Headlines News :

Pembaca Setia KC

LOGIN REPORTER

Enter your username and password to enter your KC Reporter


INFO CIANJUR

TITIK RAWAN CIANJUR

Bupati Cek Kesiapan Lokasi Untuk di Nilai Dalam Adipura

Tjetjep Muchtar Soleh mengunjungi Lokasi Penilaian
KabarCianjur-Jln. Siti Jenab; Sejumlah tempat yang masuk dalam penilaian untuk Adipura di sambangi oleh Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh. Kedatangan orang nomor satu di Cianjur itu, Rabu (29/2) untuk melihat sejauh mana kesiapan lokasi atau tempat yang nantinya akan dinilai untuk mendapatkan Adipura.
Penghargaan tertinggi dibidang pengelolaan lingkungan dan kebersihan itu hingga saat ini masih diperebutkan oleh Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk salah satunya Kabupaten Cianjur. Cianjur yang pada tahun laluu gagal meraih Adipura, untuk tahun ini akan bertekad merebutnya kembali setelah tiga tahun berturut-turut pernah diraih.
Kegiatan bupati Cianjur untuk monitoring persiapan penilaian Adipura tahap kedua, dilakukan mulai dari lingkungan sekitar Hypermart,  Pasar Induk, Pasar Muka serta terakhir di TPA Pasir Sembung di Kecamatan Cilaku.
Menurut bupati, kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk melihat sejauhmana persiapan dalam rangka penilaian Adipura tahap kedua. Mengingat penilaian Adipura tahap kedua akan dilaksanakan dalam waktu yang tidak lama lagi.
"Dari hasil monitoring masih ada daerah atau wilayah yang pada penilaian tahap pertama nilainya masih kurang baik dan itu perlu adanya perbaikan agar bisa lebih baik lagi," kata bupati.
Untuk itu bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Cianjur untuk selalu mentaati segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur seperti membuang sampah pada tempatnya, membuang sampah pada waktu-waktu yang telah ditetapkan serta membuang sampah dalam kondisi yang rapi tidak berserakan sehingga memudahkan petugas kebersihan pada saat mengangkut sampah-sampah tersebut.
"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Cianjur untuk turut serta berpartisipasi menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kota Cianjur khususnya di wilayahnya masing-masing. Sehingga tercipta kota Cianjur yang bersih, indah, dan rapi," harapnya (KC-02)***.

Penambangan Pasir Besi Bisa Merusak Lingkungan

Ruslan Efendi
KabarCianjur-Jln. Siti Boededar; Maraknya para pengusaha yang belakang berebut untuk melakukan investasi dalam pengolahan pasir besi diwilayah Cianjur selatan ternyata membawa keprihatinan tersendiri. Betapa tidak, akibat aktivitas penambangan dipesisir laut itu, bisa saja berdampak pada kerusakan lingkungan.
"Kekayaan alam yang berlimpah dalam prakteknya tidak mampu mengangkat harkat derajat rakyat Indonesia secara keseluruhan. Bahkan masyarakat sekitar dimana kekayaan alam tersebut hanya menanggung akibat negatif dari praktek ekploitasi alam tersebut berupa ekosistem alam yang rusak sehingga menyulitkan mereka dalam mencari nafkah," kata Devisi Tanah dan Lingkungan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur,Ruslan Ependi, Rabu (29/2).
Menurut Ruslan, akibat aktivitas penambangan pasir besi bisa mengakibatkan rusaknya sarana dan prasarana jalan raya akibat tidak kuat menahan beban berat kendaraan yang mengangkut pasir besi melebihi tonase. Belum lagi debu yang ditimbulkan akan mengganggu masyarakat sekitar.
"Dengan kata lain, akibat dari ekploitasi alam tersebut membuat pengusaha dan penguasa jadi kaya raya, tapi disisi lain masyarakat sekitar hanya menerima kerusakan hebat dan debu saja," katanya.
Adanya penambangan pasir besi hanya menjadi angan-angan dan harapan masyarakat sekitar untuk meningkatkan tarap hidupnya. Namun yang terjadi adalah pengusaha dari luar daerah yang meraup untung besar dari praktek penambangan dan pejabat pembuat perijinan yang bertambah pundi-pundi kekayaannya dengan memperjual belikan ijin usaha pada kaum kapitalis tanpa memikirkan nasib masyarakat yang hanya jadi penonton di dapurnya sendiri.
"Untuk itulah kami Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) menolak segala bentuk perijinan ekploitasi kekayaan alam yang tidak mengindahkan akibat negatif yang ditimbulkan dari suatu kegiatan. Mendorong masyarakat sekitar keberadaan pasir besi untuk mempertahankan kekayaan alam tersebut untuk kesejahteraan masyarakat sendiri," katanya (KC-02)***.

Diskusi Membendung Arus Kekerasan Mengatasnamakan Agama Untuk Islam Rahmatan Lil Alamin

KabarCianjur-Jln. Raya Bandung; Islam merupakan agama yang dipeluk oleh masyarakat terbesar di Indonesa, termasuk di Kabupaten Cianjur.  Akhir-akhir ini wajah Islam tampak mengejutkan sekaligus memiriskan dengan banyaknya kasus kekerasan dan ancaman bom dengan membawa-bawa nama Islam. Sebut saja kasus teror bom buku di awal April 2011, bom Cirebon di pertengahan bulan April 2011, dan bom salah satu gereja Solo. Kasus-kasus ini semua membawa nama ajaran Islam tertentu, seperti syahid, jihad, pemberlakuan syariat Islam, melawan thâghût (setan dalam bentuk manusia).
Demikian diungkapkan, Iman Sulaeman, Ketua Pelaksana Diskusi Tokoh Umat Islam se Kabupaten Cianjur yang mengambil tema Membendung Arus Kekerasan Mengatasnamakan Agama, Dalam Upaya Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin di komplek Pondok Pesantren Al Ijtihad, Rawa Bango, Karangtengah Cianjur, Selasa (28/2).
Menurut Iman, dari sisi umat Islam., dengan adanya kasus-kasus kekerasan yang bernuansa, atau tepatnya menggunakan simbol keagamaan dan intoleransi, menunjukkan bahwa tidak mudah menghilangkan keyakinan-keyakinan dengan simbol agama untuk melakukan kekerasan.
"Memang untuk konteks Kabupaten Cianjur, tidak terjadi teror bom buku dan kasus peledakan bom, paling tidak sampai akhir tahun 2011. Akan tetapi, pemberitaan media massa akhir-akhir ini tentang adanya kelompok tertentu dengan mengatasnamakan simbol Islam, tampak fenomena ini juga telah melanda sebagian masyarakat Cianjur," katanya.
Terlebih lagi bahwa mayoritas masyarakat Cianjur memeluk Islam sebagai agamanya, maka adanya fenomena demikian menjadi pertanyaan tersendiri dari umat Islam. Pertanyaan yang menyiratkan, satu sisi, adakah yang salah dengan penafsiran Islam yang diambil untuk justifikasi melakukan tindakan kekerasan? bagaimanakah membangun citra Islam sebagai agama rahmatan li al-`âlamîn, ketika dibenturkan dengan kasus-kasus demikian? dan di sisi lain, adakah yang memang salah dalam perlakuan, penanganan, dan kebijakan terhadap kelompok-kelompok tertentu.
"Meski begitu, karena persoalan-persoalan demikian ada di masyarakat kita, maka mutlak hal itu perlu dicari pemecahannya, dengan mengetahui sebab-sebab, kelemahan-kelemahan apa yang dilakukan selama ini, dan bagaimana masukan-masukan  untuk memberi arah yang lebih baik ke depan, di tengah reformasi telah berjalan 10 tahun lebih," tegasnya.
Diskusi yang menghadirkan sejumlah nara sumber seperti Ustadz Sonhadi (Direktur JAT Media Center/Jubir JAT), Prof Dr. H. Apip Muhammad, MA. (Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung), H. Ahmad Yani (Sekretaris Umum MUI Kabupaten Cianjur) dan H.Chep Hernawan (Pimpinan Umum Garis) itu berlangsung secara atraktif.
Menurut Iman, kegiatan diskusi tersebut bertujuan untuk menggali informasi tentang kegelisahan umat (tokoh) Islam Indonesia terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan yang terjadi. Selain itu juga untuk memetakan  respon serta sikap keagamaan umat (tokoh) Islam terhadap problem sosial keagamaan yang muncul di Cianjur.
"Diskusi ini juga bertujuan untuk merumuskan formulasi gerakan serta komitmen bersama menghadapi maraknya kekerasan bernuansa agama. Memperkaya basis data bagi pemangku kepentingan sebagai dasar pijak dalam merumuskan solusi melalui program-program kerja yang sistematik, terencana terukur, dan teramati," jelasnya (KC-02)**.

Besuk, Aburizal Bakrie Akan Road Show ke Cianjur

KabarCianjur-Jln. Siliwangi; Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie selama dua hari mulai besuk, Kamis (1/3) sore akan melakukan road show kesejumlah tempat di wilayah Kabupaten Cianjur.
Orang pertama di DPP Partai Golkar itu dijadwalkan tiba di Cianjur setelah lawatan dari Sukabumi sekitar pukul 17.00 WIB yang langsung menuju Pesantren Gelar Cilaku. Di tempat tersebut, dia akan melakukan pertemuan dengan sedikitnya 150 santri dan para kyai.
Selesai mengunjungi pesantren Gelar, Abu Rizal Bakrie akan melanjutkan road shownya dengan mendatangi Kantor Redaksi Harian Cianjur Ekspres di Jalan Pangeran Hidayatulloh. Ditempat tersebut, dia akan meninjau berbagai aktivitas jajaran redaksi Cianjur Ekspres. Kemudian dilanjut dengan menggelar jumpa pers di tempat yang sama sekitar pukul 19.00 WIB.
Selesai mengunjungi dapur Harian Cianjur Eksperes, orang yang digadang-gadang menjadi Calon Presiden dari Partai Golkar itu akan melanjutkan safarinya sebelum beristirahat dengan bertatap muka atau temu kader Partai Golkar di Hotel Sangga Buana Cipanas.
Ke esokan harinya Jum'at (2/3) Abu Rizal Bakrie akan mengawali road shownya dengan mengunjungi SMKN I Pacet, di Desa Cibodas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Di sekolah tersebut dia akan bertemu dengan sekitar 500 siswa dan guru serta akan memberikan motivation speach.
"Beliau (Abu Rizal Bakrie) akan menceritakan pengalaman hidupnya, mulai dari dia belum jadi apa-apa hingga bisa sukses seperti saat ini. Semua itu dilakukan untuk memberikan motivasi kepada seluruh siswa bahwa ternyata orang yang lahir dari keluarga sederhana bisa menjadi sukses, baik dalam hidup maupun karier," kata Koordinator Road Show Abu Rizal Bakrie, Andri Kartanegara, Rabu (29/2).
Selesai menggelar pertemuan dengan ratusan SMKN I Pacet, kemudian dilanjutkan dengan shalat Jum'at di masjid Assalafiyah Pacet sebelum berangkat menuju perairan Jangari di wilayah Kecamatan Mande.
"Di Jangari beliau akan bertatap muka dengan para petani ikan Jaring Terapung dan akan mengikuti kegiatan panen ikan sambil melakukan peninjaun kelokasi Jaring Terapung. Setelah ramah tamah dengan para petani ikan, beliau akan kembali ke Jakarta," kata Andri.
Untuk kegiatan hari ini, Aburizal Bakrie sedang melakukan road show di wilayah Kabupaten/Kota Sukabumi. "Mudah-mudahan acaranya besuk bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan," pungkasnya (KC-02)***.

Untuk Mencari Korban Terbawa Arus, Polres Cianjur Terjunkan Anjing Pelacak

Polres Cianjur turunkan Anjing Pelacak untuk
temukan korban yang terbawa arus
KabarCianjur- Gekbrong; Polres Cianjur menerjunkan dua anjing pelacak untuk membantu pencarian terhadap satu orang siswi dari tiga siswi SMP Terbuka terbawa arus banjir bandang kali Cisantong, Kampung Loji, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/2). Sebelumnya dua dari tiga siswi yang terbawa arus telah ditemukan, satu selamat dan satu lagi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Unit K-9 Polres Cianjur Aiptu Sucipto mengatakan, diturunkannya dua anjing pelacak tersebut tidak lain untuk membantu pencarian seorang siswi yang belum ditemukan. Dua anjing pelacak tersebut meulai menyisir dari pertama kali korban terseret arus hingga sejauh 5 kilometer.
"Sebenarnya kalinya sudah kering, tapi cukup dalam dan ditumbuhi banyak pepohonan. Ini mengganggu sekali dalam melakukan penyisiran. Tapi tetap kita lakukan hingga radius 5 kilometer sampai ke perbatasan Sukabumi," kata Aiptu Sucipto, Rabu (29/2).
Dari hasil penyisiran tersebut, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban Siti Sutinah binti Uloh alias Uti (14). "Kemungkinan sudah terbawa arus hingga mencapai sungai besar, tapi kali dimana pertama kali korban terbawa arus kondisinya sudah kering dan tidak ditemukan," katanya.
Sementara itu Tim gabungan search dan rescue (SAR) masih melakukan proses pencarian. Bahkan tim dari Basarnas juga terlihat turun langsung sambil membawa satu prahu karet. Hanya saja kondisi medan yang tidak memungkinkan, prahu tersebut masih terparkir diatas kendaraan.
Kapolsek Warungkondang AKP Murdiono mengatakan, pencarian hari ini melanjutkan proses pencarian semalam yang sempat dihentikan karena kondisi lapangan tidak memungkinkan. "Pencarian masih terus kita lakukan terhadap korban Siti Sutinah alias Uti," kata Murdiono di lokasi kejadian, Rabu (29/2).
Hingga pukul 10.00 WIB, proses pencarian masih dilakukan dengan menerjunkan 1 peleton anggota Brimob, 1 peleton Dalmas, jajaran polsek Warungkondang dan Gekbrong, TNI, PMI, dan Badan SAR Nasional.
Seperti diberitakan, tiga orang siswi SMP Terbuka Loji Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/2) sekitar pukul 17.30 WIB terseret arus banjir bandang yang terjadi di Kampung Loji, Desa Gekbrong. Dua orang siswa berhasil ditemukan, satu diantaranya meninggal dunia dan satu selemat. Sementara seorang siswa lagi masih dalam pencarian.
Ketiga korban terseret banjir bandang tersebut adalah  Eneng binti Asep (14) ditemukan selamat, Ratna binti Tardi (14) ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi terseret banjir bandang dan Siti Sutinah binti Uloh alias Uti (14) masih dalam pencarian (KC-02)***.

Tiga Siwi SMP Terbuka Loji Gekbrong Terbawa Arus

Masyarakat Melakukan Pencarian Korban
KabarCianjur- Gekbrong; Tiga orang siswi SMP Terbuka Loji Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, Selasa (28/2) sekitar pukul 17.30 WIB terseret arus banjir bandang yang terjadi di Kampung Loji, Desa Gekbrong. Dua orang siswa berhasil ditemukan, satu diantaranya meninggal dunia dan satu selemat. Sementara seorang siswa lagi masih dalam pencarian.
Ketiga korban terseret banjir bandang tersebut adalah  Eneng binti Asep (14) ditemukan selamat, Ratna binti Tardi (14) ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi terseret banjir bandang dan Siti Sutinah binti Uloh alias Uti (14) masih dalam pencarian.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa yang menimpa tiga siswi warga Kampung Tabrik RT 01/RW 11, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur itu bermula saat ketiganya hendak pulang kerumah setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP Terbuka tidak jauh dari lokasi kejadian.
Pada saat bersamaan tiba-tiba turun hujan deras. Namun ketiga siswi tersebut nekat menerobos hujan yang turun untuk pulang kerumahnya. Ditengah perjalanan saat mereka tengah berjalan kaki, tiba-tiba banjir bandang luapan dari kali Cisatong menghampirinya. Mereka berupaya menepi dipinggir jalan yang dilaluinya.
Naas saat menepi itulah, salah seorang siswi bernama Ratna terpeleset dan terbawa arus banjir bandang dari kali Cisatong. Melihat temanya terbawa arus, Eneng dan Uti berupaya menolong, namun keduanya malah turut terbawa arus.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melakukan pertolongan. Eneng berhasil diselamatkan meskipun mengalami luka lebam hampir di sekujur tubuhnya. Sementara Ratna ditemukan tewas sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan Uti hingga Rabu (29/2) pukul 11.00 WIB masih dalam pencarian.
Sekretaris Desa Gekbrong Andri Aziz membenarkan peristiwa tersebut. Hingga saat ini, warga dibantu aparat kepolisian dan TNI masih melakukan pencarian satu korban yang terseret arus deras sungai Cisatong. "Satu orang ditemukan dalam keadaan selamat, satu korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia, dan satu orang lagi masih dicari," kata Andri.
Camat Gekbrong Muchtar Syarif Hidayat mengungkapkan, hingga saat ini masih dilakukan pencarian terhadap satu orang korban yang terbawa arus. "Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan hingga perbatasan Cianjur-Sukabumi," kata Syarif (KC-02)***.

Aksi Mahasiswa GMNI di Warnai Penyanderaan Mobil Tangki BBM

FOTO : Aksi Mahasiswa GMNI Cianjur
KabarCianjur-Jln. K.H. Abdullah bin Nuh; Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur melakukan aksi unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cianjur di jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Rabu (29/2).
Aksi para mahasiswa tersebut sempat diwarnai dengan penyanderaan mobil tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melintas didepan gedung DPRD Cianjur. Sempat terjadi adu argumentasi dengan aparat kepolisian yang meminta para mahasiswa melepaskan kendaraan tangki pengangkut BBM itu.
Akhirnya para mahasiswa melepaskan mobil tangki pengangkut BBM dan merek bergerak ke gedung DPRD Cianjur. Didepan gedung wakil rakyat tersebut, para mahasiswa langsung menggelar orasi. Mereka menyoroti tentang rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM bukan hanya akan berdampak pada kemiskinan rakyat, jauh dari itu negara telah mengabaikan hak-hak rakyat.
Koordinator Aksi Garna Magia mengatakan, logika dasar yang dibangun rezim SBY-Boediono bahwa untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera (APBN) akibat meningkatkan harga minyak dunia. Satu-satunya jalan adalah hanya dengan menaikkan harga BBM didalam negeri.
"Kondisi ini tidak dapat diterima, pemerintah seharusnya lebih berpihak terhadap rakyat dalam merumuskan kebijakanya. Beberapa langkah langkah energi alternatif pada dasarnya dapat dilakukan dengan tanpa mengorbankan rakyat miskin," kata Garna ditemui disela aksi.
Menurut Garna, selain secara prinsip politik, langkah menaikkan harga BBM jauh dari keberpihakan. Skema pemerintah dalah menanggulangi dampak kenaikan harga BBM sengat tidak aplikatif (tidak realistis untuk dapat dioperasionalkan).
"Untuk itulah kami melihat bahwa SBY-Boediono gagal memenuhi hak dasar rakyat atas energi murah. Kami juga menolak rencana kenaikan harga BBM yang berakibat memiskinkan rakyat. Kami juga mendesak kepada pemerintah untuk melakukan efesiensi anggaran yang tidak langsung berhubungan dengan rakyat," katanya.
Pihaknya juga menyerukan kepada seluruh komponen bangsa buruh, tani, nelayan dan kaum miskin Indonesia untuk bersatu padu bersama mahasiswa merebut hak-hak dasar rakyat dan menolak adanya kenaikan BBM.
"Mendesak pemerintah untuk merenegosiasi seluruh kontrak karya minyak dan gas dan laksanakan moratorium dan hair cut hutang luar negeri," kata Garna.
Setelah menggelar orasi, para mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Cianjur, Saef Lukman diruang kerjanya. Setelah menyampaikan aspirasinya, para mahasiswa langsung membubarkan diri dengan tertib (KC-02)***.

Kasi Mapendais Kementerian Agama Cianjur Kurang Simpatik Kepada Wartawan

Wawan Solihin
KabarCianjur-SIKAP kurang simpatik ditunjukkan oleh Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Kasi Mapendais) Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Wawan Solihin ketika sejumlah wartawan mendatangi diruang kerjanya, Selasa (28/2). Pada hal kedatangan para wartawan tersebut bertujuan untuk mengkonfirmasi perihal terkait dengan fungsi lembaga Mapendais.
Awalnya pertemuan dengan Kasi Mapendais itu berjalan cukup santai saat sejumlah wartawan yang datang untuk mengkonfirmasi persoalan tindak kekerasan terhadap siswa yang diduga dilakukan oleh oknum guru sukarelawan yang terjadi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bojong Jati di Kampung Bojong Jati RT 01/02 Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur.
Sebagai seorang Kasi Wawan Solihin berupaya mencari tahu kebeberapa stafnya. Hanya saja staf yang kebetulan mendapatkan pengaduan terkait persoalan tindak kekerasan tersebut sedang tidak ada ditempat. Dia pun berupaya menghubungi melalui ponsel untuk mendapatkan informasi termasuk menghubungi Kepala Sekolah (Kepsek) MTs Bojong Jati, Jamaludin.
Melalui hubungan via telpon tersebut didapat kepastian bahwa Kepsek sekolah yang terjadi tindak kekerasan dalam perjalanan menuju kantor Mapendais Kementerian Agama Cianjur. Wawanpun menawarkan kepada sejumlah wartawan untuk menunggu.
Disela itulah seorang wartawan mendekati Wawan dengan duduk persis didepan meja kerjanya. Wartawan tersebut meminta konfirmasi masalah lain yang masih terkait dengan tugasnya selaku Kasi Mapaendais yakni mengenai alokasi bantuan untuk pembangunan ruang kelas dilingkungan sekolah dibawah naungan Kementerian Agama Cianjur.
Dari sinilah sikap kurang simpati ditunjukkan oleh pejabat setingkat Kasi itu dalam menghadapi wartawan. Dia sempat menanyakan buat apa dan menurut Wawan sudah telat ditanyakan. Pada hal selaku seorang wartawan tentu tidak terlepas dengan tugasnya menyajikan karya jurnalis yang disampaikan untuk kepentingan informasi masyarakat.
Sebagai seorang Kasi semestinya kalau tidak berkenan cukup bilang “maaf” atau off the record kalau persoalan itu tidak bisa memberikan penjelasan tidak harus bertanya yang seolah-olah merendahkan profesi wartawan. Bukankan wartawan dalam menjalankan tugasnya selalu di lindungi oleh Undang-Undang dan selalu berpegang pada kode etik jurnalistik.
Bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 harus dijamin;
Bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki, yang diperlukan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, memajukan kesejateraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Apakah Kasi Mapendais Kementerian Agama kurang faham kalau dalam menjalankan tugasnya wartawan selalu dilindungi oleh Undang-Undang. Yang jelas dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers pada pasal 18 disebutkan bahwa, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). 
Semuanya dikembalikan kepada diri masing-masing, kalau semua menyadari tugas dan fungsi seorang wartawan, apa yang dilakukan pejabat setingkat Kasi di lingkungan Kementerian Agama Cianjur itu tidak perlu terjadi. Semoga wartawan dan Pers kita tetap jaya dan berada pada jalur undang-undang (KC-02)***.



LMDH Mekar Mukti Panen Perdana di Jawa Barat

Ilustrasi : Panen Perdana
KabarCianjur-Sindangbarang; Untuk kali pertama, program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Koorperation (GP3K) yang menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Kabupaten Cianjur tepatnya di wilayah areal lahan Perum Perhutani BKPH (Bagian Kesatuan Pemangku Hutan) Sindang Barang Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Cianjur, Selasa (28/2) mulai panen raya.
Program nasional dalam rangka meningkatkan produksi pangan di masyarakat petani untuk meningkatkan stok pangan di Jawa Barat khususnya diwilayah masyarakat petani tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar hutan. Apalagi mereka mendapatkan bantuan hibah bibit untuk ditanam.
Menurut Pendamping Masyarakat, Ahmad Jaelani, program GP3K di Jawa Barat yang pertama panen adalah di wilayah LMDH Mekar Mukti yang masuk wilayah areal lahan Perum Perhutani BKPH Sindang Barang KPH Cianjur.
"Untuk pertama kali yang sudah panen merupakan jenis padi bagenit luas arealnya mencapai 44 hektar dari lahan keseluruhan yang ditanami 301 hektar," kata Ahmad Jaelani saat dihubungi, Selasa (28/2).
Dalam program GP3K, LMDH mendapatkan bantuan berupa benih padai secara hibah sebanyak 17,5 kg/hektar. Sementara di luar LMDH kebutuhan bibit dicukupi oleh para petani. "Tanaman yang dibudidayakan adalah selain padi juga bibit jagung sebanyak 110,50 ton, kacang tanah 192,14 ton. Sedangkan kawasan hutan yang ditanami adalah kawasan hutan pra tanam pada lokasi tanaman tahun berjalan dan pada lokasi pemeliharaan tanaman," katanya.
Secara terpisah Asep Halim Asper BKPH Sindangbarang mengungkapkan, pihaknya tidak menyangka ternyata animo masyarakat hutan untuk menjalankan program GP3K sangat tinggi. "Saya selaku asper diwilayah panen raya ini sangat terharu sekali melihat animo masyarakat petani sangat begitu gembira dalam melaksanakan panen ini," kata Asep Halim secara terpisah.
Pihaknya berharap, dengan adanya kegiatan panen ini pihak masyarakat dapat meningkatkan pola kerjasama dilingkungan hutan dalam upaya menjaga atau melestarikan aset aset negara. "Selain itu kita harapkan dengan kegiatan ini dapat memupuk jalinan tali silaturahmi diantara masyarakat petani dengan pihak Perum Perhutani," kata Asep (KC-02)***.


Pembangunan Pasar Gelanggang Ciranjang Kembali Tertunda

KabarCianjur-Ciranjang;  Pemkab Cianjur memberikan batas waktu maksimal satu minggu kedepan bagi Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciranjang menyusul adanya surat dari Pemdes Ciranjang yang meminta penangguhan pelaksanaan pembangunan Pasar Gelanggang Ciranjang oleh pengembang CV. Buana Lestari. Setelah itu pihak pengembang dipersilahkan untuk melaksanakan pembangunan pasar.
"Sebenarnya ini deadline terakhir, setelah kita berembuk dari Pemdes Ciranjang, pedagang, aparat kepolisian, sepakat bahwa pembangunan pasar Gelanggang Ciranjang ini tidak bisa ditunda lagi. Makanya waktu seminggu itu ssudah cukup bagi Pemdes Ciranjang untuk menyelesaikan persoalan yang ada," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Ucup S Ditamiharja saat ditemui di pasar Ciranjang, Selasa (28/2).
Menurut Ucup, pihaknya tidak akan gentar seandainya pada saat proses pengosongan kawasan pasar yang dijadwalkan dilaksanakan pekan depan akan mendapatkan hadangan dari para pedagang. Pihaknya, kata Ucup, berpegang teguh pada aturan penegakan hukum yang merupakan keputusan pimpinan (Bupati Cianjur).
"Memang rencananya hari ini (kemarin,red) mau dilaksanakan pembangunan pasar darurat oleh pengembang. Tapi setelah berembuk disepakati semua pihak bahwa Pemdes Ciranjang diberikan kesempatan waktu yang menurut mereka akan membentuk tim pengkajian. Kita hormati keinginan kepala desa yang baru ini," paparnya.
Menurut Ucup, setelah batas waktu satu minggu, pihaknya akan menegakkan aturan dan pembangunan harus tetap berjalan. Pihak kepolisian juga akan menerapkan sanksi hukum. "Nantinya setelah satu minggu sekitar lokasi yang akan di bangun akan dipasang police line dan siapa saja yang akan mengganggu pelaksanaan pembangunan pasar akan berhadapan dengan penegak hukum," katanya.
Kekawatiran pedagang lama yang saat ini masih menempati kios pasar Gelanggang Ciranjang mengenai harga jual, sebenarnya bisa diselesaikan dengan pihak pengembang. "Saya rasa pihak pengembang cukup toleransi kalau adanya penolakan pedagang masalah harga. Saya dengan pihak pengembang memberikan diskon khusus kepada para pedagang lama pemegang hak penguasaan kios (HPK) hingga mencapai 50 %," tandasnya.
Sementara itu, kuasa hukum CV Buana Lestari selaku pengembang Pasar Gelanggang Ciranjang, Deden Muharam Djunaedi mengatakan, pada prinsipnya, pembangunan Pasar Gelanggang Ciranjang akan tetap dilaksanakan dengan tengat waktu satu minggu terhitung hari ini (kemarin). Rencana pembangunan sendiri sudah mendapatkan dukungan dari semua elemen.
"Saat ini kita sudah melakukan beberapa pendekatan persiusif kepada beberapa pihak yang masih menolak rencana pembangunan. Sebenarnya kuncinya ini adalah ketegasan dari Pemkab Cianjur dan aparat kepolisian. Karena apa yang akan kita lakukan semuanya sudah memiliki kekuatan hukum," tegasnya.
Kekawatiran para pedagang pemegang HPK, sangat tidak mendasar. Karena pihaknya akan memberikan perlakuan istimewa mengenai harga kios. "Saya rasa pengembang cukup bijaksana, kalau masalahnya harga, kita bisa duduk bersama dan kita akan memberikan perlakuan lebih kepada para pedagang pemegang HPK, bahkan bisa diskon mencapai 50 %," kata Deden.
Perlu adanya jaminan keamanan bagi setiap investor yang akan berinvestasi di Cianjur termasuk untuk pembangunan Pasar Gelanggang Ciranjang. "Kami meminta ketegasan Pemkab Cianjur dan aparat kepolisian menyangkut kepastian hukum dan keamanan. Memang proses ini cukup memakan waktu, dan itu berpengaruh pada cost yang harus dikeluarkan pengembang. Perlu adanya jaminan dan kepastian hukum, ini bukan dana APBD tapi investasi murni," paparnya (KC-02)***.


Gara-Gara Ruang Kelas Kotor, Oknum Guru Aniaya Siswa

Foto Ilustrasi : Kekerasan Guru Terhadap Siswa
KabarCianjur-Cijati; Aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswanya kembali terjadi di Cianjur. Kali ini menimpa sedikitnya 30 siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bojong Jati di Kampung Bojong Jati RT 01/02 Desa Sukamahi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur. Puluhan siswa tersebut harus menderita luka memar setelah seorang oknum guru sukarelawan (Sukwan) berinisial Kam memukul mereka gara-gara telat membersihkan ruang kelas.
Akibat kejadian tersebut beberapa orang tua siswa sempat protes atas tindakan guru Sukwan tersebut. Bahkan ada salah seorang siswa yang enggan sekolah pasca kejadian pemukulan akibat trauma.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru Sukwan tersebut terjadi pada Senin (20/2) silam. Bermula saat beberapa siswa mendapatkan giliran piket untuk membersihkan ruang kelas mereka. Hanya saja saat oknum guru Sukwan tersebut datang, ruang kelas masih berantakan, karena kain pel yang biasa mereka pakai dipinjam oleh ruang kelas lainya.
Melihat kondisi ruang kelas yang masih berantakan, oknum guru Sukwan tersebut mencak-mencak dan menyuruh seluruh siswa yang piket berdiri dilapangan. Tanpa mempedulikan rasa sakit, oknum guru Sukwan itu memukuli para siswa dengan bambu. Akibatnya beberapa siswa mengalami luka memar.
Beberapa orang tua siswa yang mengetahui anaknya mendapatkan perlakukan kasar dari oknum guru Sukwan, mendesak pihak sekolah untuk mengeluarkan oknum guru tersebut. Apalagi tindakan itu sudah dilakukan untuk kedua kalinya.
"Sebenarnya kalau dilihat masalahnya hemat kami itu masalah sepele, hanya gara-gara ruangan kelas belum bersih saat oknum guru itu datang ke kelas. Anak saya dan teman-temanya langsung diperintahkan berdiri dilapang dan dipukuli dengan bambu. Tidak hanya itu, oknum guru itu mengucapkan kata-kata yang sangat tidak pantas," kata Dadang, salah seorang orang tua korban saat dihubungi, Selasa (28/2).
Sebagai orang tua, pihaknya mengaku tidak terima anaknya mendapatkan perlakuan kasar hanya masalah sepele. Dia bersama orang tua siswa lainya mendesak agar pihak sekolah memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru Sukwan itu. Bahkan mendesak agar guru yang bersangkutan dikeluarkan dari sekolah.
"Akibat perbuatan oknum guru itu, anak saya masih trauma. Kalau sampai Kepala Sekolah tidak mengambil tindakan tegas, kami mengancam akan mencabut anak-anak dari sekolah," tegasnya.
Hal tidak jauh berbeda juga dituturkan Ade Utis, orang tua siswa lainya. Dia mengaku kedatangan beberapa orang tua siswa yang mengadukan tindakan kasar oknum guru Sukwa tersebut. Pihaknya juga pernah mendatangi sekolah untuk minta kejelasan, tapi mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan dari Kepala Sekolah.
"Saya sempat datang ke sekolah, tapi sepertinya Kepala Sekolah tidak ada keberanian untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru sukwan itu. Malahan anak saya juga sempat mendapatkan intimidasi dari oknum guru itu karena dinilai saya menjadi provokator," kata Ade.
Secara terpisah Kepala MTs Bojong Jati yang juga Ketua Yayasan Nazmu Sholahiyah, Jamaludin, tidak menampik adanya peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru Sukwan kepada para muridnya. Hanya saja menurut Jamaludin, peristiwa tersebut telah diselesaikan dengan jalan musyawarah dengan orang tua siswa dan oknum guru yang bersangkutan.
"Kejadiannya bermula ketika seluruh siswa mendapatkan jadwal kegiatan piket kebersihan. Kebetulan saat itu mau ada mahasiswa yang akan melakukan praktik kerja lapangan (PKL), tapi ruangan berantakan. Oknum guru itu marah dan terjadilah kekerasan itu. Tapi semuanya sudah diselesaikan dengan jalan musyawarah," kata Jamaludin saat ditemui di ruang Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapendais) Kompleks Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Selasa (28/2).
Pihaknya juga sudah menegur keras terhadap oknum guru Sukwan yang melakukan tindakan kekerasan. Hanya saja teguran tersebut tidak dilakukan secara tertulis tapi hanya secara lisan. "Kalau misalnya masih saja mengulangi lagi perbuatanya, gampang saja, nanti akan saya keluarkan dari sekolah," katanya.
Secara terpisah Kepala Seksi Mapendais Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Wawan Solihin mengungkapkan, persoalan adanya oknum guru yang melakukan tindakan kekerasan terhadap siswanya tidak bisa dibenarkan apapun alasanya. Karena guru itu tugasnya adalah mendidik para siswa, bukan bertindak kekerasan.
"Kalau siswa salah tidak harus dipukul, apa tidak ada cara lain. Ini tidak bisa dibiarkan, saya akan koordinasi dengan kepegawaian, kalau guru tersebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) nanti kepegawaian yang akan memproses, tapi kalau masih sukwan kami akan serahkan kepada pihak yayasan untuk mendidiknya," katanya (KC-02)***.

LBH Cianjur Keluarkan Rekomendasi Politik

KabarCianjur-Jln. Siti Boededar; Setelah dilantik dan menggelar rapat kerja (Raker), jajaran Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (YLBHC) terus berbenah. Salah satunya memantapkan program devisi devisi untuk kurun waktu satu tahun kedepan. Dari sembilan devisi, semuanya sudah menyusun program kerjanya masing-masing untuk dilaksanakan.
"Alahmdulillah seluruh program dari setiap devisi semuanya sudah terbentuk tinggal pelaksanaanya untuk satu tahun kedepan. Perlu kerja keras, kerjasama, kebersamaan dari seluruh jajaran pengurus LBHC untuk merealisasikan program yang telah tersusun ini," kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum Cianjur, Adi Supriadi, Selasa (28/2).
Menurut pria yang akrab di sapa Adi Otong ini, untuk menindak lanjuti adanya program yang telah tersusun perlu adanya rekomendasi politik yang harus dilakukan dari Yayasan LBHC dan Direksi LBHC.
"Kita sepakat membuat rekomendasi politik Pengurus Yayasan dan Direksi LBH Cianjur Periode 2012-2015. Diantaranya konsisten dan komitmet terhadap upaya-upaya untuk mewujudkan proses demokrasi dan pembelaan hak-hak rakyat, terutama di lokal Kabupaten Cianjur," kata Adi.
Selain itu itu juga perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) intern Pengurus Yayasan dan Direksi LBH Cianjur, peningkatan kualitas manajemen Yayasan dan Direksi LBH Cianjur dan harus bisa berperan sebagai lembaga sosial kontrol/mengkrtisi kebijakan eksekutif, legeslatif dan yudikatif.
"Mendorong supremasi hukum, mendukung segala upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, perusakan lingkungan hidup dan lainya serta menolak segala kebijakan pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah yang tidak berpihak kepada rakyat," kata Adi (KC-02)***.

Terkait BJB, PUSKIP dan SMR Kecewa Terhadap Kinerja Komisi II DPRD Cianjur

Marcell Ridwan
KabarCianjur-Jln. Siliwangi; Maksud hati ingin mendapatkan kejelasan, tapi malah kekecewaan yang didapat. Demikian yang dialami oleh PUSKIP (Pusat Kajian Dan Informasi Publik) dan SMR (Serikat Mahasiswa Cianjur). Betapa tidak saat ingin bertemu dengan pimpinan Bank Jabar Banten (BJB) yang difasilitasi oleh Komisi II DPRD Cianjur, ternyata dalam pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil apa-apa.
Sebelumnya PUSKIP dan SMR melakukan penelitian terhadap beberapa bank terutama BJB. Hasilnya bahwa peran Strategis BJB sebagai benteng ekonomi daerah Cianjur dinilai gagal. BJB tidak banyak berpihak kepada ekomomi kecil dan menengah.
Menurut Penanggung Jawab Kegiatan, Marcell Ridwan, berdasarkan hasil jajak pendapat yang di laksanakan oleh PUSKIP (Pusat Kajian Dan Informasi Publik) dan SMR (Serikat Mahasiswa Cianjur) yang telah dilaporkan ke Ketua DPRD Cianjur pada bulan Desember 2011 ditindak lanjuti oleh Komisi II DPRD dengan meggelar agenda Rapat Kerja antara pihak BJB Cianjur, PUSKIP dan Komisi II DPRD Cianjur dengan surat No.172.3/16/Komisi II tanggal 24 Januari 2012.
Hanya sayang agenda tersebut batal dilaksanakan karena pihak BJB tidak dapat hadir dengan alasan sedang ada pergantian pimpinan. Kemudian melalui surat No.172.3/30/Komisi II tertanggal 14 Februari 2012, Komisi II DPRD menggelar kembali agenda Rapat Kerja, dan pada kesempatan yang kedua ini baik pihak BJB, PUSKIP dan Komisi II DPRD Cianjur hampir lengkap hadir.
"Sangat disayangkan memang agenda Rapat Kerja yang dimulai pada jam 09.30 WIB, tidak menghasilkan sesuatu yang berarti untuk kemajuan usaha kecil dan menengah di Cianjur. Karena ada oknum Anggota DPRD Komisi II yang berkeinginan melanjutkan Rapat Kerja tanpa kehadiran pihak kami PUSKIP. Meskipun acara belum membuahkan sesuatu yang berharga untuk masyarakat Cianjur, acara diputus dan kemudian dilanjutkan kedua belah pihak antara Komisi II dengan Pihak BJB," kata Marcel, Selasa (28/2).
Kejadian tersebut menurut Marcel, telah mengundang asumsi yang berbeda-beda terhadap itikad Komisi II DPRD Cianjur dalam melaksanakan tugasnya yang mulia. Bukannya fokus mencari akar dan solusi permasalahan malah terkesan mencari kesempatan untuk melakukan upaya “ Main Mata ” dengan pihak BJB dengan mengabaikan hal yang substansif.
"Oleh karena itu kami PUSKIP dan SMR menyatakan sikap dan menyampaikan rasa Prihatin yang sedalam-dalamnya terhadap kinerja Komisi II DPRD Cianjur yang menurut pendapat kami sangat jauh dari kata profesional. Hal ini semakin membuktikan dengan apa yang pernah disampaikan oleh Ketua DPRD Cianjur H.Gatot Subroto, bahwa sejumlah anggota DPRD Cianjur tidak fahami tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat," tegasnya (KC-02)***.


Raskin Karangsari di Duga di Selewengkan

Seorang tokoh masyarakat memperlihatkan data raskin
KabarCianjur-Agrabinta; Sejumlah warga melaporkan kasus dugaan penyimpangan penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) yang diterima Desa Karangsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, ke Mapolres Cianjur, Senin (27/2). Warga menduga penyaluran beras Raskin di desanya tersebut telah diselewengkan oleh oknum pengelola raskin di tingkat desa.
Dugaan penyelewengan terhadap penyaluran beras raskin untuk alokasi tahun 2011 itu diketahui setelah warga setempat hanya mendapatkan jatah raskin dari Januari – November 2011. Sejumlah perwakilan warga sempat mempertanyakan alokasi pagu raskin ke pihak Sub Divre Bulog Cianjur. Hasilnya, penyaluran raskin dilakukan sebanyak 13 kali diwilayahnya.
"Kami kaget ternyata saat kami cek ke Bulog, ternyata ke setiap desa di seluruh wilayah Cianjur tahun 2011 sebanyak 13 kali. 12 kali merupakan program reguler dan yang satu kali merupakan penyaluran operasi pasar khusus (OPK) yang dilakukan berbarengan kuota bulan Desember 2011," kata Ade Setiawan (48) warga Kampung Pamoyanan RT 01/03 Desa Karangsari Kecamatan Agrabinta saat melaporkan dugaan kasus tersebut ke Mapolres Cianjur, Senin (27/2).
Tidak hanya mendapatkan keterangan, pihaknya mengaku juga menerima bukti foto copy berita acara serah terima penyaluran raskin ke- 12 dan ke- 13 yang dilakukan Bulog sebagai pihak pertama dengan pihak pengelola desa yakni Kepala Desa setempat sebagai pihak kedua.
"Selama ini kami hanya menerima penyakuran beras raskin tahu 2011 selama 11 kali saja. Pada hal warga sangat membutuhkan penyaluran raskin ke 12 dan 13 itu, karena saat bersamaan lagi sedang musim tanam, tapi dikemanakan dua kali penyaluran raskin itu," katanya.
Atas dasar temuan itulah, warga sepakat membawa kasus dugaan penyimpangan penyaluran raskin itu ke aparat penegak hukum. Warga berharap jika ditemukan penyelewengan, pelakunya agar ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
"Kami juga meminta Bupati Cianjur untuk turun tangan langsung menindak oknum-oknum pengelola raskin yang nakal dalam proses penyaluran. Kasihan warga yang mestinya menjadi penerima, tapi karena ulah oknum jadi tidak dapat sama sekali," harapnya.
Secara terpisah, Camat Agrabinta, Rustandi mengaku, pihaknya sudah mendengar informasi adanya dugaan penyimpangan penalauran raskin di wilayah kerjanya, Bahkan pihaknya juga telah memanggil pengelola dan Kepala Desa bersangkutan untuk meminta klarifikasi mengenai informasi tersebut.
"Kami sudah panggil pengelola raskinya, dari keterangan pihak pengelola raskin di Desa Karangsari, penyaluran raskin sudah teralisasi sesuai pagu, termasuk masalah pembayarannya. Malahan surat pernyataan tertulis bermaterai mengenai kebenaran penyaluran sesuai pagu itu ada di saya," kata Rustandi terpisah.
Untuk mengetahui perkembangan penyaluran raskin, pihaknya setiap bulan selalu menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan menghadirkan para Kepala Desa untuk mengevaluasi penyaluranya. "Dari laporan tiap desa, penyaluran raskin sudah sesuai dengan pagu," teganys (KC-02)***.

Persib Kalah Telak 4-0 dari Persipura, Manager Persib Jatuh Sakit

FOTONews : Simamaung.com

KabarCianjur; Persib Bandung harus pulang tertunduk karena kalah dari Papua tanpa poin. Pada laga kedua tur Papua melawan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Senin (27/2), Persib kalah 4-0. Keempat gol tim Mutiara Hitam dicetak oleh Boas Salosa, Ian Luis Kabes, Jajang Sukmara (gol bunuh diri) dan Titus Bonai.

Berhadapan dengan pasukan  Jackson F Tiago, Persib mengalami krisis striker. Moses Sakyi terhukum akumulasi kartu kuning dan Aliyudin terserang demam sejak semalam. Persib hanya menyisakan Airlangga dan Sigit Hermawan. Kondisi ini membuat coach Drago Mamic menerapkan formasi permainan 4-2-3-1. Padahal sebelumnya, pelatih asal Kroasia ini akan menggunakan pola 4-4-2.

Bermain sepak bola di Jayapura, Persib memiliki catatan buruk. Persib tidak pernah meraih poin. Pada laga sore ini, besar tekad Persib untuk memperbaiki rekor. Namun kenyataannya Persib harus memperpanjang rapor buruk di tanah Papua. Sebelumnya, Persib pun kalah 0-3 di Stadion Pendidikan Wamena, melawan Persiwa.

Persib memiliki peluang untuk unggul pada menit ke 8. Tendangan sudut Miljan Radovic berhasil diteruskan Airlangga. Namun gol tersebut dinyatakan tidak sah, karena sebelumnya terjadi pelanggaran yang dilakukan M Ilham.

Airlangga mendapat peluang keduanya sepuluh menit kemudian. Namun pergerakannya di dalam kotak penalti dijegal pemain lawan. Kendati demikian, wasit Oleh Hadi tidak melihat adanya pelanggaran.

Awal kekalahan Persib dimulai pada menit ke 25. Pemain belakang Persib melakukan blunder sehingga Alberto Goncalves hanya tinggal berhadapan dengan Jandri Pitoy. Tak ada kawan, Jandi memutuskan untuk menghentikan pergerakan Beto. Sayang aksinya tersebut berbuah kartu kuning untuk Jandri dan tendangan bebas untuk tim tuan rumah. Tendangan bebas yang dieksekusi Boas Salosa langsung menuju gawang dan membuat Persib kebobolan.

Persib mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke 30. Tetapi bola tendangan bebas Miljan Radovic membentur tiang gawang Persipura.

Tak berhasil mengejar, gawang Persib malah kembali kebobolan. Gol Ian Luis Kabes mengubah skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Persipura.

Satu menit menjelang waktu turun minum, pemain Persib Jajang Sukmara melakukan gol bunuh diri. Berniat menghalau bola sepak pojok Titus Bonai, bola justru meluncur ke dalam gawang Jandri Pitoy. Babak satu berakhir dengan skor 3-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Mamic memasukkan Budiawan dan menarik keluar Jajang Sukmara. Budiawan yang memiliki tipikal menyerang, diharapkan mampu mendongkrang daya serang Persib.

Nyatanya, menit 56 Jandri Pitoy kembali harus memungut bola dari dalam gawangnya sendiri. Kerjasama dua pemain muda Persipura mampu membobol gawang Persib. Titus Bonai bisa mengeksekusi bola umpan pendek Ian Luis Kabes menjadi sebuah gol.

Di sisa waktu babak kedua, Persib bisa menusuk hingga ke barisan pertahanan Persipura. Bahkan palang pintu Persib, Abanda Herman ikut turun membantu lini depan. Namun hingga peluit panjang, kedudukan tetap 4-0 untuk kemenangan Persipura.

Target 2 poin yang diusung Persib sedari Bandung harus pupus. Maung Bandung gagal meraih poin di tanah Papua.

Manager Persib Sakit dan Kecewa

Sementara itu tak tahan melihat kondisi klubnya yang babak belur di Papua, manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. beberapa saat setelah pertandingan usai Umuh menerima kabar buruk dari Jayapura. ‘Maung Bandung’ takluk empat gol tanpa balas di kandang Persipura Jayapura.

“Rasanya capek, tidak tahu saya harus gimana lagi untuk Persib. Apa yang salah dengan Persib, kalau tau mau dibantai seperti ini, lebih baik kita tidak berangkat saja ke Papua, biar di WO saja," kata umuh..

“Sebelum berangkat ke Jayapura, sebetulnya kondisi saya sudah sakit. Tapi saya ingin mendampingi tim. Saya punya tanggung jawab. Istri saya sudah mencegah, tapi saya ingin ke Jayapura. Sampai disana saya sudah tidak kuat, akhirnya dibawa pulang kesini. Mendengar Persib kalah lagi, saya sangat kecewa," tukasnya.

Persib tak sanggup membalas satupun gol Persipura yang dicetak Boaz Salossa, Ian Louis Kabes, Titus Bonai dan gol bunuh diri Jajang Sukmara.

Umuh Muchtar memang dikenal sangat loyal kepada Persib. Ia rela merogoh koceknya sendiri untuk membesarkan Persib. Umuh pula yang memelopori berdirinya PT Persib Bandung Bermartabat, yang menjadikan 'Maung Bandung' sebagai salah satu klub profesional pertama di Indonesia (KC01)**

Hendra Gunawan Babak Belur di Keroyok Pelajar

Perawat RSUD sedang  melakukan tindakan medis
pada korban keroyokan pelajar
KabarCianjur-Jln. Suroso; Tanpa penyebab yang jelas, Hendra Gunawan (17), pelajar salah satu SMK swasta di Cianjur, babak belur dihajar oleh sekelompok pelajar sekolah swasta lainya. Akibatnya kepala Hendra bocor terkena sabetan gir dan harus mendapatkan jahitan dari tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Senin (27/2).
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa naas yang di alami pelajar Jalan Dr Muwardi (By Pass) RT 05/04 Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur itu terjadi pada Jum'at (23/2) siang. Saat itu dia bermaksud ingin kembali ke tempat praktek kerja lapangan (PKL) di Selokpandan seusai menunaikan shalat Jum'at. Tidak disangka saat tengah berjalan dengan sepeda motor miliknya itulah dia tiba-tiba diserang oleh segerombolan pelajar yang turun dari angkot jurusan Cipanas-Cianjur.
Meski dia sempat melawan, karena kalah jumlah, akhirnya dia terkapar bagian kepala belakangnya terkena sebetan gir dari salah seorang pelajar yang mengeroyoknya. Beruntung warga yang mengetahui kejadian segera memberikan pertolongan dengan membubarkan gerombolan pelajar yang mengeroyoknya.
Hendra oleh warga dilarikan ke RSUD Cianjur untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara sepeda motor Jupiter MX miliknya Nopol F 6413 YV rusak tergores di beberapa bagian karena terjatuh. Demikian juga dengan handphone miliknya ikut raib dalam peristiwa pengeroyokan itu.
Tidak terima dengan yang menimpanya, Hendra didampingi orang tuanya, Senin (27/2) melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Mapolres Cianjur. "Saya tidak tahu apa-apa, saat saya mau berangkat PKL di Selokpandan, tiba-tiba saya diserang. Mereka ada yang mengenakan seragam sekolah, pakaian batik. Kejadiannya sendiri persisnya di depan Gang Palasari 3 By Pass," kata Hendra saat ditemui di Mapolres Cianjur.
Saat melaporkan peristiwa itu, orang tua Hendra sempat bersitegang dengan pihak sekolah yang diduga mengeroyoknya. Pihak sekolah mengklaim aksi tersebut dipicu lantaran anak didiknya sering diejek saat akan pulang ke Cipanas.
"Anak didik kami tidak pernah terlibat tawuran. Sesaat sebelum terjadinya insiden itu, anak-anak kami katanya diejek anak-anak sekolah kejuruan swasta lainnya. Malahan mobil angkot yang dipakai anak didik kami sempat dirusak. Makanya, anak didik kami melakukan perlawanan. Mungkin kebetulan di jalan mereka melihat ada korban yang mengenakan seragam sekolah yang mengejek mereka," kata Kepala Urusan Kesiswaan, Yusup Supratman di Mapolres Cianjur (KC-02)***.

Gubernur Jawa Barat Berikan Penghargaan Kepada Bupati Tjetjep

Gubernur Jabar berikan penghargaan kepada Bupati Cianjur
KabarCianjur- GUBERNUR Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyerahkan penghargaan dan bantuan keuangan dalam Pemungutan, Pengelolaan dan Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkantoran tahun 2011, Senin (27/2).
Bupati Cianjur,  menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada wajib pajak dan semua pihak yang dengan penuh kesadaran dalam membayar kewajibannya selaku wajib pajak.
"Penghargaan ini harus dijadikan pemicu agar di masa yang akan datang pembayaran pajak akan lebih baik dan tepat waktu, serta harus dijadikan motivasi dalam rangka persiapan melalui keuangan iuran PBB," kata Bupati sepulang menerima penghargaan dari Gubernur. 
Selain itu orang nomor satu di Cianjur itu mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya dalam membayar pajak di berbagai sektor. Baik sektor perkotaan maupun perdesaan serta retribusi lainnya.
"Ini sangat penting karena dana hasil pajak akan dikembalikan lagi kepada masyarakat  melalui bebagai kegiatan pembangunan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat itu sendiri," tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perpajakan Kabupaten Cianjur Dadan Harmilan mengatakan, realisasi PBB pada tahun 2011 dari perdesaan mencapai Rp. 10.582.938.637,- dari target Rp. 9.149.808.914,- ( 115.66 % ). Sedangkan realisasi penerimaan PBB dari jenis perkotaan sebesar Rp. 22.287.583.876,- dari target sebesar Rp. 21.653.643.879,- ( 102,93 % ). Dengan demikian keseluruhan realisasi PBB baik perdesaan maupun perkotaan sebesar Rp. 32.870.522.513,- dari target Rp. 30.803.953.793,- ( 106,71 % ).
"Kriteria yang dijadikan penilaian target yaitu keberhasilan dalam pencapaian rencana penerimaan, yang meliputi kecepatan dan besaran prosentase pencapaian penerimaan, keberhasilan collection rate penerimaan atas sektor perdesaan dan sektor perkotaan dalam mencapai penerimaan, keberhasilan dalam peningkatan pokok ketetapan PBB serta keberhasilan dalam pemungutan dan pengelolaan adminstrasi," jelas Dadan (KC-02)***. 

Jantung Penting Untuk Anda, Ubah Kebiasaan Anda

ILUSTRASI : Terkena Serangan jantung

Saat orang beramai- ramai membicarakan penyakit jantung, sepertinya ini membuat kecemasan tersendiri. Sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga fungsi dan keutuhan organ ini seperti di kutip ivillage.com. Beberapa hal berikut dapat membantu Anda mengurangi resikonya, bahkan bagi Anda yang sudah pernah mengalami masalah pada jantung sekalipun. Mulailah mengubah gaya hidup!
- Buatlah hari Anda menyenangkan
Lakukan segala hal yang membuat Anda merasa senang. saat Anda melakukan aktifitas sambil menikmatinya, ini merupakan pengusir stress alami. Sebenarnya tidak diketahui pasti apakah ada relefansi antara stress dan penyakit jantung, tetapi setidaknya suasana hati yang nyaman akan mengurangi resiko tekanan darah tinggi yang berpotensi terhadap jantung. Anda dapat melakuakn apa saja, misalnya membaca buku, jalan- jalan, menonton film, dan yang lainnya. 
- Adopsi kebiasaan sehat
Tidak pernah ada kata terlambat. Mulailah membiasakan diri dengan kebiasaan sehat. Menurut penelitian di Amerika, penyakit jantung yang menyebabkan kematian diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Jadi setelah Anda membaca artikel ini, berhentilah merokok.
Selain itu Anda juga perlu merubah pola makan. Jika biasanya Anda banyak mengkonsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi, coba beralih dengan memilah bahan makanan yang rendah kolesterol. 
- Olah raga rutin
Barengi kebiasaan sehat ini dengan meluangkan waktu untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Anda tidak perlu melakukan olahraga yang banyak menguras tenaga. Cukup dengan aktifitas fisik ringan saja, sudah mengurangi resiko penyakit jantung. Menurut American Heart Association, olahraga denagn intensitas sedang seperti berjalan kaki yang dilakukan setiap hari dapat memperpanjang umur jantung.  
Bahkan orang yang mulai melakukan olahraga teratur setelah mengalami serangan jantung memiliki tingkat ketahanan jantung yang lebih tinggi. 
- Lupakan pasta
Mulailah melakukan razia di dapur Anda. Singkirkan segala macam pasta yang biasanya menememani sarapan dan makan malam. Lebih baik Anda menggantinya dengan makanan yang banyak mengandung gandum, atau coklat. Biji- bijian ini merupakan sumber vitamin dan mineral. Selain itu juga memiliki kandungan serat tinggi yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.   
- Istirahat cukup
Apapun alasan kesibukan Anda, tidur malam harus tetap berkualitas. Selain mengistirahatkan fisik yang sudah seharian beraktifitas, ini juga meningkatkan kesehatan jantung. Menurut penelitian dari National Sleep Foundation, tidur malam yang kurang dari 7 jam dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan istirahat malam yang kurang dari 5 jam berpotensi pada penyakit jantung.
Jadi usahakan tidur 8 hingga 9 jam setiap malamnya. Jika Anda mengalami kesulitan tidur atau insomnia, coba konsultasikan dengan dokter pribadi untuk mendapatkan jalan keluar, jangan pernah menganggap ini masalah ringan meskipun dengan istirahat yang kurang Anda masih tetap dapat melakukan rutinitas keesokan harinya.
- Sikat gigi
Sesuatu yang sederhana seperti menyikat gigi ternyata juga membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian dari American Academy of Periodontology menyebutkan bahwa orang yang sering mengalami masalah pada gusi rentan menderita jantung koroner. Karena itu disarankan untuk menyikat gigi secara teratur dan melakukan flossing untuk menjaga jantung tetap prima. Sumber : Vivanews.com

Ulang Tahun ke 11 Gibas, Hadirkan Band Jamrud Untuk Menghibur Masyarakat

Group Band Jamrud mengisi Acara Ulang Tahun GIBAS
KabarCianjur-Jln. Pangeran Hidayatulloh; Puncak Ulang Tahun ke 11 Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resor Cianjur ditandai dengan konser musik yang menghadirkan grup band papan atas Jamrud yang digelar di lapang Prawatasari, Joglo, Keluarahan Sawah Gede, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/2).
Sebelum menampilkan gurp band Jamrud, beberapa gurp band lokal juga unjuk kabisa dengan membawakan tembang ciptaanya sendiri. Antusias penonton terlihat sejak pagi begitu konser dimulai dengan menampilkan grup band lokal digelar.
Para penonton yang kebanyakan anak baru gede (ABG) itu semakin merangsek kedepan panggung begitu idola mereka grup band Jamrud naik ke atas panggung. Personel band yang digawangi oleh Jaja Donald Amdonal (vokal), Azis MS (gitar), Mochamad 'Irwan' (Gitar 2), Ricky Teddy (bas), dan 'Danny' Rachman (drum) itu membuka penampilanya dengan dua lagu berturut turut yaitu Viva Jamers serta Ningrat.
Tak henti-hentinya ribuan penonoton sambil mengacungkan tangan keatas berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik yang dibawakan Jamrud. Cuaca panas tidak membuat mereka patah semangat, tetap mengikuti alunan suguhan musik berirama rock tersebut.
Sempat terjadi insiden kecil, saat konser tengah berlangsung. Beberapa penonton terlibat saling baku hantam akibat tersenggol. Kesigapan aparat kepolisian dan Satgas Gibas yang bertindak cepat, bisa mereda konsdisi penonton yang memanas. Sehingga konser tetap bisa berlangsung dengan meriah.
Setidaknya 13 tembang dibawakan oleh Jamrud, setelah mengawali dengan dua lagu pembuka, secara berturut turut kembali dilantunkan tembang-tembang hitnya diantaranya S.H.I.T, Berakit Rakit, Otak Kotor-Naksir Habis, Dokter Suster (Medley), Maaf, Kabari Aku, Sik-sik Sibatumanikam, The Devils Wears Batik,Ciaat, Putri, Waktu Kumandi dan ditutup dengan lagu Selamat Ulang Tahun.
Begitu konser selesai, ribuan penonton membubarkan diri dengan tertib. Kekawatiran akan terjadi keributan antar penonoton, ternyata tidak terbukati.
Ketua Resor Gibas Dedih Satria Priatna, mengaku cukup puas dengan konser band Jamrud yang dilaksanakan dalam rangka Ulang Tahun Gibas ke 11. "Acara ini kita persembahkan untuk masyarakat Cianjur yang ingin menikmati hiburan," kata Dedih.
Dalam puncak peringatan Ulang Tahun Gibas ke 11 kali ini juga diwarnai penyerahan 15 ribu bibit pohon kepada seluruh sektor Gibas di tingkat kecamatan. "Kita ingin menghijaukan lahan yang kosong dengan menanami pohon. Ini salah satu bukti kalau Gibas sangat cinta terhadap kelestarian alam," paparnya (KC-02)***.

Jembatan Cigunung Herang Sering Telan Korban

Jembatan Cigunung Herang yang sering menelan korban
KabarCianjur-Cikalongkulon; Pemkab Cianjur didesak untuk segera memperbaiki jembatan gantung Cigunung Herang di Kampung Cigunung Herang, Desa Cigunung Herang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Pasalnya jembatan yang menghubungkan Kampung Bojongkole dengan Talaga itu kondisinya sudah  nyaris ambruk.
Warga yang memaksa melintasi jembatan gantung yang alasnya menggunakan kayu itu harus ekstra hati-hati bila tidak ingin terjatuh ke sungai. Selama ini jembatan gantung itu seringkali menelan korban, tidak jarang warga yang melintas terjatuh kebawah. Meski tidak sampai menelan korban jiwa, namun kondisi tersebut membuat ketakutan warga.
Banyak warga yang terpaksa menerobos aliran sungai kawatir kalau melintas jembatan akan jatuh. Akibatnya tidak jarang warga yang menggunakan kendaraan bermotor, tiba-tiba motornya mogok karena kemasukan air sungai.
Kepala Desa Cigunung Herang Umar Sumarta mengakaui banyak warga yang telah menjadi korban jembatan saat melintas terjatuh kesungai. Selama tahun 2012 ini tercatat sudah tiga orang warga yang sudah menjadi korban.
"Memang tidak ada korban jiwa. Tapi jumlah korban yang terjatuh sudah sangat banyak. Jika tak segera dibangun jembatan permanen, kami khawatir korban akan terus bertambah," tutur Umar, Sabtu (25/2).
Menurutnya, beberapa tahun lalu jembatan sempat roboh tersapu banjir bandang sungai Cidadap. Namun warga dengan dana swadaya, bahu membahu memperbaiki jembatan itu. “Tapi karena dana terbatas, ya perbaikannya pun seadanya," katanya.
Wilayah Desa Cigunung Herang yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bogor, menurut Umar, memang terkesan ditelantarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dalam hal pembangunan. Tidak hanya infrastruktur jembatan, tapi juga jalan.
"Tidak kurang 23 kilometer jalan desa belum tersentuh pengaspalan. Diaspal juga waktu zaman dulu, hingga kini belum pernah diaspal lagi. Kami mengharapkan pemerintah bisa memerhatikan pembangunan di desa kami," kata Umar.
Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur Cep Buldan mengaku akan mendorong pemerintah untuk segera merenovasi jembatan di Desa Cigunung Herang, sebab dikhawatirkan akan banyak korban yang terjatuh jika terus dibiarkan seperti itu.
"Kita akan upayakan agar jembatan itu bisa direhabilitasi. Kasihan warga di wilayah ini, karena jembatan merupakan akses utama warga setempat. Kalau terus dibiarkan bisa saja menelan korban jiwa kalau terpaksa digunakan," kata Cep Buldan (KC-02)***.

Konser Band Jamrud di Warnai Kericuhan, Lima Pelajar di Amankan

Salah Satu Pelajar diamankan Polisi
KabarCianjur-Jln. Pangeran Hidayatulloh; Kericuhan mewarnai konser grub band Jamrud yang digelar di lapang Prawatasari Joglo, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/2).
Akibatnya lima orang pelajar dari berbagai sekolah yang ditengarai sebagai provokator kericuhan diamankan oleh aparat kepolisian. Dari lima pelajar yang diamankan, satu orang pelajar kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.
Kericuhan antar penonton tersebut bermula dari saling senggol saat mereka berjoget. Tidak terima, mereka lansung baku hantam. Beberapa kali aparat kepolisian dan Satgas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwang (Gibas) melerai, tapi tetap saja terjadi keributan. Akhirnya aparatpun bertindak tegas dengan mengamankan beberapa penonton yang diduga sebagai provokator keributan.
Sejumlah penonton yang terlibat dalam kericuhan mengalami luka-luka. Sementara lima orang pelajar yang diamankan merupakan anak baru gede (ABG) dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Meski terjadi kericuhan, konser grup band Jamrud yang sengaja dihadirkan dalam rangka Ulang Tahun (Ultah) Gibas ke 11 oleh Resor Gibas Cianjur itu tidak terpengaruh. Konser tetap berjalan,  13 lagu hit dibawakan dengan baik oleh Grup Band Jamrud yang digawangi oleh Jaja Donald Amdonal (vokal), Azis MS (gitar), Mochamad 'Irwan' (Gitar 2), Ricky Teddy (bas), dan 'Danny' Rachman (drum).
Sementara itu seorang pelajar yang diamankan oleh petugas kepolisian dan kedapatan membawa celurit mengaku bernama Edi siswa salah satu SMK Negeri ternama di Cianjur. Dia mengaku barang tersebut didapat dari temanya. Saat diamankan, pelajar kelas tiga itu mengenakan seragam salah satu sekolah swasta ternama, tapi setelah disuruh dibuka oleh petugas, terdapat seragam almamater sekolahnya.
"Ini seragam saya dapatkan tukeran dari teman, saya tidak tahu disuruh pakai saja, makanya saya pakai begitu saja," kata Edi dihadapan petugas.
Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, kelima pelajar yang diamankan itu dibawa dengan mobil dalmas ke Mapolres Cianjur (KC-02)***.

DPP Gibas Lantik Pengurus Resor Gibas Cianjur

KabarCianjur-Cipanas; Pengurus Dewan Pimpinan Resor Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/5) dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gibas, Jawa Barat, H. Suhaya Djati Prakasa di aula Hotel Sangga Buana Cipanas. Pelantikan tersebut setelah sehari sebelumnya di gelar Musyawarah Resor (Musres) yang secara aklamasi kembali menghantarkan Dedih Satria Priatna untuk memimpin Resor Gibas Cianjur priode 2012-2017 (bukan 2012-2016).
Para pengurus Resor Gibas Cianjur dibawah kepemimpinan Dedih Satria Priatna mengacu pada Surat Keputusan DPP Gibas Nomor: 24/DPP GIBAS/Sk-1/II/2012 tanggal 24 Februari 2012. Dalam SK tersebut kepengurusan Resor Gibas Cianjur terdiri dari Ketua dibantu oleh enam Wakil Ketua, Sekretaris dan Wakil Sekretaris serta Bendahara dan Wakil Bendahara.
Selain itu juga dibantu oleh 10 biro-biro terdiri dari Organisasi dan Keanggotaan, Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Olahraga dan Seni Budaya, Penerangan dan Mas Media, Pengembangan Tata Ruang Lingkungan Hidup dan Tekhnologi Tepat Guna, Pengkajian Penelitian dan Studi Kebijaksanaan Pemerintah dan Pembangunan Masyarakat, Tenaga Kerja Pendidikan dan Pelatihan, Koperasi dan Wira usaha, Advokasi INvestigasi dan Ham serta Perlindungan Masyarakat dan Bela Negara.
Ketua Umum DPP Gibas, H. Suhaya Djati Prakasa mengatakan, selama ini banyak keluhan masyarakat yang masuk ke Gibas, sebagai organisasi Gibas harus bisa membantu masyarakat semaksimal mungkin. Jangan sampai Gibas diam ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
"Buat apa membuat organisasi kalau tidak ada tanggungjawabnya kepada masyarakat. Buat apa gagah, tapi tidak bisa memberikan apa-apa. Gibas harus mampu memberikan contoh kepada masyarakat, karena Gibas itu merupakan perpanjangan tangan dari masyarakat," kata Suhaya disela pelantikan Resor Gibas Cianjur.
Pihaknya mengaku tidak mau dengar jika di Cianjur ada masyarakatnya yang kelaparan. Jangan sampai hak masyarakat di rampas oleh para pejabat. "Gibas harus bisa menegakkan supremasi hukum,  Gibas harus betul-betul membantu instansi terkait yang legitimit dan tetap mengedepankan untuk kepentingan masyarakat," tandasnya (KC-02)***.

LBH Cianjur Kutuk Keras Aksi Pengrusakan di Kantor Pengadilan Negeri Cianjur

KabarCianjur-Jln. Siti Boededar; Aksi pengrusakan terhadap sejumlah inventaris kantor milik Pengadilan Negeri (PN) Cianjur yang dilakukan oleh pendukung terdakwa dalam kasus dugaan penipuan, Kamis (23/2) mendapatkan protes keras dari Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC). Tindakan anarkis terhadap lembaga penegak hukum apapun alasanya tidak bisa dibenarkan.
"Kami mengutuk keras tindakan tindakan pengrusakan dan premanisme yang terjadi di kantor Pengadilan Negeri Cianjur. Apapun alasannya perbuatan itu tidak bisa dibenarkan secara hukum," kata Direktur LBH Cianjur, Adi Supriadi, Sabtu (25/2).
Untuk itu LBH Cianjur mendesak kepada aparat kepolian untuk mengusut tuntas tindakan perusakan yang dilakukan oleh pendukung terdakwa dalam kasus dugaan penipuan tersebut. Karena tindakan perusakan itu sudah mencoreng lembaga penegak hukum.
"Pihak kepolisian harus segera menindak  orang-orang yang melakukan pengrusakan kaantor Pengadilan Cianjur. Ini adalah bukti penghinaan terhadap supremasi hukum. Pelakunya siapapun orangnya harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum," kata Adi.
Sebagaiman diberitakan, sidang kasus dugaan penipuan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Jalan Dr. Muwardi by Pass, Kamis (23/2) berakhir ricuh. Para pendukung terdakwa, Rahmat Kartolo, tidak terima atas digelarnya sidang yang berlarut-larut. Mereka menginginkan terdakwa di bebaskan dari segala tuntutan.
Akibat dari aksi para pendukung terdakwa tersebut, sejumlah inventaris PN Cianjur seperti papan pembatas, kursi porak poranda. Bahkan kursi dan meja hakim tak luput dari tindakan emosi, dibanting oleh para pendukung terdakwa hingg berserakan.
Bahkan, salah seroang jaksa, Arifin yang ingin melindungi Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ario, terkena lemparan papan nama jaksa hingga bagian belakang kepalanya berdarah. Tidak ada pengamanan khusus dari aparat dalam sidang yang mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari penyidik Polsek Mande itu.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, sejak awal persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Zaherwan Lesmana dengan anggota Indirawati dan A Ukayat, suasana sudah terlihat memanas. Puluhan pendukung terdakwa yang memadati ruang sidang Cakra sempat beberapa kali diperingatkan oleh Hakim Ketua Zaherwan untuk tidak membuat kegaduhan didalam ruangan sidang.
Begitu sidang dengan nomor perkara 632/Pid B/2011/PN Cj meminta keterangan terdakwa, terkait  berita acara pemeriksaan (BAP), terdakwa mengaku tidak pernah merasa diinterogasi penyidik maupun menandatangani BAP. Malahan, terdakwa ngotot mendapatkan tekanan dari tim penyidik.
Sementara berdasarkan keterangan dari saksi penyidik, perkara tersebut merupakan buntut dilaporkannya Rahmat Kartolo oleh tiga rekannya sesama anggota di sebuah perusahaan mirip multi level marketing (MLM) dengan tuduhan melakukan penipuan.
Korban yang ikut keanggotaan di perusahaan tersebut harus menyerahkan uang sebesar Rp7 juta per orang dengan kompensasi akan menerima uang semacam insentif per minggu sebesar Rp 1,1 juta. Namun pada kenyataannya, uang semacam insentif itu tidak pernah diterima korban.
Hanya saja pengakuan itu dibantah oleh terdakwa, dia mengaku semuanya sudah sesuai prosedur yang tertuang dalam aplikasi. Setelah meminta keterangan dari beberapa saksi, akhirnya sidang ditutup oleh Ketua Majlis Hakim.
Setelah sidang selesai, puluhan pendukung terdakwa merangsek dan mengamuk. Mereka berteriak bahwa terdakwa tidak bersalah dan minta segera dibebaskan. Melihat gelagat itu, Zaherwan bersama dua anggota langsung meninggalkan ruang sidang.
Emosi pendukung terdakwa sudah tak bisa dikendalikan. Tak ayal, Ruang Sidang Cakra pun diobrak-abrik. Mereka membanting kursi pesakitan, bangku pengunjung, meja, dan merusak barang-barang yang ada di dalam ruangan sidang.
"Kami tidak terima kalau Rahmat (terdakwa) dituduh melakukan tindakan penipuan. Kami minta Rahmat dibebaskan dari semua tuduhan," teriak para pendukung terdakwa.
Kuasa hukum terdakwa, Renova mengatakan, kliennya tidak bersalah seperti yang dituduhkan korbannya. Uang yang diserahkan tiga orang pelapor masing-masing sebesar Rp 7 juta, sudah diberikan terdakwa ke pihak manajemen kantor sesuai dengan prosedur aplikasi.
"Kami tidak mengerti atas dasar apa tuduhan penipuan itu. Dalam aplikasi sendiri sudah jelas, kami hanya menganggap ada unsur ketidakmengertian dari pihak pelapor, hingga persoalan ini sampai di Pengadilan," kata Renova.
Pihaknya juga mempermasalahkan tim penyidik Polsek Mande. Menurut Renova, kliennya tidak pernah merasa menandatangani BAP. "Berdasarkan pengakuan klien kami, dia ditekan oleh pihak penyidik," katanya.
Hampir 30 menit para pendukung terdakwa menduduki ruangan sidang Cakra sebelum akhirnya membubarkan diri. Tidak lama berselang terlihat beberapa aparat kepolisian yang datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (KC-02)***.

Gibas Netral Dalam Pilgub 2013

FOTO : Pelantikan Gibas Resor Cianjur
KabarCianjur-Cipanas; Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) lebih memilih netral dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 mendatang. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kebebasan bagi setiap anggota Gibas untuk menentukan aspirasinya dalam Pilgub mendatang.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gibas Jawa Barat, H. Suhaya Djati Prakasa, Gibas yang memiliki ribuan anggota di wilayah Jawa Barat, DKI dan Banten tidak mau terlibat langsung dalam politik praktis. Menyikapi aroma Pilgub yang saat ini sudah mulai menghangat, pihaknya mengintruksikan agar Gibas untuk memilih sikap netral.
"Kita lebih memilih netral tidak memihak kesalah satu kandidat dalam Pilgub, kita cinta damai, itu lebih utama yang harus kita kedepankan," kata Suhaya saat ditemui disela membuka Musyawarah Resor Gibas II Cianjur di hotel Sangga Buana Cipanas, Jum'at (24/2).
Pihaknya mengakui, selama ini sudah banyak calon kandidiat yang merapat untuk meminta dukungan Gibas dalam pelaksanaan Pilgub 2013 mendatang. Hanya saja permintaan dukungan tersebut tidak bisa diberikan kesalah satu calon.
"Kita mendukung calon Pilgub yang memiliki visi dan misi yang lebih jelas, kami mempunyai kreteria itu. Tapi kita tidak akan sampaikan untuk saat ini. Kita lebih memilih netral, siapapun calon Gubernurnya asal memiliki kreteria yang kita harapkan, tentu akan kita dukung nantinya," kata Suhaya.
Sementara itu, Musyawarah Resor Gibas II Cianjur secara aklamasi memilih Dedih Satria Priatna menjadi Ketua Resor Gibas Cianjur, priode 2012-2016. Tidak ada satupun calon lain yang bersedia ketika pihak karateker memberikan kesempatan kepada seluruh anggota Gibas.
Dengan demikian Dedih Satria Priatna secara berturut-turut kembali memimpin Gibas Resor Cianjur. Para peserta Musyawarah Resor menganggap kepemimpinan Dedih Satria Priatna masih dibutuhkan untuk memajukan Gibas kedepan.
"Sampai saat ini memang pak Dedih merupakan kader yang paling layak diantara yang lain. Sehingga kami sepakat dengan rekan-rekan di sektor untuk kembali mengusung pak Dedih untuk memimpin Gibas kedepan," kata Ahmad Jaelani koordinator Wilayah (Korwil) Gibas Cianjur Selatan.
Diakuinya, sebelumnya memang ada wacana kader dari sektor yang ingin maju dalam Musyawarah Resor, tapi setelah dilakukan berbagai pertemuan intensif, para kader dari sektor memilih untuk mundur dan mengusung Dedih satria Priatna untuk kembali memimpin.
"Itu suatu warna demokrasi, wajar saja terjadi. Tapi semuanya akhirnya bersepakat bahwa Gibas kedepan harus lebih maju lagi. Dibawah tangan pak Dedih itu harapan semua sektor Gibas," katanya (KC-02)***.


 

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Redaksi: Jl. Perintis Kemerdekaan Cianjur | Cianjur Jabar | 089698682683
Copyright © 2011. KABAR CIANJUR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by KC