CIANJUR [KC],-Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur dilaporkan mengalami kekeringan akibat menurunnya debit sumber mata air pada musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyalurkan sedikitnya 20.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
Distribusi bantuan air bersih dilakukan ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah daerah guna mencegah terjadinya krisis air bersih di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah. Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.
"Kami telah menyalurkan sekitar 20.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Apabila kondisi kekeringan terus meluas, distribusi bantuan akan kami tambah sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Asep Suparman.
Ia menjelaskan, selain menyalurkan air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta instansi terkait untuk memetakan daerah yang mengalami krisis air. Pendataan tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Dedi Kurniawan, S.T., mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia juga meminta warga segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
"Kami mengajak masyarakat menghemat penggunaan air dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila membutuhkan bantuan. Dengan begitu, distribusi air dapat dilakukan lebih cepat," katanya.
Salah seorang warga Kecamatan Cidaun, Siti Aminah (45), mengaku bantuan air bersih dari pemerintah sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Menurutnya, beberapa sumber mata air di sekitar permukiman mulai mengering sehingga warga harus mencari air ke lokasi yang lebih jauh.
"Sudah beberapa minggu debit air terus berkurang. Bantuan dari BPBD sangat kami syukuri karena sangat membantu kebutuhan memasak, mandi, dan keperluan sehari-hari," ungkapnya.
BPBD Kabupaten Cianjur juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah musim kemarau, termasuk memastikan ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sanitasi. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan lebih parah apabila curah hujan belum kembali normal.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat desa, dan masyarakat, penanganan dampak kekeringan diharapkan dapat berjalan lebih efektif. BPBD memastikan layanan distribusi air bersih akan terus disiagakan guna memenuhi kebutuhan warga hingga kondisi pasokan air kembali normal.[KC.11/Ranti]


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.