Penulis : Muhamad Zein Aka
Entrepreneur
AWAL tahun 2020 seluruh dunia terguncang oleh suatu penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus. Virus itu bernama corona atau Covid-19. Menurut ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suatu pertemuan di Jenewa seperti di kutip AFP, Selasa (11/02/2020), “Covid-19” merupakan singkatan dari ‘Co’ yang artinya ‘Corona’, ‘Vi’ yaitu ‘Virus’ dan “d” untuk ‘disease’ artinya penyakit, sedangkan “19” adalah tahun penemuannya di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember 2019.

Menurut beberapa referensi virus corona atau Covid-19 menyerang sistem pernafasan manusia. Mungkin kita pun masih ingat pada kerabat virus ini beberapa tahun lalu sebagai penyebab SARS dan MERS yang dinyatakan berasal dari hewan, lalu menular ke manusia.

Selain itu dampak virus corona atau Covid-19 ini sangat besar dalam kehidupan sosial bermasyarakat, di antaranya yaitu timbul rasa kecurigaan dan hilangnya kepercayaan terhadap orang orang yang ada di lingkungan ataupun seputaran kita maupun orang yang mungkin baru kita kenal.
Sbagai contoh pada saat kita belanja baik di warung klontongan ataupun di warung yang memiliki brand image pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak

Virus corona atau Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia dan terutama adalah Sukabumi sebagaimana terlihat dalam kehidupan sehari hari baik di kalangan atas ataupun menengah ke bawah seperti pengusaha property,  super market baik pedagang kelontong maupun para penjual di pasar lainnya. Mereka merasakan menurunnya daya beli masyarakat karena ketidaknyamanan serta ada aturan dari pemerintah seperti Mini Market dan super market diberlakukan aturan waktu buka tutupnya untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19.

Lalu sejak diberlakukannya peraturan dilarang ada perkumpulan seperti di masjid pada shalat berjamaah hanya beberapa orang yang hadir, sehingga masjid tampak sepi. Situasi inilah menimbuylkan kegelisahanapakah semua larangan yang telah di tetapkan semuanya bermanfaat karena di satu sisi sebagai umat islam, apabila masjid tidak ada orang yang shalat berjamaah, tidak adanya pengajian, tidak terdengar dzikir, maka tanpa sadar kita itu telah meninggalkan bekal menuju akhirat. Bukankah dengan adanya musibah, ujian, teguran kita seharusnya makin memenuhi masjid untuk berdzikir, berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT ?

Kegiatan yang dilaksanakan di masjid tentu bagi warga yang merasa dirinya sehat dan untuk pencegahan corona virus atau Covid-19 ini perlu kesadaran dan kekompakan masyarakat serta bila perlu memasang alat pengukur suhu tubuh ketika akan memasuki masjid.

Akhirnya, kita pasti akan kembali kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Jika waktu itu telah tiba maka tak seorang pun mampu mencegahnya. Namun, sebagai manusia kita pun harus berusaha untuk terhindar dari penularan corona virus atau Covid-19 dengan menerapkan kehidupan sehari-haru sesuai dengan anjuran pemerintah membatasi kehidupan sosial, jika tidak terlalu penting hindari kerumunan masa dan selalu menggunakan masker dalam bepergian baik yang sehat maupun yang sedang sakit, juga selalu membiasakan cuci tangan yang baik selama 20 detik dan memanfaatkan sebaik-baiknya.
CIANJUR,[KC],- Hujan deras yang melanda Kabupaten Cianjur selama bebeberapa hari ini membuat tanah bebukitan di kawasan Sukanagara longsor dan menimbun akses jalan propinsi serta hampir menimbun pengendara motor, beruntung pengendara motor selamat.

Dalam rekaman Video berdurasi 2 menit 34 detik terlihat pada saat tanah mulai longsor ada satu pengendara motor yang lewat dan tertimbun tanah, beruntung pengendara motor loncat dan mengamankan dirinya, sekalipun motor miliknya harus tertimbun.

Koordinator Tagana kecamatan Sukanagara, M Rusli yang berada dilokasi kejadian mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 16:30 WIB tadi. Menurutnya saat ini banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang terjebak di lokasi tersebut, belum diketahui ada korban jiwa atau tidak, matrial longsoran belum dibersihkan karena dikhawatirkan masih ada longsoran susulan. [KC.03]**


Dok Foto : Polsek Cugenang
CIANJUR,[KC],- Diberitakan sebelumnya, banjir bandang kembali terjadi di aliran Sungai Cianjur dan menghanyutkan 3 orang warga  di kawasan Galudra Kecamatan Cugenang Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 1 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal di areal pesawahan di kampung kuta cugenang, dan 2 lainnya hanyut terbawa arus.

Identitas Korban yang sudah ditemukan atas nama Ny Cua,(52) Warga Kampung Hargem RT. 03/02 Desa Galudra ecamatan Cugenang, sementara 2 masih hilang atas nama Dahlan,(46), dan Ny. Oom (50) ketiganya adalah petani dan warga Kampung haregem RT. 03/02 Desa Galudra Kecamatan Cugenang.

Kejadian itu berawal saat tujuh orang petani yang hendak pulang usai bertani menyebrang Sungai Cianjur. Saat mereka berada di tengah sungai, tiba-tiba arus air sungai meluap. Empat orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara tiga orang lainnya hanyut terseret arus sungai.

Kapolsek Cugenang, AKP L. Woro Wuryani,mengatakan ketiga korban terseret arus sungai di Kampung Sungai Okih Desa Galudra terjadi saat akan menyeberang sungai dan tiba tiba datang arus besar dan akhirnya terbawa arus.

" Ketiganya terseret ketika akan menyeberang sungai di kampung sungai okih desa galudra" katanya.

Pukul 14.00 Satu orang korban an. Ny. CUA ditemukan di sawah pinggir sungai Cianjur di kp. Kuta Desa Sarampad Kec. Cugenang dan 2 orang lagi masih dalam pencarian oleh pihak Polsek Cugenang, warga Desa Galudra, Tagana, Relawan dan BPBD di sepanjang sungai Cianjur.

Sementara korban yg ditemukan an. CUA langsung dibawa kerumahnya oleh keluarganya untuk diurus dan segera dimakamkan. [KC.03]**
CIANJUR[KC],- Banjir bandang kembali terjadi di aliran Sungai Cianjur dan menghanyutkan 3 orang warga  di kawasan Galudra Kecamatan Cugenang Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 1 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal di areal pesawahan di kampung kuta cugenang, dan 2 lainnya hanyut terbawa arus.

Pantauan kabarcianjur saat ini Tim BPBD Cianjur bersama relawan dan masyarakat sekitar sedang dalam pencarian korban, melalui pemantauan karena arus sungai masih besar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada data korban dan kronologis kejadian. [KC. 03]**
CIANJUR,[KC],- Korban hanyut terbawa arus saat menyeberang sungai di Desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur akhirnya ditemukan tim  SAR Bandung bersama Masyarakat di Nusa Dua Jangari Cianjur.

“Setelah melakukan upaya pencarian selama dua hari, tim berhasil menemukan jasad korban. Ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB ” ujar Rudi, Kepala seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Kamis (9/4).

Rudi mengungkapkan, jasad korban ditemukan sejauh 35 kilometer dari titik awal korban hanyut.
 “Korban yang yang merupakan warga Desa Benjot Kecamatan Cugenang, jasad nya ditemukan sejauh 35 kilometer dari titik awal hanyut,” ucapnya.

“Sekarang jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” tuturnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan, dalam upaya pencarian korban, tim dibagi dalam empat kelompok. Namun arus sungai yang deras cukup menyulitkan petugas dalam pencarian.

“Ditambah hujan deras selama beberapa jam setiap harinya. Petugas jadi kesulitan karena arus sungai deras. Tapi alhamdulillah sudah berhasil ditemukan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasangan suami istri  hanyut terseret arus sungai saat tengah menyebrang di dekat sentral pembangkit listrik Kampung Gintung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Selasa (7/4/2020).

Ae (45) berhasil selamat setelah tubuhnya tersangkut batang bambu yang melintang. Sementara suaminya, Budi (46) hilang terbawa arus banjir bandang sungai cianjur. [KC. 10/Net]**