February 2015
CIANJUR,  [KC].- Penarikan status kepegawaian guru-guru SMA/SMK dan Tata Usaha (TU) dari Kabupaten/Kota ke Provinsi disambut baik oleh para guru dan TU di Kabupaten Cianjur. Mereka statusnya berubah menjadi pegawai pusat dibawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

"Ini merupakan angin segar bagi semua Guru dan TU SMA/SMK. Dengan ditariknya status kepegawaian menjadi kewenangan provinsi, mereka bisa lebih leluasa menunjukkan prestasi dan dedikasinya," kata Ketua
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Cianjur, Jarwoto saat dtemui, Jum'at (27/2/2015).

Dengan ditariknya status kepegawaian ke provinsi, Kabupaten/Kota tidak memiliki lagi kewenangan untuk melakukan mutasi dan rotasi. Di Kabupaten Cianjur yang selama ini dikenal kabupaten di Jawa Barat yang terbilang sering melakukan mutasi, menjadi "hantu" menakutkan bagi para PNS

"Bagi yang selama ini merasa terganggu dengan seringnya mutasi di Cianjur, setelah ditarik ke provinsi status kepegawaianya mereka pasti merasa lega. Sebaliknya yang merasa diuntungkan dengan mutasi, tentu harus kecewa. Kita harapkan dengan pengalihan status kepegawaian ini bisa meningkatkan prestasi," kata Jarwoto.

Dengan pengalihan kewenangan ke provinsi, sudah barang tentu diikuti dengan kesejateraan yang juga ikut meningkat. "Informasinya seperti itu, tunjangannya juga meningkat, dan harus dibarengi dengan peningkatan kinerja," tegasnya.

Dikatakan Jarwoto, saat ini pengalihan status kepegawaian bagi para guru dan TU SMA/SMK masih dalam tahap pemberkasan. Diharpkan pada akhir tahun semuanya sudah selesai. "Per Januari 2016 semuanya sudah beralih menjadi kewenangan provinsi. Termasuk anggarannya, Pemda tidak lagi mengalokasi anggaran untuk SMA/SMK," katanya.

Wakil Bupati Cianjur H. Suranto mengaku, pengalihan status kepegawaian bagi para guru SMA/SMK dan TU tersebut harus dilaksanakan. Dengan pengalihan tersebut Pemda bisa lebih konsentrasi membangun pendidikan dasar yakni SD/SMP.

"Selama ini untuk SMA/SMK masih menjadi tanggungjawab daerah. Dengan aturan baru itu daerah bisa lebih leluasa untuk meningkatkan pengelolaan pendidikan dasar. Karena didalamnya juga pengalihan itu bersamaan dengan anggaranya," papar Suranto.

Dengan pengalihan status kepegawaian, lanjut Suranto, daerah tidak lagi menganggarkan untuk SMA/SMK. "Dari sisi anggaran jelas beban APBD berkurang dengan beralihnya kewenangan ke provinsi. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dasar dengan anggaran yang ada," paparnya.

Hanya saja kata Suranto, para guru dan TU SMA/SMK tersebut harus siap ditempatkan diwilayah Jawa Barat. Dengan beralihnya status mereka menjadi tanggungjawab provinsi, penempatan pegawai juga melekat di provinsi.

"Harus siap, itu konsekwensi, mutasi itu bisa dilakukan antar kabupaten/kota. Karena statusnya pegawai pusat yang dilimpahkan ke provinsi. Jadi bagaimana kebijakan provinsi," tegas Suranto  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Antisipasi warga pemburu batu akik ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Juru Pelihara (Jupel) selalu menyampaikan larangan mengambil batu yang ada di lokasi situs Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Tindakan tersebut harus dilakukan mengingat banyaknya masyarakat yang saat ini tengah mencari batu akik.

"Kita harus antisipasi, tidak menutup kemungkinan para pemburu batu akik itu sampai ke Gunung Padang. Kita selalu menghimbau setiap orang yang masuk kawasan situs dilarang mengambil batu situs," kata Jupel Situs Gunung Padang, Nanang, Jum'at (27/2/2015).

Diakui Nanang, sejauh ini belum ditemukan warga yang berani mengambil batu situs untuk dijadikan batu akik. Kalaupun sampai ditemukan pihaknya akan menyita dan mengembalikan benda cagar budaya itu.

"Mudah-mudahan jangan sampai ada yang nekad, kami selalu informasikan kepada pengunjung mengenai larang itu. Karena batu situs itu merupakan benda cagar budaya yang harus dijaga dan dilestarikan," katanya.

Kendati belum ada pemburu batu akik yang sampai ke situs Gunung Padang, namun banyak juga warga yang memburu batu akik di sungai dibawah situs Gunung Padang. Kalau itu dilakukan, pihaknya tidak akan melarangnya, karena lokasinya diluar areal situs.

"Kalau diluar areal situs terutama di sungai banyak juga yang memburu batu akik. Saya juga sendiri makai batu dari sungai dibawah situs," kata Nanang.

Warga yang memburu batu akik disungai kebanyakan warga sekitar situs. Tapi ada juga yang datang dari luar daerah. "Yang pasti kita akan melarang kalau sampai ada warga yang sampai mencari batu akik ke areal situs. Diluar itu kami tidak akan melarangnya," katanya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Bangga Dewantara Sunarya (16) atlet balap motor asal Kabupaten Cianjur menjadi satu-satunya atlit di Jawa Barat yang lolos untuk mengikuti kejuaraan Asia Talent Cup 2015, yang akan digelar di Malaysia, Thailand, Qatar, China dan Jepang. Asia Talent Cup 2015 itu akan dimulai pada awal Maret 2015 di sepang Malaysia.

Sebelumnya atlet binaan Cianjur Auto Sport (CAS) Cianjur itu sempat gagal saat ikut seleksi pada tahun 2013 silam. Berkat keseriusannya dan meniti prestasi, pada tahun 2014 silam kembali ikut seleksi dan berhasil lolos.

"Waktu itu saat ikut seleksi bersama 270 pembalap dari Asia dan Australia, hasilnya 15 pembalab lolos. Tiga pembalap asal Indonesia yakni Surabaya, Makasar dan satu diantaranya Bangga dari Cianjur," kata Manajer Bangga, Indra Winata (33) saat ditemui di gedung KONI Cianjur, Jum'at (27/2/2015).

Bangga akan berangkat ke Malaysia pada, Jum'at (27/2/2015) malam untuk bergabung dengan 21 pembalap lainya dari Asia dan Australia. Mereka akan menjalni tes drive di sepang Malaysia pada 1 Maret hingga 5 Maret 2015. Selanjutnya akan melanjutkan ke Thailand pada 17 Maret dan mengikuti race di Buriram Sirkuit pada tanggal 21-22 Maret 2015.

Pada tanggal 23-24 Maret, Bangga melanjutkan ke Qatar untuk mengikuti race pada tanggal 28-29 Maret dan setelah itu kembali ke Indonesia. "Untuk race di Thailand bersamaan dengan Super Bike dan di Qatar barsamaan dengan Moto GP," katanya.

Sementara Bangga mengaku optimis bisa menunjukkan prestasi terbaiknya. Bangga yang mendapat nomor delapan itu yakin akan memberikan perlawanan. "Ya harus optimis, targetannya, juara internsional. Kemampuan rata-rata, peluang masih sangat tebuka. Ingin memberikan yang terbaik," kata Bangga.

Untuk menghadapi Asia Talent Cup 2015, sejumlah persiapan telah ia lakukan sejak Nopember 2014 lalu. Dua kali dalam seminggu ia melakukan race untuk menjaga kestabilan. "Biasanya setiap race kita melakukan hingga tiga jam. Selain itu kita hanya menjaga kesehatan saja dengan latihan fisik dan makanan sehat," katanya [KC-02]**.
CIANJUR,  [KC].- Kesal dengan kondisi jalan yang rusak parah, seorang warga Bojongpicung melakukan sindirin kepada Pemkab Cianjur.. Yusup (43) warga Kampung Sukamanah RT 03/RW 07 Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur itu nekad pinjam uang Rp 170 ribu, dan dibelikan brangkal untuk di Jalan Kebun Jeruk Bojong Picung yang rusak.

Sebagaimana diketahui bahwa kondisi jalan dari Ciranjang ke arah Bojong Picung sudah bertahun-tahun kondisinya rusak parah. Belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemkab Cianjur hingga kini.

"Saya berbuat seperti ini ingin membantu masyarakat pengguna jalan. Banyaknya jalan yang rusak, sangat membahayakan pengendara, makanya saya berinisiatif sendiri," kata Yusup, Kamis (26/2/2015).

Yusup mengaku, bermodal Rp 170 ribu tersebut ia sudah berhasil membeli tujuh truk engkel brangkal untuk menguruk jalan yang berlubang. Setidaknya sudah sekitar 500 meter jalan yang berlubang berhasil di urug dengan brangkal.

"Saya melakukan sendiri, saya beli brangkalnya, kemudian saya urugan ke jalan yang berlubang. Alhamdulillah sudah 500 meter lubang jalan yang rusak itu tertutup dan jalan menjadi rata meski tidak beraspal," katanya.

Berkat kerja kerasnya tersebut, tidak sedikit pengguna jalan yang memberikan bantuan alakadarnya. Hasilnya bisa kembali dimanfaatkan untuk membeli brangkal. "Kalau bantuan hanya dari pengguna jalan saja, itupun nilainya bervariatif, dan kalau dikumpulkan bisa beli berangkal kembali," jelasnya.

Tintin Nurhadistian (40) seorang warga Bojongpicung mengaku memberikan apresiasi terhadap Yusup yang mau berkorban dan meluangkan waktunya untuk mengurug jalan yang berlubang agar tidak membahayakan pengguna jalan. Langkah Yusup tersebut dinilai sangat jarang yang mau melakukan.

"Itu jarang ada warga yang rela berkoban mengeluarkan biaya dan tenaga sendiri untuk kepentingan orang banyak. Seharusnya pemerintah malu melihat tindakan warganya sendiri yang nekat mengorbankan waktu, tenaga dan biaya untuk jalan yang seharusnya menjadi tanggungjawab pemerintah," kata Tintin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Binamarga Kabupaten Cianjur Atte Adha Kusdinan mengaku, terbatasnya anggaran sulit untuk memperbaiki seluruh jalan yang ada diwilayah Kabupaten Cianjur. Kerusakan jalan di Bojongpicung secara bertahap akan dilakukan penanganan.

"Tentu kita tidak bisa sekaligus memperbaiki jalan yang mengalami keruskan termasuk yang ada di Bojongpicung. Secara bertahap tentu akan dilakukan penanganan," kata Atte  [KC-02]**.
CIANJUR  [KC].- Ratusan anak dari 25 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Kecamatan Cidaun Cianjur selatan mengikuti kegiatan Olimpiade PAUD yang dilaksanakan di PKBM Winaya Bhakti, lapang Jayanti Desa Cidamar Kecamatan Cidaun, Kamis (26/2/2015).

Sambil diantar oleh orang tuanya, ratusan anak PAUD tersebut sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka juga diantar iring-iringan pawai puluhan sepeda motor dan roda empat menuju lokasi perlombaan.

Ketua Panitia Olimpiade PAUD, Hasan, mengatakan, pada olimpiade yang dilaksanakan tersebut sejumlah perlombaan akan dilaksanakan. Diantaranya senam ceria, lempar bola, estafet, hafalan alquran surat-surat pendek dan mewarnai gambar.

‎​"Kegiatan olimpiade ini bertujuan untuk memotivasi belajar anak agar bisa lebih rajin lagi dan bisa menghasilkan yang maksimal. Olimpiade ini juga merupakan ajang pemanasan sebelum nantinya tampil di tingkat Kabupaten Cianjur pada 10 Maret 2015 mendatang," kata Hasan.

‎​
Pihaknya berharap, pemerintah bisa lebih peduli terhadap keberadaan PAUD, terutama dalam hal anggaran. Selama ini kegiatan yang dilaksanakan PAUD kebanyakan hasil dari swadaya. "Saya sangat berharap, pemerintah baik pusat maupun daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk PAUD. Selama ini, penyelenggaraan PAUD pembiayaannya masih bersifat swadaya," paparnya.

Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan (Pusbindik) PLSPO Wilayah V, Aep Saepudin, mengatakan, olimpiade PAUD merupakan kegiatan positif dalam rangka memotivasi anak untuk berani tampil di muka publik. Sehingga kelak saat memasuki usia sekolah sudah memiliki dasar-dasar mentalitas yang stabil.

"Dulu, kegiatan seperti ini di tingkat kabupaten selalu dimotori oleh HIMPAUDI, tetapi mulai tahun ini diselenggarakan oleh Disdik melalui Sie Binmudora. Ini pertanda pemerintah Kabupaten Cianjur sangat memperhatikan PAUD," tegas Aep.

Camat Cidaun, Hely Kuswandi, mengaku siap mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh PAUD. Bahkan ia siap merekomendasikan aset pemerintah yang tidak digunakan yang ada di wilayahnya bila masyarakat membutuhkan untuk kegiatan PAUD.

"Selaku camat saya siap membantu keberlangsungan PAUD. Termasuk merekomendasikan aset pemerintah yang tidak dimanfaatkan, agar digunakan untuk PAUD. Ini komitmen kami dalam memajukan pendidikan," katanya
CIANJUR, [KC].- Akibat semakin meningkatnya jumlah kunjungan ke situs Megalitikum Gunung Padang di Kampung Gunung Padang dan Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap keberlangsungan situs.

Kekawatiran rusaknya situs sepertinya tidak berlebihan jika melihat daya tampung lokasi situs sangat terbatas untuk menampung pengunjung. Sementara jumlah pengunjung setiap hari trendnya terus meningkat.

Juru Pelihara (Jupel) Situs Megalitikum Gunung Padang, Nanang, mengakui, jumlah pengunjung setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal itu dampak dari pemberitaan media yang terus menerus serta adanya penelitian di situs Gunung Padang.

"Grafiknya dari tahun 2011 hingga saat ini jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan. Ini harus dipikirkan, jangan sampai justru banyaknya pengunjung akan berdampak kurang baik untuk keberlangsungan situs," kata Nanang saat dihubungi, Kamis (26/2/2015).

Untuk menghindari terjadinya kerusakan situs akibat membludaknya pengunjung, komunitas dan pengelola Situs Megalitikum Gunung Padang untuk sementara waktu memberlakukan bergiliran bagi pengunjung yang ingin naik. Ketika dirasa pengunjung sudah memadati di puncak situs, pengunjung yang baru datang harus rela menunggu pengunjung yang sudah naik turun.

"Ini hanya antisipasi sementara, perlu adanya kebijakan yang mengatur para pengunjung. Bukan membatasi jumlahnya, tapi mengatur waktunya dengan menghitung jumlah maksimal pengunjung diatas. Bisa dilakukan secara bergiliran, jangan sampai dipaksakan semua pengunjung dimasukkan. Ini akan merusak cagar budaya, bukan merawatnya," kata Nanang.

Dalam satu bulan saja, pengunjung yang masuk ke Situs Megalitukum Gunung Padang bisa mencapai sekitar 8.000 orang. Jumlah tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah seiring dengan pemberitaan media mengenai Gunung Padang yang masih terus berlangsung.

"Tidak hanya pengunjung dari masyarakat Cianjur, tapi banyak diantaranya yang datang dari luar Cianjur. Bahkan sejumlah warga negara asing juga mengalami peningkatatan jumlahnya. Mereka rata-rata penasaran mendengar atau melihat cerita tentang gunung padang di media-media," paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur H. Dedi Supriadi melalui
Kasi Usaha dan Pariwisata Neneng Sumaryanti menuturkan, pihaknya telah merencanakan untuk membuat manajemen pengunjung khusus di situs Megalitikum Gunung Padang. Melalui manajemen pengunjung diharapkan wisatawan akan bisa lebih tertib.

"Melalui manajemen pengunjung yang akan kita terapkan itu akan mengatur berapa jumlah pengunjung atau kapasitas pengunjung yang bisa masuk kawasan situs, bisa juga dengan melengkapi sarana dan prasarananya sebagai daya tarik yang lain selain keberadaan situs," kata Neneng saat dihubungi terpisah.

Tujuan adanya manajemen pengunjung juga merupakan upaya untuk menjaga situs agar terhindar dari kerusakan. "Namanya juga pengunjung tidak semuanya bisa menjaga situs, ada saja yang sebaliknya. Dengan adanya kuota pengunjung akan mempermudah dalam pengawasan dan lebih mudah dalam menjaga kelestarian situs," tegas Neneng  [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cianjur siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas produk saat ini tengah dilakukan agar bisa bersaing.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Diskop UMKM) Kabupaten Cianjur Ridwan Ilyasin mengungkapkan, MEA tidak perlu dikawatirkan. Kehadiran MEA adalah peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, memperkuat keunggulan dan keistimewaan dari perusahaan agar tetap menang bersaing.

"Dari segi kualitas produk UMKM kita tidak kalah bersaing, bauhkan berkualitas. Hanya ada beberapa yang perlu dibenahi mengenai kemasan. Karena sebaik apa kualitas sebuah produk, tidak bisa terlepas dikemasan, itu merupakan pasar tersendiri," kata Ridwan saat ditemui di kantornya, Rabu (25/2/2015).

Dikatakan Ridwan, kehadiran MEA itu sejatinya hanya memperlancar kerjasama ekonomi. Tinggal bagaimana mempersiapkan diri dalam menjaga kualitas produk, pemasaran, kreatif dan sumber daya manusia ditingkatkan. "Kualitas sudah ada, tinggal komposisi produk. Tinggal kita kemas, kita tingkatkan pemahaman mengemas produk dan info produk itu. Kita binanya seperti itu dan memperbanyak pemasaran produk, biar orang luar belanja," katanya.

Hanya saja para pelaku UMKM kecil itu seringkali menemui kesulitan dalam belanja bahan baku karena beli bahan bakunya pasti mahal. Kondisi seperti itu, koperasi menjadi salah satu alternatif. "Kita harapkan UMKM terhimpun dalam koperasi dan harga itu bisa bersaing. Kita bangun UMKM bersamaan dalam pemasaran, pemikiran, kesamaan dalam untuk maju. Ini adalah sebuah kekuatan potensi UMKM Cianjur. Harus siap menghadapi pesaing pada MEA," kata Ridwan.

Pihaknya optimis, MEA membawa angin segar bagi pelaku UMKM di Cianjur. "Kita optimis pasar, mudah-mudahan orang luar negeri ke Cianjur banyak belanja ke Cianjur. Gak usah takut. yang penting eksen. Kemampuan kita sampai dimana bagaimana persepsinya orang luar ke kita,"tegasnya.

Ketua Forum UMKM Kabupaten Cianjur, Adang Pratidi mengubgkapkan, MEA tidak akan bisa dibendung, karena sudah merupakan kesepakatan diantara anggota Asean dan juga akibat faktor globalisasi. "Tinggal kita memperkuat diri saja, terutama SDM, market, inovatif dan kreatif," kata Adang saat dihubungi terpisah.

Seorang pelaku UMKM Cianjur, Ratna Dewi Anggriani mengaku juga tidak cemas adanya MEA. Justru MEA merupakan sebuah peluang untuk menunjukkan bahwa produk UMKM itu memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing di pasar.

"Kita harus hadapi, justru ini menjadi motivasi bagi pelaku UMKM, untuk bisa lebih menjaga kualitas produknya. Kalau tidak, tentu akan ditinggalkan. Pasti ini bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM, khususnya di Cianjur," kata Ratna  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Meski sudah terbentuk sejak empat bulan silam, keberadaan Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Cianjur sepertinya masih sepi dari pengaduan. Diduga hal itu akibat minimnya sosialisasi keberadaan BPSK di Cianjur.

Sepinya pengaduan mengenai persoalan sengketa konsumen, tidak terlepas masih minimnya masyarakat yang mengetahui adanya BPSK di Cianjur. Sebagai lembaga baru, sudah seharusnya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Memang kita masih perlu terus menerus melakukan sosialisasi keberadaan BPSK dan apa saja kewenangannya kepada masyarakat. Tahun ini kita akan lakukan sosialisasi itu. Kita ingin keberadaan BPSK ini bermanfaat bagi masyarakat," kata Ketua BPSK Kabupaten Cianjur, Judi Adi Nugroho saat ditemui, Rabu (25/2/2015).

Sebagai badan baru yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres), BPSK memiliki kewenangan dalam menyelesaikan persoalan sengketa konsumen. "Kita memiliki kewenangan dalam mediasi, abitrase dan konsiliasi. Itu yang menjadi pokok penanganan sengketa konsumen," paparnya.

Kurun waktu empat bulan berdiri, BPSK Cianjur baru menerima satu pengaduan dan dua konsultasi. Pengaduanpun hingga saat ini belum ditindaklanjuti, pengingat sang pengadu tidak datang kembali untuk melengkapi berkas.

"Ada pengaduan masalah lising, tapi yang bersangkutan tidak datang lagi saat kami meminta kronologis kejadiannya. Sementara yang sifatnya hanya konsultasi ada dua kasus, itupun juga masalah lising," jelas Judi.

Minimnya pengaduan, diakui Judi lantaran masih banyaknya masyarakat yang belum tahu BPSK. Sehingga menjadi sebuah tantangan bagi personel BPSK untuk mensosialisasikan lembaganya kepada masyarakat.

"Secara bertahap kita berbenah. Saat ini personel BPSKnya sudah terbentuk, tinggal pegawai sekretariatnya. Kita sedang usulkan itu. Jangan sampai ketika kita banyak menerima pengaduan, kita keteteran dalam melayani. Beruntung sekarang masih bisa tertangani. Kita akan siapkan semua perangkatnya," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Buah Jambu Batu atau Jambu Biji ternyata memiliki nilai bisnis yang menjanjikan. Atas dasar itulah saat ini masyarakat Desa Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur berlomba membudidayakannya. Suhu yang dingin ternyata tidak mempengaruhi tanaman tersebut untuk setiap saat berbuah, justru sebaliknya.

"Awalnya memang kami kawatir kalau tanaman buah tidak bisa berbuah saat ditanam di areal yang udaranya dingin. Tapi ternyata sebaliknya, malah buahnya tidak mengenal musim, terus menerus berbuah," kata Cecep Abdul Halim (50) petani buah jambu batu di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas, Rabu (25/2/2015).

Buah jambu batu memiliki nilai bisnis yang menjanjikan. Permintaan buah jambu batu masih sangat tinggi. "Kita masih kwalahan memenuhi pesanan. Permintaanya sangat tinggi, prospek bisnisnya masih sangat terbuka," katanya.

Melihat peluang tersebut, saat ini sejumlah petani tengah mengembangkan tanaman buah jambu batu. Usia tanam yang relatif singkat sudah berbuah, membuat banyak petani yang mulai beralih untuk mengembangkan jambu batu.

Dikatakan Cecep, 100 pohon jambu batu, saat ini bisa menghasilkan sekitar 2 hingga 3 kwintal dalam satu minggu. Bahkan dalam satu bulan bisa menghasilkan panen raya hingga dua kali dengan jumlah rata-rata 5 kwintal.

"Harga ditempat saat ini berkisar Rp 2.500,- per kilogram. Harga yang menjanjikan, karena perawatan tanaman pohon jambu tidak begitu sulit, pupuknya juga cukup dengan pupuk kandang, hanya harus rajin membungkus buahnya saja," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pihaknya bertekad ingin mengembangkan tanaman jambu batu diwilayah Desa Batulawang. Sejumlah warga yang tergabung dalam koperasi sudah bertekad ingin mengembangkan jambu batu.

"Kalau kita tergabung dalam koperasi, kita harapkan masalah harga bisa terkontrol. Demikian juga masalah pemasaran, kita tidak akan mengalami kesulitan. Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud dan bisa berkembang," harapnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Hujan es mengguyur sebagian wilayah Cianjur utara. Fenomena langka tersebut terjadi sekitar pukul pukul 16.30 WIB Rabu (25/2/2015). Hujan yang mengguyur di wilayah Cugenang ternyata dibarengi dengan hujan es. Butiran es sebesar batu kerikil bertebaran sebelum akhirnya mencair.

Fenomena hujan es tersebut sangat jarang dijumpai. Sehingga banyak masyarakat yang merasa heran. "Lumayan juga kalau kena kepala terasa sakit. Seperti dilempar batu kerikil. Ini kejadian yang langka, sepertinya saya baru mengalami kali ini kurun waktu sepuluh tahun terakhir," kata Siti Hasilah (37) seorang ibu warga Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang.

Karena penasaran, ibu tiga anak itu berupaya memunguti es yang terjatuh ke tanah. Ia ingin meyakinkan apakah benar hujan es itu benar-benar terjadi. "Kayak aneh saja, biasanya hujan itu air biasa, ini ada butiran es sebesar batu kerikil yang jatuh bertebaran. Hanya sekedar memastikan saja, makanya kita kumpulin," katanya.

Hujan es yang terjadi tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 10 menit, hujan yang mengguyur wilayah Cugenang itu kembali seperti biasa. "Memang singkat kejadiannya, tapi sangat mengesankan, fenomena hujan es benar-benar terjadi, tidak hanya didaerah kutub saja, di Cugenangpun terjadi dan ini fakta," paparnya.

Namun ia sangat menyesal, karena terlambat mendokumentasikan. "Ia nyesel, tidak sempat mengabadikan, terlalu asyik sih memunguti es, jadi lupa mengabadikan momen yang jarang terjadi ini," sesalnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Disaat Gubernur Jawa Barat selalu menggelorakan program Jabar Caang, ternyata masih banyak masyarakat Jawa Barat yang belum merasakan listrik. Setidaknya hal itu dirasakan oleh masyarakat Cianjur. Sebanyak 288.100 Keplala Keluarga (KK) di wilayah Kabupaten Cianjur belum mendapatkan aliran listrik. Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah mengingat minimnya pemasangan sambungan baru.

"Rasionya sekitar 56,55 persen KK yang sudah teraliri listrik di wilayah Kabupaten Cianjur atau sekitar 374.899 KK," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi diampingi Kepala Bidang Pertambangan dan Energi, Iman Budiman, Selasa (24/2/2015).

Dikatakan Dodi, masih tingginya KK yang belum teraliri listrik tersebut membutuhkan penanganan serius. Keterbatasan anggaran yang dimiliki menjadi persoalan tersendiri. "Perkembangan pemasamgan listrik tidak sebanding dengan perkembangan KK. Kadang didalam satu rumah terdapat lebih dari satu KK," kata Dodi.

Untuk menuntaskan seluruh KK teraliri listrik butuh waktu dan anggaran yang memadai. Berdasarkan perhitungannya, jika terdapat anggaran minimal Rp 1 miliar setiap tahun, untuk menuntaskannya dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun.

"Saat ini kita mendapatkan alokasi anggaran hanya Rp 600 juta. Itu kita manfaatkan buat jaringan di Pagelaran dan untuk aliran baru 100 KK di Sukaluyu. Bisa dikalkulasikan, berapa lama untuk menuntaskannya," katanya.

Diakuinya, selama ini anggaran yang diperoleh PSDAP Cianjur untuk penanganan aliran listrik nilainya fluktuatif. Bahkan sampai diangka Rp 200 juta per tahun. "Kita manfaatkan yang ada, untuk memaksimalkan kebutuhan yang diperlukan," tandasnya.

Pihaknya mengaku bisa sedikit berlega hati, lahirnya UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Desa. Dalam undang-undang itu menyebutkan masalah penanganan listrik didaerah menjadi kewenangan provinsi. "Dalam lampiran kewenangan penyediaan dana kelompok masyarakat tidak mampu, pembagunan sarana penyediaan tenaga listrik belum berkembang, daerah terpencil dan perdesaan menjadi kewenangan provinsi," tegas Dodi.

Melihat aturan tersebut kata Dodi, seharusnya provinsi yang bergerak. Karena kalau daerah menyediakan anggaran salah. "Aturannya sudah jelas, saat ini yang terjadi kita seperti buah simalakama, gak dimasukin anggaran salah, dimasukin juga salah. Tapi tahun depan kita sudah tidak akan anggarkan lagi," paparnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Setelah dua tahun berturut-turut lolos, kini Pemkab Cianjur bertekad untuk meraih Adipura pada tahun 2015.Tekad tersebut sepertinya tidak main-main, sebab seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada semuanya digerakkan demi meraih penghargaan dalam bidang lingkungan itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, mengatakan, saat ini sejumlah sarana dan prasaran yang menjadi objek penilaian Adipura terus dibenahi. Kekurangan yang diketahui segera dibeperbaiki.

"Hasil dari evaluasi, laporan dari setiap OPD menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Hasil dari beberapa pemaparan, memang masih ada sejumlah kekurangan yang harus kita segera perbaiki," kata Oting saat ditemui usai menggelar rapat mengenai Adipura di Bale Praja Cianjur, Selasa (24/2/2015).

Dikatakan Oting, kekurangan yang saat ini akan segera dibenahi yakni mengenai pemilahan sampah organik dan non organik serta mengani komposting. Jika hal itu telah dilakukan perbaikan, dimungkinkan nilai untuk Cianjur akan naik.

"Pada hasil penilain pertama (P1) kita mendapatkan nilai 73,09. Kalau pasing greatnya tetap 75, tinggal beberapa poin lagi kita bisa mengejar. Kalau tercapai kita optimis bisa meraih Adipura pada tahun 2015 ini," kata Oting.

Menganai pemilahan sampah, saat ini sejumlah kantor di masing-masing OPD belum dilengkapi. Untuk itu perlu segera mungkin disediakan. Karena mengenai pemilahan sampah di masing-masing OPD menjadi salah satu bagian yang ada didalam penilaiannya.

Selain di OPD, pemilahan sampah di Rumah Sakit juga menjadi perhatian serius. Saat ini belum ada pemilahan sampah-sampah di rumah sakit termasuk mengenai sampah medis. Selain dirumah sakit, di perumahan yang menjadi objek penilaian juga harus segera dilengkapi tempat pemilahan pembuangan sampah.

"Pasar juga menjadi perhatian serius yang saat ini masih kurang. Kalau semuanya itu bisa dibenahi, kretaeria yang menjadi dasar penilaian bisa terpenuhi. Karena penilaian kedua akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. Minggu depan kita akan evaluasi kembali hasilnya," tegas Oting.

Keberhasilan untuk meraih Adipura kata Oting, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Tapi semua lapisan masyarakat harus bergerak untuk mensukseskannya. Dimulai dari kebiasaan membuang sampah pada waktu dan tempatnya, itu harus dilaksanakan.

"Ini menjadi tanggungjawab bersama, termasuk wartawan juga. Semua itu tidak bisa terlepas dari prilaku kita dalam menjaga kebersihan lingkungan mulai dari sekitar kita. Membiasakan dengan prilaku bersih dan sehat, menjadi salah satu kunci keberhasilan," tegasnya  [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Akibat hujan deras disertai angin yang melanda wilayah Cianjur selatan sejak pukul 15.30 WIB, Selasa (24/2/2015), sejumlah pohon di pinggir jalan tumbang hingga menutup bahu jalan. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Pagelaran, Tanggeng dan Cibinong sempat tersendat.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah pohon besar diantara jalur Pagelaran, Tanggeung dan Cibinong tumbang. Setidaknya terdapat lima lokasi pohon tumbang disepanjang jalan menuju arah Sindang Barang.

"Hujannya sangat lebat dan cukup lama, ditambah dengan angin. Tiba-tiba pohon dipinggir jalan tumbang. Beruntung tidak sampai menimpa orang atau pengendara," kata Aep Saepudin (50) seorang warga saat dihubungi Selasa (24/2/2015) malam.

Aep yang kebetulan sedang mengendarai mobil dari Cianjur menuju Cidaun Cianjur selatan, mengaku sempat terganggu dalam perjalanan. Pohon tumbang tersebut mengjaruskan harus rela antri dijalan menunggu disingkirkan.

"Tadi sekitar jam 18.00 WIB sudah bisa lewat, tapi harus antri bergiliran. Itupun berkat masyarakat setempat yang berinisitaif menyingkirkan pohon yang tumbang menutup jalan," kata Aep.

Pohon tumbang tersebut terjadi di wilayah Pagelaran satu titik, Tanggeung, dua titik dan Cibinong dua titik. "Yang di Cibinong pohonya menimpa kabel telpon dan rantingnya masih banyak yang mengarah ke jalan. Pokoknya harus hati-hati saja jika lewat, apalagi kondisinya sudah malam seperti ini," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Satpol PP gagal menertibkan satu dari tiga kios yang berada di Daerah Milik Jalan (DMJ) di Jalan Raya Bandung Kampung Pasir Nangka RT 06/RW 04 Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Senin (23/2/2015).

Hal itu setelah pemilik kios tidak mau mengosongkan kiosnya.
Pemilik kios Poltak Simanjuntak (56) bersikeras tidak akan meninggalkan kios bersama istrinya meski Satpol PP membongkar kioasnya. Kondisi tersebut akhirnya membuat Kepala Desa Sukasirna, Ahmad Satibi turun tangan. Terjadilah negosiasi dan terjadi kesepakatan bahwa pembongkaran kios tidak dilanjutkan. Pemilik kios duberi waktu hingga besok Selasa (24/2/2015) untuk membongkar sendiri kiosnya.

"Saya hanya memfasilitasi pemilik kios dan sudah ada kesepakatan. Kita akan menggelar pertemuan, kita panggil pihak perusahaan. Kita akan sampaikan keinginan pemilik kios. Makanya pemilik kios berjanji akan menertibkan sendiri kiosnya," kata Ahmad Satibi saat ditemui dilokasi pembongkaran kios.

Dikatakan Ahmad Satibi, sebelumnya telah terjadi pertemuan dari pihak perusahaan. Pihak perusahaan bersedia memberikan kadeudeuh kepada pemilik kios nilainya mencapai Rp 5 juta. Namun dalam perjalanannya, pemilik kios berubah kembali meminta lebih.

"Ini bukan ganti rugi atau kompensasi, ini hanya kadeudeh dari pihak perusahaan. Tapi ternyata berubah kembali keinginan pemilik kios. Kita akan kembali jembatani masalah ini, tapi yang jelas memang keberadaan kios tersebut berada di DMJ dan itu dilarang," katanya.

Pihaknya juga tidak menampik jika penertiban kios tersebut erat kaitanya dengan penataan saluran air yang tengah dilakukan pihak perusahaan. Salah satu tujuannya agar saluran air bisa berjalan lancar dan tidak terhambat. "Ini dibawah kios itu ada saluran air dan itu suka tidak lancar, dengan penataan yang dilakukan pihak perusahaan itu diharapkan bisa kembali normal," katanya.

Kasi Penyelidikan dan Penindakan Pada Bidang Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kabupaten Cianjur, S. Triono RJ mengatakan, penertiban kios yang dilakukan anggotanya tersebut tidak begitu saja dilakukan. Semuanya sudah melalui proses dan prosedur.

"Kami bertindak berdasarkan aturan. Kami menertibkan kios ini merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim), kita tidak asal menertibkan begitu saja," kata Triono saat ditemui terpisah.

Pihaknya juga membantah kalau penertiban tersebut merupakan "pesanan" dari pihak perusahaan yang saat ini tengah membangun. "Dasar kita surat rekom dari Distarkim dan disitu jelas tertera tiga kios bukan atas dasar lain," kilahnya.

Dalam penertiban tersebut pihaknya mengaku menemui kendala yang satu kios belum ada kesepakatan dan kesepahaman dengan perusahaan. Alasannya blm ada titik temu uang pengusir dengan kemampuan perusahaan.
"Kita kasih toleransi sampai besok ada rembug desa, dengan pihak berkepentingan. Kalau tidak ketemu kita akan tetibkan sendiri. Kita bekerja atas laporan dan rekomendari dari instansi yang berwenang," jelasnya [KC-02]**.










CIANJUR, [KC].- Tiga kios yang berada di atas Daerah Milik Jalan (DMJ) di Jalan Raya Bandung Kampung Pasir Nangka RT 06/RW 04 Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Senin (23/2/2015) ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, penertiban kios yang dulakukan Satpol PP Kabupaten Cianjur itu diduga sarat dengan kepentingan. Karena lokasi kios persis didepan areal perusahaan raksasa yang saat ini tengah melakukan pembangunan. Perusahaan tersebut secara jelas telah menggunakan sekitar 170 hektar lahan pertanian.

"Saya membuka warung disini ada ijinnya, saya selalu membayar pajak. Kok sekarang tiba-tiba mau ditertibkan setelah ada perusahaan. Informasinya katanya mau dipakai jalan oleh perusahaan," kata Poltak Simanjuntak (56) salah seorang pemilik kios.

Pihaknya mengakui dalam klausul ijin yang dimilikinya tidak menuntut ganti rugi jika pemerintah memanfaatkan lahan yang digunakan. "Ini yang memanfaatkan siapa? Bukan pemerintah, tapi kepentingan perusahaan," tegasnya.

Ia mengaku tidak akan bergeming dari warungnya. Seluruh dagangan yang ada akan dibiarkan jika Satpol PP membongkar kiosnya. "Saya dan istri akan tetap didalam kios, saya akan diam saja. Saya juga tidak akan membereskan barang dagangan saya," kata Poltak yang di benarkan istrinya Halimah (58).

Pihaknya juga mengakui, sebelum ada penertiban, telah ada surat pemberitahuan dari Satpol PP. Hanya surat pemberitahuan yang pertama yang ia tanda tangani. "Yang kedua dan ketiga, saya tidak mau nanda tangani surat itu," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, sejumlah petugas Satpol PP masih terus membongkar kios. Kios pertama sudah rata dengan tanah, dan saat ini tengah berupaya membongkar kios yang kedua. Saat pembongkaran tidak ada perlawanan dari pemilik kios [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Setelah menggelar aksi di bundaran tugu Gerbang Marhamah, puluhan wartawan cetak, elektronik dan online itu melanjutkan aksi ke gedung DPRD Cianjur di Jalan KH. Abdullah bin Nuh. Sesampainya di gedung wakil rakyat itu, para wartawan langsung masuk kedalam gedung DPRD Cianjur.

Mereka masuk kedalam untuk mencari anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN). Namun setelah mengelilingi sejumlah ruangan, tidak ditemukan anggota DPRD dari PAN. Wartawan akhirnya menemukan ruangan Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional. Seorang wartawan sempat memasang karton bertuliskan PAN Partai Asal Ngegebuk.

Aksi tersebut sempat membuat marah Ketua Fraksi Gerakan Pembangunan Nasional, Sahli Saidi. Bahkan ia sempat mempertanyakan ijin menggelar aksi. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Sahli meminta untuk mendatangi kantor PAN jika ingin bertemu dengan anggota dari PAN.

"Silahkan datang ke kantor PAN, ini kantor fraksi. Memang dia menjadi anggota kami, sekarang tidak ada di fraksi. Silahkan datang ke kantornya," kata Sahli.

Selaku ketua fraksi pihaknya menolajk kekerasan terhadap wartawan. Apapun alasannya aksi kekerasan tidak bisa dibenarkanm "Seharusnya partai mendekati wartawan, bukan melakukan pemukulan," katanya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

CIANJUR, [KC].- Puluhan wartawan cetak, elektronik dan online yang bertugas diwilayah Kabupaten Cianjur melakukan aksi unjuk rasa di bundaran tugu Gerbang Marhamah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Senin (23/2/2015). Aksi para kuli tinta tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tindakan kekerasan yang menimpa wartawan Radar Bekasi yang dilakukan oleh oknum pengurus parpol.

Dalam aksinya, para wartawan mengingatkan bahwa profesi wartawan itu dijamin oleh undang-undang. Berdasarkan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 4 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional berhak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Didalam mempertanggungjawabkan pemberitaan didepan hukum wartawan mempunyai hak tolak.

"Kami jurnalis Cianjur Kapolda Metro Jaya dan Polresta Bekasi agar secepatnya menangkap otak pelaku pengeroyokan terhadap rekan kami Randy Yasetiawan Priogo. Hukum pelaku sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku di Indonesia," kata Randy Yasetiawan seorang wartawan yang ikut aksi.

Hal serupa juga di ungkapkan Nanang Rustandi, wartawan menolak aksi premanisme. Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang. "Ada saksi tegas bagi siapa saja yang menghalangi tugas jurnalis. Kita tolak aksi premanisme," kata Redpel koran harian lokal di Cianjur [KC-02]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR,[KC],-  Sebagai bentuk solidaritas sesama profesi, puluhan wartawan cetak, elektronik dan online yang bertugas diwilayah Kabupaten Cianjur melakukan aksi unjuk rasa di bundaran tugu Gerbang Marhamah Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Senin (23/2/2015). Aksi para kuli tinta tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tindakan kekerasan yang menimpa wartawan Radar Bekasi yang dilakukan oleh oknum pengurus parpol.

Dalam aksinya, para wartawan mengingatkan bahwa profesi wartawan itu dijamin oleh undang-undang. Berdasarkan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 4 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.

Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional berhak mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Didalam mempertanggungjawabkan pemberitaan didepan hukum wartawan mempunyai hak tolak.

"Kami jurnalis Cianjur Kapolda Metro Jaya dan Polresta Bekasi agar secepatnya menangkap otak pelaku pengeroyokan terhadap rekan kami Randy Yasetiawan Priogo. Hukum pelaku sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku di Indonesia," kata Randy Yasetiawan seorang wartawan yang ikut aksi.

Hal serupa juga di ungkapkan Nanang Rustandi, wartawan menolak aksi premanisme. Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang. "Ada sanksi tegas bagi siapa saja yang menghalangi tugas jurnalis. Kita tolak aksi premanisme," kata Redpel koran harian lokal di Cianjur [KC-02]**.

CIANJUR, [KC].- Perempatan lampu merah jalan baru kembali menelan korban, kali ini menimpa Muhammad Nawawi (22) warga Kampung/Desa Sukamantri RT 02/RW 03 Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur. Remaja tersebut harus meregang nyawa setelah sepeda motor Yamaha Vega ZR No.Pol F 4308 YS yang dikendarainya bertabrakan dengan bus PO. Merdeka No.Pol Z 7532 TA yang datang dari arah Jebrod menuju terminal Rawabango, Minggu (22/2/2015).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB tersebut terjadi persis diperempatan lampu merah dari arah Bojong atau tepatnya di Kampung Cigalumpit Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur. Saat itu bus Merdeka yang dikemudikan Jono Sarjono (54) warga Dusun Awisari RT 01/RW 07 Cikoneng Ciamis melaju dari arah Jebrod Cilaku.

Saat tiba diperempatan jalan baru, sopir bus tersebut sempat melihat traffick light berwarna kuning. Ia pun terus memacu busnya. Pada saat bersamaan melaju sepeda motor dari arah kiri bus atau dari arah Bojong mengarah ke Maleber. Tabrakanpun tidak bisa dihindari, korban terpental dan meninggal dunia. Sepeda motornya pun rusak parah.

"Benturannya cukup keras, sepertinya sama-sama kencang. Pengemudi motor terlihat mengalami luka dibagian kepalanya dan darah terus mengucur," kata Hendri (32) seorang warga saat kejadian mengaku tidak jauh dari lokasi.

Kanit Laka Polres Cianjur, Iptu Tenda membenarkan terjadinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu. Pihaknya juga telah mengamankan sopir bus untuk dimintai keterangannya. Dari hasil pengakuan sopir bus, terungkap ia nekat menjalankan kendaraan bus saat lampu traffick light menyala kuning.

"Kita juga lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), dari hasil pengecekan dilokasi, kondisi traffick light menyala seperti biasa, tidak terjadi kerusakan. Ini untuk melengkapi keterangan saksi," katanya.
Tenda mengaku sudah mengamankan sopir bus. Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dari penyidik untuk mengungkap terjadinya kecelakaan. "Bisa saja sopir bus akan kita jerat dengan pasal 310 ayat (4) UU no 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan," kata Tenda [KC-02]**.







CIANJUR, [KC],- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur terus memantau dampak yang diakibatkan gempa 5 SR yang terjadi pada. Sabtu (21/2/2015) sekitar pukul 17.36 WIB. Sejumlaj relawan diterjunkan untuk memantau dampak gempa, terutama didaerah dipesiri pantai.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan, hasil dari pantauan relawan didaerah sekitar pantai mulai dari Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta tidak ada laporan kerusakan yang diakibatkan gempa tersebut. Masyarakat sudah tidak terpengaruh dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Kalau panik sih tidak, waktu terjadi gempa, sejumlah masyarakat yang terdekat dari lokasi gempa pada keluar rumah. Memang harus demikian, sebagai langkah antisipasi menjaga hal yang tidak diinginkan," kata Asep saat dihubungi, Minggu (22/2/2015).

Dikatakan Asep, hasil laporan dari relawan yang masih ada dilapangan tidak ada dampak akibat gempa, baik kerusakan atau potensi tsunami. "Gak ada kerusakan apapun akibat gempa kemarin, kita pantau terus . Relawan diwilayah sepanjang pantai selatan Cianjur juga melaporkan tidak ada dampak, dan tidak ada potensi tsunami," tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap menyiagakan para relawan sebagai bentuk antisipasi. "Kita tetap memantau terus perkambangannya. Relawan kami masih dilapangan. Mudah-mudahan saja tidak ada dampaknya. Hinngga pukul 13.30 WIB masih aman, tidak ada laporan keruskan akibat gempa," papar Asep.

Sebagaimana dilansir dari Situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.36 WIB, Sabtu (21/2/2015). Gempa terjadi di kedalaman 10 km.

Lokasi gempa berada di 8.37 LS-106.79 BT, yang letaknya di 137 km BaratDaya Cianjur atau berjarak 145 km tenggara Sukabumi. BMKG melansir tidak ada potensi tsunami akibat gempa [KC-02]**.




Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Dianggap berprestasi lantaran berhasil mengumpulkan zakat terbanyak, tujuh kecamatan diwilayah Kabupaten Cianjur mendapatkan penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kabupaten Cianjur. Tidak hanya berhasil mengumpulkan zakat, tujuh kecamatan itu juga berhasil mengumpulkan infaq dan shadaqah terbanyak dibandingkan kecamatan lainnya.
Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, KH Abdul Kodir Rozy mengatakan, ke tujuh kecamatan yang berprestasi dalam pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh tersebut adalah Kecamatan Karangtengah, Naringgul, Leles, Pagelaran, Pasirkuda, Sukaresmi, dan Kadupandak
"Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, terdapat tujuh kecamatan yang kami anggap berprestasi dalam pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah. Makanya, kami memberikan penghargaan kepada kecamatan tersebut, sebagai motivasi untuk bisa lebih baik minimalnya mempertahankan," kata ajengan Koko panggilan akrabnya di gedung Dawah Sadewata Cianjur, Minggu (22/2/2015).
               
Menurut ajengan yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah Warujajar, pada tahun 2014 jumlah penerimaan zakat mall, fitrah infaq dan shadaqah yang masuk ke Baznas mengalami kenaikan dan penurunan. Kalau kenaikan dari mulai zakat mal, jumlah muzakki mencapai 7.622 jiwa atau naik sekitar 3,60 persen. Sedangkan jumlah uangnya mencapai Rp 3.878.975.333 atau mengalami penurunan sekitar 5.59 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk zakat fitrah, jumlah muzakki mencapai 756.305 jiwa atau mengalami penurunan sekitar 6,59 persen dari tahun sebelumnya dan jumlah uang mencapai Rp.9.126.256.927 atau mengalami kenaikan sekitar 6,59 persen dari tahun sebelumnya. Kemudian, infaq dan shadaqah, jumlah munfiq/mustashaqah 1.006.563 jiwa dibandingkan dengan tahun lalu naik 10,23 persen, jumlah uang Rp 1.711.630.758 dibandingkan tahun lalu naik 15,61 persen.

"Dari hasil pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh semuanya telah didayagunakan berdasarkan program kerja atau anggaran belanja tahun 2014. Sisanya, didistibusikan Baznas kabupaten dalam beberapa bentuk program yang tengah berjalan," tegasnya.

Dicontohkan ajengan Koko, bentuk program yang tengah dilaksanakan diantaranya program Indonesia makmur dengan kegiatan bantuan modal usaha baik perorangan maupun kelompok dan program kerjasama Baznas provinsi dan pusat. Program Indonesia cerdas dengan kegiatan memberikan bantuan bea santri dan bantuan untuk lembaga pendidikan islam (non formal) dan lainnya.

Diungkapkan KH. Abdul Kodir Rozy, sejumlah program Baznas pada tahun 2015 diantaranya pengumpulan muzakki dan munfiq ditargetkan 10 persen dari kemampuan UPZ (Unit Pengelolaan Zakat) kecamatan mengumpulkan zis yaitu berjumlah 1.997.564 jiwa. "Kita ingin mendayagunakan dan pendistribusian lebih khususnya yang menyangkut bantuan-bantuan sarana keagamaan dan bantuan tanggap darurat bencana dan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu)," paparnya.

Asisten Daerah (Asda) 1 Setda Cianjur Dwi Ambar W mengatakan, Pemkab Cianjur berharap, tahun 2015 yang mendapatkan penghargaan harus lebih dari tujuh kecamatan. Artinya pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah harus ada peningkatan dari tahun sebelumnya. "Kalau semua kecamatan mendapatkan penghargaan, berarti pengumpulan zis pasti meningkat dan pendayagunaan kepada masyarakat pasti meningkat pula," tegas Ambar [KC-02/dak]**.






CIANJUR, [KC].- Sebanyak 75 pelajar perwakilan sejumlah SMA/SMK di wialayah Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur mengikuti pelatihan jurnalistik bagi pelajar yang dilaksanakan oleh Bale Aksara Cianjur di aula Desa Kademangan Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Sabtu (21/2/2015).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah nara sumber dari para jurnalis yang kesehariannya melakukan liputan di lapangan. Mereka diantaranya Asep Moh Muhsin (Pimpinan Redaksi Kabar Cianjur Online), Benny Bastiandy (Wartawan Media Indonesia) Heri Setiawan (Bandung TV).

Ketua Bale Aksara Cianjur Esya Mahendra mengatakan, Bale Aksara merupakan organisasi masyarakat yang didirikan oleh para wartawan dari media cetak dan televisi yang bertugas diwilayah Cianjur. Bale Aksara berkomitmen untuk membangun jurnalistik yang sesuai dengan kode etik wartawan.
"Kegiatan pelatihan jurnalistik pada kalangan pelajar SMA/SMK yang kami laksanakan kali ini merupakan kegiatan pertama kalinya pada tahun 2015. Sebelumnya kita juga telah melakukan kegiatan yang sama dengan sasaran para pelajar," kata Esya.

Tidak hanya menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, Bale Aksara juga telah melakukan serangkaian kegiatan seperti sunatan massal, pengobatan gratis, dan santunan kepada anak yatim piatu dan lainnya.

"Kami berharap Bale Aksara tahun 2015 ini semakin maju dan berkembang, khususnya untuk memberikan nilai atau warna kepada pelajar untuk bisa belajar jurnalistik dan kegiatan sosial lainnya," katanya.

Sekretaris Panita Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar, Deni Abdul Kholik mengungkapkan, tujuan dilaksanakan pelatihan jurnalistik bagi kalangan pelajar tersebut diantaranya untuk mengenalkan kepada pelajar tentang seluk-beluk dunia jurnalistik. Selain itu juga untuk menumbuhkan kecerdasan dan kreativitas pelajar melalui tradisi jurnalistik.

"Dengan ikut pelatihan jurnalistik kita harapkan para pelajar memiliki kemampuan mengelola media. Para pelajar memiliki skills dalam pengelolaan media. Mampu meningkatkan kemampuan jurnalis kaum muda secara otonom dan mandiri dan mampu membuat media massa sendiri, minimal buletin," kata Deni [KC-02]**.






CIANJUR, [KC].- Longsor kembali terjadi di Cugenang, kali ini menerpa jalur jalan utama di Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur yang menghubungkan Desa Mangunkerta dengan sejumlah desa. Akibat longsor yang terjadi ditikungan Kampung Gintung RT 01/RW 08 Desa Mangunkerta Kecamatan Cugenang, Kamis (19/2/2015) sore itu, arus lalu lintas sempat terputus.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa longsornya tebing setinggi 9 meter itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu hujan deras menggutur wilayah Kecamatan Cugenang dan sekitarnya. Tiba-tiba saja tebing diatas jalan ke arah rta itu runtuh.

"Beruntung saat kejadian tidak ada orang maupun kendaraan yang melintas, sehingga korban jiwa bisa dihindari. Kejadiannya serba tiba-tiba, longsor begitu saja. Terdengar suara seperti benda berat jatuh," kata Tony (35) seorang warga.

Longsoran tanah dan bebatuan dari tebing setinggi 9 meter itu menutup bahu jalan. Sehingga akses jalan menjadi tertutup. "Kendaraan sempat gak bisa melintas, karena tertutup longsoran tanah dan bebatuan," katanya.

Camat Kecamatan Cugenang Dadan Ginanjar mengungkapkan, longsor terjadi akibat tebing tidak kuat menahan curah hujan yang terjadi. "Memang daerah itu rawan terjadi longsor, ini bukan yang pertama kali, sebelumnya juga pernah terjadi. Kami sebelumnya telah mengingatkan agar tebing itu ditanami tanaman keras sebagai penyangga, namun sepertinya juga tidak berpengaruh hingga terjasdi longsor," kata Dadan saat dihubungi terpisah.

Dikatakan Dadan, saat ini longsor tersebut sudah ditangani. Alat berat sudah didatangkan untuk membersihkan bekas longsoran tanah dan bebatauan yang menutup jalan. "Dari semalam, alat berat sudah didatangkan, Saat ini masih dalam proses pembersihan bekas longsoran. Kemungkinan siang sudah beres, jalan bisa dilalui seperti biasa," katanya.

Untuk mencegah terjadi longsor susulan, pihaknya melalui pemerintahan desa akan mengusulkan pemasangan turap di lokasi bekas longsoran. "Tadi atas saran dari PU juga agar dilakukan pemasangan turap agar tidak terjadi longsoran. Ini memang daerah rawan, sekalian sekitar lokasi longsor juga dibersihkan. Kita akan usulkan penanganannya ke Pemkab Cianjur," tegas Dadan [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Kasus perkosaan anak dibawah umur kembali terjadi di Cianjur. Seorang siswi yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP mengaku diperkosa oleh seorang siswa SMK. Bahkan atas perbuatan terlarang itu, kini siswi SMP tersebut tengah hamil enam bulan.

Terungkapnya peristiwa tersebut bermula saat korban tidak pulang kerumah. Begitu pulang kerumahnya, siswi SMP sebut saja namanya Bunga (15) itu langsung diintrograsi sama orang tuanya. Mereka sangat terkejut saat mengetahui kalau anaknya diperkosa bahkan hingga hamil.

"Sebelum di perkosa, pelaku mengajak Bunga ketemuan. Dalam pertemuan disebuah gudang kosong itulah, pelaku memberikan minuman fanta. Tanpa curiga langsung diminum, dan tidak berapa lama membuat Bunga tidak sadarkan diri," kata paman Bunga, Rahmat (45) saat dihubungi, Kamis (20/2/2015).

Setelah mengetahui Bunga tidak sadarkan diri, pelaku membawanya ke kediaman orang tua pelaku didaerah Cikalongkulon. Dirumah orang tua pelaku itulah, Bunga diduga diperkosa. "Pengakuan keponakan saya sampai tujuh kali dan dilakukan dirumah pelaku saat orang tuanya tidak ada dirumah. Ia selalu diancam jika tidak mau melayani nafsu bejatnya," katanya.

Akibat perbuatan terlarang itulah, Bunga kini mengandung. Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke enam. Namun Bunga masih masuk sekolah. Kehamilannya belum banyak diketahui orang.

"Pihak keluarga ingin meminta pertanggungjawaban pelaku yang juga masih sekolah. Kami pernah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Cikalongkulon. Tapi disarankan untuk melapor ke Polres, dengan alasan korban maupun pelaku masih dibawah umur," kata Rahmat.

Ia berencana akan melaporkan ke Polres menunggu kondisi orang tua Bunga sehat. "Ini tidak bisa didiamkan, pelaku harus bertanggungjawab atas perbuatannya. Kami akan segera melaporkan ke Polres, menunggu orang tua Bunga sehat," katanya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur kesulitan menertibkan gelandangan yang selama ini keberadaanya sudah mulai meresahkan masyarakat. Meski telah dilakukan pembinaan, mereka masih saja tetap kembali kejalan meski sembunyi-sembunyi.

"Kita sudah melakukan berbagai upaya, kita tertibkan mereka bersama Satpol PP, lalu kita bina. Namun setelah kita bekali mereka, masih saja kembali kejalan lagi," kata Kepala Dinsosnakertrans H. Sumitra saat ditemui disuatu kegiatan, Kamis (20/2/2015).

Dikatakan Sumitra, keberadaan gelandangan peminta-minta tersebut kebanyakan datang dari luar Cianjur. Mereka datang bersama keluarganya dengan modus minta belas kasihan.

"Mungkin saja dikampungnya mereka itu berkecukupan, ini bukan kondisi terpaksa. Tapi sepertinya memang menjadi pekerjaan mereka. Padahal kalau dari segi fisik kebanyakan masih cukup kuat untuk bekerja," kata Sumitra.

Penertiban gelandangan yang dilakukan pihaknya dilakukan secara berkala. Tidak jarang para gelandangan itu melakukan perlawanan saat akan dibawa. "Kita data mereka dan kita berangkatkan untuk dibekali ketrampilan dengan harapan agar mereka bisa berusaha dan tidak lagi kembali kejalan. Tapi mungkin sudah dasarnya seperti itu, sulit untuk tidak kembali," tegasnya.

Untuk menertibkan gelandangan peminta-minta di Cianjur pihaknya tengah meramu formula agar jika diterapkan mereka bisa jera. "Harus ada sanksi dan aturan yang melarang memberi atau menerima, artinya pemberi ke gelandangan dan penerima gelandangannya sendiri juga harus dikenakan sanksi. Ini masih kita fikirkan seperti apa aturannya," katanya.

Diakui Sumitra, hampir setiap hari kantornya kedatangan orang yang mengaku gelandangan. Mereka datang dengan keluh kesah atas nasib yang menimpanya. "Dalam sehari sekitar tiga orang. Ada yang datang kehabisan ongkos dalam perjalanan jauh, ada juga yang sengaja datang meminta bantuan. Tapi setelah kita tawari dan diajak untuk ikut pelatihan ketrampilan mereka menghindar," paparnya [KC-02]**.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Gara-gara banyaknya orang asing yang menyewa villa dari pemilik villa di Kota Bunga, manajemen Kota Bunga Cipanas kesal. Pasalnya mereka diduga telah melakukan perbuatan pelacuran. Sehingga nama Kota Bunga acap kali dikaitkan dengan prostitusi orang asing.
"Kalau dibilang kesal memang kesal, anggapan Kota Bunga jadi tempat prostitusi itu tidaklah benar. Kalaupun ada itu hanya dibeberapa oknum pemilik villa yang menyewakan villanya ke orang lain. Kebetulan yang menyewa itu orang asing yang ingin memanfaatkan tempat untuk hiburan," kata Estate Manager Kota Bunga Cipanas, Franky Komonang, Rabu (18/2/2015).
Pihaknya mengakui, selama ini ada keluhan dari sejumlah pemilik villa terkait keberadaan orang asing yang mayoritas dari negara Timur Tengah itu. Aktivitas mereka di komplek Kota Bunga sedikit banyak telah mengusik penghuni lainnya yang tengah beristirahat.
"Ini kan villa tidak setiap hari dihuni oleh pemiliknya. Saya rasa wajar kalau mereka komplen saat datang bermaksud inginn istirahat, ini terganggu lantaran aktivitas orang asing yang dianggap bising atau mengganggku ketertiban," kata Franky.
Selama ini untuk menghindari adanya penyalah gunaan tempat untuk aktivitas esek-esek, pihaknya sudah memperketat penjagaan dipintu masuk dan keluar. Setiap kendaraan yang masuk dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui siapa yang datang.
"Kami hanya mengantisipasi saja, kami tidak memiliki kewenangan untuk bertindak, mereka datang itu untuk wisata. Kalaupun ada tindakan yang melanggar hukum itu domain aparat terkait," paparnya.
Ia berharap, pihak terkait bisa bertindak tegas dalam melakukan pengawasan orang asing. Jangan dibiarkan saat mereka melakukan perbuatan asusila ditempat yang bukan pada tempatnya.
"Sudah menjadi rahasia umum, siapa yang secara tidak langsung terlibat dalam tindakan pelacuran yang melibatkan orang asing ini. Kami hanya minta aparat itu bertindak tegas saja, kalau ingin situasinya kondusif, jangan malah dilegalkan sesuatu yang ilegal," tegasnya.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H. Sumitra mengakui, tidak semua orang asing yang ada di Cianjur itu terdata. Data keberadaan orang asing yang ada di Cianjur itu berada di kantor Imigrasi.
"Kalau yang melaporkan keberadaanya ke kami itu sekitar 100 orang. Itupun mereka yang bekerja di sejumlah perusahaan di Cianjur. Mereka wajib melaporkan keberadaannya kepada kami dan berapa lama ijin tinggalnya. Kalau diluar itu, kami tidak memiliki datanya," kata Sumitra saat dihubungi terpisah.
Pihaknya sependapat kalau keberadaan orang asing di Cianjur itu harus diawasi. Hal itu untuk menjaga perbuatan atau tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum. "Harus ada pengawasan khusus terhadap aktivitas mereka, karena tidak semua orang asing yang datang ke Cianjur itu untuk bekerja, banyak diantaranya yang hanya untuk bersenang-senang. Ini harus diawasi, jangan dibiarkan," tegas Sumitra [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!










CIANJUR, [KC].- Pelaksanaan realisasi bantuan Gubernur Jawa Barat untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang diterima warga di Desa Warga Asih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Bantuan yang cair pada bulan Nopember 2014 itu seharusnya untuk 20 unit rumah, namun ternyata bertambah menjadi 22 unit rumah.
Padahal seharusnya masing-masing pemilik rutilahu mendapatkan bantuan Rp 10 juta. Namun oleh pengelola ditingkat desa, bantuan tersebut diberikan berupa barang yang nilainya bervariatif.
"Hasil dari pendataan yang saya lakukan, warga penerima bantuan mengaku banyak yang tidak tahu berapa jumlah yang harus diterima. Ada sejumlah warga yang menerima dalam bentuk barang nilainya hanya sekitar Rp 5 juta," kata H. S seorang tokoh masyarakat saat dihubungi, Rabu (18/2/2015).
Diakuinya, sejumlah warga sempat membuat pernyataan tertulis mengenai jumlah dan jenis barang yang diterima. "Kita ingin pelaksanaan bantuan tersebut sesuai dengan ketentuan, jangan sampai masyarakat tidak tahu bantuan yang seharusnya diterima," katanya.
Kepala Desa Warga Asih Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur, Ijang Nurjaman tidak menampik kalau bantuan rutilahu dari Gubernur Jawa Barat tersebut diterima warga bervariatif. Hal itu didasarkan atas kebutuhan warga yang satu sama lainya berbeda.
"Memang tidak sama satu sama lain, itu tergantung kebutuhan, ada yang sekitar Rp 5 juta, bahkan ada yang sampai Rp 11 juta lebih. Itu tergantung kebutuhan warga, karena pembangunannya bukan rehab total, jadi berbeda-beda," jelas Ijang saat dihubungi terpisah.
Ijang mengaku, sebelum diberikan bantuan tersebut kepada warga terlebih dahulu sudah dirapatkan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hasilnya disepakati bahwa bantuan rutilahu itu diberikan berdasarkan kebutuhan warga. Sehingga nilainya tidak sama satu sama lainya.
"Kita rapatkan dulu sebelumnya, kita tidak main memutuskan sendiri. Pertimbangan kami bahwa masih banyak warga yang membutuhkan, kalau hanya 20 warga, yang lainnya bagaimana, kan juga harus dipikirkan," kilahnya.
Ijang mengakui, pada bulan September 2014 menerima bantuan rutilahu dari Gubernur Jawa Barat sebanyak 20 unit yang nilainya mencapai Rp 200 juta. Namun dengan dalih kesepakatan, bantuan yang seharusnya untuk 20 unit dan masing-masing-masingya menerima Rp 10 juta tersebut dibagi menjadi 22 unit. Itupun jumlah bantuannya diterima bervariatif.
"Ya bantuannya kita berikan kepada 22 warga pemilik rutilahu. Jumlahnya tidak sama, tergantung kebutuhan. Semua itu dengan pertimbangan masih banyak warga lainnya yang membutuhkan, itu juga menjadi pemikiran kami," tandasnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!









CIANJUR, [KC].- Tidak hanya diberikan materi pencerahan sebelum mengikut tes tertulis, para pemohon SIM di Polres Cianjur juga diberikan kesempatan untuk memilih layanan kejujuran atas seluruh tahapan pelayanan pembuatan SIM.

"Di penghujung proses, usai para pemohon menyelesaikan semua tahapannya dan dinyatakan lulus, maka akan ada dua tombol yang wajib dipencet salah satunya, yakni tombol 'puas' dengan warga hijau atau tombol 'tidak puas' dengan warna merah. Itu tidak ada paksaan terserah pemohon," kata Kanit Regident Polres Cianjur, Iptu Luky Martono didampingi Baur SIM Dede S.

Luky menjelaskan, dengan tombol penilaian kepuasan itu, pihaknya bisa memantau langsung respon dan penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Hal itu sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya untuk terus melakukan perbaikan yang lebih baik lagi.

"Ini bisa kami pantau karena data kepuasan ini langsung terhubung di dalam server dan dihitung," tutur dia.

Dari hasil data yang masuk, tingkat kepuasan layanan mencapai 90 persen lebih. "Tentu ini harus ditingkatkan, agar layanan kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," paparnya.

Berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan kepada para pemohon SIM itu, lanjut dia, dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap peraturan berlalu-lintas serta sebab dan akibatnya.

Selain itu, penggunaan calo yang banyak dinilai masyarakat sebagai jalan terbaik dan termudah untuk mendapatkan SIM, adalah salah sama sekali. Dengan cara ini, diyakini bisa menekan penilaian salah masyarakat itu.

"Mendapatkan SIM itu mudah dan tidak sulit. Untuk itu, jangan memakai calo. Tidak ada gunanya. Ini selalu kami sampaikan melalui pengeras suara secara terus menerus," katanya [KC-02/gr]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Buat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Cianjur susah, demikian acap kali terdengar dilingkungan kita. Namun ternyata anggapan itu tidaklah benar. Sebaliknya untuk melayani permohonan masyarakat Polres Cianjur memberikan layanan yang menepis anggapan pembuatan sim itu sulit.
Berbagai fasilitas pendukung ketika menunggu proses pembuatan SIM saat ini telah disiapkan. Salah satunya adalah internet corner dan akses wifi di ruang tunggu SIM. Dengan fasilitas itu, masyarakat bebas memanfaatkan jaringan internet tanpa batas untuk berbagai keperluan atau tugas dan pekerjaannya yang harus ditinggalkan ketika melakukan permohonan SIM.
Kanit Regident Polres Cianjur, Iptu Luky Martono didampingi Baur SIM Dede S mengatakan, ide itu diawali ketika ia berbincang dengan sejumlah pemohon yang mengaku merasakan kebosanan ketika menunggu proses pembuatan SIM. Pasalnya, untuk membuat SIM, memang dibutuhkan waktu lebih dari dua jam.
"Masyarakat sudah mengorbankan waktunya untuk bisa datang ke sini. Ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang sudah rela meluangkan waktunya untuk membuat SIM. Ada dua buah komputer dan akses wifi tanpa batas yang kami sediakan gratis," kata Luky.

Untuk memberikan kenyamanan lainnya, khusus bagi perokok, pihaknya juga menyediakan tempat tersendiri yang ditata sedemikian rupa hingga tidak lagi menyerupai ruang 
smoking area pada umumnya. Tempat itu sendiri jika diamati, akan lebih menyerupai sebuah kafe atau tempat nongkrong yang cukup nyaman.
"Biar yang tidak merokok ini tidak terganggu dan sampah puntung rokoknya tidak terserak di mana-mana," ujar perwira Polri asal Madiun, Jawa Timur itu.

Luky menjelaskan, sebelum melakukan ujian SIM, para pemohon digiring ke Ruang Pencerahan sebagai pembekalan awal tentang gambaran umum, peraturan lalu-lintas, jenis-jenis pelanggaran, risiko, penyebab kecelakaan lalu-lintas dan materi lalu-lintas lainnya. "Di sini, sebenarnya, dari semua materi yang diberikan itu merupakan soal-soal yang akan didapatkan para pemohon SIM dalam materi ujian untuk mendapatkan SIM. Sekitar 30 persen materi di antaranya, adalah 'bocoran' jawabannya. Jadi tidak ada yang namanya istilah membuat SIM itu dipersulit. Yang ada malah dipermudah," katanya [KC-02/gr]**.



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!






CIANJUR, [KC].- Setelah sempat mengalami penurunan produksi, para peternak susu yang tergabung dalam Koperasi Peternak Susu (KPS) Cianjur Utara saat ini mulai bangkit kembali. Hal itu tidak terlepas dengan kerja keras para anggota KPS untuk saling mendukung untuk bisa lebih maju dan berkembang.
"Pada saat harga daging sapi naik, dampaknya luar biasa. Beberapa peternak terpaksa menjual sapinya, karena merasa lebih untung. Itu sulit dikendalikan dan dampaknya pada produksi susu yang menurun," kata Ketua KPS Aaan Supendi, Selasa (17/2/2015).
Penurunan produksi susu saat harga daging monjak sempat menembus angka 2.500 liter per hari. Dalam kondisi normal produksi susu mencapai 3.500 liter per hari. "Waktu itu memang sempat turun, karena sapinya berkurang. Ini menjadi persoalan serius, makanya kami berupaya bagaimana caranya agar bisa stabil," katanya.
Salah satu upaya yang dilakukan ada mencari bantuan pinjaman dana dari pihak ketiga. Berkat kerja keras akhirnya mendapatkan bantuan dari pihak ketiga yang sifatnya pinjaman bergulir. "Bantuan itulah kami manfaatkan untuk menambah jumlah ternak, tapi semuanya berdasarkan persetujuan anggota. Kita tidak berikan dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk ternak," paparnya.
Dengan bertambahnya ternak, lambat laun produksi susi kembali terdngkrak. Yang awalnya sempat turun drastis, saat ini sudah mulai stabil. "Saat ini dalam perhari sudah mencapai rata-rata 3.500 liter dengan jumlah ternak 450 ekor terdiri dari ternak produksi dan kering kandang," katanya.
Untuk penjualan susu, Aan mengaku tidak mengalami kesulitan. Selain dijual secara eceran, mayoritas produksi susu KPS sudah ditampung oleh sebuah perusahaan makanan dan minuman. "Kami memiliki kerja sama dengan sebuah perusahaan makanan dan minuman yang minta kami pasok susu. Kami tidak mengalami kesulitan dalam pemasarannya," katanya.
Hanya saja pihaknya mengaku mengalami kesulitan untuk melakukan sentralisasi ternak, lantaran keterbatasan luas areal lahan. "Tadinya bantuan yang kami terima untuk sentralisasi, tapi terbentur mahalnya pembebasan lahan, makanya kami lebih memilih untuk meningkatkan produksi," tegasnya.
Pihaknya berharap Pemkab Cianjur bisa membantu untuk penyediaan lahan. Karena kalau mengandalkan dari KPS kemungkinan sulit. "Kami pernah meminta bantuan ke Pemkab untuk memohon lahan eks HGU perkebunan, tapi sampai saat ini belum bisa teralisasi," jelasnya [KC-02]**.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!







CIANJUR, [KC].- Kabupaten Cianjur kembali mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tahun 2015. Bantuan untuk pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) tersebut diberikan untuk 714 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur Yoni Raleda melalui pelaksana A. Sugilar mengatakan, BSPS tahun ini jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2014. Meski demikian mayoritas melanjutkan untuk target tuntas kecamatan di wilayah Kecamatan Warungkondang.

"Tahun lalu mendapatkan bantuan BSPS untuk pembangunan rutilahu sebanyak 1.409 unit tersebar di Kecamatan Cipanas, Pacet dan Warungkondang. Tahun ini sebanyak 714 diwilayah Kecamatan Sukaresmi dan melanjutkan wilayah Kecamatan Warongkondang," jelas Sugilar, Selasa (17/2/2015).

Untuk diwilayah lanjutan kecamatan tuntas Warungkondang, BSPS tersebut diberikan kepada MBR diwilayah Desa Warungkondang, Desa Jambudipa, Desa Cisarandi, Desa Ciwalen, Desa Sukawangi dan Desa Mekarwangi. "Untuk wilayah Warungkondang sebanyak 600 MBR yang mendapatkan rutilahu, sisanya 114 diwilayah Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi," katanya.

Bantuan untuk pembangunan rutilahu tahun 2015 yang akan diterima di beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur itu merupakan hasil pendataan pada tahun 2014. Pendataanya sendiri dilakukan oleh pihak ketiga.

"Mudah-mudahan pelaksanaanya tahun ini bisa tepat waktu. Kami masih menunggu SKnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI," katanya [KC-02]**.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
CIANJUR, [KC].- Bermaksud pergi ke sekolah, namun nahas menimpa Siti Maesaroh (16) siswi SMP PGRI Cibeber Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur. Betapa tidak saat tengah menyeberang jembatan gantung malah terpeleset dan jatuh kesungai, Senin (16/2/2015). Korban sempat terseret arus sungai yang deras hingga 400 meter. Saat ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban yang tercatat sebagai warga Kampung Cihaur RT 03/RW 04 Desa Cihaur Kecamatan Cibeber itu bermaksud berangkat ke sekolah. Sekitar pukul 06.30 WIB korban bermaksud menyeberang sungai melalui jembatan gantung.

Beberapa temannya berhasil melintasi jembatan tanpa hambatan. Namun korban saat berada ditengah-tengah jembatan tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke sungai yang kebetulan arusnya tengah deras. Sejumlah teman korban yang mengetahui korban jatuh berteriak histeris dan berupaya meminta bantuan.

Sejumlah warga yang mengetahui adanya siswi SMP yang terjatuh ke sungai berupaya melakukan pencarian. Korban akhirnya dtemukan sekitar 400 meter dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia.

Kapolsek Cibeber Kompol Pardiyanto membenarkan peristiwa terjatuhnya seorang siswi saat melintasi jembatan gantung. Menurutnya, kemungkinan korban terjatuh akibat kondisi jembatan yang terdapat bambu licin dan terpeleset.

"Kemungkinan terpeleset karena jembatan licin. Korban itu mau nyebrang, kebetulan sekolahnya persis diseberang sungai. Saat nyeberang dia hanya sendirian, teman-temanya sudah duluan," kata Pardianto saat dihubungi, Senin (16/2/2017).

Hasil dari pengecekan lokasi, kondisi jembatan yang dari bambu kondisinya memang licin jika turun hujan. "Memang kondisinya kelihatan licin, apalagi saat itu memang sebelumnya gerimis. Berbahaya sekalai, apalagi bagi anak-anak pelajar, kalau tidak hati-hati bisa terjatuh," katanya.

Adanya peristiwa kecelakaan yang menimpa seorang siswi SMP tersebut, pihaknya mengaku telah meminta Kepala Desa (Kades) untuk mengganti bambu dengan papan supaya tidak licin dan tidak membahayakan.

"Saya sudah meminta diganti dengan papan ke Kades dan saat ini juga sudah dilaksanakan. Jangan sampai terjadi kembali musibah kecelakaan, apalagi sampai merenggut jiwa," kata Pardiyanto [KC-02]**.


CIANJUR,- [KC].- Pengangkatan Sekitar 20 Sekertaris Desa (Sekdes) menjadi Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Cianjur diduga bermasalah. Data para Sekdes tersebut diduga dipalsukan, demi bisa menjadi PNS.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kusumah Bangsa Cianjur (LBH-KC), Gin Gin Yonagi mengatakan, dugaan pemalsuan data dokumen sekdes tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan kegiatan non litigasi. Dari hasil penelitian dan fakta yang ditemukan ternyata hasilnya mengejutkan.

"Kami menemukan data bahwa 20 Sekdes yang sekarang menjadi PNS itu datanya bermasalah. Terutama masa waktu kerja yang bersangkutan diangkat menjadi Sekdes ternyata tidak sesuai dengan fakta dilapangan," kata Gin Gin saat ditemui, Senin (16/2/2015).

Dalam surat keputusan selaku sekdes kata Gin Gin, seolah-olah para sekdes itu bekerja sebelum tahun 2004. Hal iti dimungkinkan menghindari terkena aturan pemerintah yang mensyaratkan bahwa pengkatan Sekdes menjadi PNS minimal memiliki masa kerja sebelum 2004. Padahal mereka sebenarnya memiliki masa kerja mulai tahun 2005 keatas.

"Hasil temuan kami ada salah satu sekdes yang sudah klarifikasi datang dan mengakui kebenarannya. Bahkan ada salah satu sekdes yang keluar dana untuk biaya pengurusan dan lain-lain," kata Gin.

Atas temuan tersebut, sebagai organisasi LBH yang satu-satunya di Cianjur yang mendapatkan bantuan dari Kementerian Hukum dan HAM akan meminta klarifikasi kepada para Sekdes. "Kami telah kirim surat resmi ke bupati untuk meminta menghadirkan ke 20 sekdes tersebut ke kantor kami untuk dilakukan klarifikasi kebenarannya," katanya.

Jika ternyata tidak bisa dilakukan klarifikasi, pihaknya akan menyampaikan gugatan secara hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. "LBH kami ini jelas mendapatkan bantuan dari Kemenkum HAM, salah satu garapannya adalah litigasi dan non litigasi, kasus sekdes ini merupakan kasus non litigasi, kita akan proses terus," paparnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi melalui Kepala Bidang (Kabid)Pembinaan Disiplin dan Penghargaan, Deden Supriyadi, mengatakan, pengangkatan Sekdes menjadi PNS berdasarkan aturan khusus. Sekdes tersebut diangkat langsung menjadi PNS tidak melalui CPNS seperti umumnya.

"Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2007 pengangkatan sekdes menjadi PNS berbeda dengan pegawai pada umumnya. Kalau sekdes prosedurnya melalui Pemdes diajukan sesuai dengan persyaratan pengangkatannya oleh PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian), bupatilah yang melegalisasinya," jelas Deden.

Terkait adanya manipulasi data sehingga bisa diangkat menjadi PNS, jika ditemukan data yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan, sekdes yang bersangkutan bisa dicabut PNSnya melalui proses. "PNS bisa diberhentikan jika jika terjadi manipulasi data yang tidak jelas dalam pemberkasannya," katanya.

Namun demikian, dugaan manipulasi data terhadap 20 sekdes yang di angkat menjadi PNS belum tentu juga kebenarannya. Karena sempat terjadi keterlambatan pengangkatan sejumlah sekdes akibat data tidak lengkap. "Waktu itu memang sempat formasi ada keterlambatan, setelah disusul baru dibetulkan, mungkin saja itu salah satunya yang pengangkatan sekdes ini. Tapi yang pasti berdasarkan PP 98 tahun 2000 tentang pengadaan pegawai, apabila PNS memberikan data tidak sesuai bisa diberhentikan melalui proses," tegasnya [KC-02]**.
CIANJUR, [KC].- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur bakal menengahi kelanjutan proses banding yang diajukan terhadap Soni Irawan Tarigan yang divonis terbukti secara sah dan meyakinkan telah menelantarkan anaknya hingga lebih dari dua tahun lamanya.

Putusan vonis itu sendiri dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Cianjur pada 5 Februari lalu dengan vonis 4 bulan kurungan dikurangi masa tahanan.

Vonis yang diterima Soni itu sebenarnya sangat jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni 2 tahun hukuman kurungan. Padahal, ada dua pasal yang disangkakan kepada Soni yakni Pasal 77 (b) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Pasal Pasal 49 ayat 1 jo Pasal 9 ayat 1 Undan-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"MUI siap menjadi mediator. Secepatnya akan kami pertemukan kedua belah pihak untuk mencapai kata mufakat agar perkara ini tidak meluas kemana-mana," ujar Sekretaris MUI Kabupaten CIanjur Ahmad Yani yang duduk berseha dengan Kapolsek Cianjur kota, Kompol Moerdiono dan Kasat Intel Polres Cianjur AKP Jayudin dalam pertemuan dengan sejumlah perwakilan massa Garis.

Yani menambahkan, pihaknya menarget dalam waktu seminggu, proses mediasi antara kedua belah pihak bisa diselesaikan agar bisa diambil keputusan secepatnya. "Seminggu sudah harus selesai. Hari ini kami akan langsung bergerak," tegasnya.

Kasus Soni Irawan Tarigan ini berawal dari laporan polisi yang dibuat mantan istrinya dengan sangkaan kekerasan dalam rumah tangga dan penelantaran ketiga anaknya pada Agustus 2013 lalu ke Polres Cianjur.

Perkara tersebut kemudian dilimpahkan ke kejari pada 18 September 2014. Sedangkan sidang pertamanya dilaksanakan pada 27 November 2014 setelah sebelumnya dilimpahkan kejari ke PN Cianjur pada 18 November 2014.

Putusan vonis sendiri diberikan PN Cianjur kepada Soni yang terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa dia telah menelantarkan ketiga anaknya hingga dua tahun lebih. Vonis 4 bulan kurungan pun diberikan kepada Soni dipotong masa tahanan. Sedangkan yang memberikan vonis adalah Singgih Wahono sebagai Ketua Majelis Hakim serta  Nur Sari Bakhtiar dan Arizal Anwar sebagai hakim anggota [KC-02/gr]**.