January 2012
Jembatan Rawayan  Ambruk Akibat Deras Sungai Cimaragang
KabarCianjur-Cidaun;Akibat jembatan gantung (Rawayan) ambruk, sejumlah siswa dari warga Kampung Cisarakan Desa Gelarpawitan dan Kampung Cisiluman Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, hampir satu bulan jarang masuk sekolah. Kalupun ada yang masuk, para siswa harus memutar arah yang jaraknya cukup jauh.

Informasi yang berhasil di himpun menyebutkan, ambruknya jembatan rawayan tersebut terjadi pada Senin (4/1) akibat tidak kuat menahan derasnya arus sungai Cimaragang. Ambruknya jembatan tersebut sempat membuat lumpuh aktivitas warga. Terdapat sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni diwilayah kedua desa. Bahkan terdapat setidaknya sekitar 170 siswa warga setempat yang mayoritas bersekolah di SDN Cisarakan dan SMPN 3 Cidaun. Mereka terpaksa absen dari kegiatan belajar lantaran akses jembatan yang selama ini menjadi sarana fital tidak bisa dilalui.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 3 Cidaun Entang Rohandi (52), membenarkan banyaknya siswa dari kedua desa yang absen setelah jembatan rawayan ambruk. "Kita memaklumi, memang ada beberapa siswa yang absen sejak jembatan itu ambruk. Informasinya sih akibat diterjang banjir sungai Cimaragang. Kalaupun masih ada siswa yang masuk, mereka harus memutar arah yang jaraknya belasan kilometer," kata Entang saat dihubungi, Selasa (31/1).
Hal serupa juga diungkapkan, Taufik Maulana (32), salah seorang guru warga setempat. Robohnya jembatan rawayan tersebut dimungkinkan akibat usianya yang sudah udzur. Menurutnya, jembatan yang ambruk tersebut dibangun pada sekitar tahun 1971 berkat swadaya masyarakat. Hingga jembatan itu ambruk, kata Taufik, belum ada perhatian dari pemerintah.
"Keberadaan ini sangat fatal bagi masyarakat, terutama bagi para siswa. Karena jembatan itu merupakan akses pendidikan ke SDN Cisarakan dan SMPN 3 Cidaun," kata Taufik.
Secara terpisah Kepala Desa Neglasari Karmin (40) mengaku, pasca robohnya jembatan rawayan diwilayahnya itu, dia mengaku telah mengusulan perbaikan kepemerintah setelah dilakukan penghitungan anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 100 juta.
"Saya telah usulkan ke pemerintah melalui kecamatan, tapi hingga saat ini belum ada konfirmasi apakah mau dibangun atau tidak. Sebenarnya pada 2011 lalu ada dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman yang melakukan survei, tapi sampai saat ini tidak ada kejelasanya," kata Karmin (KC-02)***.

KabarCianjur;Cikalongkulon;Setelah mendapatkan dana revitalisasi dan insentif bagi kader posyandu di Kab. Cianjur, kebahagian mereka semakin lengkap setelah Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, Selasa (31/1) menyerahkan secara simbolis berupa seragam kader posyandu, kerudung dan ongkos jahit di aula Kec. Cikalong Kulon.

Menurut Bupati, dengan diberikannya bantuansebut diharapkan para kader posyandu bisa lebih meningkatkan kinerja dan kegiatan posyandu terutama dalam mendukung tercapainya masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlaqul karimah. Upaya perbaikan derajat kesehatan di Kabupaten cianjur, ditunjukkan oleh meningkatnya indeks kesehatan dalam indeks pembangunan manusia (IPM) dari tahun – ke tahun, berdasarkan evaluasi terhadap capaian hasil pembangunan daerah Kabupaten Cianjur, indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli menunjukan peningkatan.
Menurut bupati, keberadaan Posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian tujuan pembangunan. Selain sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya preventif dan promotif, keberadaan Posyandu juga memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian cakupan imunisasi. 
"Sejalan dengan visi Kabupaten Cianjur yaitu mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlaqul karimah dan untuk mewujudkan harapan – harapan masyarakat Cianjur terutama dibidang pembangunan kesehatan, maka diperlukan partisipasi dan dukungan penuh dari berbagai pihak, sesuai dengan peran masing – masing," katanya.
Pihaknya juga berharap, kader Posyandu serta jajaran pemerintah, dapat lebih meningkatkan kinerja serta menjadi yang lebih baik lagi supaya ditingkat ke RT an dengan program Rp 10 juta per RT berpacu pada Index Pembangunan Manusia ( IPM) pengaflikasiannya dari mulai sektor Pendidikan, Kesehatan dan Daya Beli Masyarakat.
"Peran posyandu juga harus terus ditingkatkan, karena terbukti posyandu mampu menjadi salah satu pusat kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat yang murah dan dekat dengan masyarakat, serta memegang peranan penting dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama bagi mereka yang tidak mampu," ungkap bupati (KC-02)***.
Bupati Cianjur Tinjau Situs Megalith Gunung Padang
KabarCianjur-Campaka;Tidak mau dibilang ketinggalan, Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, Selasa (31/1) melakukan kunjungan kerja ke lokasi situs Megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Dalam kesempatan tersebut bupati meninjau sejumlah bangunan sarana dan prasarana sebagai daya dukung keberadaan situs Megalith Gunung Padang diantaranya jalan alternatif berupa tangga menuju lokasi situs, WC ( Toilet), Mushola, Kantor, area parkir dan tempat Loket. 
"Kita akan upayakan sarana dan prasarana yang ada di areal situs dilengkapi, tentunya semua itu akan dilakukan secara bertahap," kata bupati.
Sebagaimana diketahui Situs Megalith Gunung Padang juga di juluki sebagai Complex Galaxi Stones. Kekayaan alam dan budaya serta posisi geografis Kabupaten Cianjur memiliki prospek yang cukup potensial dalam pengembangan wisata. 
Situs Megalith Gunung Padang, eksotismenya bisa bersaing dengan situs megalitikum lainnya yang berada di Rusia dan Peru. Implementasi pengembangan objek wisata untuk budaya akan berjalan dengan mengangkat dan memperkenalkan situs gunung padang milik dunia kebanggaan Indonesia.
Keberadaan situs Megalith Gunung padang yang berada di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara dengan luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs mencapai kurang lebih sekitar 3 ha. 
Situs Megalith Gunung Padang akan tergali dengan tersendirinya oleh subyek wisatawan yang berkunjung dengan adanya unsur tematik akan tercipta the power of knowledge, sehingga para wisatawan dapat melakukan konservasi yang lebih jauh guna menggali pesona prasejarah yang ditinggalkan oleh orang masa lampau. 
Keberadaan situs ini pertamakali muncul dalam laporan Rapporten Van De Oudheid-Kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan Nj Krom tahun 1949. Pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian benda cagar budaya yaitu penilik kebudayaan setempat disusul oleh Ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke lokasi situs. 
Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya. Bentuk bangunan punden berundaknya mencerminkan tradisi megalitik seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat. 
Pada kesempatan tersebut dilokasi diadakan penelitian situs yang konon katanya setelah diadakan pemotretan di bawah tanah, situs tersebut ada kandungan logam sehingga dilakukanlah penelitian, bahkan tidak mustahil jika situs Megalith Gunung Padang yang ada di Campaka itu akan menjadi situs terbesar di dunia bukan hanya di Asia Tenggara seperti saat ini (KC-02)***i
Ade Namnung
KabarCianjur-Jakarta;Dunia hiburan Indonesia kembali berduka, Ade Namnung Meninggal Dunia Setelah menjalani perawatan di  Rumah Sakit Mitra Cibubur. Pria bernama asli Syamsul Effendi ini sebelumnya sempat di rawat di rumah sakit di Surabaya pada 18 Desember lalu.
Ade sempat bertemu dengan awak media beberapa pekan lalu. Dalam pertemuan itu, bintang 'Tawa Sutra' ini sempat mencurahkan segala isi hati dan keinginannya. Pria yang memiliki nama asli Syamsul Effendi itu mengatakan selama sakit, ia sangat merindukan pekerjaannya di dunia hiburan.
"Aku kangen banget sama kerjaan nge-MC," kata Ade dengan penuh antusias.
Selama sesi wawancara, pria kelahiran 10 April 1977 ini tak berhenti meneteskan air mata. Ia mengungkapkan keinginannya untuk bisa berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya. Ade ingin segera pulih dan bisa kembali beraktifitas.
"Aku ingin sekali bisa jalan-jalan ke Senayan, mau kumpul-kumpul lagi dengan sahabat," ucapnya.
Menurut dokter yang merawat Ade, Heny Aquarita, presenter terkenal itu pembuluh darahnya ada yang pecah karena hipertensi. Kemudian Ade menyeletuk jika dirinya senang karena dokternya penuh perhatian.
Hal itu membuat dirinya menjadi lebih semangat untuk cepat sembuh. Namun, manuasia hanya bisa berusaha. Takdir berkata lain. Hari ini, Selasa, 31 Januari 2012, Ade menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pukul 11.45 WIB (KC01)**
Tommy Suharto
Ini tentang Partai Nasional Republik.  Sohor dengan singkatan namanya, Nasrep. Partai baru, yang tak jauh-jauh dari keluarga Cendana. Meski masih belia, mereka sudah punya calon presiden. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra bungsu penguasa 32 tahun Soeharto.
Senin, 30 Januari 2012 partai ini menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di sebuah hotel mewah pusat kota Jakarta. Seluruh petinggi partai hadir dalam acara itu. Banyak juga jenderal purnawiran.
Partai Nasrep ini sejatinya sudah mendaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tapi sebelum proses verifikasi dilakukan memilih mundur. Mereka pamit tanggal 16 Desember 2011. Banyak yang menduga, ini cara menyelamatkan muka, sebab akan susah menembus proses verifikasi itu. Kabar tentang Nasrep itu kemudian senyap.
Dari proses verifikasi atas sejumlah partai baru itu,  lalu diketahui bahwa cuma Nasional Demokrat yang lolos. Sisanya kandas. Partai yang semula diyakini lolos seperti Partai SRI—yang mengusung  Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke 2014 –juga gagal melenggang.
Meski mundur dari proses verifikasi,  pekan ini Nasrep bikin kejutan. Ternyata mereka sudah memiliki badan hukum. Jadi bisa ikut dalam pertarungan pemilihan umum 2014.  Setidaknya itu pengakuan petinggi partai itu.  Lalu bagaimana partai itu bisa lolos. Padahal ikut verifikasi saja tidak.
 "Kami lolos dengan SK yang sudah dikeluarkan Kementerian Hukum dan Ham pada 4 Januari 2012," kata Ketua Umum Partai Nasional Republik, Jus Usman Sumanegara, dalam perbincangan dengan wartawan VIVAnews.com, Senin 30 Januari 2012.
Surat itu, lanjut Jus Jusman,  menjelaskan bahwa Partai Nasional Republik sudah berbadan hukum partai. Dengan begitu resmi sudah jadi partai.  Informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa Partai Nasrep kandas melewati proses verifikasi, lanjutnya, adalah salah."Kalau kami tidak lolos verifikasi, buat apa kami Rapimnas," ujar mantan Sekretaris Jenderal Partai Hanura ini.
Rapimnas itu, lanjutnya, sudah matang dipersiapkan. Sejulah tokoh penting akan hadir.  Mereka antara lain mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Purnawirawan, Tyasno Sudarto; mantan Gubernur DKI Sutiyoso; serta ketua umum-ketua umum partai politik nonparlemen. "Insya Allah mas Tommy Soeharto juga akan hadir," kata Jus Usman.
Jus Usman mengaku bahwa saat ini partai Nasrep sudah memiliki 1.000 anggota yang resmi mendaftar. Dengan lolos itu, katanya, tentu banyak yang berminat.
 
Akuisisi Partai Lain

Penjelasan Jus Usman ini tidak cukup untuk menjawab pertanyaan mengapa Nasrep itu bisa lolos. Sebab dalam pengumuman Kementerian Hukum yang dipimpin Amir Syamsuddin  pada 16 Desember 2011, Cuma Nasdem yang lolos. Nama Nasrep sama sekali tidak ada.

Saat dihubungi VIVAnews, Direktur Tata Negara Kementerian Hukum dan HAM, Asyari Sihabuddin, menegaskan bahwa  Nasrep memang tidak lolos verifikasi parpol karena mereka mencabut pendaftaran verifikasi di tengah jalan.
Tapi itu tidak berarti partai ini kemudian mati. Mereka memilih  bergabung dengan partai lain. Asyari mengungkapkan, Nasrep dengan bergabung dengan Partai Nurani Umat.
Mungkin tak banyak yang tahu tentang Partai Nurani Umat. Tapi yang jelas, kata Asyari, Partai Nurani Umat telah lolos dalam verifikasi parpol yang terdahulu  dan telah berbadan hukum sejak tahun 2008.
“Nasrep bergabung dengan Partai Nurani Umat, dan selanjutnya mengubah nama Partai Nurani Umat menjadi Partai Nasional Republik,” kata Asyari kepada VIVAnews, Senin 30 Januari 2012. Perubahan nama dari Partai Nurani Umat ke Nasrep, kata dia, telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin pada 4 Januari 2012. “Jadi, Nasrep adalah jelmaan dari Partai Nurani Umat,” ujar Asyari.
Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Malik Haramain, meminta Menteri Hukum dan HAM menjelaskan soal Nasrep yang "mengakuisisi" partai lain ini. "Seharusnya (kalau mengakuisisi), nama partainya nggak boleh diganti dong. Namanya harus tetap PNU (Partai Nurani Umat),” kata Malik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Menurut Malik, akuisisi yang dilakukan oleh Nasrep dengan mengubah nama partai berbadan hukum yang diakuisisi, seharusnya tidak boleh dilakukan. “Itu melanggar hukum. Badan hukumnya kan PNU, lalu ganti Nasrep, ya nggak boleh,” kata dia.
“Kalau Nasrep gabung ke PNU, kemudian ikut pemilu namanya PNU, tidak apa-apa. Tapi kalau namanya ganti Nasrep, nggak boleh,” ujar Abdul lagi.
Jus Usman mengatakan partainya memang benar melakukan akuisisi terhadap Partai Nurani Umat namun proses itu tidak dilarang oleh undang-undang. "Yang jelas sesuai mekanisme, sesuai undang-undang partai politik. Kemenkumham juga telah mengesahkan, tak ada masalah," kata dia.
Menurut dia, dalam undang-undang memang dimungkinkan penggabungan partai-partai untuk maju dalam pemilihan umum. Bahkan, lanjut Jus Usman, saat menghadapi Pemilu 2004, ada dorongan kepada partai untuk bergabung, agar partai peserta pemilu tidak terlalu banyak.
"Dalam undang-undang pemilu ini syaratnya lebih berat. Menurut saya penggabungan ini malah menjadi kesempatan baik untuk menyederhanakan partai," ujar Usman. "Ini bukan barang baru, bahkan malah dianjurkan."
Yang jelas, kata dia, Nasrep tidak melanggar undang-undang. "Itu sebabnya mengapa kami kemarin menarik diri dari proses verifikasi. Kalau ada yang gampang, kenapa cari yang sulit," ujar dia.
Partai ini sudah mengincar sejumlah partai lain yang sudah lolos verifikasi untuk diakusisi. Selain PNU, Nasrep juga mengakuisi Partai Serikat Indonesia (PSI). Partai itu, kata Jusman, “Sudah pasti bergabung.”

Preseden Buruk

Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi juga mempertanyakan status badan hukum Nasrep ini. "Ini fenomena jual beli partai, menurut saya kita layak mempertanyakan argumen yuridis mengapa Kemenkumham meloloskan Nasrep yang membonceng Partai Nurani Umat," kata Burhan.
Menurut Burhan, modus 'membonceng' yang dilakukan Nasrep ini menunjukkan betapa pragmatisnya kepentingan partai yang mengusung Tommy Soeharto ini. "Apalagi proses Nasrep mengakuisisi Nurani Umat pantas dipertanyakan dari sisi legalnya, karena Partai Nurani Umat lolos dengan bendera Nurani Umat, apa dasar yuridisnya melegalkan ini," ujar Burhan.

Burhan mengatakan, Kemenkumham harus bisa memberikan penjelasan memadai terkait proses yang dilakukan Nasrep ini. Jika tidak, fenomena ini akan diikuti oleh partai lain yang tidak lolos verifikasi. "Kalau misalnya preseden semacam ini tidak bisa dijelaskan oleh Kumenkumham, akan menjadi preseden buruk. Itu akan diikuti oleh partai lain yang tidak lolos," ujar dia.
"Jadi, politik kita seolah hanya ajang transaksi yang diinterpretasikan negatif. Tidak etis, aneh bin ajaib kalau proses ini tidak dijelaskan secara memadai."
Burhan menambahkan, meski Nasrep sudah berbadan hukum partai, mereka belum bisa bernafas lega seperti partai lain yang mapan. Nasrep, masih harus menjalani verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk dinyatakan bisa mengikuti pemilu 2014.
Komisi Pemilihan Umum sendiri menyatakan, siasat Partai Nasional Republik (Nasrep) yang mengakuisisi partai lain yang telah berbadan hukum demi bisa mengikuti pemilu, baru pertama terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Anggota KPU Abdul Aziz menyampaikan, KPU sendiri hanya pelaksana yang akan menerima semua partai yang telah sah berbadan hukum, sebagai peserta pemilu.
Sementara terkait boleh atau tidaknya siasat seperti itu dilakukan oleh sebuah partai demi lolos mengikuti pemilu, Abdul menegaskan itu bukan kewenangan KPU. “Itu wewenang Kementerian Hukum dan HAM,” ujar dia. Yang jelas, imbuhnya, selama suatu partai sudah sah sebagai badan hukum, maka ia bisa mengikuti pemilu.
Selain partai Tommy Soeharto itu, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) yang gagal dalam verifikasi Desember lalu, juga sedang mencari cara agar lolos dalam Pemilu 2014.
Ketua Umum Partai SRI, Damianus Taufan, menyatakan, Partai SRI akan fusi dengan partai yang sudah memiliki badan hukum. "Bukan akuisisi atau merger, kami tak punya uang banyak," kata Taufan.
Taufan menjelaskan, pembicaraan fusi ini melibatkan banyak partai. Salah satu partai yang memiliki badan hukum, lalu akan dipakai sebagai nama resmi. "Tunggu saja akhir Februari," katanya.

Sumber : Vivanews.com
Oleh. Hamidul Alwan
Konflik dalam rumah tangga, seringkali di awali oleh kesalahpahaman yang disebabkan oleh mis-komunikasi. Sedangkan mis-komunikasi terjadi karena pijakan dasar cinta yang juga berbeda, pria jatuh cinta dengan matanya sedangkan wanita jatuh cinta dengan telinganya.
Wanita umumnya memiliki kepekaan yang lebih tinggi, mereka mampu membaca sinyal, bahasa tubuh, vocal mau pun bahasa verbal orang lain. Sehingga mereka akan sangat mudah memahami apa yang dirasakan dan diinginkan orang lain.
Sedangkan pria, kebanyakan bukanlah pembaca pikiran yang baik. Umumnya pria tidak mampu membaca segala keinginan wanita yang memang tidak terbahasakan.
Masalah itu timbul ketika wanita menganggap pria memiliki kemampuan yang sama seperti mereka, sehinggga menganggap pria bisa memahami apa yang dirasakan, diinginkan dan dibutuhkan. Maka, jika respon pria terjadi tidak sesuai dengan harapan, wanita akan menganggap pria-nya tidak peka, tidak mau mengerti. Padahal sekali lagi, pria bukanlah pembaca pikiran yang baik!
Mengolah kosakata dengan benar bukanlah keahlian dasar wanita, sehingga ketepatan arti menjadi tidak relevan bagi mereka. Seringkali wanita mengatakan sesuatu tetapi tidak sesuai dengan maksud mereka. Sedangkan pria sangat peka dengan perkataan, pria menanggapi secara harfiah dan literal, apa adanya, kata per kata sesuai dengan arti dasarnya.
Wanita umumnya, tidak mampu bicara secara to the point. Mereka berbicara menggunakan bahasa, isyarat atau kalimat-kalimat yang tidak langsung. Sedangkan, pria umumnya berbicara dengan to the point, secara langsung dengan kalimat-kalimat pendek.
Masalah juga akan timbul, manakala pria menginginkan wanita-nya memiliki kemampuan yang sama seperti mereka; to the point, bicara pendek-pendek dan singkat, sesuai dengan arti dasar. Karena, sekali lagi ... mengolah kosakata bukanlah keahlian dasar wanita!
Perbedaan mendasar didalam hal "cara mengkomunikasikan" ini, seharusnya disikapi dengan bijak sebagai alur musikalitas yang indah, yang saling melengkapi, saling mengisi satu sama lain, sehingga tercipta suatu harmoni.
Mari !! ... mulai belajar mengerti untuk saling memahami dan mengisi ...
Sumber Video : www.tvone.co.id


KabarCianjur,Mande; Siswa SDN Batulayang Cianjur sudah Hampir setahun lebih terpaksa menjalani proses belajar mengajar di halaman sekolah karena tiga ruang kelas yang dimiliki sekolah tersebut rusak berat dan tidak dapat dipakai.
Bangunan sekolah yang terletak di Kampung Cijeler, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur, hanya berjarak 10 kilometer dari pusat Kabupaten Cianjur kearah Utara, namun ironisnya bantuan yang diharapkan pihak sekolah guna membangun kembali kelas yang rusak tak kunjung datang.
Meskipun pihak sekolah telah berkali-kali mengajukan permohonan ke pihak terkait di Pemkab Cianjur, bahkan hingga ke pusat, impian untuk membangun kembali ruang kelas yang rusak belum terwujud.
“Sudah berkali-kali kami mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Pendidikan dan Pemkab Cianjur. Bahkan kami pernah mengirim proposal ke dirjen pendidikan dan bank dunia. Hasilnya masih nihil,” kata Kepala Sekolah SDN Batulayang, Jajang Abubakar, Rabu.
Bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 1978 itu, kata dia, belum pernah mendapatkan perbaikan. Sejak satu tahun terakhir dari enam ruang kelas yang dimiliki hanya tersisa dua ruang kelas.
Sehingga pihaknya terpaksa membagi dua jam masuk bagi ratusan siswanya itu. Bahkan tidak jarang puluhan siswa terpaksa belajar di luar ruangan karena padatnya jam pelajaran menjelang ujian.
“Saat ini sebagian besar siswa terpaksa belajar di luar ruangan. Karena dari dua kelas yang tersisa, hanya satu ruangan yang masih layak di pakai. Sedihnya bila hujan turun, kami terpaksa meliburkan siswa,” katanya.
Harapannya pihak terkait di Pemkab Cianjur segera melihat kondisi sekolah yang sudah tidak layak dipergunakan itu dan segera memberi bantuan untuk membangun kembali ruang kelas yang rusak.
Sementara itu, puluhan siswa yang terpaksa menjalani proses belajar mengajar di luar ruangan, tepatnya di teras sekolah, berharap Dinas Pendidikan dan Bupati Cianjur segera membangun kembali sekolah mereka yang rusak.
Puluhan siswa itu mengaku takut belajar di dalam ruangan karena kondisi bangunan yang sudah lapuk dan rentan ambruk.
Beberapa waktu lalu, enam siswa terpaksa di larikan ke puskesmas setempat karena tertimpa langit-langit yang jatuh saat menjalani proses belajar.(KC01)**
Massa Garis Serbu Kantor Leasing (Foto:inilahjabar.com)
KabarCianjur-Jln. Raya Sukabumi;Belasan massa dari Gerakan Reformis Islam (Garis) mendatangi kantor pembiayaan (leasing) Bessfinance di Jalan raya Sukabumi, Cikaret, Cageunang, Cianjur, Senin (30/1/2012. Kedatangan massa Garis tersebut bermaksud ingin meminta klarifikasi terkait pengambilan paksa sepeda motor milik nasabah leasing tersebut.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika seorang nasabah Bessfinance, yakni Asep diminta melunasi tagihan cicilan motor yang tiga bulan belum dibayar. Karena yang bersangkutan belum sanggup melunasinya, melalui jasa depkolektor, pihak leasing tersebut mengambil paksa sepeda motor yang tengah digunakan.
"Salah satu yang ingin kami klarifikasi kenapa meraka (leasing melalui depkolektor) tidak meminta tagihan dirumah, tapi di jalan. Keduanya, mereka menggunakan jasa preman untuk membawa paksa motor yang sedang digunakan. Memangnya tidak bisa dilakukan dengan cara yang lebih santun," kata seorang anggota Garis Teguh.
Atas kejadian tersebut, pihaknya meminta tanggungjawab pihak leasing untuk meminta maaf kepada nasabah yang telah diperlakukan tidak sopan. Selain itu leasing juga harus memperbaiki mekanisme penarikan kendaraan yang bermasalah.
"Kalau ternyata mereka lebih memilih dengan cara kekerasan, kita juga bisa. Namun bukan itu yang kita inginkan, semuanya bisa dibicarakan. Kita minta leasing semuanya bisa memperbaiki mekanisme cara penarikan kendaraan yang dianggap bermasalah bukannya menggunakan jasa preman dan mengambilnya secara paksa," katanya.
Dalam aksi tersebut juga, massa sempat bersitegang dengan salah seorang karyawan leasing yang mempertanyakan kehadiran wartawan. Beruntung aksi tersebut tak berlanjut ke hal yang tak diinginkan. Tidak lama berselang akhirnya pihak leasing mau berdialog dengan massa, setelah itu massa membubarkan diri dengan tertib (KC-02)***
Hj. Esih Hasanah,S.Pd, M.Pd

PERKEMBANGAN teknologi yang sangat pesat tidak dipungkiri akan membawa dampak luas. Tidak terkecuali terhadap dunia pendidikan. Beberapa sekolah saat ini tengah berupaya menjadikan teknologi sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran di sekolahnya. Baik itu sebagai sarana belajar maupun sebagai sarana untuk pengelolaan lembaga sekolahnya.
Keinginan itulah yang saat ini sedang dibangun di SMPN 2 Cianjur sebagai rintisan sekolah berbasis IT (Ilmu dan Tekhnologi). Sejak satu tahun terakhir segala persiapan tengah dan terus dilakukan. Diharapkan dalam empat tahun kedepan, tidak hanya sebagai rintisan tapi menjadi sekolah yang berbasis IT.
Untuk mewujudkan itu semua tidaklah mudah, perlu dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, orang tua, siswa, guru dan masyarakat secara luas. Karena dalam sistem sekolah berbasis IT ini banyak manfaatnya, tidak hanya dalam media belajar mengajar yang lebih berkualitas, tapi juga dalam sistem administrasi dan manajemen sekolah bisa lebih tertata dan bermutu.
Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan.
Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.
"Saya sebagai Kepala Sekolah ingin sekali mewujudkan itu semua, saat ini tersus dilakukan sosialisasi terhadap para guru dengan meningkatkan kemampuanya dibidang IT. Hanya saja masih ada kendala, salah satunya banyaknya guru yang usianya sudah tidak muda lagi. Baru sekitar 50 persennya saja guru yang sudah menguasai IT sisanya masih diupayakan untuk pelatihan," kata Kepala Sekolah SMPN 2 Cianjur,Hj. Esih Hasanah, S.Pd, M.Pd, Selasa (31/1/2012).
Kendala lainya menurut Esih, yang sampai saat ini masih terus dicarikan solusi adalah minimnya sarana yang dimiliki oleh para guru. Idialnya satu guru itu memiliki satu perangkat laptop yang bisa dijadikan sebagai salah satu media belajar. Sehingga kalau semuanya sudah memiliki, tidak lagi menggunakan hard coppy tapi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sudah bisa dengan soft coppy.
"Tidak akan ada keberhasilan, jika tidak ada niat untuk berhasil. Saya yakin keinginan untuk menjadikan SMPN 2 Cianjur sebagai salah satu sekolah berbasis IT bisa terwujud. Dari segi sarana sudah sangat menunjang, tinggal bagaimana untuk meningkatkan sarana dan prasarana itu. Saya terus berupaya salah satunya saat ini tengah menjalin kerjasama dengan Pusat Tekhnologi dan Komunikasi (Pustekom) pada Direktorat Pendidikan agar sarana dan prasarana yang ada bisa ditingkatkan," jelasnya.
Pada akhirnya keinginan kedepan, SMPN 2 Cianjur tidak hanya sebagai kategori sekolah terbersih, tapi juga bisa menjadi sekolah berbasis IT yang diharapkan mutu pendidikan semakin meningkat dan semakin berkwalitas serta berprestasi disegala bidang (KC-02)***
Tampak beberapa remaja bermain di Menara Pandang


KabarCianjur-Campaka;Keberadaan menara pandang yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat di areal Situs Megalith Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur di protes kalangan seniman dan budayawan Cianjur. Pembangunan menara pandang tersebut dinilai tidak memperhatikan zona inti situs.
Menurut Direktur Lokatmala Institut, Eko Wiwid, selain keberadaanya berada di lokasi zona inti situs, sudah selayaknya pemerintah dalam melakukan pembangunan itu meperhatikan konservasi situs, jangan sampai asal membangun begitu saja seperti yang terlihat saat ini.
"Bukanya mengabaikan manfaat menara pandang, tapi yang lebih penting bahwa situs Megalith Gunung Padang ini harus dikonservasi budaya. Kalau ini menjadi objek wisata harus menjadi objek wisata budaya," kata Eko Wiwid, Senin (30/1/2012).
Menurut Eko, sebelum melakukan pembangunan sudah selayaknya harus melibatkan steak holder yang ada. Pemerintah tidak bisa serta merta membangun begitu saja, harus bisa mengakomodir berbagai kepentingan yang ada.
"Seharusnya sebelum membangun itu pemerintah duduk bersama dengan kalangan budayawan, seniman, sejarawan, biar tahu apakah pembangunan itu merusak atau mencederai keberadaan situa atau tidak. Tapi kenyataannya ini tidak dilakukan, malah membangun begitu saja," katanya.
Selain keberadaan menara berada diareal zona inti situs, keberadaan menara pandang tersebut tidak mengutamakan keselematan. Kondisi tesebut terlihat dengan jelas bahwa bangunan menara itu diduga tidak memenuhi standar keselamatan.
"Seharusnya sambungannya dengan sistem dibaut, ini sepertinya diabaikan. Apalagi kalau melihat kondisi menara diatasi itu sangat berbahaya jika ada anak kecil naik dan tidak dalam pengawalan orang tua, bisa-bisa jatuh kebawah, karena pengamannya tidak ada," tegasnya.
Selain menyoroti pembangunan menara pandang yang berada di zona inti situs, Lokatmala Institute juga mengaharapkan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cianjur membekalu Juru Pelihara (Jupel) dengan pengetahuan silsilah keberadaan situs. Karena selama ini situs megalith gunung Padang tersebut terkesan mengedepankan mistisnya.
"Sudah seharusnya Dinas Pariwisata memberikan pembekalan terhadap kuncen atau Jupel Gunung Padang itu dengan keilmuwan sejarahnya. Saat ini terkesan hanya muncul mengedapankan mistisnya. Sudah seharusnya yang mendominasi itu tentang sejarahnya, jangan sampai kesan mistisnya," katanya.
Secara terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cianjur, Himam Haris mengaku tidak mengetahui secara persis mengenai pembangunan menara pandang di areal situs megalith Gunung Padang. Alasanya, pembangunan menara tersebut dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Ini suatu masukan positif, kami memang tidak tahu banyak tentang pembangunan menara pandang itu, karena pekerjaannya dari provinsi bukan dari Cianjur. Memang tujuanya untuk melihat secara detail keberadaan kawasan situs itu secara menyeluruh," kata Himam (KC-02)***.
Badai matahari
Seperti di lansir DetikNews.com Aktivitas badai matahari belakangan ini sedang meningkat. Maklum, matahari sedang menuju puncak masa aktifnya pada 2013. Tapi aktivitas matahari ini tidak akan mempengaruhi keadaan cuaca di Bumi.
"Pada 28 Januari dini hari, sekitar pukul 01.37 WIB, terjadi badai matahari yang cukup kuat, kelas X1,7 dan kira-kira lebih kuat 1.000 kali daripada badai matahari pada 23 Januari lalu," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/1/2012).
Beredar kabar badai matahari ini akan mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi, namun Djamaluddin menampiknya. Dia menegaskan badai matahari hanya mempengaruhi lingkungan antariksa.
"Tidak mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi. Kondisi cuaca di Bumi karena dinamika atmosfer lokal dan regional," jelas alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.
Dia menambahkan badai matahari pada 28 Januari lalu terjadi di tepi piringan matahari, sehingga semburan partikel-partikelnya tidak mengarah ke Bumi. Karena itu posisi Bumi aman. Saat ini keadaan matahari relatif tenang, namun pada beberapa hari atau pekan mendatang kemungkinan badai matahari masih bisa terjadi.
"Kekuatannya bisa lebih kuat juga, tapi harus diwaspadai dari segi frekuensi. Sekarang akan meningkat, karena menuju puncak masa aktif pada 2013. Dari intensitas kekuatan juga ada peluang makin kuat," papar Djamaluddin.
Jika aktivitas matahari menguat dan mengarah ke Bumi maka akan berpengaruh pada operasional satelit dan mengganggu komunikasi radio. Namun tidak akan ada dampak langsungnya pada manusia. Yang cukup berbahaya saat badai matahari terjadi adalah ketika astronot berada di laboratorium antariksa. Maka itu ketika peristiwa itu terjadi, astronot diminta masuk ke ruang yang aman. Badai matahari juga bisa mengancam penumpang pesawat yang melintasi wilayah kutub utara, karenanya pesawat lintas kutub utara dialihkan jalurnya hingga badai matahari selesai.(KC01)
Asep Muhsin,Pengurus Karang Taruna Kab. Cianjur
Indonesia merupakan  negara yang memiliki lebih kurang  17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.750 km2 dan luas perairan  3.257.483 km2 berdasarkan letak astronomisnya Indonesia terletak diantara 60LU-110LS dan 950BT – 1410BT yang dilalui oleh garis khatulistiwa, secara geologis Wilayah Indonesia  dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya Gempa Bumi.
Berdasarkan data  yang dikeluarkan oleh Badan  Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana  (UN-ISDR) bahwa Indonesia  adalah negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia, selain itu Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki Rangking Pertama dalam ancaman bahaya Tsunami, tanah longsor dan gunung berapi, yang paling mengkhawatirkan adalah bencana tsunami yang memiliki risiko  tertinggi terhadap sekitar 5,4 juta orang seperti yang dilansir BBC indonesia.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), mencatat 83 persen wilayah Republik Indonesia adalah rawan bencana, dalam sepuluh tahun terakhir, ada lebih dari enam ribu bencana terjadi  di tanah air. Bencana gempa dan tsunami besar yang terakhir terjadi pada akhir 2004 di Aceh dan sebagian Sumatera Utara. Lebih dari 150.000 orang meninggal dunia. Tapi gempa bumi terjadi hampir di setiap tahun di Indonesia. Setelah gempa Aceh di akhir 2004, pada 2005 Pulau Nias dan sekitarnya juga dilanda gempa. Sekitar 1000 orang menjadi korban. Akhir Mei 2006, giliran Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah diporak porandakan gempa bumi. Korban meningggal mencapai 5.000 orang lebih disusul Gempa Tasik yang juga menelan korban dan kerugian harta benda.
Wilayah Indonesia dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Pada saatnya tiba lempeng ini akan bergeser patah menimbulkan gempa bumi. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antarlempeng tektonik dapat menghasilkan tsunami, seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.
Selain dikepung tiga lempeng tektonik dunia, Indonesia juga merupakan jalur  Cincin Api Pasifik, yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia. Cincin api Pasifik membentang diantara subduksi maupun pemisahan lempeng Pasifik dengan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Amerika Utara dan lempeng Nazca yang bertabrakan dengan lempeng Amerika Selatan. Ia membentang dari mulai pantai barat Amerika Selatan, berlanjut ke pantai barat Amerika Utara, melingkar ke Kanada, semenanjung Kamsatschka, Jepang, Indonesia, Selandia baru dan kepulauan di Pasifik Selatan. Indonesia memiliki gunung berapi dengan jumlah kurang lebih 240 buah, di mana hampir 70 di antaranya masih aktif. Zona kegempaan dan gunung api aktif Circum Pasifik amat terkenal, karena setiap gempa hebat atau tsunami dahsyat di kawasan itu, dipastikan menelan korban jiwa manusia amat banyak, terutama anak-anak yang juga memiliki potensi kerentanan yang cukup tinggi menjadi korban bencana.
Untuk mengetahui kapan gempa bumi akan terjadi merupakan pekerjaan yang sulit. Hal ini dikarenakan gempa dapat  terjadi secara tiba-tiba di manapun asalkan masih berada dalam zona kegempaan bumi. Maka dari itu yang masih mungkin dilakukan adalah melakukan sistem peringatan dini (early warning sytem) yang berfungsi sebagai “alarm” darurat jika sewaktu-waktu datang gempa secara tak terduga. Selain itu juga dilaksanaka usaha pengurangan risiko bencana yang melibatkan anak usia sekolah, sehingga pada situasi bencana anak-anak lebih banyak tahu apa yang harus dilakukan.
Sejarah mencatat bahwa korban terbanyak pada gempa bumi dan tsunami Aceh adalah perempuan dan anak-anak usia di bawah 15 tahun (Synthesis Report of the Tsunami Evaluation Coalition, 2006). Dalam konteks bencana sosial, Plan UK (2002) mencatat selama 1999-2000, kehidupan dari 77 juta anak dipengaruhi oleh konflik dan bencana; 115.000 anak di bawah 15 tahun meninggal dunia karena konflik dan bencana; jutaan anak menjadi tidak memiliki rumah, kehilangan orang yang dicintai, terluka,dan menderita trauma psikologis
Dalam Modul  Pelatihan Pengurangan resiko Bencana yang diterbitkan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), menyebutkan Bentuk kerentanan yang dapat terjadi pada anak-anak antara lain :
  1. Korban Jiwa lebih banyak terjadi pada anak-anak, karena kemampuan menyelematkan diri dan pengalaman menghadapi situasi darurat bencana minim.
  2. Tidak adanya sistem database terpilah khusus data anak-anak pada situasi emergency khususnya data anak korban, mengungsi, hilang, dan lain-lain. Sehingga sistem bantuan dan penanganan dilakukan secara general.
  3. Trauma psikologis berkepanjangan yang dialami anak-anak tanpa adanya satu penanganan yang baik.
  4. Child Trafficking anak-anak yang terpisah dari lingkungan  keluarga dan  anak-anak dari  keluarga yang hancur  setelah bencana  menjadi sasaran perekrutan untuk berbagai tujuan yang sifatnya eksploitatif.
  5. Anak-anak kehilangan akses pendidikan karena  karena hancurnya fasilitas pendidikan dan sumber  perekonomian  keluarga.
  6. Munculnya kasus gizi buruk dan sampai berujung pada kematian anak di pengungsian karena kekurangan bahan makanan dan tidak adanya sistem penanganan kesehatan yang memadai.
  7. Usaha pengurangan resiko bencana minim keterlibatan anak, sehingga pada situasi bencana anak-anak lebih banyak menjadi korban.
PENTINGNYA PENDIDIKAN PRB
Pengurangan Risiko Bencana adalah konsep dan praktik mengurangi risiko bencana melalui upaya sistematis untuk menganalisa dan mengelola faKtor-faktor penyebab dari bencana  termasuk dengan dikuranginya paparan terhadap ancaman, penurunan kerentanan manusia dan property, pengelolaan lahan dan lingkungan yang bijaksana, serta meningkatkan  kesiapsiagaan terhadap kejadian yang merugikan.
Penyelenggaraan dapat digambarkan dalam siklus berikut ini.
Gambar Siklus
Sumber Gambar : Modul Pelatihan PUSKUR sc-drr.org
Berdasarkan hasil Konferensi Sedunia tentang Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan pada tanggal 18-22 Januari 2005 di Kobe, Hyogo,Jepang; dan dalam rangka mengadopsi Kerangka Kerja Aksi 2005-2015 dengan tema ‘Membangun Ketahanan Bangsa dan Komunitas Terhadap Bencana’ memberikan suatu kesempatan untuk menggalakkan suatu pendekatan yang strategis dan sistematis dalam meredam kerentanan dan risiko terhadap bahaya. Konferensi tersebut menekankan perlunya mengidentifikasi cara-cara untuk membangun ketahanan bangsa dan komunitas terhadap bencana.
Pada bulan Januari 2005, lebih dari 4.000 perwakilan pemerintah, organisasi non-pemerintah, institusi akademik, dan sektor swasta berkumpul di Kobe, Jepang, pada World Conference on Disaster Reduction (WCDR) kesebelas. Konferensi tersebut mengakhiri perundingan-perundingan tentang Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005- 2015 : Membangun Ketahanan Bangsa dan Komunitas terhadap Bencana (HFA). Kerangka Aksi ini diadopsi oleh 168 negara dan menetapkan tujuan yang jelas – secara substansiil mengurangi kerugian akibat bencana, baik korban jiwa maupun kerugian terhadap aset aset sosial, ekonomi, dan lingkungan suatu masyarakat dan negara dan merinci seperangkat prioritas untuk mencapai tujuan setidaknya pada tahun 2015.
Oleh karena itu diperlukan usaha-usaha antara lain: (1) menggalakkan dimasukkannya pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana sebagai bagian yang relevan dalam kurikulum pendidikan di semua tingkat dan menggunakan jalur formal dan informal lainnya untuk menjangkau anak-anak muda dan anak-anak dengan informasi; menggalakkan integrasi pengurangan risiko bencana sebagai suatu elemen instrinsik dalam dekade 2005–2014 untuk Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan (United Nations Decade of Education for Sustainable Development); (2) menggalakkan pelaksanaan penjajagan risiko tingkat lokal dan program kesiapsiagaan terhadap bencana di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lanjutan; (3) menggalakkan pelaksanaan program dan aktivitas di sekolahsekolah untuk pembelajaran tentang bagaimana meminimalisir efek bahaya; (4) mengembangkan program pelatihan dan pembelajaran tentang pengurangan risiko bencana dengan sasaran sektor-sektor tertentu, misalnya: para perancang pembangunan, penyelenggara tanggap darurat, pejabat pemerintah tingkat lokal, dan sebagainya; (5) menggalakkan inisiatif pelatihan berbasis masyarakat dengan mempertimbangkan peran tenaga sukarelawan sebagaimana mestinya untuk meningkatkan kapasitas lokal dalam melakukan mitigasi dan menghadapi bencana; (6) memastikan kesetaraan akses kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan bagi perempuan dan konstituen yang rentan; dan (7) menggalakkan pelatihan tentang sensitivitas gender dan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari  pendidikan dan pelatihan tentang pengurangan risiko bencana.
Sekolah dipercaya memiliki pengaruh langsung terhadap generasi muda, yaitu dalam menanamkan nilai-nilai budaya dan menyampaikan pengetahuan tradisional dan konvensional kepada generasi muda. Untuk melindungi anak-anak dari ancaman bencana alam diperlukan dua prioritas berbeda namun tidak bisa dipisahkan aksinya yaitu pendidikan untuk mengurangi risiko bencana dan keselamatan dan keamanan sekolah.
Sekolah juga harus mampu melindungi anak-anak dari suatu kejadian bencana alam. Investasi dalam memperkuat struktur gedung sekolah sebelum suatu bencana terjadi, akan mengurangi biaya/anggaran jangka panjang, melindungi generasi muda penerus bangsa, dan memastikan kelangsungan kegiatan belajar-mengajar setelah kejadian bencana. Pendidikan di sekolah
dasar dan menegah membantu anak-anak memainkan peranan penting dalam penyelamatan hidup dan perlindungan aset/milik masyarakat pada saat kejadian bencana. Menyelenggarakan pendidikan tentang risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah sangat membantu dalam membangun kesadaran akan isu tersebut di lingkungan masyarakat.
Mengurangi risiko bencana dimulai dari sekolah. Seluruh komponen, dalam hal ini anak-anak sekolah, para guru, para pemimpin masyarakat, orangtua, maupun individu yang tertarik dengan pendidikan tentang risiko bencana dan keselamatan di sekolah, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, institusi lokal/regional/nasional/ internasional, sektor swasta dan publik untuk dapat berpartisipasi secara aktif. Keterlibatan media juga diperlukan untuk mendorong sebuah budaya ketahanan terhadap bencana dan keterlibatan komunitas yang kuat dalam rangka kampanye pendidikan publik secara terus-menerus dan dalam konsultasi publik di segenap lapisan masyarakat. Bencana?! Jika Siap Kita Selamat.
Padatnya kurikulum pendidikan nasional tidak boleh kita jadikan alasan untuk tidak melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana di sekolah secara berkelanjutan. Pembelajaran tentang pengurangan risiko bencana di sekolah sekolah bisa dilaksanakan dengan mengintegrasikan materi pembelajaran pengurangan risiko bencana ke dalam (1) mata pelajaran pokok/paket, (2) muatan lokal, dan (3) ekstrakurikuler dan pengembangan diri. Atau secara khusus megembangkan dan menyelenggarakan kurikulum muatan lokal dan ektrakurikuler/pengembangan diri yang didedikasikan khusus untuk pendidikan pengurangan risiko bencana bisa kita sebut sebagai SEKOLAH SIAGA BENCANA.
Bupati Cianjur tengah melihat maket pembangunan Gedung


KabarCianjur-Haurwangi:Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, Senin (30/1/2012) meresmikan pembangunan gedung serbaguna Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kec. Haurwangi (Hawai), Kab. Cianjur. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, Endang Suhendar dan usnur Muspika Haurwangi lainya.
Menurut bupati, pembangunan gedung serbaguna PGRI diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat bagi seluruh guru di wilayah Kec. Haurwangi dalam mengabdikan dirinya kepada masyarakat, yang pada akhirnya secara keseluruhan, memberikan kontribusi secara signifikan terhadap kinerja pemerintah kab. Cianjur terutama dibidang Pendidikan.
"Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan, merupakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam meningkatkan kualitas manusia indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab," kata bupati.
Peranan guru dalam perjalanan sejarah bangsa indonesia, sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan, yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa.
"Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan, dalam mendidik generasi muda. Jika anak bangsa memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan yang cerah," katanya.
Menurut Bupati, dedikasi, tekad dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut, perlu terus dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa.
"Peranan guru sebagai pengabdi di bidang pendidikan juga semakin penting, sebab kinerja para guru akan sangat menentukan bagi pembentukan kualitas sumber daya manusia, tanpa pendidikan yang baik, tidak akan tumbuh bangsa yang cerdas," tegas bupati.
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Cianjur itu juga mencapaikan terimakasihnya atas pengabdian yang tidak mengenal lelah yang ditunjukkan oleh jajaran guru dilingkup Dinas Pendidikan Kab. Cianjur.
"Dalam konteks Kab.Cianjur, guru dan PGRI merupakan pilar utama dalam upaya mewujudkan masyarakat Cianjur yang lebih sejahtera dan berakhlakulkarimah," paparnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan Gedung Serbaguna PGRI Kec. Haurwangi, Yana Sudiana Mukti mengaku pembangunan gedung serbaguna tersebut untuk memberikan fasilitas dalam menjalankan organisasi para pengurus PGRI dan tenaga kependidikan yang ada di Kecamatan Haurwangi (KC-02)***
Pelanggan SPBU sedang mengisi BBM
KabarCianjur-Cianjur Kota;Sekitar 30 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kab. Cianjur dipastikan belum siap melaksanakan program pemerintah untuk pembatasan terhadap penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Program pemerintah tersebut yang melakukan pembatasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi akan diberlakukan diwilayah Jawa dan Bali per 1 April 2012 mendatang.
Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kab. Cianjur, Soedrajat Annas, mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah sendiri terkait aturan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Dia mengaku pesimis program tersebut bisa berjalan tepat waktu mengingat masih banyaknya kendala dilapangan.
"Salah satu kendala yang menghantui adalah ketidaksiapan infrastruktur, sumber daya manusia, belum ada mekanisme pengawasan di SPBU yang jelas, dan keterbatasan dana. Tanpa persiapan yang matang, pelaku usaha yang skalanya menengah akan kalah bersaing dengan SPBU pemilik modal yang kuat," kata Soedrajat, Senin (30/1/2012).
Menurutnya, dari total 29 SPBU yang ada saat ini, baru 10 SPBU yang menjual pertamax. Sedangkan 9 SPBU lainya harus mengalikan tangki pendam ke pertamax, sisanya 10 SPBU memerlukan investasi baru.
Sejauh ini lanjut Soedrajat, pengalihan tangki pendam ke pertamax membutuh waktu sekitar 3 bulan dan akan menelan biaya sekitar Rp 200 juta. Sedangkan investasi baru untuk membangun sebuah infrastruktur bagi SPBU yang tidak menjual pertamax diperkirakan akan menelan biaya mencapai Rp 500 juta.
"Disini persoalanya, tidak semua pemilik SPBU termasuk pengusaha golongan menengah ke atas sanggup untuk membangun sarana itu. Kecuali ada bantuan kredit lunak, mungkin saja bisa dilakukan. Kalau tidak sepertinya mereka tidak mau mengubah tangki ke pertamax," jelasnya.
Sementara itu, Andi salah satu pengelola SPBU di Jalan Raya Sukabumi, mengaku SPBU yang dikelolanya harus membangun tangki pendam baru, karena SPBU yang dikelola saat ini tidak menjual pertamax. Untuk menyiapkan semuanya itu butuhkan investasi baru yang akan menghabiskan ratusan juta rupiah.
"Sampai saat ini saya belum tahu solusinya, karena peraturan mengenai kebijakan pembatasan BBM bersubsidi itu masih berubah ubah. Tapi kalau melihat kondisi masyarakat terkait masalah pembatasan itu sampai saat ini belum ada masalah apalagi gejolak, masih seperti biasa," katanya.
Kalaupun ada persoalan hanya seputar jumlah pasokan BBM. Hanya saja secara umum masih normal. "Mungkin hanya masalah keterlambatan pengisian dari pertamina. Itupun hanya berkisar 2 - 3 jam, paling hanya masalah DO, kalau jatuh hari libur biasanya dikirim pada hari kerja," tegasnya (KC-02)***.
Pasang Laut Cianjur Selatan
KabarCianjur-Jln. Siti Jenab;Pemkab Cianjur hingga saat ini masih meningkatkan status siaga bencana gelombang pasang di sepanjang pantai di wilayah Cianjur selatan. Bahkan untuk antisipasi terjadinya gelombang pasang, diwilayah Cidaun dan Sindangbarang telah didirikan Posko penanggulangan bencana gelombang pasang dibawah kendali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur.

Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto, mengatakan, pihaknya telah meminta BPBD untuk disampaikan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan di sepanjang pantai diwilayah Cianjur selatan, karena masih banyak warga yang tinggal dekat pantai yang rentan menjadi korban gelombang pasang.
"Kita sudah lakukan antisipasi, menyusul gelombang pasang yang terjadi di sejumlah daerah. Oleh karena itu untuk Cianjur sudah meningkatkan status waspada gelombang pasang tersebut dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu waspada," kata Wabub, Senin (30/1/2012).
Dikatakan Suranto, kewaspadaan diperlukan untuk mencegah timbulnya korban jiwa bila kemungkinan buruk terjadi, mengingat cuaca yang belakangan terjadi tidak menentu. Apalagi dikabarkan cuaca diperairan selatan jawa masih diatas dua meter. Selain itu, Pemkab Cianjur juga berencana akan menertibkan semua bangungan yang berada di dekat pantai.
"Kita harapkan khusus untuk warung - warung yang ada dipinggir pantai atau sepadan pantai sudah seharusnya ditiadakan. Nanti larangannya tentu akan dikeluarkan oleh bupati, termasuk pemukiman, jaraknya minimal harus seratus meter dari bibir pantai," katanya.
Dalam upaya kesiapsiagaan bencana, Pemkab Cianjur menyiagakan petugas di setiap kecamatan dan desa disepanjang pantai untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan dan perubahan cuaca. "Petugas standby selama 24 jam dalam melakukan pemantaun. Kita juga sudah siapkan alokasi anggaran untuk tanggap darurat jika terjadi bencana yang diakibatkan dari gelombang pasang," tutur Suranto.
Sementara itu, dalam sepekan terakhir sebagian besar nelayan Jayanti di Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun tidak melaut akibat tingginya gelombang pasang yang diakibatkan angin kencang. "Kalau kita paksakan melaut sangat berbahaya, tinggi gelombangnya bisa mencapai empat meter. Untuk sementara kita istirahat sambil membetulkan perlengkapan jala yang rusak," kata Oded (40) seorang nelayan.
Selain para nelayan mengurungkan untuk melaut, angin kencang selain membuat gelombang pasang juga mengakibatkan beberapa rumah warga atapnya mengalami kerusakan. "Kami jelas sangat kawatir melihat kondisi saat ini, selain angin kencang, kami kawatir gelombang pasang itu sampai ke perkampungan, karena biasanya gelombang hanya dua meter saat ini diperkirakan mencapai empat meter," kata Nandang (32), warga Desa Cidamar Kecamatan Cidaun. (KC-02)***.
Petugas Sampah di Cianjur
KabarCianjur-Jln. Raya Cibeber;Volume sampah di wilayah Kab. Cianjur setiap tahunya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Melihat kondisi tersebut Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Cianjur berupaya mengurai sampah dengan melakukan pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Pasir Sembung.

Meski hasilnya belum sebanding dengan volume sampah yang masuk ke TPAS tersebut, keberadaan tempat pengolahan sampah itu dirasakan banyak manfaatnya terutama untuk mengurangi voulume sampah.
Menurut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Cianjur, Moch. Darojat Ali melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemanfaatan, Popon Ajizah mengatakan, volume sampah yang masuk ke TPAS Pasirsembung ditaksir mencapai 339,5 meter kubik/hari. Sampah sampah tersebut diangkut dari 9 kecamatan diwilayah seputar Cianjur.
"Memang jumlahnya cukup banyak, tapi kita telah berupaya untuk mengurai sampah-sampah itu dengan melakukan pemilahan antara organik dan un organik. Untuk yang organik kita olah menjadi pupuk dan yang un organik itu diambil oleh para pemulung," kata Popon Ajizah, Minggu (29/1).
Untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, menurut Popon, dalam satu hari bisa memproduksi sekitar satu ton. "Memang kalau melihat jumlahnya masih sedikit bila dibandingkan dengan volume sampah yang ada. Tapi kita tetap berupaya agar sampah-samapah itu tidak hanya dibuang tapi bisa dimanfaatkan kembali," katanya.
Kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah bisa menjadi persoalan tersendiri dengan semakin banyak tumpukan sampah di lokasi TPAS. Pemkab Cianjur terus berupaya memberikan penyadaran kepada masyarakatnya untuk bisa mengolah sampah menjadi pupuk kompos.
"Kalau masyarakat sudah pandai menjadikan sampah sebagi pupuk kompos untuk sampah organik, tentu volume sampah yang masuk ke TPAS akan menurun. Ini semua perlu waktu dan perlu mendapatkan dukungan banyak pihak," kata Popon.
Kondisi lokasi TPAS Pasir sembung yang menjadikan satu-satunya TPAS di Kab. Cianjur diperkirakan hanya akan bertahan maksimal untuk 10 tahun kedepan untuk menampung volume sampah. Perlu dilakukan penanganan serius, jika tidak Cianjur akan terjadi darurat sampah.
"Waktu sepuluh tahun itu relatif pendek, perlu dilakukan solusi. Saat ini lokasi TPAS di Pasir Bungur belum bisa maksimal dimanfaatkan, karena berbagai kendala. Tentunya harus ada solusi, dan salah satu solusinya selain menyiapkan lokasi baru TPAS adalah memperbanyak pengolahan sampah," paparnya (KC-02)***
Situs Gunung Padang Cianjur
TAHUKAH anda bahwa Situs Gunung padang merupakan salah satu situs peninggalan sejarah ribuan tahun silam. Menurut para ahli sejarah dan ahli benda purbakala di perkirakan Situs Gunung Padang di buat pada jaman megalit. Situs Gunung Padang terleak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Situs ini membentuk sebuah bangunan dari jenis batu andesit dengan berbabagai jenis ukuran membentuk balok memanjang yang sangat keras dan berat.
Dalam upaya membangun sebuh gerakan sadar budaya dan lingkungan, Lokatmala Institute, kerja bareng Departemen ESDM-LH PDI Perjuangan DPD Provinsi Jawa Barat, menggagas sebuah ritus budaya 2012 dengan tema "Ngamumule Situs Gunung Padang" (menjaga, mencintai, melesarikan Situs Gunung Padang).
Ketua Lokatmala Institute, Eko Wiwid, mengungkapkan, kegiatan Ngamumule Situs Gunung Padang itu mendapat dukungan dari berbagai oraganisasi seperti Relawan PAL(volunteer gunung gede Pangrango), Saung Aspirasi Banteng Wulung, Komuitas Seni Baraya Anjang-anjangan, Teater Sangkal, Teater Republik Koran, Forum Masyarakat Peduli Situs Gunung Megalith Gunung Padang (FMPSM) , Perceka Art Centre. 
"Ritus Budaya ini Akan dihadiri juga oleh salah satu Anggota DPR RI Komisi VII, Wakil DPRD Provinsi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dan tokoh seniman budayawan dari Cianjur, Bandung, Jogjakarta, dan Jakarta," ungkap Eko.
Ritus Budaya yang akan di selenggarakan pada tanggal, 28, 29 Januari 2012 di lokasi Situs Gunung padangan ini, merupakan satu bentuk pengikraran dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya leluhur sebagai identitas kedaulatan sumber daya alam.
Kegiatanya sendiri akan dimulai dengan Dialog Budaya dan Lingkungan dikemas dalam obrolan secangkir kopi, akan mebahas tentang identitas kedaulatan sumber daya alam dan louncing buku dongeng tentang Gunung Padang pada tanggal 28 Januari 2012 pukul 13.00 di Yayasan Perceka Art Centre Cianjur.
Selanjutnya acara akan dilanjutkan dengan Ritus Gunung padang dengan penanaman pohon dan mimbar seni pada tanggal 29 Januari 2012 di Lokasi Situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kabupaten Cianjur.
"Pada puncak acara ini akan di mulai dengan penanamn pohon endemik seperti pohon Aren/Kawung (arengga pinnata) dan jenis pohon endemik Gunung Gede Pangrango seperti Rasamala,Puspa, Saninten, dan jenis Bambu. Kemudian dilanjutkan dengan pentas mimbar seni kacapi suling (rajah), pencak Silat, pembacaan Puisi, pentas teater dan seni instalasi di puncak Gunung Padang," jelas Eko (KC-02)***.
Thalassaemia
KabarCianjur-Jln. Siliwangi;Penderita Thalassaemia di Kabupaten Cianjur setiap tahunnya diperkirakan selalu bertambah sebanyak 20 orang. Perkiraan tersebut melihat frekuensi carrier (bawaan) hingga 5-10% dari jumlah penduduk Kabupaten Cianjur sebanyak 2,2 juta jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Cianjur Suranto saat menjadi pembicara dalam kegiatan Seminar dan Sosialisasi Sahabat Thallassaemia di Gedung Wanita Bale Rancage, Jalan Siliwangi Cianjur, belum lama ini. 
Menurut Wabub, berdasarkan hasil pemeriksaan darah secara acak di Kabupaten Cianjur, dari 50 orang yang diperiksa 80% pembawa sifat Thalassaemia. "Bersadarkan pendataan penderita thalasemia mayor atau yang berobat sebanyak 128 orang sampai dengan Desember 2011," kata Wabub.
Pasien yang menjalani perawatan harus memenuhi beragam pengobatan dengan biaya besar yang meliputi biaya tranfusi darah, peralatan, perawatan, obat, dan keperluan lain seperti menyewa dan membeli alat pompa infuse. 
"Setiap pasien sedikitnya membutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta perbulan dan setiap tahun bisa mencapai Rp 250 juta per orang. Bila diambil rata-rata setiap penderita menghabiskan darah 500 cc atau 2 labu perbulan, obat kelasi besi anak (masa pertumbuhan) 5 hari/minggu, 20 hari/bulan, biaya rumah sakit, transfortasi dan bila di uangkan diperlukan biaya rata-rata Rp 200 – Rp 300 juta/ penderita/pertahun," jelasnya.
Dijelaskan Suranto, thalassaemia adalah suatu penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh faktor keturunan dan banyak diderita oleh anak-anak yang berada dikawasan laut tengah, timur tengah dan Asia. Penyakit ini pada awalnya terkena pada anak-anak usia 3-18 tahun, tampak menunjunkan gejala atau suatu kelainan pada penderita. 
"Pada tahap berikutnya penderita akan mengalami anemia, pucat, sukar tidur, lemas dan tidak mempunyai nafsu makan. Thalassaemia terbagi kedalam beberapa jenis yaitu thalassaemia Trait atau Minor dan Thalasemia Mayor," katanya. 
Jumlah penderita Thalasemia di Indonesia, terbesar adalah wilayah Jawa Barat yaitu sekitar 1.739 penderita. Penangganan yang dilakukan sampai sekarang dilakukan dengan memberikan tranfusi darah secara berkala dan berkesinambungan dalam periode atau selang 4-6 minggu sekali. Dengan seringnya tranfusi darah, maka zat besi dalam tubuh si penderita akan bertambah banyak akibat dari banyaknya zat besi tersebut dapat merusak organ tubuh penderita.
"Jantung akan terganngu dan dapat merubah warna kulit dan muka. Untuk menetralisir atau memperkecil akumulasi zat besi tersebut, maka perlu diberikan obat suntik khusus yang disebut desferal minimum 5 kali dalam seminggu. Jika penderita tidak mendapatkan penanganan secara teratur, pada umumnya usia penderita tidak melebihi 8-10 tahun," tegasnya.
Secara terpisah, Dr. Feri Ferdiyansyah yang terbiasa menangani penyakit thalassaemia, mengatakan sampai saat ini upaya pencegahan terus dilakukan salah satunya dengan mendirikan ruang Mawar di RSUD Cianjur sebagai pusat thalasemia Cianjur pada tanggal 4 Desember 2007 silam. 
"Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) dibentuk oleh perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia (POPTI), sebagai lembaga yang bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para orang tua dan penderita thalassaemia. Pemerintah membantu pembiayaan pengobatan thalassaemia dengan memberikan Jamkesmas (bagi masyarakat tidak mampu yang terdaftar), Askes (untuk pegawai negei dan pensiun) dan Jampelthas (bagi masyarakat yang tidak termasuk Askes dan Jamkesmas)," tegasnya (KC-02)***.
======================================
e-KTP
KabarCianjur-Jln. Raya Bandung;Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan anggaran sebesar lebih kurang Rp3 miliar yang dialokasikan sebagai operasional pelaksanaan elektronik KTP (e-KTP). Rencananya, pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Cianjur berjalan sekitar bulan April 2012.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur Asep Sofyan mengungkapkan, dana sebesar Rp3 miliar itu dialokasikan pada APBD Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2012. Peruntukannya dialokasikan sebagai biaya sosialisasi termasuk biaya sarana dan prasarana.
"Kalau pemerintah daerah hanya menyiapkan dana sebesar Rp3 miliar. Selebihnya ditanggung pemerintah pusat karena ini merupakan program nasional," kata Asep beberapa waktu lalu.
Menurut Asep, saat ini pelaksanaan e-KTP di Kabupaten Cianjur baru dalam tahap penyebaran nomor induk kependudukan (NIK). Asep menargetkan pembagian NIK ini bisa rampung dalam waktu dekat. "Karena ini merupakan program pemerintah pusat, kita hanya menunggu instruksi lebih lanjut pelaksanaannya saja," kata Asep.
Asep tidak mengetahui persis kapan pelaksanan droping kelengkapan fasilitas dari pemerintah pusat tiba di Cianjur. Sebab, droping dilakukan langsung pemerintah pusat ke tiap kecamatan. "Dari hasil laporan sementara, memang ada beberapa kecamatan yang sudah menerima kelengkapan fasilitas dan peralatan. Nanti pada pelaksanaannya, akan ada pendampingan bekerjasama dengan salah satu operator seluler," tuturnya.
Peluncuran e-KTP di Kabupaten Cianjur diperkirakan berjalan optimal sekitar bulan April 2012, bersamaan dengan 15 kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat. Asep mengaku optimistis program tersebut berjalan maksimal karena sesuai instruksi pemerintah pusat harus rampung dilaksanakan tahun 2012. "Mutlak harus dilaksanakan tahun ini. Secara otomatis, masyarakat sudah tidak bisa menggunakan lagi KTP lama, dan diganti dengan KTP elektronik," pungkasnya.
Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Cianjur Kota Hero Laksono mengaku, sejumlah peralatan pendukung program e-KTP memang sudah diterima pihaknya. Namun Hero belum bisa menyebutkan item apa saja peralatan yang di-droping langsung dari pusat tersebut. 
"Kami belum berani membuka paket peralatan tersebut karena belum ada instruksi. Kalau berdasarkan berita acara penyerahan, kemungkinan peralatan ini semacam piranti lunak. Sedangkan untuk tower, sudah terpasang sejak beberapa waktu lalu," katanya terpisah (KC-02)***.
======================================


Sebuah video yang diunggah ke situs YouTube memperlihatkan sepasang pengamen yang terdiri dari seorang lelaki dewasa yang memainkan gitar dan seorang remaja yang menyanyi. Dari bibir sang bocah, lagu 'I Want to Break Free' yang dipopulerkan band Inggris Queen mengalun merdu hingga menuai pujian dari pendengarnya.
Situs Gunung Padang
KabarCianjur-Campaka; Dengan maksud merealisasikan gerakan sadar budaya dan lingkungan, Salah satu LSM yang bergerak dalam kepedulian tempat bersejarah Lokatmala Institute bekerjasama dengan Departemen ESDM-LH PDI Perjuangan DPD Provinsi Jawa Barat, menggagas sebuah Ritus Budaya 2012. Kegiatan ini mengambil tema  ‘Ngamumule Situs Gunung Padang’ (Menjaga, Mencintai, Melesarikan Situs Gunung Padang) yang akan diselenggarakan pada 28 sampai 29 Januari mendatang di Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Campaka, Cianjur.  Eko Wiwid selaku Panitia Penyelenggara menjelaskan, kegiatan ini merupakan satu bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya leluhur, sebagai identitas kedaulatan sumber daya alam.
“Adapun isi kegiatan nanti dimulai dengan dialog budaya dan lingungan ‘obrolan secangkir kopi’ yang akan membahas tentang identitas kedaulatan sumber daya alam dan launcing buku dongeng tentang Gunung Padang,” kata Eko. Acara dialog akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2012 mulai pukul 13.00 WIB di Yayasan Perceka Art Centre Cianjur. “Acara lainnya yaitu dengan penanaman pohon dan mimbar seni pada tanggal 29 Januari 2012 di Lokasi Situs Gunung Padang,” ucapnya. Menurutnya, situs Gunung Padang merupakan salah satu situs peninggalan sejarah ribuan tahun silam. Para ahli sejarah dan ahli benda purbakala diperkirakan situs Gunung Padang dibuat pada zaman megalitikum.
“Situs ini membentuk sebuah bangunan dari jenis batu andesit dengan berbabagai jenis ukuran membentuk balok memanjang yang sangat keras dan berat,” paparnya. Ritus budaya rencananya akan dihadiri juga oleh salah satu anggota DPR RI Komisi VII, Wakil DPRD Provinsi Jawa Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur dan tokoh seniman budayawan dari Cianjur, Bandung, Jogjakarta, dan Jakarta.(KC01)*
KESEDIHAN mendalam sepertinya terpancar dari raut wajah Wartini (35) warga Kampung Mekarlaksana RT 20/07, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur. Betapa tidak saat melihat kondisi anak keduanya Siti Aminah (6) terlahir berbeda dari bocah seusianya. Sejak lahir Siti menderita bibir sumbing parah dengan tingkat kerusakan wajahnya diperkirakan mencapai 70%. Konon, kondisi itu baru pertama kali ditemukan di Indonesia.
Berdasarkan pengakuan orang tuanya, Siti pernah mengikuti operasi bibir sumbing geratis. Hanya saja waktu itu tim medis yang menanganinya mensyaratkan kalau siti harus menjalani operasi selama 9 kali. Itupun harus menyiapkan dana untu operasi sebesar Rp 1 milyar dengan alasan harus melibatkan tim dokter spesialis yang ahli dibidangnya.
Sebagai keluarga yang kurang mampu dengan pekerjaan sebagai buruh tani, apalagi orang tuan Siti Wartini dan Rahmat (35) tidak terdata dalam jaminan kesehatan masyarakat miskin ataupun surat keterangan tidak mampu (SKTM), untuk menyiapkan dana Rp 1 milyar tidak ada dalam mimpinya. Sehingga satu-satunya jalan mereka nekad meminta bantuan pengobatan anaknya ke Lembaga Bantuan Kesehatan (LBK) Yayasan Forum Perencanaan dan Pembangunan (FP2C) Kabupaten Cianjur di Jalan Hj. Siti Boededar yang dilahirkan Moch. Toha Sekretaris Komisi IV DPRD Cianjur
Perjuangan untuk sampai ke tempat  itu dirasakan cukup melelahkan. Selain perjalanan dari kampung halamanya yang memakan waktu hingga 8 jam, untuk biaya perjalanan keluarga kurang mampu itu terpaksa menjual barang-barang yang ada dirumahnya untuk bekal ke Cianjur.
Jika melihat kondisi bocah enam tahun itu, dipastikan siapapun akan merasa prihatin. Bagian bibirnya tampak rusak parah. Bagian mata kirinya seperti akan terlepas. Kondisi Siti yang seperti itu kerap menjadi ledekan teman-teman sebayanya. Siti pun kerap menangis sendirian di kamar karena menjadi bahan ledekan orang lain.
"Kami tidak tega kalau mendengar anak saya itu diledek anak-anak seusianya. Dia selalu menangis ingin sekolah, tapi kalau melihat kondisinya kami tidak tega. Pada hal kakaknya lahir secara normal tidak ada kelainan apapun," kata Wartini.
Dikatakan Warini, anaknya itu acap kali mengeluh sakit pada bagian mata kirinya yang tampak akan terlepas. Penglihatannya mata kanannya pun tidak begitu sempurna. "Anak saya itu merengek pingin sekolah, dia juga sudah bisa baca dan tulis, tapi kami tidak sanggup, kawatir diledek sama teman-temanya. Hanya satu yang kami harapkan, ada dermawan yang menyumbang untuk pengobatan anak saya," tegasnya,.
Direktur LBK YFP2C, M Sobari, mengaku turut prihatin saat melihat kondisi cacat fisik yang menimpa Siti. Apalagi sepertinya aparatur pemerintahan dari mulai tingkat desa hingga kabupaten seakan tutup mata melihat penderitaan bocah malang itu.
"Sungguh ironis, keluarga mereka tidak terdata dalam jamkesmas maupun jamkesda. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat miskin yang tidak bisa mendapatkan haknya. Ini merupakan contoh kecil kesalahan besar Pemkab Cianjur yang tidak mengakomodasi masyarakatnya mendapatkan pelayanan kesehatan gratis," tegas Sobari (KC-02)***.

Pelantikan 17 Pejabat PSDAP
KabarCianjur-Jln. Adi Sucipta;Era mutasi pejabat pada kepemimpinan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh sepertinya tidak pernah berhenti. Terbukti sebanyak 17 pejabat dilingkungan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kab. Cianjur, Jum'at (27/1) dilantik oleh bupati di aula kantor Dinas PSDAP, jalan Adi Sucipta No. 07, Cianjur.
Hadir dalam pelantikan pejabat eselon IV tersebut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah ( BKPPD ) Kab. Cianjur, Tjetjep S Alamsyah, Kepala Dinas PSDAP,H. Oting Zaenal Mutaqien, Kepala Inspektorat Daerah, Budhi Rahayu Tholib, Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan, H. Aban Sobandi serta beberapa undangan lainya.
Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh dalam amanatnya mengatakan, selamat atas pelantikan para pejabat esselon IV, pihaknya berharap kepercayaan untuk mengemban jabaran kiranya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Pejabat yang telah dilantik dan menduduki jabatan baru, harus mampu mengemban amanah, karena amanah ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa dan negara serta pada akhirnya kepada Allah SWT," kata bupati disela pelantikan.
Bupati dengan tegas meminta kepada pejabat yang telah dilantik untuk melaksanakan tugas dengan sungguh – sungguh dan penuh tanggung jawab. Selain itu juga harus meningkatkan kinerja organisasi dengan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin dan penuh dedikasi yang dilandasi pola pikir, sikap dan tindak yang positif agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
"Tidak kalah pentingnya para pejabat yang baru dilantik harus bisa melakukan koordinasi yang efektif dan sinergis dalam melaksanakan program kerja dan anggaran, agar tercapai sesuai sasaran, serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan melekat dengan selalu mentaati ketentuan dan norma hukum yang berlaku," tegas Tjetjep.
Sementara itu, Sekretaris BKPPD Kab. Cianjur, Komarudin, S.Sos. mengatakan, dari sebanyak 17 pejabat yang dilantik semuanya menempati posisi jabatan di lingkungan Dinas PSDAP. Pejabat tersebut diantaranya adalah Bambang Sudrajat, ST. M.Sc., menjadi Kepala Seksi pembangunan dan Pemeliharaan Irigasi pada Bidang Pembangunan dan Pemeliharaan Dinas PSDAP, Vera Kaniawati Suaidah, S.T., menjadi Kepala Seksi Bantuan Teknik Pemeliharaan Jaringan Irigasi pada Bidang Bina Manfaat dan Pengairan Pedesaan Dinas PSDAP, Rukman Hardjasasmita menjadi Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah III Ciranjang serta Encep Kostaram, S.Ip. menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah IV Cikalongkulon (KC-02)***.
Siti Aisyah
KabarCianjur; DERITA diatas derita, itulah mungkin ungkapan yang tepat yang menimpa Siti Aisyah (9) bocah korban dugaan mal praktek yang dilakukan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur. Anak pasangan Asep Jaenudin dan Dedeh, warga Kampung Caringin RT 01/05, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur itu kondisinya bukan semakin membaik setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, namun malah sebaliknya. Bahkan yang lebih melengkapi penderitaanya RSHS Bandung dikabarkan sudah tidak sanggup melakukan perawatannya.
Pada hal awalnya Siti akan menjalani perawatan selama 1 bulan, namun baru 15 hari mendapatkan perawatan di kabarkan pihak RSHS Bandung akan mengembalikan penanganannya. Tentu saja hal ini membuat kaget dan bigung kedua orang tuanya. Orang tua Siti, sempat menanyakan detail penyakit yang dialami anaknya ke medis RSHS Bandung.
Hanya saja, kedua orang tuanya tidak mendapatkan jawaban pasti. "Pihak RSHS Bandung menyuruh untuk menanyakan langsung ke RSUD Cianjur kaitan penyakit yang diderita anak saya ini. Saya jadi bingung sendiri melihat keadaan seperti ini," kata Asep, Rabu (25/1/2012).
Menurut Asep, gencarnya pemberitaan tentang anaknya baik di media cetak maupun elektronik terkait dugaan mal praktek yang dilakukan medis RSUD Cianjur pada Senin (9/1) lalu, membawa anaknya di rujuk ke RSHS Bandung. Anaknya tersebut menderita kelumpuhan setelah menjalani operasi usus buntu akut di RSUD Cianjur. Pada hal sebelumnya Puskesmas Sukanagara mendiagnosa kalau anaknya menderita penyakit amandel.
Menanggapi berita "miring" itu pihak RSUD Cianjur sempat kelabakan. Apalagi kasus yang menimpa bocah kelas II Sekolah Dasar (SD) ini juga sempat mendapatkan perhatian Komisi IV DPRD Cianjur. Mendapatkan desakan dari wakil rakyat itulah, akhirnya korban dugaan mal praktek itu di rujuk untuk berobat di RSHS Bandung. Tapi apa hendak dikata, setelah menjalani perawatan, kondisinya bukan membaik, malah dikabarkan pihak RSHS Bandung akan mengembalikannya ke Cianjur.
"Menurut keterangan dokter di RSHS Bandung, penyakit anak saya akibat salah penanganan oleh dokter RSUD Cianjur. Saya bingung dengan kondisi ini. Pihak RSHS saja sudah angkat tangan, apalagi di RSUD Cianjur," katanya.
Sekretaris Pemantau Independent Kinerja Pemerintah (PIKAP) Kab. Cianjur, Usman, menduga telah terjadi sesuatu dalam penanganan pasien. Bisa menjadi dugaan bahawa saat mendapatkan penanganan di RSUD Cianjur diduga tidak sesuai dengan prosedur atau mal praktek.
"Ironisnya kedua orangtuanya sempat meminta rekam medik anaknya saat pertama kali dibawa. Tapi yang diberikan pihak RSUD Cianjur hanya rekam medik pascaoperasi. Kondisi inilah yang membuat masalah ini terkesan ditutupi. Malahan bisa dibilang mengebiri hak pasien yang ingin mengetahui rekam medik yang seharusnya menjadi haknya," kata Usman (KC-02)***.