loading...

TRENDING NOW

CIANJUR,[KC],- Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman menghadiri pembukaan sekaligus menjadi inspektur upacara Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Cianjur. Selasa, 22 Oktober 2019 di Terminal Pasir Hayam Cianjur.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga melepas secara resmi pawai santri yang melewati Jalan Printis Kemerdekaan, Jalan Prof. Moch. Yamin, Jalan K.H. Hasyim Ashari dan finish di Alun-Alun Cianjur.

“Santri adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki pendidikan agama islam santri tidak hanya mereka yang lulusan pondok pesantren tetapi umat islam yang memiliki basis keilmuan dan memiliki daya dan cara pikir terbuka”. Ujar Herman.

Plt Bupati Cianjur berharap melalui santri ini dapat menyebarkan agama islam dalam rangka mendamaikan dan menjadikan rahmatanlilalamin.(Net/Kominfo)
CIANJUR, [KC],- Gebyar PKH 12 tahun mengabdi diselenggarakan meriah di Lapang Kalapa Nunggal Desa Kalapa Nunggal Kcamatan Cidaun, Minggu (20/10/19). Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman, Para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Cianjur, Muspika Kecamatan Cidaun dan Para KPM dari 4 Desa di Wilayah Kecamatan Cidaun.

Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengatakan agar apa yang diberikan oleh Pemerintah dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh para KPM. “Mudah-mudahan besar manfaatnya bagi masyarakat khususnya para KPM,” katanya.

Sementara dalam kesempatan tersebut PLT Bupati melihat langsung proses penyalurannya agar benar-benar tepat sasaran. Sedikitnya ada 2000 KPM dari 4 Desa di Kecamatan Cidaun diantaranya Desa Kalapa Nunggal, Desa Mekarwangi, Desa Mekarjaya, Desa Sukamulya mendapatkan Bantuan langsung dari Program PKH. (Net/Kominfo)
CIANJUR,[KC],- Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akhirnya memberikan Akreditasi Utama bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan.

Rumah sakit yang terletak di Utara Cianjur atau tepatnya di Cimacan Kecamatan Cipanas ini mendapat Akreditasi bintang 4 setelah beberapa waktu lalu melaksanakan proses akreditasi snars versi 1 di tanggal 17 sampai dengan 20 September 2019 kemarin.

“Tadinya kami berharap bisa mendapatkan bintang lima atau berakreditasi Paripurna. Tetapi sangat bersyukur sudah mendapatkan nilai utama ini,” ujar Ketua Tim Akreditasi sekaligus Ketua Komite Medik Rumah Sakit, dr. Paul Jonatan, saat ditemui Kamis (17/10).

Pada proses akreditasi ini menurut dr. Paul Jonatan wajib dilakukan setiap tiga tahun sekali. Bahkan yang masih bintang satu atau akreditasi Pratama pun mesti melakukan penilaian selanjutnya.

Lebih lanjut dr. Paul Jonatan mengatakan, setelah beberapa lalu melaksanakan proses akreditasi rumah sakit snars versi 1, pihaknya diwajibkan memenuhi standar yang harus dilakukan. Dan akhirnya RSUD Cimacan pun bisa memenuhi 16 standar yang mesti dipenuhi.

“Jadi setiap 3 tahun sekali itu akan dilakukan penilaian. Tapi setiap tahun pun akan dilakukan verifikasi,” jelasnya.
.
Untuk program akreditasi ini, dikatakan dr. Paul Jonatan, akan terus berlanjut. Bahkan wajib melakukan sesuai dengan penilaian sebelumnya. Karena ini merupakan standar baku yang mesti dilaksanakan setiap RSUD.

“Jadi akreditasi itu merupakan gambaran pelayanan rumah sakit yang harus terus ditingkatkan dan dilaksanakan. Ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah Kabupaten hingga akhirnya akreditasi tersebut bisa berhasil diraih,” tukasnya.

Senada yang disampaikan Direktur Utama (Dirut) RSUD Cimacan, dr. H. Dharmawan S.D., MARS, bahwa kedepannya pihak RSUD Cimacan akan terus melakukan upaya pelayanan secara modernisasi. Yakni salah satunya dengan pelayanan digital. Hal tersebut diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam melakukan proses layanan kesehatan di RSUD.

“Jadi setelah akreditasi Utama ini kami raih, seluruh karyawan bisa lebih semangat dan memberikan pelayanan yang lebih prima kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

dr. H. Dharmawan S.D., MARS pun berharap, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di RSUD Cimacan ini bisa lebih ditambah lagi. Karena memang, diakui orang nomor satu di RSUD Cimacan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menunjuk RSUD Cimacan ini sebagai etalase pelayanan dari rumah sakit daerah lainnya yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Arah kami kedepan kalau akreditasi ini bagus terus, kami ingin mendapatkan akreditasi yang lebih lagi. Bahkan kami juga sangat optimis bisa meraih akreditasi tertinggi yakni paripurna, yang juga sangat didukungan oleh bapak Bupati Cianjur H. Herman Suherman S.T. MAP,” pungkasnya. [Net/Kominfo]
CIANJUR,[KC],- Hujan deras menyebabkan tanah longsor di Kampung Cirawa RT. 01/10 Desa Kanoman Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Tanah longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,  ada dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertimbun tanah swah yang berada dipinggir rumahnya, korban kini sudah di evakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke Puskesmas Cibeber.

Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi dan lengkap dari BPBD Kabupaten Cianjur. [KC.010]**




Aliansi Masyarakat Pemantau Demokrasi (AMPD) menduga KPUD Kabupaten Cianjur melakukan kecurangan di Pemilu 2019.

Pasalnya, AMPD menemukan banyaknya suara yang bertambah dan berkurang, sehingga menguntungkan suatu partai ataupun merugikan partai lainya,
“Dalam forum terkait permasalahan suara di wilayah kecamatan Sukanagara terjadi deklok, Dan di Rapat Pleno KPUD Kabupaetn Cianjur di Hotel Yasmin kami menemukan beberapa kesalahan dan pelanggaran. Bahkan kami menemukan Indikasi praktik kecurangan yang dilakukan penyelenggara Pemilu, pada waktu rekapitulasi raihan suara dari format C1 ke DA1,” papar Ketua AMPD, Galih Widyaswara kepada redaksi Aksi, Sabtu (11/5).

“Jelas ini merupakan bentuk pembangkangan terhadap Undang Undang Pemilu, yakni Undang Undang No 7 Thn 2017 Pasal 532, perbuatan melawan hukum yang dilakukan penyelenggara Pemilu mulai tingkat PPS, PPK dan KPUD yang dilakukan secara bersama sama, sistematis terstruktur dan masip, atas temuan terhadap pelanggaran penyelenggara pemilu termaksud diatas,” papar Galih.

“AMPD akan melaporkan temuan kecurangan tersebut kepada Bawaslu provinsi Jawa Barat dan DKPP untuk segera membongkar kecurangan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Cianjur,” pungkas Galih. [Net/KC.10]

KABARCIANJUR TV