BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Investasi Cianjur Semester I Tembus Rp1,33 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Berhasil Dibuka


CIANJUR [KC],-Realisasi investasi di Kabupaten Cianjur sepanjang Semester I Tahun 2026 mencapai Rp1,33 triliun. Capaian tersebut setara dengan 35,2 persen dari target investasi daerah sebesar Rp3,78 triliun dan berhasil membuka peluang kerja bagi 2.921 orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur, Superi Faizal, mengatakan, hasil yang diraih hingga pertengahan tahun menunjukkan tren investasi yang cukup menggembirakan. Meski demikian, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengejar sisa target investasi hingga akhir tahun.

Menurut Superi, Pemerintah Kabupaten Cianjur optimistis target tersebut dapat dicapai melalui peningkatan promosi investasi serta kemudahan pelayanan perizinan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah Cianjur.

"Realisasi investasi hingga semester pertama sudah mencapai Rp1,33 triliun atau sekitar 35,2 persen dari target Rp3,78 triliun. Dari investasi tersebut telah terserap sebanyak 2.921 tenaga kerja," ujarnya, Jumat (25/7/2026).

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), investasi di Kabupaten Cianjur masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Nilainya mencapai sekitar Rp2,09 triliun atau sekitar 82 persen dari keseluruhan komposisi investasi. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sekitar Rp240 miliar atau 18 persen.

Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan investasi di Kabupaten Cianjur. Sebanyak 204 perusahaan melaporkan kegiatan investasinya pada sektor tersebut dengan total nilai mencapai Rp1,08 triliun. Industri pengolahan juga menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni mencapai 1.674 orang.

Selain industri, sejumlah sektor lainnya juga memberikan kontribusi terhadap realisasi investasi daerah. Sektor jasa keuangan dan asuransi membukukan investasi sekitar Rp60,2 miliar dengan penyerapan 40 tenaga kerja. Sementara sektor pertambangan dan penggalian mencatat investasi sebesar Rp54,9 miliar yang melibatkan 38 tenaga kerja.

Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turut mencatatkan investasi sebesar Rp44,075 miliar dengan penyerapan 237 pekerja. Sedangkan sektor real estate membukukan investasi senilai Rp32,63 miliar berdasarkan 152 laporan LKPM yang masuk ke DPMPTSP.

Superi menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan sekaligus mendorong seluruh pelaku usaha agar disiplin menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal melalui sistem OSS sesuai ketentuan pemerintah. Laporan tersebut menjadi instrumen penting dalam memantau perkembangan investasi sekaligus menyusun kebijakan yang mendukung iklim usaha di Kabupaten Cianjur.

Ia berharap peningkatan investasi yang terjadi tidak hanya mampu memenuhi target tahunan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terbukanya lapangan pekerjaan baru di berbagai sektor usaha di Kabupaten Cianjur.[KC.11/Ranti]*

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.