HEADLINE
---
deskripsi gambar

Meski BBM Tidak Jadi Naik, SPBU di Cianjur Masih di Jaga Aparat

Cianjur Kota (KabarCianjur) -Kendati rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditunda oleh pemerintah, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Cianjur masih dijaga oleh sejumlah aparat dari TNI/Polri. Belum diketahui pasti sampai kapan pengamanan tersebut akan terus dilakukan.
Berdasarkan pantaun Minggu (1/4), sejumlah aparat yang masih berjaga di SPBU terlihat diantaranya di SPBU yang berada di Jalan K.H. Abdullah bin Nuh. Di SPBU milik mantan bupati Lebak tersebut masih terlihat empat hingga enam anggota TNI/Polri tengah berjaga-jaga. Hal serupa juga terlihat di SPBU di Jalan Dr. Muwardi, Paenmbong Cianjur.
Kepala Bagian Operasional Polres Cianjur AKP Gatot Satrio Utomo mengatakan, pihaknya mengakui meski kenaikan BBM ditunda yang semula direncanakan akan berlangsung sejak 1 April 2012, tapi penempatan personel anggota Polri masih tetap disiagakan di setiap SPBU di Cianjur.
"Penempatan para anggota di SPBU masih berlaku selama 24 jam, karena sampai saat ini belum ada perintah untuk menarik personel meski pemerintah sudah menunda kenaikan harga BBM," kata Gatot, Minggu (1/4).
Penempatan personel anggota Polri di setiap SPBU dilakukan secara terbuka dan tertutup. Hal itu tidak terlepas dalam rangka upaya antisipasi dalam menekan kerawanan terhadap potensi gejolak sosial masyarakat. "Intinya kita ingin situasi diwilayah Cianjur ini benar-benar kondusif, oleh karena itu pengamanan melibatkan sejumlah personel dari instansi terkait," tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan Komandan Kodim 0608 Cianjur Letkol Kavaleri Jala Argananto. Menurutnya, penempatan personel anggota TNI di SPBU masih dilakukan meski kenaikan BBM ditunda oleh pemerintah.
"Penempatan anggota di SPBU masih berlangsung, kami belum mendapatkan perintah untuk menarik anggota. Saat ini jumlah personel yang kita tempatkan mencapai lebih kurang 100 personel. dari jumlah tersebut setiap SPBU kita tempatkan empat orang personel," katanya terpisah.
Penempatan personel tidak terlepas dari upaya untuk mengantisipasi terjadinya gejolak menjelang dinaikkannya harga BBM oleh pemerintah. "Kami tidak hanya mengawasi objek objek vital saja, tapi kita juga harus bisa mengamankanya bila terjadi gejolak di masyarakat," tegasnnya (KC-02)***.
Also Read:
Post a Comment
Close Ads