CIANJUR [KC],-Pemerintah Kabupaten Cianjur belum memastikan pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2027. Kebijakan tersebut masih menunggu hasil evaluasi kebutuhan aparatur serta kemampuan keuangan daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur, Akos Koswara, menyampaikan bahwa kajian kebutuhan pegawai masih dilakukan bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Menurut Akos, kondisi belanja pegawai menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan sebelum pemerintah daerah mengusulkan formasi baru. Saat ini, persentase belanja pegawai Kabupaten Cianjur masih berada di atas batas 30 persen.
Karena itu, pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka penerimaan CPNS apabila kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Setiap usulan formasi harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di masing-masing perangkat daerah.
Di sisi lain, jumlah ASN yang tersedia saat ini dinilai masih mampu mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam jumlah cukup besar pada periode sebelumnya.
Berdasarkan data BKPSDM, jumlah ASN yang memasuki masa pensiun memang cukup signifikan setiap tahunnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 754 PNS pensiun, kemudian 651 orang pada 2025, sedangkan pada 2026 diproyeksikan mencapai 738 orang.
Meski demikian, banyaknya ASN yang pensiun tidak serta-merta menjadi alasan pemerintah untuk langsung membuka seleksi CPNS. Pemkab Cianjur terlebih dahulu akan melihat apakah posisi yang ditinggalkan memang membutuhkan pengganti serta apakah terdapat ruang dalam anggaran belanja pegawai.
Saat ini, komposisi ASN di lingkungan Pemkab Cianjur terdiri dari 6.693 PNS, 8.039 PPPK dan 6.994 PPPK paruh waktu. Data tersebut akan terus diperbarui sebagai dasar dalam menghitung kebutuhan sumber daya aparatur.
Akos menjelaskan, evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perubahan jumlah pegawai, kebutuhan pelayanan publik, serta pegawai yang memasuki masa pensiun. Apabila nantinya terdapat sektor yang mengalami kekurangan tenaga, kebutuhan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan formasi.
Dengan demikian, peluang pembukaan CPNS pada 2027 masih terbuka, namun belum dapat dipastikan. Keputusan akhir akan bergantung pada hasil pemetaan kebutuhan pegawai dan kondisi fiskal Kabupaten Cianjur.
Pemkab Cianjur memastikan kebijakan rekrutmen ASN akan diarahkan pada kebutuhan prioritas. Jika persentase belanja pegawai masih terlalu tinggi, rekrutmen kemungkinan ditunda. Sebaliknya, apabila tersedia ruang anggaran dan terdapat kebutuhan tenaga pada sektor tertentu, pemerintah akan mempertimbangkan pengajuan formasi baru.[KC.11/Ranti]*


Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.