnur

Jenuh 10 Tahun Jalan Jelek, Masyarakat Dan Desa Simpang Bangun Jalan

CIANJUR, [KC].- Jenuh sudah 10 tahun tidak merasakan jalan mulus, Kepala Desa Simpang Kecamatan Takokak bersama masyarakat membuat gebrakan dengan memperbaiki jalan. Hasilnya jalan yang semula sangat terjal, perlahan dan pasti menjadi jalan yang mantab dan layak untuk dilalui.

Kepala Desa Simpang Kecamatan Takokak, U. Suhandi, BE, mengatakan, jalan yang kini diperbaiki bersama masyarakat tersebut asalnya merupakan tanah merah yang sangat licin dan tidak mungkin bisa dilalui oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan.

‎​"Ini bukti dan kerja nyata masyarakat bersama pemerintah desa. Masyarakat sangat berkontribusi dalam perbaikan jalan ini, baik secara materi maupun tenaga. Ini merupakan kerja bareng dan hasilnya juga sangat menggembirakan," kata U. Suhandi, BE, Sabtu (16/8/2014).

Bentuk partisipasi masyarakat kata U. Suhandi dibuktikan dengan masuknya sumbangan batu buat jalan sebanyak 600 ton. "Jalan ini menghunungkan akses dua kecamatan yakni Takokak dan Sukanagara. Ini sangat fital bagi roda perekonomian masyarakat," paparnya.

Dengan adanya perbaikan jalan tersebut dipastikan akses ke kota Kabupaten Cianjur akan jauh lebih dekat dibandingkan dengan lewat Sukabumi yang kondisi jalannya lebih mantab. "Jarak tempuh ke kabupaten lebih dekat. Pengangkutan hasil bumi bisa lewat dan lebih mudah," katanya.

Selain bersumber dari swadaya masyarakat, pihaknya mengakui perbaikan jalan tersebut juga mendapatkan bantuan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM) dan anggaran desa. "Jala ini selesai akses jalan tidak akan melewati Sukabumi. Jarak tempuh 3 jam perjalanan kalau ke Sukabumi 6 jam perjalanan," kata U. Suhandi seraya menambahkan perbaikan jalan itu dilakukan sepanjang 2 kilometer di Kampung Pasir Angin RT 06/RW 03 Kadusunan Sukahurip [KC-02/yn]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Sindir Pemerintah, Masyarakat Simpang Bangun Masjid Megah Dari Swadaya

MESKI tanpa bantuan dari Pemkab Cianjur, masyarakat di Kampung Ciburial RT 05/RW 02 Desa Simpang Kecamatan Takokak Cianjur selatan mampu membangun sarana tempat ibadah sebuah masjid megah untuk ukuran didarah terpencil. Masjid termegah diwilayah Simpang itu merupakan hasil swadaya masyarakat.

Konon pembangunan masjid yang berada diatas lahan 2.000 meter persegi itu menelan biaya Rp 2,3 miliar yang bersumber dari sumbangan murni masyarakat yang ada di daerah tersebut. Pelaksanaan pembangunannya sendiri lakukan oleh masyarakat setempat dan membutuhkan waktu sekitar 17 bulan.

"Pelaksanaan pembangunannya juga dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat. Tentu masyarakat yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. Tukang tembok, tukang kayu, tukang listrik, semuanya ada di lingkungkungan kita," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Alhuda Darull Muallamin, Sabtu (16/8/2014).

Pihaknya mengaku dalam melaksanakan pembangunan masjid tersebut tidak ada sentuhan bantuan dari Pemkab Cianjur. Seluruh anggaran biaya ditanggung oleh masyarakat. "Ini bukti bahwa meski kita jauh dari pusat kota Cianjur, dengan kebersamaan bisa membangun masjid megah. Ini murni hasil swadaya masyarakat, tidak ada campur tangan pemerintah," tegasnya.

Pihaknya berharap, setelah selesai mewujudkan mimpi masyarakat untuk memiliki masjid yang representatif, kini masyarakat berharap memiliki bangunan pesantren sebagai sarana ppenunjang kegiatan keagamaan. "Kita mengharapkan adanya pendirian Pondok Pesantren (Pontren) sekaligus pembangunannya. Mudah-mudahan ini segera terwujud," haranya [KC-02/yr]**.




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Dinas Pendidikan Sisir Guru Yang Belum Ikut Pelatihan Kurikulum 2013

CIANJUR, [KC].- Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tengah melakukan penyisiran bagi guru yang belum mengikuti pelatihan implementasi kurikulum 2013. Para guru yang kedapatan belum mengikuti, diharuskan segera untuk mengikutinya.
Kepala Bidang (Kabid) SMP, Badawi didampingi Kasi Kurikulum Bidang SMP, Heni Supanti mengatakan, hingga saat ini terdaftar sekitar 2.194 guru SMP sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013. "Kalau melihat jumlah guru SMP yang mencapai 3.218 orang, berarti masih banyak yang belum mengikuti pelatihan," kata Badawi, Kamis (14/8).
Menurut Badwi, pelatihan kurikulum 2013 tersebut tidak hanya diikuti oleh para guru saja, tapi juga ppara Kepala Sekolah dan para pengawas dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. "Ada 102 Kepala Srkolah baik negeri maupun swasta dan 11 pengawas yang mengikuti pelatihan kurikulum 2013," katanya.
Hingga saat ini pelatihan kurikulum 2013 tersebut sudah memasuki 5 angkatan yang dilaksanakan 6 TPK (Tempat Pelaksanaan Kurikulum) diantaranya di TPK 1 di SMPN 1 Cianjur, TPK 2 di SMPN 2 Cianjur, TPK 3 di SMPN Cipanas, TPK 4 di SMPN Ciranjang, TPK 5 di SMPN Sukanagara dan TPK 6 di SMPN Cidaun.
Pelatihan kurikulum 2013 itu kata Badawi, dilaksanakan oleh 9 guru Mapel (Mata Pelajaran) dan BK (Bimbingan Konseling) baik PNS maupun honorer. Semua guru wajib mengikutinya dengan tujuan implementasi kepada guru sasaran, Kepala Sekolah,dan Pengawas. Sedangkan para nara sumbernya berasal dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang punya dedikasi bagus dan sudah lulus tes.
"Sehingga pada pelaksanaanya mereka benar-benar sudah siap. Apabila guru tersebut tidak mengikuti pelatihan angkatan ke satu maka dia wajib mengikuti diangkatan kedua begitu seterusnya. Saat ini sedang dilaksanakan pelatihan selama 5 hari di TPK masing-masing hingga Jumat (15/)," katanya.
Pihaknya berharap, pelatihan kurikulum 2013 bagi para guru SMP itu tuntas dan sukses dutambah guru- guru bisa menyerap semua implementasi 2013. "Pelatihan angkatan yang ke 5 ini untuk mengcover semua guru yang belum mengikuti pelathan kurikulum 2013," katanya.
Pihaknya juga mentargetkan, pelatihan kurikulum 2013 ini semua guru baik PNS maupun honerer yang sudah mempunyai NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) maupun yang belum mempunyai NUPTK mengikuti pelatihan. "Implementasi kurikulum 2013 ini diberikan ke siswa kelas 7 dan 8," tegasnya [KC-02/yr]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
Template Didukung Published by Mas Template
Proudly powered by KC Support by Blog Asnur