Mati Dalam Angan (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku berjalan di antara bebatuan ini. Bebatuan yang berfungsi menahan deburan ganasnya ombak yang bisa mengikis pantai. Angin laut berteriak ribut di telingaku seolah tidak menginginkanku datang ke wilayah khusus mereka. Tapi aku tidak memperdulikannya, aku tetap berjalan hingga ujung terjauh dari bebatuan ini. Sampai ke tempat mercusuar berada, begitu tiba aku duduk di bawahnya dan menatap jauh lautan biru.

Kegiatan itu sering kulakukan jika pikiran sedang suntuk, atau bisa juga karena perasaan yang tidak dapat kumengerti. Namun kali ini aku datang bukan karena kedua alasan tersebut. Aku datang karena sedang ingin merenung, memikirkan sesuatu yang bisa terjadi padaku kapan saja yaitu kematian. Ya, kematian. Sesuatu yang bisa datang kapan saja tanpa permisi atau pemberitahuan. Sesuatu yang pasti akan dialami oleh setiap insan bernyawa, dan sesuatu yang akan membuat sebagian dari kita merasakan kecemasan yang luar biasa karena tidak ingin mengalaminya. Tapi bagaimanapun kita menolak kematian, dia akan tetap mendatangi kita tanpa pandang bulu. Pertanyaannya adalah, apakah kita siap dan benar-benar ikh
... baca selengkapnya di Mati Dalam Angan (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

BOGOR,-[KC],- Kecelakaan Tabrakan beruntun yang melibatkan lebih dari delapan kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong,  gadog Kecamatan Megamedung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017) petang.
Sejumlah pengendara mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah Ciawi.
Kecelakaan terjadi pada saat  lalu lintas sedang satu arah ke Jakarta.
Belum diketahui penyebab tabrakan beruntun yang menyebabkan banyak jatuhnya korban.
Pantauan  di lokasi, kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun di antaranyan bus pariwisata, motor, dan beberapa mobil pribadi.
Hingga saat ini sejumlah korban masih berada di lokasi kejadian dengan kondisi luka-luka.
Petugas dari Polres Bogor sudah berada di lokasi untuk mengevakuasi para korban ke RSUD Ciawi.
Korban yang masih tergeletak di lokasi kejadian adalah pengendara motor.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
Namun, menurut sejumlah warga penyebab tabrakan beruntun diduga karena jalan licin dan menurun.
"Ada kendaraan yang remnya blong dan menabrak kendaraan di depannya," kata seorang warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak mengalami kemacetan parah. [KC.04/net]
CIANJUR, [KC],- Komputer atau laptop menjadi modal utama sekolah untuk melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun, nasib malang justru dialami oleh SMAN 1 Mande Cianjur. Sebanyak 36 unit komputer hilang jelang pelaksanaan UNBK.
Kepala SMAN 1 Mande Toto Suharya menuturkan, pencurian puluhan unit komputer tersebut terjadi beberapa jam sebelum pelaksanaan ujian berlangsung. ”Sekitar pukul 03.00 WIB mereka beraksi dan baru ketahuan sebelum ujian berlangsung. Semua komputer tidak ada, cuma tersisa tiga unit komputer server,” kata Toto, Senin 10 April 2017 pagi.
Menurutnya, terdapat beberapa penjaga yang piket di sekolah tersebut. Akan tetapi, komplotan pencuri tersebut tetap berhasil menjebol dan mengambil 36 unit komputer yang berada di sekolah.
Toto menambahkan, aksi pencurian tersebut tidak terekam oleh CCTV. Pasalnya, para pencuri mencabut CCTV utama yang menghadap ke ruangan, sehingga identitas dan jumlah para pelaku pun tidak diketahui dengan jelas. ”Hanya kelihatan beberapa bayangan hitam, tidak jelas berapa banyak (jumlahnya). Itu juga kelihatannya dari CCTV yang jauh,” katanya menjelaskan.
Akan tetapi, Toto tetap bersyukur karena server tidak ikut dicuri saat kejadian, sebab server tersebut memuat data-data siswa. Oleh karena itu, ia merasa beruntung siswanya dapat melangsungkan ujian meski harus dilakukan di sekolah lain.

Ia melanjutkan, koordinasi dengan pusat pun telah dilakukan, dan sekolah tersebut mendapat tenggat waktu hingga pukul 20.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sekolah mengalami kerugian lebih dari Rp 200 juta dan memaksa siswa untuk melaksanakan UNBK di sekolah lain.[KC.04/net]
CIANJUR [KC],- Organisasi sayap pemuda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gema Keadilan Jawa Barat menyatakan sikap politik dukungannya pada Netty Prasetiyani dan Haris Yuliana untuk maju pada Pilgub Jabar 2018. Pernyataan sikap tersebut sesuai keputusan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Gema Keadilan Jawa Barat yang dilaksanakan hari ini.

"Kami bersepakat untuk mendukung dan mengusulkan dua nama antara lain Netty Prasetiyani dan Haris Yuliana dalam perhelatan Pilgub Jabar 2018 mendatang" ujar Didi Sukardi , Ketua Umum DPW Gema Keadilan Jawa Barat di Villa Permata Sukaresmi Cianjur.

Dukungan tersebut dikatakan Didi akan disampaikan kepada DPP dan DPW PKS Jabar.  "Rekomendasi ini akan disampaikan kepada DPP dan DPW PKS yang nantinya akan muncul satu nama calon Gubernur Jawa Barat " .

Keputusan Rapimwil Gema Keadilan Jawa Barat merekomendasikan kedua nama tersebut merupakan hasil voting  seluruh DPD se Jawa  Barat,  hasilnya suara terbanyak diperoleh Netty Prasetiyani disusul Haris Yuliana yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Barat.

Kedua nama tersebut terpilih karena secara ketokohan, popularitas dan integritas, sudah tidak diragukan lagi secara paripurna dan dipandang cakap melanjutkan semangat perjuangan Ahmad Heryawan" katanya.

Didi menambahkan "Dalam hal pemenangan Pilgub ini, DPW Gema Keadilan Jawa Barat akan berusaha semaksimal mungkin untuk memastikan kesuksesan kemenangan tersebut". [KC.01]**
CIANJUR, (KC).- Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Resor Cianjur menangkap H L (36) seorang pengedar dan penyalahguna narkoba jenis daun ganja kering, Rabu (5/4/2017) sekira pukul 21.00 Wib.

Informasi yang dihimpun, penangkapan itu terjadi setelah jajaran Sat Res Narkoba Resor Cianjur menerima laporan dari masyarakat tentang adanya seseorang yang memiliki dan menguasai narkoba golongan 1 jenis daun ganja kering.

Kasat Res Narkoba, AKP Cepi Hermawan mengungkapkan, tersangka ditangkap jajarannya di kediaman tersangka di Kampung Nangkorek RT 002/004, Desa Cikondang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur.

"Dari tangan tersangka kami amankan daun ganja kering seberat 19.43 gram yang di temukan terselip disela-sela pagar kayu, tepatnya di belakang rumah tersangka," ungkap Cepi, kepada wartawan, Kamis (6/4/2017).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, Cepi menjelaskan tersangka di kenakan Pasal 111 Ayat (1) Jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka kini mendekam di sel Mapolres Cianjur untuk keperluan penyelidikan dan pengembangan kasus," jelasnya. [KC-02/ang]**





Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!