loading...

TRENDING NOW



Anggota TAGANA Cianjur saat melakukan
Assesment Banjir di Kec. Agrabinta
CIANJUR, [KC],- Pada hari Selasa tanggal 6 November 2018 sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kampung Cikananga Desa Sindangsari Kecamatan Leles dan Kampung Kertamukti Rt. 01 Rw. 03 Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta. Bencana alam banjir dan tanah longsor tersebut disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama sehingga mengakibatkan meluapnya Sungai Cisokan. Informasi sementara yang didapat oleh BPBD Kabupaten Cianjur bahwa dampak dari kejadian tersebut adalah terdapat rumah warga yang terendam luapan air sungai sebanyak 7 KK, terendamnya lumbung padi, terendamnya peternakan ayam, halaman SMKN 1 Leles terkena longsor, 1 jembatan beton dan 1 jembatan gantung di Desa Sukasirna Kecamatan Leles rusak. Sementara di Kecamatan Agrabinta adanya 58 KK terdampak banjir. 
Hingga saat ini  BPBD Kabupaten Cianjur telah mengirimkan Tim Pelaksana Tugas untuk melaksanakan assessment atau kaji cepat ke lokasi kejadian untuk mendata kembali dampak yang diakibatkan oleh bencana banjir dan tanah longsor tersebut dan pengiriman bantuan logistik berupa Makanan Siap Saji, Tambahan gizi, Paket Lauk Pauk, Alat Kebersihan dan Bantuan Sandang. Selain itu Tim Pelaksana Tugas juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan mengingat terdapat jembatan yang mengalami kerusakan. 

JAKARTA – Lion Air  menyampaikan informasi terbaru sehubungan dengan penanganan Lion Air penerbangan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP, bahwa hari ini proses evakuasi serta pencarian penumpang, kru dan pesawat terus dilanjutkan.

Kekuatan personel ditambah menjadi 1.396 dari hari sebelumnya 869 personel. Rincian jumlah tersebut terdiri Badan SAR Nasional (BASARNAS) 201 orang, TNI Angkatan Darat (AD) 56 orang, TNI Angkatan Laut (AL) 456 orang, TNI Angkatan Audara (AU) 12 orang, POLRI 220 orang, Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) 131 orang, Bea Cukai 30 orang, Palang Merah Indonesia (PMI) 30 orang, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) 18 orang, Indonesia Diver lima orang, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Semarang enam orang, Pertamina 84 orang, Dinas Perhubungan Jakarta 15 orang, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 42 orang serta Potensi SAR Gabungan 86 orang.

Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helikopter, yaitu satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit HS -4207, satu unit NBO - 105 POLRI dan satu unit Dauphin POLRI.

Untuk pencarian unsur laut (wilayah perairan) mengerahkan 69 unit kapal dari sebelumnya 56 unit. Luas area pencarian bawah air 270 NM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos. Daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Daerah prioritas penyelaman seluas 36 NM2 diperkuat menjadi 151 orang dari hari sebelumnya 127 tim penyelam gabungan, dengan rincian 17 orang TIM Basarnas Special Group (BSG), 38 orang dari Penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska), 28 orang Detasemen Jalamangkara (Denjaka), 17 Tim penyelam Taifib atau Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir, lima orang Kantor Sar Semarang, tujuh orang Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Korps Brigade Mobil (Brimob) empat orang, enam orang POSSI Semarang, Indonesia Diver lima orang serta Polisi Air (Polair) 14 orang.

Untuk unsur penanganan di darat tetap tersedia ambulance 30 unit, yang meliputi sembilan unit dari POLRI, PMI enam unit serta 14 unit instansi lainnya.

Berlokasi di Tanjung Priok (04/ 11), terdapat penemuan beberapa serpihan pesawat dan pukul 08.48 WIB kapal TNI Banda Aceh 593-2 mengangkut satu turbin mesin pesawat.

Pada Sabtu (03/ 11) pukul 21.05 WIB, Lion Air telah menerima konfirmasi dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) yaitu 31 kantong jenazah, sehingga jumlah terkini menjadi 104 kantong (02 November delapan kantong, 01 November sembilan kantong, 31 Oktober delapan kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober 24 kantong).

Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS POLRI tetap dilakukan bersama pihak keluarga penumpang dan awak pesawat. Tim DVI POLRI telah memberikan konfirmasi hasil identifikasi tujuh jenazah penumpang pesawat registrasi PK-LQP, pada Sabtu (03/ 11) yaitu Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki), Endang Sri Bagus Nita (wanita); Jumat (02/ 11) Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki) serta Rabu (31/10) Jannatun Shintya Dewi (wanita).
Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko Jakarta. Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

SURABAYA –  Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru sehubungan penanganan Lion Air nomor JT-610, bahwa jenazah penumpang yaitu almarhumah Jannatun Shintya Dewi (wanita) sudah diterbangkan pukul 05.15 WIB menuju Surabaya, pesawat telah mendarat pukul 06.10 WIB di Bandar Udara Internasional Juanda, Jawa Timur.

Manajemen Lion Air secara langsung telah menyerahkan jenazah almarhumah Jannatun Shintya Dewi kepada pihak keluarga.

Pada Rabu (31/ 10), tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI POLRI) telah memberikan konfirmasi hasil identifikasi satu jenazah penumpang JT-610, yaitu Jannatun Shintya Dewi.

Konfirmasi tersebut diumumkan setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI POLRI.

Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan almarhumah Jannatun Shintya Dewi. Dalam hal ini, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga Rp 5.000.000, uang kedukaan Rp 25.000.000 serta uang santunan meninggal dunia sesuai PM 77 Tahun 2011.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat. [Adv-100]

JAKARTA – Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru sehubungan dengan penanganan Lion Air nomor JT-610, bahwa hari ini proses pencarian dan evakuasi penumpang, kru dan pesawat terus dilanjutkan.

Proses melibatkan 858 personel, terdiri dari Badan SAR Nasional (BASARNAS) 201 orang, TNI Angkatan Darat (AD) 40 orang, TNI Angkatan Laut (AL) 456 orang, TNI Angkatan Audara (AU) 15 orang, POLRI 58 orang, Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) 30 orang,  Bea Cukai 18 orang, Palang Merah Indonesia (PMI) 30 orang serta Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) 10 orang.

Rencana operasi melalui pencarian udara seluas 190 NM2 menggunakan lima helicopter, yaitu satu unit HR -1519, satu unit HR -1301, satu unit NBO – 105, satu unit NBO - 105 POLRI dan satu unit Dauphin POLRI.

Untuk wilayah perairan (unsur laut) mengerahkan 45 unit kapal. Luas area pencarian bawah air 270 NM2, antara lain daerah prioritas 1A bawah air dengan kapal Baruna Jaya serta daerah prioritas 1B dengan kapal Dunamos. Daerah prioritas 2 untuk pencarian permukaan air seluas 360 NM2 yang dioperasikan oleh 40 kapal dari BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Polair, KPLP, Bea Cukai dan Pertamina.

Sedangkan untuk unsur penanganan di darat tersedia ambulance 24 unit, yang meliputi tujuh unit dari POLRI, PMI enam unit serta 11 unit instansi lainnya.

Sebelumnya, pada Kamis (01/ 11) pukul 19.00 WIB, Lion Air menerima konfirmasi evakuasi sembilan kantong jenazah dari BASARNAS. Total menjadi 65 kantong, rincian per 31 Oktober delapan kantong, 30 Oktober 24 kantong, 29 Oktober terdapat 24 kantong. Proses identifikasi (Disaster Victim Identification) yang berada di RS POLRI tetap dilakukan bersama pihak keluarga penumpang dan awak pesawat.

Lion Air juga menerima konfirmasi dari BASARNAS sehubungan penemuan black box pesawat dan sudah diserahkan ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Lion Air hingga saat ini tetap melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) pada setiap posko JT-610.

Beberapa manajemen Lion Air hari ini juga berada di posko Cawang, posko RS POLRI, Jakarta Timur dan Tanjung Priok, Jakarta Utara guna memberikan dukungan moril kepada keluarga penumpang, kru serta tim evakuasi.

Lion Air akan menyampaikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut dan kami senantiasa berharap yang terbaik bagi seluruh penumpang maupun kru pesawat.

Lion Air telah membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang dapat menghubungi di nomor telepon (021)-80820002. [PR.100]**

Sistem Informasi ini dibuat untuk memudahkan Yayasan Relawan Penanggulangan Bencana dalam mengadministrasi keanggotaan dan administrasi lainnya serta memberikan kemudahan dalam proses penanggulangan bencana alam, dalam sisten ini memuat beberapa modul antara lain modul keanggotaan, Potensi Sumber, Bencana, Pendataan Pengungsi, Manajemen Bantuan Bencana, Bantuan Barang, Bantuan Keuangan, da lain lain. Semoga Aplikasi Sistem ini dapat digunakan untuk kemaslahatan masyarakat Penanggulangan Bencana di Indonesia.

Untuk dapat menggunakan aplikasi ini silahkan dapat menghubungi Yayasan Relawan Penanggulangan Bencana di 089 698 682 683, sekilas kami akan memberikan gambaran didalam sistem Relawan PB ini.

Akses Masuk di http://relawanpb.org






 Tampilan Awal Web Sistem Relawan PB, Klik Login Untuk Masuk, (Login Diberikan setelah permohonan disetujui oleh pihak Yayasan Relawan PB) Kolom Kritik, Komentar dan Saran bias digunakan untuk memberikan informasi kejadian bencana atau peristiwa apapun.
Pihak yayasan akan langsung memberikan Response karena otomatis akan masuk ke Handphone seluruh Pengurus Yayasan.


Tampilan Dashboar Web Sistem Relawan PB, Disisi sebelah kiri dapat kita lihat beberapa menu antara lain Anggota, Potensi Sumber, Bencana, Pengungsi, Bantuan Barang, Bantuan Keuangan, Kegiatan Bulanan, Postingan Berita, Kotak Pesan, Agenda Surat, Agenda dan Pengaturan Sistem.


Tampilan Potensi Sumber; berfungsi untuk menginput Perusahaan/Lembaga atau perseorangan yang akan bermitra dengan Relawan PB, dari data ini akan diperoleh output Data Potensi SUmber dan Piagam Kemitraan dari Yayasan Relawan PB.

Tampilan Output Piagam Kemitraan Yayasan Relawan PB



Tampilan Menu Bencana/Tambah Data Bencana adalah Input kejadian bencana, dari form input ini akan teradministrasi ke Database kejadian bencana.




Tampilan Menu Pengungsi, Dari hasil Form input pengungsi Data akan langsung terkirim dan di rujuk ke beberapa shlter pengungsian antara lain ke Posko, Dapur Umum, Medis, IGD, Ramah Anak.


Form Bantuan Barang.


Tampan Persediaan Barang



Tammpilan Barang Keluar



Tampilan Output Ketika Barang dikeluarkan untuk disalurkan, tersedia juga output serah terima barang



Tampilan Bantuan Uang Masuk, disini diinput data pemberi bantuan uang, selanjutnya akan muncul kwitansi setelah di submit seperti dibawah ini


Form Tampilan Bukti Penerimaan Uang, tersedia juga Bukti Pengeluaran Uang di Menu Uang Keluar.


Lebih Lengkap dan Jelas tentang Aplikasi ini dapat menghubungi Yayasan Relawan Penanggulangan Bencana di
089 698 682 683