BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, Pemkab Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Musim Kemarau


CIANJUR [KC],-Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul meluasnya dampak musim kemarau di sejumlah wilayah. Penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan krisis air bersih serta mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan.

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan semakin banyak desa yang mengalami penurunan ketersediaan air bersih. Kondisi ini dipengaruhi oleh minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir sehingga sejumlah sumber mata air mulai menyusut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan status siaga darurat diberlakukan agar pemerintah daerah dapat lebih cepat melakukan penanganan terhadap wilayah-wilayah terdampak kekeringan.

"Penetapan status siaga darurat ini bertujuan untuk mempercepat langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan air bersih dan koordinasi lintas instansi apabila kondisi kekeringan terus meluas," ujar Asep Suparman, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur.

Ia menjelaskan, BPBD bersama perangkat daerah terkait terus melakukan pemetaan daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan serta langkah mitigasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih warga, pemerintah juga mengantisipasi potensi gangguan terhadap sektor pertanian. Kekeringan yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat mengurangi produktivitas lahan pertanian, terutama sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.

Sementara itu, Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi musim kemarau. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama bagi daerah yang paling terdampak.

Pemerintah Kabupaten Cianjur juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian selama musim kemarau. Warga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga bantuan dapat segera disalurkan.

Dengan ditetapkannya status Siaga Darurat Kekeringan, berbagai upaya penanganan dipastikan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali normal. Pemerintah berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, relawan, dan seluruh instansi terkait mampu meminimalkan dampak kekeringan sekaligus menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari.[KC.11/Ranti]*

Comments0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.