CIANJUR – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-349, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) berkolaborasi dengan Paguyuban Pasundan Cabang Cianjur sukses menyelenggarakan pameran dan kontes bonsai serta suiseki tingkat nasional. Mengusung tema "Geger Bonsai di Tatar Pasundan", perhelatan akbar ini dipusatkan di kawasan Alun-Alun Kabupaten Cianjur dan resmi dibuka untuk masyarakat umum pada akhir pekan, Sabtu (11/7/2026).
Acara pembukaan yang dipusatkan di Taman Pancaniti, Pendopo Pemkab Cianjur ini berlangsung semarak dengan iringan persembahan seni tradisi. Kegiatan ini tercatat sebagai sejarah baru, sebab untuk pertama kalinya Cianjur dipercaya menghadirkan karya bonsai dan suiseki terbaik dari kelas utama hingga kelas bintang yang merupakan kasta tertinggi dalam kontes bonsai.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., yang hadir meresmikan pameran tersebut menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas terselenggaranya acara berskala nasional ini.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Semoga pameran ini bisa menjadi pemantik festival-festival budaya lainnya serta ekonomi kreatif di Kabupaten Cianjur dan Indonesia, yang tentunya dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat," ujar Wahyu Ferdian. Ia juga berharap agar komunitas bonsai dan suiseki dapat terus merangkul generasi muda, sembari menyampaikan rasa terima kasih kepada para sesepuh yang telah menjadi inspirasi dalam membangun tekadnya memajukan Cianjur.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Penyelenggara Pamnas Bonsai dan Suiseki, Abah Ruskawan, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur beserta seluruh jajaran yang telah mendukung penuh kegiatan ini.
"Alhamdulillah, ini adalah pameran pertama bonsai dan suiseki berskala besar di Cianjur. Yang sangat membahagiakan kami dan para dewan juri adalah apresiasi dari Pak Bupati, di mana bonsai-bonsai untuk kelas utama dan kelas bintang diizinkan untuk dihadirkan di lorong tempat kerja (Pendopo) Bupati. Itu adalah bentuk dukungan yang tidak ternilai harganya bagi kami," ungkap Abah Ruskawan.
Rasa bangga juga diutarakan oleh Ketua PPBI Cabang Cianjur, Asep Harun Arasyid. Menurutnya, menghadirkan kontestan kelas utama dan bintang bukanlah perkara mudah dan membutuhkan negosiasi yang luar biasa dengan para kolektor tingkat nasional.
"Ini adalah hajat kita bersama dan merupakan sebuah kehormatan. Menghadirkan bonsai setingkat utama dan bintang perlu kerja keras dan pendekatan khusus kepada para kolektor, karena membawa karya kesayangan ke luar daerah tentu membutuhkan pengawalan pakar dan jaminan dari pimpinan daerah," jelas Asep. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta, kolektor, dan seluruh penggemar bonsai yang berkenan hadir di Kota Santri.
Kesuksesan kolaborasi ini mendapat pujian langsung dari Ketua Umum PPBI Pusat, Alex Tangkulung. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan pameran dan kontes hingga mencapai level kelas bintang hanya bisa dilakukan oleh segelintir pengurus cabang di Indonesia.
"Hanya beberapa cabang di Indonesia yang mampu melaksanakan event sebesar ini. Mencapai tahapan menyelenggarakan pameran hingga kelas bintang itu tidak semua cabang mampu. Kami yakin kesuksesan ini terwujud berkat dukungan penuh Pak Bupati, Abah Ruskawan selaku ketua panitia, serta kerja keras teman-teman cabang Cianjur di bawah pimpinan Pak Asep," tutur Alex Tangkulung. Ia juga menitipkan pesan kepada Bupati Cianjur untuk senantiasa membina para penggiat seni bonsai di daerahnya.
Usai seremonial pembukaan, Bupati Cianjur didampingi oleh Ketua Umum PPBI Pusat, Ketua PPBI Cabang Cianjur, serta Ketua Penyelenggara langsung meninjau ke lokasi pameran. Mereka mengamati dari dekat deretan bonsai kelas prospek, kelas utama, hingga kelas bintang, serta jajaran suiseki yang telah tertata rapi di meja kontes untuk dinikmati oleh masyarakat luas.

Comments0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.