Kegiatan Mabit yang rutin dilaksanakan pada pekan ketiga setiap bulannya ini menyuguhkan program inspiratif untuk menguatkan akidah umat. Pada pelaksanaan kali ini, suasana Mabit terasa istimewa dengan kehadiran dua sosok muda pasangan suami istri berusia 25 tahun yang menyandang gelar Hafiz dan Hafizah selaku Pengelola Dua Pesantren Besar di Bogor dan Lampung.
Kehadiran pasangan penghafal Al-Qur'an tersebut menjadi pusat perhatian utama jemaah. Dalam pemaparannya, salah satu dari Pasangan Hafiz Muda tersebut menjelaskan bahwa mereka diamanahkan untuk memotivasi para jemaah agar bisa lebih dekat, mencintai, dan mendalami Al-Qur'an. Mereka berkomitmen untuk istikamah mengisi kajian rutin di Yabna serta merencanakan kajian daring berkala khusus bagi jemaah lansia.
"Iman di dalam diri kita ini ibarat sebuah ponsel yang harus diisi daya (dicharger) agar tidak mati. Dari tiga puluh hari dalam sebulan, mari luangkan waktu satu malam saja untuk datang ke Yabna guna mencharger iman kita, saling belajar Al-Qur'an, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kelak bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah," ujar perwakilan Pasangan Hafiz Muda tersebut.
Selain motivasi Al-Qur'an, materi seputar akidah, syariah, dan muamalah disampaikan secara menyenangkan tanpa kesan menggurui oleh Abi Utsman beserta Istri selaku Pimpinan Yabna. Suasana kajian dibuat dinamis, di mana para jemaah sesekali diajak tertawa, disuguhi penampilan drama yang menyentuh air mata, hingga pelaksanaan sesi muhasabah yang menggugah hati.
Momen Mabit kali ini juga diwarnai dengan kisah keteladanan dari salah seorang jemaah lansia yang akrab disapa Abah, seorang Pensiunan Kepala Sekolah. Sosoknya mencuri perhatian karena di usia yang sudah senja tetap memiliki semangat tinggi dan istikamah untuk terus belajar, rajin membaca Al-Qur'an selepas salat wajib, serta memberikan suri tauladan melalui tindakan nyata dan kesabarannya yang luar biasa.
Rangkaian kegiatan Mabit diakhiri dengan pelaksanaan amalan ibadah berupa salat tobat, tahajud, isyraq, dan salat duha berjamaah yang ditutup dengan momen saling memaafkan antarjemaah. Pengurus Yabna menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta kebahagiaan ratusan jemaah yang telah mengikuti seluruh rangkaian qiamulail dengan kompak. Guna memperluas sarana syiar Islam, pihak yayasan turut mengajak umat untuk berinvestasi akhirat melalui gerakan wakaf demi mewujudkan pembangunan Pondok Karima beserta fasilitas penunjang dakwah lainnya.[Pebri]**

Comments0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.