Iklan

iklan

Alasan Tidak ada Pesan dari Leluhur, Jambudipa Tolak di Jadikan Desa Wisata

Thursday, February 2, 2012 | 8:42:00 PM WIB Last Updated 2012-02-02T13:42:12Z
Lampu Gentur, Salah Satu Asset Wisata Jambudipa
KabarCianjur-Warungkondang;Akibat adanya penolakan dari keturunan tokoh ternama di Jambudipa, rencana Pemkab Cianjur untuk menjadikan wilayah Desa Jambudipa, Kec. Warungkondang sebagai satu-satunya desa wisata pupus sudah. Akhirnya pembak Cianjur harus mengalihkan keinginan desa wisata yang sudah masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) itu ke desa lainya yakni Desa Sukaratu, Kec. Gekbrong.
Desa SUkaratu dinilai cukup layak untuk dijadikan desa alternatif sebagai desa rintisan wisata. Karena di wilayah desa tersebut selain terdapat beberapa tempat bersejarah, desa dan masyarakatnya juga sangat mendukung untuk dijadikan wilayahnya sebagai desa wisata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Himam Haris, mengakui adanya penolakan terhadap penetapan Desa Jambudipa, Kec. Warungkondang sebagai desa wisata. "Memang ada surat resmi dari tokoh besar yang ada diwilayah Desa Jambudipa yang intiny menolak desanya dijadikan sebagai desa wisata," kata Himam, dikantornya, Rabu (2/2).
Menurut Himam, konsep desa wisata sebenarnya merupakan salah satu upaya untuk mendongkrak kunjungan wisata ke Kab. Cianjur. Selaian parawisata bisa berkunjung ke beberapa objek wisata yang sudah ada, ada alternatif lainya untuk berwisata yaitu ke desa wisata.
Hanya saja untuk mewujudkan desa wisata tidaklah mudah, perlu dukungan seluruh lapisan masyarakat setempat. Karena desa wisata ada dari dan untuk mereka sendiri. "Membangun kesadaran ini yang tidak mudah, apalagi kalau masyarakatnya tidak satu suara. Pada hal manfaatnya sangat besar bagi warga itu sendiri," tegas Himam.
Di dalam konsep desa wisata, masyarakat berperan aktif secara langsung sebagai pelaku, termasuk mengenai mata pencaharian dan produk unggulan. "Kalau di Jambudipa itu ada pengrajin lampu gentur secara turun temurun, ini yang menjadi salah satu alasan kenapa dijadikan desa wisata," katanya.
Menurut Himam, di Desa Jambudipa juga sempat dibangun gapura sebagai pintu masuk ke wilayah Desa Jambudipa, tapi karena ada penolakan, akhirnya gapura tersebut dirobohkan. "Memang sempat dibangun, kalau tidak salah menghabiskan anggaran sekitar Rp 30 juta, tapi lantaran ditolak, gapura yang sudah dibangun itu di hancurkan," kata Himam
Dialihkan
Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Bachrudin Ali, mengaku keberadaan desa wisata sangat dibutuhkan untuk menunjang pariwisata di Cianjur. Setelah adanya penolakan di Desa Jambudirpa yang awalnya menjadi rintisan desa wisata, saat ini telah dialihkan ke Desa Sukaratu, Kec. Gekbrong yang diharapkan bisa menggantikan Desa Jambudipa.
"Apa boleh buat meski sudah ada Peraturan Daerah (Perda) desa wisata, kita harus merevisi dan mengalihkan ke Desa Sukaratu yang juga sangat layak untuk dijadikan sebagai desa wisata. Selain lokasinya tidak begitu jauh dari kota, desa Sukaratu juga banyak memiliki unggulan lainya," kata Bachrudin saat ditemui terpisah.
Dalam desa wisata seluruh masyarakat aktivitasnya harus bisa didorong mengarah kepada wisata termasuk produk kerjainan. "Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud, tapi kelihatanya aparat dan masyarakatnya sudah siap dan memiliki komitmen yang kuat, tinggal kita melakukan pendampingan saja," paparnya (KC-02)***.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Alasan Tidak ada Pesan dari Leluhur, Jambudipa Tolak di Jadikan Desa Wisata

Trending Now

Iklan

iklan