HEADLINE
---
deskripsi gambar

Disbudpar Sudah Usulkan 10 Tempat Bersejarah

KabarCianjur- Cugenang;   Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudpar) Kabupaten Cianjur mengaku sudah melakukan pendataan terhadap 10 nama lokasi bersejarah di Kabupaten Cianjur. Bahkan ke 10 tempat bersejarah tersebut sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Bupati sejak Oktober 2010 silam.
"Bagi kita tidak ada masalah kalau misalnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat meminta kita untuk mengusulkan tempat bersejarah atau cagar budaya. Karena kita sudah jauh-jauh hari melakukan usulan itu," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Himam Haris, Minggu (19/2).
Tempat bersejarah yang telah diusulkan tersebut diantaranya Gunung Padang, Kuta Pinggan di Ciranjang, Gedung Peteng di Agrabinta, Bangunan PLTA Cijedil di Cugenang, Istana Presiden di Cipanas, Situs Gunung Kasur di Pacet, kediaman dokter Toki, dan Stasiun Kereta Api.
"Prosesnya setelah diusulkan ke tingkat provinsi, nantinya secara nasional akan ditetapkan sebagai tempat atau cagar budaya yang harus dilestarikan. Kita tinggal menunggu waktu saja, karena usulanya sudah kami sampaikan," kata Himam.
Keinginan Disbudpar Provinsi Jawa Barat yang meminta data usulan tempat bersejarah itu tidak terlepas adanya instruksi untuk memudahkan pengawasan dan administrasi. Sebab selama ini penetapan kawasan cagar budaya selalu dilakukan oleh pemerintah pusat, terutama oleh Badan Pelestarian Pengembangan Purbakala (BP3) Serang, sekalipun kawasan cagar budaya itu berada di wilayah kabupaten/kota.
Secara terpisah Direktur Lokatmala Institute Eko Wiwid menyambut baik adanya pendataan kembali lokasi-lokasi bersejarah yang ada ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Dengan demikian, kata Eko, proses pengawasan maupun administrasi bisa dikelola langsung pemerintah kota/kabupaten bersangkutan.
"Selama ini memang ada kesan lokasi bersejarah di Cianjur sendiri terkesan terabaikan. Padahal banyak bangunan bersejarah yang bisa dijadikan sebagai kawasan budaya. Kami pernah melakukan hunting ke kawasan perkebunan teh Maleber. Ternyata tak banyak yang mengetahui, perkebunan teh ini ada indikasi yang tertua di Kabupaten Cianjur. Hal ini bisa dilihat dari adanya penemuan kayu-kayu bersejarah dengan motif zaman dahulu,” kata Eko (KC-02)***.
Also Read:
Post a Comment
Close Ads