Update Covid-19 Indonesia

CIANJUR,[KC],- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan 15 kabupaten/kota di Jawa Barat yang pada 1 Juni 2020 mulai menerapkan new normal. Menurut Ridwan Kamil, 15 daerah itu bisa menerapkan new normal karena sesuai kajian secara ilmiah dari beberapa ilmuwan.

Cianjur menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota di Jawa Barat yang akan menerapkan new normal masuk dalam kategori wilayah dengan level 2 atau zona biru.

"Nah zona biru itulah yang kami berikan izin untuk melakukan the new normal," ujar Ridwan Kamil, di kantornya, Jumat (29/5).

"Kami di Jawa Barat menyikapi istilahnya adalah AKB adalah Adaptasi Kebiasaan Baru."
Menurut Ridwan Kamil zona biru itu ada 60 persen dari sejumlah daerah di Jawa Barat. 40 persen daerah lainnya atau 12 kabupaten/kota di Jabar masih zona kuning, termasuk Bodebek (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok.

Sementara itu Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya bersyukur dengan ditetapkannya Cianjur menjadi zona hijau.

“Alhamdulillah, setelah melakukan Video Conference dengan Pak Gubernur Jabar,
Cianjur menjadi zona hijau, kita akan melakukan hidup baru new normal atau adaptasi kebiasaan baru,” kata bupati seusai Video Conference dengan Gubernur Jabar di Pendopo Kabupaten Cianjur, Jumat , (29/05/2020).

Herman berharap, masyarakat Cianjur jangan terburu buru dengan evoria atas kondisi Cianjur sekarang. Pihaknya ingin, ada tahapan-tahapan. “Kita ingin ada tahapan tahapannya, wisata, sekolah dan lainnya akan dibuka lagi, tapi harus dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Langkah pertama, kata dia, pihaknya bersama forkopimda akan melakukan dan membahas perbup. “Kita akan bahas, apa saja yang akan kita lakukan,” katanya [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Kasus korupsi dana alokasi khusus, yang menjerat Bupati Cianjur non aktif Irfan Rivano Muchtar telah memasuki babak akhir.  Kasasi yang diajukan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum ditolak oleh Mahkamah Agung.

Dalam situs Mahkamah Agung, pada kanal informasi perkara. Tertera informasi bahwa perkara dengan nomer register 1505 K/PID.SUS/2020 dengan nomer perkara di pengadilan tingkat pertama 31/Pid.Sus.Tpk/2019/PN.Bdg, status nya sudah putus dengan tanggal putusan 20 Mei 2020 .

Dalam amar putusan tertera, permohonan kasasi yang diajukan terdakwa ditolak, begitu pula dengan Kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum dinyatakan ditolak dengan perbaikan.

Tangkapan layar situs Mahkamah Agung pun dengan cepat beredar viral di group-group sosial media warga Cianjur.

"Permohonan kasasi dari terdakwa ditolak,  dari penuntut umum ditolak dengan perbaikan, ada pun yang diperbaiki yaitu membebankan pidana tambahan berupa uang pengganti kepada terdakwa," kata Andi dalam pesan singkatnya kepada awak media, Kamis (28/5).

Dengan putusan tersebut, Irvan tetap harus menjalani 5 tahun masa tahanan dengan denda Rp250 juta dan subsider tiga bulan sesuai putusan Pengadilan Tipikor Bandung pada 9 September 2019 lalu.

"Kemudian terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 450 juta subsider satu tahun penjara," beber Andi.

Kuasa Hukum Irvan Rivano Muchtar, Alfis Sihombing, mengatakan pihaknya sudah mengetahui hasil putusan Kasasi Mahkamah Agung tersebut.

"Iya benar, Mahkamah Agung menolak permohonan terdakwa dan permohonan Jaksa Penuntut Umum," ujar Alfis melalui sambungan telepon.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Ratusan kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur, di putar balik ke wilayah asal di Pos Check Point 1 Seger Alam, Puncak, Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan pantauan, petugas gabungan dari TNI Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menutup sebagian akses jalan, dan semua kendaraan yang datang dari arah Bogor digiring untuk masuk ke areal check point guma diperiksa identitas dan dokumen perjalanan termasuk kondisi kesehatan pengendara dan penumpang.

Pantauan di lokasi penyekatan, kendaraan yang diputar balik tersebut didominasi mobil pribadi dan sepeda motor.

Perwira Pengendali Check Point 1 Polres Cianjur, AKP Irwan Alexander menyebutkan, petugas memutar balik kendaraan yang tidak mampu menunjukkan surat keterangan izin keluar masuk.

“Termasuk pengendara yang tidak ber-KTP Cianjur, langsung kita putar balik. Apalagi yang tidak punya tujuan yang jelas atau hanya sekedar pelesir ke Cianjur,” kata Irwan kepada wartawan di lokasi.

Sejauh ini, kata Irwan, jumlah kendaraan yang diputar balik mencapai 106 unit, terdiri atas 46 mobil dan 60 sepeda motor. “Namun, itu data sementara. diprediksi masih akan terus bertambah,” ujar dia.

Irwan mengatakan, giat penyekatan dilakukan sepanjang pemberlakuan PSBB parsial Cianjur sejak 6 Mei 2020 dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 yang khawatir dibawa pendatang dari luar daerah.

“Agendanya penyekatan hingga besok seiring berakhirnya PSBB parsial di Cianjur,” kata Irwan.[KC.10/NET]**

CIANJUR,[KC],-  Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Idul Fitri jatuh pada 24 Mei 2020. Ketetapan itu diputuskan dalam sidang isbat yang dihadiri MUI hingga Komisi VIII DPR.

" Sidang isbat secara bulat menyatakan bahwa 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Ahad atau Minggu, 24 Maret 2020," kata Fachrul Razi.

Penetapan Idul Fitri ini merupakan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama sejumlah ulama, organisasi Islam, dan pemangku kepentingan. Sidang isbat dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal, yaitu hasil hisab (berdasarkan perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal atau pengamatan hilal/bulan baru.

"Ini bukanlah dua metode yang saling berhadapan atau dibenturkan, keduanya sama pentingnya," ucap Menag.

"Pemerintah sejak dulu menggunakan dua metode tersebut, jadi saling melengkapi satu dengan yang lain," kata Fachrul Razi.

Rangkaian sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Syawal 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag, Cecep Nurwendaya. Cecep melaporkan tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1441 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini. Tim Falakiyah Kemenag diketahui melakukan pemantauan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

"Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari," kata Cecep.

Cecep mengatakan penetapan awal bulan hijriah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

"Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat," tambahnya.

Laporan dari Pelabuhan Ratu, posisi hilal awal Syawal 1441 H atau pada 29 Ramadan 1441 H di Pelabuhan Ratu secara astronomis tinggi hilal: minus 4,00 derajat; jarak busur bulan dari matahari: 5,36 derajat; umur hilal minus 6 jam 55 menit 23 detik.

Sementara itu, kata Cecep, dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS adalah minimal tinggi hilal 2 derajat, elongasi minimal 3 derajat, dan umur bulan minimal delapan jam setelah terjadi ijtima'.

"Ini sudah menjadi kesepakatan MABIMS," ujar dia.

Cecep menjelaskan, karena ketinggian hilal di bawah 2 derajat, bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia.

"Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1441H pada Jumat ini teramati di seluruh Indonesia," ujar Cecep [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Hasil evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Propinsi Jawa Barat Kabupaten Cianjur diturunkan level kewaspadaan COVID-19 dari yang semula merah menjadi kuning. Namun Pemkab tidak akan melonggarkan upaya pencegahan untuk menekan penyebaran virus Corona.

"Cianjur turun, dari evaluasi pertama Cianjur ada di level 4 atau merah menjadi level tiga atau kuning, itu dari evaluasi terbaru oleh Pemprov Jawa Barat," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (21/5/2020).

Penurunan level kewaspadaan itu berdasarkan beberapa indikator, di antaranya laju ODP dan PDP, laju kematian, hingga laju pergerakan.

"Penilain berdasarkan indikator tersebut, Cianjur jadi kuning untuk kewaspadaan," ucapnya.

Namun, Herman menambahkan, Pemkab Cianjur akan tetap melakukan upaya pencegahan dan minimalisir penyebaran COVID-19 secara optimal.

"Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat, pengurangan aktivitas di luar rumah, penyekatan di perbatasan, serta penanganan medis yang sesuai ketentuan dalam merawat pasien terindikasi ataupun positif akan tetap dimaksimalkan," ucapnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Ganjar Ramadhan juga meminta Pemkab serta unsur Muspida Cianjur untuk tidak mengendurkan upaya pencegahan dan kewaspadaan, meskipun statusnya sudah menunjukan perbaikan.

"Walau sudah jadi kuning, tetap harus semaksimal mungkin melakukan pencegahan. Targetnya Cianjur bisa biru, dan kalau bisa sampai hijau dalam evaluasi berikutnya," ucapnya.
Sekadar diketahui, hingga hari ini jumlah ODP Cianjur saat ini mencari 822 orang, PDP sebanyak 73 orang dan pasien terkonfirmasi positif di angka 5 orang.

Untuk ODP meninggal tercatat ada 7 orang, PDP meninggal sebanyak 19 orang, dan pasien positif meninggal berjumlah 1 orang.