loading...

TRENDING NOW

kabarcianjur.com - Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) DPC Kabupaten Cianjur menyoroti petugas rekrut perusahan jasa tenaga kerja luar negeri dengan pemberangkatan non prosedural. Hal tersebut terungkap setelah banyaknya aduan permasalahan tenaga kerja luar negeri (PMI) ke negera penempatan Timur Tengah.

Berdasarkan informasi, mereka para calon PMI diiming-imingi dengan gaji besar dan visa syarikah (perusahaan). Menurut Divisi Luar Negeri Astakira Sutisna, para petugas rekrut (sponsor) Timur Tengah hampir rata-rata menggunakan perusahaan jasa tenaga kerja di Jakarta.

"Tapi visa syarikah itu hanya kamuflase, pada kenyataannya para PMI diberangkatkan dengan visa jiyarah (kunjungan)," kata Sutisna, Rabu (20/3/ 2019).

Ia mengatakan, pemberangkatan tenaga kerja luar negeri ke Kawasan Timur Tengah dengan job non formal (PRT) di Kabupaten Cianjur masih marak. Padahal sudah jelas pemerintah melalui Kepmen nomor 260 tahun 2015 telah melarang keras atas penghentian sementara (moratorium) ke Kawasan Timur Tengah.

"Karena pengaduan tenaga kerja luar negeri ke Astakira hampir rata-rata di negara penempatan Timur Tengah," ujarnya.

Sutisna mengungkapkan, proses pemberangkatan para PMI tidak menggunakan visa kerja dan tidak menggunakan rekomendasi dari Disnakertrans setempat. Sejatinya mereka diberangkatkan asal terbang.

"Ya, kami mengetahuinya hasil konfirmasi kepada PMI bermasalah yang sekarang sdh ada di timur tengah," ungkap dia.

Selain itu, Sutisna menjelaskan, mereka para PMI yang bermasalah di Timteng diduga tidak dilengakapi dokumen valid. Padahal itu salah satu persyaratan untuk membuat paspor.
"Ada juga paspor bekas yang masih aktif tanggal pengeluarannya digunakan lagi oleh petugas rekrut dan PPTKIS untuk pemberangakatan PMI," jelasnya.

Sementara itu Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur Ali Hildan menambahkan, enam bulan berjalan masa kepemimpinanya ada sekitar 128 pengaduan tenaga kerja luar negeri bermasalah.

"Itu semua rata-rata pemberangkatan non prosedural," ucap Ali.

Ali mengatakan, namun tidak semua aduan tenaga kerja luar negeri tidak ditindaklanjuti, pasalnya, kesulitan mendapatkan dokumen. Tapi sudah hampir 70 persen teradvokasi dan terselesaikan.

"Awal tahun 2019 saja sudah 5 orang PMI dipulangkan dan sekarang sudah dikampung halamannya," ungkap dia.

Dia menyebutkan, proses pengadvokasi pihaknya selalu meminta bantuan ke pemerintah pusat, BNP2TKI, Kemlu, KBRI dan DPP.

"Sekarang saja masih ada 2 permasalahan lagi yang belum selesai," sebutnya.

Untuk meminimalisir permasalahan PMI di kawasan Timteng, Ali berharap ada pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan stakeholder lainya. Terlebih mengutamakan perlindungan terhadap PMI.

"Kami Astakira berharap pemerintah lebih melakukan pengawasan dan pencegahan," terangnya. (KC-02/giens)
kabarcianjur.com - Menteri Pertanian RI Ir. Amran Sulaiman memberikan 600 ekor ayam, domba dan beberapa bibit tani kepada sejumlah kelompok tani di lapang Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Rabu (20/3/2019).

"Sebanyak 120 juta ekor ayam kami bagikan di seluruh Indonesia bagi warga yang berada di bawah garis kemiskinan. Satu rumah tangga mendapatkan 50 ekor, khusus untuk Kabupaten Cianjur kita berikan 600 ribu ekor ayam, memang Cianjur mendapatkan terbesar di Indonesia," ungkapnya.

Amran menuturkan, selain memberikan bibit untuk pertanian, pihaknya juga akan mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia, dan ini merupakan arahan dari presiden beberapa tahun lalu agar rempah Indonesia kembali berjaya.

"Pertama ini arahan bapak presiden waktu 2 tahun lalu bagaimana mengembalilan kejayaan rempah-rempah Indonesia. Sehingga dianggarkan Rp 5,5 triliun dua tahun berturut-turut. Dulu indonesia dikenal karena rempah-rempah sampai ke luar negeri, dan kita akan kembalikan kejayaannya dengan membagikan bibit unggul hari ini," katanya.

Ia juga menambahkan, bahwa kemiskinan di Indonesia mulai menurun. "Ini berkat kerjasama kita semua dan juga kabinet kerja," tambahnya.
[KC-02/giens]

kabarcianjurcom - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bersama Pemerintah Daerah
Kabupaten Cianjur melaksanakan sosialisasi kepada seluruh desa untuk memberantas penyalahgunaan narkoba di hotel bydiel Cianjur, Senin (19/3/2019).

Sosialisasi tersebut dilaksanakan Guna menjalankan Program Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba) khususnya untuk wilayah Kabupaten Cianjur.

Kepala BNNK Cianjur AKBP Basuki mengatakan, alasan dibentuknya Desa Bersinar karena penyalahgunaan narkoba terus bertambah. Dari 32 Kecamatan di Kabupaten Cianjur sudah 28 Kecamatan terindikasi penyalahgunaan narkoba.

"Dari 360 desa di Kabupaten Cianjur 110 desa diantaranya sudah terindikasi.  Ini sangat darurat dan sulit untuk memberantas, maka kami bersama Pemkab Cianjur khususnya Bupati Cianjur berkomitmen bagaimana caranya para Kepala Desa dan Lurah beserta perangkat Desa untuk ikut andil dalam pemberantasan narkoba," katanya.

Basuki menuturkan, jika Program Desa Bersinar sudah berjalan maka penyebaran narkoba pun akan dirasa sulit, sehingga penyebaran narkoba mulai dari tingkat desa bisa menurun bahkan setiap desa bersih dari narkoba.

"Sekarang itu adalah pemetaan setelah itu sosialisasi jadi desiminasi Kades nanti Danramil dan Kapolsek bisa mengetahui bagaimana menggerakkan komponen masyarakat di tingkat desa," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Sirnagalih Agus Zaenal Abidin mengatakan, sesuai dengan intruksi dari BNNK Cianjur pihaknya akan membentuk tim sosialisasi agar terbebas dari narkoba.

"Kita akan bentuk tim sosialisasi, meskipum tantangannya berat karena desa kami berada di tengah kota juga dekat dengan terminal, akan tetapi kami optimis bisa melakukan pencegahan terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkoba," kata Agus.

Agus juga berkomitmen kedepan Desa Sirnagalih bisa terbebas dari narkoba.
"Kita berkomitmen mudah-mudahan kedepan Desa Sirnagalih bersih dari Narkoba," tuturnya. (KC-02/gien)
kabarcianjur.com - Sejumlah bangunan liar yang berada di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) di jalan Pasar Baru,  Pasar Muka Cianjur, Senin (18/3) di tertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

Kepala Bidang Penegakkan Perundang-undangan Daerah Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Robbi Erlangga mengatakan, dua bangunan depot dan satu kios Handphone dirobohkan karena berada di atas Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Pemerintah harus membongkar bangunan tersebut karena berada ditempat yang dilarang. Pelaksanaan pembongkaran juga berjalan kondusif," tutur Robi.

Menurut Robbi kedepan pihaknya akan terus memantau dan melakukan pembongkaran jika ada bangunan liar yang melanggar. "Apabila melanggar ya kita akan tertibkan," paparnya. [KC-02/gien]
RANCAEKEK,- [KC],- Angin Puting Beliung menyapu Wilayah Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung sekitar pukul 15.00 tadi sore, Angin Puting Beliung yang melanda warga perumahan Rancaekek Permai 2 Desa Jelegong Kecamatan. Rancaekek Kabupaten Bandung dimana angin tersebut menghanguskan dan menerbangkan bagian atap rumah milik warga masyarakat.

Tak hanya benda-benda ringan seperti plastik atau kertas saja yang terlihat beterbangan, beberapa pohon dan bambu juga terlihat bergerak-gerak kencang akibat angin puting beliung itu. Akibat angin kencang yang disebut-sebut angin puting beliung di wilayah Rancaekek itu, satu unit motor terlihat sudah berada dalam posisi tergeletak.





 Sumber Video : VIVA.CO.ID