Iklan

iklan

Bupati Cianjur : Pimpinan OPD Harus Lebih Peka

Monday, July 9, 2012 | 9:05:00 PM WIB Last Updated 2012-07-09T14:05:43Z
CIANJUR,(KC),- Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh menilai tak sedikit pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Cianjur yang tidak peka terhadap berbagai gejolak permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Seperti diberitakan Inilahjabar.com Para pimpinan OPD ini masih harus menunggu instruksi bupati terlebih dahulu jika akan melakukan suatu tindakan.

“Dalam setiap kegiatan briefing, saya tegaskan agar pimpinan OPD peka terhadap permasalahan. Padahal sesuai tupoksinya, mereka (pimpinan OPD) sudah tahu. Jadi tidak perlu menunggu lagi perintah penegasan dari seorang bupati. Jika memang ada yang salah, ya langsung tindak saja. Apalagi jika menyalahi aturan, misalnya seperti yang tertuang dalam perda (peraturan daerah),” kata Tjetjep di Kompleks Pemkab Cianjur, Senin (9/7/2012).

Akibatnya, masyarakat sendiri merasa selalu dininabobokan karena kurang tegasnya aparatur pemerintahan dalam menyikapi berbagai permasalahan. Padahal jika saja aturan selalu ditegakan, Tjetjep yakin, masyarakat Cianjur sendiri akan disiplin.

“Contohnya saja masalah sampah. Tak sedikit masyarakat Cianjur yang membuat sampah ke pot-pot di trotoar. Padahal kami sudah menyediakan tempat sampah. Jika saja pimpinan OPD bersangkutan jeli dan tegas, pasti tidak akan ada lagi yang membuang sampah seenaknya,” tegasnya.

Penegasan orang nomor satu di Kabupaten Cianjur berkaitan erat pula dengan pengaturan jadwal operasi terhadap tempat-tempat makan maupun tempat hiburan karaoke menjelang bulan suci Ramadan. Terlebih, saat ini masih marak tempat-tempat hiburan karaoke di Cianjur yang belum melengkapi perizinan.

“Sebetulnya jika pimpinan OPD ini jeli, tanpa ada instruksi bupati pun bisa melakukan tindakan jika memang ada kesalahan prosedur dalam perizinan. Jadi intinya, pimpinan OPD ini harus jeli dan peka terhadap gejolak permasalahan di lapangan karena aturan harus tetap ditegakan,” tegasnya.

Terkait penegasan terhadap rumah-rumah makan maupun tempat hiburan karaoke menjelang bulan suci Ramadan, kata Tjetjep, dalam waktu dekat akan segera digelar rapat koordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta unsur muspida lainnya. Intinya, nanti bakal terbit surat edaran untuk bersama-sama menjaga kekhidmatan selama bulan suci Ramadan.

“Agar umat Muslim khidmat dalam menjalankan puasa, tentunya semua elemen masyarakat sendiri harus bisa menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Puasa. Nanti kami akan membuat rekomendasi surat edaran penutupan rumah-rumah makan maupun tempat-tempat hiburan,” katanya.(KC06/Inilahjabar)**
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Cianjur : Pimpinan OPD Harus Lebih Peka

Trending Now

Iklan

iklan