Headlines News :
KABARCIANJUR.COM BEKERJASAMA DENGAN TV CIANJUR MEMPERSEMBAHKAN BERBAGAI INFORMASI PROGRAM KEGIATAN KOMUNITAS DAN MASYARAKAT YANG DIKEMAS SECARA APIK DALAM SEBUAH ACARA "BINGKAI"  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

Pengrajin Tahu Tempe Cemas Akibat Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

CIANJUR,   [KC].- Meski belum banyak dirasakan dampaknya akibat melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS, namun kondisi tersebut mencemaskan sejumlah pengrajin tahu tempe di Cianjur. Pasalnya sewaktu-waktu harga bahan baku kedelai impor tersebut bisa melambung naik.

"Ini bom waktu saja sebenarnya, saat ini importir itu dikuasai oleh importir besar. Memang banyak importir kecil,  tapi tidak rasional. Ini bisa berubah kondisinya sewaktu-waktu yang membuat harga bisa melambung," kata Ketua Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya saat dihubungi, Senin (30/3/2015). 

Menurut Hugo, jika stok yang ada di tangan importir kecil sudah menipis, tidak menutup kemungkinan harga kedelai impor itu akan melambung. "Sekarang masih aman, karena stoknya masih ada, tapi kalau sudah menipis, tentu akan berdampak. Kita ini dimainkan oleh importir besar, mereka bisa saja menaikkan harganya," papar Hugo.

Salah satu upaya untuk mengamankan kestabilan harga kedelai impor, pemerintah harus turun tangan. Perpres Nomor 32 tahun 2013 harus direalisasikan bahwa Bulog untuk menstabilkan harga dan distribusi. "Terus terang dengan naiknya dolas AS pengrajin tahu tempe masih untung, tapi merasa was-was. Saat ini harga masih stabil lantaran stok masih ada. Tapi kita tidak tahu kondisi ini sampai kapan," katanya. 

Hingga saat ini harga kedelai impor di jual dengan harga Rp 7.350 per kilogramnya. Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah jika stok yang ada diimportir kecil menipis. "Ini tidak permanen, tinggal tunggu bom waktu saja, sudah pasti kita tidak akan berdaya," tegasnya.

Sementara itu seorang pemasok kacang kedelai di Pasar Cipanas Iwan Hermawan mengaku, dirinya sudah memasok kacang kedelao dari tahun 2002, namun hingga kini masih mengandalkan barang impor.

"Akibat impor, harga juga kerap tidak stabil. Saat rupiah melemah saja, harga satu kuintal mencapai Rp 740 ribu hingga Rp 820 ribu. Padahal normalnya Rp 720 ribu per kuintal, jelas ini menyulitkannya padahal permintaah cukup tinggi," katanya.

Dirinya mengaku kacang kedelai itu impor dari Amerika, sehingga harganya juga memang tidak murah. Pasalnya, kedelai lokal itu barangnya sedikit dan kualitasnya tidak sebagus impor. "Permintaan kacang kedelai sendiri dari para pedagang lumayan tinggi, sehingga pengiriman satu bulan sekali seberat satu ton. Jika harganya mahal jelas akan memberatkan kami," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah bisa menyediakan kacang kedelai lokal namun kualitas impor. Ini tentunya sangat diharapkan bisa menekan harganya yang kerap melonjak. "Barang lokal itu dari daerah Jawa dan Jampang itu kurang. Sehingga dalam seminggu barang sudah habis," paparnya  [KC-02]**.

Awas.....!!! Penipuan Dengan Modus Meninggalkan Barang Seolah-Olah Berharga Mengancam Kita

CIANJUR, [KC].- Kapolres Cianjur AKBP Deddy Kusuma Bakti mengakui, selain modus penipuan dengan kupon hadiah, saat ini ada modus lain penipuan yang tengah didalami pihaknya yang memungkinkan terjadi dimana saja dan kapan saja. Modus penipuan tersebut yakni meninggalkan barang-barang yang seolah olah berharga, seperti surat surat tanah, surat kendaraan, yang tentunya palsu. Selanjutnya dalam tas atau berkas tersebut dicantumkan identitas pemilik seperti kartu nama atau alamat ataupun nomer telpon untuk dihubungi.

"Korban atau masyarakat yang menemukan, lazimnya, akan menelpon nomer dimaksud, nah disitulah proses pidana akan dimulai. Dengan rangkaian kata-kata bohong, pelaku akan mengarahkan korban untuk ke ATM. Alih-alih akan diberikan reward berupa uang dari pelaku, malahan nanti pelaku akan dengan upayanya mengarahkan korban untuk justeru mentrasfer sejumlah uang ke rekening tertentu," katanya.

Namun modus tersebut sejauh ini kata Deddy, belum ada korban yang melaporkan kepihaknya. Hanya saja modus baru penipuan ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. "Himbuan kami, hendaknya bila masyarakat menemukan benda berharga di jalan maupun di ruang-ruang publik, segera laporkan dan serahkan kepada Kantor kepolisian terdekat," tegasnya  [KC-02]**

Penipuan Dengan Modus Kupon Berhadiah Mobil Berhasil Diungkap

CIANJUR, [KC].- Kasus penipuan yang akhir-akhir ini marak dengan modus mendapatkan kupon berhadiah mobil didalam bungkus mie instan berhadil diungkap tim gabungan dari Polres Cianjur dan Polsek Ciranjang. Setidaknya tiga orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka berhasil diamankan berikut sejumlah barang buktinya.

Ketiga tersangka tersebut adalah Darwis B Lenggang (34) warga Lingkungan 1 Palae Rt 01/RW 01 Desa Arangteng Kecaamatan Telu Kab. Sindereng Rapang Sulawesi Selatan, Arpa bin Lanapi (43) warga Jalan Andi Nurdin Nomor 2 RT 01/RW 01 Desa Pangkajene Kecamatan Marutengae Kab. Sindereng Rapag Sulawesi Selatan, Yuriadi (17) warga Desa Sanipah RT 02 Kecamatan Samboja Kab. Kutai Kalimantan Timur. Sementara seorang tersangka lain Abe masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Petugas saat ini masih memburunya.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti didamping Kapolsek Ciranjang Kompol Asep Setiawan dan Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Gito mengungkapkan, terungkapnya kasus penipuan yang berkedok mendapatkan hadiah itu bermula dari adanya laporan masyarakat. Seorang masyarakat bernama Teti Rantini (27) warga Jalan Pangeran Hidyatulloh RT 03/RW 04 Kelurahan Sawah Gede Kecamatan/Kab. Cianjur melaporkan telah menjadi korban penipuan.

"Saat itu korban melaporkan telah mendapatkan kupon hadiah sebuah yang mobil yang didapatnya dari dalam bungkus mie isntan. Didalam kupon tersebut tertuliskan nomor telpon dan korban diminta menghubungi. Saat dihubungi pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan sebagai pengurusan administrasi. Korban terbujuk dan menyetor sejumlah uang senilai Rp 2 juta ke rekening yang diminta pelaku," kata Dedy saat ditemui di Mapolres Cianjur, Senin (30/3/2015).

Dasar laporan itulah, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa pelaku tengah berada diwilayah Cianjur. Saat didalami informasi tersebut mengarah pada sebuah kendaraan mini bus. "Setelah memastikan sekitar pukul 03.00 WIB hari Kamis (19/3/2015), petugas kami langsung bergerak, kendaraan tersebut berhasil dihentikan di daerah Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang. Tanpa perlawanan, ketiga tersangka berhasil kami tangkap tanpa perlawanan" katanya.

Turut diamankan barang bukti (BB) kejahatan berupa bukti tranfer, 5 laptop, 1 mesin printer, 58 modem, 4.000 kupon undian, 3 mesin sealer, 9 HP, ratusan sim card. Dalam menjalankan operandinya kata Deddy, tersangka membuat/mencetak kupon berhadiah mobil, motor maupun uang tunai dari salah satu merk mie instan ternama. Untuk meyakinkan calon korbannya di kupon tersebut dibubuhkan pengesahan/otorisasi oleh pejabat Kepolisian, notaris Depkes dan Kemenkeu yang seolah olah benar, padahal palsu.

"Selanjutnya cetakan kupon undian palsu tersebut dimasukkan dalam kemasan mie instan baik yang kemasan plastik maupun cup, kemudian disegel kembali dengan sealer. Korban yang membeli mie dalam cup, ketika membuka bungkusan mie, mendapatkan kupon tersebut, yang menyatakan sebagai pemenang undian berupa mobil merk Honda Brio. Karena korban merasa senang dan gembira mendapatkan kupon tersebut, selanjutnya menelpon ke nomer yang tertera dalam kupon seolah olah merupakan call center," jelas Deddy.

Setelah korban terbujuk, pelaku selanjutnya meminta transfer uang Rp. 2 juta dengan alasan sebagai uang administrasi pengurusan surat surat kendaraan. "Atas perbuatan pelaku kami sangkakan pasal penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana diatur dalam pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun penjara," tegasnya [KC-02]**.

Buntut Tenggelamnya Pelajar di Kolam Cibodas, Polres Cianjur Tetapkan Seorang Tersangka

CIANJUR, [KC].- Akhirnya Polres Cianjur menetapkan tersangka setelah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi dalam tenggelamnya seorang pelajar di kolam Solemat Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas, Sabtu (28/3/2015). Tersangka tersebut adalah S, pelatih Pramuka yang  memerintahkan para pelajar terjun ke kolam.



"Ya kita sudah tetapkan S yang merupakan sebagai pelatih atau pembina Pramuka. Saat ini yang bersangkutan telah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Deddy saat ditemui disela kegiatan jumpa Pers sejumlah kasus kejahatan di Mapolres Cianjur, Senin (30/3/2015).

Deddy mengungkapkan, dalam kegiatan yang menyeret S sebagai tersangka, terjadi saat sekitar 69 siswa SMK Al Fatma tengah mengikuti kegiatan Pramuka di Buper Mandala Kitri Cibodas. Saat itu S memerintahkan kepada seluruh pelajar untuk terjun kedalam kolam Solemat yang ada di dekat tempat mereka berkemah.

"Saat S memerintahkan pelajar terjun ke kolam, sudah ada sejumlah pelajar yang mengingatkan bahwa diantara mereka ada yang tidak bisa berenang. Namun S tetap menyuruh agar para pelajar itu terjun ke kolam. Padahal kolam itu memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter, hingga mengakibatkan seorang pelajar tewas tenggelam," kata Deddy.

Atas kelalainnya tersebut, maka S patut kita tetapkan sebagai tersangka, karena ada unsur kesengajaan yang menyebabkan nyawa melayang. "Saat ini S telah kami tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. Ia kami jerat dengan pasal 359 KUH Pidana dengan ancaman hukuman diatas lima tahun," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, eorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.

Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.

"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet [KC-02]**.

HIPOCI Jadi Narasumber di Kementan

CIANJUR, [KC].- Kementerian Pertanian RI rupanya tertarik dengan keberadaan Himpunan Petani Organik Cianjur Indonesia (HIPOCI), yang dibentuk PT Tirta Investama Gekbrong Cianjur. Keberadaan HIPOCI saat ini dianggap telah memberikan kontribusi kepada kemajuan sektor pertanian.
Salah satu bukti Kementerian Pertanian RI membutuhkan HIPOCI, baru-baru ini HIPOCI didapuk menjadi salah satu pembicara Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petanian yang dilaksanakan pada Selasa - Jumat, 24 – 27 Maret 2015 lalu di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor.
Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Petani dan Usahatani Kementrian Pertanian RI, Dr. Ir. Ranny Mutiara Chaidirsyah, dalam realasenya mengungkapkan, kehadiran HIPOCI dalam kegiatan bimbingan teknis bagai para penyuluh pertanian tidak lain untuk memberikan materi kegiatan dalam rangka memberikan ungkapan pengalaman penumbuhan dan pengembangan kelompok usaha tani.
"Kita harapkan apa yang selama ini diraih HIPOCI bisa ditularkan, sehingga bisa dijadikan contoh pengembangan kelompok masyarakat yang mendapatkan dukungan CSR," kata Ranny, Minggu (29/3/2015).
Pihaknya juga mengharapkan, para pembina penyuluh yang hadir dapat mengakses dan memfasilitasi petani untuk mendapatkan dukungan dari CSR perusahaan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani. "Kementriaan Pertanian mendukung sekali upaya dari perusahaan Aqua melalui kegiatan CSR dalam program pengembangan kelembagaan pertanian. Jangan sampai petani menjadi tamu di rumahnya sendiri," tegasnya.
Sekretaris HIPOCI Cianjur , Sugandi memaparkan, HIPOCI yang dibentuk oleh petani berdiri sejak tanggal 5 Oktober 2011 sampai dengan saat ini telah beranggotakan 956 petani sehat dan organik. "Produk HIPOCI bernilai ekonomi tinggi berupa produk yang unik dengan segmentasi non konvensional yaitu produk organik atau premium. Produk HIPOCI kini bisa didapat di ritel mitra Aqua," katanya.
Stakeholder Relation PT. Tirta Investama, Nurul Iman memaparkan, PT Tirta Investama Cianjur sejak berdirinya tahun 2011 telah bersinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Cianjur. Hal itu tidak untuk mengembangkan kelembagaan ekonomi petani disekitar area operasi perusahaan. "Kami dengan kegiatan CSR mendukung dan mendampingi petani organik agar bisa lebih maju dan memiliki daya saing," kata Nurul.
Pendampingan tersebut, papar Nurul, dimulai dari penggalian potensi lokal berupa pertanian sawah dan sayuran serta peternakan. Integrated farming system atau lebih dikenal dengan istilah pertanian sehat organik terpadu telah dikembangkan oleh CSR Aqua Cianjur sejak tahun 2011 bersama petani dampingan yang tergabung dalam HIPOCI.
"CSR Aqua memberikan bimbingan teknis kepada petani untuk penerapan teknologi murah dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan potensi lokal, pembiayaan, penumbuhan kelembagaan ekonomi petani, akses pasar dan akses terhadap teknologi informasi (IT) untuk para petani dan pelaku UMKM," tegasnya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







Bupert Tak Beri Izin Penggunaan Kolam Solemat

CIANJUR, [KC].- Kegiatan pramuka para siswa SMK Al Fatma di kolam Solemat Bumi Perkemahan (Buper) Mandala Kitri Cibodas yang menewaskan Rahmi Apriliani (16) siswi Kelas X PB3 itu ternyata tidak memiliki ijin dari pihak pengelola Buper. Mereka hanya mendapatkan ijin untuk kegiatan kempingnya saja selama dua malam.
"Kalau penggunaan kolam Solemat, kami tidak memberikan ijin. Mereka tanpa sepengetahuan kami melakukan aktivitas kegiatan di kolam tersebut," kata Kepala Buper Mandala Kitri Cibodas, Juli Selamat saat dihubungi, Minggu (29/3/2015).
Dikatakan Juli, jika kegitan di kolam Solemat yang dilakukan oleh para pelajar itu mendapatkan ijin, pasti ada petugasnya yang mendampingi. Karena kolam tersebut memiliki kedalaman satu hingga empat meter. Sehingga sangat berbahaya bagi siapa saja yang tidak mengetahui kondisi kolam.
"Penggunaan kolam Solemat itu harus sepengetahuan kami, karena harus ada petugas yang mendampingi, itu standarnya. Tapi apa yang dilakukan para pelajar ini tidak dilakukan, mereka melakukan kegiatan di kolam tanpa sepengetahuan kami. Kalau ada petugas pasti dijelaskan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan," kata Juli.
Kondisi air yang dingin dan tanpa adanya pemenasan sebelum terjun ke kolam Solemat diduga menjadi salah satu penyebab tenggelamnya seorang pelajar tersebut. "Ini bukan air biasa di seperti dikolam renang umum. Airnya sangat dingin, anggota SAR saja yang terbiasa belum tentu sanggup berenang lebih lama, apalagi ini pelajar yang tidak banyak mengetahui kondisi kolam," paparnya.
Mengambil hikmat terjadinya kecelakaan tenggelamnya seorang pelajar itu, pihak pengelola Buper Mandala Kitri berencana akan menutup kolam Solemat yang merupakan peninggalan jaman Belanda itu. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa yang bisa saja terjadi.
"Kami putuskan akan segera mengosongkan kolam, airnya akan kami keringkan dan kolam akan kami tutup. Jangan sampai peristiwa serupa terjadi, cukuplah ini menjadi pelajaran kami semua. Memang kolam itu sering dipakai untuk latihan SAR, namun demi keamanan semua kami putuskan akan ditutup," tegas Juli.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.
Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.
"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet. [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










Kolam Solemat Telan Korban, Seorang Pelajar SMK Tewas Tenggelam

CIANJUR, [KC].- Akibat tidak bisa berenang, seorang pelajar SMK Al Fatma Cianjur tewas didalam kolam Solemat diareal Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/3/2015). Pelajar yang bernama Rahmi Apriliani (16) siswi kelas X PB3 itu tenggelam saat mengikuti kegiatan pelantikan calon penegak Pramuka.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, tewasnya pelajar SMK itu bermula saat pelatih pramuka Sigit memerintahkan kepada para pelajar untuk berbaris. Jika dalam berbaris ada yang berisik, konsekwensi harus berbaris didepan kolam. Kebetulan diantara mereka ada yang berisik dan berimbas kepada pelajar lainnya.

Puluhan pelajar itu terpaksa harus berbaris didepan kolam. Saat berbaris itulah tiba-tiba para pelajar diintruksikan untuk menjebur ke kolam. Ada diantara pelajar yang sempat bilang tidak bisa berenang namun tetap saja disuruh mencebur ke kolam.

"Ada beberapa teman yang bilang tidak bisa berenang, tapi disuruh tetap mencebur ke kolam. Setelah itu pada naik kembali. Namun setelah berhitung, ternyata korban tidak ada. Beberapa teman pelajar kembali turun kekolam dan mencarinya," kata Dadang Burhanudin (16) teman sekelas korban saat ditemui di Mapolsek Pacet.

Sekitar 10 menit dicari, akhirnya korban ditemukan didasar kolam dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Cimacan untuk dilakukan visum et repertum. "Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal," kata Dadang yang terlihat sedih.

Dokter IGD RSUD Cimacan Rizky Utama mengungkapkan, saat datang ke IGD korban sudah tidak sadarkan diri, tidak ada nafas, tidak ada denyut nadi. "Korban tiba di IGD sudah dalam kondisi meninggal, saat kita lakukan pemeriksaan reflek pupil mata sudah tidak ada. Kemungkinan korban meninggal dengan hitungan jam sebelumnya," kata Rizky.

Rizky enggan mengungkap hasil visum yang telah dilakukan karena bukan kwenanangannya melainkan kewenangan penyidik kepolisian. "Tapi hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda luka atau kekerasan. Korban tenggelam kehabisan oksigen, karena diatas tiga menit tenggelam kondisi otak sudah rusak," katanya.

Kapolsek Pacet Kompol Wadi Sa'bani mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap kasus meninggalnya pelajar yang tenggelam didalam kolam saat kegiatan pramuka. "Kita belum bisa memastikan, apakah dalam meninggalnya pelajar ini ada unsur kelalaian atau tidak. Semuanya masih kita dalami," kata Wadi saat ditemui terpisah.

Pihaknya juga tidak menampik jika ditemukan ada unsur kelalaian bisa mengarah pada tersangka. "Untuk sementara waktu saya belum bisa memberi keterangan banyak, penyidik kami sedang mendalami kasusnya. Tapu kalau nanti ditemukan unsur kelalain bisa saja mengarah ke tersangka," katanya  [KC-02]**.

Satpol PP Lamban Tertibkan Galian C Liar

CIANJUR, [KC].- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur baru akan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur menyikapi semakin maraknya galian pasir ilegal diwilayah Kecamatan Sukaluyu. Sikap Satpol PP tersebut dinilai lamban dalam mengambil tindakan selaku petugas penegak Peraturan Daerah (Perda).

"Kami sudah menerima informasi banyaknya galian pasir liar di wilayah Kecamatan Sukaluyu. Kami akan koordinasi dengan PSDAP, menangani galian liar di Sukaluyu ini harus hati-hati karena didalamnya melibatkan banyak orang yang berkepentingan," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur, Dadan Wildan saat ditemui di kantornya, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Dadan, pihaknya menampik jika langkahnya tersebut dibilang lamban dalam melakukan penertiban. Selaku aparat penegak Perda, pihaknya harus berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan. "Kita sudah sosialisasikan kepada pemilik galian, langkah apa saja yang harus ditempuh dalam proses prijinan. Kami juga pernah sampaikan jangan melakukan aktivitas sebelum adanya perijinan," tegasnya.

Sementara itu masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Sukaluyu menegaskan bahwa aktivitas galian pasir ilegal itu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Selain itu juga telah terjadi pelanggaran hukum yang jelas dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha dan pihak yang terkait dalam usaha galin C ilegal itu.

"Tetapi aparat melakukan pembiaran. Stop semua aktivitas penambangan pasir galian C yang ada di wilayah       Kecamatan Sukaluyu. Segera aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing," kata juru bicara AMPL Sukaluyu, Aep Saepudin ditemui terpisah.

Atas nama masyarakat juga menuntut stop truck angkutan pasir yang melewati ruas jalan yang melintasi     Desa Tanjungsari, Selajambe dan Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu karena kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah semakin rusak parah. "Selain itu, kami juga menuntut kepada Pemkab Cianjur untuk segera memperbaiki ruas jalan yang kondisinya rusak parah," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Seorang Buruh Tewas Didepan Kamar Mandi Kosnya

CIANJUR, [KC].- Seorang buruh pabrik boneka Aurora ditemukan tewas didepan kamar mandi kosnya di Kampung Lembur Sawah RT 01/RW 02 Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/3/2015) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditemukan korban dalam kondisi tertelungkup dengan mulut mengeluarkan darah. Diduga korban terjatuh setelah keluar dari kamar mandi hingga tewas.

Keterangan yang berhasil di himpun menyebutkan, korban teridentifikasi bernama Iis Susilawati (23) warga Kampung Serena Jonggol RT 03/RW 02 Desa Sinarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor. Sebelum ditemukan tewas, buruh perusahaan boneka Aurora itu tengah menderita sakit.

Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti melalui Kapolsek Sukaluyu AKP Achmad Suprijatna mengatakan, membenarkan korban tewas akibat sakit yang dideritanya. Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi yang merupkan rekan korban.

"Korban sebelumnya memang menderita sakit seperti batuk-batuk. Itu juga dibenarkan oleh sejumlah saksi yang kami mintai keterangan. Dugaan kuat korban tewas akibat sakit, tidak ada unsur kekerasan lain," kata Achmad saat dihubungi, Jum'at (27/3/2015).

Dikatakan Achmad, sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengaji. Namun saat temannya tidur, korban keluar kamar kos bermaksud ke kamar mandi. "Sebelum ditemukan tewas korban sempat bilang ke rekannya kalau setelah mengaji jika meninggal kemungkinan enak. Ternyata kalimat itu menjadi kenyataan dan korban meninggal dunia," katanya.

Untuk memastikan penyebab korban meninggal, jasad korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk dilakukan visum et repertum. Dari hasil visum tidak ditemukan unsur-unsur tindak kekerasan didalam tubuh korban.

"Hasil ‎​dari visum luar jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, serta sesuai dengan keterangan saksi, memang korban dalam kondisi yang kurang sehat. Dengan demikian dugaan kuat korban itu meninggal karena sakit yang dideritanya," paparnya.

HRD Aurora RA. Zulkarnaen melalui staf personalianya Sain Iskandar membenarkan kalau korban merupakan karyawan dibagian sewing. Korban diakuinya sempat mendapatkan pengobatan dari klinik Indo Sehat akibat sakit yang dideritanya.

"Informasinya memang korban itu menderita sakit. Pernah mendapatkan penanganan dari klinik yang kami siapkan. Korban juga sempat beristirahat tidak masuk kerja," kata Sain saat ditemui di areal pabrik Aurora.

Pihak perusahaan kata Sain, telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain itu perusahaan juga tengah mengurus klem kematian BPJS Ketenagakerjaan. "Kita sedang urusi, karena semua karyawan kami masuk BPJS Ketenagakerjaan, termasuk korban. Mudah-mudahan bisa segera terealisasikan," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Olga Syahputera Meninggal Dunia

Dunia maya langsung dibanjiri ungkapan duka cita untuk Olga Syahputra. Penggemar, selebriti, serta media televisi, radio, dan internet memberondong Twitter dengan cuitan selamat jalan untuk sang komedian. Kabar meninggalnya bahkan langsung menjadi tending tropic di Twitter.

Ucapan pertama yang terdeteksi beberapa menit setelah kabar meninggalnya Olga merebak, adalah dari Rian Ekky Pradipta, vokalis d'Masiv. "RIP Olga Syahputra," tulisnya.

Dihubungi CNN Indonesia pada Jumat (27/3), Rian mengaku mengetahui kabar meninggalnya Olga dari stasiun televisi swasta. Melalui sambungan telepon, manajer Olga, Vera mengonfirmasi bahwa pembawa acara musik dan komedi situasi itu telah menutup usia.
Olga meninggal di Singapura setelah hampir setahun dirawat di sana. Sosok yang dikenal karena candaan ceplas-ceplos itu mengembuskan napas terakhir pukul 17.00 waktu Singapura.

Selain Rian, sahabat Olga, Raffi Ahmad juga telah mengungkapkan pernyataan duka. Melalui akun Twitter ia menulis, "Inalillahiwainalillahirojiun sahabatkuuuu OLGA SYAHPUTRA Surga tempatmu sahabatku."

Sejumlah Oknum Petugas Diduga Terima "Setoran" Dari Galiam C Sukaluyu

CIANJUR, [KC].- Sejumlah oknum petugas ditengarai menerima setoran dari sejumlah galian pasir ilegal yang berada diwilayah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Hal itu dimungkinkan jika melihat penambangan ilegal itu masih terus berlangsung dan jumlahnya semakin bertambah.

Berdasarkan penuturan salah seorang pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya, setidaknya mereka mengakui menyetorkan sejumlah uang setiap awal bulan kepada beberapa oknum petugas dilingkungan kecamatan Sukaluyu. Dari setiap galian mengeluarkan uang kepada masing-masing oknum petugas sebesar Rp 500 ribu.

"Ada enam galian yang memberikan uang setiap bulannya. Kami sudah siapkan uang itu dan dimasukkan kedalam amplop untuk masing-masing petugas. Besarnya kita ukur rata-rata Rp 500 ribu," kata seorang koordinator pengelola galian yang minta tidak disebutkan namanya.

Pemberian sejumlah uang kepada oknum petugas tersebut sudah berlangsung cukup lama. Awalnya nilainya mencapai Rp 700 ribu per bulan per petugas. Namun karena kondisi galian semakin sepi seiring semakin menjamurnya galian liar, iuran ilegal itu turun menjadi Rp 500 ribu.

"Sekarang kondisinya sepi, banyak yang membuka galian baru. Otomatis pendapatan mengalami penurunan," kata pengelola galian yang menyebut dalam sehari hanya mampu menjual pasir sekitar 40-50 truk engkel itu.

Menanggapi adanya sejumlah oknum petugas yang menerima iuran ilegal setiap bulan dari galian pasir Ilegal itu, pihak Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur akan terjun langsung untuk mengecek kebenarannya. Kalau sampai ditemukan ada oknum petugas yang menerima iuran ilegal akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Ini kabar yang tidak enak buat kami, kalau sampai benar, ini tidak bisa didiamkan. Tapi kami yakin tidak ada petugas kami yang mencoba bermain-main dengan galian pasir di Sukaluyu. Kami akan melakukan investigasi, untuk mengungkap oknum petugas yang menerima setoran itu, bisa saja oknum petugas dari instansi lain," kata Kepala Dinas PSDAP Kabupaten Cianjur, Doddi Permadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan Iman Budiman, Kamis (26/3/2015).

Pihaknya akan segera menurunkan petugasnya mengecek kebenaran kabar penerimaan iuran ilegal. "Tentu kami harus hati-hati, karena ini melibatkan kepentingan orang banyak. Tidak jarang bisa saja terjadi gesekan yang tidak kita inginkan," paparnya.

Jika ditemukan ada anggotanya yang terlibat menerima iuran ilegal itu, tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. "Jelas ada sanksinya tergantung kesalahannya. Tapi semua itu harus dibuktikan dulu kebenarannya sebelum menjatuhkan sanksi. Kita segera terjun melakukan investigasi," tegasnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Agar Melek Hukum, Anggota Korpri Ikuti Penyuluhan Hukum

CIANJUR, [KC].- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti penyuluhan hukum bagi anggota Korpri tahun 2015 yang dilaksanakan di gedung Korpri Jalan Raya Bandung, Sadewata Sabandar Kecamatan Karangtengah, Selasa (24/3/2015).

Seorang peserta Asep Rochman mengaku sangat antusias mengikuti penyuluhan hukum yang dilaksanakan Korpri Kabupaten Cianjur. "Penyuluhan hukum seperti ini sangat penting bagi seluruh anggota Korpri. Karena anggota Korpri itu banyak yang berlatar belakang disiplin ilmu bukan dari hukum. Sehingga dengan penyuluhan ini akan lebih melek hukum," kata Asep.

Sementara Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh yang hadir pada penyuluhan hukum bagi anggota Korpri mengungkapkan, penyuluhan hukum ini, sebagai upaya memberikan wawasan dan pemahaman tentang hukum kepada para aparatur di lingkungan Pemkab Cianjur khususnya bagi para pengurus dan anggota korpri unit kabupaten, kecamatan dan desa.

"Mudah-mudahan para peserta khususnya para anggota korpri dapat lebih memahami tentang hukum, yang pada akhirnya dapat tumbuh kesadaran terhadap hukum sebagai landasan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Tjetjep secara terpisah.

Dikatakan Tjetjep, peranan anggota korpri dalam berbagai bidang, sebagai aparatur pemerintah, abdi negara dan abdi masyarakat harus senantiasa meningkatkan dan memelihara disiplin, spirit dan kinerja korpri dengan melaksanakan tugas secara profesional dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindak yang positif dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku.

"Penyuluhan hukum diharapkan akan bermuara pada meningkatnya kesadaran kita terhadap hukum, yang bukan saja akan terbentuk sifat untuk taat kepada norma hukum, namun juga terhadap norma-norma lainnya seperti norma etika, norma susila terutama norma agama," katanya.
 
Dengan ikutnya sejumlah PNS yang merupakan anggota korpri dalam penyuluhan hukum diharapkan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dengan membangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel. "Kita harapkan mereka dalam menjalankan tugas dengan semangat untuk berbuat yang terbaik. Jadikan pelaksanaan tugas pengabdian sebagai bagian dari ibadah dengan senantiasa mentaati semua norma hukum, norma etika, norma susila terutama norma agama," paparnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI