HEADLINE
---
deskripsi gambar

Direktur PSKBA Kemensos RI Bersama Warga Desa Cibokor Tanam 20.000 Rumput Vetiver


CIANJUR, [KC],-
Direktur Perlindungan Sosial Korban bencana Alam (PSKBA), Iyan Kusmadiana melakukan penanaman dua puluh ribu rumput vetiver bersama warga di lokasi lereng longsoran Desa Cibokor, Cibeber, Cianjur, Rabu (6/7). Penanaman tersebut juga dilakukan bersama Pejabat Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Drs. Achwan Gumilar, MM,  Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, Camat Cibeber, Perwakilan Polsek Cibeber, Perwakilan Danramil Cibeber, Kepala Desa Cibokor, Ketua FK Tagana Jawa Barat, Dadang Wahidin, dan Ketua FK Tagana Kab. Cianjur, Dani Darohmat, Ketua Karang Taruna Kec. Cibeber.

“Dengan mengucap Bissmillahirrohmanirrohim, mari memulai lakukan penanaman vetiver,” ucap Direktur PSKBA, Iyan Kusmadiana.

Di sela kegiatan iyan juga menjelaskan bahwa kegiatan penanaman rumput vetiver ini bukan yang pertamakali dilaksanakan Kemensos sebelumnya dibeberapa tempat juga sudah dilaksanakan penanaman pohon lainnya. 

" Penanaman vetiver di Desa Cibokor dilakukan sebagai upaya reforestasi dan perbaikan struktur tanah sekaligus untuk mengurangi erosi dan tanah longsor. Hal itu menjadi penting mengingat wilayah Cibokor pernah terjadi longsor pada tahun 2007 dan 2021, untuk itu kami lakukan Survey bersama jajaran Dinas Sosial dan Tagana serta Kampung Siaga Bencana dan menemukan titik titik wilayah yang diperlukan penanaman vetiver." Ucap Iyan.

Oleh karena itu, Direktur PSKBA meminta kepada warga agar tidak mencabut vetiver agar kegunaannya bisa dirasakan dalam jangka panjang, terutama dalam mencegah terjadinya longsor dan kerusakan lingkungan.

Iyan juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Cianjur, dan Tim Kampung Siaga Bencana Desa Cibokor atas kesigapan sehingga pelaksanaan penanaman rumput vetiver di Desa Cibokor dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Cianjur, Hero laksono menjelaskan bahwa vetiver, selain dapat mencegah longsor juga termasuk jenis tanaman berakar kuat dan memiliki nilai usaha produktif,jadi dapat ditanam  dan dibudidayakan. dan yang paling penting banyak warga mengetahui tentang manfaat tanaman ini untuk pencegahan bencana.

Seperti diketahui, Vetiver adalah jenis rumput dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide itu menjadi salah satu solusi untuk menguatkan struktur tanah melalui akarnya yang dapat tumbuh hingga kedalaman 5 meter. Bentuk kombinasi vetiver dengan tanaman keras berakar kuat akan membuat struktur tanah menjadi lebih kokoh layaknya pondasi alami sehingga dapat meminimalisir proses deforestasi dan erosi serta mencegah terjadinya longsor.

Di Indonesia rumput ajaib ini baru dimanfaatkan sebagai penghasil minyak atsiri melalui ekstraksi akar wangi, tetapi di mancanegara vetiver banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ekologis dan fitoremediasi (memperbaiki lingkungan dengan menggunakan tanaman) lahan dan air, seperti rehabilitasi lahan bekas pertambangan, pencegah erosi lereng, penahan abrasi pantai dan stabilisasi tebing melalui teknologi yang disebut Vetiver Grass Technology (VGT) atau Vetiver System (VS), sebuah teknologi yang sudah dikembangkan selama lebih dari 200 tahun di India. 

Vetiver System adalah sebuah teknologi sederhana yang berbiaya murah dengan memanfaatkan tanaman vetiver hidup untuk konservasi tanah dan air serta perlindungan lingkungan. VS sangat praktis, tidak mahal, mudah dipelihara, dan sangat efektif dalam mengontrol erosi dan sedimentasi tanah, konservasi air, serta stabilisasi dan rehabilitasi lahan.

Vetiver juga mudah dikendalikan karena tidak menghasilkan bunga dan biji yang dapat cepat menyebar liar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. Keistimewaan vetiver sebagai tanaman ekologis disebabkan oleh sistem perakarannya yang unik. Tanaman ini memiliki akar serabut yang masuk sangat jauh ke dalam tanah saat ini rekor akar vetiver terpanjang adalah 5.2 meter.

Akar vetiver diketahui mampu menembus lapisan setebal 15 cm yang sangat keras. Di lereng-lereng yang keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat. Cara kerja akar ini seperti besi kolom yang masuk ke dalam menembus lapisan tekstur tanah dan pada saat yang sama menahan partikel-partikel tanah dengan akar serabutnya. Kondisi ini bisa mencegah erosi yang disebabkan oleh angin dan air sehingga Vetiver dijuluki sebagai “kolom hidup”.

Akar-akar vetiver yang masuk ke dalam tanah sedalam ± 3 meter akan berfungsi seperti kolom-kolom beton yang menahan tanah agar tidak longsor sehingga tanah menjadi stabil. Barisan itu juga menahan material erosi di belakang tubuhnya yang dapat mengurangi kecuraman dan akhirnya membentuk teras-teras yang lebih landai. 

Dalam  Kunjungan Direktur PSKBA ke Desa Cibokor merupakan kali ketiganya pasca  longsor pada  2007, dan 2021 lalu. dan Pada hari ini sekaligus menindaklanjuti daripada solusi yang telah diputuskan pada pertemuan Pelatihan Kampung Siaga Bencana (KSB) Solid Desa Cibokor, Cibeber, Cianjur. [KC.06]**

Also Read:
Post a Comment
Close Ads