CIANJUR [KC],-Di sela-sela kesibukan perhelatan Pameran Nasional (Pamnas) Kontes Bonsai dan Suiseki 2026 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ketua Umum Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Pusat, Alex R. Tangkulung, menyempatkan diri untuk mengunjungi kemegahan peninggalan purbakala, Situs Megalitikum Gunung Padang.
Kunjungan yang berlokasi di Desa Karya Mukti, Kecamatan Campaka (sekitar 38 kilometer dari pusat kota Cianjur) tersebut dilakukan bersama jajaran dewan juri Pamnas. Rombongan ini didampingi langsung oleh Abah Ruskawan, yang menjabat sebagai Ketua Penyelenggara Pamnas Bonsai dan Suiseki 2026, sekaligus Juru Kunci Gunung Padang dan tokoh budayawan lokal.
Dalam kunjungannya, Alex mengungkapkan kekagumannya terhadap mahakarya nenek moyang di masa lampau.
"Saya ingin berbagi kesan mengenai kunjungan kami ke situs Gunung Padang. Pemandangannya sungguh luar biasa. Kami banyak mendapatkan pelajaran mengenai kisah-kisah masa lalu dan menyadari betapa hebat serta saktinya nenek moyang kita yang mampu membangun situs di puncak gunung, yang tentunya sangat sulit dikerjakan pada masa itu," ujar Alex R. Tangkulung, Ketua Umum PPBI Pusat.
Alex juga menuturkan pengalamannya saat menaiki anak tangga yang cukup ekstrem untuk mencapai puncak undakan. Ia memuji stamina Abah Ruskawan yang mampu mendaki jalur terjal tersebut dengan sangat cepat.
Situs megalitik Gunung Padang sendiri memiliki keunikan yang luar biasa. Berdasarkan kajian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, situs ini diperkirakan berusia 6.000 Sebelum Masehi (SM). Bahkan, kajian dari Harvard University menaksir usianya mencapai 11.000 SM, yang menjadikannya lebih tua dibandingkan Piramida Giza di Mesir.
Kawasan dengan lima undakan ini dipenuhi oleh batu andesit berbentuk segilima yang mengandung unsur besi. Beberapa bagian batu, jika dipukul, dapat menghasilkan suara nyaring sehingga kerap disebut sebagai "batu goong" dan "batu gamelan". Tidak hanya itu, di kawasan situs ini juga terdapat Sumur Cikahuripan yang memiliki air dengan pH di atas 7. Menurut mitos warga sekitar, air sumur tersebut diyakini dapat membuat suara menjadi merdu (khususnya bagi sinden atau dalang) serta melancarkan metabolisme dan peredaran darah.
Selain takjub dengan sejarah Cianjur, Alex Tangkulung memberikan apresiasi yang tinggi kepada PPBI Cabang Cianjur atas suksesnya penyelenggaraan pameran berskala nasional tersebut.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada PPBI Cabang Cianjur atas terselenggaranya pameran bonsai dan suiseki yang sangat bagus dan mewah. Saya berharap ke depan PPBI Cianjur dapat terus berkembang, serta bisa menggelar event-event yang lebih besar dan bertaraf internasional," tambahnya.
Setelah turun dari situs megalitikum, rombongan juri dan Ketua Umum PPBI menyempatkan diri untuk singgah di Saung Incu, yang merupakan kediaman Abah Ruskawan. Pada kesempatan penuh kekeluargaan itu, Alex turut memanjatkan doa bagi kesembuhan istri Abah Ruskawan yang sedang jatuh sakit.

Komentar0
Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.