Headlines News :
REDAKSI KABARCIANJUR KINI BERPINDAH ALAMAT KE JL. NYI RADEN SITI BODEDAR NO. 42 KAUM CIANJUR (TV CIANJUR) WAKIL BUPATI SURANTO LAKUKAN PEMBINAAN APARATUR KECAMATAN DAN PUSKESMAS KECAMATAN CIPANAS USAI MERESMIKAN BAKSOS DI LK NU KAB CIANJUR YPI AL I’ANAH GELAR DISKUSI PUBLIK ISLAM BUKAN AGAMA TERORIS SDN LEMBURSITU DAN SDN PASIRHAYAM LAKSANAKAN UPACARA REPLEKSI HARI KARTINI,WAKIL BUPATI SURANTO DIDAMPINGI KETUA LKNU HADIRI PERINGATAN ISRO MI’RAJ MAJELIS TA’LIM ASSA’IDIYYAH CIPANAS DEWAN MASJID INDONESIA (DMI) KAB. CIANJUR GENCAR LAKUKAN PEMBINAAN MASJID DI KABUPATEN CIANJUR DPD PUI KAB CIANJUR DILANTIK PENGURUS DPW KESBANGPOL KAB. CIANJUR SELENGGARAKAN DIALOG WAWASAN KEBANGSAAN UNTUK MASYARAKAT UMUM DEWAN MASJID INDONESIA (DMI) KAB. CIANJUR BESERTA PENGURUS BKPRMI DAN BKMM HADIRI AUDIENSI DENGAN BUPATI CIANJUR DI PENDOPO KAB. CIANJUR H. YOSEP UMAR SELAKU KETUA DMI CIANJUR MENGAPRESIASI BUPATI CIANJUR YANG TELAH MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA 5000 MESJID IKUTI TERUS BERITA VIDEO TERKINI DI MEDIA ONLINE NO 1 WWW.KABARCIANJUR.COM  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

24 Perusahaan Nunggak Iuran BPJS

CIANJUR, [KC].- Sekitar 10 persen dari sekitar 240 perusahaan yang sudah mendaftarkan pada program Badan Penyelenggaran Jaminan Kesehatan dan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih nunggak iuran. Tunggakan perusahaan itu bervariatif mulai dari tiga bulan hingga lebih dari satu tahun.

Kepala Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, Drajat Heryatna mengungkapkan, pihaknya sudah berulangkali mengingatkan 24 perusahaan yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan itu untuk segera melakukan pembayaran. Hal itu sifatnya wajib harus segera dilaksanakan karena menjadi tanggungjawab perusahaan.

"Kami sudah tagih berkali-kali, tapi mereka sepertinya tidak ada itikad baik. Padahal mereka itu perusahaan yang memiliki pekerja mulai dari 100 hingga 500an pekerja. Kalau memang terpaksa, ya akan kita tempuh laternatif lain, kita ajukan proses secara hukum," kata Drajat, Jum'at (24/4/2015).

Secara terpisah, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Cianjur, Asep Saipul Malik juga membenarkan adanya perusahaan peserta BPJS Ketenagakerjaan menunggak iuran. Tidak hanya itu masih ada sejumlah perusahaan yang tidak memenuhi hak-hak nomatif para pekerja. beberapa perusahaanpun masih ada yang memberikan upah di bawah UMK yang sudah ditetapkan sebesar Rp 1.648.000,-.

"Atas dasar itulah sepertinya para pengusaha itu memilih Cianjur untuk berinvestasi, karena pekerjanya bisa dibayar murah dari daerah lainnya," kata Asep.

Hasil dari investigasinya, ada perusahaan di Cianjur yang mempekerjakan para pekerjanya melebihi jam kerja yang sudah ditentukan. Anehnya, kelebihan jam kerja tersebut tidak masuk dalam jam lembur sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami telah siapkan advokasi, jika sampai tiga kali surat peringatan kami tidak digubris, para pekerja akan turun ke jalan untuk kembali menuntut haknya. Ini mungkin langkah terakhir yang harus kami lakukan, jika secara baik-baik tidak digubris," pungkasnya  [KC-02/gp]**.


Pramuka Jauhkan Perilaku Negatif

CIANJUR [KC],- Kasus narkoba di wilayah Kabupaten Cianjur meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga dengan kasus kenakalan remaja lainnya seperti geng motor dan yang lainnya. Hal itu, menurut Herman Suherman salah satunya disebabkan oleh kurangnya kegiatan positif yang bisa dilakukan anak muda.

Herman selaku Wakil Ketua Keuangan Usaha Sarana, Mabicab Gerakan Pramuka Cianjur,  mengharapkan Pramuka mampu menjadi filter bagi anak muda, agar tidak mudah terbawa arus melakukan perilaku negatif. Hal itu disampaikan Herman seusai pembukaan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandea Putera dan Putri (Muspanitera), ke XIV Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cianjur di aula kantor Kwarcab Jalan Raya Rawa Bango Karangtengah, Jumat (4/24/2015).

Herman menambahkan, seluruh anggota pramuka di Cianjur harus menjadi garda terdepan dalam memantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan. “Harus menjadi agen dan pelopor pembangunan melalui karya-karya nyata," imbuh Herman yang juga Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021.

Menurutnya Pramuka harus terus meningkatkan prestasi dan menyiapkan generasi muda penerus secara berkelanjutan. “Sehingga mereka siap mengganti dan melanjutkan kepemimpinan maupun pembangunan negeri ini,” kata HermanMenurut Herman, sebagai generasi penerus, segenap anggota Pramuka bersama-sama seluruh komponen masyarakat, berkewajiban mengisi pembangunan dengan kegiatan-kegiatan yang konstruktif dan bermanfaat [KC.13/DEN]***

Jumatan Keliling, Herman Dengar Keluhan Warga Pamoyanan

CIANJUR [KC],- Warga RW 14 Salakopi Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur Kota mendukung  H Herman Suherman  menjadi Calon Bupati Cianjur  periode 2016-2021. Dukungan tersebut disampaikan warga saat Herman datang bersilaturahmi ke rumah Ketua RW 14 , Usep Wahyudin (Abon), usai melaksanakan jumat keliling (jumling), di Masjid Al-Ikhlas,  Jumat (4/24/2015).

"Insya Allah, kami mendukung Bapak Herman. Mudah-mudahan  Bapak terpilih menjadi Bupati Cianjur , Amiin," kata Ketua  RW 14  Usep  , mewakili para pemuda Karangtaruna, tokoh masyarakat yang hadir.

Dalam pertemuan itu,  Herman  minta restu kepada warga , terkait pencalonannya sebagai Calon Bupati Cianjur dalam Pemilukada yang digelar  9 Desember mendatang.Herman dalam visi dan misinya berjanji akan melakukan perubahan-perubahan jika nanti dirinya terpilih menjadi Bupati Cianjur periode 2016-2021.

Herman yang didampingi tim pemenangan,  banyak mendapat masukan dari warga.  Di antaranya  keluhan jalan rusak, banjir, fasum, lapangan pekerjaaan, gaji guru honorer hingga minimnya tempat pemakaman umum serta biaya pengobatan di rumah sakit bagi warga miskin.

Mendengar masukan tersebut, Herman dengan nada merendah bertekad akan melakukan perubahan seperti yang dikeluhkan warga Salakopi. “Insya Allah kalau ditakdirkan menjadi Bupati Cianjur, saya akan merealisasikan keluhan warga. Saya ingin Cianjur lebih maju dan agamis 2021,” imbuhnya. [KC.13/DEN]***

Sembilan SIswa Tidak Ikut UN Susulan

CIANJUR,  [KC].-  Dari 23 peserta Ujian Nasional (UN) susulan SMA/SMK yang dilaksanakan sejak Senin (20/4/2015) ternyata tidak seluruhnya hadir. Sembilan siswa tidak hadir dan tidak diketahui persis alasan ketidak hadirannya. Dipastikan mereka tidak akan lulus dari sekolahnya pada tahun kelulusan saat ini. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia UN, Jum'ati mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya UN susulan yang seharusnya diikuti oleh 23 iswa itu hanya diikuti oleh 14 siswa. Mereka berasal sari SMK sebanyak 9 orang dan dari SMA sebanyak 5 orang.

"Seharusnya yang mengikuti UN susulan itu dari SMK sebanyak 13 orang dan dari SMA sebanyak 10 orang. Tapi dengan alasan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ternyata untuk SMK sebanyak 4 siswa tidak hadir dan untuk SMA sebanyak 5 siswa yang tidak hadir," kata Jum'ati, Jum'at (24/4/2015).

Jum'ati menegaskan, pelaksanaan UN susulan sebenarnya merupakan kesempatan emas bagi para siswa yang pada saat UN tidak bisa ikut. Meski tidak menjadi dasar utama kelulusan siswa, UN masih menjadi hal yang penting bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

"Pemerintah sudah memikirkan jika pada pelaksanaan UN ada yang tidak hadir dengan berbagai alasan, makannya ada yang namanya UN susulan. Tapi kalau ternyata kesempatan itu tidak juga dimanfaatkan oleh para siswa, dengan sendirinya siswa yang bersangkutan itu tidak mau lulus sekolahnya," katanya.

Diakuinya, dalam kelulusan tahun ini, UN tidak menjadi satu-satunya pertimbangan bagi sekolah untuk meluluskan siswanya atau tidak. Namun dengan adanya UN masih menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan belajar siswa. 

"Memang benar UN tahun ini tidak menjadi dasar kelulusan, tapi paling tidak dengan adanya UN sekolah juga bisa mengetahui sejauh mana kemampuan para siswanya dan keberhasilan proses belajar mengajar yang selama ini dilaksanakan. Walaupun kelulusan itu dikembalikan kepada sekolah yang lebih mengetahui kemampuan anak didiknya," papar Jum'ati.

Pelaksanaan UN susulan di Kabupaten Cianjur berlangsung lancar. Hanya sejumlah siswa saja yang tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas. "Kalau pelaksanaanya secara umum berjalan lancar sebagaimana yang kita harapkan," tegasnya [KC-02]**.

Herman : Dorong Kualitas Layanan PDAM Tirtamukti

CIANJUR, [KC],- Meski mulai banyak undangan dari berbagai kelompok masyarakat terkait pencalonannya sebagai Bupati Cianjur. Herman Suherman tidak meninggalkan tanggung jawab utamanya sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur.

Seminggu terakhir ini, Herman mengunjungi setiap kantor cabang PDAM di wilayah Cianjur. Tujuan kunjungan untuk melaksanakan pembinaan agar pelayanan pelanggan atau konsumen air bersih meningkat.“ Peningkatan pelayan penting dilakukan agar PDAM dipercayadan terus berkembang pada masa yang akan datang,” kata Herman seusai kunjungan kerja ke kantor PDAM Cabang Pacet Cianjur, Kamis (4/23/2015). 

Menurut Kang Herman panggilan akrabnya, manejemenPDAM  diharapkan dapa tmeningkatkan pelayanan masyarakat, khususnya  pelayanan  air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Herman mangaku, berdasarkan laporan soal kinerja, semua karyawan  PDAM kinerjanya sudah bagus. Meski begitu, penilaian tersebut harus lebih ditingkatkan. “Kita jangan merasa bagus kinerja, kita tetap harus lebih meningkatkan kinerja lagi,” tuturnya. 

Herman juga berpesan kepada semua karyawan, agar mensosialisasikan program-program pelayanan PDAM. Di antaranya, pelayanan sambungan air kepada ibu hamil, jompo dan menyusui secara gratis. Selain itu, memberikan biaya murah untuk pemasangan sambungan baru. Biaya sambungan baru yang sebelumnya mencapai Rp 940.000, padatahun 2015 menjadi hanyaRp 200.000.

Biaya murah sambungan baru PDAM tersebut berlak uuntuk semua masyarakat tanpa terkecuali. Pemasangan akan dilayani jika di daerah pemohon terlayani sambungan pipa PDAM.

"Ini sebagai upaya kita memberikan layanan kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kalau sebelumnya pasang sambungan air PDAM itu mahal, sejak 2015 ini tidak lagi. Hanya dengan Rp 200.000, masyarakat bisa menikmati layanan sambungan air bersih dari PDAM,” imbuh Herman yang akan maju di Pilkada sebagai Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021. [KC.13]***

Setelah 16 Tahun, Akhirnya Ujang Bisa Berobat

CIANJUR, [KC],- Sakit akibat kecelakaan kerja yang dialami Ujang Suryana (44), selama 16 tahun, akhirnya bisa ditangani secara medis, setelah mendapatkan bantuan dari Bakal Calon Bupati Cianjur. H Herman Suherman, Warga Kampung Cangklek RT 03 RW 01 Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur ini mengalami sakit pada kedua kakinya. “Ujang merupakan salah satu korban terkena sengatan listrik kabel telepon  tahun 2004 silam,” kata Fajar Kasih  Putra, orang tuaUjang mengisahkan.

Menurut Fajar, ketikai tu Ujang bersama kedua saudaranya mendapatkan pekerjaan pemasangan kabel telepon di wilayah Cianjur. Pekerjaannya, pemasangan kabel di tengah pesawahan. “Saat bekerja, tidak ada masalah lancar-lancar saja,” tuturnya.

Dia menerangkan, saat melaksakan pekerjaan. Kabel telepon yang sebelumnya disimpan di atas sawah, tiba-tiba jatuh dan menimpa ketiganya yang sedang bekerja. “Karena kabel telepon ada aliran listrik berkekuatan tinggi, sehingga langsung menyengat tiga orang. Dua orang langsung meninggal, sementara Ujang selamat. Meski Ujang tidak sadarkan diri selama 4 jam,” tuturnya.

Meski selamat, papar Fajar, Ujang mengalami cacat fisik. Kedua kakinya melepuh dan hingga kini masih mengeluarkan cairan. “Ujang harus merasakan pedih selama 16 tahun ini,” tuturnya.

Fajar mengaku, selama ini Ujang tidak memeriksakan diri kerumah sakit atau dokter, karena mengingat biaya yang besar.Untuk mengobati lukanya itu, hanya menggunakan salep. “Kami tidak bisa membawa Ujang ke RSUD, karena kami merupakan keluarga miskin,” imbuhnya.

Sementaraitu, Calon Bupati Cianjur periode 2016-2021, Herman Suherman yang mengetahui kondisi Ujang, langsung mendatangi rumahnya. Didampingi tim kesehatan yang sudah dibentuk, Ujang langsung mendapatkan pertolongan medis. “Melihat kondisi Ujang, saya terharu. Meski merasakan sakit yang lama, Ujang tetap tegar menghadapinya,” imbuhnya.
Herman langsung memerintahkan tim kesehatan, agar membawa Ujang ke RSUD Cianjur untuk diperiksa kesehatannya. “Saya bantu semua pengobatanUjang, saya ingin Ujang sembuh,” pungkasnya. [KC.13/Den]***

Memaknai Hari Kartini, Kaum Perempuan PGRI Cianjur Bertekad Tekan Tindak Kekerasan Pada Anak dan Perempuan

CIANJUR, [KC].- Berbagai cara dilakukan untuk memaknai hari Kartini. Tujuannya untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak kaum perempuan bisa memiliki kesempatan yang sama untuk membangun bangsa tanpa harus melupakan kodratnya sebagai peremuan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur. Memaknai peringatan Hari Kartini ke 136 mereka menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para guru dan masyarakat.

Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini Kabupaten Cianjur,  N. Sukarsih mengatakan, peringatan hari Kartini dilaksanakan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini juga sebagi momentum dalam memotivasi kaum perempuan untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan disegala bidang.

"Peringatan hari Kartini tahun ini adalah sebagai bentuk apresiasi terhadap kaum wanita. Dengan hari Kartini kita hapuskan kekerasan terhadap anak dan perempuan , wujudkan guru perempuan cerdas berkepribadian dan bermartabat," kata prempuan yang akrab disapa Ambu, Kamis (23/4/2015).

Dikatakan Ambu, seiring dengan adanya emansipasi wanita, para kaum wanita telah mampu menempatkan diri wanita Indonesia sebagai pejuang yang tidak ingin dikatakan nomor dua terhadap para kaum laki-laki. Itulah salah satu bukti sikap tegas kaum wanita.

"Peringatan hari Kartini kita harus mampu memaknai, sehingga wanita Indonesia terus berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita," paparnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Reni Hermayati mengatakan, saat ini tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di Cianjur tergolong masih tinggi. Momen hari Kartini harus bisa dijadikan langkah awal para guru untuk turut berpartisipasi dalam menekan tindak kekerasan terhadap anak dan kaum perempuan.

"Kita terus berupaya mensosialisasikan kepada para guru dengan kegiatan-kegiatan seminar bahwa kita wajib melindungi anak-anak dan kaum perempuan terhadap tindak kekerasan. Jangan sampai ketika didekat kita terjadi hal seperti itu dibiarkan, ini yang tidak kita inginkan," kata Reni.

Dijelaskannya, momen hari Kartini harus bisa memberikan kontribusi dalam memberantas tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan. Perempuan saat ini harus mampu berbuat lebih baik lagi, namun jangan juga sampai melupakan kodratnya sebagai perempuan.

"Emansipasi perempuan saat ini sudah luar biasa. Banyak Kartini Kartini muda yang sudah memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Keterwakilan perempuan 30 persen dalam berbagai kegiatan nyaris terpenuhi. Ini menandakan bahwa perempuan saat ini sudah setara dengan kaum laki-laki. Banyak guru-guru perempuan yang berkualitas, tapi tetap harus bisa menempatkan bahwa kodratnya sebagai perempuan itu adalah ibu dari anak-anaknya," tegasnya.

Ketua PGRI Kabupaten Cianjur, Jum'ati mengapresiasi peringatan hari Kartini yang dimaknai dengan berbagai kegiatan. Perempuan saat ini jauh lebih maju dan memiliki kesempatan banyak untuk berkontribusi dalam pembangunan. Tidak hanya sebagai ibu, perempuan juga bisa sebagai seorang guru yang handal.

"Peringatan hari Kartini ini diharapkan bisa menjadikan motivasi bagi kaum perempuan kita untuk bisa lebih maju tanpa menghilangkan kodratnya sebagai perempuan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk berkontribusi dalam pembangunan, menjadi seorang guru merupakan salah satu kontribusi nyata yang diberikan kaum perempuan," kata Jum'ati [KC-02]**.

Dagang Sabu, Per Paket Raup Untung Rp 100 Ribu

CIANJUR, [KC].- Tertangkapnya tiga orang pelaku pengedar narkoba jensi sabu oleh Satuan Narkoba Polres Cianjur membuktikan bahwa Cianjur menjadi salah satu wilayah "Surganya" barang haram tersebut. Para pelaku seperti tidak jera meski ancaman hukuman berat menantinya jika tertangkap para penegak hukum.

Berdasarkan pengakuan pelaku pengedar sabu, NL dan RR di depan penyidik, keduanya mengakui memiliki 28 paket sabu. Menurut NL, masing-masing mengedarkan 14 paket sabu. Sedangkan RM yang merupakan teman sepermainan keduanya kerap diajak dan diminta menempel (menaruh paket sabu, red) di tempat tertentu.

"Saya baru ikut jualan sejak tiga minggu lalu. Ini yang kedua kalinya sebelum saya ditangkap tinggal tersisa 11 gram, yang lainnya sudah laku," kata NL.

Dari hasil penjualan itu, NL mengaku bisa meraup keuntungan pribadi Rp 100 ribu per paketnya. Sedangkan hasil keuntungan itu ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Untungnya baru kami dapatkan setelah barangnya habis semua, yang kedua ini kami belum dapat," jelas NL.

Sementara RR mengaku, dalam menjual barang dagangganya, setelah terjadi kesepakatan dalam komunikasi via telepon selular, para pengedar itu pun menyuruh konsumennya untuk menaruh uang di suatu tempat yang sudah disepakati. Kemudian, uang itu diambil oleh tersangka dan menggantinya dengan paket sabu yang dibeli dan sudah dibungkus menggunakan bungkus permen.

"Apa yang saya lakukan semuanya atas perintah dari WN yang ada di dalam Lapas Cianjur. Saya hanya melaksanakan saja. Saya sampai saat ini tidap pernah bertemu secara langsung dengan konsumennya," akunya [KC-02/gp]**.

Napi Lapas Kelas II B Cianjur Kendalikan Peredaran Sabu

CIANJUR, [KC].- Kasat Narkoba Polres Cianjur AKP Sugeng Heryadi mengakui berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepada para pelaku pengedar narkoba jenis sabu, terungkap pengakuan yang cukup mengejutkan. Dari pengakuan mereka kata Sugeng, barang haram itu dikendalikan dari seorang napi yang berada di Lapas kelas IIB Cianjur berinisial WB. Napi tersebut sebelumnya tersangkut kasus narkoba jenis ganja.

"Pengakuan para pelaku barang sabu itu dikendalikan dari Lapas  oleh WN. Ia merupakan napi kasus narkoba jenis ganja yang di vonis lima tahun, saat ini napi tersebut baru satu tahun menjalani hukumannya," kata Sugenang, Kamis (23/4/2015).

Mendapatkan pengakuan dari para pelaku, para petugas kepolisian itu bergegas mendatangi Lapas dan melakukan penangkapan terhadap WN. Dari tangan WN berhasil disita dua buah telepon selular yang selama ini dipakainya untuk berkomunikasi dengan ketiga pelaku yang menjadi anak buahnya dalam mengedarkan sabu di Cianjur.

"Sempat WN tidak mengakui, ia membantah, namun setelah kami temukan telepon selulernya dan kami cocokkan nomor yang dia pakai, WN tidak bisa mengelak lagi. Setelah itu kami interograsi ternyata ia mengaku bahwa sabu-sabu itu didapatnya dari seorang napi narkoba lainnya yang kini sedang mendekam di Lapas Klas I Cirebon," tegasnya.

Mendapatkan pengakuan bahwa sabu-sabu tersebut melibatkan jaringan antar kabupaten, pihaknya melakukan koordinasi dengan petugas kepolisian di Cirebon. "Kalau melihat alurnya, dimungkinkan melibatkan jaringan cukup besar. Apalagi ini yang mengendalikan antar napi Cirebon-Cianjur," kata Sugeng.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Atau dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar [KC-02/gp]**.

Satnarkoba Polres Cianjur Ringkus Tiga Pelaku Pengedar Sabu

CIANJUR, [KC].-  Tiga orang pelaku pengedar narkoba jenis sabu berhasil diringkus Satuan Narkoba Polres Cianjur setelah sebelumnya seorang petugas menyamar sebagai pembeli, Rabu (22/4/2015) malam. Selain mengamankan para pelaku pengedar barang haram, petugas juga berhasil menyita barang bukti (BB) berupa 11 gram sabu-sabu yang dikemas didalam bungkus permen mint merk Relaxa.

Berdasarkan hasil dari pengembangan atas tertangkapnya tiga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, sabu-sabu tersebut didapat dari seorang nara pidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Cianjur. Para pelaku dalam menjajakan barang haram itu ternyata tidak lagi bertemu langsung dengan pembeli melainkan menaruh paket sabu dan uang di suatu tempat yang sudah disepakati sebelumnya.

Ke tiga pelaku yang kini harus mendekam di sela tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yakni NL (22) warga Gang Rinjani 2 RT 02/RW 14, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, RR (22) warga Gang Kalimantan 3, Kampung Pamoyanan RT 10/RW 01, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur dan RM (22) warga Kampung Panembong RT 01/RW 01, Desa Limbangan Sari, Kecamatan Cianjur.

Kapolres Cianjur AKPB Dedy Kusuma Bakti melalui Kasat Narkoba AKP Sugeng Heryadi mengatakan, penangkapan terhadap tiga orang pengedar sabu-sabu tersebut bermula dari adanya informasi masyarakat. Setelah ditindak lanjuti informasi tersebut akhirnya mengarah kepada para pelku. Tanpa membuang waktu petugas yang telah melakukan pengintaian sebelumnya melakukan penyergapan.

"Semuanya bermula adanya informasi dari masyarakat yang memberitahukan ada dugaan terjadi transaksi narkoba. Kemudian kami tindak lanjuti dan setelah melakukan pengintai dan memastikan ada pelakunya, kami bergerak cepat dan melakukan penyergapan. Hasilnya kami berhasil menangkap NL dengan barang bukti lima paket sabu yang sudah dikemas dalam bungkus permen mint merk Relaxa," kata Sugeng didampingi Kanit 1 Satnarkoba Polres Cianjur, Bripka Sugeng, Kamis (23/4/2015)

Dengan ditangkapnya NL, polisi kemudian mengembangkan ke pelaku lainnya. Akhirnya kembali dalam waktu singkat berhasil menangkap RR di rumahnya dengan barang bukti sabu sebanyak lima paket yang masing-masing dibungkus dengan menggunakan plastik bening dan dimasukkan ke dalam sebuah bungkus rokok. Tidak lama berselang kembali polisi berhasil menangkap RM dirumahnya berikut barang bukti berupa sabu sebanyak dua paket siap edar.

Setelah ditimbang, dari sejumlah paket sabu yang berhasil di sita diketahui sebanyak 11 gram sabu-sabu. Selain sabu, polisi juga mengamankan lima buah telepon selular, sebuah alat hisap atau bong, dua buah korek api gas dan sejumlah plastik bening yang diduga digunakan untuk membungkus sabu.

"Kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kasus lainnya. Para pelaku ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Tidak menutup kemungkinan apa yang kami dapat kali ini terkait dengan bandar besar yang selama ini memasok narkoba ke Cianjur," tegas Sugeng [KC-02/gp]**.

Herman : Tenaga Medis di Daerah Perlu Ditambah

CIANJUR [KC],- Bakal Calon Bupati Cianjur, Herman Suherman berpesan kepada perawat harus bisa melayani  masyarakat dengan sebaik – baiknya, tanpa memandang status sosial seorang pasien.

"Setiap pasien yang dirawat merasakan kenyamanan selama perawatan, sehingga kesembuhan pasien cepat tersembuhkan," kata Herman seusai menghadiri kuliah umum  di Akademi Keperawatan Cianjur (20/04/15).
 
Di undang sebagai kafasitas Dirut PDAM, Herman didapuk untuk  memberi materi kuliah umum di Akper. Dalam kuliah umumnya, Herman  menyampaikan  perawat harus mampu menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk terlibat di kesehatan komunitasnya.

 "Masyarakat harus diposisikan sebagai mitra dalam kegiatan pengawasan kebutuhan gizi, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan penanganan akibat bencana," tuturnya.

Oleh karenanya, papar Herman,  tenaga perawat hendaknya dilengkapi dengan pengetahuan kepemimpinan dan manajerial untuk menjalankan fungsi pemberdayaan melalui kemitraan tersebut.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen untuk bersama – sama aktif dalam mengatasi masalah kesehatan guna mencapai tujuan percepatan pembangunan kesehatan," tuturnya.

Herman mengakui, jika ditakdirkan menjadi Bupati Cianjur lima tahun mendatang, pihaknya komitmen akan   meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan.
 
Selain itu, papar dia,  memperbaiki fasilitas dan pengadaan untuk pelayanan dasar kesehatan terutama untuk keluarga miskin serta kesehatan ibu dan anak. "
Memperbanyak tenaga medis terutama untuk daerah – daerah yang sulit dijangkau, serta memperbaiki kualitas lingkungan dan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat,” imbuhnya.[KC.13/den]***

Kepemimpinan Pembelajaran Abad 21

Secara terminologi pendidikan sering diartikan sebagai sebuah aktifitas belajar dan mengajar atau dapat juga disebut sebagai kegiatan instruksional. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap atau perilaku para peserta didik. Adapun tujuannya adalah agar mereka dapat mengembangkan  kemampuannya dalam menghadapi dunia nyata yang dihadapinya serta memiliki kemampuan dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya. Pendidikan dapat diartikan sebagai upaya memfasilitasi peserta didik agar mereka dapat belajar untuk tahu sesuatu, belajar untuk dapat melakukan sesuatu, belajar untuk dapat menjadi sesuatu serta belajar untuk dapat hidup bermasyarakat dalam harmoni. Dengan demikian, diharapkan mereka akan mampu menghadapi kenyataan serta permasalahan-permasalahan  kehidupan serta mencapai martabat tertingginya sebagai umat manusia.

Dalam praktiknya, kegiatan pembelajaran memerlukan kepemimpinan dari para kepala sekolah dan guru-guru. Peran kepala sekolah dalam hal ini adalah sebagai orang yang mengatur terselenggaranya layanan pendidikan secara keseluruhan dalam  lingkup sebuah lembaga pendidikan (sekolah), mulai dari menyusun perencanaan – jangka menengah dan jangka pendek, mengorganisasikan personeel sekolah dalam melakukan layanan terbaiknya, melaksanakan layanan pendidikan, mengendalikan seluruh personeel sekolah dalam melakukan layanan pendidikan dan mengevaluasi keterlaksanaan layanan pendidikan tersebut. Sementara itu,  peran guru merupakan pimpinan terdepan dalam terselenggaranya layanan pendidikan pada masing-masing kelas.

Seiring dengan berjalannya waktu, telah terjadi transformasi peran kepemimpinan kepala sekolah dan guru dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.  Hal tersebut terkait dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap mutu hasil pendidikan akibat cepatnya perkembangan teknologi. Sebagaimana ungkapan berikut ini:

“As educational leaders, classroom teachers, students and parents will agree, 21st century teaching carries with it acomplicated mix of challenges and opportunities. Challenges include the issues of teacher turnover, accountability, changing student populations and student expectations, mounting budget pressures, and intense demand to build students’ 21st century skills”. (www. blackboard.com, diunduh 13 Januari 2015).

Berdasarkan ungkapan di atas dapat disimpulkan bahwa  pengajaran pada abad 21 ini memiliki tantangan yang rumit dintaranya meliputi pendapatan guru, akuntabilitas pembelajaran, meningkatnya populasi siswa dan harapan mereka, tingginya tekanan biaya, serta intensifnya permintaan masyarakat akan lebih tingginya keterampilan yang harus dimiliki siswa dalam mengahadapi abad ini. Sementara itu, menurut Key (2011) pada dasarnya terdapat  empat dampak pendidikan yang harus dimiliki oleh para siswa untuk menjadi warga masyarakat di era ini (Key menyebutnya 4C). Keempat dampak itu adalah:  kemampuan berfikir kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi (communication), kemampuan berkolaborasi (colaboration), dan kreatifitas (creativity).  Jika dikaitkan dengan kurikulum 2013, keempat dampak di atas sebenarnya sangat sejalan dengan harapan dari diimpelementasikannya kurikulum 2013. 

Oleh karena itu, jika kita sebagai guru – yang juga pemimpin pembelajaran - menginginkan anak didik kita memiliki kompetensi sebagaimana disebutkan di atas, maka kesediaan kita mengimplementasikan kurikulum 2013 merupakan salah satu jawabannya. Artinya bahwa para pendidik dituntut untuk lebih kreatif dalam berinovasi dan mencari serta menerapkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang menarik, sedemikian rupa sehingga kegiatan pembelajaran tersebut mampu mendorong para siswa untuk dapat berfikir kritis, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu berkolaborasi serta kreatif.

Dari sisi kepemimpinan kepala sekolah, menurut Key, untuk dapat menghasilkan para siswa yang memiliki keempat  kompetensi sebagaimana disebutkan di atas,  maka seorang kepala sekolah perlu melakukan tujuh langkah sebagai berikut, yaitu:

  1. Mengadopsi visi sekolah;
  2. Membangun konsensus komunitas sekolah untuk senantiasa mengorientasikan layanan pendidikan  pada upaya pencapaian keempat kompetensi di atas;
  3. Mengorientasikan sistem sekolah terhadap upaya untuk menghasilkan hasil pendidikan yang memiliki empat kompetensi tersebut;
  4. Mengunakan keempat kompetensi di atas untuk membangun kapasitas profesional para guru;
  5. Memadukan keempat kompetensi tersebut dengan kurikulum dan penilaian;
  6. Menggunakan keempat kompetensi di atas  untuk mendukung guru;
  7. Melakukan pengembangan dan inovasi: Membangun organisasi dengan orientasi untuk mencapai keempat kompetensi tersebut di atas.


Selanjutnya, Downey dalam Jones (Eric Digest,  diunduh: 24 Januari 2009), telah mengindikasikan adanya empat peran kepala sekolah yaitu sebagai manajer bisnis, yaitu sebagai orang yang harus memiliki kemampuan-kemampuan teknis manajerial; sebagai pemimpin orang lain, yang harus memiliki kemampuan mengelola sumber daya manusia; sebagai pengembang kurikulum  yang menuntut kemampuan teknis edukasi; dan sebagai agen perubahan, yang menuntut adanya kemampuan kreatif yang spekulatif.

Sementara itu Everard (1984) dalam Everard dan Wilson (2004) menyatakan: “Manager is someone who: (1) Knows what he or she wants to happen and causes it to happen; (2) Is responsible for controlling resources and ensuring that they are put to good use; (3) Promotes effectiveness in work done, and a search for continual improvement; (4) Is accountable for the performance of the unit he or she is managing, of which he or she is a part; (5) Sets a climate or tone conducive to enabling people to give of their best”. 

Apabila pendapat di atas diterjemahkan secara bebas, maka artinya adalah kurang lebih sebagai berikut. Bahwa seorang manajer adalah seseorang yang: (1) memiliki pengetahuan  tentang apa yang mereka inginkan untuk terjadi dan memiliki cara supaya keinginan tersebut terjadi; (2) bertanggung-jawab untuk mengendalikan sumber-sumber dan menjamin pemanfaatn yang baik tehadap sumber-sumber tersebut; (3) mendorong efektifitas kinerja serta selalu mencari cara terhadap upaya peningkatan mutu berkelanjutan; (4) bertanggung-jawab terhadap kinerja unit yang menjadi tanggung-jawabnya di mana ia menjadi bagian daripadanya; (5) Menciptakan iklim yang kondusif yang dapat menjamin anggota organisasinya untuk menunjukan kinerja terbaiknya.

Perlu diingat bahwa baik kepala sekolah maupun guru pada dasarnya adalah seorang pemimpin dan juga sebagai seorang manajer, sehingga prinsip-prinsip sebagaimana telah penulis kemukakan di atas berlaku juga untuk mereka, oleh karena itu, atas dasar pendapat-pendapat sebagaimana telah penulis paparkan dapat disimpulkan bahwa, baik kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan, maupun guru sebagai pemimpin pembelajaran di dalam kelas - sebagai penyelenggara pendidikan pada abad 21 - dituntut untuk memiliki kemampuan lebih, dalam hal ini adalah kemampuan yang bukan sekedar untuk melakukan layanan pembelajaran dengan baik, melainkan harus ditambah dengan kemampuan-kemampuan lain yaitu kemampuan untuk berfikir jauh ke depan (visioner) dan adaptif terhadap berbagai perubahan bahkan mampu menjadi agen perubahan (inovatif dan kreatif). 

Dalam praktiknya, kepala sekolah di abad ini dituntut untuk: (1) mampu memberdayakan seluruh warga sekolah untuk secara bersama-sama menetapkan visi, misi dan tujuan sekolah sesuai dengan karakteristik dan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan; (2) mampu mengadopsi dan mengadaptasi berbagai perubahan terhadap visi, misi dan tujuan sekolah, termasuk diantaranya pemnafaatan teknologi informasi dalam pengelolaan sekolah; (3) mampu membuat perencanaan, baik jangka panjang, menengah maupun pendek, sesuai dengan kondisi nyata yang dimiliki oleh sekolah; (4) mampu mengorganisasikan seluruh warga sekolah agar dapat berkarya sesuai dengan kompetensi dan tugas pokok serta fungsi yang dimilikinya; (5) mampu berkomunikasi dengan baik dengan seluruh staf yang dipimpinnya, sehingga ia dapat  mengkomunikasikan program-program dan kebijakan yang dibuatnya guna mencapai visi, misi dan tujuan yang telah dibuat secara bersama-sama, serta mendengarkan keluhan-keluhan yang dihadapi oleh seluruh stafnya;  (6) mampu memotivasi seluruh warga sekolah agar dengan secara sadar dapat berbuat semaksimal yang mereka bisa dalam upaya untuk mencapai visi, misi dan tujuan  sekolah; (7) mampu mengendalikan dan mengevaluasi serta merecanakan tindak-lanjut hasil evaluasi terhadap kinerja organisasi.

Sementara itu, seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki: (1) kemampuan dalam membuat perencanaan pembelajaran dengan pendekatan yang dapat mendorong peserta didik untuk berfikir kritis, sistematis, kreatif, inovatif dan produktif; (2) kemampuan menggali dan menerapkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk berfikir dan berbuat kritis, sistematis, kreatif, inovatif dan produktif;  (3) kemampuan untuk melakukan penilaian yang dapat mengukur kemampuan hasil belajar peserta didik secara komperehensif, menyangkut aspek sikap, pengetahuan serta keterampilan; (4) memiliki kemapuan untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam merencanakan, melaksanakan serta melakukan penilaian hasil belajar siswa; (5) memiliki kemampaun adaptasi yang tinggi terhadap berbagai perubahan; (6) kemampuan memanfaatkan berbagai sumber dalam upaya untuk membelajarkan siswa. [KC]***


 
Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI