Headlines News :
KABARCIANJUR.COM MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS TERPILIHNYA BAPAK JOKO WIDODO DAN JUSUF KALLA SEBAGAI PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2014 - 2019, SEMOGA AMANAH DAN DAPAT MEMPERJUANGKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA  

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Pembaca Setia KC

FNSPI Gelar Training Bagi Masyarakat Yang Rentan Terhadap Penyalahgunaan Narkoba dan Penyebaran HIV/AIDS

CIANJUR, [KC].-  Puluhan masyarakat yang rentan menjadi korban penyalahgunaan narkoba mengikuti training peningkatan kapasitas didunia pendidikan, dunia usaha dan industri dalam pencegahan penyalahgunaan napza dan pencegahan penularan HIV/AIDS yang digelar Federasi Nasional Serikat Pekerja Indonesia (FNSPI) Kabupaten Cianjur di aula Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah, Rabu (26/11).

Ketua FNSPI Kabupaten Cianjur Asep Malik mengatakan, kegitan training yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu kepedulian terhadap upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba dan penyebaran HIV/AIDS. Hal itu mengingat potensi yang cukup besar terjadi diwilayah Kabupaten Cianjur.

"Makanya kita juga melibatkan berbagai steakholder dalam kegiatan ini. Pesertanya juga kita ambil dari mereka yang kami anggap rentan. Kita harapkan setelah ikut training ini mereka bisa menyebarkan kepada masyarakat lainya apa yang telah didapat," kata Asep saat dihubungi, Rabu (26/11)

Dikatakan Asep, para peserta yang ikut training dibagi dalam dua kelas. Masing-masing kelas terdiri dari 15 orang. Mereka didampingi sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya masing-masing. "Kita berikan materi mengenai penanggulangan HIV/AIDS bagi pekerja pabrik, intervensi perubahan prilaku yang menyimpang dan
membangun gerakan sosial untuk perubahan kebijakan yang berpihak pada penarsun (pengguna narkoba suntik), odha dan masyarakat," katanya.

Ditegaskan Asep, dalam training itu juga diberikan meteri mengenai advokasi kebijakan pada penarsun. "Salah satu tujuan kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui tentang bahaya HIV/AIDS dan narkoba. Masyarakat bisa melakukan pendidikan sebaya. Masyarakat tidak takut melakukan vct, karena vct kita bisa mendeteksi dini terhadap penyakit dan terbangunnya gerakan sosial," tegasnya.

Pihaknya berharap, kegiatan yang dilakukan menjadi program tahunan dan bisa menjangkau lebih luas lagi terhadap masyarakat yang berpotensi atau rentan terhadap penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV/AIDS. "Harapan kita bisa melibatkan pihak perusahaan untuk melakukan sosialisai dan vct kepada karyawan. Mereka berpotensi HIV/AIDS karena pekerja domestik. Selain bisa masuk ke pabirik untuk sosialisasi," harapnya.

Sementara itu setelah melakukan training, sejumlah peserta melakukan vct yang dilakukan oleh sejumlah tenga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur yang sengaja didatangkan. "Kalau untuk hasil vct informasinya baru bisa diketahui dalam seminggu kedepan," jelasnya [KC-02]**.

Cianjur Kirim 25 Pesilat Pada Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat

CIANJUR, [KC].- Sebanyak 25 pesilat asal Kabupaten Cianjur siap berlaga dalam ajang kejuaraan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3 yang akan dilaksanaakan mulai dari tanggal 26 sampai dengan 28 Nopember 2014 di GOR Tri Lomba Juang Bandung.

Para pesilat Cianjur tersebut merupakan hasil seleksi dari sejumlah perguruan silat yang ada. Mereka akan turun di semua kategori seperti penampilan perorangan, penampilan seni silat berpasangan putra serta penampilan berkelompok.

"Atlet silat yang kami kirim itu merupakan hasil seleksi dari 118 padepokan atau paguron. Akhirnya berhasil menjaring sebanyak 18 padepokan silat se Kabupaten Cianjur yang akan mengikuti ajang seni bela diri itu," kata Ketua IPSI Kabupaten Cianjur Ucup Ditamihardja, Rabu (26/11).

Keikutsertaan Cianjur pada ajang tingkat Jawwa Barat itu mengacu pada surat dari Pengprov Jawa Barat nomor 080/IPSI-JBR/X/14 tanggal 6 Oktober 2014 perihal pelaksanaan kegiatan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3 tahun 2014.

Dikatakan Ucup, Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat untuk tahun ini, menargetkan untuk berbuat yang lebih baik dari tahun sebelumnya. "Kita tidak menargetkan muluk-muluk, hanya ing lebih baik dari tahun sebelumnya atau minimalnya bisa mempertahnkan," katanya.

Meski minim anggaran, tidak menghalangi semangat para pesilat untuk ikut dalam kejuaraan tersebut. "Para atlit silat mengeluarkan biaya masing-masing dengan harapan dapat menambah pengalaman serta dalam rangka meningkatkan prestasi atlit ditingkat yang lebih tinggi lagi," kata Wakil Ketua IPSI Ade Teguh.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto disela pelepasan atlit silat untuk Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat bertanding dan tetap melakukan yang terbaik untuk IPSI Cianjur di kejuaraan Festival Pencak Silat Tingkat Jawa Barat ke 3. Hal ini menjadi modal bersama dalam peningkatan prestasi di bidang cabang olahraga pencak silat.

Suranto merasa salut dengan tekad dan semangat para pesilat yang akan terjun di kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat. Dengan mengikuti berbagai kejuaraan ditingkat yang lebih tinggi, Suranto berharap semoga para atlit silat dapat mengukir prestasi yang baik juga dapat menjaga nama baik IPSI Cianjur di mata dunia persilatan khususnya ditingkat provinsi.

"Kita menyadari sepenuhnya bahwa peningkatan prestasi seperti halnya cabang olahraga pencak silat saat ini kurang diminati khususnya dikalangan pelajar sampai pemuda. Padahal muatan ekstrakulikuler di setiap sekolah di Cianjur terus digalakkan. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk dapat terus mendukung padepokan yang masih bertahan dalam membina para pesilat yang tetap semangat sekalipun dengan sedikit peminat," kata Suranto.

Sebelum melepas kontingen atlit silat, Wakil Bupati Cianjur, Suranto juga  memberikan sumbangan materi pribadi yang diterima oleh Ketua Pengcab IPSI Cianjur yang langsung di estapetkan kepada tim pendamping atlit. Selain itu Suranto juga memberikan pinjaman sementara sebuah fasilitas kendaraan pribadi untuk para atlit yang akan bertanding demi nama baik Cianjur [KC-02]**.

Tanamkan Budaya Pada Anak PAUD, Himpaudi Gelar Berbagai Kegiatan

CIANJUR, [KC].- Ribuan anak Pendidikan Usia Dini (PAUD) bersama orang tuanya dari berbagai wilayah Cianjur berkumpul dikomplek Perumnas Indah Permai Cilaku Cianjur, Rabu (26/11/2014). Mereka mengikuti berbagai kegiatan, salah satunya mengenai budaya dan seni sunda.

Ketua Himpaudi Wilayah 1 Cianjur, Erni mengatakan, program yang tengah dilaksanakan merupakan kepanjangan tangan dari program Himpaudi Jawa Barat. Salah satu tujuanya untuk melestarikan budaya sunda sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya sunda sejak dini.

‎​"Ngamumule budaya sunda itu harus dilakukan sejak dini, makanya ini merupakan salah satu bentuknya. Kita juga melakukan kegiatan masal berupa rampak tatalu yang diikuti oleh 2500 peserta mulai dari tenaga pendidik tenaga kependidikan siswa serta orang tua PAUD," kata Erni disela kegiatan.

‎​Tidak hanya mengenai budaya, para orang tua PAUD juga menentang keras adanya kekerasan terhadap anak usia dini. "Makanya dalam kesempatan ini kita juga mendeklarasikan Lawan Kekerasan terhadap anak yang di bacakan langsung oleh Ketua P2TP2A Cianjur," paparnya.

‎​Kabid PLS PO Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur,  Neneng Suparsih sangat mendukung program yang ada di Himpaudi, dan P2TP2A. Karena program yang dilaksanakan selalu terintegrasi dengan yang lainya.

Pihaknya juga mengaku prihatin terhadap kesejahteraan guru PAUD yang memang sangat minim. "Saya berharap agar para guru dapat bersabar dikarenakan kuota yang terbatas belum semuanya guru PAUD dapat insentif. Mudah-mudahan kedepannya semua mendapatkan," harapnya.

Dikatakan Neneng, saat ini guru PAUD hanya menerima upah sebesar Rp 50 ribu. Untuk itulah pihaknya terus memperjuangkan melalui insentif dari anggaran pemerintah baik yang bersumbet dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. "Kita akan perjuangkan kesejahteraan guru PAUD di Cianjur," katanya [KC-02/yan]**.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh: STQ Merupakan Momentum Tingkatkan Taqwa

CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, pelaksanaan STQ merupakan momentum yang sangat tepat sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan dan refleksi diri terhadap keimanan. Kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan pemahaman isi yang terkandung dalam Al-qur’an sekaligus sebagai upaya pengamalan nilai nilai ajaran agama, khususnya untuk membentuk kepribadian muslim yang berahlakul karimah.

"STQ ini mempertemukan para peserta untuk saling berkompetisi meraih hasil terbaik. Namun, makna STQ bukanlah soal kalah atau menang, STQ dapat dimaknai sebagai ajang mempererat ukhuwah islamiyah, saling kenal dan mempelajari kelebihan masing-masing, hal ini cukup penting untuk dilakukan demi membangun kebersamaan sebagai salah satu modal pembangunan," kata Tjetjep disela kegiatan pembukaan STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014, Selasa (25/11/2014).

Pihaknya berharap, dengan STQ tingkat Kabupaten Cianjur itu dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya minat baca al-qur’an khususnya di kalangan generasi muda di Kabupaten Cianjur. "TIdak hanya hasil yang berkualitas, tapi adanya ATQ ini bisa merangsang masyarakat untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan," katanya.

Sebanyak 490 peserta dari berbagai wilayah di Cianjur mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang dilaksanakan di masjid agung Cianjur mulai tanggal 25 hingga  27 Nopember 2014. Hasil STQ tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk ajang STQ tingkat provinsi Jawa Barat.

Panitia STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014,  Gunawan Jamhur, mengatakan, tujuan dilaksanakannya STQ ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al-qur’an pada masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan dan peningkatan prestasi bagi para qori/qoriah serta hafidz/hafidzah.

"STQ ini juga dalam upaya mempersiapkan dan membina para peserta untuk seleksi STQ tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 dan juga sebagai sarana dakwah dan syiar islam di Kabupaten Cianjur," kata Gunawan [KC-02]**.
 


480 Peserta Ikuti Seleksi Tilawatil Qur'an

CIANJUR, [KC].- Sebanyak 490 peserta dari berbagai wilayah di Cianjur mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang dilaksanakan di masjid agung Cianjur mulai tanggal 25 hingga  27 Nopember 2014. Hasil STQ tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk ajang STQ tingkat provinsi Jawa Barat.

Panitia STQ ke III Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2014,  Gunawan Jamhur, mengatakan, tujuan dilaksanakannya STQ ini tidak lain untuk meningkatkan pemahaman dan penghayatan Al-qur’an pada masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana pembinaan dan peningkatan prestasi bagi para qori/qoriah serta hafidz/hafidzah.

"STQ ini juga dalam upaya mempersiapkan dan membina para peserta untuk seleksi STQ tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014 dan juga sebagai sarana dakwah dan syiar islam di Kabupaten Cianjur," kata Gunawan, Selasa (24/11).

Kegiatan STQ yang dilaksanakan tersebut akan berlangsung selama tiga hari (25-27/11). Adapun cabang dan golongan yang diikuti diantaranya cabang tilawah golongan anak-anak dan dewasa, cabang MHQ 1 Juz dan tilawah, MHQ 5 dan 10 Juz, MHQ 20 dan 30 Juz.

"Secara keseluruhan jumlah pesertanya mencapai 490 orang yang berasal dari utusan LPTQ kecamatan se Kabupaten Cianjur. Kita harapkan hasilnya akan melahirkan qori atau qoriah yang berkualitas," paparnya [KC-02]**.

Ketua PGRI Cianjur Jum'ati: Guru Harus Memiliki Kompetensi Agar Profesional

CIANJUR, [KC].- Ketua PGRI Kabupaten Cianjur Jum'ati, mengharapkan guru harus mempunyai kompetensi sehingga menjadi guru yang profesional. Guru juga harus mampu menjawab tantangan jaman seiring dengan semakin pesatnya perkembangan tekhnologi.

"Kedepannya guru harus mandiri jangan terlalu bergantung ke pemerintah, guru harus percaya diri dan bermartabat," kata Jum'ati pada puncak peringatan HUT PGRI ke-69 di Cipanas, Selasa (25/11/2014).

‎​Dikatakan Jum'ati, seorang guru harus menunjukan guru yang teladan mulai dari ucapan sampai pakaian serta tindakan. "Guru harus terlindungi dalam melaksanakan belajar mengajar merasakan dirinya nyaman," tegasnya.

Pihaknya berharap, kesejahteraan guru juga bisa semakin meningkat. "Kita juga berharap para guru yang masih honorer bisa segera diangkat sesuai dengan pengabdiannya," katanya.

Sementara itu puncak peringatan hari guru di Kabupaten Cianjur dilakukan disetiap wilayah kecamatan masing-masing. Sejumlah harapan mengemuka, salah satunya harapan dari semua guru khususnya tenaga honorer agar segera diangkat menjadi CPNS agar nasib mereka kedepannya lebih jelas.

"Kita juga ingin adanya peningkatan kualitas mutu guru agar lebih profesional. Mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun agar segera diangkat dan adanya pemerataan peningkatan sarana dan prasarana," kata HM. Faroj salah seorang guru disela puncak peringatan HUT PGRI yang ke-69 di Cipanas Selasa (25/11).

Kegiatan HUT PGRI yang dipusatkan di Cipanas itu setidaknya dihadiri sekitar 800 peserta. Mereka datang dari sejumlah perwakilan sekolah mulai dari SD/SMP/SMA/SMK. [KC-02/yan]**.

Puncak Peringatan HUT PGRI Diwarnai Sejumlah Harapan

CIANJUR, [KC].-  Puncak peringatan hari guru di Kabupaten Cianjur dilakukan disetiap wilayah kecamatan masing-masing. Sejumlah harapan mengemuka, salah satunya harapan dari semua guru khususnya tenaga honorer agar segera diangkat menjadi CPNS agar nasib mereka kedepannya lebih jelas.

"Kita juga ingin adanya peningkatan kualitas mutu guru agar lebih profesional. Mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun agar segera diangkat dan adanya pemerataan peningkatan sarana dan prasarana," kata HM. Faroj salah seorang guru disela puncak peringatan HUT PGRI yang ke-69 di Cipanas Selasa (25/11).

Kegiatan HUT PGRI yang dipusatkan di Cipanas itu setidaknya dihadiri sekitar 800 peserta. Mereka datang dari sejumlah perwakilan sekolah mulai dari SD/SMP/SMA/SMK.

Ketua Panitia HUT PGRI Cipanas, Yayan Sopian mengungkapkan, dihari jadi PGRI yang ke-69 tahun 2014 ini, jumlah anggota PGRI semakin terus bertambah. Kalau sebelumnya hanya berasal dari lingkungan SD, saat ini sudah merambah ke SMP/SMA Negeri  atau sederajat.

"Dengan bergabungnya sekolah-sekolah baik tingkat SMP/Sederajat dan SMA/MA Sederajat, jumlah ranting pun bertambah, yang dahulunya berjumlah 5, kini sudah menjadi 12 ranting," kata Yayan Sopian, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Bidang Olah Raga dan Seni PGRI Cianjur, Selasa (25/11).

Dikatakan Yayan, sebagai organisasi  wadah guru di Indonesia, PGRI memiliki makna yang luas. Guru bukan saja milik Sekolah Dasar saja, tapi sekolah-sekolah lainya. "KIta berharap kedepannya PGRI dapat berkembang sesuai tuntutan profesi guru yang menjadi wadah organisasi yang lebih profesional lagi," katanya [KC-02/yan/tis]**.

Korps Pelatih Pramuka Tagih Janji KPLke Kwarcab

CIANJUR, [KC].- Sejumlah Korps Pelatih yang tergabung kedalam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Pramuka Cianjur, menagih janji Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Budi Rahayu Toyib, terkait dengan Kursus Pelatihan Lanjutan (KPL) bagi anggota pramuka. Hal itu dianggap penting mengingat masih banyak pelatih yang belum ikut KPL. 

Korps Pelatih di Pusdiklatcab Cianjur sekaligus Andalan Cabang Wilayah (Ancawil) 3, Kabul Rosidi mengatakan, semua Pelatih sangat merespon tentang rencana Ketua Kwarcab tersebut untuk menyelenggarakan kegiatan KPL. Sebab program pada kepemimpinan sebelumnya yakni ziarah Wisata kedaerah daerah dirasakan kurang efektif.

"Alangkah baik apabila alokasi dana ziarah wisata tersebut dipergunakan untuk KPL sebagai lanjutan penuntasan kursus bagi pelatih-pelatih yang ada di Cianjur. Masih banyak pelatih yang memerlukan KPL daripada sekedar wisata ziarah," kata Kabul disela kegiatan Perkemahan Kursus Mahir Dasar di SMAN I Sukaresmi, Senin (24/11).

Dikatakan Kabul, sampai saat ini jumlah pelatih yang tercatat di Pusdiklatcab Cianjur berjumlah sekitar 80 orang. Jumlah tersebut sangatlah kurang jika melihat wilayah Cianjur yang sangat luas.

"Wlayah Cianjur itu sangat luas, ada 32 wilayah kecamatan dengan 360 desa/kelurahan. Untuk mengcover daerah tersebut diperlukan banyak pelatih. Mudah-mudahan mutualismenya dapat berkembang, baik secara kwalitas sumber daya manusianya atau pun kwantitasnya agar tidak hanya isapan jempol belaka. Sehingga sebutan Cianjur sebagai kabupaten pramuka bisa terwujud," tegasnya.

Menurut Kabul, para pelatih selama ini selalu berharap bisa difungsikan sesuai tugas pokok dan funsinya (tupoksi)masing-masing, karena KPL sangatlah penting menyangkut legalitas pelatih. "Ini juga terkait dengan kurikulum 2013, lantaran titik berat pencapaian keberhasilan kurikulum 2013, tak luput dari peran penting pelatih," katanya.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Budi Rahayu Toyib, saat akan dikonfirmasi sedang tidak ada dikantornya. Demikian juga saat dihubungi melalui telpon, belum bisa tersambung [KC-02/tis]**.

Diduga Korban Pembunuhan, Sosok Mayat Perempuan Ditemukan Ditengah Sawah

CIANJUR, [KC].- Warga Kampung Ciwalen Lapang RT 01/RW 09 Desa Ciwalen Kecamatan Warungkondang gempar menyusul ditemukannya sosok mayat ditengah sawah dalam kondisi mengenaskan, Senin (24/11/2014). Mayat berjenis kelamin perempuan itu diduga merupakan korban pembunuhan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, mayat perempuan yang belakangan diketahui bernama Neni (40) warga Tarogong Garut itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang merupakan pemilik sawah Dedi (42). Warga tersebut terkejut saat melihat sosok diareal padi ditengah sawah yang akan dipanen.

"Mayat itu ditemukan oleh seorang warga yang merupakan pemilik sawah sekitar pukul dua siang. Selanjutnya diberitahukan kepada warga lain yang diantaranya meneruskan ke pihak kepolisian," kata tokoh masyarakat setempat Asep Sobandi (59).

Menurut Asep, dalam waktu sekejap, informasi ditemukannya sosok mayat perempuan ditengah sawah itu menyebar ditengah-tengah warga. Dalam sekejap warga berkumpul ingin menyaksikan dari dekat sebelum akhirnya di evakuasi oleh pihak kepolisian dan dibawa ke RSUD Cianjur.

"Saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Korban mengenakan celana jeans dan berjaket warna hitan dan tidak jauh dari jasadnya ditemukan minuman botol dan sandal," katanya.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dengan ditemukannya sosok mayat perempuan ditengah sawah itu."Kami belum bisa memberikan keterangan apa-apa. Sementara kita bawa korban dulu ke rumah sakit," kata Kapolsek Warungkondang Kompol Samsa singkat [KC-02/r]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Hingga 16 Oktober, Telah Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas 233 Kali

CIANJUR, [KC].- Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Cianjur terbilang cukup tinggi. Setidaknya dalam kurun waktu 2014 ini telah terjadi 233 kejadian dan sekitar 40 persen diantaranya akibat human error (kesalahan manusia).

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Didin Jarudin mengatakan, tingkat kecelakaan lalu-lintas terbilang cukup tinggi. Di tingkat nasional, jika dirata-rata, setidaknya terdapat 69 kasus kecelakaan setiap harinya. Atau jika dirata-rata, terjadi 2-3 kecelakaan lalu lintas per jam.

"Untuk menekannya salah satunya warga Cianjur bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Apalagi di Cianjur ini banyak titik-titik rawan terjadi kecelakaan lalu lintas," katanya.

Berdasarkan data di unit Satlantas Polres Cianjur per 16 Oktober, setidaknya telah terjadi 233 kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kejadian tersebut, telah mengakibatkan 115 orang tewas, 124 orang mengalami luka berat, 156 orang mengalami luka ringan.

"Kerugian materinya juga cukup besar, ditaksir mencapai sekitar Rp 566.300.000," tegasnya [KC-02/gr]**.

Operasi Zebra Lodaya 2014, Satlantas Polres Cianjur Terjunkan 105 Orang Personel

CIANJUR, [KC].- Untuk mendukung suksesnya Operasi Zebra Lodaya 2014, Polres Cianjur menerjunkan sekitar 105 personel dari Satuan Lalulintas (Satlantas) dibantu dengan petugas dari kesatuan lainnya yakni, provost dan Bag Ops. Tidak hanya itu, Polres Cianjur juga menggait TNI dan Polisi Militer.

"Kita kerjasama dengan unsur dari polisi militer, ini sebagai antisipasi jika terjadi pelanggaran lalu lintas yang melibatkan anggota militer serta untuk menjaga kondusifitas dilapangan," kata Kasatlantas POlres Cianjur Didin Jarudin.

Selain memeriksa berbagai surat kelengkapan kendaraan bermotor dan helm untuk keamanan pengemudi, dalam operasi zebra itu polisi juga bakal menindak tegas pengendara yang menggunakan kendaraan dengan knalpot bising.

Pihak kepolisian akan menahan langsung kendaraan tersebut dan memrintahkan kepada pemiliknya untuk mengganti knalpot tersebut di tempat. Setelah diganti, baru setelah itu kendaraan tersebut dikembalikan kepada pemiliknya.

"Kalau tidak bisa mengganti di tempat yang harus mengganti di Polres. Sedangkan knalpot bisingnya akan kami sita,” tegas Didin.

Untuk itulah, pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar bisa lebih tertib dalam berlalu lintas. Dengan demikian akan membantu kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi setiap pengguna jalan. "Kuncinya selalu mentaati aturan dalam berlalu lintas, itu wajib bagi setiap pengguna jalan," tegasnya [KC-02/gr]**.

 

KELUHAN MASYARAKAT CIANJUR

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Kp. Baru RT. 01/21 Kel. Sayang Cianjur | 089698682683 | 089698682683
Copyright © 2012. KABAR CIANJUR - NPWP : 00.539.489.5-406.000
BADAN HUKUM NOMOR 80 TAHUN 2014 NOTARIS : KUSNADI,SH,MH,MKn
Terdaftar di Kemenkumham RI dan Lembaran Negara RI