Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Judi Adhinugroho: Harga Daging Ayam Diperkirakan Lebaran Haji Akan Normal

CIANJUR, [KC].- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Cianjur mengaku tidak bisa berbuat banyak menyikapi mahalnya daging ayam disejumlah pasar tradisional di Cianjur. Bahkan daging ayam tersebut Senin (1/9) sempat tembus harga Rp 40 ribu per kilogramnya.
‎​Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kab. Cianjur Judi Adi Nugroho mengatakan, mahalnya daging ayam broiler di pasar tradisional tersebut akibat pasokan berkurang dan produksi ayamnya berkurang.
"Sebabnya karena panen sekarang merupakan dampak dari awal setelah lebaran, di mana awal lebaran bibit ayam (DOC) nya agak mahal, dan peternak banyak yang libur pegawainya karena masih merayakan lebaran," kata Judi saat dihubungi dikantornya, Senin (1/9)
Dikatakan Judi, akibat terlambatnya pembibitan pasca lebaran, berdampak luas kepada pasokan dan produksim "Masa panen ayam itu mulai 35 hari, jadi kalo kita menghitung ke belakang kurung lebih pas lebaran dan sesudah lebaran dimana jalur distribusi juga macet dimana-mana," katanya.
Selama ini pasokan kebutuhan daging ayam di wilayah Cianjur dipasok oleh peternak di Cianjur. Pasokannya pun mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. "Cianjur dipasok dari Cianjur, malahan surplus produksi Cianjur hingga keluar daerah. Hany saat ini kebetulan telat produksinya, jadi membuat pasokan berkurang," jelasnya.
Berdasarkan pantauan pihaknya, harga daging ayam disejumlah pasar berkisar Rp 35-36 ribu per kilogramnya. "Harga daging ayam yang melambung bukan di Cianjur saja tapi umumnya merata di daerah lain juga melambung harganya di atas Rp 30 ribu perkilogramnya," katanya.
Pihaknya berharap, melambungnya harga ayam bisa segera turun seperti biasa. Saat ini selain konsumsi daging ayam menurun, pedagang daging ayam juga mengalami penurunan pendapatan. "Mudah-mudahan rayagung (Idul Adha) harganya bisa turun kembali ke harga normal. Ini juga bukan akibat permainan peternak, memang kondisi saat ini harga daging ayam lagi naik dan merata di kabupaten/kota lain juga sama," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Akibat mahalnya harga daging ayam, sejumlah pedagang disejumlah pasar tradisional di Cianjur lebih memilih menutup usahanya. Mereka kebingungan untuk menjual daging ayam akibat tingginya harga.
"Bingung ngejualnya, banyak masyarakat yang biasanya membeli daging ayam, mereka mengurungkan setelah tahu harganya mahal. Makanya untuk sementara kami lebih memilih tidak berjualan," kata Asep (36) seorang pedagang ayam di Pasar Muka Cianjur.

Para pedagang menduga, mahalnya harga daging ayam tersebut akibat ulah para peternak ayam. Sebab setiap jari harga daging ayam selalu mengalami kenaikan. "Kami hanya menduga ini sengaja dimainkan, kalau terus seperti ini kami para pedagang semuanya bisa saja mogok berjualan," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!








Manajemen Lumba-Lumba Bantah Buang Air Laut ke Selokan Warga

CIANJUR, [KC].- Pihak manajemen pertunjukan lumba-lumba membantah kalau pihaknya sengaja membuang air laut bekas kegiatan pertunjukan lumba-lumba kesaluran yang dipakai oleh warga hingga mengakibatkan ikan dikolam warga pada mati. Pihaknya membuang air laut tersebut keareal parkiran dan tidak sengaja sampai kesaluran air yang digunakan oleh warga.
"Itu hanya rembesannya saja, tidak betul kalau kami membuang sengaja ke saluran air itu. Kami tahu diri, apalagi dibawah dilingkungan warga banyak kolam ikan," kata Uus Nasrulloh (30) perwakilan dari manajer tekhnik lumba-lumba saat ditemui, Senin (1/9/2014).
Kalaupun rembesan air laut tersebut menyebabkan matinya ikan warga, pihaknya sudah langsung pro aktif dengan memberikan ganti rugi. "Itu tidak disengaja, lagian kita sama ketua RW dengan warga yang terkena dampak yang ikannya mati sudah selesai. Kami akan memberikan ganti rugi. Kenapa malah muncul masalah ini kepada wartawan, siapa yang bilang, kan sudah selesai, tidak ada masalah lagi," kata Uus.
Dalam pelaksanaan kegitan pertunjukan lumba-lumba UUs, mengaku sudah menempuh prosedur yang sesuai, termasuk mendapatkan ijin dari lingkungan. "Perijinan kita sesuai, kita juga mendapatkan ijin dari lingkungan, kita juga bayar pajak," katanya.
Ketua RW 14 Kampung Salakopi, Usep Wahyudi (50) mengaku, dengan adanya kejadian yang berdampak kepada warga, kedepanya ia akan lebih selektif dalam memberikan rekomendasi ijin lingkungan terhadap setiap kegiatan, apalagi menghadirkan jumlah pengunjung banyak.
"Dengan kejadian ini, kedepan kita akan selektif, kalau pihak penyelenggara tanpa ijin wil RW 14, kalau tidak datang kita tidak akan memberikan ijin. Kejadian ini merupakan pelajaran buat kita semua," katanya.

Diakuinya, selama ada kegiatan pertunjukan lumba-lumba yang berlangsung sekitar 1,5 bulan banyak keluhan masyarakat yang diterimanya. Keluhan tersebut salah satunya dampaknya mengakibatkan suara bisisng. "Waktu awal kegiatannya bertepatan saat bulan puasa, banyak warga yang mengaku terganggu dengan aktivitas pertunjukkan itu," katanya. Memang kalau dari segi keamanan dan ketertiban tidak ada masalah," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





Ikan Gurame Mati, Dahlan Gagal Persembahkan Buat Cucu Yang di Khitan

KEINGINAN untuk memberikan ikan gurame pada acara khitanan cucunya pupus sudah. Setelah kolam ikan tempat untuk membesarkan ikan gurami tersebut airnya tercampur dengan air laut bekas pembuangan pertunjukan lumba-lumba di parkir Hypermart Cianjur hingga mengakibatkan dua ekor ikan gurame seberat 9 kilogram mati.
Demikian yang dialami Dahlan (66), salah seorang warga Kampung Salakopi RT 02/RW 14 Kelurahan Pamoyanan Kec/Kab. Cianjur yang kolam ikannya terdampak langsung pembuangan air laut bekas pertunjukan lumba-lumba. Kolam ikan Dahlan merupakan yang paling dekat dengan lokasi pembuangan air laut.
"Tidak hanya ikan yang mati, air sumur juga tercemar, rasanya jadi asin seperti air laut dan menjadi bau," kaa Dahlan saat dijumpai dirumahnya, Senin (1/9/2014).
Menurut Dahlan, air laut bekas pertunjukan lumba-lumba itu diketahui dibuang sekitar pukul 01.00 WIB. Awalnya ia tidak curiga, kalau air laut tersebut mengakibatkan ikan dikolamnya menjadi mati. "Waktu mau ke air, untuk sholat subuh saya melihat ikan saya sudah mengambang dan mati, saya baru tersadar," katanya.
Sedianya ikan yang sudah ditanam sejak lima tahun lalu itu akan buat hajatan sunatan cucunya di Bekasi pada bulan September sekarang. "Ya apa boleh buat, hajatannya sekarang saja di goreng. Saya hanya minta pihak pengelola atraksi lumba-lumba agar bertaggungjawab. Selama ini tidak pernah ada sosialisasi. Saya juga sudah lapor ke RW," katanya.
Ketua RW 14 Kampung Salakopi, Usep Wahyudi (50) mengaku sudah mengkomunikasikan masalah matinya ikan-ikan warga yang diakibatkan tercemar air laut dari kegiatan pertunjukan lumba-lumba. Pihak pengelola lumba-lumba sudah sepakat untuk memberikan ganti rugi kepada warga.
"Sudah ada kesepakatan, akan ada penggantian antara warga dengan lumba-lumba. Sudah saya tanyain, masyarakat juga sudah ditanyaian, akan diganti saja. Saya sudah berkomunikasi," kata Usep saat ditemui dirumahnya.
Hasil dari laporan warga, ada sekita 5 kolam yang ikannya pada mati. Ikan yang mati tersebut terdiri dari ikan lele, nila dan gurame. "Jumlahnya sekitar 35 kilogram," katanya [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Diduga Tercemar Air Laut Bekas Pertunjukan Lumba-Lumba, Ikan di Kolam Warga Mati

CIANJUR, [KC].- Puluhan kilogram ikan di kolam milik warga di Kampung Salakopi RT 02/RW 14 Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan/Kab. Cianjur pada mati, Senin (1/9g2014). Matinya ikan-ikan milik warga tersebut diduga akibat air kolam mereka tercemar air laut bekas pembuangan air yang dipakai untuk pertunjukkan Lumba-lumba di halaman parkir Hypermart tidak jauh dari perkampungan.

Menurut penuturan Lili (48), matinya ikan-ikan dikolam milik warga tersebut diketahui sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu ia mendapatkan kabar dari tetangganya yang bernama Dahlan (66) yang memberitahukan ikan dikolamnya pada mati. Ia terkejut saat melihat menyaksikan ikan-ikan dikolamnya sudah mengambang.

"Kaget juga saat melihat ikan-ikan sudah pada ngambang dan mati. Biasanya tidak pernah seperti ini. Ternyata airnya berubah asin, akibat pembuangan air laut bekas pertunjukkan lumba-lumba," kata Lili saat ditenui dirumahnya.

Tidak hanya miliknya, kolam-kolam milik warga yang memanfaatkan air dari selokan di jalur Hypermart juga mengalami hal yang sama. "Kayaknya semua kolam yang memanfaatakan air dari selokan Hypermart, ikannya ada mati semua. Airnya berubah menjadi asin. Kita sudah laporkan masalah ini ke ketua RT," kata Lili yang mengaku sekitar 5 kilogram ikan nila dan lelenya semua mati.

Ketua RT 02/RW 14 Kampung Salakopi, Dede Saepul Anwar (44) mengakui, matinya ikan-ikan dikolam warga akibat pembuangan air laut bekas pertunjukan lumba-lumba yang bercampur dengan air yang biasa digunakan warga. Bahkan ikan dikolam miliknya juga tidak luput, semuanya pada mati.

"Yang lapor dan terdata sekitar tujuh orang termasuk milik saya, yakni kolam milik Dahlan (66), Ilyas (90), Anda (52), Bakri (75), Piyan (35) H. Suparman (75). Ada yang sampai 10 kilogram ikannya yang mati," katanya.

Ikan yang mati milik warga tersebut diantaranya ikan lele, gurame dan nila. "Kita atas nama warga meminta tanggungjawab dari pihak pengelola kegiatan pertunjukan lumba-lumba. Kita sedang upayakan untuk mendapatkan ganti rugi," kata Dede [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Daging Ayam Mahal, Pedagang Banyak Yang Tutup

CIANJUR, [KC].- Akibat mahalnya harga daging ayam, sejumlah pedagang disejumlah pasar tradisional di Cianjur lebih memilih menutup usahanya. Mereka kebingungan untuk menjual daging ayam akibat tingginya harga.

"Bingung ngejualnya, banyak masyarakat yang biasanya membeli daging ayam, mereka mengurungkan setelah tahu harganya mahal. Makanya untuk sementara kami lebih memilih tidak berjualan," kata Asep (36) seorang pedagang ayam di Pasar Muka Cianjur.

Para pedagang menduga, mahalnya harga daging ayam tersebut akibat ulah para peternak ayam. Sebab setiap jari harga daging ayam selalu mengalami kenaikan. "Kami hanya menduga ini sengaja dimainkan, kalau terus seperti ini kami para pedagang semuanya bisa saja mogok berjualan," katanya.

Hal senda jiga diungkapkan oleh pedagang lainya, kenaikan harga daging ayam dirasakan sangat merugikan para pedagang. Akibat harga mahal, para pembeli juga menurun drastis.

"Ayam itu kami terima per kilonya saat ini sudah mencapai Rp 24 ribu, belum termasuk ongkos motong dan bersihin dan transportasi. Mau dijual berapa, tentu kalau kita jual murah, sebagai pedagang tidak akan ada yang mau merugi," kata Suparman (40).

Seharusnya harga idial jual ayam itu berkisar antara Rp 26 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnyam "Harga sekarang itu melebihi harga ketika sedang marema. Makanya para pedagang lebih memilih tidak berjualan daripada rugi," katanya.

Dewi Anggriani (26) seorang ibu muda asal Pabuaran Cianjur itu mengaku kesulitan mencari daging ayam. Kalaupun ada harganya jauh lebih mahal.

"Sulit dapatnya, tadi sudah muter-muter, tapi dapat juga akhirnya. Tapi harganya mahal, makanya hanya beli setengah kilo, tadinya mau beli satu kilo," kata ibu yang juga seorang guru itu.

Selaku masyarakat hanya bisa berharap, harga daging ayam bisa kembali normal. Karena kebutuhan daging ayam sangat dibutuhkan oleh masyarakat. "Inginnya kembali seperti semula, mudah didapat dan harga terjangkau. Tidak seperti sekarang, sulit dan mahal," harapnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

UPTD Disdukcapil Tinggal Tunggu Keputusan Bupati

CIANJUR, [KC].- Untuk memudahkan pelayanan masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur berencana membuat 6 Unit Pelayanan Tekhnis Daerah (UPTD) yang tersebar berdasarkan wilayah. Usulan UPTD tersebut sudah masuk menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh.

"Sempat terjadi perdebatan mengenai usulan UPTD ini ketika masuk dibagian organisasi. Kami berbeda pendapat, tapi setelah melalui perjuangan, akhirnya ususlan kami dikabulkan, saat ini tinggal menunggu SK dari bupati," kata Plt Sekretaris Disdukcapil Kab. Cianjur Aca Kurniawan saat dihubungi, Minggu (31/8). 

Dikatakan, Aca, keberadaan UPTD sangat dibutuhkan sebagai upaya pendekatan terhadap pelayanan masyarakat. "Kalau dulu pembuatan KTP, KK dapat dilaksanakan di kecamatan, UPTD tidak dibutuhkan. Tapi setelah undang-undang mengamanatkan pembuatannya di kantor Disdukcapil, UPTD sangat dibutuhkan," katanya.

Tidak adanya UPTD membuat masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan pembuatan KTP, KK harus datang sendiri ke kantor Disdukcapil. Selain membutuhkan waktu yang lebih panjang, juga membutuhkan biaya yang lebih banyak.

"Kalau masyarakat yang tinggal diseputaran kota mungkin tidak banyak masalah. Tapi bagi masyarakat yang tinggal di Cianjur bagian selatan tentu ini akan menjadi masalah. Utamanya masalah waktu dan biaya," katanya. 

Dengan adanya UPTD pelayanan akan bisa lebih maksimal. Masyarakat juga bisa lebih hemat. "UPTD itu harus segera terealisasi, dengan adabya UPTD masyarakat bisa datang langsung ke UPTD terdekat diwilayah jika ingin mendapatkan pelayanan KTP maupun KK, tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil," tegasnya.

Pihaknya mengharapkan UPTD Disdukcapil itu bisa terealisasi pada awal tahun 2015 mendatang. Keberadaanya sudah tidak bisa ditunda lagi sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

"Dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) kita sudah siap, demikian juga dengan perelengkapan. Kita tinggal menunggu pengesahan saja. Nantinya kalau sudah tinggal membagi wilayah. Ada 6 wilayah UPTD berdasarkan jumlah kecamatan yang ada," katanya [KC-02]**. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!




Ratusan Siswa SMA Ikuti Seminar IT

CIANJUR, [KC].- Ratusan siswa-siswi dari berbagai SMA/SMK yang ada di Kabupaten Cianjur mengikuti seminar Ilmu dan Tekhnologi (IT) yang dilaksanakan di gedung Assakinah, Jalan KH. Abdullah bin Nuh kemarin

Panitia Penyelenggara Agam Supriyatna, mengatakan, seminar IT tersebut sengaja diadakan untuk merangsang siswa siswi lebih giat dalam melaksanakan kerja OSIS, serta dapat memiliki kemampuan lebih dalam suatu bidang tertentu seperti bidang ITM

"Kedepannya apabila siswa siswi sudah mempunyai keahlian dibidang IT maka secara otomatis akan memperoleh penghasilan sendiri dari keahlian yang telah dimiliki," kata Agam seraya menambahkan kalau seminar tersebut mengjadirkan nara sumber yang ahli di bidangnya.

Salah satu materi yang diberikan diarnya tentang bagaimana siswa membuat, mengelola suatu blog dengan menuangkan berbagai ide kemudian dikemas dalam produk seperti e book, software dan video Ssyuting.

‎​Sementara Ketua OSIS SMA 2 Cianjur Muh Diki Jaelani mengharapkan agar semua anggotanya dapat meningkatkan kinerja melalui kegiatan seminar yang telah dilaksanakan tersebut.

"‎​Mudah-mudahan di era globalisasi ini mereka tidak lagi buta internet dan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk hal yang bermanfaat, bukan malah sebalikan" harapnya.

Adit kelas 12 dari SMAN 2 selaku peserta sangat merespon kegiatan seminar IT. Pihaknya berharap kegiatan serupa bisa sering dilaksanakan sehingga dapat semakin menguasai ilmu tekhnologi yang begitu besar manfaatnya untuk kehidupan manusia pada umunya.

‎​"Berbagai macam informasi dan tekhnologi akan terserap dengan baik apabila kami tahu ilmunya. Kami berharap kegiatan seperti ini sering dilaksanakan dengan nara sumber yang kompeten dibidangnya," harapnya [KC-02/y]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Terkait Longsor Yang Tewaskan Siswa SMP 6 Cikadu, Polisi Panggil Dua Orang Saksi

CIANJUR, [KC].- Polsek Cibinong memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan terkait longsor yang menimpa tiga orang siswa SMP 6 Cikadu saat tengah mengumpulkan pasir, Jum'at (29/8). Dalam peristiwa tersebut ketiga siswa itu meninggal dunia tertimbung longsor.
Kapolsek Cibinong AKP Iwan mengatakan, kedua orang saksi yang dimintai keterangan tersebut merupakan rekan korban yang diduga mengetahui persis terjadinya longsor. "Kedua saksi yang kami panggi untuk didengar keterangannya merupakan rekan korban dan saat kejadian sedang berada dilokasi," kata AKP Iwan saat dihubungi, Sabtu (30/8).
Dari keterangan saksi terungkap, bahwa siswa yang menjadi korban longsoran tebing setinggi 8 meter itu yang masih aktif sekolah hanya satu orang korban. Sedangkan dua korban lainnya kemungkinan DO dari sekolahnya.
"Yang sekolah di SMP 6 Cikadu itu hanya satu orang atas nama Purnama (14) siswa kelas 2, sedangkan dua rekannya sudah tidak sekolah, bahkan satu diantaranya telah memohon SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) untuk melamar kerja," katanya.
Kapolsek juga menampik kalau lokasi tempat mengambil pasir para korban merupakan lokasi galian pasir. Tanah tersebut merupakan tanah milik masyarakat yang berbatasan dengan tanah milik Perum Perhutani.
"Anak-anak yang menjadi korban itu bukan berada dilokasi galian pasir, tapi ditanah masyarakat biasa. Mereka baru tiga hari mengumpulkan pasir untuk dijual kepada masyarakat. Itupun atas inisiatif mereka sendiri," jelas Kapolsek.
Hasil pengakuan dua saksi yang dimintai keterangan, sebelumnya para bocah itu telah menjual pasir yang mereka kumpulkan seharga Rp 10 ribu dan dibagi-bagi hasil penjualanya. "Kalau dilihat dari lokasinya saja, sangat terjal dan sulit. Mereka menggunakan bekas kaleng biskuit untuk mengangkutnya kejalan yang berjarak sekitar 50 meter dengan medan yang terjal dan cukup sulit. Saya saja menuju lokasi ngos-ngosan," kata Iwan.
Atas terjadinya peritiwa longsor, pihaknya langsung melarang bagi siapapun melakukan aktivitas pengambilan pasir. Selain bukan lokasi galian pasir, tanah disekitarnya terbilang labil dan rawan terjadi longsor.
"Sudah kita pasang garis polisi dan kita larang soiapapun melakukan aktivitas pengambilan pasir, lokasinya sangat berbahaya. Tanahnya sangat labil dan rawan terjadi longsor," paparnya.
Iwan juga meluruskan kalau korban yang merupakan siswa SMPN 6 Cikadu melakukan aktivitas pengumpulan pasir bukan atas perintah sekolah. "Itu bukan kegiatan kerja bakti, itu murni inisiatif mereka saja yang ingin mendapatkan uang. Bahkan kegiatannya juga diwaktu jam belajar, kemungkinan korban bolos sekolah," tandasnya
Sebelumnya, tiga anak remaja yang masih duduk dibangku SMP tertimbun longsor galian pasir di Kampung Selakopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan, Jum'at (29/8). Saat ditemukan ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Ketiga korban tersebut adalah Purnama (14), Hilman (16), dan Darusman (16), ketiganya warga
Kampung Kebon Kopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsor galian yang menimpa para siswa SMP itu terjadi saat mereka bersama teman temanya tengah kerja bakti
mengeruk pasir ditebing setinggi 8 meter di lokasi kejadian. Pasir-pasir tersebut sedianya akan digunakan untuk membangun SMP 6 Cikadu.
"Saat para siswa SMP itu tengah asik mengambil pasir, tiba-tiba tebing diatasnya longsor dan langsung menimpa mereka. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri," kata Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf. Moch Andi Prihantono melalui sambungan telepon, Jum'at (29/8).
Warga dibantu bintara pembina desa (babinsa), bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) begitu mengetahui kabar adanya korban tertimbun longsor langsung melakukan evakuasi. Kebetulan saat itu warga babinsa, dan babinkamtibmas memang masih siaga di Desa Cisaranten lantaran ada kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) ke Desa Cisaranten.
"Proses evakuasi pencarian ketiga korban dilakukan dengan cara manual menggali material longsoran dengan menggunakan cangkul. Tidak berapa lama, korbanpun berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Andi yang mengaku terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bersama warga.
Setelah dilakukan pendataan korban selanjutnya dibawa kerumah masing-masing untuk selanjutnya dikebumikan. Sementara proses hukumnya ditangani oleh Polsek Cibinong [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!














10 Rumah Direlokasi, Pergerakan Tanah di Cibanteng Semakin Meluas

CIANJUR, [KC].- Pergerakan tanah di Desa Cibanteng Kecamatan Sukaresmi Kab. Cianjur dalam sepekan terakhir semakin meluas. Hingga Sabtu (30/8)pergerakan tanah tersebut sudah mengancam tiga kampung yakni Kampung Gunung Salam RT 01/RW 03, Kampung Cibeureu. RT 02/RW 03 dan Kampung Cikaso RT 07/RW 03.

Dari tiga kampung di Desa Cibanteng Kecamatan Suakresmi itu, pergerakan tanah paling parah terjadi di Kampung Gunung Salam. Setidaknya 9 rumah dikampung tersebut harus direkokasi akibat rusak berat dan 8 rumah lainya dalam kondisi terancam pergerakan tanah.

Sementara di Kampung Cibeureum satu rumah direlokasi dan 4 lainnya harus direlokasi. Setidaknya ada 48 Kepala Keluara (KK) yang mendiami dikampung tersebut juga terancam. Sedangkan di Kampung Cikaso baru terdata sekitar 8 hektar lahan pertanian rusak.

"Pergerakan tanah ini sepertinya masih terus berlanjut, apalagi jika cuaca tidak menentu, kadang turun hujan dan kadang panas. Kami sudah meminta kepada warga yang berada didekat pergerakan tanah untuk selalu waspada jika terjadi hujan. Mereka sudah kita himbau untuk mencari tempat yang aman," kata Muryani Kepala Desa Cibanteng Kecamatan Suaresmi saat dihubungi, Sabtu (30/8).

Bencana alam pergerakan tanah tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan untuk disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur. "Sudah ada petugas dari BPBD yang melakukan pendataan dan setiap hari berada di lokasi untuk memantau perkembangan. Bahkan dari BMKG juga sudah turun," katanya.

Untuk korban yang rumahnya rusak dan terancam, mereka sudah berada ditempat yang aman. "Korban yang rumahnyusak sudah kita tangani dengan dititipkan di rumah keluargaya terdekat yang berada dizona aman," jelasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Tiga Siswa SMP 6 Cikadu Tewas Tertimbung Saat Tengah Kerjabakti

CIANJUR, [KC].- Tiga anak remaja yang masih duduk dibangku SMP tertimbun longsor galian pasir di Kampung Selakopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan, Jum'at (29/8). Saat ditemukan ketiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Ketiga korban tersebut adalah Purnama (14), Hilman (16), dan Darusman (16), ketiganya warga
Kampung Kebon Kopi RT 09/RW 04 Desa Cisaranten Kecamatan Cikadu Cianjur selatan.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsor galian yang menimpa para siswa SMP itu terjadi saat mereka bersama teman temanya tengah kerja bakti
mengeruk pasir ditebing setinggi 8 meter di lokasi kejadian. Pasir-pasir tersebut sedianya akan digunakan untuk membangun SMP 6 Cikadu.

"Saat para siswa SMP itu tengah asik mengambil pasir, tiba-tiba tebing diatasnya longsor dan langsung menimpa mereka. Mereka tidak sempat menyelamatkan diri," kata Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf. Moch Andi Prihantono melalui sambungan telepon, Jum'at (29/8).

Warga dibantu bintara pembina desa (babinsa), bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) begitu mengetahui kabar adanya korban tertimbun longsor langsung melakukan evakuasi. Kebetulan saat itu warga babinsa, dan babinkamtibmas memang masih siaga di Desa Cisaranten lantaran ada kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) ke Desa Cisaranten.

"Proses evakuasi pencarian ketiga korban dilakukan dengan cara manual menggali material longsoran dengan menggunakan cangkul. Tidak berapa lama, korbanpun berhasil ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Andi yang mengaku terjun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi bersama warga.

Setelah dilakukan pendataan korban selanjutnya dibawa kerumah masing-masing untuk selanjutnya dikebumikan. Sementara proses hukumnya ditangani oleh Polsek Cibinong [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
Template Didukung Published by Mas Template
Proudly powered by KC Support by Blog Asnur