CIANJUR [KC],- Sebanyak 135 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) resmi diterjunkan untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Kehadiran ratusan mahasiswa ini diharapkan tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di masyarakat, khususnya terkait pengelolaan sampah dan pengembangan potensi pariwisata.
Penerimaan ratusan mahasiswa KKN tersebut berlangsung hangat di Aula Kantor Kecamatan Cidaun pada hari ini. Dalam acara serah terima tersebut, pihak perguruan tinggi secara resmi menitipkan para mahasiswa kepada pemerintah kecamatan agar dapat membaur dan bersinergi dengan warga desa setempat selama masa pengabdian mereka.
Camat Cidaun, Koswara, S.Pd., M.Si., menyambut baik kehadiran para mahasiswa dari kampus Islam negeri tersebut. Menurutnya, Cidaun saat ini tengah gencar berbenah, terutama dalam memaksimalkan potensi wisata pantai yang membentang di wilayah selatan Cianjur, namun masih terkendala oleh minimnya kesadaran terkait kebersihan lingkungan.
"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa KKN ini bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Persoalan klasik kita di kawasan wisata adalah penumpukan sampah. Edukasi terkait pengelolaan sampah yang baik dari mahasiswa tentu akan sangat membantu," ujar Koswara di sela-sela kegiatan penerimaan mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pariwisata di wilayah Cidaun memiliki daya tarik alam yang luar biasa jika dikelola dengan profesional. Oleh karena itu, sentuhan inovasi dan kreativitas dari kalangan akademisi sangat dinantikan untuk mempromosikan sekaligus menata kawasan wisata agar lebih ramah lingkungan dan terbebas dari limbah plastik.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UIN, Dr. H. Ahmad Saefudin, M.Ag., menegaskan bahwa program KKN tahun ini memang dirancang dengan pendekatan tematik yang berfokus pada pemberdayaan lingkungan dan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.
"Dari total 135 mahasiswa yang disebar ke beberapa desa di Cidaun, mereka telah kami bekali dengan program kerja yang relevan dengan kebutuhan lokal. Isu sampah dan ekowisata menjadi salah satu fokus utama agar kehadiran mereka meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa," jelas Ahmad kepada awak media.
Salah seorang perwakilan mahasiswa KKN, Rizky Maulana, menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan perangkat desa dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Rencananya, mereka akan menginisiasi program bank sampah dan pelatihan pemasaran digital (digital marketing) untuk para pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata.
"Kami sudah melakukan survei pemetaan awal. Nantinya, kami akan mengajak warga untuk memilah sampah dari rumah dan menyulap limbah anorganik menjadi kerajinan bernilai ekonomis yang bisa ditawarkan sebagai cendera mata kepada wisatawan," ungkap Rizky.
Sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah ini diyakini akan menjadi katalisator percepatan pembangunan di wilayah selatan Cianjur. Jika pengelolaan sampah dapat terintegrasi dengan baik dan kesadaran masyarakat meningkat, maka kenyamanan pariwisata secara otomatis akan terkerek naik.
Kondisi tersebut pada gilirannya diproyeksikan akan mampu mendongkrak roda perekonomian warga lokal secara signifikan. Program KKN tematik ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi kolaborasi serupa di masa mendatang, di mana mahasiswa bisa membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah benar-benar aplikatif dan berdampak luas bagi kemajuan daerah.[KC.11/Ranti]


Comments0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.