TRENDING NOW

PELANTIKAN Pengurus DPD BKPRMI di Masjid Agung Cianjur
CIANJUR, [KC],- Ketua dan Pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur periode 2017 – 2021, Muhammad Soleh,S.Pd.,M.Pd, resmi dilantik, pada Ahad (28/1) di Masjid Agung Cianjur,  Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BKPRMI Jawa Barat Drs. H. Yeyen Munawar di hadapan Asisten Daerah II Setda cianjur Ir. H. Yanto Hartono, MM, Ketua MPD BKPRMI Drs. H. Aguslani Muslih ZA, Kepala Seksi Binmas Islam Kementerian Agama Kab. Cianjur, Drs.H. Asep Khoerul Mumin, Ketua DMI Kab. Cianjur  H.Yosep Umar, Mewakili Ketua DPRD Cianjur, Asep Sopyan Halim,  serta para tokoh agama,masyarakat dan beberapa organisasi masyarakat yang hadir.

Adapun pengurus yang dilantik yaitu Muhammad Soleh selaku Ketua Umum DPD BKPRMI Kab. Cianjur, Rustiman sebagai Sekretaris BKPRMI, sedangkan Ahmad Juhara sebagai Bendahara serta jajaran pengurus harian lainnya, dan Direktur Daerah Lembaga dan Brigade BKPRMI.

Bupati Cianjur yang diwakili Asisten Daerah II Setda cianjur Ir. H. Yanto Hartono, MM, dalam sambutannya, berharap dengan kepengurusan DPD BKPRMI baru kiranya dapat berkiprah bersama pemerintah dalam pembinaan pemuda dan remaja masjid demi untuk melaksanakan pembinaan, peningkatan dan penguatan program yang saat ini sedang digulirkan oleh pemerintah sesuai visinya yaitu mewujudkan cianjur lebih maju dan Agamis sesuai tema yang diusung oleh panitia pelantikan dan rakerda BKPRMI saat ini.

Pemerintah Kabupaten Cianjur, katanya, sangat mendukung setiap kegiatan dan program kerja yang dilaksanakan DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur. BKPRMI diharapkan dapat mengayomi seluruh anggota remaja masjid di 32 kecamatan, serta  mempunyai program yang dapat meningkatkan kerjasama dan bersinergi.

Sementara, Ketua BKPRMI Jawa Barat Drs. H. Yeyen Munawar yang melantik dan mengukukuhkan kepengurusan DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur periode 2017-2021 diminta pengurus BKPRMI yang baru agar dapat meningkatkan silaturahmi antar pengurus masjid dengan masjid lainnya, dan selalu konsen untuk memakmurkan masjid, serta terus memberikan kontribusi bagi perkembangan nilai-nilai religius di tengah masyarakat.”Teruslah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya berjuang mewujudkan masyarakat yang maju dan Agamis di Kabupaten cianjur khususnya dan di tanah air pada umumya,”katanya

Ketua DPW BKPRMI Jawa Barat memberikan apresiasi yang penuh kepada DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur karena telah berhasil  membentuk kepengurusan kecamatan, desa, hingga ikatan remaja mesjid di setiap kampung, bahkan dilantik langsung oleh Bupati Kabupaten Cianjur, ini menjadi contoh untuk seluruh pengurus BKPRMI di Jawa Barat.

Sementara itu Muhammad Soleh, Ketua DPD BKPRMI Kab. Cianjur   mengatakan ” BKPRMI Kabupaten Cianjur akan selalu bersinergi dengan pemerintah dalam kegiatan Cianjur Ngawangun Lembur (CNL) dan mewujudkan Tujuh program gerakan keagamaan yakni melaksanakan Shalat subuh berjamaah (berjamaah 5 waktu), Ashar mengaji (menghafal Al Qur’an), Mencintai Anak Yatim, Cianjur Anti Maksiat, Aku Suka Shodaqoh, Peduli Fakir Miskin, dan Mewujudkan Kampung Peradaban Akhlaqul Karimah. Ketujuh gerakan program tersebut saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemkab Cianjur di bawah pimpinan Bupati Irvan Rivano Muchtar dan Wakilnya Herman Suherman.

Selain itu, DPD BKPRMI Kab. Cianjur pada tahun khidmat 2018 akan menggelar berbagai program unggulan yang diselenggarakan oleh lembaga lembaga yang ada di tubuh  BKPRMI seperti LPPDSDM, LPPTKA, LPPEKOP, LPPKS, LPPKM, LPPBHA, dan Brigade Masjid. Program tersebut hari ini akan kita bahas dalam Rapat Kerja Daerah bersama dengan kawan-kawan lembaga dan pengurus kecamatan yang hari ini sudah hadir dan siap menghasilkan program program terbaik disamping CNL dan kampung peradaban akhlaqul karimah yang akan dilaksanakan mulai Februari 2018. [KC.03]***
CIANJUR[KC],- Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur mulai melakukan imunisasi dan pemberian vaksin. Untuk mengantisipasi penularan difteri,

 Namun, jumlah vaksin yang ada ternyata tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan empat kecamatan yang ditemukan kasus difteri. Hingga sekarang, hanya dua kecamatan yang sudah divaksin,Rabu (24/01/2018).

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Asep Helmiono mengatakan, dari empat kecamatan yang ditemukan kasus difteri pada tahun ini, pihaknya baru melakukan vaksin dan imunisasi di Desa Cikondang Kecamatan Bojongpicung dan Kecamatan Cidaun.

“Ada dua kecamatan lainnya yang juga ditemukan difteri yakni Pacet dan Ciranjang. Namun dengan stok vaksin saat ini, baru bisa dipenuhi vaksinasi di dua lokasi itu saja,"
Asep menjelaskan, stok vaksin yang tersedia hanya cukup untuk 5.500 orang yaitu untuk Cikondang sebanyak 3.000 orang dan Cidaun sebagnyak 2.500 orang.“Pemberian vaksi dan imunisasi dilakukan dengan turun langsung ke lapangan, seperti halnya pemberikan vaksin campak dan rubela beberapa waktu terakhir,".

 pemberian vaksin dilakukan selama beberapa hari. Pasalnya, petugas yang dilibatkan hanya dari puskesmas masing-masing.

“Nanti pihak puskesmas akan melaporkan hasilnya,” paparnya.

Ia menambahkan, sambil melakukan vaksinasi, pihaknya juga menunggu konfirmasi dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat terkait tambahan stok vaksin.

“Belum ada kepastian kapan stok tambahan untuk vaksinasi di Pacet dan Ciranjang ini diterima.

Pasalnya informasi yang ada, untuk daerah yang digelar vaksinasi tingkat nasional pun masih kurang stok,”

Meski begitu, pihaknya bakal melakukan sosialisasi agar warga menjaga pola hidup sehat dan segera memeriksakan diri jika muncul ciri-ciri difteri.

“ Tetapi, pemberian vaksin lebih efektif untuk mencegah penularan atau penyebaran difteri. Seperti halnya di Cikadu dan daerah lain yang ada temuan difteri pada 2017. Setelah divaksin jadi nihil penyebarannya,” pungkasnya.[KC.07]
CIANJUR[KC],-Guna mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah  hukum Cianjur. Kepolisian Resort Cianjur melakukan  peningkatan kewaspadaan, hal itu dilakukan karena wilayah pantai selatan di Cianjur masih sepi.

Kapolres Cianjur AKBP, Soliyah SIK, MH, mengatakan,bahwa  jajarannya terus mengintensifkan pengawasan di sepanjang pantai selatan Cianjur. “Ada beberapa jalur laut, seperti di Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta. Tentunya kami  intensifkan pengawasan di sana karena jangkauan relatif sangat jauh dari pusat kota Cianjur. Tapi itu bukan jadi kendala. Kami terus memonitor dan mengawasinya,Polres Cianjur sudah menyiapkan personel Polair di wilayah pantai selatan. Hanya secara stuktural belum formal karena belum diresmikan. "Kalau kesiapan kita sudah siap,"

Selain wilayah pesisir pantai selatan, daerah yang jadi fokus pengawasan peredaran narkoba di Cianjur yakni Cipanas. Daerah yang notabene merupakan kawasan wisata dan hiburan itu dinilai Soliyah cukup berpotensi tinggi terhadap peredaran narkoba. "Target kami ialah berantas narkoba di Cianjur. Terutama di kawasan Cipanas yang merupakan tempat wisata dan hiburan,"

Jenis narkoba yang banyak beredar di Cianjur cendrung relatif sama dengan daerah lainnya yakni sabu-sabu  dan ganja. Cianjur tak hanya jadi tempat transit saja, tapi juga terendus jadi pusat peredaran dan distribusi.

"Di sini (Cianjur) sudah jadi daerah peredaran dan distribusi narkoba.Yang jadi  sasarannya adalah kalangan remaja. Tapi penyalahgunanya bukan hanya warga Cianjur saja, melainkan ada juga warga dari luar cianjur. khususnya di Cipanas merupakan daerah wisata dan hiburan,"   tandasnya.[KC.06]
CIANJUR[KC],- Sedikitnya sebelas pelajar SMKN 1 Tanggeung Cianjur  menjadi  korban  akibat gempa berkekuatan 6,1 SR (23/1) yang berpusat di Banten dan terasa cukup keras menguncang kawasan Cianjur dan sekitarnya.

Peristiwa terjadi saat proses kegiatan belajar berlangsung, karena panik beberapa siswa berhamburan keluar dan  berdiri tepat di bawah gedung, hingga akhirnya tertimpa genting yang berjatuhan tepat diatas kepala.

" Kejadiannya sangat cepat, saat itu sedang proses kegiatan belajar mengajar, pelajar yang menjadi korban seluruhnya berada di kelas yang ada di lantai dua, pada saat gempa terjadi anak-anak yang berada di lantai bawah berhamburan keluar kelas dan berdiri  tepat di bawah genteng yang berjatuhan tepat diatas kepala korban." Ucap Acep Isya salah satu Guru SMKN 1 tanggeung.

Menurutnya saat ini  korban sudah di evakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan tindakan medis, totalnya ada sebelas orang,  delapan orang luka berat karena kepalanya bocor dan tiga orang  trauma.

Berikut daftar korban bencana gempa bumi yang seluruhnya pelajar SMKN 1 Tanggeung, Tirawati, Romadona, Wafiroh, Desi Fatmwati, Siska Febrianti, Wanda Wulandari,  Reski Rismayanti, Nanin nuraliza, Neng nurcahya, Tuti, Ai Siska seluruhnya warga kecamatanTanggeung. [KC.04]
CIANJUR[KC],- Gempa bumi dirasakan di Cianjur, Selasa, pukul 13.35 WIB.  Guncangan dirasakan kurang lebih selama 2-3 menit.

Di kawasan Cianjur kota,masyarakat yang berada di rumah berhamburan keluar. Gempa bahkan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di rumah , namun juga yang berada di luar rumah.

Banyak warganet langsung mengabarkan gempa tersebut lewat grup Whatsapp, termasuk mereka yang berada di Bekasi, Serang, dan Bandung.

"Gempa ini 6,7 (data terbaru BMKG 6,4) tapi masih belum stabil. Masih terus updated," kata Kabid Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono saat dikonfirmasi redaksi [KC.04]