bisnis online, jual beli online, sistem pembayaran, pembayaran online, bisnis online
Headlines News :
KABARCIANJUR.COM BEKERJASAMA DENGAN TV CIANJUR MEMPERSEMBAHKAN BERBAGAI INFORMASI PROGRAM KEGIATAN KOMUNITAS DAN MASYARAKAT YANG DIKEMAS SECARA APIK DALAM SEBUAH ACARA "BINGKAI"  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


Keluhan/Opini Masyarakat

KELUHAN & OPINI MASYARAKAT

Pembayaran PDAM mengalami pembengkaan hingga Rp.700.000,- yang Rp.50.000,- hingga Rp.70.000,- sudah 3 bulan berturut-turut, Keluhan sudah masuk namun tidak lanjut solusi sampai hari belum ada, ada apa dengan PDAM cianjur

Sudah lama sekali Jalan Raya Cianjur ke arah Cikalong Kulon rusak parah Kapan perbaikan jalan tersebut akan dimulai....!!!

Saya menyimak sedikit peyampaian mengenai tatap muka bapak bupati cianjur di desa kademangan kecamatan mande,,,,, mengenai capaian program selamaini yang dijalani,,, sedikit mengutif,,, hal-hal yang disampaikan beliau,,, mengenai infrastruktur jalan yang mengalami penurunan/ tidak ada realisasi jalan,,, walaupun buakn sebagian dari jangji" padasaaan pemilihan namun kami berharap wajib untuk melaksanakan kerja yang lebi dari sebuah program kerja.../mengutamakan umum dibangsing realisasi janji...!!!(Dadan)

Situs nya mantap, beritanya ok, sukses buat kabar cianjur. (Adi)

Pemerintah daerah cianjur sepertinya tidak memperdulikan pemerataan kualitas jalan di cianjur, daerah pedalaman ciranjang, jalur gadung jangari, nagrak gasol, bertahun tahun kondisinya parah, padahal daerah tersebut bisa dibilang aktif dan trmsk daerah kota (Akhmadi Adillah)

keluhan masalah penetapan umk kab.cianjur kenapa tidak melibatkan serikat pekerja(purnama)

Aslmlikum. sya warga desa mulyasari kec.cilaku,mau menanyakan tentang harga beras raskin,apakah dibenarkan oleh perda cianjur tentang harga jual beras raskin itu Rp 2000 perliter? sya warga desa mulyasari dike RTan 05 membeli beras raskin dri ketua RT dengan harga Rp 2000 PERLITER. Terimakasih.(Najwa)

di musim era repormasi dan demokrasi di NKRI ini kita rasakan, tetapi tidak begitu yang kini di rasakan oleh warga Desa Sindangsari Kecamatan Kadupandak, semenjak keluar SK bupati tentang pemekaran tahun 2010 sampai saat ini belum diadakan pemilihan kepala desa, ada apa gerangan yang menyebabkan hal tersebut sampai sekarang masih di jabat oleh mantan kepala desa. mudah mudahan sistem dinasti ratu atut banten tidak terjadi di cianjur yang kita cintai ini , salam sukses KC. (Baraya ti Kidul)

Assalamu'alaikum...Wr.Wb. Interupsi point of information Pak/Bu Yth... 1. Sebenarnya saya sangat khawatir dengan keadaan di kecamatan Mande saat itu, ketika saya hendak membuat E-KTP dan katanya gak bisa bikin,katanya sih mesin pembuat E-KTP nya rusak. kepada pihak yang bersangkutan gimana nih sarannya? mohon untuk di perhatikan juga. 2. Satu lagi untuk penomoran atau NIK pada KTP lama punya saya kok bisa tidak sesuai dengan yang tercantum di data KPU? padahal saya hendak mendaftar CPNS. Nah, dengan keadaan seperti ini maka akan terjadi kekeliruan data dan ini tidak bisa dibiarkan juga. Pertanyaannya gimana juga dengan solusi tersebut? Terima Kasih... Hatur Nuhun... Wassalamu'alaikum...Wr.Wb. (sopiyudin)

peningkatan jalan kandang sapi - tanjung sari tidak sesuai kontrak. mohon tanggapan dari dinas terkait.(Usman)

Harga pupuk urea subsidi naik 50% di pasar cipanas sudah di ambang kekawatiran (Ari)

dear team, tolong donk di cek, kerjanya orang-orang pdam tirta mukti apa. sudah ditelp ke kantor tidak ada yg jwb, air tidak keluar sudah 1 mgg. trims, (Dewi)

tolong di liput jalan di wilayah kecamatan sukaluyu cianjur,terutama dari tungturunan sampai ke kantor kecamatan sukaluyu,dari dulu tahun 99 ga pernah ga berlubang (Herlan)

jalan desa talaga rusak berat coba jalan solusinya agar dapat diperbaiaki cepat udah cukup lama saudaraku yang ada cianjur (Solehudin)

tolong dong minta info kabar update cianjur setiap hari nya.trims (Hendi)

Mohon informasi tentang pemasangan iklan di kc. Tq (Agus)

SILAHKAN SAMPAIKAN KELUHAN DAN OPINI ANDA DI FORMULIR KELUHAN MASYARAKAT DI WEB INI

INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

A A High Pressure Wash

A A High Pressure Wash
1922 Manawagonish Road, Saint John, NB E2M 5H5

CANADA
506-656-7515

Fatwa MUI Haramkan Perkawinan Yang Tidak jelas

CIANJUR,[KC],- Sinergisitas Ulama&Umaro dalam membangun Ummat yang Berakhlaqul Karimah dikawasan Cipanas-Cianjur.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh MUI Cianjur  Di Mesjid Al-Ihsan Komplek Wisma Haji Ciloto Kec.Cipanas Kabupaten Cianjur, Rabu, 28 Januari 2015,dan diikuti oleh 100 Peserta yang terdiri dari Ketua MUI Desa yang berada di Ketiga kecamatan,Tokoh Alim Ulama,RT/RW.

Rakor dan Sosialisasi tersebut  dibuka oleh Bupati Cianjur,Tjetjep Muchtar Soleh. Dalam rakor tersebut juga hadir Kajari Dandim,Kemenag,Kapolres Cianjur dan tokoh Masyarakat yang berada di 3 Tiga Kecamatan yakni,Pacet,Cipanas dan Sukaresmi.

Menurut ketua Mui Cianjur. KH.R.Abdul Halim(AjenganElim) Hal tersebut dianggap penting karena diketiga Kecamatan  tersebut memang menjadi sasaran utama pelaku Nikah Mut'ah,Kawin Kontrak,Kawin Wisata,Perkawinan Beda Agama dan Homoseksual&Lesbian. Maka dari pada itu,Fatwa Mui Mengharamkan  Nikah Mut'ah/Kawin Kontrak/Kawin Wisata,Perkawinan Beda Agama dan Hukum Home Sex&Lesbian.

Untuk menyikapi berbagai laporan masyarakat kepada Majelis Ulama Indonesia(MUI)Kab.Cianjur tentang
Nikah Mut'ah(Nikah Yang Tidak Jelas).

Dikatakan Oleh Ketua Mui Cianjur,Mut'ah Berasal dari kata Tamattu berarti nikah yang dibatasi dengan waktu yang telah ditentukan,Hukumnya batal(tidak syah) sama dengan jual beli bahkan lebih kuat larangannya,dan mengabaikan rukun nikah sebagai mana yang tercantum didalam UU No. 1/1974 dan Hukum Kompilasi Hukum Islam. Maka berdasarkan fatwa MUI tanggal.22 Jumadil Akhir 1418 H/25 Oktober 1997 M,dinyatakan bahwa Kawin Mut'ah/Kawin Kontrak/Kawin Wisata,hukumnya haram.

Mengenai kawin beda agama; adalah suatu ikatan perkawinan yang dilakukan oleh seorang muslim/muslimah dengan orang diluar Islam,berdasarakan fatwa MUI Nomor 4/Munas/VII/MUI/8/2005 Tanggal 21 Jumadil Akhir 1426 H/28 Juli 2005 M. Dinyatakan bahwa kawin beda agama adalah haram dan tidak syah. Termasuk Homoseksual dan Lesbian.

Sementara Ditempat yang sama,Kapolsek Pacet. AKP. Wadi Sya'bani didepan peserta mengatakan, apa bila ada terjadi pernikahan yang tidak jelas dengan memalsukan dokumen perkawinan Mut'ah,maka Pihaknya bisa menindak lanjuti perkara tersebut,setelah menerima laporan dari warga."

Ditempat terpisah,Ketua Mui Desa Sukanagalih kec.Pacet mengatakan, " Kami akan mengambil tindakan tegas terkait maraknya di kawasan Kota Bunga dan sekitarnya yang masuk kedesanya,sering dijadikan lokasi transaksi Esek esek oleh Wisatawan dari Timur tengah,yang hanya menyewa Villa dan perempuan yang berasal dari indonesia." Namun menurutnya,jadinya serbah salah,apabila diambil tindakan,banyak warga yang berusahan dari sana. Menjadi gulung tikar, Tandasnya. [KC.02/Tisu]

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto: Dengan Adanya Bank Sampah Diharapkan Kebiasaan Buruk Masyarakat Membuang Sampah Dapat Diminimalisir



CIANJUR, [KC].- Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengapresiasi adanya bank sampah di wilayah Desa Hegarmanah Kecamatan Bojong Picung Kabupaten Cianjur. Bank Sampah tersebut diharapkan bisa mengurai keberadaan sampah yang selama ini masih dipandang sebelah mata.

“Dengan adanya Bank Sampah ini diharapkan kebiasaan buruk sebagian masyarakat Cianjur yang suka membuang sampah sembarangan dapat di minimalisir. Selain itu dengan menyetorkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah non organik kepada pengelola bank sampah akan memberikan manfaat bagi masyarakat, karena setiap sampah yang disetorkan akan ditukar dengan nilai rupiah yang besarannya disesuaikan dengan banyaknya sampah yang layak jual, uang tersebut bisa diambil langsung atau disimpan pada pengelola bank sampah untuk kebutuhan jangka menengah maupun jangka panjang,” kata Suranto.

Menurutnya, kegiatan positif pengelola bank sampah sangat membantu masyarakat.  Sedikit demi sedikit masyarakat akan terbiasa mengelola sampah yang setiap hari mereka buang. “Apalagi ada simpanan berupa tabungan yang dikelola oleh pengelola bank sapah untuk kebutuhan jangka menengah, tentu sangat besar manfaatnya,” papar Suranto [KC-02]**.

Masyarakat Bojong Picung Miliki Bank Sampah



CIANJUR, [KC].- Sejumlah masyarakat di desa Hegarmanah Kecamatan Bojong Picung Kabupaten Cianjur,  secara bersama-sama menabung sampah. Selain bertujuan untuk membersihkan lingkungan, hal tersebut juga bisa menjadi sampingan usaha.

Menurut Ketua Bank Sampah Hendra Malik,  sampah yang biasanya di buang atau di bakar kini bisa di tabung di bank sampah. “Kini  sampah bisa jadi berkah dan rupiah, sampai empat bulan umur bank sampah sudah ada warga yang mempunyai tabungan Rp.500.000,- dari hasil sampah,” kata Hendra.

Hendra menuturkan, di bank sampah ada tiga program yang ditentukan, yakni tabungan kolektif, tabungan pendidikan, dan tabungan hari raya. Untuk tabungan kolektif bisa diambil 3 bulan sekali, untuk tabungan pendidikan bisa diambil per semester atau pada tahun ajaran baru. Sedangkan untuk tabungan hari raya bisa diambil satu minggu sebelum hari raya.  “Fungsinya agar masyarakat tidak menjadi masyarakat yang konsumtif,” paparnya.

Dijelaskannya, sampah yang di tabung ke bank sampah, yang organiknya bisa dijadikan pupuk kompos dengan media cacing, namun ketika yang ditabung punya nilai jual seperti sampah anorganik di pilih terdahulu, dan yang tidak bisa di daur ulang, dibikin kerajinan.

“Dari hasil kerajinan menghasilkan nominal rupiah yang menjanjikan, seperti kita bikin tikar dan di jual dengan harga yang lumayan. Sampai saat ini sudah ada 216 rumah di Desa Hegarmanah khususnya RT 02/RW 04 yang ikut bank sampah. Sosialisasi terus kita lakukan ke masyarakat setiap malam  minggu,” ungkapnya.

Fungsi bank sampah lanjut Hendra, bisa meminimalisir bahkan meniadakan sampah, karena sampai saat ini semua jenis sampah yang  diterima bisa di olah dijadikan produk kerajinan. “Seperti contoh dari  tujuh kwintal sampah per minggu hanya sekitar 5 kg sampah yang terbuang. Untuk yang terbuang jika memang tidak bisa didaur ulang langsung kita bakar dan pembakaran bank sampah berbeda sebelum menjadi abu masih ditunggu sampai benar-benar menjadi abu,” tandasnya [KC-02/gj]**.

n make

Y back again. Even the few Americans left in the country were not at peace among themselves,--the chances were that if you met in the road it was to draw arms, and declare whether you were for the North or the South. T

Ketua Perbakin Itu Jadi Ketua Koni Secara Aklamasi

CIANJUR, [KC].- Donny M Istibandono menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur periode 2015-2019. Ketua Perbakin Cianjur ini menjadi Ketua Koni secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), di aula Koni Sabtu (17/01/2015) lalu.

Ketua Sidang Pleno Musorkablub KONI Cianjur, Andi Syarif Hidayatullah, mengatakan, agenda Musorkablub dari mulai laporan pertanggungjawaban ketua dan pengurus koni periode lalu. Merencanakan  program kerja pengurus Koni mendatang, dan pemilihan ketua koni yang baru. “Untuk laporan pertanggungjawaban pengurus koni periode lalu telah diterima oleh semua pengurus dan cabor, sementara agenda program kerja, nanti dibahas setelah terpilih ketua baru,” paparnya.

Dia menerangkan, menginjak sidang pleno ke empat, dilaksanakan pencalonan ketua koni periode 2015-2019. Saat pendaftaran calon, sediktinya ada dua orang yang mencalonkan. Pertama  Doni M dan Durosid yang juga Ketua Percasi  Cianjur.  “Setelah menyerahkan formulir pendaftaran,  keduanya menyampaikan visi dan misi,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat Durosid menyampaikan visi misi, tanpa diduga, Dorosid mengundurkan diri sebagai calon ketua koni. Meski mengundurkan diri, ia akan mendukung kepengurusan koni yang baru. Karena mengundurkan diri, dengan sendirinya Doni M menjadi ketua Koni secara aklamasi.

“Karena calon ketua koni ada satu orang. Maka kami sebagai pimpinan sidang pleno ke empat memutuskan, Doni M secara aklamasi menjadi Ketua Koni Cianjur yang baru,” papar Andi yang juga koordinator acara.

Sementara itu, Ketua KONI terpilih Doni M menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus dan para cabor, serta panitia yang telah mengsukseskan acara Musorkablub. Pihaknya berjanji akan membawa koni lebih baik lagi, terutama prestasi para atlet. “Kami juga memerlukan bantuan semua pihak, terutama kekompakan agar koni berprestasi baik di tingkat regional, nasional dan internasional,” tegasnya.

Terpisah Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengucapkan selamat kepada ketua koni yang baru. Pihaknya juga langsung merespon kepengurus koni, dengan memberikan anggaran  untuk penguru koni dan cabor diusulkan ke Pemkab. “Nantinya akan terpisah, pemberian anggaran untuk pengurus koni dan cabor. Karena itu, kepada pengurus koni yang baru segeralah mengusulkan kebutuhan anggaran untuk diindaklanjuti oleh kami,” imbuhnya [KC-02/dak]**.

Keluarga Rani Anggap Hukuman Mati Tidak Adil Karena Rani Hanya Korban

MENINGGALNYA Rani Andriani alias Melisa Aprilia dengan cara di eksekusi mati oleh Kejaksaan RI setelah upaya grasi yang diajukan di tolak oleh presiden membuat duka mendalam bagi keluarga. Mereka meyakini bahwa Rani selama ini tidak bersalah atas kasus yang disangkakannya.

Hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Rani sungguh dinilai tidak adil. Soalnya dalam kasus penyelundupan heroin sebanyak 3,5 kilogram pada Januari tahun 2000 lalu itu ia hanya korban dan bukan otaknya.S

Seperti yang diungkapkan Yuki Milawati (35) sepupu Rani, yang juga juru bicara keluarga, sejak awal Rani hanya kurir dalam jaringan yang dikendalikan oleh Meiriska Franola atau Ola, yang juga masih sepupu dari Rani dan Yuki. Ola sebenarnya yang semestinya menjalani hukuman mati bukan malah Rani.

Pihak keluarga Rani, merasa heran mengapa grasi yang diajukan di tolak oleh presiden Joko Widodo. Sedangkan, grasi Ola yang menjadi pengendali jaringan malah diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 dan merubah hukuman Ola yang awalnya dihukum mati menjadi seumur hidup.

"Seharusnya yang menjalani hukuman berat itu Ola, bukan malah Rani, ia hanya korban. Kami juga ingin grasi Ola ditinjau kembali dan kabarnya memang seperti itu," kata Yuki ditemui sebelum prosesi pemakaman, Minggu (18/1/2015).

Pihak keluarga juga menyayangkan ketidak hadiran keluarga Ola pada proses pemakaman Rani. Yuki juga mengakui sejak kasus bergulir pada tahun 2000 silam, hubungan persaudaraan antara keluarga Ola dan Rani agak renggang. Bahkan Ola dan Rani juga sempat tidak tegur sapa saat bersama di penjara.

"Sepertinya tidak ada yang datang dari keluarga Ola," kata Yuki seraya menambahkan sempat mendengarkan curahan hati Rani soal tingkah Ola di penjara yang membuat Rani kesal pada sepupunya itu seperti misalnya kalau ke rumah sakit, Ola harus di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tidak mau berobat di lapas.

Hal tidak jauh berbeda juga diungkapkan, Obar Sobari, yang merupakan paman Rani. Ia mengaku sungguh tidak adil jika yang dihukum mati itu hanya Rani. Sebab sepengetahuannya Rani itu hanya merupakan korban dari Ola yang telah menjerumuskannya.

"Rani itu hanya korban, dia itu keluar negeri juga diajak Ola, ditawari kerjaan. Itu yang ketiga kalinya, sebelum ditangkap. Dia tidak tahu koper yang dibawanya itu berisikan narkoba," kata Obar ditemui terpisah.

Pihaknya justru merasa heran, kenapa grasi yang diajukan Rani malah ditolak presiden. Sedangkan grasi Ola malah diterima dan mengubah hukumannya menjadi seumur hidup dari hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan.

"Kalau dibilang heran jelas heran, semestinya Ola yang harus ditolak grasinya, Rani itu hanya korban dari Ola. Kenyataanya berbeda, semuanya sudah terjadi. Kami hanya berdoa, semoga Rani bisa tenang di dunia barunya," harapnya [KC-02]**.

Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Rani

CIANJUR, [KC].- Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Rani Andriani alias Melisa Aprilia. Jenazah, terpidana mati kasus narkoba tersebut tiba di Kampung Sukasari Wetan RT 03/RW 16 Desa Ciranjang sekitar pukul 11.00 WIB.

Begitu tiba, jenazah yang terbungkus dalam peti mati langsung dibawa masuk kedalam Madrasah Al- Jabar Ciranjang yang masih milik kerabatnya untuk disholatkan. "Sejumlah kerabat dan warga turut menyolatkan," kata Pemilik Madrasah Al-Jabar, H Syarif Hidayat (43).

Selesai di sholatkan jenazah rani langsung diangkut menggunakan mobil ambulance menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kampung Ciranjang RT 01/RW 08 Desa/Kecamatan Ciranjang atau sekitar 300 meter dari lokasi madrasah tempat disholatkan.

Ratusan warga menghantar pemakaman Rani Andriani alias Melisa Aprilia di Kampung Ciranjang RT 01/RW 08 Desa/Kecamatan Ciranjang. Proses pemakamanpun berlangsung cukup cepat mulai pukul 11.30 WIB dan selesai berbarengan dengan adzan dhuhur pukul 12.00 WIB.

Pemakaman almarhumah yang tersangkut kasus narkoba tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Cianjur  Suranto, Kapolres Cianjur AKBP Dedi Kusuma Bakti dan Kepala Kejari Cianjur Wahyudi dan Dandim 0608 Cianjur Letkol Mochamad Andi Prihantono.

Pemakaman Rani dilakukan sesuai dengan amanatnya sebelum meninggal. Ia minta kepada orang tuanya Andi Sukandi, setelah meninggal agar dimakamkan disamping makam ibunya. Pihak keluarga setelah berembug akhirnya mengabulkan permintaan almahumah.

Selama proses pemakaman terlihat orang tua Rani terlihat tegar. Ia berdiri persis di sebelah utara makam didamping adik Rani yakni Popi Aprianti. Pria yang rambutnya sudah memutih itu tak henti-hentinya memanjatkan doa untuk anaknya. Ia baru beranjak setelah prosesi pemakaman selesai. Itupun harus dipapah oleh anaknya.

"Kami sudah mengabulkan wasiat Rani. Rani ingin dimakamkan di samping ibunya. Alhamdulillah semuanya sudah beres. Kami hanya bisa berdoa semoga Rani diterima di sisi Allah Swt," kata  Andi Sukandi saat ditemui usai pemakaman.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto mengungkapkan, kedatangannya ke pemakaman almarhumah Rani Andriani alias Melisa Aprilia tidak lain untuk ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Rani. Terlebih, hukuman yang dijatuhkan pada Rani sedang menjadi isu nasional.

"Rani itu kan warga Cianjur, kami datang sebatas ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Rani. Semoga pihak keluarga diberi ketabahan dan kesabaran," kata Suranto.

Seperti diketahui almarhumah Rani telah dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1/2014) dini hari sekitar pukul 00.30 Wib.

Selain Rani, lima terpidana mati kasus narkoba lainnya yang sudah dieksekusi adalah Namaona Denis (48), warga negara Malawi; Marco Archer Cardoso Mareira (53), warga negara Brasil; Daniel Enemua (38), warga negara Nigeria; Ang Kim Soei (62) warga negara Belanda serta Tran Thi Bich Hanh (37), warga negara Vietnam [KC-02]**.

Sangat Tidak Idial, Dinsosnakertrans Hanya Memiliki Tiga Orang Pengawas Perusahaan

CIANJUR, [KC].- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur hanya memiliki 3 orang pengawas tenaga kerja. Jumlah tersebut sangat tidak idial bila dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang mereka harus awasi mencapai 675 perusahaan.

"Kita akui saat ini kami kekurangan jumlah pengawas tenaga kerja. Yang ada saat ini sangat tidak idial. Tidak sebanding hanya tiga orang harus mengawasi 675 perusahaan," kata Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur, Sumitra, Rabu (7/1/2014).

Idialnya kata Sumitra, satu orang pengawas itu mengawasi 20 perusahaan. Sehingga fungsi pengawasan bisa maksimal. "Saat ini seorang pengawas harus mengawasi 200 perusahaan lebih. Tentu ini menjadi persoalan tersendiri," katanya.

Kendati kekurangan pengawas ketenagakerjaan, pihaknya terus berupaya memperdayakan pengawas yang ada. Salah satunya dengan menentukan skala prioritas perusahaan yang akan menjadi sasaran pengawasan.

"Solusinya dengan skala prioritas, karena untuk memeriksa sebuah perusahaan itu perlu waktu yang tidak sebentar. Saat ini dalam satu bulan paling banter mampu memeriksa 15 perusahaan, semuanya harus ada tindak lanjutnya," katanya.

Untuk menutupi kekurangan pengawas perusahaan, pihaknya terus berupaya dengan melakukan usulan ke pemerintah pusat. Penambahan jumlah tenaga pengawas sudah tidak bisa ditunda seiring berkembangnya investasi di Cianjur.

"Setiap tahun kita usulkan dari tenaga yang ada. Sulit kita mencarinya, tidak semua pegawai mau ketika kita usulkan.  Karena mereka harus ikut diklat selama 2 bulan, harus melakukan pemerikaan 25 perusahaan. Tahun 2014 ada seorang yang ikut diklat, saat ini yang bersangkutan masih merangkap tugas. Kita akan terus berupaya mencari pegawai yang selanjutnya kita usulkan," paparnya [KC-02]**.

Sambil Menunggu Petunjuk Pemerintah Pusat, Perguliran Simpan Pinjam PNPM Akan Dihentikan

CIANJUR, [KC].- Perguliran bantuan anggaran untuk simpan pinjam dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) wilayah kecamatan akan segera dihentikan untuk sementara waktu menyusul belum adanya kejelasan kelanjutan PNPM-MP dari pemerintah pusat. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penyimpangan anggaran.

"Sambil menunggu intruksi dari pemerintah pusat, sementara waktu dana perguliran kami minta untuk distop. Kami akan segera layangkan surat ke setiap Unit Pelayanan Kegiatan (UPK) di masing-masing kecamatan," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Cianjur Budhi Rahayu Toyib, Rabu (7/1/2014).

Meski diminta untuk dihentikan, kata Budhi, dana yang sudah digulirkan disetiap UPK tetap dilanjutkan. Perguliran tersebut harus diselesaikan sesuaai dengan waktu yaang ditentukan. "Kami juga minta laporan keuangan posisi akhir setelah dihentikan perguliran. Ini untuk memudahkan pengontrolan perputaran keuangaan," katanya.

Pihaknya mengkawatirkan jika tidak dihentikan sementara waktu sampai ada petunjuk dari pemerintah pusat, terjadi penyimpangan penggunaan keuangan. "Jelas kami kawatir munculnya kelompok fiktif, apalagi tidak adanya fasilitator. Ada saja masih suka kecolongan, apalagi tidak ada," tegasnya.

Masalah payung hukum perguliran keuangan juga menjadi salah satu pertimbangan dihentikan sementara waktu perputaran keuangan yang bersumber dari bantuan dana PNPM-MP itu. "Selama ini perguliran bantuan itu mengacu Pªa̲̅ϑa̲̅  program pemberdayaan masyarakat. Sehingga jika PNPM-MP ini dihentikan, berarti harus ada paung hukum yang jelas jika digulirkan kembali," paparnya.

Hingga akhir tahun 2014, aset produktif perguliran dana PNPM-MP di Kabupaten Cianjur mencapai Rp 60 miliar. Jumlah tersebut merupakan aset aktif. "Seluruhnya sekitar Rp 70 miliar, namun sekitar Rp 10 miliar terjadi kemacetan. Kita perlu menyelamatkan uang negara sampai ada petunjuk yang jelas dari pemerintah pusat mau dibagaimanakan," pungkasnya [KC-02]**.

Nasib Fasilitator PNPM Belum Jelas

CIANJUR, [KC].- Nasib 64 Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Cianjur tidak jelas. Hal itu setelah mereka habis kontrak kerja per 31 Desember 2014 dan belum ada kepastian kelanjutannya dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Budhi Rahayu Toyib membenarkan ketidak jelasan kontrak kerja para fasilitator PNPM-MP yang bertugas di 29 kecamatan diwilayah Kabupaten Cianjur itu. "Sampai saat ini belum ada kejelasan, setelah pemerintah menghentikan kucuran anggaran PNPM. Kita masih menunggu informasi dari pemerintah pusat, apakah dilanjut kontrak atau putus kontrak," kata Budhi, didampingi Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dandi Kristanto, Rabu (7/1/2014).

Meski belum ada kejelasan nasib para fasilitator, Budhi menegaskan, mereka tetap harus bertanggungjawab menyampaikan laporan akhir pekerjaanya. "Mereka itu selama ini mendampingi pelaksanaan program PNPM dimasing-masing wilayahnya. Berarti harus juga memberikan laporan atas pekerjaanya," tegasnya.

Pelaksanaan program PNPM-MP tersebut saat ini dirasakan banyak manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya untuk pembangunan fisik infrstruktur, tapi bantuan PNPM itu juga ada bagian pemberdayaan ekonomi masyarakatnya melalui simpan pinjam.

"Sejak adanya PNPM-MP ini sudah banyak infrastruktur yang terbangun, juga roda perekonomian masyarakat ditingkat desa terus berkembang melalui bantuan simpan pinjam. Tentu kesuksesan itu tidak terlepas dari peran fasilitator yang ada. Kita berharap segera ada kejelasan nasib mereka," kata Budhi [KC-02]**.

Tiga Orang TKI Cianjur Menjadi Korban Penyiksaan Majikan di Taiwan

CIANJUR, [KC].- Derita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Cianjur sepertinya tidak pernah berhenti, kali ini dialami oleh tiga orang TKI asal Kampung Baros  Cigombong  RT 02/RW 10 Desa Ciherang Kecamatan Pacet. Mereka menjadi korban penyiksaan majikan saat bekerja menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Solar 101 milik milik Warga Negara Taiwan.

Tidak hanya disiksa, korban yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan untuk diolah sebagai makanan yang diawetkan atau kalengan itu, selama enam bulan bekerja tidak pernah menerima gaji. Para korban dipulangkan hanya dibekali ongkos hingga sampai ke kampung halamanya.

Menurut penuturan Nurlan Kamil alias Ilan (19), ia bersama dua rekannya Rahman dan Hasan tertarik untuk bekerja di Korea lantaran imbalan gaji yang menggiurkan. Berbekal informasi yang didapatnya, kemudian ia dan dua rekaanya mendatangi sebuah LPK yang beralamat di Jalan Raya Cisolok Km.07 Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. LPK tersebut belakangan diketahui merupakan agen dan pelatihan pra pemberangkatan magang ke Jepang.

Setelah menyampaikan keinginannya, mereka diberikan pengarahan dari pihak LPK dan diharuskan  membayar  uang pelatihan sebesar Rp 2 Juta tanpa ada pelatihan. Mereka dijanjikan akan mendapatkan gaji sebesar U$ 300 atau setara Rp 3.300.000 - 3.600.000,-. Tidak hanya itu mereka juga dijanjikan mendapatkan jam istirahat selama 8 jam.

Setelah persyaratan yang diminta diberikan, ketiganya kemudian oleh pihak LPK dikirim ke PT. Java Merlin di Pemalang Jawa Timur. Tidak lama berselang sekitar bulan Juni 2014, ketiganya diberangkatkan ke Tanjung Priok. Setibanya di Tanjung Priok, mereka tidak diberangkatkan ke Korea malah diperintahkan naik kapal dengan tujuan Taiwan dan disuruh menandatangani kontrak kerja.

"Kami sempat bingung dan heran kok diberangkatkan ke Taiwan, dengan terpaksa kami tanda tangani kontrak dan kami diberitahu jika kontrak tersebut dibatalkan, maka kami harus membayar  ganti rugi berupa uang Rp10 juta. Dengan sangat terpaksa kami ikuti," kata Ilan, Rabu (7/12/2014).

Benar saja kecurigaanya, ternyata mereka bekerja menjadi ABK pencari ikan. Selama di kapal, ia dan ABK lainnya setiap hari disiksa dan dipukuli tanpa kenal ampun menggunakan balok kayu dan benda lainya yang ada di kapal tanpa alasan yang jelas. "Setiap hari disiksa oleh orang-orang Taiwan yang ada di kapal itu. Bahkan jam istirahat yang dijanjikan 8 jam, ternyata hanya dikasih 2 jam, sisanya untuk bekerja," katanya.

Tidak kuat menahan siksaan, bersama kedua rekannya ia meminta dipulangkan ke kampung halamanya. Upayanyapun berhasil, majikannya akhirnya memberikan tiga tiket pesawat Taiwan-Jakarta dan masing-masing hanya dibekali uang U$ 20.

"Yang kami fikirkan saat itu hanya bagaimana caranya bisa pulang ke Indonesia. Begitu niat kami dikabulkan, kami sangat senang. Kami tidak peduli, yang penting bisa segera sampai ke kampung," jelas Ilan seraya menunjukkan bekas luka memar ditubuhnya.

Setibanya di kampung halamanya dua minggu silam, ia dan kedua rekannya bertekad tidak akan kembali menjadi TKI. "Saya tidak akan mau lagi jadi TKi walaupun digaji besar. Cukuplah pengalaman ini saya alami, jangan sampai menimpa orang lain," katanya [KC-02/tis]**.
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI