Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Ditinggal Bekerja, Rumah Buruh Tani Terbakar

CIANJUR, [KC].- Sebuah rumah panggung berukuran 5x8 meter milik Herman (28) di jalan raya Jonggol Kampung Pasir Astana RT 02/RW 04 Desa Sindang Raja Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/10/14) ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Dugaan penyebab kebakaran dari konsleting listrik.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat rumah dalam kondisi kosong ditinggal penghuninya. Herman yang berprofesi sebagai buruh taani itu belum pulang kerumahnya. Sedangkan istrinya Wulandari tengah mengantar anaknya berobat.

"Tiba-tiba api sudah membesar, kami bersama masyarakat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tapi sulit untuk dipadamkan, kami berupaya agar api tidak menjalar ke bangunan rumah lainya," kata Dedi (52) punduh IV RT 01/RW 04 Kampung Pasir Astana , Desa Sindangraja.

Kapolsek Sukaluyu AKP Achmat Suprijatna membenarkan adanya kebakaran yang meluluhlantakkan sebuah rumah panggung. Saat kejadian rumah dalam kondisi terkunci ditinggal penghuninya.

"Keterangan yang kita dapatkan, penghuni rumah tengah memasak dengan menggunakan rise coocker sebelum ditinggal pergi. Dugaan sementara dari sambungan listrik yang konslet hingga menyebabkan terjadinya kebakaran," kata Achmad saat dihubungi terpisah.

Dugaan dari konsleting listrik diperkuat dengan ditemukannya sekitar 100 meter kabel bukan sambungan dari PLN dalam keadaan kebakar. "Hasih pengecekan di TKP di dapati sambungan listrik (mencantol) dari rumah orang tuanya bernama Uwed. Jarak penyambungan dari rumah orangtuanya sekitar 100 meter dengan melawati genting rumah tetangga korban sebanyak tiga rumah," jelas Achmad.

Atas kejadian tersebut pihaknya kemudian memberika penerangan kepada masyarakat di TKP tentang bahaya penggunaan kabel ukuran kecil (bukan peruntukan PLN) tanpa seijin PLN. "Kita himbau kepada masyarakat tidak coba-coba menggunakan kabel yang bukan keperuntukannya dalam menyambung listrik, karena akan berakibat fatal menyebabkan terjadinya konsleting listrik dan kebakaran," katanya [KC-02]***.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Ketua MUI Cipanas KH. Solahudin Al Ayubi: Ingin Gaungkan Tahun Baru Islam Melebihi Tahun Baru Masehi


CIANJUR, [KC].- Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cipanas, KH. Solahudin Al Ayubi menegaskan, kegiatan Gebyar Muharam kali ini diinisiasi oleh beberapa kalangan. Semua pihak terkait dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari Organisasi Kemasyarakatan, Kepemudaan, Pendidikan dan Muspika Kecamatan.

"Baru dua kecamatan saja gaungnya sudah luar biasa, kedepan kita akan lebih perluas lagi. Kita ingin jangan hanya gaungnya itu tahun baru masehi saja, tapi selaku umat islam tahun baru hijriyah harus bisa lebih," kata pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Al Bisri saat ditemui lapang depan Istana Kepresidenan Cipanas, Sabtu (25/10/14)

Gebyar Muharam tersebut dilaksanakan tidak lain untuk menggirohkan umat islam tentang perjuangan rosululloh Muhammad SAW bahwa dengan gigihnya bisa mencapai apa yang di cita-citakan tanpa gundah walau banyak rintangan yang dihadapi. "Mudah-mudahan generasi kedepan ini bisa meneruskan perjuangan rosululloh sehingga ada penyambung lidah," katanya.

Gebyar Muharam yang dipusatkan di lapang depan Istana Kepresidenan Cipanas itu juga diwarnai dengan pawai taaruf yang melibatkan ribuan santri, pelajar, OKP. Selain itu juga diberikan santunan terhadap sekitar 5.000 anak yatim. Kegiatan ditutup dengan tausiyah dari Habib Alwi Bin Al-Habsyi seorang ulama dari jakarta [KC-02]**.

10 Ribu Umat Islam di Kawasan Wisata Cipanas Meriahkan Peringatan Tahun Baru Hijriyah

CIANJUR, [KC].- Tidak kurang dari 10 ribu umat islam dari wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas Kabupaten Cianjur turut larut memeriahkan peringatan tahun baru hijriyah 1 Muharam 1436 Hijriyah yang jatuh pada Sabtu (25/10/14). Kegiatan tersebut dilaksanakan dan dipusatkan di lapang depan Istana Kepresidenan Cipanas.

Kegiatan yang dilaksanakan dan diprakarsai oleh sejumlah tokoh umat islam dikawasan wisata Cipanas itu juga dijadikan ajang desakan pencanangan 1 Muharam sebagai Hari Santri Nasional (HSN) sebagaimana janji Presiden Jokowi (Joko Widodo) saat kampanye sebelum menjadi presiden.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan yang ada di Cianjur kota. Peringatan 1 Muharam di pusat Cianjur kota terpantau sepi. Tidak mencolok ada kegiatan seperti yang terjadi di kawasan wisata Cipanas. Setiap tahun peringatan 1 Muharam selalu diwarnai dengan berbagai kegiatan yang dihadiri oleh ribuan masyarakat.

Ketua Panitia pelaksanaan Gebyar Muharram 1426 Hijriyah KH. Misfallah Yusuf mengungkapkan, peringatan tahun baru hijriyah 1 Muharam yang dikemas dalam kegiatan Gebyar Muharam tersebut merupakan program yang dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan yang ke lima telah dilaksanakan.

"Apa yang kita lakukan ini merespon janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadikan tanggal 1 Muharam atau tahun baru islam sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Dari sinilah kita mulai, kita ingin bahwa peringatan tahun baru islam ini benar-benar dirasakan oleh umat islam. Tidak hanya memperingati, jauh lebih dari itu bisa meningkatkan iman dan taqwa," kata Misfallah disela kegiatan.

Pihaknya berharap, kedepan kegiatannya bisa dilaksanakan lebih baik lagi, terutama kegiatan-kegiatan yang menyangkut upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Peringatan 1 Muharam kali ini kita mengambil tema Gebyar Muharam 1436 Hijriyah Cipanas Bershalawat, kedepannya bisa diikuti lebih banyak lagi. Kalau saat ini hanya 10 ribu peserta,kedepan ingin lebih banyak lagi," katanya [KC-02/tis]**.


Pasar Cipanas Sumbang PAD Terbesar

CIANJUR, [KC].- Pasar Cipanas menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Cianjur. Pada tahun 2014, retribusi pasar yang pernah terbakar pada lima tahun silam itu ditargetkan sebesar Rp 920 juta.
"Saat ini retribusi yang masuk sudah diatas 60 persen. Kita optimis sisa dua bulan kedepan target bisa tercapai sesuai yang ditetapkan, dan insya allah bisa melebihi," kata Kepala Pasar Cipanas pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Kusmiaji, Kamis (23/10/14).
Pada tahun 2013 lalu kata Kusmiaji, Pasar Cipanas dibebankan target retribusi sebesar Rp 530 juta. Dari besaran tersebut terealisasi sebesar sekitar Rp 700 juta melebihi target yang dibebankan.
"Pada tahun 2014 ini targetnya mencapai Rp 920 juta, terjadi kenaikan sekitar 80 persenan. Mudah-mudahan saja bisa terlampaui. Kita optimis untuk itu, jika elihat kondisi transaksi yang ada saat ini," katanya.
Untuk mendorong agar target PAD dari sektor retribusi pasar Cipanas terlampaui, pihaknya melakukan berbagai upaya. Salah satunya selalu menjaga kebersihan Pasar Cipanas. Karena diyakini dengan kebersihan terjaga, otomatis pedagang maupun yang berbelanja akan terasa nyaman.
"Pasarnya bersih, kita yakin konsumen akan lebih nyaman dalam berbelanja. Sehingga akan kembali lagi datang, otomatis akan meningkatkan transaksi penjualan. Dampaknya pedagang akan semakin bisa berkembang. Kita kerahkan pasukan kebersihan secara berkesinambungan," paparnya.
Selain itu juga dilakukan peningkatan keamanan agar para pedagang bisa merasa aman dalam berjualan. "Kita juga berikan layanan informasi setiap satu jam sekali, baik mengenai himbauan maupun informasi. Bahkan kami siap mempromosikan hasil dagangan milik para pedagang secara cuma-cuma," katanya.
Kepala Disperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Seksi Bina Perdagangan, Sukri mengatakan, pada tahun 2014 target PAD dari retribusi pasar mencapai Rp 3 miliar lebih. Hingga akhir September sudah terealisasi sekitar Rp 2 miliar lebih.
"Kalau melihat target memang cukup besar, tapi sepertinya tahun ini tidak akan tercapai karena sejumlah pasar besar mengalami musibah kebakaran seperti pasar Ciranjang, pasar Induk, pasar Warongkondang dan pasar Cibeber. Tapi kita tetap berupaya agar retribusi pasar ini bisa maksimal," kata Sukri terpisah.
Diakui Sukri, selama ini penyumbang PAD terbesar dari retribusi pasar berasal dari pasar Cipanas. Pasar berkonsep zoning itu mampu menyumbang PAD setiap tahunya melebihi target yang ditetapkan.

"Dari 15 pasar yang ada, pasar Cipanas paling besar menyumbang PAD. Potensinya memang paling bagus, tahun ini juga kami optimis bisa terlampaui," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









Jasa Keuangan Dominasi Kasus Sengketa Konsumen

CIANJUR, [KC].- Kasus Jasa Keuangan mendominasi perkara sengketa konsumen yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Hal ini terjadi salah satunya akibat ketidak tahuan konsumen mengenai hak-hak konsumen yang semestinya harus dilindungi.
Pimpinan Cabang Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Vonis Kabupaten Cianjur, Dede Ichwan mengatakan, setidaknya ada 9 pengaduan sengketa konsumen yang masuk ke LPKSM. Dari 9 perkara tersebut semuanya merupakan perkara jasa keuangan.
"Kasunya mayoritas perbankan dan lembaga finance. Konsumen selalu menjadi korban, akibat ketidak tahuannya. Mereka banyak dirugikan akibat ketidak tahuanya itu. Hak-haknya selaku konsumen tidak dipenuhi," kata Dede Ichwan saat ditemui di kantornya, Kamis (23/10/14).
Dikatakan Dede, dari 9 pengaduan yang diterimanya, semuanya ditindak lanjuti. Empat perkara diantaranya berhasil diselesaikan secara mediasi tanpa melalui sidang di Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK).
Ke empat perkara yang berhasil diselesaikan itu terkait sengketa hutang piutang dengan perbankan. Seperti kasus dengan salah satu bank di Cianjur. Konsumen yang merupakan korban kebakaran Pasar Induk Cianjur oleh pihak bank selalu ditagih angsuran. Padahal konsumen tersebut dalam kondisi bangkrut dan merugi.
"Pada saat kebakaran konsumen masih punya hutang dan bank mengetahui, nasabah melaporkan, baik ke bank maupun instansi. Bank tidak mau tahu malah minta penagihan bahkan perintah eksekusi jaminan. Setelah melakukan musyawarah melalui pendekatan, hasil kesepakatan ada dua orang dibebaskan dan dua orang diberi kelonggaran waktu sampai satu tahun tidak melakukan pembayaran kredit tidak dihitung bunga selama satu tahun. Baru satu tahun kemudian berjalan seperti biasa," katanya.
Sementara lima perkara lainya saat ini masih dalam penanganan. Kasus yang menonjol terkait dengan perkaraa leasing kendaraan. Bahkan perkaranya tengah proses dalam persidangan BPSK di Kota Sukabumi.

"Perkaranya tengah dalam persidangan, kasusnya dengan leasing kendaraan. Pihak leasing semena-mena menarik kendaraan konsumen mengabaikan ketentuan yang berlaku. Padahal jelas aturan melarang perusahaan pembiayaan (leasing), menarik kendaraan bermotor baik mobil maupun kendaraan roda dua yang masih nunggak kredit sesuai dengan peraturan menteri keuangan nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan," jelasnya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






Terkait TPPU Bupati Karawang, KPK Geledah Rumah Pengusaha di Gedug Cipanas

CIANJUR, [KC].- Sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pengusaha Sihombing di Jalan Hanjawar-Pacet Kampung Gedug RT 02/07 Desa Palasari Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Kamis (23/10/14). Penggeladahan tersebut diduga terkait dengan kasus suap yang menimpa Bupati Karawang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Berdasarkan pantauan, petugas KPK yang berjumlah sekitar lima orang itu sempat menunggu pengusaha yang tengah keluar rumah. Namun lantaran tidak datang juga akhirnya petugas membuka paksa pintu kamar rumah pengusaha tersebut. Namun saat akan dibuka, sekitar pukul 11.30 WIB pengusaha Gemsar Sihombing datang bersama istrinya.
"Pas pintu sudah mau terbuka, yang bersangkutan datang. Sehingga petugas KPK meminta maaf kepada pengusaha dan mengganti bagian kunci yanh rusak dibuka paksa. Setelah itu bersama Sihombing petugas KPK masuk kedalam kamar," kata seorang petugas kepolisian yang minta tidak disebutkan namanya.
Setelah didalam kamar, petugas KPK sebanyak lima orang memeriksa sejumlah dokumen dan mendokumentasikannya. Belum diketahui persis dokumen apa saja yang diamankan oleh petugas KPK. Satu persatu berkas diperiksa dengan teliti. Bahkan nampak sebuah buku rekening bank turut diamankan.
"Tadi saya melihat sejumlah berkas dokumen dimasukkan kedalam map warna coklat. Tapi gak tahu berkas apa saja, hanya saja saya melihat ada buku tabungan bank turut dibawa," kata Odih (42) Ketua RT 02/RW 07 Kampung Gedug Desa Batulawang saat ditemui terpisah.
Ia mengaku diminta oleh KPK untuk menyaksikan penggeledahan saja, selebihnya tidak tahu banyak. "Saya tidak tahu untuk apa digeledah, hanya diminta menyaksikan. Termasuk saat petugas KPK membongkar kunci kamar Sihombing, saya hanya menyaksikan saja. Begitu juga saat masuk didalam kamar, saya hanya melihat data berkas difoto dilihat diperiksa. Ada sedikit yang dipisahkan tapi tidak tahu berkas apa. Cuma menyaksikan saja," katanya.
Berkas-berkas yang diambil dari dalam kamar selanjutnya dimasukkan kedalam amplop warna coklat. "Saya melihat petugas KPK membawa berkas dalam amplop atau map warna coklat dibawa ke ruangan tengah dan diperiksa, serta terlihat bawa buku bank sebanyak 2 buku," katanya.
Sementara itu seorang petugas KPK yang melakukan penggeledahan saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan lebih detail. Petugas tersebut sambil berlalu hanya menjelaskan bahwa kedatangannya terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Bupati Karawang Ade Swara.
"Kami datang kesini (rumah pengusaha) terkait dengan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pengembangan dari kasus yang menimpa Bupati Karawang, intinya itu," kata seorang petugas KPK yang tidak mau menyebutkan namanya.
Pihak KPK mengindikasikan pengusaha asal Cipanas ini memiliki kedekatan dengan Bupati Karawang Ade Swara. "Intinya kedatangan kami terkait kasus TPPU yang melibatkan bupati Karawang," kata petugas tersebut sambil berlalu menaiki kendaraanya.

Komisaris PT. Daya Boho Mandiri
membenarkan, jika ada sejumlah petugas KPK mendatangi rumahnya dan melakukan penggeledahan. Menurutnya, KPK datang untuk melakukan pemeriksaan keterkaitannya dengan kasus TPPU Bupati Karawang.

"Anggapan mereka mungkin saya ada indikasi sehingga rumah saya digeledah. Ada beberapa dokumen milik saya yang disita dan dibawa setelah penggeledahan. Termasuk sebuah buku bank dan data harga tanah di Karawang," kata Gemsar.
Gemsar mengaku tidak begitu kenal dengan Bupati Karawang. Ia hanya mengenal Bupati Karawang ketika menawarkan tanaman hias pada pelaksanaan MTQ 2012. Itu pun tidak bertemu langsung lantaran diarahkan ke Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang.

"Karena tidak ada anggaran waktu itu tidak jadi dan terakhir saya komunikasi dan bertemu 17 Mei. Dan sampai sekarang belum komunikasi lagi," kata Gemsar yang menyebutkan dirinya sempat diperiksa KPK di Jakarta Rabu 22 Oktober 2014 [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!












Pencairan BSPS Harus Ngantri Berjam-jam

CIANJUR, [KC].- Puluhan masyarakat Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur rela mengantri berjam-jam demi mencairkan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan Rakyat RI tahun 2014 di BRI Unit Cipanas. Mereka menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 7,5 juta untuk pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu)
"Saya dan anggota kelompok datang sekitar pukul 08.00 WIB. Sampai pukul 12.45 WIB belum beres. Masih ada sejumlah anggota yang belum terlayani, harus mengantri dengan masyarakat lainya," ujar Ujang saat ditemui ketika menunggu antria di BRI Unit Cipanas, Selasa (22/10/14).
Menurut Ujang, ia datang ke BRI Unit Cipanas bersama 11 orang anggota kelompoknya setelah diberitahukan oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) jadwal pencairan. "Kita datang setelah ada pemberitahuan penjadwalan. Alhamdulillah setelah menunggu cukup lama akhirnya bisa dicairkan," tegasnya.
Pencairan bantuan BSPS tersebut tidak dalam berupa uang, artinya penerima bantuan hanya menerima bahan bangunan sesuai dengan Daftar Rincian Pembelian Bahan Bangunan (DRPB) yang diajukan. "Kita hanya menarik dana dan selanjutnya mentransfer ke rekening material, kita hanya terima bahan bangunan sesuai kebutuhan yang kita ajukan," tegasnya.
Hal senada juga di ungkapkan Encep (54) warga Kampung Cikole Desa Batulawang Kecamatan Cipanas. Meski nilainya masih jauh dari kebutuhan, tapi ia merasa sangat terbantu dengan BSPS tersebut. "Kalau dibilang kurang memang kurang, tapi kita patut bersyukur dengaan adanya bantuan ini. Saya akan memanfaatkan sesuai dengan ketentuan, rumah saya yang tadinya berdinding bilik harus bisa menjadi bata," katanya.
Encep yang datang bersama 9 orang anggota kelompoknya mengaku harus rela mengaantri berjam-jam menunggu giliran. "Dinikmati saja, toh tidak setiap hari ini, bagi saya tidak masalah meski harus menunggu lama, yang penting dana bisa cair dan bisa segera dimanfaatkan," katanya.
TPM BSPS Kabupaten Cianjur Asep Nurhadi (44) mengatakaan, BSPS bagi masyarakat yang memiliki rutikahu. Bantuan tersebut diterima masyarakat setelah sebelumnya dilakukan pendataan dengan berbagai kreteria.
"Salah satu syarat penerima bantuan rutilahu itu status tanahnya harus jelas. Artinya tanahnya harus milik pribadi, bukan milik orang lain, apalagi tanah milik negara, itu jelas tidak bisa," kata Asep terpisah.
Dikatakan Asep, dalam pencairan bantuannya juga dilakukan tidak sekaligus, tapi melalui dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp 3.750.000,- dan tahap kedua Rp 3.750.000,-. "Bantuan ini diterimanya tidak dalam bentuk uang, tapi barang, masyarakatat penerima bantuan juga tidak boleh bantuan ini dijadikan ongkos kerja, ongkos kerja harus diluar dari bantuan," katanya.
Kepala Desa Batulawang H. Nanang Rohendi mengatakan, pada tahun 2014 ini di desanya mendapatkan bantuan pembangunan rutilahu dari Kemenpera RI sebanyak 268 unit. Pada tahun sebelumnya mendapatkan bantuan yang sama sebanyak 146 unit.
"Usulan berdasarkan pendataan yang diajukan sebanyak 332 unit, namun hanya dikabulkan sebanyak 268 unit. Sisanya 76 rutilahu kita akan upayakan mencarikan bantuan dari berbagai sektor termasuk mengajukan ke Pemerintah Daerah," kata H. Nanang saat ditemui terpisah.

Pihaknya mengaku, BSPS tersebut sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Jelas ini besar manfaatnya bagi masyarakat, inginnya kita semua yang masuk kreteria penerima BSPS tercover, dengan jumlah ini saja kita patut bersyukur," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










Karya Bakti TNI Digelar di Cikalongkulon

CIANJUR, [KC].- Karya Bakti TNI salah satu tujuanya untuk membangun kehidupan sosial yang berkualitas sehingga bermuara pada terciptanya stabilitas keamanan daerah sebagai pondasi dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto disela pembukaan kegiatan Karya Bakti TNI tahun 2014 yang berlangsung di lapangan Desa Kamurang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Rabu (22/10). 

"Nilai utama yang terkandung dalam kegiatan Karya Bakti TNI adalah untuk terwujudnya ikatan kemanunggalan antara TNI dengan segenap jajaran pemerintah daerah disemua tingkatan serta seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong membangun kehidupan sosial yang berkualitas sehingga bermuara pada terciptanya stabilitas keamanan daerah," kata Suranto.

Kegiatan Karya Bakti TNI di wilayah Kodim 0608 Cianjur tahun 2014, adalah wujud kepedulian Kodim 0608 Cianjur dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Cianjur untuk bersama-sama melaksanakan karya Bakti TNI dan bakti sosial. "Kami merasa bangga sekaligus memberikan penghargaan kepada seluruh komponen bangsa yang berada diwilayah Kabupaten Cianjur, dalam hal ini dapat memberikan bimbingan dan sumbangsih demi suksesnya kegiatan karya bakti TNI secara nyata untuk pembangunan dibidang prasarana transportasi dan kesehatan yang merupakan salah satu wujud kepedulian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Cianjur," katanya.
Kegiatan karya Bakti TNI tahun 2014 meliputi sasaran fisik yaitu, pembuatan jalan sepanjang 500 meter, pengerasan jalan (3.500 meter), Pembuatan Jembatan (1 buah), Gorong-gorong (6 buah), Pemasangan TPT (2 buah), Pembangunan Madrasah (1 buah), MCK (2 buah). Adapun sasaran non fisik meliputi Penyuluhan Belneg, Wasbang, penyuluhan Hukum serta kegiatan Bakti Sosial yaitu pengobatan massal.

Seusai upacara pembukaan Karya bakti TNI Tahun 2014, Wakil bupati Cianjur didampingi Dandim 0608 Cianjur serta perangkat desa Kamurang Kecamatan Cikalongkulon meninjau langsung kegiatan Karya Bakti TNI, diantaranya adalah peninjauan lokasi pembangunan Madrasah, Pembangunan Jembatan, lokasi Pengerasan Jalan dan kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Massal (KC-02)**. 

Gambar Ilustrasi.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!



Cianjur Bentuk Dewan Ketahanan Pangan

CIANJUR, [KC].- Dalam rangka pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Cianjur, Pemkab Cianjur akhirnya membentuk Dewan Ketahanan Pangan. Lembaga tersebut berfungsi untuk meningkatkan peran dan fungsi, termasuk dalam mengatasi berbagai masalah ketahan pangan khususnya di Kabupaten Cianjur.
Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, pihaknya berharap besar setelah terbentuknya Dewan Ketahanan Pangan bisa berbuat banyak terkait ketersediaan pangan yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur. Dengan adanya Dewan Ketahanan Pangan akan mempermudah dalam pengawasan dan pengendalian atas ketersediaan pangan.
"Pembangunan ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersedian pangan yang cukup dari segi jumlah, mutu, keamanan dan keragaman sehingga setiap rumah tangga mampu mengkonsumsi pangan dalam setiap saat, mampu mengkonsumsi pangan yang cukup, aman, bergizi dan sesuai pilihannya untuk menjalani hidup sehat dan produktif," kata Tjetjeu saat ditemui usai mengukuhkan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur di sebuah hotel di Cipanas, Selasa (21/10).
Tjetjep juga meminta, agar Dewan Ketahan Pangan Kabupaten Cianjur segera merumuskan ide-ide dasar dari pembangunan ketahanan pangan, yang disesuaikan dengan kondisi dan kultur masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan dan perubahan lingkungan strategis pada semua tingkatan, baik dari pergerakan harga-harga pangan, kenaikan BBM dan perubahan iklim yang mempengaruhi daya beli yang berdampak pada meningkatnya kerawanan pangan.
"Pemasalahan daerah rawan pangan di Kabupaten Cianjur, juga tidak bisa dianggap hal yang ringan, dan perlu diselesaikan dalam waktu yang cepat dan secara bersama-sama dengan sasaran dan intervensi yang tepat, serta dikerjakan secara terpadu, sinergis dan terkoordinasi. Inilah salah satu peran dan fungsi Dewan Ketahanan Pangan ada di Cianjur," tegas Tjetjep.
Secara terpisah Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur H. Sudradjat Laksana, menegaskan, adanya Dewan Ketahanan Pangan diharapkan mampu menjadi pion untun mendorong ketersediaan pangan di Kabupaten Cianjur.
"Dengan adanya Dewan Ketahanan Pangan tentu kita akan lebih mudah dalam penanganan ketika ada suatu persoalan terkait ketahanan pangan, baik itu mengenai ketersediaan pangan dan kualitasnya. Karena dengan dibentuknya lembaga tersebut sudah barang tentu sebagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas pangan yang tersedia," paparnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






10 Persen Perusahaan di Cianjur Tidak Mampu Bayar UMK

CIANJUR, [KC].- Sekitar 10 persen dari jumlah 763 perusahaan berbagai sektor di Kabupaten Cianjur tidak melaksanakan Upah Minum Kabupaten (UMK) tahun 2014 sebesar Rp 1.500.000,- per bulan. Berbagai alasan tidak dilaksanakan UMK oleh perusahaan tersebut, salah satunya perusahaan merugi.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, H. Sumitra mengatakan, jumlah 10 persen perusahaan yang tidak melaksanakan UMK tersebut berdasarkan data laporan yang disampaikan oleh perusahaan. Ada sejumlah perusahaan yang meminta penundaan pembayaran UMK, ada juga yang minta untuk dibayarkan secara bertahap.
"Yang pasti mayoritas perusahaan mampu membayar karyawan sesuai dengan UMK yang ada. Karena yang melapor terkait UMK jumlahnya relatif sedikit. Dengan demikian bisa dipastikan sisanya membayarkan UMK 2014 sesuai dengan ketetapan," kata Sumitra saat ditemui disalah satu hotel di Cipanas, Selasa (20/10).
Diakui Sumitra, sejak ditetapkanya UMK tahun 2014 Kabupaten Cianjur sebesar Rp 1.500.000,- per bulan, sudah ada perusahaan yang gulung tikar. Perusahaan tersebut tidak mampu membayarkan lagi gaji karyawannya sesuai dengan ketetapan UMK.
"Ada dua perusahaan yang lebih memilih tutup dan memPHK para karyawannya. Kita sudah berupaya memediasi, tapi sepertinya tetap pada pilihannya. Ini sebagai akibat dari kenaikan UMK yang dinilai sebagian perusahaan memberatkan, dan terbukti menutup usahanya," katanya.
Ketika disinggung mengenai rencana kenaikan UMK pada tahun 2015, pihaknya belum bisa memastikan. Apakah akan ada kenaikan ataukah akan tetap seperti UMK sebelumnya. "Yang jelas dengan UMK saat ini Rp 1.500.000,- per bulan, tidak mungkin kalau turun, kita lihat saja nanti perkembangannya," katanya.
Dijelasnkan Sumitra, saat ini sudah ada tim yang terjun kelapangan untuk melakukan survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Tim tersebut dibentuk melibatkan berbagai unsur termasuk pengusaha dan serikat pekerja. Mereka akan memberikan hasil survei pada pekan depan.
"Memang kita dikejar waktu, pada tanggal 7 Nopember 2014 usulannya harus sudah masuk ke tingkat provinsi. Minggu-minggu ini tim survei sudah akan menyampaikan hasil berapa KHL yang layak itu?. Dari situlah nantinya akan kembali dilakukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan UMK," katanya.
Secara terpisah Ketua Apindo Kabupaten Cianjur Momo Suparmo tidak menampik saat ini tim gabungan tengah turun kesejumlah tempat untuk merumuskan KHL yang menjadi acuan dalam menentukan UMK. "Betul, tim sudah melakukan survei, tinggal menunggu hasilnya. Pada minggu depan ini sudah ada hasilnya," kata Momo terpisah.
Dikatakan Momo, besaran KHL pada tahun 2014 itu mencapai Rp 1.139.000,-. Namun pada saat akan penentuan UMK, terjadi gejolak yang akhirnya menetapkan UMK diatas KHL yang ada. "Kalau tahun ini kita belum bisa memastikan apakah akan naik KHLnya ataukah malah sama dengan besaran UMK? kita tunggu saja hasil dati tim survei yang akan merumuskan," tandasnya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI