HEADLINE
---
deskripsi gambar

Pedagang Sempat Hadang Para Pekerja Yang Akan Menurunkan Material

KabarCianjur-Ciranjang; Aksi bentrokan mewarnai dimulainya pembangunan pasar sementara Gelanggang Ciranjang yang dilakukan oleh pengembang CV. Buana Lestari, Kamis (8/3). Bentrokan dipicu saat pihak pengembang menurunkan bahan material dihalaman parkir Pertokoan Pasar Gelanggang Ciranjang dihalang-halangi oleh beberapa pedagang yang kontra pembangunan.
Melihat hal tersebut aparat kemanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan puluhan anggota Polisi merangsek mengusir para pedagang yang berupaya menghalangi para pekerja. Bentrokanpun tidak bisa dihindari antara aparat gabungan dan para pedagang. Dua orang terpaksa digelandang petugas karena diduga sebagai provokator pemicu bentrokan.
Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, situasi memanas sudah terlihat sebelum pihak pengembang menurunkan barang material. Beberapa pedagang yang menolak pembangunan terlihat berjaga-jaga di sekitar pasar.
"Kita akan tolak rencana pembangunan ini, sudah jelas kalau pemerintahan desa minta untuk penangguhan, tapi kenapa masih dipaksakan akan dibangun," kata seorang pedagang.
Petugas yang melihat situasi semakin memanas berupaya menghalau para pedagang yang terus merangsek untuk menghalang-halangi pekerja yang menurunkan barang material. Terlihat Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Cianjur, AKP Gatot Satrio Utomo berteriak-teriak dengan menggunakan loadspeaker agar para pegang mentaati ketentuan.
"Saya perintahkan kepada para anggota intel, jika ada yang berupaya menghalang-halangi apalagi menjadi provokator akan orang tersebut di tangkap saja. Negara kita ini negara hukum, kalau ada yang menolak rencana pembangunan ini kita selesaikan melalui jalur hukum," teriak Gatot.
Mendengar ucapan Kabag Ops Polres Cianjur tersebut, beberapa pedagang yang semula terlihat vokal terlihat mundur menjauhi kerumunan masa lainya. Akhirnya para pekerja yang menurunkan material bisa dilaksanakan.
Kuasa Direktur CV. Buana Lestari, Salim Himawan Saputra mengatakan, untuk pembangunan pasar darurat sudah dilimpahkan kepada Karangtaruna Pakemitan RW 5. "Sebagai pengembang saya tetap komitmen menggunakan potensi kearifan lokal. Pembangunan itu saya kembalikan kepada masyarakat," kata Salim ditemui terpisah.
Menurut Salim, sebenarnya pihaknya tidak terlibat langsung dalam pembangunan pasar darurat, hanya diminta pihak pelaksana pembangunan untuk membantu pengamanan. "Pelaksanaa pembangunannya sudah itangani langsung oleh karangtaruna, jadi kalau ada persoalan dengan masyarakat karangtaruna yang akan menghendel," paparnya.
Untuk pembangunan kios darurat, direncanakan akan dibangun sebanyak 100 kios yang diperuntukkan bagi 89 pedagang lama dan 10 kios darurat untuk pedagang kaki lima. "Kalau menurut pelaksana dilapangan ditargetkan 10 hari kelar, tapi menurut kami lebih cepat lebih baik," tegasnya.
Setelah selesai dibangun kios darurat, baru para pedagang akan dipindahkan. Setelah itu baru bisa dilaksanakan pembangunan. "Rencana kios yang akan dibanguun sebanyak 355 kios terdiri dari tiga lantai. Kita akan bagi zoning, lantai pertama untuk perbankan, elektronik, alat-alat pertanian, toko mas, lantai dua untuk pakaian jadi, bahan pakaian, tas, sepatu dan lantai tiga untuk warnet elektronik,food court dan arena bermain," tegasnya.
Menanggapi masih adanya penolakan dari para pedagang pihaknya mengaku dalam melaksanakan pembangunan hanya berpegang pada aturan. "Kita hanya menjalankan sekejul, selama ini di hambat, dihambat oleh mereka sendiri, itu bisa bilang sebagai mafia pembangunan," kata Salim (KC-02)***.
Also Read:
Post a Comment
Close Ads