TRENDING NOW

Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Agustus 2010 aku menerima cinta dari seorang pria bernama Hari, aku tidak tau dia bekerja sebagai apa dan yang aku tahu dia adalah seorang mahasiswa salah satu universitas di Jakarta dan aku tidak mau tau tentang dia. Mungkin aku tidak terlalu mencintai dia dan hari demi hari dia selalu membuat aku menjadi lebih dewasa dan dia selalu menasehati walaupun hanya lewat sms. Akupun jatuh cinta kepadanya, aku ingin hari menjadi suamiku kelak. Dengan tekad aku mencari informasi aku memang tipikal orang yang sangat penasaran, rasa cinta yang besar kepada hari sampai ke dunia maya aku menyakan hari itu siapa? tinggal dimana? bekerja dimana?
Suatu saat hari berpamitan kepadaku, dia pindah kerja di surabaya aku mendengar kabar darinya langsung tidak sadarkan diri. Dan dia berjanji kepadaku 1 bulan sekali dia akan menemuiku. 1 bulan sudah berlalu dalam hatiku perasaan yang tidak karuan dia tidak jauh dari aku dia ada selalu ada. Aku pun mencari pekerjaan di Jakarta dan akupun bersyukur ada perusahaan yang menerimaku orang pertama yang kukabari adalah HARI dan sepertinya dia tidak senang dengan pekerjaanku sekarang dia sering mencemooh, “aku
... baca selengkapnya di Hinaanmu Jadikan Motivasi Untukku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kepiting Marah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Beberapa tahun yang lalu, teman saya mengajak saya memancing Kepiting. Bagaimana cara memancing Kepiting?
Kami menggunakan sebatang bambu, mengikatkan tali ke batang bambu itu, di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju Kepiting yang kami incar, kami mengganggu Kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar Kepiting itu marah, dan kalau itu berhasil maka Kepiting itu akan 'menggigit' tali atau batu itu dengan geram, capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor Kepiting gemuk yang sedang marah.
Kami tinggal mengayun perlahan bambu agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala.
Kami celupkan Kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut, seketika Kepiting melepaskan gigitan-nya dan tubuhnya menjadi merah, tak lama kemudian kami bisa menikmati Kepiting Rebus yang sangat lezat.
Kepiting itu menjad
... baca selengkapnya di Kepiting Marah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Dany Ramdan (Kiri) lakukan teknik melepaskan dan mengunci gaya Maenpo Cikalong
CIANJUR, [KC],- Lebih dari 80 pendekar maenpo dari berbagai padepokan dan perguruan hadir dalam kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru di Lapangan Prawitasari Joglo Cianjur, Minggu (8/1). Hadir dalam kesempatan tersebut para tokoh Maenpo Cikalong, Tokoh Muda Cianjur, dan Anggota DPRD Jawa Barat Sadar Muslihat.

Ketua Penggagas Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru Cianjur Dany Ramdani menyampaikan, kegiatan ini adalah upaya mempersatukan seluruh komponen keluarga besar maenpo Cikalong pasar baru untuk bersatu dan menyusun kembali strategi melestarikan maenpo di Cianjur.

" hari ini kita berkumpul dari berbagai padepokan dan perwakilan pelestari maenpo dari Sukabumi dan Bandung, kita ingin menyatukan visi dan misi dalam melestarikan maenpo di Cianjur" Ujar Dany.

Menurutnya, sangat aneh dan ironis banyak orang dari luar cianjur bahkan luar negeri ingin banyak belajar tentang Maenpo ke Cianjur tapi miris hari ini masyarakat cianjur sendiri sangat minim pengetahuannya tentang maenpo, indikatornya adalah minimnya perhatian Pemda terhadap olahraga asli cianjur ini. ujar Dany.

Sementara itu sesepuh Maenpo Cianjur Azis Asy'ari dalam sambutannya  menyampaikan kebanggaannya atas kegesitan para generasi muda maenpo yang memiliki keinginan untuk mengembangkan Maenpo asli Cianjur lebih dikenal oleh sleuruh lapisan masyarakat di Cianjur khususnya umumnya di seluruh dunia melalui sebuah Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru.

" Selaku orangtua saya sangat senang sekali generasi muda maenpo cianjur memiliki greget keinginan untuk mengangkat dan melastarikan maenpo  lebih bvaik lagi melalui komunitas" ungkap Azis.

Azis menambahkan masih banyak masyarakat cianjur yang belum mengetahui apa itu maenpo, termasuk pupuhunya belum banyak tahu tentang maenpo.

Menurutnya, maenpo tidak berarti hanya satu aliran silat, melainkan terdiri dari tiga, yakni aliran Sahbandar, Cimande, dan Cikalong. Ketiganya memiliki karakter atau jurus yang berbeda satu sama lain.

“Kalau untuk Sahbandar dikenal dengan kegesitan dan kelincahannya, Cimande dengan kekuatannya yang mematikan, sementara Cikalong dikenal dengan kelembuta‎n gerakan tapi mampu melumpuhkan lawan tanpa melukainya,” terangnya.

Maenpo Cikalong, lanjut Aziz, disebarkan pertama kalinya oleh Raden Ibrahim setelah belajar ilmu silat ke berbagai perguruan di Indonesia. Awalnya, gerakan maenpo Cikalong sama kerasnya, namun seiring waktu Raden Ibrahim mulai menuangkan konsep keislaman dalam aliran beladiri.

Dulu sebelum maenpo bisa dipelajari setiap orang, maenpo hanya ditujukan bagi kaum elit atau orang pemerintahan Cianjur. Hal itu pun dikarenakan para sesepuh tidak ingin maenpo ini dijadikan alat untuk mencelakakan orang.

Menurut Aziz, setiap gerakan maenpo Cikalong, kaidah yang diajarkan adalah madi, sahbandar, dan kari. “Jika sudah paham ketiganya maka sudah bisa menguasai berbagai jurus.”

Dia pun menjelaskan, para jawara maenpo Cikalong sebisa mungkin tidak melakukan tempelan atau menyentuh lawannya. Namun sekali kena, lawan sudah tak bisa melawan atau bergerak sedikitpun. Yang luar biasa, lawan takkan mengalami sedikit pun luka, bahkan terlihat tertawa. “Ini karena kaidahnya menyelamatkan dan menjalin silaturahmi. sesuai dengan karakter Cianjur yang lemah lembut,” kata dia.

Sementara itu  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sadar Muslihat berharap Cianjur sudah waktunya menempatkan Maenpo sebagai Dasar Karakteristik Masyarakat Cianjur melalui sebuah Peraturan Daerah  dan masuk menjadi program pemerintah daerah dengan melibatkan  Pelestari Maenpo asli Cianjur dalam pembuatan regulasinya.

Kegiatan silaturahmi dan Deklarasi Komunitas Maenpo Cikalong Pasarbaru ditutup dengan aksi teknik melepaskan dan mengunci gaya Maenpo Cikalong. [KC.03]**
CIANJUR,- [KC],- Awal tahun ini pergerakan harga sayuran terutama komoditi cabai berbagai jenis terus merangkak naik. Tren kenaikan sebenarnya sudah terjadi sejak Natal tahun lalu. Puncaknya, dalam dua hari terakhir harga cabai meroket tajam. saat ini harga cabai rawit mencapai Rp 140 ribu per kilogram (kg).

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Cianjur, Jumat (6/1/2017) pagi, rata-rata kenaikan untuk berbagai jenis cabai sekitar Rp 20 ribu-60 ribu per kg. Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai jenis rawit. Dari harga Rp 80 ribu per kg, saat ini cabai rawit sudah menembus Rp 140 ribu per kg.
Burhan (28), pedagang sayuran di Pasar Muka, Cianjur menuturkan, kenaikan komoditas sayuran terutama cabai rawit terus merangkak naik sejak akhir 2016.

"Dalam dua hari terakhir ini tembus Rp 140 ribu per kg," kata Burhan saat ditemui di lapaknya, tadi pagi.

Saat Natal dan Tahun Baru, harga jual cabai di pasar tradisional Cianjur bervariasi. Untuk cabai hijau Rp 30 ribu, cabai merah Rp 55 ribu per kg, cabai tanjung Rp 60 ribu per kg, cabai keriting merah Rp 60 ribu per kg, cabai keriting hijau Rp 32 ribu per kg, dan cabai rawit sekitar Rp 80 ribu per kg.

Tingginya harga cabai membuat penjualan terus merosot karena konsumen mengurangi jumlah pembelian.

"Biasa beli 2-3 kg, sekarang cuma 1 ons paling banyak 1/4 kg. Kalau nyetok banyak takut buruk. Yang ada kita rugi," kata Dayat (40) pedagang sayuran lainnya.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang Pasar Warungkondang, Cianjur, Enday Hendrayana, mengatakan bahwa kenaikan harga cabai khususnya jenis rawit salah satunya dipicu belum adanya pasokan baru dari distributor.

"Kalau di Pasar Warungkondang sih harga cabai rawit paling mahal Rp 110 ribu per kg," katanya.

Melonjaknya harga jual cabai, ucap Enday, menyebabkan merosotnya penjualan. Biasanya, dalam sehari pedagang sanggup menjual 10 kg, tapi sekarang paling tinggi hanya 3 kg.

"Sapa yang mau beli dengan jumlah banyak," ujarnya.

Siti Aisyah (29), warga yang ditemui tengah berbelanja sayuran di Pasar Induk Muka Cianjur mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kenaikan harga cabai yang meroket. Padahal sehari-hari ia harus belanja cabai untuk kebutuhan usaha kulinernya.

"Naiknya enggak tanggung-tanggung. Sama saja bikin usaha kita rugi. Ga mungkin juga kita naikkin harga makanan," ujar dia kesal.[KC.05/net]**