February 2014
CIANJUR, [KC].- Hati-hati dan waspada, itulah paling tidak sebuah pesan jika anda melintas di Jalan Raya Bandung tepatnya antara sepanjang jalan depan Kantor Dinas Perhubungan dan Informatika hingga perempatan Bojong Karangtengah. Betapa tidak, diareal tersebut dikabarkan sering terjadi tindak kejahatan penjamberetan.

Adapun sasaran para pelaku kejahatan adalah ibu-ibu. Berdasarkan informasi yang diterima KC, aksi kejahatan yang acap kali terjadi itu dilakukan oleh orang yang menggunakan sepeda motor. Belum diketahui persis nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku.

"Kejahatan ini sering dilakukan ketika jalanan mulai sepi yaitu antara jam 18.00 WIB sampai jam 20.00 WIB. Pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Viksion warna putih atau merah dengan berboncengan, mohon waspada," kata Budi Duriat S [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Kabupaten Cianjur saat ini tengah mengembangkan batik sutra warna alam dengan ciri khas Cianjur. Meski jumlahnya masih terbatas, batik sutra warna alam itu cukup diburu oleh masyarakat. 

Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (LP3EM), Harry Sastra Kusumah mengatakan, setelah berhasil mengembangkan batik dengan ciri khas Cianjur, saat terus membuka peluang pasar batik dengan menggunakan bahan sutra.

"Memang kalau dari segi harga cukup tinggi dibandingkan dengan batik biasa. Tapi kelebihannya batik sutra alam ini lebih kuat dan tahan lama," kata Harry saat ditemui disela kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat di Cipanas, Kamis (27/2/2014).

Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa saat ini masih sangat kesulitan untuk mendapatkan bahan baku sutra alam. Hasil produksi sutra alam di Kabupaten Cianjur masih jauh dari target produksi.

"Kita masih menemui kendala dengan bahan baku. Untuk benang saja kita masih impor. Karena produksi kokon bahan benang sutra di Cianjur masih sangat minim," paparnya.

Pihaknya berharap, Pemkab Cianjur bisa mendorong produksi kokon sutra alam di Cianjur agar bisa maju dan berkembang. Produksi yang ada saat ini masih jauh dari harapan.

"Cianjur itu sebenarnya menjadi potensi nasional sutra alam. Bahkan pada tahun 2006 ada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang sutra alam dalam rangka memenuhi 5 persen kebutuhan dunia yag sama dengan kebutuhan domestik. Namun faktanya hingga saat ini masih jauh. Ini menjadi masalah bagi pengrajin batik sutra alam warna alam di Cianjur," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Untuk terciptanya situasi Kamtibmas pada saat menjelang dan pasca Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 di wilayah Kecamatan Cugenang, Muspika Kecamatan Cugenang menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan peserta pemilu, PPK dan Panwaslu.

Kapolsek Cugenang Kompol Undang mengatakan, untuk mempermudah komunikasi antara pihak aparat kepolisian dengan partai politik, pihaknya menempatkan masing-masing satu personel LO (Liaison Officer) di masing-masing Parpol. Perwira polisi tersebut setiap saat siap menjadi media komunikasi untuk menindak lanjuti keinginan Parpol peserta pemilu.

"Pemilu saat ini ada 12 Parpol di Cianjur dari 15 parpol karena yang tiga untuk daerah Aceh. Setiap Parpol kita tempatkan satu orang LO. Mereka ini nantinya siap menjembatani atau membantu Parpol misalnya membantu mengurus pemberitahuan ijin kegiatan dan lainya," kata Undang saat ditemui disela kegiatan.

Selain itu peran LO tersebut juga bisa sebagai ujung tombak informasi terhadap setiap kegiatan yang dilakukan oleh Parpol selama berlangsungnya tahapan pemilu. "Intinya kita ingin pelaksanaan Pemilu 2014 di Cianjur ini bisa berjalan dengan aman dan kondusif," tegasnya

Selain pada Parpol, LO juga ditempatkan di Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). "Intinya kita ingin pelaksanaan Pemilu di Kecamatan Cugenang bisa berjalan kondusif dan ini menjadi tanggungjawab kita bersama," paparnya.

Ketua Panwaslu Kecamatan Cugenang Mustofa mengungkapkan,  pihaknya menyambut baik rakor bersama muspika yang didalamnya menghadirkan pengurus parpol diwilayah Kecamatan Cugenang. Pihaknya berharap hasil dari rakor itu bisa diimplementasikan dalam menjaga kondusifitas Pemilu khususnya di wilayah Cugenang.

"Ini awal yang bagus, tapi harus ditindak lanjuti dilapangan. Apalagi panwas merupakan salah satu bagian dari penyelenggara pemilu yang harus benar-benar menjaga kredebilitas dan netralitas agar pemilu bisa berjalan dengan baik. Panwas akan memposisikan sebagai wasit yang baik taat pada aturan," katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan pemilu 2014. "Panwas saat ini lebih mengedepankan upaya pencegahan atas terjadinya pelanggaran, tapi juga akan menindak jika terjadi pelanggaran," tegasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sekitar 300 siswa SD mengikuti kegiatan Plant Tour yang dilaksanakan oleh PT. Tirta Investama-Cianjur dalam rangka memperingati ulang tahunya yang ke 4, Kamis (27/2/2014). Selain plant tour juga dilaksanakan pengobatan geratis bagi lebih dari 400 pasien warga Desa Gekbrong.

Ketua Panitia kegiatan, Jajang Saepul Malik mengatakan, kegiatan ulang tahun PT. Tirta Investama-Cianjur (Aqua) kali ini diisi dengan berbagai kegiatan selama sebulan penuh sekaligus memperingati hari keselamatan dan kesehatan kerja.

"Kita ingin sedikit berbagi kepada masyarakat bahwa keberadaan Aqua di Cianjur ini bisa memberi kontribusi kepada masyarakat.  Makanya pada saat perusahaan berulang tahun kita laksanakan kegiatan yang bisa dirasakan manfaatnya buat masyarakat," kata Jajang.

Kepala Pabrik Aqua, Sonny Hermanto mengatakan, peringatan ulang tahun Aqua kali ini di laksanakan berbarengan dengan penutupan rangkaian kegiatan Safety Month 2014 yang di hadiri oleh manajemen, semua karyawan dan perwakilan kontraktor
 
"Tahun 2014 manajemen Danone Aqua berkomitmen untuk menjadikan Indonesia lebih sehat. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan 3 hal yaitu bekerja sama, mencintai produk dan merek kita, serta memiliki pola pikir pemimpin,” kata Sonny.

Menurutnya, hanya dengan semangat kerja sama setiap tantangan dapat dihadapi. "Ditengah persaingan semakin ketat dan kondisi sosial ekonomi yang tidak stabil, serta rencana pengembangan produk dan kapasitas perusahaan, semangat untuk bekerjasama sangatlah penting," paparnya.

Dikatakan Sonny, setiap karyawan memiliki peran yang khusus untuk melengkapi perusahaan. “Karena itu, dengan nilai CODE yang ada saat ini, kita perketat kerjasama yang sudah terbangun saat ini dengan lebih baik lagi.” paparnya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sebanyak 31 lembaga pendidikan ikut dalam kegiatan Pameran Pendidikan Nasional yang dilaksanakan di halaman parkir hypermart Jalan KH. Abdullah bin Nuh mulai, tanggal 26 Februari hingga 9 Maret 2014. Berbagai macam karya siswa yang dibuat sebagai media pembelajaran ditampilkan pada pemeran tersebut..

Ketua Panitia Pemeran Pendidikan Riki Sugilar mengatakan, pameran tersebut dilaksanakan untuk kedua kalinya. Salah satu tujuanya untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Kabupaten Cianjur. "Disamping itu, dengan adanya pameran pendidikan ini, warga diharapkan menjadi lebih tahu program-program pendidikan yang ada di Cianjur," kata Riki saat ditemui, Rabu (26/2).

Pameran Pendidikan kali ini kata Riki diikuti setidaknya 31 stand pendidikan termasuk enam stand Pusbindik. Sementara untuk bidang otomotif terdapat empat stand, dan sisanya stand multi prodak.

"Selama pemeran yang yang dilaksanakan selama 12 hari ini, juga akan diisi dengan berbagai pertunjukan kesenian Sunda, seperti pertunjukan kesenian budaya, calung, calung dangdut, dan pencak silat," jelasnya.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan ESDM, Moch Darojat Ali, mengungkapkan, pendidikan menjadi hal pokok perhatian pembangunan pada bidang pendidikan. Apapun upayanya, pendidikan menjadi prioritas pemerintah untuk terus memajukan dan mengembangkan dunia pendidikan di Cianjur.

"Ini yang menjadi hal yang utama bagi pemerintah untuk terus meningkatkan pendidikan di Cianjur. Kuncinya, bersama warga harus saling bahu membahu meningkatkan pendidikan di Cianjur, untuk kesejahteraan bersama," tuturnya.

Dengan demikian, tambah dia, dengan adanya pameran pendidikan nasonal ini diharapkan warga akan memahami program pemerintah, dan beberapa prestasi yang diraih oleh setiap sekolah dan siswa.

"Kam berharap pameran ini juga dapat merangsang setiap sekolah dan siswa untuk meningkatkan prestasinya, dan lebih fokus dalam kegiatan belajar mengajar (KBM)," tandasnya. [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di areal lokai Situs Megalith Gunung Padang di Kampung Cimanggu Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, Selasa (25/2/2014). SBY datang didamping ibu negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri seperti Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan dan lainya.

Begitu tiba dihalaman parkir bawah menuju Situs Megalith Gunung Padang, SBY disambut oleh Staf Khusus Kepresidenan Bidang Kebencanaan Andi Arif yang langsung mengarahkan ke teras Pusat Informasi Wisata Gunung Padang.

Dalam kesempatan tersebut Andi Arif memaparkan kepada SBY terkait hasil penelitian yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Situs Megalith Gunung Padang. Sekitar setengah jam SBY mendengarkan pemaparan secara seksama.

Setelah selesai kemudian dilanjutkan dengan melakukan pendakian ke Gunung Padang diawali dengan pemanasan senam warming up. Banyaknya masyarakat yang ikut mendaki Gunung Padang, terpaksa pihak Paspamres membatasinya. Banyak masyarakat yang terpaksa harus gigit jari tidak bisa masuk ke Gunung Padang [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Setelah melalui perjuangan keras, akhirnya enam atlit Taekwondo atau Taekwondoin Kab. Cianjur lolos babak kualifikasi Porda Jabar XII Tahun 2014. Sedangkan enam taekwondoin lainnya gagal di babak kualifikasi yang digelar di OSO Sport Center Kab. Bekasi.

Offisial Tim Taekwondo Kab. Cianjur, Deni Archie Komara mengatakan, capaian lolosnya setengah dari 12 atlet yang turut dalam babak kualifikasi Porda yang digelar Jumat hingga Minggu (21-23/2/2014) itu sudah sesuai dengan target yang diharapkan.

"Kita beri apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang keras dan akhirnya mampu menyingkirkan para pesaing dari 26 kota/kabupaten lain di Jawa Barat. Selain itu, hal ini lebih banyak dibandingkan hasil empat tahun lalu yang hanya meloloskan empat atlit," tutur Deni.

Dengan hasil tersebut, pihaknya menaruh optimis bisa mendulang medali di ajang Porda yang akan di gelar akhir tahun ini. Deni menargetkan, dari enam atlitnya yang akan terjun nanti bisa menyabet 1 medali mas, 1 perak dan 1 perunggu.

"Kita harus optimis, kalau melihat kualitas atlet dan jumlah atlet yang lolos dari 6 kelas yang berbeda sehinga kans untuk meraih medali masih sangat terbuka," tegasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH R Abdul Halim, membantah terjadinya keretakan antara Bupati dan Wakil Bupati. Kalau pun terjadi kesalahpahaman menurut sesepuh ulama' Cianjur itu merupakan hal yang biasa. Seperti misalnya dalam penugasan, disposisi bupati yang seharus disposisi tugas ke wabub, tapi disampaikan ke Sekda atau staf ahli.

"Saya rasa tidak ada masalah apa-apa antara bupati dan wabub. Saya tidak dengar kalau ada masalah apalagi kalau terjadi keretakan sampai wabub mau mundur.  Saya sendiri tidak pernah melihat perpecahan seperti suami istri antara keduanya. Karena ketika saya undang kedunya selalu ada dan tidak ada masalah," kata Abdul Halim yang disebut-sebut sebagai salah satu yang berupaya mendamaikan bupati dan wabub.

Meski mengaku tidak ada masalah antara bupati dan wabub, pria yang akrab disapa ajengan Lim itu mengakui kalau Suranto sempat berkeluh kesah tentang tugas dan wewenangnya selama menjadi wabup. Namun ia menasehatinya terkait dengan keluhan yang sempat diceritakan sekitar setahun yang lalu itu.

"Memang sempat menyampaikan masalah tugasnya. Tapi waktu itu sudah saya sampaikan bahwa itu merupakan hal yang biasa dan dia juga memahami jika bupati bisa menunjuk siapa saja. Itu juga bukan hal prinsip," ujar ajengan Lim.

Kalau ternyata kabar mundurnya wabub benar, pihaknya akan mendatanginya untuk meminta alasannya. "Saya akan sampaikan ke wabub bahwa mundur itu bukan cara yang mendidik. Kecuali memang karena sakit. Saya bisa mempertemukan kalau memang betul. Karena saya punya kewajiban sebagai orang tua. Kalau dulu waktu baru diangkat saya memaklumi karena dulu Suranto lebih sering mengurus orang sakit dan itu sudah tidak ada masalah lagi," kata Abdul Halim seraya menelpon wabub dan dari pembicaraanya tidak ada masalah apa-apa  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Gatot Subroto, menanggapi dengan sinis isu akan mundurnya Wakil Bupati Cianjur H. Suranto. Isu tersebut menurut politikus dari Partai Demokrat tersebut hanya isapan jempol belaka.

"Ini sudah kesekian kalinya saya dengar. Jangan sampai ini jadi lelucon. Maksudnya apa menyebarkan isu ini, kayak anak kecil yang mencari perhatian saja. Kalau sudah bulat mundur ya mundur jangan sampai  membuat situasi masyarakat memanas dan keruh," ujar Gatot ketika ditemui para wartawan di gedung DPRD Cianjur, Senin (24/2).

Pihaknya mengaku pernah mengeluarkan statmen keras menentang pengunduran diri Suranto. Sebab Suranto berkontribusi dalam pemenangan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2011 yang diusung Partai Demokrat.

"Saya dulu pernah bilang jika Suranto mundur, dia pengecut. Dia harus mempertanggungjawabkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat memilih dia tidak semata-mata seorang wabup. Tapi kalau sudah bulat dan menjadi suatu keputusan ya monggo silahkan. Tapi harus tegas dan jangan dibikin lelucon," ujar Gatot.

Gatot tak mengetahui persis penyebab mencuatnya isu pengunduran diri itu. Hanya saja ia menduga terdapat pengingkaran dalam komitmen politik antara bupati dan wabup. Pasalnya komitmen politik antara bupati dan wabup itu diperbolehkan meskipun terdapat UU yang mengatur tentang tugas, wewenang, dan kewajibannya. Apalagi komitmen antarkeduanya itu biasanya untuk membangun daerah yang dipimpinnya.

"Pilkada itu kan satu paket, sama-sama dipilih rakyat. Misalnya Anda jadi bupati gara-gara biaya saya, Anda jadi wabup gara-gara saya ngetop. Ahirnya mereka punya legitimasi sama karena dipilih rakyat sehingga ada deal politik agar menghindari konflik. Karena itu kalau memang seperti, selesaikan dengan baik dan jantan. Kalau memang ada suatu komitmen yang dilanggar harusnya saling mengingatkan. Kalau tidak ada titik temu ambil jalan masing-masing," ujar Gatot  [KC-02}***.
ISU mundurnya Wakil Bupati Cianjur H. Suranto kembali mencuat. Tidak diketahui persis siapa yang kembali mengangkat isu tersebut. Hanya saja dikalangan pejabat dan sejumlah tokoh masyarakat saat ini tengah hangat diperbincangkan dalam dua pekan terakhir.

Namun saat kabar tersebut dikonfirmasikan kepada H. Suranto, pihaknya tidak menampik dan tidak mengiyakan. Suranto lebih memilih tidak ambil pusing terhadap kabar yang mengarah kepadanya. Dia juga mengakui ada dua pihak yang memberikan masukan untuk mundur dan bertahan.

"Ada masukan kepada saya, satu menyampaikan agar saya mundur dan sat menginginkan agar saya menyelesaikan tugas hingga akhir masa jabatan saya. Tapi semua dalam pertimbangan dan dipikirkan oleh saya, belum ada keputusan apapun," kata Suranto.

Kendati demikian dirinya siap mundur jika semua itu demi kebaikan rakyat Cianjur. "Kalu demi kebaikan saya tidak masalah, sampai saat ini semuanya masih dalam pertimbangan dan belum ada keputusan apa-apa," katanya.

Ketika disinggung apakah ada keretakan antara dirinya dengan bupati dalam menjalankan tugas, Suranto juga enggan mengomentari. "Itu jangan ditanya kepada saya, tanyakan saja pada orang lain, kalau saya yang menjawab nanti tidak objektif. Orang lain mau berkomentar apa silahkan saja," ujar Suranto sembari tertawa. [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
BERBAGAI cara dilakukan untuk menghabiskan waktu liburan ditengah kesibukan yang terus mendera agar lebih bermakna. Apalagi yang empunya liburan ternyata seorang politikus yang pada Pemilihan Umum Calon Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 ini menjadi calon legisltif (Caleg), tentunya harus jauh bisa bermanfaat, tidak hanya pada diri dan keluarganyata tapi tentu terhadap konstituennya.

Dialah Eka Sastra, Caleg Partai Golkar Nomor Urut Dua Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 3 Kabupaten Cianjur-Kota Bogor. Disaat kesibukannya 'blusukan' ditengah-tengah konstituennya dia masih sempat mengajak Cut Emma Mutia Ratna Dewi istri tercintanya dan
keempat anaknya (Mahatma Eka Putera, Muthahari Eka Putera, Murthado Eka Putera, dan Mutiara Eka Puteri) berlibur ke Taman Bunga Nusantara (TBN) di Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur.

Tidak hanya membawa keluarganya, Caleg dari partai berlambang pohon beringin itu juga menyempatkan diri mengajak rombongan ibu-ibu Majlis Taklim. Setidaknya ada 30 kelompok Majlis Taklim di Cianjur yang turut dalam acara liburan bersama itu.

Kegiatan leburanpun lebih berwarna, bermakna dan edukatif mana kala saat digelar acara perlombaan nasi tumpeng khas Cianjur antar majlis taklim.‬ Mereka sangat antusias ingin menunjukkan bahwa piawai memasak dan merangkai nasi tumpeng.

Ada pesan terpisah saat acara liburan tersebut berlangsung. Pria yang lebih akrab disapa Kang Eka itu berpesan bahwa masyarakat Cianjur agar menjaga keluarga dan menyayanginya karena ia beranggapan bahwa dirinya bisa menjadi pengusaha muda dan terjun ke dunia politik tidak lepas dari peranan anak dan istrinya.‬ [KC-02)***.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Direktur BPR Dana Pos Muhamad Ali mengatakan, apa yang terjadi lebih karena terjadi kesalah pahaman saja. Mereka (karyawan yang di PHK) punya persepsi lain dan itu sudah diselesaikan sesuai dengan tuntutan yang diajukan.

"Kami sudah selesaikan sebagaimana rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja bahwa kami harus membayar uang gaji dan pesangon sebesar Rp 159.700.000,- kepada lima karyawan yang di PHK. Kami sudah selesaikan dan ditanda tagani sesuai dengan kesepakatan," kata Ali saat ditemui terpisah.

Dengan telah dibayarkannya tuntutan para karyawan yang di PHK, kewajiban perusahaan sudah diselesaikan. "Kewajiban kami telah dipenuhi, tinggal kita menunggu kewajiban mereka yakni menyampaikan laporan pekerjaannya selama dua bulan terkahir Januari-Februari. Kalau mengenai surat pengalaman kerja, nanti kita akan diskusikan lagi," katanya.

Ketika ditanya alasan mem PHK karyawannya, lantaran terjadinya penurunan pembayaran dari para kreditur di Pasar Induk Cianjur pasca terjadinya kebakaran. Sehingga mempengaruhi pendapatan yang berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

"Makanya kami ambil PHK sementara. Kalau buka lagi kita tidak juga menjanjikan apapun. Kita selesaikan dulu keuangan dengan karyawan," kata Ali. [KC-02]***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Sejumlah massa yang mengatasnamakan Laskar Santri mendatangi Kantor BPR Dana Pos (Bank Dana) di Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kecamatan/Kàbupaten Cianjur, Senin (24/2/2014). Mereka datang untuk membantu memperjuangkan hak lima orang karyawan yang di PHK secara sepihak.

Massa datang sambil membawa sejumlah atribut dan langsung merangsek kehalaman kantor BPR Dana Pos. Mereka meminta pertanggungjawaban Direktur BPR Dana Pos, Muhammd Ali yang telah meberhentikan lima orang karyawannya tanpa sebab yang jelas.

"Kita kerja di Bank Dana, tapi menurut dia di koperasi, atribut bank dana semua bank dana, kenapa dikoperasi. Apakah takut dideteksi BI," kata Asep Nanan Iskandar (38), salah seorang karyawan yang di PHK.

Untuk itu pihaknya menuntut, surat pengunduran diri kepada Koperasi Nusantara dianulir dan dinyatakan rekayasa. Jelaskan dan luruskan status karyawan. "Hak kami pesangon dan uang pisah dikeluarkan sesuai masa kerja. Masa kerja dua bulan gaji terakhir Gaji bulan Januari-Februari harus dibayar," katanya.

Selain itu juga menuntut surat keterangan pernah bekerja dibuatkan atas nama Rima Suteja, Asep Nanan Iskandar BPR Dana Pos, Sumsum Suminar Koperasi Nusantara, Agung Purnama Koperasi Nusantara, Lukman Nurhakim Koperasi Dana Abadi.

Setelah melakukan orasi didepan kantor BPR Dana Pos, mereka akhirnya diterima perwakilan BPR Dana Pos. Pertemuan tersebut berlangsung sangat alot. Namun akhirnya tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak. [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Meski diguyur hujan lebat, akhirnya Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, meresmikan Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) Se – Kabupaten Cianjur tahun 2014 dan meresmikan gedung Pendais Kecamatan Pacet Sabtu (22/2/14) diaula Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Sedianya kegiatan yang dihadiri sejumlah Kepala OPD itu akan digelar dihalaman Kantor Kecamatan Pacet, namun lantaran diguyur hujan deras, pihak panitia memindahkan ke aula Desa Cipendawa.

Dalam amanatnya, Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan, fungsi utama pemerintah daerah yaitu sebagai pelayan masyarakat. Berdasarkan paradigma tersebut aparat pemerintah daerah khususnya aparat pemerintah kecamatan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Dikatakan Tjetjep, tujuan reformasi birokrasi yaitu sejalan untuk memperbaiki kualitas pelayanan public yang mampu menghasilkan birokrasi yang efektif, efisien dan ekonomis. "Salah satu upaya untuk mewujudkannya yaitu dengan memperbaiki proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan, termasuk didalamnya administrasi pemerintahan kecamatan, sehingga diharapkan penyelenggaraan administrasi pemerintahan kecamatan dapat berjalan dengan baik, tertib dan tertata serta terhindar dari penyimpangan, yang pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih baik lagi," kata Tjetjep.

Pembenahan dalam penyelenggaraan pemerintahan lanjut Tjetjep, dengan menumbuhkan dan meningkatkan kinerja aparat kantor kecamatan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang harus terus berupaya meningkatkan kemampuan kerjanya semaksimal mungkin karena pelaksanaan tugas pelayanan oleh pemerintah kecamatan sangat tergantung pada kinerja aparatnya.

Secara terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat Setda Kabupaten Cianjur Hj. Dwi Ambar Wahyuningtyas menegaskan, maksud dan tujuan penyelenggaraan paten adalah mewujudkan kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat dan menjadi simpul pelayanan bagi pelayanan terpadu di masing-masing kecamatan.

"Selain itu juga untuk meningkatkan pelayanan prima dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing," kata Ambar [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].-  Agar penyaluran beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) tepat sasaran dan tidak melebihi pagu harga yang telah ditetapkan, Pemkab Cianjur menggelontorkan dana sekitar Rp 5 milyar untuk biaya distribusi raskin hingga sampai pada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) pada tahun 2014.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur Sudrajat Laksana mengatakan, dana pendamping dari Pemkab Cianjur tersebut sebagai salah satu upaya agar harga raskin ke tangan masyarakat penerima sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 1.600,- per kilogram. "Selama ini Bulog menyalurkan distribusi raskin itu sampai pada titik distribusi yakni di Desa. Sedangkan dari desa kepengelola ditingkat RT itulah yang seringkali dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan," kata Sudrajat Laksana.

Untuk itulah Pemkab Cianjur memikirkan distribusi raskin dari desa itu biaya transportasinya ditanggung melalaui APBD. Dengan harapan harga raskin sampai ke RTS-PM masih sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

"Harga yang Rp 1.600,- per kilogram itu sampai titik distribusi berarti desa. Lantas ketangan RTS-PM tentu harus memperhitungkan ongkos angkutnya. Tentu jatuhnya akan lebih harganya. Semakin sulit medan akan semakin besar biaya angkutnya. Pemkab berharap sampai RTS-PM harganya tetap makanya digelontorkan biaya pendampingan Rp 5 milyar," katanya.

Sebelumnya, alokasi kebutuhan beras untuk rakyat miskin (Raskin) di Kabupaten Cianjur pada tahun 2014 tidak mengalami perubahan. Jumlahnya dalam setiap bulan dialokasikan mencapai 3.165 ton. Jumlah tersebut disalurkan untuk 360 desa/kelurahan yang tersebar di 32 wilayah kecamatan.

Kepala Subdivre Bulog Cianjur Rizal Mulyawan mengatakan,  alokasi raskin tahun 2014 untuk wilayah Kabupaten Cianjur tidak mengalami perubahan  dari tahun sebelumnya. Semua itu diberikan berdasarkan data Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) yang diberikan oleh Pemkab Cianjur.

“Jumlahnya masih sama seperti dengan tahun sebelumnya yakni sekitar 3.165 ton setiap bulannya. Jumlah tersebut diperuntukkan bagi RTS-PM yang ada diwilayah 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur,” kata Rizal  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sekitar 1.000 warga yang berasal dari Kecamatan Cibeber, Cilaku, Warungkondang, dan Cianjur mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan Komunitas Sehat Indonesia, di Gor CV Nuritek Kampung Peteuycondong, Desa Peteuycondong Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Sabtu (22/2/2014).

Pembina IHC Irvan Rivano Muchtar mengungkapkan, peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup. Salah satunya dengan melalui perubahan perilaku kearah perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga dan masyarakat.

“Yang terpenting dari pelayanan kesehatan adalah kesadaran dari setiap individu untuk menjaga kesehatan sedini mungkin dan berprilaku hidup bersih dan sehat,” kata Irvan.

Menurut Irvan yang juga Calon Anggota  DPRD Provinsi Jawa Barat nomor urut 7 dari Partai Demokrat Dapil Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor itu,  pelayanan kesehatan yang dilakukan tersebut didukung paramedis maupun dokter sesuai dengan keahliannya. “Para medis tidak hanya memiliki dedikasi yang baik, namun juga berpengalaman,” paparnya.

Dikatakannya, kegiatan pengobatan gratis ini ditujukan kepada warga yang kurang mampu alasan ekonomi dan sebagai wujud tenggang rasa kemanusiaan dengan membantu warga yang membutuhkan. "Dengan kegiatan baksos ini, diharapkan dapat memberi manfaat bagi warga yang ekonominya kurang beruntung, karena kita sebagai bagian warga besar Cianjur,” paparnya.

Sementara itu, Ketua (IHC) Kab Cianjur, Dr. Yusup Nugraha didampingi Ketua Panitia, Adila mengungkapkan, kegiatan pengobatan gratis sebanyak itu diikuti sekitar 1.000 warga. Mereka datang berasal dari wilayah Cibeber, Cilaku, Warungkondang, dan Cianjur Kota. “Kegiatan pengobatan gratis ini juga hasil kerjasama GM FKPPI. Sedangkan jenis pengobatan yang diberikan antara lain pengobatan umum," katanya.

Yusup Nugraha menambahkan, kegiatan serupa juga sudah dilaksanakan tepatnya di wilayah Desa Sukasari Kecamatan Cilaku. “Kegiatan ini sudah terjadwal. Kegiatan ini sangat membantu pemerintah dalam menciptakan mayarakat yang sehat, dan tentunya warga yang kurang mampu,” jelasnya.

Ahmad (55), salah satu warga sekitar mengku sangat terbantu dengan adanya pelayanan pengobatan gratis ini. Sebab, ia memiliki penyakit lambung, tetapi tidak memiliki biaya untuk berobat. "Alhamdulillah, sekarang ada pengobatan gratis. Sebelumnya, saya mau berobat tapi tidak punya biaya,” kata Ahmad [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Untuk mengecek realisasi program bantuan Rp 10 juta per RT, Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh, Sabtu (22/2/14) menyambangi para Ketua RT diwilayah Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur.  Kehadiran bupati tersebut juga sebagai ajang silaturahmi bagi para Ketua RT yang hadir dan berkumpul di wilayah Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas.

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengatakan kegiatan, saba RT yang dilakukan dimaksudkan untuk bersilaturrahim dengan para Ketua RT di Kecamatan Cipanas serta untuk mengecek program 10 juta per RT di Kecamatan Cipanas.

Dikatakan Tjetjep, program Rp 10 juta per RT jangan sampai di salahgunakan dan harus tepat sasaran yaitu harus disalurkan pada bidang pendidikan, kesehatan, daya beli masyarakat dan infrastruktur. "Dengan penyaluran yang tepat sasaran maka membantu mewujudkan pembangunan di Kabupaten Cianjur yang merata," kata Tjetjep.

Pihaknya berharap, kegiatan yang dilakukan secara bersama dapat terus di tumbuhkembangkan karena merupakan perwujudan semangat gotong royong di masyarakat, serta program Rp 10 juta per RT bisa terus berkelanjutan.

"Tentu Pemkab Cianjur memberikan apresiasi atas kerja keras dan bantuan para Ketua RT dan RW di Kabupaten Cianjur, khususnya di Kecamatan Cipanas, karena bantuan tersebut meringankan tugas bupati dalam melayani masyarakat sampai ke tingkat yang paling bawah. Apalagi persoalan yang dihadapi para ketua RT dan RW juga bukan persoalan yang enteng, bahkan kadang-kadang rumit," tegasnya.

Kondisi tersebut merupakan salah satu pertimbangan diberikan insentif. "Ini menjadi dasar pemikiran utama saya membuat keputusan untuk memberikan insentif kepada para Ketua RT/RW di Kabupaten Cianjur," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Minimnya kunjungan wisatawan ke Cianjur tidak terlepas akibat sering terjadinya kemacetan menuju arah Cianjur. DKI Jakarta merupakan penyumbang terbesar kemacetan yang terjadi disepanjang jalur Puncak. Karena mayoritas kendaraan berasal dari DKI Jakarta.

Kondisi tersebut bisa dilihat pada hari-hari libur. Arus kendaraan dari arah Bogor menuju Puncak-Cianjur selalu padat. Kondisi inilah yang membuat para wisatawan yang bermaksud ke Cianjur menjadi berkurang."Bisa dibilang DKI itu penyumbang kemacetan terbesar dijalur menuju Cianjur," kata Wakil Bupati Cianjur H. Suranto, Sabtu (22/2/2014).

Pernyataan Suranto itu juga disampaikan dalam diskusi pembahasan rancangan undang-undang (RUU) megapolitan dalam upaya pengelolaan terpadu wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tanggerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) di ruang GBHN Nusantara V, Gedung DPR RI, Selasa (18/2/2014) lalu.

Menurut Suranto, masalah kemacetan perlu diusulkan agar ada upaya penangan secara terpadu dalam RUU tata ruang Jabodetabekjur. "Waktu itu baru sebatas penyampaian dan diskukusi. Masing-masing wilayah menyampaikan pemaparannya," katanya.

Pihaknya berharap dalam RUU Jabodetabekjur itu bisa membawa iklim positif terutama dalam sektor pariwisata jika nantinya menjadi UU. "Salah satu masalah wisata yang dihadapi Cianjur saat ini adalah faktor kemacetan yang acap kali terjadi. Dengan adanya penataan secara terpadu tentu diharapkan menjadi salah satu solusi sehingga bisa maju dan berkembang," tegasnya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Beberapa desa di Kabupaten Cianjur hingga akhir Februari 2014 masih menunggak pembayaran beras untuk rakyat miskin (raskin) untuk penyaluran raskin pada tahun 2013 ke Sub Divre Bulog Cianjur. Besarnya tunggakan mencapai Rp 2,8 juta.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Sudrajat Laksana mengatakan, kemacetan pembayaran raskin tahun 2013 tersebut tersebar dibeberapa titik diwiayah desa dibeberapa kecamatan. Salah satu penyebab terjadinya tunggakan lantaran dari pihak desa lambat membayarkan ke Bulog.

"Kalau dari masyarakat sebenarnya pada bayar ke pengelola tingkat RT. Dari RT disetorkan ke pengelola desa. Disinilah kadangkala ada yang nakal, uang tersebut dipakai untuk keperluan lainya. Sehingga otomatis terjadi kemacetan karena tidak disetorkan ke Bulog melalui rekening bank," kata Sudrajat saat ditemui di Cipanas, Sabtu (22/2/2014).

Meski terjadi kemacetan pembayaran yang dipastikan akan berdampak pada distribusi raskin tahun 2014, pihaknya tidak akan menggalang pembayaran. Hal itu sebagai upaya pembelajaran bagi pengelola raskin.

"Kita tidak akan bayarin, biar pengelola raskin ditingkat desa bertanggungjawab. Ini merupakan pembelajaran bagi mereka. Kita tahu ini akan berdampak pada distribusi berikutnya, ini sebuah konsekwensi yang harus dipertanggungjawabkan," katanya  [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur Tom Dani Gardiat mengaku tidak ada daftar nama organisasi Yon Serena Trikora dipihaknya. Organisasi tersebut belum pernah mendaftarkan diri ke Kesbangpol selama merekrut anggitanya di Cianjur.

"Yang jelas itu organisasi tidak terdaftar di Kesbangpol. Sehingga keberadaanya bisa dikatakan liar. Setiap ormas dan LSM juga tidak boleh menyerupai lembaga yang ada, baik lambang dan kegiatanya," kata Tom saat ditemui terpisah.

Meski tidak terdaftar di Kesbangpol, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk memberikan sanksi terhdap ormas yang keberadaanya sudah meresahkan masyarakat itu. "Yang jadi masalah ormas itu blm terdaftar, kalau mengacu Permendagri, yang diberi sanksi itu ormas yang sudah terdaftar di Pemda," jelasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Keinginan Pemkab Cianjur untuk menjadikan tiket masuk kawasan wisata Cibodas (KWC) menjadi satu atap, hingga kini masih belum bisa terlaksana. Pihak Kebun Raya Cibodas-LIPI masih bersikeukeuh menolak disatukan tiket masuk.

Berdasarkan pantauan, saat ini ada tiga retribusi yang dipungut saat pengunjung ingin masuk Cibodas. Dipintu pertama pengunjung harus membayar biaya masuk KWC. Selanjutnya pengunjung yang menggunakan kendaraan harus membayar parkir dan setelah itu harus membayar ticket masuk Kebun Raya Cibodas-LIPI atau objek lainya.

Adanya tiga tempat pembayaran itulah yang selama ini dikeluhkan oleh para pengunjung yang datang baik dari lokal Cianjur maupun dari luar Cianjur. Pemkab Cianjur sudah berupaya untuk menjadikan pelayanan ticket masuk KWC itu satu pintu, namun hingga kini masih belum bisa terealisasi.

"Pemkab Cianjur sudah berupaya untuk mempersatukan pembayaran ritribusi ticket masuk itu satu pintu. Tapi sampai saat ini masih terbentur masalah tenaga kerja. Kalau disatukan dikemanakan tenaga kerjanya. Tapi saat tenaga kerja kita diserahkan ke Kebun Raya Cibodas tidak mau. Mungkin karena operasionalnya yang sudah dihitung. Sampai saat ini belum ketemu, sudah kearah sana. Enaknya memang hanya sekali bayar," kata Wakil Bupati Cianjur H. Suranto saat ditemui di gedung PC Nahdhatul Ulama (NU) Cianjur di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jum'at (21/2/2014).

Diakui Suranto, selama ini retribusi yang masuk ke Pemkab Cianjur baru dari parkir dan ticket KWC. Dalam satu tahun jumlahnya hampir mencapai Rp 1 milyar.  "Selama ini Pemkab hanya mengandalkan kawasan dan parkir saja.  Kalau LIPI sendiri belum ada masukan ke Pemda. Meski tidak masuk, ini sektor pariwisata, kita melihat peluang lapangan pekerjaan dan parkir," katanya.

Untuk itulah sebagai kawasan wisata yang menjadi andalan Pemkab Cianjur dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata perlu dilakukan penataan agar pengunjung bisa lebih nyaman. Berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya pembenahan sarana dan prasarana.

"Untuk ticket masuk idialnya dilakukan satu atap, untuk mempermudah pengunjung. Tapi karena belum ada titik temu, saat ini masih berjalan dengan tiga ticket pembayaran. Tapi kita terus berupaya untuk mengarah kesana," katanya [KC-02]**
CIANJUR, [KC].- Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur terus mendalami dugaan penyimpangan penyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) yang terjadi diwilayah Kecamatan Sukaresmi. Hari ini Jum'at (21/2) memanggil dan memeriksa 13 orang pengelola dan masyarakat yang berasal dari 13 desa di Kecamatan Sukaresmi.

Pemeriksaan terhadap 13 orang pengelola dan masyarakat tersebut untuk kedua kalinya dilakukan untuk menyelaraskan pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Pihak Kejari Cianjur sampai menerjunkan delapan penyidik untuk melakukan pemeriksaan mengungkap kasus dugaan penyimpangan penyaluran raskin.

Mereka (ke 13 orang pengelola dan masyarakat) diperiksa diruangan Pidana Khusus (Pidsus) dalam kondisi tertutup sejak pukul 10.00 WIB. Para masyarakat tersebut diperiksa sebatas sebagai saksi yang dimungkinkan mengetahui banyak mengenai alur distribusi raskin yang diduga diselewengkan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Cianjur Haerdin mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan saat ini hanya kepada masyarakat. Sementara untuk para Kepala Desa (Kades) baru akan dijadwalkan minggu depan.

"Sebenarnya yang kita panggil hari ini 13 orang pengelola dan masyarakat. Ini hanya untuk memperjelas lagi pemeriksaan yang kami lakukan sebelumnya," kata Haerdin saat ditemui diruang kerjanya, Jum'at (21/2/2014).
 
Ketika disinggung tersangka baru, Haerdin tidak menmpiknya. Hanya saja dia enggan menyebut pastinya. "Memang akan ada penambahan tersangka, yang pasti ada tersangka baru dan itu bukan dari Kepala Desa," paparnya.

Sementara itu hingga saat ini Kejari Cianjur telah memeriksa 60 orang terkait dugaan penyimpangan distribusi beras untuk rakyat miskin (raskin) yang terjadi diwilayah Kecamatan Sukaresmi dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Selama penyidikan Kejari Cianjur telah menetapkan UJ Kepala Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi sebagai tersangkanya.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kades Kawungluwuk tersebut hingga saat ini belum ditahan. Pihak Kejari Cianjur berdalih penahanan akan dilakukan setelah seluruh berkasnya lengkap.

"Kalau penahanan belum, masih dalam penyempurnaan berkas. Kita masih gali terus memperbandingkan dengan yang lain. Kalau menyentuh pihak terkait bisa saja bulog, penadah atau mitra. Selama faktanya jelas bisa saja terjadi," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Haerdin.

Sebelumnya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi akhirnya Kejari Cianjur menetapkan UJ Kepala Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan penyaluran raskin diwilayah Kecamatan Sukaresmi. Dugaan sementara kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Kasi Pidus Kejari Cianjur Haerdin, dasar penetapan UJ sebagai tersangka bahwa pihaknya memiliki bukti-bukti yang kuat dan cukup. Tersangka UJ dijerat pasal 2 ayat 1 UU 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman penjara 20 tahun. "Kalau mengenai kerugian negera yang ditimbulkan kami belum bisa menyebutkan, tapi diduga telah terjadi penyelewengan ratusan ton raskin di desa tersangka," kata Haerdin seraya menambahkan tersangka tidak ditahan lantaran dinilai koperatif selama penyelidikan dilakukan [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Tim gabungan Intelejen dari berbagai kesatuan menggerebek sebuah rumah di Kampung Babakan RT 04/RW 02, Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Kamis (20/2/2014). Rumah tersebut diduga menjadi markas pelatihan sebuah organisasi yang mengatasnamakan Batalyon Serbaguna (Yon Serna) Tri Kora.

Dari lokasi penggerebekan petugas berhasil mengamankan dua orang yakni H. Wahyu warga setempat selaku komandannya atau pimpinan dan Yusuf warga Poso sebagi penghubung. Selain itu juga berhasil mengamankan sejumlah atribut mirip yang dikenalan TNI berupa seragam 40 stel, pistol mainan dan lainya.

Pasi Intel Kodim 0608 Cianjur, Kapten Inf Edi Surono, melalui Bati (Bintara Tinggi) Intel Kodim 0608 Cianjur, Peltu Mamad, mengatakan, penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi intelejen yang diterimanya. Saat itu ada pengaduan dari masyarakat yang menyatakan sering melihat sejumlah orang berseragam TNI. Keberadaanya dianggap meresahkan karena tindakannya yang berupa mencaplok lahan warga.

"Kita tindak lanjuti informasi itu dengan mengumpulkan beberapa keterangan. Setelah kita yakin benar adanya kita secara bersama-sama melakukan penggerebekan. Di lokasi kami menyergap tujuh orang, dua di antaranya merupakan atasan yang merupakan pimpinan," ujar Mamad ketika ditemui di Markas Kodim 0608 Cianjur, Jalan Siliwangi, Jumat (21/2).

Hasil pengembangan dan data yang diperoleh lokasi yang diduga menjadi tempat latihan militer itu merupakan tempat sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Batalyon Serbaguna (Yon Serna) Tri Kora. Setelah ditelusuri ternyata Yon Serna Trikora diketahui sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bermarkas di Jakarta.

"Kita cek melalui telpon orang yang disebut sebagai pimpinan pusatnya dan kita tanyakan aktivitasnya di Cianjur, ternyata legalitasnya diragukan bahkan pimpinan yang disebut-sebut itu memerintahkan untuk menangkapnya, karena yang di Cianjur bukan anggotanya," katanya.

Diakui Mamad, kegiatan kelompok yang beranggotakan sekitar 20 orang itu kerap menggunakan seragam TNI AD lengkap mulai dari kepala hingga kakinya dalam kegiatan sehari-harinya. Bahkan layaknya TNI, mereka juga melakukan kegiatan baris berbaris (PBB). "Anehnya cara merekrut anggotanya, mereka disuruh membayar Rp 250 ribu, uang itu dipergunakan untuk membeli seragam dan perlengkapan lainnya," katanya.

Untuk pengusutan lebih lanjut, kedua orang yang diamankan itu diserahkan ke Polres Cianjur berikut barang buktinya. Namun lantaran dianggap tidak ada unsur pidananya Polres kembali mengembalikan kedua orang yang sempat diamankan itu.

"Kita akan terus memantau aktivitasnya, karena kegiatannya ada indikasi lebih ke arah negatif. Contohnya seperti merebut tanah orang dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Bahkan berdasarkan telpon yang sempat kita amankan ada seorang TKI di Malaysia mengaku menjadi korban," katanya.

‪Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti, melalui Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito, mengatakan, tidak menemukan pelanggaran hukum dalam kegiatan yang dilakukan Yon Serna Tri Kora. Dua pimpinan Yon Serna Tri Kora itu pun dikembalikan ke pihak Kodim 0608 Cianjur.

"Laporan itu baru sampai ke satuan intelkam dan belum sampai ke kami karena memang tidak ditemukan pelanggaran. Kalaupun ada informasi mereka melakukan tindak pidana, kami meminta pihak yang dirugikan segera melaporkan kepada kami. Karena ini belum ada unsurnya, kita kembalikan keduanya," ujar Gito singkat [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Kementerian Perdagangan pada beberapa tahun terakhir berkomitmen dalam program kerjanya untuk merevitalisasi pasar tradisional guna merubah citra tradisional dari kesan kotor, semrawut, bau dan gersang menjadi pasar yang bersih, tertib, nyaman dan sejuk serta lebih berdaya saing selaras dengan tumbuh berkembangnya toko modern.

Demikian ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi, saat meresmikan penggunaan Pasar Cibeber di Kecamatan Cibeber Kab. Cianjur, Kamis (20/2/2014). Pasar Cibeber dibangun dengan menghabiskan anggaran dari dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan tahun 2013 sebesar Rp 6,5 milyar 

Dikatakan Bayu, program revitalisasi pasar tradisional yang dilaksanakan oleh Kemendag melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Tugas Pembantuan juga merupakan salah satu upaya
mendorong percepatan pembangunan daerah. "Pertumbuhan ekonomu didaerah akan memperkuat sektor perdagangan dan meningkatkan daya saing pasar domestik. Ini sangat penting dalam menghadapi tantangan dan kompetisi global yang semakit ketat," kata Bayu.

Tidak hanya membangun, Kementerian Perdagangan juga akan melakukan pendampingan dan memantau kemajuan hasil revitalisasi pasar, utamanya pasar tradisional yang menjadi percontohan. Dengan demikian diharapkan pasar dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat sekitarnya.

"Pemantauan akan terus kami lakukan,  namun tentu saja keberhasilan pelaksanaan program pasar tergantung dari kerjasama yang sinergis dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah maupun pengelola pasar, pedagang dan konsumen," paparnya

Adanya revitalisasi pasar kata Wamendag, bahwa omset transaksi dipasar tradisional setelah direvitalisasi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 57 persen. "Tentu ini menjadi trend positif dan harus dipertahankan serta terus ditingkatkan. Pasar ini milik bersama dan harus dirawat dan dijaga bersama agar perputaran ekonomi dipasar ini bisa terus meningkat," tegasnya.

Secara terpisah Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk membenahi pasar tradisional melalui program revitalisasi pasar di Kabupaten Cianjur. Saat ini setelah pasar Cibeber, pasar lainya yang akan direvitalisasi adalah pasar Induk, pasar Bojongmeron. Pasar-pasar tersebut akan dipindahkan dan disatukan pedagangnya di Pasir Hayam Kecamatan Cilaku.

"Kita alokasikan anggaran khusus untuk relokasi pasar Induk dan Bojongmeron serta Pedagang Kaki Lima ke Pasir Hayam sekitar Rp 70 milyar. Tentunya pembangunannya juga dilakukan secara bertahap. Semuanya kita kasihkan geratis bagi para pedagang," kata Tjetjep.

Setelah merevitalisasi pasar Induk dan Bojongmeron, pasa-pasar lainya menyusul yakni Pasar Sukanagara, Pasar Cikalongkulon, Pasar Ciranjang. "Sepertinya yang akan kita dahulukan adalah pasar Sukanagara, karena pedgangnya sudah meluber, baru ke pasar Ciranjang dan Cikalongkulon," jelasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Ketua Forum Komunikasi Guru Sukarelawan (FKGS) Kabupaten Cianjur, Ani Rosidah, tidak mempermasalahkan jika Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh tidak mau memberikan rekomendasi keinginan para tenaga honorer K2 untuk mendatangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan).

"Ada atau tidak ada rekomendasi kami tetap akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan rekruitmen CPNS di Cianjur yang diduga bermasalah. Kami tetap akan berangkat dalam waktu dekat ini ke Jakarta," kata Ani saat dihubungi, Kamis (20/2/2014).

Saat ini pihaknya tengah mengumpulkan alat bukti atas persoalan CPNS, sehingga kepergiannya ke Kemenpan tidak sia-sia. "Kami juga tidak mau gegabah dalam masalah ini, meski kita tahu itu bermasalah, tapi kami tetap akan membawa bukti administrasinya. Jangan sampai nanti kami justru yang terkena masalah atas apa yang kami sampaikan," katanya.

Pihaknya juga membenarkan ada data di SDN Ibu Jenab 1, seorang guru honorer yang lulus CPNS data K2nya tidak sesuai denga ketentuan. "Memang data itu ada, bahkan saksinya juga ada saat pendataanya, tapi kita tidak bisa seperti itu saja, kita harus dapat dukungan data administrasinya. Saat ini kita tengah melengkapi itu," tegasnya.

Sebelumnya para guru honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Cianjur yang tidak lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengendus adanya indikasi kecurangan pada test CPNS yang dilaksabakan di Kabupaten Cianjur. Atas kejadian tersebut mereka berupaya mengadukannya ke Pemkab Cianjur untuk mencari keadilan.

Ketua Forum Komunikasi Guru Sukarelawan (FKGS) Kabupaten Cianjur, Ani Rosidah, mengatakan, saat ini setidaknya terdapat 3.800 orang guru honorer K2 yang tidak lulus tes CPNS. Pihaknya menduga dalam pelaksanaan tes CPNS ditemukan kejanggalan seperti manipulasi data masa kerja, dan para guru yang tidak mengajar tapi dapat lulus dengan mudah.

"Kami menemukan sejumlah kejanggalan pada pelaksanaan tes CPNS. Kami menuntut keadilan. Kejanggalan itu kami melihat terjadi diwilayah Cianjur selatan. Contohnya, yang tidak ngajar bisa lulus, dan masa kerjanya baru beberapa tahun lalu dimasukan dalam kategori dua, ini sangat tidak fair," paparnya kepada sejumlah wartawan usai audensi di kantor Pemkab Cianjur Jalan Siti Jenab, Senin (18/2/2014).

Dijelaskannya, data akurat adanya kecurangan pada tes CPNS sudah ia dapatkan dan akan segera diberikan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur. Bahkan, pihaknya akan meminta surat rekomendasi kepada Bupati Cianjur untuk mengadukan hal ini kepada pemerinrah pusat.

"Kami tahu Pemkab Cianjur tidak memiliki kewenangan dalam masalah ini. Kami hanya meminta surat rekomendasi kepada Bupati untuk melanjutkan permasalahan ini ke pemerintah pusat, bahkan ke Presiden sekalipun. Kami harapkan Bupati bisa bantu masalah yang kami hadapi," tegasnya.

Pihaknya tidak asal menduga adanya kecurangan, saat ini tengah mengumpulkan bukti-buktinya di setiap kecamatan yang ada di Cianjur. Sudah ada tiga kecamatan yang merekap bukti akurat tentang manipulasi data pada seleksi CPNS untuk honorer K2.

"Kami lagi mengumpulkan datanya dari rekan-rekan. Datanya sangat akurat dan kami membantu untuk memperjuangkan hal itu. Tapi baru ada tiga kecamatan yang mengumpulkan data-data itu, yakni dari Kecamatan Cianjur, Sukanagara, dan Takokak," paparnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].-  Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh mempersilahkan kepada masyarakat khususnya para honorer kategori dua (K2) untuk mengajukan keberatan atas dugaan kecurangan dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Cianjur. Hanya saja pengajuan keberatan tersebut harus melampirkan bukti-bukti yang cukup.

"Itu silahkan saja diajukan, kalau memang bermasalah ya harus dibuktikan masalahnya. Jangan sampai berbicara bermasalah tapi tidak ada bukti yang kuat. Jika ada bukti yang kuat dan cukup tentu akan diproses sesuai dengan ketentuan," kata Tjetjep saat ditemui usai menghadiri peresmian Pasar Cibeber yang dilaksanakan oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi, Kamis (20/2/2014).

Dikatakan Tjetjep, kalau hasil dari tindak lanjut laporan ternyata membuktikan bahwa memang bermasalah dalam prosesnya, yang bersangkutan bisa dibatalkan. "Urusan CPNS ini yang menentukan pemerintah pusat, daerah tidak bisa ikut campur. Tentunya kalau ternyata bermasalah akan diusulkan untuk dicoret," tegasnya.

Pihaknya juga tidak bisa memberikan rekomendasi apapun mengenai CPNS. Selain itu kewenangan pusat, daerah juga sebelumnya tidak mengetahui berapa jumlah CPNS untuk Cianjur. "Kita tahu setelah diumumkan, jadi tidak bisa memberikan rekomendasi apapun, semuanya kewenangan pemerintah pusat," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep S Alamsyah mengungkapkan, jika ternyata ada laporan rekruitmen CPNS untuk dilingkungan pendidikan khususnya tenaga guru tidak benar, akan ditindak lanjuti dengan melihat data administrasi yang bersangkatan. Jika ternyata benar, kelulusannya selaku CPNS bisa dicoret.

"Nanti kalau ada yang ternyata datanya tidak benar, CPNS yang bersangkutan akan gugur dalam pemberkasan. Semua yang lulus akan kembali diberkas ulang oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD)," kata Cecep [KC-02]***.
CIANJUR,(KC),- Komisi VI DPR RI  telah mendukung penataan pasar tradisional Cibeber Cianjur, Salah satunya melalui dukungan alokasi anggaran yang hampir mencapai Rp6,5 miliar.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Erik Satrya Wardhana mengatakan, DPR RI terus mendukung pembangunan maupun renovasi pasar-pasar rakyat yang merupakan konsep dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Politikus Fraksi Partai Hanura itu mengapresiasi komitmen kemendag yang ingin mengembangkan pasar rakyat di Indonesia.

"Tidak hanya menyangkut pengembangan kualitas fisik seperti keamanan atau kenyamanan, tapi juga menyangkut komitmen nonfisik seperti pengembangan pasar. Karenanya, konsep-konsep seperti ini perlu kami dukung," kata Erik di Pasar Cibeber, Kamis (20/2/2014).

Untuk alokasi anggaran Pasar Cibeber, menurut Erik, pihaknya terus mengawal sejak awal adanya pengajuan bantuan. Malahan, pengalokasikan anggaran pembangunan kembali Pasar Cibeber relatif lebih mudah dengan total sebesar Rp6,5 miliar.

"Untuk pasar rakyat di Cianjur, Insya Allah akan bisa terus ditingkatkan. Tidak hanya untuk Pasar Cibeber saja, namun saat ini sedang disiapkan pengembangan Pasar Sukanagara," terang Erik.

Erik angkat topi buat Kementerian Perdagangan yang sedemikian memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan pasar rakyat, termasuk untuk Pasar Cibeber. Karena itu, Erik berharap agar para pedagangan juga bisa menjaga berbagai fasilitas di Pasar Cibeber.

"Fasilitas yang disediakan di Pasar Cibeber semata untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pedagang dan pembeli. Ke depan diharapkan keberadaan pasar rakyat tidak hanya untuk kalangan pembeli golongan ekonomi menengah ke bawah, tapi bisa juga untuk kalangan menengah ke atas," tandas Erik.  (KC.01)/Inilah)***
CIANJUR, [KC].- Bupati Cianjur mentargetkan 70 persen pasar di Kabupaten Cianjur sudah terbangun selama dirinya menjabat sebagai bupati. Secara bertahap pasar-pasar yang keberadaanya sangat dibutuhkan oleh masyarakat itu saat ini tengah dibangun sebagai upaya menjadikan pasar sebagai sarana untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Selama menjabat bupati kami banyak membangun dan meresmikan bangunan. Besuk juga Pasar Cibeber kita resmikan. Pembangunannya menghabiskan dan Rp 9 milyar. Selanjutnya kita bangun Pasar Warungkondang dan Pasar Sukanagara, Pasar Ciranjang serta Pasar Cikalongkulon. Paling tidak 70 persen pasar di Cianjur sudah selesai dibangun," kata Tjetjep saat ditemui usai meresmikan bangunan IGD dan jembatan penghubung RSUD Cimacan, Rabu (19/2/2014).

Untuk pembangunan pasar, Tjetjep sempat dicibir lantaran kebijakannya yang menggeratiskan kios kepada pedagang. Sehingga muncul anggapan kalau kebijakan itu bohong. Namun setelah realisasinya benar adanya, masyarakat baru percaya.

Kita akan membangun RSUD untuk kota cianjur kita bangun 60 milyar termasuk pagelaran biayanya sama.
Bayak fasilitas umum yg dibangun pemerintah, selain pasar dan rumah sakit.

"Saat bangun Pasar Cipanas yang menghabiskan anggaran Rp 90 milyar, dan digeratiskan bagi masyarakat baru masyarakat dan pedagang percaya kalau saya tidak bohong. Tadinya saya ditertawakan, kalau bupati bohong, bupati tidak pernah bohong kecuali lupa. Yang salah itu kadisnya tidak mengingatkan," kata Tjetjep.

Kebijakan pasar geratis bagi pedagang itu lanjut Tjetjep baru ada di Cianjur. "Belum ada pasar mewah digeratiskan kecuali Cianjur, coba cek ke daerah lain. Cianjur kecil tapi bisa menggeratiskan pasar buat para pedagangnya," katanya.

Kedepan pihaknya ingin mempersatukan pedagang di Cianjur khususnya untuk pedagang di pasar Bojongmeron, pasar Induk dan Kaki Lima. Mereka semua akan direlokasi ke pasar di Pasir Hayam Cilaku. "Sudah disipakan 7 hektar lahan untuk pasar Pasir Hayam dibangun dengan biaya Rp 70 milyar dan digeratiskan," katanya

Secara terpisah Direktur RSUD Cimacan Dharmawan S Dahlan mengatakan, pembangunan IGD RSUD Cianjur didanai oleh Bantuan Provinsi senilai Rp 3,7 milyar. Sedangkan untuk jembatan penghubung dibangun dengan anggaran Rp 3,3 milyar dari Banprov Provinsi Jabar.

"Bangunan IGD ini progresif, untuk jembatan penghubung antara ruang inap sampai IGD panjangnya sekitar 30 meter dengan lebar luar mencapai 5,5 meter dan lebar dalam 3,3 meter," kata Dharmawan [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) dikabarkan akan mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Orang nomor satu di Indonesia itu dijadwalkan akan datang menggunakan kereta api dari Stasiun Bogor, menuju Sukabumi dan berhenti di Lampegan Cianjur pada Minggu (24/2/2014).

Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, membenarkan rencana kedatangan SBY tersebut. Menurut Oting, SBY akan datang untuk melihat situs Gunung Padang bagaimana situasi dan kondisinya setelah dilakukan penelitian Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) bentukan Staf Khusus Presiden, Andi Arief.

"Rencananya begitu, tapi jadi apa tidaknya SBY ke Gunung Padang kita belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. Informasinya presiden akan menggunakan kereta dari Bogor dan turun di Stasiun Lampegan Cianjur," kata Oting saat dihubungi di komplek Pemkab Cianjur, Jalan Siti Jenab, Rabu (19/2/2014).

Meski kepastianya belum didapatkan, rencana kedatangan SBY tersebut akan disambut dengan berbagai penampilan kesenian asli Cianjur, seperti kecapi suling akan menjadi awal penyambutan saat SBY tiba di Situs Gunung Padang. Namun itupun tergantung ijin dari paspamres.

Selain itu untuk menyambut SBY juga dibahas dalam rapat kordinasi (rakor) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkait. Seperti Dinas Bina Marga untuk masalah jalan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) terkait penanganan parkir, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk penyambutannya.

"Bernagai kemungkinan bisa saja terjadi, seperti saat datang, SBY akan turun dari stasiun Lampegan dan kemungkinan tidak menggunakan kendaraan untuk menuju Gunung Padang. Selain itu untuk menghindari kemacetan dimungkinkan tempat parkir akan ditempat diluar areal Gunung Padang, karena akses jalannya cukup sempit," katanya.

Secara terpisah Ketua Tim Arkeologi TTRM Gunung Padang, Ali Akbar, saat dihubungi melalui ponselnya, membenarkan jika SBY berencana akan menyambangi Situs Megalitikum Gunung Padang. SBY ingin melihat secara langsung situs yang disebut-sebut berusia sekitar 4.500 tahun SM pasca dilakukan peneltian TTRM.

"Memang kami sudah melaporkan hasil riset itu kepada SBY. Beliau ingin mengecek hasil penelitian. Karena rencananya tanggal 16 Februari dan akhirnya ditunda. Kami belum tahu jadwal kunjungannya pak SBY ke Gunung Padang yang terbaru," katanya.

Ali mengaku masih menunggu undangan atau pemberitahuan mengenai rencana kunjungan SBY ke Gunung Padang. "Pastinya memang belum tahu, saya nunggu pemberitahuan, saya akan datang kalau ada pemberitahuan," katanya [KC-02]***.
no image
CIANJUR, [KC].- Harga gas LPG 3 kilogram di Cipanas Kab. Cianjur tembus harga Rp 27 ribu per tabungnya. Kondisi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat, karena biasanya mereka hanya membeli Rp 16.000,- per tabung. Belum diketahui persis penyebab naiknya harga gas LPG 3 kilogram itu.

"Ini memang sangat memberatkan bagi kami selaku warga masyarakat. Biasanya kami hanya membeli Rp 16.000.- per tabung, saat ini harus membayar Rp 27 ribu per tabungnya. Saat saya tanyakan kepada penjual, alasannya macam-macam, ada yang sulit barangnya, tapi saya lihat stoknya banyak," kata Siti Fatimah (47) warga Cipanas saat ditemui di depan pasar Cipanas, Senin (17/2/2014).

Fatimah mengaku, di Cipanas sendiri harga ditingkat pengecer tidak sama. Ada beberapa pengecer yang menjual per tabung LPG 3 kilogram sebesar Rp 25 ribu. Bahkan masih ada yang menjual per tabungnya Rp 22 ribu. "Harus rajin nanya ke beberapa pengecer, tapi yang saya tahu paling murah harganya Rp 22 ribu per tabungnya," katanya.

Hal tidak jauh berbeda juga terjadi di wilayah Kecamatan Cugenang. Berbeda dengan di Cipanas, di Cugenang harga gas LPG 3 kilogram relatif masih lebih murah. Harganya per tabung mencapai Rp 20 ribu.

"Tadi saya beli di pengecer gas LPG 3 kilogram naik menjadi Rp 20 ribu. Biasanya saya beli diwarung hanya Rp 16.500,-.. Tapi barangnya agak susah didapat, harus pesen dulu, pokoknya untung-untunganlah," kata Hasilah (36) warga Sukamanah Cugenang.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Cianjur Judi Adhi Nugroho mengakui masih tingginya harga jual gas LPG 3 kilogram dibeberapa wilayah di Cianjur. Bahkan dibeberapa titik masih terjadi antrian pembeliannya.

"Kita akui telah terjadi kenaikan harga gas LPG 3 kilogram di beberapa wilayah. Masih ada juga yang sampai mengantri saat melakukan pembelian. Mereka sepertinya masih kawatir tidak kebagian stok," kata Judi saat ditemui terpisah.

‎​Pihaknya mengaku, sudah memberikan masukan ke pihak pertamina agar merealisasikan usulan tambahan yang diajukan. Hal itu diharapkan bisa mengatasi mahalnya harga juag gas LPG ditingkat eceran.

"Kami sudah usulkan ke Pertamina pada saat Musda Hiswana Migas supaya merealisasikan usulan sebanyak 1.282.936 per bulan, dan melakukan exstra droping untuk mengantisipasi kelangkaan. Ini juga bisa menurunkan tingginya harga jual," katanya [KC-02]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

no image
CIANJUR, [KC].- Penantian masyarakat yang menjadi korban pergerakan tanah di Kampung Cigedongan Kecamatan Cikalongkulon Kab. Cianjur untuk menempati lokasi baru sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur tengah mempersiapkan.

Para korban pergerakan tanah di Kampung Cigedongan sebanyak 152 kepala keluarga (KK) akan menempati lahan seluas 5 hektar milik PT Fajar yang masih berada diwilayah Kecamatan Cikalongkulon. Selain itu setiap rumah akan diberi bantuan stimulan dari Pemkab Cianjur sebesar Rp 10 juta.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Achmad Suhara mengatakan, para pengungsi korban pergerakan tanah di Kampung Cigedongan, Cikalongkulon saat ini dalam tahap relokasi. Masing-masing keluarga akan mendapatkan jatah 100 meter persegi untuk membangun rumahnya kembali.

"Saat ini kita sudah masuk dalam tahapan persiapam untuk relokasi warga di Kampung Cigedogan. Ada satu perusahaan yang menghibahkan tanahnya untuk dibangun pemukiman penduduk seluas lima hektar," kata Asep Senin (17/2/2014).

Dikatakan Asep, meski tanah sudah dihibahkan, warga yang akan direlokasi tetap harus mengganti tanah garapan milik para petani. Karena lahan yang akan dijadikan relokasi itu sebagian dijadikan lahan pertanian. Penggantian itu bosa dibayarkan dari dana bantuan stimulan yang diberikan Pemkab Cianjur.

"Dalam pembangunan rumah nantinya kita akan membantu agar tidak asal bangun. Hanya saja jika masih ada warga yang sudah pindah dan tidak ingin dipindahkan, kami tidak akan memberikan santunan terhadapnya, " jelasnya.

Untuk persiapan pembangunan pemukiman baru tersebut pihaknya mengaku telah meminta bantuan kepada Dinas Binamarga untuk melakukan cut and fill (perataan tanah) di lahan yang akan dijadikan pemukiman. "Dilokasi pemukiman yang baru kita juga akan buatkan jalan, MCK, tempat beribadah, dan sekolah. Untuk sekolah SD yang di Cigedogan sudah tidak bisa ditempati lagi, jadi nanti kami akan bangunkan gedung sekolah yang baru di lahan relokasi yang sudah di sediakan itu," katanya.

Hanya saja untuk pembangunan jalan, MCK, dan sekolah itu akan dilakukan secara bertahap tidak bisa dilakukan sekaligus. "Untuk fasilitas umum kita akan bangun secara bertahap menyesuaikan anggaran yang ada," tegasnya.

Sementara itu, lokasi pergerakan tanah di Kampung Cigedongan hingga saat ini masih terus berlangsung. Dikatakan Asep, panjang pergerakan tanah tersebut sudah mencapai 3 kilometer dengan luas masing-masing pergerakan 500-600 meter. Bahkan, pada saat ini Sungai Cidadap sudah tertutup oleh longsoran tanah sepanjang 100 meter.

"Pergerakan tanahnya terus berlanjut, pergerakan tanahnya hampir sampai ke desa sebelah, tapi masih terhalang dengan sungai kecil yang membatasi kedua desa tersebut. Kami harap warga masih tetap waspada terhadap pergerakan tanah susulan mengingat cuaca yang tidak menentu," kata Asep [KC-02/rk]***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, (KC).- Untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian para karyawan, kontraktor serta masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dan Kesehatan dalam bekerja, PT. Tirta Investama-Cianjur (Aqua) menggelar apel siaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan yang dilaksanakan diareal pabrik di Desa/Kecamatan Gekbrong itu disambut antusias para karyawan.

"Oleh karena itu Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangatlah penting, sangat istimewa yang karena sangat penting dan istimewanya maka peringatannya tidak cukup diperingati dalam hitungan hari atau minggu, namun komitmen perusahaan akan dilaksanakan selama sebulan penuh," kata Plant Manager PT. Tirta Investama Sonny Hermanto, Senin (17/2/2014).  

Sementara Ketua Pelaksana K3 PT. Tirta Investama Cianjur Jajang, mengaku tema K3 pada tahun ini adalah “Safety Month 2014”. Sejumlah kegiatan dilaksanakan sejak 25 Januari hingga 26 Februari 2014. Rangkaian kegiatan diantaranya kunjungan Siswa SD ke Pabrik yang melibatkan 350 siswa yang berasal dari sekolah-sekolah terdekat. Pengobatan Gratis, Penyuluhan PHBS, Family Plant Tour, Aqua On Car Freeday, Pembuatan Lubang Biopori, Penanaman Pohon trembesi dan Perlombaan cabang Olah Raga


"Hari ini Senin (17/2/2014) kita melaksanakan pembuatan lubang biopori. Kita juga akan melakukan kegiatan lainya yang diharapkan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para karyawan, tapi juga masyarakat sekitar," tegas Jajang.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Cianjur H. Sumitra mengatakan, perusahaan Aqua merupakan salah satu perusahaan yang sudah melaksanakan K3. Pihaknya berharap perusahaan lainya juga bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan perusahaan produk air mineral itu.

"Kita akan mendorong perusahaan lainnya agar bisa melaksanakan K3. Apalagi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia ingin mewujudkan Budaya K3 Untuk Menjamin Stabilitas Usaha Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional," katanya.

Dalam kesempatan itu juga digelar workshop pembentukan Forum Paguyuban K3 Perusahaan se-Cianjur, yang di hadiri oleh 40 peserta perwakilan perusahaan swasta dan langsung pengukuhan dilakukan oleh Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur H. Sumitra (kc-02)***.
CIANJUR, [KC].- Karena ruang kelasnya dipakai untuk kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Tingkat Kecamatan dan FASBK, SD Aisyiyah Islamic Centre Aisyiyah Cianjur meliburkan kegiatan belajar di kelas selama beberapa hari mulai hari ini Senin (17/2/2014).

Sebagaimana dalam surat pemberitahuan yang disampaikan sekolah kepada para orang tua siswa, nomor: 110/III/F/SD-AIC/2014 tanggal 15 Februari 2014 dan ditanda tangani oleh Kepala Sekolah Hj. Nunung Tutiawati, S.Pd, MM disampaikan bahwa sehubungan dengan dilaksanakannya Pekan Olahraga dan Seni tingkat Kecamatan dan FASBK, seluruh ruangan akan dipergunakan untuk kegiatan, maka seluruh siswa diharapkan agar belajar dirumah.

Dalam surat yang disampaikan kepada para orang tua siswa tersebut dijelaskan waktu dan kegiatan Porseni sehingga siswa harus belajar dirumah yakni pada hari Senin (17/2/2014) kegiatan Porseni Mipa, Selasa (18/2/2014) kegiatan Pembukaan Porseni, Jum'at (28/2/2014) Calistung dan Sabtu (1/3/2014) kegiatan Siswa Berprestasi.

Dalam suratnya juga ditembuskan ke Ketua PDA Cianjur, Ketua Dikdasmen Kab. Cianjur dan Ketua Komite SD Aisyiyah Islamic Centre Cianjur [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Kerusakan infrastruktur jalan dibeberapa titik dikawasan wisata Cipanas disesalkan oleh para pengusaha. Pasalnya rusaknya infrastruktur jalan tersebut berdampak luas terhadap jumlah kunjungan wisata kedaerah yang dikenal sebagai kota dolar itu.

"Sebagai pelaku wisata tentu menginginkan sarana infrastruktur menuju kawasan wisata itu baik. Karena ini menjadi sarana utama untul meingkatkan jumlah kunjungan. Kalau infrastrukturnya kurang baik, jelas sangat berdampak pada jumlah kunjungan dan berpengaruh pada iklim wisata yang ada," kata Estate Manager Kota Bunga Cipanas, Franky Komonang saat ditemui dilokasi Kota Bunga, Minggu (16/2/2014).

Dikatakan Franky, saat ini kondisi infrastruktur jalan disejumlah titik yang menuju kawasan wisata kondisinya rusak. Banyak lubang jalan yang menganga dan membahayakan para pengguna jalan. Kondisi tersebut diperparah dengan kurang berfungsinya drainase sehingga jika hujan turun jalan penuh dengan air dan sangat berbahaya bagi pengendara yang melintas.

"Ini tidak bisa dibiarkan, kalau Pemkab Cianjur peduli terhadap iklim wisata. Apalagi Cipanas selama ini dikenal sebagai lumbung Pendapatan Asli Daerah (PAD), tentu hal yang sangat wajar jika mendapatkan perhatian lebih terutama mengenai pembangunan infrastruktur," katanya.

Kendati demikian pihaknya mengakui ada pembangunan infrastruktur jalan meski tidak menyeluruh. Justru dengan kondisi seperti itu memunculkan prasangka yang kurang baik. Perbaikan jalan sebatas sebagai kegiatan rutin.

"Ibarat seperti Pantura saja, jalan rusak diperbaiki lagi, rusak lagi diperbaiki lagi. Seharusnya selain memperbaiki juga harus dilakukan perbaikan lainya seperti saluran drainasenya. Kalau drainasenya tidak dibangun dan hanya jalannya saja, akan selamanya. Kita harapkan Pemkab Cianjur memperhatikan itu," katanya.

Secara terpisah Sekretaris Forum Pengusaha dan Masyarakat Kawasan Wisata Cipanas Edi Ruswandi (47) mengatakan, perhatian Pemkab Cianjur terhadap pembangunan infrastruktur jalan di kaqasan wisata Cipanas sampai saat ini masih sangat minim. Kalau ada pembangunan, hal itu dirasakan tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan dari kawasan wisata Cipanas.

"Kawasan Cipanas (Pacet-Cipanas-Sularesmi) itu penyumpang PAD terbesar buat Kabupaten Cianjur. Setengahnya lebih memberikan kontribusi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Tapi perhatiannya dari Pemkab Cianjur masih sangat minim. Banyak infrastruktur jalan yang dibiarkan rusak," kata Edi saat dihubungi terpisah.

Pihaknya mengaku bersama sejumlah pengusaha pernah mendatangi gedung DPRD Cianjur untuk menyampaikan aspirasi para pengusaha dan masyarakat terkait rusaknya jalan beberapa waktu silam. Hanya saja aspirasi tersebut sampai saat ini belum terealisasi dengan baik.

"Semestinya kalau Pemkab Cianjur peduli dengan kawasan wisata Cipanas harus memberikan perhatian lebih dan itu sangat wajar. Jangan hanya mengeruk PADnya, tapi timbal baliknya minim. Majunya investasi pariwisata itu tidak bisa dilepaskan dengan baiknya infrastruktur jalan," katanya.

Pihaknya berharap, Pemkab Cianjur bisa lebih peka lagi dengan kondisi yang terjadi saat ini di Cipanas. "Masyarakat dikawasan Cipanas sampai saat ini masih cukup sabar. Jangan sampai membuat masyarakat marah dan menempuh caranya sendiri," paparnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Ketua KPU Kabupaten Cianjur, U Awaludin, tidak membantah, terkait dengan adanya warga Kabupaten Cianjur yang belum terdata didalam DPT. Pihaknya mengakui telah melakukan validasi DPT sebanyak enam kali sehingga persoalan pemilih ganda bisa terselesaikan. Hasilnya sebanyak 1.640.272 setelah berulang kali dilakukan validasi data DPT Kabupaten Cianjur ditetapkan.

"Kalau bicara DPT saat ini itu sudah fiks setelah ditetapkan. Khusus bagi warga yang belum terdaftar didalam DPT nantinya akan masuk ke daftar pemilih khusus (DPK). Sedangkan pendaftarannya dilakukan sebelum H-14 pelaksanaan pemilu," kata Awaludin,  Minggu (16/2/2014).

Untuk theknisnya, kata Awal, warga yang memiliki hak pilih langsung mendaftarkan diri dengan mendatangi Panitia Pemungutan Suara (PPS). Nanti PPS akan mengecek nama warga tersebut di DPT untuk menghindari data ganda. Setelah itu PPS akan melaporkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk disampaikan ke KPU kota/kabupaten.

"Setelah data itu kami terima selanjutnya akan dilaporkan ke KPU provinsi. Karena DPK sendiri akan ditetapkan KPU provinsi. Tapi jika ternyata masih ada warga yang tak masuk ke dalam DPK, warga bisa langsung datang ke TPS di wilayahnya masing-masing dengan membawa KTP. Intinya warga jangan kecewa karena pada prinsipnya KPU sudah membuka ruang selebar-selebarnya agar warga yang memiliki hak pilih bisa menggunakan haknya pada 9 April 2014 nanti," jelas Awaludin [KC-02]***.
CIANJUR, [KC}.- Meski jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tapi masih banyak warga yang memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 belum terdaftar sebagi pemilih. Hal itu membuat kecewa warga yang memiliki hak pilih.

Divisi Pengawas dan Monitoring Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Cianjur, Kohar Effendi, mengatakan, sampai saat ini KPU telah melakukan validasi terhadap daftar pemilih hingga enam kali. Namun faktanya masih ada saja warga yang tidak masuk dalam daftar pemilih.

"Hasil dari investasi yang kami lakukan masih ada sekitar lima sampai enam pemilik suara dari setiap Tempat Pemungutan Suara yang belum masuk DPT. Sementara jumlah TPS di Cianjur ini mencapai 4 ribuan, tinggal mengalikan saja, berapa jumlah pemilih yang tidak terdaftar," kata Kohar Efendi saat ditemuai di Kantor KPU Cianjur, Minggu (16/2/2014).

Dikatakan Kohar, kondisi ini harus menjadi perhatian penyelenggara pemilu, tapi bukan hanya jumlah warga yang belum terdaftar sebagai DPT , tapi hal lainya juga harus dilakukan adalah bagaimana mencegah kekecewaan warga terhadap hasil pendataan pemilih.

"Ini menjadi salah satu bukti bahwa pendataan berbasis pantarlih (panitia pendaftaran pemilih) ternyata tidak bisa menjadi alat validitas. Karena ketika sudah melakukan pendataan secara maksimal, tapi hasil data di KPU ternyata masih belum akurat. Ini yang jadi miris bahwa pada pemilu 2014, banyak warga terluka akibat dilukai oleh sistem," kata Kohar.

Pihaknya juga tidak menampik jika kekecewaan itu akan mempengaruhi kepada warga lainya untuk tidak menyalurkan hak suaranya pada pemilu 9 April 2014 mendatang. "Yang tadinya hanya satu hingga dua orang, melihat kondisi seperti ini mereka kecewa dan jumlah kian bertambah lantaran tertanam persepsi kurang baik terhadap penyelenggara pemilu yang ada. Ini juga sudah menjadi isu  publik," tegasnya [KC-02]***.
CIANJUR, [KC].- Sebagai salah satu upaya melestarikan keberadaan ayam pelung asli dari Kabupaten Cianjur, Palace Hotel menggelar Kontes Ayam Pelung Cipanas Cup yang dilaksanakan di Palace Hotel Jalan Raya Cipanas, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kab. Cianjur, Minggu (16/2/2014). Kontes ayam pelung tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang datang dari Garut, Tasikmalaya, hingga Yagyakarta.

Ketua Pelaksana Kontes Ayam Pelung Cipanas Cup, Pheno, mengatakan, kontes ayam pelung tersebut diharapkan dapat memajukan sektor pariwisata di Cipanas. "Kontes ayam pelung ini kita harapkan dapat meningkatkan nilai ekonomis yang tinggi, dengan memperkenalkan kualitas ayam pelung ini. Selain itu bisa memberi efek ganda terhadap aneka produk lainnya, seperti kerajinan kandang ayam, serta kreativitas lainnya," kata Pheno, Minggu (16/2/2014).

Dikatakannya, kontes suara dari ayam pelung tersebut, juga merupakan upaya pelestarian terhadap keanekaragaman hayati. Terlebih ayam pelung ini merupakan aset Kabupaten Cianjur, yang sudah mendunia. "Kita sangat mendukung upaya pelestarian ayam pelung, makanya kita gelar kegiatan ini. Kita harapkan dapat meningkatkan promo wisata budaya khas daerah Cianjur," tegasnya.

Secara terpisah Wakil Bupati Cianjur Suranto mengaku, sangat mendukung sekali dengan kontes ayam pelung yang dilaksanakan Palace Hotel. Selain menjadi ajang memperkenalkan lebih luas potensi ayam pelung, kontes tersebut juga bisa menjadi ajang silaturahmi antara penggemar serta peternak ayam pelung.

"Kami harapkan kontes seperti ini bisa  berkelanjutan, jangan sampai disini saja. Ayam pelung ini merupakan budaya khas Cianjur. Saya sangat mengapresiasi langkah yang sudah baik dikemas Palace Hotel ini. Ini banyak manfaatnya, tidak hanya sebagai upaya pelestarian tapi juga sebagai upaya menarik kunjungan wisata," kata Wabub yang menyempatkan hadir pada kontes ayam pelung tersebut [KC-02]***.

CIANJUR.[KC],- Dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dan milad Paguyuban Paduli Cianjur (PPC) yang ke 2 yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2014, PPC menggelar pengajian dan diskusi  yang dilaksanakan di Sekretariat Paguyuban Paduli Cianjur, Kompleks BLK Residence, Minggu (16/02), menghadirkan mubaligh serba bisa Ustadz Ahmad Suhendar, S.PdI.

Sekretaris panitia, Yanto, kepada kabarcianjur.com mengatakan peringatan maulid nabi yang dilaksanakan di kantornya merupakan salah satu program PPC dalam rangka meningkatkan aktualisasi di bidang keagamaan, sehingga nilai keagamaan juga tertanam dalam diri para member PPC dan momentum maulid  ini mengingatkan kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam syiar Islam di muka bumi dengan menanamkan nilai luhur kepada seluruh umatnya.

Sementara itu, pembina Paguyuban Paduli Cianjur, Kankan Abdurahmah dalam sambutannya mengajak seluruh anggota Paguyuban Paduli Cianjur selalu cinta kepada Rasul dan mengikuti sifat sifatnya. "Ini sudah merupakan agenda rutin yang kita laksanakan setiap hari besar islam,untuk mengingat dan menambah wawasan kegamaan " ujarnya.

Mubaligh serba bisa, Ustadz Ahmad Suhendar dalam tausiyahnya menekankan tentang pentingnya kita mengikuti apa yang sudah diajarkan Rosululloh SAW, ' Pemimpin saat ini harus kembali belajar dan lebih mengenal Rosululloh, karena sesungguhnya telah ada  pada diri Rosulullah SAW syuri tauladan yang baik bagimu, ungkap Ahmad.

Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Paguyuban Paduli Cianjur juga menyelenggarakan Diskusi dengan tema "Edukasi politik untuk masyarakat demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, bersih, dan terbuka " yang dilaksanakan setelah maulid selesai dilaksanakan, hadir dalam diskusi tersebut calon legislatif dari berbagai partai politik dan anggota PPC.

Dalam diskusi yang dipimpin pengurus PPC, Asep Toha,  menghasilkan beberapa komitmen dan kesepakatan dalam diskusi tersebut,  "PPC akan membantu pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu legislatif dengan memberikan edukasi politik kepada pelajar, mahasiswa, dan kelompok masyarakat lainnya, selain itu PPC  juga akan merekomendasikan dan mengenalkan  beberapa calon legislatif yang sudah konsisten dan komitmen untuk memajukan cianjur kepada seluruh masyarakat cianjur, secara masif dan komprehensif dan menggunakan berbagai Multimedia" ujar Asep. [KC.01]***