April 2020
CIANJUR,[KC],- Pabrik Garment PT Eastern Modern Apparel (EMA) yang berlokasi di Kecamatan Haurwangi terbakar hebat hingga api terlihat membumbung tinggi, Kamis (30/4).

Informasi sementara yang dapat dihimpun, titik api belum diketahui dari mana awalnya. Terlihat kobaran api sudah besar membumbung tinggi.

“Diduga berasal dari korsleting listrik. Hingga kini kobaran api masih sulit dijinakan,” kata E Rahmat Safari (47), salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Haurwangi.

Sementara itu Informasi yang diperoleh dari Operator Pengendali Pemadam Kebakaran Cianjur, Ade Rosian, pihaknya mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 18.45 WIB.

“Kami turunkan lima unit kendaraan pemadam kebakaran yang berasal dari tiga pos, yakni Ciranjang, Cianjur dan Cikalongkulon,” katanya di lokasi kejadian.

Saat ini jelas Ade, sebanyak 20 petugas damkar dikerahkan untuk memadamkan api yang melahap sejumlah bangunan pabrik.

“Banyak bahan yang mudah terbakar dari karet, ditambah bangunan yang rapuh. Jadi kami harus berhati-hati,” tandasnya seraya mengatakan belum ada laporan soal korban

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api [KC. 10]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman meminta pada Bulog untuk memastikan kembali beras bantuan yang disalurkan untuk penanganan Covid-19 layak untuk dikonsumsi.  Hal itu disampaikan Haji Herman saat bertemu Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Rahmatullah di Pendopo, Rabu (29/4).

Permintaan tersebut telah ditanggapi oleh Bulog dengan mengadakan mesin seed cleaner, sehingga beras akan dibersihkan kembali terlebih dahulu, sebelum dikemas kembali dan disalurkan.

Rahmatullah menjelaskan,  Bulog bersama Dinsos tengah melakukan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur sebanyak 100 ton untuk penanganan dampak Covid-19.

" Pak Bupati ingin ini tersalurkan tanpa kendala dan Zero complain, karena itu kita sudah mengadakan mesin seed cleaner, yg untuk membersihkan biji-bijian," ungkap Rahmatullah. Dengan mesin tersebut diharapkan debu maupun bau karung yang menempel pada beras akan hilang.

Rahmatullah menjelaskan bahwasannya beras yang disalurkan adalah beras berkualitas medium, namun telah tersimpan sekitar 3 bulan di Gudang.
"Jadi wajar kalau ada bau karung, tapi kalau dicuci 2-3 kali juga hilang," terangnya.
Rahmat menjamin beras tersebut layak konsumsi, karena Bulog pun telah melakukan uji tanak.

Mengenai adanya keluhan yang mencuat dari beberapa kecamatan kemarin, Rahmat mengaku telah dengan menggantinya.

Kini Dengan mesin seed cleaner yang baru, Bulog berharap arahan Plt Bupati agar beras bisa tersalurkan dengan baik dan Zero complain, bisa terlaksana. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman mengajak masyarakat dan kalangan pengusaha untuk ikut berpartisipasi dalam program Berbagi Hidangan Saum, yang kini tengah dijalankan Pemkab Cianjur.

" Ayo ikut partisipasi, karena ini memang saya buat untuk siapa saja boleh menyumbang, kalau bisa dalam bentuk bahan makanan saja," ujar Haji Herman saat menerima sumbangan masker dari pengusaha di Pendopo, Selasa (28/4).

Seperti diketahui, Pemkab Cianjur telah membuat membuat dapur umum di 32 kecamatan, yang lokasi dan distribusinya bergiliran ke desa-desa. Tiap kecamatan sedikitnya membuat 300 bungkus nasi dan lauk pauk untuk dibagikan pada warga yang tidak mampu.

Selain itu Pemkab bersama forkopimda juga membuat dapur umum di tingkat kabupaten yang sumber dananya tidak dari APBD, tapi dari hasil sumbangan ada dari ASN maupun dari masyarakat umum.

Ajakan Plt Bupati, disambut baik oleh kalangan pengusaha Cianjur. Uun Setiawan seorang pengusaha Cianjur, mengatakan siap ikut serta membantu dengan menyumbangkan daging ayam potong untuk Dapur Umum. " Sesuai rencana tadi, kami akan menyumbangkan bahan makanan berupa daging ayam potong, rencananya untuk hari kamis besok", ungkap Uun.


Selain berencana ikut berpartisipasi dalam dapur umum, Uun juga menyerahkan bantuan berupa masker sebanyak 8.000 pcs, dari Century Garmen dan kedepan juga tengah mengumpulkan bantuan berupa APD untuk tenaga medis.

Bagi kalangan pengusaha, dampak Covid-19 ini dirasakan sangat berat. Karena itu mereka berharap masyarakat bisa disiplin ikuti imbauan pemerintah agar krisis ini bisa segera berakhir, dan dunia usaha bisa kembali berjalan normal.[KC.08]**


Plt Bupati Cianjur bersama Tagana Memasak Untuk
Korban Terdampak Covid 19
CIANJUR,[KC],-  Dinas Sosial Cianjur Melalui Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Cianjur selama Bulan Ramdhan membuka dapur umum sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak virus Corona atau Covid-19 . Setiap harinya, dapur umum tersebut mampu menyediakan sebanyak 1000  nasi kotak untuk diberikan kepada warga terdampak covid 19.

“Dapur umum ini kami dirikan atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Cianjur dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Cianjur, untuk membantu warga yang terdampak Covid 19” ujar Ketua Tagana Kab. Cianjur, Dani Darohmat Kamis (26/04).

Dani menambahkan , terdapat 12 relawan Tagana yang bertugas secara bergantian di dapur umum ini. Mulai dari pukul 13.00 siang hingga selesai.  “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita dan semoga pandemi Corona bisa segera berakhir,” tukasnya

Sementara itu Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, selama Ramadan pemerintah setempat menyiapkan 300 nasi bungkus untuk satu kecamatan agar diberikan kepada warga, Nasi bungkus gratis ini diantarkan ke rumah warga oleh pihak desa setempat.

"Hari ini kita siapkan 1.000 nasi bungkus oleh Forkopimda, sementara untuk 300 bungkus dibuat oleh kecamatan. Jadi hari ini total 1.300 bungkus," kata Herman Suherman di Cianjur

Herman menuturkan, pembuatan nasi bungkus gratis ini akan dibuat setiap kecamatan dengan cara bergilir, sampai satu bulan penuh selama Ramadan.

"Digilir setiap kecamatan, kita prioritaskan untuk warga terdampak," ucapnya.

Herman mengatakan, saat ini Pemerintah Cianjur hanya menyediakan nasi gratis untuk buka puasa. Rencananya, nasi bungkus gratis ini akan dibagikan pihak desa setempat kepada warga.

Nantinya, kata dia, ada beberapa relawan dari pihak desa seperti “Kang Jabur” atau sering dikenal tukang jaga lembur, relawan tanggap bencana (retana), Tagana dan pihak RT/RW akan membagikan kepada warga yang diprioritaskan terlebih dahulu.

“Satu kecamatan 300 bungkus, itu dibagikan untuk buka puasa, untuk sahur kita akan evaluasi dulu," ujarnya.

Herman menambahkan, jika ada warga Cianjur yang ingin membagikan rezeki, bisa mendonasikan kepada masing-masing kecamatan atau langsung ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Cianjur di lingkungan Pendopo Cianjur.

Nantinya bantuan tersebut akan dikumpulkan dan dibagikan kepada warga yang berhak menerima. “Kalau bisa bantuannya jangan bentuk uang, tapi bentuk makanan saja biar kita sama-sama salurkan kepada masyarakat,“ kata Herman. [KC.08/Iman Sulaiman]**


CIANJUR,[KC],- Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Cianjur, dalam waktu sepekan ke depan segera menyalurkan paket bantuan berupa cairan dan alat pembersih yang disebar ke musholla-musholla di wilayah Kabupaten Cianjur.

Satuan Tugas covid-19 BKPRMI Cianjur ini, bergerak cepat  mendistribusikan paket cairan dan alat pembersih bantuan dari DPP BKPRMI Pusat.

"Kami menyalurkan dan mengumpulkan donasi untuk bantuan ini," kata Ketua DPD BKPRMI Kabupaten Cianjur H. Adi Karyadi kepada jurnalis kabarcianjur.com, Sabtu (25/4/2020) di ruang rapat DKM masjid agung Cianjur.

Adi menegaskan, dibentuknya Satgas di tingkat DPD ini, selain mendistribusikan bantuan juga untuk  menghimpun bantuan atau pun donasi pihak ketiga.

Pembentukan Satgas tingkat DPD merujuk pada Instruksi DPP BKPRMI tanggal 10 April 2020 yang dibentuk Satgas di tingkat DPW dan DPD se Indonesia tanggal 22 April 2020.

"Untuk tingkat DPD Cianjur, kami terpusat di Sekretariat DKM Masjid Agung Cianjur," jelas Adi Karyadi yang didampingi Kasatgas Covid-19 BKPRMI Cianjur Iyus.

Adapun paket bantuan sudah disebar ke beberapa masjid di wilayah Kecamatan Cianjur atau wilayah utara.

"Sudah kami sebar sebagian ke beberapa musholla, insyaalloh kita sebar juga ke musholla-musholla di wilayah Cianjur selatan," pungkasnya. [KC.08/Iman Sulaiman]**
Oleh. Hasan Munadi
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
SEMARAK  bulan suci romadhon tahun ini tentunya di rasakan sangat berbeda oleh ummat muslim se dunia, momen yang sangat berbeda dari seperti biasanya.

Bulan romadhon tahun ini 1441 H bertepatan dengan kondisi pandemic covid-19 yang sedang melanda muka bumi, romadhon tahun ini akan sangat berbeda dengan romadhon tahun tahun sebelumnya yang akan dirasakan oleh ummat muslim.

Tentunya bulan suci Romadhon sangat di idam idamkan kedatangannya setiap tahun oleh ummat muslim se dunia karena di bulan ini berbagai macam keunggulan/keutamaan dalam beribadah di lipat gandakan oleh Alloh Swt.

Ummat muslim pun tentunya meyakini bahwa kondisi saat ini bagian daripada ketentuan alloh yang telah ditetapkan, wabah corona kian hari kian mewabah, berbagai macam program penanganan pun sedang gencar diterapkan oleh pemerintah. Termasuk berefek pada pelaksanaan berbagai macam program romadhon yang mungkin selalu ummat muslim laksanakan secara berjamaah setiap tahunnya, mulai dari pelaksanaan sholat sunnah tarowih, tadarus berjamaah dan kegiatan kegiatan keagamaan lainnya sampai tiba waktunya pada hari lebaran terus ramai dengan berbagai bentuk program dalam mensyiarkan juga mengimplementasikan berbagai macam syariat yang telah ditentukan.

Akan tetapi tidak untuk tahun ini, semua kegiatan yang mungkin telah menjadi kebiasaan ketika datangnya bulan suci romadhon harus di batasi secara berjamaah, ini semua dilakukan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencegah terus bertambahnya kasus dari virus corona.

Akan tetapi semua  ini tidak akan menjadi halangan bagi muslim yang betul betul meyakini bahwa Alloh hadir dalam setiap kondisi meskipun tanpa pelaksanaan secara berjamaah, justru dengan kondisi seperti ini setiap muslim seharusnya dapat lebih memaknai dan mengambil ibroh dari fenomena seperti ini, tidak patut kita pun untuk tidak mentaati aturan pemerintah yang mengintruksikan bahwa beribadah cukup dilaksanakan di rumah juga telah menjadi kesepakatan berbagai macam kalangan ulama untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini.

Ummat muslim akan lebih menyadari bahwa keberadaan beribadah puasa di  bulan suci romadhon ini betul betul ibadah yang tidak dapat terlihat oleh sesama manusia akan tetapi yang mengetahui ia shaum atau tidaknya hanyalah Alloh semata, dan kondisi darurat saat ini akan menjadi ajang pembuktian muslim dalam rangka mengabdikan diri hanya kepada Alloh semata.

Sebagaimana yang telah kita ketahui Bersama bahwa puasa di bulan romadhon ini memerangi hawa nafsu, maka kita pun saat ini sedang memerangi ganasnya virus corona yang membahayakan kehidupan sesama manusia, maka daripada itu marilah kita sama sama saling menjaga dan mudah mudahan romadhon tahun ini kita tetap mendapatkan manisnya beribadah sehingga memberikan kita makna yang sungguh luar biasa dan tetap mendapatkan keberkahan, rohmat dan ampunan dari alloh swt juga di jauhkan kelak dari api neraka yang sangat pedih dengan di tetapkannya kita sebagai orang yang bertakwa kepada Alloh Swt sebagaimana yang telah Alloh Swt janjikan dalam firmannya Q.S. AL-Baqoroh Ayat 183, tentunya dengan kita mengoptimalkan beribadah cukup di rumah saja sampai waktunya pemerintah mengumumkan bahwa sudah aman dari ancaman virus corona.

Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci romadhon untuk seluruh muslim di dunia, semoga Alloh Swt Cepat mencabut virus corona dari muka bumi sehingga kehidupan manusia kembali seperti sedia kala. Aamiin.

Oleh Tuti S. Susilawati

Jangan pergi
Meski kakimu ingin melangkah
sekedar mengusir sunyi
Jangan pergi
Bukan karena takut mati
Tapi karena wabah gila mengancam negeri
Jangan pergi
Tinggal saja di rumah dan bermandi matahari

Jangan pergi
sebab corona di mana-mana
Tak kasat mata
Jangan pergi
Meski jarakmu kau jaga dan fisikmu kau pelihara
Musuh ini tak pandang siapa-siapa

Dia menerkam siapa saja
Hancurkan seluruh benteng tubuhmu
hingga nafas tersengal
Jangan pergi
Dia akan datang dari semua arah
dan menelikung sangat marah
menyerang dan menerjang
tak kau sadari

Jangan pergi
Tinggal saja di rumah meski sendiri
dan sepi memagut diri
Tak ingin kubaca namamu dalam deretan korban
Jangan biarkan kau terkapar dan mati
tanpa arti
Jangan pergi, jangan pergi
( 2 Ramadan pada subuh yang sunyi)
Erwin, Ketua DPW RSI Jawa Barat sedang
menyerahkan bantuan untuk masyarakat  terdampak covid-19
CIANJUR,[KC],- Ratusan warga di sejumlah kampung di Desa Tenjo Ayu, Desa Pangkalan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mendapat bantuan paket sembilan bahan pokok (sembako) dari Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Jawa Barat, Kamis (23/4) yang diselenggarakan serentak se Indonesia.

Paket yang diberikan Rumah SandiUno Indonesia (RSI) Jawa Barat ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap penanganan  dampak penyebaran wabah virus Covid-19.

“Paket sembako ini untuk meringankan beban ekonomi korban terdampak pandemi Covid-19 dan warga tidak mampu yang berada di sekitar Kecamatan Cicurug,” kata Ketua DPW RSI Jawa Barat Erwin yang juga merupakan Wakil Ketua II STH Pasundan Sukabumi.

“Program bagi-bagi sembako ini merupakan bentuk aksi nyata RSI dalam situasi pandemi Covid-19,” kata Erwin.

Paket sembako ini terdiri dari beras, gula, minyak goreng, kecap, dan  garam. Selain pembagian paket sembako, RSI juga membagikan masker medis kepada warga. “Masker tersebut diharapkan dapat dipergunakan warga untuk beraktivitas, agar penyebaran virus corona tidak makin meluas,” harapnya. 

Program ini mengangkat tema Care, Share, and Love. Menurut Erwin, seluruh komponen didorong untuk mensukseskan kegiatan kemanusian ini, bahkan RSI menggerakkan jajaran pengurus dan anggota DPW RSI dari setiap provinsi.

Penyerahan bantuan ini secara simbolik ini disaksikan langsung Sandiaga Uno melalui live streaming di FB Sandiaga Uno. “Saat ini kita terpanggil untuk bahu membahu menanggulangi Covid-19 dan RSI diharapkan menjadi tulang punggung dalam perjuangan ini,” kata Sandi.

“Kami harap kegiatan kemanusiaan seperti ini dapat ditiru  banyak pihak, terutama untuk saling membantu terhadap sesama. Wabah seperti ini, seharusnya membangkitkan rasa gotong-royong dan toleransi kita," katanya.

Efek Covid-19, kata Sandi, tidak hanya menyerang sisi kesehatan. Namun, juga sisi ekonomi. Seperti terganggunya pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk itu, kehadiran RSI diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam situasi wabah Covid-19 ini.

“Jangan sampai ada tetangga atau saudara kita yang memiliki kesulitan, namun kita tidak tahu. Kita harus membantu dan memberikan jalan ke luar. Ini harus kita sentuh," katanya

Dalam situasi seperti saat ini, terang Sandi, publik dan seluruh masyarakat sudah harus bahu-membahu dalam menghadapi wabah ini. Dan, singkirkan dulu, apakah di bagian pemerintah atau bukan. "Dengan begitu, kita bisa cepat mengatasi pandemi Covid-19,” katanya. [KC. 08/Iman  sulaiman]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur, H.Herman Suherman mengimbau masyarakat Cianjur terutama ASN untuk menyalurkan Zakat, Infaq dan Sodaqoh nya lewat Baznas Cianjur.Hal itu disampaikan H.Herman saat penyerahan  simbolis bantuan dari Baznas di Pendopo, Rabu (22/4).

Kata Ketua Baznas Cianjur, H. Yosep Umar, mengatakan, bantuan yang disalurkan Baznas Cianjur jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat Cianjur yang membutuhkan bantuan jumlahnya belum berimbang. " Dengan kata lain, tidak ada apa-apanya," katanya.

Meski demikian, Herman mengapresiasi langkah Baznas Cianjur yang dinilai peka dalam mengalokasikan dana Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS) sesuai kondisi masyarakat.

Dengan adanya bantuan dari masyarakat melalui Baznas, sedikitnya mampu menambah bantuan sosial untuk masyarakat yang tidak terbantu oleh bantuan pemerintah.

Karena kondisi masyarakat saat ini banyak yang terdampak ekonomi akibat wabah Covid-19. Baznaz Cianjur mengalokasikan dana sebesar 800 juta yang disalurkan dalam bentuk, 7.000 paket sembako, 4.000 sabun cuci tangan, 1.000 hand sanitizer, 1.500 masker, dan 20 unit wastafel.Diluar itu, masih ada kursi roda, gerobak, modal usaha, dan 2.500 sajadah kecil.

H. Yosep Umar mengatakan "Berkat dukungan dari Pemkab Cianjur kami bisa bekerja sama dalam memberikan bantuan ini, dan yang paling penting adalah kami bisa langsung hadir untuk masyarakat dan membantu masyarakat yang membutuhkan”. [KC.08]**



CIANJUR,[KC],- Puluhan rumah di Komplek Belka Residen RT 01 RW 15 Desa Limbangansari Cianjur terendam banjir. Banjir terjadi lantaran debit air hujan yang sangat deras sejak subuh pagi tadi sehingga air meluap ke rumah warga.

Video dari warga ini memperlihatkan puluhan rumah warga yang berada di Komplek perumahan Belka residence,Cianjur ini terendam banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.

Intensitas hujan tinggi yang terjadi mempengruhi meluapnya Sungai dan memasuki perumahan warga dengan ketinggian air kurang lebih setengah meter.

”Ya banjir pak, ini sudah sering terjadi jika hujan deras turun. kami harap ada solusi untuk mengatasi masalah banjir ini,” kata Reni, warga setempat.

Sementara itu, ditempat yang lain di Cianjur banjir merusak beberapa jembatan, rumah dan aliran sungai, belum ada laporan resmi dari Instansi terkait. [KC.06]**

CIANJUR,[KC],- Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Cianjur menyelenggarakan bhakti sosial penyemprotan disinfektan dalam rangka pencegahan penyebaran virus covid 19 di Desa Muaracikadu Kecamatan Sindangbarang, Senin (20/4).

Ketua Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Cianjur Dani Darohmat mengatakan bhakti sosial ini dilaksanakan  menyasar seluruh masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang budaya hidup sehat dan menjaga kebersihan guna mengantisipasi COVID-19 dibantu langsung oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Sindangbarang dan Ormas.

" Sesuai intruksi dari Kementerian Sosial bahwa TAGANA harus menjadi bagian dalam pencegahan penyebaran Covid 19, maka dari itu kami berinisiatif untuk melakukan baktisosial penyemprotan disinfektan dan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid 19." ucap Dani.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Cianjur terus melakukan sosialisasi untuk menjaga kebersihan dan menerapkan budaya hidup sehat mulai di tingkat RT dan kelurahan terkait merebaknya kasus COVID-19 di Indonesia.

"Pada saat tersebut kami juga membagikan selebaran terkait kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan tata cara yang baik dalam memakai masker atau penutup wajah dan mencuci tangan," kata Dani saat mendampingi tim melakukan penyemprotan disinfektan di Jalan Cianjur Selatan.



Menurutnya, langkah yang dilakukan adalah mengikuti kebijakan dan arahan kebersihan masing-masing dalam mensosialisasikan kebiasaan hidup sehat dan menjaga kebersihan untuk menanggulangi merebaknya COVID-19.

"Sosialisasi ini juga diharapkan agar masyarakat  bisa hidup bersih dan sehat. Agar terhindar dari COVID-19 ini. Hal ini juga sebagai langkah memberi pemahaman pada masyarakat mengenai apa itu COVID-19 dan cara penanggulangannya, agar tak sampai terjadi kecemasan dan kesimpangsiuran masyarakat," katanya.

Dani juga menambahkan saat ini Tagana Cianjur baru bisa melaksanakan di satu Kecamatan itupun anggaran kegiatan dari organisasi kami, namun sebagian anggota kami di masing-masing Desa dan Kecamatan juga sudah berpartisipasi menjadi operator penyemprotan disinfektan serta menjaga perbataan untuk operasi Pencegahan Covid 19 bekerjasama dengan  Forum Komunikasi Pimpinan kecamatan dan Desa serta lembaga lain.

" Saya berharap  kedepan  kami bisa melaksanakan kegiatan seperti ini di kecamatan yang lain dengan cakupan wilayah yang semakin luas dan banyak khususnya wilayahnya Cianjur Selatan dan Utara" Ucap Dani [KC.03]**
H. Herman sedang melakukan Video Conference
Dengan Camat Se- Cianjur
CIANJUR,[KC],- Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman mengatakan, bulan Ramadan nanti Pemkab Cianjur akan membuat dapur umum di tiap kecamatan. Hal itu disampaikan Herman dalam rapat bersama Forkopimda di Pendopo, Senin (20/4).

Tiap dapur umum, nantinya minimal akan membuat 300 bungkus nasi berikut lauk untuk dibagikan ke desa desa di wilayahnya, secara bergantian. " Jadi hari ini di desa ini, besok ke desa lain. Mungkin awalnya bisa dimulai di pusat kecamatan dulu," ujar Herman.

Herman menegaskan bahwa program tersebut diharapkan menjadi stimulus atau trigger bagi masyarakat yang ingin ikut berbagi. " Jadi yang kita siapkan minimal 300 bungkus, bisa ditambah oleh donatur-donatur lokal yang ingin ikut berbagi," tegasnya.  Program ini sejalan dengan Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu yang digagas Pemprov Jabar.

Pemkab akan mengirimkan beras, dan dana untuk belanja ke tiap kecamatan. Hal itu dimaksudkan agar tiap kecamatan bisa membelanjakan bahan pangan potensi lokal.
 "Kita tidak mengirim bahan, kecuali beras. Ini agar tiap kecamatan bisa memanfaatkan potensi lokal. Jika disana penghasil ikan ya silakan beli ikan," imbuhnya


Selain di kecamatan, akan ada juga dapur umum dari Forkopimda. "Khusus yang Forkopimda, hari pertama kita mulai dengan 1000 bungkus. Selanjutnya kita akan keliling ke beberapa kecamatan yang wilayahnya luas," ujarnya.

Sumber dana untuk dapur umum Forkopimda, juga tidak diambil dari APBD, melainkan dari sumbangan ASN di beberapa dinas. " Banyak yang terketuk hatinya, karena itu nanti yang di kecamatan pun bisa ajak masyarakat untuk ikut menyumbang," ujar Herman.

Pasca rapat Forkopimda, Herman kemudian menyampaikan programnya pada para Camat melalui Video Conference, sambil berkoordinasi seputar langkah penanganan Covid-19 dan bantuan-bantuan baik dari pusat, provinsi, dana desa maupun dari Pemkab. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Wakil Ketua DPRD Cianjur, M. Abdul Azis Sefudin atau biasa disapa Kang Azis melakukan penyemprotan disinfektan, dan sosialisasi pencegahan covid-19 dengan membagikan sabun dan stiker edukasi pada masyarakat di Desa Sukamanah, Cijedil, dan Mangunjaya, Sabtu (18/4).

Dengan kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat bisa lebih tenang dalam menyambut bulan Ramadan. " Ya saya harap sih selain mencegah penyebaran Covid, secara psikologis masyarakat bisa lebih tenang jelang Ramadan," ungkap Azis.

Kegiatan tersebut telah dilakukan Azis bersama kader Partai Nasdem, selama sepekan. " Di Kecamatan Cugenang sudah seminggu ini kita jalan, Insya Allah juga masih akan berlanjut," ucapnya.

Azis juga berpesan pada Kepala Desa untuk terus memantau warganya. Karena menjelang awal puasa ada tradisi pulang kampung dari warga Cianjur yang tinggal di perantauan. " Sampaikan ke warganya, minta keluarganya yg di perantauan untuk tidak usah mudik dulu. Amati juga kalau sudah ada yg mudik minta untuk isolasi diri secara mandiri," pungkasnya. [KC.08]**

CIANJUR,[KC],- Empat orang meninggal dunia dalam Kecelakan maut yang melibatkan truk tronton dengan truk lost bak, terjadi di Jalan Raya Cianjur-Sukabumi Kampung Gombong , Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, sekitar pukul 03.45WIB, Sabtu(18/4).

Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adhipratama menuturkan, kejadian ini bermula saat kendaraan truk tronton box Nissan dengan nomor polisi B-9457-YN yang dikemudikan IS melaju dari arah Sukabumi menuju ke arah Cianjur. Ketika menempuh jalan lurus menurun diduga rem tidak berfungsi dan kemudian berbelok ke arah kanan menabrak kendaraan truk Hino kolbak dengan nomor polisi F-9761-FD yang dikemudikan AY dari arah beralwanan.

"Kendaraan Truck Hino Lost Bak terdorong ke belakang terjadi menabrak pagar rumah, dua orang yang berada dibahu jalan sebelah kanan. Mereka adalah P dan R," ujar Ricky

Pasca kejadian tersebut, dua pengemudi kendaraan langsung meninggal dunia di tempat kejadian peristiwa. Satu orang lainnya yang ada di bahu jalansempar dilarikan ke rumah sakit. Sayang nyawa yang bersangkutan tidak tertolong.

"Dua kendaran hancur dan juga ada empat unit rumah yang rusak karena ikut tertabrak," ujar Ricky.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut Ricky, tabrakan ini kemungkinan karena kendaraan truk tronton box nissan remnya tidak berfungsi secara baik. Selain itu, pengemudi kendaraan tidak bisa menguasai laju kendaraan.

Untuk kontur jalan, tempat kejadian berada di lintas jalan nasional dengan lebar jalan 6,5 meter dan bahu jalan 2 meter. Di sekitar jalanan memang penerangannya kurang dan jalannya lurus menurun.

"Tapi kondisi cuaca pada saat kejadian cerah," paparnya.

Ricky menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut. Namun untuk sementara, diduga kecelakaan diakibatkan truk tronton yang mengalami remblong.

"Dugaan sementara seperti itu (rem truk tronton tidak berfungsi dengan baik atau remblong)," paparnya. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Jabar Bergerak, organisasi lintas profesi yang diketuai Attalia Ridwan Kamil, hari ini Kamis (16/4) menyerahkan bantuan berupa 5 Unit Wastafel atau tempat cuci tangan untuk warga Cianjur.

Bantuan diterima langsung oleh Plt. Bupati Cianjur yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Cianjur, H. Herman Suherman.  Tempat cuci tangan ini rencananya akan dipasang di Pasar Induk, Pasar Cipanas, dan Pasar Ciranjang, Pasar Warung Kondang, dan Pasar Cibeber  " Nanti Kepala Pasar yang harus tanggung jawab mengisi air dan sabun cair nya," ujar Herman.

Kemarin Kordinator Wilayah 1, Jabar Bergerak, Nonong Wanarni mengatakan sumbangan hanya 3 unit. " Jatahnya memang lima sebenarnya,  saya kemarin sampaikan tiga unit karena barangnya belum siap. Ternyata hari ini selesai, ya kami kirim semua" ujar Nonong.

Selain wastafel Jabar Bergerak juga ada bantuan sembako, " Tidak banyak jumlahnya, tapi kami harap ini jadi stimulus, " imbuh Nonong. Nonong juga menekankan bahwa ini berbeda dengan bantuan Provinsi, ini dari organisasi Jabar Bergerak. [KC.08]***
Penulis : Abdussalam, Mahasiswa UIN SGD Bandung
CIANJUR,[KC],- Saudara semuanya seagama dan setanah air Republik Indonesia, hari ini kita ketahui bersama bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja khususnya bumi Indonesia. Kita tahu bahwa virus yang sedang mewabah menguji kita semua untuk tetap selalu bersabar, ta’at dan takwa kepada Allah swt. Karena tidak ada yang patut kita sembah dan meminta pertolonga kecuali kepada-Nya. Mungkin sebagian manusia hari ini sedang merasakan kesusahan di tengan pandemik virus yang bukan hanya menghentikan aktivitas manusia dari kerumunan masa, tetapi juga dapat menghentikan aktivitas manusia selama-lamanya (mematikan).

Menghadapi virus ini bukan untuk di takuti sehingga menjadi panik, namun kita harus tetap waspada mengisolasi diri dan tetap tenang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Ikuti himbauan pemerintah yang selalu menjaga kesehatan sesuai anjuran WHO dan hindari kerumunan masa untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Tentunya kita semua pasti sudah merasa jenuh dengan kondisi yang sangat menyulitkan semua aktivitas, semua komunikasi mulai shifting melalui daring dari mulai para akademisi sampai praktisi menyelesaikan semua tanggung jawabnya dengan ruang dan waktu yang terbatas.

Namun, keterbatasan ini bukan menjadi alasan untuk tetap menebar kebermanfaatan, dengan kita diharuskan stay at home maka bukan berarti mengahbiskan waktu yang tidak produktif, karena banyak hal yang dapat dilakukan meskipun dirumah saja. Wabah ini memang cukup menyulitkan dan menyempitkan ekosistem kehidupan, tapi tetaplah menjadi insan yang selalu berfikir posistif tanpa harus menyalahkan pihak manapun.

Sebagai sorang muslim tentunya disaat mengahadapi musibah seperti ini, hal yang harus kita lakukan yaitu tetap dengan menjaga Iman dan Imun. Kuatkan iman kita dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, dan doakan semoga wabah virus ini cepat berlalu agar kemudian memberikan kemudahan untuk kita semua melaksanakan aktivitas seperti sedia kala, kemudian mejaga imun supaya ketahanan tubuh kuat dan kondisi Kesehatan tetap terjaga dengan baik. Banyak sekali hikmah yang dapat kita pelajari dari kondisi seperti ini, seperti halnya para pekerja yang menginginkan untuk shalat dhuha namun terhalang dengan pekerjaan dan hari ini dapat melaksanakannya dengan tenang dan khusu. Kemudian para akademisi yang semula belum secara keseluruhan mengenal media komunikasi, sehingga hari ini di tuntut untuk mempelajari dan melakukan kegiatan belajar mengajar dengan media daring.

Sunggu semuanya ini bukan hal yang kebetulan karena ini meriupakan bagian dari ekosistem kehidupan yang sudah menjadi skenario-Nya, kita cukup mengikuti alurnya dengan penuh ketaatan juga ketakwaan. Karena insan yang baik adalah yang selalu menjaga kualitas dirinya dari hari kehari juga memberikan kebermanfaatan untuk orang banyak. [KC.08]***
CIANJUR[KC],- Petani sayuran di Kecapatan Pacet mengoptimalkan pemasaran secara online, ini dilakukan untuk menyiasati pembatasan ditengah pandemi virus corona (Covid-19) yang terus merebak membuat pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan, termasuk pembatasan dalam kegiatan perdagangan.

Sistem tersebut sudah siap dan beberapa petani atau pedagang sudah menerapkan sejak lama. Sejumlah petani sayur-mayur di Pacet pun sudah tidak memasok ke kota lain seperti biasanya karena dampak Covid-19, demikian disampaikan Camat Pacet, Yudi Suhartoyo.

“Karena terjadi pembatasan di sejumlah wilayah, terutama yang zona merah Covid-19, seperti Jakarta, dan Bogor maka permintaan pasokan pun menurun. Untuk menyiasati penyaluran itu, mereka (Petani) memanfaatkan sistem daring,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (15/4)

Yudi menjelaskan, Pacet merupakan salah satu penghasil sayur-mayur andalan di Cianjur. Berkuranganya permintaan dari sejumlah kota tetangga, membuat pendapatan petani dan pedagang sayur menurun.

“Sistem daring tersebut berlaku untuk skala lokal yang terjangkau di Cianjur. Nanti pesanan akan diantarkan, sistem delivery order. Dikirim ke wilayah-wilayah yang dekat, kota, dan sekitarnya,” terangnya.

Nantinya, lanjut Yudi, calon pembeli bisa menghubungi kontak yang tersedia dari sub terminal agribisnis. Pesanan yang masuk satu hari sebelumnya, kemudian akan diantarkan ke alamat pembeli dengan sistem pembayaran transfer maupun bayar di tempat.

Selain memasok untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, Yudi menyebutkan, hasil tani di kawasan Pacet juga disalurkan kepada warga terdampak Covid-19. Menurutnya hal itu sudah didukung langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Cianjur dalam pelaksanaannya.

“Jadi, nanti data penerima dan sebagainya akan diperoleh dari Dinsos. Lalu kami akan mempersiapkan kebutuhan apa saja untuk mereka yang membutuhkan,” katanya.

Salah satu petani dan pedagang sayur-mayur, Asep (30) mengaku, adanya sistem daring yang diterapkan pihak terkait membantu petani sangat banyak. Pasalnya, setelah sebulan lebih kondisi pasar tidak menentu akibat pandemi corona, pendapatan para petani pun menurun.

“Karena pemasaran terhambat, jadi sulit menyalurkan hasil tani. Beruntung, stasiun terminal agribisnis yang memberikan pelayanan daring bisa menjadi salah satu sarana berjualan hasil tani. Dengan begitu, hasil tani bisa tetap disalurkan sehingga petani atau pedagang pun tidak kebingungan untuk memasarkan produknya,” ungkap Asep.

Bagi anda yang akan memesan sayuran daru para petani  dapat menghubungi  nomor whatssapp  085601070900, pengiriman dilaksanakan setiap hari selasa dan jumat dengan minimal pembelanjaan seratus ribu rupiah sayuran siap diantar sampai rumah khusus warga Cianjur Kota***

CIANJUR,-[KC],- Ditengah kewaspadaan terhadap Covid-19, baru-baru ini kita dikejutkan dengan adanya bencana longsor di Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Cianjur,. Meski tidak menelan korban jiwa, bencana yang diberitakan terjadi Kamis (9/4) pukul 16.00 WIB ini menimbulkan kerugian yang tidak kecil karena merusak infrastruktur sehingga jalan tidak bisa dilewati.

Mencermati kejadian tersebut, Ir. Beny Harjadi., M.Si., pakar longsor dari Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) tidak heran. Beny menyatakan bahwa tipe longsor yang terjadi adalah tipe longsor rotasi, tipe yang sering terjadi di Jawa Barat. Menurutnya tipe ini membahayakan karena material bisa loncat ke tepi jalan, seperti halnya di Cianjur, material menumpuk di jalan sepanjang 50 m dan lebar 40 m.

"Longsor di Cianjur tidak bisa terhindari. Jenis tanahnya adalah ordo ultisols yang dicirikan dengan warna merah menyala. Selain itu, tanah ini, umumnya ada di Jawa Barat dan mempunyai tektur utama liat tinggi SIC, silty clay atau liat berdebu yaitu debunya licin dan liatnya terasa lengket. Tanah ultisols yang memiliki horizon argilik atau pengendapan liat di sub soil sangat berpotensi longsor," kata Beny saat diwawancarai.

"Kondisi tersebut diperparah dengan kemiringan lereng yang curam akibat pemotongan tegak atau vertikal pada tebing di jalan. Adanya regulit lebih dari 3 meter dan juga adanya retakan di atas mahkota longsor tanah," lanjut Beny.

Beny menyatakan ciri tersebut merupakan faktor mayor yang formulasinya telah ditemukan oleh Peneliti Balitek DAS. Faktor mayor tersebut adalah tekstur tanah liat yang tinggi, kemiringan lereng lebih dari 45%, regulitnya lebih dalam 3 meter dan adanya sesar atau retakan. Apabila ada pemicu seperti curah hujan yang tinggi atau gempa bumi, maka longsor tidak akan terhindari.

"Kejadian di Cianjur, faktor pemicunya adalah curah hujan yang tinggi atau lebih dari 200 mm selama 3 hari. Selain itu, beban tanahnya juga tinggi yang dicirikan dengan adanya tanaman kayu-kayuan di atasnya. Tanah ultisols memegang air yang banyak, drainase yang lambat dan beban tanah yang berat, serta gerakan tanah makin cepat karena gravitasi tinggi akibat kelerengan yang curam," jelas Beny.

Untuk menghindari longsor seperti kasus Cianjur tersebut, Beny merekomendasikan, sebaiknya tidak dilakukan pemotongan tegak lereng di tepi jalan. Sedangkan pencegahannya dapat dilakukan dengan membuat bronjong kawat dan batu sehingga airnya bisa lolos, sedangkan material tanahnya tertahan di batu.

"Tanah ultisols, tanah merah yang berpotensi longsor, karena liatnya tinggi menyebabkan agregasinya sangat kuat, permeabilitasinya dan drainasenya lambat, sehingga perlu diadakan pemasangan sulingan untuk mempercepat drainase dan mengalirkan air sehingga beban tanah tidak berat," pungkas Beny. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Jabar Bergerak, sebuah organisasi sosial lintas profesi  di wilayah Jawa Barat, yang diketuai Atalia Ridwan Kamil, Rabu pagi (15/4) beraudiensi dengan Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman.

" Intinya kami mengkonsolidasikan pembentukan pengurus Jabar Bergerak Cianjur, karena kami ada kegiatan dan bantuan sosial namun di Cianjur belum ada pengurusnya. Alhamdulillah tadi Bu Hajah Anita Herman sendiri yang akan menjadi Ketua untuk wilayah Cianjur, " ungkap Dr. Nonong Winarni, Kordinator Wilayah 1, Jabar Bergerak, yang meliputi wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Nonong menjelaskan, untuk Cianjur, Jabar Bergerak ada bantuan berupa tempat cuci tangan dan paket sembako. " Tadi sudah bicara dengan Pak Bupati, rencananya wastafel akan di pasang di Pasar Jebrod, Pasar Ramayana, dan Pasar Ciranjang," ujar Nonong. Sementara untuk bantuan paket sembako akan dibicarakan lebih lanjut dengan pengurus yang akan terbentuk nanti.

" Iya kalau nanti sudah ada pengurusnya kan kami tidak kesulitan lagi untuk distribusikan bantuan  untuk wilayah Cianjur," Imbuh Nonong.

Meski kegiatan saat ini lebih banyak untuk antisipasi dampak Covid-19, Jabar Bergerak sebenarnya bergerak juga di bidang Pendidikan, Agama, Pakuya (Pariwisata, Kuliner dan Budaya), Kesehatan dan Lingkungan Hidup.

" Karena yang urgent, saat ini dampak Covid-19, kami fokus disitu dulu," pungkas Nonong.[KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Belum lama ini  Jakarta tengah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ironisnya ratusan warga Jakarta hendak masuk Cianjur untuk berwisata dan mencari restoran, Minggu (13/4).  Bukan hanya wisatawan Jakarta, ada juga wisatawan Timur Tengah (Timteng) yang berusaha masuk ke Cianjur.

Ratusan kendaraan berpelat luar Cianjur didominasi plat B ramai masuk dari arah Bogor ke Cianjur, namun pelaksanaan pembatasan dan pemeriksaan oleh tim gabungan gugus tugas COVID-19 sekitar pukul 13.00 WIB-15.00 WIB, membuat antrean panjang kendaraan dari luar kota terjadi. Mereka mengantre untuk diperiksa petugas dan selanjutnya diinstruksikan untuk kembali ke Jakarta.

Salah seorang warga Jakarta, mengaku datang ke Cianjur untuk wisata ke Kebun Raya Cibodas dan Vila Kota Bunga. Padahal sejak bulan lalu, setiap destinasi wisata di Cianjur sudah tutup dengan merebaknya wabah Corona. "Mau ke Cibodas pak, wisata," ungkap salah seorang pria yang membawa keluarganya dari Jakarta.

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan pihaknya menyayangkan banyaknya warga Jakarta yang malah masuk ke Cianjur untuk berwisata di tengah wabah Corona, pihaknya mengaku sudah menginstruksikan tim untuk memperketat pemeriksaan di perbatasan, terutama via jalur Puncak.

"Kendaraan luar kota tidak boleh masuk, apalagi hanya sekadar berwisata. Kami akan perketat lagi, supaya Cianjur tetap menjadi zona hijau dan penyebaran COVID-19 bisa diminimalisir. Kami harap warga luar kota bisa mengerti dan tetap menjalankan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, apalagi yang di zona merah dan yang sudah menerapkan PSBB," tegasnya. [KC.10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Plt. Bupati Cianjur, H.Herman Suherman menyatakan siap membantu PMI Cianjur dalam memenuhi kebutuhan stok darah. Salah satu cara yang akan diambil adalah dengan membuat surat imbauan untuk OPD agar melakukan donor darah.

" Selain itu, saya sarankan juga kalau memungkinkan PMI jemput bola, hampiri pendonor ke rumah-rumah. Bisa buka pendaftaran lalu sambangi. Kalau perlu bantuan nanti bisa kami bantu," ujar Herman.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cianjur dr. H. Sany Sanjaya menjelaskan, dampak Covid-19 ini sangat berpengaruh pada kemampuan PMI untuk mengumpulkan darah dari pendonor.

"Di tengah pandemi ini, kami merasakan pendonor makin sulit. Mungkin juga ada rasa takut untuk datang mendonorkan darahnya, hingga stoknya mengkhawatirkan," ujarnya.

Menurut dr. Sany, dalam sehari, untuk Cianjur dibutuhkan 50-60 kantong darah perhari. Sementara saat ini PMI Cianjur hanya mampu mengumpulkan 10% saja.  "Jadi ketika rumah sakit, atau klinik bersalin membutuhkan, kami sulit menyediakannya, " imbuhnya.

Karena itu Haji Herman juga memohon pada masyarakat Cianjur untuk bersama-sama berjuang, memberikan arti pada kemanusiaan dengan mendonorkan darahnya.

Dr Sany menambahkan, dalam melakukan pengambilan donor darah, PMI juga telah menerapkan standar protokol kesehatan penanganan Covid-19. " Jadi tidak usah takut, kami lakukan sesuai prosedur protokol kesehatan yang aman, " ujarnya.

Terkait pendonor pun, PMI juga akan memeriksa dan menanyakan riwayat perjalanannya terlebih dahulu. Karena mereka yang teringeksi Covid-19, ada yang tanpa gejala. " Jika punya riwayat perjalanan dalam waktu tertentu dari zona merah, terpaksa kami tolak," pungkasnya. [KC.08]**
Penulis : Muhamad Zein Aka
Entrepreneur
AWAL tahun 2020 seluruh dunia terguncang oleh suatu penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus. Virus itu bernama corona atau Covid-19. Menurut ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam suatu pertemuan di Jenewa seperti di kutip AFP, Selasa (11/02/2020), “Covid-19” merupakan singkatan dari ‘Co’ yang artinya ‘Corona’, ‘Vi’ yaitu ‘Virus’ dan “d” untuk ‘disease’ artinya penyakit, sedangkan “19” adalah tahun penemuannya di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember 2019.

Menurut beberapa referensi virus corona atau Covid-19 menyerang sistem pernafasan manusia. Mungkin kita pun masih ingat pada kerabat virus ini beberapa tahun lalu sebagai penyebab SARS dan MERS yang dinyatakan berasal dari hewan, lalu menular ke manusia.

Selain itu dampak virus corona atau Covid-19 ini sangat besar dalam kehidupan sosial bermasyarakat, di antaranya yaitu timbul rasa kecurigaan dan hilangnya kepercayaan terhadap orang orang yang ada di lingkungan ataupun seputaran kita maupun orang yang mungkin baru kita kenal.
Sbagai contoh pada saat kita belanja baik di warung klontongan ataupun di warung yang memiliki brand image pasti akan mencari tahu apakah bersih atau tidak

Virus corona atau Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia dan terutama adalah Sukabumi sebagaimana terlihat dalam kehidupan sehari hari baik di kalangan atas ataupun menengah ke bawah seperti pengusaha property,  super market baik pedagang kelontong maupun para penjual di pasar lainnya. Mereka merasakan menurunnya daya beli masyarakat karena ketidaknyamanan serta ada aturan dari pemerintah seperti Mini Market dan super market diberlakukan aturan waktu buka tutupnya untuk meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19.

Lalu sejak diberlakukannya peraturan dilarang ada perkumpulan seperti di masjid pada shalat berjamaah hanya beberapa orang yang hadir, sehingga masjid tampak sepi. Situasi inilah menimbuylkan kegelisahanapakah semua larangan yang telah di tetapkan semuanya bermanfaat karena di satu sisi sebagai umat islam, apabila masjid tidak ada orang yang shalat berjamaah, tidak adanya pengajian, tidak terdengar dzikir, maka tanpa sadar kita itu telah meninggalkan bekal menuju akhirat. Bukankah dengan adanya musibah, ujian, teguran kita seharusnya makin memenuhi masjid untuk berdzikir, berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT ?

Kegiatan yang dilaksanakan di masjid tentu bagi warga yang merasa dirinya sehat dan untuk pencegahan corona virus atau Covid-19 ini perlu kesadaran dan kekompakan masyarakat serta bila perlu memasang alat pengukur suhu tubuh ketika akan memasuki masjid.

Akhirnya, kita pasti akan kembali kepada Allah SWT, Sang Pencipta. Jika waktu itu telah tiba maka tak seorang pun mampu mencegahnya. Namun, sebagai manusia kita pun harus berusaha untuk terhindar dari penularan corona virus atau Covid-19 dengan menerapkan kehidupan sehari-haru sesuai dengan anjuran pemerintah membatasi kehidupan sosial, jika tidak terlalu penting hindari kerumunan masa dan selalu menggunakan masker dalam bepergian baik yang sehat maupun yang sedang sakit, juga selalu membiasakan cuci tangan yang baik selama 20 detik dan memanfaatkan sebaik-baiknya.
CIANJUR,[KC],- Hujan deras yang melanda Kabupaten Cianjur selama bebeberapa hari ini membuat tanah bebukitan di kawasan Sukanagara longsor dan menimbun akses jalan propinsi serta hampir menimbun pengendara motor, beruntung pengendara motor selamat.

Dalam rekaman Video berdurasi 2 menit 34 detik terlihat pada saat tanah mulai longsor ada satu pengendara motor yang lewat dan tertimbun tanah, beruntung pengendara motor loncat dan mengamankan dirinya, sekalipun motor miliknya harus tertimbun.

Koordinator Tagana kecamatan Sukanagara, M Rusli yang berada dilokasi kejadian mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 16:30 WIB tadi. Menurutnya saat ini banyak pengendara roda dua maupun roda empat yang terjebak di lokasi tersebut, belum diketahui ada korban jiwa atau tidak, matrial longsoran belum dibersihkan karena dikhawatirkan masih ada longsoran susulan. [KC.03]**


Dok Foto : Polsek Cugenang
CIANJUR,[KC],- Diberitakan sebelumnya, banjir bandang kembali terjadi di aliran Sungai Cianjur dan menghanyutkan 3 orang warga  di kawasan Galudra Kecamatan Cugenang Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 1 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal di areal pesawahan di kampung kuta cugenang, dan 2 lainnya hanyut terbawa arus.

Identitas Korban yang sudah ditemukan atas nama Ny Cua,(52) Warga Kampung Hargem RT. 03/02 Desa Galudra ecamatan Cugenang, sementara 2 masih hilang atas nama Dahlan,(46), dan Ny. Oom (50) ketiganya adalah petani dan warga Kampung haregem RT. 03/02 Desa Galudra Kecamatan Cugenang.

Kejadian itu berawal saat tujuh orang petani yang hendak pulang usai bertani menyebrang Sungai Cianjur. Saat mereka berada di tengah sungai, tiba-tiba arus air sungai meluap. Empat orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara tiga orang lainnya hanyut terseret arus sungai.

Kapolsek Cugenang, AKP L. Woro Wuryani,mengatakan ketiga korban terseret arus sungai di Kampung Sungai Okih Desa Galudra terjadi saat akan menyeberang sungai dan tiba tiba datang arus besar dan akhirnya terbawa arus.

" Ketiganya terseret ketika akan menyeberang sungai di kampung sungai okih desa galudra" katanya.

Pukul 14.00 Satu orang korban an. Ny. CUA ditemukan di sawah pinggir sungai Cianjur di kp. Kuta Desa Sarampad Kec. Cugenang dan 2 orang lagi masih dalam pencarian oleh pihak Polsek Cugenang, warga Desa Galudra, Tagana, Relawan dan BPBD di sepanjang sungai Cianjur.

Sementara korban yg ditemukan an. CUA langsung dibawa kerumahnya oleh keluarganya untuk diurus dan segera dimakamkan. [KC.03]**
CIANJUR[KC],- Banjir bandang kembali terjadi di aliran Sungai Cianjur dan menghanyutkan 3 orang warga  di kawasan Galudra Kecamatan Cugenang Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 1 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal di areal pesawahan di kampung kuta cugenang, dan 2 lainnya hanyut terbawa arus.

Pantauan kabarcianjur saat ini Tim BPBD Cianjur bersama relawan dan masyarakat sekitar sedang dalam pencarian korban, melalui pemantauan karena arus sungai masih besar.

Hingga berita ini diturunkan belum ada data korban dan kronologis kejadian. [KC. 03]**
CIANJUR,[KC],- Korban hanyut terbawa arus saat menyeberang sungai di Desa Gasol Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur akhirnya ditemukan tim  SAR Bandung bersama Masyarakat di Nusa Dua Jangari Cianjur.

“Setelah melakukan upaya pencarian selama dua hari, tim berhasil menemukan jasad korban. Ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB ” ujar Rudi, Kepala seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Kamis (9/4).

Rudi mengungkapkan, jasad korban ditemukan sejauh 35 kilometer dari titik awal korban hanyut.
 “Korban yang yang merupakan warga Desa Benjot Kecamatan Cugenang, jasad nya ditemukan sejauh 35 kilometer dari titik awal hanyut,” ucapnya.

“Sekarang jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga,” tuturnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Irfan Sopyan, mengatakan, dalam upaya pencarian korban, tim dibagi dalam empat kelompok. Namun arus sungai yang deras cukup menyulitkan petugas dalam pencarian.

“Ditambah hujan deras selama beberapa jam setiap harinya. Petugas jadi kesulitan karena arus sungai deras. Tapi alhamdulillah sudah berhasil ditemukan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pasangan suami istri  hanyut terseret arus sungai saat tengah menyebrang di dekat sentral pembangkit listrik Kampung Gintung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Selasa (7/4/2020).

Ae (45) berhasil selamat setelah tubuhnya tersangkut batang bambu yang melintang. Sementara suaminya, Budi (46) hilang terbawa arus banjir bandang sungai cianjur. [KC. 10/Net]**

CIANJUR,[KC],- Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman telah melantik secara bertahap Kepala Desa terpilih di pendopo Cianjur mulai Rabu (8/4).

Pelantikan dilakukan bertahap per 10 Kades untuk menjaga jarak fisik (Physical Distancing) di dalam ruangan.

Pelantikan rencananya dilakukan dalam 3 hari, Rabu, Kamis dan dilanjutkan Senin. Sebelumnya sempat direncanakan pelantikan dilakukan secara virtual lewat Video Conference, namun batal dilakukan karena hanya beberapa desa yang nyatakan siap.

Dalam sambutannya saat melantik Kades dari wilayah Cikadu dan sebagian Tanggeng, Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman meminta para Kades untuk siap siaga menjaga wilayahnya dari penyebaran Covid-19.  Hal itu dijawab oleh para kades secara serentak "Siap".

Menurut Herman, Covid-19 berpotensi masuk ke Cianjur dari para pemudik, warga Cianjur yang pulang dari kota.  Para kades diminta segera bentuk gugus tugas tingkat desa, melibatkan RT/RW untuk mendata dan memantau para pemudik. " Kalau sehat tetap harus isolasi di rumah masing-masing 14 hari, jika ada yang sakit bisa koordinasi dengan Puskesmas" kata Herman.  Kades juga diminta siapkan rumah isolasi khusus di tiap desa, untuk pemudik yang sakit.

Selain itu, para Kades diminta sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat. Melakukan penyemproyan disinfektan ke fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti kantor desa, tempat ibadah, pesantren. Aktifkan sistem keamanan warga seperti Linmas, Poskamling, untuk mendeteksi warga pendatang yang masuk. Membuat sarana informasi warga semacam papan informasi yg bisa dipasangi leaflet edukasi untuk masyarakat. Aktifkan lumbung pangan warga seperti konsep parelek. Serta mengaktifkan WA Group untuk kemudahan komunikasi warga dan sekaligus sarana edukasi warga tentang Covid-19. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- SMK Islam Terpadu Nurul Huda, Kabupaten Cianjur, mengatur Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan Ujian secara online untuk menghindari berkumpulnya warga sekolah di sekolah atau social distancing. Ini menindaklanjuti surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat  tentang Pelaksanaan Masuk Kerja Bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMA, SMK dan SLB bahwa Sekolah dilaksanakan secara online.

Wakil Kepala  Bidang Kurikulum SMK IT Nurul Huda, Imam Misbah mengatakan, berdasarkan surat edaran itu, SMK IT Nurul Huda menggelar Sekolah online, guru tetap melaksanakan tugasnya bertatap muka dengan para siswa dengan menggunakan aplikasi Youtube Live dan Aplikasi Learning Management System (LMS) Untuk ujian dan penugasan seperti aplikasi  Goggle Classroom, Quipper School, dan Qualitiva.

"Yakni dengan pengaturan jadwal penyelesaian tugas, terutama pemahaman tentang bahaya Covid-19 dan cara pencegahannya sering kami putar menjadi iklan secara khusus sebelum dan sesudah pembelajaran tatap muka secara daring. Dalam hal ini siswa yang melaksanakan praktek kerja industri (parkerin) untuk sementara waktu juga diatrik dan belajar di rumah," katanya kepada Kabarcianjur.com, Rabu (8/4).

Ujian Sekolah rencananya dilaksanakan, Senin, 13 April secara online oleh siswa dengan menggunakan aplikasi di ponsel pintar. Jadwal pelaksanaan pembelajaran untuk kelas X dan XI dipadatkan dan menyesuaikan pada kalender pendidikan.

"Sekolah online ini diharapkan sebagai salah satu cara menghindari penyebaran Virus Corona /Covid-19, terutama untuk SMK IT Nurul Huda. Selanjutnya bisa memberikan kenyamanan kepada peserta dalam melaksanakan US dan membangun kepedulian orang tua siswa dalam membentuk kejujuran dan integritas siswa dalam pengerjaan US," lanjutnya.

Imam menambahkan  Untuk Uji Kompetesi Kelas XII akan dilaksanakan hingga kondisi berangsur normal atau sudah dinyatakan aman oleh Pemerintah, karena  Uji Kompetensi penting kita laksanakan untuk mengukur kompetensi peserta didik dan memberikan bukti keahlian berupa sertifikasi uji kompetensinya.[KC.03]**
CIANJUR,[KC],- Plt.Bupati Cianjur, H. Herman Suherman mengunjungi tempat pengungsian terdampak bencana longsor di Desa Karangnunggal, Cibeber, Selasa (7/4). Dalam kesempatan tersebut Herman juga menyerahkan secara simbolis bantuan dana sewa rumah untuk 25 Keluarga yang rumahnya rusak parah dan rusak sedang.

Hal itu dilakukan agar korban tidak lagi berada di pengungsian, mengingat selain bencana alam ada bencana non alam penyebaran virus Covid-19  yang juga harus diwaspadai.

" Pemerintah Kabupaten, akan membantu biaya kontrak rumah selama 1 tahun untuk 25 Keluarga, totalnya senilai Rp 150 juta," ujar Haji Herman.

Selain itu pemkab juga memberi bantuan sewa kendaraan angkut untuk pindah , selimut, peralatan pertanian, bahan makanan, pembalut wanita, makanan bayi, dan peralatan kebersihan.

Kepada perwakilan warga Haji Herman juga meminta maaf baru bisa berkunjung langsung, karena di saat yang sama Cianjur tengah menghadapi ancaman bencana yang tidak hanya melanda Indonesia tapi hampir seluruh dunia.

"Meski baru berkunjung langsung,  sebelum ini pun saya sudah perintahkan tim untuk langsung lakukan penanganan,  begitu juga dengan bantuan," imbuh Haji Herman.


Selain sumbangan dari pemerintah, Haji Herman juga mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu korban bencana di Karangnunggal, baik itu dari perorangan, komunitas, ataupun organisasi.

Herman berharap pada warga Karangnunggal, untuk bisa segera melakukan aktifitas yang produktif, agar bisa kembali mandiri, tidak lagi mengandalkan bantuan. [KC.08]**
Penulis : Hasan Munadi, Anggota Ikatan Pemuda
Tarbiyah Islamiyah  Prop. Jawa Barat
SEJAK virus corona (Covid-19) mulai masuk Indonesia pemerintah terus berikhtiar untuk menanganinya hingga lahirlah  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Terlepas dari perdebatan yang ada, pro kontra yang terjadi dengan lahirnya peraturan tersebut hingga sampai saat ini korban dari virus corona terus bertambah sebagaimana data yang dapat dilihat situasi virus corona per hari minggu tanggal 05 April 2020 dari situs resmi Pusat informasi Covid-19 Kemkominfo RI bahwa yang positif sudah di angka 2.273 orang, yang sembuh 164 orang dan yang meninggal sudah masuk pada angka 198 orang. 

Sampai saat ini para medis dan tenaga medis sedang berjibaku mengobati dan menangani yang terjangkit positif, yang sembuh agar dapat mengisolasi diri terlebih dahulu agar terus sehat, dan yang sehat agar dapat tetap di rumah dulu dengan menjaga prilaku hidup bersih dan sehat, juga menerapkan social distancing. 

Tantangan Pemuda
Dengan adanya serangan virus corona, pemuda yang notabene terlihat kuat segar bugar secara fisik karena masih usia muda, menghadapi tantangan untuk dapat keluar dari jeratan ganasnya kecepatan sebaran virus corona ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di kantor BNPB Jakarta Timur, Minggu (22/03/2020) yang mengatakan bahwa pemuda menjadi kelompok umur paling potensial sebagai penyebar virus corona atau covid-19. 

Alasannya, pemuda memiliki kondisi fisik dan imunitas yang cukup baik dan lebih tidak memperhatikan social distancing. Menurutnya, dengan fisik dan imunitas baik itu, pemuda bisa jadi pembawa virus dan menularkannya kepada keluarga atau orang lain yang rentan. Hal ini menjadi tantangan untuk kaum muda agar dapat meminimalisir sebaran virus corona disamping tantangan lainnya seperti ketakutan dan kemalasan yang ada pada diri pemuda. 


Peluang Pemuda 
Berbeda dengan orangtua (lanjut usia) yang tergolong ke dalam kelompok rentan terinfeksi corona, kendati pemuda yang di cap dapat menyebarkan virus corona dan tidak terlihat gejala ini harus tetap menjaga kesehatan dan berhati-hati, jaga tubuh agar tetap sehat, sementara yang sakit lakukan isolasi diri agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain dan segera berobat ke fasilitas kesehatan atau dokter. 

Dengan kondisi fisiknya yang masih kuat pemuda memiliki peluang dalam menghadapi fase sulit serangan virus ini, kaum muda dapat memanfaatkan tenaganya untuk dapat mengedukasi masyarakat terkait pencegahan virus ini, turun langsung kelapangan membantu orang yang terdampak dan kegiatan sosial lainnya tentunya dengan memperhatikan SOP dan PROTOKOL yang ada agar tetap menjaga keselamatan.  

Kemudian saat ini pemuda yang memiliki banyak waktu luang disamping melakukan social distancing atau dengan hastagnya #DirumahAja dapat melakukan berbagai macam aktifitas positif melalui media dalam jaringan (daring), kaum muda dapat menuangkan ide kreatifitasnya melalui pemanfaatan teknologi yang dapat diterapkan sebagai media pendukung (support) kepada para medis/tenaga medis, dapat juga pemanfaatan media sosial dalam hal positif lainnya agar dapat menetralisir ketakutan yang ada dengan edukasi penyemangat agar hidup sehat dan bersatu saling tolong menolong dalam kebaikan walaupun dengan posisi #dirumahaja sehingga membangun energi positif dan optimisme, ke depan peran pemuda akan sangat diperlukan dalam mengisi waktu sesudah menghadapi virus ini dengan ide ide dan gagasannya agar Indonesia dapat kembali bangkit setelah pulih dari ganasnya akibat virus corona.

Oleh: Hasan Munadi 
(Anggota Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyyah Provinsi Jawa Barat)


CIANJUR,[KC],- Tebing setinggi 300 meter di  Kampung Rawaleutik RT 03/RW 04, Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, menggerus tiga hektar sawah akibatnya sawah terancam fuso atau gagal panen.


Berdasarkan laporan Angota Tagana Pasirkuda, U Suprapto yang saat ini berada di Pos Pemantauan, hingga saat ini pukul 21.00  (6/4)  longsoran masih terjadi dan semakin meluas, suara bergemuruh batu yang berjatuhan masih terdengar keras.

Penyebab longsor diduga dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Turun hujan selama dua hari berturut-turut. [KC.03]**
CIANJUR,[KC],- Tebing setinggi 300 meter di  Kampung Rawaleutik RT 03/RW 04, Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda, Kabupaten Cianjur, menggerus tiga hektar sawah akibatnya sawah terancam fuso atau gagal panen, Senin (6/4).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Beruntung tak ada korban jiwa, karena jarak dengan pemukiman cukup jauh sekira 800 meter dari lokasi kejadian,” kata Irfan saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun akibat bencana itu, hektaran areal pesawahan yang siap panen terancam fuso karena terdampak. Irfan menyebut, hingga saat ini tanah masih bergerak dan material longsor terus berguguran dari atas tebing.

“Kondisi tebingnya sendiri cukup curam, tingginya sekitar 300 meter dan lebar 100 meter,” ujarnya.

Penyebab longsor diduga dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Turun hujan selama dua hari berturut-turut.

“Satu tim telah diterjunkan ke lokasi dan relawan tanggap bencana (Retana) setempat telah disiagakan untuk memantau perkembangan di lapangan,” kata Irfan [KC. 10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Pemerintah Kabupaten Cianjur menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk penanganan wabah Covid-19. Cianjur yang dikepung zona merah Corona mengharuskan melakukan pencegahan dan penanganan secara maksimal.

"Penyusunan Refocusing anggaran sudah dilakukan dan ditetapkan, total anggaran untuk penanganan wabah Corona ini sebesar Rp 100 miliar," ujar Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman saat Jumpa Pers di Pendopo Cianjur, Senin (6/4/2020).

Anggaran penanganan Covid-19 bersumber dari efisiensi anggaran sebesar Rp 64 miliar, dengan rincian anggaran perjalanan dinas dan rapat sebesar Rp 10,2 miliar, perjalanan dinas DPRD Cianjur sebesar Rp 2 miliar, proyek-proyek fisik senilai Rp 30,5 miliar, penggeseran pos kegiatan di Puskesmas dan rumah sakit sebesar Rp 21 miliar, serta anggaran program CNL sebesar Rp 300 juta.

Selain itu, ada juga pengalihan anggaran penyertaan modal untuk BJB sebesar Rp 5 miliar. Belanja bagi hasil pajak Rp 8,4 miliar. Belanja hibah dan bansos 4 miliar, dan ada pergeseran di hibah bansos 8,4 miliar, sehingga jumlahnya Rp 12,4 miliar.

"Selain itu ada juga dana kas sebesar Rp 10 miliar yang juga dialihkan untuk penanganan Covid-19.  Totalnya ditetapkan seluruhnya menjadi Rp 100 miliar," ujar Haji Herman menjelaskan.

Sebesar Rp 68 miliar dari Dana penanganan Covid-19 itu akan dialokasikan untuk penanganan kesehatan, mulai dari pengadaan sarana kesehatan, Alat Pelindung Diri (APD), masker, vitamin, rapid test dan lainnya.

"Itu meliputi juga insentif para tenaga kesehatan yang menangani Covid, tenaga penanganan relawan, pendampingan, pemulasaraan, dan kebutuhan lain," ucapnya.

Selain itu, anggaran yang tersisa akan digunakan untuk penyediaan cadangan pangan, pembelian gabah dari petani, dan kebutuhan bahan sembako lainnya.

Bahkan Pemkab Cianjur juga memberikan jaminan sosial dan penguatan usaha bagi pelaku UMKM serta usaha mikro yang terkena dampak dari merebaknya Corona.

"Intinya anggaran tersebut akan dialokasikan untuk berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pangan, sosial kesejahteraan, hingga penguatan ekonomi. Diharapkan dengan langkah pengalokasian anggaran untuk penanganan Corona ini bisa meminimalisir dampak wabah Covid-19. Cianjur juga diharapkan tetap menjadi zona hijau," pungkasnya. [KC.08]**
CIANJUR,[KC],- Pasien  yang dibawa pulang paksa keluarga RS Damais Jakarta ke Cianjur beberapa hari lalu dinyatakan Negatif Covid 19 setelah hasil swab test dari sampel pasien diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, sebelumnya pasien tersebut terindikasi positif berdasarkan rapid test RS Dharmais Jakarta.

 Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Cianjur, Yusman Faisal mengungkapkan bahwa timnya sudah mengambil hasil swab test pasien di RS Damais Jakarta  dan hasilnya dinyatakan Negatif.

" persentase hasil rapid test memang diangka 60-80 persen. Namun untuk memastikan positif atau tidaknya, tetap melalui tahapan berikutnya yakni swab test." Kata Yusman.

Yusman menambahkan, penyakit kronis  pasien kemungkinan menjadi penyebab rapid test menunjukkan indikasi positif Corona. Mengingat sama halnya dengan Corona, penyakit bawannya membuat sistem imun menurun sehingga tidak lolos dari hasil rapid test.

"Rapid test itu sekadar mengecek sistem imun, bukan langsung spesifik virusnya. Makanya belum bisa dipastikan yang rapid testnya positif, ketika swab test akan positif juga. Contohnya pasien ini, dari rapid test positif, ternyata berdasarkan swab test negatif," paparnya.

Menurutnya, pasien saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Sayang Cianjur. Jika sudah membaik, maka pasien tersebut bisa pulang ke rumah. "Kita lihat perkembangannya, kalau membaik boleh pulang. Karena hasilnya sudah diketahui negatif untuk Covid-19," tuturnya.

Keluarga pasien, lanjut Yusman, masih dipantau hingga beberapa hari ke depan. Mengingat meskipun setelah rapid test juga negatif, mereka baru pulang dari daerah yang masuk dalam zona merah.

"Kalau memang bagus bisa beraktivitas lagi, tapi tetap diwajibkan pakai masker," tuturnya.

"Selain itu kami juga ingatkan ke petugas medis lain di Cianjur agar tidak mencontoh, sebab seharusnya keluarga tidak memulangkan paksa pasien meskipun baru terindikasi positif berdasarkan rapid test. Lebih baik sabar menunggu swab test," pungkasnya. [KC. 10/Net]**
CIANJUR,[KC],- Komunitas Civic FD Owners atau komunitas pemilik sedan Civic wilayah Sukabumi - Cianjur, di awal Januari tahun  2020 menggelar silaturrahmi anggota yang berasal dari wilayah Sukabumi  dan Cianjur yang dipusatkan di sebuah cafe taman rekreasi Selabintana Sukabumi.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya untuk mempererat tali  silaturahmi antar anggota dan anggota keluarga Civic FD Owners.

Meski tak sempat dihadiri seluruh anggota karena terkendala berbagai kepentingan pribadi, namun kegiatan tersebut mendapat respon dan antusias peserta yang hadir.

Mereka berkumpul tak hanya menyalurkan hobi dan melepas penat dari kesibukan sehari-hari, ada banyak hal positif yang dilakukan komunitas ini,  mereka manfaatkan  untuk saling berbagi pengetahuan tentang safety riding, menjadi pelopor dalam berkendara hingga pembahasan agenda kerja tahun 2020.

Adapun di tahun 2020 ini  Civic FD Owners ada rencana menggelar event bergengsi, touring dalam rangka memeriahkan HUT Kota Sukabumi ke 106 bersama STH Pasundan Sukabumi. Namun kepastian penyelenggaraannya akan dijadwalkan pasca meredanya pandemi Covid 19. Hal tersebut ditegaskan Dewan Penasehat Muhammad Zein Aka.

"Insyaalloh,  kami akan menggelar touring lebih semarak lagi pada event HUT kota Sukabumi ke 106 dan Dies natalis ke 56 STH Pasundan Sukabumi pasca meredanya covid 19" Ujar Aka. [KC.04]**
CIANJUR,[KC],- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cianjur membagikan ribuan masker kepada sejumlah warga yang masih bekerja di luar rumah seperti pedagang kaki lima, tukang ojek dan tukang parkir.

Menurut Koordinator Tanggap Bencana DPC PKB Cianjur, Tedi Sopian, aksi pembagian ribuan masker telah dilakukan sejak Jumat (1/4/2020). Ia bersama kader PKB menyisir Jalan Prof Muh Yamin mencari warga yang masih melakukan aktifitas di tengah pandemi Corona.

"Pembagian masker tidak ada kaitannya dengan politik. Ini murni solidaritas kemanusiaan di tengah meningkatnya kasus Corona di Jawa Barat. Sebagai bentuk antisipasi agar covid 19 tidak terus menjalar kepada warga Cianjur," tuturnya, Minggu (5/4/2020).

Kata Tedi, saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan masker, kalaupun tersedia masker pasti toko menjual dengan harga lumayan tinggi, tak seperti hari-hari biasanya. Daripada masyarakat kesusahan mencari, DPC PKB Cianjur memiliki ide membagikan secara cuma-cuma masker untuk warga Cianjur.

"Corona adalah musuh bersama, maka kita bantu pemerintah untuk memberantas penyakit ini dengan gotong royong pula," ujarnya.

Selain melakukan pembagian masker di jalan, tutur Tedi, PKB Cianjur juga membagikan masker tersebut secara dor to dor dari rumah ke rumah supaya menghindari kerumunan warga di lapangan.

"Kami berharap semoga pembagian ini bisa menyadarkan warga agar bisa bersama mencegah penyebaran virus Covid 19," tandasnya. [KC.10/net]**
CIANJUR,[KC],- Gerakan Pemuda Membangun Cianjur atau Garda Manjur, kembali bergerak untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Cianjur. Garda Manjur membagikan 1000 masker,  dan sabun cuci tangan, untuk Ojek Online, Sopir Angkot dan tukang becak di beberapa titik di Cianjur, Sabtu (4/4).

" Ditengah seruan untuk di rumah saja, kami sadar masih banyak warga yang tidak bisa melakukannya karena harus mencari nafkah harian untuk keluarga. Kegiatan kami hari ini ditujukan untuk mereka, kami membagi alat perlindungan diri untuk meminimalisir resiko" ujar Rian Hadiansyah saat ditemui di seputaran bunderan Hypermart.

Kegiatan ini adalah aksi lanjutan dari Garda Manjur, yang sebelumnya telah tiga hari melakukan penyemprotan disinfektan ke gang-gang dan rumah warga.

Garda Manjur sendiri adalah kumpulan anak muda yang ingin mengambil peran serta dalam membangun Cianjur, dengan berbagai kegiatan positif. 

" Kami sebenarnya punya banyak rencana kegiatan sosial lain. Tapi saat ini karena ancaman penyebaran Covid-19 yang paling harus diantisipasi, sementara kami fokus disini dulu. Rencana kegiatan lain kami tunda semua" pungkas Rian. [KC.08].**