HEADLINE
---
deskripsi gambar

Dinsosnakertrans Siapkan Dua Shelter Untuk Bina Anak Jalanan

KabarCianjur-Jln. Raya Bandung; Dua shelter sudah disiapkan oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur untuk membina anak jalanan yang saat ini masih banyak berkeliaran di beberapa wilayah Cianjur.
Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Cianjur Moch Ginanjar mengatakan, untuk melaksanakan program tersebut pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak jalanan. "Ini kita lakukan juga tidak terlepas adanya program dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi(Kemenakertrans) yang menyiapkan 10.750 peluang kerja bagi anak jalanan," kata Ginanjar, Jum'at (2/3).
Anak-anak jalanan nantinya akan ditampung di shelter yang telah disiapkan. Setiap shelternya untuk menampung sekitar 120 orang. Didalam shelter tersebut, anak-anak jalanan akan dibina, kalau yang masih usia sekolah diupayakan dikembalikan ke bangku sekolah dan yang usia produktif akan diberi pembekalan keterampilan.
"Nantinya kita akan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementeria Agama Cianjur dalam melakukan pembinaan khususnya bagi anak jalanan yang masih usia sekolah. Seluruh biaya untuk pembinaan itu dibiayai oleh pemerintah," katanya.
Namun demikian pihaknya juga belum bisa memastikan jumlah anak jalanan yang ada di Cianjur. Karena alasanya pendataan masih tengah berjalan. Dalam merealisasikan program pembinaan, pihaknya akan memprioritasnkan anak jalanan warga Cianjur.
"Tidak menutup kemungkinan dari hasil pendataan nantinya ditemukan banyak anak jalanan yang berasal dari luar Cianjur. Tapi kita tetap memprioritaskan warga Cianjur untuk dilakukan pembinaan," paparnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum dan Pelayanan Umum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Lidya Indrayani Umar mengungkapkan, hampir 20% anak jalanan di Cianjur belum bisa mengenyam pendidikan yang layak. Data tersebut diperoleh per Juli 2011. Mereka saat ini membutuhkan rumah perlindungan dan rumah belajar untuk melangsungkan berbagai aktivitas, termasuk kegiatan belajar mengajar.
"Kami belum memiliki tempat bagi aktivitas anak- anak yang hidupnya termarjinalkan tersebut. Kalaupun ada masih kurang maksimal. Memang saat ini telah dilakukan berbagai langkah, seperti merekomendasikan anak agar bisa sekolah, mengikuti pesantren kilat (sanlat) dalam rangka upaya merubah perilaku. Ternyata anak-anak mempunyai motivasi tinggi," katanya (KC-02)***.
Also Read:
Post a Comment
Close Ads