Headlines News :
ALAMAT REDAKSI KABARCIANJUR : JL. NYI RADEN SITI BODEDAR NO. 42 KAUM CIANJUR SURANTO OKI RESMI DEKLARASIKAN PASANGAN CABUP CAWABUP DIUSUNG PDIP DAN GABUNGAN PARTAI POLITIK NASDEM, PAN, P3, GERINDRA, HANURA, PKS DAN LANGSUNG MENDAFTAR KE KPUBUPATI CIANJUR LEPAS 650 PESERTA KKN UNIVERSTAS SURYAKANCANA DI HALAMAN PEMKAB CIANJUR KELUARGA BESAR YAYASAN PONDOK PESANTREN AL FATMAH GELAR HALAL BIHALAL BERSAMA JAMAAH CALON DAN ALUMNI HAJI PAKAR HUKUM FH UNSUR. DR DEDI MULYADI : PILBUP DI CIANJUR BISA SAJA MUNDUR TAHUN 2017MAGGALA GARUDA PUTIH KORWIL II RAPAT KOORDINAS KESIAPAN MENYAMBUT HUT RI KE 69DR PARISTIYANTI NUR WARDHANI DEKAN FAKULTAS PERTANIAN DILANTIK SEBAGAI DIREKTUR PEMBELAJARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI.SIRKULASI DAN IKLAN : 087714522998 MTS. ISLAMIYAH SAYANG CIANJUR MENERIMA SISWA/I BARU PENDAFTARAN TELAH DIBUKA IKUTI TERUS BERITA VIDEO TERKINI DI MEDIA ONLINE NO 1 WWW.KABARCIANJUR.COM  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Dua ABG Asal "Hawai" Menjadi Korban Traficking

CIANJUR, [KC].- Dua orang gadis remaja asal Desa Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi (Hawai) Kabupaten Cianjur nyaris menjadi korban perdagangan orang (traficking). Beruntung kedua remaja tersebut yakni ST (16) dan DS (18) berhasil selamat setelah kabur dan melapor ke aparat kepolisian atas apa yang menimpanya.

Keduanya tiba di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat petang (28/8/2015), setelah dijemput tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur setelah satu minggu berada di Palembang. Saat tiba di Cianjur terlihat keduanya masih sedikit shock atas apa yang menimpanya.

Menurut penuturan ST, salah seorang korban, saat itu Sabtu (22/8/2015) ia diajak Yuli (29) orang yang baru dikenalnya. "Kami diajak ke Bandung untuk main saja, kami mau dan waktu itu tidak bilang ke orangtua karena kami fikir cuma sebentar. Kami diberi bakso di daerah Caringin, Bandung," ujar ST di Pendopo Kabupaten Cianjur. 

Habis makan bakso, kata ST, tiba-tiba mereka merasa ngantuk, dan meminta izin kepada Yuli untuk pulang. Yuli menunjuk bus untuk ditumpangi. "Kami menolak kenapa naik bus itu, tapi Yuli memaksa dan kamipun naik setelah dibayarkan ongkosnya oleh Yuli. Kami tertidur, tiba-tiba terbangun sudah di tengah kapal. Kami tanya mau dibawa kemana, Yuli bilang jangan banyak omong," ujar ST. 

Setiba di Palembang, kedua gadis yang hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama itu langsung disekap di dalam kamar. Keduanya diberi pakaian seksi berupa tangtop dan celana pendek. "Minggu (23/8/2015) siang, kami disuruh keluar kamar untuk melayani om-om. Kami menolak karena tidak mau bekerja seperti itu, akhirnya sore hari kami pura-pura mau beli pulsa. Berhasil keluar kafe itu, kami lari ke Polsek Sukarami, Kota Palembang," ujar ST. 
DS pun menceritakan, dari tempatnya dipekerjakan ke Polsek, keduanya naik sepeda motor milik sang pemilik kafe. "Si pemiliknya bilang jangan lama-lama. Tapi kami kabur ke Polsek. Untung kami belum diapa-apain," ujarnya. 

Sebelumnya, kedua gadis ini bekerja di sebuah toko di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Yuli sendiri yang merupakan orang Cianjur itu tiba-tiba datang ke toko dan mengajaknya main.  "Hape waktu itu dirampas Yuli, dan baru dikembalikan pas Minggu siang. Saya langsung nelpon ke keluarga," tegasnya.

Ketua P2TP2A Kabupaten Cianjur, Hj. Yana Rosdiana Muchtar Soleh, mengatakan, pihaknya menerima laporan perdagangan manusia itu hari Senin (24/8/2015), dan langsung berkoordinasi dengan Polres Cianjur.  "Ternyata Polres juga sudah menerima laporan terkait hal itu dari Polres Palembang. Akhirnya tidak sulit, kami tinggal menjemput saja," ujar Yana di Pendopo Kabupaten Cianjur. 

Hari Rabu (26/8), tim dari Cianjur berangkat. Setelah mengurus segala proses, Jumat (28/8/2015) dengan pesawat keberangkatan pukul 11.00 WIB, tim bertolak ke Jakarta untuk selanjutnya pulang ke Cianjur. "Pelaku sudah ditangani oleh Polres Cianjur," tegas Yana.

Setelah diterima di pendopo, kedua korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga yang sebelumnya sudah dikasih tahu. Isak tangispun tidak bisa terbendung lagi saat kedua korban dijemput orang tuanya [KC-02/is]**

Suranto Laksanakan Jumling di Gunung Lanjung

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur yang diusung delapan partai koalisi PDIP, PKS, Hanura, Gerindra, Nasdem, PAN, Demokrat dan PPP, H. Suranto, Jum'at (28/8/2015) menyambangi warga di Kampung Gunung Lanjung Desa Cijedil Kecamatan Cugenang. Suranto yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati tersebut lebih memilih melaksanakan Jum'at keliling (Jumling) bersama warga.

"Kemakmuran sebuah masjid tergantung pada bagaimana cara mengelola dan mendayagunakan masjid dengan sebaik-baiknya dan diharapkan ulama juga umaro dapat bersama-sama memakmurkan masjid demi menggapai khasanah kemuliaan hidup di dunia dan di akhirat seperti yang telah di perintah Nadi Besar Muhammad SAW yang memperjuangkan Islam," kata H. Suranto, dalam sambutannya pada kegiatan sholat Jumling di masjid  jami Al-Hidayah di Kampung Gununglanjung.

Dikatakan Suranto, seperti yang kita ketahui fungsi masjid sebagai tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat Islam, juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam.

"Diharapkan masjid sebagai pusat peradaban umat harus lebih diberdayakan melalui berbagai kegiatan keumatan yang dapat menciptakan dan membawa kemaslahatan umat juga diharapkan turut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan akhlak yang karimah salah satunya adanya program mengaji untuk anak usia dini," ujarnya.

Sebagai kaum muslim yang baik kata Suranto, seyogyanya wajib memahami pelemahan moral dari perilaku kehidupan orang barat dengan kebebasannya, korelasi dengan pembentukan moral seiring dengan pertumbuhan masjid dan tantangan perubahan jaman yang semakin cepat, pengelolaan masjid menuntut manajemen yang baik juga berfungsi sosial.

Sebelum mengakhiri kegiatan, Suranto memberikan sumbangan pribadi berupa jam digital waktu sholat yang diterima oleh pengurus DKM masjid [KC-02]**

Pendidikan Agama Menjadi Perhatian Herman

CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021, yang disusung Partai Golkar, PKB dan PBB, Herman Suherman  peduli terhadap perkembangan pendidikan agama Islam di Cianjur. Terlebih Perda Madrasah Diniyah (MD) yang sudah disyahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

"Dalam Perda itu disebutkan  ada  1 persen  anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk pemberdayaan diniyah di Kabupaten Cianjur," kata Herman Jumat (28/8/2015).

Menurut Kang Herman panggilan akrabnya, saat ini anak-anak kita tidak sedikit selepas shalat magrib tidak mengaji, melainkan nonton atau melihat televisi. Padahal Cianjur dari dulu merupakan gudangnya santri dan kiayi. "Saya prihatin melihat kondisi tersebut, saya ingin kembali ke semula. Yaitu semua anak-anak kita selepas shalat magrib belajar mengaji," tuturnya.

Herman menerangkan, dengan adanya Perda tersebut, pihaknya merasa bahagia, karena di dalam Perda itu  ada pembahasan mengenai aturan tentang peningkatan agama Islam. "Saya sangat mendukung dengan adanya Perda MD tersebut," imbuhnya.

Dia mengakui, jika terpilih menjadi wakil bupati mendatang, pihaknya siap untuk meningkatkan program keagamaan di Cianjur. Tak hanya itu saja, segi anggaran akan ditingkatkan. "Insa Allah kalau saya jadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muhctar sebagai bupati, tentu program pertama akan meningkatkan keagamaan di Cianjur," imbuhnya [KC-02/dak]**

Irvan Rivano Muchtar: Perawat Hendaknya Dilengkapi Dengan Pengetahuan Kepemimpinan

CIANJUR, [KC].- Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat nomor urut 2, Irvan Rivano Muchtar  berpesan kepada perawat harus bisa melayani  masyarakat dengan sebaik – baiknya, tanpa memandang status sosial seorang pasien. 

"Setiap pasien yang dirawat merasakan kenyamanan selama perawatan, sehingga kesembuhan pasien cepat tersembuhkan," kata Irvan Jumat (8/28/2015).

Irvan menyampaikan  perawat harus mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk terlibat di kesehatan komunitasnya.

"Masyarakat harus diposisikan sebagai mitra dalam kegiatan pengawasan kebutuhan gizi, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan penanganan akibat bencana," tuturnya.

Oleh karenanya, papar Irvan, tenaga perawat hendaknya dilengkapi dengan pengetahuan kepemimpinan dan manajerial untuk menjalankan fungsi pemberdayaan melalui kemitraan tersebut.
 
Irvan mengakui, jika ditakdirkan menjadi Bupati Cianjur lima tahun mendatang, pihaknya komitmen akan   meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan terutama untuk keluarga miskin serta kesehatan ibu dan anak. "Memperbanyak tenaga medis terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya  [KC-02/dak]**

Meningkatkan Sistem dan Mutu Pendidikan untuk Cianjur yang Lebih Maju

PENDIDIKAN sudah menjadi kebutuhan primer  bagi pembangunan suatu bangsa, sudah dapat dipastikan maju mundurnya suatu bangsa erat kaitannya dengan sistem dan kualitas pendidikan bangsa itu sendiri. Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya.

Dalam Undang-undang dasar 1945 pasal 31 tentang pendidikan yang dijabarkan melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta pradaban suatu bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu,cakap,kreatif,mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Bunyi Undang-undang diatas menggambarkan, begitu urgen pran dan pungsi pendidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. sadar akan pentingnya pendidikan, pasaangan calon Bupati Kabupaten  Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman dalam misinya yang berkaitan dengan pendidikan, pasangan calon Bupati Cianjur ini berjanji akan fokus membenahi  dan meningkatkan rata-rata lama sekolah (means of years schooling) dari 7.03 tahun, pada tahun 2016 menjadi 7.28 tahun, pada tahun 2021 dan akan meningkatkan indek pendidikan dari 81.06 pada tahun 2016 menjadi 82.91 pada tahun 2021.

Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas yang dihasilkan, dalam sistem pendidikan di Kabupaten Cianjur, tentunya diperlukan penujang berupa infrastruktur dan superstruktur pendidikan yang baik. Peningkatan sarana dan prasarana menjadi perhatian utama Pasangan Calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman, yang akan di wujudkan melalui pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 200 kelas per tahun, beserta sarana penunjang belajar mengajar, serta akan memperhatikan kesejahtraan tenaga pengajar dan melakukan perbaikan ruang kelas lama, hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada guru dan peserta didik.

Selain akan meningkatkan sarana dan prasarana, pasangan calon Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman juga akan memperbanyak tenaga pendidik yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar dikabupaten Cianjur, tidak bisa dipungkiri, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, dalam rangka mencapai tujuan Cianjur yang lebih maju dan agamis, tentunya dibutuhkan tenaga pendidik yang berkualitas, seperti yang tercantum dalam Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 pasal 42 aya (1) yang menyebutkan bahwa “Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar,sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam upaya mendapatkan pendidik yang unggul dan berkualitas, kedepannya pemerintah daerah melalui dinas terkait akan mengadakan pelatihan tenaga pendidik secara rutin.

Manajemen, tentunya suatu hal yang tidak boleh dilupakan dalam mengelola pendidikan. Oleh seba itu Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman ingin memperbaiki dan meningkatkan manajemen pendidikan dari hulu sampai hilir sesuai dengan PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 28 “Bupati/walikota bertanggung jawab mengelola sistem pendidikan nasional didaerahnya dan merumuskan serta menetapkan kebijakan daerah bidang pendidikan sesuai kewenangannya”.

Dalam mengelola pendidikan tidak cukup hanya dengan sarana dan prasarana yang baik, tapi harus ditunjang dengan  manajemen pendidikan yang baik pula, apalagi dalam sistem pengelolaan pendidikan modern pada saat ini. Fungsi manajemen adalah untuk melakukan perencanaan (plaining) pendidikan, program dan tata kelola serta pengorganisiran (Organizing) perangkat pendidikan. Sebab pendidikan akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan, apabila semua perangkat pendidikan berjalan dengan baik.

Pemerintahan yang bijak tentunya harus memberi ruang kepada para pemuda sebagai generasi penerus bangsa untuk mengembangkan potensinya. Pasangan Calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H. Herman Suherman, akan memberikan pembinaan yang serius, terhadap pemuda dan peserta didik, yang mempunyai potensi dan prestasi dibidangnya, sesuai dengan PP Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 36 yang berbunyi “Pemerintah kabupaten/kota melakukan pembinaan berkelanjutan kepada peserta didik di daerahnya yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mencapai prestasi puncak dibidang ilmu pengetahuan,teknologi,seni, dan/atau olahraga pada tingkat suatu pendidikan,kecamatan,kabupaten/kota provinsi, nasional,dan internasional”.

Diantara bukti keseriusan pasangan Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman dalam membenahi dan meningkatkan sumber daya manusia di kabupaten Cianjur, pasangan calon Bupati Ini akan memberikan 100 beasiswa per tahun untuk program Sarjan (S1) dan 50 beasiswa per tahun untuk program Magister (S2) serta 10 beasiswa per tahun untuk program Doktor, semoga dengan adanya program beasiswa nanti akan membantu pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia di kabupaten Cianjur.

Selain program beasiswa disusun juga tujuh program unggulan untuk meningkatkan sarana  prasarana Infrastruktur dan Superstruktur  pendidikan di kabupaten cianjur, tujuh program tersebut adalah; (1) peningkatan pemenuhan kebutuhan tenaga, sarana dan prasarana pendidikan.(2) peningkatan manajemen pendidikan melalui standarisasi dan penjaminan mutu.(3) pemerataan distribusi tenaga pendidik dan kependidikan.(4) peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan serta akselerasi peningkatan kualifikasi guru.(5) penyediaan bantuan pendidikan, khusus bagi anak dari keluarga tidak mampu yang melanjutkan ke perguruan tinggi lokal yang berada di Kabupaten Cianjur.(7) peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan.(8) pembinaan kepemudaan, olahraga dan kebudayaan. Ketujuh program tersebut tentunya disusun sesuai dengan kebutuhan sektor pendidikan di Kabupaten Cianjur.

Pengelolaan pendidikan tentu membutuhkan peran semua pihak, termasuk masyarakat. Peran serta masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan pendidikan formal maupun non formal akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya Manusia, sebab tanpa adanya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan, program percepatan pembangunan sumber daya manusia akan tersendat. Oleh sebab itu pasangan calon Bupati Irvan Rivano Muchtar dan H.Herman Suherman akan mengakomodir seluas-luasnya partisipasi masyarakat dibidang pengelolaan pendidikan [Penulis adalah Ketua DPC PKB Kab Cianjur]**




Kantor Pelayanan Pajak Pratama Targetkan Pendapatan Rp 571 M Dari Wajib Pajak

CIANJUR, [KC].- Target capaian pajak dari wajib pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cianjur mencapai Rp 571 miliar. Target tersebut bisa tercapai dengan salah satu solusinya menghapuskan sanksi pajak.

Kepala KPP Pratama Kabupaten Cianjur, Siscka Mirela mengungkapkan, penghapusan sanksi pajak, sesuai Peraturan Menteri Keuangan nomor 91 Tahun 2015 tentang Pengurangan atau penghapusan Sanksi Administrasi atas Keterlemabatan Penyampaian Surat Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, dan Keterlamabatan Pembayaran atau Penyetoran Pajak.

"Total ada 125 ribu wajib pajak di Cianjur, dengan target tahun ini sebesar Rp571 miliar. Namun yang baru diperoleh, hanya 42 persennya saja. Ini membuktikan tingkat kesadaran wajib pajak masih kurang dan perlu didorong lagi," kata Sisca usai melaksanakan sosialisasi penghapusan sanksi pajak kepada ratusan pengusaha di Gedung Bale Rancage kemarin.

Siscka, menuturkan, dalam aturan yang baru ini, penghapusan sanksi pajak berupa denda keterlambatan lapor SPT dan bunga keterlambatan bayar pajak berlaku untuk tahun pajak 5 tahun ke belakang. Pemberian fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak agar membayarkan pajaknya, sehingga ke depannya tertib perpajakan dapat segera tercapai, sebab saat ini tingkat kepatuhan pajak masih berada di angka 50 persen.

"Fasilitas penghapusan sanksi perpajakan hanya berlaku hingga 31 Desember 2015. Sementara di tahun selanjutnya, pemerintah akan memberlakukan penindakan bagi mereka yang tidak taat pajak," ungkapnya.

Menurutnya, tahun ini adalah program pembinaan wajib pajak. Sementara 2016 merupakan tahun penegakan aturan wajib pajak. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar wajib pajak menggunakan kesempatan tersebut dengan baik.

Dirinya menambahkan, wajib pajak yang masih belum mengerti tata cara penyetoran dan pelaporan pembayaran pajak, serta fasilitas pembebasan sanksi, dapat langsung datang ke KPP Pratama untuk berkonsultasi.

"Kami sediakan konsultan pajak di sini, tanpa dipungut biaya sedikit pun. Hal itu demi meningkatkan pelayanan bagi wajib pajak yang ada di Cianjur," tegasnya [KC-02/is]**

Komisi IV DPRD Harapkan Cianjur Bisa Terapkan Pendidikan Gratis

CIANJUR, [KC].- Sudah saatnya Kabupaten Cianjur menerapkan pola pendidikan gratis dari mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat SMA. Itu dimungkinkan jika semua pihak bisa duduk bersama dan bertekad untuk merealisasikan program pendidikan gratis.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, H. Sapturo melalui anggotanya Tika Latifah. Dikatakan Tika Cianjur bisa merealisasikan itu seperti halnya yang tengah dilakukan oleh Kota Tasikmalaya.

"Bisa saja, asalkan mau duduk bersama membahas hal tersebut.  Berunding membuat kesepakatan yang tepat untuk merealisasikan program pendidikan gratis dari SD, SMP, hingga SMA," ujar Tika.

Dikatakan Tika, untuk menjalankan program tersebut butuh anggaran yang sangat besar. Apalagi jumlah warga Cianjur tergolong banyak, sehingga akan memakan banyak APBD Cianjur.

"Bukan berarti tidak ada solusi, bisa juga dilakukan percontohan dahulu. Misalnya di beberapa sekolah yang dirasa perlu digratiskan agar siswa yang ada di sana tidak terbebani dengan biaya yang besar. Namun dengan catatan, tidak boleh lagi ada pungutan," katanya.

Dirinya menambahkan, dengan digratiskannya sekolah negeri, tidak akan mematikan sekolah swasta. Sebab dapat dibuat aturan untuk membatasi penerimaan siswa di sekolah yang digratiskan tersebut.

"Yang masuk pun tidak sembarangan, harus mereka yang berprestasi. Serta dibuatkan juga jalur khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, minimal 20 persen dari jumlah siswa yang ada," jelasnya.

Hal itu dirasa Tika dapat menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan pendidikan di Cianjur. "Dengan begitu Cianjur dapat masuk dalam 10 besar kota yang memiliki status pendidikan terbaik, tidak seperti sekarang yang sebagaimana kita ketahui bersama," tegasnya [KC-02/is]**

Iket Sunda dan Padi Merah Ciri Khas "Beriman"

CIANJUR, [KC].- Beberapa cara dilakukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur tahun 2015 untuk bisa lebih diingat bagi masyarakat. Baik itu melalui blusukan, maupun dengan cara menciptakan icon tersendiri. Semua itu dengan harapan bisa mempermudah konstituennya untuk mengingat pilihannya.

Seperti yang dilakukan pasangan bupati dan wakil bupati Cianjur periode 2016-2021, Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman. Pasangan yang mendapat undian nomor urut 2 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur itu dalam setiap kegiatan tidak lepas dari iket sunda dan padi merah. Pasangan Beriman (Bersama Irvan dan Herman), itu menjadikan iket sunda dan padi merah menjadi ciri khasnya.

"Iket sunda dan padi merah memiliki filosofi yang mendalam bagi kami dan tim pemenangan serta relawan," kata calon bupati Cianjur , Irvan Rivano Muchtar, Kamis (27/8/2015).

Menurut Kang Irvan panggilan akrabnya, memaparkan,  iket sunda merupakan warisan secara turun-temurun dari para leluhur, tentu hal tersebut harus dijaga dan dilestarikan. Sedangkan padi merah berfilosofi bagaikan padi, semakin masak semakin merunduk.

Makna dari ungkapan ini, kata Irvan, adalah manusia tidak layak untuk bersikap angkuh atau sombong karena usia atau kemampuan yang dimilikinya. "Masyarakat akan memandang baik seseorang apabila semakin tinggi usia, atau semakin tinggi kemampuannya, ia semakin merendahkan hatinya," paparnya.

Berlandaskan filosofi tersebut, papar Irvan, tim Beriman sepakat dalam setiap momen dan kesempatan harus mamakaian iket kepala dan pin padi merah. Salah satunya ketika pelaksanaan rapat pleno nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati di Gren Hill Resor Pacet.

“Ketika itu, kami sepakat untuk memakai pakaian putih pakai iket sunda dan memakai pin padi merah. Karena seragam tersebut merupakan kebanggaan kami,” papar Irvan. Irvan berharap, melalui filosofi tersebut dapat membawa berkah bagi kabupaten Cianjur dan cianjur lebih maju dan agamis. “Semoga harapan tersebut dapat terwujud,” harapnya [KC-02/dak]**

Infrastruktur Pariwisata Jayanti Menjadi Perhatian Herman

CIANJUR, [KC].- Pengembangan pariwisata ke wilayah Cianjur Selatan memang selama ini masih terkendala masalah infrastruktur. Hal tersebut tentu menjadi sebab kawasan Selatan belum ramai didatangi wisatawan dibanding kawasan Cianjur Utara seperti Cipanas.

"Daerah utara sudah lebih dulu banyak magnetnya. Selain pemandangan alam yang indah kondisi wilayah tersebut cenderung memiliki udara dingin dan infrastruktur relatif bagus. Selain itu jarak juga memengaruhi, utara kan dekat," kata Calon Wakil Bupati Cianjur nomor urut 2, Herman Suherman, ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait infrastruktur di Cianjur Selatan yang masih harus diperbaiki, Kamis (27/8/2015).

Menurut Kang Herman, dalam perencanaan dengan calon bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, nanti jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.  Pihaknya segera menyusun rencana pengembangan Pantai Jayanti di Cianjur Selatan. Untuk itu, pihaknya nanti akan terus menggenjot pihak-pihak terkait untuk saling bersinergi merangsang perkembangan pariwisata di Cianjur Selatan. Pasalnya, lanjut Herman, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara lintas sektoral.

"Karena pengembangan pariwisata adalah membangun perekonomian dan masyarakat. Ini harus ditunjang infrastruktur misalnya. Kan infrastuktur kewenangan Bina Marga, sedangkan Dinas Pariwisata membawahi penataan tempat wisatanya. Hal-hal seperti ini yang harus sinkron. Harus seimbang," ucapnya.

Untuk diketahui, Cianjur Selatan terdiri dari 16 Kecamatan yang oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur dikategorikan menjadi wilayah pembangunan bagian tengah meliputi Kecamatan Takokak, Kecamatan Sukanagara, Kecamatan Campaka, Kecamatan Campaka Mulya, Kecamatan Tanggeung, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Leles, Kecamatan Cijati dan Kecamatan Kadupandak.

Sedangkan wilayah pembangunan selatan meliputi Kecamatan Cibinong, Kecamatan Agrabinta, Kecamatan Sindangbarang, Kecamatan Cidaun, Kecamatan Naringgul, Kecamatan Cikadu dan Kecamatan Pasirkuda. “Mudah-mudahan rencana tersebut terwujud dan Cianjur lebih maju lagi di berbagai bidang, khususnya di sektor wisata Jayanti,” imbuhnya  [KC-02/dak]**

TP2GD Kembali Usulkan RKH Abdullah Bin Nuh Sebagai Pahlawan Nasional

CIANJUR, [KC].-  Tim Penilai dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), Provinsi Jawa Barat kembali mengusulkan RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional. Ususlan kembali tersebut didasarkan adanya temuan bukti baru tentang kepahlawanan RKH Abdullah Bin Nuh.

"Tim TP2GD akan kembali mengusulkan RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah dalam hal ini melalui Kementrian Sosial RI," kata Ketua TP2GD Jawa Barat, Hj Nina H Lubis, ketika ditemui disela seminar nasional pengusulan  RKH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan nasional di Gedung Bale Praja Pemkab Cianjur, Rabu (26/8/2015).

Menurut Prof Nina, RKH Abdullah Bin Nuh semasa hidupnya dikenal sebagai seorang kyai,  penyair, sastrawan, tokoh pendidikan, pelopor siaran berbahasa arab di RRI Yogyakarta, pejuang kemerdekaan dan lainnya. "Kalau dilihat dari data dan fakta yang ada Jasa-jasanya memang sangat luar biasa," tegasnya.

Nina mengakui, sebenarnya RKH Abdullah Bin Nuh pernah diusulkan menjadi pahlawan nasional sebanyak dua kali, tedengan tetapi belum bisa dikabulkan pemerintah pusat, akibat bukti kepahlawanan dirasa belum kuat. Namun, kini diusulkan kembali karena ada bukti baru yang cukup kuat tentang kepahlawanannya terhadap NKRI.

Salah satu bukti kuat tersebut bahwa RKH Abdullah Bin Nuh menyiarkan kemerdekaan  Indonesia  melalui  siaran  berbahasa arab di RRI Yogyakarta, dan langsung di dengarkan negara Mesir. "Karena telah didengar Mesir, sehingga raja mesir mendorong liga arab untuk pengakuan kemerdekaan RI," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan memaparkan, pengusulan kembali  RKH Abdullah Bin Nuh berkat kerjasama TP2GD, Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Cianjur dan Paguyuban Pasundan . "Kami usulkan kembali karena ada bukti baru yang kuat tentang RKH Abdullah Bin Nuh. Mudah-mudahan semuanya berjalan sesuai yang kita harapkan," tegas Abah.

Setelah selesai seminar ini, kata Abah, tim TP2GD akan mengusulkan kembali kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kemensos RI . "Kita optimis dengan bukti-bukti yang kuat RKH Abdullah Bin Nuh akan dinobatkan menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah," papar Abah optimis  [KC-02/gp]**

Herman Suherman Silaturahmi di RW 21 Kampung Baru Sayang

CIANJUR, [KC].- Calon Wakil Bupati Cianjur periode 2016-2021 dari koalisi rakyat, Herman Suherman nomor urut 2, silaturahmi kepada masyarakat  di RW 21 Kampung Baru Kelurahan Sayang Kecamatan  Cianjur Kabupaten Cianjur Selasa malam (8/25/2015).

Pada kesempatan tersebut Kang Herman didampingi anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Golkar, Dedih Sugianto, Ketua Kompak Dedi Mulyadi atau Dedi Toser, dan disambut Ketua RW 21, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ibu-ibu serta lainnya.

Herman Suherman mengatakan,  ia silaturahmi kepada warga RW 21 Kelurahan Sayang Cianjur untuk meningkatktan tali persahabatan dan mengetahui berbagai aspirasi dari masyarakat , lebih khusus warga Kelurahan Sayang. “Banyak yang harus diperjuangkan demi Cianjur lebih maju dan agamis,” kata Herman.

Herman mengucapkan terima kasih kepada warga Sayang yang telah antusias menyambut kedatangannya. Herman berjanji jika terpilih nanti menjadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muchtar yang menjadi bupati Cianjur, tentu semua program akan diberikan kepada rakyat Cianjur. “Karena saya bersama Irvan maju di Pilkada dengan tujuan meningkatkan cianjur lebih maju dan agamis,” imbuhnya [KC-02/dak]**

Harus Netral Dalam Pilkada, Kades Muara Cikadu Bantah Dukung Salah Satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

CIANJUR, [KC].- Kepala Desa Muara Cikadu Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, H Abdullah membantah jika dirinya mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur 2015 dalam pelaksanaan Pilkada sebagaimana yang diberikatan sebuah media massa. "Kami tegaskan kembali, saya tidak pernah membuat pernyataan mendukung pasangan Suranto-Aldwin Rahadian," bantah Abdullah.

Abdullah memaparkan, penyataan di salah satu koran yang sebelumnya di terbitkan untuk segera diralat kembali, karena kalau tidak diralat bisa menimbulkan fitnah kepadanya. Apalagi ia merupakan kepala desa yang harus menjaga independensi di Pemilihan BUpati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2015 yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

"Kita ingin Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur Tahun 2015 ini berjalan lancar dan tidak ada klem dukung-mendukung seseorang yang dilakukan oleh Kepala Desa," paparnya.

Abdullah memaparkan, pihaknya saat ini memerlukan pemimpin yang peduli kepada daerah khususnya di wilayah Cianjur Selatan. Apalagi pembangunan Cianjur selatan masih terbatas. "Sebenarnya pembangunan di selatan sudah terbantu oleh pemerintah daerah , tapi belum merata. Kami menginginkan pembangunan yang telah berjalan dapat ditingkatkan lagi," harapnya.

Karena itu, tambah Abdullah kepada bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti dapat meningkatkan lagi pembangunan di Kabupaten Cianjur lebih khusus di wilayah Kecamatan Sidangbarang."Kita butuh pemimpin yang berani meningkatkan program cianjur lebih maju lagi," tegasnya [KC-02/dak]**
 
Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI