BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

CIANJUR - Di tengah gempuran era modern yang kerap diwarnai dengan perayaan pernikahan yang mengedepankan gaya hidup kekinian, sebuah pasangan muda-mudi baru saja menggelar acara syukuran pernikahan yang penuh inspirasi. Difasilitasi oleh Porta Coffee & Venue Cianjur, pasangan pengantin Nanda dan Kurnia memilih untuk merayakan momen sakral mereka dengan menonjolkan nilai-nilai adat dan tradisi Sunda. Acara tasyakur pernikahan atau ngunduh mantu yang berlangsung pada akhir pekan, tepatnya 27 Juni 2026 ini, berhasil menarik perhatian. Pernikahan ini menjadi simbol persatuan dua latar belakang yang berbeda, di mana Nanda yang berasal dari Sumatera dipersatukan dengan Kurnia yang berasal dari Cianjur dalam balutan nuansa etnik Sunda yang kental. Pihak panitia penyelenggara sukses menghadirkan suasana tradisional yang autentik. Para tamu undangan disuguhi dengan penampilan kesenian Mamaos Cianjuran, salah satu dari tiga pilar budaya Cianjur, yang dinikmati dengan penuh penghayatan. Tak hanya itu, sajian menu etnik khas Sunda juga turut melengkapi perhelatan tersebut. Prosesi adat yang luhur pun tidak luput dari rangkaian acara. Mulai dari tradisi meuleum harupat, nincak endog (menginjak telur), mencuci kaki suami dengan air kendi, hingga momen saweran yang senantiasa dinantikan para tamu undangan karena sarat akan petuah dan makna kehidupan. Keputusan pasangan pengantin ini untuk melestarikan budaya di tengah arus modernisasi menuai banyak pujian. Salah seorang perwakilan keluarga, menyampaikan rasa bangganya atas kesadaran pasangan muda ini dalam menjunjung tinggi tradisi. “Luar biasa memelihara dan tidak terbawa arus dengan yang sekarang. Walaupun kita dipadukan dengan gaya milenial, tapi intinya tetap memelihara budaya tradisional Cianjur,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa ada tamu muda yang sampai merinding saat meresapi makna dari kebudayaan Cianjur yang disajikan. Diharapkan, langkah Kurnia dan Nanda ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Acara yang dipandu oleh MC Mila Jamila ini dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar asal Medan dan Jakarta. Pernikahan ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga momentum toleransi dan saling memahami antara dua keluarga besar yang berbeda latar belakang. Berbagai ucapan selamat dan doa mengalir dari para tamu dan keluarga agar kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah

CIANJUR [KC],-CIANJUR - Di tengah gempuran era modern yang kerap diwarnai dengan perayaan pernikahan yang mengedepankan gaya hidup kekinian, sebuah pasangan muda-mudi baru saja menggelar acara syukuran pernikahan yang penuh inspirasi. Difasilitasi oleh Porta Coffee & Venue Cianjur, pasangan pengantin Nanda dan Kurnia memilih untuk merayakan momen sakral mereka dengan menonjolkan nilai-nilai adat dan tradisi Sunda.


Acara tasyakur pernikahan atau ngunduh mantu yang berlangsung pada akhir pekan, tepatnya 27 Juni 2026 ini, berhasil menarik perhatian. Pernikahan ini menjadi simbol persatuan dua latar belakang yang berbeda, di mana Nanda yang berasal dari Sumatera dipersatukan dengan Kurnia yang berasal dari Cianjur dalam balutan nuansa etnik Sunda yang kental.

Pihak panitia penyelenggara sukses menghadirkan suasana tradisional yang autentik. Para tamu undangan disuguhi dengan penampilan kesenian Mamaos Cianjuran, salah satu dari tiga pilar budaya Cianjur, yang dinikmati dengan penuh penghayatan. Tak hanya itu, sajian menu etnik khas Sunda juga turut melengkapi perhelatan tersebut.

Prosesi adat yang luhur pun tidak luput dari rangkaian acara. Mulai dari tradisi meuleum harupat, nincak endog (menginjak telur), mencuci kaki suami dengan air kendi, hingga momen saweran yang senantiasa dinantikan para tamu undangan karena sarat akan petuah dan makna kehidupan.

Keputusan pasangan pengantin ini untuk melestarikan budaya di tengah arus modernisasi menuai banyak pujian. Salah seorang perwakilan keluarga, menyampaikan rasa bangganya atas kesadaran pasangan muda ini dalam menjunjung tinggi tradisi. “Luar biasa memelihara dan tidak terbawa arus dengan yang sekarang. Walaupun kita dipadukan dengan gaya milenial, tapi intinya tetap memelihara budaya tradisional Cianjur,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ada tamu muda yang sampai merinding saat meresapi makna dari kebudayaan Cianjur yang disajikan. Diharapkan, langkah Kurnia dan Nanda ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur.

Acara yang dipandu oleh MC Mila Jamila ini dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan yang terdiri dari keluarga besar asal Medan dan Jakarta. Pernikahan ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga momentum toleransi dan saling memahami antara dua keluarga besar yang berbeda latar belakang. Berbagai ucapan selamat dan doa mengalir dari para tamu dan keluarga agar kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. [Ranti] **

Comments0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.