Iklan

iklan

Tiga Desa di Sindangbarang Rawan Banjir

Friday, January 27, 2012 | 7:07:00 PM WIB Last Updated 2012-01-27T12:07:36Z
Foto : Banjir Desa Girimukti Kec. Sindangbarang
KabarCianjur-Jln. Raya Cibeber;Cuaca ekstrim yang beberapa hari terjadi di wilayah Kab. Cianjur sangat potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Beberapa wilayah terutama di Cianjur selatan sangat berpotensi terjadinya bencan alam tersebut. Masyarakat di himbau untuk selalu waspada akan bencana alam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Cianjur M Yad Ahyad mengungkapkan, wilayah yang menjadi pengawasan kewaspadaan bencana alam terutama banjir meliputi Desa Saganten, Muara Cikadu, dan Girimukti, Kec. Sindangbarang. Menurut Ahyad, wilayah tersebut memang setiap tahunnya langganan banjir.
"Jika melihat curah hujan yang cukup tinggi, tiga desa di wilayah Sindangbarang itu memang seringkali dilanda banjir, lokasinya juga tidak jauh dari pusat kecamatan. Mereka sudah dibekali dengan kesiap siagaan jika seuatu saat terjadi banjir," kata Ahyad, Jumat (27/1/2012).
Selain Kecamatan Sindangbarang, kata Ahyad, daerah yang dinilai rawan banjir berada di Kecamatan Haurwangi yang berdekatan dengan sungai Citarum. Pihaknya berharap, peristiwa tahun 2009 diwilayah tersebut yang sempat terendam tidak terulang lagi.
"Laporan secara resmi memang belum ada, tapi secara lisan sudah bahwa debit air sudah mengalami kenaikan. Kami terus melakukan pemantauan, terutama di wilayah yang rawan terjadi bencana alam termasuk banjir," katanya.
Bencana Menurun
Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan BPBD Kab. Cianjur volume bencana alam yang terjadi di wilayah Kab. Cianjur pada tahun 2011 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2010. Hanya saja pihak BPBD belum bisa memastikan berapa jumlah dan kerugian yang diakibatkan bencana alam tersebut.
"Kalau melihat kondisi saat ini memang jauh menurun kejadian bencana alam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan pada tahun 2012 ini juga semakin menurun intensitasnya," kata Ahyad.
Meski menurun, pihaknya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama mengenai antisipasi jika bencana itu menerpa. "Sosialisasi terus kita lakukan, agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana, apalagi kalau melihat cuaca yang ekstrim seperti akhir-akhir ini," tegasnya.
Wakil Bupati Cianjur, H. Suranto secara terpisah mengakui kalau akhir-akhir ini cuaca sangat ekstrim dan sangat rentan terjadi bencan alam seperti puting beliung, banjir dan longsor. Untuk itu pihanya menghimbau agar masyarakat yang tinggal atau berada di lokasi rawan bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan.
"Hemat kami semua wilayah potensi terjadi bencana alam, kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, karena bencana itu sulit untuk dihindari kapan datangnya," kata Suranto (KC-02)***.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tiga Desa di Sindangbarang Rawan Banjir

Trending Now

Iklan

iklan