
Nurdin - Ketua FKKSMKS Cianjur
CIANJUR — Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FKKSMKS) Kabupaten Cianjur menyatakan sikap menolak Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025, yang dianggap berdampak negatif terhadap keberlangsungan sekolah swasta, khususnya SMK di wilayah Kabupaten Cianjur.
Keputusan yang dikeluarkan pada 26 Juni 2025 tersebut mengatur tentang Petunjuk Teknis Pencegahan Anak Putus Sekolah ke Jenjang Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Barat. Salah satu poin yang dipermasalahkan oleh FKKSMKS Cianjur adalah ketentuan pada bagian (F) nomor (4) huruf (c) yang menyebutkan bahwa calon murid hanya dapat ditempatkan pada satuan pendidikan maksimal sebanyak 50 orang, disesuaikan dengan hasil analisis luas ruang kelas.
Ketua FKKSMKS Cianjur, Nurdin, menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak berpihak pada pendidikan swasta dan berpotensi menyulitkan penerimaan peserta didik baru di SMK swasta.
“Kebijakan ini sangat tidak adil. Sekolah swasta di Cianjur, terutama SMK, selama ini sudah berjuang mandiri untuk menghadirkan akses pendidikan kepada masyarakat. Pembatasan jumlah siswa seperti ini akan berdampak pada penurunan jumlah peserta didik dan mengancam kelangsungan sekolah kami,” ujar Nurdin.
FKKSMKS Cianjur juga menilai bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan beberapa regulasi nasional, di antaranya Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023, yang menyebutkan bahwa jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar di SMA/SMK adalah 36 siswa.
Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023, yang mengatur rasio ruang kelas minimal 2 meter persegi per siswa, tanpa menetapkan batas kaku jumlah siswa per satuan pendidikan.
Keputusan Kepala BSKAP Kemdikbudristek Nomor 071/H/M/2024, yang menyatakan bahwa jumlah peserta didik per rombel harus mempertimbangkan ketersediaan guru, sarana prasarana, dan anggaran sekolah, serta kondisi khusus wilayah.
Nurdin menambahkan, kebijakan Gubernur ini berpotensi menciptakan ketimpangan, karena satuan pendidikan swasta tidak dilibatkan dalam perumusan petunjuk teknis dan tidak diberikan ruang partisipasi dalam pelaksanaan kebijakan.
“Kami melihat adanya kecenderungan diskriminasi terhadap lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat. Padahal, peran sekolah swasta sangat vital, terutama di daerah yang belum mampu dijangkau sepenuhnya oleh sekolah negeri,” tegasnya.
FKKSMKS Cianjur mendesak agar Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 463.1/Kep.323-Disdik/2025 segera dicabut atau direvisi, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk sekolah swasta, agar kebijakan yang diambil benar-benar adil dan kontekstual.
“Kami siap berdialog, tetapi kami juga akan terus menyuarakan aspirasi ini karena menyangkut masa depan sekolah, guru, dan peserta didik kami di Cianjur. Jangan sampai sekolah swasta dipinggirkan, padahal kami sudah membuktikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan bangsa,” pungkas Nurdin.
Dengan pernyataan ini, FKKSMKS Cianjur berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka ruang komunikasi dan kembali meninjau kebijakan agar sejalan dengan semangat kolaborasi dan keadilan dalam dunia pendidikan. [KC.05]***

Komentar36
Terima kasih pak Nurdin, terus perjuangkan pak jangan sampai kita sebagai WNI hanya saja bekerja di sekolah swasta terus diabaikan tidak dilihat sebelah mata, disengsarakan
BalasHapusSetuju agar kebijakan ini dibicarakan
BalasHapusLagi DPRD mana suaramu ...jangan meneng Bae , kalau bahas usulan kenaikan gaji aja
Saya setuju keputusan Kang Dedy, biar anak saya bisa sekolah di SMAN , kalau ke swasta berat jujur ini saya katakan, TDK mau anak saya sampai tidak sekolah
BalasHapusAda hal yang sebernernya harus di perbaiki penerimaan siswa barunya, bukan nambah siswa perkelas 50 bakal kewalahan gurunya, kecuali nambah kelas lagi sekolah negrinya. Misalnya penerima siswa baru tahun ini 200 menjadi 300
HapusSangat setuju kebijakan pak gubernur kdm,
BalasHapusAturan dulu 36orang per ruang skrg boleh 50orang gt kan..justru gubernur ngasih peluang masuk negeriblbih bnyk krn klo swasta ada biaya kasian yg kurang mampu..
BalasHapusBENER INI..
HapusBANYAK YANG MISS KOMUNIKASI, KARENA DI DASARI RASA KEBENCIAN KE KDM..PDAHAL MAKSD KDM INI KUOTA NYADI TAMBAH JADI BOLEH MAKSIMAL 50, BUKAN DIBATASI 59..SALAH PERSEPSI ITU MAH...
Giliran kaya gini minta dilibatin, skolah swata tentuin biaya sesukanya apa libatin pemda ?
BalasHapusYa gmn baiknya aja buat diswa
BalasHapusAlhamdulillah saya sangat setuju dengan kebijakan Bapak Gubernur Bapak Dedi Mulyadi
BalasHapusMaaf pak..
Kalau di swata saya berat di awal bulan dan tahunanya dan belum lagi ada biaya yang tak terduga
Terimakasih
Alhamdulillah saya sangat setuju dengan kebijakan Bapak Gubernur Bapak Dedi Mulyadi
BalasHapusMaaf pak..
Kalau di swata berat di awal bulan dan tahunanya dan belum lagi suka ada biaya yang tak terduga
Terimakasih
Nanyak sekolah swasta yang menahan ijazah lulusannya dan terpaksa pemptov yang bayar. Oleh ksrena itu daya tampun sekolah negeri diyingkatkan
BalasHapusDikomunikasikan lagi dg propinsi jangan dibikin gaduh.
BalasHapusKalau mau sama sekolah swasta juga harus gratis dong.
BalasHapussangat setuju program dr pemerintah jabar ini
BalasHapustolong lanjutkan, pa gubernur !!!
buat saya yg kurang mampu,
rasany msh tlalu berat klo hrs masuk sekolah swasta.
pajak tahunan yg hanya 300.000 saja menunggak, untung ad program pemutihan dr pa dedi
pengalaman para kerabat, masuk swasta krn tpaksa saat itu tdk dterima dnegeri manapun.
3th hutang sanasani untuk memenuhi biaya sekolah dswasta
sbaikny, sekolah negeri dperuntukan memang untuk orang yg kurang mampu saja.
sperti halny, Pertalite.
dg begitu, sekolah swasta msh bs bjalan
Itulah kdm hehehe...
BalasHapusSebaiknya honor guru swasta ditanggung oleh pemerintah, sekolah gratis hususnya sekolah swasta kemampuan minim bukan swasta yg mapan. kasian guru honorernya
BalasHapusSelain itu guru swasta jg harus difikirkan kalo sampai di sekolah swasta kekurangan murid, masa guru harus berhenti mengajar tambah lg pengangguran.
Hapussemoga ada jalan tengah yg baik
BalasHapusSekolah Swasta itu belum sejahtera, kalau yang menengah kebawah. Seharusnya ada bantuan dari pemerintah subsidi semua murid yang tidak mampu. Agar tetap bayar sekolah. Seperti KJP Jakarta
BalasHapusKalau siswa lebih dari banyak dan berjubel yg dirugikan dlm jangka panjang adalah siswa. Hal ini dpt dipastikan dg jumlah siswa/ kelas 50 atau lebik KBM tidak akan maksimal
BalasHapusBegitulah jk pimpinan arogan dlm membuat kebijakan, tanpa melibatkan pihak2 terkait yg jelas2 selama ini bergelut di dunia pendidikan
BalasHapusSy setuju dgn KDM agar lebih byk anak msk seklah negri, mengingat pengalaman 2 anak sy terpaksa msk sekolah swasta sampai ngutang sana sin i
BalasHapusSebaiknya Gubernur diskusikan dulu dengan pihak terkait termasuk pihak sekolah swasta sebelum membuat aturan
BalasHapusAwal dari permasalanya pihak swasta terlalu tinggi ambil biaya dari murid, sementara dana bos dapat pihak swasta.dua anak saya d swasta karena tinggal pasantren,dan d luar biaya pasantren
BalasHapusCukuplah nerima siswa 50 orang sekolah swasta jangan berpikir untuk serakah wew
BalasHapusKalo dikasih kebijakan begini aja ngeluh, apa anda semua pihak sekolah tidak berpikir bagaimana nasib anak bangsa kedepan kalo tidak bisa sekolah dan mendapatkan pendidikan yg layak karena tidak mempunyai biaya atau tidak mampukarena biaya pendidikan yg mahal...
BalasHapusYang pasti sekolah swasta itu MAHAL! KDM sudah benar memilih berpihak ke masyarakat yang tidak mampu. Pemilik sekolah swasta itu sudah para KAYA RAYA!. Betul apa betul???..
BalasHapusFokuskan aja untuk melarang guru dan siswa sekarang belajar tanpa menggunakan Handphone. Siswa Jgn bawa motor/mobil . Karna itu dampaknya sangat boros. Dulu aja bisa tanpa HP
BalasHapussetuju KDM...cuma semua tergantung dari kemampuan orang tua masing masing
BalasHapusTidak efektif belajar 1 kelas dengan murid 50. PR pemda untuk mempersiapkan dan perbanyak sekolah negeri
BalasHapusSaya juga punya anak 2 smk swasta ijasah ditahan gara-gara tidak mampu bayar SPP.. saya dukung program KDM
BalasHapuslanjutkan KDM
Setuju lanjutkan pak Gub...
BalasHapusMemang betul banyak sekali yang merasa bahwa berat sekali menyekolahkan anak di swasta. Tetapi juga perlu di pertimbangkan untuk 1 kelas 50 murid itu bagaimana. 1 kelas 36 murid saja belum tentu efektif apalagi ini 50 murid? Dengan guru yang mengajar hanya 1 orang.
BalasHapusApakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak? Nama saya Emily Janssen, dan saya adalah petugas pinjaman dan penasihat keuangan di Trust Bridge Financial Service. Saya telah memperhatikan bahwa individu dan bisnis seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Perusahaan saya, Trust Bridge Financial Service, hadir untuk menyediakan pinjaman yang Anda butuhkan dan membantu Anda.
BalasHapusBaik Anda ingin meningkatkan gaya hidup Anda atau memiliki pengeluaran tak terduga yang perlu dikelola, pinjaman dari Trust Bridge Financial Service adalah cara yang hemat biaya untuk melakukannya.
Trust Bridge Financial Service fleksibel: Anda dapat meminjam hingga satu juta euro (€1.000.000,00), dengan jangka waktu pembayaran yang nyaman mulai dari 6 bulan hingga 9 tahun. Kami menawarkan berbagai macam pinjaman pribadi, pinjaman bisnis, pinjaman rumah, dan pinjaman konsolidasi utang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan Anda yang berubah dengan suku bunga 3%.
Apa yang Anda dapatkan:
• Akses instan ke dana Anda setelah persetujuan
• Suku bunga kompetitif
• Syarat pembayaran yang fleksibel
• Kemampuan untuk membayar pinjaman Anda lebih cepat (pembayaran tambahan mengurangi pokok pinjaman)
• Persetujuan mudah jika Anda membutuhkan dana tambahan
• Pembayaran pinjaman pertama dimulai dalam waktu enam bulan setelah persetujuan.
Cara mengajukan:
Ajukan pinjaman cepat dan mudah!
Bisnis atau individu yang tertarik untuk mengajukan pinjaman dari Trust Bridge Financial Service dan membutuhkan informasi lebih lanjut tentang penawaran pinjaman dapat mengirim email ke: trustbridgefinancialservice943@yahoo.com atau mengirim pesan langsung melalui WhatsApp ke: +2349124847559.
Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak? Nama saya Emily Janssen, dan saya adalah petugas pinjaman dan penasihat keuangan di Trust Bridge Financial Service. Saya telah memperhatikan bahwa individu dan bisnis seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Perusahaan saya, Trust Bridge Financial Service, hadir untuk menyediakan pinjaman yang Anda butuhkan dan membantu Anda.
BalasHapusBaik Anda ingin meningkatkan gaya hidup Anda atau memiliki pengeluaran tak terduga yang perlu dikelola, pinjaman dari Trust Bridge Financial Service adalah cara yang hemat biaya untuk melakukannya.
Trust Bridge Financial Service fleksibel: Anda dapat meminjam hingga satu juta euro (€1.000.000,00), dengan jangka waktu pembayaran yang nyaman mulai dari 6 bulan hingga 9 tahun. Kami menawarkan berbagai macam pinjaman pribadi, pinjaman bisnis, pinjaman rumah, dan pinjaman konsolidasi utang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan Anda yang berubah dengan suku bunga 3%.
Apa yang Anda dapatkan:
• Akses instan ke dana Anda setelah persetujuan
• Suku bunga kompetitif
• Syarat pembayaran yang fleksibel
• Kemampuan untuk membayar pinjaman Anda lebih cepat (pembayaran tambahan mengurangi pokok pinjaman)
• Persetujuan mudah jika Anda membutuhkan dana tambahan
• Pembayaran pinjaman pertama dimulai dalam waktu enam bulan setelah persetujuan.
Cara mengajukan:
Ajukan pinjaman cepat dan mudah!
Bisnis atau individu yang tertarik untuk mengajukan pinjaman dari Trust Bridge Financial Service dan membutuhkan informasi lebih lanjut tentang penawaran pinjaman dapat mengirim email ke: trustbridgefinancialservice943@yahoo.com atau mengirim pesan langsung melalui WhatsApp ke: +2349124847559.
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.