BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari, Jalur Diperketat Pascakebakaran


CIANJUR [KC],-Aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) resmi dihentikan sementara selama lima hari. Kebijakan tersebut diterapkan setelah terjadinya kebakaran lahan di kawasan Alun-alun Suryakancana.

Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas melakukan penanganan dan pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran. Selama masa tersebut, seluruh kegiatan pendakian dari berbagai jalur menuju kawasan Gunung Gede Pangrango tidak diperbolehkan.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Ade Bagja, mengatakan keputusan tersebut telah dituangkan dalam surat edaran resmi. Kebijakan itu menjadi dasar bagi petugas untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pendakian.

“Setelah kebakaran lahan kemarin, kami terbitkan Surat Edaran Kepala BBTNGGP nomor SE.18 tahun 2026 tentang penutupan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di Alun-alun Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” ujar Ade, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, penutupan berlaku selama lima hari sejak Jumat (7/8/2026). Dalam periode tersebut, petugas akan melakukan penanganan lebih lanjut terhadap lokasi yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan kondisi kawasan aman untuk kembali dibuka.

“Betul penutupan dilakukan selama lima hari, dimulai hari ini. Karena kami akan melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kebakaran,” katanya.

BBTNGGP juga meningkatkan pengawasan di seluruh jalur pendakian untuk mencegah adanya pendaki yang mencoba masuk tanpa izin. Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik jalur pendakian selama masa penutupan berlangsung.

Ade mengimbau para calon pendaki yang telah memiliki jadwal pendakian selama masa penutupan agar tidak memaksakan diri masuk ke kawasan taman nasional. Pendaki dapat mengajukan pengembalian biaya atau menjadwalkan kembali perjalanan mereka.

“Pendaki yang sudah menjadwalkan untuk naik di waktu tersebut, silakan ajukan refund atau reschedule. Jangan memaksakan naik secara ilegal,” tegasnya.

Ia menambahkan, tindakan tegas akan dilakukan terhadap pendaki yang tetap nekat memasuki kawasan melalui jalur pendakian selama penutupan. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung proses penanganan kawasan pascakebakaran.

BBTNGGP berharap seluruh calon pendaki maupun masyarakat dapat mematuhi kebijakan tersebut. Penutupan sementara diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan secara optimal sehingga kawasan Alun-alun Suryakancana dapat kembali aman sebelum aktivitas pendakian dibuka.[KC.11/Ranti]*

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.