April 2012
FOTO : Performance Slank di Lapang Raider 300 Cianjur
KARANGTENGAH, (KabarCianjur).- Ribuan slanker padati lapang sepakbola Raider 300 di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur untuk menyaksikan penampilan grup band Slank kesayangan mereka. Sebelum slank naik panggung, slanker mania tersebut dihibur oleh lima grub band asal Cianjur hasil audisi yang dilakukan pihak Djarum. Tak ingin mengecewakan para slanker, kelima grup band yang secara bergiliran membawakan lagu hitnya tersebut terlihat sangat bersemangat. Didukung dengan sound sistem berkapasitas ribuan watt, penampilam kelima grup band asli Cianjur itu terlihat atraktif.
Selesai grup band lokal tampil, dilanjut dengan penampilan grup musik yang dikomandani Ki Ageng Ganjur. Beberapa syair relegi dilantunkan, membuat para slanker yang memadati lapang Raider 300 turut terbawa suasana. Selesai menampilkan syair religi, Ki Ageng Ganjur langsung memanggil personel Slank diantaranya Ivan, Ridho, Kaka, Bimbim dan Abdee.
Begitu naik panggung, para personel Slank tersebut mendapatkan sambutan hangat dari ribuan slanker yang memadati lapang Raider 300. Dua lagu dinyanyikan berturut turut oleh vokalis Slank Kaka yakni Kuil Cinta,dan Mars/Jurus Tandur. Dua lagu tersebut seakan bisa menghipnotis ribuan slanker. Sambil turut menyanyikan syairnya, tak hent-hentinya para slanker itu meneriaki idolanya.
Begitu jeda sejenak, Ki Ageng Ganjur yang juga didaulat sebagai MC, menyampaikan wejangannya dengan ciri khas yang dimiliki. Tidak membuang waktu, konser Slank dilanjutkan dengan membawakan beberapa lagu berturut turut diantaranya #1-SPK, gara gara kamu-tong k, Virus, I miss you, Balikin, Ku tak bisa, Terlalu manis, Orkes, Kamu harus pulang dan ditutup dengan sholawat.
Distrik Supervisor Djarum wilayah Cianjur, Hamdani (47) mengatakan, serangkaian kegiatan untuk menghadirkan grup band Slank dan Ki Ageng Ganjur jauh hari sudah dilakukan berbagai kegiatan. Setelah menggelar Dialog Budaya dilanjutkan dengan konser musik di halaman komplek Raider 300. Sebelum menampilkan grup band Slank, pertunjukan dilakukan dengan menampilkan hasil audisi slanker sebanyak lima grup band. "Audisi dilaksanakan sejak satu bulan lalu. Saat audisi dilakukan sekitar 200 grup band turut meramaikan dan akhirnya, terjaring lima grup. Setelah ini grup band itu nantinya akan kita ikutkan dalam setiap event," katanya.
Menurutnya penampilan slank kali ini berbeda dengan sebelumnya. Dalam penampilan kali ini Slank sengaja berkolaborasi dengan kelompok musik religi Ki Ageng Ganjur yang membuat beberapa aransemen ulang lagu lagu slank. Dengan hasil aransemen ini lagu lagu Slank terlihat semakin kental dengan nuansa etnik yang relegius.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan akan tersosialisasi pemahaman islam yang penuh ramah, damai dan menentramkan. Dengan event tersebut juga diharapkan bisa tercipta komunikasi yang baik dengan kaum muda, khususnya komunitas slanker. Sehingga terbentuk model dakwah yang lebih santun, humanis dan menarik.

"Inilah salah satu media dakwah yang coba dikemas dengan kolaborasi antara musik relegi dan aliran keras. Dengan demikian kegiatan ini akan bisa menjadi event syiar untuk mensosialisasikan nilai-nilai dan pemikiran," harapnya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Group Band Slank Saat mengnjungi Ponpes Al-Ittihad
KARANGTENGAH, (Kabar Cianjur).- Kunjungan grup band Slank ke Pondok Pesantren (Pontren) Al-Ittihad di Jalan Raya Bandung KM 03, Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (30/4) disambut oleh ribuan pelajar santri. Ribuan pelajar tersebut rela berpanas-panasan untuk menyambut kedatangan grup band papan atas itu yang akan menggelar Dialog Budaya Xtraligi, perjalanan spiritual Slank dan Ki Ageng Ganjur.
Begitu rombongan Slank tiba di komplek Pontren setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dari Bandung, ribuan pelajar langsung berhambur untuk berebut bersalaman. Beberapa petugas gabungan langsung membuat pagar betis namun tetap saja para slanker tersebut tetap berupaya untuk melihat idolanya dari dekat. Setelah istirahat sejenak para personel grup band Slank yang terdiri dari Bim Bim, Kaka, Ridho, Abdi dan Ivanka, itu menuju panggung untuk menggelar Dialog Budaya bersama Ki Ajeng Ganjur (Dr. Sastro).
Dialog Budaya tersebut diawali dengan tausyiyah yang disampaikan Ki Ageng Ganjur mantan orang terdekat K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dalam tausyiyahnya disampaikan tentang alasan Slank ke Pondok Pesantren (Pontren). "Kenapa Slank keliling ke pesantren, tidak lain ingin menunjukkan bahwa Pontren merupakan pusat kesenian, kebudayaan dan peradaban bukan teroris. Pontren lembaga yang melakukan pendidikan dengan melakukan pendekatan budaya," kata Ki Ageng Ganjur yang disambut applaus ribuan pelajar yang hadir.
Menurutnya, di Pontren diajarkan kemandirian, kerjakeras. Masa seperti itu disangka teroris. Pihaknya mengakui memang ada teroris di Pontren itu tapi teroris yang lain yakni terong yang diiris iris. "Ada empat cultur Pontren yang tidak bisa dilepaskan yakni tengah-tengah, seimbang, toleran (tasamuh), adil konsiten (iktidal). Makanya Slank datang ke pondok untuk mengemablikan citra pesantren," katanya.
Selain itu alasan Slank lainya datang ke Pontren ingin menjahit nusantara. "Kita ingin merah putih, kita ingin NKRI harga mati. Kita ingin Pancasila tetap menjadi dasar negara kita. Kami tidak ingin ada negara lain. Di negara ini ada dua rampok yakni rampok undang-undang dan koruptor. Itu yang menjadi misi kita dalam perjalanan ini ke pontren," tegasnya.
Sementara itu Kaka, vokalis Slank ketika berdialog dengan para pelajar menyampaikan bahwa Slank punya slogan perdamaian, cinta persatuan dan saling menghormati. "Ini kunci kita semoga bisa tertular ke yang lain. Kami datang keliling pontren ini tidak terlepas dari andil Ki Ageng Ganjur yang memprovokasi Djarum untuk membawa keliling Indonesia dan siang ini sampai ke Cianju. Ternyata berbeda selain silaturahmi, saya juga belajar ketemu sama para pelajar," kata Kaka.
Secara terpisah Distrik Supervisor Djarum wilayah Cianjur, Hamdani (47) mengatakan, serangkaian kegiatan untuk menghadirkan grup band Slank dan Ki Ageng Ganjur jauh hari sudah dilakukan berbagai kegiatan. Setelah menggelar Dialog Budaya akan dilanjutkan dengan konser musik di halaman komplek Raider 300. Sebelum menampilkan grup band Slank, pertunjukan akan dilakukan dengan menampilkan audisi slanker sebanyak lima grup band. "Audisi dilaksanakan sejak satu bulan lalu. Saat audisi dilakukan sekitar 200 grup band turut meramaikan dan akhirnya, terjaring lima grup. Setelah ini grup band itu nantinya akan kita ikutkan dalam setiap event," katanya.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan tersebut diharapkan akan tersosialisasi pemahaman islam yang penuh ramah, damai dan menentramkan. Dengan event tersebut juga diharapkan bisa tercipta komunikasi yang baik antara pesantren sebagai lembaga pendidikan agama dengan kaum muda, khususnya komunitas slanker. Sehingga terbentuk model dakwah yang lebih santun, humanis dan menarik.

"Dengan demikian kegiatan ini akan bisa menjadi event syiar pesantren untuk mensosialisasikan nilai-nilai dan pemikiran pesantren," harpanya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
PACET, (KabarCianjur).- Depira Apriliani (1) putri pasangan suami istri (Pasutri) Ucu Sumiati (27) dan Pardi Supardi (35) warga Kampung Neglasari RT 03/RW 07, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur hanya bisa tergolek lemah di ruangan perawatan Samolo II RSUD Cianjur. Balita yang saat ini hanya memiliki bobot 6,5 kg itu divonis menderita gizi buruk dan harus menjalani perawatan intensif.
Menurut penuturan Ucu Sumiati, anaknya itu saat dilahirkan satu tahun lalu melalui bantuan paraji (dukun beranak) memiliki berat badan 2,3 kg. Dalam perkembanganya, balita tersebut sering sakit-sakit. Faktor asupan gizi diduga menjadi salah satu penyebab. Penghasilan suaminya sebagai buruh tani sebesar Rp 20 ribu/hari dirasa tidak mencukupi kebutuhan keluarga yang memiliki lima anak hasil dari perkawinan dengan suaminya.
"Memang anak saya sejak kecil sering mengalami sakit-sakitan. Biasanya badanya panas dan susah untuk makan. Sudah beberapa kali dibawa ke bidan dan Puskesmas, tapi setelah sembuh dan tidak lama kemudian sakit lagi. Sampai akhirnya dari Puskesmas merujuk untuk ditangani di rumah sakit karena anak saya menderita gizi buruk," kata Ucu saat ditemui di RSUD Cianjur, Minggu (29/4).
Menurut Ucu, anaknya masuk ke RSUD Cianjur sejak Jum'at (21/8) lalu. Saat datang kerumah sakit berat badanya mencapai 5,2 kg. Selama menjalani perawatan, saat ini berat badanya sudah mengalami kenaikan menjadi 6,5 kg berat yang belum idial untuk balita seusianya. Balita tersebut belum diijinkan untuk rawat jalan sebelum berat badanya minimal harus mencapai 7-8 kg.
"Saya saat ini sebenarnya bingung, memang benar selama perawatan anak saya biayanya geratis, tapi saya yang menunggu butuh makan, darimana biayanya? Apalagi kalau suami ikut juga nunggu, makanya saya ingin cepet membawa anak saya pulang kerumah," kata ibu lima anak itu.
Secara terpisah Humas RSUD Cianjur, Dicky W mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait masalah gizi buruk karena tengah berada di Jogjakarta. "Maaf saya belum bisa memberikan statmen, karena masih ada kegiatan di Jogja, nanti saja kalau sudah balik ke Cianjur," katanya.
Ketua Komis IV DPRD Cianjur, Jimmy Perkasa Has mengatakan, pihak pemerintah khususnya Dinas Kesehatan harus cepat tanggap, terlebih lagi adanya pos anggaran untuk penanganan gizi buruk. Jangan sampai korban yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu, malah dipersulit dalam mendapatkan penanganan medis.
"Apalagi saat ini adanya uang bagi penunggu pasien sebesar Rp 20 ribu harus segera diberikan. Karena pasien tersebut adalah masyarakat warga miskin yang perlu mendapatkan bantuan. Jangan sampai ditahan, Dinkes harus jemput bola, korbanya jelas, kenapa gak segera diberikan," kata Jimmy (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Rumah Keluarga Dina
CIANJUR, (KC).- MENINGGALNYA Dina Alfahira (3), di rumah kontrakan Jalan Perintis Kemerdekaan Kampung Baru RT 01/RW 21, Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/4) yang diduga disiksa oleh kedua orangtuanya membuat geram warga setempat. Apalagi kalau melihat pasangan suami istri (Pasutri) Rudi Rustiadi dan Imas Kartika itu selama enam bulan mengontrak rumah tidak pernah mau bergaul dengan tetangga. Terutama istrinya Imas yang dikenal tertutup dan tidak mau kenal tetangga semakin membuat geram warga.
Kebanyakan warga merasa heran, sampai tega-teganya orang tua menganiaya anaknya sendiri hingga tewas. "Ini bukan manusia namanya, harimau saja tidak tega memakan anaknya, apalagi manusia. Tapi kenyataanya ada saja yang sampai menganiaya anaknya sendiri hingga tewas, itu perbuatan iblis," umpat Bramantio (30) seorang warga setempat.
Menurutnya, sudah selayaknya orangtua yang tega menghabisi anaknya sendiri dengan cara disiksa harus mendapatkan hukuman yang sepadan. "Apapun alasanya menyiksa anak itu tidak bisa dibenarkan, apalagi kalau sampai tindakan itu mengakibatkan meninggal. Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya. Kalau perlu pakai hukum jalanan, biar tidak mengulangi lagi perbuatanya," katanya.
Pasca kejadian meninggalnya seorang balita akibat disiksa orang tuanya, nama Kampung Baru kini semakin terkenal saja. Beberapa warga disekitar kampung tersebut masih ramem memperbincangkan kematian balita yang diduga disiksa sama orangtuanya. "Jelas sebagai warga kita jadi malu, bukan kebaikan yang kita terima, tapi aib. Padahal pelakunya sendiri hanya ngontrak rumah, bukan asli warga Kampung Baru," tegasnya.
Warga sudah tidak menginginkan pasutri yang diduga menganiaya anaknya hingga tewas itu tinggal dikampungnya. Keduanya harus pergi dari kampung tersebut karena sudah membuat aib. "Intinya warga ingin agar pasutri itu hengkang dari kampung kami. Disini juga tidak ada manfaatnya, malah membuat masalah," katanya.
Keinginan warga untuk mengusir orang tua yang diduga menyiksa anaknya itu dibenarkan oleh Ketua RT setempat Pepe Sapei. Keinginan warga itu sangat beralasan, karena tindakannya sudah tidak bisa menjaga nama baik kampung. "Memang keduanya harus pindah, jangan lagi tinggal dikampung. Saya sendiri yang akan bilang kalau keduanya sampai kembali lagi, saya akan sampaikan agar keduanya pergi," kata Pepe.
Pihaknya berharap agar aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian bosa mengusut tuntas persoalan meninggalnya balita tersebut. "Memang ini baru dugaan, itu harus bisa dibuktikan kalau meninggalnya balita itu akibat dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya. Ini tugas kepolisian, mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan dan pelakunya bisa mendapatkan ganjaran yang setimpal," katanya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KabarCianjur).- Sungguh tragis nasib yang menimpa Dina Alfahira (3), betapa tidak, anak balita tersebut harus meninggal diduga disiksa kedua orangtuanya di rumah kontrakan orangtuanya Jalan Perintis Kemerdekaan Kampung Baru RT 01/RW 21, Kelurahan Sayang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Sabtu (28/4) malam. Akibatnya sekujur tubuhnya membiru dan penuh luka diduga bekas penyiksaan.
Keterangan yang berhasil dihimpun, Minggu (29/4) menyebutkan, terungkapnya dugaan penyiksaan yang dilakukan kedua orangtua terhadap korban tersebut bermula dari kecurigaan seorang ustad yang akan menguburkan korban didaerah Sukaluyu. Saat itu korban yang sudah meninggal dibawa sama orangtuanya untuk dimakamkan di daerah Sukaluyu Kabupaten Cianjur setelah dimandikan. Namun ustad tersebut sebelum akan memakamkan korban membuka kain kafan korban. Saat melihat kondisi korban, dia sangat terkejut karena penuh dengan luka lebam.
Hampir di sekujur tubuhnya terdapat luka mengenaskan. Pada bagian tangan dan kakinya terdapat sejumlah luka sundutan rokok. Kedua kelopak matanya lebam, diduga bekas pukulan tangan kosong. Demikian juga pada
bagian kepalanya, terdapat luka memar. Kecurigaan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian yang bertindak cepat dengan membawa korban ke RSUD Cianjur untuk dilakukan outopsi.
Ketua RT 01/RW 21, Kelurahan Sayang, Pepe Sape'i (63) membenarkan adanya dugaan meninggalnya bocah tiga tahun diduga disiksa oleh pasangan suami istri (pasutri) Rudi Rustiadi dan Imas Kartika dirumah kontrakanya. Namun hal tersebut baru diketahui setelah kedatangan beberapa polisi kerumah kontrakan pasutri tersebut untuk meminta keterangan sejumlah warga.
"Sempat saya ditanya oleh anggota polisi mengenai keberadaan warga saya yang anaknya meninggal. Saya menjelaskan apa adanya, kalau pasutri tersebut mengontrak rumah milik Endang Suryaman (70) dan baru enam bulan. Kondisi keluarganya tertutup, hanya pak Rudi saja yang suka sesekali ketemu warga, itupun saat berada di masjis," kata Pepe Sape'i saat ditemui dirumahnya, Minggu (29/4).
Pihaknya sempat memanggil pasutri tersebut setelah tiga minggu kedatanganya tidak memberitahukan kepadanya. "Saat saya panggil dan minta surat pindah, dia jawab tidak ada, begitu juga saat saya minta KTP dijawab juga tidak ada. Jadinya selama enam bulan ini saya tidak faham aktivitas maupun keluarganya," jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan hasil pengakuan dari saksi yang melihat kondisi korban sebelum meninggal, korban seringkali mendapatkan perlakuan kasar dari kedua orangtuanya. Bahkan korban disuruh orangtuanya tidur diruangan dapur. "Ada saksi yang sering melihat kalau korban sering disiksa. Saksi tersebut merupakan teman dari salah satu anak Rudi yang suka menginap. Saksi juga sudah dimintai keterangan oleh polisi," katanya.
Untuk pengungkapan lebih lanjut pasutri yang tinggal dirumah kontrakan itu sudah diamankan oleh pihak kepolisian. "Kedua orangtua korban sudah dibawa polisi. Kami warga disini Kampung Baru tidak ingin lagi mereka tinggal didaerah kami. Kalau sampai kembali, warga akan mengusirnya, agar pindah kedaerah lain," katanya.
Seorang warga Rohanah (49) mengaku sempat mengabadikan kondisi korban saat berada diruang pemulasaran jenazah di RSUD Cianjur. "Hampir di sekujur tubuh anak itu terdapat luka sundutan rokok, luka lebam, termasuk lecet-lecet. Rambutnya juga jadi botak, dan seperti bekas terkena benturan. Kalau melihat kondisinya sangat kasihan," katanya.
Dia mengaku tidak pernah mengenal keluarga pasutri tersebut, karena mereka tidak pernah bergaul. Sebelum korban tewas, dia mengaku sempat mendengar kalau korban diguyur air di depan rumah oleh ibu tirinya."Saya sebagai tetangga belum pernah lihat wajah ibu tiri korban, karena tidak pernah keluar rumah. Paling suaminya yang suka terlihat keluar, itupun paling ke masjid," jelasnya.
Kepala Ruang Pemulasaraan Jenazah dan Forensik Kamar Mayat RSUD Cianjur Udin Wahyudin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik luar, kuat dugaan ada unsur penyiksaan terhadap korban. Menurut Udin, hampir di seluruh bagian tangan dan kakinya terdapat luka bekas sundutan rokok, kedua kelopak matanya memar menghitam, kepala bagian depan dan belakang bengkak dan memar, serta pada lipatan kedua daun telinga lecet-lecet, termasuk luka lecet pada bagian betisnya.
"Kondisinya sangat jauh berbeda kalau melihat pengakuan orangtuanya. Mereka mengaku tewasnya anaknya tersebut lantaran sering membentur-benturkan kepalanya ke dinding karena mengidap kelainan. Tapi hasil sementara pemeriksaan fisik luar, kami mendapati tidak seperti itu. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tubuh korban kebanyakan luka hematum (memar). Luka yang terdapat pada tubuh korban ada yang sudah lama dan baru. Dugaan kuat korban memang kerap mendapatkan penyiksaan fisik," kata Udin.
Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Handoko belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus dugaan penyiksaan yang mengakibatkan meninggalnya bocah tiga tahun. Hanya saja pihaknya mengakui telah memintai keterangan kedua orangtua korban. "Kita masih meminta keterangan kedua orang tua korban, termasuk melakukan outopsi. Untuk saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Nanti setelah semuanya jelas, termasuk hasil outopsinya, kita akan memberikan penjelasan," kata Tri saat dihubungi terpisah (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Korban sedang melaporkan kekerasan yang dialaminya  Ke Polres Cianjur
CIANJUR, (KabarCianjur).- Aksi kekerasan kepada wartawan kembali terjadi di Cianjur, kali ini menimpa Rusdi (42) wartawan media cetak terbitan Jakarta itu babak belur dihajar oknum komite sekolah SMAN I Cianjur dengan inisial AM di komplek SMAN I Cianjur Jalan Pangeran Hidayatulloh, Cianjur, Sabtu (28/4). Akibatnya, wartawan anggota PWI Cianjur itu mengalami luka memar dibagian wajah sebelah kirinya dan harus mendapatkan penanganan medis dari petugas RSUD Cianjur.
Menurut penuturan korban, sehari sebelum pemukulan pihaknya menulis berita tentang data bantuan khusus murid (BKM) SMAN I Cianjur tidak akurat. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa BKM yang diterima SMAN I Cianjur tidak semua tersalurkan. Dari quota yang seharusnya 145 siswa hanya tersalurkan sekitar Rp 70.200.000,- untuk 90 siswa. Sedangkan sisanya sekitar Rp 42 juta tidak tersalurkan.
"Mungkin karena pemberitaan itu, sehingga oknum komite itu marah. Padahal berita saya itu hasil konfirmasi dari Kepala Sekolah SMAN I Danur Jamhur. Dan yang bersangkutan mengakui penyaluran BKM di sekolahnya tidak terserap semua. Bahkan Kepala Sekolah juga mengakui karena waktu pendataannya mendesak, data penerima BKM itu ditembak," kata Rusdi saat ditemui di Mapolres Cianjur, Sabtu, (28/4).
Sebelum kejadian pemukulan yang menimpanya, dia mengaku telah janjian dengan Kepala Sekolah untuk konfirmasi runing pemberitaan. Bersama tiga rekanya dari media yang berbeda mendatangi SMAN I Cianjur. Setelah diijinkan masuk ke areal komplek SMAN I Cianjur oleh petugas satpam, dia dan rekan seprofesinya menuju kantin sekolah untuk minum kopi. Saat itulah tiba-tiba oknum komite sekolah itu menghampirinya di kantin.
"Saat menghampiri kami biasa biasa saja. Dia (Oknum Komite Sekolah,red) menyalami rekan-rekan saya, pas giliran saya setelah salaman tiba-tiba langsung memukul saya dengan keras tanpa saya tahu apa penyebabnya. Melihat saya dipukul, rekan-rekan saya pada misah menjauhkan oknum tersebut. Pada saat kejadian banyak saksi mata yang melihatnya," kata Rusdi.
Setelah memukul, oknum komite sekolah tersebut pergi sambil menumpat dan mengancam. "Dia bilang kalau tidak puas dengan perlakuannya agar saya lapor ke polisi. Makanya ini sudah suatu tindak kekerasan menurut saya, karena saya saat mendapatkan perlakuan kasar itu tengah dalam tugas jurnalistik. Begitu saya koordinasi dengan kantor redaksi dan Ketua PWI Cianjur disarankan untuk proses hukum saja, makanya saya langsung lapor ke Mapolres Cianjur setelah saya visum luka yang saya alami ke RSUD Cianjur," jelasnya.
Ketua PWI Perwakilan Cianjur, Asep Sobandi menyayangkan atas terjadinya tindak kekerasan yang menimpa wartawannya. Menurutnya, kalau dalam pemberitaan itu tidak berkenan atau ada yang merasa dirugikan bisa melakukan hak jawab. "Kalau dari pihak sekolah merasa keberatan dengan pemberitaan, bisa melakukan klarifikasi dengan hak jawab, bukan dengan pukulan. Ini tidak bisa dibenarkan," kata Asep Sobandi saat dihubungi terpisah.
Pihaknya akan melakukan pembelaan terhadap wartawan anggota PWI yang mendapatkan tindak kekerasan sebagai akibat dari profesinya saat melakukan tugas jurnalistik. "Kita akan melakukan pembelaan terhadap wartawan tersebut, ada devisi yang menangani itu. Ini harus diusut tuntas, tidak bisa didiamkan, karena akan menjadi preseden buruk nantinya," katanya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
JAKARTA (KC) Gempa bumi April lalu di lepas pantai Aceh diprediksi menambah beban pada patahan-patahan aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Jika terjadi gempa lagi di berbagai patahan di Indonesia, maka berpeluang besar muncul gelombang maut tsunami.
Pakar Gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, menyajikan sebuah jalur peta patahan di seluruh Indonesia, yang diklasifikasikan sebagai seismic gap. Seismic gap adalah zona patahan yang diketahui keaktifannya tapi sudah lama tidak terjadi gempa di tempat tersebut. Ada kemungkinan, patahan tersebut sudah mengakumulasi energi gempa yang besar.

"Ancaman dari Patahan No. 1,2,3 ini menjadi bertambah tinggi setelah gempa besar yang terjadi di Lempeng Lautan Hindia tgl 11 April kemarin, karena gempa ini, dari analisis data GPS-Jaringan SuGAr LIPI-EOS, memberikan dampak menambah beban ke No. 1, 2, 3.  Terlihat bahwa ketika gempa terjadi Segmen No. 1 tertekan sampai  puluhan centimeter ke arah Timur," kata Danny melalui pernyataannya.
Danny mengatakan bahwa patahan No. 1,2 dan 3 yang terletak di zona megathrust Sumatra-Selat Sunda inilah yang harus mendapatkan perhatian utama. Megathrust No. 2 yang terletak di perairan Mentawai adalah yang paling detail diteliti sehingga paling banyak datanya.
Di sekitar wilayah ini sering terjadi gempa, sehingga menambah beban. "Dengan berbagai gempa-gempa besar yang bertubi-tubi  terjadi disekitarnya akan membuat No.2 makin dekat ke 'waktu ledak'nya karena "stress" pada zona patahan ini akan makin tinggi," jelasnya.
Sedangkan untuk patahan No. 1, segmen Simelue, setelah terjadi rentetan gempa mulai tahun 2004, wilayah ini menyimpan energi gempa besar. Diperkirakan, gempa yang bisa terjadi di wilayah ini berkekuatan 8 skala richter.
Patahan No.3, yaitu Megathrust Selat Sunda-Selatan Jawa selama ratusan tahun tidak pernah terjadi gempa. Walaupun data untuk wilayah ini masih sedikit, namun peneliti memperkirakan lempeng ini dapat menyebabkan gempa hingga 9 skala richter.
"Walaupun bahayanya belum terdefinisi dengan baik tapi sangat penting untuk diwaspadai mengingat wilayah ini amat sangat vital, khususnya DKI Jakarta, dari  sudut populasi, investasi, dan bank informasi serta infrastruktur-infrastruktur negara yang  sangat vital," jelasnya.
Untuk No. 4, 5, 7, 9 yang terbentang dari tengah hingga timur Indonesia paling tidak banyak datanya. Namun patut diwaspadai karena dari data seismisitas dan catatan sejarah, kita tahu zona patahan ini sangat aktif dan dapat membangkitkan gempa berkekuatan lebih dari 8 SR.
"Segmen-segmen ini sudah lama 'bertapa' alias tidak ada catatan kejadian gempa besar selama sejarah (ratusan tahun-sampai 1600-an Masehi)," kata Danny. (ren, KC03)
FOTO : Jalan Cipanas Rusak, Padahal PAD Besar 
CIPANAS, (KC).- Jalan dikawasan wisata Cipanas tepatnya didepan pasar Cibadak Trade Centre kondisinya rusak parah. Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika melintas di jalan tersebut akibat kondisi jalan banyak berlubang. Tidak hanya itu jalan yang semula beraspal saat ini sebagian besar sudah terlihat bebatuan yang menonjol.
"Hampir setiap hari ada saja pengguna sepeda motor yang terjatuh. Apalagi kalau hujan turun, kondisi jalan seperti sungai, jadi sangat sulit membedakan mana jalan yang tidak berlubang dan yang berlubang. Pokoknya sangat berbahaya jika tidak hati-hati jika melintas dijalan tersebut," kata Asep Dadang (45) warga Cibadak saat ditemui di depan pasar Cibadak, Jum'at (27/4).
Dikatakan Asep, warga sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kerusakan jalan tersebut kepada pemerintah. Bahkan beberapa pengusaha juga sempat mendatangi DPRD Cianjur untuk menyampaikan persoalan kondisi jalan di jalur wisata yang saat ini kondisinya rusak parah. Namun hingga kini belum ada tanda tanda perbaikan dari pemerintah.
"Tidak hanya warga yang telah menyampaikan persoalan jalan ini, para pengusaha yang ada di Cipanas juga pernah datang ke DPRD untuk menyampaikan persoalan kendisi jalan. Karena ini menyangkut nama daerah, banyak wisatawan dari luar daerah yang datang. Kalau kondisi jalanya rusak seperti ini selain mempengaruhi jumlah kunjungan juga akan membawa citra tidak baik bagi Cianjur," katanya.
Pihaknya berharap Pemkab Cianjur bisa memilah yang namanya skala prioritas dalam pembangunan infrastruktur jalan. Azas manfaat harus didahulukan dibandingkan dengan kepentingan politik. "Kawasan Cipanas itu merupakan wilayah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar buat Cianjur, jadi sangat wajar kalau minta perhatian lebih. Setengahnya lebih PAD dari kawasan Cipanas itu disumbangkan buat Cianjur," kata Asep.
Akibat banyaknya jalan yang rusak didaerah yang sempat dikenal sebagai petro dolar itu memunculkan kembali desakan untuk memisahkan diri dari Cianjur. Seperti yang diungkapkan Yonagie (39) warga Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Pihaknya juga kesal manakala melihat jalan didepan rumahnya dibiarkan rusak tidak ada tanda tanda untuk diperbaiki.
"Sangat wajar kalau genderang pemekaran ini kembali ditabuh, karena masyarakat selama ini sudah merasakan dampaknya. Sepertinya Pemkab Cianjur masih kurang maksimal memberikan perhatian kepada kawasan Cipanas. Padahal sebagai daerah penyumbang PAD terbesar dan menjadi aset berharga itu harus mendapatkan perhatian lebih, bukan sebaliknya," kata Yonagie.
Secara terpisah Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, H. Atte Adha Kusdinan mengungkapkan, akan ada perbaikan jalan di jalur kawasan wisata Cipanas pada tahun anggaran 2012 sekarang. Hanya saja perbaikan jalan tersebut belum bisa dilakukan seluruhnya mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Cianjur.

"Sudah masuk dalam rencana perbaikan tahun ini, tapi belum seluruhnya. Secara bertahap akan diperbaiki. Jalan Cibadak simpang dan sebagian jalan alternatif Hanjawar Pacet tahun ini direncanakan akan segera diperbaiki," kata Atte saat dihubungi terpisah (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Hanggar Cipanas
CIPANAS, (KC).- Hanggar Pasar Cipanas yang dipersiapkan untuk relokasi para pedagang kaki lima (PKL) disekitar pasar Cipanas ternyata tidak bisa menampung seluruh PKL. Berdasarkan data hanggar yang baru saja selesai dibangun tersebut hanya mampu menampung sekitar 700 PKL. Sementara jumlah PKL berdasarkan data hasil dari validasi sebanyak 999 PKL.
Kepala Pasar Cipanas pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Kusmiyaji mengakui, tidak tertampungnya para PKL dilokasi hanggar akibat jumlah PKL dan lokasi yang disipkan tidak memadai. Namun demikian pihaknya tetap berupaya agar seluruh PKL yang telah terdata bisa masuk diareal hanggar.
"Kita akan upayakan seluruh PKL yang terdata masuk semuanya ke hanggar. Terpaksa beberapa tempat disamping kiri dan kanan hanggar yang tersisa difungsikan untuk menampung para PKL. Termasuk juga diareal tangga yang bisa dimanfaatkan juga bisa difungsikan. Baru setelah itu kita akan berupaya kembali untuk melakukan pembenahan," kata Kusmiyaji saat ditemui diruang kerjanya, Jum'at (27/4).
Pihaknya mengakui, sebelumnya jumlah PKL sempat terdata sebanyak 1.300 PKL. Setelah dilakukan validasi ternyata jumlahnya sekitar 999 PKL, sisanya akibat data doble. "PKL diluar yang masuk data tidak bisa kita tempatkan di hanggar. Alhamdulillah penempatan PKL atas kesadarannya sendiri, kita kasih tiga hari sudah pada masuk ke hanggar. Kita patut bersyukur ada kebersamaan antara perdagang, pengurus dan pengelola pasar," tegasnya.

Pungutan Liar
Penempatan PKL di hanggar pasar Cipanas ditimpa isu tidak sedap. Rumor yang berkembang salah satu organisasi yang mengurus para PKL meminta sejumlah dana untuk kegiatan organisasi jumlahnya bervariasi antara Rp 200 hingga Rp 500 ribu. Namun hal itu dibantah oleh Ketua Ikatan Pedagang Kaki Lima Cipanas (IPKC), Hasanudin.

Menurut Hasanudin, pihaknya tidak pernah meminta pungutan terhadap para anggotanya yang akan menempati hanggar. Hanya saja didalam organisasinya ada kewajiban bersama setiap minggu para pedagang diwajibkan membayar iuran sebesar Rp 2.000,-. Uang tersebut diperuntukkan bagi kegiatan organisasi termasuk untuk biaya surat menyurat.
"Isu itu tidak benar, yang benar kita hanya meminta kepada anggota yang tidak aktif untuk membayar hutangnya, karena ini sudah kesepakatan bersama antar pedagang, bukan keinginan pengurus. Jumlahnya memang bervariatif ada yang sampai Rp 500 ribu. Itupun untuk kepentingan selama lima tahun. Kita minta kepada para pedagang untuk menghitung sendiri berapa tanggungan yang harus dibayarnya dengan besaran Rp 2.000 selama lima tahun," kata Hasanudin.

Ketua Himpunan Pedagang Pelataran Pasar Cipanas (HP3C) Eddi Sam, mengaku sempat mendengar adanya pungutan liar dalam penempatan para pedagang di hanggar pasar Cipanas. Pihaknya menduga pungutan tersebut dilakukan oleh organisasi pedagang untuk kepentingan organisasinya. "Sesuai dengan program pemerintah bahwa penempatan pedagang di hanggar itu geratis, HP3C mengawal itu. Kalaupun ada pungutan di organisasi pedgang, sampai saat ini kami belum menerima laporan baik secara resmi maupun lisan," kata Eddi (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KC).- Lebih dari 50 % ormas LSM dan Yayasan di Kabupaten Cianjur tidak memiliki Surat Tanda Terdaftar Keberadaan Organisasi (STTKO) dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kabupaten Cianjur. Kondisi tersebut sangat kontradiktif dengan banyaknya organisasi tersebut yang ingin mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kabupaten Cianjur, Tom Dani Gardiat melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Aca Kurniawan membenarkan di Kabupaten Cianjur lebih dari 50 % ormas, LSM dan Yayasan tidak memiliki STTKO. Saat ini jumlah ormas LSM dan Yayasan yang memiliki STTKO per Desember 2011 mencapai  638 terdiri dari Ormas 212, LSM 162 dan Yayasan 264.

"Memang ada beberapa diantaranya yang datang memberitahukan keberadaan lembaganya, tapi tidak ditindak lanjuti dengan membuat STTKO dengan 14 persyaratan. Persyaratan inilah yang mungkin menyebabkan lembaga tersebut tidak mau mengurusnya seperti melampirkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, melampirkan foto copy akta notaris yang didaftarkan ke Kemenkumham dan lainya," kata Aca saat ditemui dikantornya, Kamis (26/4).


Bentuk Tim Verifikasi
Dalam rangka menyongsong organisasi Undang-Undang kemasyarakatan yang saat ini tengah digodog di pansus DPR RI terkait dengan revisi dari Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 tentang Ormas, pihaknya akan membentuk tim verifikasi terhadap Ormas, LSM dan Yayasan baik yang sudah terdaftar maupun yang belum. Tim tersebut akan mulai efektif direncanakan bulan Mei 2012.

"Tim ini nantinya akan memverifikasi keberadaan lembaga-lembaga tersebut, baik sudah terdaftar maupun yang belum. Tugas tim memferivikasi persyaratan yang tertuang dalam pendaftaran ormas dan lsm. Harapan kita akan diketahui potensi, kalau semua terdaftar tentunya akan diketahui potensi yang akan dikembangkan asalkan sudah jelas," katanya.

Pemkab Cianjur lanjut Aca, akan membantu memberikan insentif bantuan hibah denga catatan mereka jelas kegiatanya. "Pembinaan yang kita lakukan adalah tata organisasi, meknisme organisasi,dan proses organisasi. Hanya kebanyakan di LSM tidak memenuhi syarat organisasi. Mayoritas organisasi tidak memenuhi syarat demokrasi karena jarang ada regenerasi," jelasnya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIBEBER, (KC).- Dugaan sabotase atas terbakarnya pasar tradisional Cibeber yang meluluhlantakkan 146 kios dan los, Selasa (24/4) itu mengundang reaksi dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Bahkan mereka akan mengawal proses penyelidikan kasus tersebut oleh aparat yang berwenang.
Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri mengaku, pihaknya telah terjun kelokasi bekas kebakaran pada hari Rabu (25/4). Kedatangannya tersebut sengaja untuk menggali informasi kronologis kebakaran. Dari hasil sejumlah keterangan yang diperolehnya, sebelum terjadi kebakaran ada beberpa hal kejadian yang dialami para pedagang yang dianggap tidak seperti biasanya.
Menurutnya, apa yang terjadi di pasar Cibeber tidak jauh berbeda dengan kasus kebakaran pasar tradisional lainya. Pihak sampai saat mengaku telah mengadvokasi kasus kebakaran pasar seperti di Lampung, Kudus, maupun Jakarta. "Dari pengakuan sejumlah pedagang, beberapa hari sebelum terjadi kebakaran, mereka sempat kedatangan "tamu" yang memberitahukan akan ada relokasi. Padahal selama ini para pedagang mengaku tidak pernah atau tidak pernah ada sosialisasi," kata Abdullah saat ditemui di Cianjur, Kamis (26/4).
Namun setelah ada pemberitahuan itu, tiba-tiba pasar terbakar. Menurut Abdullah, dugaan adanya unsur sabotase tersebut memang cukup beralasan. Apalagi jika menilik pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp450 miliar untuk revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. "Kami mendapati di kementerian perdagangan ada proposal revitalisasi pasar Cibeber dari Kabupaten Cianjur. Untuk itulah kami anggap perlu turun kelapangan untuk mencari informasi penyebab kebakaran. Apakah berkaitan dengan rencana revitalisasi pasar atau tidak. Kami akan mengawal upaya pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan," katanya.
Abdullah mengaku akan segera membentuk tim untuk mendalami lagi kasus tersebut. Sebab, katanya, berdasarkan investigasi dan advokasi pihaknya, hampir 89% kejadian kebakaran pasar tradisional karena unsur kesengajaan. Pihaknya menampik jika dianggap akan mengintervensi pemerintah daerah.
"Kita hanya ingin memperjuangkan hak-hak para pedagang yang selalu menjadi korban jika terjadi kebakaran seperti di Pasar Cibeber ini. Kerugian yang dialami para pedagang cukup besar. Masalahnya ada gak dari pemerintah setempat perhatian seperti kompensasi bagi para korban.Tidak ada jaminan keamanan, tidak ada juga jaminan asuransi, tidak ada dana pembinaan, atau pencegahan kebakaran. Padahal setiap harinya mereka dipungut retribusi," tegasnya.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Tim Puslabfor Mabes Polri untuk menginformasikan hasil penyelidikan, terhadap kebakaran pasar Cibeber. "Kita juga akan segera melayangkan surat ke Kementerian Perekonomia, Perdagangan, maupun Koperasi dan UMKM, agar secepatnya memberikan bantuan nyata, semisal permodalan kepada pedagang yang asetnya habis tidak tersisa terbakar semuanya," jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menjanjikan akan kembali membangun pasar tradisional Cibeber yang hangus terbakar. Namun pembangunan tersebut tidak bisa dilaksanakan pada tahun sekarang mengingat sudah memasuki pertengahan anggaran.
"Kita akan upayakan dibangun kembali, tapi sepertinya tidak tahun ini karena sudah memasuki pertengahan anggaran.Apalagi pedagang yang menjadi korban juga bersedia akan membangun sendiri, kami berikan ijin asal jangan permanen dan menunggu proses penyidikan polisi mengenai penyebab terjadinya kebakaran," kata bupati saat ditemui disela meninjau lokasi pasar Cibeber yang terbakar, Rabu (25/4).

Pihaknya membantah kalau penyebab terjadinya kebakaran tersebut akibat sabotase. "Anggapan seperti itu pasti selalu ada setiap ada pasar yang terbakar. Tapi untuk pasar Cibeber tidak ada itu. Memang kita jauh hari sudah merencanakan akan membangunya, karena kondisinya juga sudah kurang layak lagi. Apalagi kalau melihat kepadatan penduduk di Cibeber," kilah bupati (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIBEBER, (KabarCianjur).- Polsek Cibeber memanggil tiga orang terkait kebakaran pasar tradisional Cibeber di Jalan Raya Cibeber, KM 15 Kampung Songgom Pasar, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Selasa (24/4). Ketiga orang yang dimintai keterangan tersebut berasal satu dari pedagang dan dua orang merupakan petugas kebersihan pasar.
Kapolsek Cibeber, AKP H. Jaman Asri Harahap didampingi Wakapolsek AKP Armansyah mengatakan, pemanggilan terhadap ketiga orang tersebut untuk didengar keterangannya terkait kebakaran pasar. Dari keterangan ketiga saksi tidak ada satupun yang menyebut asal mula kebakaran.
"Dari keterangan ketiganya, mereka melihat api sudah membesar dari salah satu kios, mereka tidak tahu asal mula penyebab api. Tahu-tahu sudah membesar dan merembet ke kios lainya," kata Kapolsek saat ditemui dilokasi kebakaran, Rabu (25/5).
Dengan demikian pihaknya belum bisa menyimpulkan asal sùmber api yang meluluhlantakkan ratusan kios dan los pasar tradisional Cibeber itu. "Kami belum bisa menduga sumber api dari mana, tapi kita masih melakukan lidik. Tidak menutup kemungkinan ada saksi lain yang kita minta keterangan," katanya.
Untuk mengungkap penyebab pastinya kebakaran pasar tradisional Cibeber, pihaknya telah menghubungi Tim Labfor Mabes Polri. Hanya saja sampai saat ini belum ada kepastian kapan Tim Labfor tersebut akan tiba ke Cianjur. "Kita sudah sampaikan permohonan tim labfor melalui Polres Cianjur. Mungkin masih dalam persiapan. Kami belum ada berita lanjut kam tim tersebut akan datang," katanya.
Agar penyidikan bisa berjalan maksimal, diareal bekas kebakaran sudah dipasang police line (garis polisi). Para pedagang tidak bisa sembarangan keluar masuk kedalam areal bekas kebakaran sampai garis polisi tersebut dibuka. "Kita tempatkan petugas untuk menjaga sekitar areal kebakaran, sampai tim labfor daatang untuk melakukan identifikasi," kata Kapolsek.
Sementara itu asap masih terlihat membumbung dilokasi puing-puing sisa kebakaran pasar tradisional Cibeber hingga Rabu (25/4) pagi. Suara ledakan masih terdengar dari balik puing puing bangunan yang terbakar. Beberapa pedagang yang kiosnya ludes terbakar nekat mencari sisa barang daganganya meski garis polisi telah dipasang diareal lokasi kebakaran.
"Siapa tahu masih ada barang yang bisa dipakai, yang tidak terbakar. Makanya kita berani membongkar sisa puing puing bangunan yang terbakar. Masih ada beberapa barang dagangan yang bisa dimanfaatkan," kata H. Agus (45) seorang pedagang.

Dia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya karena sudah pulang kerumah. "Saya dikasih tahu teman saat sedang berada dimasjid kalau pasar kebakaran. Tapi saat saya datang api sudah membesar jadi tidak sempat menyelamatkan barang dagangan," katanya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Bupati Cianjur saat meninjau lokasi kebakaran pasar cibeber
CIBEBER (KabarCianjur).- Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh menjanjikan akan kembali membangun pasar tradisional Cibeber yang hangus terbakar. Namun pembangunan tersebut tidak bisa dilaksanakan pada tahun sekarang mengingat sudah memasuki pertengahan anggaran.
"Kita akan upayakan dibangun kembali, tapi sepertinya tidak tahun ini karena sudah memasuki pertengahan anggaran. Apalagi pedagang yang menjadi korban juga bersedia akan membangun sendiri, kami berikan ijin asal jangan permanen dan menunggu proses penyidikan polisi mengenai penyebab terjadinya kebakaran," kata bupati saat ditemui disela meninjau lokasi pasar Cibeber yang terbakar, Rabu (25/4).
Pihaknya membantah kalau penyebab terjadinya kebakaran tersebut akibat sabotase. "Anggapan seperti itu pasti selalu ada setiap ada pasar yang terbakar. Tapi untuk pasar Cibeber tidak ada itu. Memang kita jauh hari sudah merencanakan akan membangunya, karena kondisinya juga sudah kurang layak lagi. Apalagi kalau melihat kepadatan penduduk di Cibeber," kilah bupati.
Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Himam Haris didampingi Kepala Pasar Cibeber, Iim Ibrahim mengatakan, hasil pendataan pasca terjadinya kebakaran, jumlah kios dan los yang terbakar mencapai 146 dari sekitar 300 kios. Kios yang terbakar tersebut berada di blok A 40 kios, blok B 45 kios, blok C 11 kios dan los sebanyak 50 los.
"Dari hasil pendataan yang kami lakukan kerugian atas kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 1,5 milyar, karena tadi juga masih ada pedagang yang melaporkan mengalami kerugian mencapai Rp 300 juta. Sedangkan penyebeb kebakaran dugaan dari arus pendek listrik di kioas milik H. Muhammad dan Ajat," kata Himam.

Jadi Pasar Percontohan
Sebelum terjadi kebakaran, pasar tradisional Cibeber sudah masuk menjadi satu satunya pasar di Cianjur yang akan dijadikan pasar percontohan di Kabupaten Cianjur. Bahkan dari Disperindag Provinsi Jabar sudah melakukan cek lokasi pasar untuk mengecek kelayakan lahan yang akan dijadikan pasar percontohan.

"Pasar percontohan ini program pemerintah, proposal sudak kami sampaikan. Sumber pendanaanya dari Bappenas senilai Rp 10 milyar. Tidak hanya itu, pendanaanya juga bersifat shering dari APBD provinsi dan kabupaten. Mudah-mudahan tahun depan ini sudah dimulai pelaksanaanya," jelas Himam.
Mengenai lahan yang dipersyaratkan sebagai pasar percontohan minimal seluas 5.000 meter, pasar Cibeber sangat layak karena saat ini lahanya mencapai 6.000 meter dan akan ada penambahan lahan seluas 4.000 meter. "Kita tinggal tunggu waktu saja pelaksanaanya," katanya.

LBH Cianjur Prihatin
Penyebab terbakarnya pasar tradisional yang diduga ada unsur sabotase membuat keprihatinan dari LBH Cianjur. Untuk itu LBH Cianjur mendesak agar segera bentuk tim independen untuk melakukan klarifikasi dan pengumpulan bukti dan motivasi dibalik kebakaran pasar tersebut.


"Selain itu penyelidikan Polres Cianjur, utamanya hasil Lab.Forensik agar diinformasikan secara terbuka kepada publik.Mengingat,publik terutama para pedagang pasar tradisonal Cianjur masih trauma atas seringkalinya terjadi kebakaran saat konflik dengan pengembang," kata Direktur LBH Cianjur, Adi Supriadi secara terpisah (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Foto Ilustrasi : Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa
CIANJUR, (KabarCianjur).- Sebanyak 75 orang mengikuti Kegiatan Pembinaan, Koordinasi dan Evaluasi ULP Barang/Jasa bagi PA/KPA, PPK dan Panitia di Lingkungan OPD Kabupaten Cianjur, Selasa (24/4/2012). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh.
Dalam sambutanya bupati mengungkapkan, kegiatan ini penting untuk dilaksanakan, dalam rangka pengembangan sumber daya manusia khususnya sumber daya aparatur pemerintah. Selain itu sebagai upaya memberikan pemahaman dan penyamaan persepsi terhadap peraturan perundang – undangan  bidang pengadaan barang dan jasa bagi para pengelola barang/jasa.
"Sebagaimana kita pahami bersama, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penyelenggaraan pemerintahan yang baik  dan  bersih,  perlu  didukung  dengan  pengelolaan  keuangan yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel," kata bupati.
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan keuangan  negara,  yang  dibelanjakan  melalui  proses pengadaan barang/jasa pemerintah,  diperlukan  upaya  untuk  menciptakan keterbukaan,  transparansi, akuntabilitas serta prinsip kompetisi yang sehat dalam proses pengadaan barang/jasa  pemerintah  yang  dibiayai APBN/APBD.
Dengan demikian dapat diperoleh barang/jasa yang terjangkau dan berkualitas serta dapat dipertanggung-jawabkan baik dari segi fisik, keuangan, maupun  manfaatnya bagi kelancaran tugas  pemerintah dan pelayanan  masyarakat.
"Agar dapat terselenggaranya pengadaan barang/jasa pemerintah yang lebih efisien, terbuka dan kompetitif, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah, sebagai pengganti keputusan presiden nomor 80 tahun 2003, sehingga dapat menjadi pengaturan yang efektif bagi semua pihak yang terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah tersebut," katanya.
Bupati mengingatkan, bahwa dalam pengadaan barang / jasa, harus menerapkan prinsip – prinsip efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil dan akuntabel. Dia berharap,  para peserta dapat mengerti, memahami serta dapat pula melaksanakan peraturan yang terkait dengan pengadaan barang/jasa, sehingga dalam prakteknya tidak ditemukan lagi  kesalahan sekecil apapun, termasuk kesalahan administratif.
"Sebaliknya semua kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Cianjur, akan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Oleh karena itu, kepada seluruh peserta saya minta untuk mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan sungguh – sungguh, sehingga dapat memahaminya dengan baik dan melaksanakannya dengan benar," harap bupati.
Dalam acara tersebut Yono Ernawan  Kepala bagian pengendalian administrasi pembangunan Setda Kabupaten Cianjur, menuturkan  kegiatan ini bertujuan agar peserta mampu memahami persiapan pengadaan barang/jasa mulai dari tahap perencanaan umum, penentuan system pengadaan, pemilihan metode kualifikasi, penyusunan jadwal pemilihan, penyusunan HPS,  dan penyusunan dokumen pengadaan.
"Selain itu diharapkan peserta mampu memahami kegunaan  dan kebutuhan E-Procurenment serta peserta mampu mengaplikasikan pengetahuan dan berkoordinasi antara panitia dengan fungsi tim ad-hoc ULP dalam persiapan pembentukan ULP di Kabupaten Cianjur tahun 2014," katanya (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIBEBER, (KabarCianjur).- Ratusan kios dan los Pasar Cibeber, Kabupaten Cianjur, Selasa (24/4) sekitar pulul 20.00 WIB terbakar. Belum diketahui persis asal sumber api, tapi kuat dugaan berasal dari arus pendek listrik dari salah satu kios. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, hanya saja kerugian materi ditaksir mencapai Rp 1 milyar lebih.
Menurut keterangan saksi mata, Yana (32), warga Desa Songgong Wetan, Kecamatan Cibeber mengatakan, dia melihat kobaran api berasal dari tengah-tengah pasar dan langsung membesar. "Saat itu saya tengah berada diluar rumah, tidak sengaja melihat kearah pasar ada kobaran api diareal tengah pasar. Padahal pasar sudah pada tutup sekitar pukul 19.00 WIB. Karena penasaran saya mendekat, ternyata pasar yang terbakar," kata Yana dilokasi kebakaran.
Hanya saja pihaknya tidak bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Warga menduga kebakaran lebih disebabkan adanya unsur sabotase mengingat adanya pro dan kontra diantara pedagang terhadap rencana pemindahan pasar.
"Kami sangat menyesalkan tindalan dari pemadam kebakaran yang lamban, kami sudah kontek 40 menit setelah terjadi kebakaran, tapi datangnya lamban, itupun hanya satu kendaraan dalam kondisi kosong harus ngisi air dulu," paparnya.
Dugaan adanya sabotase juga diungkapkan seorang pedagang yang kiosnya ikut tebakar, Benang (48). Menurutnya dugaan pedagang tersebut melihat kondisi bahwa api berasal dari tengah-tengah area pasar yang justru tidak ada kiosnya. "Ini baru dugaan, kami menginginkan ada identifikasi dan penyidikan terhadap penyebab kebakaran," katanya.
Sementara itu, hembusan angin yanh cukup kencang membuat api semakin membesar dan membakar ratusan kios dan los di Pasar Cibeber. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke kios lainya. Namun tak urung ratusan kios dan los musnah terbakar rata dengan tanah.
Seacara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cianjur, Himam Haris mengaku belum bisa menaksir kerugian pastinya akibat kebakaran tersebut. Dari jumlah 186 kios dan ratusan los, 60 persen musnah terbakar.
"Kerugian pastinya belum kita taksir, hanya saja perkiraan mencapai Rp 1 milyar lebih. Bisa saja jumlah tersebut akan bertambah setelah nanti dihitung kerugianya oleh petugas ahlinya," kata Himam saat dihubungi terpisah.
Untuk para korban kebakaran, menurut Himam, akan diupayakan untuk direlokasi. "Kita akan bicarakan besuk mengenai relokasinya kemana. Yangg pasti para pedagang yang menjadi korban kebakaran semuanya akan direlokasi," jelasnya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KabarCianjur).- Aktivis gabungan dari Inside dan Bem Unsur kembali mendatangi gedung DPRD Cianjur di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh, Selasa (24/4). Kedatangan para aktivis tersebut untuk mempertanyakan kejelasan kasus dugaan transaksional perijinan yang melibatkan IRM anggota DPRD Cianjur dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Kedatangan para aktivis diterima langsung oleh Ketua DPRD Cianjur, Gatot Subroto. Dihadapan Ketua DPRD para aktivis mempertanyakan kejelasan penanganan kasus video dugaan transaksional perijinan yang melibatkan IRM yang penangananya oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Cianjur.
Menurut Direktur Inside, Yusep Somantri, dalam tindak lanjut penanganan video IRM yang ditangano BK DPRD Cianjur pihaknya melihat Ketua BK DPRD, Denny Aditya langgar janji. Yang seharusnya kode etik sudah kelar bulan April 2012 sekarang, namun kode etik yang dirumuskan masih belum rampung juga.
"Ini semakin membenarkan bahwa ketua BK Deni Aditya tak punya nyali. Oleh karena itu kami mendesak agar pimpinan BK  mengundurkan diri. Alasan belum rampungnya kode etik masih berkutat pada alasan formalistik. Intinya tak ada kemauan saja untuk menuntaskan kasus video tersebut," kata Yusep,yang dibenarkan M. Ebes Anwar Asyaukani dari Bem Unsur, Selasa (24/4).
Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Gatot Subroto menjelaskan, secara institusi saat ini BK tengah melakukan perumusan kode etik anggota DPRD Kabupaten Cianjur dan tata bicara sehingga belum bisa memutuskan dan memproses pengaduan yang disampaikan aktivis terkait dugaan transaksional yang melibatkan oknum anggota DPRD Cianjur.
"Klau drafnya sudah selesai dan siap, kita tinggal menunggu referensi kode etik dari DPRD Propinsi Jabar. Kami ingin bahwa produk Cianjur nantinya tidak sampai bertabrakan dengan kode etik Jabar," kata Gatot secara terpisah.
Namun pihaknya tidak bisa memastikan kapan referensi tersebut akan turun dari DPRD Jabar. "Bisa bulan ini atau bulan depan. Tapi saya tetapa berupaya meski belum selesai kode etik ini, saya sudah membuat surat langsung ke partai politik untuk memberikan sanksi kepada kadernya yang dinilai menyimpang. Ini sebagai langkah untuk menghindari kebuntuan penelusuran kasus ini dan menjaga integritas DPRD itu sendiri," tegasnya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
KARANGTENGAH, (KabarCianjur).- Akibat masih minimnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penetapan Kabupaten Cianjur sebagai Kabupaten/Kota sehat baru dapat diraih pada tahun 2011 lalu. Padahal sebelumnya pada tahun 1998 silam Cianjur di jadikan pailot project Kabupaten/Kota sehat di Indonesia bersama Jakarta Timur, Bandarlampung, Pekalongan, Malang dan Balikpapan.
"Patut kita akui kurangnya koordinasi, sosialisasi dan advokasi dari tim pembina menjadi salah satu penyebab lambanya gerakan yang harus dilakukan dalam upaya mendorong ke arah Kabupaten kota sehat. Tidak semua memahami ada penghargaan Kabupaten/Kota Sehat. Kedepan kita akan inten menggelar rapat dengan anggota dan tim pembina agar bisa lebih terkoordinasi dalam upaya menjadikan Cianjur sebagai Kabupaten Kota sehat," kata Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Cianjur, Hj. Ratu Triyulia Herawati didampingi stafnya Cupi Kanigara, Selasa, (24/4).
Menurutnya, penghargaan sebagai Kabupaten/Kota sehat yang diraih Kabupaten Cianjur baru mencapai tingkat Padapa untuk Kabupaten/Kota Sehat klasifikasi pemantapan atau dua tatanan. "Untuk kalsifikasi Padapa minimal Kabupaten/Kota memiliki dua tatanan yang wajib yakni kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat dan tatanan kehidupan masyarakat sehat dan mandiri," tegasnya.
Kalau sudah mendapatkan klasifikasi Padapa Kabupaten/Kota bisa meningkatkan kejenjang yang lebih tinggi yakni Wiwerda dengan meningkatkan menjadi empat tatanan. "Saat ini Cianjur terus berupaya untuk meningkatkan yang semula Padapa ditargetkan pada tahun 2013 mendatang bisa menjadi Wiwerda," jelasnya.
Tidak mudah untuk meraih penghargaan Swasti Saba untuk klasifikasi Wiwerda, sebagai Kabupaten/Kota sehat. Perlu kerjakeras dan kebersamaan untuk mewujudkan hal tersebut. Tim pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Cianjur saat ini menggandeng Forum Kota Sehat untuk mewujudkan menjadi Wiwerda.
"Kalau saat mendapatkan Padapa kami berhasil membawa 17 kecamatan 127 desa dari 32 kecamatan dan 360 desa pada tatanan kawasan pemukiman dan tatanan masyarakat sehat mandiri. Untuk meningkatkan menjadi Wiwerda jangkauannya lebih luas lagi yakni harus bisa meningkatkan kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi. Khusus untuk peningkatan gizi ada persyaratan wajib yakni harus mengcover minimal 50 persen dari jumlah kecamatan yang ada," katanya.
Melihat persaingan yang cukup ketat, tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Cianjur, dalam waktu dekat akan segera menggelar rakor evaluasi dengan melibatkan seluruh anggota tim. "Kita punta target besar pada 2013, rakor tim akan segera kita lakukan untuk evaluasi progres menuju Wiwerda dengan melibatkan tim pembina, forum kota sehat dan pembina dari propinsi," tegasnya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Sosialisasi Pemilukada di Gedung DKC
CIANJUR,(KabarCianjur).- Jumlah hak pilih pada Pilgub Jabar 2013 di Kabupaten Cianjur dipastikan akan mengalami kenaikan dari jumlah hak pilih Pemilukada 2011. Dalam Pemilukada 2011 jumlah hak pilih di Kabupaten Cianjur mencapai 1.581.015 jiwa dan diprediksikan pada Pilgub Jabar 2013 jumlahnya akan naik menjadi sekitar 1,7 juta jiwa.
Menurut Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Saeful Ulum, kenaikan hak pilih pada Pilgub Jabar 2013 juga diprediksikan terjadi pada pemilih pemula. Pihaknya memprediksikan kenaikan pemilih pemula mencapai 3% dari jumlah pemilih pemula Pemilukada Kabupaten Cianjur 2011 lalu. Mayoritas, pemilih pemula tersebut berasal dari kalangan pelajar dan santri.
"Berdasarkan dari hitungan, kenaikan pemilih pemula pada Pilgub Jabar yang akan digelar pada 24 Februari 2012 itu bisa mencapai 48 sampai 50 orang pemilih dari jumlah 1.600 pemilih pemula pada Pemilukada Kabupaten Cianjur 2011 lalu. Pemilih pemula itu didominasi dari kalangan pelajar dan santri," kata Saeful Ulum, disela kegiatan Sosialisasi Undang Undang Politik Bagi Pemilih Pemula di Gedung Dewan Kesenian Cianjur (DKC), Selasa (24/3).
Tingakat partisipasi pemilih pemula lanjut Ulum, pada pemilukada 2011 lalu terbolang tinggi hampir mencapai 90 %. Salah satu penyebabnya tidak lain adalah rasa penasaran pemilih pemula untuk mengetahui bagaimana memilih. "Tingginya tingkat partisipasi pemilih pemula ini juga mengharuskan kita lebih gencar melakukan sosialisasinya dengan penyampaian yang dikemas sedemikian rupa agar mereka tertarik dan mudah memahami tentang pemilihan umum," katanya.
Sementara itu ketika ditanya pelaksanaan tahapan Pilgub 2013, pihaknya menjelaskan baru akan dimulai pada bulan Agustus 2012 mendatang. "Sesuai dengan tahapan, KPU pada bulan Agustus 2012 akan melakukan perekrutan panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) untuk melakukan validasi data pemilih," jelasnya.
Seorang siswa peserta sosialisasi, Zaki Alfin (16), siswa SMA Negeri I Cianjur mengaku, banyak manfaatnya adanya kegiatan sosialisai yang dilakukan KPU Cianjur tentang undang-undang Pemilu bagi pemilih pemula. Selain menambah wawasan juga bisa menjadi bekal dala pelaksanaan Pilgub Jabar 2013 nanti. "Jelas ini banyak manfaatnya bagi pemilih pemula seperti saya ini. Paling tidak saya bisa membayangkan bagaimana caranya memilih dalam Pemilu nanti, karena sebelumnya sudah dibekali dengan pengetahuan tentang Pemilu," katanya (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, (KabarCianjur).- Bupati Cianjur, H. Tjetjep Muchtar Soleh, memimpin Upacara Peringatan HUT Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang ke-50 tahun 2012 yang dilaksanakan di Halaman Pendopo Pemkab Cianjur.
Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi, dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Cianjur mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar - besarnya serta apresiasi yang setinggi - tingginya kepada segenap jajaran aparat Satuan Perlindungan Masyarakat di seluruh Indonesia, yang telah dengan sukarela dan dedikasi tinggi membantu pemerintah dan pemerintah daerah dalam mengemban tugas dan fungsi perlindungan masyarakat dengan baik di lapangan.
Selanjutnya Mendagri menyampaikan peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Perlindungan Masyarakat kali ini mengambil tema "Satuan Perlindungan Masyarakat Siap Mengemban Tugas Dalam Membantu Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana".
Tema ini sangat tepat dan strategis bila dikaitkan dengan eksistensi satlinmas selama ini, sebab pada hakekatnya satuan perlindungan masyarakat dapat difungsikan menjadi garda terdepan bagi pemerintah daerah dalam membantu mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat bencana alam, non alam maupun bencana social.
Hal itu, mengingat sejarah keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat berasal dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparat Satuan Perlindungan Masyarakat (KC-02)***.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR (KabarCianjur).- Sejumlah sekolah di sambangi Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama, Senin (23/4/2012) tingakat SMP sederajat. Kedatangan Wabub tersebut tidak lain untuk memantau pelaksanaan UN sejauh mana kesiapanya di Cianjur.
Dalam kunjungan tersebut Wabub didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Endang Suhendar. Adapun sekolah yang disambangi Wabub diantaranya SMPN I Cianjur, SMPN 3 Cianjur, SMP PGRI Ciranjang, dan SMP Ciranjang. Sementara titik bongkar soal per sub rayon yang disambangi Wabub diantaranya SMP 3 Cianjur dengan jumlah 28 sekolah dan  titik bongkar SMP PGRI Ciranjang dengan jumlah 25 sekolah.
Wakil Bupati berharap Ujian Nasional tahun 2012 kali ini akan menghasilkan kelulusan 100 persen dan bagi para siswa yang mengikuti UN semoga barhasil melewati ujian dengan tenang tanpa kepanikan dan perbanyaklah belajar dan menghafal serta berdoa agar bisa lulus ujian  untuk meraih hasil yang memuaskan. 
"Ujian Nasional sebagai standar kelulusan bagi para siswa sekolah dipandang sangat penting untuk mengukur sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dalam kegiatan belajar mengajar selama mengemban pendidikan di tingkat sekolah Dasar, Menengah dan tingkat Atas, serta dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi guna menghasilkan  data-data riil mengenai pencapaian kulaitas dan kuantitas pendidikan di Kabupaten Cianjur," kata Wabub.
Menurut Wabub Peninjauan persiapan Ujian Nasional dilakukan agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berlangsung dengan baik dan lancar serta menghindari isu-isu yang tidak diharapkan serta menjaga agar jangan sampai terjadi kebocoran soal UN karena akan sangat merugikan siswa, para penyelenggara UN bahkan mencemarkan nama baik sekolah. Apabila terjadi pelanggaran maka harus diproses sesuai peraturan atau hukum yang berlakum
Sementara itu sesaat sebelum Wabub memberikan arahan kepada para penyelenggara UN di SMPN I Cianjur, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Endang Suhendar, menerangkan bahwa jumlah sekolah SMP terdiri dari 114 SMP. Jumlah peserta UN SMP Negeri sebanyak 20.150 orang, peserta UN SMP  swasta 4.110 orang, peserta UN SMP terbuka 2.473 orang, MTs Negeri 1.493 orang dan MTs swasta 6.646 orang sehingga jumlah keseluruhan peserta UN Sekolah Menengah Pertama untuk tahun ajaran 2011-2012 baik siswa dan siswi SMP/Mts Negeri maupun swasta yang mengikuti UN tahun ajaran 2011 – 2012 kali ini berjumlah 34.912 orang.
Sementara untuk jumlah pengawas
silang mencapai 3.744 orang yaitu untuk pengawas silang SMP 2.854 orang dan MTs 890 orang. Adapun untuk mata pelajaran yang akan di ujikan pada UN tahun ajaran 2011 -2012 kali ini, pada hari Senin adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, Selasa bahasa Inggris, Rabu Matematika dan kamis IPA. 
Untuk pendistribusian soal UN SMP di wilayah Cianjur selatan dilakukan sehari sebelum UN SMP di laksanakan dikarenakan lokasi yang cukup jauh. Dalam pendistribusian soal UN dan penyimpanan soal-soal ujian ini diawasi langsung oleh pihak kepolisian untuk menhindari terjadinya kebocoran soal (KC-02)***.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Jl. Siliwangi (KabarCianjur) Sebanyak 10.450 ketua rukun tetangga (RT) se-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperoleh hibah sebesar Rp 104,5 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2012. Masing-masing ketua RT memperoleh Rp 10 juta.
Di lain pihak, banyak kalangan masyarakat yang mengkhawatirkan, dikucurkannya dana hibah sebesar itu, dapat mengganggu perbaikan/pemeliharaan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. "Sehingga sejumlah ruas jalan kabupaten dan jalan desa yang mengalami kerusakan pada tahun ini tidak dapat diperbaiki," kata Hasan, salah satu warga Cianjur.
Hal itu disebabkan karena dana APBD Kabupaten Cianjur yang hanya sebesar 35 persen untuk belanja pembangunan tersedot untuk dana hibah para ketua RT yang jumlahnya tidak sedikit.
Sedangkan di tengah-tengah masyarakat muncul kesan, dana hibah itu untuk dibagi-bagi di kalangan pengurus RT. Kucuran dana hibah itu sendiri terkesan sarat dengan muatan politis. Terkait dengan janji bupati pada Pilkada 2011, jika terpilih kembali, akan memberikan bantuan kepada setiap RT sebesar Rp 10 juta.
Bupati Cianjur Drs H Tjetjep Muchtar Soleh, MM, ketika dikonfirmasi seusai membuka bimbingan teknis (bintek) pengelolaan bantuan Rp 10 juta/RT di Bale Rancage,  mengemukakan, pengucuran dana hibah untuk para ketua RT tidak akan mengganggu pembangunan infrastruktur. Sebab, dana untuk infrastruktur masing-masing sudah dialokasikan.
"Mengenai dana Rp 10 juta/RT bukan untuk dibagi-bagikan para pengurus RT, tetapi untuk pemberdayaan dan kepentingan masyarakat, termasuk untuk membantu biaya kesehatan masyarakat," katanya.
Di samping itu, dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki gorong-gorong, gang atau jalan lingkungan. Diserahkannya dana itu, melalui para ketua RT, karena para ketua RT lebih dekat dengan masyarakat dan lebih mengetahui tentang sarana-prasarana yang dibutuhkan masyarakat.
Sedangkan bintek terkait kucuran dana hibah Rp 10 juta/RT dilaksanakan di setiap kecamatan. Dana hibah itu akan cair secara serempak pada bulan Mei 2012 melalui rekening masing-masing desa.(Man-KC-04)

Foto Ilustrasi : Tumpukan Sampah
Cianjur (KabarCianjur) - Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh merasa geram masih banyaknya tumpukan sampah diseputar Cianjur kota pada jam-jam selepas angkut yang dijadwalkan oleh Dinas Kebersihan Kabupaten Cianjur. Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah diluar jadwal yang telah ditetapkan.
"Tingkat kesadaran masyarakat Kabupaten Cianjur, khususnya di wilayah perkotaan, membuang sampah masih terbilang minim. Buktinya, tak sedikit masyarakat yang membuang sampah seenaknya dengan tidak menyesuaikan jadwal pembuangan yang sudah ditetapkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan," kata bupati disela menghadiri kegiatan Pemantapan Bimbingan Teknis (Bintek) Penggunaan Dana Hibah Rp10juta per RT se-Kecamatan Cianjur di Gedung Wanita Bale Rancage, Selasa (23/4).
Bupati mengaku geram bila melihat diseputar Cianjur kota masih banyak terdapat tumpukan sampah rumah tangga dipinggir jalan yang berserakan. Pada hal Dinas Kebersihan telah memberlakukan jadwal pengangkutan dan pembuangan sampah rumah tangga.
"Jujur saya katakan, bahwa saya kesal melihat kondisi tumpukan sampah berserakan. Pada hal sudah jelas jadwal pembuangan yang diberlakukan Dinas Kebersihan sudah ditentukan. Tapi masih ada saja masyarakat yang tidak patuh dengan membuang sampah diluar jadwal yang telah ditetapkan," kata bupati.
Menurut bupati, volume sampah yang diseputar Cianjur kota terbilang cukup tinggi. Untuk itu perlu penanganan serius. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengajak studi banding para kepala desa dan lurah ke Surabaya. Karena di Surabaya masalah pengolahan sampah terbilang cukup berhasil.
"Surabaya itu kota besar dengan volum sampah yang juga tinggi. Tapi mereka bisa melakukan pengolahan sampah menjadi barang produktif dan bermanfaat bagi warganya. Bahkan walikotanya juga "menantang" untuk kiriman sampah dari daerah lain. Cara pengolahan sampah inilah yang harus kita adaptasi agar persoalan sampah di Cianjur bisa tertasi," katanya.

!anyak hal yang bisa ditiru dari SurabayaN bukan hanya masalah pengolahan sampah tapi juga mengenai ruang terbuka hijau (RTH). Menurut bupati, awalnya RTH di Surabaya juga terbilang minim, tapi saat ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. "Dulu Surabaya itu penduduknya padat, demikian juga dengan bangunannya. Namun setelah adanya kebijakan bahwa setiap bangunan baru harus mengganti dengan ruang terbuka hijau, saat ini Surabaya lebih asri karena RTH yang semula 10 persen naik menjadi 30 persen," tegasnya (KC-02)***. 
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Jln. Adi Sucipta (KabarCianjur) - Sepertinya masyarakat Ciranjang dan Campaka yang selama ini mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan akan sedikit bernapas lega. Pasalnya PT. PLN akan memberikan kompensasi atas rencana dibangunya pusat pembangkit tenaga listrik Upper Cisokan Pumped Strorage di aliran sungai Cisokan dengan membangun jalan dan sarana umum lainya disekitar areal yang terkena dampak.
Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, H. Atte Adha Kusdinan, mengatakan, kompensasi yang diberikan oleh pihak PLN nilainya mencapai sekitar Rp 170 milyar. Dari jumlah tersebut yang diperuntukkan infrastruktur jalan nilainya mencapai Rp 100 milyar. Sisanya sebesar Rp 70 milyar untuk pembangunan sarana umum lainya.
"Kami dari Binamarga hanya merencanakan tekhnisnya saja, sedangkan pelaksanaan pembangunanya akan dilakukan oleh PT. PLN. Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan, karena pelaksanaanya bukan lagi Binamarga. Kami hanya sebatas membuat perencanaanya," kata Atte saat dihubungi, Senin (23/4/2012).
Dikatakan Atte, dalam perencanaan yang dibuat, kompensasi dari PLN untuk pembangunan infrastruktur jalan tersebut akan memperbaiki jalan sepanjang 34 kilometer yang menghubungkan antara Hupe Ciranjang sampai dengan Campaka. "Mudah-mudahan pelaksanaanya bisa sesegera mungkin. Dari segi tekhnis sudah kami siapkan," katanya.
Secara terpisah Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Setda Cianjur, Firman Firdaus mengatakan, untuk pembebasan lahan yang akan digunakan untuk pembangkit listrik Upper Cisokan Pumped Strorage diwilayah Kabupaten Cianjur tinggal menunggu juklak dan juknis dari pemerintah pusat. Wilayah yang akan dibebaskan masuk diwilayah Kecamatan Campaka, Cibeber, Bojongpicung dan Haurwangi.
"Ada sekitar 200 lahan yang akan dibebaskan untuk digunakan pembangkit listrik Upper Cisokan Pumped Strorage. Dari jumlah tersebut mayoritas lahan perhutani dan masyarakat. Saat ini masih menunggu juklak dan juknis dari pemerintah pusat untuk pelaksanaanya," kata Firman saat ditemui secara terpisah.
Lahan yang akan dibebaskan untuk kepentingan pemangkit listrik Upper Cisokan Pumped Strorage kebanyakan yang akan dilintasi jalur saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) diwilayah Kecamatan Haurwangi dan Bojongpicung. Sedangkan daerah yang akan ditenggelamkan berada diwilayah Kecamatan Campaka dan Cibeber.
"Untuk wilayah Cianjur yang akan ditenggelamkan di sebagian wilayah Campaka dan Cibeber. Kebanyakan masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat. Hanya untuk wilayah Bojongpicung dan Haurwangi terkena Sutet sebagai akibat dari adanya Upper Cisokan Pumped Strorage," paparnya.

Pihaknya juga membenarkan, PT. PLN memberikan kompensasi atas lahan yang dibebaskan untuk keperluan pembangkit tenaga listrik tersebut. "Pemkab dapat kompensasi Rp 170 milyar untuk perbaikan jalan dan rumah sakit," katanya (KC-02)***.



Jln. Raya Bandung (KabarCianjur) - Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungah Hidup (KLH) hari ini (kemarin,red) mendatangi Kabupaten Cianjur tanpa memberitahukan terlebih dahulu. Sehingga kedatangan tim penilai penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu tidak ada penyambutan dari pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur.
"Mungkin tim penilai adipura tersebut tidak mau terganggu dalam melakukan penilaian terhadap sejumlah objek yang menjadi sasaran penilaian. Mereka memang sempat memberi tahu hari ini (kemarin,red) mau datang, tapi tidak memberitahukan jamnya dan jumlah anggota timnya," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Cianjur, Doddy Permadi melalui Koordinator Adipura Kabupaten Cianjur, Tiurma Hutapea, Senin (23/4).
Menurut Tiur, meski tim penilai Adipura tidak berkenan untuk didampingi, namun persiapan secara umum beberapa objek yang dinilai dalam Adipura tahun ini sudah cukup maksimal. Meski masih ada beberapa titik pantau yang harus dibenahi. "Kami telah melakukan evaluasi monitoring yang dilakukan pada 12 April lalu. Hasil monitoring terhadap rekomendasi pemantauan pertama (P1) seacara bersama sama hasilnya sudah ada upaya peningkatan terhadap K3 (Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban) pada beberapa titik pantau yang dimonitor," kata Tiur.
Pihaknya mengakui, hasil dari evaluasi terhadap titik pantau yang akan dinilai masih ada beberapa yang masih perlu ditingkatkan. Diantaranya titik pantau pasar muka, terkiat dengan pengadaan tempat sampah, gulma dan lainya. "Untuk Jalan lingkungan sudah baik diperumahan, tapi masih ada pot penghijauan yang kurang tapi bisa diupayakan ditambah," jelasnya.
Dengan dilaksananakan penilaian Adipura, pihaknya berharap dalam jangka panjang ingin K3 menjadi kebutuhan dan kebiasaan bagi masyarakat. "Mudah- mudhan dengan Adipura pradigma masyarakat semakin maju betapa pentingnya lingkungan. Untuk itulah pemerintah memberikan support, ini suatu apresiasi untuk masyarakat agar masyarakat lebih maju dan memahami pentingnya K3, ini sagat positif, mudah mudahan menjadi lebih baik," harapnya.
Berdasarkan pantauan dibeberapa titik diwilayah Cianjur, meski tim penilai Adipura sudah terjun ke Cianjur untuk melakukan penilaian, sejumlah fasilitas umum seperti trotoar masih terlihat dikerjakan di seputar Cianjur kota seperti di jalan raya Bandung. Ini menunjukkan bahwa masih ada kekurangan yang semestinya dibenahi sebelum tim penilai turun untuk melakukan penilaian (KC-02)***.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
FOTO : Saat meninnjau kantor baru BPPT PM
CIANJUR (KabarCianjur) Untuk memudahkan pelayanan Kantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kabupaten Cianjur akan pindah kantor yang semula di Jalan Slamet Riyadi akan menempati kantor baru bekas Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur di Jalan Raya Bandung, Kelurahan Muka, Kecamatan/Kabupaten Cianjur. Kantor baru tersebut dinilai lebih representatif dan strategis untuk melayani para pemohon perijinan.
Kepala BPPT-PM Kabupaten Cianjur, Hujaemah didampingi Kabid Penelitian Tekhnis Administrasi, Subiyanto mengatakan, salah satu alasan pihaknya mengajukan pindah kantor karena kantor yang sekarang ditempati kurang representatif bila dilihat dari besarnya garapan yang menjadi tanggungjawabnya. "Kita pindah kantor lebih karena untuk meningkatan pelayanan masyarakat saja, tidak ada motif lain. Apalagi saat ini sudah menjadi Badan, otomatis tanggungjawabnya juga akan bertambah," kata Hujaemah saat ditemui disela pengecekan lokasi kantor barunya, Senin (23/4).
Rencananya, perpindahan kantor tersebut akan dilakukan dalam pekan depan. Saat ini pihaknya masih membenahi beberapa ruangan kantor barunya. "Sekarang masih beres-beres dulu, ada beberapa ruangan yang harus kita skat dan benahi sebelum kita pindah dan membawa seluruh aset kita dari kantor lama. Paling sekitar semingguan kita sudah bisa pindah," katanya.
Menurut Hujaemah, di kantor barunya halaman parkir lebih luas, sehingga para pemohon perijinan lebih nyaman untuk parkir kendaraanya. Selain itu lokasi kantor barunya juga mudah terjangkau dengan berbagai kendaraan umum. "Kita pindah kantor intinya untuk meningkatkan pelayanan. Mudah-mudahan para pemohon perijinan lebih mudah untuk menjangkau kantor baru kami," katanya.
Namun demikian pihaknya minta maaf bila dalam proses perpindahan kantor tersebut mengganggu pelayanan perijinan. Karena ada beberapa petugas yang harus membereskan perelngkapan untuk di kantor barunya. "Kami harapkan para pemohon perijinan bisa maklum bila ada yang terganggu dengan proses perpindahan kantor ini. Semuanya demi kepentingan bersama yakni pelayanan masyarakat," harapnya (KC-02)**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!