BSY0BSWiGSMpTpz9TUAoGfC7BY==

Sarat Nilai Religi, Anggota DPRD Cianjur Gelar Pernikahan Ala Santri untuk Putra-Putrinya


CIANJUR [KC],-Keluarga besar KH. Didin Syahidin dan Hajah Titim Fatimah, anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memberikan suri teladan yang menginspirasi masyarakat luas. Sebagai wujud syukur atas pernikahan putra-putrinya, mereka menggelar rangkaian tasyakuran pernikahan dengan konsep ala santri yang kental dengan nuansa islami.

Rangkaian acara diawali dengan menggelar khataman atau tasmi' Al-Qur'an 30 juz pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan religius ini dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Sindangsari, Kecamatan Cilaku, Cianjur.

Acara kemudian dilanjutkan pada hari Minggu, 5 Juli 2026, dengan prosesi akad nikah dan resepsi. Menariknya, Hajah Titim Fatimah seolah "memborong" mantu dengan menikahkan dua pasang putra-putrinya sekaligus. Pasangan pertama adalah Haji Fikri Zainal Abidin yang meminang Hajah Azka Aulia, di mana keduanya merupakan seorang penghafal Al-Qur'an (hafiz dan hafizah). Sementara pasangan kedua adalah Hajah Tazkiyatul Muktafa yang melangsungkan akad pernikahan dengan Muhammad Nasir.

Kedua mempelai diketahui memiliki latar belakang sebagai santri yang pernah menimba ilmu di pondok pesantren yang sama. Pertemuan mereka berawal dari kebersamaan saat nyantri serta sering dipertemukan dalam berbagai ajang penghargaan keagamaan.

Alih-alih menyajikan hiburan yang kurang bermanfaat, pesta pernikahan ini diisi penuh dengan lantunan selawat, syair religi, dan kalimat tayibah yang menyejukkan hati. Jalannya acara juga berlangsung sangat khidmat dengan dihadiri serta disaksikan langsung oleh para kiai dan guru-guru mereka dari berbagai pondok pesantren terkemuka, seperti Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya, Baitul Hikmah, Haur Kuning, Yanbu'ul Qur'an Kudus, Murattalul Qur'an Al-Mubarak Awiwipari, serta rekan-rekan alumni persatuan santri.

Hajah Titim Fatimah mengungkapkan rasa bahagia dan leganya atas kelancaran pernikahan anak-anaknya. Ia menjelaskan bahwa tasyakuran ini sengaja diisi dengan syiar Al-Qur'an demi menghadirkan keberkahan sekaligus memotivasi para santri lainnya agar lebih semangat dalam menghafal kalamullah.

Berbagai doa terbaik mengalir dari para kiai sesepuh, tokoh masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, hingga rekan kerja di DPRD Kabupaten Cianjur. Mereka mendoakan agar kedua pasang pengantin baru ini dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah, serta kelak melahirkan keturunan yang saleh dan salehah yang siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah Islam. [Ranti]**

Komentar0

Terima Kasih atas saran, masukan, dan komentar anda.

Type above and press Enter to search.